Desain Rumah Minimalis 2012
Incoming search terms:
desain rumah minimalis dengan biaya murah (31);biaya buat rumh tipe 45 tahun 2012 (21);desain rumah dan rincian biaya (20);gambar rumah minimalis tipe 21 (18);desain perumah elegan di jakarta 2012 (11);loteng minimalis (10);membuat loteng dari kayu (8);desain rumah kost minimalis (7);desain rumah minimalis 2 lantai ukuran 6x15 (6);macam macam tipe rumah dan keterangannya (6);desain rumah minimalis tahun 2013 (6);desain rumah ukuran 6x15 (5);gambar rumah minimalis bertingkat (5);loteng kayu (4);desain rumah 6x15 (4);deesain rumah minimalis tipe 45 dan biaya ny 2013 (4);pengembangan rumah 6x15 (4);denah rumah dan rincian biaya (3);rumah minimalis dan keterangannya (3);MODEL LOTENG RUMAH TERBARU (3);contoh denah rumah minimalis type 160 (3);foto rumah tahun 2012 (3);renovasi garasi rumah (3);gambar sketsa rumah dan perincian biayanya (3);contoh gambar2 desain rumah beserta rincian biaya (3);biaya bangun loteng (3);gambar rumah minimalis type 36 beserta rincian dana pembangunan (3);perincian biaya renovasi rumah (3);denah rumah loteng minimalis (2);rincian biaya pembangunan rumah minimalis tahun 2012 (2);desain rumah minimalis 1 lantai ukuran 6x15 (2);design rumah minimalis bertingkat type 200 meter (2);desain rumah minimalis loteng (2);pagar minimalis tahun 2013 (2);rincian biaya pembangunan rumah minimaalis sederhana brikut gambarnya (2);model loteng rumah minimalis (2);desain rumah minimalis ukuran 6x15 (2);estimasi biaya bangun rumah type 45 tahun 2013 (2);model rumah terbaru dan biaya pembuatannya (2);renovasi rumah tipe 21 dengan biaya murah (2);model pagar loteng (2);rumah minimalis 2013 type 29/60 (2);perkiraan dana membuat rumah ukuran 6x15 (2);MEMBUAT GARASI MOBIL DENGAN BIAYA MURAH (2);gambar di dlm rumah loteng type 21 (2);gamgar loteng mungil (2);biaya membuat garasi mobil (2);infomasi berapa biaya bikin rumah tipe 45 tahun2013 (2);bangun rumah kos dengan biaya sedikit (2);gambar tangga kayu loteng (2);gambar rumah kayu loteng (2);gambar rumah loteng kayu (2);harga pemeter bangun rumah tahun2013 (2);gambar rumah minimalis dan rincian biaya (2);tips renovasi rumah type 29/60 (2);total biaya bikin garasi (2);total biaya pembuatan rumah minimalis (2);biaya bikin garasi mobil (2);rumah minimalis beserta keterangannya (2);rumah minimalis beserta penjelasan (2);biaya renovasi rumah tahun 2013 (2);rumah loteng minimalis (2);foto bangunan rumah loteng (2);cara membuat loteng rumah (2);mobildepanpintuutama (1);membuat loteng dr kayu (1);model untuk loteng (1);model-model loteng minimalis (1);model model ruma tahun2012 (1);Model rumah dan biayanya (1);mdel bangunan rumah minimalis rehapan (1);gimana bikin loteng dari rumah biasa (1);pagar kayu rumah loteng foto (1);layout rumah sederhana beserta keterangannya (1);model depan rumah minimalis tipe 6 x 15 (1);harga rumah minimalis 6x15 (1);kontraktor rumah 6 x 15 (1);sketsa denah renovasi rumah tipe 29/60 (1);kos buat loteng (1);kalur pagar tangga (1);konsep rumah minimalis dan perkiraan total biaya pembuatan (1);model rumah hook ukuran 6X15 (1);Model rumah minimalis dan perkiraan dananya (1);ibu tiriku perlahan membuka kancing kebayanya ify mengambil minyak kayu putih (1);horden rumah minimalis thn 2013 (1);konsep rumah 6x15 (1);kos buat loteng rumah (1);model rumah 29/60 rehab (1);xls BIAYA rumAH TANGGA 10 TAHUN (1);Rumah Tingka 1 type 45/120 (1);rumah seks indonesia 2012 (1);rumah minimalis type 21 dan sketsanya (1);rumah minimalis tipe 21 tingkat dengan pagar dan garasi mobil (1);Rumah minimalis dgn keterangan nya (1);rumah minimalis dan total pmbuatan (1);rumah minimalis dan perinciannya (1);rumah minimalis beserta keterangan nya (1);rumah minimalis bentuk loteng dalam (1);perincian pembangunan kost (1);sketsa dan denah rumah minimalis tipe 70 dan perkiraan anggarannya (1);sketsa rincian bangunan rumah (1);x Butuh biaya brp bikin rmh loteng tp sederhana com (1);www contoh rumah dan taksiran biaya bangunan di kota medan (1);woyang hisap konek (1);top desain rumah minimalis dgn biaya ekonomis bertingkat (1);taksiran harga membuat rumah minimaalis (1);taksiran biaya rumah minimalis (1);sketsa rumah loteng (1);sketsa rumah hook dengan luas tanah 200 meter (1);sketsa rumah dan keterangan (1);sketsa ruma ukuran 6x15 (1);rumah kos irit biaya dalam pembangunan (1);rio memeluk ify ciuman (1);rincian pembuatan rumah minimalis (1);renovasi rumah 6x15 (1);perkiraan biaya pembuatan rumah minimalis tipe 21 (1);perkiraan biaya membuat rumah minimalus ukuran 5*15 m (1);perkiraan biaya membangun rumah ukuran 200meter (1);Perkiraan biaya membangun rumah type 60 1 lantai (1);perkiraan biaya membangun rumah 6 x 15 (1);perkiraan biaya bangun rumah dengan luas tanah 200 meter (1);perincian membangun rumah tipe 45 (1);perhitungan biaya renovasi rumah minimalis type 36 (1);pengertian per plak dalam biaya bangun rumah (1);renovasi rumah minimalis 6x15 (1);renovasi untuk tambahan bikin garasi (1);rincian pembangunan rumah tipe 70 (1);rincian harga pembuatan rumah type 45 2013 (1);rincian harga pembuatan rumah minimalis (1);rincian dana buat rumah minimalis (1);Rincian biaya Untuk tipe rumah 45 2013 (1);rincian biaya untuk membangun rumah minimalis lantai 2 type 21 (1);rincian biaya rumah minimalis type 60 2 lantai (1);rincian biaya buat garasi (1);rify rio ify pijitin dong bun (1);rify rio ify pijitin dong (1);pembuatan loteng sederhANa (1);denah rumah dan perincian dana (1);contoh cat rumah loteng kayu (1);cara rumah minimalis (1);cara membut rumah loteng (1);cara membuat rumah dengan konsep minimalis dengan hagra terjangkau (1);Cara membangun rumah susun (1);budget bikin garasi (1);BIAYA UNTUK DEK RUMAH (1);biaya rumah ukuran 6x15 (1);biaya renovasi tahun 2013 (1);biaya renovasi rumah type 29/60 tahun2013 (1);contoh dek rumah minimalis (1);contoh desain denah rumah tipe 29/60 (1);contoh design rumah luas 29/60 (1);Denah rumah dan perincian biaya (1);denah rumah dan penjelasan (1);denah rumah beserta keterangan (1);denah kamar kost ukuran tanah 6x15 (1);dana mbangun rumah dengan luas 71m (1);CONTOH RUMAH MINIMALIS DIJUAL (1);contoh rumah minimalis dengan loteng dalam (1);contoh rumah loteng (1);contoh rincian biaya membangun rumah dengan biaya murah (1);contoh garasi mobil (1);biaya renovasi rumah type 21 luas tanah 6 x 10 dijakarta (1);biaya renovasi rumah minimalis 6x15 2 lantai (1);berapa butuh dana membuat rumah tingkat tipe 21 (1);Bentuk rumah yang elegan dan denahnya di lahan luas serta biayanya (1);bentuk rumah loteng minimalis (1);bentuk gambar rumah tipe 29/60 minimalis 2013 (1);bentuk depan rumah minimalis 6x15 (1);Bangun rumah minimalis luas tanah 6*29 (1);bangun rumah berapa dananya tipe 70 (1);bangun loteng kayu (1);bahan buat rumah tipe21 (1);anggaran renovasi rumah 6x15 meter (1);berapa estimasi pembuatan rumah tipe 70 tingkat 2 (1);berapa nadah membagun rumah 2 lantai ukuran 6x15 (1);berapa rincian biaya untuk membangun rumah minimalis satu lantai type 45 (1);biaya renovasi rumah 6x15 (1);biaya rehap rumah tipy 36 menjadi tipe 70 (1);biaya rehap rumah (1);biaya pembuatan rumah sederhana (1);biaya pembangunan rumah minimalis tahun 2012 (1);biaya buat loteng (1);biaya bikin rumah tipe 70 (1);biaya bikin rumah kos 2013 (1);biaya bangun rumah type 29/60 (1);biaya bangun rumah type 21 (1);amankah bayi memakai bando diatasubun-ubun (1);Denah rumah kos yang biayanya pembangunan murah (1);gambar rumah type 70an (1);gambar dan model rumah ukuran 6 x 15 meter 1 lantai (1);foto rumah hook tipe21 (1);foto model garasi rumah (1);foto loteng kayu (1);fotho rumah sederhana tahun2012 (1);estimesi biaya pembuatan rumah minimalis type 21 (1);estimasi renovasi rumah minimalis 2lantai (1);estimasi harga mambuat rumah type 60 (1);estimasi biaya pembuatan rumah 1 lantai (1);estimasi biaya bikin garasi (1);GAMBAR DESAINRUMAH DAN RINCIAN BIAYA (1);gambar design rumah uk 6x15 satu lantai (1);Gambar jadi rumah minimalis type 36 beserta rincian biayanya (1);gambar rumah tambahan di atas garasi tangerang (1);gambar rumah minimalis dan penjelasannya (1);gambar rumah beserta hagra a (1);gambar rumah 6x15 tahun 2012 (1);gambar ruang tamu dan halaman tipe 29/60 minimalis (1);Gambar renovasi denah rumah type 45/120 (1);gambar pintu garasi ukuran5 m (1);gambar loteng kayu (1);gambar loteng (1);gambar kost minimalis (1);disain rumah ukuran 6x15 satu lantai (1);disain rumah minimalis 6x15 meter (1);desain rumah minimalis besea perkiraan harganyart (1);desain rumah 1 lantai ukuran 6 x 15 dengan estimasi biaya pembangunan (1);desain renovasi rumah type 29/60 (1);desain minimalis rumah beserta rincian biaya (1);Desai rumah minimalis ukuran 6 x 15 m beserta rincian biayanya (1);denah rumah ukuran 6x15 1 lantai (1);denah rumah type 21 dan estimasi biaya pembangunan (1);Denah Rumah rincian biaya (1);denah rumah minimalis murah 1 lantai dengan garasi (1);denah rumah minimalis luas tanah 6 x 15 (1);desain rumah minimalis dan keterangan (1);desain rumah minimalis dan keterangannya (1);desain rumah minimalis uk 6x15 (1);disain rumah loteng didlm type 21 (1);design rumah minimalis bertingkat luas 200 meter (1);design rumah minimalis 6x15 (1);design rumah bertingkat minimalis luas 200 meter (1);desain tangga untuk loteng tingkat 2 (1);desain rumah susun sederhana 6x15 (1);desain rumah panggung kebun (1);desain rumah minimalus dg dapur di muka (1);desain rumah minimalis ukuran 6x15 m (1);desain rumah minimalis ukuran 10x15m (1);denah rumah kost 2 lantai ukuran 6x15 (1);Videos

Telantarkan Pasien, Jokowi Ancam Rumah Sakit - Nakal
MA Berencana Bangun Gedung 15 Lantai
(PENDEDAHAN): Tip Kewangan Irfan Khairi, Bangun semula selepas Raya HMM, TV1
Warga Tanah Tinggi Tagih Janji Jokowi Bangun Rumah Deret
Arif, Bangun Jembatan Demi 'Sekolahkan' Anak Bangsa
JEPEN BEHUMA - RS. DAYAKU RAJA (KOTA BANGUN) KALTIM
Gebrakan Jokowi Mendapat Apresiasi Dari Jusuf Kalla Jokowi Akan Bangun Masjid Raya Baru
Tren Bangun Rumah Mini di California Dunia Kita Ep. Desain Ramah Lingkungan
Tokek Mampir ke Amerika Dunia Kita Ep. Rancang Bangun, Arsitektur & ...
Koleksi Seni Rancang Bangun di National Building Museum Dunia Kita #525 Ep. Rancang Bangun, ...
| Masagus Hendrik Maulana Saputra bangun+rumah 's link Cahaya matahari bersinar kilau memasuki celah-celah rumah pemukiman yang terbuat dari karton itu. Karton-karton itu tersusun beberapa lapis sehingga berbentuk seperti balok. Terbaring disana seorang anak berumur 10 tahun, Tiara namanya. Dia tertidur lelap kecapekan akibat mencari uang untuk Ibunya yang sedang sakit parah. Tiba-tiba pintu karton itu terbuka. Sesosok perempuan setengah tua masuk membawa sepiring makanan. Sinar matahari menyilau dari belakang tubuhnya. Bayangannya pun tampak jelas di lantai karton itu. Diletakkannya sepiring makanan itu di kayu yang seperti meja disamping anaknya. Dia bermaksud membangunkan anaknya untuk makan. Namun, melihat anaknya yang tertidur pulas, dia urungkan niat itu. Diapun lalu duduk disamping anaknya. Dibelainya rambut anak satu-satunya itu. Menangis ia melihat wajah lugu itu. Seharusnya anak sekecil ini tidak mendapat tanggung jawab untuk mencari nafkah. Sebenarnya ia tidak tega melihat anaknya mencari uang demi kesembuhan ibunya. “Nak, seandainya kita tidak begini, pasti hidupmu makmur sekarang. Kalau saja ayahmu masih hidup, pasti dia tidak ingin kita hidup seperti ini”bathinnya berkata. Tangisnya semakin kuat, namun segera ditahannya agar anaknya tidak bangun. Dibaringkannya tubuhnya yang sedang demam tinggi itu disamping anaknya. Dipeluknya dengan kasih sayangnya. Perlahan-lahan terasa peluk ibunya, iapun terbangun dari tidurnya. “Ibu…” ujarnya pelan Ibunya terkejut. Dengan segera dihapusnya air matanya. Namun belum sempat itu terjadi anaknya berkata “ibu, menangis?” ujar anaknya sambil mengucek mata “tidak nak, ibu tidak menangis.” Anaknya pun bangkit dari tidurnya, dan ia duduk sambil melonggarkan seluruh sendi-sendinya. Ditatapnya dengan teduh muka malaikat yang terus menjaganya itu. Ibunya pun membalas dengan senyuman. Ibunya lalu mengumpulkannya segenap kekuatannya untuk duduk merangkul anaknya. Terasa oleh anaknya, panas tinggi dari sekujur badan ibunya. Gadis kecil itu tahu sudah beberapa hari ini, ibunya sakit. Terdiam membisu ia menatap mata lentik ibunya. Ibunya pun menyadari tatapan mata anaknya itu dan berkata “nak, ada apa” “bu… maaf. Tiara belum bisa membelikan ibu obat” kata anaknya dengan pipi yang basah akan tangisan “tidak apa-apa nak. Obat ibu adalah dirimu. Dengan melihatmu tersenyum dan bahagia, seakan-akan itu menjadi penawar semua sakit ibu.” “I..bu…” Dipeluknya dengan erat ibunya itu. Dirasakannya hangatnya kasih sayangnya seorang ibu. Sekali lagi ditatapnya ibunya yang memakai kerudung kuning itu. Aura muslimahnya memancar kepadanya. Dipeluknya ibunya lebih dalam lagi, diletakkannya kepalanya di dada ibunya. “bu, Tiara takut. Tiara takut jika ibu pergi dariku. Aku sayang ibu” “ibu juga sayang padamu. Tiara…” “Nak, ibu tidak ingin pergi jauh darimu. Tapi ibu juga tidak bisa menjamin, ibu akan selamanya disismu. Ibu tidak tahu kapan ALLAH SWT akan memanggil ibu. Nak, jika suatu saat nanti ibu pergi jauh darimu. Ibu minta tetaplah jadi tiara yang tak pernah menyerah menghadapi kehidupan. Jadilah muslimah sejati. Nak jika nanti ibu pergi, iklaskanlah kepergian ibu. Tiara, harus jadi anak yang sholehah” Tambah ibunya Tiara pun mengangguk. Ibunya pun memeluk anaknya semakin erat. Seandainya Rumah karton itu hidup, ia pasti akan merasa apa yang terjadi dirumah itu. Matahari pun bersinar terang mengabdikan pelukan kasih sayang itu. …xxx… “Alhamdulillah Ya ALLAH…” ujarnya penuh bersyukur Gadis kecil itu girang seperti anak-anak lainnya. Seharian penuh dia mencari uang di jalan-jalan kota Pekanbaru yang serba padat itu, dan serba ramai. Dia bersyukur sudah mendapatkan uang 10 ribu rupiah. Teringat ibunya, dengan cepat ia berlari menuju toko obat itu. Namun beberapa meter lagi dia sampai, ia terjatuh ketanah penuh aspal itu. Uang yang berada digenggam tangannya itu terjatuh dihadapannya. Berusaha dia bangkit dari jatuhnya untuk mengambil uang yang berada di bungkusan Lays berwarna hijau itu. Meringis dia kesakitan ketika digerakkannya lututnya. Luka-luka di bagian lututnya mengeluarkan darah. Terpintas olehnya muka ibunya, gadis kecil itu berusaha mengambil uangnya. Tiba-tiba dihadapannya berdiri 3 orang preman. Salah satu dari mereka bermuka sangar itu mengambil bungkusan miliknya. Melihat hal itu, segera dipegangnya tangan preman itu dan berkata “kembalikan uang Tiara. Kembalikan uang Tiara…!!!” “pergi sana” Preman berkaos hitam itu menghempaskan tangan kanannya kebawa. Tiara pun terjatuh ke tanah “hei anak kecil” bentaknya “uang ini sekarang milik kami… kamu berada diwilayah kami… hahahahahaha” Preman itu lalu pergi meninggalkan gadis kecil itu sambil tertawa terbahak-bahak. Tiara pun hanya bisa menatap semuanya dengan tangisan. Dia terus menangis karena uang yang dari tadi ia kumpulkan lenyap seketika. “Bagaimana uang untuk membeli obat ibunya”bathinnya bertanya-tanya. Dia pun menangis terisak-isak. Dalam waktu yang sama seorang perempuan muda berjilbab pink itu pulang dari kuliahnya. Dilihatnya suasana sore yang terik. Dia pun segera menuju tempat tinggalnya di Jl. merpati sakti. Namun beberapa meter dari jalan menuju kesana. Ia melihat seorang gadis kecil memeluk kakinya sambil menangis. Hatinya pun tersentuh melihat itu semua. Dengan cepat dihampirinya. “adek…” Terdengar olehnya seseorang menyapanya. Diangkatnya kepalanya dan dihadapannya berdiri perempuan beraura seperti ibunya. Perempuan berkulit putih sebening salju dan berkacamata itu menatapnya dalam. “adek… mengapa menangis?”ujar kakak itu dengan lembut Tersadar olehnya akan ucapan kakak berwajah bidadari itu. Ditatapnya dalam kakak dengan tatapan sedih dan berkata “ka..kak…, uangku diam..bil pre..man… hik hik hik., padahal uang… itu untuk beli obat ibu…, Se… karang a..ku tak pu..nya u..ang un..tuk ii..bu” tangisnya semakin menjadi-jadi Mendengar hal itu, berjatuhanlah tetesan air mata dipipi perempuan itu. Lalu perempuan itu memegang tangan gadis mungil itu. Lalu dipeluknya adik itu, untuk merasakan kepedihan setiap relung hatinya. Lalu dihapusnya air mata gadis kecil itu dengan tangannya yang lentik sambil berkata “adik… jangan sedih lagi ya…” Perempuan itu lalu mengeluarkan dompetnya, dan diberikannya uang 100ribu. Gadis kecil itu terdiam membisu. Perempuan itu lalu mengambil tangan gadis kecil itu. Gadis itu lalu menatapnya. Perempuan lalu berkata “Ini untuk adik, untuk ibu adik berobat. Siapa nama adik yang cantik ini?” “benarkah ini untuk tiara?” “ia.. ini untuk tiara” Senyum tulus kakak itu membuat dirinya tersenyum dan bangkit dari ketepurukannya. Dipeluknya kakak berhati emas itu sambil berkata ‘terima kasih kak. Nama kakak siapa?” “Nama kakak Rama dek, ibu adik dimana? Dirumah?. Boleh kakak menjenguknya?” “diru..mah kak. Boleh. Ayukk…”girang Tiara Perempuan tadi menuntun tangan Tiara menuju toko obat. Dalam perjalanan Tiara pun bersyukur pada ALLAH, dia berikan karunianya melalui kakak, bernama Rama yang berwajah bidadari. Suasana Kota Pekanbaru menjadi saksi turunnya kasih sayang ALLAH. Sungguh indah, pancaran itu terasa… …xxx… Akhirnya setelah beberapa jam perjalanan, sampailah Tiara dan kakak berhati salju itu di rumah karton itu. Tiara pun melepaskan genggaman tangannya dari tangan kakak itu. Gadis cilik itu berlari kegirangan memasuki rumah yang terbuat dari tumpukan-tumpukan karton itu. “Ibu…!!! Ibu…!!! Tiara pulang bawa obat untuk ibu…!!! Jeritnya dengan senang Rama pun tersenyum manis mendengar dan melihat kegembiraan gadis kecil itu. Seketika itu Tiara tidak kelihatan lagi, dia sudah memasuki rumahnya. Ramapun berjalan perlahan sambil melihat rumah yang sangat sederhana itu. Dia sedih melihat Tiara dan ibunya harus tinggal dirumah ini. Terasa olehnya betapa besar nikmat Tuhannya padanya. Dia masih diberikan nikmat lebih bahkan sangat banyak. Teringat olehnya rumahnya yang megah dan begitu indah. Rumah yang tiap malam, ia bisa tidur dengan sangat nyenyak. Hatinya menangis, dia mendapat suatu pelajaran berharga melihat kegigihan Tiara dan Ibunya yang hidup dengan rumah yang setiap malam dipenuhi nyamuk, dingin dan kotor. Ingin ia melihat keluarga Tiara hidup dengan selayaknya. Tangisannya pun membasahi jilbabnya yang menutupi sebagian tubuhnya. “Ibu…!!! Bangun bu…!!! Tersentak Rama dari kesedihannya. Segera ia berlari menuju suara gadis kecil itu, Tiara. Sesampai didalam rumah, terlihat olehnya sesosok perempuan tua terbaring terkulai di lantai, dan disampingnya Tiara yang dari tadi menggoyangkan tubuh ibunya. Dihampirinya mereka itu. Dengan cepat diperiksanya keadaan ibunda Tiara. Ketika dipegangnya tubuh ibunya Tiara, terasa dingin bagaikan batu es. Terkejut ia, “ini kan tanda-tanda orang meninggal dunia”gumamnya. Kemudian diperiksanya kembali denyut nadi perempuan tua itu, namun tak terasa apa-apa. Berarti ibunda Tiara telah meninggal dunia dari tadi. Ditatapnya muka Tiara yang dari tadi menangis memegang tangan ibunya. Berat ia menyampaikan berita duka ini. “ka…k…, ibu…Tiara…hik hik hik…” “dek… “ “a..pa.. kak…? Ibu Tiara gimana kak?” “Ibu adik telah dipanggil Sang Maha Kuasa” ujar Rama menangis dan memegang ubun-ubun Tiara. ‘IBU…!!!, JANGAN TINGGALKAN TIARA BU…” Tiarapun memeluk erat ibunya. Rama hanya bisa menatap gadis kecil itu melampiaskan kesedihannya. Tiara pun menangis meraung-raung. Teringat olehnya hangatnya kasih sayang ibunya tadi padanya. Dipeluknya erat-erat badan malaikat yang telah diutus ALLAH untuk menjaganya. Tak pernah ia menyangka, bahwa hari ini hari terakhir ia merasa indahnya kasih sayang malaikat yang ia panggil ibu. Samar-samar terdengar olehnya suara lembut kakak yang dari tadi disampingnya… “Tiara,. Kakak mengerti apa yang adik rasakan. Tiara,… mulai sekarang anggaplah kakak sebagai kakak Tiara sendiri. Tiara, jangan terus menangis… ibu Tiara tidak ingin Tiara menangis terus, tapi ibu Tiara ingin melihat Tiara menjadi yang ia inginkan.” “i..aa.. kak” “ra, setiap manusia termasuk kita pasti akan kembali ke pangkuan Sang Ilahi. Karena itu jika Tiara sayang ibu, jadilah anak yang sholeha yang selalu mendo’akannya” “i..aa.. kak, terima kasih” Melihat kesedihan Tiara, Rama teringat sebuah puisi buatan temannya, Zahra. Puisi yang terindah yang diperuntukkan buat ibundanya yang berada disana. MALAIKAT, Yang kusebut IBU Ibu…, Mukamu memancarkan cahaya berkilauan Ibu…, Senyummu mengalahkan indahnya dunia Ibu…, Kasih sayang menyelimuti kehidupanku Ibu…, Dirimu adalah malaikat hidupku Malaikat yang selalu menjagaku Dikala aku kecil sampai beranjak dewasa Malaikat yang menghentikan sedihku Dikala dunia mempermainkanku Ibu…, Setiap waktu, engkau terus memikirkanku, anakmu Ibu, terasa pedih dihati ini Ketika kain putih itu menutupi seluruh tubuhmu… Tak bisa lagi kurasakan hangatnya kasih sayangmu Tak bisa lagi kudengar tawa candamu Tak bisa lagi memelukmu dengan pelukan sayangku Tuhan telah panggil Ibu ke pangkuan-NYA Memanggil malaikat berwajah emas itu Dan berhati sebening embun… Tuhan, kirimkan do’aku pada nya Do’a seorang anak yang sangat merindukannya Untuknya Malaikat yang kusebut IBU Puisi itu begitu indah terasa di hatinya. Rama berjanji dia akan menjadikan Tiara, perempuan yang sholeha dan memiliki aura muslimah yang dicintai Rabbnya, ALLAH SWT. Sore itu tangis seakan tak henti-hentinya menyelimuti rumah karton itu. Kematian pasti akan menghampiri setiap insan., maka persiapkanlah amal kebaikan sebelum hari itu datang… …xxx… (THE END OF CERPEN) Karya : Mgs. Hendrik M.S |
| Kirana Lin Hwa bangun+rumah 's link Tittle : Rain Part 11 End Main cast : Jung Hyu Ri (You) Other cast : Choi SeungHyun Kwon Ji Yoong Kim Eun Jee Kim Hyun Joong Choi Hye Yoon Lee Seung Gi Semua Member Bigbang Author : Kirana Lin Hwa Genre : Sad, Romance, Family, “Bukan hyu ri, bukan begitu... kau bukan adik ku... kau bukan adik ku... sekarang tak ada lagi yang bisa memisahkan kita, bahkan tuhan sekali pun” namja itu berujar lirih, tapi baru saja tangannya hendak membuka pintu mobilnya, tiba-tiba terdengar sebuah teriakan keras, dan dia hapal dengan suara itu. Tubuhnya kaku, jatuh tersungkur di samping mobilnya, ada sesuatu yang seolah di ambil paksa dari dadanya, sesuatu yang membuatnya susah bernafas. Sesak itu tidak hanya menyakitkan tapi juga membekukan, dia bahkan tak tahu cara berdiri, berjalan dan berteriak. Bahkan saat dia ingin menangis dan menjerit pun, dia seolah lupa bagaimana caranya. Matanya masih menatap lurus kedepan, masih tertuju pada sosok gadis yang terbaring dengan gaun putih yang telah berubah warna menjadi merah tersebut, gadis itu sekarang tak lagi memarahinya, tak lagi berontak, tak lagi berlari meninggalkannya, gadis itu hanya terbaring diam di depan sebuah mobil yang baru saja menabraknya. ====000==== Hyu ri... harta terindah ku... Maaf jika aku meninggalkan begitu banyak rasa sakit untuk mu, ku harap sekarang kau tumbuh menjadi gadis yang kuat. Cahaya ku... Ada banyak cerita yang harus kau tahu, tentang aku, tentang kau dan tentang appa mu. Sungguh aku tak pernah berharap akan seperti ini akhirnya, tapi apa pun itu aku sudah cukup bahagia karena dia telah menitipkan mu pada ku. Tak ada yang lebih membahagiakan melebihi hari di mana kau di lahirkan, bahkan rasa sakit yang ku rasa, menguap dalam sekejap hanya dengan melihat wajah mungil mu. Terima kasih sayangku, terima kasih karena kau mau hadir dalam hidupku. Ku harap suatu saat nanti kau akan merasakan apa yang ku rasakan saat itu, saat seraut wajah mungil dengan tubuh yang masih merah menatap mu dengan senyumnya yang teramat sangat manis. Hyu ri ku... kau adalah harta yang tak kan pernah bisa ku tukar dengan apa pun di dunia ini. Cahaya ku... apa kau sudah berkenalan dengan yang namanya cinta, indah bukan?? Begitu juga yang ku rasakan dulu. Kau akan merasakan berjuta kupu-kupu beterbangan di perut mu, akan banyak rasa manis dalam hidup mu meski kadang kenyataannya rasa pahit pun juga tak mau kalah menghampiri. Dulu... beberapa tahun yang lalu aku bertemu seorang namja yang sangat tampan, bukan hanya menurutku, tapi juga menurut seluruh yeoja penghuni campus. Dia seperti pangeran di dunia dongeng meski tanpa kuda putih. Kau pasti bisa merasakan bagaimana kau begitu semangat pergi sekolah hanya untuk melihat seraut wajah tampan di sudut kelas mu atau saat kau memasuki bangku kuliah dan dengan tubuh bergetar melewati kelasnya, rasa itu begitu menggemaskan. Aku mencintainya, teramat sangat mencintainya, meski aku tahu dia tak kan mungkin membalas cinta ku. Jin-ah menghentikan bacaan nya, menatap wanita yang duduk di hadapannya, “Hyun Hee??” Shin hye hanya mengangguk lemah. Wanita tua itu menunduk pelan, seraut wajah manis berkelebat di kepalanya. Namanya Lee Hyun Hee, dia lah yang telah berhasil mencuri hati ku. Kau tahu hyu ri ku... namja tampan dengan mata indah itulah appa mu... Jin-ah menggeleng kecil, tatapannya kembali tertuju pada wanita di hadapannya dan lagi-lagi yang di dapatinya hanya sebuah anggukan kecil. “Hyenie... katakan pada ku, apa yang kalian sembunyikan dari ku?” jin-ah mengguncang tubuh shin hye pelan, air matanya mulai membanjir. “Kau ingat saat Hana mulai jarang berkumpul bersama kita? Saat Hana mulai susah di hubungi, saat Hana selalu punya banyak alasan saat kita mengajaknya jalan bersama. Saat itu dia sedang bersama hyun, gadis itu terlalu polos, dia bahkan tak pernah mau mendengar omongan ku saat ku katakan bahwa hyun seorang playboi. Cinta benar-benar telah membutakan matanya” Jin-ah terdiam, pandangan nya tertuju pada sosok manis yang sekarang terbaring lemah di atas ranjang putih di sampingnya, wajah itu terlihat pucat. Saat itu juga dia menyadari tak ada satu kemiripan pun antara hyu ri dan suami nya. Hyu ri ku... Kau punya seorang appa yang sangat tampan, ku harap suatu saat nanti shin hye ahjumna akan mengenalkannya pada mu, dan ku mohon pada mu, jangan pernah membenci nya, karena dialah yang telah menjemputmu ke syurga dan membawa mu kesini, melihat betapa indahnya dunia ini... Bukan dia yang meninggalkanku, bukan hyu ri ku... tapi akulah yang memutuskan untuk menjauh darinya, aku tak ingin merusak impiannya, aku tak ingin kehadiran kita menghancurkan mimpinya, aku lebih memilih mengalah, bagiku tak masalah jika harus membesarkan mu sendirian, aku tak pernah menyesali kehadiran mu, meski kau hadir bukan dalam waktu yang tepat. Aku mencintaimu hyu ri ku, sama seperti aku mencintai namja tampan itu, appa mu... Impian terbesarku memang ingin melihatmu tumbuh besar dalam pangkuannya, kita akan menjadi keluarga kecil yang bahagia. Aku selalu percaya bahwa dia akan kembali padaku jika saat itu tiba, dia akan menjemput kita kembali, saat semuanya telah di raihnya dan kita akan hidup bahagia selamanya seperti dongeng-dongeng yang selama ini ku bacakan untuk mu. Tapi sayangnya aku terlalu rapuh, tidak hanya terlalu rapuh, tapi teramat sangat rapuh. Tepat saat kau berumur satu bulan di rahimku, seorang namja dari masa lalu ku datang, seseorang yang ku tahu begitu menyayangi ku, dia memintaku menjadi istrinya, dan kau tahu hyu ri ku... aku tak bisa menolak, meski aku tahu dia adalah suami dari sahabatku sendiri. Dialah appa yang selama ini begitu menyayangimu, appa yang selalu tersenyum manis setiap kali melihat tingkahmu. Appa yang seharusnya tidak menjadi appa mu. Cinta ku hyu ri... Kau bisa membayangkan bagaimana perasaanku selama ini? Hidup bersama orang lain yang bahkan hingga detik surat ini tertulis aku bahkan masih tidak bisa mencintainya. Tapi tak apa, aku bisa melewati itu semua demi kamu. Aku ingin kau hidup normal dengan keluarga utuh seperti anak-anak yang lainnya, meski pada kenyataannya kau harus berbagi appa dengan yang lain. Mungkin suatu hari nanti kau harus menemui keluarga itu, kau harus menemui unnie dan oppamu, minta maaplah pada mereka atas kesalahan yang telah ku buat ini. Maafkan aku hyu ri, maafkan aku karena aku tidak bisa menjadi eomma yang baik untuk mu, tak bisa menjadi sahabat yang baik untuk jin-ah, tak bisa menjadi istri yang baik untuk Seung Ha... Mungkin aku terlihat egois, aku tak memikirkan bagaimana perasaan jin-ah, aku memikirkan perasaan Seung Ha saat nanti dia tahu ternyata kau bukanlah anaknya. Yang ku pikirkan saat itu hanyalah, bagaimana kau bisa terlahir dengan seorang appa di samping mu... Hyu ri ku... Jika nanti kau bertemu jin-ah ahjumna, jadilah anak yang manis untuknya, dia sudah banyak berkorban untuk kita. Tangis jin-ah pecah seketika, kertas di tangannya jatuh melayang ke lantai, matanya nanar menatap hyu ri yang masih terdiam dengan berbagai peralatan medis yang melekat di tubuhnya. “Hyu ri... bangunlah sayang... ku mohon bangun lah... kau lihat, eomma mu bahkan menyuruh mu menjadi anak yang manis untuk ku, dengarkan aku hyu ri, dengarkan kata-kata ku, kau harus bangun, kau harus membuka mata mu, kau harus menikah dengan seunghyun, kau harus memberiku sepasang cucu yang lucu, ku mohon hyu ri... bangunlah...” wanita tua itu berseru di sela isak tangisnya. “Eommanie...” Seraut wajah tampan muncul di belakang jin-ah, wanita tua itu maju dan menubruk sosok bermata sayu itu, keduanya menangis, menangis dengan air mata yang tak lagi bisa menetes. “Seunghyun-ah... maafkan aku...” Seunghyun menggeleng, namja tampan itu mendekap eommanya erat, “Hyu ri... kemungkinan besar, dia tak lagi bisa melihat” ujarnya pelan, teramat sangat pelan. “Mwo???” “Seunghyun-ah... Ahjumna... Hye Yoon kritis...” pintu ruangan terbuka, hyunjoong muncul dengan wajah pucat, “Ku mohon temui dia...” wajahnya memelas. Tanpa menunggu waktu, seunghyun dan jin-ah berlari ke ruangan hye yoon, kedua nya saling berpegangan tangan, mencoba saling menguatkan. “Yoonie-ah... bertahan lah sayang... kau pasti kuat...” “Nuuna-ah, jika kau pergi bagaimana dengan ku? Siapa yang akan memanjakan ku lagi? Siapa yang akan menemani ku tidur saat hujan nanti? Siapa yang akan membuatkan ku cake kacang kesukaan ku? Siapa yang akan membelikan ku es krim??? Nuuna-ah... kau harus kuat” Hyunjoong menghapus bulir-bulir bening yang mengalir dari sudut matanya demi mendengar ucapan ibu dan anak tersebut. Namja tampan itu hanya bisa menunduk lemah, dia seperti mengerti dengan kenyataan yang akan di terimanya. “Seunghyun-ah... jika aku pergi, aku ingin sebagian dari tubuhku tetap tinggal bersama kalian, berikan mata ku pada hyu ri...” hye yoon berseru pelan dengan nafas sesak. Seunghyun menggeleng keras, tangannya menggenggam erat tangan nuunanya, sementara sang eomma hanya terdiam dengan tangis tertahan. Tak ada lagi yang bisa di ucapkannya, semuanya terasa kelu, terasa menyesakkan. “Anio... kau tak boleh pergi nuuna, kau harus tetap disini, kau harus melihatku menikah dengan hyu ri... kau harus bertahan nuuna...” Hye yoon tersenyum kecil, matanya melirik hyunjoong yang berdiri terpaku di depan pintu ruangan, mengisyaratkan namja tampan itu untuk mendekatinya. “Hyunnie... jika aku pergi, aku tak ingin melihat mu menangis, jadilah hyung yang kuat untuk seunghyun... dia masih terlalu rapuh” Hyunjoong hanya terdiam dan membalikkan tubuhnya tepat saat butiran panas itu mengalir deras di pipinya. “Eommanie... aku mencintai mu... terima kasih telah melahirkan ku ke dunia ini, memberi ku kesempatan untuk melihat indahnya dunia...” mata itu terlihat makin lemah, makin lama makin menyipit. Desah nafasnya pun makin memelan, hingga akhirnya seunghyun terpekik keras saat menyadari tangan di genggamananya tak lagi berdenyut. =====000===== Jiyong berdiri tak jauh dari pemakanam itu, matanya terlihat sembab, ada penyesalan yang terlihat jelas di matanya. Tubuh itu terlihat jauh lebih kurus dari biasanya. Sekarang semuanya terlepas dari genggaman nya, tak ada yang bersisa. “Anio, aku tak ingin masalah ini di ungkit lagi, tak ada yang salah disini, biarkan semuanya berjalan seperti semula, jiyong oppa tetap harus menjalankan aktivitasnya seperti biasa” Kalimat itu masih teringat jelas di telinganya, saat dia berniat untuk menjenguk hyu ri di rumah sakit. Tubuhnya bersandar di depan pintu ruangan putih tersebut, mendengar apa yang mereka semua bicarakan di dalam ruangan. “Hyu ri.. kau lihat apa yang telah dia lakukan pada keluarga kita? Meski dia adik ku yang paling ku sayangi, tetap saja dia yang telah membunuh nuuna, dan aku tidak akan pernah bisa memaafkannya, dia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya” Kali ini suara seunghyun yang menggema di gendang telinganya, dia bisa merasakan bagaimana suara itu terdengar penuh kebencian. #Flasback “Jiyong-ssi... aku titip ini pada mu, suatu saat nanti kau harus memberikannya pada anak ku, jaga dia untuk ku...” wanitu itu mengulurkan beberapa lembar foto pada jiyong, sementara darah segar makin banyak mengalir dari kepalanya. “Ahjumna... bertahanlah, aku akan membawa mu ke rumah sakit” jiyong berseru cemas, seumur hidupnya ini kali pertama dia mengalami kejadian seperti ini. “Anio... aku tahu sudah waktunya aku pergi, ku mohon jaga hyu ri ku...” wanita itu menutup matanya pelan. #Flashback end Tanpa sadar jiyong jatuh terduduk dengan dua tangan di kepalanya di depan gundukan tanah merah tersebut, namja tampan itu berteriak keras, mencoba mengusir sesak yang menyelimuti dadanya, tapi semakin dia berteriak, rasa itu malah justru semakin menyesakkan. “Nuuna-ah... maafkan aku, ku mohon maafkan aku...” Tubuhnya jatuh luruh ke tanah, sebagian kemeja hitamnya telah basah. “Nuuna-ah... apa disana begitu indah? Jika iya, aku ingin ikut bersama mu nuuna, disini tak lagi indah, aku tak lagi bisa berteriak lantang seperti dulu, jemput aku nunna, jemput aku....” Namja tampan itu menangis terisak-isak, tangannya mencengkram erat batu nisan yang berdiri gagah di depannya itu. “Aku mencintainya nuuna, sangat mencintainya, tapi aku tak pernah sadar jika ternyata cintaku hanya akan menyakitkan untuknya. Nuuna-ah... kenapa aku tak pernah bisa membuatnya tersenyum bahagia sekali saja. Kenapa harus selalu tangis yang ku beri untuknya” Terdengar tarikan nafas pelan, namja itu menundukkan wajahnya, beberapa helai rambut jatuh menutupi matanya, mata yang terlihat memerah. “Dulu aku membunuh eommanya, meski tak sengaja, tetap saja kecelakaan itu karena kelalaian ku, jika malam itu aku tidak pulang dengan keadaan setengah mabuk, mungkin saat ini dia masih bisa tersenyum bahagia bersama umma nya. Aku tak tahu apa aku masih pantas untuk mencintainya... aku benar-benar namja brengsek, dia pantas membenciku” Hening sejenak, namja itu terlihat menjatuhkan tubuhnya, memeluk nisan putih di hadapannya, raut wajahnya terlihat kelelahan. “ku pikir dengan menjadi oppa yang baik untuknya, aku bisa mendapatkan hatinya. Bertahun ku coba menjadi orang yang selalu ada untuknya, menjadi tempatnya bermanja tapi tetap saja cinta itu tak pernah ada untuk ku. Cinta itu justru terlihat jelas di matanya saat dia menatap Top hyung saat pertama kali mereka ku kenalkan. Aku tidak terima nunna, aku tidak bisa terima, hyu ri hanya untuk ku, aku tidak bisa melihat dia tertawa bahagia bersama orang lain meski pun itu hyung ku sendiri” Ucapannya terhenti saat tubuhnya merasakan semilir hembusan angin yang seperti ingin memeluk tubuhnya, namja itu mendongakkan kepalanya, dia tersenyum kecil saat menyadari dirinya tak sendiri, ada sebuah pelukan yang menghangatkanya. “Gomawo nuuna...” Semilir angin itu memainkan poninya lembut, seperti usapan tangan seorang ibu pada anaknya yang sedang merajuk manja. “Sekarang tak ada lagi yang tersisa untuk ku, aku kehilangan semuanya. Aku kehilangan cinta ku, aku kehilangan top hyung, aku kehilangan nuuna... apa lagi yang mesti ku lakukan disini...” “Oppa... kau masih punya aku, seorang adik manis yang tetap menyayangi mu...” Sebuah suara mengejutkan jiyong, namja itu berpaling cepat, tak jauh di belakangnya terlihat seraut wajah manis dengan mata yang masih di balut perban putih, gadis itu duduk di kursi rodanya dengan seorang namja bermata tajam yang berdiri di belakangnya. “Hyu ri...” hanya itu yang keluar dari mulut jiyong, dia bahkan tidak berani menatap mata tajam yang sedang menatapnya awas. Hyu ri menyentuh tangan seunghyun pelan, mengisyaratkan bahwa dia ingin mendekati jiyong, tapi seunghyun hanya diam, dia justru menarik tangannya dan berlalu pergi meninggalkan hyu ri dan jiyong. “Maafkan dia, dia masih butuh waktu untuk semua ini, tak ada yang bisa menerima kematian seseorang yang paling di cintainya dalam waktu yang cepat” hyu ri berseru pelan dengan senyum kecil, tangan nya menggapai ke depan, berusaha mencari sosok jiyong. “Kau... kenapa kau masih mencari ku?? Lihat apa yang telah ku lakukan pada kalian, seharusnya top hyung ikut membunuhku seperti aku membunuh nuunanya...” Hyu ri menggeleng kecil, “Lantas jika kau mati apakah unnie akan hidup kembali? Apa semuanya akan kembali seperti semula?? Tidak oppa. Tugas kita sekarang hanyalah menjalani apa yang tersisa dan berusaha bangkit dari luka yang menyakitkan ini” Tangis jiyong kembali pecah, tubuhnya jatuh tersungkur di hadapan hyu ri, tangannya memeluk kedua kaki hyu ri, “Maafkan aku hyu ri, maafkan aku... aku telah menghancurkan hidupmu...” “Hidupku tak pernah hancur oppa, rasa sakit itu pasti ada, munafik jika aku tak pernah merasakan sakitnya, ini bahkan jauh lebih menyakitkan dari dulu saat eomma meninggalkan ku, rasa sakit yang teramat dalam, sebuah rasa yang seolah hendak mencabik-cabik dada ku. Aku ingin berteriak, melepaskan semua rasa itu, tapi saat semua itu ku lakukan, rasa itu tetap tak berkurang sedikit pun, dia bahkan dengan congkaknya merajai hatiku, lantas apa yang harus aku lakukan?? Aku hanya bisa menerima semuanya... mencoba berdamai dengan rasa sakitnya. Karena semakin kuat kau menggengam sebuah duri, akan semakin tajam duri itu menusuk mu, jadi kau tak perlu melawannya oppa...” “Hyu ri-ah... katakan padaku, apa yang harus ku lakukan untuk menebus semua ini, katakan hyu ri...” Hyu ri menggeleng dan meraih sepasang tangan yang masih memeluk kaki nya, membantu tubuh kurus itu untuk berdiri di hadapan nya, “Kau hanya harus kembali menjadi dulu lagi oppa, menjadi Naga yang berdiri gagah di depan jutaan yeoja yang begitu mencintai mu, hanya itu oppa... hanya itu yang harus kau lakukan untuk ku, selebihnya biarkan semuanya Tuhan yang mengatur, Dia lebih tahu apa yang terbaik untuk kita” =====000===== 5 tahun kemudian... Seraut wajah mungil menyeruak dari dalam selimut putih yang menggelembung di atas sebuah kasur ukuran big. Wajah manis itu menatap sekelilingnya dengan bola matanya yang bulat, saat tak mendapati seseorang yang di inginkannya, dia menjerit sambil menyentakkan selimutnya. “Seunghyun-ssi... Anak mu menangis, sudah ku bilang jangan pernah meninggalkannya sendirian di kamar, kau tahu sendiri dia selalu menangis saat bangun tidur, sama persis seperti kau kecil dulu...” Terdengar teriakan keras dari arah dapur, tempat seorang gadis manis sedang sibuk dengan peralatan masaknya. Gadis itu membersihkan kedua tangannya saat menyadari orang yang di panggilnya tak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. “Yaaak, kemana lagi ahjussi tua itu...” masih terdengar gumaman dari bibir tipisnya saat berlari menuju kamar. “Aisssh... kau sudah bangun anak manis. Waeyo??? Jangan menangis sayang. Kau tak perlu mencari appa mu, dia tak ada disini, biar nanti ku carikan appa baru untuk mu” wajah yang tadi nya berkerut masam itu langsung tersenyum sumringah saat melihat bayi mungilnya. Gadis manis yang tak lain adalah hyu ri tersebut mengulurkan tangan nya ke arah sang bayi yang di sambut dengan senyuman manis si bayi. “Aigooo... manis sekali, anak siapa ini??? Pasti anak Jung hyu ri, putri cantik dari negeri awan” “Heeeeeeeeemmm... kenapa setiap kali dia terlihat manis selalu kau bilang anak mu, sementara saat dia rewel dan menangis kau bilang dia anak ku” Sesosok wajah tampan muncul di belakang hyu ri, hanya menggunakan handuk kecil untuk menutupi bagian bawah tubuhnya, siapa pun pasti akan menebak kalo namja ini baru saja selesai mandi. “Lantas aku harus bilang dia anak siapa?? Tak mungkin aku bilang dia anaknya seungri, kau mau berbagi anak dengan panda genit itu” hyu ri mendengus kecil, sambil menciumi bayi mungil di gendongan nya. Seunghyun hanya diam, dia lebih memilih membuka lemari bajunya yang berderet tiga baris di dinding kamar dan mengacak-acak isinya dari pada meladeni gadis cerewet di sampingnya itu. “Kau mau kemana?” “Aku ada janji dengan seseorang” “Nugu??” Gerakan tangan seunghyun yang masih mengacak-acak lemari pakaiannya terhenti, namja tampan itu memalingkan tubuhnya dan menatap hyu ri lama. “Hari ini jiyong kembali dari Amerika, dia meminta ku untuk menjemputnya” “Jongmal?? Aihhh... kenapa kau baru bilang sekarang? Jika kau bilang tadi malam, tentu aku akan bangun lebih awal dan memasak banyak makanan untuknya” hyu ri berseru senang, dia meletakkan bayi mungilnya kembali ke atas kasur. Seunghyun menarik nafas panjang, tangannya terulur menggapai kepala hyu ri dan mendekapnya erat, membenamkan kepala gadis itu di dada bidangnya. “Mianhae... aku sudah memisahkan mu dengannya terlalu lama. Tapi saat itu aku benar-benar tidak bisa melihat wajahnya. Satu-satunya jalan agar dia bisa hidup aman hanyalah dengan menjauh dari kehidupan kita” “Sekarang?” “Ku rasa tak baik terlalu lama berpisah dari orang yang kita sayangi, aku yang memintanya untuk kembali, sudah terlalu lama dia menerima hukuman itu. Sekarang saatnya kita kembali seperti dulu lagi” Hyu ri hanya diam, terdengar isakan pelan dari bibirnya, itu membuat seunghyun makin mendekapnya lebih erat. “Yoon unnie pasti sangat bangga pada mu...” hyu ri berseru kecil di sela isak tangisnya. Beberapa saat mereka hanya diam, saling berdekapan dengan seorang bayi kecil yang menatap mereka dengan tatapan heran, bayi mungil itu mengulurkan tangannya minta di gendong, tapi seunghyun dan hyu ri tak menyadarinya, hingga tangan mungil itu berhasil menggapai handuk yang melilit di pinggang seunghyun dan menariknya keras. “Yaaaaaaaaaaakk, seunghyun-ssi... Omona” hyu ri terpekik kencang saat handuk seunghyun meluncur dengan sukses ke lantai, gadis itu meraih bayi mungilnya dan berlari keluar kamar dengan wajah bersemu merah. Sementara seunghyun hanya menatapnya dengan tatapan heran sambil meraih handuknya kembali. “Dasar gadis aneh, pagi ini bertingkah ketakutan, paling nanti malam malah minta jatah...” namja bingu itu kembali mengacak-acak isi lemarinya. =====000===== Hyu ri masih tak berkedip menatap dua namja yang saling berpelukan tersebut, ini benar-benar seperti mimpi, dia pikir moment seperti ini tak kan pernah di lihatnya lagi, tapi kenyataannya ternyata berbeda. Tuhan memang selalu punya cerita yang indah di balik semuanya. “Umma... Unnie... andai kalian berada disini, mungkin kebahagiaan ini akan jauh lebih indah” gadis itu mengguman kecil dan menghapus bulir bening yang menetes dari sudut matanya. “Hyu ri-ah... kau tak kangen pada ku?” namja tampan itu merentangkan kedua tangannya ke arah hyu ri dengan senyum manis di bibirnya. Tak butuh waktu yang lama, hyu ri langsung menghambur ke dalam pelukannya, “Oppa... kau kemana saja? Harus nya kau disini saat aku bersanding dengan seunghyun atau saat peri kacil ku lahir ke dunia, harus nya kau tak pernah meninggalkan ku” Seunghyun hanya tersenyum kecil menatap dua anak manusia yang saling berpelukan di hadapannya itu, kemudian melangkah pergi sambil menggendong bayi mungilnya. “Yaaak, jangan menangis hyu ri-ah. Mungkin aku melewatkan banyak moment-moment penting dalam hidup mu, tapi percayalah sedikitpun aku tak pernah berniat untuk meninggalkan mu, kita hanya butuh waktu, bukan begitu??” jiyong melepaskan pelukannya dan menghapus sisa-sisa air mata di pipi putih hyu ri. Hyu ri hanya tersenyum kecil dan mengangguk pelan, gadis itu menggeser posisinya saat menyadari di belakangnya mulai berjejer member bigbang yang lain serta anak YG yang lain untuk bergentian memeluk jiyong. “Apa yang kau rasakan sekarang?” Hyu ri tak perlu menoleh hanya untuk mengetahui siapa yang berdiri di sampingnya tersebut, suaranya sudah begitu melekat di telinganya. “Tak ada yang lebih membahagiakan dari hari ini seunghyun-ssi. Kau lihat semuanya tersenyum bahagia, jadi tak ada alasan bagiku untuk tidak bahagia” Seunghyun mengangguk kecil sambil melambaikan tangan pada hyunjoong yang baru saja datang sambil menggendong bayi mungil dengan tangan menggenggam erat gadis cantik di sampingnya. “Andai nuuna masih ada, mungkin saat ini dialah yang menggenggam tangan hyung” Hyu ri memalingkan wajahnya, menatap wajah tampan di sampingnya itu, wajah yang hampir 5 lima tahun ini selalu menjadi menu sarapan paginya tiap kali membuka mata. “Unnie pun telah bahagia disana... aku yakin Tuhan telah menyiapkan malaikat untuknya” “Ahjussi...” Sebuah tangan mungil menarik ujung baju seunghyun, seunghyun menoleh pada sosok yeoja cantik yang kira-kira berumur tujuh tahun tersebut dan menatapnya heran. “Kau tahu dia anak siapa??” hyu ri menatap seunghyun heran, sementara namja itu hanya menggeleng kecil. “Yang pasti bukan anak ku...” Sebuah jitakan kecil mampir di kepala seunghyun, “Tentu saja dia bukan anak mu, dia anak ku seunghyun-ah, jangan bilang kau lupa dengan Kaori” “Unnie...” hyu ri yang pertama kali berseru saat menyadari kehadiran eun jee dan seunggi di belakang mereka. Eun jee hanya tersenyum kecil sambil menatap seunghyun dengan mata membulat. “Yaaaak, kenapa semua orang suka sekali memukul kepala ku, Chagya... kau harus melindungi suami mu yang tampan ini” Hyu ri menatap seunghyun dengan tatapan aneh, “Berhenti bertingkah menjijikan seperti itu seunghyun-ssi, itu tidak lucu” sebuah jitakan kembali melayang ke arah kepala seunghyun, membuat semua yang hadir di acara itu serentak tertawa kompak. “Anneyong...” sebuah seruan halus menghentikan pertempuran suami istri tersebut, keduanya menoleh serempak dan menatap sang empu suara dengan mata membulat. “Jiyongie... kau...” seunghyun berseru terputus pada jiyong yang berdiri di samping gadis manis tersebut. “Wae?” jiyong balas menatap heran. “Kiko unnie??” hyu ri berseru tak yakin. “Ne...” gadis bertubuh langsing itu mengangguk pelan dan menggamit tangan jiyong mesra. “Masalah kita telah selesai, tapi ku rasa sekarang author yang akan mendapat masalah dari readernya gegara ini yeoja” hyu ri berbisik di telinga seunghyun di sambut anggukan kepala oleh seunghyun. “Ne, Biarkan author yang menanggung masalahnya dengan menghadirkan kiko di sini, lebih baik kita ke kamar saja” balas seunghyun tak kalah pelan. “Ke kamar? Ngapain?” “Kau tidak penasaran dengan sesuatu di balik handuk tadi pagi?” Duaaaaaaaaaarrr, kali ini tak hanya jitakan yang mampir di kepala seunghyun, tapi sebuah buku setebal kamus dengan jumlah halaman 500 lembar tepat mendarat di kepalanya. Sesakit apa pun yang kau rasakan sekarang, percayalah Tuhan punya cerita yang indah di balik semuanya. ====000==== END Akhirnya dengan tetesan darah dan jutaan air mata, ini ff selesai juga #Lebay... Awalnya nggak yakin bakal bikin akhir yang bahagia, tapi apa salahnya mencoba, mudah2an nggak gaje. Awalnya lagi pengen posting menjadi 2 part karena keknya kepanjangan, tapi karena ribet, kagak jadi dah... Ma kasih buat yang udeh setia ama ini ff, maaf kalo persediaan tissue anda tidak mencukupi semenjak membaca ff ini... saiya dengan segala kecakepan dan kekerenan saiya minta maaf jika ada yang di bikin kesel sama ini ff, sampai jumpa di ff selanjutnya... Wassalam... Baca juga disini http://kiranalinhwa.wordpress.com/2013/05/24/fan-fiction-rain-part-11-end/ |
| Inez Selalu Setiya inezyebee.blogspot.com bangun+rumah 's link |
| Dicky Prasetya Yuppi Stitch II bangun+rumah 's link likenya yg banyak donk,,blast jgn lupa comentnya jga harus banyak sbelumnya mau ngucapin selamat buat ka ilham yg udh lulus \(^o^)/ LIKE!!!! ** Kondisi ibumu tiba-tiba menurun,kamu begitu khawatr melihat ibumu berjuang di dlm sana untuk bisa berkumpul bersamamu kembali. matamu tak henti mneteskan air mata melihat di celah pintu ruang ibumu. 'bunda harus kuat,bunda harus sembuh,kita pasti akan berkumpul kembali'batinmu tak ada yg menemanimu di sini.Dicky dia sudah pulang satu jam lalu,karena dia harus mngurus suatu urusan selang beberapa menit,Dokter keluar dari ruangan ibumu "bagaimana dok keadaan ibu saya?"dgn tergesa-gesa kamu mnghampiri dokter itu "kondisi ibumu cukup parah,paru-parunya mulai menyempit,apabila tidak cepat di tangani,paru-paru ibumu akan semakin buruk,bgtu jga untuk kesehatannya"jelas dokter "lalu apa yg sekarang harus saya lakukan dok?apa tidak ada cara untuk mnyembuhkan ibu saya?"tanyamu "tentu ada,namun hal ini cukup tidak memungkinkan untuk di lakukan secepat mungkin,melihat bagimana kondisi ibumu saat ini"ucap dokter "untuk sementara ini,saya akan berusaha untuk segera mungkin mnangani ibumu,kalau tidak ada hal yg di tanyakan,saya permisi"dokter itu meninggalkanmu yg masih berdiri di depan pintu rawat ibumu kamu berjalan membuka pintu ruang rawat ibumu,kakimu melangkah mendekati ibumu yg terbaring lemah di sana. "bunda,kapan bunda sadar?beberapa hari aku tdk pernah mendengar suara bunda,senyum bunda,bahkan pelukan bunda yg selalu berikan buat aku,bunda aku mohon bangun,kita akan berkumpul kembali"kamu mencium kening ibumu,dan terus memandangi wajah ibumu yg begitu sejuk di lihat 'jika semua ini karena dia,(nmamu) janji ,(nmamu) gk akan dekati dia lagi bunda,(nmamu) janji'batinmu ** Pemuda ini sibuk memilih foto yg akan di kirimkan ke sebuah majalah terkenal.ketika sibuk memilah-milah foto datang 2 orang pemuda mngahampirinya "woy,,dick"ucap salah satu pemuda tersebut "ekh,ilham,ada apa,tumben dateng ke sini?"tanya dicky smbil mnepuk pundak ilham "ini gue ke sini bwa temen gw,"ucap ilham "lo bisakan jadiin dia model cowok,jadiin dia terkenal broh"bisik ilham Dicky memperhatikan pemuda yg membelakanginya "hey"ucap dicky pemuda itu membalikan badanya "lo,,jadi maksud lo dia ham?"ucap pemuda itu "kmu kan bisma?"ucap dicky "jadi kalian udh kenal,wah bagus donk,bisa langsung kontrak kerja nih"ucap ilham mlirik keduanya sedangkan dicky dan bisma terus sling mlirik dgn tatapan sinis "jadi kmu mau menjadi model di sini?"tanya dicky "sebenarnya gw,gk mau,tapi karna gw btuh uang jadi gw mau-mau jha"jwb bisma "ok aku langsung terima,karna aku lihat kmu memiliki kharisma untuk menjadi seorang aktor model.."jelas dicky "thanks udh nerima gw di sini"jwb bisma "jadi gmn dik?kpan bisma bisa langsung kerjasama breng lo?"tanya ilham "mungkin besok,dan kebetulan aku btuh pemeran model cowok untuk majalah terkenal"ucap dicky "ok kalau gtu gw sma bisma cabut dlu"ucap ilham dicky membals dgn seuntai senyum "ham.,kayanya gw mau di sini dlu"bisik bisma "ok kalau gtu gw duluan"jwb ilham berjalan meninggalkannya "gw bru tau kalau lo itu seorang photografer,sekaligus sutradara?"ucap bisma smbil memasukan tgnnya ke saku celananya "sebenarnya udh lama aku mnjadi seorang photografer,kalau sutradara baru-baru jha"ucap dicky mempersilahkan bisma duduk di depannya "lo dket sma (nmamu)?"tanya bisma duduk di bangku depan dicky "gk terlalu,kami dekat dgn tak sengaja bertemu di taman,dan kebetulan rumah kami sling berhadapan"ucap dicky "dulu (namamu) itu gk gampang bergaul dgn orang-orang,apalagi orang-orang yg tak dia kenal"ucap bisma "saya baru tau itu"jwb dicky "gw harap lo gk berlebih sma dia,cukup hanya sebatas teman,karna gw gk mau lo manfaatin dia doank"ucap bisma "manfaatin dia?tidak ada maksudku untuk sperti itu"jwb dicky "kalau gtu lo bisakan gk terlalu urusan urusan pribadi dia"ucap bisma "sungguh aku tak mngerti maksudmu"jwb dicky "jgn balgu deh lo,seharusnya kemarin itu lo gk harus ikut dia k rumah sakit"tegas bisma "sebaiknya kmu kluar dari studioku,kalau hanya akan mmbhas ini sja"ucap dicky "gw jga gk mau lama-lama di sini,dan inget gw jadi model lo itu karna kepaksa"ucap bisma mendorong pelan sisi bahu dicky dicky hanya diam melihat bisma semakin menjauh darinya DDRRTT DDDRRRTTT "halloo"ucap dicky "................" "dicky bakal usahain supaya dteng k acara itu mah"ucap dicky "...................." "iy mah,miss you"dicky mngakhiri panggilan tersebut lalu kembali fokus terhadap pekerjaannya ** senang,namun takut kmu mersakan perasaan itu,tak lama tadi mamahmu sadar dari komanya,dan kini kamu dan mamahmu tengah berada di sebuah taman rumah sakit dgn di jaga dua orang perawat. "bunda seneng gk?aku ajak ke sini?"tanyamu berjongkok di hadapan ibumu yg menggunakan kursi roda ibumu hanya mengangguk kecil dgn tatapan kosong "oh y,(namamu) sneng bgt bunda sadar,udh lama kita gk ngobrol kya gni"ucapmu tiba-tiba ibumu seperti ketakutan mlihat ke arah tempat pembayaran administrasi..kamu melihat ke arah sana namun tak ada siapa-siapa hanya ada segelintir orang berlalu lalang "jangan,,jangann,,,saya tidak mau,,saya tidak mauu"teriak ibumu yg mnyebabkan kursi roda iumu terguncang "bunda,bunda kenapa?"kamu mencoba mnenangkan ibumu bgtu jga ke 2 orang perawat yg mnjga ibumu "jangan,,,jangan,,,,"teriak ibumu kembali "suster,tolong bawa ibu saya ke kamarnya"suruhmu "baik non"jwb suster itu dgn membawa ibumu k kmar rawatnya "ada apa dgn bunda,,kenapa dia seperti ketakutan"pikirmu "hey"ucap seseorang,kamu mnoleh ke arahnya "mau apa kamu ke sini?"tanyamu "aku hanya ingin tau bgaimna keadaan ibumu,ku lihat tadi dia sudah sadar?"tanyanya "kmu tak perlu tau bgaimna kondisi ibuku,kmu tak berhak,"kamu berlari kecil mninggalkannya namun tgnmu di tahan olehnya "apa salahku pdamu hah?"tanyanya "lepas,,lepaskan bisma"kesalmu "jwb pertanyaanku,apa slahku pdamu,?"tegas bisma "slahmu bgtu banyak,sampai ibuku sperti itu,itu krna mu"kesalmu "krna ku?aku tak tau mnau soal ibumu,aku baru tau kalau ayahku yg mlakukannya"ucap bisma "maka dari itu,jauhi aku,jgn pernah temui aku lagi,walaupun memng bkan kmu pelakunya,tapi aku tetap membencimu bisma"tegasmu mnarik tgnmu dari genggaman bisma lalu berlari mninggalkannya 'sialan,,semua ini gara-gara papah'batin bisma ** "bagaimna mas?bisa?"tanya seorang perempuan pda om darma "dia tdk bisa di hubungi"jwb om darma "lalu bagaimna dgn pernikahan kita,kalau anak mu saja tidak mrestui?"tanya prempuan itu "tenanglah sesi aku akan berbicara pda putraku"jwb om darma "bukankah mas sudah membuatnya mrah?"tanya tante sesi "biar itu mnjadi urusanku"ucap om darma Om darma adalah paphnya bisma,dan om darma telah di tinggal sang istri (mamah kandung bisma) dan dia memtuskan untuk mnikah dgn wanita yg bernama lela,namun ada yg terjadi di antara keduanya yg mnyebabkan slah satu dri mreka terluka,dan akhirnya om darma memtuskan untuk mnikah dgn prempuan brnama Sesi yg jga memiliki anak seperti lela. "assalamualaikum"ucap seorang pemuda yg datang ke arah mreka yg sdg duduk di kursi dkat kolam renang di rumah om darma "dicky,ayo duduk"suruh om darma "siang om"ucap pemuda yg bernama dicky "siang jga"ucap om darma "mah dicky dtang k sini,mau mnta maaf spertinya dicky gk bisa dteng k acara diner mamah malam ini"ucap dicky "memangnya knp kmu tdk bisa dtang?"tanya om darma "bgini om,dicky banyak kerjaan yg blum slesai dan harus sgera di selesaikan scepatnya,dicky mnta maaf"ucap dicky "oh tdk apa-apa lain kali sja kita mkan-makan bersama"ucap om darma "ya sudah mamah gk apa-apa kok,kmu mau mnum dlu?"tanya tante Sesi "bleh deh mah,"jwb dicky "bntar y mamah ambilkan dulu,mas jga mau/"tanya tante sesi "iy"jwb om darma tante sesi sgera berjalan mnuju dapur,sdngkan dicky dan om darma mngobrol tentang sesuatu ** sekarang kamu telah sampai di rumahmu,dgn mndorong kursi roda yg di tumpangi ibumu.Ibumu ingin sekali pulang,karna itu dokter mngijinkan namun dgn seorang suster untuk mnjga pola kesehatan ibumu.Sebenarnya kmu takut ada hal yg terjadi pda ibumu kelak,kmu takut paru-paru ibumu semakin parah,namun kmu tak bisa mnolak keinginan ibumu,krna kta dokter apapun itu harus sebisa mungkin di turuti untuk kebaikan ibumu sendri. "nah ini kmar bunda"ucapmu membuka pintu kamr "suster tolong bantu saya untuk membaringkan bunda y"ucapmu "baik non"jwb suster itu kamu memindahkan ibumu dari kursi roda k tempat tidur dgn bantuan suster yg mnjga ibumu "bunda (nmamu) ambilkan minum untuk bunda y"ucapmu beranjak pergi dari hadapan ibumu namun,tgnmu di tahan oleh ibumu "ja,,ngan,,"ucap ibumu terengah-engah "lalu bunda mau apa?"tanya mu tiba-tiba ibumu mnrikmu dlm dekapannya,tak terasa kmu mrasakan ada air mta yg membasahi pipi bundamu "bunda kok nangis?"kamu mlepaskan dekapan ibumu lalu mnghapus air mata yg mngalir di pipinya "bun,,nda,,say,,ang,,kamu,,,"ucap ibumu kamu sgt senang ibumu mulai tenang tak sperti di rumah sakit "(namamu) jga syang bunda"ucapmu "suster tolong ambilkan mnum untuk ibu y"ucapmu "iy non"jwb suster "(nmamu) sneng bgt bunda bisa tersenyum sperti tadi,dan (nmamu) bangga punya bunda sperti bunda yg sgt kuat dan cantik"ucapmu ibumu tersenyum mlihatmu ,kmu pun sbaliknya TOK TOK TOK "bunda (nmamu) bka pintu dlu y,"ucapmu ibumu mengangguk,lalu kmu berjalan membukakan pintu "hay"ucap pemuda yg tak lain adalah dicky "dicky,ada apa?"tanyamu "tadi aku sempat k rumah sakit,namun dokter bilang ibumu sdh pulang dan sudah sadr?"ucap dicky "iy ibuku ada di dlam,kmu mau masuk?"tanyamu "baiklah"kata dicky dicky mngikutimu dari belakang mnuju k sebuah kamar "bunda,ini temen (nmamu) nmanya dicky"ucapmu pda ibumu "siang tante"ucap dicky ibumu tersenyum dan sdikit mengangguk "suster tolong jga ibu saya y,saya mau pergi sebentar"ucapmu "iy non saya pasti akan mnjga ibu"jwbnya "bunda aku pergi dulu sbentar y,"pamitmu "ha,,ti,,hati,,"ucap ibumu "iy assalamualaikum"pamitmu "permisi tante"dicky mncium punggung tgn ibumu lalu beranjak pergi bersamamu kini kalian sdg jalan-jalan di sekeliling komplek rumah "oh y,besok kau bisa tdk,bwakan aku makanan k tempat studioku?"tanya dicky "untuk apa aku bwakan mkanan pdamu?"tanyamu "aku hanya ingin kau bwakan untuku saja,bisakan?"tanya dicky "tapi aku tak tau tempatnya?"ucapmu "baiklah nanti akan aku kasih tau almatnya,tdk jauh dari sini"jwb dicky "ya sudah,besok aku antarkan,tapi tdk janji"ucapmu "siipp"jwb dicky tiba-tiba mata dicky menagkap seoang laki-laki peruh baya yg bgtu ia kenal "om darma"gumamu "apa?"tanyamu "ah tidak aku hanya bergurau saja"dusta dicky "oh"jwbmu 'sdg apa om darma di taman sna tak biasanya,dan dgn siapa dia di sna?sperti sedang bertengkar'batin dicky "dicky ayuk,lelet bgt sih jalannya"ucapmu "ekh maaf-maaf,memangnya kita mau kmna?"tanya dicky "udh ikut sja"ucap mu namun ada seseorang yg memanggil dicky "dicky"ucap seseorang "om darma,sdg apa disni?"tanya dicky 'hah?dia papahnya bisma?knp dicky bgtu mngenalnya'batinmu kmu hanya mnyembunyikan mukamu di balik punggung dicky "dgn siapa kmu/"tanya om darma "dia tmanku om,maaf dia memng sdikit pemalu"ucap dicky "spertinya om mngenalnya"ucap om darma smakin mndekatimu "maaf om kami bru-bru,jadi kmi harus sgera pergi,kalau bgtu pemsi"ucap dicky mnarik tgnmu sdngkan om darma hnya geleng-geleng kpala lalu pergi dari tman itu "maaf y aku mnarik tgnmu"ucap dicky "justru aku berterimakasih pdamu"jwbmu "kita k sna yuk"ajakmu ke sebuah bangku taman "oh y tadi kmu kok knal dgn laki-laki itu/"tanyamu "dia calon papahku,mamahku akan mnikah dgnnya"ucap dicky "apa?mnikah?dgn om darma?"kmu sgera mnutup mulutmu dgn tanganmu "kau mngenalnnya?"tanya dicky "ngh aku,,aku kansempat bertemu dgnnya"dustamu dicky mngerutkan keningnya "mksud aku,dia itu prnah jadi guru SMA aku"jwbmu "oh bgtu,"jwb dicky 'berarti kalau om darma mnikah dgn mamahnya dicky,otomatis dicky dan bisma bersaudara,dan itu artinya mamahnya dicky adalah,,,' "hey kmu knp/"tanya dicky "ah tidak,aku tdk apa-apa"jwbmu 'aku sgt slah berteman dgn dicky'kmu mnudukan kplamu dan tak tersa butiran air mata membasahi pipimu namun dicky tak mlihatnya. kira-kira apasih hubungan antara tante SESI (mamahnya dicky),ibumu,lalu om darma (papahnya bisma)??lalu bagaimna jga kelanjutan antra kamu,dicky dan bisma??penasaran??staytune di FB ini ok!! di coment atuh blast,,yg panjang-panjang jga bleh,mau yg pedes comenannya jga bleh silahkan,, add=>>Endah Faujiahh follow=>>@endah_faujiah |
| Han Eun Woo bangun+rumah 's link Mengikut kepercayaan tradisi, nama seseorang itu mempunyai makna tertentu di sebaliknya. Walau apa bangsa atau keturunan, namanya tetap membayangkan makna di sebaliknya. Mengikut pakar numerologi, nama seseorang dapat menggambarkan personaliti atau kehidupan seseorang itu. Cubalah numerologi berikut: 1. Perhatikan abjad di bawah ini yang menyamai huruf-huruf pada nama kamu. Contoh: huruf ‘A’ nilainya 1. 1 A J S 2 B K T 3 C L U 4 D M V 5 E N W 6 F O X 7 G P Y 8 H Q Z 9 I R 2. Campurkan semua vokal (A, E, I, O, U) dan konsonan yang ada pada namamu secara berasingan. (Ada huruf konsonan yang dikira sebagai huruf vokal andainya ia berbunyi seperti huruf vokal bila disebut.Contohnya huruf Y dalam nama-nama ini: Sayfol atau Jenny) 3. Jumlahkan huruf vokal sehingga kamu dapat satu digit. Lakukan yang sama pada huruf konsonan. Contoh: ADET ZAIN Vokal: A+E+A+I 1+1+5+9 =16 = 1+6 = 7 Konsonan: D+T+Z+N 4+5+2+8 = 19 = 1+9 = 10 = 1+0 = 1 Kombo ADET ZAIN ialah 7-1 Kombo kamu mestilah antara 1-1 hingga 9-9 Selepas itu, carilah maksud yang tersirat pada kombo kamu dibawah ini. Selamat mencuba! 1-1 Kamu sanggup berkorban apa saja demi untuk mencapai wawasanmu. Kalau kamu terpaksa memberi sesuatu yang berharga pada dirimu, kamu sanggup melakukannya. 2-1 Kamu seorang yang peramah yang suka bergaul dengan sesiapa saja. Gunakan skill komunikasi yang kamu miliki untuk tujuan kebaikan padamu. 3-1 Otak kamu cukup kreatif. Gunakan kelebihan ini dalam mancari kekasih baru kerana mungkin kamu akan bernasib baik kali ini. Peristiwa lama jangan dikenang. 4-1 Jadual kamu terlalu sibuk dan tentu ini tidak elok kerana ia boleh mengganggu rancanganmu yang lain. Kamu perlu bijak mengatur rancangan dan jadualmu. 5-1 Kamu seorang yang bertenaga. Jangan memencilkan diri daripada teman-teman.Sekali-sekala, berilah perhatian pada teman-teman lain seperti mana yang kamu inginkan. 7-1 Hubungan jauh dengan si dia membawa kebahagiaan. Walau sering bertengkar, namun ia tidak selama-lamanya kerana bila kamu bersama, kamu berdua amat menghargai saat-saat itu. 9-1 Jangan risau sangat apa yang orang lain mahukan dari dirimu. Yang penting ialah objektif hidupmu iaitu apa yang kamu mahukan dalam hidup ini. _________________ 1-2 Kamu bertindak dengan cepat dan tepat. Jadi semua orang sangka kamu suka mengawal. Jangan segan silu minta tolong jika kamu berada dalam kesusahan. 2-2 Waspada! Kamu terlalu berlembut hati sehingga orang lain ambil kesempatan pun kamu tidak kisah langsung. Cubalah kamu fikirkan tentang dirimu dulu. 3-2 Kamu mahu semua orang sukakan kamu tapi ia mungkin tidak akan berlaku. Oleh itu janganlah kamu membuang masa dengan mereka yang tidak pernah menghargaimu. 4-2 Ada temanmu yang terasa kehilanganmu kerana sudah lama tidak bersama. Buat satu pertemuan antara semua teman-temanmu dan mereka pasti menghargaimu. 5-2 Kamu suka bila menjadi tumpuan orang ramai. Jaga-jaga kerana sikap ini boleh menyinggung perasaan orang lain. Berilah peluang pada orang lain menunjukkan kemampuan mereka pula. 6-2 Kamu bersikap berhati-hati dalam perhubungan sehingga membuatkan si dia rasa kehadirannya tidak diperlukan. Fikirkan hal ini dengan sebaik mungkin. 7-2 Hampir semua temanmu hipokrit! Tapi kamu tidak seperti mereka. Kamu sentiasa memastikan dirimu bersedia menghulurkan apa jua bantuan yang mereka perlukan. 8-2 Seorang pemimpin semulajadi! Dengan mudah kamu mempengaruhi teman-teman bekerjasama sebagai satu pasukan.Teruskan semua ini demi untuk mendapatkan kehormatan orang ramai. 9-2 Kamu memang seorang yang lembut hati dan manis. Ingat, ada yang suka ambil kesempatan.Tapi kebijaksanaanmu mengatasi segala-galanya.Akhirnya dia akan tunduk pada suruhanmu. _________________ 1-3 Mereka di sekelilingmu suka mendengar apa yang kamu perkatakan. Hulurkan bantuan pada temanmu kerana kamu memang hebat dalam bab tolong-menolong. 2-3 Jangan ingat semua temanmu itu satu kepala denganmu. Oleh itu, kamu tidak perlu selalu memberi peluang kepada orang lain mendahuluimu dalam apa jua perkara. 3-3 Sikap malu dalam dirimu selalunya disalahertikan oleh sesetengah temanmu. Tapi bagi teman-teman yang rapat, mereka tahu siapakah kamu yang sebenarnya. 4-3 Kamu seorang penulis yang hebat. Idea kamu bernas dan tidak takut pada cabaran. Tapi kelemahanmu terbesar ialah sikap sensitif yang keterlaluan. 5-3 Walaupun kamu menghadapi masalah besar manapun, kamu tetap bersikap tenang dan dapat menyelesaikan masalah itu. Kebolehanmu ini dapat membantu temanmu yang bermasalah. 6-3 Teman-teman lelaki suka mendapatkan nasihat cinta darimu. Dah jadi pakar cinta konon! Walaupun mereka dah ada kekasih, mereka tetap meluangkan masa denganmu. 7-3 Kamu tahu apa yang kamu mahukan dalam hidup kamu. Tapi ada kalangan temanmu yang tidak mengerti. Bersemuka dengan mereka dah terangkan segalanya. 8-3 Tak sangka kamu adalah seorang yang suka bersaing dalam apa jua perkara pun. Jika kamu menghadapi seseorang yang kuat, jangan cepat panik. 9-3Sukar bagimu bersemuka dengan orang lain. Tapi memendam rasa terlalu lama juga tidak baik. Nanti tersalah orang, lain pula yang dimarah. _____________ 1-4 Kamu cepat bosan dengan kekasih baru kerana kamu tiada pendirian yang pasti. Lain kali kamu perlu berpura-pura walaupun si dia amat membosankan kamu. 2-4 Rileks! Jangan terburu-buru membuat keputusan. Semuanya akan berakhir dengan baik. Dan jangan kamu bersikap terlalu sensitif terhadap apa jua keadaan pun. 3-4 Kebebasan amat penting bagimu. Dan kamu suka dilayan sebagai orang yang matang. Bila masalah besar timbul, kamu perlu bertindak cepat menyelesaikan masalah itu. 4-4 Berpenampilan menarik membuatkan kamu rasa hebat seklai dalam hidupmu. Teman berkata kamu seorang yang menarik. Tidak semestinya wajah atau fizikal tetapi sikapmu itu. 5-4 Kamu perlu mengurangkan aktiviti sosialmu kerana ia boleh mengganggu ketenteraman jiwamu. Alternatifnya ialah bergaul dengan teman-teman yang tidak mendatangkan masalah. 6-4 Kamu suka kekasih misteri. Cubalah cari kekasih yang mudah difahami dan kamu akan merasa kebahagiaan bersamanya daripada kamu asyik menggaru kepala bersama gadis/teruma misteri. 7-4 Kuat keyakinan bila berkomunikasi dengan orang lain di pejabat/sekolah. Bijak-bijaklah pilih teman kerana aada segelintir manusia yang tidak menghargai sumbangnamu. 8-4Banyak bergaul dengan teman yang gemar membaca. Ia dapat membantumu menambah pengetahuan. Mungkin si dia juga sesuai dijadikan pasangan istimewa buatmu..siapa tahu? 9-4Sikap terlalu terperinci kamu membosankan orang lain. Kurangkan perangai itu dan kamu akan jadi tumpuan di pejabat/sekolah. ____________________ 1-5 Semua orang sukakan kamu kerana sikap kamu yang cukup peramah. Jadi teruskan sikapmu itu agar kamu disukai dan tidak mendapat musuh. 2-5 Kamu bukan seorang yang pintar. Tapi peduli apa orang lain fikir. Yang penting ialah kamu berani menyuarakan pendapatmu dan ini menunjukkan kamu juga berakal. 3-5Kamu suka menghadiri majlis keramaian. Jangan mengharapkan semua akan berakhir dengan apa yang kamu kehendaki kerana mungkin kesilapan kecil mendatangkan keseronokan. 4-5Suka menolong adalah sikapmu. Jangan bersedih jika kamu tidak dapat menolong temanmu sekali sekala kerana dia faham kamu akan mencuba di lain masa. 5-5Semua orang sangka kamu ni kelakar. Memang betul pun! Meskipun sikap kelakarmu itu menggembirakan tapi berwaspadalah kerana ada seseorang dengki terhadapmu. 6-5Tidak dinafikan kamu seorang yang dapat menarik perhatian orang lain. Tapi adalah lebih baik jika kamu tidak berusaha terlalu kuat sangat hingga boleh menyinggung teman lain. 7-5 Kamu mudah rasa gelisah. Ini memudahkan orang lain perasan tentang dirimu. Cuba atasinya dengan segera. Daptkan bantuan profesional jika perlu. 8-5Walau apa situasi pun, tuah tetap di pihakmu.Jangan lupakan mereka yang pernah membantumu.Nanti dapat gelaran ‘kacang lupakan kulit’. 9-5 Kadangkala sikap kebodohan boleh menambahkan keceriaan antara kamu semua. Selain itu kamu cuba bersikap advance dalam hidupmu. ____________________ 1-6 Kamu ini seorang yang mudah berkongsi idea. Tapi lain kali cuba kamu bertolak ansur sedikit dan berikan peluang kepada orang lain bercakap dulu. 2-6 Kamu suka cabaran. Dan kamu juga suka mambantu temanmu di tika mereka kesusahan. Paling best, kamu ni sentiasa sukakan suasana baru yang ceria. 3-6 Kamu berbakat besar dan disenangi oleh teman-temanmu. Kamu kuat dan tabah menghadapi segala dugaan. Sikap ini amat dihormati oleh orang lain. 4-6 Cubalah kawal nafsu kamu itu. Mungkin kamu belum bersedia lagi. Asahkan skill komunikasi dan kamu akan dapati ada yang menghargaimu kelak. 5-6 Kamu tidak suka pujian dan suka mendiamkan diri. Sikap ini amat disenangi oleh teman-temanmu. Mungkin sikapmu itu menjadi teladan bagi mereka. 6-6 Kamu adalah seorang yang suka berbual-bual. Bila kamu mendiamkan diri, teman-temanmu yang lain akan bertanya, ‘apa yang terjadi padamu?’ Jangan marah, mereka cuma nak ambil berat tentangmu. 7-6 Privasi amat penting dalam hidupmu. Tapi luangkan sedikit masa dengan temanmu. Tapi jangan bimbang kerana kamu juga seorang yang bijak menangani keduanya sekali. 8-6Kejujuran amat penting dalam hidupmu. Oleh itu kamu dapati walau susah macammanapun, kamu tidak akan sekali-kali bercakap bohong. Bagus tu..teruskan! 9-6 Kamu bersikap terbuka dan sanggup berkongsi bakat yang ada padamu.Senyuman manis pasti membahagiakan kamu.Kamu seorang yang realistik. ______________ 1-7 Kamu inginkan perkara yang terjadi berakhir dengan apa yang kamu rancangkan. Untuk itu kamu perlu mengatur segalanya dengan tersusun agar kamu dapat keutusan yang baik. 2-7Kadangkala kamu terlalu mengharapkan sesuatu yang tidak realistik daripada kekasihmu. Payah nanti!Cuba kamu berdua fikir saat-saat manis bersama dahulu. 3-7 Mahu dirimu dilayan dengan baik? Kalau nak, jangan asyik nak menunjuk-nunjuk. Satu lagi, jangan suka sangat menyinggung perasaan teman-teman dengan kata-katamu. 4-7Walaupun kamu tidak suka kejutan tapi dalm hidup ini bukan semua yang dapat kita jangkakan. Kawal perasaanmu dan terima apa saja yang ada. 5-7Kamu memang bijak berkomunikasi dengan orang lain. Bila mereka memerlukan bantuanmu, cubalah pasangkan telinga itu untuk mendengar luahan hati temanmu itu. 6-7 Kamu seorang yang ultra sensitif. Sikap ini perlu diubah sedikit dan jangan terlalu taksub sangat dengan apa yang berlaku. Cuba bawa bertenang dan teruskan hidupmu. 7-7 Kamu rasa gelisah terutama bila berhadapan ramai orang. Jangan bimbang sangat hal ini kerana semua orang mengalami insiden yang sama. 8-7 Luangkan lebih banyak masa bersama si dia tersayang. Jangan terlalu mempercayai kata-kata teman yang suka menjaga tepi kain orang. 9-7 Kamu nak lakukan sesuatu untuk kebaikan tapi tidak tahu di manakah kamu patut bermula. Cuba mulakan dengan teman-temanmu, sekolah atau rumah. ________________ 1-8 Kamu perlu mengikut gerak hati untuk membuat sebarang keputusan.Namun dalam perhubungan jangan terburu-buru buat keputusan kerana ia juga akan mempengaruhi orang lain. 2-8 Berkongsi barang dengan teman tidak menjadi masalah bagimu. Tapi katakan ‘tidak’ kepada teman yang suka ambil kesempatan kerana kamu juga manusia biasa. 3-8 Kamu banyak idea dan gunakan ia sebaik mungkin. Jika tidak, bermakna kamu menipu dirimu sendiri kerana mensia-siakan potensi yang ada padamu itu. 4-8 Kamu cuba melakukan semua perkara dengan sendiri. Sekali-sekala itu, benarkan teman-temanmu membantu kerana mereka mungkin boleh menyumbang sesuatu yang bernas. 5-8 Kamu ini berat sebelah sangat. 24 jam asyik fikirkan teman-teman saja dan membiarkan si dia berseorangan. Masa sudah tiba kamu perlu mengubah semua itu. 6-8 Luahkan perasaanmu bila rasa tertekan. Kamu juga pandai menunjukkan emosimu. Mungkin ada baik buruknya kamu terus begitu. Yang penting kamu sentiasa bahagia. 7-8 Walaupun cinta sudah mula bersemi, tapi jadualmu ketat. Jika si dia benar-benar jujur, dia sanggup menantimu sampai bila-bila. 8-8 Jangan perasan sangat nanti kamu yang malu. Utamakan perasaan mu dulu sebelum fikirkan orang lain. Sepanjang kehidupanmu banyak rintangan. 9-8 Beria-ia kamu merancang tingkah lakumu.Lakukan kajian terperinci dan tanya pelbagai soalan yang dapat membantumu kelak. Ini akan memudahkan kerjamu ._______________ 1-9 Teman-temanmu suka mendengar cerita sejarah hidupmu tapi janganlah asyik menceritakan sesuatu yang sama saja. Sesekali ceritakan hal lain yang menarik. 2-9 Mengimbangi pelajaran/kerjaya dengan cinta bukan perkara mudah bagimu. Mungkin ia terjejas sedikit tapi jangan panik sangat kerana ia tidak akan berpanjangan. 3-9 Catatkan semua kulaiti yang ada padamu. Masa untuk kamu bertindak sudah tiba dan catatatn itu mungkin dapat membantumu sepanjang tindakan yang kamu lakukan. 4-9 Imbangi hidupmu itu. Jangan biarkan tekanan perasaan mempengaruhimu. Bangun dan aturkan jadual hidupmu dengan lebih berkesan. Peluang baru akan menyusuli kemudian. 5-9 Kamu memang bijak. Walaupun suka berparti, namun pelajaran/kerjaya tidak terjejas langsung. Cuba hulurkan bantuan pada teman sekelas/sepejabat yangmemerlukannya. 6-9 Kamu jujur bila memberi pandangan pada teman-temanmu. Tapi ingat! Pujian yang terlalu sangat juga tidak baik dan menakutkan orang lain. Berpada-pada bila memberi pujian. 7-9 Jangan rasa malu nak menunjukkan kebolehanmu walaupun sekali-sekala. Ada baiknya kamu menguatkan lagi keyakinan da membiarkan apa orang lain nak kata tentangmu. 8-9 Pandai-pandailah kamu simpan rahsia.Kamu tak suka jaga tepi kain orang. Teman-teman amat menyukai sikapmu itu. Tahniah! 9-9 Membantu teman yang keliru adalah kelebihan dirimu. Tak lama lagi, kamu perlu membuat keputusan yang amat penting! Pastikan kamu tahu implikasi keputusan yang bakal dibuat. |
| Fanfiction For Super Junior_ bangun+rumah 's link IT’S TOO LATE 1 Author: Ima dwena (@dwenbells) Main Casts: Kim wae na (Imaginary cast) Cho kyuhyun Lee donghae Genre: Romance, friendship Length : 4 shoot *Wae Na POV* Namaku Kim wae na , atau yang lebih simple nya Wae na, aku seorang yeoja yang terlahir dari keluarga yang cukup berada , mereka juga sangat menyayangi ku, aku juga sangat beruntung memiliki 2 sahabat yang sangat baik , kalo diingat-ingat pertemuanku dengan mereka benar-benar lucu *flashback* 15 tahun yang lalu Di TK shinwa *author pov* TK shinwa terlihat sangat padat oleh anak-anak yang baru masuk sekolah , makhlum saja banyak orangtua yang mendaftarkan anaknya disekolah ini , karena sekolah ini memang sudah sangat terkenal. #skip Diantara kerumunan anak-anak itu ada seorang anak perempuan yang sedang menangis *wae na POV* Bagaimana ini ? ini hari pertamaku disekolah , tapi sampai sekarang aku belum mendapatkan tempat duduk , aku samasekali tidak menyangka bahwa akan sepadat ini . tanpa terasa air mataku menetes,ibuku yang sedari tadi juga mencari tempat duduk, juga terlihat sedih “tenang sayang, sebentar lagi kita akan mendapatkan tempat untukmu , sabar ya!” ucap eomma mencoba menghiburku “ne eomma..hiks” ucapku sambil menahan tangis Tiba-tiba ada 2 orang anak laki-laki menghampiriku “hei, kenapa kau menangis? , sangat menggangu!”kata anak pertama “ceritakan saja pada kami , siapatau kita bisa membantu!”ucap anak kedua . “aku belum mendapatkan tempat duduk sampai sekarang ‘’ “YAA! Begitu saja nangis ayo duduk bersama kami “ ucap anak pertama “kenalkan namaku donghae , lee donghae “ kata anak kedua “aku cho kyuhyun , aku anak pemilik tk ini , jadi kalau ada yang kurang beritahu padaku semua pasti beres ! haha “ ucap anak pertama “senang bertemu kalian aku Kim Wae Na “ ucapku “kim wae na? Kau ini anaknya Kim Yoo Man ?” kata kyuhyun “Nde , darimana kau tau?” “jelas saja orangtuamu itu rekan bisnis terbaik appa nya kyuhyun Cho jin yoo, appamu juga rekan bisnis ayahku juga Lee Boo sha .”ucap donghae “wah aku tidak menyangka bisa bertemu dengan kalian “ “aku juga , aku berharap kita jadi teman baik “ ucap kyuhyun “ehh tapi hati-hati wae na , kyuhyun itu punya penyakit darah tinggi hehe “ ucap donghae seperti ingin menakut-nakuti ku “apa apaan kau donghae ,becandaan mu tidak lucu “ ucap kyuhyun sambil memukul kepala donghae “hahhh ampun kyu .. tapi wae na tenang saja aku akan menjagamu dari dia”ucap donghae bercanda , sampai sekarang mereka masih saja bertengkar , tapi ini tidak selayaknya kyuhyun terlihat benar-benar marah , dia memukul dengan sangat keras. “cukup kyu , cukup dia kan hanya bercanda , jangan menanggapinya serius” ucapku berusaha menahan mereka “ah .. “ ucap kyuhyun *hening sejenak* “mian donghae , aku tidak bisa menahan amarah ku “ucap kyuhyun dengan menyesal “hahahah kau minta maaf kyu? Aku kan sudah biasa kau pukul , haha ” ucap donghae sambil tertawa “kenapa kau donghae? dipukuli bukannya menangis malah tertawa , apa kau tidak liat dari tadi banyak yang memperhatikan kalian?”ucapku dengan nada membentak Tiba-tiba 4 orang berbadan besar datang kearah kami , kufikir polisi yang ingin menangkap kami ternyata mereka itu bodyguard nya kyu dan hae . “tuan tidak apa apa? “ ucap seorang laki-laki itu kepada kyu Begitu pula da yang berkata seperti itu pada hae “NDE tidak apa-apa “ ucap mereka serentak Dua orang wanita dewasa juga datang menghampiri kami , yang tidak lain adalah ibu mereka berdua . “aduh kalian bertengkar lagi ya?”ucap ibu donghae “pasti ini akibat ulah kyuhyun,kau ini nakal sekali kyu. maafkan kami ya” ucap ibu kyuhyun “bukan , ini bukan salah kyu , aku yang memancing emosinya jadi tidak apa-apa”ucap donghae berusaha menenangkan ibu kyuhyun “oh iya eomma ini teman baru kami Kim Wae na dia ini anaknya kim yoo man “ jelas kyuhyun pada eomma nya “wah kau anaknya tuan yoo man , baguslah kalian bisa berteman,ngomong-ngomong dimana ibumu? Tanya eomma nya kyu “emmmmm itu dia “ aku menunjuk ibuku yang berjalan menuju arah kami “nyonya shin yoh na ? ini anak anda wah saya tidak menyangka anak anda sekolah disini juga “ ucap eommaku “tentu saja inikan sekolah milik appa nya kyuhyun , haha “ ucap eomma kyu Setelah itu ibu ibu itu alias eomma eomma itu berbincang dengan sangat lancar , “aku sangat tidak suka mendengar ibu-ibu menggosip “ucap ku setengah membisik “wah aku juga , kyuhyun juga , bagaimana kalau kita pergi saja ketempat bermain?”ucap donghae yang ternyata mendengarku “baiklah ayo kita berangkat” ucap kyuhyun sambil berlari. Karena mereka berlari sangat kencang aku sempat terjatuh . “aduh.. kakiku” ucapku sambil meringis ‘’kau tidak apa-apa waena?” ucap donghae menghampiriku “kakiku berdarah hae! “ ucapku Kemudian donghae menaikkan ku ke punggungnya dia menggendongku ke ruang kesehatan “hehh kalian darimana saja , kenapa tidak muncul-muncul di tempat bermain?” ucap kyuhyun “kau ini , waena tadi jatuh , masa aku meninggalkannya begitu saja?” ucap donghae memperingatkan “ah mian aku tidak tau , tapi jatuh itu hal yang biasa terjadi sudah jangan menangis” ucap kyu “hah dasar , kau tidak peduli sama sekali!” ucapku marah “tenang Waena aku kan sudah bilang , kyuhyun itu agak jahat , tapi aku akan menjagamu “ ucap donghae sambil tersenyum “gomawo hae!” ucapku “ya ya ya jangan pacaran disini “ucap kyuhyun “dasar babo , siapa juga yang pacaran “ ucapku Dan semenjak saat itulah kami berteman baik hingga sekarang *flashback end” Aku tertawa mengingat itu semua, tiba tiba “heh wae na kenapa kau tertawa?”ucap kyuhyun mengagetkan ku sambil memegang PSP nya “aku Cuma mengingat pertama kali kita bertemu sangat lucu hahaha “ ucapku sambil tertawa “ha? Jelas saja lucu kau ini sangat cengeng hahah” ucap kyuhyun mengejekku “huh kau ini , ngomong-ngomong dimana donghae oppa?”tanya ku “apa? Oppa ? sejak kapan kau memanggilnya oppa? Kenapa aku tidak? Apa apaan kau ini ? tanya kyuhyun dengan sangat keras “tenang dong kyu , aku memanggilny oppa sejak sekarang setelah aku memikirkannya kembali dia itu sikapnya dewasa , dia juga memang lebih tua 11 bulan kan dari aku dia lahir bulan januari , aku bulan desember ! tepatkan?” ucapku memberitahu “aku juga lebih tua darimu 11 hari ! “ ucap kyuhyun menurunkan suaranya “hahahah 11 hari itu tidak ada artinya , lagian kau tidak pantas dipanggil oppa , sifat mu seperti anak-anak “ ucap donghae mengikuti pembicaraan “haha betul itu donghae oppa benar-benar pintar “ ucapku memuji “kalian ini , memang jagonya mencari kekuranganku lebih baik aku main game saja!” ucap kyuhyun sambil cemberut Teeett...Tett..tet... “itu bel masuk , aku masuk dulu ya , kalian tidak masuk jam segini ?”tanya ku “ah tidak sekarang kami sedang tidak ada pelajaran!” ucap donghae Ya kami memang beda jurusan aku jurusan arsitektur mereka jurusan management *wae na POV End* *donghae POV* “ah tidak sekarang kami sedang tidak ada pelajaran!” ucapku “ne , baiklah , bye!”setelah itu wae na berjalan meninggalkan kami “kyuhyun kenapa kau , cemburu ya ? haha” ucapku meledek “ah biasa saja apa gunanya sebutan oppa ?”ucap kyuhyun “ah aku tau kau cemburu tidak perlu berpura-pura”ucapku “sudah kubilang tidak ,”ucap kyuhyun “ tapi yah memang sebenarnya aku sedikit cemburu karena aku menyukainya sejak SMP ?”ucap kyuhyun menatapku tajam “MwO? Tidak mungkin ? “ ucapku tidak percaya “apanya yang tidak mungkin?” ucap kyuhyun “aku juga mencintai wae na bahkan sejak SD “ ucapku meyakinkan kyu “hmmm.. bagaimana kalau kita taruhan?”ucap kyuhyun yang mengagetkanku “mwo? Taruhan apa?” ucap ku tak mengerti “besok , siapa yang lebih dulu menjemput wae na untuk berangkat kuliah dialah yang berhak menjadi kekasihnya” “apa-apaan kau ini kau fikir dia itu benda yang bisa ditaruhkan? “bukan begitu , kita harus bertarung untuk mendapatkan dia ! dan beginilah caranya! “emmm ... baiklah aku akan berjuang “ IT’S TOO LATE 2 Author: Ima dwena (@dwenbells) Main Casts: Kim wae na (Imaginary cast) Cho kyuhyun Lee donghae Genre: Romance, friendship Length : 4 shoot ESOK harinya Tepat pukul 07.00 aku sudah siap , ya aku tau kami masuk pukul 09.00 tapi aku tidak mau kalah. Aku telah menyiapkan bunga mawar merah , cincin berlian , dan juga cokelat berbentuk hati semua itu segera kumasukkan kedalam mobil ku . setelah berangkat jantungku berdegup kencang , aku memikirkan apa yang akan terjadi , apakah dia akan menolakku? Ah lebih baik aku mendengar musik untuk menenangkan diri tapi ternyata saat aku memilih kaset yang akan diputar , sebuah sepeda motor lewat tepat dihadapan mobilku aku langsung mengelak tapi seorang anak kecil justru menjadi korban kecerobohanku. Setelah mengetahui itu aku segera turun , banyak orang yang datang mereka semua memaksaku untuk membawanya ke rumah sakit. #skip setelah sampai di rumah sakit para perawat membawanya ke ruang operasi karena menurut dokter tulang punggung nya patah . aku hanya bisa berdoa untuk kesembuhannya , sejujurnya aku ingin segera pergi untuk menyatakan cinta ku pada wae na tapi , tapi aku tak tega meninggalkan anak ini sendirian . kulihat jam ku yang menunjukkan pukul 08.30 ,aku sangat panik hingga akhirnya seorang dokter keluar dan berkata “anak ini telah melewati masa kritisnya , kita hanya tinggal menunggu agar keadaannya membaik” ucap dokter berkacamata itu “gomawo dok , tapi saya ini sedang buru-buru ada yang harus saya lakukan sekarang jadi boleh saya pergi?saya berjanji setelah itu saya akan segera kembali” ucapku “nde tapi selesaikan dulu administrasinya” ucap dokter “baiklah “ setelah menyelesaikan administrasi itu aku berlari sekencang mungkin menuju mobil , walaupun sekarang tubuhku berlumuran darah dan terdapat berbagai goresan , tapi setelah sampai di rumah Waena *Waena POV Sudah pukul 08.40 belum ada yang menjemputku ada apa ini ? mereka sudah bosan menjemputku? Baiklah aku akan naik taksi saja , tapi tiba-tiba Kyuhyun datang membawa serangkai bunga mawar berwarna warni sangat indah “anyeong Wae na , mian aku terlambat “ ucap kyuhyun “kenapa lama sekali? Kita sudah terlambat!” “tadi itu ban mobilku kempes padahal aku sudah berangkat pukul 08.00 tadi !” “ha? Roh apa yang merasuki mu ? Evilkyu? Kau tidak pernah berangkat cepat” “ada yang ingin kuberitau padamu “ ucap kyuhyun sambil memberikan serangkai bunga padaku “selama ini aku mencintaimu , walaupun aku sering berbuat jahat tapi percaya lah , sesungguhnya aku menyayangi mu “ ucap kyuhyun sambil menatapku. Sesungguhnya aku juga mencintai dia , tapi aku juga mencintai donghae , di satu sisi kyuhyun itu lucu , santai dan enak untuk diajak jalan , tapi disisi lain donghae sangat dewasa , dia selalu menjagaku , membantuku ,dan menemaniku ,aku tidak tahu mengapa hatiku ini terbagi dua ,aku sangat bingung, tapi kyuhyun lah yang pertama mengungkapkan perasaannya padaku , “nde , aku juga mencintaimu” ucapku perlahan “mwo? Benarkah? Aku sangat bahagia ternyata cintaku tidak bertepuk sebelah tangan “ucap kyuhyun sambil memelukku . “aku juga sangat bahagia!”ucapku sambil membalas pelukannya . tiba tiba aku melihat donghae berdiri di dekat pagar sambil memegang bunga mawar dan cokelat, dia terlihat aneh badannya berlumuran darah , pipinya juga tergores . “Donghae Oppa “ ucapku setengah membisik tapi kyuhyun mendengarnya , ia melepaskan pelukannya dan menghampiri donghae , “ada apa hae? Kenapa kau seperti ini ?ucap kyuhyun sambil meraba-raba bagian tubuh hae yang luka. “ahh... aku ..aku tadi menabrak orang , jadi aku membawanya ke rumah sakit” ucap donghae dengan wajah yang sangat murung . “OMO , tapi kau tidak kenapa-napa kan oppa?”ucapku “ah aniya.. aku baik-baik saja “ ucap donghae sambil tersenyum “eh hae kau tau tidak aku dan Wae na sudah pacaran? Ucap kyuhyun sambil merangkul tangannya di bahuku . “ah tidak ! siapa bilang kita pcaran ,kau hanya mengungkapkan perasaan , itu bukan pacaran namanya “ ucapku .. ”kau ini bagaimana Wae na kau sendiri bilang kau suka padaku , berati kita sama-sama suka haha”ucap kyuhyun sambil tertawa .. “oh selamat ya , aku turut bahagia melihat kalian bahagia”ucap donghae sambil menatap mataku , aku tidak tau apa maksudnya tatapan itu , tapi tatapannya seperti mengatakan bahwa dia tidak senang. “ehm baiklah hae oppa ayo masuk kerumah dulu aku akan bersihkan lukamu , tidak apa-apakan terlambat sekali-kali hehe” ucapku sambil menarik tangannya menuju rumah . “sebentar ya aku ambil kotak p3k “ ucapku sambil meninggalkan mereka , tapi saat aku kembali aku mendengar percakapan mereka . “donghae , mian” ucap kyu. “mwo? Kenapa kau minta maaf?” ucap donghae . “aku merasa karena aku kau jadi begini, seandainya aku tidak mengajak kau taruhan , kau pasti tidak akan mengalami nasib buruk seperti ini “ucap kyuhyun menyesal . “tidak ini bukan salahmu , ini sudah takdir , dan selamat , kau sudah mendapatkan Wae na “ ucap donghae . “aku harap kau tidak benci padaku dan Wae na” ucap kyuhyun “tentu saja aku tidak akan membenci kalian , apalagi Waena , aku sangat mencintainya , tidak mungkin aku membencinya “ ucap donghae sambil menepuk-nepuk tangan nya di punggung kyuhyun . DEG jantungku berdegup kencang , ternyata mereka berdua mencintaiku , apalagi donghae dia mengalami nasib seperti ini karena aku , tapi aku akan berpura-pura tidak tahu agar semua berjalan mulus. “nah ini dia , obatnya “ ucapku mengagetkan mereka “sudah lama kau disitu?”ucap kyu “tidak aku baru saja datang “ “aaa baiklah “ucap donghae . setelah mengobatinya , kami segera berangkat ke kampus *wae na POV end* *donghae POV* Sudah setahun mereka berdua pacaran Aku sudah mulai bisa bersikap biasa pada mereka , dan sekarang ini adalah saatnya menyusun makalah untuk wisuda yang tinggal sebulan lagi “aku tidak menyangka sebntar lagi kita tamat , aku akan bekerja di perusahaan appa ku “ ucap Wae na “aku juga Chagi , kalau kau bekerja di kantor appa mu aku juga bekerja dikantor appa mu ya! “ ucap kyuhyun “ya , jelas tidaklah! Kau harus bekerja diperusahaan appamu, dasar babo! Eh hae oppa bekerja dimana?” ucap Wae na membuyarkan lamunanku “eemmm aku akan pindah ke Hokkaido” ucapku pelan “Mwo?Hokkaido?” ucap mereka berdua serentak setelah itu mereka saling berpandangan . “kau jangan bercanda hae! “ ucap kyuhyun sambil mebesarkan matanya “tapi aku serius , appa ku bilang aku harus meneruskan cabang perusahaan nya di hokaido” ucapku “oppa , jangan pergi apa kau tega meninggalkan kami?”ucap Wae na Manja “sebenarnya aku tidak tega tapi aku harus melakukannya” ucapku “baiklah , jadi kau harus belajar bahasa jepang ? aku yakin kau butuh waktu sangat lama untuk bisa lancar berbahasa jepang ! “ ucap kyuhyun meledekku “tenang aku pasti bisa” ucapku lantang “tapi oppa kau pasti datang kan ke pernikahan kami?” ucap Wae na “Mwo? Kalian mau menikah ? apa-apaan ini , kalian tidak memberitahuku sama sekali” ucapku terkejut “tadinya ini suprise untukmu , kami akan menikah di hari ulangtahunmu!” ucap kyuhyun “benar, jadi kau pasti bisa datang kan?” ucap Wae na “tapi tanggal 11 januari aku harus take off segera ke hokaido!” ucapku “tega benar kau hae! Teman terbaikmu menikah kau tidak bisa datang? keterlaluan!” ucap kyuhyun cemberut “mian, tapi aku akan berusaha untuk membatalkannya”ucapku berusaha menenangkan “aaa begitu baru temanku , oppa saranghae “ ucap wae na memelukku dari samping , aku tidak tau maksudnya itu apa , tapi aku bahagia Wae na berkata seperti itu “ehm.. “ ucap kyuhyun “wae na kau ini mau menikah bisa-bisa nya kau mengatakan cinta pada orang lain! “ ucap kyuhyun kesal “aaa tenang chagi , aku kan Cuma mengatakan cinta sebagai sahabat!iyakan oppa?” ucap Waena sambil menatapku “Nde tentu saja” ucapku Sekarang 11 januari , pernikahan kyuhyun dan Wae na dimulai “Cho kyuhyun , bersediakah kau menerima Kim Wae na menjadi istri mu?”ucap pendeta “ya , saya bersedia” ucap kyuhyun “dan kau Kim Wae na , bersediakah kau menerima kyuhyun menjadi suami mu , dikala sedih maupun senang , kaya ataupun miskin?” Tanya pak pendeta “Nde saya menerimanya “ ucap Waena sambil tersenyum , dia terlihat sangat cantik “jadilah kalian berdua menjadi pasangan suami istri , yang hanya dapat dipisahkan oleh maut” ucap pendeta Setelah itu mereka telah resmi menjadi suamii istri , Wae na memintaku memainkan sebuah lagu dengan piano . saat aku bernyanyi marry you dari super junior , (Himdeulgo uhryuhwuhdo (I do) Neul naega isseulgge (I do) Woori hamggehaneun manheun nal dongan (I do) Maeil gamsahalge (My love)) Waena meneteskan air mata , aku juga terharu , aku bahagia mereka berdua ,telah bersatu , tapi dilain sisi aku juga sedih karena harus membayangkan yang ada di altar itu adalah aku dan Waena , tapi itu hanyalah khayalan #skip Sekarang 13 januari , aku segera take off menuju hokkaido , kyuhyun dan Wae na mengantaru ke airport , mereka juga akan segera honeymoon ke Hawai. Dan inilah aku seorang namja yang tidak beruntung ,yang tidak berhasil mendapatkan cinta nya sendiri. Namun kini aku telah mulai bisa melupakan perasaanku kepada Waena dan mulai menjalani hidup yang lebih baik . IT’S TOO LATE 3 Author: Ima dwena (@dwenbells) Main Casts: Kim wae na (Imaginary cast) Cho kyuhyun Lee donghae Genre: Romance, friendship Length : 4 shoot *WAENA POV* Seminggu setelah menikah aku dan kyuhyun memutuskan untuk honeymoon ke HAWAI . Di HAWAI Setelah sampai di hotel badanku terasa sangat pegal ….. Tiba-tiba kyuhyun datang membawakan secangkir the madu hangat “ini aku bawakan minuman kesukaan mu , aku tau kau lelah jadi beristirahatlah “ ucap kyuhyun sambil tersenyum sangat manis . “gomawo chagi aku tidak menyangka kau bisa juga romantis khekhkehke .” “dasar kau ini “ ucap kyuhyun sambil menyentil hidungku . Dan malam ini menjadi malam pertma bagi kami .. (mian kalo soal malam pertama author kurang ahli :D ) Esoknya ….. handphone ku berbunyi “ Yeoboseyo appa “ “ nde waena-ah lebih baik kau ceraikan saja suamimu itu “ ucap appa dengan kasar “ mwo? Apa yang appa katakan? Appa sedang sakit? Itu tidak mungkin appa “ ucapku lirih “bagaimana bisa appa mu ini tidak sakit … appa mu sekarang bangkrut wae na … appa kyuhyun menyetujui pernikahan kalian karena dia ingin mendapatkan 70% saham perusahaan kita. ‘’ “aigo appa jangan asal bicara .. appa tau kan kami baru saja menikah “ “terserahmu saja waena , appa sudah berusaha memberitahumu , sekarang putuskanlah kau ceraikan kyuhyun dan kembali ke seoul dan tinggal bersama keluargamu , atau tetap bersama kyuhyun dan jangan pernah panggil aku appa lagi ‘’. Tiitttttttt…… Hiks hiksss…. Kyuhyun terbangun “ada apa chagi , kenapa kau menangis “ ucap kyuhyun sambil menghapus air mataku “appa kyu .. appa “ ….. aku memeluk kyuhyun sambil menangis “ tenang chagi ayo ceritakan padaku ,, “ Tidak …. Kyuhyun tidak boleh tau soal ini … aku sangat mencintainya aku tidak mau menceraikannya “emmmmm tidak ada apa apa .. aku hanya merindukan keluargaku “ ucapku bohong “hahhh? Dasar aku fikir kau kenapa .. sudah sudah jangan menangis lagi , yasudah aku mandi dulu ya , lalu kita ke bawah untuk sarapan kau tidak mau ketinggalan ikut tur keliling hawainya kan “ ucap kyuhyun sambil berlalu ke kamar mandi Tidak mungkin aku tidak ikut nanti kyuhyun curiga … #skip Kami sedang berada di sebuah pantai yang sangat indah (Ɔ ˘⌣˘)˘⌣˘ C) “chagi apa kau senang ? “ ucap kyuhyun “nde tentu saja aku sangat senang “ Titt.tiiiit… handphone kyuhyun berbunyi “sebentar ya chagi appa ku menelfon “ “ Yeoboseyo appa “ ‘’ kau sedang dimana?’’ ucap appa kyuhyun ketus ‘’ kami sedang di pantai , ada apa appa menelfon ?’’ “ apa istrimu itu belum menceritakannya kepadamu? “ “cerita? Cerita apa ?” “jadi istrimu belum menceritakannya , baiklah biarkan appa yang menceritakannya , sebaiknya kau ceraikan saja dia”. “appa sadar yang appa bicarakan? “ “ya tentu saja perusahaan appa waena telah bangkrut aku tidak sudi memiliki besan miskin seperti appa nya waena itu “. “ tidak …. appa tidak boleh berkata seperti itu , aku sangat mencintainya , aku tidak akan menceraikannya .” tittt…. Kemudian kyuhyun membuang handphone nya ke laut “heh kenapa kau membuangnya “ “aku membenci orang yang baru saja menelfonku , kenapa kau tidak menceritakannya padaku waena ?” ucap kyuhyun sambil menghapus airmataku “mianhae kyu.. aku takut kau stress aku juga tidak mau berpisah darimu ..” “siapa bilang kita akan berpisah hah ?? asalkau tau waena aku tidak akan pernah berpisah dengan mu kecuali maut yang memisahkan kita “. Ucap kyuhyun lalu dia pergi ntah kemana Aku termenung aku tidak tau mana yang harus kupilih keluargaku atau kyuhyun. Lalu aku kembali ke hotel dan menemukan pakaian dan barang2 kami sudah ada didalam koper “ apa-apaan ini kyu apa yang kau lakukan ?” “ ayo waena kita harus pergi dari sini , aku tidak mau appa ku datang menjemputku ,.. aku sudah memesan tiket ke london , aku punya sahabat disitu kita akan memulai hidup yang baru tanpa keluarga yang lain hanya KAU dan AKU .” Aku tersenyum itu kedengarannya menarik aku tetap bias bersama orang yang kucintai ………. Di LONDON “ini dia chagi kita akan tinggal disini , walaupun kecil kita pasti akan hidup bahagia disini “ “nde chagi , menurutku bahkain ini terlalu besar untuk hidup yang baru “ . Kami sudah memulai hidup yang baru untung saja aku dan kyuhyun bias berbahasa inggris dengan baik , kyuhyun bekerja di sebuah perusahaan makanan ringan , yah walaupun hanya sebagai karyawawan itu sudah lebih dari cukup. Sampai pada suatu hari Aku mual mual … aku juga telat datang bulan .. maka dari itu aku segra memeriksanya Dan ternyata hasilnya positif .. aku sangat senang .. aku tidak sabar memberitahukan hal ini pada kyuhyun .. tapi tiba2 telepon rumah bordering “hello good afternoon, is it the residence of the Mr. cho kyuhyun ?’’ “yes of course , I should know with whom am I speaking? “ ucapku “ohh we from the general hospital london want to tell you that your husband had an accident, now he is in critical condition. " Aku benar-benar kaget , rasanya aku tidak dapat lagi menginjakkan kaki ki tanah , tapi aku berusaha bergerak menuju rumah sakit yang menelfonku itu. Di rumah sakit “waena kau sudah datang” ucap cho jhon hee teman kyu yang mengajak kami ke London “Nde , aku baru saja mendengar suami ku kecelakaan , apakah benar? Dimana dia ? bagaimana keadaannya? Dia baik baik saja kan? Iyakan? Jawab aku jhon “ ucapku dengan nada panic “maaf kan aku waena ini semua salahku tidak seharusnya aku membiarkan dia pergi memantau proyek .. pada saat itu dia tidak menggunakan pengaman apa-apa .. dan tidak disangka sebuah tiang penyangga jatuh mengenai dia “ ucap jhon menyesal “lalu bagaimana kedaan nya” “dia sedang dalam kondisi kritis waena, sekarang dokter sedang berusaha menyelamatkannya , berdoalah “ Tida tiba seorang dokter dan 2 orang suster menghampiri kami “doc how my husband's condition?” ucapku “just calm down, your husband has been passed the critical period, you can meet his” ucap dokter itu “thankyou so much “ ucapku sambil berlalu menuju kamar kyuhyun “chagi apa kau bias mendengarku ? “ ucapku hamper meneteskan air mata “Nde..ee.e ka…u ti…da..kk.. per….lu.. menang..is…” ucap kyuhyun terbata bata “ babo yaaaa …. Bagaimana tidak menangis , suamiku sekarat hah? “ “he..h wae..na ba..bo.. apa.. ki..ta.. ba…ru.. ke..nal hah..? aku..ini.. kan.. super..man.. mu.. ti..dak mung..kin.. aku.. ma..ti begi..tu sa..ja “ “janji ? jangan pernah meninggalkanku? “ “nde.. janji “ ucap kyuhyun sambil menyatukan kelingking kami Tapi tiba tiba kyuhyun terdiam sepertinya dia kesakitan detak jantungnya melambat .. seluruh badannya berubah menjadi sangat dingin “kyu ada apa kyu .. bertahanlah aku akan panggilkan dokter “ ucapku panic “ti..dak wae..na a..ku su..dah ti..dak sang…gup lagi… mi…an..hae…” DEG denyut nadi kyuhyun berhenti aku tidak dapat merasakan nafas nya lagi “ tidakkkkkk… doctor where are you help my husband .. please ... please” Dan kemudian beberapa suster dan dokter datang melakukan berbagai hal pada kyu .. tapi pada akhirnya mereka hanya berkata “ we are so sorry , you should let him go “ ucap dokter itu (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) “kyu bangun kyu … mana janji mu …… kyu bangun “ ucapku sambil menggerak-gerakkan bahu nya tapi tidak ada gunanya “sudahlah waena relakan kepergiannya .. pasti dia akan sedih jika dia melihat kau seperti ini “ ucap jhon menenangkanku “tapi jhon kami baru saja menikah dan sekarang kau tahu??? Aku hamil ..aku tinggal di negeri orang tanpa pekerjaan tetapp.. . aku tidak punya siapa siapa lagi keluargaku tidak mau menerimaku lagi bagaimana aku bisa merelakan kepergiannya? Hah? “ ucapku emosi “WAENA .. apa yang kau katakan kau masih punya aku sahabatmu kau bisa tinggal di rumah kami istri ku pasti akan menerimamu , percayalah “ “tidak jhon terimakasih banyak . aku akan tetap tinggal dirumah lama kami aku akan bekerja sendiri , aku dengar ada restoran yang membutuhkan pelayanwanita . “ ucapku (⌣́_⌣̀)" “benarkah ?? tapi berjanjilah jika kau membutuhkan sesuatu ,, hubungi saja aku aku pasti membantu mu “ “ya terimakasih jhon “ IT’S TOO LATE 4 Author: Ima dwena (@dwenbells) Main Casts: Kim wae na (Imaginary cast) Cho kyuhyun Lee donghae Genre: Romance, friendship Length : 4 shoot 2 bulan setelah kepergian kyuhyun perutku mulai membesar dan sekarang aku bekerja sebagai pelayan di restoran korea di pinggir kota. Jujur saja aku sangat merindukan appa , eomma, dan donghae oppa … tapi aku tidak punya nyali sedikitpun untuk menghubungi mereka .. sampai pada suatu hari aku nekat menghubungi appa “Yeoboseyo “ ucapku “yeoboseyo, siapa ini ? “ ucap sesorang di seberang telepon “eomma ini aku waena” “Mwo? Waena anakku dimana kau sekarang sudah berapa lama kau tidak menghubungi kami? Eomma sangat khawatir “ “mianhae eomma aku hanya tidak mau merepotkan appa dan eomma semenjak kebangkrutan appa , aku dan kyuhyun merantau karna kami tidak mau bercerai ,, tapi sekarang kyuhyun telah meninggal eomma ..” hiksss “apa? Hamil? “ ucap eomma tiba tiba “waena untuk apa kau menelfon kami kau bukan lah anggota keluargga ini lagi .. jangan pernah menghubungi kami… “ ucap appa kasar “tapi appa aku meminta maaf aku benar benar mnyesal “ “sudahlah aku sudah muak mendengarkan celoteh anak durhaka seperti kau.. sekarang kau puas? Kami sekarang menjadi miskin ? puas? Ini semua gara gara kau .. coba saja kau tidak menikahi pria seperti itu “ “tapi appa” titttttt .. telefonnya dimatikan appa benar benar membenci ku (┌_┐) Aku berusaha melupakan apa yang baru terjadi aku melanjutkan pekerjaanku ,, tapi aku tidak dapat menahan airmataku ,,,,,,,,, lalu “pelayan … bisa kemari sebentar? “ ucap seorang pria bertopi “ya tuan ada yang bisa saya bant ? “ ucapku “mm aku mau pesan kimchi dan bibimpap masing-masing 1 porsi “ ucapnya “baiklah tunggu sebentar tuan “ ucapku dan pada saat dia menoleh untuk mengembalikan menu “waena .. apa ? apa yang kau lakukan disini hah? “ ucap tamu yang ternyata adalah donghae “donghae oppa .. “ ucapku langsung memeluk nya “knp kau menjadi pelayan? Mana kyuhyun ? “ceritanya panjang oppa sangat panjang hiks “ ucapku “baiklah ayo ceritakan padaku , duduklah “ “ tapi oppa aku sedang bekerja” “tak pa , pemilik resto ini adalah sahabatku “ Lalu aku menceritakan semuanya dari awal “tidak mungkin .. kau bercanda kan waena .. tidak mungkin kyuhyun meninggal “ “tapi itulah kenyataannya oppa .. maka dari itu sekarang aku tinggal sendiri dan tidak punya siapa siapa “ “kenapa kau tidak menghubungiku?” “aku takut kau membenci perbuatan kami seperti layaknya appa benci padaku “ “tapi aku tidak seperti appa mu .. aku sahabatmu aku sangat menyayangimu .. jika aku tau akan seperti ini aku tidak akan pernah mengizinkan kyuhyun menikahimu” “oppa jangan bicara seperti itu . kyuhyun sudah meninggal,,, biarkan dia tenang disana “ “Nde maafkan aku waena .. baiklah mari pergi bersamaku “ “apa? Bersamamu? Tapi ? “tidak ada tapi tapian aku tidak akan pernah membirakanmu menderita disini , aku akan memesan tiket pesawat ke korea kita akan pulang” ucap donghae “tapi apa oppa masih mau menerimaku” “tentu saja waena kau tau kan aku mencintai mu dari dulu , walaupun kau sudah hamil aku berjanji akan menyayangi nya seperti anakku sendiri?” “benarkah oppa? Gomawo “ “nde jadi sekarang mau kah kau menjadi istriku ?” “apa yang kau katakan oppa? “ “aku serius waena , semenjak kau menikah dengan kyuhyun tidak ada seorang wanita pun yang dapat membuat hatiku meleleh hanya kau .” “jika oppa mau menerima segala kekuranganku ini .. tentu aku mau oppa “ Lalu donghae memelukku DI SEOUL Kami berencana ke rumahku untuk menemui appa dan eomma “oppa aku takut “ ucapku “tidak perlu takut kan ada aku “ ucap donghae sambil tersenyum manis / haduh namja yang satu ini sudah tua juga masih saja sangat tampan wkwkkw ucapku dalam hati Tok tok tok “Annyeong ahjumma “ ucap donghae “ anyyeong donghae , waena sudah tidak tinggal disini lagi “ kata eomma “gwenchana .. justru aku datang membawa waena “ucap donghae sambil menarik tangaku pelan “annyeong eomma “ lalu eomma memelukku erat “waena anakku kemana saja kau .. maafkan appamu ya .. dia hanya stress dia tidak bermaksud begitu “ “gwenchana eomma .. aku tau itu wajar .. tapi mana appa? Maukah appa memaafkanku?”ucapku “waena .. anakku “ tiba tiba appa datang dan kemudian memelukku “maafkan appa waena appa sadar kau masih terlalu muda untuk mengambil keputusan seberat itu “ “harusnya aku yang minta maaf appa , coba saja aku berfikir matang matang untuk menikahi kyuhyun dan berpisah baik baik dengan dia pasti tidak akan seperti ini “ Ucapku menyesal “sudah sudah sekarang lupakan yang lalu , eomma baru saja memasak makanan2 kesukaanmu waena ayo makan bersama kau juga donghae ayo “ ucap eomma Di meja makan “terimakasih donghae kau sudah mengembalikan putrid kami “ ucap appa memulai percakapan di sela sela makan “ nde cheonma ahjussi .. aku juga tidak menyangka bisa bertemu waena di London “ “ eomma rasa it salah satu tanda bahwa kalian berjodoh haha “ kata eomma Uhukkk aku dan donghae sama sama keselek #he “emmm ahjumma sebenarnya aku datang kesini juga untuk melamar waena “ ucap donghae dengan tampang serius “mwo? Kau yakin ? tapi waena kan sudah hamil anak kyuhyun ? “ ucap appa “gwenchana ahjussi ,justru itu kyuhyun adalah sahabatku aku pasti akan menyayanginya seperti aku menyayangi anakku sendiri” ucap donghae “kalo eomma setuju saja , karena kebetulah donghae adalah anak yang baik dan bertanggung jawab “. “appa juga setuju asalkan kalian berdua bahagia.. tapi eitss kalian harus tinggal di SEOUL “ ucap appa “tenang saja ahjussi .. aku sudah mendapatkan proyek di korea dalam jangka waktu lama .. kami pasti akan tinggal di seoul “ “kalau begitu ayo cepat cepat tentukan tanggalnya “ Hahahaa kami semua tertawa eomma ngebut sekali pemikirannya Setelah menderita sangat lama akhirnya aku bisa tertawa lepas .. hahhhh sekarang aku percaya dibalik kekecewaan pasti ada kebahagiaan … THE END Thankyou udah mau baca … Click like kalo kamu suka Click comment kalo kamu suka tapi ada sesuatu yang kurang *lumayan buat koreksi okehhh (ɔˇ ³ ˇ)ɔ Publish By ^Dail_369^ |
| Ukm Formasi Umb twitter.com bangun+rumah 's link The latest from Muhammad Maula (@maulaozier). Digital Marketing Enthusiast | Volunteer @writinc | Community Manager @DepokCreative | Penggiat @fimnews | Tolong belikan sy sate atau ketoprak, itu sudah cukup |
| Sasri Yanti |
| Muhammad Hafidh Noor Halim bangun+rumah 's link Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri. Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka. Ketika menikah, aku menjadi istri yang teramat manja. Kulakukan segala hal sesuka hatiku. Suamiku juga memanjakanku sedemikian rupa. Aku tak pernah benar-benar menjalani tugasku sebagai seorang istri. Aku selalu bergantung padanya karena aku menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yang ia lakukan padaku. Aku telah menyerahkan hidupku padanya sehingga tugasnyalah membuatku bahagia dengan menuruti semua keinginanku. Di rumah kami, akulah ratunya. Tak ada seorangpun yang berani melawan. Jika ada sedikit saja masalah, aku selalu menyalahkan suamiku. Aku tak suka handuknya yang basah yang diletakkan di tempat tidur, aku sebal melihat ia meletakkan sendok sisa mengaduk susu di atas meja dan meninggalkan bekas lengket, aku benci ketika ia memakai komputerku meskipun hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Aku marah kalau ia menggantung bajunya di kapstock bajuku, aku juga marah kalau ia memakai pasta gigi tanpa memencetnya dengan rapi, aku marah kalau ia menghubungiku hingga berkali-kali ketika aku sedang bersenang-senang dengan teman-temanku. Tadinya aku memilih untuk tidak punya anak. Meskipun tidak bekerja, tapi aku tak mau mengurus anak. Awalnya dia mendukung dan akupun ber-KB dengan pil. Tapi rupanya ia menyembunyikan keinginannya begitu dalam sampai suatu hari aku lupa minum pil KB dan meskipun ia tahu ia membiarkannya. Akupun hamil dan baru menyadarinya setelah lebih dari empat bulan, dokterpun menolak menggugurkannya. Itulah kemarahanku terbesar padanya. Kemarahan semakin bertambah ketika aku mengandung sepasang anak kembar dan harus mengalami kelahiran yang sulit. Aku memaksanya melakukan tindakan vasektomi agar aku tidak hamil lagi. Dengan patuh ia melakukan semua keinginanku karena aku mengancam akan meninggalkannya bersama kedua anak kami. Waktu berlalu hingga anak-anak tak terasa berulang tahun yang ke-delapan. Seperti pagi-pagi sebelumnya, aku bangun paling akhir. Suami dan anak-anak sudah menungguku di meja makan. Seperti biasa, dialah yang menyediakan sarapan pagi dan mengantar anak-anak ke sekolah. Hari itu, ia mengingatkan kalau hari itu ada peringatan ulang tahun ibuku. Aku hanya menjawab dengan anggukan tanpa mempedulikan kata-katanya yang mengingatkan peristiwa tahun sebelumnya, saat itu aku memilih ke mal dan tidak hadir di acara ibu. Yaah, karena merasa terjebak dengan perkimpoianku, aku juga membenci kedua orangtuaku. Sebelum ke kantor, biasanya suamiku mencium pipiku saja dan diikuti anak-anak. Tetapi hari itu, ia juga memelukku sehingga anak-anak menggoda ayahnya dengan ribut. Aku berusaha mengelak dan melepaskan pelukannya. Meskipun akhirnya ikut tersenyum bersama anak-anak. Ia kembali mencium hingga beberapa kali di depan pintu, seakan-akan berat untuk pergi. Ketika mereka pergi, akupun memutuskan untuk ke salon. Menghabiskan waktu ke salon adalah hobiku. Aku tiba di salon langgananku beberapa jam kemudian. Di salon aku bertemu salah satu temanku sekaligus orang yang tidak kusukai. Kami mengobrol dengan asyik termasuk saling memamerkan kegiatan kami. Tiba waktunya aku harus membayar tagihan salon, namun betapa terkejutnya aku ketika menyadari bahwa dompetku tertinggal di rumah. Meskipun merogoh tasku hingga bagian terdalam aku tak menemukannya di dalam tas. Sambil berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi hingga dompetku tak bisa kutemukan aku menelepon suamiku dan bertanya. Maaf sayang, kemarin Farhan meminta uang jajan dan aku tak punya uang kecil maka kuambil dari dompetmu. Aku lupa menaruhnya kembali ke tasmu, kalau tidak salah aku letakkan di atas meja kerjaku. Katanya menjelaskan dengan lembut. Dengan marah, aku mengomelinya dengan kasar. Kututup telepon tanpa menunggunya selesai bicara. Tak lama kemudian, handphoneku kembali berbunyi dan meski masih kesal, akupun mengangkatnya dengan setengah membentak. Apalagi?? Sayang, aku pulang sekarang, aku akan ambil dompet dan mengantarnya padamu. Sayang sekarang ada dimana? tanya suamiku cepat , kuatir aku menutup telepon kembali. Aku menyebut nama salonku dan tanpa menunggu jawabannya lagi, aku kembali menutup telepon. Aku berbicara dengan kasir dan mengatakan bahwa suamiku akan datang membayarkan tagihanku. Si empunya Salon yang sahabatku sebenarnya sudah membolehkanku pergi dan mengatakan aku bisa membayarnya nanti kalau aku kembali lagi. Tapi rasa malu karena musuhku juga ikut mendengarku ketinggalan dompet membuatku gengsi untuk berhutang dulu. Hujan turun ketika aku melihat keluar dan berharap mobil suamiku segera sampai. Menit berlalu menjadi jam, aku semakin tidak sabar sehingga mulai menghubungi handphone suamiku. Tak ada jawaban meskipun sudah berkali-kali kutelepon. Padahal biasanya hanya dua kali berdering teleponku sudah diangkatnya. Aku mulai merasa tidak enak dan marah. Teleponku diangkat setelah beberapa kali mencoba. Ketika suara bentakanku belum lagi keluar, terdengar suara asing menjawab telepon suamiku. Aku terdiam beberapa saat sebelum suara lelaki asing itu memperkenalkan diri, selamat siang, ibu. Apakah ibu istri dari bapak armandi? kujawab pertanyaan itu segera. Lelaki asing itu ternyata seorang polisi, ia memberitahu bahwa suamiku mengalami kecelakaan dan saat ini ia sedang dibawa ke rumah sakit kepolisian. Saat itu aku hanya terdiam dan hanya menjawab terima kasih. Ketika telepon ditutup, aku berjongkok dengan bingung. Tanganku menggenggam erat handphone yang kupegang dan beberapa pegawai salon mendekatiku dengan sigap bertanya ada apa hingga wajahku menjadi pucat seputih kertas. Entah bagaimana akhirnya aku sampai di rumah sakit. Entah bagaimana juga tahu-tahu seluruh keluarga hadir di sana menyusulku. Aku yang hanya diam seribu bahasa menunggu suamiku di depan ruang gawat darurat. Aku tak tahu harus melakukan apa karena selama ini dialah yang melakukan segalanya untukku. Ketika akhirnya setelah menunggu beberapa jam, tepat ketika kumandang adzan maghrib terdengar seorang dokter keluar dan menyampaikan berita itu. Suamiku telah tiada. Ia pergi bukan karena kecelakaan itu sendiri, serangan stroke-lah yang menyebabkan kematiannya. Selesai mendengar kenyataan itu, aku malah sibuk menguatkan kedua orangtuaku dan orangtuanya yang shock. Sama sekali tak ada airmata setetespun keluar di kedua mataku. Aku sibuk menenangkan ayah ibu dan mertuaku. Anak-anak yang terpukul memelukku dengan erat tetapi kesedihan mereka sama sekali tak mampu membuatku menangis. Ketika jenazah dibawa ke rumah dan aku duduk di hadapannya, aku termangu menatap wajah itu. Kusadari baru kali inilah aku benar-benar menatap wajahnya yang tampak tertidur pulas. Kudekati wajahnya dan kupandangi dengan seksama. Saat itulah dadaku menjadi sesak teringat apa yang telah ia berikan padaku selama sepuluh tahun kebersamaan kami. Kusentuh perlahan wajahnya yang telah dingin dan kusadari inilah kali pertama kali aku menyentuh wajahnya yang dulu selalu dihiasi senyum hangat. Airmata merebak dimataku, mengaburkan pandanganku. Aku terkesiap berusaha mengusap agar airmata tak menghalangi tatapan terakhirku padanya, aku ingin mengingat semua bagian wajahnya agar kenangan manis tentang suamiku tak berakhir begitu saja. Tapi bukannya berhenti, airmataku semakin deras membanjiri kedua pipiku. Peringatan dari imam mesjid yang mengatur prosesi pemakaman tidak mampu membuatku berhenti menangis. Aku berusaha menahannya, tapi dadaku sesak mengingat apa yang telah kuperbuat padanya terakhir kali kami berbicara. Aku teringat betapa aku tak pernah memperhatikan kesehatannya. Aku hampir tak pernah mengatur makannya. Padahal ia selalu mengatur apa yang kumakan. Ia memperhatikan vitamin dan obat yang harus kukonsumsi terutama ketika mengandung dan setelah melahirkan. Ia tak pernah absen mengingatkanku makan teratur, bahkan terkadang menyuapiku kalau aku sedang malas makan. Aku tak pernah tahu apa yang ia makan karena aku tak pernah bertanya. Bahkan aku tak tahu apa yang ia sukai dan tidak disukai. Hampir seluruh keluarga tahu bahwa suamiku adalah penggemar mie instant dan kopi kental. Dadaku sesak mendengarnya, karena aku tahu ia mungkin terpaksa makan mie instant karena aku hampir tak pernah memasak untuknya. Aku hanya memasak untuk anak-anak dan diriku sendiri. Aku tak perduli dia sudah makan atau belum ketika pulang kerja. Ia bisa makan masakanku hanya kalau bersisa. Iapun pulang larut malam setiap hari karena dari kantor cukup jauh dari rumah. Aku tak pernah mau menanggapi permintaannya untuk pindah lebih dekat ke kantornya karena tak mau jauh-jauh dari tempat tinggal teman-temanku. Saat pemakaman, aku tak mampu menahan diri lagi. Aku pingsan ketika melihat tubuhnya hilang bersamaan onggokan tanah yang menimbun. Aku tak tahu apapun sampai terbangun di tempat tidur besarku. Aku terbangun dengan rasa sesal memenuhi rongga dadaku. Keluarga besarku membujukku dengan sia-sia karena mereka tak pernah tahu mengapa aku begitu terluka kehilangan dirinya. Hari-hari yang kujalani setelah kepergiannya bukanlah kebebasan seperti yang selama ini kuinginkan tetapi aku malah terjebak di dalam keinginan untuk bersamanya. Di hari-hari awal kepergiannya, aku duduk termangu memandangi piring kosong. Ayah, Ibu dan ibu mertuaku membujukku makan. Tetapi yang kuingat hanyalah saat suamiku membujukku makan kalau aku sedang mengambek dulu. Ketika aku lupa membawa handuk saat mandi, aku berteriak memanggilnya seperti biasa dan ketika malah ibuku yang datang, aku berjongkok menangis di dalam kamar mandi berharap ia yang datang. Kebiasaanku yang meneleponnya setiap kali aku tidak bisa melakukan sesuatu di rumah, membuat teman kerjanya kebingungan menjawab teleponku. Setiap malam aku menunggunya di kamar tidur dan berharap esok pagi aku terbangun dengan sosoknya di sebelahku. Dulu aku begitu kesal kalau tidur mendengar suara dengkurannya, tapi sekarang aku bahkan sering terbangun karena rindu mendengarnya kembali. Dulu aku kesal karena ia sering berantakan di kamar tidur kami, tetapi kini aku merasa kamar tidur kami terasa kosong dan hampa. Dulu aku begitu kesal jika ia melakukan pekerjaan dan meninggalkannya di laptopku tanpa me-log out, sekarang aku memandangi komputer, mengusap tuts-tutsnya berharap bekas jari-jarinya masih tertinggal di sana. Dulu aku paling tidak suka ia membuat kopi tanpa alas piring di meja, sekarang bekasnya yang tersisa di sarapan pagi terakhirnyapun tidak mau kuhapus. Remote televisi yang biasa disembunyikannya, sekarang dengan mudah kutemukan meski aku berharap bisa mengganti kehilangannya dengan kehilangan remote. Semua kebodohan itu kulakukan karena aku baru menyadari bahwa dia mencintaiku dan aku sudah terkena panah cintanya. Aku juga marah pada diriku sendiri, aku marah karena semua kelihatan normal meskipun ia sudah tidak ada. Aku marah karena baju-bajunya masih di sana meninggalkan baunya yang membuatku rindu. Aku marah karena tak bisa menghentikan semua penyesalanku. Aku marah karena tak ada lagi yang membujukku agar tenang, tak ada lagi yang mengingatkanku sholat meskipun kini kulakukan dengan ikhlas. Aku sholat karena aku ingin meminta maaf, meminta maaf pada Allah karena menyia-nyiakan suami yang dianugerahi padaku, meminta ampun karena telah menjadi istri yang tidak baik pada suami yang begitu sempurna. Sholatlah yang mampu menghapus dukaku sedikit demi sedikit. Cinta Allah padaku ditunjukkannya dengan begitu banyak perhatian dari keluarga untukku dan anak-anak. Teman-temanku yang selama ini kubela-belain, hampir tak pernah menunjukkan batang hidung mereka setelah kepergian suamiku. Empat puluh hari setelah kematiannya, keluarga mengingatkanku untuk bangkit dari keterpurukan. Ada dua anak yang menungguku dan harus kuhidupi. Kembali rasa bingung merasukiku. Selama ini aku tahu beres dan tak pernah bekerja. Semua dilakukan suamiku. Berapa besar pendapatannya selama ini aku tak pernah peduli, yang kupedulikan hanya jumlah rupiah yang ia transfer ke rekeningku untuk kupakai untuk keperluan pribadi dan setiap bulan uang itu hampir tak pernah bersisa. Dari kantor tempatnya bekerja, aku memperoleh gaji terakhir beserta kompensasi bonusnya. Ketika melihatnya aku terdiam tak menyangka, ternyata seluruh gajinya ditransfer ke rekeningku selama ini. Padahal aku tak pernah sedikitpun menggunakan untuk keperluan rumah tangga. Entah darimana ia memperoleh uang lain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga karena aku tak pernah bertanya sekalipun soal itu.Yang aku tahu sekarang aku harus bekerja atau anak-anakku takkan bisa hidup karena jumlah gaji terakhir dan kompensasi bonusnya takkan cukup untuk menghidupi kami bertiga. Tapi bekerja di mana? Aku hampir tak pernah punya pengalaman sama sekali. Semuanya selalu diatur oleh dia. Kebingunganku terjawab beberapa waktu kemudian. Ayahku datang bersama seorang notaris. Ia membawa banyak sekali dokumen. Lalu notaris memberikan sebuah surat. Surat pernyataan suami bahwa ia mewariskan seluruh kekayaannya padaku dan anak-anak, ia menyertai ibunya dalam surat tersebut tapi yang membuatku tak mampu berkata apapun adalah isi suratnya untukku. ----- "Istriku Liliana tersayang, Maaf karena harus meninggalkanmu terlebih dahulu, sayang. maaf karena harus membuatmu bertanggung jawab mengurus segalanya sendiri. Maaf karena aku tak bisa memberimu cinta dan kasih sayang lagi. Allah memberiku waktu yang terlalu singkat karena mencintaimu dan anak-anak adalah hal terbaik yang pernah kulakukan untukmu. Seandainya aku bisa, aku ingin mendampingi sayang selamanya. Tetapi aku tak mau kalian kehilangan kasih sayangku begitu saja. Selama ini aku telah menabung sedikit demi sedikit untuk kehidupan kalian nanti. Aku tak ingin sayang susah setelah aku pergi. Tak banyak yang bisa kuberikan tetapi aku berharap sayang bisa memanfaatkannya untuk membesarkan dan mendidik anak-anak. Lakukan yang terbaik untuk mereka, ya sayang. Jangan menangis, sayangku yang manja. Lakukan banyak hal untuk membuat hidupmu yang terbuang percuma selama ini. Aku memberi kebebasan padamu untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang tak sempat kau lakukan selama ini. Maafkan kalau aku menyusahkanmu dan semoga Tuhan memberimu jodoh yang lebih baik dariku. Teruntuk Farah, putri tercintaku. Maafkan karena ayah tak bisa mendampingimu. Jadilah istri yang baik seperti Ibu., dan Farhan, ksatria pelindungku. Jagalah Ibu dan Farah. Jangan jadi anak yang bandel lagi dan selalu ingat dimanapun kalian berada, ayah akan disana melihatnya. Oke, Buddy!" ----- Aku terisak membaca surat itu, ada gambar kartun dengan kacamata yang diberi lidah menjulur khas suamiku kalau ia mengirimkan note. Notaris memberitahu bahwa selama ini suamiku memiliki beberapa asuransi dan tabungan deposito dari hasil warisan ayah kandungnya. Suamiku membuat beberapa usaha dari hasil deposito tabungan tersebut dan usaha tersebut cukup berhasil meskipun dimanajerin oleh orang-orang kepercayaannya. Aku hanya bisa menangis terharu mengetahui betapa besar cintanya pada kami, sehingga ketika ajal menjemputnya ia tetap membanjiri kami dengan cinta. Aku tak pernah berpikir untuk menikah lagi. Banyaknya lelaki yang hadir tak mampu menghapus sosoknya yang masih begitu hidup di dalam hatiku. Hari demi hari hanya kuabdikan untuk anak-anakku. Ketika orangtuaku dan mertuaku pergi satu persatu meninggalkanku selaman-lamanya, tak satupun meninggalkan kesedihan sedalam kesedihanku saat suamiku pergi. Kini kedua putra putriku berusia duapuluh tiga tahun. Dua hari lagi putriku menikahi seorang pemuda dari tanah seberang. Putri kami bertanya, Ibu, aku harus bagaimana nanti setelah menjadi istri, soalnya Farah kan ga bisa masak, ga bisa nyuci, gimana ya bu? Aku merangkulnya sambil berkata Cinta sayang, cintailah suamimu, cintailah pilihan hatimu, cintailah apa yang ia miliki dan kau akan mendapatkan segalanya. Karena cinta, kau akan belajar menyenangkan hatinya, akan belajar menerima kekurangannya, akan belajar bahwa sebesar apapun persoalan, kalian akan menyelesaikannya atas nama cinta. Putriku menatapku, seperti cinta ibu untuk ayah? Cinta itukah yang membuat ibu tetap setia pada ayah sampai sekarang? Aku menggeleng, bukan, sayangku. Cintailah suamimu seperti ayah mencintai ibu dulu, seperti ayah mencintai kalian berdua. Ibu setia pada ayah karena cinta ayah yang begitu besar pada ibu dan kalian berdua. Aku mungkin tak beruntung karena tak sempat menunjukkan cintaku pada suamiku. Aku menghabiskan sepuluh tahun untuk membencinya, tetapi menghabiskan hampir sepanjang sisa hidupku untuk mencintainya. Aku bebas darinya karena kematian, tapi aku tak pernah bisa bebas dari cintanya yang begitu tulus. baca juga catatan / notes lainnya di: https://www.facebook.com/Phoenix125/notes |
| Agus Widya Agus Widya shared Strawberry's photo. bangun+rumah 's image link |
| V-threeVanno'all VyandTwilightpotterlonsy Edwardpurplelove GBx bangun+rumah 's link Tittle: "Dont go, and stay with me" Author: Hyun haena a.ka Me Genre: Romance family Chapter: THE LAST SEQUEL Ratting: Pg17 Cast: --Lee family --Im family --And other find self Note::- --Wah.. Ga terasa udah sequel terakhir *ga kerasa apanya..? Orang lama banget juga!* hehe.. Ya pokonya yang kangen HAERA sabar dulu deh, kita gantian nyimak kisah HAEKYU dulu disini.. Wkekek.. Dark side masih dalam proses jadi saya publish Yang ini dulu,; Ini akan menjadi Sequel terakhir sesuai rencana jadi ucapakan sampai jumpa pada Haekyu di kolom Coment.. Haha ujung ujungnya minta RCL..! Happy read..and i hope all readers can ennjoid whit this story..^^ _________________ °°°Dont go, and stay with Me°°° ____________ **Author POV Hari ini adalah hari minggu, keluarga kecil Donghae baru saja selesai menunaikan kewajiban mereka sebagai Nasrani yang taat, Yea.. Donghae, Yoona, serta Haekyu baru saja keluar dari gereja dekat sekolah Haekyu karena ada acara tersendiri yaitu 'Anak anak diwajibkan membawa surat baptis masing masing' Donghae sudah mulai sibuk dengan ponselnya, mereka bertiga keluar gereja dengan santai- Haekyu yang digandeng Donghae sedang Yoona mengmbil air suci. "Sepertinya aku harus langsung ke Kantor Chagi-ya" Ucap Donghae saat Yoona telah kembali berjalan sejajar dengannya. "Ne..? Ah kalau begitu kami naik Taxi saja.. Tau begini tadi aku bawa mobil sendiri" Balas Yoona agak mencibir Donghae,yea meamang awalnya Donghae yang neminta agar Yoona tak membawa mobil, itu karena ia kira di hari minggu ini ia benar benar bisa memiliki waktu luang, rencananya ia akan menggunakannya dengan berjalan jalan sekedar menghilangkan penat ditambah ia ingin seharian bersama Haekyu, tapi yah.. Kurasa namja itu kurang beruntung. "Ania.. Aku bisa mengantar kalian dulu" Ucap Donghae cepat, Yoona hanya tersenyum datar dan menunjuk Handphone dalam genggaman tangan Donghae, begitu juga Haekyu yah... Anak ini juga tengah melakukan hal yang sama seperti Yoona. Donghae mendengus saat mendapati Handphone nya yang tengah bergetar. "Mianhae" Katanya tersenyum kikuk, tanpa disuruh Namja itu lantas menyetop taxi dan menggiring Yoona masuk dengan kemudian menutup pintu dengan hati hati, "Bye Dad.." Kata Haekyu dari jendela kemudian mencium pipi Donghae, "Be carrefulle son, Bye chagiya" Jawab Donghae dengan juga mengusap rambut Yoona pelan yang hanya di tanggapi senyuman dari Yoona. Taxi itu perlahan berjalan meningalkan Donghae yang juga telah berjalan menuju tempat mobilnya terparkir. # "Mom.. You must buy Grape fruit remember,,?" "Oh.. Aish.. Mom hampir lupa, Pak bisa tolong menepi di depan Super market pertigaan berikutnya" Yoona meminta pada sang supir yang kemudian menjawab dengan ramah, "baiklah Nyonya" Tak selang lama mereka telah sampai, Yoona melihat argo dan mengambil uang yang sekiranya cukup untuk uang taxi, kemudian ia dan Haekyu turun bergandengan dan masuk kedalam super market, "Aku mau Apel,," "Tentu," Haekyu dengan cekatan mendorong troli kecil di hadapannya menuju tempat apel, "Jangan terlalu lama sayang, Mom memilih Anggur disini" Ucap Yoona agak keras agar Haekyu dapat mendengar, "Ok" Jawabnya menoleh singkat, Haekyu nampak semangat memilih buah apel karena ia memang menyukainya, Ia juga terlihat tersenyum cerah saat seorang petugas kasir memberi segel harga pada kantung yang telah ia isi dengan apel apel tadi dan telah ditimbang. "Thangkyou" Ucapnya, sang petugas hanya tersenyum serta mengangguk, "Finish..?" Tanya Yoona saat anak itu telah kembali di hadapannya, "Of cours Mom" "Kajja.." Yoona mulai mendorong troli ke luar setelah lebih dulu membayarnya di kasir, Haekyu menuju sebuah taxi di hadapannya Yoona mengembalikan troli hingga depan pintu masuk super market tersebut, "Myungso" Seseorang menghentikan langkah Haekyu, anak itu berbalik dan tiba tiba seseorang memeluknya begitu erat, Haekyu yang agak kaget hanya diam. "Myungso sayang.. I miss you son" Kata wanita itu berbisik, Haekyu mulai menggeliat dan mencoba melepas pelulukan tersebut perlahan "Exusme, I think you left person mrs" Ucap Haekyu dan benar wanita itu melepas pelukannya dan menatap Haekyu, "Tidak.. Aku tidak salah orang, kau Myungso anaku" Katanya sedikit berteriak, Haekyu mulai takut dengan wanita tersebut dari jauh Yoona berjalan dengan beberapa kali menolehkan kepalanya mencari Haekyu dan taxi mereka, "Mommy....!" Teriakan Haekyu menggema tepat saat wanita tadi mengangkat tubuh Haekyu paksa dan masuk kedalam mobilnya, "Ya tuhan.. Haekyu..! Andwe...!" Yoona berteriak histeris serta langsung mencoba mengejar sedan hitam itu, Ia bisa melihat Haekyu menggedor gedor kaca pintu mobil dari dalam, "Tolong..! Anaku diculik..!" Pekiknya dengan tangis frustasi, beberapa petugas keamanan memcoba mengejar mobil tadi dengan sepeda motor patroli mereka, Yoona juga ikut mengejar dengan taxi, "Oppa...! Haekyu di bawa pergi seseorang saat.. Saat.. Hiks..! Oppa aku bingung..! Ya tuhan aku harus bagaimana.." "Bicara yang jelas Yoona..aku tidak mengerti.." Erang Donghae yang memang merasa cara bicara Yoona kacau dengan tangis yang semakin membuat suaranya tak bisa terdengar dengan baik. "Anaku di culik kau dengar..! Haekyu diculik kau masih bisa bertannya oppa..! Hiks.. Aigo..Haekyu ya..! Aku takut oppa.." Yoona kian berteriak frustasi pada Donghae di telephone. Jelas namja itu terlonjak kaget bukan main, ia sedang menemui klien penting di kantornya namun dengan begitu tiba tiba Istrinya memberi kabar bahwa anaknya di culik, "Maafkan aku tuan Park. Sekretarisku yang akan menggantikanku dalam pembicaraan ini, mohon maaf atas ketidak sopananku ini, tapi sungguh ini sangat mendesak kuharap kau bisa mengerti" Donghae langsung berlari keluar kantor tanpa menjawab ataupun menghiraukan para karyawan di perusahaannya itu yang tengah tercengang bingung atas sikap Donghae. # Donghae menghentikan mobilnya tepat di halaman rumahnya, ada beberapa mobil polisi di sana, ia bisa mengenali mobil ayah juga mobil ayah mertuanya yang terjejer di samping pagar, "Apa yang terjadi..!" Seru Donghae begitu saja tanpa menyapa ataupun memperdulikan orang orang dalam rumahnya, Ia langsung menghampiri Yoona yang sungguh amat terlihat kacau; baru 1,5 jam sejak Haekyu menghilang terhitung 6 kali yeoja itu pingsan, Yoona menoleh pada Donghae dengan mata Sembabnya dan menarik tangan Donghae, ia mencengkeram kemeja bagian lengan yang dikenakan namja itu dengan erat, "Cari Haekyu oppa..! Temukan dia..!" Teriaknya khas orang yang sangat panik, Takut itulah yang saat ini ia rasakan, bagaimana tidak- anak itu adalah satu satunya putera yang ia miliki. "Ceritakan padaku detailnya Yoona ah.!" Kini Donghae yang memegang kedua sisi pundak Yoona, sedang Yoona hanya bisa menangis dan menangis, melihat itu namja tersebut menarik istrinya kedalam dekapan tubuhnya namun baru beberapa detik tubuh wanita itu telah begitu lemah dan kembali pingsan, "Yoona..!" panggil Donghae menepuk nepuk pipi Yoona gamang, "Yoona ireona..! Omo.. Jangan seperti ini" Nyonya Im pun tak hentinya menangisi cucu serta anak perempuannya, Nyonya Lee mengatasi Yoona segera walau ia bukan dokter dan pikirannya sedang kacau, yeoja paruh baya itu masihlah bisa sedikit tenang, ia hanya tak mau memperburuk keadaan, Terlihat Luhan datang dengan tergesa di susul Kriss di belakang mereka, "Apa sudah ada kabar.." Ceplos Luhan saat ia telah bergabung dengan mereka, "Periksa Noonamu dulu Luhan ah." Ucap Donghae, Luhan dengan sigap menghampiri Soffa tempat Yoona terbaring. Donghae terlihat menghubungi seseorang., tapi ia urungkan saat ia baru sadar telah ada polisi di rumahnya, " bagaimana selanjutnya" Tanya Donghae, dua polisi di hadapannya menegakan tubuhnya menghadapa namja itu, "Maaf tuan Lee, tapi Haekyu belum genap 24 jam menghilang, kami belum dapat mengatakan ini sebagai kasus penculikan" Donghae menghela nafas berat, sudah ia duga polisi takan langsung mengambil tindakan, "Kriss kau bisaikut denganku" Celetuk Donghae dan kembali menyambar kunci mobilnya yang sempat ia letakan di atas meja. "Super market Hyundai..?" Pertanyaan Donghae di balas anggukan oleh polisi yang berada dirumahnya itu. "Nak.. Kau mau apa.." Celetuk tuan Im ragu. "Tentu mencari puteraku, aku tidak bisa hanya diam disini" Jawab Donghae dan langsung melangkah pergi di susul Kriss di belakangnya. # "Oppa.. ! Aku menemukan Myungso!" Seru wanita tang membawa Haekyu dengan Riang, Haekyu tertidur dalam gendongannya karena kelelahan akibat terus meronta sepanjang perjalanan. "Astaga..! Fany ah.. Siapa dia..! Kenapa kau membawanya kemari..!" Pekik Namja bernama Nickun, yang tidak lain adalah suami dari yeoja itu, Tiffany. "Apa yang kau bicarakan, tentu ia Myungso anak kita, lihat kan" Tiffany mengelus pelan wajah lelah Haekyu; Nickun hanya melihat miris pemandangan itu, ada rasa cemas dalam hatinya tentang siapa anak dalam dekapan Istrinya itu,.: Haekyu mulai tersadar saat ia merasa haus mendera tenggorokannya, Ia langsung terduduk panik, serta bingung. Dimana ini..? Pikirnya, ia mengingat seseorang membawannya lari saat ia habis membeli buah bersama Yoona, Dengan takut takut ia menuruni ranjang tempat ia tertidur, Ia mengintip dari pintu kamar tersebut, "Mom.. Daddy.. Help me," Lirihnya sedih. "Kau sudah bangun Myungso sayang..?" Wanita itu terlihat lagi, Haekyu mengepalkan tangannya takut saat Tiffany mendekapnya, "Lepaskan..!" Haekyu mencoba berontak, Tiffany mengeryit heran namun kemudian tersenyum seakan Haekyu tak berbuat apapun. "Kau lapar..? Myungso harus makan.." Ucapanya lagi sangat lembut, "Aku tidak mau..! Aku mau pulang.!" "Myungso..! Ini rumahmu..!" "Bukan..! Aku bukan Myungso..! Aku Haekyu..! Aku mau pulang..!" Pekikan Haekyu itu mengundang Nickun, namja itu terlihat panik, "Sayang tenang.. Myungso pasti lelah, sebaiknya kau tidur ne" Bujuk namja tersebut pada Tiffany, Tiffany hanya mengangguk meninggalkan Haekyu yang semakin tak mengerti, "Namamu siapa.?" Tiba tiba Nickun menanyai Haekyu debgan lembut, ia berjongkok mensejajari tubuh Haekyu. "Lee haekyu imnida.. Uncle.. Antarkan aku pulang, aku ingin bertemu Mommy.." "Ne.. Aku pasti akan mengantarmu pulang, kau tahu nomor telephone orang tuamu..?" Haekyu mengangguk pasti, Ia jelas menghafal nomor telephone Donghae maupun Yoona, "Aku akan menelphone ayahmu, kau diam disini ne..? Apa kau lapar..?" Haekyu hanya menggeleng saat Nickun menawarinya makan. "Uncle bukan orang jahat ternyata.." Celetuk Haekyu, Nickun mengelus wajah Haekyu dengan jari telunjuknya, "Istri Uncle kehilangan putera kami, Ia menjadi depressi dan tidak bisa berpikir hernih kadang kala, Uncle bukan orang jahat, Tiffany Aunty juga orang baik Haekyu ah, hanya saja ia sedang sakit" Kata Nickun memberi penjelasan, "Apa ibuku akan seperti Tiffany aunty,;? Aku tidak mau Mom sakit jadi bolehkah aku pulang?" Haekyu mulai menangis, anak itu sungguh tertekan- Nickun cukup peka karena iapun sempat menjadi ayah saat Myungso masih hidup. "Aku janji" Ucapnya lagi mendekap Haekyu. # "Aku membutuhkan rekaman CCTV saat kejadian penculikan tadi siang" Donghae tengah mencoba berbicara pada manajer utama super market tempat Haekyu di bawa lari pagi tadi. "Tentu tuan Lee, kami pasti akan membantu" Ucap manajer tersebut, "Kami membutuhkannya sekarang, bisa kau tunjukan dimana monitornya" Sela Kriss tidak sabar, manajer tadi kemudian mengangguk dan membimbing Donghae serta Kriss masuk kedalam ruangan dengan puluhan monitor, "Tolong dekatkan, aku ingin tahu plat nomor mobil itu" Paksa Donghae, tapi nihil jarak antara camera CCTV serta mobil milik Tiffany cukuplah jauh, bagaimanapun merubah posisi penglihatan tetap saja plat mobil yang dimaksud tidak dapat terlihat, "Ya tuhan..." Desis Donghae mengacak rambutnya kasar, dadanya benar benar sesak. "Tenang Hyung. Kita cari jalan lain" Kriss mencoba menenangkan, Mereka berdua memutuskan kembali ke rumah Donghae setelah lebih dulu membuat Copy disc dari hasil Video CCTV dari super market sebagai bukti. Dengan lesu Donghae menyeret kakinya menuju rumah, Kemeja dan rambutbta benar benar terlihat kacau, tatapan matanya hambar dan keadaannya benar benar kacau mengingat putera semata wayangnya hilang, tiba tiba Handphone nya berdering- Ia melihat nomor yang tertera pada layar ponselnya, Ia agak mengangkat alis saat mendapati dirinyatak mengenali nomor tersebut. "Yeobseo" Sapanya pelan, tak ada jawaban dari seberang telephone, "Yeobseo" Ulang Donghae sekali lagi, "Haekyu ada bersamaku" Mata Donghae memanas mendengar kalimat dari lawan bicaranya, tangan kirinya yang bebas mengepal erat, "Siapa kau.!" Teriak Donghae murka, mendengar teriakan marah Donghae, orang orang di dalam rumah itu mendekat, terlihat sorot mata Donghae begitu menyiratkan emosi, orang orang itu terlihat agak panik, "Aku.. Maafkan aku" "Kubilang katakan siapa kau! Kembalikan anakku atau aku akan memenggal kepalamu brengsek..!" Mendengar itu, semua tercengang Shock. Yoona dengan terseok menghampiri tempat Donghae berdiri. "Nugu.." Tanyanya yang pasti tak di jawab oleh Suaminya itu. "Tenang, aku janji akan mengembalikan anakmu, tapi kumohon beri aku waktu. Istriku membutuhkan Haekyu" Lirih Nickun mencoba meminta pengertian, "Kau pikir Anaku adalah barang yang bisadengan mudah kau pinjam dan kembalikan sesuka hatimu huh..! Katakan dimana kau.!" "jebal.. Sungguh istriku membutuhkan anakmu, aku bukan orang jahat.. Anakmu baik baik saja disini" "Dan Istriku hampir gila karena kehilangannya kau tau..! Apa kau pikir kami akan begitu saja percaya pada orang yang sudah jelas menculik anak kami..! Sebelum aku benar benar murka kembalikan dia sekarang..!" KLIK.. Tiba tiba sambungan telephone tersebut mati membuat Donghae benar benar mendidih. "Brengsek...!" Serunya menendang guci besar di hadapannya, lagi lagi ia tidak bisa menahan emosinya sendiri. "Sabar.. Hae" Lirih nyonya Lee terisak takut melihat sifat asli anak sulungnya, Luhan hanya diam ia tahu betul akan seperti ini jika emosi kakanya benar benar sudah di ambang batas. Dan ini pertama kalinya Yoona merasa takut pada Donghae. "Oppa.." Isak Yoona pelan, tangannya terulur berniat menyentuh punggung suaminya, tubuh Donghae perlahan terduduk di soffa dan tangannya ia gunakan untuk menekan nekan pelipisnya yang terasa begitu berdenyut. "Oppa..." Lirih Yoona lagi, Donghae membuka matanya yang semula terpejam dan memandang lelah tubuh Istrinya, dengan perlahan yeoja itu mengelus pelan pundak Donghae berharap kemarahannya dapat mereda. # "Uncle.. Aku mau pulang,,, jebal" Haekyu terus saja merintih pada Nickun, lama lama Nickun tak tega sendiri, tapiapa yangharus dilakukannya, Tiffany benar benar membutuhkan Haekyu. "Myungso sayang.. Ayo makan" Tiffany dengan riang tiba tiba menuntun Haekyu menuju meja makan untuk makan malam. Haekyu hanya diam disisi lain ia juga merasa prihatin dengan keadaan Tiffany, itu bermula saat anaknya yang bernama Myungso meninggal dua bulan lalu, sesuai cerita Nickun- Istrinya ini tidak pernah tersenyum riang sebelumnya senenjak kepergian puteranya. Yeoja itu nampak begitu memperhatikan Haekyu yang tengah mengunyah makan malamnya, "Kau suka..?" Haekyu hanya tersenyum tipis setelah meneguk air putih dalam gelasnya, "Mommy.. I miss you" Lirihnya dan sedetik dari itu Haekyu muali terisak lagi, Tiffany memandang nanar pemandangan itu- yeoja itu membanting piring di hadapannya dan berlalu pergi, Haekyu tidak tahu harus bersikap srperti apa, Anak itu turun dan berlari dari rumah besar itu; Nickun terlambat mengetahuinya karena ia tengah berusaha menenangkan Tiffany yang di bilang terlalu sensitif, "Tuan muda..! Anak itu pergi keluar!" Pekik pelayan di rumah itu, Nickun yang mulai dapat berpikir langsung berdiri dan mencoba mengejar, Tiffany menyusulnya dari belakang, "Haekyu...!" "Tidak.....!" BRAK.....!! PRANG......!! Guci besar itu lagi lagi pecah saat Yoona tak sengaja menyenggolnya, jantung Yeoja itu berpacu begitu sesak hingga membuatnya lemas, "Yoona..!" Tuan Lee menghampiri tubuh menantunya dengan cekatan, pandangan mata Yoona terarah pada sebuah photo yang tergantung di dinding, photo jeluarga kevilnya, Ia, Haekyu serta Donghae. "Anaku..." Lirihnya tanpa sadar, dalam keheningan melanda Handphone Donghae kembali berdering, Dengan gerak cepat setelah ia melihat nomor yang menghubunginya Donghae menjawab panggilan itu. "Mwo...!" Desisnya tajam, Handphone di tangannya jatuh begitu saja sebelum panggilan itu berakhir. Yoona yang memang dalam posisi bersimpuh di lantai kemudian merangkak menggapai ponsel Donghae, dengan suara bergetar ia mencoba bicara, "Yeobseo..." Wanita itu mendengarkan segala kalimat yang ia dengar, perlahan air matanya turun "Andwe.....!" Serunya histeris dan langsung neraung raung mengguncang tubuh Donghae yang hanya mematung. "Ada apa..!" Pekik Nyinya Lee tak mengerti, kentara ada yang tidak beres. "Haekyu tertabrak mobil...! Eothoke...!" Histeris Yoona lagi, nyonya Lee serta nyonya Im langsung berteriak Shock, "Oppa...!" Tanpa aba aba Donghae menyeret Yoona keluar rumah dan mengendarai mobilnya tak karuan ke rumah sakit seperti yang Nickun katakan. * Langkak kaki keluarga Lee serta Im begitu membahana di koridor rumah sakit tempat Haekyu di rawat, saat tepat kaki Donghae melangkah di area unit gawat darurat ia mengeluarkan ponselnya dan menghubungi nomor Nickun, suara handphone bergetar dari saku celana namja itu, "Brengsek..!" Tanpa memperdulikan keadaan Donghae membuang ponsel miliknya ke sembarang arah dan langsung menyeret tubuh Nickun ke hadapannya, mencengkeram kuat kerah baju namja tadi dan langsung memukulnya membabi buta, "Kau apakan anaku..! Kau apakan dia hingga ia seperti ini..!" Donghae terus saja menghujami tubuh Nickun dengan bogem mentah, Nickun hanya bisa diam menerima perlakuan Donghae tanpa berniat membalasnya, beruntung ada beberapa polisi disana jika tidak sudah pasti Nickun juga akan menjadi penghuni rumah sakit tersebut. "Mianhae.." "Mianhae..! Kau bilang Mianhae setelah anaku sekarat seperti sekarang..!" Pekik Donghae lagi, ia telah terlalu sulit mengontrol emosinya, "Kami membutuhkan golongan drah A sekarang" Seorang dokter tiba tiba keluar dari ruangan di hadapan mereka. "Aku dokter..! Aku ayahnya dan aku bergolongan darah A" Ucap Donghae menyela, tanpa membuang buang waktu sang Dokter menggiring Donghae memaduki UGD dan langsung melakukan transaksi. "Myungso.." Lirih Tiffany dengan cucuran air mata, "Kau... Dia Haekyu bukan Myungso..! Dia anaku..!" Pekik Yoona emosi saat ia mengingat wanita itulah yang menggendong paksa Haekyu dan membawanya kabur tepat di depan matanya. "Dia Myungso..!" "Kau...!" Nyonya serta tuan Im mengerti keadaan putrinya dengan sangat, mereka langsung berusaha melerai, mebenangkan Yoona atau apapun agar anaknya tetap bisa berpikir jernih. "Dia sedang depresi karena kami kehilangan anak kami, maaf aku sangat egois menahan Haekyu, Aku hanya merasa Hidup Tiffany istriku lebih baik saat ia menemukan Haekyu, sungguh kami tak bermaksud jahat" Nickun tak hentinya meminta maaf pada keluarga di hadapannya itu sungguh ia juga tak menyangka akan seperti ini jadinya. # Suara tetesan infus serta pendeteksi detak jantung menghiasi kamar rawat Haekyu, du samping tempat ia terbaring Yoona urung melepas genggaman tangannya pada putera kesayanganya itu. "Bangun nak.. Apa kau tak merindukan aku..?" Ucap Yoona lagi lagi di barengi dengan tangis. "Ia akan baik baik saja... Percayalah," Donghae mulai menenangkan, tak bisa dipungkiri ia pun merasa sakit melihat puteranya sekarang. "Mommy.... Daddy.." Suara serak Harkyu terdengar menyeruak, Yoona serta Donghae langsung mendekat padanya. "Momm disini sayang,; aku takan pernah meninggalkan Haekyu" " Sakit disini Momm.." Lirih anak itu menunjuk kepalanya yang terperban rapi. "Aku tahu sayang.. Aku tahu.." "Aku akan panggil Dokter" Yoona mengangguk cepat, "Mommy... Aku rindu padamu" "Nado..." Wanita itu mencium Haekyu lagi lagi dan lagi... * "Liburan...??!" Pekik Yoona tidak percaya, Donghae hanya menoleh sebentar kemudian kembali beralih pada tv yang tengah menampilkan acara favoritenya, apalagi jika bukan Oggy and the Crocroaches. "Tentu,, ini waktu yang tepat. Aku sudah ambil cuti dua minggu" "Where..?" Celetuk Haekyu, "Hawai" "Really...?! Oh Dad.. Im agree...!" "Of cours.." Anak dan Ayah itu sama sekali tidak melihat tampang cemberut Yoona. "You not like this Idea mom..?" Tanya Haekyu, Yoona hanya diam. "Haekyu saja baru sembuh, tapi kalian mau liburan..?!" "Aku sehat.. Aku sudah sembuh..?!" "Kalau kau tidak mau, biar akau dan Haekyu yang berlibur" Ledek Donghae dengan cengiran konyolnya. "Yak...!!!" Pekik Yoona tidak terima, tiba tiba Haekyu bangkit dari duduknya dan beralih pada pangkuan Yoona, anak itu lantas memeluk Yoona manja, "Im so happy cos of you mom" Meski heran toh Yoona membalas pelukan anak itu, "Thangks god" Ucap Donghae pelan namun bisa Yoona dengar karena namja itu mengucapkanya saat kepalanya ia senderkan pada pundak yeoja itu. "Saranghae mom" Ucap Haekyu serta Donghae bersamaan. "Nado.." Balas Yoona lembut, Donghae dan Haekyu mengangkat kepala mereka kemufian saling pandang dan tersenyum penuh arti, CUP... keduanya mengecup bibir Yoona bersamaan hingga bibir ketiganya menyatu, "Jadi kita akan liburan.." rayu Donghae serta Haekyu dengan pupy eyes, "Yak.. kalian...!!" THE END ________ Haha gaje yah...?? ayo ucapkan selamat tinggal pada Haekyu...??! RCL RCL...!! #maksa# |
| Vennieka Ayu Dian Krishnatassa bangun+rumah 's link dah pake jibab rapi dan rapat tpi kok galak? dah pake jibab itu bahasanya harus santun,lemah lembut ga boleh ketuss ke orang laen jangan galak" ya neng... Galakk? massa sih? apa iya aku galak aku galak gituh? hufftt...dari semalem aku mikir dan mpe skr pertanyaan itu muter" terus d otak nih hm..kalau d inget" sih,, dari rutinitas pagi d rumah,,bangun tidur..bikin sarapan..mandiin anak kejebak macet, mpe kesiangan terus masuk kantor..dan hingga siang ini kening ku slalu berkerut,dan...tanpa senyum... ya.. senyum... senyuman manis..apalagi senyuman seksi angelina jolie andalanku lom parkir di bibirku...hingga sesiang ini astagfirullah..... aku belum senyum dari pagi.... se ekstrim inikah hidup ku sekarang? ya illahi... knapa bisa begini ya? hufftttttttt.....aku ga mau nyari penyebab nya...kenapa begini & kenapa begitu dan ga mau ngerewind smua itu... yang ada malah bisa jadi lagu dangdutnya bang rhoma lagi ah...hadddeeeeehhh musti d niatin nih, insya allah... aku ga janji.. karna yang bisa menjanjikan hanya Allah tpi se'engga nya aku dah niat mau merubah itu walau masih berat walau harus tarikkkkkk nafaaass walau masih terasa ada yang perih,panas juga sakit kaya luka knalpot d betis aku tapi... hidup hrs terus berjalan,harus terasa ringan,dan masih terbentang luaaasss hm...satu...dua..tigaaa...bismillahirrohmannirrohiiim senyummmm....... manis juga ya,,hehe smoga senyumku hari ini dan esok..dan esoknya lagi bisa merubah sebutan "galakk" jadi si "rendah hati " dan dengan awal senyuman ini aku bisa nrimo takdir yang udah tersurat n tersirat buat aku dengan ikhlassss.... amin allahuma amin :) smilee#tring |
| Andrymartadinatta bangun+rumah 's link Dalam hidup, kita memiliki banyak kasih sayang. Kasih sayang yang mungkin bagi sebagian orang hanya sesaat tapi bagi yang lain menjadi abadi selamanya. Seperti kisah ini, kisah kasih sayang seorang ibu yang aku harapkan pernah terjadi dalam pada hidup kalian tapi tidak kalian sia-siakan. Ingatlah, Kasih sayang seorang ibu tidak akan pernah berhenti ia berikan dalam keadaan apapun. Semoga kisah ini menyadarkan kalian betapa penting arti ibu dalam hidup kalian. Aku punya seorang ibu, dalam usia yang muda, ia melahirkanku karena pernikahannya yang muda. Ayah dan ibu hidup bahagia dan melahirkan aku yang manja dan serba hidup cukup. Sampai umurku 7 tahun, aku selalu mendapatkan apapun yang aku inginkan. Untungnya aku pintar sehingga selalu menjadi juara kelas. Kata guruku sih, aku ini jenius sehingga walaupun tanpa belajar pun nilai ujian di kelasku selalu mendapatkan nilai A. Kebahagiaan yang aku rasakan dan kemewahan yang aku rasakan semua tiba-tiba menjadi sirna ketika ayah mengalami kecelakaan. Ia meninggal dan meninggalkan hutang yang begitu besar. Aku tidak pernah siap miskin tapi tidak dengan ibu. Kami kehilangan rumah dan harus tinggal dirumah susun murah yang hanya memiliki satu ruangan dengan satu kamar. Ibu tau, aku pintar dan tidak seharusnya berhenti sekolah, karena penikahan yang muda dan ditentang keluarga akhirnya ibu terusir dari keluarganya. Sedangkan orang tua ayah, sudah tak ada siapapun yang mau membantu kehidupan kami. Setelah menjual segala perhiasan yang ia miliki. Ibu memiliki ide untuk berjualan bakmi ayam. Saat itu umurku 13 tahun. Ia masih harus menanggung hutang-hutang ayah yang harus ia bayar. “ ibu akan berjualan bakmi untuk membantu kehidupan kita. Angel bantu-bantu.. ibu ya?” Aku terdiam dan rasanya tidak menyukai ide ibu. “ ibu akan jualan bakmi dimana? Memangnya ibu bisa buat bakmi?” tanyaku. “ Loh dulu nenek ibu kan dagang bakmi, jadi ibu tau resepnya. lalu mungkin ibu berdagang di depan jalan besar depan komplek. Disitu banyak orang yang kerja di pasar. Kali-kali saja laris. Sehingga kamu bisa tetap sekolah.” “ aku gak mau.. aku malu. Ibu saja yang jualan, aku gak mau bantu..” “ iya nak, kamu gak usah bantu ibu, kamu cukup belajar yang giat dan ibu yang nantinya akan bekerja..besok ibu akan pergi ke sekolah kamu untuk mencoba meminta beasiswa..” Aku senang ibu tidak mengharapkan aku berjualan bersamanya. Apa jadinya kata orang tentangku. Ibu memiliki gerobak bakmi yang ia beli bekas dan setiap pagi ia akan mendorong gerobak itu ke lapak tempatnya berjualan lalu sepagi mungkin sebelum matahari terbit ia sudah tidak ada di rumah ketika aku bangun. Ia tidak pernah memintaku untuk berjualan tapi terkadang aku membantunya untuk sekedar memotong bawang putih dan hanya tugas-tugas mudah di dalam rumah yang terpenting aku tidak sudi ikut berdagang dengan ibu. Teman-temanku, mungkin tau. Kalau ayahku telah meninggal. Tapi mereka tidak pernah tau kalau keluargaku jatuh miskin. Ibu berhasil mendapatkan beasiswa untukku sehingga aku tidak perlu membayar uang sekolah sampai aku lulus smp nanti. Tapi kehidupan sekolah yang aku rasakan berbeda dengan saat ayah ada dulu. Kini aku jarang sekali makan dikantin. Aku membawa bakmi buatan ibu setiap hari yang membuatku bosan, ketika teman-teman mengajakku makan. Aku selalu berkata. “ aku lagi gak mau makan di kantin, gak mood” atau “ aku sedang diet” padahal aku tidak mempunyai uang. Tapi, kalau aku lagi beruntung, bila seorang teman yang sedang ulang tahun, maka tanpa ragu aku akan membuang bakmi buatan ibuku dengan makanan kantin traktiran. Karena aku juga pintar, aku tau bagaimana memanfaatkan teman-temanku yang bodoh. Sekedar untuk membuatkan atau mengerjakan PR Sekolah, itu bisa membuatku memiliki uang saku. Ibu tidak akan memberikan uang jajan lebih padaku. Ia hanya menjatahku 5000 sehari dan bisa dibayangkan bagaimana aku hidup dengan uang sekecil itu. Agar teman-temanku tidak pernah tau ibuku berjualan bakmi. Aku selalu menghindar saat melihat ibu berdagang di jalanan pasar. Aku mencari jarak yang lebih jauh untuk berputar sampai ke belakang jalan rumah susunku yang jelek. Karena daerah kumuh, tentu saja teman-temanku tidak akan selevel untuk menuju kesana. Kalaupun ingin mengerjakan tugas rumah. Ya aku menuju rumah mereka, setelah puas tidur di ranjang empuk sahabatku. Aku pulang dan menderita bersama kasur keras rumahku. Ibu walau bekerja dari pagi hingga sore hari. Ia tidak pernah berhenti untuk bertanya tentang pekerjaan sekolahku. Ia tetap memperhatikan diriku dan entah mengapa sejak menjadi miskin seperti ini hubungan kami menjadi dingin, aku tetap berpendapat kematian ayah dikarenakan oleh ibu atas kesalahan ini. kalau saja saat itu, ia tidak meminta ayah menjemputnya di salon. Ayah tidak akan mengalami kecelakaan. Jadi sejak miskin seperti ini.. Aku hanya selalu menjawab sepatah kata ketika ia bertanya. Kemiskinan kami berjalan sampai akhirnya aku duduk bangku sekolah menengah umum dan lulus dengan nilai yang baik sehingga mendapatkan beasiswa di sekolah sma favorit. Untuk membeli baju sekolah baru saja ibu tidak mampu karena masih harus membayar hutang ayah. Ia malah menerima sumbangan dari tetangga kami yang kebetulan sudah lulus sma dan memberikan pakaian itu padaku. “ aku gak mau pakai baju bekas. Mending aku gak usah sekolah.” “ angel, kamu harus paham keadaan kita. Pakailah baju ini untuk sekolah, untuk sementara sampai ibu bisa memberikan yang baru.” “ dari dulu juga ibu selalu bilang ingin beli ini itu?, tapi ujung-ujungnya bohong. Kenapa sih bu? kita jadi semiskin ini, kalau ayah masih ada! Ia ga mungkin kasih aku baju bekas kayak gini” teriak aku kasar dan meninggalkan rumah. “ angel mau kemana?” “ mau cari angin. Bosen sama keadaan rumah yang miskin kayak gini! Jika aku marah, ibu tidak akan marah padaku. Entah berapa banyak keluhan dan kemarahan yang aku lakukan untuknya. Yang aku tau, aku hanya ingin hidup kami seperti dulu. Tidak sesulit dan semiskin ini. Tuhan rasanya tidak pernah adil dengan hidupku, ia seperti mempermainkan aku. *** Sekolah baruku ini lebih nyaman dengan keadaanku karena semua anak-anak di sekolahku anak baru yang tidak tau latar belakangku, walaupun sekolah ini masih khusus bagi mereka anak-anak mampu. Sebagian dari anak-anak di kelas mungkin menyukaiku tapi yang lainnya terkadang memandangku dengan aneh. Terkadang aku mendengar bisikan yang cukup membuat telingaku panas. “ itu si Angel, orang tuanya mampu gak sih? kok bajunya dekil ya.. emangnya sekolah ini terima anak kayak gitu ya “kata Agnes kepada teman-temannya. “ denger-denger sih dapat sekolah gini karena beasiswa” ujar teman agnes sengaja saat aku lewat. Aku ingin marah mendengar mereka bergosip tapi aku lebih berpikir cerdik untuk tidak meladenin omongan mereka daripada apa yang mereka bicarakan semakin meluas karena aku tanggapi. Sepulang sekolah, aku menangis. Tidak terima dengan kata-kata temanku. Ibu kebetulan sedang pulang mengambil bakmi yang habis. “ angel hari ini dagangan ibu habis loh,, ibu senang banget” kata ibu padaku dan ia tiba-tiba melihatku menangis. “ kenapa kamu nangis..” “ emang ibu peduli? Ibu mana peduli sama hidup aku” “ kenapa bilang begitu..” “ aku malu bu, semua orang ledekin baju dekil ini..aku gak mau sekolah lagi besok?” Ibu hanya menghela nafas. Kemudian pergi setelah mengambil bakmi di kulkas. Ia menutup pintu dengan air mata. Ia berdagang tanpa semangat. Menghitung setiap uang yang ia dapatkan dari semangkok bakmi yang terjual. Menyisakan sebagian untuk modal besok. Ia bangun pagi sekali untuk membeli sayur dan kebutuhan berjualan bakmi. Bahkan aku rasa ia hanya tidur 3 jam untuk sehari-harinya. Wajahnya yang cantik dulu kini menjadi tidak terawat. Ia menjadi saat buruk dengan tambahan kantung hitam dibawah matanya. Suatu malam saat aku tertidur, ibu pulang dengan keadaan pincang. Ia seperti kelelahan membawa barang barang belajaan dipasar. Ia mengelus ngelus kakinya. Aku memperhatikannya. “ ibu kenapa?” “ jatuh saat ke pasar. Licin. Sakit sekali.. rasanya terseleo besok ibu coba urut..” “ kalau gitu gak usah lagi ke pasar. Uda tau licin dan jorok. Beli aja di supermarket” “ kalau gak beli disana. Ibu ga ada untung angel, disana lebih murah..” “ terserah ibu.” “ besok bantu itu dorong grobak ya ke lapak..” Aku tidak menjawab dan tertidur. Keesokan paginya, saat aku terbangun aku melihat ibu mendorong gelobak dengan kaki yang kesakitan. Aku ingin membantu tapi tiba-tiba ada agnes dan kawan-kawan yang sedang berjalan. Karena tidak ingin malu, aku pun memutuskan untuk langsung pergi ke sekolah. Saat di kelas. Agnes dan kawan-kawan menikmati bakmi. Bakmi yang aku tau itu ia beli dari ibuku. “ bakminya enak ya?besok beli lagi yuk. Ada yang mau nitip?” “ beli dimana sih? “ Tanya teman yang lain. “ tuh di ibu pincang.. di depan jalan rumah susun pasar.” Aku jadi was-was kalau sampai tau mereka membeli bakmi itu dari ibuku. Ketika pulang aku meminta ibu untuk tidak jualan besok. Tapi ibu menolak karena tidak memiliki alasan untuk itu. Aku marah dan memutuskan pergi dari rumah malam itu. Di jalan aku bertemu dengan seorang anak yang aku rasa tinggal di rumah susun. Ia bernama Aji. Ia manawarkan aku botol aqua saat aku termenung di teras lantai rumah susun. “ kok bengong, neh minum..” tawarnya dan aku terdiam. “ masih di segel kok aman. Loe anaknya sini ya? Gua temannya tetangga loe. Kita satu sekolah kok, Cuma bedanya gua uda kelas 3 loe masih kelas 1, kebetulan gua lagi ke rumah saudara gua disini dan liat loe.. ” Aku menerima minuman itu dan mulai merasa nyaman dengan aji. “ namanya siapa kalau boleh tau. Kok malam-malam gini diteras rumah susun sendirian?”” “ angel, gua kalau lagi BT ya disini.. dan gua emang tinggal disini gak masalah kan?“ “ gak masalah lah? Emang kenapa kalau tinggal disini?” “ kirain masalah..?” “oh pasti ada masalah ya. Mau cerita?” Aku tidak bercerita padanya tapi akhirnya memiliki sahabat baru yang bisa membuatku nyaman malam itu. Keesokan paginya. Aku duduk di kelas sambil mengerjakan tugas teman-teman sekolahku. Lumayan untuk membantu uang jajanku. Tiba-tiba agnes berada di kelas bersama teman-teman genknya, “ ngomong-ngomong, di sekolah ini yang namanya angel itu ada berapa ya? Katanya ibu bakmi itu punya anak sekolah disini namanya angel loh.. “ “ ibu bakmi yang mana?” “ ibu bakmi yang tadi pagi kita makan, yang pincang itu..” “ atau jangan-jangan angel yang ibu pincang itu maksud si..” kata mereka meliriku. Aku langsung meninggalkan kelas. Apa jadinya hidupku kalau anak-anak satu sekolah ini tau kalau aku anak pedagang bakmi. Saat aku di taman, aji tiba-tiba muncul. “ kenapa sih setiap gua ketemu loe. Loe itu mukanya kok bt selalu?” “ gua agak sebel sama teman-teman di kelas, suka banget gossip.. jadi ga mood aja” “ gosiipin loe..?”..” begitulah..” jawabku. “ cuekin aja kalau gossip aja mah.. namanya gossip kan ga tentu benar. Bawa asyik aja. Eh ngomong-ngomong, kalau mau pulang sekolah nonton gimana?” “ hm…?” kataku ragu. “ gua traktir.. tenang aja” Dan akhirnya pulang sekolah kami pun berangkat nonton. Rasanya kehadiran aji membuat aku lebih memiliki banyak hal yang baik. Ia membuat aku merasa lebih dihargai kebanding teman-temanku yang norak dan hobbynya bergosip. Aku pulang ke rumah dan saat itu ibu melihatku bersama aji saat ia menurunkan aku dari motornya. Ia mendekatiku. “ siapa angel?” “ tante aku aji, teman sekolah Angel..” kata aji. “oh iya, aku ibu angel..” kata ibu dan aku hanya terdiam, “ kalian lapar? Kalau lapar bisa makan bakmi di tempat dagang tante…” kata ibu dan aku terkejut marah “ aku gak lapar. Aku mau pulang aja..” “ tante dagang bakmi..?” Tanya aji pada ibu. “ ia dekat depan sini, ayo dicoba siapa tau bisa promosi ke teman-teman..” “ apa-apaan sih ibu. “ kataku dan meninggalkan mereka berdua. Aji dan ibu hanya saling menatap. “ maafin ya, si angel sifatnya agak gampang marah, kalau kamu gak sempat makan bakmi buatan tante bisa besok atau kapan-kapan saja..” “ iya tante..” Aku merasa marah karena ibu menawarkan bakmi kepada aji. Seharusnya aji tidak perlu tau ibu berdagang bakmi. Aku tidak bicara seharian dengan ibu aku jadi bingung bagaimana sekarang menghadapi aji yang pasti bertanya-tanya tentang ibuku. Keesokan paginya sebelum sekolah, Agnes dan kawan-kawan sudah muncul di lapak bakmi ibu. “ ibu aku mau Tanya. Anak ibu yang sekolah ditempat kami itu. Angel yang anak kelas 1 kan, itu yang mana sih orangnya?” “ oh.. anak ibu yang tinggi dan rambutnya panjang. Tunggu sebentar. Di dompet ada fotonya..siapa tau kalian kenal.” Lalu ibu menunjukkan foto aku dan agnes bersama kawan-kawannya langsung mendapatkan berita headlines yang luar biasa membahagiakan. Mereka langsung ke sekolah. Saat itu aku membaca komik yang aku pinjam dari temanku Hendra, ia bertubuh gemuk dan sedikit bodoh tapi menjadi sahabat baik yang selalu banyak membantuku dikelas. Saat bel berbunyi. Guru sekolahku belum masuk, tiba-tiba agnes langsung berdiri dikelas. “ teman-teman ada pengumumanan neh..” teriak agnes. Mereka semua langsung menatap agnes dan aku pun begitu. “ dengerin neh ye pada.. kalau semua disini suka bakmi. Yang mau beli bakmi enak dan yang biasa gua makan sama teman-teman bisa pesan ke gua. Bakminya enak loh. Kalau kalian mau.. order di gue aja. Cuma 10.000 semangkok..lumayan itung-itung bantu ibu itu, kasihan pincang dan anaknya juga kayaknya butuh biaya buat sekolah…” Sepertinya anak-anak sangat tertarik dengan bakmi itu. Guru sekolah masuk. Agnes pun duduk dengan senyum-senyum puas menatapku. Saat istirahat sekolah tiba-tiba ia mendekatiku. “ ngel, neh pesanan bakmi.. kasih ke nyokap loe..” “ apa-apaan sih loe..” Mereka saling menatap dan tiba-tiba tertawa sambil meledekku. “ kok loe pura-pura bego gitu sih, bukannya ibu pincang yang jualan bakmi itu nyokap loe. Tadi pagi dia cerita ke kita-kita kok. Malah minta bantuan promoin bakmi dia.. kita-kita kan baik. Akhirnya bakmi nyokap loe gua promosiin dan pesanan banyak.. nek kasih ke nyokap loe. Niat baik kok ditolak..” kata agnes sambil memberikan kertas padaku. Aku mengambilnya dan merobek lalu melempar kepadanya. “ loe gak usah cari gara-gara ya..berengsek” kata agnes dan kami pun berkelahi. Setelah dipisahkan agnes berteriak-teriak menghinaku dengan wajahnya yang lebam begitu pula aku. “ dasar loe orang miskin gak tau diuntung, uda bagus gua bantu jualarin bakmi emak loe.. sekali miskin tetap miskin!!” Aku pulang dengan perasaan marah. Mengapa ibu tega melakukan ini dan mempermalukan aku. Saat itu aku menangis dirumah. Ibu sedang berdagang , ketika ia berjalan mengantar mangkok ke pelanggan tiba-tiba ia terjatuh karena kakinya kesakitan. Pembeli itu mendekati ibu. “ ibu kenapa kakinya gak di urut aja sih atau bawa ke dokter..” “ gapapa, ini entar juga sembuh sendiri.. “ Hari ini ibu pulang lebih pagi dari berdagang. Seorang pelanggan mendekat “ kok pagi amet tutupnya, padahal saya mau makan?” “ iya neh, anak saya ulang tahun.. saya mau ke pasar beli baju buat dia..” Ibu sengaja menahan rasa sakit itu bukan karena ia tidak ingin pergi ke tukang urut untuk mengobatinya. Tapi ia memiliki alasan lain karena ia ingin memberikan aku hadiah, hadiah sebuah pakaian seragam sekolah baru untukku. Ia tampak puas dengan barang belajaan yang ia beli. Saat itu pulang dengan gembira dan tiba-tiba terkejut melihat wajahku yang lebam. “ kamu kenapa bisa kayak gini? Kamu jatuh kenapa angel?” “ ibu mau tau kenapa? Semua gara-gara ibu, buat apa ibu minta agnes untuk bantuin jualan bakmi di sekolah, ibu gak tau semua orang jadi tau aku anaknya tukang jual bakmi pincang itu!!” Tiba-tiba ibu menamparku dan itulah tamparan pertama dia dalam hidupku. Aku marah dan pergi dari rumah berlari diatas hujan lebat. Ibu menangis dan terduduk di kursi meja makan dengan wajah lesuh. Aku tidak tau harus berlari kemana dan tanpa arah. Aku hanya terduduk dan terdiam diantara hujan dan menangis. Merasa hidup ini tidak pernah adil, mengapa aku harus mengalami kemiskinan. Aku tertidur di halte bus. Dan saat aku bangun hujan telah hilang. Jam 11 malam saat itu. Aku berjalan pulang dan tiba-tiba seorang tetangga memberitahu aku kalau ibu terjatuh dari tangga. Kini ibu sedang dirawat dirumah sakit. Aku terkejut dan langsung menuju rumah sakit. Melihat ibu dengan keadaan kakinya penuh bebat. Ia patah kaki karena terjatuh dari tangga. “ kenapa ibu bisa sampai begini?” tanyaku. “ ibu ingin turun dan cari kamu tiba-tiba ibu terjatuh dari tangga, ibu minta maaf sudah menampar kamu..” Aku terdiam dan berusaha melupakan masalah itu. Dokter kemudian memeriksanya dan ia berkata padaku ibu harus menginap beberapa hari. “ kata dokter ibu gak boleh pulang dulu, ibu harus di rawat disini. “ “ tapi biaya rumah sakit mahal, kita mana mampu angel..” “ mana aku tau.. siapa suruh ibu jadi begini. Angel mau pulang dulu. Ngantuk dan besok harus sekolah.” Kataku kesal walaupun merasa kasihan terhadap ibu tapi harga diriku terlalu tinggi untuk menunjukan rasa peduliku pada ibu. Saat aku pulang tiba-tiba aku melihat, kue ulang tahun kecil dan baju seragam sekolah baru. Saat itulah aku sadar, ibu menyiapkan ulang tahunku hari ini. aku terlalu sibuk karena stres memikirkan masalah sekolah sampai tidak sadar. Seragam baru itu membuatku sedikit bisa pamer besok di sekolah. Ingin aku mengucapkan terima kasih pada ibu tapi sayang ia tidak ada rumah. Minimal besok, aku bisa katakan itu bila aku ingat!! *** Ibu bisa keluar rumah sakit tiga hari kemudian dengan biaya uang yang sangat banyak dan menghabiskan tabungan. Untuk sementara ia tidak berdagang bakmi dan itu bisa membuatku selamat dari gosip agnes yang sedang gencar2nya meledekku dengan anak tukang bakmi. Walau tanpa penghasilan, tapi aku bisa bertahan dengan uang tips mengerjakan pr teman-teman sekelas. Aku tidak lagi butuh uang jajan dari ibu. 2 bulan kemudian ibu sudah mulai bisa berjalan dengan tongkat. Suatu malam aku tidak mampu bangkit dari tempat tidur dan Tubuhku panas dingin. Ibu cemas dan membawaku ke dokter. Ternyata aku terjangkit virus demam berdarah dan masuk fase kritis. Biaya yang sangat besar membuat ibu sangat bingung dengan keadaannya yang tidak lagi berdagang bakmi. Tanpa memikirkan biaya ibu memaksakan aku dirawat. Saat itu ia hanya terdiam lemas menatapku tak berdaya. Dan dirumah sakit itu ada seorang suami yang menangis karena istrinya sekarat. Ia membutuhkan ginjal untuk istrinya. Tapi tidak ada donor yang bersedia untuk menolong kelangsungan istrinya. Ibu mendekat dan tiba-tiba ia menawarkan dirinya. Orang itu menawarkan sejumlah uang pada ibu. Demi aku, ibu pun rela menyumbangkan satu ginjalnya. Berkat ginjal yang ibu sumbangkan aku bertahan hidup Karena ibu langsung memindahkan aku ke perawatan yang terbaik di rumah sakit itu. Saat aku sembuh beberapa hari kemudian, aku tidak melihat ibu. Aku hanya melihat Aji datang bersama Hendra sahabatku. Sampai akhirnya aku keluar rumah sakit beberapa hari kemudian. Tidak ada yang menjemputku, mereka bilang ibu sedang keluar kota untuk bertemu dengan keluarganya meminta bantuan uang. Padahal yang aku tau biaya rumah sakit telah terlunasi. Ibu sengaja bilang ia keluar kota agar ia tidak tau kalau ia dalam masa perawatan. Tapi aku salah dan semakin menyadari kehilangan ibu. Sudah dua minggu aku tidak melihat ibu dan akhirnya seorang tetangga memberitahu aku kalau ibu dirawat dirumah sakit yang sama dengan anaknya sebab mereka tidak sengaja melihart ibu. Aku langsung menuju rumah sakit. Ibu tergelatak lemas di tempat tidur. Ia melihatku dengan air mata. “ kenapa ibu bisa dirawat disini? Ibu sakit apa?” “ ibu gapapa, sebentar lagi juga bisa keluar..” “ ibu katakan pada angel, ibu kenapa.. jujurlah ibu..” “ ibu gapapa nak.. ibu Cuma sakit..” Aku tidak memaksa ibu untuk jujur lagi karena ia seperti kesakitan menahan perutnya. Malam itu aku menjaganya. Tiba-tiba ibu mengajakku bicara. Aku jadi ingat seragam sekolah dulu. “ ibu.. terima kasih baju sekolahnya.. angel belum sempat bilang kemarin..” “ iya nak, sama-sama. Angel maafkan ibu, bukan ibu selama ini tidak ingin membahagikan kamu. Ibu tau kamu marah karena kematian ayahmu. Ibu sudah berusaha untuk sebisa ibu membahagiakan kamu seperti saat-saat kita dulu bersama ayah. Tapi ibu gagal, ibu hanya bisa membuat kamu marah. Ibu benar-benar menyesal, maafkan ibu“ “ kenapa ibu bicara seperti ini, sudah tidak usah dibahas. Angel juga gak pernah berpikir begitu” “ ibu, bukanlah ibu yang baik. Sampai tidak mampu membelikan kamu celana dalam ketika kamu dewasa bahkan tidak tau bagaimana harus membelikan kamu baju baru, ibu menahan rasa sakit di kaki ibu hanya untuk mengumpulkan uang agar kamu mendapatkan pakaian yang layak, tapi sebanyak apapun ibu bekerja, hutang yang ayah kamu tinggalkan tidak pernah habis.. bahkan hingga detik ini.” kata ibu menangis “ sudah bu.. jangan teruskan.. angel minta maaf. Angel ga pernah ngerti perasaan itu. Angel egois dan tidak terima pada kenyataan kalau kita memang sudah bukan yang dulu..” kataku memeluk ibu yang menangis. “ ibu hanya berharap. Ibu bisa mengubah keadaan seperti dulu lagi.. Cuma itu nak..” Malam itu, aku baru tau betapa besar pengorbanan ibu padaku, rasa egois yang membuatku sadar bahwa aku begitu durhaka tak pernah menghargai pengorbanan yang ia lakukan. Aku memeluk ibu dan berjanji dalam hatiku ketika ia sembuh, aku akan membahagiakan dia dengan cara apapun. Ibu tidak semakin baik dari hari ke hari. Sampai akhirnya, ia meninggal malam setelah memelukku. Aku menangis kehilangan ibu dalam hidupku. Dokter mengatakan ibu tidak mengalami hal baik setelah mendonorkan satu ginjalnya. Hal yang membuatku begitu pilu dan sedih, ibu melakukan semua itu untuk membuat hidupku terus ada. Ia rela menjual ginjalnya agar hutang ayah terlunasi. Agar masa depanku terjamin dengan uang donor itu tapi ia sendiri harus pergi dengan keadaan tanpa pernah melihatku dewasa seperti impiannya. Hal terakhir yang ia katakan padaku, membuatku begitu berat untuk melupakan semua kebaikannya. “ bagaimanapun ibu marah padamu, kemarahan ibu adalah kasih sayang. Tidak ada ibu yang akan marah tanpa alasan kepada anaknya. Kelak ketika kamu menjadi ibu,kamu akan mengerti, ibu di dunia manapun selalu ingin anaknya bahagia. Walau dengan kemarahan caranya..” Andai saja ada penyesalan dan waktu yang berulang, aku tidak akan pernah melakukan kebodohan terbesar dalam hidupku menyia-yiakan pengorbanan ibu. Tapi waktu adalah tempat yang kejam bagi mereka yang tidak pernah bisa menghargainya, seperti aku yang hanya bisa menangis menatap waktu-waktu indah yang seharusnya aku gunakan bersama ibu tapi kini hanya bisa terkenang dalam kenangan. Semoga kisah ini bisa mengajarkan kita untuk mengerti Kasih ibu mungkin tidak akan sempurna bagi hidup kita. Tapi kasih ibu adalah kasih tanpa balasan yang tidak akan pernah tergantikan dengan kesempurnaan hidup apapun di dunia ini. tamat |
| Isandy Al WayzsMarter www.hayalantingkattinggi.com bangun+rumah 's link |
| Fanfiction bangun+rumah 's link Lost in EXO Planet [Part.6] Author : Hanna a.k.a Jo Richan a.k.a @sexyoungmin Genre : romance, friendship, fantasy, comedy 0,1% *maybe ._.v* Cast : EXO members, Park Richan [OC] Other Cast : find it ^^ Rating : Teen Happy reading~ Part.6 : Lost In a Forest?! Richan dan yang lainnya segera berlajan menuju satu-satunya hutan bang berada di planet EXO, dan letaknya cukup jauh. Karena itu mereka jarang sekali ke hutan, biasanya bereka kehutan hanya untuk mencari buah-buahan atau tanaman. Setelah kira-kira 25 menit berjalan, akhirnya mereka sampai di depan hutan. Tanpa ragu, mereka semua pun masuk kedalam hutan. Baru sekitar 5 menit berjalan di dalam hutan, mereka melihat seekor burung berwarna emas menghampiri mereka. ‘apa tujuan kalian datang ke hutan ini?’tanya burung itu “woah, burung itu bisa berbicara!”ujar Chanyeol kagum melihat burung ajaib itu berbicara. Baekhyun pun memukul lengan Chanyeol pelan. “kalau burung itu tidak bisa berbicara, untuk apa ia disebut burung ajaib?”ujar Baekhyun “emm.. Kau benar..”jawab Chanyeol “woah! Burung itu bisa terbang!”ujar Sehun kagum *oke, Sehun ga mungkin kayak gini, skip this XP* “kami datang mencari buah Torvert.”jelas Richan ‘untuk apa kalian mencari buah langka itu?’ Tanya burung itu lagi “kami ingin menjadikan gadis ini sebagai putri planet EXO, dan salah satu syaratnya adalah memakan buah Trovert itu. Maukah kau membantu kami mencari buah tersebut?”jelas Lu Han ‘alasan yang bagus untuk mencari buah itu. Kalau begitu, kalian semua ikuti aku.’Burung itupun kemudian terbang menuju suatu tempat, mereka semuapun mengikuti burung ajaib itu. Semakin lama, mereka semakin masuk kedalam hutan, keadaan hutan begitu gelap, dingin dan lembab. Lu Han yang berjalan disamping Richan melihat ekspresi Richan yang terlihat ‘takut’. “apa kau takut?”Tanya Lu Han Richan menoleh, “emm… sedikit…”jawabnya Lu Han pun mengenggam tangan Richan dan ia dapat merasakan bahwa Richan gemetar. “tidak perlu takut, aku ada disampingmu.”bisik Lu Han yang membuat Richan merasa lebih tenang. Richan pun menoleh pada Lu Han yang tersenyum manis padanya. Richan pun membalas senyuman itu. “terimakasih..”ujarnya pelan. Tak lama kemudian burung ajaib itu berhenti terbang dan hinggap disebuah pohon. ‘inilah pohon buah Trovert.’ Suho mendekati pohon tersebut. ‘yang boleh memetik buah Trovert ini hanyalah calon putri planet EXO saja.’jelas burung ajaib itu. Richan pun mulai berjalan mendekati pohon tersebut kemudian memetik sebuah buah Trovert. Richan memandangi buah itu sejenak. “apa aku boleh memakannya sekarang?”Tanya Richan. ‘silahkan…’ujar burung ajaib itu. Perlahan Richan memasukkan buah Trovert kedalam mulutnya, kemudian menelannya. Richan terdiam sejenak. “ba-bagaimana?”Tanya Chanyeol Richan masih terdiam. “uhukk uhukk uhukk.”tiba-tiba saja Richan terbatuk tanpa sebab. “Richan? Apa kau baik-baik saja?”Tanya Tao khawatir lalu menghampiri Richan yang masih terbatuk. Setelah beberapa lama kemudian, Richan berhenti terbatuk. Di tangannya tiba-tiba terdapat sebuah mutiara berwarna emas. ‘itu adalah Trovert pearl.’ujar burung ajaib itu. ‘Trovert pearl akan muncul jika kau telah memakan buah Trovert. Itu tandanya kau sudah memenuhi syarat pertama menjadi putri planet EXO.’jelasnya Trovert pearl yang berada di tangan Richan tiba-tiba memancarkan sinar yang menyilaukan. Setelah sinar itu hilang, Trovert pearl itu juga ikut hilang. ‘Trovert pearl itu sekarang berada didalam dirimu. Kaulah putri planet EXO dimasa depan. Kau sudah maju, kau tidak dapat mundur lagi sekarang.’jelas burung ajaib itu kemudian pergi. “wah~ selamat ya Richan!”ujar yang lainnya pada Richan, Richan pun tersenyum. “hey..”panggil Sehun “ada apa Sehun?”Tanya Kai “kalian… tau jalan pulang? Burung itu kan sudah pergi…”tanya Sehun “a-ah… Sehun benar! Bagaimana caranya kita kembali tanpa burung itu?”timpal Baekhyun “iya benar!”ujar Tao “aah aku tidak ingat jalan pulang!”timpal Chanyeol Keadaan mendadak menjadi panik. “hey! Kalian! Tidak perlu panik! Kita pasti bisa menemukan jalan keluarnya, kita hanya perlu bergerak cepat sebelum hari mulai gelap.”ujar Kris menenangkan keadaan “Kris gege benar!”ujar Chen “kalau begitu, tunggu apa lagi? Ayo kita mulai sekarang!”ajak Xiumin “ayoayo~”jawab Lu Han, Dio dan Lay Mereka semuapun mulai berjalan mencari jalan pulang. -___________-___________-__________- Hari sudah mulai gelap, namun mereka masih berada di dalam hutan dan belum berhasil menemukan jalan pulang. Sebagian dari mereka juga sudah merasa lelah. Keadaan hutan sangat gelap dan dingin. Richan yang berjalan di paling belakang tiba-tiba berhenti. Ia menoleh kearah kanannya. Lu Han yang berada di depan Richan pun ikut berhenti. “ada apa?”Tanya Lu Han Richan menunjuk ke arah kanannya, Lu Han pun melihat kearah yang ditunjukkan Richan. Lu Han terdiam sejenak. Lalu menelan ludahnya sendiri. “Richan, apa kau memikirkan hal yang sama dengan yang kupikirkan?”Tanya Lu Han “kalau yang kau pikirkan adalah ‘jalan pulang’ itu berarti aku memikirkan hal yang sama denganmu.”jawab Richan “Hey! Lu Han hyung! Richan! sedang apa kalian?”Tanya Dio penasaran, Dio pun menghampiri mereka berdua. “apa yang kalian…” Belum selesai Dio menyelesaikan perkataannya, ia melihat kearah yang Lu Han dan Richan lihat, dan Dio pun melihat apa yang sedang dilihat oleh Lu Han dan Richan. Lay menoleh kebelakang, melihat Dio, Lu Han dan Richan yang terdiam memperhatikan sesuatu. Ia pun menepuk pundak Xiumin dan menunjuk kearah Dio Lu Han dan Richan. “sedang apa mereka?”Tanya Xiumin “entahlah…”jawab Lay “hey, hey, semuanya! Coba lihat mereka bertiga!”ujar Xiumin pada yang lainnya “sedang apa mereka?”Tanya Chen “lebih baik kita hampiri mereka.”ujar Suho dan langsung berjalan menghampiri Dio, Lu Han dan Richan. Yang lainnya pun mengikuti Suho. Dio, Lu Han dan Richan menyadari bahwa yang lainnya sedang menghampiri mereka. “hey kalian, lihat itu!”ujar Lu Han sambil menunjuk ke arah ia melihat. Seluruh perhatian tertuju pada arah yang ditunjuk Lu Han. “wah! Jalan keluar!”ujar Tao “sudah mulai gelap, tunggu apa lagi?! Ayo!”ujar Suho. Sebuah sinar terang tanda jalan keluar pun menjadi tujuan mereka sekarang, mereka berjalan bersama-sama menuju sinar tersebut dan berharap bahwa itu adalah jalan keluar dari hutan tersebut. Semakin dekat mereka dengan sinar tersebut, sinar itu terasa semakin terang. Dan akhirnya, mereka semua sampai di depan sinar terang tersebut. Di depan mereka terlihat sebuah…. Air terjun. “air terjun?”gumam Tao dan Sehun “yang penting kita sudah tidak terjebak di dalam hutan lagi!”ujar Kai “sepertinya aku kenal air terjun ini…”gumam Lay “apa katamu Lay? Kau mengenal air terjun ini?”Tanya Chen dan Xiumin “Kris gege, kita pernah kesini sebelumnya! Kau ingat?”ujar Lay pada Kris, mengabaikan pertanyaan Chen dan Xiumin. Kris terdiam sejenak, berusaha mengingat-ingat kembali. “ah iya! Aku ingat air terjun ini!”ujar Kris. “ini tidak terlalu jauh dari rumah!”lanjutnya “benarkah?”Tanya Baekhyun “kalau gitu ayo cepat kita pulang! Aku lapar!”ujar Chanyeol “aku juga lapar.”timpal Kai “ayo, aku ingat jalannya. Ikuti aku.”ujar Kris Mereka pun mulai berjalan mengikuti Kris. Setelah sekitar 10 menit berjalan, akhirnya mereka sampai di depan rumah mereka. Keadaan langit sudah sangat gelap. Berbeda jauh dengan keadaan langit ketika mereka berangkat ke hutan. Tanpa menunggu lagi, mereka semua masuk kedalam rumah untuk beristirahat. “Dio~ aku lapaaarr~ buatkan aku sesuatu yang bisa dimakan!”ujar Kai sambil merangkul Dio “aku juga lapar Kai. Yang lainnya juga pasti lapar. Aku akan memasak.”jawab Dio lalu melepaskan rangkulan tangan Kai dari bahu nya kemudian menuju dapur untuk memasak. Richan masuk ke dalam kamarnya. Tak lupa menutup pintunya ketika ia telah berada di dalam kamarnya. Ia menaruh topi nya di meja kecil yang berada di kamarnya tersebut. Ia pun kemudian membaringkan tubuhnya di kasur empuk miliknya. Ini pertama kalinya ia merasa begitu lelah. Richan memejamkan matanya untuk beristirahat sampai waktu makan malam tiba. Setelah beberapa lama kemudian, Dio selesai membuat makan malam dan memanggil yang lainnya untuk berkumpul di ruang makan dan makan bersama. Setelah 12 orang telah berkumpul di ruang makan, mereka menyadari ada satu orang yang kurang dan orang itu adalah Richan. “tadi aku melihatnya masuk kedalam kamarnya.”ujar Baekhyun “biar aku yang memanggilnya.”ujar Lu Han dan pergi menuju kamar Richan sedangkan yang lainnya menunggu di ruang makan. Lu Han masuk kedalam kamar Richan setelah beberapa kali mengetuk pintu kamar Richan tapi tidak mendapat balasan dari dalam. Lu Han pun melihat Richan yang terbaring di kasurnya sambil memejamkan matanya. “Richan?”panggil Lu Han. Richan masih tetap menutup matanya, tak menjawab panggilan Lu Han. Lu Han mendekati Richan. “sudah waktunya makan malam…”ujar Lu Han. Richan masih tak bergerak. Lu Han makin mendekati Richan, kemudian mengguncangkan tubuh Richan pelan. “dia tertidur…”gumam Lu Han sambil tersenyum. Lu Han pun memakaikan selimut pada tubuh Richan. Ia pun kemudian keluar dari kamar Richan dan menutup pintu kamar Richan dengan perlahan agar tidak menimbulkan suara yang bisa membangunkan Richan. Heran melihat Lu Han yang kembali ke ruang makan sendirian, Xiumin bertanya “dimana Richan?” “mengapa kau hanya sendirian hyung?”Tanya Sehun “ia tertidur. Pasti ia kelelahan. Jadi aku biarkan dia beristirahat.”ujar Lu Han. “tapi kalau dia tidak makan ia bisa sakit…”ujar Lay “kalau begitu ia harus sarapan yang banyak besok pagi.”jawab Lu Han “jadi sekarang, siapa yang akan menghabiskan makan malam Richan?”Tanya Dio “aku! Aku saja!”ujar Chanyeol mengusulkan dirinya sendiri “lebih baik aku saja!”ujar Tao “aku duluan!”ujar Chanyeol pada Tao “tapi kau juga sering menghabiskan bagianku!”ujar Tao tak mau kalah dari Chanyeol “sudahlah. Daripada kalian bertengkar, lebih baik bagian Richan untukku saja!”ujar Baekhyun yang duduk ditengah antara Chanyeol dan Tao, ia pun dengan cepat mengambil piring yang berisi bagian makan malam Richan kesamping piringnya. “kau curang Byun Baekhyun!”ujar Chanyeol “kau pernah memakan bagianku Park Chanyeol!”jawab Baekhyun *baca part.1 yang part Chanyeol membantu Dio menghabiskan makanan yang Dio buat :p* “aku tak perah memakan bagianmu Baekhyun hyung.”ujar Tao “tapi dulu kau pernah menjatuhkan bagian makan siangku!”ujar Baekhyun “tapi itu kan dulu sekali!”ujar Tao masih tak mau mengalah “sudahlah kalian semua. Makan saja bagian kalian masing-masing. Bagian Richan biarkanlah untuk Baekhyun.”ujar Kris “ehehehe terimakasih hyung.”ujar Baekhyun berterimakasih pada Kris karena sudah membiarkan bagian Richan untuknya. Dengan ekspresi wajah tidak begitu senang, Chanyeol dan Tao pun memakan bagian mereka masing-masing. -___________-___________-__________- Beberapa saat setelah makan malam, sesuai persetujuan malam ini Baekhyun lah yang tidur dan menjaga Richan di kamar Richan. Baekhyun pun masuk kedalam kamar Richan, membuka dan menutup pintunya dengan perlahan agar Richan yang sedang tidur tidak merasa terganggu dan terbangun. Lalu Baekhyun berbaring di samping Richan dan memakai selimutnya. Ia memandangi Richan yang tertidur dihadapannya sejenak. “aku harap kau menjadi putri planet EXO.”bisiknya sambil tersenyum. Kemudian mulai menutup matanya untuk tidur. -___________-___________-__________- Paginya… Richan membuka matanya perlahan, di hadapannya terlihat Baekhyun yang masih tidur. “jam berapa ini?”gumam Richan lalu melihat kearah jam. “ah sudah pagi… aku pasti ketiduran semalam!”ujarnya lagi. “emmhh…” Baekhyun terbangun karena mendengar suara Richan. “ah, Baekhyun… selamat pagi…”sapa Richan “hmmhh Richan, kau sudah bangun? Ah iya, selamat pagi…”jawab Baekhyun yang masih setengah sadar. “kau terdidur pulas sekali, kau pasti sangat lelah. Oh iya, semalam kau tidak makan, kau pasti lapar kan sekarang?”ujar Baekhyun “hmm.. iya, aku lapar…”jawab Richan Baekhyun bangkit dari kasur dan diikuti oleh Richan. “kalau begitu ayo kita ke ruang makan untuk sarapan.”ajak Baekhyun. Richan pun hanya menyetujuinya dengan sebuah anggukan pelan. Mereka berdua pun segera menuju ruang makan walaupun Dio belum memanggil mereka. “ah, kalian sudah bangun…”ujar Dio begitu melihat Baekhyun dan Richan yang datang ke ruang makan. “sarapannya sudah siap. Aku akan membangunkan yang lainnya dulu.”ujar Dio. Richan dan Baekhyun pun hanya menjawabnya dengan sebuah anggukan. Mereka berduapun duduk bersebalahan. Richan menatap makanannya. “emm… apa bagianku tidak terlalu banyak?”Tanya Richan “semalam kau tidak makan. Jadi kau harus sarapan banyak hari ini.”jawab Baekhyun sambil tersenyum. Richan pun mengangguk mengerti tanpa bertanya lagi. Tak beberapa kemudian, yang lainnya datang ke ruang makan dan duduk di tempat mereka masing-masing. Mereka pun memakan sarapan mereka masing-masing seperti biasanya. Setelah sarapan, Suho meminta semuanya agar jangan dulu meninggalkan ruang makan karena ia ingin mekatakan sesuatu tentang Delight Pearl. “emm.. jadi begini, semalam aku sudah mencari informasi tentang Delight Pearl yang bedara di gua planet ini. Kalian tahu kan di planet EXO ada 3 gua, dan salah satunya adalah tempat dimana adanya Delight Pearl.dan gua yang dimaksud adalah gua Chrysoprase. Letaknya bisa dibilang jauh dari rumah ini. Kalau kita berjalan kaki, kita butuh waktu 2 jam untuk sampai di gua itu.”jelas Suho “Suho hyung, bagaimana ciri-ciri Delight Pearl itu? Mana mungkin kita bisa menemukannya jika tak tahu ciri-cirinya.”Tanya Dio “ciri-cirinya berwarna Kuning seperti buah Lemon, dan seperti mutiara pada umumnya, bentuknya bulat seperti kelereng.”jawab Suho “hanya itu?”Tanya Baekhyun “hmm.. mutiara itu ada di dalam kerang kan?”Tanya Kris “iya. Kerang yang mengandung Delight Pearl berbeda dari yang lainnya, warnanya keemasan.”jawab Suho “baiklah, karena pencarian Delight Pearl pasti akan memakan waktu yang lama, lebih baik kita mulai bersiap-siap sekarang!”ujar Chanyeol. Yang lainnya pun mengangguk dan bersiap-siap untuk melakukan perjalanan yang cukup panjang. Setelah beberapa menit kemudian, akhirnya semuanya telah siap untuk melakukan perjalanan, hari belum terlalu siang sehingga udara masih cukup dingin dan sejuk. “jalannya ke arah sini.”ujar Sehun “kau pernah ke gua Chrysoprase?”Tanya Kai “iyap, aku sudah pernah kesana tapi belum pernah masuk kedalam gua nya kekeke.”jawab Sehun “kapan?”Tanya Tao “emm… 2 tahun yang lalu, waktu kita berkemah dan aku tersesat.”jawab Sehun “itu kan sudah lama, apa kau masih ingat jalannya?”Tanya Lay “hmmm.. sepertinya masih ingat.”jawab Sehun “jawabanmu tidak meyakinkan Sehunnie!”ujar Lu Han “hey kalian semua, tenang saja. Lagi pula jika Sehun lupa jalannya, kita masih memiliki kompas dan peta!”ujar Kris “oh iya…” Bagaimanakah kisah mereka selanjutnya? Apakah mereka berhasil menemukan Delight Pearl ? apakah mereka bisa kembali dengan selamat? Apakah mereka berhasil menjadikan Richan sebagai putri planet EXO? Baca kelanjutan ceritanya! ^^ ……….:::::TBC:::::………. |
Powered by WordPress SEO Tools















