Banner SEO Academy 600x90
  • Desain Rumah Sederhana Untuk Keluarga Kecil Anda

    Posted on March 12, 2012 by in Desain rumah minimalis

    Bila anda ingin mempunyai rumah yang kira-kira cukup anda untuk tinggali bersama-sama dengan calon keluarga anda. maka anda mesti bijak dalam menentukan pilihan dalam hal memilih rumah. karena banyak faktor yang mesti anda perhatikan. antara lain yang pasti dalah masalah dana, kemudian lahan, dan juga faktor desain yang mesti anda pilih dengan hati-hati. karena faktor yang terakhir ini menentukan apakah anda nantinya merasa nyaman atau tidak. oleh karena itu, anda tidak perlu berpikir kalau rumah yang besar akan menjamin kenyamanan anda dan keluarga anda. untuk apa anda menghabiskan banyak uang, kalau akhirnya rumah tersebut tidak memberikan rasa nyaman kepada anda? Maka anda dapat mencoba melirik desain rumah yang sederhana, memang tidak terlalu besar, akan tetapi kenyamanan dan fleksibikitasnya akan membuat anda menjadi betah tinggal didalamnya.

    Sebelumnya anda mesti ketahui dahulu seperti apa itu rumah yang sederhana. Desain Rumah Sederhana memang cocok diperuntukan  bagi Keluarga Kecil Anda. dengan alasan yang cukup mendasar yaitu  sebagaian orang kehidupan sederhana adalah sebuah pilihan . Termasuk dalam hal ini desain rumah, oleh karena itu apabila anda mempunyai prinsip hidup sederhana maka akan sangat cocok bila anda memilih desain rumah ini . selain itu Banyak juga alasan yang lain mengapa orang  memilih desain rumah yang sederhana , bisa jadi karena ingin hidup sederhana walaupun mampu, bisa jadi kerena tenggang rasa dengan sekitarnya, bisa jadi karena budget yang sederhana .

    Berikut gambar desain rumah type sederhana untuk keluarga dengan 2 anak, 1 mobil, 1 kamar tamu, tanpa pembantu yang bisa menjadi inspirasi dan referensi anda . semoga hal informasi ini dapat membantu anda dalam hal memilih desain rumah.

    rumah minimalis
    rumah minimalis modern
    desain rumah minimalis

    Desain Rumah Sederhana Untuk Keluarga Kecil Anda. Bagi sebagaian orang kehidupan sederhana adalah sebuah pilihan . Termasuk dalam hal ini desain rumah . Banyak alasan memilih desain rumah yang sederhana , bisa jadi karena ingin hidup sederhana walaupun mampu, bisa jadi kerena tenggang rasa dengan sekitarnya, bisa jadi karena budget yang sederhana .

    Berikut gambar desain rumah type sederhana untuk keluarga dengan 2 anak, 1 mobil, 1 kamar tamu, tanpa pembantu yang bisa menjadi inspirasi dan referensi anda .

    Incoming search terms:

    rumah sederhana minimalis 2012 (43);
  • rumah mungil sederhana (21);desain rumah modern 2012 (21);denah rumah bertingkat sederhana (20);desain rumah kecil sederhana (19);menghabiskan biaya berapa untuk pembangunan rumah type 90 (15);tipe rumah minimalis sederhana (11);desain rumah sehat sederhana (11);rumah minimalis 8x12 (7);gambar rumah sederhana type 22/72 (7);desain rumah minimalis 8x12 (4);sketsa rumah minimalis 1 lantai sederhana (4);jenis rumah sederhana (4);Model rumah 8x12 (4);desain denah rumah bertingkat (4);denah rumah type 22 72 (3);biaya buat rumah sederhana 3 kamar 6×11 (3);denah rumah 8x12 (3);contoh desain rumah sederhana sehat (3);rumah sederhana 8x12 (3);dapur cantik sederhana minimalis (3);sket rumah kecil sederhana biaya murah (3);biaya membuat rumah sederhana (3);desain gambar rumah minimalis type 22/72 (3);gambar rumah kecil sederhana (3);perlu biaya berapa untuk membuat dapur sederhana (2);model rumah sederhana dan murah (2);desain rumah 8x12 (2);denah 8x12 sederhana (2);rumah kecil untuk keluarga besar (2);denah rumah sederhana 9 x 11 3 kamar tidur (2);denah rumah sederhana 3 kamar tidur lengkap (2);gambar rumah type 8x12 (2);desain rumah minimalis kecil sederhana (2);denah rumah minimalis 3 kamar tidur 8x12 (2);desain rumah minimalis modern couple (2);gambar tipe rumah sederhana dan sehat (2);denah rumah kontrakan sederhana (2);denah rumah coupel minimalis (2);dana buat rumah minimalis (2);denah rumah 3 kamar 8x12 (2);cara membuat denah rumah jepang (2);design model rumah (2);design rumah type 36/90 2lantai (2);biaya buat rumah sederhana (2);gambar bentuk rumah sederhana dua ar (2);berapa harga desain dapur mungil (2);biaya bikin rumah sederhana (2);sketsa rumah couple (2);rumah tipe 8x12 (2);cdh menikah karena dijodohkan dgan bisma (2);sketsa rumah 8X12 dua lantai (2);Tife rmh minimalis 3kmr yg sederhana (2);tipe rumah kecil dan biaya pembuatannya (2);Contoh gambar rumah sederhana dan total biaya pembuatannya (2);contoh sketsa rumah type 36 bertingkat (2);denah dapur sederhana (2);harga membangun rumah minimalis 2 lantai type 90 (1);Gambar rumah kecil bertingkat (1);gambar perumahan 2 coupel (1);gambar rumah 3 kamar modern tak bertingkat (1);gambar rumah bertingkat 2 yang sederhana and mungil (1);gambar rumah couple jadi satu (1);gambar rumah kecil mungil biaya nya murah (1);gambar rumah sederhana dan sehat (1);gambar rumah sangat sederhana dua kamar (1);gambar rumah minimalis type 36 modern couple 2 (1);gambar sketsa rumah na (1);gambar rumah tipe 8x12; (1);gambar tipe perumahan modern sederhana (1);Gambar Rumah minimalis sederhana tanpa coran (1);gambara desain rumah minimalis tipe 36 copel (1);gambar rumah keluarga kecil (1);gmbr rumh 3 kmr yg murah dsn sderhana (1);gmbr2 rumah copel (1);kalau mau bangun rumah bertingkat biaya nyy hbis brpa ? (1);kontraktor renovasi rumah jakarta sederhana murah (1);rumah minimalis senderhana (1);rumah minimalis type 36 couple (1);rumah rs type 36 (1);rumah sederhana tidak bertingkat (1);rumah tipe72 skala1:100 com (1);sketsa 8x12 sederhana (1);Sketsa bangunan rumah (1);sketsa design rumah minimalis 8x12 (1);sketsa model rumah untuk keluarga 2 anak (1);sketsa rumah sederhana minimalis (1);sketsa sehat 3 kamar (1);tante tante umur sekitar 50 tahun keatas di panti pijit di Jakarta (1);tipe rumah 45 untuk 8x12 (1);tipe rumah sederhana 8x12 (1);rumah minimalis sedehana (1);rumah minimalis dan sederhana (1);membangun rumah murah tiga kamar (1);Model model bentuk rumah sederhana dan murah (1);Model rumah copel sederhana (1);model rumah coupel (1);Model rumah murah sehat utk kluarga besar (1);model rumah sederhana di california (1);model rumah type 8x12 (1);perumahan tipe 47 bertingkat (1);poto rumah sederhana belum jadi (1);poto rumah yg kecil sederhana dan biaya (1);referensi bentuk denah rumah type 63 (1);renovasi rumah type 45 jd bertingkat (1);rumah 8x12 (1);rumah couple type36 (1);Type skate rumah 8x12 (1);gambar desain renovasi rumah type 36 jadi 45 (1);bangun rumah 8x12 sederhana minimalis (1);contoh denah renopasi rumah type 22/72 (1);contoh desain rmh yang sederhana dan murah biayanaya (1);contoh krangka rumah tidak bertingkat 8x12 (1);contoh rumah 8x12 desain (1);contoh rumah bertingkat 8x12 (1);contoh rumah sangat sederhana (1);contoh rumah sunda dengan sentuhan luar negeri sederhana (1);contoh rumah untuk keluarga kecil (1);cs@renovasi-rumah com (1);dana pembuatan rumah tipe 72 (1);Denah dan biaya rumah sederhana (1);13 denah rumah sederhana 2013 (1);Denah rmh sederhana 8x12 kamar 3 (1);denah rumah 2 lantai type 100 (1);denah rumah 36 skala 1 100 (1);denah rumah keluarga kecil murah (1);cara membuat panah ikan sederhana (1);Biaya satu buah rmh sederhana modern (1);Bangun rumah sederhana murah (1);bentuk rumah couple (1);bentuk rumah minimalis 9 x 10 (1);Bentuk Rumah minimalis olga saputra (1);berapa biaya bangun rumah minimalis sederhana (1);berapa biaya pembuatan kamar kecil (1);berapa biaya pembuatan rumah sederhana minimals (1);berapa kah biaya bangun rumah kecil (1);berapa kekeyaan olga saputra (1);berapa kira kira biaya pembuatan dapur sederhana minimalis (1);berapakah dana untuk bangun rumah minimalis sederhana (1);besar mana biaya yang keluar renovasi atau bangun rumah? (1);bgmn desain merenovasi menambah kamar utk type 36/90 (1);biaya buat rumah couple minimalis (1);biaya pembuatan rumah sangat sederhan berapa? (1);biaya renovasi rumah type 36 jadi type 72 (1);denah rumah minimalis 3 kamar 8x12 (1);denah rumah minimalis tipe 36 couple (1);denah rumah mungil 8x12 (1);desain rumah sederhana couple (1);desain rumah sederhana dengan biaya murah (1);desain rumah sederhana minimalis 2012 (1);desain rumah type 22/72 (1);desain rumah type 36/90 lantai ii (1);desain rumahtype8x12 (1);desainrumah type 22/72 (1);DESIGN KAMAR MANDI SEDERHANA UNTUK RUMAH SEDERHANA (1);design kitchen sederhana (1);design rumah untuk lahan 72 (1);disain rumah sederhana 8x12 (1);disain rumah sederhana satu lantai (1);gambar bentuk rumah paling sederhana dan murah (1);gambar dan denah rumah minimalis 2 kamar menghabiskan dana berapa? (1);gambar deain rumah sederhana 36 (1);gambar denah rumah 8x12 2 kamar tidur (1);Desain rumah sederhana 8x12 (1);desain rumah model minimalis (1);denah rumah sedarhana 8 x 12 (1);denah rumah sederhana 4 kamar tidur 8 x 12 (1);denah rumah sederhana dan biaya pembuatan (1);denah rumah tiga kamar tidur tipe 90 (1);desain motif rumah minimalis modern sederhana biaya dikit (1);desain perumahan minimalis sederhana (1);desain rumah 12 x 18 dengan 4 kamar (1);desain rumah 72 3 kamar tidur (1);desain rumah di lahan kecil rumah sederhana (1);desain rumah kecil sederhana butuh uang berapa (1);desain rumah minimalis 2 lantai 8x12 (1);desain rumah minimalis 3 kamar bertingkat lahan kecil (1);desain rumah minimalis kecil (1);desain rumah minimalis type 22 tanah 72 2 lantai (1);desain rumah minimalis type 27 (1);desain rumah minimalis type 36 coople (1);gambar denah rumah modern minimalis kamar 3 8x12 type 45 (1);

    Twitter

    nazihaaaa Mon, 20 May 2013 05:41:16 +0000
    harini dduk rumah bangun makan tengok youtube pergi klinik pergi kedai makan baring tengok youtube online begitulah untuk seterusnya ~ haha
    rakakilbeth Mon, 20 May 2013 05:40:40 +0000
    baru bangun tidur terus keluar rumah mau beli makanan
    meinaddicted Mon, 20 May 2013 05:38:06 +0000
    RT @Pocong_TL: Pak @aburizalbakrie tolong bayarin tanah belakang rumah pak.. Buat bangun kandang guguk tar ane kasih anakan huskey deh..
    meinaddicted Mon, 20 May 2013 05:38:02 +0000
    Ksh lumpur aja pak RT @Pocong_TL Pak @aburizalbakrie tolong bayarin tanah belakang rumah pak.. Buat bangun kandang guguk tar ane kasih
    myuts Mon, 20 May 2013 05:37:23 +0000
    blognya #penting RT @nikeprima: sebelum beli/bangun rumah tinggal, penting nih buat tau ini http://t.co/n8Fp8mqRSK
    AzahAwesome Mon, 20 May 2013 05:37:05 +0000
    nice, bangun bangun je rumah kosong. semua org tk ada. haih. semua life masing masing.
    Pocong_TL Mon, 20 May 2013 05:36:46 +0000
    Pak @aburizalbakrie tolong bayarin tanah belakang rumah pak.. Buat bangun kandang guguk tar ane kasih anakan huskey deh..
    dellooow Mon, 20 May 2013 05:36:09 +0000
    Bangun tidur aku bingung tiba2 menangis, mimpi telah tiada. Ingat papah diSolo semoga baik2 saja dan pulang dengan selamat sampai rumah. x')
    paezrozali Mon, 20 May 2013 05:35:45 +0000
    Takboleh tahan dah, fared aku nak sambung tidur, jupg pandai2 la dtg serang rumah aku suruh aku bangun.
    dytadytaa Mon, 20 May 2013 05:35:28 +0000
    Apatuh klewang? RT @andishityo: Awas ada Klewang dit RT @dytadytaa: Dr bangun tidur sampe skarang mama belom pulang juga, gileee ini rumah
    franchiskafika Mon, 20 May 2013 05:35:27 +0000
    Karna bangun rumah yg baru gk jd dan buat mood ibu jd jelek -_-
    farieyzool Mon, 20 May 2013 05:34:46 +0000
    Yaya, aku tidur tadi sebab ngantuk la bangun awal!! Pastu buat kerja rumah lagi!! Penat!! So tidur la.:)
    ShiraSeraa Mon, 20 May 2013 05:33:22 +0000
    @Oh_wiwii pukul berapa? kalau aku tak keluar aku pergi rumah kau okay? sorry baru bangun hahahaha
    nikeprima Mon, 20 May 2013 05:32:42 +0000
    katanya Jakarta itu memang selalu banjir dr jaman Belanda..jd nanti kalo suatu saat bangun rumah, mendingan bikin rumah yang tinggi aja ah
    azisknucklehead Mon, 20 May 2013 05:32:33 +0000
    Lu bom klewang nya "@andishityo: Awas ada Klewang dit RT @dytadytaa: Dr bangun tidur sampe skarang mama belom pulang juga, gileee ini rumah

    Videos

    Facebook

    Ghazali Ali
    Ghazali Ali shared Koran FB's photo.

    bangun+rumah 's image link
    Fansbase Bismaniac Charismatic


    bangun+rumah 's link
    Maaf ya ngaret.. Sebenarnya mau saya stop, tapi gak jadi. Hehe :D *** dokter sudah membolehkan dicky untuk pulang hari ini. "Yee.. Aku pulang"ucap dicky kegirangan "alhamdulillah dik, kamu udah boleh pulang"ucapmu "yaudah yuk kita langsung pulang"ajak dicky. Kamu mengangguk. Kamu mendorong kursi roda dicky. Dicky masih harus menggunakan kursi roda karna dokter belum membolehkannya berjalan sendiri. "(namamu) kamu mau kan tinggal dirumah aku"pinta dicky "emm.. Tapi kan aku punya rumah, dan ibuku.."ucapanmu terpotong "tenang aja.. Ibu kamu juga akan tinggal dirumah aku. Sebentar lagi rumah aku akan jadi rumah kamu juga"dicky. Kamu hanya tersenyum. "Rafael"lirihmu. Kamu mengingat sosok rafael "kenapa (namamu)?"tanya dicky "enggak kok dik"kamu "kamu mau pamitan sama rafael? Gapapa, aku tunggu dimobil aja"dicky. Kamu membantu dicky untuk masuk kedalam mobil. Kamu masih berdiri disamping mobil sambil mengamati rumah sakit yang akan kamu tinggalkan. Begitu juga dg rafael, teman barumu. "(namamu) ayo"dicky "I..iya dik"ucapmu lalu ikut masuk kedalam mobil "Selamat tinggal teman.. Semoga tuhan memberkatimu dan kamu segera mendapatkan donor hati itu. Aku akan kembali"BATINmu Beberapa menit kemudian, kamu dan dicky sudah sampai dirumah mewah dicky. Orang tua dicky menyambut kalian, dan p.supir membantu membawakan barang-barang dicky "Rumahku.. Aku kangen banget"ucap dicky yang merasa sangat rindu dg rumahnya sendiri. Dicky ingin kekamarnya, kamu mendorong nya hingga kekamar. Kamu membantu dicky duduk diranjangnya "kamar kamu bagus ya dik"ucapmu mengamati kamar dicky "sebentar lagi kamar ini akan jadi kamar kamu juga"ucap dicky. Kamu menolehnya "Kenapa?"dicky "enggak kok"kamu 2 Hari telah berlalu, dua hari yang hanya digunakan untuk persiapan pernikahanmu dg dicky. Dicky yang menginginkan pernikahannya dipercepat. Kamu tidak bisa menolak, dan orangtua dicky hanya menuruti. Dicky juga sudah sembuh total "siapa lagi ya yang belum dikasih undangannya"dicky "Kayanya udah semua deh. Udah banyak banget. Dari temen-temen kamu, temen aku, temen orang tua kamu. Uh banyak banget dik"ucapmu "Hehe.. Iya gapapa. Kan lebih banyak lebih baik"dicky "iya deh terserah kamu aja"ucapmu pasrah "Dik, kayanya ada yang kurang deh"ucapmu "apa?"dicky "rafaell.. Iya, kita harus ngundang rafael"katamu "Oke.. Kita kerumah sakit sekrang"dicky Kamu dan dicky sudah dirumah sakit untuk menemui rafael. Kalian sudah sampai dikamar rawat Rafael. Kamu dan dicky masuk keruangan itu. Dan disana sedang ada pasien yang sedang tidur dg tbuhnya ditutup dg selimut rumah sakit "Raff..rafael bangun, kamu masih ingat sama aku kan?"ucapmu sedikit menggoyah-goyahkan tubuh pasien itu "Dia lagi tidur sayang.. Jangan ganggu"ucap dicky memanggilmu dg kata sayang "tapi aku harus kasih ini dicky"kamu "Raff.."ucapmu terpotong ketika pasien itu bangun dan......... Dan..dan.. Tunggu dipart selanjutnya!! -feghy
    Kaufik Anril

    bangun+rumah 's video link
    WARGA SERAKAH..udah tau bukan punya sendiri kok masih ngeluarin duit bnyk untuk BISNIS PRIBADI.. EMANG TANAH PUNYA NENEKNYA TUCH...
    Rhatu Cirbhyt'alevers


    bangun+rumah 's link
    ♧♍õƦϞΐϞƍ♧♧ Ɣªήğ cerah mengawali ku hari Ȋ̝̊ηȋ̝̊, suatu hari Ɣªήğ begitu cerah secerah hati ku. Aku bangun dan membuka jendela kamarku aku melihat ke arah luar kamar ku, angin Ɣªήğ sepoi-sepoi menyentuh wajah ku dgn kicauan burung-burung Ɣªήğ terdengar ϑ¡ telinga ku. Aku siap2 untuk mandi, hari Ȋ̝̊ηȋ̝̊ aku akan pergi sekolah, entah kenapa persaan ku tidak enak pada hari ɪ̣̇tǜ, aku tidak menghiraukannya, mungkin ɪ̣̇tǜ perasaan ku saja. "Ibu, ratu pergi sekolah dulu bu." Ucapku sambil memcium kedua tangan ibu ku."Iya. Hati-hati yah ϑ¡ jalan." Jawab ibu ƪäǥȉ."Iyah ibu. Assalamualaikum" ucap ku ƪäǥȉ . Sambil berjalan keluar rumah,"waalaikum salam." Jawab ibu sambil melambai-lambaikan tangannya. Pukul 07:00 aku sampai ϑ¡ sekolah, aki masuk ke kelas dan menyapa teman-teman ku Ɣªήğ berada ϑ¡ kelas, aku masuk dan siap utk menuntut ilmu. Pukul 09:15, saat nya murid-murid utk istrahat aku keluar kelas utk membeli makanan Ɣªήğ bisa mengisi perut ku, setelah ɪ̣̇tǜ aku pergi ke kelas dan bercanda-canda dgn teman-teman ku. Bel pun berbunyi, pukul 10:15 saat murid-murid pulang, entah kenapa hari Ȋ̝̊ηȋ̝̊ pulang'y cepat, aku berjalan keluar kelas dan segera pulang. Aku sampai ϑ¡ rumah, ϑ¡ rumah aku melihat orang2 banyak Ɣªήğ memdatangi rumah ku, aku melihat bapak ku Ɣªήğ dalam keadaan sekarat, aku sedih malihat ɪ̣̇tǜ, aku tidak menyangka jika bapak ku pergi utk selamanya. Entaj kenapa air mata ku menetes dan tak tertahan kan aku menangis dan tidak kuat menahan'y."Ratu Ɣªήğ sabar yah." Ucap kakak ku sambil mengelus2 rambut ku. Aku hanya menundukkan kepala ku dan tidak mengeluarkan satu kata pun. Pulul 11:00, bapak ku menghembuskan nafas terakhir'y aku menangis dan terus menangis aku tidak menyangka kalau aku akan kehilangan bapak ku.
    Muhammad Aryanda


    bangun+rumah 's link
    Dear Diary ! Di tulis 19 May 2013 , Pukul 00.12 Sebenarnya setelah gue pikir pikir ini itu bukan DIARY -__- MASA diary di baca orang, gila kan ? Yasudahlah yang penting ini tempat curhat gue dan suka suka gue, sebenernya gue mau tulis apa juga bingung (?) soalnay kehidupan gue sengsara mulu yeee -__- #Canda. Gue gak tau deh kejadiannya tanggal berapa ! pokoknya Ifeeeel liat kakak gue, orang lagi tidur dia banguni, banguninya gak nyante banget sampe narik narik kaki gue. 10 menitan gue tahan dibegitupun, gak lama gue bangun. "Apa?" Gue nanya setengah sadar. "Password twitter kakak apa dek?"JLEB!, Banguni orang kayak ada kebakaran tapi yang ditanya Pass Twitter. Gue sabar aja cuma gue kasih satu tonyoran bantal guling kebadan dia, terus gue kasih tau Password twitter dia. Gue balik tidur, padahal udah jam 6 lewat, Pagi yee bukan Sore. Waktu mau pejemi mata, ada handphone disamping gue.. Yang gue pikirin cuma. "Iqbaal ? on kagak ya?" Itu doang,Akhirnya saya buka twitter Brrllbbb. Sekali liat TL udah rame mention mention modus + Gaje untuk @AlvaroMaldini1. Etdah ternyata Aldi yang Online. Gue sih biasa aja gak ngotot banget mention aldi , orang dia bukan Idola gue -___-. Isi mention gue begini nih " @AlvaroMaldini1 Al sumpah dah,dari pertama gue follow lo, belum pernah dapet bls atu pun" Wkwkwkwk gue spam sampe 30 X. Gue udah yakin udah kagak dibls, soalnya mau ngetweet ke yang 31, aldi lagi bls punya comate lain. Dari pada Tweet gue jadi banyak, mending gue liat TL aldi, liat liat siapa gue yang dibls. Waktu gue kunjungi TL Aldi ada tulisan begini nih. @AlvaroMaldini1: "Hallo @Aryaandaa: Al sumpah dah dari pertama gue Follow lo, gue belum prnh dibls atu pun" BKAKAKAK! Ekpresi gue biasa aja, tapi ketawa gue gede banget -__- anehnya gue mention 30X yang dibls No. 2 -____- Banyak banget mention ke gue setelah itu, Minta follbak, mnt dibantuin bls mention Aldi -__- . Akhirnya Aldi menjadi MCJR ketiga yang bls mention sayaa -__- 1. Bastian 2. Iqbaal 3. Aldi 4. ???? TeukuRyzki Pastinya. Bastian mah sekali, Kalau Iqbaal 2X, hehehe makanya gue betah jadi soniQ. Kalau di Inbox Fb Iqbaal dan Fbnya super duper real, gue mah sering Inbox dia walaupun blsnya sekali sekali. Kalau di Fb selain Iqbaal yang sering bls, Aldi juga tapi fb Aldi sekang udah keblockir gak tau kenapa, Padahal waktu itu Link fbnya ada Di FanPage Realnya. Malamnya atau malam sekalinya itu, gue liat celine Online udah tengah malam, Gue mikir aja, kan gue udah di follback, siapa tau celine baca gitu mention gue kedia. Gue mention dah 1X dan gak perlu nunggu lama Celine udah bls , Hehehe. @celine_swittins:Berapa ya ? Lupa nih :D""@Aryaandaa: @Celine_SwittinS CELINEE BRAPA TAHUN GAK BLS DM SAMA MENTION -___-"" Ngomong" Soal swittins gue mah heran sama sih Tasya, Gue itu kagak ada minta follback, tapi kok dia tiba tiba ngefollow gue ? hahaha aneh, tapi syukur lah. *** Ini soal postingan "She's Strong" Part 16. Guekan Post-nya itu jam 16:45+ dah, gue tau juga lupa waktu. habis ngepost gue langsung tidur, capek banget padahal cerbungnya juga gak panjang, tapi otak gue terkuras seperti air sumur yang diambil oleh beribu ribu masyarakat. #Hedeh. Gue itu bangun jaaaammmm.... *MikirKeras 18:30 kayak gitu lah, gue gak solat orang rumah kagak ada yang banguni gue, gue juga belom mandi. Setelah gue mandi, gue kan tau ini harus ngepost yang ketiga, buru buru dah ngetik ... Lagi lagi mikir keras gara gara waktu udah mampet banget, gue ketik apa aja yang lewat di otak gue, jam 7 lewat udah siap, langsung ngepost dah, kalau ada yang bully maklum aje, orang gue bikinnya kayak orang dikejer 1000 anjing. Yang gue seneng sekarang asala Post cerbung yang like udah 1000+ yeyeyeye Alhamdulillah... wkwkwk. Soal nama gue itu gini loh. gue kan lahir 28 April 99, Bagi yang sebaya manggilnya "Nda" Aje kalau yang misalkan dibawah gue manggilnya "Kak Ari atau apalah" Jangan Kak Nda -..- itu maha "nda" nama diakhir doang biar yang sebaya kesannya lebih akrab gitu. Udah ye, ngantuk gua,,mau tidur..  
    Stories Called FanFiction (SCF)


    bangun+rumah 's link
    The Hurricane    Hanind © 2013   ∞             Kau sudah bangun? Jangan lupa untuk sarapan sebelum berangkat kerja. Semalam ibu          menonton ramalan cuaca di teve. Bawalah payung atau mantel, hari     ini sepertinya hujan         akan turun. Jaga kesehatanmu, jangan sampai terkena flu.               Danji  baru selesai berpakaian dan merapikan ikatan rambutnya saat pesan tersebut masuk. Dari ibunya.  Ia menulis balasan cepat, lantas melesakkan ponselnya ke dalam tas.               Aku mengerti, Bu. Jaga kesehatanmu juga di sana, jangan keluar rumah di cuaca      dingin.               Gadis itu bergerak lebih cepat saat jam tangannya memperingatkan waktu akan menunjuk  angka sembilan dalam lima belas menit kedepan. Setidaknya ia harus tiba di tempat kerjanya kurang dari sepuluh menit. Ia bergegas melangkah keluar dari flatnya, berlari menuruni tangga hingga tingkat dasar (flatnya berada ditingkat ke dua dan ia tak sempat lagi menunggu antrian orang-orang di depan lift). Ia menuju halte bis. Pikirannya dipenuhi dengan deadline penulisan berita yang harus ia serahkan pukul sebelas siang ini. Dan ia baru menyelesaikannya separuh karena tak mampu merampungkanya semalam. Kepalanya didera sakit tanpa ia tahu sebabnya dan membuatnya bangun terlambat pagi ini. Saat ini, tak ada yang ia inginkan selain berharap bus segera datang dan membawanya segera sampai di kantor untuk menuntaskan pekerjaan.                 Pukul sepuluh-lima puluh menit, Danji mendesah panjang dibelakang layar komputer kerjanya. Wajahnya tampak lega saat mengetahui tulisannya berhasil ia selesaikan. Tangannya lantas bergerak cepat untuk mencetak tulisan tersebut dan segera ia serahkan pada bagian editor. Tak sampai lima menit, semua telah terselesaikan. Senyum lebar menempeli wajah Danji setelahnya. Perutnya kemudian bergetar dan mengeluarkan bunyi kecil tiba-tiba, membuatnya ingat bahwa ia belum sempat mengisinya dengan apapun.  Maka, toko makanan di seberang kantor adalah tempat yang langsung terlintas di kepalanya untuk ia datangi.               “Kudengar hari ini akan hujan, tapi lihatlah, langit begitu cerah dan cantik di luar. Seharusnya aku tak usah meminta putraku untuk tidak masuk sekolah hari ini karena tak ada yang menjemputnya jika hujan nanti.”               “Hah, pasti kau mendengarnya dari berita cuaca di teve ‘kan? Berhenti mempercayai ramalan omong kosong itu. Badai pun tak akan mampir hari ini.”               “Hei, jangan berbicara seperti itu! Bagaimana jika alam mendengarmu?”               Danji mendengarkan dengan seksama percakapan singkat antara dua orang wanita yang tengah berdiri di belakangnya. Ia tidak berniat menguping, hanya saja suara kedua wanita yang seumuran ibunya tersebut begitu nyaring hingga telinganya tak bisa menolak untuk juga ikut mendengarkan. Ia kemudian baru mengingat pesan ibunya pagi ini yang mengingatkannya untuk membawa payung dan ia telah lupa membawa benda tersebut bersamanya. Namun, ia lega karena hari ini begitu cerah. Untuk sekian detik, hatinya menggumam menyetujui ucapan salah satu wanita yang terlibat percakapan beberapa saat lalu. Hari ini sangat cerah, mustahil jika hujan akan turun. Sepertinya nanti malam ia akan mengirimi ibunya pesan untuk tidak usah lagi menonton acara ramalan cuaca di teve.               “Dua ribu lima ratus won, Nona.”               Danji baru menyadari bahwa kasir yang berada di hadapannya tengah berbicara padanya. Ia mengernyit beberapa saat, lantas mengerti apa yang di ucapkan kasir tersebut saat matanya menangkap deretan angka di layar pembelian. Sejumlah uang yang harus ia bayar untuk mie instan gelas yang ia beli.               “Menurutmu, apakah hari ini hujan akan turun, Nona?” Kasir itu kembali bersuara seraya membungkus belanjaan Danji yang hanya sebuah. Senyumnya lembut, membuat Danji  cukup terpana memandangi wajah laki-laki itu, bersih seperti bayi.  Ya, kasir di hadapannya kini adalah seorang laki-laki yang ia taksir lebih muda darinya. Membuatnya merasa heran bagaimana bisa laki-laki muda sepertinya berada di sini untuk menjadi kasir toko. Ia kemudian bingung saat mengingat harus menjawab pertanyaan kasir tersebut. Akhirnya, ia hanya menanggapinya dengan mengangguk seraya tersenyum, lantas mengambil belanjaannya.               Danji menikmati mie-nya seraya mengamati hiruk jalanan di balik kaca toko. Ia baru mencapai kunyahan ketiga saat suara guntur tiba-tiba mengagetkannya. Selang dua detik, gelegar kembali terdengar. Kini lebih besar, bak puluhan batu raksasa baru saja dijatuhkan bersamaan dari langit. Cuaca yang cerah pada awalnya, kini mulai mengelam. Awan-awan mengabu berarak cepat dibawah langit. Danji bengong di posisinya. Baru menyadari bahwa dua hal kontras bisa berganti posisi hanya dalam hitungan detik.  Untuk beberapa saat, percakapan dua wanita  tadi dan isi pesan ibunya kembali terlampir di otaknya, bersamaan dengan jatuhnya bulir-bulir hujan yang menderas dengan cepat. Selanjutnya tak ada yang bisa ia lakukan selain menunggu hujan berhenti untuk bisa kembali ke kantornya.   ∞             Jam berapa kau pulang hari ini? Sekarang Ibu di dalam bus untuk mengunjungimu. …             Danji, Ibu sudah sampai di depan flatmu. Kau masih di kantor? Ibu akan menunggu    di          dalam kalau begitu. Kode pintumu masih sama kan? …             Apa kau lupa membawa payungmu? Ibu membaca koran pagi ini kalau badai akan     melewati Seoul. Jangan pulang dulu, tunggu di kantormu sampai badai reda. …             Danji, mengapa tak membalas pesan Ibu? Kau baik-baik saja? Kau di kantor ‘kan? …             Tunggu Ibu di sana.               Danji membuka mata dengan terpaksa saat ia merasakan tubuhnya berguncang-guncang untuk beberapa lama. ia menggeliat pelan kemudian terlihat terkejut saat mendapati seseorang tengah berdiri di sampingnya. Seorang laki-laki berjaket tebal berwarna cokelat memperlihatkan ekspresi lega mengetahui ia telah terbangun. Wajahnya tak begitu asing bagi Danji. Tak salah lagi, ia adalah kasir yang melayaninya tadi. Apa yang di lakukannya disini? Pertanyaan tunggal yang langsung menyergap kepala Danji setelahnya.               “Nona, sejak tadi ponselmu berbunyi.” Katanya seraya menunjuk benda putih yang tergeletak disamping lengan Danji. Saat itulah ia baru mengingat dimana ia sekarang. Ia masih berada di toko makanan tempatnya membeli mie instan gelas dan memakannya. Ia kemudian tertidur tanpa sadar saat menunggu hujan yang tak kunjung reda. Kini pemandangan dihadapannya, bukan lagi hujan deras, melainkan badai. Angin puyuh seakan bertarung dengan hujan, korbannya adalah pohon-pohon besar yang terhuyung-huyung dan pengguna jalan yang dilanda kepanikan. Konsentrasi Danji kemudian teralih pada ponsel yang ditunjuk kasir tadi yang kini telah tak disampingnya. Laki-laki itu hilang.               Danji terbelalak melihat layar ponselnya sendiri.  56 misscalls dan 5 pesan masuk. Semua dari nomer yang sama, Ibunya. Tergopoh ia membuka pesan-pesan tersebut dan mulai dilanda kebingungan yang sangat saat membaca pesan terakhir. Tunggu Ibu disana. Apakah ini artinya Ibunya benar-benar menuju ke kantornya? Di tengah badai seperti ini?               Kebingungan Danji berubah menjadi kegusaran. Ia bangkit dari kursinya dan berlarian di toko mencari kasir tadi. Toko sangat sepi, tentu saja. pastilah tak ada seorang pun yang bersedia berbelanja di tengah badai. Ia tak menemukan kasir tersebut, ia tak menemukan manusia lain selain dirinya. Mungkinkah kasir tersebut telah pulang terlebih dahulu meninggalkannya di sini? Danji kembali teringat dengan Ibunya, ia tak bisa membayangkan jika Ibunya benar-benar melakukan apa yang ia terbaca di pesannya. Tidak, Ibunya tak boleh sedikitpun terkena hujan. Sementara ini lebih parah dari hujan. Danji mulai menangis. Wajahnya basah dan memerah. Ia terus berusaha memanggil kasir tadi meskipun tak ada suara yang keluar dari kerongkongannya, selain angin.               “Kkhhh..” Danji terus memanggil.               “Kkkhh..” Ia begitu kesal karena ia tak bisa mengeluarkan suara. Ia sangat marah karena tak bisa berbuat apa-apa dengan kekurangannya. Untuk pertama kalinya ia benci terlahir menjadi bisu.               “Kkkkkhhh..”               Danji menyerah. Ia tak bisa menemukan laki-laki kasir. Tangisnya menjadi, ia seperti berteriak dalam tangisnya, tapi tetap saja tangisnya adalah tangisan sunyi. Bayangan wajah ibunya yang berjuang menembus serangan hujan dan angin terus hadir di kepalanya. Ia terus menangis. Maraung dalam diam.   ∞             Danji kembali merasakan sebuah guncangan di bahunya, namun kini lebih lembut, seperti elusan menenangkan. Ia cukup kesulitan membuka matanya yang terasa berat, mungkin akibat tangisnya tadi. Ia menyadari dimana ia sekarang. Lantai dingin dan suasana senyap, ia kembali jatuh tertidur setelah lelah menangis lama. Memicing, ia mencari tahu siapa pemilik tangan yang membangunkannya barusan. Sebuah senyum hangat tampil disana, mata yang haru terlihat selanjutnya. Hingga akhirnya, sebuah wajah yang sendu menunjukkan semuanya. Danji melonjak, itu ibunya! Dipeluknya wanita itu erat di leher seraya memekik girang yang tentu saja tak dapat didengar oleh telinga orang normal.               “Ibu, kau disini!” Danji berteriak melalui hembusan-hembusan angin dari tenggorokannya.               “Iya, sayang. Ibu di sini, untuk menjemputmu pulang.” Balas wanita itu seakan mendengar suara putrinya melalui belaian lembut pada rambutnya.               Tanpa mereka sadari, seorang laki-laki tersenyum penuh bahagia memperhatikan keduanya. Laki-laki muda berjaket tebal berwarna cokelat yang masih setia berdiri di belakang Ibu Danji dengan tubuh kuyup dan mantel hujan di tangan. Setengah jam lalu, dia mendapati seorang wanita baya tengah kebingungan berdiri berpengangan pada pohon besar di seberang jalan dengan payung yang seolah memberontak melepaskan diri dari genggamannya. Ditengah badai yang semakin menggila. Ia mengenali wajah wanita itu, sama persis dengan wajah yang terpampang di layar ponsel gadis yang saat ini berada di tokonya.  Ia pun mengingat jelas nama penelepon yang terus-menerus membuat ponsel gadis itu berdering. Ibu.   ∞             “Ibu, tolong jangan lakukan ini lagi.” Danji menggerak-gerakkan jari-jari tangannya dengan membentuk kata dalam isyarat seraya menggeleng tegas. Ibunya berjengit lantas tertawa.               “Memang kenapa, Danji? Ibu ‘kan hanya ingin bertemu denganmu.” Balasnya dengan gerakan-gerakan jari yang tak kalah lincah.               “Pokoknya jangan! Bagaimana kalau tadi ibu dibawa angin? Ibu harus tetap menunggu di flatku. Aku tidak akan kenapa-kenapa.” Tawa ibunya kembali berderai .               “Angin tidak akan mampu menyeret Ibu, Danji. Kekuatan cinta Ibu lebih besar dari badai dahsyat sekalipun.” Danji tampak ingin menangis, dipeluknya lagi ibunya penuh sayang. Ibunya kemudian menarik kedua tubuh mereka untuk berhadapan kembali.               “Lagi pula, temanmu ini telah menyelamatkan Ibu. Jadilah kekuatan Ibu semakin bertambah karena kebaikannya.” Tambah Ibunya lagi seraya tersenyum pada sosok yang berdiri di belakangnya. Danji mengernyit kemudian mengangkat kepala. Ia baru menyadari kehadiran laki-laki kasir ini. Laki-laki yang tadi ingin sekali ia pukuli  kepalanya sepuas hati jika kembali bertemu karena meninggalkannya sendirian di tempat ini, namun kini ingin sekali ia ucapkan terimakasih dengan sepenuh hati telah membawa ibunya ke hadapannya.               Danji merogoh tasnya, mengeluarkan buku catatan kecil dan menuliskan namanya disana. Ia lantas bangkit berdiri, menghadap laki-laki kasir itu dan menyodorkan tangannya seraya mengangkat buku yang ia pegang.               Bang Danji.               Gadis itu tersenyum seraya menunjuk dirinya sendiri.               Laki-laki kasir itu langsung mengerti, disambutnya uluran tangan Danji dan menjabatnya penuh semangat.               “Namaku Byun Baekhyun.”   ∞
    Atika Diah Elf


    bangun+rumah 's link
    Author: Eunta Atika Genre: sad, romance ga yakin Cast: -Kim Jong Woon aka Yesung -Han Ga Eun -Park Jung Soo aka Leeteuk -other Jja aku lanjut lagi ni ff meski gaje hohoho. Ini asli hasil karya saya loh. #bangga tingkat angkot Happy Reading Leeteuk menjabat tangan Ga Eun cukup lama hingga manik mata mereka saling bertemu pandang. Yesung merasa jengah melihat pemandangan yang menurutnya sangat menyebalkan. Entah mengapa ia merasa tak suka melihat Leeteuk menjabat tangan Ga Eun seperti itu. Dalam hatinya bergejolak rasa yang sangat sulit untuk di jelaskan. "noona kajja temani aku main ps," ucap Yesung sambil menarik lengan Ga Eun "eh ne kajja," sahut Ga Eun Ga Eun tersenyum ramah pada Leeteuk sebelum ia meninggalkan ruang tamu tersebut. Ga Eun pasrah saja saat Yesung masih menarik lengannya meski kini mereka sudah ada di kamar. Ga Eun melihat wajah Yesung yang terlihat berbeda dari sebelumnya. Yesung melepaskan genggamannya pada tangan Ga Eun. Ia hempaskan tubuhnya ke tempat tidurnya. "tadi kau bilang ingin main ps bersama," kata Ga Eun memecah keheningan "aku lelah noona," jawab Yesung "kalo begitu kau istirahat saja," ucap Ga Eun "tapi noona temani aku. Noona tidak boleh pergi sampai aku bangun nanti," "baiklah noona akan tetap disini. Jja tidurlah," Yesung pun memejamkan matanya untuk mulai mengarungi samudra mimpi. Ga Eun memandang wajah Yesung dengan intens. Seulas senyum terukir di sudut bibir Ga Eun. Perlahan Ga Eun memajukan wajahnya ke wajah Yesung. Chup Ga Eun mengecup bibir pucat Yesung sekilas. Ia tersenyum dan semburat merah memancar di wajah cantiknya. *author gantung diri* "aku tidak tau akan perasaan ini Yesung-ah. Mungkin saja aku telah jatuh cinta padamu. Tak apa jika kau tak membalas cintaku. Atau bahkan kau tak tau akan rasa cinta itupun juga tak apa. Tapi izinkan aku untuk tetap berada di sisimu dan mencintaimu Yesung-ah," gumam Ga Eun lirih Mulai hari itu juga Leeteuk tinggal di rumah keluarga Kim sebagai dokter pribadi Yesung. Sebenarnya ia tak perlu tinggal satu rumah dengan Yesung, tapi tuan dan nyonya Kim bersikeras meminta Leeteuk untuk tinggal bersama mereka. Setidaknya dengan Leeteuk tinggal bersama mereka, Yesung bisa lebih dekat dengan Leeteuk. "jadi kedua orang tuamu kini berada di Jepang?" tanya tuan Kim pada Leeteuk. Ya Leeteuk dan keluarga Kim tengah duduk santai bersama di ruang keluarga. Obrolan kecil nan ringan menemani kebersamaan mereka di malam yang cukup dingin itu. "ne tuan Kim," jawab Leeteuk "panggil saja saya dan istri saya ahjussi dan ahjuma. Tidak perlu seformal itu," kata tuan Kim "ah ne ahjussi," "dan kau Yesung panggil saja Leeteuk hyung supaya kau lebih akrab dengannya," tutur tuan Kim "shireo. Aku tidak mau memanggilnya hyung," tolak Yesung lalu beranjak pergi "mianhae Leeteuk-ssi atas sikap Yesung. Dia memang tidak mudah dekat dengan orang yang baru di kenalnya," ucap nyonya Kim "gwaenchana ahjuma," Pagi- pagi Leeteuk sudah membawakan Yesung obat- obatan. Yesung tampak bersikap acuh dan dingin pada Leeteuk. Meski begitu tak membuat seorang Park Jung Soo menyerah untuk mencoba lebih dekat dengan Yesung. "jadi kau menderita lemah jantung eoh? Sayang sekali Yesung-ah kau tidak bisa menyembunyikan penyakitmu dari uisa sepertiku," ujar Leeteuk seramah mungkin "ck kau berisik sekali Leeteuk-ssi. Kau mengganggu konsentrasiku," gerutu Yesung "dari pada kau terus- terusan bermain game lebih baik kita jalan- jalan ke taman dekat rumahmu sebentar," saran Leeteuk "aku lebih suka disini. Anda pergilah Leeteuk-ssi," usir Yesung halus "baiklah aku keluar dulu," ucap Leeteuk Setelah merasa bosan berkutat dengan pspnya, Yesung pun keluar kamar mencari kedua orang tuanya. Tapi rumahnya nampak sepi. "eomma, abeoji!" panggil Yesung "kedua orang tuamu sudah kembali ke pulau Jeju untuk menyelesaikan bisnis mereka Yesung-ah," terang Leeteuk "aish mereka bahkan tak bilang padaku," gerutu Yesung sambil pout "Kim ahjussi dan Kim ahjuma menyuruhku untuk menjagamu. Jadi kau harus mematuhi perkataanku," ucap Leeteuk "jangan harap," tandas Yesung ketus Leeteuk memasakan Yesung makanan untuk makan siang. Ya bagaimana pun kini Yesung menjadi tanggung jawabnya. Apalagi ia sudah menganggap Yesung sebagai adiknya karena memang ia sudah sangat lama menginginkan seorang adik. "Yesung-ah ige makanlah aku sudah masakkan untukmu," ucap Leeteuk sambil meletak makan siang Yesung di nakas samping tempat tidur Yesung. Yesung melihat makanan di sampingnya dengan intens. Leeteuk menyerutkan dahinya bingung kenapa Yesung melihat masakannya seperti. "apa itu bisa dimakan?" cetus Yesung dengan wajah polosnya "tentu saja Yesung-ah. Jja kau cicipi dulu," jawab Leeteuk sambil menyuapkan sesendok makanan tersebut. Yesung mulai mengunyah dengan perlahan dan ragu. Ekspresi wajahnya sangat sulit di tebak. "eotteokhae?" tanya Leeteuk "hmmm lumayan," jawab Yesung datar. "eoh syukurlah. Aku kira tidak enak," ucap Leeteuk "kalo begitu makanlah yang banyak supaya kau punya tenaga Yesung-ah," lanjut Leeteuk "sudah berapa lama kau jadi dokter?" tanya Yesung membuka obrolan "baru 3 tahun ini," jawab Leeteuk Mereka berdua pun terlibat obrolan kecil. Entahlah mungkin Yesung sudah mulai merasa nyaman dengan Leeteuk. Ia sudah tak bersikap seacuh dan sedingin seperti sebelumnya pada Leeteuk. "nah sekarang kau minum obatmu," titah Leeteuk "gomawo hyung," ucap Yesung yang tanpa sadar menyebut Leeteuk hyung "hyung lebih baik menurutku," gumam Leeteuk "apa boleh aku memanggilmu hyung?" tanya Yesung "tentu saja. Aku justru senang kau memanggilku hyung," jawab Leeteuk di iringi tawa renyahnya TBC gua capek ngetiknya euy + ngantuk wkwkkwkw
    EXO FanFiction


    bangun+rumah 's link
    Title : Playboy? Main cast : Oh Sehun Other : nanti tau ko .-. Genre : Life Length : 1/?   yosh~ author gk usah banyak cuap, cekidot, happy reading^^   story begin   -Surrender To A Playboy (Renee Roszel)-   Author POV   Lewat kaca mobil, Oh Sehun melihat rumah bergaya sederhana elegan dengan suasana yang menyegarkan bernuansa coklat. Ia kembali mencengkeram kemudi hingga buku jarinya memutih akibat tegang dan memaki dirinya sendiri. Apa yang akan dilakukannya? Apa juga yang merasukinya hingga mau melakukan hal gila ini?. Dengan murung ia meresapi keindahan desa yang terletak didaerah pegunungan, pepohonan rindang serta air terjun membiaskan warna pelangi ditambah puncak gunung samar-samar menjulang. Oh Sehun menggeleng sambil bergumam, “Aku pasti gila melakukan rencana gila ini”   “Kalau bukan karenamu, aku pasti tidak akan mau membantu, aku tidak bisa memutuskan siapa yang lebih bodoh,” Sehun menggerutu. “Kau, karena menjadi orang tolol yang mudah tertipu atau aku, karena setuju dengan ketololan ini.”   Sehun menghabiskan saat-saat tanpa akhir mencengkeram kemudi berlapis kulit itu, “Tidak ada salahnya membantu teman,” gumam Sehun. “Kau kesini hanya untuk menyenangkan seorang wanita tua.” Sehun menekuk jari-jarinya untuk melemaskan ototnya yang kejang. “Jadi bergeraklah!Sambil menyingkirkan kekhawatirannya, Sehun menarik napas dalam dan membuka pintu mobil.   Kerikil berderak dibawah sepatunya saat Sehun melangkah keluar. Permainan telah dimulai.   Ia menyambar koper dan berjalan ke rumah itu. Sehun mengeryit. Wanita itu akan percaya kalau Ia keluarganya. Oh Sehun dan Xi Luhan terbilang mirip, mereka merupakan sobat karib sejak kecil. Disini Sehun akan berperan menjadi Luhan. Kedatangannya akan membuat wanita itu bahagia dan itulah yang paling penting.   Pintu terbuka, seorang wanita berusia sekitar pertengahan 40an menyambutnya. Ekspresinya sopan tapi terlihat dingin.   “Tuan muda?” tanya wanita itu dengan nada suara yang tidak terdengar seperti sedang menantikan dirinya.   Sehun mengangguk. “Aku terlambat, karena penerbanganku..”   “Ya kami tau,”   Sehun merasa ada peristiwa tidak enak dalam keluarga ini. Pikiran itu membuat Sehun merasa tidak enak sendiri. “jeosonghamnida, seharusnya aku menelepon.” katanya.   “Itu akan lebih baik,” jawab wanita itu tidak sabar. Sehun merasa bersalah karena mungkin beliau yang mengirimkan surat pada Luhan, memohon padanya untuk mengunjungi neneknya, tapi karena Luhan sekarang sedang berurusan dengan hukum, maka Sehunlah yang menggantikannya, Apalagi Luhan pernah bercerita, ia sudah tidak pernah berkunjung sekitar 10 tahun lebih.   “Aku ingin bertemu nenek secepat mungkin,” kata Sehun, layaknya cucu yang menyesal.   Ekspresi wanita itu melunak, tapi masih tidak terlihat senyuman di bibirnya. “Setelah menunjukkan kamar Anda, saya akan memberitahu beliau kalau tuan sangat ingin bertemu dengannya”   Wanita itu membungkuk hormat “Nan Hyesun imnida, pengurus rumah ini.” “Senang bertemu denganmu.” Sehun mengikuti langkah wanita itu sambil mengamati dengan kagum perabot-perabot berpelitur di tempat ini. Rumah beraroma seperti rumahnya dulu, sampai Jungroo.........   “Ini kamar anda, Tuan muda,” kata Hyesun mengusik lamunannya yang menyedihkan. Hyesun berhenti diujung tangga dan membuka pintu.   “Panggil aku Seh__maksudku Luhan.” Sehun berpaling, wajahnya meringis asam karena kebohongan dimulutnya. Biasakan dirimu, Sehun. Kau akan menjadi Xi luhan 2minggu kedepan. Sehun menasihati dirinya sendiri.   “Kalau Anda memaksa__Luhan,” kata Hyesun sambil menatap wajah Luhan lagi. “Kamar nyonya ada diseberang menuju bagian belakang rumah, Saya akan memberitahukan kedatangan Anda. Anda bisa menyegarkan diri dulu sebelum bertemu dengannya.”   “Kamsahamnida.” Sehun melewati Hyesun memasuki kamar yang dipenuhi cahaya matahati, jelas sekali bermaksud membuat tamu senang. Perabotnya sederhana tapi cukup dengan hiasan karangan bunga segar diletakkan di meja, membuat ruangan itu tampak manis.   Sehun membongkar koper dan mengeluarkan barang-barangnya. Sehun memilih tidak mengganti setelan jasnya, meskipun tidak ingat pernah melihat Luhan memakai setelan kecuali saat acara pertunangannya (Sehun) dengan Jungroo dan pemakaman Jungroo. Terakhir kali nenek itu melihat Luhan, pasti dia sedang memakai setelan.   Melihat wajahnya yang cemberut di depan cermin meja rias, Ia memperbaiki ekspresinya dan meninggalkan ruangan. Sudah saatnya. Sehun menuju ke pintu kamar dan mengetuk. Jawaban “Masuk,” terdengar merdu, seolah yang mengucapkan sedang merasa senang. Ia menyingkirkan perasaan benci yang mucul tiba-tiba, memutar gagang pintu, dan mendorong pintu.   Perhatian Sehun segera beralih ke pusat ruangan itu, ke tempat tidur besar dgn kepala tempat tidur yang tinggi dan penuh ukiran, serta kaki tempat tidur yang lebih rendah tapi sama-sama berukir, bed cover-nya merupakan perpaduan sutra putih, renda dan brokat, memberi kesan seperti pemandangan musim dingin. Di tengah semua perabot berwarna putih, bersandar pada bantal yang bertumpuk, terbaring wanita mungil seperti ratu.   Senyum wanita itu membuat langkah Sehun terhenti karena mengingatkannya pada Luhan. Mata wanita itu besar dan berwarna coklat, susunan tulangnya nampak klasik. Rambut ikal putih wanita itu tampak rapu. Sehun merasa nenek Luhan orang yang menarik dan awet muda, bahkan setelah ulang tahunnya ke-75. Gaun sutra putihnya berhias renda di bagian leher dan pergelangan tangan.   Sehun mencondongkan tubuhnya dan membiarkan wanita itu memeluknya, dan Sehun balas memeluknya lembut, menghirup aroma tabur wanita itu__bedak tabur dan parfum cherry. Keadannya nampak sehat tidak seperti yang diceritakan Luhan padanya. Wanita itu terus tersenyum, dengan sangat sulit Sehun mempertahankan ekspresi bahagia. Apakah Ia tidak sadar bahwa ia bukan Luhan?. Sehun merasa sebagian dirinya berharap wanita itu tidak bodoh. Ia benci berbohong.   Wanita itu menyentuh pipinya, tangannya yang kecil penuh kasih membelainya. “Kau bahkan lebih tampan daripada yang kuingat.” Sehun bergerak-gerak gelisah, tidak tahu harus mmenjawab apa.   Suara batuk pelan terdengar dari suatu tempat di belakang, menarik perhatian Sehun. Ia berbalik. Seorang wanita menarik berdiri tak jauh di belakangnya, perhatiannya terpusat pada nenek itu. Ia mengenakan jins biru, kaus merah muda, dan sepatu karet. Wanita itu membawa baki berisi poci keramik dengan cangkir senada, mangkuk dan sepiring roti panggang.   Sehun menegakkan tubuh, terkejut dengan kemunculan yeoja itu yang seperti sihir. Sehun bahkan tidak mendengarnya masuk.   “Luhan sayang, ini perawat yang tinggal disini, Shin Hara. Hara ini cucuku Xi Luhan.”   Wanita yang memegang baki itu mengalihkan perhatiannya pada Sehun, mengangguk dan tersenyum sopan. “Bangapseumnida.” Suara wanita itu lembut parau. Hara melangkah maju, nyaris tak bersuara. Ia seolah melayang. Sehun mnyadari dirinya menatap yeoja itu, mengamati gerakannya yang sigap dan anggun.   Saat Hara tiba di dekatnya, wanita itu menatap langsung ke wajahnya dengan mata kecokelatan yang mencolok. Mata itu seperti berkilat, seakan sedang terjadi badai halilintar di balik kabut kegelapan. “Permisi tuan.” kata Hara, nada suaranya yang parau sesopan senyumnya. Sehun terlambat menyadari dirinya menghalangi jalan wanita itu, dan bergeser ke samping, merasa seperti orang tolol. “Mianhamnida”   Sehun bukan pria yang sering tersenyum, tapi ia hampir tersenyum saat meresapi senyum wanita berambut hitam dengan mata coklat itu. “Kuharap tuan menikmati kunjungan anda” kata Hara. Suara paraunya tidak lebih dari sekedar bisikan, tapi berdering keras dan panjang dibenak Sehun.   “Panggil aku Luhan,” kata Sehun, seperti anak sekolah yang gagap. “Ne” Hara memutuskan kontak mata untuk menatap wanita tua itu. “Ada lagi yang bisa kuambilkan?” “buatkan kopi untuk cucuku” “segera,” jawab Hara sambil tersenyum dan berbalik pergi. “Aku ambil sendiri, tidak perlu repot-repo, Aku akan segera kembali”   Wanita muda itu tersenyum pada majikannya, mengangguk, dan melangkah pergi. Sepatu karetnya tidak bersuara saat wanita itu menjauh. Sehun mengikuti Hara keluar, menutup pintu dibelakangnya. Aroma tubuh wanita itu berembus ke arahnya, ringan, dan beraroma bunga, seakan memberi isyarat.   Tiba-tiba, Sehun merasa sangat ingin melihat mata itu lagi, merasakan senyum Hara yang hangat dan menyegarkan. Sehun tidak pernah berharap merasakan sesuatu yang begitu memabukkan seperti dirinya bersama Jungroo. Mereka bertunangan 3tahun lalu, kemudian kematian memisahkan jalinan mereka. Jungroo mengalami kecelakaan naas yang merenggut nyawanya. Sejak itu Sehun tidak pernah berkencan lagi. Setelah setahun lalu, sahabatnya akhirnya meyakinkan Sehun untuk berkencan lagi. Sejak saat itu Sehun memang tidak selibat karena dirinya disibukkan dengan pekerjaan, tapi ia bukanlah playboy seperti Luhan.   “Shin Hara?” Sehun menyusul wanita itu. “Boleh kupanggil Hara?” tanya Sehun sambil tersenyum. “Jadi kau Hara yang menulis surat untuk__ku.”   Diujung tangga, wanita itu tiba-tiba berhenti dan menolah pada Sehun. Mata indah yang sangat ingin dilihatnya lagi mengagetkan Sehun dengan perubahan drastisnya. Tatapan menghina, matanya menyala-nyala oleh amarah dan kebencian.   “Ne, aku Hara yang itu.” suara yang ingin didengar Sehun menjadi rendah dan tajam. “Teganya kau menelantarkan wanita baik itu selama bertahun-tahun, kau__kau ular tidak tahu diri!!”   Sehun terdiam di situ, tidak mampu berkata-kata. Perubahan Hara dari wanita manis menjadi bengis begitu cepat, benar-benar di luar dugaannya.   “Demi kebaikan nenek,” Hara melanjutkan dengan bisikan mematikan, “Saat kau dan aku berada di ruangan yang sama dengannya, aku akan sopan dan berpura-pura menganggap kau tidak terlalu menjijikkan. Aku akan memanggilmu Luhan di hadapannya, karena itu yang diinginkannya, dan aku akan mencoba tidak meludahi matamu saat kau memanggilku Hara. Selain saat-saat itu, Tuan Xi,” Hara mendesis, “menyingkirlah dari hadapanku!”   * * *   Sehun mengamati Hara bergegas menuruni tangga. Udara disekitarnya masih berdesis akibat kemarahan wanita itu, dan samar-samar ia merasa dapat mendeteksi aroma dari ego yang terbakar. Sekarang Ia tahu bagaimana pohon yang roboh tersambar kilat bisa meninggalkan dahan yang masih menyala.   Sambil tanpa sadar melonggarkan dasi. Bukankah wanita itu telah menulis surat selama dua tahun ini, memohon Luhan datang, tapi malah mendapat penolakan? Menurutmu sikap seperti apa yang harusnya ditunjukkan wanita itu? Ia biasanya pandai menilai orang, apakah mereka tulus atau tidak. Terus terang, sesuatu dalam senyum atau mata Hara telah mengganggu radarnya. Makian yang baru saja diterimanya seperti potongan kayu yang dipukulkan ke belakang kepalanya.   “Sejauh ini aku telah disambut dengan sikap curiga, kasih sayang, dan kebencian.” Sehun memasukkan tangan ke saku panjangnya dan bergumam. “Terima kasih, Luhan”   Sehun menuruni anak tangga dua-dua. Ia tidak ingin lagi kopi, tapi karena sudah dikatakan, sebaiknya ia mengambilnya. Mungkin secangkir kopi kental bisa menyingkirkan rasa jijik Shin Hara dari mulutnya.   Di dasar tangga, Sehun berbelok ke bagian belakang rumah, memperkirakan menemukan dapur, Ia benar. Namun saat memasuki dapur, Ia terkejut melihat Shin Hara bersama wanita yang berdiri di sisi lain dapur, wanita ramping berambut cokelat, tampak seusia Hara. Cantik tapi tidak semenarik Hara.   Saat wanita itu melihat Sehun, dia menaikkan alis dan menatapnya sekilas tapi menyeluruh. Shin Hara melakukan hal yang berlawanan. Dia membalikkan badan, punggung dan bahunya yang kaku menyampaikan pesan kebencian. Sehun mencoba menyingkirkan rasa jengkel pada Hara yang tampak jelas terganggu dengan kehadirannya. Hara tau Ia akan mengambil kopi.   “Anneyonghaseyo.” wanita itu berpaling dari kompor untuk benar-benar mengamatinya. Dia memakai baju dan celana lebih ketat dibandingkan Hara. Penampilan fisik yang cukup sempurna dimata laki-laki. “Kau pria paling tampan yang masuk dapur ini setelah sekian lama, kenalkan aku Hwang Soora. “gomawo, aku Xi Luhan” “Aku tau. Setiap orang dikota ini tahu kau ada disini.” “Oh bagus sekali !” Sehun menggerutu dalam hati. Reputasi Luhan telah mendahuluinya. Sejauh ini Sehun telah mengalami 4sikap berbeda, curiga, benci, memuja, dan sekarang nafsu. Ia tidak yakin mengetahui mana yang lebih dominan.   Melirik ke sekelilingnya, Sehun menemukan mesin pembuat kopi. Untunglah alat itu setengah penuh. Sehun menunjuk alat itu dengan anggukan kepala. “Aku kesini untuk mengambil kopi, nenek sedang menungguku.”   “yah, oiya kebanyakan malam aku berkencan, tapi kalau kau memanggilku, aku akan lagsung datang kemari. Aku sudah banyak mendengar tentang dirimu”. Sehun hanya tersenyum tipis dan berlalu pergi.   Sehun seharusnya berperan menjadi playboy penakluk wanita, supaya tipu muslihatnya terlihat nyata. Tapi hal itu menekan terus perasaan memberontaknya.   * * *   Sehun tidak menyadari dirinya telah jatuh tertidur sampai suara dering ponsel membangunkannya. Terhuyung, ia meraba-raba meja nakas dalam gelap. Setelah meraih jam alarm, lalu dompet, ia akhirnya menemukan ponselnya. Ia bergumam “Xi Luhan”. Ia mengucek mata dan menguap.   “Bagaimana harimu?” “Mungkin akan membosankan bagimu, heh kenapa kau meneleponku jam segini, Jangan bilang kau ada dipenjara!”   Tawa Luhan menggema di telepon. “Berhenti khawatir terus seperti wanita tua. Aku anak baik-baik” “huh?” dengus Sehun “Hun, ada iklan baru nih. Kelihatannya bagus. Sesuatu berhubungan dg paha wanita__” “TIDURLAH!!” Sehun memotong kata-katanya. “Dan jangan meneleponku tengah malam untuk memberi info baru. Kalau berita mengenai pembunuhanku tidak muncul di berita utama nasional, anggap aku baik-baik saja”   Sehun menutup telepon dan melemparnya ke samping sambil mengerang pelan, Ia berbaring tengkurap, berharap bisa tidur terbukti tinggal impian.   * * *   Shin Hara tidak dapat tidur nyenyak. Kebenciannya pada Xi Luhan membuatnya berguling kesana kemari sepanjang malam. Keberadaan tikus egois itu di rumah ini membuatnya merinding. Hara merasa perutnya sakit mengetahui satu-satunya cara yang akhirnya berhasil membuat pria itu datang dengan meyakinkan naneknya sedang mempertimbangkan untuk mencoret nama pria itu dari surat wasiatnya.   Dasar rendah! Memberitahu pria itu mengenai stroke, penyakit jantung, dan pneumonia yang diderita nenek tidak membawa pengaruh apa-apa, jadi Hara terpaksa berbohong, bohong besar.   Sambil beranjak duduk, Hara meregangkan tubuh dan menguap. Ia melempar kaki ke sisi tempat tidur dan berdiri, terhuyung-huyung meraih jubah tidurnya. Hara memakai sandal kamar dan menyeret kaki ke kamar mandi. Ia mendengar air mengalir. Soora sudah bangun. Hara selalu bisa mendengar kucuran air melalui pipa dari kamar mandi juru masak itu.   Sebuah gerakan tertangkap matanya dan Hara menengadah untuk melihat ke meja rias kayu cemara asli, bayangannya dicermin bergelombang balas menatapnya. Tanpa sadat Hara mengusapkan kedua tangan ke rambutnya yang kusut. Ia menyipitkan mata, lalu mendekat “XI LUHAN!”. Hara mengalihkan tatapan dari pemandangan menyedihkan itu, membuka mulut untuk mengungkapkan pikiran, lalu berubah pikiran.   Ia tidak akan mengucapkan gagasan bertentangan dan tidak berhubungan itu bahwa__ketampanan Oh Sehun mempengaruhinya. Dia ingat kesan pertamanya di kamar majikannya, saat pria itu menoleh untuk menatapnya. Ia terkejut nyaris menjatuhkan nampan. Wajah elang pria itu memiliki kemampuan klasik dan kecerdasan yang memukau. Seolah pria itu tahu bagaimana harus mengangkat kepala dan mengatur ekspresi wajah agar tampak sedikit ingin tahu, dan samar-samar tampak sedih. Hara benci Xi Luhan, tapi hatinya tertarik. Reaksinya kemarin di luar dugaan, dan itu membuat Hara marah. Ketika ia mencaci di ujung tangga, Ia marah padanya juga dirinya sendiri.   Sepanjang malam Hara berusaha melawan rasa tertarik yang tidak diinginkannya pada orang itu. Pagi ini, Hara tetap merasa malam tanpa tidur itu telah dihabiskan dengan baik, mengusir setan cabul dari tubuhnya. Ia telah menginjak-injak khayalan mengganggu itu menjadi debu. Meskipun sangat letih, tapi Hara kembali membenci pria itu dengan segenap debaran dan denyutan sel tubuhnya.   Hara hanya berharap Ia mampu menghindari namja itu selama berada disini. Gagasan harus tersenyum dan memangil namja itu, “Luhan” dengan nada selain amarah terlalu menyakitkan untuk dipikirkan. Pikiran Hara melayang begitu saja pada mata namja itu yang berwarna cokelat tua, dibingkai alis hitam. Mata itu sangat bening dan jujur, untuk disebut playboy yang serakah. Tapi Hara menduga begitulah cara mereka menaklukan wanita.   Mereka terlihat seperti pria baik-baik saja tanpa niat buruk apapun. Itulah yang membuat mereka berbahaya!/ Hara membuka pintu kamar mandi dan membeku, tubuhnya bereaksi sebelum pikirannya menyadari kenyataan. Disana, berdiri 1/2meter darinya adalah si penakluk wanita serakah itu sendiri___tidak mengenakan apapun kecuali handuk.   Krim cukur menutupi sebelah pipi dan sebagian rahangnya. Saat Hara berdiri disana, Ia dikuasai kelumpuhan aneh, pria itu berhenti bercukur dan menatap dirinya. Sehun tidak tampak terkejut. Mungkin sedikit.   Sambil memegang pisau cukur dibawah kucuran air wastafel, Sehun mengembalikan perhatiannya pada apa yang sedang dilakukannya. “Selamat pagi, nona Shin.”   Ya Tuhan, Hara lupa kalau kedua kamar mereka terhubung dengan kamar mandi yang sama. Tampaknya pagi ini Ia tidak telalu waspada seperti seharusnya.   “Oh tuan Lu___nan....” Hara tampaknya tidak bisa berkata-kata. “Kupikir__aku tidak...” Hara menelan ludah. “Sekarang baru jam enam.Kupikir kau belum bangun”   Sehun mengangkat dagu dan mencukur sepanjang garis rahangnya. “Sebenarnya, aku tidur larut malam.” Sehun melirik Hara sambil menaikkan pisau cukurnya.   Hal itu mengejutkan Hara. “Kupikir playboy sepertimu selalu tidur sampai setengah hari.”   “Dan kau ahli soal perilaku playboy?”   Meskipun Hara sulit membuat tubuhnya menurut, ia memperlihatkan ekspresi keras. “Sebenarnya pengalamanku dengan playboy hanya terbatas padamu,” kata Hara. “Kau harus tau topik keplayboy-an Xi Luhan sudah menyebar dikota ini.” Hara terdiam, memberi kesempatan namja itu merespons.   Pria itu terus bercukur. Jengkel karena keengganan pria itu menjelaskan dirinya atau setidaknya menunjukkan penyesalan atas tingkah lakunya yang memalukan. “Bagaimanapun, selama 2tahun terakhir mengenalmu melalui surat-suratmu, pendapatku yang rendah tentang playboy terpahat sekeras batu.”   “Jadi kau menghakimi semua playboy dengan penilaianmu padaku?” Tanya Sehun sambil melirik Hara.   Shin Hara berhasil mengangkat bahu, puas karena bisa menggerakkan bahunya. Hara berharap gerakan itu menunjukkan rasa tidak acuh akan kedekatannya dengan pria itu. “Bisa dibilang mengenalmu telah memengaruhi pandanganku akan playboy-playboy lainnya tuan XI Luhan.”   Bibir Sehun berkedut. “Wah nona Shin Hara, apakah kau menggodaku?”   Hara terenyak. Namja itu benar-benar lelucon tak lucu. “Lebih baik aku memotong tanganku.”   Sehun mengalihkan tatapannya dan mengembalikan perhatian pada pisau cukur itu. “Jadi sebenarnya bukan playboy yang kau benci, Tapi aku.” gumam Sehun.   “Kalau kau merupakan contoh dari apa yang disebut playboy, bisa dibilang aku bukan penggemarmu__atau siapa pun yang sejenis denganmu. Apa sudah cukup jelas?”   “Sepertinya cukup,” kata pria itu. Setelah jeda, pria itu menambahkan, “Aku akan menyingkir dari hadapanmu sebentar lagi”   Entah bagaimana, Hara bisa menggerakkan lengan dan menunjuk wastafel dengan tiba-tiba. “Aku hanya ingin menggosok gigi.” Kenapa kau katakan itu padanya? Apa pedulinya? Keluar-dari-ruangan-ini!   Sehun mengalihkan perhatiannya kembali pada Hara. Hara bertanya-tanya apa yang sedang melintas dipikiran pria itu. Ekspresi wajahnya tidak menunjukkan apapun. Pria itu melangkah mundur dan menunjuk wastafel dengan pisau cukurnya.   “Silahkan. Aku bisa bercermin dari atas kepalamu.”   Hara terdiam, menyadari setelah 1/2lusin denyut jatungnya yang sangat cepat, dengan mulut menganga. “Silahkan, nona Shin Hara, kau tidak usah cemas, Buku petunjuk playboy jelas-jelas melarang menyerang wanita yang sedang menggosok gigi”   Hara meringis sedikit seolah dicubit. Apakah namja itu bisa membaca pikiran? Ia menggeleng. Tetap pada pendirianmu Shin Hara, Kau membencinya!. Sebelum Hara menyadari apa yang terjadi, Sehun mencuci pisau cukurnya, meletakkannya di rak kaca bawah cermin dan membasuh wajah.   “tsk baiklah, giliranmu nona Shin, aku akan pergi.” kata Sehun sambil membungkuk nyaris tidak kentara. Setelah pria itu pergi, Hara tidak tahu berapa lama ia berdiri disana. Ia mencoba menata kembali pikirannya yang berantakan. Aroma namja itu melumerkan pikirannya yang tidak berfungsi.   Setelah waktu yang seolah tak berakhir, Hara menyadari dirinya mampu bergerak, dan bersandar lemas pada daun pintu. Hara mengusap rambut dan mengepalkan tangan. Ia marah karena membiarkan dirinya__bingung. Ya, itu dia. Ia bingung. Situasi ini begitu memalukan dan__dan membingungkan.   Hara menarik napas beberapa kali untuk menguatkan diri, mengingatkan diri pada apa yang dikenalnya lebih dari namanya sendiri. Pria itu manusia rendah. “Aku membencimu Xi Luhan,” Hara membisikkan geraman marah. “Aku akan membencimu sampai kiamat.”   * * *   Sehun menatap sekitarnya yang diliputi cahaya matahari menjelang siang. Bunga-bungaan bermunculan di tanah berbatu, memberi warna biru keunguan ditanah. Sepanjang aliran sungai yang bergelombang. Ia menghirup udara bersih yang segar, merasakan kedamaian dalam keheningan yang amat sangat.   Ia tidak bisa membayangkan kenapa Luhan menghindari kota kelahirannya dengan penuh dendam. Tentu saja Seoul menawarkan banyak kenangan dan kenyamanan selain nilai sejarahnya, tapi alam liar yang tak tersentuh ini memberi kesenangan dan kenyamanan jasmain yang jauh lebih besar.   Oh Sehun mengamati langit tak berawan yang tanpa batas. Ia merasa seperti orang tersesat di padang pasir sekarat karena kehausan, lalu menemukan oase yang penuh air dingin dan memberi hidup. Sehun mengatakan pada dirinya sendiri kehidupannya menarik, penuh tantangan. Ia punya uang__hidup dalam kenikmatan. Lalu mengapa berada di daerah pegunungan terpencil ini membuatnya merasa sangat berarti, kuat, sekaligus meragukan segala yang dimilikinya saat ini?   Sehun mendengar suara gemerisik dan menoleh, berharap melihat induk rusa lain dengan anaknya, rubah, atau mungkin rusa besar. Tapi ia heran karena melihat sesuatu yang lebih luar biasa, eksotik, dan menyenangkan, tidak peduli betapa tidak menyenangkan reaksi makhluk itu bila mengetahui keberadaannya.   Shin Hara membelakangi Sehun, berjalan menyusuri tepian parit berkelok di padang rumput tebuka. Pada lekuk lengan yeoja itu, sekumpulan bunga biru bertangkai panjang bergerak mengikuti langkahnya. Wanita itu membungkuk dan memetik segenggam bunga merah jambu bertangkai panjang yang tumbuh di tepi sungai. Rambut hitamnya yang panjang bergerak tertiup angin.   Hara berdiri dengan gerakan seanggun penari balet. Memakai sepatu bot, celana jins, dan kaus ketat warna putih, wanita itu meneruskan langkahnya. Dibawah cahaya matahari yang menyilaukan, Hara berhenti di depan semak-semak, perpaduan yang sangat kacau dg daun-daun hijau dan pohon beri merah mencolok. Dengan gunting kebun, ia memotong beberapa ranting dan menambahkannya pada rangkaian bunganya. Ia benar-benar mirip dengan mendiang tunangannya “Jungroo”.   Hara tampak kesulitan menjaga rangkaian bunganya yang melimpah dan menggunting ranting pohon beri pada saat bersamaan. Sehun melihat wanita itu meletakkan gunting kebunnya, Ia memutuskan berhenti mengasihani diri sendiri dan membuat dirinya berguna. Ia berencana menawarkan bantuan pada Hara, tidak peduli seberapa besar kebencian wanita itu. Dia menghampirinya.   Hara tampak terkejut, terperanjat, tecengang, apa pun sebutannya, wanita itu jauh dari senang. Bahkan dalam kebenciannya, wanita itu merupakan pemandangan memesona, rambutnya kusut tapi menarik, pipinya merah padam karena kaget dan malu. Mata yang berkabut tampak memesona, meski berkilat tak senang.   “Perlu bantuan?”   Hara tersentak mendengar suara Sehun, seolah tersengat lebah. Sehun mendengar helaan napasnya. Wanita itu berbalik. Matanya melebar, memandang sekelilingnya, dan dengan cepat berpusat pada Sehun. “KAU !”. Hara memejamkan mata sejenak, seolah menenangkan diri, lalu membelalak.   “Kau membuatku ketakutan ! Apa yang kau lakukan mengendap-endap disini?”   “Bagaimana kalau kubawakan itu sementara kau memetik?”   Hara menatap rangkaian bunganya dan mengerutkan dahi, seolah sentuhan namja itu akan membuat bunga-bunga itu layu dan berubah menjadi debu.   “Atau aku yang memotong, katakan saja”   Hara menghela napas cepat, dan mengembuskannya dengan sama cepat. “Aku sangat menhargai kalau kau bisa pergi ke neraka.”   Sehun mengeluarkan tawa kecil sinis. Ia pasrah mendengar penyataan itu. “Yah__selain itu”   “Kurasa sudah cukup, aku mau kembali” “Kita pergi sekarang?” Sehun menggandeng tangan Hara.   Hara merengut tangannya disentuh Sehun. “kau pasti bercanda”   Sehun tidak terkejut atas penolakan Hara dan mencoba mengatakan pada diri sendiri ia tidak peduli. “Begini ya, bahkan cucu yang lalai pun bisa menjadi pria sejati,” kata Sehun.   “Jadilah pria sejati di tempat lain. Kalau kau ingat, Tuan Xi LuHan, aku menyuruhmu jauh-jauh dariku.”   “Kalau kau ingat nona Shin HaRa, aku tidak selalu melakukan apa yang diperintahkan orang padaku” balas Sehun.   Penyataan itu membuat Sehun memperoleh tatapan berapi-api. “Cuma orang macam dirimu akan menyombongkan hal seperti itu !” Hara berbalik dan berjalan sambil mengentakkan kaki meuuruni bukit.   “Aku....” kata Sehun Hara berhenti, berbalik, tampak curiga, “MWO?”   Sehun menyilangkan lengan di dadanya, mengejek “Aku menikmati acara jalan-jalan kita.”   Mata wanita itu berkilat-kilat dan pipinya memerah. “Tuan muda Xi Luhan, kita tidak berjalan-jalan, dan apa pun yang kita lakukan tadi, aku tidak menikmatinya.”   Sambil mengawasi yeoja itu melarikan diri, Sehun merenungkan pikirannya. Ia terkejut sendiri karena menggoda Hara. Sambil menggeleng ia bergumam, “Ada apa denganmu, Oh Sehun?”   TBC   pengen cepet chap 2? RCL yang banyak ;;w;;) gomawo chu~  
    Stories Called FanFiction (SCF)


    bangun+rumah 's link
    I’m Yours, don’t worry Part 6 Happy reading^^ “Aku rindu berkumpul dengan appa dan eomma dirumah, makan malam bersama, bercanda diruang tamu dan semua kebiasaan yang suka kami lakukan. Semenjak penyakit itu mendatangi badan appa ku, aku merasa itu semua hilang, lenyap begitu saja. Tidak ada lagi suara tertawa appa dan eomma ku dirumah, aku hanya sendirian dirumah. Dan itu sangat sepi.” Cerita Donghae panjang lebar. Pandangan Donghae tetap kejalan dan fokus, tapi wajahnya sangat lemas dan seperti tidak ada semangat. Soora pun merasa tersentuh dengan apa yang dikatakan Donghae tadi, ia pun sedih, sedih melihat wajah Donghae yang sangat lemas seperti itu, Soora tau perasaan Donghae saat itu, ia hanya rindu. Rindu appa nya sehat, kebiasaan yang dilakukan nya dirumah, dan semuanya. “Donghae-ah.......” “Ne, Soora-ah?” “Apa kau lelah? Kita berhenti sejenak? Atau aku saja yang menyetir mobilnya?” “Kau bisa menyetir?” “Sedikit.” “Sudahlah, biar aku saja.” “Kau lemas, kau lelah oppa. Istirahatlah sebentar, aku tidak mau melihat kau seperti ini.” “Aku tidak apa-apa, Soora-ah. Percaya padaku, aku tidak apa-apa.” Jawab Donghae sambil memegang lembut tangan Soora yang diletakkan nya di pahanya sambil tersenyum. Walaupun sebenarnya Soora tahu, itu senyum paksaan. “Baiklah” Soora memegang tangan Donghae dan meremas nya dengan tangan kirinya yang mengartikan bahwa ia percaya pada Donghae. Di mobil itu Donghae dan Soora tidak berbincang-bincang lagi, Donghae sudah lelah, Soora pun sudah sangat mengantuk. Dan entah kapan Soora pun tertidur di mobil Donghae. “Omo.... Mengapa dia terlihat cantik saat tertidur?” gumam Donghae yang melihat Soora tertidur dengan kepala yang miring, ia pun mencoba membenarkan posisi Soora tidur agar kepalanya tidak terlalu sakit dengan tangan kirinya dan tangan kanannya fokus pada setir nya. Ternyata cara itu membuat Soora terbangun dari tidurnya. “Ya! Mau apa kau?” “Aniya. Kau tertidur dan kepalamu miring, posisi itu sakit aku ingin membenarkan posisi mu Soora-ah.” “Oh, mianhae.” “Kau mudah terbangun ya jika sedang tidur?” “Tidak juga hanya kadang-kadang saja, oppa.” “Oh. Ne, tidurlah lagi.” “Mwo? Apa kita belum sampai?” “Belum, Soora-ah. 10 menit lagi kita akan sampai.” “Baiklah, aku akan menghubungi eomma ku dulu. Ia pasti mengkhawatirkanku.” Tutt.... “Yeoboseyo chagi? Kau sedang dimana? Mengapa belum pulang? Appa mu sudah marah-marah pada eomma.” “Ne eomma ne, aku sedang dijalan. Jarak rumah sakit ke rumah kita kan memang agak jauh. Aku baik-baik saja, appa dan eomma jangan khawatir padaku.” “Baiklah, kau langsung pulang. Ne, Soora-ah?” “Ne eomma sebentar lagi aku akan sampai.” * “Terima kasih, oppa. Kau hati-hati dijalan, jangan ngebut dijalan.” “Ne, terima kasih juga Soora-ah. Kau jangan tidur terlalu malam, aku akan menghubungimu lagi.” “Baiklah. Hubungi aku jika kau sudah sampai dirumah.” Soora pun masuk kerumahnya dan melihat mobil Donghae yang sudah berlalu jauh pergi dari rumahnya. Ia tersenyum,ia senang sekali bisa menemani Donghae menjenguk appa nya, walaupun tadi ia agak kesal karena sikap Jaebum padanya. “Mengapa kau pulang malam sekali, Soora-ah?” “Rumah sakit jauh appa.” “Ya! Aku mengkhawatirkanmu, jangan anggap sepele, Lee Soora.” “Ne appa. Mianhae.” “Kau harus tahu waktu.” “Aku lelah, aku istirahat dulu. Appa dan eomma juga tidur dan istirahatlah, seharusnya kalian tidak usah menunggu ku.” Akupergikeatas.Lelahsekali. “Jangan bersikap seperti itu pada putrimu.” “Aku mengkhawatirkannya, apalagi kita tidak tahu siapa temannya itu.”’ “Dia pasti akan cerita nanti.” Appa Soora memang agak keras dan protektif pada anaknya terutama Soora, karena Soora putri satu-satunya. ** Pagi nya ponsel Soora sudah berbunyi sangat nyaring sekali, ternyata HaMi sudah berulang kali menghubungi nya. “Yeoboseyo, Hami-ah.” “Kau kemana saja? Mari berangkat bersama.” “Aku baru bangun, mandi dulu. Tunggu aku dirumahmu.” “Ne, Soora-ah.” Soora pun segera mandi dan bersiap-siap pergi ke kampus bersama Hami, ia lupa bahwa Donghae akan menjemputnya juga. Drrrt..... Drrrttt... “Ne, yeoboseyo?” “Kau dimana? Apa sudah siap?” “Ne. Waeyo oppa?” “Kita akan berangkat bersama kan? Kau lupa?” “Astaga. Mianhae oppa, aku lupa. Aku akan berangkat dengan Hami-ah. Mianhae oppa.” “Mmmmm. Ne, baiklah. Kau hati-hati dijalan.” Soora belum sempat menjawab dan mengatakan hati-hati juga, tetapi Donghae telah memutuskan sambungannya. Soora tidak tahu apakah Donghae marah, ia benar-benar lupa. Apa Donghae sudah berada didekat rumahnya lagi? Soora pun segera berlari menuju keluar rumahnya, tetapi tidak ada mobil Donghae disana. “Semoga saja dia tidak marah padaku.” Doa Soora. * “Jadi tadinya kau ingin berangkat dengan Donghae?” “Ne, Hami-ah. Tapi aku lupa bahwa ia akan menjemputku.” “Sudahlah, semoga saja dia tidak marah. Masa kau tidak mau berangkat dengan sahabatmu ini?” “Ani Hami-ah..... Tentu saja aku mau berangkat denganmu.” Sesampainya di kampus Soora melewati kelas Donghae tetapi tidak melihat ada Donghae disana. “Kemanakah dia? Apa dia terlambat? Apa dia marah padaku jadi malas pergi ke kampus?”pikir Soora. Saat Soora ingin menuju kelasnya, Hyukjae, teman Donghae menghampirinya “Apakah kau Lee Soora? Hyukjae imnida.” Sapa Hyukjae sambil menundukkan kepalanya. “Ne, Soora imnida. Waeyo oppa?” “Apa kau kenal Donghae?” “Memangnya kenapa?” “Apa kau tahu mengapa dia tidak masuk kelas pagi ini?” “Molla, oppa.” “Benarkah?” “Ne, oppa.” Soora tidak ingin mengatakan apa yang tidak seharusnya dikatakan, ia takut nanti jika ia mengaku bahwa ia kenal Donghae akan timbul masalah pada Donghae. Tapi disisi lain ia bingung mengapa Donghae tidak datang kuliah, Soora pun berusaha menghubunginya. “Ne, Soora-ah. Waeyo?” “Kau sedang dimana oppa? Mengapa tidak kuliah hari ini?” “Mmmmm....” “Oppa? Kau kenapa? Kau sakit? Ada apa?” “Aniya, Soora-ah.” “Kau marah padaku gara-gara tidak berangkat bersamamu?” “Molla.” “Hyukjae-oppa menanyakan kau padaku.” “Mwo? Dia tahu kau?” “Aku pun kaget dia tahu namaku dan menghampiriku.” Tuttttt..... Donghae memutuskan sambungannya. “Mengapa dia memutuskan sambungannya? Dia membingungkan.” “Kenapa? Apa dia sudah mau bicara padamu?” tanya Hami “Sudah. Hanya seperlunya saja.” * Setelah Donghae pergi dari rumah Soora, ia tidak pergi ke kampus, ia hanya berjalan-jalan saja. Ia sangat malas untuk pergi ke kampus entah mengapa. “Dia sudah berjanji tapi mengapa ia melupakannya juga.” Siang harinya Donghae langsung menuju ke dorm super junior untuk latihan bersama member lainnya, juga mengambil baju nya yang berada disana. Saat Donghae masuk kemarnya dan juga kamar Hyukjae ia dikejutkan oleh Hyukjae yang sudah ada dikamar mereka terlebih dulu. “Mengapa kau tidak masuk kelas hari ini?” “Mmm kau.... Mengapa ada disini?” “Mwo? Memangnya ini kamarmu? Ini kan kemar kita.” “Oh ne tentu saja. Mmm...” “Jawab pertanyaanku.” “Aku terlambat jadi aku malas masuk ke kelas lagi.” “Memangnya kau habis kemana? Menjemput seorang yeoja?” “Ani.” “Katakan padaku. Mengapa kau jadi asing padaku sekarang?” “Aniya. Aku tidak seperti itu.” “Kau sedang menyukai seorang yeoja kan? Aku tahu kau, Donghae-ah.” “Aku lelah, nanti kita akan latihan kan? Aku ingin tidur sejenak.” Donghae pun menghindar jika Hyukjae menanyakan seorang yeoja yang sudah berhasil mengambil hatinya. Hyukjae pun merasa sedih, ia merasa asing, ia merasa ia bukan sahabat Donghae lagi yang akan Donghae ceritakan apa saja yang ingin ia katakan. Tapi Hyukjae selalu mengerti bagaimana Donghae, ia pasti akan cerita jika memang ia ingin cerita. Hyukjae pun tidur bersama Donghae. ** Soora sedang berada di rumah Hami mengerjakan tugas yang menumpuk seperti pakaian yang tidak dicuci selama setahun. Ia merasa sangat malas dan tidak bersemangat, ada suatu hal yang mengganjal dihatinya sejak tadi pagi. Ia hanya tiduran di kasur Hami dan tidak mengerjakan tugasnya, buku dan kertasnya berserakan diatas kasur Hami dan itu membuat Hami melototinya dan ia pun segera kembali mengerjakan tugasnya. Tetapi ia masih memikirkan Donghae. Apa yang sedang ia lakukan, sedang siapa dia sekarang, apa dia sudah makan siang atau belum, Soora ingin sekali menghubungi nya tapi Soora takut jika ia akan hanya mengganggu nya saja. “Kau kenapa? Hubungi saja dia. Jangan gelisah seperti cacing begitu, Soora-ah.” Soora hanya tersenyum geli mendengar apa yang dikatakan sahabatnya yang ternyata tahu apa yang dia pikirkan sejak tadi. Akhirnya Soora pun menghubungi Donghae, sudah berapa kali ia mencoba tetapi tidak ada jawaban. Ia berpikir Donghae malas bicara dengannya dan tidak mau diganggu olehnya. ** “Ya! Lee Donghae bangunlah.” Hyukjae membangunkan Donghae sambil memeluknya dari belakang. “Ne ne. Aku bangun” “Mari cuci muka, uri leader sudah mengajak kita berkumpul.” Donghae pun langung mencuci mukanya dan bergegas untuk langsung latihan bersama member yang lainnya, ia pun tidak sempat melihat ponselnya.Semua member super junior sudah berkumpul dan membentuk lingkaran, Leeteuk pun memimpin semuanya. “Kita akan latihan selama dua jam, lalu kita semua akan kerumah sakit menjenguk appa Donghae-ah.” “Baiklah.” Jawab semua anggota kompak. “Bagaimana Donghae-ah? Kau bisa?” “Ne. Aku akan menghubungi eomma ku nanti.” Jawab Donghae sambil mengangguk lemas. “Mengapa kau lemas sekali, Donghae-ah?” tanya Sungmin. “Aku? Aniya.” “Kau tidak seperti biasanya. Biasanya kau akan berbicara sesuatu yang sangat tidak penting untuk dikatakan hyung.” Donghae hanya diam saat Kyuhyun menggodanya, biasanya ia akan menendang dongsaeng nya itu jika Kyu mencoba untuk menggodanya. Itu pun membuat Kyuhyun sangat bingung. “Apa kau sakit?” tanya Leetuk lagi. “Ani, hyung. Aku tidak apa-apa.” Hyukjae hanya melihat Donghae dengan bingung, ia menggengam tangan Donghae kuat dan membantunya berdiri mengajak nya latihan dan merangkul pundaknya kuat yang membuat Donghae tersenyum. “Hyukjae..... Kau lah yang mengerti aku. Aku akan menceritakannya semua padamu. Nanti” gumam Donghae dalam hatinya. Semua member super junior itu dengan semangat melakukan gerakan-gerakan energik mereka, tidak kalah Donghae pun semangat dan penuh energi melakukan semua gerakannya. Leeteuk pun tidak mengkhawatirkannya lagi. Debut sebentar lagi akan dilaksanakan, maka dari itu semua berlatih dengan sungguh-sungguh, terutama Donghae, ia akan menunjukkan kepada appa nya bahwa ia bisa menjadi penyanyi dan seorang pria yang sukses. Yesung, Shindong, Heechul, Leeteuk, Hankyung, Kangin, Sungmin, Siwon, Donghae, Hyukjae, Ryewook, Kibum, Kyuhyun, 13 member super junior yang akan segera meraih bintangnya bersama. ** “Eomma, sedang apa? Kami akan kesana menjenguk appa, bersama super junior.” “Eomma sedang menyuapi appa mu makan. Ne, datanglah. Hati-hati dijalan.” “Ne, eomma.” “Apa kami akan mengganggu eomma disana, Donghae-ah?” tanya Heechul “Tentu saja tidak hyung.” Super junior pun langsung menuju kamar appa Donghae dan bercakap-cakap sebentar, saling bertanya kabar, dan bercanda bersama appa Donghae yang memang suka bercanda. “Kemana dia, Donghae-ah?” “Siapa yang eomma maksud?” tanya Donghae bingung “Wanita kemarin yang datang bersamamu kemarin. Siapa namanya? Eomma lupa.” Saat eomma menanyakan dimana Soora, wanita yang diajak Donghae kemarin menjenguk appa nya dengan bersamaan semua mata member menatap Donghae tajam dan penuh arti. “Oh.... Mmm. Dia tidak bisa datang bersamaku, eomma. Lain kali katanya.” “Oh, baiklah.” Hyukjae pun berbisik dan menatap tajam pada Donghae. “Bahkan kau sudah mengajak nya menjenguk appa mu. Mengapa kau tidak menceritakkan nya padaku? Sudah sejauh apa kan dengannya? Aku benci kau, Donghae-ah.” “Tidak begitu. Aku akan cerita nanti. Semuanya sudah tahu, aku harus bagaimana lagi.” Jawab Donghae pasrah. Saat semua member sedang asik dengan kegiatan nya masing-masing, Donghae keluar dari kamar appa nya dan menghubungi Soora, karena ia juga khawatir melihat Soora yang menghubunginya lebih dari lima kali saat ia tidur siang tadi. ** “Yeoboseyo oppa?” jawab Soora lemas, karena ia takut Donghae marah padanya “Mengapa kau lemas sekali?” “Kau marah padaku kan oppa?” “Aniya, Soora-ah.” Donghae tertawa kecil dan membuat Soora lebih tenang dari sebelumnya. “Baiklah. Ada apa oppa mengubungiku?” “Aku rindu padamu. Ada apa menghubungiku berkali-kali? Aku tidur siang tadi.” “Aku hanya ingin minta maaf saja, oppa. Oppa dimana sekarang?” “Di rumah sakit dengan member lainnya.” “Oh, ne ne.” “Semuanya sudah tahu, Soora-ah.” “Mwo? Apa maksudnya oppa?” “Semua member sudah tahu kau dekat denganku sekarang. Tadi eomma menanyakan mengapa kau tidak datang bersama kami semua.” “Mmmmm. Mereka tahu namaku?” “Untungnya tidak. Tapi aku akan menceritakan mu pada mereka.” “Apa adanya aku menganggu mu, oppa?” “Mwo? Tentu saja tidak! Mengapa kau bertanya seperti itu?” “Aniya.” “Kau menyesal dekat denganku?” “Tidak” “Aku mau kita seperti biasanya. Aku akan menjemputmu nanti malam. Nanti ku hubungi lagi. Sampai jumpa Soora-ah!” Soora belum bertanya mau kemana mereka nanti malam nanti tapi Donghae sudah memutuskan sambungan. Donghae kembali masuk kedalam kamar, dan semua member bersiap-siap untuk kembali ke dorm. Semua member pamit pada appa dan eomma Donghae, Donghae pun mencium pipi eomma nya pamit pulang juga. “Appa, aku pulang. Cepat sembuh, obat diminum, dan makanlah yang banyak. Aku akan menghubungi jika aku sudah sampai dirumah.” “Ne, Donghae-ah. Hati-hati dijalan.” “Ne, appa.” ** “Perempuan siapa yang eomma maksud, Donghae-ah?” suasana di mobil pecah dengan pertanyaan yang diluncurkan Heechul. “Ya! Lee Donghae. Kau sedang dekat dengan seorang yeoja tapi tidak mengatakannya pada kami.” Timpal Kangin lagi. “Jangankan pada kalian, padaku saja ia tidak mengatakan apa-apa” Hyukjae menambahkan “Sudahlah, mengapa jadi disini seperi aku yang salah? Kalian juga bila sedang dekat dengan seorang yeoja pun diam-diam kan?” “Tidak juga” balas Heechul “Lagipula aku dengannya hanya teman, hyung.” “Benarkah?”tanya Kangin dan Heechul kompak. “Ne, tentu saja, hyung. Sudahlah jangan memandangku seperti itu.” Saat sampai di dorm kembali pertanyaan tentang yeoja yang sedang dekat dengan Donghae bertubi-tubi menghampiri Donghae. “Donghae-ah, siapa yeoja yang sedang kau dekati? Apa dia baik?” tanya Siwon “Apa dia pintar memasak hyung? Jika ia ajaklah dia main kesini agar dia bisa membuatkan makanan untukmu” timpal Ryewook “Apa dia cantik? Jika cantik kenalkan ia padaku, Donghae-ah” goda Hyukjae “Apa-apaan kau Hyukjae-ah.” Semua member tertawa mendengar jawaban Donghae yang menunjukkan bahwa ia menyukai yeoja itu dan tidak membiarkan yeoja itu dekat dengan Hyukjae. “Sudahlah, membicarakan tentang ku itu tidak penting.” “Jangan menghindar seperti itu, Donghae-ah” Siwon ikut menggoda Donghae. “Aku hanya dekat biasa dengannya. Jangan terlalu heboh.” Donghae pun membereskan barang-barang nya yang akan dibawa pulang kerumahnya, ada sepatu, baju, dan topinya. “Siapa yeoja itu? Apakah Lee Soora?” tanya Hyukjae sambil melihat Donghae yang sibuk sedang membereskan barangnya. “Ne.” “Mengapa kau tidak menceritakannya padaku, Donghae?” “Aku hanya butuh waktu saja. Aku pun tidak tahu perasaanku padanya.” “Kau menyukainya. Aku tahu itu.” “Sepertinya begitu. Aku mohon, kau saja yang tahu. Member lain akan tahu pada waktunya. Ne?” “Ne, Donghae-ah. Lain kali jangan bersikap beda padaku seperti hari ini.” “Hahaha ne.” Hami’s House 16.30 KST “Aku akan pergi bersama Donghae, Hami-ah.” “Mwo? Apa tugasmu sudah selesai?” “Sudah, Hami-ah.” “Baiklah. Bersenang-senanglah, jangan lupa hubungi aku jika kau sudah sampai rumah ya!” “Ne, aku pulang kerumah dulu. Aku ingin mandi.” “Aku antar.” Soora pun pulang kerumah nya diantar Hami, sampai rumah ia langsung mandi dan berdandan serapi mungkin karena ingin menjenguk appa Donghae lagi. Mengikat rambut cantiknya tinggi dan rapi, menggunakan baju kaos yang disusul dengan rompi, Soora sudah percaya diri untuk pergi dengan Donghae. Tuttttt..... “Kau dimana oppa?” “Aku sedang dijalan. Kau sudah siap, Soora-ah?” “Ne” “Tunggu aku.” ** “Kau tidak malu dekat denganku?” “Mwo? Mengapa harus malu?” “Aku tidak secantik wanita-wanita yang menyukaimu di kampus.” Donghae tertawa tapi tidak menjawabku lagi, ia hanya diam dan tersenyum sesekali melihatkulalumengacakrambutkupelan. aku bingung jadi hanya diam saja. “Sudahlah jangan membandingkan dirimu dengan orang lain, aku suka kau yang begini. Mari kita ke ruangan appa ku.” Donghae menggandeng dan menggengam tangankudenganerat. “Jantungku berdetak dengan saat cepat lagi sekarang. Apa-apaan ini. Dia selalu saja begini, membuatku tersanjung dengan apa yang dilakukannya padaku” akupunmembalasgenggamantangannya. -TBC-
    Nisa Fauzie Ilhamfever


    bangun+rumah 's link
    Maaf ngarettt -___- sibuk nonton Smash, jadi ngetikk nya nggak ada waktu dan males juga, hehe :) LIKE & COMENT seikhlasnya saja, tidak Memaksa saya mah yah Okew (y) *** Menikmati kesejukan pagi, dengan udara pagi yang menghembus begitu segar. Burung pun tak mau kalah terbang memberikan keindahan langit yang cerah. Dan sinar sang surya yang berhasil menerangi seluruh dunia dengan senyum cerahnya. Meskipun hari sudah agak siang, namun entah kenapa Kamu enggan untuk bangun dari tidurmu. Sampai akhirnya dering smartphone berhasil membangunkanmu. "Ish ngajak ribut nih BB guee" Gerutumu seraya meraih BB mu yang tergeletak di atas nakas. "Huh dasar dodol koq BB gue alarm nya aktif sih, siapa coba yang aktifin alarm nya" Kamu kembali menggerutu sambil menguncir rambut panjangmu menjadi satu. "(namakamu)?" tiba-tiba Mamamu berteriak memanggil namamu dari luar kamarmu itu. Kamu memanyunkan bibirmu dan dengan langkah gontai Kamu pun membuka pintu kamarmu itu. "Apasih Ma? (namakamu) udah bangun koq" cerocosmu namun dengan mata yang terpejam tanpa menatap wajah Mamamu yang berdiri di depanmu. "Heh udah bangun koq masih merem gituh. Ayo cepet mandi terus sarapan di bawah udah ada Ilham tau" ucap Mamamu dengan suara yang sedikit meninggi agar Kamu cepat melakukan perintahnya. "Iya-iya! Bilangin sama Ilham (namakamu) mandi dulu, dan durasi mandi nya 7 Jam, jadi kalo dia bosen suruh pulang aja ya Mah. Hahaha" dengan tawa Kamu pun menutup kembali pintu Kamarmu. Sedangkan Mamamu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. *** Setelah rapi dan cantiks, Kamu pun berjalan keluar dari Kamarmu dan berjalan menuju meja makan yang disana sudah terdapat keluargamu dan juga Ilham yang tengah menikmati sarapan. "Pagi semuaa" sapamu diiringi senyuman. Lalu Kamu pun ikut duduk di samping Ilham. "Lama banget sih Kamu?" ucap Ilham dengan sedikit berbisik di telinga kananmu. "Abis reuni dulu sama temen-temen aku di KM, hahaha" jawabmu ngasal diiringi tawa kecil. Semuanya langsung menatapmu. "Kenapa? Aku cantik? Ooh dari dulu aku emang cantik. Tapi liatinnya jangan gitu dong, aku jadi Malu hahaha" ucapmu dengan Percaya Dirinya. Namun semuanya masih tetap diam. "Dek? Loe baik-baik aja kan?" tiba-tiba kak Dini bersuara dan tangannya terangkat untuk menyentuh dahimu. "Wooh sialan. Aku masih waras tau" Kamu segera menepis tangan Kak Dini. Dan tiba-tiba semuanya tertawa melihat ekspresi wajahmu yang lucu. "Hahaha, kasian deeh" Ilham meledek. Kamu hanya memanyunkan bibirmu. "Yaudah Ma, Papa berangkat dulu yah udah siang nih" tiba-tiba Papamu berpamitan untuk berangkat ke kantornya karna memang sudah telat. "Oh Iya Pah, hati-hati yah" jawab Mamamu lalu mencium punggung tangan Papamu. "Ayo Za kita berangkat, udah siang nih" ajak Papamu pada Reza. Reza mengangguk. "Sayang, Eja berangkat dulu yah" Pamit Reza kepada Kak Dini. Kak Dini mengangguk dan mencium pipi juga punggung tangan Reza. "Jangan telat yah pulangnya" Pesan Kak Dini. Reza mengangguk lalu mengecup lembut kening Kak Dini sekilas. "Assalamualaikum.." ucap Papamu dan Reza secara bersamaan. "Waalaikumsalam.." jawab semuanya. "Ham kamu ngapain pagi-pagi ke rumah Aku?" tanyamu pada Ilham yang masih duduk di samping Ilham. "Mau ngajak Kamu buat ketemu Mamaku, katanya dia mau ngajak Kamu masak bareng dan biking Kue lagi" jawab Ilham diiringi senyuman. "Yeee bikin Kue. Yaudah yuk sekarang aja berangkatnya.." ucapmu dengan girang dan semangat. "Ayo" jawab Ilham singkat. "Ma, Kak (namakamu) sama Ilham pergi dulu yaah" Pamitmu pada Mama juga Kakamu. Dan Kamu pun dengan cepat langsung menyeret Ilham. "Hem dasar yah.." Gumam Mama sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Kak Dini tersenyum. "Oya. Kak udah Isi belum?" tanya Mama tiba-tiba. Kak Dini membolakan matanya. "Hem.. Enggak tau Ma, belum ada tanda-tanda nya" jawab Kak Dini tertunduk lesu. "Udah Kakak yang sabar yaah, mungkin belum waktunya aja" Ucap Mama menyemangati Kak Dini, dan Kak Dini hanya tersenyum. *** Huhh~ Siang tadi sangat panas, namun entah kenapa saat Sore tiba-tiba saja awan terlihat mendung dan hujan pun tak bisa di hindari. Sejak tadi Sepasang kekasih Ini hanya diam saling menatap satu sama lain. "Udah ah tatap-tatapan nya. Mata aku udah perih" Keluh sang Gadis diiringi senyum manis dari bibirnya. "Hahaha Kamu kalaah dong. Harus di hukum" ucap sang Pemuda diiringi tawa kecilnya. "Okee, tapi hukumannya jangan yang aneh-aneh ya Bii" ucap sang gadis yang tak lain adalah Ana, dan pemuda tadi itu Bisma. "Oke, gampang koq hukumannya" jawab Bisma sambil mengusap-usap rambut Ana dengan lembut. "Apaa? ayo cepett.." Ucap Ana yang terlihat penasaran. Bisma tertawa kecil. "Hukumannyaaa. Cium Bii dong?" Ucap Bisma diiringi senyuman evil. Ana membolakan matanya kaget. "Enggak ada yang lain apa?" tanya Ana yang sepertinya terlihat ketakutan. "Enggak! Cuma itu" jawab Bisma dengan santai nya. :D Ana hanya diam. "Gimanaaa?" tanya Bisma yang semakin merapatkan dirinya dengan Ana. *Mereka lagi duduk yaah* "Emh. Yaudah deh, tapi Bii tutup mata dulu yaah" ucap Ana dengan ragu-ragu. "Nggak bohong kan?" tanya Bisma sedikit menautkan sebelah alisnya. Ana mengangguk. *terpaksa* "Oke! Awas kalo bohong" Ucap Bisma. Lalu Ia pun mulai memejamkan matanya. "Aduuuhh gimana yaah? Emh.. Yaudah deh takut marah si Bii nya" Ana membatin. Lalu dengan perlahan Ana mendekatkan wajahnya dengan wajah Bisma. Semakin dekatttt. Hembusan nafas masing-masing sudah dapat mereka rasakang. Dan..... "Kak Bii, Kak Ana lagi ngapain?" tiba-tiba saja Rara datang mengacaukan. "Ra-ra?" Bisma dan Ana menoleh kepada Rara yang berdiri di depan mereka. "Kakak beldua lagi napain?" tanya Rara dengan wajah polosnya menatap Bisma dan Rara secara bergantian. "Enghh itu.. tadi itu.. Engh.." Ana terlihat gugup untuk menjawab pertanyaan bocah kecil itu. "Tadi itu matanya kak Bii kelilipan, jadi kak Ana tiupin deh matanya kak Bii biar enggak kelilipan lagi." jawab Bisma sekenanya. Ana bernafas lega. "Ohh gitu yah, kilain aku kakak beldua lagi tium-tiuman kayak di tivi-tivi" ucapnya dengan polos. Ana dan Bisma tersenyum terpaksa. Kasian deh kak Bii enggak jadi di cium Ana. Hahaha :D *** Sampai Maghrib tiba. Kamu masih berada di rumah Ilham. Membuat Kue dan Masak memang sudah beres sejak tadi siang, namun Ilham sedari tadi memaksamu agar tetap berada di rumahnya. Sampai Maghrib pun Ilham belum juga mengizinkanmu pulang. "Bul udah Maghrib, Aku harus pulang takut Mama nyariin" ucapmu sambil merengek kepada Ilham. "Enggak bakalan tadi aku udah kasih tau Mama kamu koq" jawab Ilham dengan santainya. "Terus Mama aku bilang apa?" tanyamu sambil menatap Ilham yang duduk di sampingmu. "Awalnya dia enggak izinin Kamu nginep disini, tapi akhirnya di bolehin Koq" jawab Ilham sambil terus tersenyum. "Nginep? tapi aku enggak mauu Gembul" ucapmu sambil memukul-mukul tangan kekar Ilham dari samping. "Harus mau, sekali-kali gitu temenin Aku tidur, haha" ucap Ilham ngasal diiringi tawa kecilnya. "Ayolah Ham anterin pulang, atau Kamu mau biarin Aku pulang sendirian? Iya?" ucapmu dengan serius. Ilham langsung menatapmu tajam. "Berani pulang sendiri?" tanya Ilham seperti meremehkan. Kamu langsung manyun. "Ish Jahat Kamu" ucapmu. Lalu Kamu pun berdiri dari dudukmu. Namun? dengan segera Ilham menahan tanganmu. Disatu titik matamu bertemu dengan mata Ilham, dan mata itu? selalu membuatmu luluh dan tidak dapat berkata-kata lagi. "Jangan pulang yah Peliiis, buat malem ini aja" ucap Ilham lembut tepat di depan wajahamu. Kamu mengangguk, entah kenapa sampai bisa-bisanya kamu mengangguki ucapan Ilham itu. "Makasiih" ucap Ilham lirih dan mengecup bibirmu sekilas. Kamu mengangguk dan tersenyum. *** TBC! Maaf Gaje dan Pendek. Otak lagi enggak ada Ide. Oya. Mau konflik enggak? biar ceritanya enggak romantis-romantisan mulu, kan bosen yah? Hahaha :D (COMENT yah kalo mau, terus Konfliknya buat siapa) Okew! LIKE & COMENT seikhlasnya. Buat yang masih SUKA silahkan baca, kalou enggak suka Enggak usah baca. Terimakasih para Penggemar KR yang masih setia, dan selalu nyuruh aku buat lanjut ini CDH. *emangAda? :D Semlikum :*
    Edwin A. Kaneshiro
    Edwin A. Kaneshiro shared Koran FB's photo.

    bangun+rumah 's image link
    Gondo Sis Wanto


    bangun+rumah 's link
    Sesungguhnya banyak sifat-sifat yang merupakan ciri-ciri seorang istri sholihah. Semakin banyak sifat-sifat tersebut pada diri seorang wanita maka nilai kesholehannya semakin tinggi, akan tetapi demikian juga sebaliknya jika semakin sedikit maka semakin rendah pula nilai kesholehannya. Sebagian Sifat-sifat tersebut dengan tegas dijelaskan oleh Allah dan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, dan sebagiannya lagi sesuai dengan penilaian 'urf (adat). Karena pasangan suami istri diperintahkan untuk saling mempergauli dengan baik sesuai dengan urf.   Sifat-sifat tersebut diantaranya :   Pertama : Segera menyahut dan hadir apabila dipanggil oleh suami jika diajak untuk berhubungan.   Karena sifat ini sangat ditekankan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.   Nabi memerintahkan seorang istri untuk segera memenuhi hasrat seorang suami dalam kondisi bagaimanapun. Bahkan beliau bersabda “Jika seorang lelaki mengajak istrinya ke tempat tidur, lalu istri itu menolak. Kemudian, suami itu bermalam dalam keadaan marah, maka istrinya itu dilaknat oleh para malaikat hingga waktu pagi.” Kedua : Tidak membantah perintah suami selagi tidak bertentangan dengan syariat. Allah berfirman :   فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ   Maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri[289] ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). (QS An-Nisaa : 34)   Qotadah rahimahullah berkata فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ "Yaitu wanita-wanita yang taat kepada Allah dan kepada suami-suami mereka" (Ad-Dur al-Mantsuur 4/386)   Terkadang pendapat suami bertentangan dengan pendapat istri, karena pendapat istri lebih baik. Seorang istri yang sholehah hendaknya ia menyampaikan pendapatnya tersebut kepada sang suami akan tetapi ia harus ingat bahwasanya segala keputusan berada di tangan suami, apapun keputusannya selama tidak bertentangan dengan syari'at.   Ketiga : Selalu tidak bermasam muka terhadap suami.   Keempat : Senantiasa berusaha memilih perkataan yang terbaik tatkala berbicara dengan suami.   Sifat ini sangat dibutuhkan dalam keutuhan rumah tangga, betapa terkadang perkataan yang lemah lembut lebih berharga di sisi suami dari banyak pelayanan. Dan sebaliknya betapa sering satu perkataan kasar yang keluar dari mulut istri membuat suami dongkol dan melupakan kebaikan-kebaikan istri.   Yang jadi masalah terkadang seorang istri tatkala berbicara dengan sahabat-sahabat wanitanya maka ia berusaha memilih kata-kata yang lembut, dan berusaha menjaga perasaan sahabat-sahabatnya tersebut namun tidak demikian jika dengan suaminya.   Kelima : Tidak memerintahkan suami untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan wanita, seperti memasak, mencuci, memandikan dan mencebok anak-anak.   Keenam : Keluar rumah hanya dengan izin suami.   Ketujuh : Berhias hanya untuk suami.   Tidak sebagaimana sebagian wanita yang hanya berhias tatkala mau keluar rumah sebagai hidangan santapan mata-mata nakal para lelaki.   Kedelapan : Tidak membenarkan orang yang tidak diizinkan suami masuk/bertamu ke dalam rumah.   Kesembilan : Menjaga waktu makan dan waktu istirahatnya kerana perut yang lapar akan membuatkan darah cepat naik. Tidur yang tidak cukup akan menimbulkan keletihan.   Kesepuluh : Menghormati mertua serta kerabat keluarga suami.   Terutama ibu mertua, yang sang suami sangat ditekankan oleh Allah untuk berbakti kepadanya. Seorang istri yang baik harus mengalah kepada ibu mertuanya, dan berusaha mengambil hati ibu mertuanya. Bukan malah menjadikan ibu mertuanya sebagai musuh, meskipun ibu mertuanya sering melakukan kesalahan kepadanya atau menyakiti hatinya. Paling tidak ibu mertua adalah orang yang sudah berusia lanjut dan juga ia adalah ibu suaminya.   Kesebelas : Berusaha menenangkan hati suami jika suami galau, bukan malah banyak menuntut kepada suami sehingga menambah beban suamiKedua belas : Segera minta maaf jika melakukan kesalahan kepada suami, dan tidak menunda-nundanya.   Nabi shallallahu 'alaihi bersabda :   " أَلاَ أُخْبِرُكُمْ ....بِنِسَائِكُمْ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ؟ الْوَدُوْدُ الْوَلُوْدُ الْعَؤُوْدُ عَلَى زَوْجِهَا الَّتِي إِذَا غَضِبَ جَاءَتْ حَتَّى تَضَعَ يَدَهَا فِي يَدِ زَوْجِهَا، وَتَقُوْلُ : لاَ أَذُوْقُ غُمْضًا حَتَّى تَرْضَى"   "Maukah aku kabarkan kepada kalian….tentang wanita-wanita kalian penduduk surga? Yaitu wanita yang penyayang (kepada suaminya), yang subur, yang selalu memberikan manfaat kepada suaminya, yang jika suaminya marah maka iapun mendatangi suaminya lantas meletakkan tangannya di tangan suaminya seraya berkata, "Aku tidak bisa tenteram tidur hingga engkau ridho kepadaku" (Dishahihkan oleh Al-Albani dalam As-Sahihah no 287)   Karena sebagian wanita memiliki sifat angkuh, bahkan malah sebaliknya menunggu suami yang minta maaf kepadanya.   Ketiga belas : Mencium tangan suami tatkala suami hendak bekerja atau sepulang dari pekerjaan.   Keempat belas : Mau diajak oleh suami untuk sholat malam, bahkan bila perlu mengajak suami untuk sholat malam.   Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:   رَحِمَ اللهُ رَجُلاً قَامَ مِنَ الّليْلِ فَصَلَّى وَأَيْقَظَ امْرَأَتَهُ فَصَلَّتْ, فَإِنْ أَبَتْ نَضَحَ فِي وَجْهِهَا الْمَاءَ. وَ رَحِمَ اللهُ امْرَأَةً قَامَتْ مِنَ الّليْلِ فَصَلَّتْ وَأَيْقَظَتْ زَوْجَهَا فَصَلَّى, فَإِنْ أَبَى نَضَحَت فِي وَجْهِهِ الْمَاءَ   “Semoga Allah merahmati seorang lelaki (suami) yang bangun di waktu malam lalu mengerjakan shalat dan ia membangunkan istrinya hingga istrinya pun shalat. Bila istrinya enggan, ia percikkan air ke wajahnya. Dan semoga Allah merahmati seorang wanita (istri) yang bangun di waktu malam lalu mengerjakan shalat dan ia membangunkan suaminya hingga suaminya pun shalat. Bila suaminya enggan, ia percikkan air ke wajahnya.” (HR Abu Dawud no 1308)   Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:   إِذَا أَيْقَظَ الرَّجُلُ أَهْلَهُ مِنَ اللّيْلِ فَصَلَّيَا أَوْ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ جَمِيْعًا، كُتِبَا في الذَّاكِرِيْنَ وَالذَّاكِرَاتِ“Apabila seorang lelaki (suami) membangunkan istrinya di waktu malam hingga keduanya mengerjakan shalat atau shalat dua rakaat semuanya, maka keduanya dicatat termasuk golongan laki-laki dan perempuan yang berzikir.” (HR Abu Dawud no 1309)   Dalam riwayat yang dikeluarkan An-Nasa`i disebutkan dengan lafadz:   إِذَا اسْتَيْقَظَ الرَّجُلُ مِنَ اللّيْلِ وَأَيْقَظَ امْرَأَتَهُ فَصَلَّيَا رَكْعَتَيْنِ, كُتِبَا مِنَ الذَّاكِرِيْنَ اللهَ كَثِيْرًا وَالذَّاكِرَاتِ“Apabila seorang lelaki (suami) bangun di waktu malam dan ia membangunkan istrinya lalu keduanya mengerjakan shalat dua rakaat, maka keduanya dicatat termasuk golongan laki-laki dan perempuan yang banyak mengingat/berdzikir kepada Allah.”Kelima belas : Tidak menyebarkan rahasia keluarga terlebih lagi rahasia ranjang !!. Bahkan berusaha menutup aib-aib suami, serta memuji suami agar menambahkan rasa sayang dan cintanya.   Keenam belas : Tidak membentak atau mengeraskan suara di hadapan suami.   Ketujuh belas : Berusaha untuk bersifat qona'ah (nerimo) sehingga tidak banyak menuntut harta kepada suami.   Kedelapan belas : Tidak menunjukkan kesedihan tatkala suami sedang bergembira, dan sebaliknya tidak bergembira tatkala suami sedang bersedih, akan tetapi berusaha pandai mengikut suasana hatinya.   Kesembilan belas : Berusaha untuk memperhatikan kesukaan suami dan jangan sampai suami melihat sesuatu yang buruk dari dirinya atau mencium sesuatu yang tidak enak dari tubuhnya.Kedua puluh : Berusaha mengatur uang suami dengan sebaik-baiknya dan tidak boros, sehingga tidak membeli barang-barang yang tidak diperlukan.   Kedua puluh satu : Tidak menceritakan kecantikan dan sifat-sifat wanita yang lain kepada suaminya yang mengakibatkan suaminya bisa mengkhayalkan wanita tersebut, bahkan membanding-bandingkannya dengan wanita lain tersebut.   Kedua puluh dua : Berusaha menasehati suami dengan baik tatkala suami terjerumus dalam kemaksiatan, bukan malah ikut-ikutan suami bermaksiat kepada Allah, terutama di masa sekarang ini yang terlalu banyak kegemerlapan dunia yang melanggar syari'at Allah   Kedua puluh tiga : Menjaga pandangannya sehingga berusaha tidak melihat kecuali ketampanan suaminya, sehingga jadilah suaminya yang tertampan di hatinya dan kecintaannya tertumpu pada suaminya.   Tidak sebagaimana sebagian wanita yang suka membanding-bandingkan suaminya dengan para lelaki lain.   Kedua puluh empat : Lebih suka menetap di rumah, dan tidak suka sering keluar rumah.   Kedua puluh lima : Jika suami melakukan kesalahan maka tidak melupakan kebaikan-kebaikan suami selama ini. Bahkan sekali-kali tidak mengeluarkan perkataan yang mengisyaratkan akan hal ini. Karena sebab terbesar yang menyebabkan para wanita dipanggang di api neraka adalah tatkala suami berbuat kesalahan mereka melupakan dan mengingkari kebaikan-kebaikan suami mereka.     Setelah membaca dan memperhatikan sifat-sifat di atas, hendaknya seorang wanita benar-benar menimbang-nimbang dan menilai dirinya sendiri. Jika sebagian besar sifat-sifat tersebut tercermin dalam dirinya maka hendaknya ia bersyukur kepada Allah dan berusaha untuk menjadi yang terbaik dan terbaik.   Akan tetapi jika ternyata kebanyakan sifat-sifat tersebut kosong dari dirinya maka hendaknya ia ber-instrospeksi diri dan berusaha memperbaiki dirinya. Ingatlah bahwa surga berada di bawah telapak kaki suaminya !!!   Tentunya seorang suami yang baik menyadari bahwa istrinya bukanlah bidadari sebagaimana dirinya juga bukanlah malaikat. Sebagaimana dirinya tidak sempurna maka janganlah ia menuntut agar istrinya juga sempurna.   Akan tetapi sebagaimana perkataan penyair :   مَنْ ذَا الَّذِي تُرْضَي سَجَايَاه كُلُّهَا...كَفَى الْمَرْءَ نُبْلًا أَنَّ تُعَدَّ مَعَايِبُهُ   "Siapakah yang seluruh perangainya diridhoi/disukai…??  Cukuplah seseorang itu mulia jika aibnya/kekurangannya masih terhitung…"
    EXO FanFiction


    bangun+rumah 's link
    Author : Misskyungsoo a.k.a Mentari Puteri Utami Title :trouble maker Cast       : All member EXO & Kim Hunnie (OC) Thanks for CHEER Author note : aaarrrggg, pake nangis kalo akhirnya trouble maker sampai disini. Peluk hangat and big hug buat semua readers yang bersedia mampir dan ngebaca~ But to be continue for -My Love BubbleTea- [trouble maker seri 2] Mau baca EpEp saya lainnya? Yuk mampir ke “exokmaniac.wordpress.com” or “allaboutexoindonesia.wordpress.com” Happy reading ^^ *** Drrrrrt~ Drrrrrrrt~ Ponselku bergetar membangunkanku. Berkali-kali aku mengerjap sambil memandangi layar ponsel. Mataku langsung terbelalak. Aku mendapat satu pesan dari sehun. Sekali lagi kukerjapkan kedua mataku, ternyata benar. “hari ini adalah ulang tahunku, apa kau tidak mengucapkan selamat padaku? Berilah aku sebuah hadiah, dengan begitu aku akan memaafkanmu.” Aku berdecak. Memangnya siapa kau? Kau yang memutuskanku, kau juga yang membuat persyaratan seperti ini, konyol. “YA! Memang apa hubungannya ulang tahunmu denganku?!” Kulempar ponselku dan kembali melanjutkan tidur malam yang masih panjang. Seenaknya saja dia mengganggu aktivitas terpenting dalam hidupku. Aku sudah beruntung mendapat keputusan darinya dan itu semua akan membuatku lebih tenang. Setidaknya sedikit daripada tidak sama sekali. *** “mianhaeyo, aku tidak bisa melihatmu bersama dengan D.O hyung. Itu membuat hatiku sangat sakit.” Sehun meraih tanganku. Kini ia tengah berlutut dihadapanku dengan ekspresi penuh harap harap, agar aku kembali padanya. “maafkan aku, sehun. Biarkan aku bahagia bersama D.O oppa. Kami akan membentuk sebuah keluarga yang sangat bahagia, dia akan selalu memperhatikanku dan peduli dengan makananku. Kau tau, dia namja yang sangat baik. Aku merasa menjadi wanita yang paling beruntung saat ini.” Aku menegakkan kepalaku, berlagak angkuh dan tak memandangnya sama sekali. “jebal~, aku benar-benar menyesal.” “sudahlah sehun, masih banyak yeoja diluar sana yang menantimu… ahjumma yang menjual bubbletea juga sangat cantik. Bukankah kau suka wanita yang lebih dewasa darimu. Dia sangat cocok denganmu. Jika kau bersamanya, kau bisa minum bubbletea setiap hari dengan gratis.” “hunnie-ah, jebal.. jangan seperti ini. Kita mulai semuanya dari awal.” “kau terlambat. Aku sudah tidak bisa memberimu kesempatan..” sehun menarik-narik tanganku, membuat tubuhku berguncang dan terbangun. “ah… kenapa kau susah sekali dibangunkan?.” Samar-samar kulihat namja yang sedang berdiri kesal disamping ranjangku. “oppa~.” “YA!!! Cepatlah bangun!!! Kau mau ikut menjemput D.O dan Kai-kan? Baekhyun dan Chanyeol sudah menunggu kita dirumah sakit.” Aku memaksakan diriku untuk bangun dari ranjang.  Mendengar suara cerewetnya lama-lama dikamarku hanya akan membuat polusi suara dipagi  hari. Aku segera bergegas, kurasa oppa sudah siap sejak pagi tadi. Aku melihat sebuah jam dinding dikamarku, jam 10 pagi. Waktu yang cukup siang untuk bangun pagi. Dan untungnya hanya ada kami berdua dirumah ini. “hunnie-ah….” Teriak Suho oppa dari luar kamarku. Aku rasa ia sedang berdiri dimeja makan. “ne, oppa.. aku datang.” Aku berlari kecil menuju tempatnya berdiri. “kenapa terburu-buru sekali. Kita kan hanya menjemput.” Gerutuku. “bukan hanya itu, setelah menjemput kai dan D.O dirumah sakit, kita pergi untuk merayakan ulang tahun sehun. Oh ya… apa kau sudah mengucapkan selamat padanya?.” “emmm, nanti jika aku bertemu dengannya saja.” “hey, kaukan yeojachingu-nya. Seharusnya kau mengucapkan lebih awal.” Aku tidak bisa mengatakan pada oppa soal hubunganku dan sehun yang sudah berakhir. Lebih baik aku tidak banyak berkomentar dari pada berdebat dengannya pagi-pagi. “kau sudah siap. Ayo kita berangkat.” Aaiikkksss, kenapa dia bersemangat sekali. Oppa menarik tanganku. Akupun mengikuti langkahnya dengan malas menuju mobil. Apa sehun juga ada dirumah sakit. Aku tidak ingin bertemu dengannya, apalagi mengingat kejadian itu. Dia membuatku malu didepan D.O oppa dan kai oppa terutama Meonggu (?). Sesampainya disana, kudengar dari luar kamar kai oppa sangat ramai. Sudah jelas mereka sedang merayakan ulang tahun maknae didalam sana. Suho oppa sudah masuk terlebih dahulu tanpa mengajakku. Perlahan tanganku meraih gagang pintu dan mendorongnya pelan. Aku berusaha meyakinkan diriku kalau aku tidak menganggu acara mereka. Dan kulangkahkan kakiku sembari memandangi satu persatu manusia yang tak menyadari kedatanganku disana. KYAAAAAA…. Ada ikan luhan disana. Aku terdiam, kenapa suasana hatiku semakin buruk. Melihat kedua namja itu dengan tertawa bersama bahkan selalu bergandengan dan duduk bersampingan. Apa hubungan mereka lebih dari sekedar teman. Tapi kenapa juga aku harus cemburu padanya, dia sudah bukan siapa-siapaku lagi. (hunnie-ah apa itu kau?) “hunnie-ah, kau juga datang..” namja bermata bulat itu menyambutku. Ia tersenyum begitu manis dan membawaku bergabung dengan mereka. Walaupun suasana menjadi agak berbeda dari sebelumnya. “hai hunnie…” sapa ikan luhan mencoba mengakrabkan diri. Aku tersenyum masam, kurasa dia sudah tau tentang kandasnya hubunganku dengan sehun. Dan dia sudah memasang bendera kemenangannya sejak mendengar putusnya hubunganku dengan sehun. Kurasa. “kau mau kue? Ini untukmu?.” D.O oppa menyerahkan sepotong kue kepadaku. Aku menerimanya dengan senang hati walaupun sebenarnya aku sama sekali tidak sudi memakannya. (ahhh, jinja? Lemparkan saja kuemu biar aku yang menangkapnya dengan mulutku) Kuletakkan kueku diatas meja. Aku mengamati sekitarku dan aku menangkap sehun terburu melempar pandangannya ketempat lain usai menatapku. “ikkss, kau.” Desisku. “ini, minumlah. Apa kau akan ikut keacara ulang tahun sehun?.” Suho oppa duduk disampingku. Ia membawa dua potong kue dan tentunya untuk dirinya sendiri. “aniyo, oppa. Aku pulang saja bersama meonggu. Biar aku yang menjaga meonggu dirumah.” “wae? Acaranya pasti sangat meriah. Kau yakin tidak mau ikut dengan kami?.” Ujar Suho oppa meyakinkan. Aku mengangguk mantap. Kemudian datang Baekhyun oppa dan Chanyeol menghampiri kami. “hunnie… aku sangat merindukanmu, sudah berapa tahun kita tidak bertemu?.” Ujar Baekhyun oppa sembari tertawa. Akupun ikut terkekeh sambil mempersilahkan dia duduk. “hadiah apa yang kau berikan pada sehun?.” Tanya Chanyeol oppa padaku. Aku terdiam. Hanya seuntai senyuman aneh kuberikan padanya. Tidak ada yang spesial untuk Sehun, aku tidak menyiapkan apa-apa. “kenapa kau tidak duduk bersama Sehun saja disana? Dia mungkin sudah menunggumu.” Ujar Baekhyun oppa sembari menunjukkan tangannya pada tempat sehun duduk. Aku melihat kearahnya, tampak sekali wajah Sehun yang sangat bahagia. “oppa…. Aku dan Sehun sudah….” “mwo? Baru saja kalian ciuman sekarang sudah putus?.” Iks, aku tercengang kaget. Ternyata mulut namja satu ini tidak ada bedanya dengan ember. Dan lebih menyebalkan lagi dia mengatakan kalimat itu seperti melalui speaker besar saat demo. Suasana menjadi hening. Aku tersenyum janggal dan mengalihkan perhatian mereka. Jantungku serasa copot dari tempatnya dan aku siap pergi ke surga sekarang juga. (aku mendengar itu, aku mendengar dengan jelas) “hunnie-ah, jeongmal mianhae.” Ujar Baekhyun oppa lirih. “terlambat oppa, kau harus dihukum.” Balasku kesal bercampur khawatir. “aku tidak mengatakan apa-apa hunnie.” Sahut Chanyeol oppa melindungi dirinya. Kami tercengang. Suho oppa sedang berjalan lurus menatap kami. Ia tampak berbeda, apa dia mendengar suara Baekhyun oppa tadi. Ya Tuhan, Ya Tuhan cabut nyawaku sekarang. “hunnie-ah, ikut aku sebentar.” Aaarrrrkkkkgggggg~, aku jadi sesak nafas. (bagus Suho, ini adalah tugasmu menjadi seorang kakak yang tegas. Adikmu melakukan seks dibawa umur) “oppa… eottokhajji?” Aku berdiri dan memandangi Baekhyun dan Chanyeol oppa dengan gelisah. “hyung, bisa kau bantu aku sebentar.” Langkahku terhenti. D.O oppa menatapku sebentar kemudian kembali menghadap Suho oppa dan menyerahkan sesuatu pada tangan Suho oppa. Apa aku terselamatkan? Aku perlahan kembali duduk sembari mengamati gerak-gerik Suho oppa dan D.O oppa. Dan tanpa sadar Baekhyun oppa  dan Chanyeol  oppa sudah tidak ada disampingku. Mereka melarikan diri. “hunnie-ah, apa kabar?.” Tiba-tiba saja ikan luhan itu menghampiriku dan duduk disamping kiriku. Buruk!!! “baik sekali, oppa. Bagaimana denganmu?.” Aku mengeluarkan senyuman termanis yang kupunya, dengan terpaksa. “nde, sama baiknya denganmu. Aku memberi sehun sepatu kets,” hey, siapa juga yang bertanya padamu. “kau memberi  dia hadiah apa?.” Lanjutnya. “ehm, ahhh aku sudah menyiapkan sesuatu yang benar-benar spesial untuknya. Dan hanya aku dan Sehun yang tau soal itu.” Bohong sekali. Tunggu, apa dia tidak tau soal hubunganku dengan sehun? “ah, aku mengerti. Nikmatilah kuemu, aku membelinya special untuk hari ini.” Ujarnya kemudian berlalu pergi. Apa? Jadi kue ini kau yang membelinya? Baiklah meonggu, ini untukmu. (sudah kubilang hunnie, lemparkan saja kuemu padaku. Biar aku saja yang menghabiskannya.) *** “Yah, selamat bersenang-senang.” Aku melambaikan tanganku dan terus tersenyum manis kepada mereka. D.O oppa mengantarku pulang. Dia tak banyak bicara denganku saat di mobil. Akupun tak ingin membuat lelucon dengannya kali ini. “apa itu benar, hunnie?.” Aku menoleh. Wajahnya terlihat sedikit kusut. “kau berciuman dengan sehun?.” Lanjutnya. Aku tersentak kaget. Kau mendengarnya juga, oppa?  (D.O-ah, apa benar kau mencintai hunnie?) “oppa….” “jawab pertanyaanku dulu.” Ujar D.O oppa datar. Kami berdua masih duduk didalam mobil yang terparkir didepan rumah Suho oppa. Meonggu juga ikut pulang bersama kami, tapi nanti D.O oppa akan ikut bergabung dengan mereka. “nde, aku dan sehun…. “ D.O oppa menarik daguku. Kini kami berdua saling bertatapan. Hatiku menjadi tak karuan saat bertatapan dengan mata bulatnya sedekat ini. (hey, apa yang akan kalian lakukan?) “aku benci mendengar kau  berkata jujur.” kuperhatikan tangannya meraih sebuah tissue yang tergantung di atap mobil kemudian perlahan mengelapkannya kebibirku. Aku tertegun. Perasaan apa ini namanya. Kenapa aku menjadi kebingungan dengan semua sikap D.O oppa kepadaku. (aaahhhh, aku kira kalian akan melakukan sesuatu. Ingat!! Aku masih dibawah umur) “oppa….” “jangan banyak bergerak. Aku sedang membersihkannya.” “emm.” “apa kau tau? Aku khawatir denganmu. Selama trainee, sehun jarang sekali menggosok giginya.” “MWOOO???????!” Aku tersentak kaget. (bwahahahahaaha, aku senang mendengar berita itu) “baiklah, jaga dirimu baik-baik dirumah. Kau hanya berdua dengan meonggu. Aku dan jongin juga hyung akan segera pulang.” “Baekhyun dan Chanyeol oppa? Apa mereka tidak ikut pulang bersamamu?.” “molla~ nanti kau akan kuhubungi.” Hah, apa-apaan tadi. Aku kira…. Kau akan menghapus kenangan burukku bersamanya. Ikksss, aku harus menggosok gigiku beratus-ratus kali. (terlambat hunnie~) Aku masuk bersama meonggu. Ia tampak tak bersemangat sama sekali. (ya, karena kai tidak mengijinkanku ikut ke pesta sehun) Hah, sungguh. D.O oppa membuatku gila. Kenapa dia bersikap seperti itu? (aku rasa dia mencintaimu, ah tidak.. mungkin saja kai yang mencintaimu(?)) Aku membaringkan diriku diatas sofa. Kemudian meonggu ikut serta berbaring disampingku. Aku mengelus bulu coklatnya dengan lembut. Mataku kembali menerawang langit-langit rumah. “meonggu, bagaimana perasaanmu jika melihat yeonggu berkencan dengan anjing lain?.” (aku akan memotong kakinya, hunnie. Sayang yeonggu tidak pernah melakukan hal itu. Dia sangat baik) “aku tau perasaanmu pasti sangat sakit, Meonggu. Oh ya apa Yeonggu pernah meninggalkanmu?.” (aku sudah bilang dia anjing yang baik. Ya, dia pernah meninggalkanku ke salon bersama jong in dan tak mengajakku juga) “aku sangat sedih, meonggu. Sehun dan ikan luhan semakin romantis saja.” (hey, sudahlah hunnie. Aku juga pernah melihat yeonggu berjalan dengan anjing lain. Kau tau apa yang aku lakukan pada anjing itu, aku mengencinginya sampai bulunya basah semua. Bwahahahaha) “ahhh, bagaimana kalau aku katakan saja pada D.O oppa bahwa aku mencintainya?.” (kau serius? Aku tidak yakin D.O akan percaya adamu.) “aku akan memintanya untuk menjadi namjachinguku…” kataku sembari tertawa kegirangan. (kau agresif sekali. Apa kau siap untuk ditolak?) “tapi aku tidak yakin dia kan menerimaku.” (bukankah aku sudah katakan padamu?) “kau tau, beberapa hari yang lalu aku mendengar seorang fans mengatakan bahwa aku selingkuh bersama D.O oppa dan menghianati Sehun? Dan itu Tertulis di me2day mereka.” (akhirnya kau terlibat skandal juga. Itu hanya berita murahan, atau memang kebetulan benar) “lalu aku harus bagaimana? Mereka juga tidak akan peduli denganku sekalipun aku menyangkal.” (kalau begitu berkencanlah dengan jongin, aku yakin kau semakin terkenal) Tiba-tiba saja aku teringat sesuatu. Aku menyimpan sepotong kue yang berniat kuberikan pada sehun hari ini. Aku mengambil kue itu dari dalam kulkas, kemudian mengambil sebatang lilin dan menyalakannya. “saengil chukkahamida, sehunnie~.” Kataku lirih sambil terus menatapi kue yang ada dikedua tanganku. Perlahan air mataku mengalir. (hunnie-ah…. Aku ikut sedih melihatmu… baby don’t cry) ffffuuuuuuuiiiiiihhhhhhhhh~ Aku meniup lilinnya, walaupun sebenarnya sehunlah yang harus melakukan hal itu dan kemudian ia akan melahap kue ini dengan perasaan yang sangat bahagia. Aku ingin menghubungi sehun. Tapi aku tidak yakin dia akan mengangkat telpon dariku karena dia sibuk dengan acara ulang tahunnya. Hiks hiks… (hey, kau masih mengharapkan dia? Ingat apa yang D.O katakan, dia tidak rajin gosok gigi…hiiii) Apa yang aku pikirkan, tak seharusnya aku mengharap sehun lagi. Sudah cukup yang untuk mencintai namja sepertinya. Coba saja kalau aku benar-benar  hidup bersama sehun. “hunnie-ah~ kau sudah cuci piring belum?.” Teriak sehun sambil menudingkan jarinya ke bak pencuci piring. “belum sehun, aku sedang sibuk merapikan pakaian.” Jawabku melas. “seharusnya kau bekerja lebih cepat lagi!! Kau itu lambat.” Teriaknya dengan keras, membuatku kesal. “kalau begitu bantulah aku. Kau juga pemalas, kau tak pernah membantuku mengerjakan pekerjaan rumah. Aku mengurus semua ini sendirian.” “kewajiban seorang istri memang harus begitu, membersihkan rumah, mencuci pakaian, membersihkan taman dan memasak. Ya!!! Apa kau sudah masak? Perutku lapar.” Aku berjalan mendekat ketempat ia berdiri. Kemudian dengan sigap memukul kepalanya karena  kesal dan kulempari wajahnya dengan apron yang kukenakan. “YA!! Apa yang kau lakukan!!!!.” “cerewet!! Memiliki suami sepertimu sangat menyebalkan!!!! Pikiranmu hanya makan, tidur dan mengorotori rumah!!!!.” Aaaiiiikkkksssssss, aku mengerjapkan kedua mataku. Apa harus seburuk itu, hah kalau memang harus seperti itu, yeoja mana yang mau menikah dengannya. Berbeda lagi dengan….. “oppa, aku lapar….” Kataku manja. “baiklah, tunggu disini sebentar. Akan kumasakkan sesuatu untukmu.” D.O oppa berjalan kearah dapur dan mulai memasakkan sesuatu untukku. Sedangkan aku duduk  didepan televisi menantinya kembali dengan makanan yang ia siapkan. “ini, makanlah. Aku membuatnya khusus untukmu.” Aku menerima makanan darinya dengan senang hati. Kemudian dengan jahil kucoba menyuapinya. Usai makan, aku berjalan kebak pencuci piring dan mencuci piring dengan tenang. “hey, apa yang kau lakukan?.” “aku sedang mencuci piring oppa.” Jawabku senang. “jangan, letakkan saja. Biar aku saja yang mengerjakannya. Hmm…” ia mengambil piring yang kupegang. “baiklah, kalau begitu aku akan membersihkan rumah dulu.” “tunggu aku selesai mencuci piring, kita bersihkan rumah sama-sama.” Astaga…. D.O oppa… aku ingin menikah denganmu saja. Aku terkekeh sambil terus berguling diatas sofa. (hey, itu hanya khayalanmu sendiri) “hunnie-ah, aku datang.” Aku menoleh. Ternyata D.O oppa dan Baekhyun oppa sudah pulang. “oppa, cepat sekali.” Sapaku. “nde, kami terburu-buru, karena mendengarmu dirumah sendirian, kami memutuskan pulang.” Jawab Baekhyun oppa. “lalu…. Suho oppa?.” “ah, dia sibuk membantu sehun membereskan pestanya.” Sahut D.O oppa. “tapi, kenapa jongin tidak ikut pulang? Dia baru saja keluar dari rumah sakit.” Mereka berdua terdiam. Kemudian memaksakan tersenyum dan tampak lebih aneh dari biasanya. “hunnie-ah, kau mau ikut dengan kami?.” D.O oppa berjalan mendekat kearahku. “kemana?.” Aku sedang tak bersemangat. Entahlah, aku ingin berdiam diri dirumah. Aku akan menjadi gadis yang manis. “kesuatu tempat. Kami ingin pergi kesungai han.” Sungai han? Siapa bisa menolak. Aku langsung menarik tangan D.O oppa dan Baekhyun oppa menuju mobil. (hey, hunnie…. Kau tidak mengajakku?) “meonggu~ ppalli.” Teriakku sembari masuk kedalam mobil. Sungai han adalah tempat favoritku dan Suho oppa. Kami akan sering pergi kesana setiap malam pesta kembang api. Menikmati kesempatan seperti itu bersama D.O oppa adalah hal yang bombastis. Kekkeke~ “kita akan melakukan apa disana? Apa kita akan menyalakan kembang api untuk malam ini?.” Mereka hanya tersenyum dan terus tersenyum menanggapiku. Ada apa ini? Mereka sangat aneh. “oppa, apa kau sudah membawa makanan untuk kita disana? Hmm?.” D.O oppa tersenyum sembari mengangguk. Baekhyun oppa sibuk menyetir dan aku duduk dikursi kedua bersama meonggu. (aku yakin akan ada daging asap disana. Seharusnya aku mengajak yeonggu juga) Sesampainya disana. Aku bergegas keluar dan menikmati pemandangan disekeliling sungai han. Benar-benar menakjupkan. Meonggu ikut turun bersamaku. Kami berdua berlari mendekat kearah sungai, dan… aku melihat seorang namja jangkung dengan rambut barunya yang seperti ayam merak berdiri disana dengan menggunakan tuxedo hitam dan rapih. Kemudian disampingnya terlihat sebuah meja yang lengkap dengan kursi dan makanan diatas meja. (dia seperti sehun) Baby don't cry tonight Eodumi geodhigo namyeon Baby don't cry tonight Eobseotdeon iri dwil geoya  Kudengar suara itu semakin meninggi. Suara yang sangat akrab ditelingaku, Suho oppa, Baekhyun oppa dan D.O oppa. Kemudian kudengar petikan gitar yang mengiringi mereka dengan lembut dari gitar Chanyeol oppa. Dan datang jongin oppa menari dan membawaku berjalan lebih cepat menuju meja. Dan namja berambut ayam merak itu membalikkan punggungnya, ditangannya memegang setangkai mawar merah segar. (hunnie-a, aku yakin kau batal menikah dengan D.O) “hunnie-ah, jongmal mianhae…..” kata sehun lembut, oh Tuhan… Aku kehilangan kata-kata menyaksikan semua ini, sungai han, gitar, lagu dan bunga mawar.  Sehun berjalan mendekat kearahku, kemudian meraih tanganku dengan lembut. “aku minta maaf padamu… aku salah paham, maafkan aku.” Ujar Sehun sembari terus menatapku lurus. “ah… ya… aku memaafkanmu…” kataku terbata-bata. “sehun-ah, saengil chukka hamida… mianhae, aku lupa membawa kado untukmu.” (hahhaha, bukankah kau memang tidak menyiapkan kado untuknya. Tapi kue basi dikulkas itu?) “kembalilah padaku, hanya itu yang aku minta.” (hey hunnie, ingat kata D.O.. dia tak rajin menggosok gigi…) “maaf sehun, tapi…” Jreenggggg~ Tiba-tiba saja suara gitar itu berhenti bersamaan dengan lagu yang mereka nyanyikan begitu juga dengan jongin oppa yang hampir terjatuh dari tariannya. Wajah sehun tampak tegang dan cemas. “tapi.. aku tidak bisa, aku tidak bisa menolakmu lagi.” (dasar bermodus) *** Aku benar-benar merasa bahagia. Ini memang bukan ulang tahunku, tetapi ulang tahun sehun yang sangat berkesan. “aku senang bisa melihatmu bersama sehun lagi.” Aku terbangun dari lamunanku. Kemudian beralih memandang namja bermata bulat yang menghampiriku. “ne, oppa. Ghamsahamida.” Kataku penuh bahagia. “aku harap kalian tidak bertengkar lagi. Baiklah hunnie, aku dan kai hari ini harus pulang. Senang sekali bisa menemanimu liburan. Semoga harimu menyenangkan.” Aku berdiri. Sungguh aku masih tidak rela jika mereka harus mengangkat kaki dari rumah Suho oppa. “oppa, seringlah datang kemari dan mengunjungiku.” Ia meraih tangannku. “ne, tentu saja.” Kemudian ia pergi mengambil koper miliknya. Dan jongin oppa datang bersama meonggu, ia juga terlihat sudah membersihkan seluruh barang dari rumah ini. “jangan pergi…. Tolong tinggallah disini beberapa hari lagi… jebal” pintaku, tiba-tiba ada segelumit rasa yang bergitu sakit jika membiarkan mereka pulang. “hey, bukankah kau besok sudah mulai masuk sekolah?.” Jongin oppa tampak angkuh dengan smirknya yang membuatku ingin melemparinya sepatu. “iya, tapi pulanglah besok saja.” Sekali lagi aku memohon. D.O oppa hanya tersenyum. Kemudian meletakkan kembali koper yang ia bawa. “hunnie-ah, apa kau mau melewatkan kesempatan untuk berfoto dengan Choi Siwon?.” Ujar D.O oppa. “tentu saja tidak, aku sangat mengharapkan hal itu.” “nah, Suho hyung hari ini berencana akan mengajakmu bertemu dengan Choi Siwon. Dan kita akan bertemu di gedung SM nanti, oke.” Sahut jongin oppa. Choi siwon.. choi siwon. Akhirnya!!! (hunnie-ah, aku akan sangat merindukanmu) “meonggu…. Aku akan merindukanmu.” Aku berlari memeluk meonggu. “kau berlebihan hunnie, apa kau pikir kami akan pergi keluar negeri selamanya.” Ujar jongin oppa ketus. Hah, aku kira setelah masuk rumah sakit orang ini akan bertaubat, ternyata sama saja. “kenapa kau cerewet sekali.” Balasku. “kalian benar-benar ingin pulang?.” Tanpa kami sadari Suho oppa datang. “oppa, paksa mereka untuk tinggal sebentar.” Kataku melas, aku akan merasa kesepian jika mereka pulang, dan setelah bertemu Choi Siwon aku pasti diajak pulang kerumah dan sendiri lagi. Aku tidak suka hal itu. “hahaha, maaf hyung. Kau tau kita akan sibuk mempersiapkan album comeback kita. Jadi lebih baik kita berkumpul didorm saja.” Ujar jongin oppa kemudian mereka berpamitan pulang. Baekhyun dan Chanyeol oppa sudah pulang lebih dulu. Rasanya aku tidak ingin meninggalkan masa-masa liburan sekolahku bersama mereka. “hunnie-ah, cepat ganti baju. Apa kau tidak ingin  bertemu dengan choi siwon.” Mendengar kalimat itu aku bergegas mengganti baju dan pergi bersama Suho oppa. *** “uwah… jadi liburanmu sangat menyenangkan ya…” ujar Yui sembari tersenyum senang mendengar cerita liburanku. “ne, dan kau tau. Aku sangat merindukan mereka sekarang.” “tapi mau bagaimana lagi. Kita sudah kelas tiga. Tidak mungkin kau mengunjungi mereka. Oh ya, ngomong-ngomong kapan mereka akan comeback. Aku sudah hampir jamuran menunggu mereka. Walaupun album mereka bocor, tapi kami tidak puas.” “itu sangat merugikan kakakku.” Aku berdiri. Yah kelas sangat ramai karena mereka semua memamerkan foto liburan mereka masing-masing. Ah, aku ingat sesuatu. Aku segera berjalan dan berdiri didepan papan tulis. “YA!… dengarkan aku. Aku ingin menunjukkan sesuatu pada kalian. Kalian suka EXO K????.” “yaaaa…..” jawab mereka serentak. “kau tau aku punya apa????.” “MWOOOO????.” “fotoku bersama EXOk. Dan aku pernah makan bersama mereka, aku berteman akrab dengan Luhan…” “aaahhhh, jinja???? Aku ingin lihat….” Mereka semua berteriak sambil terus berebut fotoku bersama dengan oppadeul. Dan hanya Yui yang tau bahwa aku adik Suho EXOk dan yeojachingu Sehun. _tamat_       posted by K2C
    Mukhibullah Ahmad

    jasa.tokobagus.com
    bangun+rumah 's link
    Rumah Siap Bangun Murah Dan Berkualitas. Rumah siap bangun spesifikasi:LT150 meterType 45KT 2 KM 1Ruang tamuDapurFasilitas:GardenCarportSertifikatSHM
    Erika Aprillia

    surgadannerakaabadi.blogspot.com
    bangun+rumah 's link
    Oleh : STENLY FARRY* HIDUP ini begitu singkat.....sangat singkat.....sangat sementara.......seperti uap apabila ia menguap,seperti bunga yang layu apabila ia mati, mengering tanpa arti,seperti awan yang ditiup angin....* HIDUP yang sebenarnya hanya ada di dalam YESUS.....DIA lah JALAN, KEBENARAN & H...

    Powered by WordPress SEO Tools

    Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>