Tips Membuat Desain Rumah Minimalis Berbahan Kayu
Rumah Kayu Modern atau modern wooden house saat ini memang mulai banyak diminati dan tak dapat dipungkiri lagi kalau memang rumah minimalis yang terbuat dari kayu tersebut merupakan bagian dari inovasi dari desain rumah minimalis. dan juga hal itu terjadi disebabkan oleh faktor Keinginan orang untuk merasakan suasana back to nature alias lebih dekat dengan alam menjadi alasannya. Menghadirkan suasana alam nan asri di rumah merupakan cara orang yang tinggal kota besar untuk tetap merasakan kenyamanan alam pedesaan, merasakan hawa yang lebih sejuk, serta kealamian yang saat ini makin sulit ditemukan, apalagi di Jakarta. dan semuanya bertujuan untuk menciptakan rumah yang bisa membuat sang pemilik berkurang rasa stressnya.
Terlepas dari jenis rumah yang menjadi pilihan, tentu Anda sudah tahu, kan, sifat dasar dari kayu. Dibandingkan dengan bahan utama pada rumah lainnya, kayu boleh dibilang tak sekuat material beton atau besi. Kayu bahkan punya banyak kelemahan yaitu mudah lapuk ataupun tergerus oleh rayap. Maka, Anda harus pandai-pandai menyiasatinya. Oleh karena hasil akhirnya yang bernilai estetis tinggi, terkadang banyak orang mau tak mau bersedia menanggung risikonya.
Nah, salah satu langkah preventif untuk mencegah akibat buruknya, dapat dipilih material kayu berkualitas baik. Sebagai contoh, spesifikasi untuk rangka utama rumah dapat menggunakan kayu besi (knock down, tahan air, anti rayap), plafond dari kayu nyatoh, reng dari kayu borneo, kusen pintu dan jendela dari kayu besi, daun pintu dan jendela dari kayu nyatoh, rangka atap/ kuda-kuda dari kayu besi.
Selebihnya dapat menggunakan material standar yang sama digunakan pada rumah beton. Dan untuk menghindari lembap, dapat disiasati dengan menggunakan GRC (panel berbahan semen dengan serat fiberglass) sebagai interiornya, sehingga di bagian dalam rumah tetap menyerupai dinding batu yang dapat dicat. Panel kayu hanya digunakan pada bagian luarnya saja.Saat ini harga rumah kayu yang ditawarkan oleh jasa arsitektur dapat mencapai Rp 2,5 – 2,75 juta/ m2, sudah termasuk desain dan pelaksanaan. Sedangkan untuk pembuatan gazebo, dimana material kayu merupakan ornamen taman, dipatok seharga Rp 2 – 2,5 juta/ m2, inipun disesuaikan dengan desain.
Jika anda sudah mengetahui tips tentang membangun desain rumah minimalis yang terbuat dari kayu tersebut, maka anda tak perlu takut lagi untuk membangun rumah tersebut asalkan tetap berada dalam koridor tips membangun rumah tersebut dan tak lupa anda dapat juga berkonsultasi dengan arsitek pilihan anda.
Incoming search terms:
rumah papan (105);rumah kayu cantik (36);desain rumah gratis (28);ruma kayu (20);rumah cantik minimalis (19);desain rumah minimalis 2 lantai dengan dana 75 juta (19);model rumah bambu (18);sket cara membangun rumah kayu panggung vidio (18);membuat desain rumah kayu minimalis (17);harga pagar kayu minimalis (13);membuat rumah kayu (13);desain rumah bambu sederhana (13);design rumah kayu melayu (12);rumah kayu ala jepang (12);interior rumah kayu (12);rumah minimalis bahan kayu (12);home design minimalis (11);rumah kayu jepang (11);rumah kayu bertingkat (11);plan rumah kayu (10);cara masang lantai kayu (8);contoh rumah panggung modern (7);rumah sederhana dari kayu (7);contoh rumah luas tanah 80 m (6);desain rumah kayu separuh beton (5);foto rumah minimalis eropa (5);cara membuat topi jendela rumah minimalis (5);grc motif kayu (5);gambar rumah kayu melayu (5);model rumah kayu terbaru (5);gambar rumah bilik bambu (5);rumah kayu setengah tembok (5);rumah knock down murah (5);rumahkayumelayu (4);cara membuat rumah papan (4);papan GRC motif kayu (4);rangka poto rumah melayu (4);Konsep rumah kayu (3);model rumah kos lantai 2 mengunakan papan (3);harga papan grc motif kayu (3);gambar rumah mungil bertingkat dan berbahan dasar kayu (3);rancang bangun rumah bambu (3);rumah dari stik es krim (3);model rumah unik dari kayu (3);model rumah kayu panggung cantik (3);rumah kayu komplit (3);rumah kayu knock down murah (3);gambar mesjid terbuat dri papan kayu (3);gambar rumah dari bilik (3);membuat rumah bilik (3);rumah kayu stengah beton mini (3);rumah tinkat terbuat dari karton (3);rumah terbuat dari kayu setik (3);rumah kerangka miniatur dari kayu (3);Contoh Desain minimalis rumah bilik (3);buat rumah kayu (3);cara membuat rumah modern di the sims 3 (3);bentuk rumah kayu (3);contoh rumah panggung cantik (3);contoh rumah kayu tingkat 2 (3);cara membuat dinding kayu (3);desain bangunan bambu (3);gambar denah rumah kayu murah dan modern (3);dekorasi rumah minimalis (3);desain rumah setengah tembok setengah kayu (2);cara bikin meja tv menggunakan kayu 1/2 (2);cara bangun rumah the sims 3 (2);cara membuat rangka rumah kayu (2);cara membuat rumah dari papan (2);Cara membuat rangka rumah kayu bertingkat (2);bingkai foto rumah rumahan kayu (2);desainrumah kayu mungil (2);contoh model dinding bahan dasar kayu (2);desain rumah setengah bilik (2);cara bikin rumah rumahan dari kardus (2);conton membuat maket rumah istiadat (2);cara membuat atap rumah miniatur dari stik es krim (2);cara membuat miniatur kursi dari stick es (2);contoh rumah dari dus bekas (2);contoh gambar rumah kayu (2);Cara membuat miniatur rumah panggung (2);contoh rumah berbahan dasar kayu (2);contoh rumah berbahan dari kayu (2);desain rumah minimalis setengah panggung (2);contoh rumah bambu diatas air (2);desain rumah mungil nan asri (2);cara buat banggunan 2 tingkat kayu (2);cara membuat atap rumah-rumahan dari stik es krim (2);design teras lantaidua (2);contoh dinding rumah menggunakan papan grc (2);gambar bumbung kuda-kuda (2);contoh desain rumah terbuat dari bahan kayu (2);cara membuat rumah modern the sims 3 (2);agar lantai grc tidak berbunyi (2);cara membuat rumah panggung dari stik es krim (2);foto plan rumah rangka besi (2);carah bikin rumah toko (2);contoh caramembuat rangka bumbung rumah sendiri (2);bangunan rumah bilik kayu (2);contoh bentuk caramembuat rangka bumbung rumah sendiri (2);foto rumah kayu dan bilik (2);contoh bangunan rumah type 54 berbahan dasar kayu format bak (2);cara membuat rumah mini dari kayu (2);biaya pembangunan tipe rumah 75 (2);antik bumbung kayu rumah (2);dijual rumah kayu knock down 25 juta (2);plan rumah separuh batu (2);jual rumah kayu knock down model minimalis (2);koleksi foto rumah cantik dan indah terbuat dari papan (2);membuat pagar mini dari stik es krim (2);MACAM MODEL GAMBAR RUMAH SAUNG (2);pelan rumah papan (2);koleksi gambar rumah kayu (2);membuat sketsa rumah-rumahan dari kertas karton (2);membuat sketsa rumah sederhana dr kertas (2);model rmh panggung org barat (2);kumpulan foto rumah papan (2);model rumah lantai 2 pakai papan (2);gambar-gambar rumah setengah kayu (2);kuda kuda kayu rumah minimalis (2);renovasi rumah 36 2lantai lantai pakai kayu (2);rumah bilik antik (2);gambar rumah panggung dari bambu harga buatnya (2);model model rumah lantai dari papan (2);rumah dari kayu minimalis (2);membuat konstruksi rumah panggung dari bambu (2);model pagar rumah minimalis dari kayu (2);gambar rumah kayu cantik (2);jenis rumah papan (2);rumah kayu modern di malaysia (2);konsep rumah knock down dengan bahan grc (2);rumah rumah unik stik (2);videocara menhias dau n jendela dari semen (2);rumah papan unik (2);trik menggambar desain rumah stik (2);skema rumah dari kardus (2);seketsa rumah sederhana (2);TIPE GAMBAR KAYU TERBUAT DARI SEMEN (2);sket membuat rumah - rumahan dari karton (2);rumah panggung yang minimalis (2);solusi membuat rumah bertingkat yang murah untuk tempat kost (2);rumah kayu tercantik (2);rumah minimalis dinding kayu (2);rumah knockdown murah (2);taman rumah minimalis modern (2);tipe rumah kost papan (1);tipe rumah yang banyak menggunakan kayu (1);tipe tipe dan jenis rumah bambu knowdwon (1);tipe-tipe rumah terbuat dari kayu (1);Teras rumah kayu pedesaan sederhana (1);tips buat rumah sendirirumah minmalis (1);struktur rumah tangkai es (1);the sims 3 : cara membuat rumah bertingkat (1);the sims 3 rumah modern bertingkat (1);tempat membeli bahan dan alat untuk membuat maket rumah di surabaya (1);teknik merakit gazebo (1);tingkat dari kayu (1);tip membuat tingkat kayu (1);teknik membuat bingkai gambar kayu (1);www rumah gasebo (1);tekhnik pembuatan gajebo (1);struktur rumah kayu cantik (1);tips cara membuat rumah rumahan dari kardus bekas terbaik (1);tips dan trik cara bangun rumah unik the sims 3 (1);vidio membangun sims3 (1);www bikin Dinding luar rumah menggunakan papan GRC com (1);www contoh gambar saung gazebo bertingkat com (1);www gambar rumah kayu melayu com (1);www miniatur rumah beton (1);www model rumah bambu (1);www model rumah dari bambu (1);www rumah dari papan com (1);www rumah kecil model sederhana dari papan com (1);www rumah papan GRC com (1);vidio membangun sims 3 (1);video cara bangun warung pake grc (1);tutorial kerangka papan panjat (1);tips membangun rumah mini (1);tips membangun rumah the sims 3 (1);tips membuat gambar teras rumah papan (1);tips membuat lemari kayu (1);tips membuat rumah bertingkat the sims 3 (1);tips membuat rumah panggung murah (1);tips membubut kayu (1);tips mudah membuat rangka plafon kamar (1);Toko bilik bambu terbaik (1);trik desain rumah sejuk (1);yutub dekorasi topi rumah dari bilik bambu (1);rumah kecil dari kayu dan batu (1);rumah papan cantik (1);RUMAH PAPAN DARI JEPANG (1);rumah papan photo (1);Rumah rumahan terbagus dari kayu (1);rumah rumahan terbuat dari setik (1);rumah rumahan yang terbuat dari stik es krim (1);rumah sederhana dan asri (1);rumah sederhana terbuat dari papan (1);rumah separuh batu atas kayu (1);RUMAH SETENGAH ATAP TOPI (1);rumah papam ala jepang (1);rumah panggung tercantik (1);rumah melayu stik es krim (1);Rumah minimalis (kayu & beton) (1);rumah minimalis dar kardus (1);rumah minimalis kayu modern (1);rumah modern setengah beton dan setengah papan (1);rumah mungil berbahan kayu nan minimalis (1);rumah panggung diatas kolam (1);rumah panggung kayu ala semarang sederhana (1);rumah panggung mini indah dari kayu (1);rumah panggung minimalis di pinggir kola (1);rumah setengah dinding beto dan kayu (1);rumah simple terbuat dari stik kayu (1);sket cara membangun rumah beton panggung (1);sket cara membangun rumah beton panggung gambar dan vidio (1);rumah yg terbuat dari kayu stick (1);sket rangka bangunan perumahan (1);sketsa bangunan setengah kayu (1);sketsa cara membuat atap rumah-rumahan dari karton (1);sketsa rumah dari kartun (1);sketsa rumah karton (1);sketsa rumah minimalis sederhana detail (1);sketsa rumah-rumah stik sederhana (1);skema rumah-rumahan dari bahan bekas (1);skema rumah dari stik (1);rumah tingkat menggunakan kayu (1);rumah tingkat unik dri kayu (1);rumah toko bahan kayu sederhana (1);rumah toko minimalis 2 lantai panggung dalam (1);rumah unik kayu (1);rumah yg terbuat dari stick lengkap dengan cara membuatnya (1);rumah-rumahan dr stik es krim (1);rumahkayuminimalis (1);seketsa membikin rumah rumahan (1);seketsa rumah mini antik (1);sketsa topi dari bahan alam (1);model rumah setengah kayu setengah beton bertingkat cantik (1);model topi teras (1);motif rumah the sims 3 (1);Model rumah mini cantik (1);Model Rumah setengah kayu (1);model rumah papan yang cantik (1);model rumah minimalis bilik bambu (1);model rumah panggung minimalis yang terbuar dari kayu untuk kost-kostan (1);model rumah sederhana cantik (1);model rumah setengah beton/rumah papan (1);model type papan lantai (1);Model tembok rumah kayu (1);model rumah minimalis kayu campur rumah batu (1);mendesain rumah idaman di sims 3 (1);motif rumah kayu sederhana (1);model rumah mewah berbahan batu (1);Model rumah masyarakat di jepang (1);model kursi dari stik es (1);model kerangka atap rumah (1);model jendela rumah tingkat motif kayu (1);model dek profil kayu rumah mewah malaysia (1);model bumbung rumah minimalis 2013 (1);minimalis rumah kayu (1);miniatur rumah minimalis dari bambu (1);miniatur rumah kayu ala jepang (1);miniatur rmh darkardus (1);Merakit rumah rumahan dari kayu dan bambu (1);merakit rumah kayu (1);menempelkan batu alam untuk mendekor rumah karena biaya minim (1);membuat warung makan dari bilik bambu (1);membuat sebuah rumah dengan teknik konstruksi dari stik (1);Model model rangka rumah (1);model model rumah the sims 3 ps3 (1);model rumah lantai papan (1);model rumah kost dari papan (1);model rumah kost dari kayu (1);model rumah kayu setengah tembok (1);model rumah kayu jepang (1);model rumah kayu di atas air (1);Model rumah kayu dan bilik bambu (1);model rumah kayu ala jepang (1);model rumah grc (1);model rumah dari kayu ala jepang (1);Model rumah cantik dua lantai terbuat dari kayu (1);model rumah bilik sederhana (1);model rumah biaya 75 juta (1);model pagar rumah kardus (1);membuat rumah tingkat dengan the sims (1);Motip rumah kayu (1);Rumah kayu terbagus (1);Rumah Cantik dua lantai terbuat dari kayu (1);rumah bilik bambu (1);rumah bertingkat dari kayu (1);rumah bambu minimalis pic (1);rumah bambu knock down (1);rumah asri modern (1);rumah asri mimalis (1);rumah artistik dari bilik (1);rumah antik dari kayu (1);Papan cantik rumah kayu (1);renovasi teras rumah sederhana dengan bahan kayu (1);renovasi rumah tipe 21 2 lantai pakai kayu (1);rangka rumah minimalis dari kayu (1);rangka rumah minimalis bahan kayu (1);rangka rumah miniatur (1);rumah dari kayu melayu (1);RUMAH DEGAN BATU ALAM (1);rumah dua lantai sederhana terbuat dari kayu (1);rumah kayu sederhana dan asri (1);rumah kayu paduan beton (1);Rumah kayu orang barat (1);rumah kayu mungil di atas kolam (1);rumah kayu minimalis ala jepang (1);rumah kayu minimalis 2013 (1);rumah kayu korea (1);rumah kayu knockdown murah type 21 (1);rumah kayu knock down mungil (1);rumah kayu desain (1);rumah kayu Dan Setengah Batu Bata minimalis Jepang (1);Rumah kayu campur Batu alam (1);rumah kayu 2 tingkT (1);rumah indah terbuat dari stik es krim (1);rumah dua tingkat dari stick es krim (1);rangka rumah batu (1);rangka miniatur rumah dari bambu (1);rangka miniatur rumah (1);pembuatan beton topi teras (1);Pembuat rumah panggung dari bambu (1);pembuat rumah kayu knockdown jakarta (1);Pelan ruma mini (1);pelan kerangka bumbung kayu (1);papan panjat dari stik es (1);papan lantai knock down (1);panduan membuat gazebo sendiri (1);PANDUAN BINA RUMAH KAYU (1);pakai blackstone boleh dikulum/dihisap (1);pagar mini dari papan (1);pagar kayu teras (1);pagar beton minimalis rumah panggung (1);paduan rumah panggung rumah beton (1);paduan rumah batu dan kayu (1);PenjeLASAN konsep RUMAH KAYU knock down (1);perkiraan biaya bikin rumah dari bilik bambu (1);pintu mini malis menggunakan papan uk kecil (1);rangka gazebo bambu (1);rangka bumbung kayu atau besi (1);rangka bumbung gazebo (1);rangka beton untuk rumah betingkat (1);rangcang bangun rumah bambu (1);rancangan rumah minimalis dan biayanya (1);rancangan rumah dan pembuatannya (1);rancang kusen rangka gazebo depan rumah ukuran besar (1);proses pembuatan maket rumah dari kayu pd (1);program untuk membuat rumah kayu (1);Poto Rumah kecil terbuat dari kayu dan papan (1);poto rangka bangunan rumah tipe 36 kayu (1);pola cara membuat rumah rumahan dari stik es krim (1);plan rumah sederhana (1);plan rumah bambu (1);nama alat dan bahan membuat GRC (1);membuat rumah minimalis dari kayu (1);gazebo murah di jakarta (1);gambar rumah sederhana tembok setengah kayu (1);gambar rumah sederhana dari stik es cream (1);gambar rumah rumahan dari semen (1);gambar rumah rumah papan (1);GAMBAR RUMAH PAPAN YANG UNIK (1);gambar rumah panggung dari stik es krim (1);gambar rumah modern minimalis dari bahan GRC (1);gambar rumah minimalis paduan dengan bilik bambu (1);gambar rumah minimalis dari stik es krim (1);gambar rumah minimalis 2 lantai TERBUAT DARI KAYU (1);gambar rumah lantai 2 dari papan (1);gambar rumah kecil dan unik terbuat dari beton dan kayu (1);gambar rumah kayu tipe 57 (1);gambar rumah kayu separuh kayu cantik (1);gambar rumah kayu model panggung ala eropa (1);gambar rumah kayu bertingkat (1);gambar rumah dari kayu (1);gambar rumah sederhana terbuat dari bilik (1);gambar rumah separo beton separo kayu (1);gambgar rumah bertingkat dari kayu (1);gambgar bangunan bertingkat dari kayu (1);gambaran rumah papan yang terbagus (1);gambaran rumah kayu yang terbaik (1);gambar2 rumah minimalis bertingkat dari kayu (1);Gambar2 ruma panggung kecil (1);gambar topi jendela rumah minimalis (1);gambar tipe tipe rumah kayu (1);gambar the sims 1 separuh (1);gambar tembok grc rumah (1);gambar tahap pembuatan rumah (1);GAMBAR RUMAH-RUMAHAN YG TERBUAT DR STICK (1);Gambar rumah yang terbuat dari kayu kecil mungil (1);gambar rumah tingkat bawah beton atas dari kayu (1);gambar rumah the sims1 (1);gambar rumah setengah tembok type 75 (1);Gambar Rumah Setengah Kayu Minimalis Modern (1);gambar desain paduan rumah tembok dan kayu (1);gambar rumah bilik bambu bermotif (1);Gambar miniatur alam yg terbuat dari kayu dan cara membuat (1);gambar meniatur rumah terbuat dari bahan kayu sedarhana (1);gambar maket rumAH BAMBU (1);gambar maket bangunan terbuat dari stik (1);gambar kuda2 kayu untuk gazebo (1);gambar kuda2 atap rumah type 36 (1);gambar konstruksi rangka kuda-kuda rumah minimalis sederhana (1);gambar konstruksi kayu gazebo (1);gambar kerangka rumah kayu dengan lantai beton (1);gambar kerangka rumah kayu (1);gambar kerangka rumah dengan menggunakan stik (1);gambar jual rumah panggung bambu knok down (1);gambar desain teras rumah kayu (1);gambar desain rumah yang terbuat dari kardus dan stik (1);gambar desain rumah minimalis photo terbuat dari stik es krim (1);gambar desain rumah kayu modern (1);gambar desain rumah kayu (1);gambar miniatur kerangka rumah (1);Gambar model rumah cantik dua lantai terbuat dari kayu (1);gambar rumah bertingkat terbuat dari bahan kayu (1);Gambar rumah batu setengah papan dua kamar (1);gambar rumah batu separuh minimalis modern (1);gambar rumah bambu lantai2 (1);gambar rumah bahan kayu (1);gambar rumah ala melayu (1);gambar rumah 2 lantai kayu (1);gambar rmh kayu (1);Gambar rangka sebuah pondok kayu (1);gambar rangka rumah tingkat (1);Gambar rangka rumah mini moderen (1);gambar rangka rumah kayu satu lantai (1);gambar rangka kuda-kuda rumah minimalis sederhana (1);gambar pagar rumah dari reng kayu (1);gambar pagar kayu stik eskrim (1);gambar model teras rumah (1);Gambar Model rumah rumahan yg terbuat dari kayu (1);Gambar desain rangka atap rumah jepang (1);membuat rumah makan panggung dari papan atau bambu (1);material bangun rumah 25 juta (1);maket rumah rumahan utk ngocok (1);maket rumah modern dari bahan bekas (1);maket rumah karton (1);maket miniatur rumah type 36 (1);macam-macam design rumah dengan budget 10jutaan (1);macam rumah mungil kayu (1);macam macam pagar dari stik (1);lantai rumah papan kayu minimalis (1);LANTAI 2 RUMAH TERBUAT DARI PAPAN (1);lantai 2 minimalis (1);langkah-langkah membuat miniatur rumah makan (1);langkah langkah merakit miniatur stik es (1);langkah langkah membuat tutorial rumah besar dengan the sims (1);langkah langkah gambar membuat maket bangunan (1);langkah langkah cara membuat miniatur rumah dari stik es krim sederhana (1);kumpulan warung bambu minimalis (1);memasang kerangka besi brc lantai rumah tingkat satu (1);membangun pondok kayu dengan biaya murah (1);membuat rumah knocked down (1);membuat rumah kayu bekas (1);membuat rumah indah di the SIMS 3 (1);membuat rangka rumah (1);membuat miniatur rumah minimalis mini dari stik es cream (1);membuat miniatur rumah mewah dari kardus (1);membuat miniatur pagar (1);membuat maket dari stik es krim (1);membuat maket dari grc (1);membuat lantai 2 dari kayu (1);membuat gambar merakit motor desain (1);membuat desain rumah dengan stik es krim (1);membuat desain rumah dari kertas (1);membuar rumah-rumahan dari kayu sederhana (1);membangun rumah minimalis kayu dengan biaya 100 juta (1);membangun rumah di laut berbahan dasar kayu (1);membangun rumah cantik budget minim (1);kumpulan prakarya dari stick es krim beserta cara membuat nya (1);kumpulan foto2 rumah bambu minimalis (1);kerangka gasebo (1);kerangka bumbung rumah terbaik (1);kayu yang tahan untuk bilik bertingkat (1);kayu batang murah untuk membuat miniatur rumah (1);jual rumah bambu knock down (1);ide membuat rumah kayu 2 lantai ala jepang (1);Hiasan dinding kayu rumah2an (1);hiasan dinding bentuk rumahrumahan dari kayu (1);harga produksi rumah tingkat terbuat dari kayu (1);harga pagar rumah kayu (1);harga material bilik bambu 2013 (1);harga buat gazebo (1);harga bilik kayu murah (1);Harga bilik kayu (1);harga bilik bambu dan grc (1);harga bikin pagar papan kayu (1);gbr rmh yg mudah terbuat dr stik es krim (1);kerangka gazebo (1);kerangka membuat rumah dari kayu es (1);kumpulan foto rumah minimalis terbagus terbaru semarang (1);kumpulan foto gambar rumah belum jadi minimalis terbagus jakarta (1);kuda2 kayu rumah type 36 (1);kuat gak kayu borneo untuk rumah (1);kontruksi rumah sederhana rangka kayu (1);KONTRAKTOR BUMBUNG RUMAH KAYU (1);konsep rumah setengah beton (1);konsep rumah kayu minimalis (1);klu desain rumah tembok stengah sperti apa ? (1);kisah yuki diperkosa stevan (1);ketrampilan rumah dari stik es krim dan cara pembuatannya (1);kerangka/pola rumah-rumahan (1);kerangka rumah dengan menggunakan stik (1);kerangka rumah bambu (1);kerangka miniatur rumah (1);kerangka membuat rumah minimalis (1);kerangka membuat rumah kecil dari bambu (1);gbr rmh stik eskrim (1);contoh rumah rumahan dari stik es krim (1);contoh rumah kayu sederhana terbuat dari stik es krim (1);denah rumah 2 lantai kayu (1);contoh rumah kayu bermotif (1);contoh rumah dinding grc (1);caramembuat rangka bumbung (1);contoh rumah orang jepang (1);cara pembuatan model rumah kayu mewah (1);cara pindah rumah di the sims 3 ps3 (1);caraciri membuat rumah dengan stik es (1);contoh rumah saung kayu (1);contoh rumah sederhana biaya 30 juta (1);cara sims 3 tembok setengah (1);contoh rumah the sims ps3 (1);caramembangun bangunan tingkat (1);cara pindah rumah the sims 3 (1);cara-cara bina struktur bumbung rumah kayu (1);dekorasi kamar tidur yang terbuat dari bilik bambu (1);contoh rumah dari GRC (1);cerbung anibisvers Kau Milikku part IX (1);contoh bagian rumah the sims 1 (1);contoh gambar maket rumah dr karton (1);contoh gambar pagar dari stik es krim (1);contoh gambar rumah dari bilik bambu (1);contoh model rumah kayu atau gazebo (1);contoh gambar rumah dari karton (1);contoh merangkai bambu minimalis (1);contoh kursi berbahan kayu (1);contoh gambar rumah dari stik es krim dan cara pembuatan nya (1);contoh kritikan tentang miniatur dari stick (1);CONTOH PAGAR RUMAH MENGGUNAKAN KAYU (1);contoh gambar rumah kayu es (1);Contoh rancang bngun dari bahan bekas (1);contoh rumah dari bilik (1);contoh bangunan yang terbuat dari stick (1);contoh rumah 1/2 minimalis (1);contoh bikin rumah dari stik es krim (1);cara mudah membuat miniatur rumah dari kayu (1);contoh dan cara membuat miniatur dari kayu (1);contoh rmh atas kayu bawah batu (1);contoh dekorasi rumah the sims 3 pc (1);contoh rancang bangun menggunakan stik es krim (1);cara membuat miniatur rumah dari kayu sederhana (1);gambar desain halaman rumah sims (1);foto denah rumah minimalis (1);foto cara membuat maket rumah mini (1);foto cara buat rumah kayu (1);Fideo membuat rumah rumahan dari semen (1);Ff Rail Kyuhyun (1);estimasi biaya bangun rumah tipe 75 (1);duduk di pankuanku ku entot mamah (1);Download gambar rumah minimalis dari bahan dasar kayu (1);download contoh pagar rumah (1);Disain rumah-rumahan (1);disain papan panjat di rumah (1);disain garace besi minimalis bertingkat (1);dijual rumah kayu bekas (1);developer pelatihan panduan bangunan rumah property (1);desing rumah kayu camur batu (1);design rumah minimalis berbahan papan (1);foto desain rangka atap terbagus (1);foto gambar rangka atap terbagus jakarta (1);Gambar dan Denah Rumah Kayu Cantik (1);gambar dan cara menggambar rumah sederhana cantik (1);gambar cara pembuata rumah mewah di sims 3 pc (1);Gambar cara mengatur rumah dari papan (1);gambar cara membuat rumah setengah beton (1);gambar buat maket rumah dari karton (1);gambar bilik bambu yang artistik (1);gambar arsitektur rumah kerangka miniatur dari kayu (1);gallery rumah dari karton (1);gajebo bertingkat 2 minimalis (1);fotomodeltokomenggunakanornamenkayu (1);foto teras rumah campur kayu (1);foto saung dari stik (1);foto rumah kayu ala jepang (1);foto konsep rumah makan sederhana ala pedesaan (1);foto konsep pembuatan rumah minimalis yg belum jadi terbagus jakarta (1);design rumah kayu bertingkat malaysia (1);design rumah dengan bahan bekas (1);design rumah dari bilik pedesaan (1);desain rumah kayu ala eropa (1);Desain rumah bilik modern (1);desain rumah bertingkat jepang (1);desain rumah bertingkat ala jepang (1);desain rumah sederhana asri ala desa (1);desain rumah antik bilik minimalis (1);desain minimalis 2 lantai (1);Desain miniatur saung dari stick es cream (1);desain kerangka membuat rumah dari stik es krim (1);desain dan rancangan lengkap rumah modern jepang (1);desain dan denah rumah panggung (1);desain buat rumah the sims 3 (1);denah rumah pedesaan (1);denah rumah panggung dari bambu (1);denah rumah makan atap daun (1);Denah rumah kayu setengah beton (1);desain rumah kayu bugis (1);desain rumah kayu lengkap (1);design rumah antik (1);design kerangka atap rumah miniatur eropa (1);desainrumahkayu (1);desain saung bambu (1);desain rumah toko bahan kayu (1);desain rumah tingkat knock down (1);desain rumah the sims 3 yg indah (1);desain rumah the sims 3 ps3 yang besar (1);desain rumah rumahan bertingkat dari bambu (1);desain rumah panggung bilik bambu (1);desain rumah modern sims 3 (1);desain rumah minimalis lantai 1 menanjak (1);desain rumah minimalis bahan dasar kayu (1);desain rumah minimalis 1 lantai untuk the sims (1);desain rumah makan gazebo (1);desain rumah kayu modern the sims 3 (1);denah rumah kayu 57 (1);cara merenovasi rumah dri setengah tembok (1);cara diasain papan petunuk arah motif kayu (1);cara bikin rangka rumah batu (1);Cara bikin lemari baju dri papan (1);cara bangun tingkat game sims 2 (1);cara bangun rumah setengah tembok (1);bumbung rumah kayu moden (1);bugget 5 jt untuk rumah panggung (1);buatrumahpapan (1);buat rumah inda dengan kayu bekas (1);buat kerangka rumah-rumahan (1);buat kerangka atap kayu (1);biyaya untuk membuat rumah kayu mini malis (1);bikin tingkat dengan kayu (1);bikin sofa rumahan (1);bikin rumah murah dari papan grc (1);Bikin denah rumah minimalis dari kayu (1);biaya renovasi rumah tipe 21 2 lantai pakai kayu (1);biaya pembuatan rumah kayu bugip (1);cara bikin rumah mainan dari stik kayu (1);cara bikin rumah separoh batu (1);cara detail menyusun rumah stik (1);cara desain membuat rumah mungil nan asri (1);cara cara memasang kayu bungbung (1);Cara buat rumah mini dari bambu (1);cara buat rumah knock down (1);cara buat rumah kayu murah (1);cara buat rumah kayu (1);cara buat rumah dari kertas (1);cara buat rumah 2 lantai di the sims 1 (1);cara buat rangka bumbung besi (1);cara buat rangka bumbung (1);Cara buat kekuda kayu bumbung (1);cara buat kekuda kayu (1);cara buat bumbung kayu (1);Cara buat bumbung gazebo (1);cara bina gazebo (1);Cara bikin rumah the sims 3 ps3 yang bagus (1);biaya pembangunan rumah papan minimalis (1);biaya membuat sendiri gazebo (1);Bahan untuk membuat dinding rumah yang murah tapi elit (1);bahan membuat maket rumah tingkat satu (1);bahan material buat topi teras (1);Bahan kardus untuk membuat dekorasi minimalis rumah (1);Bahan dan alat membuat desain rumah dari kardus (1);bagian dalam rumah modern the sims 3 for ps 3 (1);bagaimana membuat rumah yang besar dalam permainan the sims 3 ps3] (1);bagaimana cara membuat rumah terbuat dari stik es krim (1);bagaimana cara membuat maket rumah (1);bagaimana cara membangu rumah/gajebo bertingkat? (1);atap rumah tercantik (1);atap rumah papan (1);Art Director at Dekorasi Cantik Design Interior (1);aplikasi untuk menggambar sketsa kayu (1);aplikasi kayu untuk pengganti besi pada rumah minimalis (1);aplikasi kayu modern (1);alat dan bahan untuk membuat maket panggung (1);bahan utama untuk membuat kekuda (1);bangun kost knock down (1);biaya membuat rumah 75 m2 (1);biaya membangun rumah kayu bertingkat (1);biaya bikin topi rumah (1);biaya bangun rumah tingkat menggunakan papan (1);biaya bangun rumah pondok type 25 menggunakan kayu (1);biaya bangun rumah dng grc type 36 (1);bentuk rumah-rumah jepang dari stik es krim (1);bentuk rumah terbagus di the sims 3 (1);bentuk rumah makan sederhana dan asri (1);bentuk rumah depan minimalis (1);bentuk rumah cantik dari kayu sederhana (1);bentuk rumah antik (1);bentu-bentuk teras rumah yang indah (1);bentu rumah sederhana (1);bentu rumah di pedesaan (1);bangunan rumah sederhana terbuat dari kayu (1);bangun rumah budget minim (1);21 desain rumah kayu (1);Cara merakit kerangka rumah dari kayu (1);cara membuat rumah minimalis di thesims 3 (1);cara membuat rumah mewah the sims 3 (1);cara membuat rumah mewah dari kardus bekas (1);Cara membuat rumah konsep dari stik es krim (1);cara membuat rumah knock down (1);cara membuat rumah idaman di the sims 3 ps3 (1);cara membuat rumah di the sim 2 pc (1);cara membuat rumah dari stik es krim yang mudah dan sedrhana beserta gambarnya (1);cara membuat rumah dari stik beserta gambarnya (1);cara membuat rumah dari bilik (1);cara membuat rumah 2 tingkat dengan stik (1);cara membuat rumah - rumahan dan bambu (1);cara membuat rmh dr stik es krim dan gbrnya (1);cara membuat rangka topi jendela (1);Cara membuat rangka rumah dari kayu (1);cara membuat plafon kamar dari kayu (1);cara membuat pagar rumahdari bambu yang simple (1);cara membuat rumah pada sims 3 (1);cara membuat rumah panggung dari bahan bekas (1);cara menggambar rumah bilik (1);cara menggambar kerangka rumah kayu (1);cara menggambar bangunan rumah mewah (1);cara membuat tembok setengah the sims 3 (1);cara membuat setengah tembok di the sims 3 (1);cara membuat saung kayu (1);cara membuat rumah-rumahan yang cantik dari bahan bekas (1);cara membuat rumah-rumahan mewah dari kardus (1);cara membuat rumah-rumahan dari karton (1);cara membuat rumah yang mewah dan dekorasi di the sims 3 (1);cara membuat rumah tingkat 2 di the sims3 (1);cara membuat rumah the sims 3 di atas kolam (1);cara membuat rumah terbuat dari stick yg megah dan cantik dan murah (1);cara membuat rumah rumahan sederhana dari kayu (1);cara membuat rumah rumahan dari stik es krim alat dan bahan nya (1);cara membuat rumah rumahan dari stik es krim (1);cara membuat rumah panggung kayu knock down (1);cara membuat pagar dari bambu (1);cara membuat miniatur yang indah dan bahan/alatnya (1);cara membuat gazebo bambu (1);cara membuat gasebo kayu bambu (1);cara membuat dinding setengah di the sims 3 (1);cara membuat desain rumah di the sims 3 (1);cara membuat atap tembok setengah disims 3 (1);cara membangun rumah modern di the sims 2 pc (1);cara membangun rumah kayu type 36 (1);cara membangun rumah kayu eropa (1);cara membangun rumah di the sims 3 (1);cara membangun rumah dari bilik kayu (1);cara membangun lantai 2 pakai kayu (1);cara membangun konstruksi dari stik es krim (1);cara memasang rangka rumah (1);cara memasang rangka bumbung rumah (1);cara memasang bumbung rumah (1);cara meembuat rumah tingkat kayu (1);cara jual rumah di the sims 3 (1);cara membuat gazebo dari kayu (1);cara membuat jendela minimalis topi (1);cara membuat miniatur rumah-rumahan kayu (1);cara membuat miniatur rumah-rumahan dari stik es krim cepat dan mudah (1);cara membuat miniatur rumah yang indah dan bahan/alatnya (1);cara membuat miniatur rumah dari stik es krim beserta gambarnya (1);cara membuat miniatur pohon untuk dekorasi panggung pensi (1);cara membuat miniatur atap rumah dari stik es krim (1);cara membuat meja tv sederhana dengan kayu bekas (1);cara membuat maket rumah yg terbuat dari kardus (1);cara membuat maket rumah tingkat satu (1);cara membuat maket rumah minimalis dari kayu (1);cara membuat maket rumah dari karton beserta gambarnya (1);cara membuat maket rumah dan dekorasi dari duplek (1);CARA MEMBUAT MAKET RUMAH (1);cara membuat lantai rumah tingkat 2 di the sims 3 (1);cara membuat lantai dr bambu (1);cara membuat kerangka rumah bugis (1);cara membuat kamar tingkat pake bahan kayu (1);cara gambar rangka panggung kayu (1);Videos

Adhyaksa Saya Larang Bangun Hambalang
MA Berencana Bangun Gedung 15 Lantai
(PENDEDAHAN): Tip Kewangan Irfan Khairi, Bangun semula selepas Raya HMM, TV1
Warga Tanah Tinggi Tagih Janji Jokowi Bangun Rumah Deret
Arif, Bangun Jembatan Demi 'Sekolahkan' Anak Bangsa
JEPEN BEHUMA - RS. DAYAKU RAJA (KOTA BANGUN) KALTIM
Tren Bangun Rumah Mini di California Dunia Kita Ep. Desain Ramah Lingkungan
Tokek Mampir ke Amerika Dunia Kita Ep. Rancang Bangun, Arsitektur & ...
Koleksi Seni Rancang Bangun di National Building Museum Dunia Kita #525 Ep. Rancang Bangun, ...
Berkantor Bersama di Affinity Lab Dunia Kita #525 Ep Rancang Bangun, Arsitektur & ...
| All Fanfiction Sasusaku Indonesia www.fanfiction.net bangun+rumah 's link Sasuke melangkahkan kakinya menelusuri setiap lorong rumah sakit, menghiraukan tatapan kagum setiap perawat dan suster yang dilewatinya. Saat ini pikirannya hanya tertuju pada satu hal–atau satu orang. Keringat dingin mengalir melewati pori-pori kulit putihnya, 'Sakura...' hatinya menggumamkan sebua... |
| Prayoga Blind Arranger Surabaya bangun+rumah 's link Hafalan Shalat Delisa TTeerree LLi iiyyee Ebook pdf oleh : Dewi KZ HafalanShalatDelisa ~tere-liye~ Daftar Is i (Oo-dwkzoO) HAFALAN SHALAT DELISA DAFTAR ISI 1. SHALAT LEBIH BAI K DARI TIDUR 2. KALU NG SEPARUH HARGA 3. JEMB ATAN KEL EDAI 4. DELISA CINTA UMMI K ARENA ALLAH 5. 26 DESEMBER 2004 ITU! 6. BERITA-BERITA DI TEVE 7. BU RUNG-BURUNG PEMBAWA BUAH 8. HIDA YAH ITU AKH IRNYA DATANG 9. MEREKA SEMUA PERGI! 10. KALU NG YANG INDAH ITU 11. PERTEMUAN 12. PULANG KE LHOK NGA 13. HARI-HARI BERLALU CE PAT 14. DELISA CINTA ABI KA RENA ALLAH 15. NEGERI-NEGERI JAUH! 16. IBU KE MBALI! 17. AJ ARK AN KAMI ARTI IKH LAS! 18. AJ ARK AN KAMI ARTI MEMAHAMI! 19. HADIAH HAFALA N SHALAT DELISA 1. Shalat lebi h ba ik d ar i t idu r Adzan shubuh dari meunasah terdengar syahdu. Bersahutan satu sama lain. Menggentarkan langit-langit Lhok Nga yang masih gelap. Jangan salah, gelap-gelap begini kehidupan sudah dimulai. Remaja tanggung sambil menguap menahan kantuk mengambil wudhu. Anak lelaki bergegas menjamah sarung dan kopiah. Anak gadis menjumput lipatan mukena putih dari atas meja. Bapakbapak membuka pintu rumah menuju meunasah. Ibu-ibu membimbing anak kecilnya bangun shalat berjamaah. "Asshalaatu'airummminannaum!" Delisa menggeliat. Geli. Cut Aisyah nakal menusuk hidungnya dengan bulu ayam penunjuk batas tadarus. "Bangun! Bangun pemalas!" Aisyah bertambah jahil demi melihat wajah polos Delisa. Menarik-narik baju tidur Delisa yang kebesaran. Yang ditarik malah memukul lemah tangan Aisyah. Kembali bergelung melanjutkan tidur; tidak peduli. "UMMI.... DELISA NGGAK MAU BANGUN!" Aisyah berteriak kencang-kencang. Mengalahkan suara adzan dari meunasah. Cut Zahra saudara kembarnya hanya menyeringai datar dari belakang melihat kelakuan Aisyah. Zahra baru keluar dari kamar mandi; mukanya basah oleh wudhu. "Ais, kamu memangnya nggak bisa bangunin Delisa nggak pakai teriak-teriak apa?" Cut Fatimah masuk, langsung melotot dari bawah daun pintu. Fatimah sudah mengenakan mukena bagian bawah. Tangannya memegang mukena bagian atas. Muka dan ujung rambutnya juga basah oleh air wudhu. "Yeee, Delisa jangankan digerak-gerakan kencangkencang, speaker meunasah ditaruh di kupingnya saja, ia nggak bakal bangun-bangun juga!" Aisyah membela diri. "Suara kamu tuh juga ngelebihin sepuluh speaker meunasah, tahu!" Fatimah melotot membesar sambil melangkah mendekat, duduk di atas ranjang Delisa, mengambil alih urusan. Aisyah seperti biasa menyeringai sebal kepada Fatimah, hidung dan bibir atasnya terangkat. Lucu sekali menatap Aisyah menyeringai seperti itu. Turun dari atas tempat tidur, beranjak mendekati Zahra yang berdiri memperhatikan. Zahra berbalik mengambil mukena tidak mempedulikan. Ah selalu begini kan setiap pagi? Ribut membangukan Delisa. "Delisa bangun, sayang.... Shubuh!" Fatimah, sulung berumur lima belas tahun membelai lembut pipi Delisa. Tersenyum berbisik. "Delisa masih tidur, kak Fatimah...." Delisa men-ceracau lemah, menggeliat menarik selimutnya. "Aduh, orang tidur kok masih bisa ngomong: 'Delisa masih tidur, kak Fatimah...1" Fatimah tertawa menggoda. "Kak Fatimah ganggu saja.... Delisa masih ngan-tuk!" Delisa bandel menarik bantal. Ditaruh di atas kepala. Malas mendengar suara tertawa kak Fatimah. "Nanti kak Fatimah gelitikin ya! Kalau nggak bangunbangun..." Jari-jari Fatimah menjulur mengancam. "Ya kak.... Gelitikin aja, kak!" Aisyah berseru senang. Menyemangati. Kembali loncat ke atas ranjang. Delisa tak mendengarkan. Juga tak melihat jari-jari yang mengancam itu (terutama jari-jari tangan Aisyah; mana kukunya belum dipotong lagi). "Benar ya...." Delisa tetap tak bergeming. "S-a-t-u, d�u�a, t�i�g�a!" Fatimah sambil tersenyum mulai menggerayangi perut, ketiak, dan telapak kaki adiknya. Aisyah merangkak mendekat, ikut membantu; lebih ganas, tertawa lebih bahak. "Ampun! Ampun!!" Delisa berteriak melempar bantalbantal. Badannya bergerak bangun. Tangannya sembarang menangkis tangan-tangan jahil itu. Fatimah sambil menahan tawa memegang tangan Aisyah agar menghentikan gelitikan. Delisa sudah terbangun, sudah duduk nyengir. Mata Delisa menatap merah; sayu setengah terpejam. Mulutnya menguap. Pipinya mengukir ke-pulauan nusantara. Tangannya mengacak-acak muka. "Iya Delisa bangun nih!" sebal sekali suara Delisa terdengar. Ia memandang kakak-kakaknya sirik. "Kak Fatimah dan kak Aisyah jahat.... Bangunin Delisa maksa!" gadis berumur enam tahun itu mengalah, beringsut turun dari ranjangnya. Fatimah ikut beranjak turun mengambil bantal-bantal yang jatuh di lantai. Aisyah yang tetap tertawa senang masih sempat-sempatnya iseng menjawil badan Delisa dari belakang dengan bulu ayam penunjuk tadarus Ummi. "Kak Fatimah!" Delisa berseru, tangannya menunjuk Aisyah, mengadu masygul. Aisyah hanya tertawa, memasang tampang tak berdosa. Mengangkat bahu. Aisyah memang lagi senang-senangnya mengganggu orang lain. Umurnya dua belas tahun, hanya terpisah 23 menit dari kembarannya Zahra; kelas satu madrasah tsanawi-yah negeri 1 Lhok Nga. Adiknya Delisa memang terlalu jauh umurnya, berbeda enam tahun, jadi kenakalan Aisyah terlalu dominan, tanpa perlawanan; Delisa selama ini hanya bisa mengadu seperti itu. "Aisyah jangan ganggu Delisa.... Lagian kamu kenapa pula belum ambil wudhu?" Fatimah melotot. "Yeee, orang kamar mandinya di pakai Zahra ini!" "Itu Zahra sudah selesai dari tadi! Kamu kenapa nggak dari tadi wudhu!" Fatimah menunjuk Zahra yang sudah rapi, sempurna memakai mukena putihnya. Aisyah hanya nyengir; kan tadi masih dipakai. Ummi masuk dari bingkai pintu sudah mengenakan mukena putih juga.... "Eh kenapa pada belum siap-siap?" "Delisa lagi-lagi susah bangun...." Aisyah menjawab sambil menyeringai, menunjuk Delisa. "Tapi kamu kenapa pula belum ambil wudhu?" Ummi bertanya. Pertanyaan yang sama dengan Fatimah. Aisyah buru-buru kabur ke kamar mandi; kan gak mungkin jawaban yang sama pula, jelas-jelas Zahra sudah selesai dari tadi. Sayangnya ia keduluan oleh adiknya. Ia tiba pas Delisa menutup pintu kamar mandi. Aisyah seketika memasang tampang sebal. Lagi-lagi meski ia yang bangun paling pagi; tetap ia yang paling telat datang ke ruang keluarga tempat shalat berjamaah. (Oo-dwkz-oO) Lhok Nga menggeliat dalam remang. Cahaya matahari menyemburat dari balik bukit yang memagari kota. Orangorang sudah dari tadi kembali dari meunasah. Orang-orang beranjak mulai mengukir hari. Yang berdagang pergi ke pasar, membuka toko-toko. Yang bekerja di kantoran mandi bersiap diri. Yang sekolah menyiapkan buku-buku dan peralatan lainnya. Tetapi hari ini hari Ahad. Libur. Lebih banyak yang menyiapkan aktivitas di rumah saja. Tidak kemana-mana. Ummi sedang mengaji; mengajari Cut Aisyah dan Cut Zahra. Fatimah membaca Al Qur'an sendiri. Tidak lagi diajari Ummu, Ah, kak Fatimah bahkan setahun terakhir sudah khatam dua kali. Ini jadwal rutin mereka setiap habis shubuh. Belajar ngaji dengan Ummi, meskipun juga belajar ngaji TPA dengan ustadz Rahman di meunasah. Delisa sedang memegang Jus'amma-nya. Terbata-bata mengeja alif-patah-a; Ia masih banyak menguap. Terkantukkantuk menunggu giliran menghadap Ummi. Menyetor bacaan yang sedang diejanya pelan-pelan. �Cut Aisyah dan Cut Zahra kenapa pula lama sekali.... Kan sudah mau khatam juga, katanya tinggal dua jus lagi...." Delisa menguap panjang. Ah iya, kalau sudah khatam pertama kali, berarti besok lusa pasti ada syukuran.... Delisa menyeringai senang. Ia sedikit tersadarkan dari kantuknya. Kalau ada syukuran, pasti ada uang receh yang dilempar.... Kan lumayan buat beli manisan di sekolah.... Delisa sama sekali tidak membaca alif-patah-a lagi; ia sibuk mengkhayal denang senang.... Menguap lagi.... "Delisa!" Ummi memanggil. Delisa masih sibuk.... "Giliran kamu tuh!" Aisyah menjawil lengannya dengan bulu ayam penunjuk tadarus. Tak sengaja bagian keras bulu ayam menusuk lengan Delisa. Delisa meringis menahan sakit, menyeringai marah. Siap mengadu ke siapa saja. "Delisa!" panggilan Ummi mengekang pengaduannya. Aisyah tertawa kecil, senang terselamatkan. Delisa mendekati Ummi, membuka setorannya shubuh ini. Ummi menunggu. Delisa membaca taawudz dan bismillah pelan sambil memperbaiki kerudung birunya. //"Alif-patah-ya-mati-ai, nun tanwin depan nan.... Ainan...."// Delisa memang masih pemula. Ia baru belajar mengaji enam bulan terakhir, sejak mulai masuk kelas satu sekolah ibtidaiyah dekat rumah. Kalau di TPA, ustadz Rahman mengajar pakai Iqra. Di rumah Ummi mengajar pakai Jus'amma. Setorannya lancar. Delisa kan anak yang pandai. Tetapi baru setengah jalan, Delisa mendadak berhenti, mengangkat kepalanya. "Ummi, kenapa ya Delisa selalu susah bangun shubuhshubuh?" Ia bertanya sambil menguap. Teringat masalah tadi; juga masalahnya selama ini, susah bangun. "Yee... kamu nyetor dulu... entar nanyanya!" Aisyah seperti biasa memotong dari belakang. Aisyah sudah melipat mukenanya. Juga Zahra. Selesai menghadap Ummi, berarti selesai pula mengajinya. Hanya Fatimah yang masih mengaji dengan langgam merdu. Delisa menoleh Aisyah sebal. Ibu mengabaikan Aisyah. Tersenyum. "Karena kamu sering lupa doa sebelum tidur kan?" "Nggak.... Delisa nggak pernah lupa!" Delisa menjawab cepat. Ngotot. Ibu tersenyum lagi. "Emangnya kamu baca doa apa?" Aisyah nye-letuk dari belakang. "Eh... eh...." Delisa gelagapan. "Ayo, kamu baca doa apa coba!" Aisyah menyeringai lucu. Hidung dan bibir atasnya terangkat lebih tinggi. "Ehh... Delisa bilang, b-i-l-a-n-g.... ya Allah, Delisa mau bobo, dijaga ya.... B-e-g-i-t-u!" Delisa berkata pelan. Mulutnya terbuka. Malu-malu. Bahkan Fatimah ikut tertawa. "Tuh kan, Ummi.... Delisa tuh paling malas disuruh ngapal doa-doa...." Aisyah merayakan kemenangannya. "Tapi... Tapi kata ustad Rahman doanya boleh pakai bahasa Indonesia kok...." Delisa ngotot, melotot kepada kakaknya. Aisyah hanya nyengir. "Bisa kan Ummi? Bisa pakai bahasa Indonesia kan?" Delisa menoleh, mencari dukungan. Ummi hanya tersenyum. Mengangguk. Delisa bersorak senang. "Tetapi doanya tetap nggak seperti itu kan, Delisa...." Ibu menambahkan. "Kamu kan dikasih tahu artinya oleh ustadz Rahman.... Nah kamu boleh baca seperti artinya itu.... Itu lebih pas.... Atau kalau Delisa mau lebih afdal lagi, ya pakai bahasa Arabnya! Entar bangunnya insya Allah nggak susah lagi.... Ada malaikat yang membangunkan Delisa." Delisa seperti biasa mengangguk-angguk cepat. Sokpaham. Sok-mengerti. Mukanya yang lucu, terlihat menggemaskan. Mukena bagian atasnya sudah agak lepas ikatan belakang. Membuat rambutnya terlihat separuh. Lebih lucu lagi memandangnya. Ummi menunjuk //juz'amma// lagi. Delisa melanjutkan setorannya sejenak. Baru dua kata lanjut, Delisa berhenti, mendongakkan kepala lagi. "Ummi, tadi kak Aisyah baca shalatnya nggak keraskeras.... Delisa kan jadi nggak bisa ngikutin...." Ia teringat sesuatu. Mengadu. "Makanya kamu cepetan menghafal bacaannya.... Bikin repot saja!" Aisyah memotong cepat, membela diri. "Kak Aisyah cuma bisik-bisik gitu.... Gimana Delisa bisa ngikutin!" Delisa menatap Ummi, berharap Ummi memarahi Aisyah. Sebenarnya Delisa ingin membalas olok-olok Aisyah tadi. "Lagian kalau Aisyah keras-keras, emang kamu dengar? Kamu kan ngantuk sepanjang shalat tadi... //Qunut// aja dia lupa, Mi! Kita-kita //qunut//, Delisa malah turun mau sujud." sekarang malah Aisyah yang melapor. Ummi hanya tersenyum tipis. Setiap shalat, Ummi yang menjadi imam. Abi mereka bekerja jadi pelaut. Di salah satu kapal tanker perusahaan minyak asing, Arun. Pulang tiga bulan sekali. Delisa lagi belajar menghafal bacaan shalat, nah sejauh ini Aisyah lah yang bertugas setiap shalat untuk membaca lebih keras di belakang, agar Delisa bisa meniru. Agar Delisa belajar lebih cepat. Tetapi selama dua minggu terakhir, Delisa lebih banyak ngadunya, kak Aisyah bacanya kepelanan. "Delisa mau sekarang yang berdiri dekat Delisa, kak Zahra saja! Atau kak Fatimah!" Delisa membujuk Umminya, meminta perubahan. "Ya sudah.... Biar Zahra atau kak Fatimah sajalah. Aisyah juga malas baca bacaan shalat keras-keras. Nggak khusuk!" Aisyah menyeringai senang (ia sebenarnya senang terbebaskan dari beban itu). Delisa juga ikut senang mendengar kalimat Aisyah barusan. Menatap Ummi agar membuat keputusan. Ummi menggeleng. Tidak! Ummi memang sengaja menunjuk Aisyah melakukan pekerjaan itu, agar Aisyah lebih bertanggung-jawab atas adiknya. Menggeleng tegas sekali lagi. Demi melihat gelengan itu Aisyah dan Delisa mengeluh bersama. Lagi-lagi Ummi menolak. Fatimah tertawa. Zahra hanya memandang datar, ah, selalu begini, kan? Mereka berdua saja yang nggak pernah cocok. Satu nggak pernah merasa suara itu cukup keras, satu lagi nggak pernah merasa suara itu cukup kedengaran. Delisa melanjutkan setoran Jus'amma-nya dengan suara mengkal. Lebih lamban dari sebelumnya. Sejenak. Lagi-lagi mengangkat kepalanya. "Satu lagi Ummi.... Kenapa kalau Delisa sudah baca doa sebelum tidur, Delisa tetap saja ngantuk pas udah bangunnya... Kata Ummi tadi Delisa pasti bisa bangun lebih cepat dan nggak ngantuk lagi, kan?" Delisa memikirkan fakta lainnya. Bertanya sambil menguap lebar. "Kayak sekarang kan?" Aisyah yang sekarang duduk membaca buku cerita nyeletuk jahil dari ujung ruang keluarga. Tetapi tak ada yang memperhatikan Aisyah. Fatimah sibuk menjelaskan sesuatu ke Zahra. Pelajaran sekolah. Ummi tersenyum memandang Delisa, "Itu karena kamu nggak baca doa bangun tidur kan?" Delisa nyengir. Ah, sudahlah. Ummi nggak percaya deh kalau Delisa bilang sudah baca. Delisa sungguh baca, kok.... Tapi ya doanya dalam bahasa Indonesia, teks-nya juga sesuai dengan versi Delisa sendiri... ya Allah, Delisa sudah bangun, makasih ya! (Oo-dwkz-oO) Hari ini seperti yang dibilang sebelumnya adalah hari Ahad. Jadi Delisa tidak sekolah. Juga kakak-kakaknya. Keluarga Abi Usman memang bahagia. Apalagi yang kurang? Empat anak yang salehah. Kehidupan yang berkecukupan. Baik bertetangga dan bersahaja. Apa adanya. Mereka tinggal di komplek perumahan sederhana. Dekat sekali dengan pantai. Lhok Nga memang tepat di tubir pantai. Pantai yang indah. Rumah mereka paling berjarak empat ratus meter dari pantai. Komplek itu seperti perumahan di seluruh kota Lhok Nga, religius dan bersahabat. Ummi sehari-hari bekerja menjahit, membordir dan apalah pakaian pesanan tetangga. Abi seperti yang dibilang sebelumnya bekerja di tanker perusahaan minyak. Setiap tiga bulan baru kembali merapat di pelabuhan Arun. Kemudian pulang ke Lhok Nga selama dua minggu, sebelum balik lagi berlayar mengelilingi lautan. Terus saja begitu sepanjang tahun, kecuali pas ramadhan dan lebaran. Abi cuti panjang, satu bulan. Fatimah tipikal anak sulung yang bisa diandalkan. Umurnya 16 tahun. Meski masih kelas satu madrasah aliyah, Fatimah bisa menggantikan peran Ummi dengan baik, juga partner Ummi kalau Abi tidak ada di rumah seperti sekarang, ikut menjaga adik-adiknya. Cut Aisyah dan Cut Zahra meski kembar benar-benar bertabiat bagai bumi-langit. Yang satu jahilnya minta ampun, yang satu kalem bin pen-diamnya minta ampun. Tetapi mereka anak-anak yang baik dan penurut. Anakanak yang cerdas. Delisa si bungsu, berwajah paling menggemaskan. Ia sungguh tidak terlihat seperti anak Lhok Nga lainnya. Beda sekali dengan kakak-kakaknya. Rambut Delisa ikal berwarna. Kulitnya putih-kemerah-merahan bersih. Matanya hijau. Delisa lebih terlihat seperti anak-keturunan. Meskipun itu tidak aneh, Ummi Delisa memang keturunan Turki-Spanyol (meskipun itu jauh ke kakek-kakeknya Delisa). Mungkin salah satu gen itu setelah terpendam begitu lama akhirnya menurun ke Delisa. Delisa juga punya hobi beda dengan anak-anak gadis kecil di komplek perumahan mereka. Ia setiap sore lebih suka main bola bersama teman-teman lelakinya dibandingkan dengan kakak-kakak dan teman-teman ceweknya. Mendingan main bola kan, daripada dijahilin mulu kak Aisyah ini. Delisa memang beda. Jadi terlihat amat lucu saat memandang ia berada di tengah-tengah mereka. Berlari-lari mengejar bola. Meskipun demikian, Delisa tetap tidak beda dengan kebanyakan gadis kecil perempuan lainnya untuk urusan tampang. Amat menggemaskan. Sungguh imut wajahnya. Apalagi kalau ia sedang nyengir. Satu lagi bedanya dengan anak-anak lain, Delisa anak yang banyak bertanya. Meskipun sering bandel, Delisa memiliki pola pikir yang beda dengan anak-anak seumuran. Membuat orang dewasa di sekitarnya terkadang mendesah, "Kok bisa?" Delisa suka mengamati dan meniru-niru orang dewasa. Mengingat detail dengan baik. Dan pandai sekali menghubung-hubungkan sesuatu, entah itu berbagai kejadian, atau hanya kalimat-kalimat orang yang didengarnya. Cara berpikir Delisa amat lateral. Ia berpikir dengan cara yang berbeda. //"In-na sha-la-ti, wa-nu-su-ki, wa-ma.... wa-ma.... wama...."// Delisa kesulitan melanjutkan hafalan bacaan shalatnya. Matanya terpejam. Tangannya menjawil-jawil rambut keritingnya. "Wa-ma.... Waaa-, waaa, wa-ma...." "Waaaa ma-cet nih ye!" Aisyah yang sedang bermain gundu dengan Zahra tertawa kecil. Menyahut begitu saja. "Kak Fatimah! Kak Aisyah gangguin lagi tuh!" Delisa berteriak kencang. Fatimah melempar Aisyah dengan dua biji jambu hijau. Mereka berempat sedang duduk di bawah pohon jambu yang sedang berbuah di sebelah rumah; masih kecil-kecil sih. Hijau lucu-lucu, banyak yang berjatuhan; mungkin bekas kelelawar semalam. Aisyah dan Zahra asyik bermain gundu di atas balai-balai bambu. Fatimah duduk di samping mereka, membaca buku "Taman orang-orang jatuh cinta dan memendam rindu!" Delisa sih nggak tahu itu buku apaan. Delisa lagi sibuk duduk di ayunan pohon jambu yang dibuatkan Abi dua bulan lalu pas pulang. Berayun-ayun pelan, sambil menghafal doa iftitah. Delisa memang lagi berjuang menghafal bacaan shalat minggu-minggu ini. Setiap kesempatan yang ada, ia pasti menenteng-nenteng buku hafalan bacaan shalatnya. Meski terkadang buku itu hanya sekadar dibawa-bawa saja. Tidak dibaca. Setidaknya ia kelihatan sibuk menghafal, dan Ummi tidak banyak menengurnya. "Kok kak Fatimah marah sih? Kan benar tuh! Waaa macet...." Aisyah nyengir sebal. Membela diri. Tidak sensitif. Fatimah melotot. Melempar lagi dua biji buah jambu (Aisyah tertawa menghindar). Buji jambu itu mengenai Zahra. Fatimah menyeringai, meneruskan bacaannya. Delisa yang senang dibela kembali ke hafalannya. //"In-na sha-la-ti, wa-nu-su-ki, wa-ma.... wa-ma.... wama ma-ti.... Wa-ma yah-ya..."// "Yee... salah. Kebalik tuh!" Aisyah nyengir; mendapatkan bahan baru menggoda adiknya. Bacaan doa iftitah Delisa tertukar urutannya. Zahra menepuk lengan Aisyah. "Giliran Aisyah sekarang!" Aisyah buru-buru melanjutkan permainan. Delisa juga buru-buru melihat buku bacaan shalat di tangannya. Eh iya, kebalik. Delisa nyengir menggemaskan. "Kan nggak mungkin mati dulu, baru yahya.... Makanya Delisa kalau menghafal ingat artinya! Jangan cuma dihafal" Aisyah sok-dewasa, sok-paham menasehati. Bagaimana pula adiknya akan tahu teknik menghafal seperti itu? Mati berarti mati; yahya berarti hidup. Delisa mana tahu artinya. Delisa baca arab-nya saja ribet minta ampun, belum bisa; baru belajar. Tetapi Delisa diam saja di olok seperti itu. Delisa justeru sedang berpikir sendiri. Memikirkan olok-olok kak Aisyah barusan. Ya... di mana-mana mati pasti terakhir kan?Jadi dia setelah wama-yahya.... Baru wama-mati. Menutup lagi buku hafalan shalatnya. //"In-na sha-la-ti, wa-nu-su-ki, wa-ma.... wa-ma.... wama ma-yah-ya.... Wa-ma ma-ti..."// Lancar! Delisa nyengir senang. "Makasih ya kak!" Delisa berseru kepada Cut Aisyah. Giliran Aisyah yang bingung! Terima kasih apanya? (Oo-dwkz-oO) Ummi keluar dari dalam rumah. Mengenakan kerudung warna ungu. Bersiap hendak pergi ke pasar. Pagi Ahad, jadwal belanja mingguan Ummi seperti biasa. "Ih, Ummi kenapa pakai warna itu?" Fatimah yang apa mau dikata meskipun bacaannya kelas berat tetaplah remaja serba tanggung, segera berkomentar saat melihat warna kerudung yang dipakai Ummi. Keberatan. "Nggak pa-pa kan? Kerudung Ummi yang lain lagi kotor! Yang tersisa tinggal ini...." Ummi memegang ujung kerudung ungunya. Mematut penampilan sambil menatap tak mengerti Fatimah. "Ummi bisa pinjam punya Fatimah, kan! Warna apa saja. Asal jangan warna yang ini. Sebentar ya, Fatimah ambilin...." Fatimah buru-buru berdiri. Meletakkan bukunya di atas balai bambu. Lari masuk ke dalam rumah tanpa ba-bi-bu. Ummi menatapnya bingung. Aisyah dan Zahra tak peduli sibuk bertengkar tentang biji gundu yang entah bisa menghilang kemana. //"La-sya-ri-ka-la-hu...."// Delisa terus sibuk menghafal. Fatimah keluar membawa kerudung berwarna putih. "Emangnya kenapa, kalau Ummi pakai kerudung warna ungu?" Ummi bertanya penasaran pada Fatimah sambil menerima kerudung dari tangan sulungnya. "Yeee, Ummi masak nggak tahu. Ungu itu warna janda! Pertanda buruk!" Fatimah menjelaskan serius sekali. Warna janda? Bahkan Delisa yang sedang menghafal ikut tertawa. Apalagi Aisyah, langsung tertawa lebar. Ia juga baru tahu. Ungu warna apa? Warna Janda? Ah, terus kenapa? Ummi nyengir. Berpikiran sama dengan Aisyah, memangnya kenapa kalau warna janda? Tetapi menatap gurat wajah Fatimah yang amat serius Ummi mengalah. Ya sudahlah! Fatimah belakangan memang suka mengomentari penampilan orang lain. Ummi saja sudah tiga kali terpaksa berganti kostum selama sebulan ini pas hendak ke pasar. Namanya juga ABG. "Pemerhati pesyen!" Itu kata Aisyah sok-gaul sok-paham pakai bahasa Inggris beberapa minggu lalu, sirik ngomel kepada kak Fatimah yang hobi berkomentar tentang pakaian teman-teman Aisyah yang bertamu ke rumah. Ummi keluar lagi dari bingkai pintu, sudah berganti kerudung. Fatimah tersenyum senang. Mengacungkan jempol tangan. Kembali ke bacaannya. "Delisa, kamu kok belum pakai kerudung?" Ummi menegur Delisa, melangkah mendekat. "Wa-bi-ja-li-ka.... U., u... Um-mi" Delisa menoleh bingung ke arah Ummi. Ia menghentikan gerakan ayunan. "Kamu kan ikut Ummi ke pasar sekarang!" "Eh.... Nggak ah, Delisa menghafal saja hari ini!" Delisa menggeleng buru-buru. "Kamu harus ikut, sayang.... Ummi mau beli itu� i-t-u tuh!" Ummi membuat bundaran dari jemari telunjuk dan jempol dua tangannya. Lingkaran kalung! Delisa menatap tak mengerti dua kejap. Tetapi segera berteriak beberapa detik berikutnya. Meloncat dari ayunan.... "UMMI MAU BELI KALUNG?" Delisa berseru senang. "Kalung buat Delisa?" Delisa sudah mencengkeram baju Ummi. Wajahnya yang lucu sungguh menggemaskan. Rambut ikalnya yang pirang bergerak-gerak. Mata hijaunya menyala. Ummi mengangguk. "Hore! ....Sebentar!" Delisa sudah melesat lari ke dalam rumah. Meletakkan buku hafalan bacaan shalatnya sembarangan. Menyambar kerudung kecil di atas meja. Sambil lari, sambil jalan, Delisa mengenakan kerudung itu apa-adanya. Belepotan. Ummi melangkah mendekat, membantu membenahi kerudung biru bungsunya. "Yeee, belum tentu juga Delisa hafal ini bacaan shalatnya!" Aisyah nyengir menggoda sambil menjalankan gundunya. "Delisa pasti hafal!" Delisa berseru cuek. Tidak mempedulikan Aisyah yang menyeringai ke arahnya. "Delisa boleh pilih hadiah kalungnya sendiri kan? Seperti punya kak Fatimah, punya kak Zahra, atau seperti punya kak Aisyah kan!" Ummi mengangguk. Sekarang malah Delisa yang menyeret tangan Umminya keluar pekarangan rumah. Semangat! Mereka akan ke pasar Lhok Nga. Membeli kalung hadiah hafalan bacaan shalat Delisa (di samping belanjaan rutin mingguan Ummi lainnya). Kalung yang dijanjikan Ummi sebulan lalu. Kalung yang membuatnya semangat belajar menghafal bacaan shalat minggu-minggu terakhir. Kalung yang akan membawanya ke semua lingkaran mengharukan cerita ini. (Oo-dwkz-oO) 2. Kalung separuh ha rga "Haiya, kalau begitu kalungnya separuh harga saja Ummi Salamah!" Koh Acan tersenyum riang. Pasar Lhok Nga ramai sekali. Sepanjang jalan tadi, Delisa kencang memegang baju Ummi. Ia jelas tidak mau kehilangan jejak kaki Ummi. Itulah yang tadi menjelaskan kenapa Delisa pertama kali buru-buru menyeringai malas saat diajak Ummi ke pasar. Ia pernah tertinggal dari Ummi. Dan sepanjang pagi itu Delisa berteriak-teriak mencari Ummi di seluruh pasar. Panik. Takut. Delisa benar-benar takut dengan kata-kata sendirian. Beruntung ada yang mengenali Delisa. Berbaik hati mengantarnya pulang. Ummi juga waktu itu panik sekali. Sempat-sempatnya lapor ke pos polisi pasar. Dicari kemana-mana, eh tahunya yang di cari sudah makan siang di rumah. Aisyah menggodanya sepanjang minggu. Buronan polisi! "Ah, nggak usah. Biar saya bayar penuh Koh Acan!" Ummi menggeleng pelan. Tersenyum menolak. "Tidaklah.... Kalau untuk hadiah hafalan shalat ini, Ummi Salamah bayar separuh saja, haiya!" Delisa nyengir, menarik-narik baju Ummi, menatap tak mengerti 'Ummi napa sih, mau dikasih setengah harga gak mau, kan sayang.' Tetapi Ummi tidak memperhatikannya. "Buat kamu kan.... Ah iya nama kamu Delisa kan? Anak yang manis, " Koh Acan mengusap-usap kerudung Delisa. Delisa tersenyum lucu. Semoga begitu malah gratis. Mereka memang selalu ke sini kalau membeli perhiasan. Sedikit di antara toko emas yang ada di Lhok Nga. Tadi Ummi benar-benar membiarkan Delisa memilih sendiri kalungnya. Sekarang tinggal membayar. Dan sepertinya Koh Acan yang dari ujung rambut hingga ujung kaki China tulen, berbaik hati untuk kesekian kalinya. "Janganlah Koh. Saya jadi tidak enak hati.... Dulu waktu Fatimah beli Koh Acan juga hanya mau dibayar separuh, waktu Zahra dan Aisyah beli juga.... Kali ini biarlah Delisa bayar penuh...." Ummi mengeluarkan dompet dari tas. Mengambil uang seharga kalung tersebut. "Nggak... Haiya, saya nggak mungkinlah pasang harga mahal kalau buat hadiah hafalan shalat! Nggak mungkinlah...." Koh Acan memperbaiki dupa di atas meja pajangnya, tersenyum meyakinkan. Koh Acan 100% Konghucu. "Kata Abi Usman dulu, shalat itu kan untuk amm-mar mak-rup na-khi mhung-khar-" Koh Acan kesulitan mengeja ujung kalimatnya. "Saya senang sekali anak-anak kecil belajar shalat.... Itu berarti Lhok Nga akan jadi lebih baik kan.... Apalagi anakanak Abi Usman dan Ummi Salamah sudah seperti anak saya sendiri ini...." Koh Acan menggeleng tegas menatap uang itu. Ummi memaksa menyerahkan uang penuh. Koh Acan sebaliknya memaksa mengembalikan separuh-nya. Dan Delisa dengan sukarela, dengan tampang menggemaskan ringan-tangan menerima separuh uang itu dari tangan Koh Acan. Ummi menyeringai. Mendelik ke arah Delisa. Ingin menyuruh Delisa mengembalikannya. Tetapi Delisa, lihatlah, justeru menggenggam uang itu erat-erat. Ya sudahlah! Seharusnya ia tadi pergi ke toko lain saja kalau tahu begini.... Masalahnya mau ke toko mana lagi? Suaminya kan selalu menyuruh dia belanja di sini. Koh Acan sudah seperti kakak-adik dengan suaminya. "Daaa Koh Acan! Khamsia...." Delisa menyeringai. Koh Acan balas melambai tertawa lebar. Khamsia! Mereka melanjutkan belanja lainnya. "Kamu belajar darimana kata khamsia tadi?" Ummi bertanya pelan kepada Delisa. "Dari orang yang barusan belanja sebelum kita.... Orang itu bilang begitu! Koh Acan juga bilang begitu. Delisa ikutikut saja, memang artinya apa-an, Mi?" Delisa menjawab sekaligus balik bertanya. Ummi hanya menggeleng kecil, mengatakan artinya. Delisa mengangguk-angguk sok-paham. Ah, besok ia juga akan bilang begitu ke siapa saja kalau mau bilang terima kasih. Kata-katanya lebih enak didengar. Mereka diam selama sepuluh langkah berikutnya. "Ummi.... Ummi, biar Delisa yang pegang kalungnya!" Delisa menarik-narik baju Ummi. "Biar Ummi saja!" Ummi menoleh menggeleng. Tetap melangkah menuju toko kelontong tempat Ummi biasa belanja. "Ah, kalau begitu Ummi nggak percaya ama Delisa!" Delisa menyeringai. Kalimat itu, sebulan terakhir pamungkas sekali untuk membujuk Ummi. "Bukan, sayang.... Kan kita sudah janji, kamu nggak akan pegang kalungnya sebelum kamu hafal seluruh bacaan shalat! Sebelum lulus dari ujian Bu Guru Nur." Ummi berkata tegas. "Yeee, Delisa kan cuma mau bantu bawain ini.... Kan Ummi repot bawa barang belanjaan!" Delisa membujuk. Kecewa, bujukan pertamanya tidak mempan. Ummi tertawa kecil. Jelas-jelas tangannya tidak memegang apa-apa, selain tas kecil. Mereka kan belum belanja apa-apa. "Biar Ummi yang bawa.... Lagian Ummi kan belum bawa kantong plastik apapun, Delisa. Belum perlu dibantu." "Yaaa, maksud Delisa entar pasti Ummi bawa banyak barang belanjaan kan, jadi dari sekarang Delisa bantu bawa kalungnya!" Delisa tak mau kalah. Maksa mencari penjelasan lainnya. Menarik-narik baju Ummi. Ia jelas-jelas bukan ingin membawa kalung tersebut, melainkan ingin memakainya. Ummi hanya menggeleng. Meneruskan langkah kakinya. Benar-benar diluar dugaan cara berpikir bungsunya. Nanti? Delisa buru-buru ngintil lagi; dengan tampang separuhkecewa, separuh-takut ketinggalan. Ah, Delisa kan hanya ingin merasakan memakai kalung tersebut sekarang. Besok-lusa juga pasti jadi miliknya ini? (Oo-dwkz-oO) Kecemburuan itu bagai api yang membakar semak kering. Cepat sekali menyala. Melalap apa saja di sekitarnya. Dan itulah yang terjadi sesiang, sesore, dan semalaman saat Delisa dan Ummi sudah pulang dari pasar Lhok Nga. Kecemburuan di dalam rumah itu. Delisa dengan bangga memamerkan kalung itu (setelah membujuk Ummi habis-habisan agar ia bisa memperlihatkan kalung tersebut kepada kakak-kakaknya). Kalung itu biasa saja sebenarnya. Kalung emas 2 gram. Sama seperti milik Fatimah, Zahra, juga Aisyah. Yang membuatnya berbeda, karena kalung itu diberikan gantungan huruf. Huruf D. "D untuk Delisa!" Delisa riang berseru (menirukan Koh Acan tadi pagi). Aisyah menatap sirik. Ia benar-benar cemburu. Kalung milik Delisa jelas-jelas lebih bagus dibandingkan miliknya. Kan nggak ada huruf A. A untuk Aisyah. Aisyah diam saja sepanjang sisa sore. Ia hanya datar melihat Fatimah, Zahra dan Delisa bermain bulu tangkis di halaman rumput sebelah rumah. Harusnya permainan itu berempat. Ganda. Fatimah berpasangan dengan Delisa lawan Zahra dan Aisyah. Biar seimbang. "Kakiku sakit!" Itu kata Aisyah pendek menolak ajakan bermain. Lantas duduk di ayunan. Benci melihat Delisa yang tertawa-tawa mengejar kok kesana-kemari. Bahkan Aisyah tidak bergerak sedikitpun saat kok terjatuh dekat kakinya. Ia kan bisa bantu lempar balik ke lapangan? Cuma menggapai sedikit, kok bulu tangkis itu sudah bisa terambil tangannya. Fatimah menghela nafas melangkah mendekat mengambil kok tersebut. Menyeringai sebal ke arah Aisyah. "Kaki Aisyah segitu sakitnya ya? Sampai-sampai ngambilin kok saja nggak bisa?" Aisyah hanya menggerakkan hidung dan bibirnya. Menyeringai tak peduli. Fatimah malah tertawa melihatnya; urung melanjutkan omelan. Itu selalu lucu dilihat. Permainan terus berlanjut hingga menjelang maghrib. Malamnya Aisyah yang duduk bersama Zahra juga berdiam diri saat mengerjakan PR buat besok. Tidak sedikitpun mengganggu Delisa yang terbata-bata terus menghafal bacaan shalat di ruang belajar. //"Su-bha-nal-lah rab-bi-yal a'-la wa-... wa-... wa.... bihamdih!"// "Aduh itu kan bacaan buat sujud, Delisa!" Fatimah yang juga sedang belajar bersama-sama menoleh. Tadi Delisa bukankah baru saja membaca surat pendek, kemudian takbir hendak ruku1.... Jadi harusnya ia kemudian baca bacaan ruku1 kan. Bukan bacaan sujud. "Eh, emang Delisa lompat langsung hafal bacaan sujud kok! Entar-entar bacaan ruku'nya...." Delisa nyengir. Padahal sungguh ia suka sekali ketukar-tukar menghafal bacaan shalat tersebut.... Doa //iftitah// tadi saja ketukarketukar. Apalagi ini. Bedanya cuma //a'la// dan //azdhimi//. Delisa suka bingung mana bacaan ruku1, mana bacaam sujud. Fatimah menyeringai. Adiknya selalu saja bisa menjawab pertanyaan orang. Meneruskan membaca entahlah (bacaan kak Fatimah sekarang aneh-aneh; baca buku-buku tebal; judulnya panjang-panjang; juga terkadang baca komik? Kalau Abi tahu kak Fatimah baca komik bisa diomelin kan?) Delisa mengulang lagi menghafal dari bacaan surat pendek. Takbir. Kemudian bacaan ruku1 lagi. //"Su-bha-nal-lah rab-bi-yal a... a... a____a'-la wa-biham- dih!"// Aduh ketukar lagi kan? Delisa nyengir. Fatimah menatapnya sambil tersenyum tipis. Malas menegur lagi. Jawabannya juga pasti ngeles. Delisa menoleh ke arah Aisyah. Maksudnya teramat jelas.... Kalau tadi pagi kak Aisyah bisa kasih "tips" bagus biar do'a iftitah-nya nggak ketukar-tukar, sekarang pasti bisa kasih tips yang keren biar bacaan sujud dan ruku1 tak ketukar-tukar. Sayang yang ditoleh, sibuk belajar. Hening tak mempedulikan kegiatan Delisa. Lebih hening dari pada Zahra yang memang pendiam. Hanya goretan pulpennya yang terdengar. Benar-benar diluar kebiasaan Aisyah yang selama ini seperti minum obat menjahili Delisa. Bukan tiga kali sehari, tetapi tiga kali setiap tiga puluh menit iseng. Ummi sedang menjahit di luar. Suara mesin jahit juga terdengar hingga ke dalam ruang belajar. Delisa menarik nafas. Menggaruk-garuk rambut pirangnya. Ia teringat hadiah kalung itu..... Indah sekali kan! Delisa tersenyum senang. Ia harus hafal bacaan shalat ini segera biar dapat kalung itu. HARUS! Delisa malah sibuk membayangkan ia mengenakan kalung itu sekarang. Manyun senyum-senyum sendiri. Saking senangnya mengkhayal, Delisa lantas beranjak dari kursi. Berlari-lari kecil menuju Ummi. Kakak-kakaknya tidak memperhatikan. Sibuk dengan kegiatan masingmasing. "Ummi, Delisa bisa lihat kalungnya sekali lagi?" Delisa membujuk Ummi yang sibuk memotong kain. Ummi menoleh. Menatap sebentar. Menggeleng tegas. "Ah.... Delisa lihat bentar saja, kok...." Ummi menggeleng lagi. "Bener... sebentar saja!" Delisa mengacungkan dua jarinya. Suer! Entah ia melihat dari mana gaya seperti itu. Ummi tersenyum. Menggeleng sambil mengusap rambut ikal Delisa yang pirang. Delisa mendesah kecewa. Ia kan hanya pengin lihat sebentar saja, biar belajar menghafalnya semangat. Ummi kalau sudah menggeleng susah dibujuk. (Oo-dwkz-oO) Dan ternyata kalung itu sakti sekali. Esok shubuhnya Delisa bangun tepat muadzin di meunasah baru membaca //"Allaahu-akbar!"// pertama kali. Delisa menggosok matanya. Teringat kalungnya. Buruburu turun dari atas ranjang. Menuju ke kamar mandi. Yang justeru tidak bergeming sekarang adalah siapa lagi kalau bukan Aisyah. Cemburu itu membakar apa saja. Termasuk rekor bangun tidurnya. "Aisyah bangun!" Fatimah pelan membangunkan. Tidur semalaman justeru membuat hati Aisyah terbakar lebih luas, lebih dalam. Ia mengibaskan tangan Fatimah. Hatinya pagi ini teramat dongkol. Ia sebenarnya sudah dari tadi bangun. Hanya saja malas sekali melihat Delisa ada di dekatnya. Melihat Delisa turun dari ranjang dengan riang. Mereka bertiga sekamar. Kak Fatimah punya kamar sendiri. Delisa kembali dari kamar mandi. "Kak Aisyah bangun!" Delisa iseng memercikkan tangannya ke muka Aisyah. Aisyah menutup kepalanya dengan bantal. Mengkal sekali. "Bangun Ais.... Nanti kak Fatimah gelitikin Ion!" Fatimah mengeluarkan senjata pamungkasnya. Delisa berseru senang. Asyik, balas dendam. Meloncat ke atas tempat tidur. Menyiapkan jari-jarinya (juga belum dipotong kukunya). Tetapi sebelum kak Fatimah menghitung, Aisyah sudah melempar bantal duluan. Beranjak duduk. Bersungut-sungut menatap kak Fatimah. Apalagi saat menatap Delisa. Mukanya mengkal sekali. Aisyah dongkol patah-patah turun dari tempat tidur. Ibu masuk dari bingkai pintu, sudah mengenakan mukena putih.... "Eh kenapa pada belum siap-siap?" "Kak Aisyah bangunnya susah...." Delisa melapor sambil nyengir, 100% meniru intonasi Aisyah kemarin shubuh saat melaporkannya. Aisyah tambah mengomel dalam hati mendengar suara Delisa, berjalan tersuruk-suruk menuju kamar mandi. Sial! Di dalam ada Zahra. (Oo-dwkz-oO) Mereka tidak mengaji seperti biasa pagi ini. Senin pagi. Itu berarti jadwal Abi menelpon setiap minggu. Mereka duduk di ruang keluarga menunggu telepon. "Ummi, tadi kak Aisyah malah sama sekali nggak bersuara pas shalat... Delisa kan jadi nggak baca apa-apa!" Delisa yang duduk dekat Ummi melapor. Aisyah yang sedang menunduk, menjawil-jawil ujung kerudungnya diam saja. Tidak mempedulikan pengaduan Delisa. Tabiatnya aneh sekali, biasanya ia langsung membantah apa saja kalimat Delisa. Ummi menoleh ke arah Aisyah, meminta penjelasan. Aisyah tetap tak bergeming. "Kamu kenapa, sayang?" Ummi bertanya kepada Aisyah. Urung bertanya soal pengaduan Delisa. Aisyah diam saja. "Kamu sakit?" Ummi mendekat. Duduk sambil memegang dahi Aisyah. Menggeleng, dahi itu tidak panas. "Panas ya, Mi?" Delisa mendekat. Tangannya ikutan hendak menyentuh dahi Aisyah. Sok-baik sok-perhatian seperti biasa. Senyum-senyum. Ya Allah, Aisyah reflek mengibaskan tangan adiknya. Delisa mengaduh. Lumayan sakit. Fatimah yang sedang membaca buku tebal lainnya menoleh. Zahra juga menoleh. Suasana di ruang keluarga segera berubah. Menegang. Ummi menatap Aisyah penuh tanda tanya. Sedikit marah. "Kenapa tangan Delisa kamu kibaskan?" Aisyah diam seribu bahasa. Ia semakin mengkal. Kan sudah jelas! Ia nggak suka Delisa dapat kalung lebih bagus! Ah, beginilah tipikal pencemburu. Merasa permasalahannya sudah tersampaikan kepada orang lain dengan merajuk tak jelas maksudnya. Jelas-jelas tidak ada yang tahu kalau Aisyah sedang marah karena urusan kalung itu. Aisyah kan belum bikin spanduk, baliho atau karton demonstrasi. Aisyah belum memproklamirkan kemarahan tersebut. Tetapi Aisyah merasa ia sudah menjelaskan masalah dari mukanya yang sekarang mulai memerah. Delisa mengurut-urut tangannya menjauh, duduk dekat Fatimah sambil mengomel "Kak Aisyah jahat! Delisa kan cuma pengin tahu panas atau nggak! Malah dipukul-" Aisyah justeru menatapnya garang. Ummi mengambil alih permasalahan. "Ada apa Aisyah? Apa salah adikmu?" Suara Ummi tegas. Menyelidik. Aisyah diam, mukanya semakin merah. Ia hendak berteriak marah, bagaimana Ummi tidak tahu, jelas-jelas ia tidak suka Delisa dapat kalung lebih bagus! Telepon berdering. Perhatian terpecah. Ummi bangkit dari duduknya. Sudah jadi prosedur normal. Ummi yang pertama kali mengangkat telepon dari Abi. Nanti baru mereka yang bergiliran berbicara langsung dengan Abi. "Assalammualaikum...." Ummi sumringah sekali. Seperti biasa kalau berbicara lewat telepon dengan Abi, Ummi bertingkah seolah-olah Abi ada di depannya saja. Pernah Delisa bertanya "Ummi kenapa sih senyum-senyum kayak gitu, kan Abi nggak lihat kalau Ummi senyum...." Ummi hanya menjawab lembut "Tapi Abi kan bisa merasakan kalau Ummi sedang tersenyum.... Ah, Delisa nanti kalau kamu sudah besar kamu bakal tahu, istri yang baik selalu bersikap sungguhsungguh melayani suaminya...." Delisa manyun. Akan butuh waktu lama sekali ia akan mengerti kalimat Ummi itu. Lah sekarang saja umurnya baru enam tahun. Ummi entah membicarakan apa. Sepertinya banyak. Mereka menyimak suara Ummi dengan baik, meski kadang tak terlalu mengingat dan mengerti. Kadang Ummi terlihat tersipu. Delisa memandang kakaknya Fatimah. Kak Fatimah mengangkat bahu, nyengir. Dengarkan saja! Sepuluh menit kemudian, Ummi menyerahkan telepon ke Delisa. //"Assalammualaikum//, Delisa.... //"Waalaikumussalam//, Abi kemarin Delisa ke pasarbeli- kalung-untuk Delisa-buat hafalan shalat-kalungnya bagus-ada huruf D-D untuk Delisa-ah iya Koh Acan baik sekali-ah iya minggu depan-Delisa harus maju-praktekshalat- depan Bu Guru Nur-Abi bantu doa ya-" Bagai mitraliur Delisa menyampaikan berita (Delisa buru-buru karena ingat kata-kata di teve itu; kalau pakai listrik hemat-hemat. Gerakan hemat nasional. Jadi nelpon juga harus hemat-hemat; ia mesti cepat-cepat menyampaikan kabar). Abi tertawa di seberang. "Delisa ceritanya pelan-pelan!" "Nggak-Delisa-mesti-buru-buru." "Ah iya, nanti Abi juga kasih hadiah buat Delisa. Sepeda!" Abi berkata lembut. "Sepeda?... Beneran, ya! Abi janji, kan!" Mendengar berita itu, Delisa tidak usah disuruh dua kali, kembali bicara normal seperti biasa. Berteriak senang. "Ya, nanti kita beli di pasar! Pas Abi pulang!" "Asyik....! Delisa mau yang warna biru!" "Delisa boleh milih sendiri, kok!" Delisa berjingkrakan. Kerudung birunya tersingkap. Aisyah menatap semakin terluka dari atas kursi. Giliran Fatimah berikutnya. Lima menit. Aduh, kak Fatimah ngomong apa sih? Bahas buku-buku itu, bikin pusing! Ngomong apa gitu! Kan sayang pulsa kebuang cuma buat nanya yang aneh-aneh. Lima menit kemudian giliran kak Zahra. Nggak lama, cuma dua menit. Zahra kan pendiam, jadi lebih banyak mendengar nasehat Abi. Lebih banyak diamnya. Mengangguk-angguk. Giliran Aisyah. Va Allah, Aisyah mentah-mentah menolak bicara. "Aisyah, ayo.... Abi nunggu nih!" Ummi menatap tajam. Aisyah tetap tak bergeming. "Aisyah-nya merajuk, Bi!" Ummi menjelaskan. Bicara lagi beberapa menit. Memutus hubungan. (Oo-dwkz-oO) Dan sekarang Aisyah benar-benar mendapatkan perhatian 100% dari Ummi. Ummi mendekat. Duduk di samping Aisyah. "Kenapa, Ais? Kamu kenapa menolak bicara pada Abi?" Ummi bertanya tajam. Urusannya jauh lebih serius dibandingkan dengan memukul tangan adiknya tadi. Aisyah melotot menatap lantai. "Ada apa?" Ummi memegang bahu Aisyah. Meminta penjelasan! Pegangan itu mengeras. Aisyah yang sedari tadi menahan marah; pecah sudah; bukan! bukan menjadi marah benaran. Tetapi menangis. Marah dan menangis itu satu jenis. Kalian akan menangis jika saking marahnya. Menangis itu juga satu jenis dengan senang. Kalian akan menangis jika saking senangnya. Dan tentu saja menangis itu benar-benar satu jenis dengan sedih. Kalian akan menangis kalau sedih. Aisyah menangis terisak. Lah! Ummi menghela nafas. Fatimah memandang bingung. Zahra menyeringai, Ah seperti biasa, pasti merajuk nggak jelas lagi! meskipun Zahra tidak tahu Aisyah merajuk karena apaan. Delisa mendekat, juga bingung. Tetapi sungguh hati Delisa bagai mutiara; seperti terlahir seperti itu. Delisa memegang tangan kakaknya dengan lembut. "Kak Aisyah kenapa menangis?" mata hijau Delisa menatap wajah kakaknya yang berderai air. Menggemaskan sekali melihat ekspresi muka Delisa. Polos bertanya. Aisyah yang menangis tidak mengibaskan tangan itu. Tidak juga menoleh ke arah Delisa. Hatinya kebas, jadi ia tidak memikirkan hal lain kecuali kecemburuannya. Tidak mendengarkan pertanyaan adiknya yang sok-perhatian. "Ada apa, sayang-" Ummi mengelus rambut Aisyah. "Bukankah.... Bukankah Ummi sudah tahu!" Aisyah terbata memotong. "Tahu apanya, Aisyah kan belum bicara...." "Kenapa... kenapa Delisa...." Suara Aisyah patah-patah; menunjuk Delisa di sampingnya. Mencoba menahan sedan. "Kenapa apa?" Lembut Ummi bertanya. "Kenapa Delisa dapat kalung yang lebih bagus! Kenapa kalung Delisa lebih bagus dibandingkan dengan kalung Aisyah... juga kalung Zahra.... Kalung kak Fatimah!" Jelas sudah! Ummi menghela nafas. Fatimah beranjak mendekat. Delisa menatap tak mengerti. Lebih bagus apanya? Orang Delisa kemarin pagi milih kalungnya sengaja mirip dengan punya kak Aisyah. "Kalungnya kan sama saja dengan punya Aisyah-" "Tetapi punya Delisa ada hurufnya!" Aisyah memotong Ummi cepat, ia masih tersedan. Berusaha mengelap ingus dengan ujung kerudung. Delisa menatap nyengir, "Idih, kak Aisyah jorok. Masak ngelap ingus pake jilbab!" Delisa berseru jijik sambil mengambil selembar tisu dari atas meja. Menyerahkannya ke tangan Aisyah. Aisyah menatap galak. Mengambilnya tetapi tidak sedikitpun bilang terima kasih. "Kamu tuh aneh, Aisyah.... Zahra saja nggak cemburu kok Delisa dapat kalung lebih bagus.... Kak Fatimah juga nggak! Lagian cuma beda huruf doang" Fatimah mendekati adiknya. Mencoba membantu Ummi membujuk Aisyah. Aisyah hanya diam. Iya juga kan? Tetapi ia buru-buru membuang pendapat kak Fatimah. Diam. "Ibu kan pernah bilang, sayang.... Jangan pernah lihat hadiah dari bentuknya... Lihat dari niatnya... Abi kan juga sering bilang, Kalau kamu lihat hadiah dari niatnya, insya Allah hadiahnya terasa lebih indah.... Ah iya, bukankah ustad Rahman juga pernah bilang: kita belajar shalat itu hadiahnya nggak sebanding dengan kalung.... Hadiahnya sebanding dengan surga...." Aisyah masih menggeleng keras kepala. "Memangnya Aisyah pas belajar shalat hanya agar dapat kalung?" Aisyah terdiam. Dulu sih ia memang berharap agar dapat kalung. Kalau sekarang sudah banyak mengerti, belajar shalat jelas-jelas bukan untuk dapat kalung saja. Aisyah menggeleng pelan. Tetapi ada yang mengangguk kencang-kencang. Delisa! Delisa tersenyum manyun, tanpa dosa; jelas-jelas ia belajar shalat agar dapat hadiah kalung dari Ummi. Itu janji Ummi sebulan lalu. Meskipun tidak ada yang memperhatikan tampang menggemaskan Delisa. "Nah, kalau bukan untuk kalung, kamu nggak sepantasnya cemburu dengan hadiah adikmu, kan? Ah iya, besok-lusa kita kan bisa ke tempat Koh Acan lagi, masingmasing nanti beli huruf untuk kalungnya.... F untuk Fatimah, A untuk Zahra dan Aisyah-" "U untuk Ummi.... A untuk Abi!" Delisa memotong. Ia tidak tahu memangnya nama Ummi dan Abi seperti itu; itu kan hanya panggilan. Fatimah ikut nyengir tertawa. Aisyah tersenyum tanggung mendengar kalimat Ummi (bukan melihat gaya Delisa yang sok-tahu tadi). Kemarahannya berkurang. Cemburunya memudar. Ia akan dapat huruf A. Tetapi ia masih ingat sesuatu. "Tetapi kenapa Delisa dapat hadiah sepeda dari Abi?" Ummi menghela nafas. "Memangnya sepeda itu buat Delisa doang. Aisyah kan bisa pinjam. Zahra juga bisa pinjam. Kak Fatimah juga bisa pinjam.... Seperti tas kalian yang saling pinjam...." Aisyah menyeringai lagi. Masuk akal sih. "Nah kalau kamu mau ke sekolah pakai sepeda, sambil bonceng Delisa.... Kamu mesti baca bacaannya keras-keras pas shalat, biar adikmu bisa dengar. Biar ia shalat sambil belajar. Semakin cepat adikmu bisa, kan nanti Abi bisa langsung beliin saat pulang dua minggu lagi...." Aisyah mengangkat hidung dan bibirnya. Menyeringai. Tetapi bagaimana kalau Delisa tidak mau minjamin sepedanya? "Iya kak, entar Delisa kasih pinjem, deh!" (Oo-dwkz-oO) 3. Jemba tan keledai Delisa mengaduk-aduk lemari pakaiannya (yang digabung dengan lemari pakaian Aisyah dan Zahra); tega sekali ia membuat lipatan pakaian kakak-kakaknya porakporanda. "Ummi! Baju ngaji Delisa kok nggak ada!" Delisa berteriak sambil terus mengaduk. "Kan Ummi sudah taruh di atas meja!" Ummi balas berteriak. Ummi lagi di ruang depan. Membordir pesanan ustadz Rahman. "Eh iya!" Delisa nyengir. Buru-buru menuju meja belajarnya. Meninggalkan isi lemari yang jungkir-balik. Menemukan baju TPA berwarna biru. Delisa dengan cepat mengenakan kerudung biru. "Yaa, Ummi napa kerudungnya yang ini.... Delisa sering gatal-gatal kalo pakai yang ini...." Delisa mendekati Ummi. Menunjuk kerudung yang tengah dirapikannya. "Itu karena kamu malas cuci rambut, sayang!" Ummi terus konsentrasi pada bordirannya. "Delisa juga sering kepanasan...." Delisa mendaftar keluhan berikut. "Kan kamu bisa lepas nanti kalau terasa panas!" Ummi menjawab seadanya. Delisa tidak mendengarkan. Ia sudah beranjak menuju pintu keluar. "Eh, nanti Delisa langsung main ya, Mi!" Delisa berteriak dari pintu depan. Ummi mengangguk. Mana Delisa bisa lihat anggukan Ummi? Ia sudah membuka pintu rumah. Ah, kalau Ummi diam tidak-berteriak itu berarti oke. "Daa Ummi; //assalamualaikum//!" Delisa berteriak langsung lari. Ummi tersenyum menjawab salam Delisa pelan. Bungsunya selalu begitu. Pamit selalu lari sambil berteriak mengucap salam. Delisa berlari-lari kecil. Kerudung birunya bergoyang. Bukan sekadar karena gerak tubuhnya, tetapi juga karena desir angin laut yang menerpa. Penghujung bulan akhir tahun ini, angin laut bertiup lebih kencang. Udara lebih lembab dari biasanya. Delisa sudah terlambat. Tadi sepulang sekolah ia piket dulu. Di sekolahnya memang begitu. Piket membersihkan ruangan kelas dilakukan setelah pulang. Delisa masih kelas satu, pulangnya pukul setengah sepuluh, sekolah seperempat hari. Sekarang sudah jam sepuluh lewat lima. Buru-buru Delisa ke meunasah yang terletak dua ratus meter dari rumahnya. Jadwal harian belajar mengaji TPA dengan ustadz Rahman. Kata ustadz Rahman, muslim yang baik selalu bisa menghargai waktu. Delisa tidak tahu apa artinya menghargai waktu; Yang ia tahu, saat ustadz Rahman menjelaskan, itu berarti kita harus datang tepat waktu, nggak boleh terlambat, Delisa berusaha datang tidak pernah telat. Seperti sekarang, ia lari lebih cepat. Tasnya bergoyang-goyang mengikuti irama tubuh. Dahi Delisa berkeringatan. Suara anak-anak yang membaca Iqra terdengar dari kejauhan. Delisa nyengir. Ya.... ia telat lagi. Tiba di halaman meunasah setengah menit kemudian. Buru-buru masuk ke muenasah. Ustadz Rahman menatapnya. "Delisa tadi piket....!" Delisa menjelaskan tanpa diminta. Menyeka dahinya. Ustadz hanya tersenyum. Dia tahu setiap hari Senin Delisa pasti datang terlambat. Semua anak yang lain juga telat kalau lagi jadwal piket di sekolah. Bedanya dengan Delisa; Delisa selalu berkepentingan menjelaskan. Meskipun penjelasannya itu-itu juga. "Tapi entar kalau Abi sudah pulang; Delisa nggak bakal telat lagi...." Delisa berkata sambil mengambil rihal. Duduk di sebelah ustadz. Posisinya. Ustadz Rahman yang sejenak tadi sibuk mengawasi dua puluh anak sepantaran Delisa yang sedang membaca Iqra masing-masing; menoleh ke arah Delisa, bertanya lewat tatapan. Tidak telat lagi? "Karena Abi janji beliin Delisa sepeda! Hadiah hafalan shalat Delisa! Jadi wuss... Delisa pasti nggak telat lagi!" Delisa menyeringai bangga. Membuka iqra-nya. "Memangnya Delisa sudah hafal bacaan shalatnya?" Ustadz bertanya lembut, tersenyum. "B-e-l-u-m...." Delisa menggeleng lucunya. Ustadz Rahman tersenyum lagi. Delisa mulai membaca Iqranya. Nanti seperti ngaji dengan Ummi, ia juga akan nyetor dengan ustadz Rahman. Tetapi ramai-ramai. Ustadz ngajar-nya serempak di papan tulis. Kecuali yang sudah baca Al-Qur'an seperti kak Aisyah dan kak Zahra. Baru ditartil satu persatu. Ustadz Rahman umurnya sekitar 26 tahun. Lulusan IAIN Banda Aceh.... Eh, Delisa lupa nama sekolahnya. Panjang! Nggak sependek nama sekolah Delisa: Ibtidaiyah Negeri 1 Lhok Nga. Ustadz Rahman baik. Mungkin yang bisa ngalahin kebaikan ustadz Rahman hanya Umi, Abi, Ibu Guru Nur, dan kak Fatimah. Kalau dibandingin dengan kak Aisyah. Uuh, jauh baikan ustadz Rahman. Meski ustadz sering galak ke anak-anak yang becandaan mulu di dalam meunasah. "Ustad, kenapa ya Delisa sering kebolak-balik?" Delisa nyeletuk. Mengangkat kepalanya dari buku iqra di atas rihal. Ingat sesuatu. Ustadz Rahman menatapnya? Kebolakbalik? Oo, bacaan shalat. "Biar nggak kebolak-balik kamu mesti menghafalnya berkali-kali.... Baca berkali-kali.... Entar nggak lagi! Entar pasti terbiasa." ustadz menjelaskan. "Delisa sudah baca berkali-kali, kok.... Tetap saja begitu!" Ustadz tersenyum. Semua anak memang punya masalah seperti ini kalau menghafal bacaan shalat. Terbalik-balik. Bedanya dengan Delisa ya pertanyaan selanjutnya ini, "Ustadz, emangnya nggak boleh baca kebolak-balik?" Ustadz Rahman yang barusan melototin Teuku Umam yang lagi iseng menjawil jilbab Tiur menoleh. Buru-buru menjawab. "Eh.... Nggak boleh, Delisa!" "Kenapa nggak boleh? Kan semuanya tetap dibaca.... Lengkap!" Delisa memasang wajah seolah-olah ikut berpikir serius. Pertanyaan itu juga serius sekali sebenarnya. Ustadz Rahman menyeringai. Kan susah kalau dia mesti jelasin shalat itu "ibadah besar". Jadi mesti sesuai dengan tuntunan Rasul. Tidak boleh ada yang beda. Beda sedikit bisa jadi bid'ah. Lah bid'ah itu apaan? Pasti Delisa bertanya balik. Dan urusan semakin kapiran. Bukan. Bukan ustadz Rahman tidak mau menjelaskan panjang lebar. Tetapi mengajari anak kecil seperti Delisa, harus ada tekniknya. Atau kalau tidak, akan terjadi mall-praktek mendidik anakanak. "Eh.... Kalau Delisa pakai kaos-kaki kebolak-balik warnanya boleh nggak?" "Boleh.... Boleh-boleh saja.... Delisa pernah kok!" Delisa menjawab serius (ia memang pernah; maksudnya nggak sengaja salah pasang; diketawain Cut Aisyah; tetapi kan boleh-boleh saja). "Eh.... Kalau Delisa pakai sepatu di kepala... Terus kerudung di kaki bisa gak kebolak-balik begitu?" Ustadz Rahman mencari analog lain. Menyesal dengan contoh sebelumnya. Jelas-jelas dia sedang menghadapi Delisa. Delisa sekarang terdiam. Berpikir. Kemudian nyengir. Menggeleng pelan. Ustadz Rahman tersenyum. Delisa tidak perlu penjelasan lebih lanjut. Ia selalu bisa mengambil kesimpulan sendiri. Delisa meneruskan membaca Iqranya. Eh, tetapi ustadz kan belum jelasin bagaimana caranya agar nggak kebolak-balik? Delisa hendak bertanya lagi. Terlambat, ustadz Rahman sudah mengetuk papan tulisnya. Tanda mereka akan beramai-ramai membaca Iqra. Pertanyaan itu tersimpan dalam hati. (Oo-dwkz-oO) "Pernah ada sahabat Rasul, saking khusuknya shalat, kalajengking besar menggigit punggungnya dia tidak merasakan sama sekali.... Ya kalajengking besar...." Ustadz Rahman menggambar kalajengking itu dengan gerakan tangannya. Bersuara seperti capit kalajengking yang menganga. Anak-anak bergidik. Ustadz Rahman pintar bercerita. Setiap habis membaca Iqra bersama-sama, biasanya ustadz Rahman akan mengajari mereka banyak hal, selain mengaji. Doa-doa harian; hafalan-hafalan surat; bernyanyi. Favorit Delisa dan teman-temannya tentu saja "cerita". Sekarang ustadz bercerita soal bagaimana khusuknya shalat Rasul dan sahabat-sahabatnya. "Kenapa dia nggak kerasa sakit; kan badannya jadi bengkak?" Kalau anak lain bergidik, Delisa justeru mengacungkan tangan bertanya. Memandang ingin tahu. Ustadz Rahman menelan ludah. "Eh, karena orang yang khusuk pikirannya selalu fokus. Pikirannya satu! Misalnya Delisa lagi asyik main bola di pantai. Pikirannya cuma satu kan, nendang-nendang bola. Meski kaki misalnya keseleo sakit, Delisa tetap main. Meski hujan-hujanan, Delisa juga tetap main. Bahkan dipanggil Ummi, Delisa juga nggak mendengarkan, kan...." Anak-anak lain tertawa. Delisa nyengir. "Nah, jadi kalian shalat harus khusuk. Harus satu pikirannya.... Andaikata ada suara ribut diseki-tar, tetap khusuk. Ada suara gedebak-gedebuk, tetap khusuk. Jangan bergerak. Siapa di sini yang kalau shalat di meunasah sering gangguin temannya?" Semua anak-anak menunjuk Teuku Umam yang jahil tadi. Termasuk tangan Delisa. Ustadz Rahman tersenyum. Teuku Umam hanya menyeringai galak. Mereka mendengarkan lanjutan cerita tersebut lima belas menit lagi. Kemudian ustadz Rahman menutup pengajian TPA mereka dengan membaca doa bersama. Keras-keras. "Anak-anak sebentar!" Ustadz meminta perhatian temanteman Delisa yang sibuk membereskan rihal dan tas masing-masing. Bersiap pulang. Mereka menoleh. "Besok kita libur!" Ustadz Rahman tersenyum mengatakan itu. Mukanya riang; tidak seperti biasanya kalau mengumumkan soal libur. Ustadz Rahman kan tidak suka kata-kata libur. "Hore!!" teman-teman Delisa lebih senang lagi. Melanjutkan berbenah siap pulang. "Memangnya ustadz mau kemana?" Delisa mendekat bertanya, ia melepas kerudung birunya (tuh kan bener, terasa panas!). "Ke Meulaboh!" "Ooo iya.... Ustadz mau nikah ya?" Delisa teringat ucapan Ummi beberapa hari lalu. Bordiran pakaian Ummi tadi pagi juga buat bawaan ustadz melamar. Ustadz Rahman tersipu mukanya. "Asyik! Pasti ada kenduri besar-besaran kan?" Delisa berseru riang. Yang beginian memang hobinya. "Pasti ada arak-arakan... uang receh yang dilempar... banyak manisan!" Delisa menghitung semua hal menyenangkan tersebut dengan jemarinya. Ustadz hanya tersenyum mengangguk. Ah, pernikahan mereka tidak akan semeriah itu, Delisa. Dia kan hanya guru ngaji? Tetapi apa salahnya membuat Delisa senang. Mengangguk bisa berarti banyak, belum tentu berbohong. Dan Delisa sudah melesat keluar meunasah bersama teman-temannya, memberitahukan mereka tentang kabar menyenangkan tersebut! Plus "bumbu- bumbu" kenduri yang diharapkannya. (Oo-dwkz-oO) "Kamu nggak jadi main?" Ummi yang sedang mengenakan mukena bertanya. Delisa masuk sambil bersenandung. Menggeleng. Tadi Delisa mau main, tetapi Tiur mengajaknya pulang dari meunasah naik sepedanya. Jadi ia ikut saja. Naik sepeda ini. Delisa meletakkan tasnya. "Kalau begitu kamu shalat dzuhur bareng Ummi ya!" Delisa mengangguk. Ke kamar mandi. Mengambil wudhu. Memakai mukenanya pelan, melangkah mendekati Ummi yang sudah menunggu. Ummi membaca bacaan shalat keras-keras hingga terdengar Delisa yang berdiri di sebelah kiri. Delisa tetap saja ribet, meski suara Ummi lebih terdengar dibandingkan suara kak Aisyah. Delisa pusing dengan kata-kata yang sama. Apalagi pas duduk di antara dua sujud, //rab-bil-firli, war-ham-ni, waj-bur-ni....// Kenapa pula kata-katanya mesti mirip begitu? Mana depan, mana belakangnya? Tetapi Delisa tidak banyak bertanya setelah shalat, ia banyak berpikir sekarang. Pasti ada cara yang lebih baik untuk menghafal bacaan-bacaan itu. Ia saja yang belum tahu. Setelah makan siang bersama Ummi, Delisa kembali ke ayunan di bawah pohon jambu. Menenteng buku bacaan shalatnya. Kata ustadz Rahman kan harus sering diulangulang. Baiklah! Delisa akan mengulang-ulangnya. Tiga puluh menit ia mencoba mengulang-ulang. Berkonsentrasi. Masalahnya otak Delisa sekarang bukan dipenuhi oleh bacaan shalat, melainkan oleh "kalung" itu. Jadi Delisa kebanyakan bengongnya. Mengkhayal. Satu jam kemudian. Delisa menyerah untuk siang itu. Melipat buku bacaan shalatnya. Masuk ke dalam lagi. Ummi masih sibuk melanjutkan bordiran, nanti sore harus diantar ke rumah ustadz Rahman. "Kak Aisyah dan kak Zahra kok belum pulang ya, Mi?" Harusnya jam segini mereka sudah pulang. Kalau Fatimah memang pulang sorean. Jam setengah tiga. Sekolahnya agak jauhan. Juga jam sekolah kak Fatimah memang lebih lama. "Mereka kan latihan tari Saman hari ini!" Ummi menjelaskan tanpa melihat Delisa. Tangan Ummi lincah menggerakan alat bordir. Delisa membuka mulut, ber-ooo. "Delisa main ya, Mi!" Delisa yang bingung mau melakukan apa terpikirkan ide pamungkasnya. Ia sebenarnya bukan bingung mau melakukan apa. Ia penasaran saja dengan hafalannya. Penasaran dengan kalungnya. Kalau sudah begitu maka ia biasanya butuh //refreshing// (meski Delisa tidak tahu apa arti kata itu, ia pernah mendengarnya sekali; yang penting ia tahu mesti main sebentar kalau bingung mau melakukan apa). Ummi mengangguk. Delisa tidak melihatnya. Ia sudah kabur lagi sambil beteriak mengucap salam. (Oo-dwkz-oO) Menuju lapangan sepakbola. Empat ratus meter dari rumahnya. Lapangan itu persis berada di pantai Lhok Nga. Siang ini udara teduh. Awan menggumpal di langit. Menyenangkan berada di lapangan. Pasir di mana-mana. Angin laut bertiup kencang. Burung camar melenguh ber- pekikan berterbangan di kejauhan. Suara ombak memecah bibir pantai menambah suasana menyenangkan itu. Sudah ada beberapa teman cowok Delisa yang sedang menendang-nendang bola di sana. Delisa menggemaskan berlari mendekat. Rambut ikal pirangnya tertiup angin laut, bergoyang-goyang lucu. Kerudung biru itu sudah masuk kantong celana panjangnya. Panas banget! "Delisa ikutan ya!" Ia langsung masuk kerumunan. "Nah jadi lengkap! Kamu masuk tim Teuku Umam saja!" salah seorang temannya mendorong tubuh Delisa bergabung dengan salah satu kerumunan anak lainnya. Delisa menoleh ke arah tim Teuku Umam. Mengangguk. Untuk urusan bola, Umam jagonya. Kalau urusan lain, Delisa tidak akan pernah satu kelompok dengan Teuku Umam. Raja jahil, sama seperti kak Aisyah; ratu jahil. Sebenarnya, justeru karena Umam jago itulah maka Delisa oleh teman-temannya digabungin ke sana. Biar imbang. Maka bermainlah mereka, tanpa wasit. Enam lawan enam. Bola plastik itu diuber beramai-ramai. Delisa terlihat beda sekali. Meskipun ia lumayan gesit. Lumayan pandai menendang. Rata-ratalah. Apalagi ia kan anak cewek ini. Delisa awal-awalnya dulu hanya ditaruh jadi kiper. Tetapi ia protes mulu. Delisa benci hanya berdiri bengong menunggu bola. Karena temannya sebal dengan protesnya yang tak kunjung henti, dan juga banyaknya gol yang masuk ke dalam gawangnya, Delisa dibiarkan mengambil posisi yang paling ia inginkan. //Striker//. Hari semakin sore. Matahari mulai beranjak turun. Satu jam kemudian Tiur datang membawa sepedanya. Melambai berteriak ke arah Delisa yang sedang berlari mengejar- ngejar bola. Delisa teringat sesuatu. Ah iya, ia kan tadi janji mau belajar bersepeda dengan Tiur. Maka begitu saja Delisa meninggalkan lapangan. Padahal permainan sedang seru-serunya: 3-3. Teman-teman cowoknya berseru keki. "Delisa mau belajar naik sepeda!" Delisa menjawab pendek menjelaskan saat teman laki-nya menarik bajunya, tak sensitif. "Yaaa.... Kan jadi nggak lengkap timnya!" Teuku Umam melotot ke arahnya, dia benar-benar keberatan Delisa keluar sekarang; timnya bisa kalah untuk pertama kalinya. Delisa cuek mendekati Tiur. Membiarkan Umam yang marah. Permainan terus dilanjutkan meski Teuku Umam melempar Delisa dengan pasir. Tak masalah benar. Sepak bola kan bisa dimainkan dengan formasi apapun. Yang penting bahagia. Lari. Dan tendang. Tak ada yang peduli soal menang atau kalah. Mungkin Teuku Umam saja yang peduli soal menang-kalah sekarang. Setengah jam berikut dihabiskan oleh Delisa belajar naik sepeda. Ternyata tidak semudah main sepakbola. Delisa sudah tiga kali jatuh berdebam di atas pasir. Lututnya bahkan lecet (ia sih pakai digulung segala celananya). Rambut ikal pirangnya penuh butiran pasir. Tetapi Delisa tetap cuek. Tak kenal menyerah. Berteriak-teriak agar Tiur tidak melepaskan pegangannya. Tiur hanya tertawa-tawa di belakang. Bilang "iya dipegang ini!" namun tangannya sibuk ngupil. Satu jam kemudian, suara adzan ashar terdengar dari meunasah. Delisa tetap belajar menaklu-kan sepeda Tiur. Ia khusuk sekali. Benar-benar seperti yang dikatakan ustadz Rahman tadi. Coba ia belajar menghafal bacaan shalatnya seperti ini, kan jauh lebih cepat urusannya. Tidak sepanjang hari semata-mata membayangkan hadiah kalung itu. Matahari bergerak menghujam bumi semakin rendah. Jingga memenuhi langit. Indah. Angin bertiup lebih lembut. Lapangan lebih ramai. Ramai oleh penduduk Lhok Nga yang sedang berjalan menghabiskan sore setelah bekerjan seharian. Menatap bentang cakrawala yang elok nian. Burung camar berpekikan kembali ke sarang. Ombak semakin kencang. Pantai terlihat menakjubkan. Delisa sudah lima menit lalu duduk menjeplak di sebelah Tiur. Badannya baret-baret. Memar di sana-sini. Tetapi ia menyeringai senang. Setidaknya dua-tiga meter Delisa sudah bisa jalan sendiri. Cepat sekali ia belajar; habis Delisa teringat janji Abi! Ia mesti bisa belajar naik sepeda sebelum Abi membelikannya sepeda. Lima menit lagi Delisa beranjak pulang. Tiba di rumah, Ummi ngomel! Delisa pulang ke-sorean. "Mi, tadi Delisa belajar naik sepeda.... Nggak main kok... belajar!" Delisa sok-serius berusaha menjelaskan; memangnya dengan kata belajar semua urusan jadi termaafkan. Delisa buru-buru mengambil handuk, bergegas masuk ke dalam kamar mandi sebelum Ummi mencubit perutnya. Kak Aisyah dan kak Zahra belum kelihatan, pasti sedang ngaji di meunasah, mereka jadwalnya memang sore. Kak Fatimah sedang membantu Ibu membungkus pakaianpakaian pesanan utsadz Rahman di ruang depan. Mandi super-cepat. Lima menit kemudian. Delisa dengan rambut basah; pakaian bersih sudah bergabung di ruang depan. "Ibu Guru Eli calon ustadz Rahman itu kan cacat, Mi!" "Memangnya kenapa kalau cacat? Kamu kok ngomongin aib orang, Fatimah?" Fatimah dan Ummi lagi-lagi membicarakan hal-hal yang tidak Delisa mengerti. Delisa duduk saja memperhatikan mereka. Ia tiba-tiba demi melihat pakaian-pakaian yang sedang disiapkan itu teringat kancing bajunya yang tadi lepas waktu belajar naik sepeda bersama Tiur. Delisa buruburu ke belakang, mengambil pakain kotornya. Meminta benang dan jarum ke Ummi. "Kamu mau ngapain?" Fatimah bertanya. "Jahit kancing baju...." Delisa menyeringai. "Aduh, pakaiannya kotor gini di bawa-bawa ke sini.... Jahitnya kan bisa besok-besok saja, kalau sudah dicuci!" Fatimah merampas baju itu dari tangan Delisa. Delisa nyengir. Orang mau jahit ini.... kan niatnya baik. Kenapa nggak boleh? Ummi hanya tersenyum. Delisa kembali duduk di atas kursinya. Memperhatikan. Lagi-lagi tentang pembicaraan itu. Cacat. Nikah. Setia. Bahagia. Sakinah. Ma... ma-wa... ma-wa-entahlah. Apa coba maksudnya. (Oo-dwkz-oO) Malam datang menjelang. Mereka jamaah lagi shalat |
| Maya Mbuqqkpayyangolehnyaa bangun+rumah 's link Lanjut yaa..... . . . . . Sore harinya aku baru saja pulang dari kampus begitu sampai didepan rumah, aku segera masuk rumah. Aku melihat bisma tengah asik nonton tv dan duduk disofa. Begitu aku ingin masuk kekamar tiba-tiba Itu jaket siapa yg lo pake "tanya bisma tanpa memandangku". Ini jaket dicky, tadi dia minjemin ke aku "jawabku seadanya". Oia bisma lebih baik kamu matiin tv nya kyknya mau ujan lebat aku mau kekamar "saranku" siapa elo ngatur gue. Terserah gue dong mau ngpain "jawab bisma". Karna merasa bisma tak mau berbicara dengannya akhirnya dinda pun pergi kekamarnya untuk membersihkan diri. Kenapa tadi dinda menyarankan seperti itu, karna bisma takut sekali dengan petir dan hujan lebat sedangkan dinda, ia tidak bisa menyebrang dijalan raya yg ramai. Begitu selesai mandi aku lihat bisma membawa bola basket ditangannya dan aku menebak bahwa ia akan kelapangan basket dekat rumah. Bisma, kamu jangan keluar diluar udaranya udah mau ujan "ucapku memberi saran". Apaan sih lo gak usah sok perhatian, gue gak bakal jadi cinta sama lo meskipun lo perhatian sama gue "ketus bisma" lalu ia pun pergi keluar. 15menit berlalu aku ketiduran disofa begitu bngun aku melihat sekelilingku. TAARRRR..... Yaa.. Suara petir begitu mengagetkanku. Akupun lngsung teringat bisma. Aku mengedarkan pandanganku disekeliling rumah. BISMA TIDAK ADA itu artinya bisma masih diluar. Dengan bergegas akupun mengambil payung dan dngan nekat akupun menyusul bisma. Begitu tiba dilapangan aku langsung mencarinya dengan sangat panik aku berusaha terus mencarinya, aku melihat bola basket milik bisma itu berarti bisma masih disini. Tiba-tiba pandanganku tertuju pada kolong bangku penonton. Yaaa, itu bisma dngn sedikit berlari aku menghampirinya Bisma kamu gapapa kan "tanyaku sedikit kencang karna hujan sangat lebat" bisma yg menyadari kedatanganku pun langsung bangun dan memelukku Gue takut petir, gue mau pulang "ucap bisma gemetaran". Iya bis, kita pulang sekarang. Tapi kamu lepasin dulu pelukannya aku gak bisa jalan "ucapku". Gak, gue gak mau lepas "bantah bisma". Akhirnya dengan pelan-pelan akupun berjalan bersama bisma. Aku sedikit tersenyum melihat sifat bisma yg seperti ini tapi, senyumku tak berlangsung lama ketika Kita udah sampe dirumah bis, gak usah takut lagi "bujukku" tiba2 bisma mendorongku kasar hingga aku terjatuh dilantai Jangan mentang2 gue takut lo bisa sentuh gue, gak sudi gue "ucap bisma kasar". Lagi, sikap bisma kembali dingin padaku. Aku pun hanya bisa menahan sakitku. Aiihhh si mamang teh udah ditolongin bukannya baikin dinda malah dikasarin dindanya -_- *getokmamangpakepayung* #ehh. Kritik dan saran saya buka Maaf typo, namanya juga manusia. |
| Emre Yildiz Emre Yildiz shared Ali Taşyürek's photo. bangun+rumah 's image link |
| Echa Faranzi bangun+rumah 's link Aku adalah anak dari Bapak Surino dan Ibu Lastri, seorang penjual makanan di kantin Sekolah SMA. Namaku Flora Lestari, namun kebanyakan orang memanggilku dengan sebutan orang miskin. Pekerjaanku keseharian adalah membantu ibuku berjualan di kantin. Aku adalah orang yang pintar dan ingin sukses seperti kebanyakan Artis di Sineteron. Namun, dibalik kepintaranku, aku bukanlah orang yang baik, melainkan orang yang angkuh, suka melawan dan kasar kepada orang tuaku. Aku sangat marah, jika semua yang ku inginkan tidak di penuhi oleh mereka. *** Saat itu, aku menangis, ketika teman-temanku mengajakku untuk sekolah. Namun, air mata yang mengalir ini sama sekali tidak berguna. Aku harus membantu Ibuku bekerja berjualan. Di saat indah yang seharusnya aku menggunakan seragam SMA, namun kebalikannya aku harus bekerja menggantikan ayah yang telah meninggalkan kami saat aku duduk di kelas Tiga SMP. Aku tidak bisa melanjutkan sekolahku karena Ibuku tidak mampu untuk membiayaiku. Setiap hari aku melihat mereka yang mengenakan seragam-seragam baru sambil membawa buku untuk belajar. Sedangkan aku harus bangun pagi membantu ibu membuat makanan untuk dijual di kantin. Sambil membersihkan meja, aku sempat melamun, aku berfikir kenapa hidupku seperti ini. Aku merasa kesal dengan hidup serba kurang. Padahal aku ingin seperti mereka yang serba kecukupan, mempunyai apa yang mereka inginkan, dengan menghambur-hamburkan ribuan kertas bernilai yang sangat berharga sesuka hati. Aku merasa bahwa tuhan tidak adil padaku, mengapa harus ada kemiskinan di dunia ini, dan kalaupun ada kenapa harus aku yang miskin. Tiba-tiba Ibu mengagetiku dari belakang. Aku terkejut, dan langsung berdiri mengeluarkan kata kasar di depannya. ‘’Dasar orang miskin, gak ada kerjaan selain ini apa??, bosen banget terus menerus harus jadi pembantu’’. Marahku pada Ibu. Aku langsung pergi kekamar tanpa menghiraukan panggilan Ibu kepadaku. Sambil menangis di atas kapuk yang reok, aku merepet sendiri kesal pada Ibuku. *** Malam semakin larut, aku terbangun dari tidurku, tersentak karena mimpi yang aneh. Aku terjatuh dari bukit yang terjal hingga jurang yang dalam tanpa ada cahaya, sangat gelap sekali. saat itu jam menunjukkan pukul 00.01 WIB. Sambil mengelap keringat di wajahku, kulangkahkan kaki ke dapur untuk membuat teh hangat. Setelah itu, aku mengambil cerpen di atas meja belajarku dan duduk di atas lantai yang kasar sambil membaca aku menikmati teh hangat. Asyik membaca, tak sengaja kakiku menampar segelas teh itu pecah berserak, hingga membangunkan Ibuku dari tidurnya. Dengan cepat aku membersihkannya. Namun naas menimpaku sebutir kaca menggores jariku, darah pun menetes di atas lantai. Ibuku langsung mengambil perban untuk mengobati jariku. Namun aku merasa muak melihat orang miskin itu, dan menyuruhnya pergi meninggalkanku. ‘’Ngapain kamu di sini…!! Aku gak butuh orang tua miskin kayak kamu..!!’’. Bentak dan membuang kain itu. Ibuku pun masuk kedalam kamar tanpa sepatah kata. *** Ke esokan harinya aku mengintip Ibuku yang masih tidur. Aku mendobrak pintu dan menyuruhnya bangun karena sudah siang. Malah Ibu menyuruhku untuk membelikan Bodrex ke pasar. Saat itu aku baru tahu kalau Ibuku sedang sakit kepala. “Heh! Enak saja nyuruh-nyuruh!! Kalau mau, ya beli sendiri donk!! Punya kaki kan? Kalo Ibu nggak punya kaki, baru aku belikan!” dengan keberatan, aku menolak suruhannya. ‘’Dasar Ibu manja, uda miskin sok jadi Raja, sakit gitu saja uda ngerepotin, gimana kalau sampai kanker otak. Hmm…. Pasti aku jadi pembantu” ucapku sambil meninggalkan Ibuku dengan kesal. Akhirnya ibuku berusaha bangkit dengan sangat lemah dari tidurnya untuk ke pasar membeli obat sendiri. Aku tak perduli Ibu keluar rumah sendiri. Hingga sore, aku melihat Ibuku tak kunjung pulang, aku bangkit dari tempat tidur dan duduk di teras rumah menunggu Ibuku. Tak lama, ada seorang lelaki yang datang menghampiriku. ‘’Flora… Emm... emm.. anu...!! ‘’ Anu apa..? ngomong tuh yang jelas dong..!! ‘’Ibumu.. heh.. Ibumu... ‘’Emanknya kenapa dengan Ibuku..dia lagi beli obt ke pasar’’. ‘’Aduhh.. bukan itu maksudnya..!! Iiibu kamu kec.. kecelakaan!”. ‘’Apa…????. ‘’Iya Flora, Ibu kamu kecelakaan, dan sekarang ada di rumah sakit’’. ‘’Aku terkejut dengan ucapan itu. Entah kenapa aku sedih dengan ucapan lelaki itu. Seharusnya aku senang karena Ibu kecelakaan! Jadi tidak ada yang merepotkanku lagi. Tidak ada wajah yang menjengkelkan aku lagi’’. Gumamku dalam hati. Tanpa pikir panjang, aku segera pergi ke rumah sakit di antar lelaki tak di kenal itu. Air mataku menetes, melihat Ibuku terbaring di kasur rumah sakit tak sadarkan diri, degan luka-luka yang masih membekas darah. *** Sejam kemudian, Ibuku tersadar, kemudian memanggil-manggil namaku. Aku pun segera masuk dengan tetesan air mata menyesali perbuatanku. Tak malu aku untuk memeluk erat Ibuku, walau selama ini aku selalu melawan padanya. Ibu kemudian memegang tanganku. “Jaga dirimu baik-baik, Flora. Maaf karena Ibu tidak bisa menemanimu selamanya. Ibu sudah memaafkan semua kesalahanmu. Semua kata-kata kasar darimu. Ingatlah anakku, jika kamu ingin menjadi orang yang besar di pandang orang dan bermanfaat di keramaian orang, satu yang harus kamu rubah, yaitu karakter. Mulai sekarang, perbaikilah akhlakmu, berbuat baiklah pada orang lain, terutama pada dirimu sendiri. Dan jangan lupa untuk banyak belajar dan membaca, karena dengan pengetahuan yang luas, dengan mudah kamu akan menjadi orang yang senang. Sekarang, kamu bisa tenang tanpa Ibu Flora. Ibu sangat menyayangimu. Semoga nantinya kamu bisa tumbuh sebagai wanita yang soleha’’. Nasehat Ibu dengan mengalirkan air matanya. Setelah berucap kemudian Ibu tersenyum padaku. Sebelum akhirnya... dia memejamkan matanya dengan kedamaian. ‘’Ibuu..!!! jangan tinggalin aku Bu..!! aku takut tinggal sendiri. Ibuu...!! bangun Bu, maafin aku…’’. Teriakku sambil menggoyahkan tubuh Ibuku yang tak lagi mendengarkan jeritanku. Kata-kata pahit yang pernah ku ucapkan pada Ibu kini telah ku rasakan sendiri. Tak ada gunanya lagi aku menyesali perbuatanku semasa dulu, semuanya tidak akan membuat Ibuku kembali. Sekarang saatnya aku harus memenuhi pesan dari Ibuku. Aku harus menjadi orang yang bener-bener bermanfaat bagi diriku dan orang lain. Dengan menjadikan diriku sebagai wanita muslimah, banyak belajar, membaca, serta berdoa untuk Ibuku. *** Sebulan kemudian, perubahan drastis telah ku alami. Aku semakin hobi membaca, menulis, memanfaatkan buku-buku makanan rayap di meja belajarku. Aku tertarik menulis cerpen setelah banyak membaca tentang beografi seorang cerpenis terkenal di Indonesia dengan penghargaan yang diperolehnya. Hari-hari ku lewati dengan menulis cerpen. Mulai dari mengikuti lomba sampai ke kantor media cetak, untuk mempromosikan karya-karya yang telah ku ciptakan. Namun, usahaku selalu tidak berhasil. Hingga akhirnya ada seorang dermawan yang membalikkan kehidupku. Orang itu menganggapku sebagai anak angkatnya, menyekolah dan menguliahkanku ke salah satu fakultas terkenal di Indonesia. Kesempatan besar yang aku miliki saat itu, tidak pernah aku sia-siakan, aku lebih giat dalam mengembangkan cita-citaku menjadi orang terkenal sebagai cerpenis. Aku menjadi orang yang benar-benar sukses, setelah menamatkan kuliahku. Menjadi seorang cerpenis yang terkenal di Indonesia. Bahkan, aku pernah memenangkan hasil karyaku di luar negeri. Sejak saat itu, aku tinggal bersama orang tua baruku dengan kehidupan yang sangat layak dari sebelumnya. Aku berfikir bahwa, menjadi orang sukses itu tidak mesti dari keluarga yang kaya, orang miskin sekalipun berhak meraih kesuksesannya. Asalkan, niat dan usaha yang keras selalu ditanamkan dalam hati. |
| Mada Burns bangun+rumah 's link Apabila ada nama tokoh maupun peristiwa dan tempat kejadian yang kebetulan sama dengan cerita ini, semua hanya kebetulan. Cerita ini fiktif, hanya rekaan penulis belaka. CINTAKU MEMBAWA LUKA Oleh : Taufiq Fattahu Mada Penerbit : Madaburns, Lubuklinggau Hal : 9 halaman Hak penerbitan ada di tangan penerbit MADABURNS, Lubuklinggau dan sepenuhnya Dilindungi Undang undang. CINTAKU MEMBAWA LUKA Pagi itu sang mentari sudah menyinarkan cahayanya untuk memberikan kehangatan di dunia, bahkan embun pagipun lenyap seakan di telan cahaya mentari tersebut. Begitupun dengan seorang laki laki yang terbangun dari tidur untuk memulai hari nya bekerja. “upick hari sudah pagi ne, cepat bangun , katanya ada kerjaan yang belum selesai di kantor.” Seru mamanya… “ iya ma, ne sudah bangun kok” sahut upick….. Lekas upick pun langsung menuju ke kamar mandi dan bersiap siap untuk berangkat kerja, sebelum berangkat mama upick mengingatkan kepada upick untuk sarapan pagi. “ upick, itu di atas meja ada roti dan segelas susu” “iya ma, ne udha selesai kok sarapan nya.” “ma, upick berangkat kerja dulu iya..” “iya, hati hati di jalan iya nak.” Sahut mama upick…. Tepat pukul 07.00 wib upcik, langsung mencium tangan mamanya, dan langsung berangkat mengunakan sepeda motornya sendiri, dengan semangatnya di dalam diri untuk bekerja upick pun sampai di tempat kerja dan menunggu kantor tersebut di buka oleh penjaga kantor. Setelah di bukanya kantor upickpun langsung menuju keruangannya untuk melakukan tugasnya yang belum di selesaikan dilakukan kemarin, selagi upick melakukan tugasnya anak anak kantor yang lain pun sudah berdatangan dan hingga akhirnya tugas upick pun selesai di lakukannya sendiri, setelah semua anak kantor sudah datang, langsung semua barisan di luruskan oleh security kantor untuk melakukan apel pagi yang sering di lakukan tiap pagi. Dengan semangat nya tadi pagi upick pun lupa untuk membangun kan dan mengucapkan selamat pagi pada pacarnya, setelah apel pagi selesai upick pun lekas mengenggamkan hp nya untuk ember pesan pada pacarnya.. “met pagi sayang udha bangun belum ne….??” Jawab pacarnya upick :…. “ ne udha bangun kok sayang..” “maaf tadi pagi lupa banguni” “nggak apa apa kok sayang, sayang udha sarapan pagi belum.??” Tanya pacarnya upick..! Jawab upick :”udha kok, tadi pagi udha di siapin mama.., iya udha sayang mandi sana, ntar siang mau kerja.” “iy sayang ntar lagi mandinya, ne ember sarapan.. ntar siang di jemput iya.” “ iy udha ntar sms aja lw udha siap berangkat,”” Setelah saling memberikan kabar dengan pacarnya upick pun melanjutkan kerjaanya hari ini, bergegas upickpun menuju meja kerja untuk menyelesaikan tugasnya hari ini yang di berikan oleh bos nya, dan setelah tugas itu selesai upickpun langsung menuju keruangan sebelah untuk menyelesaikan trouble pada computer rekan kerja sendiri. Tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 11.00 wib. Tidak lama kemudian pesan dari pacarnypun masuk, terlihat dari pesan itu kalau pacarnya minta di jemput untuk di antar ke tempat kerjanya, setelah membaca pesan itu upick pun langsung menuju parkiran kantor dan keluar dari kantor nya untuk menjemput pacarnya yang sangat di sayanginya. ““ wahh! Betapa setianya upick kepada pacarnya, hingga disaat upick masih dalam waktu bekerja ia rela keluar hanya untuk menjemput pacar yang di cintainya.. hehe.. itulah yang dinamakan cinta, selalu dan selalu ada waktu untuknya….”” Dangan penuh hati dan begitu dalamnya cinta upick untuk pacarnya, upickpun sampai di tempat tujuan yang mana itu tempat kerja pacarnya sendiri, lekas sampai di tempat kerja, pacarnyapun turun dari motor dan langsung mencium tangan upick dan tidak lupa upick berpesan kepada pacarnya jangan lupa makan siang. “ sayang aku kerja dulu iya” seru pacarnya upick… “iya, hati hati dalam bekerja, jangan lupa jaga sikap terhadap orang lain.” “iya sayang itu pasti donk” “oh ya, makan siang nya jangan sampai telat iya” sahut upick untuk mengingatkan pacar tersayangnya…. Setelah berbicangan dangan pacarnya upickpun langsung menuju kantor nya untuk stay disana yang mana jadwal stay sudah di tentukan dengan kesepakatan rekan kerjanya. Sesaat sampai di kantor hanya beberapa jam upick lansung turun ke ruangan bawah untuk memperbaiki computer penjualan yang trouble, dengan semangatnya dan santai upick pun meyelesaikan computer itu, dan langsung upick kembali ke ruangannya untuk bersantai, untuk melepaskan dahaga upickpun menghadap computer dan langsung membuka account jejaring sisoalnya di computer yang sudah tersambung jaringan internet. Asyik sedang bermain internet upick sampai lupa diri kalau waktu sudah menunjukan pukul 13.00 untuk istirahat, lekas upick meninggalkan ruangannya dan langsung pergi ke kantin untuk makan siang, selagi menunggu sajian makan siangnya, banyak teman teman atau karyawan yang lain menyapa upick di kantin, mereka juga istirahat untuk makan siang di kantin,bahkan ada teman yang ingin makan bareng bersama upick terutama para karyawan cewek di bagian penjualan. Di tempat kerja itu upick sangat di kenal sebagai orang yang baik, ramah dan murah senyum, bahkan tidak habis pikir sebagian karyawan cewek disana banyak yang mengagumi upick di karnakan kebaikannya sebagai seorang cowok. “” wah.. udha baik, manis, banyak yang mengagumi juga…”” Karna dikagumi banyak cewek, sampai sampai ada beberapa cewek yang ingin mendekati upick dalam artian ingin mengenal lebih jauh lagi, tapi seorang upick tidak pernah berniat untuk merespon beberapa cewek itu, betapa kuatnya hati upick untuk tidak merespon mereka, sungguh betapa besarnya cinta upick hanya untuk pacarnya saja, alangkah bahagianya pacar upick jika ia tau betapa besarnya kasih sayang upick hanya untuk dirinya seorang. Di saat makan siang, ada seorang cewek yang menghapiri upick, dengan penuh percaya diri ia pun langsung ke meja dan duduk tepat di depan upick bahkan ia pun ember senyuman yang begitu indah kepada upick, upick pun juga membalas dengan senyumannya. “hai upick”? “hai juga” jawab upick dengan tersenyum… “ge makan siang ne, kok sendirian makannya??” Tanya cewek itu.. “iy ne, tadi aku telat karna asyik bermain internet, jadi teman teman yang lain udha makan duluan..” Tanpa basa basi cewek itu langsung menanyakan no handphon upick..! “upick,bagi donk no handphonnya” “untuk apa??” jawab upick… “gak apa apa kok hanya untuk sms ja..” Dengan baik hati upick pun memberikan no handphon nya “ iya udah ne no nya.” Upick pun langsung menyebutkan no nya satu persatu. “makasih iya upick, oh ya, upcik udah punya pacar belum,?” Tanya cewek itu. “udha punya kok, sekarang ia sedang bekerja.” Dengan patah semangat di saat upick menjawab bahwa ia sudah ada pacar, cewek itupun tersenyum dan mengangguk kepalanya… “ hemmm… iya udah makasih sebelumnya, aku ke lantai bawah dulu iy, ntar malam aku sms kamu..” sahut cewek itu dengan patah semangat…. Setelah makan siang selesai, upickpun kembali keruangannya untuk meneruskan jejaring sosialnya tadi, sembari menunggu trouble trouble yang lain. Sembari menunggu upick pun tak lupa ember pesan untuk pacarnya, kalau siang ini udah masuk waktu makan siang. Setelah pesan sudah dikirim, sangat cepat pesan dari pacarnya juga masuk di handphonnya upick. “sayang, ne udha waktu makan siang jangan telat iy..” seru upick untuk pacarnya “ iy, ne aja mau makan siang bareng teman teman yang lain” “sayang udha makan siangkan??” sahut pacar upick “udha kok, ne ja baru selesai dari kantin” “kok sayang telat makan siang nya??” Tanya pacar upick “iy, tadi telat karna keasyikan bermain internet” jawab upick dengan nada pelan.. Tidak terasa waktu terus berjalan, hingga waktu menunjukan pukul 16.30, semua karyawan kantor pun membereskan semua kerjaannya yang masih berantakan di meja kerjanya masing masing, begitupun upick yang selalu membersikan ruangannya, dan membereskan meja kerjanya, serta tak lupa mengelurkan account jejaring sosialnya dari internet dan langsung mematikan peralatan yang menggunakan aliran listrik. Dengan badan yang tegap security kantor pun mengambil alih untuk meluruskan barisan agar dilakukannya apel sore sebelum karyawan meninggalkan kantor dan pulang kerumah. Setelah semuanya selesai, bergegas semua karyawan menuju halaman parkir kantor untuk mengambil kendaraan mereka masing masing. Di saat upick sedang mengambil kendaraanya, tiba tiba ada karyawan cewek yang menghampiri upick untuk mengajak pulang bareng bersamanya. “hai upick, sendirian ne pulang?” Tanya cewek yang menghampiri upick “iy sendirian ne, mank kamu mau pulang juga” sahut upick. “iy aku mau pulang juga ne pi ngak ada teman, aku pulang bareng kamu iy upick” dengan wajah yang tersenyum cewek itu ingin ikut upick pulang. Dengan baik hati upick pun ingin pulang bareng dengan nya. “iy udha aku antar kamu pulang” sahut upick. “hemm…. Makasih iy upick” “iy sama sama” Walaupun upick mengantar cewek itu pulang,selagi di jalan upickpun masih ingat dengan pacarnya yang masih kerja dan pulang malam. Sesampai setelah mengantar kerumah cewek itu, upickpun langsung begegas pulang kerumah, setelah sampai dirumah upick langsung menuju kekamar mandi untuk membersihkan dirinya setelah pulang kerja. Setelah semua aktivitas di lakukan waktu sudah menunjukan pukul 19.30, dan mama upick memanggil upick untuk makan malam bersama keluarganya, setelah mendengar mama nya upickpun lekas pergi menuju ke meja makan untuk makan malam bersama. Setelah makan malam selesai upick menuju ke teras rumah untuk bersantai dan di gengamannya terlihat handphon serta sebatang rokok untuk di hisap setelah makan malam. Sambil menghembuskan hasap rokok, upickpun langsung mengirimkan pesan untuk pacarnya, dalam pesan itu upick akan jemput pacarnya sebentar lagi pada pukul 20.30 wib. Melihat waktu sudah hampir jam 8 lewat, upick pun langsung siap siap untuk menjemput pacarnya yang pulang malam, bergegas upick langsung mengendarai motornya dan menuju tempat dimana pacarnya kerja, pucuk di cinta ulam pun tiba, sesampai di tempat kerja pacarnya,keluarlah sesosok cewek yang cantik yang sangat di sayangi upick, tidak lama kemudian cewek upickpun langsung menghampiri upick dan langsung menaiki motor upick untuk langsung pulang kerumahnya. Bergegas upickpun langsung memainkan gas motornya secara pelan pelan untuk mengantar pacar tercinta nya pulang kerumah. Dalam perjalanan mengantar pacarnya pulang, upick dan pacarnya pun menikmati perjalanan malam itu hingga sampai di tempat tujuan mereka. Ucapan selamat malam langsung di tutur oleh upick untuk pacar nya yang sudah mau masuk rumah, bergegaslah upick menghidupkan kendaraannya untuk pulang kerumah setelah mangantar pacarnya. Tak di sangka ternyata hubungan upick dengan pacarnya sudah lama terjalin, sudah menghampiri 1 tahun semenjak mereka menjalin hubungan itu. Tapi betapa kecewa nya si upick, ternyata selama ini ia tidak menyadari dan tidak tahu apa yang telah di lakukan pacarnya di belakang upick, selama ini upick hanya bisa percaya saja dengan pacarnya di karnakan upick sudah terlanjur mencintai pacarnya dan begitu dalam kasih sayang upick untuk pacarnya itu. Entah.., kenapa begitu teganya apa yang di lakaukan oleh pacarnya untuk upick hingga membuat upick sangat kecewa. Upick pun tak sanggup melihat apa yang telah terjadi, upick hanya bisa menyesali semua yang telah terjadi, padahal hati upick sangat setia untuknya, tapi mengapa pacarnya selalu melakukan kesalahan yang berulang ulang bahkan membohongi dirinya sendiri, begitu banyak semua saran yang baik dari upick untuk pacarnya itu, kenapa satupun tak bisa di ingat oleh pacarnya, apa selama ini pacarnya hanya ingin memanfaatkan upick saja atau hanya ingin membuat status berpacaran saja terhadap teman teman nya. Betapa teganya ia melakukan itu kepada upick, kenapa ia tidak berterus terang saja kalau memang ia tidak setulus nya mencintai. Dengan kejadian semua itu upick merasa sedih yang berkepanjangan, ia tidak menyangka kalau selama ini cewek yang sangat di cintainya itu selingkuh dan selalu berbohong. Apakah upick memang sudah di bodohi oleh cinta, kenapa upick mau di permainkan oleh pacarnya itu, Dengan penuh kesabaran, upickpun bisa melupakan semua kejadian itu, serta niat upick utuk pergi keluar kota hanya untuk menenangkan pikirannya. Tapi sangat tak di sangka dan sangat mengejutkan lagi, sebelum keberangkatan upick untuk pergi tiba tiba pacar upick yang telah mempermainkannya itu menangis tak henti hentinya bahkan ia tidak mau bicara di saat ia lagi bekerja, ia tahu kalau upick ingin pergi dan meninggalkannya, bahkan teman teman dari pacarnya itu ember pesan kepada upick, isi dari pesan itu, kenapa kau ingin meninggalkan pacarmu upick, Tanya salah satu rekan kerja pacanya… ternyata rekan kerja pacarnya tidak tahu apa yang sedang terjadi di antara mereka berdua, tak di sangka oleh upick tiba tiba pacarnya itu langsung ember pesan dan menelpon upick, upick pun terpaksa berbicara dengan pacarnya itu.. “ hallo, assalammualaikum” dengan nada menangis pacar upick bicara… “iya, waalaikumsalam” jawab upick untuk pacarnnya “kenapa kau ingin pergi dan meninggalkanku sendiri” masih dengan nada menangis pacar upick bertanya. “aku nggak ninggali kamu kok” jawab upick dengan pura pura “aku pergi karna ada kerjaan di sana” jawab upick dengan berbohong.. “ kenapa, kamu marah padaku karna aku berbohong” “ nggak kok, aku tidak marah, bahkan aku sudah melupakan kejadian itu” sahut upick dengan penuh percaya diri “terus kamu ngak sayang lagi padaku” Tanya pacar upick untuk meyakini supaya upick tidak pergi. “ JUJUR, aku masih sayang kok padamu walaupun kamu sudah mempermainkan aku, sudah kamu nggak usah bersedih gitu donk, apa sih yang harus di tangisi dariku,” Jawab upick untuk meyakini pacarnya untuk tidak menangis lagi di tempat kerjanya. “ tapi aku sendirian disni jika kamu pergi, aku benar benar minta maaf atas kejadian itu dan aku tak pernah mengulanginya lagi.” Seru pacanya. “ kamu ngak usah takut, aku pasti kembali untukmu, di hatiku ini hanya ada dirimu saja. Setelah di beri keyakinan oleh upick pacarnya pun berhenti menangis dalam perbicangan lewat handphon tadi. Pacarnya pun melanjutkan kerjaanya lagi dan ia juga selalu di dukung oleh rekan kerjanya dan di beri saran yang baik untuknya. Semenjak keprgian upick, pacarnya hanya sendirian di sana, tapi komunikasi mereka berdua selalu ember bahkan tiap waktu upickpun selalu ember kabar untuk pacarnya, upick pun pernah berpesan bahwa ia pergi hanya untuk sementara dan akan kembali hanya untuk dirinya seorang, waktu terus berjalan hingga upick berniat untuk kembali kerumahnya dan ingin menemui pacarnya itu, setelah kerjaan di luar kota selesai upick pun kembali kerumah dalam waktu satu hari satu malam penuh. Sesampai di rumah upick pun member kabar kalau ia sudah sampai di rumah, alangkah bahagia nya pacar upick mendengar kalau upick sudah kembali hanya untuknya, berdebar debar jantung pacarnya karna tidak sabar untuk menemui upick, malam itupun setelah kepulangan upick, upick langsung menemui pacarnya dan merekapun jalan jalan malam, dengan seksama mereka berdua menikmati pertemuan itu, tidak terasa waktu terus berjalan hingga waktu menunjukan pukul 00.00 wib, mata pun terasa ngantuk dan pacar upickpun ingin pulang kerumahnya. Tidak ingin memperlambat waktu upick pun segera mengantar pacarnya pulang kerumah dan begitu juga dengan upick langsung menuju kerumahnya. Setelah melakukan perjalanan tadi malam, upick tertidur lelap dan bahkan ia bangun kesiangan, padahal pagi itu mama upick selalu membangunkanya terus terusan, tapi tetap saja upick tidak mau bangun, upick merasa ia masih ngantuk berat hingga ia terbangun jam 12.00 wib siang. Nampaknya dalam sebulan ini hubungan upick dan pacarnya baik baik saja itu yang di rasakan oleh upick, tapi bagaimanakah yang di rasakan oleh pacarnya? Apakah ia juga merasakan hal yang sama seperti upick, hemzz.. sudah jatuh terimpah tangga pula, itulah yang dialami si upick, ternyata selama kepulangan upick pacarnya hanya berpura pura saja kalau ia masih sayang pada upick, selama ini yang di lakukan upick hanya sia sia saja, padahal upick pulang hanya untuk dirinya seorang, tapi mengapa pacarnya hanya mempermainkan dirinya dan mengulang kesalahan itu lagi, dimana janji yang ia buat untuk upick selama ini, padahal upick hanya berharap ia wanita yang terakhir ada di hatinya. Dengan rasa kecewa dan memilukan upick pun hanya bisa pasrah dan menerima apa yang terjadi, tanpa melihat cuaca di luar upick pun langsung mengendarai motor nya di derasnya hujan dan badai langsung menemui pacarnya dan upick akan mengakhiri semua cerita antara dia dan pacarnya. “hey kamu, kenapa kau tega buat diriku seperti ini” seru upick kepada pacarnya “maafin aku, bukan maksud ku melakukan ini” sahut pacarnya.. “kau tahu, jika hati kuini kertas kosong yang hanya di penuhi maafmu saja” “ tak kusangka kau begitu padaku, padahal aku sudah terima kau apa adanya bahkan kau wanita yang paling ku sayangi di dunia ini, tapi mengapa kau tega kepadaku, kenapa kau selalu melakukan kesalah itu, padahal kau sudah berjanji padaku untuk tidak mengulangnya lagi, kenapa ? kenapa? “ dengan nada sedih upick pun menangis dan tak sanggup menahan air matanya.. Dengan nada sedih pacarnypun menangis… “maafkan aku, aku memang bodoh entah apa yang telah ku lakukan akupun tak tahu, maafin aku, jujur akau sayang padamu” dengan nada menangis.. Sahut upick “sudah, simpan sayangmu untuk dia, aku tak akan menerima sayangmu lagi, kalau memang ini yang terbaik buatmu lakukanlah dan aku akan menerima semua ini. Rela aku melepasmu untuk dia, ingat pesan dariku jika kau masih mempermainkan hati lelaki kau akan tahu akibatnya dan bagiku kau adalah wanita murahan jika kau lakukan itu. Anggap saja kita tidak saling mengenal.. Dengan nada sedih pacar upick pun tak bisa bicara lagi setelah ia mendengar perkataan upick tadi.,., “tapi………” Di saat itupun upick langsung pergi meninggalkan pacarnya, padahal cuaca dilua masih hujan, ia rela kebasahan dan kedinginan hanya untuk mengakhiri semua cerita mereka, hingga saat itu merekapun berpisah dan ada cerita satu sama lain, mereka berdua menjalani kehidupan mereka masing masing dan bahkan tak terdengar kabar dari mereka. Itulah yang di namakan cinta, begitu susahnya mencari cinta sejati di dunia ini. By : madaburns |
| Akhmad Musta'in Akhmad Musta'in shared Kumpulan Foto Ulama dan Habaib's photo. bangun+rumah 's image link |
| Super junior fanfiction bangun+rumah 's link Title : “OUR TRIP” [Seq. SURPRISED] Author : IkAsifa Cast (s) : SuJu’s member, Syifa, Kiki, Gina Genre : AU Length : chaptered Rate : G Fb : http://facebook.com/iqha.asifaixa Twitter : http://twitter.com/ikasifa248 Disclaimer : this fan fiction is original story of mine. Don’t copy without permission. The casts belongs to themselves. So, don’t bash me. Annyeong yeorobun!! Masih ada yang inget ma ‘SURPRISED’? FanFict yang di publish kurang lebih setaon yang lalu. Sebenarnya emang gak ada niat bikin sekuel sih, tapi tiba-tiba saia dapet ide gegara variety show ‘Barefoot Friends’. Kkkk~~ And kemaren juga ada yang nginbox ke saia tanya nie ff, jadi tambah semangat ngetiknya. Wookie deh capcus cuy. Yang belum baca ‘Surprised’, ini linknya: Part1 » http://m.facebook.com/note.php?note_id=398658960182715 Part2 » http://m.facebook.com/note.php?note_id=398659820182629 Part3 » http://m.facebook.com/note.php?note_id=398660776849200 Part4 » http://m.facebook.com/note.php?note_id=398661043515840 Part5 » http://m.facebook.com/note.php?note_id=401435769905034 Part6 » http://m.facebook.com/note.php?note_id=401751173206827 Part7 » http://m.facebook.com/note.php?note_id=402220279826583 Part8 » http://m.facebook.com/note.php?note_id=402412849807326 Part9 END » http://m.facebook.com/note.php?note_id=402703249778286 Thisstory just fiction… ^HappyReading^ _”OURTRIP”_ PART 1 Medan, INDONESIA One year later…. Syifa menatap layar notebook-nya tanpa berkedip sedikitpun. Apa yang tertera dalam layar datar itu membuatnya syok luar dalam. Bagaimana tidak, aktor yang sangatdi idolakannya akan datang ke kotanya untuk melakukan syuting sebuah realityshow. Ini benar-benar kesempatan langka untuk bertemu aktor tampan itu – SongJoong Ki. Yah, selain dia sangat menggilai Super Junior, Song Joong Ki juga telah merebut hatinya sejak menonton drama SungKyunKwan Scandal 2 tahun silam. “Ki, liat nih! Dia mau kesini!!” kata Syifa sambil menarik-narik lengan temannya yang sedang asik dengan tablet-nya. “Dia? Dia siapa?” tanya Kiki. “Suamiku yang paling tampan.” “Sejak kapan kau punya suami? Pacar aja kagak punya.” Sambung Gina. “Maksudmu si monyet hutan itu?” tanyaKiki. “bukan, suami ke dua ku. Joong Ki my lovely.” mulut Syifa mengembang beberapa centi membentuk sebuah senyuman. “Hoax kale. Kan dia mau datang ke Jakarta habis lebaran. Fan meeting kan?” “bukan fan meeting itu. Dia ke sini, cuy- Medan mau syuting ‘Running Man’ (*anggap aja SJK masih di Running Man*)” ucap Syifa mantap. “emang berani sendirian? Terus di ijinin gak sama emak mu?” “Kalau ada kalian pastinya bakal diijinin lah. Jadi kalian berdua harus ikut. Ini kesempatan langka, cuy.” “Yah, itu sih buatmu. Buat kita sih enggak.” Ujar Kiki. “kita? Loe aja kali, gue enggak. Aku mau banget ketemu Joong Ki oppa. Tapi, kapan dia mau kesini?” tanya Gina antusias. “tanggal 27 Juni dia sampe di bandara.”Jawab Syifa. “sekarang tanggal 25, berarti lusa dong.” Ujar Kiki. “lusa itu Jumat. Aku kan masih ngajar cuy. Mana mungkin aku bisa ikut. Gimana nih?” mendadak muka Gina ditekuk beberapa centi ke bawah. “Ya bolos aja. Gitu aja kok repot.” Saran Kiki. “gampang banget ya bilang bolos. Mentang-mentang kalian gak ada kerjaan.” “Wah! Maksudnya apa nih. Mo ngeledekin kita pengangguran gitu.” Kiki sedikit emosi. “Mangap. Bukan maksud aku kayak gitu.Tapi kan gak mungkin bolos. Kau pikir aku anak sekolahan pake bolos. Aku ini guru..” “izin deh kalo gitu. Lagian kan emak mu juga guru disitu. Yah, bisa lah kong kali kong. Gimana?” usul Syifa. “Ok deh. Aku usahain.” “Assekkk. Kau memang bisa diandalkan sayang.” “so pasti. Aku kan juga mau ketemu JoongKi oppa.” Mereka berdua saling berpelukan. Kiki hanya bisa mendengus melihat pemandangan itu. Dia tidak begitu menyukai SongJoong Ki. Alasannya? Song Joong Ki terlalu sempurna. Ia takut tidak bisamengendalikan dirinya sendiri kalau melihat namja yang over tampan, rasanya sulit untuk bernapas. Alasan apa itu? Dasaryeoja aneh. *** Esoknya, Syifa menyiapkan keperluan yang akan ia bawa selama menguntit idolanya itu. Seperti selimut, topi, kacamata, dan beberapa makanan ringan. Bahkan ia berniat membawa tenda, tapi sayangnya ia tidak punya. Padahal belum tentu besok mereka bisa pergi. Gina belum memberi kabar apapun. Tapi, Syifa yakin mereka pasti bisa ketemu idolanya itu. Drttt..drtttt…!! Ia mengambil ponsel berwarna hitam yang berada dalam kantong celananya. Ada sebuah pesan singkat dari Gina. “yess!! Besok kita bisa nguntit Joong Ki oppa. Kebetulan besok sekolah udah diliburkan karena menyambut bulan Ramadhan. Siapin segala kebutuhan kita ya, Say.” Itulah isi pesan tersebut. Wajah Syifa semakin berbinar-binar.Gadis itu segera membalas pesan sobatnya itu. “tenang Say, semua udah rebes. Yang penting itu mobilmu. Mobil udah di servis kan? Gak lucu kalo tiba-tiba mobilmu ngadat. Rencana kita bisa gagal total, cuy” “Sip…sip..sipp..b^_^” itulah balasan terakhir dari Gina. *** Pagi tampak menyambar indah bersama segelintir embun-embun dingin yang menetes dibalik dedaunan hijau itu, menyayupkan kekelaman malam yang seolah berputar untukmengunjungi dunia. Tidak seperti biasa, gadis berambut sebahu yang tak lain adalah Syifa bisa bangun sendiri tanpa perlu di bangunkan ayah-ibunya. Memang kalau ada maunya, manusia bisa berubah 180 derajat. Tidak hanya itu, ia bahkan membantu ibunya memasak, menyapu dan mengepel lantai tanpa perlu di omelin terlebih dahulu. ”Mau kemana, Fa? Kayaknya buru-buru banget.” tanya sang Ayah. ”Iya yah,Syifa mau ketemu calon mantu ayah.” jawabnya sambil cengengesan. ”Apa?!” sontak mata sang ayah membulat sempurna. Bagaimana tidak, bahkan melihat sang putri memiliki pacar saja tidak pernah. Ini malah... ”Eitsss..tenang yah. Maksud Syifa itu, Syifa mau ketemu artis Korea idola Syifa.” ”Mau ke Korea? Duit dari mana?” sang Ayah semakin tidak mengerti dengan jalan pikiran putri sulungnya itu. ”Gak perlu pake duit. Dia yang datang ke sini yah. Makanya Syifa mau lihat dia di bandara.” ”Sama siapa ke sana?” ”Sama siapa lagi kalo bukan Kiki dan Gina.” ”Kerjaan gimana? udah dapat belom? Korea aja yang dipikirin.” ”Syifa kan udah usaha, Yah. Udah ngirim lamaran kemana-mana. Tapi, ya emang belum rezeki. Dari pada Syifa mikirin itu terus, lebih baik Syifa refreshing kan, Yah.” ”Ya udah,kalo udah ketemu langsung pulang.” ”Kok pulang?” ”Ya pulang dong, ngapain di bandara? Emang artisnya tinggal di bandara?” ”Rencananya kita mo ngikutin kemana pun dia pergi, Yah.” ”Ya ampun. Kalian ini.. tapi janji ya, bisa jaga diri.” ”Tenang Yah.Kami ini udah 22 tahun. Masa gak bisa jaga diri sendiri.” ”Tapi kelakuan kalian itu kayak ABG. Ngejar-ngejar artis sampai segitunya.” ”ini kesempatan yang sangat langka, Yah. Belum tentu bisa ketemu dia, kecuali ya ke Korea langsung. Dia itu aktor yang paling Syifa suka.” Pria paruh baya berusia 53 tahun itu hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah puterinya itu. *** Jam 8 pagi Syifa udah nongol di rumah Kiki. Kebetulan rumah Syifa dan Kiki satu komplek,cuma berjarak 10 meter. Ia tidak ingin terlambat, makanya ia lebih memilih mendatangi rumah Kiki. Syifa menunggu Kiki yang lagi mandi di kamar sobatnya itu. Kiki yang baru selesai mandi kaget mendapati Syifa yang lagi duduk manis di kamarnya. ”Yaelah. Cepat banget kau datang?” ”Ya iya dong. Kalo kita telat, bisa-bisa gak ketemu Joong Ki oppa.” ”Gina aja belom nyampe.” ”entar lagi dia nyampe.” Tiin..tiinn..!! Terdengar suara klakson sebuah mobil. Pasti itu Gina. Syifa dan Kiki memasukkan barang-barang bawaan mereka ke bagasi mobil bercat hitam itu. lalu masuk ke mobil dan duduk di jok paling belakang. ”Hey! Kalian pikir aku ini supir, hah?” protes Gina melihat dua sahabatnya itu memilih duduk di belakangnya. Jadilah ia seperti supir yang sedang mengantar majikannya. Syifa dan Kiki hanya cengengesan gak jelas, ”aku aja ya yang duduk di depan.” ucap Kiki. ”ya udah.” jawab Syifa. Sepanjang perjalan Kiki hanya memutar lagu-lagu Big Bang dari playlist di mobil Gina.Tentu saja hal itu membuat Syifa gerah. Memang yang di mobil ini VIP semua. ”Ki, tuker donk lagunya. Bosen banget dari tadi dengar lagu Big Bang terus.” protes Syifa. ”Biasalah, Fa. Si Kiki kan lagi demen ame Big Bang.” sahut Gina. ”Eleh. Paling bentar lagi dia pasti bosen.” cibir Syifa. Begitulah Kiki, kalau menyukai sesuatu yang terlalu berlebihan berakhir dengan kebosanan. Dulu dia sangat menyukai SuJu. Maniak dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan SuJu. Semua video SuJu dari yang penting sampe gak penting pun diunduhnya. Alhasil dia eneg sendiri dan beralih ke Big Bang. Tapi bukan berarti dia gak suka lagi sama SuJu. Hanya saja kadar sukanya tidak sebanyak dulu. Kalau ditanya fandom juga gak jelas fandomnya apa. Walau sekarang dia lagi tergila-gila sama Big Bang, bukan berarti dia VIP. Begitu juga saat dia jatuh cinta sama SuJu, dia bukanlah ELF. Dia tidak mau masuk dalam fandom tertentu.Tapi itu lebih baik, dari pada berpindah-pindah fandom yang terkesan labil seperti ABG. Berbeda dengan Syifa dan Gina yang merupakan ELF sejati. *** ”Gin, kita gak usah parkir di dalam.” kata Syifa yang melihat sekeliling, sepertinya sebentar lagi mereka akan sampai di bandara. ”Kenapa?” ”Supaya lebih gampang keluarnya. Entar aku dan Kiki kedalam, liat situasi. Terus kalo kita udah liat Joong Ki oppa, kita ikutin sampe dia masuk mobil. Dan aku akan nelpon kau untuk siap-siap.” ”Jadi aku gak ikutan ke dalam?” ”Gak usah,Gin. Kau standby aja di luar. Ok?” ”Kok gitu sih?” ”Ya ampunGin, kalo kita semua masuk ke dalam bakalan jadi ribet.” ”Kalo gitu aku aja yang nunggu di mobil.” usul Kiki tiba-tiba. ”gini aja deh, aku yang bakalan masuk ke bandara sendirian. Kalian di mobil.” ”Eh, kita dah mau sampe nie. Itu pintu masuknya. Kita berenti dimana?” tanya Gina. ”Disini aja.” Syifamengambil kacamata besar berwarna hitam kecoklatan dari dalam tasnya lalu memakainya. Rambut sebahunya di ikat dan ditutup dengan topi baretnya. Tidak hanya itu, ia mengambil blazer cokelat kesayangannya, lalu memakainya. Belum lagi dengan ankle boot yang menunjang penampilannya. Kedua temannya geleng-geleng kepala melihat Syifa yang gayanya bak artis papan bunga(?). Syifa yang sadar tengah di perhatikan teman-temannya,bertanya ”Kenapa ngeliatin aku kayak gitu?” ”Kau mau kemana? Gaya banget, Neng.” cibir Kiki. ”Ini nie,kalo gak tau mode. Kalau pakaian and gaya kita terlalu biasa malah menimbulkan kecurigaan. Anggap aja aku ke bandara itu kayak lagi jemput seseorang. Gimana fashion airport ku? Udah kayak Jiyeon T-Ara belom?” tanya Syifa dengan pede-nya. Kedua sobatnya itu cuma masem-masem sambil memajukan mulut mereka beberapa centi. ”Jadi, poster ini gak ada gunanya donk?” keluh Gina sambil menunjuk gulungan poster ditangannya. ”Poster? Ngapain bawa poster segala?” ”Kan kita mau nyambut kedatangan Joong Ki oppa.” ”Hello Miss Gina, kita bukan mau menyambut kedatangannya. Tapi kita mau ngikutin kemanapun dia pergi. Gimana sih..” ”Oh, iya. Jadi gak perlu pake poster-posteran donk.” ”Aihh..” ingin Syifa menjitak temannya yang kadang suka bloon tiba-tiba itu. *** Sementara itu di sisi lain, 2 orang namja baru saja turun dari pesawat. Style mereka yang agak aneh menarik perhatian petugas bandara dan orang-orang yang ada dibandara itu. Namja berambut cokelat mengeratkan topinya, seakan takut identitasnya diketahui. Ia mawas melihat sekeliling. ”Palli, hyung!” ucapnya pada rekannya yang tertinggal dibelakangnya. Matanya tiba-tiba membulat ketika melihat segerombolan yeoja sedang berlari ke arahnya. Tanpa melihat kebelakang terlebih dahulu, ia menarik tangan seseorang yang ia pikir adalah hyung-nya. ”Palli, hyung. Kenapa larimu lambat sekali?” ”Hey,lepaskan aku!!” Namja itu menghentikan langkahnya, ’kenapa suara yeoja?’ batinnya. Ia membalikkan badannya, dilihatnya seorang yeoja dengan tampilan aneh seperti dirinya, hanya saja yeoja itu tidak mengenakan masker seperti dirinya. Tapi, sepertinya ia pernah melihat yeoja ini sebelumnya. Sedangkan yeoja itu gugup setengah mati, karena namja itu berbahasa Korea, ditambah penampilannya yang aneh. Yeoja yang tak lain adalah Syifa itu semakin yakin kalau yang dihadapannya sekarang adalah Song Joong Ki. apalagi sepertinya namja itu tampak terburu-buru seperti menghindari sesuatu. Dibelakangmereka, seorang namja berlari untuk mengejar dongsaeng nya itu. ”Yaa!! Kenapa kau lari begitu saja meninggalkanku? Keunyo.. nugu (siapa dia)?” tanya namja itu sambil melirik Syifa. ”Mulla. Hyung, palli kha.” namja itu panik melihat yeoja-yeoja di belakang semakin mendekat. ”Dangshineun.. dowajusseo? Ah.. can you.. help us?” tanya namja itu dengan logat Inggris yang terbata-bata. ”Geu..geuromnyo.” jawab Syifa. ”Hanggeuk isseoyo?” namja itu heran, ternyata yeojayang dihadapannya ini bisa berbahasa Korea. ”Nde. Dorawajuseoyo (ikut aku).” *** Kiki yang sedang main games dan Gina yang sedang asyik mendengarkan musik sangat terkejut karena Syifa tiba-tiba masuk mobil dengan 2 orang namja dengan tampilan aneh bak perampok. ”mereka siapa, Fa? Rampok ya? Tolong!!” jerit Gina. Syifa beranjak dari duduknya dan langsung menutup mulut Gina dengan tangannya. ”Bukan, cuy.” jawabnya sambil berbisik. ”terus siapa?” tanya Gina ”my husband.” jawab Syifa sambil senyum-senyum gak karuan. ”Yang bener? Kok bisa? Jangan-jangan kau yang nyulik ya?” Gina membalikkan badannya lalu melihat dua orang namja yang duduk diantara Syifa. ”enak aja. Mana mungkin aku nyulik mereka. Mereka sendiri kok yang mau ikut aku. Udah cepat kita pergi dari sini...” Gina pun langsung tancap gas. Sambil mengemudi ia melihat dua orang namja itu dari spiondi depannya. Otaknya berpikir keras, ’apa mungkin salah satu dari dua pria itu adalah Song Joong Ki?’ batinnya. Sedangkan Kiki sibuk dengan tab-nya. Entah apa yang sedang ia mainkan. Cittt...!!! Gina mengerem mendadak, hatinya masih kurang tenang kalau belum melihat wajah pria-pria itu. ”Hey, Gin.Kau mau buat kita kecelakaan?” semprot Kiki yang tubuhnya jadi bergeser kedepandan hampir saja kepalanya menyentuh kaca mobil. ”Sory..sory..”Gina membalikkan badannya lalu bertanya pada Syifa, ”Fa, suamimu yang mana? Bisa aja kan kau salah orang. Dari mana kau tau kalo mereka itu Joong Ki oppa?” Syifa menggedikkan bahunya tanda tidak tau. ”Aku juga tidak tau yang mana. Tapi aku yakin salah satu dari mereka adalah Joong Ki oppa. Tadi mereka itu ngomong pake bahasa Korea. Terus di kejar-kejar lagi sama cewek-cewek. Kalo mereka bukanartis kan gak mungkin dikejar-kejar gitu.” jelas Syifa panjang x lebar. ”tapi tetep aja aku belum yakin kalo belum liat secara langsung.” ”yup. Bener tuh.”sambung Kiki. Syifa lalu melirikke namja yang berada di sisi kiri dan kanannya. Dua namja itu itu bingung, entah apa yang dibicarakan yeoja-yeoja ini. ”Chogi.. bisakah tolong buka maskerkalian..” pinta Syifa. Kedua namja itu saling melirik. Syifa yang menyadari kedua namja itu ragu-ragu,”Gwenchannayo. Aku hanya ingin melihat wajah kalian. Mungkin saja kalian itu penjahat. Lagipula aku sudah menolong kalian kan.” ujar Syifa. Perlahan kedua namja itu membuka masker yang menutupi setengah wajah mereka. Sontak tiga gadis itu membulatkan mata mereka. Tidak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini. Syifa bahkan membuka kacamatanya untuk melihat lebih jelas lagi namja-namja itu. “Opp..oppa.. ni..nideul..(kalian)… eotteokeh..”ucapnya terbata-bata sambil kedua jari telunjuknya mengarah ke namja-namja tampan itu. Dua namja itu tidak kalah kaget saat Syifa membuka kacamatanya. “Neo.. kau kan Syi..syi.. aish..aku lupa.” ucap namja berambutblonde. -TBC- Gimana?Kepanjangan or kependekan? Saia rasa cukup segini. Kira-kira siapakah dua namja itu? Yuk kita tebak-tebakan.. RCLyang banyak supaya cepat dilanjut. Kkkkk~~~~ . oh iya, “When I Meet My Future Husband” bakalan ada sekuelnya. Sebenarnyagak niat bikin sekuel, tapi karena banyak yang gak ngerti sama endingnya ya mau gak mau saia buatindeh. Padahal dari judulnya kan bisa ngerti kamsud #eh maksud dari ceritanya.Saia acungin semua jempol buat beberapa readers yang ngerti, U’re the smartreaders. See u next time.. Posted by IFa_ |
| Sone Indonesia Love SNSD koreanindo.files.wordpress.com bangun+rumah 's link |
| Kim Hyun Mi bangun+rumah 's link Aku membencinya, Itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, Aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, Membuatku membenci suamiku sendiri. Walaupun menikah terpaksa, Aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, Setiap hari aku melayaninya sebagaimana ...tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, Suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka. Ketika menikah, Aku menjadi istri yang teramat manja. Kulakukan segala hal sesuka hatiku. Suamiku juga memanjakanku sedemikian rupa. Aku tak pernah benar-benar menjalani tugasku sebagai seorang istri. Aku selalu bergantung padanya karena aku menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yang ia lakukan padaku. Aku telah menyerahkan hidupku padanya sehingga tugasnyalah membuatku bahagia dengan menuruti semua keinginanku. Di rumah kami, Akulah ratunya. Tak ada seorangpun yang berani melawan. Jika ada sedikit saja masalah, Aku selalu menyalahkan suamiku. Aku tak suka handuknya yang basah yang diletakkan di tempat tidur, Aku sebal melihat ia meletakkan sendok sisa mengaduk susu di atas meja dan meninggalkan bekas lengket, Aku benci ketika ia memakai komputerku meskipun hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Aku marah kalau ia menggantung bajunya di kapstock bajuku, Aku juga marah kalau ia memakai pasta gigi tanpa memencetnya dengan rapi, Aku marah kalau ia menghubungiku hingga berkali-kali ketika aku sedang bersenang-senang dengan teman-temanku. Tadinya aku memilih untuk tidak punya anak. Meskipun tidak bekerja, Tapi aku tak mau mengurus anak. Awalnya dia mendukung dan akupun ber-KB dengan pil. Tapi rupanya ia menyembunyikan keinginannya begitu dalam sampai suatu hari aku lupa minum pil KB dan meskipun ia tahu ia membiarkannya. Akupun hamil dan baru menyadarinya setelah lebih dari empat bulan, Dokterpun menolak menggugurkannya. Itulah kemarahanku terbesar padanya. Kemarahan semakin bertambah ketika aku mengandung sepasang anak kembar dan harus mengalami kelahiran yang sulit. Aku memaksanya melakukan tindakan vasektomi agar aku tidak hamil lagi. Dengan patuh ia melakukan semua keinginanku karena aku mengancam akan meninggalkannya bersama kedua anak kami. Waktu berlalu hingga anak-anak tak terasa berulang tahun yang ke-delapan. Seperti pagi-pagi sebelumnya, Aku bangun paling akhir. Suami dan anak-anak sudah menungguku di meja makan. Seperti biasa, Dialah yang menyediakan sarapan pagi dan mengantar anak-anak ke sekolah. Hari itu, Ia mengingatkan kalau hari itu ada peringatan ulang tahun ibuku. Aku hanya menjawab dengan anggukan tanpa mempedulikan kata-katanya yang mengingatkan peristiwa tahun sebelumnya, Saat itu aku memilih ke mal dan tidak hadir di acara ibu. Yaah, Karena merasa terjebak dengan perkimpoianku, Aku juga membenci kedua orangtuaku. Sebelum ke kantor, Biasanya suamiku mencium pipiku saja dan diikuti anak-anak. Tetapi hari itu, Ia juga memelukku sehingga anak-anak menggoda ayahnya dengan ribut. Aku berusaha mengelak dan melepaskan pelukannya. Meskipun akhirnya ikut tersenyum bersama anak-anak. Ia kembali mencium hingga beberapa kali di depan pintu Seakan-akan berat untuk pergi. Ketika mereka pergi, Akupun memutuskan untuk ke salon. Menghabiskan waktu ke salon adalah hobiku. Aku tiba di salon langgananku beberapa jam kemudian. Di salon aku bertemu salah satu temanku sekaligus orang yang tidak kusukai. Kami mengobrol dengan asyik termasuk saling memamerkan kegiatan kami. Tiba waktunya aku harus membayar tagihan salon. Namun betapa terkejutnya aku, Ketika menyadari bahwa dompetku tertinggal di rumah. Meskipun merogoh tasku hingga bagian terdalam aku tak menemukannya di dalam tas. Sambil berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi hingga dompetku tak bisa kutemukan. Aku menelepon suamiku dan bertanya, “Maaf sayang, Kemarin Farhan meminta uang jajan dan aku tak punya uang kecil maka kuambil dari dompetmu. Aku lupa menaruhnya kembali ke tasmu, Kalau tidak salah aku letakkan di atas meja kerjaku.” Katanya menjelaskan dengan lembut. Dengan marah, Aku mengomelinya dengan kasar. Kututup telepon tanpa menunggunya selesai bicara. Tak lama kemudian, Handphoneku kembali berbunyi dan meski masih kesal, Akupun mengangkatnya dengan setengah membentak. “Apalagi??” “Sayang, Aku pulang sekarang, Aku akan ambil dompet dan mengantarnya padamu. Sayang sekarang ada dimana?” tanya suamiku cepat , Kuatir Aku menutup telepon kembali. Aku menyebut nama salonku dan tanpa menunggu jawabannya lagi, Aku kembali menutup telepon. Aku berbicara dengan kasir dan mengatakan bahwa suamiku akan datang membayarkan tagihanku. Si empunya Salon yang sahabatku sebenarnya sudah membolehkanku pergi dan mengatakan aku bisa membayarnya nanti kalau aku kembali lagi. Tapi rasa malu karena “musuh”ku juga ikut mendengarku ketinggalan dompet membuatku gengsi untuk berhutang dulu. Hujan turun ketika aku melihat keluar dan berharap mobil suamiku segera sampai. Menit berlalu menjadi jam, Aku semakin tidak sabar sehingga mulai menghubungi handphone suamiku. Tak ada jawaban meskipun sudah berkali-kali kutelepon. Padahal biasanya hanya dua kali berdering teleponku sudah diangkatnya. Aku mulai merasa tidak enak dan marah. Teleponku diangkat setelah beberapa kali mencoba. Ketika suara bentakanku belum lagi keluar, Terdengar suara asing menjawab telepon suamiku. Aku terdiam beberapa saat sebelum suara lelaki asing itu memperkenalkan diri, “Selamat siang, ibu. Apakah ibu istri dari bapak armandi?” Kujawab pertanyaan itu segera. Lelaki asing itu ternyata seorang polisi, Ia memberitahu bahwa suamiku mengalami kecelakaan dan saat ini ia sedang dibawa ke rumah sakit kepolisian. Saat itu aku hanya terdiam dan hanya menjawab terima kasih. Ketika telepon ditutup, aku berjongkok dengan bingung. Tanganku menggenggam erat handphone yang kupegang dan beberapa pegawai salon mendekatiku dengan sigap bertanya ada apa hingga wajahku menjadi pucat seputih kertas. Entah bagaimana akhirnya aku sampai di rumah sakit. Entah bagaimana juga tahu-tahu seluruh keluarga hadir di sana menyusulku. Aku yang hanya diam seribu bahasa menunggu suamiku di depan ruang gawat darurat. Aku tak tahu harus melakukan apa karena selama ini dialah yang melakukan segalanya untukku. Ketika akhirnya setelah menunggu beberapa jam, tepat ketika kumandang adzan maghrib terdengar seorang dokter keluar dan menyampaikan berita itu. Suamiku telah tiada. Ia pergi bukan karena kecelakaan itu sendiri, Serangan stroke-lah yang menyebabkan kematiannya. Selesai mendengar kenyataan itu, Aku malah sibuk menguatkan kedua orangtuaku dan orangtuanya yang shock. Sama sekali tak ada airmata setetespun keluar di kedua mataku. Aku sibuk menenangkan ayah ibu dan mertuaku. Anak-anak yang terpukul memelukku dengan erat tetapi kesedihan mereka sama sekali tak mampu membuatku menangis. Ketika jenazah dibawa ke rumah dan aku duduk di hadapannya, Aku termangu menatap wajah itu. Kusadari baru kali inilah aku benar-benar menatap wajahnya yang tampak tertidur pulas. Kudekati wajahnya dan kupandangi dengan seksama. Saat itulah dadaku menjadi sesak teringat apa yang telah ia berikan padaku selama sepuluh tahun kebersamaan kami. Kusentuh perlahan wajahnya yang telah dingin dan kusadari inilah kali pertama kali aku menyentuh wajahnya yang dulu selalu dihiasi senyum hangat. Airmata merebak dimataku, Mengaburkan pandanganku. Aku terkesiap berusaha mengusap agar airmata tak menghalangi tatapan terakhirku padanya, Aku ingin mengingat semua bagian wajahnya agar kenangan manis tentang suamiku tak berakhir begitu saja. Tapi bukannya berhenti, Airmataku semakin deras membanjiri kedua pipiku. Peringatan dari imam masjid yang mengatur prosesi pemakaman tidak mampu membuatku berhenti menangis. Aku berusaha menahannya, Tapi dadaku sesak mengingat apa yang telah kuperbuat padanya terakhir kali kami berbicara. Aku teringat betapa aku tak pernah memperhatikan kesehatannya. Aku hampir tak pernah mengatur makannya. Padahal ia selalu mengatur apa yang kumakan. Ia memperhatikan vitamin dan obat yang harus kukonsumsi terutama ketika mengandung dan setelah melahirkan. Ia tak pernah absen mengingatkanku makan teratur, bahkan terkadang menyuapiku kalau aku sedang malas makan. Aku tak pernah tahu apa yang ia makan karena aku tak pernah bertanya. Bahkan aku tak tahu apa yang ia sukai dan tidak disukai. Hampir seluruh keluarga tahu bahwa suamiku adalah penggemar mie instant dan kopi kental. Dadaku sesak mendengarnya, Karena aku tahu ia mungkin terpaksa makan mie instant karena aku hampir tak pernah memasak untuknya. Aku hanya memasak untuk anak-anak dan diriku sendiri. Aku tak perduli dia sudah makan atau belum ketika pulang kerja. Ia bisa makan masakanku hanya kalau bersisa. Ia pun pulang larut malam setiap hari karena dari kantor cukup jauh dari rumah. Aku tak pernah mau menanggapi permintaannya untuk pindah lebih dekat ke kantornya karena tak mau jauh-jauh dari tempat tinggal teman-temanku. Saat pemakaman, Aku tak mampu menahan diri lagi. Aku pingsan ketika melihat tubuhnya hilang bersamaan onggokan tanah yang menimbun. Aku tak tahu apapun sampai terbangun di tempat tidur besarku. Aku terbangun dengan rasa sesal memenuhi rongga dadaku. Keluarga besarku membujukku dengan sia-sia karena mereka tak pernah tahu mengapa aku begitu terluka kehilangan dirinya. Hari-hari yang kujalani setelah kepergiannya bukanlah kebebasan seperti yang selama ini kuinginkan tetapi aku malah terjebak di dalam keinginan untuk bersamanya. Di hari-hari awal kepergiannya, Aku duduk termangu memandangi piring kosong. Ayah, Ibu dan ibu mertuaku membujukku makan. Tetapi yang kuingat hanyalah saat suamiku membujukku makan kalau aku sedang mengambek dulu. Ketika aku lupa membawa handuk saat mandi, aku berteriak memanggilnya seperti biasa dan ketika malah ibuku yang datang, Aku berjongkok menangis di dalam kamar mandi berharap ia yang datang. Kebiasaanku yang meneleponnya setiap kali aku tidak bisa melakukan sesuatu dirumah, Membuat teman kerjanya kebingungan menjawab teleponku. Setiap malam aku menunggunya di kamar tidur dan berharap esok pagi aku terbangun dengan sosoknya di sebelahku. Dulu aku begitu kesal kalau tidur mendengar suara dengkurannya, Tapi sekarang aku bahkan sering terbangun karena rindu mendengarnya kembali. Dulu aku kesal karena ia sering berantakan di kamar tidur kami, Tetapi kini aku merasa kamar tidur kami terasa kosong dan hampa. Dulu aku begitu kesal jika ia melakukan pekerjaan dan meninggalkannya di laptopku tanpa me-log out, Sekarang aku memandangi komputer, Mengusap tuts-tutsnya berharap bekas jari-jarinya masih tertinggal di sana. Dulu aku paling tidak suka ia membuat kopi tanpa alas piring di meja, Sekarang bekasnya yang tersisa di sarapan pagi terakhirnyapun tidak mau kuhapus. Remote televisi yang biasa disembunyikannya, Sekarang dengan mudah kutemukan meski aku berharap bisa mengganti kehilangannya dengan kehilangan remote. Semua kebodohan itu kulakukan karena aku baru menyadari bahwa dia mencintaiku dan aku sudah terkena panah cintanya. Aku juga marah pada diriku sendiri, Aku marah karena semua kelihatan normal meskipun ia sudah tidak ada. Aku marah karena baju-bajunya masih di sana meninggalkan baunya yang membuatku rindu. Aku marah karena tak bisa menghentikan semua penyesalanku. Aku marah karena tak ada lagi yang membujukku agar tenang, Tak ada lagi yang mengingatkanku sholat meskipun kini kulakukan dengan ikhlas. Aku sholat karena aku ingin meminta maaf, Meminta maaf pada Allah karena menyia-nyiakan suami yang dianugerahi padaku, Meminta ampun karena telah menjadi istri yang tidak baik pada suami yang begitu sempurna. Sholatlah yang mampu menghapus dukaku sedikit demi sedikit. Cinta Allah padaku ditunjukkannya dengan begitu banyak perhatian dari keluarga untukku dan anak-anak. Teman-temanku yang selama ini kubela-belakan, Hampir tak pernah menunjukkan batang hidung mereka setelah kepergian suamiku. Empat puluh hari setelah kematiannya, Keluarga mengingatkanku untuk bangkit dari keterpurukan. Ada dua anak yang menungguku dan harus kuhidupi. Kembali rasa bingung merasukiku. Selama ini aku tahu beres dan tak pernah bekerja. Semua dilakukan suamiku. Berapa besar pendapatannya selama ini aku tak pernah peduli, yang kupedulikan hanya jumlah rupiah yang ia transfer ke rekeningku untuk kupakai untuk keperluan pribadi dan setiap bulan uang itu hampir tak pernah bersisa. Dari kantor tempatnya bekerja, Aku memperoleh gaji terakhir beserta kompensasi bonusnya. Ketika melihatnya aku terdiam tak menyangka, Ternyata seluruh gajinya ditransfer ke rekeningku selama ini. Padahal aku tak pernah sedikitpun menggunakan untuk keperluan rumah tangga. Entah darimana ia memperoleh uang lain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga karena aku tak pernah bertanya sekalipun soal itu.Yang aku tahu sekarang aku harus bekerja atau anak-anakku takkan bisa hidup karena jumlah gaji terakhir dan kompensasi bonusnya takkan cukup untuk menghidupi kami bertiga. Tapi bekerja di mana ? Aku hampir tak pernah punya pengalaman sama sekali. Semuanya selalu diatur oleh dia. Kebingunganku terjawab beberapa waktu kemudian. Ayahku datang bersama seorang notaris. Ia membawa banyak sekali dokumen. Lalu notaris memberikan sebuah surat. Surat pernyataan suami bahwa ia mewariskan seluruh kekayaannya padaku dan anak-anak, Ia menyertai ibunya dalam surat tersebut tapi yang membuatku tak mampu berkata apapun adalah isi suratnya untukku. Istriku Liliana tersayang, Maaf karena harus meninggalkanmu terlebih dahulu. Maaf karena harus membuatmu bertanggung jawab mengurus segalanya sendiri. Maaf karena aku tak bisa memberimu cinta dan kasih sayang lagi. Allah memberiku waktu yang terlalu singkat karena mencintaimu dan anak-anak adalah hal terbaik yang pernah kulakukan untukmu. Seandainya aku bisa, Aku ingin mendampingi sayang selamanya. Tetapi aku tak mau kalian kehilangan kasih sayangku begitu saja. Selama ini aku telah menabung sedikit demi sedikit untuk kehidupan kalian nanti. Aku tak ingin sayang susah setelah aku pergi. Tak banyak yang bisa kuberikan tetapi aku berharap sayang bisa memanfaatkannya untuk membesarkan dan mendidik anak-anak. Lakukan yang terbaik untuk mereka, Ya sayang. Jangan menangis, Sayangku yang manja. Lakukan banyak hal untuk membuat hidupmu yang terbuang percuma selama ini. Aku memberi kebebasan padamu untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang tak sempat kau lakukan selama ini. Maafkan kalau aku menyusahkanmu dan semoga Tuhan memberimu jodoh yang lebih baik dariku. Teruntuk Farah, Putri tercintaku. Maafkan karena ayah tak bisa mendampingimu. Jadilah istri yang baik seperti Ibu. Dan Farhan, Ksatria pelindungku. Jagalah Ibu dan Farah. Jangan jadi anak yang bandel lagi dan selalu ingat dimanapun kalian berada, ayah akan disana melihatnya. Oke! Aku terisak membaca surat itu, Ada gambar kartun dengan kacamata yang diberi lidah menjulur khas suamiku kalau ia mengirimkan note. Notaris memberitahu bahwa selama ini suamiku memiliki beberapa asuransi dan tabungan deposito dari hasil warisan ayah kandungnya. Suamiku membuat beberapa usaha dari hasil deposito tabungan tersebut dan usaha tersebut cukup berhasil meskipun dimanajerin oleh orang-orang kepercayaannya. Aku hanya bisa menangis terharu mengetahui betapa besar cintanya pada kami, Sehingga ketika ajal menjemputnya ia tetap membanjiri kami dengan cinta. Aku tak pernah berpikir untuk menikah lagi. Banyaknya lelaki yang hadir tak mampu menghapus sosoknya yang masih begitu hidup di dalam hatiku. Hari demi hari hanya kuabdikan untuk anak- anakku. Ketika orangtuaku dan mertuaku pergi satu persatu meninggalkanku selaman-lamanya, Tak satupun meninggalkan kesedihan sedalam kesedihanku saat suamiku pergi. Kini kedua putra putriku berusia duapuluh tiga tahun. Dua hari lagi putriku menikah dengan seorang pemuda dari tanah seberang. Putri kami bertanya, “Ibu, aku harus bagaimana nanti setelah menjadi istri, soalnya Farah kan ga bisa masak, ga bisa nyuci, gimana ya bu?” Aku merangkulnya sambil berkata, “Cinta sayang, cintailah suamimu, Cintailah pilihan hatimu, Cintailah apa yang ia miliki dan kau akan mendapatkan segalanya. Karena cinta, Kau akan belajar menyenangkan hatinya, Akan belajar menerima kekurangannya, Akan belajar bahwa sebesar apapun persoalan, Kalian akan menyelesaikannya atas nama cinta.” Putriku menatapku, “Seperti cinta ibu untuk ayah ? Cinta itukah yang membuat ibu tetap setia pada ayah sampai sekarang?” Aku menggeleng, “Bukan, sayangku. Cintailah suamimu seperti ayah mencintai ibu dulu, Seperti ayah mencintai kalian berdua. Ibu setia pada ayah karena cinta ayah yang begitu besar pada ibu dan kalian berdua.” Aku mungkin tak beruntung karena tak sempat menunjukkan cintaku pada suamiku. Aku menghabiskan sepuluh tahun untuk membencinya, Tetapi menghabiskan hampir sepanjang sisa hidupku untuk mencintainya. Aku bebas darinya karena kematian, tapi q tak bisa bebas dari tulus cintanya. |
| Rendhy CyberArt |
| FEri Cynx Adex bangun+rumah 's link ♥ FAKTA UNIK TENTANG CIUMAN♥ . 8 dari 10 wanita matanyaakan terpejam bila di ... Lanjutkan Membaca |
| One Direction - Indonesia bangun+rumah 's link SEASON 2 The Tittle : OMG!!! Ngga nyangkabanget! (Season 2) Tallent : YN, Harry Styles, LouisTomlinson, Zayn Malik, Niall Horan, Liam Payne. Genre : Romantice Tahun Terbit : 2013, - Part 1 – Flashbackdikehidupanmu yang lalu. Baru-baru inikamu pindah rumah di London, lalu kemarin kamu merayakan ulangtahunmu bersamakeluarga yang sangat kamu cintai. Dan hari ini terlihat berbeda dari hari-hariyang lalu. Karena tentunya kamu dan Zayn harus mencari pekerjaan untukmenyekolahkan tiga anakmu itu. Tidak terasa begitu cepat kamu melihatperkembangan anakmu hingga sekarang umurnya adalah 12 tahun. >> Skip<< Pagi hari, kamu,Zayn dan anak-anakmu sibuk mempersiapkan semuanya. Dimana anak-anakmu hari inipertama kalinya masuk sekolah. Zayn membantu anak-anak untuk mempersiapkankeperluan sekolah dan kamu menyiapkan makanan didapur. YN : “Hubby?Makanan sudah siap. Cepat suruh anak-anak untuk segera makan!” teriakmumemanggil Zayn yang masih berada dikamar anak-anak. Zayn : “Okebabe.” Zayn bersama anak-anak bergegas menuju keruang makan. Lalu mereka dudukrame dan sangat imut tampang nya. Kamumengambilkan nasi untuk masing-masing piring mereka, termasuk Zayn. YN : “Hei Hubby,ngapain kamu pake pakaian rapi begitu?” Zayn : “Aduhbabe. Kan aku mau cari kerjaan.” Sejenak kamuberfikir. Lalu kamu kembali mengambil nasi untuk piring milik Zayn. Setelah itukamu duduk dan memulai makan bersama Zayn dan anak-anakmu. YN : “Bagaimanakalau aku juga ikut cari pekerjaan?” Zaynmenghentikan makannya dan menatapmu. Ia meletakan sendok dan garpunya di piringitu. Zayn : “Akutidak setuju!” YN : “Kenapa?Aku juga ingin mencari uang untuk anak-anakku.” Zayn : “Sudahlahbabe, biar aku saja. Aku kan ayahnya. Itu tugas wajib bagiku.” YN : “TapiZayn,,,” Zaynmenghentikan makannya dan meminum minuman lalu segera berdiri. Zayn : “Ayoanak-anak kita berangkat, ini sudah hampir siang. Nanti kita terlambat.” Anak-anakpunmenghentikan makannya dan bergegas berjalan mendekatimu untuk berpamitan. Angelina : “Mom,kita berangkat dulu ya.” Satu persatu menciummu. Terakhir Zaynmendekatimu, ia tersenyum melihat ekspresimu yang sedang menahan kesal. Zayn : “Akuberangkat dulu, babe. Do’akan aku supaya dapet kerjaan.” Zayn akan menciumulalu tiba-tiba terdengar sebuah suara dari belakang kalian. Zany membatalkanmeciummu kemudian ia berbalik melihat kearah Angelina. Angelina :“Echem! Kita hampir telat Daddy.” Zayn : “It’s o.kkita berangkat.” Kamu hanyamenahan tawa melihat Zayn dan Angelina. Merekapunbergegas masuk kemobil. Kamupun mengantarnya sampai depan rumah. Lalu merekamulai jalan meninggalkan rumah. - Part 2 – >> posisiZayn and anak-anakmu << Setelah sampaidilokasi tempat sekolah anak-anakmu, Zayn mengantarkannya kedepan gerbangsekolah itu. Lalu anak-anakmu berpamitan untuk masuk kedalam. Setelah itu Zaynpergi mencari pekerjaan keliling-keliling. >>posisimu << Kamu dirumahmelakukan pekerjaan rumah seperti mencuci, menyapu dan lain-lain. *calon ibu RTyang baik. Setelahpekerjaanmu selesai, kamu menghabiskan sisa waktumu untuk menonton TV. Jammenunjukan pukul 3 sore. Kamu merasa sangat ngantuk dan menyudaho menonton TVlalu bergegas menuju kamar tidur. Baru saja kamu sampai dikamar tidur tiba-tibaada terdengar bunyi ketukan pintu. Lalu kamu kembali menuruni tangga danmembukakan pintu. YN : “Hei Hubby,kamu sudah kembali. Bagaimana…” Tiba-tiba Zaynmelempar tas yang ia bawa kekursi dan berjalan mendekatimu, lalu ia melepaskandasinya. Ia terus berjalan mendekatimu dengan penuh pesona. Ia menggigit bagianbawah bibirnya. Lalu ia membuka kancing bajunya satu persatu dengan masihberjalan mendekatimu. Kamupun berjalan mundur menjauhinya. YN : “Kamu mauapa Zayn?” Zayn tetapberjalan mendekatimu dan kamu hanya berjalan mundur hingga kamu dan Zaynberhenti di antara dinding-dinding rumah. - Part 3 – Zayn memegangpinggangmu dan menatap matamu penuh mesra. Zayn : “Haru iniaku sangat lelah.” Lalu keduatanganmu naik keatas hingga berada diatas bahunya. Kamu memegangi dan mengeluslembut pipinya. YN : “Kamu dapatmencobanya kembali besok hari.” Kamu berfikir kalau Zayn belum memperolehpekerjaan. Zayn : “Tapi akuingin hari ini bukan besok. Aku sudah tidak dapat menundanya lagi.” Ucapnyadengan maksud yang berbeda. YN : “Mungkinhari ini bukan hari baik bagimu, babe.” Zayn : “Semuanyaakan baik, semua itu tergantung kita.” YN : “Kita?” Zayn : “Akusedang tidak membahas tentang itu babe.” Lalu kamumengerutkan alismu, merasa bingung. YN : “Lalu?” Tiba-tiba Zaynmenciummu dengan lembut. Lalu kamu menjadi paham dengan apa yang sedang Zaynbicarakan. Kamupun membalas ciumannya. Kalian berciuman sangat lama. Lalu Zaynmenggendongmu menuju kamar tidur. Ia membaringkanmu diatas tempat tidur. Iamelepas pakaiannya lalu menciummu kembali. Tiba-tiba kamumendengar suara ketukan pintu dari lantai bawah. Lalu kamu menghentikanberciuman dan berdiam untuk memperjelas suara itu. Zayn : “Kenapababe?” YN : “Sepertiada orang yang mengetuk pintu.” Zayn : “Mungkinkamu salah mendengar.” Lalu Zayn mendekatkan wajahnya kewajahmu lagi tapi kamumenahannya. YN : “Hust!” Zayn : “Tidakada apa-apa babe.” YN : “Dengarkandulu, Hubby!” ucapmu lembut. Lalu ketukanpintu itu kembali terdengar. Dan Zaynpun mendengarnya. Zayn : “Oh Shit!Mengganggu saja!” Zaynpun berdirimenjauh dan kamu bergegas merapikan pakaianmu lalu berjalan menuruni tanggamenuju pintu depan dan membukanya. - Part 4 – Ternyata yangkamu dapati adalah 3 anak kecil yang imut. Ia berlari berebut untuk masuk lebihdulu. Angelina : “Hei!Kan aku dulu yang mau masuk! Kakak main nyrobot aja!” Austin : “Akudulu, Angel! Kamu tuh yang main nyrobot aja! Antri napa!” Lalu kamu yangmelihat mereka sedang rebut, bergegas menghentikannya. Kamu memegangi bahumereka. YN : “Budayakanhidup disiplin anak-anakku.” Angelina : “Tautuh kakak, main nyrobot aja!” Austin : “Orangkamu juga yang ngga mau ngalah!” Mereka kembalibertengkar. Kamupun jongkok dan menatap mereka satu persatu. Greyson : “Woy!Kalian tidak malu apa diliatin sama Mom tuh.” Merekapun tiba-tiba terdiam. YN : “Yasudahlah anak-anakku. Kalian kan saudara, harusnya saling mengalah. Dan satulagi, mengalah itu bukan berarti kalah. Ayo minta maaf!” Angelina : “IyaMom.” Angel mengulurkan tangannya untuk meminta maaf kepada kakaknya Austin.“Kakak, maafin ade ya?” Austin : “Iya,kakak juga minta maaf.” Greyson : “Nahkan begitu lebih baik.” YN : “O.Kanak-anakku, Mom tadi sudah membuatkan makanan untuk kalian. Sekarang kalianganti pakaian lalu makan.” Greyson : “O.Kmom.” Mereka bergegaspergi kekamar masing-masing untuk mengganti pakaian. Setelah itusemua berkumpul di ruang makan untuk makan sore bersama. Seperti biasa kamumengambilkan nasi untuk anak-anakmu dan juga Zayn. Lalu kalian mulai makan. YN : “Oh iyaHubby, bagaimana tadi apa kamu sudah mendapat pekerjaan?” Zayn : “Tentu,babe. Aku diterima disebuah perusahaan seperti tempat penerbitan MV danlain-lain. Dan gajinya pun cukup besar, sekitar 5jtper bulan.” YN : “SyukurlahHubby. Aku turut senang mendengarnya.” Tiba-tibaterdengar suara ketukan pintu dari depan. Lalu kamu menghentikan makanmu dankemudian membukakan pintu. - Part 5 – Niall : “Hai YN,bagaimana kabarmu?” kamu diam terkejut melihat Niall, Harry, dan Louis beradadi depan matamu. Harry : “Hallo?Kok kamu malah diam?” ucapnya mengalihkan perhatianmu. Kamu puntersadar dari lamunanmu. YN : “Ya ampun.Aku ngga nyangka kalian datang kesini. Kenapa tidak kabari aku dulu.” Lalu Louis masuktanpa berkata apa-apa. Louis : “Waw,kalian selalu pandai dalam memilih rumah. Amazing!” Tiba-tiba Niallmerasakan sesuatu. Ia terdiam dan menarik nafas dengan sangat menikmatinya. Niall : “Hemm..bau makanan!” iapun berjalan menuju sumber bau itu. Kamu, Louis, danHarry pun berjalan mengikuti Niall. Ketika sampai didapur, Niall lanngsungmenyrobot makanan yang sedang dimakan oleh Zayn. Zany pun melihat denganterdiam, ia terkejut namun sedikit kesal. Zayn : “Niall?” Niall : “HalloZayn.” Ucapnya kesusahan karena dalam mulutnya terisi banyak Pizza milik Zayn. Lalu anak-anakmubingung melihat mereka semua. Karena memang sebelumnya anak-anakmu belum taubenar tentang mereka. Austin : “Mom,mereka semua siapa?” Harry : “Haibaby-babyku yang lucu, masih ingatkah kalian dengan uncle? Ini pasti Greyson.”Sambil mendekat kearah Austin. Austin : “Ahuncle, gimana mau ingat. Uncle saja tidak ingat saya. Saya kan Austin.” Semua tertawamelihat Harry yang merasa dipermalukan oleh Austin. YN : “Ya sudah,ayo kita makan. Kebetulan aku beli makanan banyak.” Niall : “Wah idebagus itu.” Mereka semuamakan. >> Skip<< Setelah selesaimakan,untuk menghangatkan suasana, kalian semua memutuskan untuk menonton filmbersama. Seperti biasa,Zayn buat suasana rumah gelap gulita bagaikan dibioskop.Dan kalian semua menonton film Horror. Jam menunjukanpukul 11 malam. Tapi kalian masih asyik menonton film. Kamu melihatdisampingmu, Angelina, ia telah tertidur dengan bersandar di lenganmu. Lalukamu menyuruh Zayn untuk menggendongnya kekamar. Tapi Austin dan Greyson masihtetap standby melihat film itu. Harry, Louis, dan Niall pun sudak terkapar diatastempat tidur lantai. YN : “Anakku,tidurlah. Ini sudah malam. Besok kan kalian harus sekolah.” Greyson : “Tapiini sedang asyik Mom.” YN : “Kitalanjutkan besok lagi ya.” Greyson :“Baiklah Mom.” Mereka berdua bergegas menuju tempat tidur. Sekarang tinggalkamu sendiri yang menonton film itu. - Part 6 – Kamu menontonfilm itu dengan amat serius. Harry, Niall, Louis semua sudah tidur. Dan Zaynberada dikamar Angelina. Tiba-tiba saat film itu ditonton, tepat sekali adeganpenampakan hantu itu muncul. Dan hantuitu menampakan diri atau lebih pasnya disclosed up. Hingga terlihat jelasdimatamu. Kamupun merasa sangat takut dan berteriak. YN :“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!” kamupun berteriak dengan memejamkan matadan memeluk erat Niall yang berada dekat disampingmu. Karena eratnya kamuhampir mencakarnya. Niall punterkejut dan terbangun. Dan yang lain masih nyenyak tertidur. Niall : “Aw.Apaan sih? Aduh ini sakit bener.” Desah Niall yang juga bingung melihatmu. Kamu hanya bisamenangis ketika mereka mananyaimu. Kamu menangis dipelukan Niall. Niall balasmemelukmu, ia berniat menenangkanmu. Karena ia merasakan tubuhmu bergetarhebat. Kamu merasakan ketenangan dan kenyamanan ketika ada dipelukan Niall. Niall : “Kamukenapa, YN? Tenanglah. Kamu aman disini.” YN : “Akutakut!” Niall : “Takutapa? Disini tidak ada apa-apa.” Sembari mengusap rambutmu. YN : “Itu!”sambil menunjuk kearah TV. Tapi TV itu sekarang dalam posisi off. Dan Niallbingung, apa yang terjadi dengan TV itu. Niall : “Tidakada apa-apa YN. Mungkin itu hanya halusi nasi kamu.” Lalu kamumelepaskan pelukannya dan melihat kearah TV itu. YN : “Tadiaku….” Niall : “Tidakada apa-apa kan? Tenangkan pikiranmu.” Niall mengambil tisu yang berada dimejadan mengusap keringat yang keluar dari wajahmu. Lalu tiba-tibaZayn masuk kekamar dan melihat kejadian itu. Kamupun melihat Zayn dan bergegasmendekat kearahnya. YN : “Zayn,” Zayn : “Kamukenapa, babe?” Lalu Niallmendekat kearahmu dan Zayn untuk menjelaskan semuanya. Zayn pun percaya denganapa yang dikatakan oleh Niall. Zayn memelukmu dan mencium keningmu. Zayn : “Ayo kitatidur. Selamat tidur Niall.” Niall : “Iyap.”Zayn dan kamu meninggalkan ruangan itu lalu menuju kamar mu. - Part 7 – >>posisimu dan Zayn << Tubuhmu masih bergetarkarena takut akan penampakan di TV tadi. Zayn : “Sudahlahbabe, tidak ada apa-apa. Sekarang kita tidur ya.” Zayn membantumuberbaring dan menyelimutimu. Lalu ia mencium keningmu dan kamu pun mencobamemejamkan mata walau masih merasa takut. Zayn berniat mengambil minumandidapur, tapi kamu memeganginya. YN : “Kamu maukemana? Aku takut.” Zayn : “O.k akudisini menemanimu.” Zayn berpindah posisi menjadi tidur disampingmu. Kamupunmemeluk Zayn dan tidur. >>keesokan harinya << Panasmenghangatkan tubuhmu, kamu pun terbangun dari tidurmu. Kamu mengarahkanpandangan ke arah jam yang berada dimeja. Sontak kamu terkejut. Karena jammenunjukan pukul setengah 7. YN : “Ya ampun!”kamupun bergegas menuruni tangga dan berlari kearah ruang makan. Zayn : “Pagi babe,bagaimana tidurmu? Nyenyak?” kamu melihat mereka penuh kebingungan. Diatas mejatelah tersedia banyak makanan dan mereka semua sedang menikmatinya. Harry :“Kemarilah YN. Kita sarapan pagi bersama.” Kamupun berjalanmenuju kursi. YN : “Siapa yangmemasak ini semua?” tanyamu heran. Niall : “Itupacarnya Lou. Diakan pintar memasak. Dan juga masakannya enak.” Kamu melihatkearah Zayn, iapun terlihat sangat menikmati makanan itu. Angelina : “Momand Dad, kita berangkat dulu ya.” Anak-anakmu mencium tanganmu dan pergi.Kebetulan hari ini Harry yang mengantarkannya. Kamu hanya dapatmelihat semua makanan ini. Dan tiba-tiba Eleanor datang membawa makanan lagidari dapur. Eleanor : “HaiYN, kamu sudah bangun. Ayo kita makan bersama.” El meletakan makanannya didepanmu. Dan kamupun hanya diam saja. Tiba-tiba kamupergi meninggalkan ruang makan dan kembali kekamar sembari menangis. - Part 8 – Zayn terkejutmelihatmu berlari meninggalkan kalian. Lalu Zayn menghentikan makannya danmengejarmu. El, Niall, dan Lou menjadi bingung, namun mereka tetap melanjutkanmakan. >>posisimu << Kamu masukkekamar dan mengunci pintu kamarnya. Kamu berdiam menangis diatas kasur sembariberbaring. Lalu Zayn mengetukpintunya. Zayn : “Babe,buka pintunya. Kamu kenapa?” Kamu hanya diam dan membuat Zayn menjadi resah. “Ayo Babe, buka pintunya. Kita bisaselesain bersama.” YN : “Aku hanyamerasa tidak berhasil menjadi seorang Ibu yang baik Zayn.” Ucapmu tersedu-sedu. Zayn : “Bukanbegitu babe. Kita hanya perlu lebih giat belajar. Buka pintunya babe.” YN : “SudahlahZayn. Lebih baik kamu sekarang pergi bekerja. Tidak usah memperdulikan aku.” Zayn : “Akutidak akan pergi selagi kamu belum membukakan pintunya.” Kamupun hanyaterdiam dan masih menikmati perasaanmu saat ini. Beberapa menitberlalu. Zayn tetap tidak kehabisan akal. Ia mempunyai cara lain agar kamu maumembukakan pintunya. Zayn : “Kalaukamu tidak mau membuka pintu, aku akan terjun dari lantai atas. Aku tidakmain-main babe. Buat apa aku hidup jika selalu membuatmu sedih.” Kamupun terkejutmendengar perkataan Zayn. Zayn : “Aku hitung sampai 3. Kalau kamu tidak membukanya, terpaksa aku lompat.” Perasaan Zaynpunsebenarnya takut. Karena dia tau benar sifatmu. Zayn : “Satu …dua…. Tii….” Zayn bersembunyi disamping pintu kamarmu. Lalu kamupun membuka dan keluar dari kamar. YN : “Zayn!” kamu melihatkearah depan tapi tidak melihat Zayn ada disitu lalu kamu mendekat kearah pagardekat tingkat. Tetap saja kamu tidak melihat ia. Lalu tiba-tiba Zayn memelukmudadri belakang. Zayn : “Akusenang kamu masih peduli dengan ku.” Katanya dengan senyum. YN : “Zayn! Kamumembohongi ku!” Zayn : “Tidak.Aku tidak bisa kalau harus tidak melihatmu selamanya.” Kamu merasakesal dengan Zayn. - Part 9 – Lalu kamumelepaskan pelukan Zayn dan berjalan masuk kekamar. Kamu membaringkan tubuhmudikasur dengan rasa kesalmu. Zaynpun mendekat kearahmu. Ia mengikutimuberbaring diatas tempat tidur. Ia mengusap rambutmu dengan lembut. Zayn : “Aku tauapa yang sedang kamu rasakan saat ini.” Kamu hanya diamdan meneteskan air mata. Zayn : “Itutakkan merubah segalanya, YN. Kamu tetap yang terbaik bagiku. YN : “Tapi kamujuga sangat menikmati makanan itu kan!” ucapmu dengan tersedu-sedu. Zayn : “Em,,ya.. tidak juga.” Ucap Zayn dengan terbata-bata. YN : “Sudahlah Zayn.Mending sekarang kamu berangkat bekerja.” Zayn : “Tapi kamu harus janji, kamu tidak akan bersedih lagi!” YN : “Iya Zayn.” Zayn : “Senyumdong!” ucapnya sembari memperlihatkan senyum manisnya. Kamupun terbawasuasana ketika melihat Zayn tersenyum. Kamupun tersenyum lalu menepuk pipiZayn. YN : “SudahHubby. Cepat berangkat!” Zayn : “Ciumdulu dong babe!” sambil memonyongkan bibirnya. YN : “Zayn!Apa-apaan sih.” Zayn : “Ya sudahkalau tidak mau. Babe, lihatlah penampilanku! Apa ada yang terlihat kurang rapi?” Kamu melihatdasi yang Zayn pakai masih terlihat berantakan. Lalu kamu merapikannya. YN : “Pake dasikok kaya gini.” Zayn : “Maklumlah babe.” Zayn tersenyum manis. Tiba-tiba Zaynmemegang pinggangmu dan menarik tubuhmu untuk mendekat kearahnya. YN : “Mulaideh.” Kamu masih tetap merapikan dasinya. Lalu Zaynsemakin mendekatkan wajahnya kewajahmu. Kamupun sedikit-demi sedikit menjauhdari dekatnya. Namun apa daya, ia memegangi pinggangmu sehingga kamu tidak bisamenjauh lagi. Zaynpun akhirnya menciummu. Tiba-tibaseseorang muncul diantara tiang-tiang pintu. Seseorang itu membuatmu dan Zaynterkejut. - Part 10 – Niall : “Oops!”tiba-tiba Niall datang mengejutkanmu juga Zayn. Kamu dan Zaynpun menghentikanberciumannya. Zayn : “Niall?Ada apa?” Tanya Zayn gugup. Niall : “Maafaku mengganggu. Aku hanya mau bilang, tadi Mom mu telpon. Dia bilang, sekarangMom mu dan Mom YN akan pergi ke inggris. Tadinya aku mau memanggil kamu. TapiMom kamu bilang, dia sedang terburu-burudan dia menyuruhmu untuk menelphone Momnanti.” Zayn : “Ohh, thank ya. Aku akan menelphone Mom nanti.” Niall : “Oh iyaZayn. Apa kamu sekarang tidak bekerja?” Zayn : “Akuberangkat jam delapanan.” Niall : “O.kkalau begitu aku kebawah dulu.” Niallmeninggalkanmu dan Zayn dikamar. YN : “Kok kamungga bilang kalau kamu hari ini berangkat siang!” Zayn : “Kan akutadi baru saja bilang.” Kamu menepukbagian samping dada Zayn. Tapi itu tidak terlalu keras. Tiba-tiba Zayn merengekkesakitan dan merintih manja kepadamu. YN : “Zayn kamukenapa?” Zayn : “Sakitbabe.” YN : “Bagianmana yang sakit? Ayo katakana Zayn!” Kamu merasacemas melihat Zayn seperti itu. Ekspresi wajahnya seperti menahan rasa sakityang amat sangat. Zayn : “Disini,Babe.” Ucapnya dengan memegang dadanya. Lalu tanganmumengusap dadanya. YN : “Ini yangsakit?” Zayn memegangtanganmu dan menatapmu mesra. Zayn : “Iyababe. Hati ini sakit jika aku melihatmu bersedih dan tidak bisamembahagiakanmu. Aku ingin kamu selalu ada bersamaku, hingga sampai pada saatnya aku telah tiada.” Kamu menatapdalam matanya. Kamu tersenyum sangat bahagia mendengar ucapannya. - Part 11 – YN : “Kita akanselalu bersama, Zayn. Aku tidak mungkin bahagia, karena kebahagiaanku adapadamu.” Zayn : “IyaBabe. Aku memang tidak salah telah memilihmu untuk menjadi pendamping hidupku.” YN : “O.k cukup.Ini sudah siang, hubby. Aku tidak mau kalau nanti kamu kena marah hanya karenaterlambat berangkat kerja. Dan juga ini adalah hari pertamamu bekerja.” Kamu merapikandasi dan mengambilkannya tas. Lalu kamu mengantarnya sampai depan rumah. Zaynmencium bibirmu sekilas lalu ia masuk mobil dan pergi. Setelah mobilZayn tidak terlihat lagi, kamu masuk kedalam dan berjalan menuju ruang makan.Kamu melihat Niall yang sedang duduk dan masih menikmati makanannya. Kamupunberjalan menuju kursi dan duduk. YN : “Kamu masihbelum merasa kenyang juga, Yell?” Dia malahtertawa ngakak didepanmu. Kamupun kebingungan melihatnya. Niall : “Kamutau kan hobiku?” Kamu hanya mengangguk. “Apa?” YN : “Makan dankentut pastinya.” Niall kembalingakak dan itu membuatmu bingung. Niall : “Makanyaaku ga kenyang-kenyang. Soalnya kan kalau aku abis makan langsung kentut. Jadimakanan yang berada paling atas atau yang ada diperut, sedikit demi sedikitakan turun, sehingga perutku menjadi kosong lagi deh.” Ucapnya sembari ngakak.Kamu ikut tertawa namun heran. YN : “Kamuada-ada aja, Yell. Kamu banyak makan tapi kok ngga gemuk ya. Oh iya, ini yanglain pada kemana?” Niall : “Louisdan Eleanor pulang, katanya adiknya Eleanor dirumah sendirian. Kalau Harry,setelah mengantar anak-anakmu, ia katanya mau jalan sama pacarnya barunya.” YN : “Pacarbarunya?” Niall : “Iya.Itu tuh si rambut keriting.” YN : “Siapasih?” Niall : “Masakamu lupa. !$@$$%#.” Ucapnya. Karena dalam mulutnya terisi banyak makanan, jadiNiall kesusahan untu berbicara. Dan kamupun kesusahan dalam menangkap apa yangNiall katakana. Niall mengambil minuman didapur dan kamu memakan makanan yangada didepanmu. - Part 12 – Niall kembalidengan membawa dua gelas minuman. Satu gelas ia letakan didepanmu dan yang satuia minum. Niall : “Masakamu lupa, YN. Dia kan sekarang sedang ada hubungan dekat dengan Taylor Swift.” YN : “Haa?Taylor Swift?” Niall : “Biasaaja kali. Emang kenapa?” YN : “Tidak adaapa-apa. Darii mana dia kenal dengan Taylor?” Niall hanyamengangkat bahunya dan memanyunkan bibirnya. Itu berarti dia tidak tau. Kamumenyelesaikan makan dan setelah itu kamu membersihkan meja ruang makan.Kemudian pergi kedapur untuk mencuci piring. Niall masih berada dirumahmu. Iasedang tiduran diruang Tv sembari nonton film romantice. Kemudian kamumenghampiri Niall. YN : “Niall?” Niall : “Yapbabe. Aku disini.” YN : “Niall, akuboleh minta tolong?” Niall : “Mintatolong apa? Selagi aku mampu, akan aku bantu.” YN : “Temani akuke supermarket untuk membeli persediaan makanan.” Niall secarasepontan melompat dan berdiri tepat didepanmu. Niall : “Siapnyonya!” ucapnya sembari hormat. Kamu memasangmuka takut dan tegang. Niall malahan ngakak tepat didepanmu. Kamupunmengerutkan alismu. YN : “Ayo!” Kamu dan Niallsegera menuju mobil dan pergi. >> Sampaidisupermarket << Kamu langsungmenuju target, kamu berjalan menuju keforum makanan. Lalu Niall berjalanmemisah denganmu. Niall berjalan menuju arah makanan Pizza. Saat kamu memilihmakanan, tiba-tiba ada seseorang menabrakmu. Dan makanan yang kamu bawa, semuaberjatuhan kelantai. YN : “Woy! Kalaujalan liat-liat dong!” ketika kamu mengarahkan pandanganmu kewajahnya, kamu terkejut.Ia pun melihatmu dan terkejut. Kamu dan dia saling memandang cukup lama. Karenamemang wajahnya sudah tidak asing lagi. - Part 13 – Cody : “YN?”dengan ekspresi ragu-ragu. YN : “Cody?”sepintas kamu sadar dan langsung mengambili makanan yang berjatuhan dilantai.Lalu kamu bergegas pergi dari tempat itu. Lalu laki-laki itu memegangitanganmu. Cody : “Tunggu,YN! Aku …” Kamu langsungmenarik tanganmu dan berbalik kearahnya. YN : “Cukup! Akutidak mau bertemu kamu lagi.” Cody : “Biar akujelaskan dulu, YN. Ini semua tidak seburuk yang kamu kira.” YN : “Cukup,Cody! Ini semua sudah cukup jelas dimataku. Jangan pernah temui aku lagi!” Cody : “Kenapa,YN? Aku hanya …” YN : “Diam!” Kamu membalikanbadan dan berjalan namun laki-laki itu masih tetap memegangimu. Ia menarikmudan memelukmu. Cody : “YN, akusangat rindu padamu.” YN : “Lepasin,Cody! Kamu apa-apaan sih!” Cody : “Akubenar-benar minta maaf, YN.” YN : “Lepaskan!Kalau tidak aku akan teriak!” Cody :“Teriaklah!” Kamupunberteriak sangat kencang hingga Niall mendengar. Niallpun segera mencarikeberadaanmu. Ia melihatmu sedang bersama dengan seorang laki-laki, lalu Niallmenyeret laki-laki itu untuk menjauh darimu. Niall memukul wajah Cody hinggamemar. Lalu kamu menjauhkan Niall dari Cody. Kamu membawa Niall pergi daritempat itu. Niall menujukekasir untuk membayar semua belanjaanmu. Kemudian kamu berdua berjalan menujukemobil. Niall : “Itutadi siapa sih? Beraninya meluk-meluk kamu seperti itu.” Katanya sembari emosi. YN : “Dia…. Em,,diaa.” Katamu sembari terbata-bata. Niall : “Diasiapa, YN?” Tanya Niall memperjelas. YN : “Akubingung harus bercerita mulai dari mana. Ceritanya sangat panjang.” Niall :“Ceritakan mulai awal hingga akhir. Ayo ceritakan!” .own niaa @OneDi_Asia || @Zaynia_1Ders |
| Cerpen-Cerbung Member Smash bangun+rumah 's link *** Bismilah semoga bisa di pots:) amiien. ****** Dicky mematikan mesin mobilnya saat sudah memasuki garasi. Dan pemuda manis ini pun langsung keluar dari mobil memasuki rumahnya. Saat masuk kedalam rumah, Dicky melihati seisi ruangan yang sangat terlihat sepi lalu Dicky melangkah lagi menuju ruang makan karna biasanya gadisnya ada disana. “ Ko sepi? Apa Rosita engga jadi ya?" Fikir Dicky melihat meja makan yang masih bersih hanya ada piring yang tertata rapi dan air putih di atas Meja. Dicky hanya heran sambil garuk-garuk kepalanya, awalnya merasa takut bila Rosita akan kecewa padanya, namun merasa fikiranya benar Dicky pun berbalik melangkah ke kamarnya. Saat sampai di depan kamar matanya melirik kamar Rosita yang disebelah kamarnya sudah tertutup dan membuatnya ingin tahu sedang apa gadis itu. “ Tok..Tok.." Dicky mulai mengetok pintu kamar Rosita dengan pelan. “ Taa.." Panggil Dicky namun tidak ada sahutan dari dalam. “ Taa kamu udah tidur?" Tanya Dicky dan lagi-lagi tidak jawaban dari Rosita. Dicky hanya menghela nafas karna mungkin Rosita sudah berada dalam mimpinya apalagi jam sudah menunjukan pukul 11 malam, lalu Dicky pun berbalik lagi Saat membuka pintu matanya melirik lagi kamar Rosita sebentar lalu masuk kedalam kamarnya. Didalam Rosita hanya diam melamun memainkan lampu kamar dengan menyala-hidupkan saklar lampu kuning itu. Sambil tiduran miring matanya menatap kosong kedepan entah apa yang difikirkan gadis ini sekarang. Karna saat ini gadis ini mulai menangis merasakan sakit di hatinya. ** Sampai tengah malam Bisma masih memutari kota, bahkan Bisma tadi sempat menemui Rumah yang dulu pernah ditinggali Melati dan keluarganya yang sekarang sudah ditempati orang lain namun Melati sama sekali tidak datang kesana. Sampai Bisma pun mendatangi rumah Ilham karna cuma dia orang dulu dekat dengan Melati tapi Disana pun tidak ada Istrinya. Lalu sebenarnya kemana Melati (?). Bisma mengusap punggung Nabil yang masih nyaman dalam pangkuanya sambil menciumi kepala putranya itu. Merasa kasian hingga akhirnya Bisma memutuskan untuk membawanya pulang. “ Bisma kamu darimana? Kenapa Hp-nya engga aktif?" Tante Mella yang masih terjaga menunggu Bisma kini langsung melontarkan pertanyaan pada putranya itu. “ Maaf Ma ponselku lowbet." Jawab Bisma dengan wajah lelahnya. “ Tapi harusnya kamu bawa pulang Nabil dulu, kesian dia." Kata Tante Mella yang terlihat cemas pada cucunya yang sekarang tidur dibahu Bisma. “ Insya allah Nabil baik-baik saja sama aku Ma, tapi Melati engga tahu di luar sana." “ Sayang Mama tahu bagaimana perasaan kamu, Mama juga khawatir sama ke adaan Melati bukan kamu saja. Suruhan Papa juga engga akan berhenti cari Melati." Ujar Tante Mella melihat kesedihan di wajah Bisma. “ Iya Ma.." Bisma mengaguk kecil berusaha tersenyum pada Mamanya yang merasakan cemas padanya. “ Sudah mendingan kita bicarakan besok pagi lagi, Bisma kamu bawa anak kamu istirahat." Suruh Auntie yang sejak tadi cuma diam. “ Iya Aunt.." Balas Bisma lalu membawa putranya untuk ditidurkan di kamar. Tante Mella hanya bisa menatap miris dan menangis melihat putranya yang sudah berlalu ke kamarnya. “ Sudah Ma, kita doakan yang terbaik aja." Om Arya merangkul bahu Istrinya dan mengusapnya dengan lembut agar lebih tenang. *** Keluarga Morgan yang juga ikut Mencari Melati kini baru saja sampai dirumah. Karna mereka pun bingung mau cari Melati dimana, Apalagi selama ini Melati tidak memiliki teman diluar sana hingga membuatnya sangat susah untuk mencari keberadaanya untuk bertanya pada orang. Bukan Karna Bisma melarang untuk berteman namun sejak menikah Melati lebih fokus untuk mengurusi suami dan anaknya karna bagi Melati, suami dan anak adalah teman hidupnya. “ Apa sebaiknya kita lapor polisi saja." Saran Indah yang menerima air putih dari Morgan. “ Kalo belum 24 jam, polisi mana mau menangani sayang." “ Lalu gimana dong?" Tanya Indah dan Morgan menggeleng pelan. Indah menghela nafas menyandarkan tubuhnya di sofa lalu melirik Mama mertuanya yang diam sambil memijti kepalanya yang mungkin pusing karna mencemaskan keadaan Melati. “ Udah malam bobo sana, kesian nanti dedeknya kalo Mamanya kecapean." Suruh Morgan mengusap perut buncit Indah dan menatap mata sayu Istrinya. “ Tapi Mama.." Indah seolah menunjuk Tante Elis yang terlihat sedih. “ Sudah biar sama aku, sekarang kamu bobo ya?" “ Ya udah aku kekamar ya?" Pamit Indah dan Morgan mengaguk memegang pipi Indah sebentar. Lalu Indah bangun dari duduknya dan meninggalkan suaminya. “ Hati-hati.." Seru Morgan karna tahu bila Istrinya sudah terlihat mengantuk apalagi mau menaiki anak tangga. Indah yang berjalan memegangi perutnya tidak menjawab hanya terus melangkah dan membuat Morgan tersenyum sambil menggeleng. Morgan beralih melihat Mamanya dan mendekatinya. “ Sudah tengah malam tidur yuk Ma." Ajak Morgan meraih tangan Mamanya. “ Adik kamu dimana Gan? Kita cari lagi yuk?" Tante Elis menatap sendu putranya ini. “ Iya tapi besok ya?" “ Kenapa harus nunggu besok? Kalo adik kamu di luar ada yang jahatin orang gimana? Apalagi keluarga Masa lalunya engga tahu dimana pasti dia sedang luntang-luntung di jalan sendirian kesian dia." Tangis Tante Elis menyandarkan kepalanya di bahu putranya. “ Mama jangan bicara seperti itu, kita berfikir positif aja. Aku yakin Melati gadis yang kuat jadi dia pasti akan baik-baik saja. Mama jangan khawatir Om Arya juga engga akan berhenti untuk mencari Melati, apalagi Bisma dia juga engga akan biarkan Melati lama-lama di luar sana." Tutur Morgan sambil menciumi tangan Mamanya dengan kasih sayang. “ Mama engga mau kehilangan Melati lagi Gan, sudah cukup 17 tahun lamanya dia terpisah dari kita." “ Iya aku tahu dan Aku janji sama Mama, akan selalu bantu untuk cari Melati sampai ketemu." Ujar Morgan memeluk Mamanya ini dan Tante Elis hanya menangis dipelukan Morgan. *** Bisma duduk ditepi ranjang sambil melihati putranya yang terlelap dengan pulas. Mungkin karna efek menangis dan membuatnya kelelahan dan tertidur begitu nyenyaknya. Bisma mengusap wajahnya sendiri dengan kasar karna merindukan sosok Istrinya yang setiap malam memeluknya dan mengecupnya namun kini akhir-akhir tidak dirasakanya lagi. “ Kamu dimana sih Mel, kamu engga kasian sama aku dan Nabil kita butuh kamu." Gumam Bisma melihati setiap dinding kamar yang terpajang foto mesrah dirinya dan Melati, ada juga foto Nabil dengan Melati dan bahkan foto saat bertiga bersama yang keduanya mencium Melati membuat Bisma tersenyum miris mengingat masa indah itu. Tangan Bisma membuka laci lemari kecil dekat ranjang dan mengambil sebuah bingkai pernikahanya. Saat itu tidak senyum di bibir Bisma dan bahkan Melati hanya menunduk karna memang dulu menikah dengan perasaan terpaksa. “ Andai saja aku bisa mengulang semuanya, Harusnya hari itu menjadi kebahagian untuk kita bukan karna terpaksa." Lirih Bisma mengusap wajah Melati yang di foto. Bisma memeluk foto itu sambil memejamkan mata hingga terasa sudut matanya meneteskan air mata. “ Aku harus cari kamu lagi sampai ketemu." Seketika Bisma membuka matanya dan mengembalikan bingkai foto itu kedalam laci. Lalu mengambil kunci mobil dan ponsel yang baru setengah jam di cas. “ Papa cari Mama dulu ya Nak, Abil dirumah dulu sama Oma." Sebelum pergi lagi Bisma menyempatkan membelai rambut Nabil yang masih tertidur dengan polosnya dan meninggalkan kecupan di keningnya. Lalu Bisma pun berlalu keluar kamar dan menuju kamar Mamanya untuk menitipkan Nabil. ** Setelah sholat subuh Dicky keluar dari kamar dan melihat pintu kamar Rosita masih saja tertutup padahal biasanya jam setiap subuh gadis itu sudah terbangun namun saat ini masih terlihat sepi. Dicky hanya membiarkanya saja lalu turun kebawah untuk mengambil air minum. Saat membuka kulkas mata Dicky melihat beberapa makanan di dalam kulkas dan bahkan ada kue tart bertulisan lilin angka 21 yang sudah hampir habis. Dicky mengambil kue itu dan memperhatikanya. “ Jadi semalam Rosita sudah menyiapkan semuanya, ya tuhan kenapa semalam aku bisa lupa sih. Pasti sekarang Rosita berfikir kalo aku engga peduli sama ulang tahunya." Gumam Dicky mengembalikan kue itu kedalam kulkas. “ Maafin aku ya Ta.." *** Terlihat gadis cantik ini mulai membuka kelopak matanya dan memandangi sekeliling tempat yang Ia tiduri. Namun mual dan pusing itu mulai menjalar lagi ditubuhnya hingga membuatnya langsung berlari ke kamar mandi yang tidak tahu milik siapa (?) “ Ya allah sebenarnya aku sakit apa? Kenapa sering mual-mual begini." Fikirnya menyandarkan tubuhnya di dinding kamar Mandi. “ Kamu kenapa?" Tanya seorang pemuda yang mendengar gadis itu muntah-muntah. Dan sontak membuatnya terkaget. “ Kamu siapa?" “ Kamu engga mengenali aku?" Tanya pemuda itu dan membuat gadis ini sedikit mengingat. “ Rafael? Kamu Rafael artis Idola itu kan?" Tebaknya dan pemuda yang ternyata Rafael hanya mengaguk. “ Kenapa aku bisa disini?" “ Semalam kamu pingsan di jalan, makanya aku bawa kamu kesini. aku udah coba hubungi suami kamu tapi ponselnya engga aktif." Jelas Rafael pada gadis ini yang ternyata Melati. “ Suamiku? Maksudnya?" Bidik Melati dan Rafael hanya menaikan alis sebelahnya menatap bingung. “ Iya Suami kamu Bisma." Jelas Rafael sambil tersenyum karna difikir Melati mulai bercanda. “ Bismaaa.." Lirih Melati terlihat kebingungan. “ Sudah di kamar mandinya kan? muka kamu pucat mendingan kamu istirahat dulu nanti aku hubungi Bisma, pasti dia khawatir nyariin kamu." Kata Rafael pada Melati yang masih terdiam memegangi kepalanya. “ Suami? Bismaaa.." Gumam Melati terus memegangi kepalanya. “ Mell.." Ucap Rafael melihat Melati yang diam terlihat aneh. “ Arrggghhh sakiitt." Rintih Melati merasakan kesakitan dikepalanya. “ Mel kamu kenapa?" “ Sakittt.." Melati terus merintih dan sampai akhirnya gadis ini tergulai lemas tidak kuat menahan sakit dikepalanya dengan cepat pula Rafael menahan tubuhnya. “ Melati kamu kenapa? Mell.." Rafael kini terlihat panik dan langsung membopong tubuh Melati membawanya ke tempat tidur. “ Ya tuhan ini gimana?" Dengan perasaan Resah kini Rafael meraih ponselnya untuk menghubungi seseorang. * Sementara Bisma yang sejak semalam belum tidur masih saja mencari Melati, biarpun matanya lelah namun tidak ada niatan untuk nyerah sebelum menemukan Istrinya. “ Sayang kamu dimana sih?" Lirih Bisma memandangi orang yang berlalu lalang di pagi hari. Pandangan Bisma terhenti saat mendengar ponselnya yang di jok sampingnya berdering. Sambil menyetir tangan Bisma meraih ponselnya dan melihat nama yang tertera disana. “ Hallo.." Sapa Bisma menempelkan benda mati itu di telinganya. “........." “ Apa? Loe serius Raf?" “........." “ Ya udah gue kerumah loe sekarang, gue minta sama loe jagain dia dulu ya? Jangan biarkan dia kemana-mana." Kata Bisma pada penelfon yang ternyata Rafael. “......... “ Iya, Tanks Raf." Ucap Bisma mengakhiri telfonya. “ Alhamdulilah, terimakasih ya Allah." Bisma terlihat sumringah dan melajukan mobilnya dengan laju cepat setelah mengetahui keberadaan Istrinya. *** Indah membuka matanya dan menggeliat sambil merenggangkan tanganya yang terasa pegal. Lalu merasa mencium parfum milik suaminya sudah menyengat di hidungnya. “ Udah bangun?" Tanya Morgan yang sedang memakai kaos polos putih lengan panjang di depan meja rias. Indah yang masih tiduran menoleh suaminya. Morgan hanya tersenyum lalu mendekati Indah yang di atas ranjang. “ Pagi sayangku Pagi baby papa." Kata Morgan mencium kening Indah dan beralih ke perut besar Indah. “ Pagi juga Papa, udah ganteng mau kemana?" Tanya Indah membelai rambut Morgan yang masih mencium perutnya. “ Hari ini aku janji mau nemenin Mama cari Melati, kamu dirumah aja ya? Akhir-akhir ini kamu terlihat lelah. Nanti kesian dedeknya" “ Lalu aku dirumah sama siapa?" “ Kan ada bibi, nanti kalo aku sampe sore belum pulang. Kamu telfon aja Rosita biar nemenin kamu disini, gimana?" Ujar Morgan menggenggam tangan Indah. Dan Indah hanya mengaguk menurut. “ Ya udah aku pergi dulu ya? Sini sun dulu." Kata Morgan dan dengan nurutnya Indah sedikit memonyongkan bibirnya membuat Morgan terkekeh lalu mendekatkan wajahnya dan mecium bibir Indah yang masih terbaring di atas ranjang. *** Dicky keluar dari kamarnya dengan pakaian kantornya lalu menghampiri Rosita yang tengah menyiapkan sarapan di meja makan. “ Sarapan dulu Ky." Tawar Rosita tersenyum pada pemuda manis itu seoalah melupakan kecewanya tadi malam. Bukanya menjawab namun Dicky hanya diam menatapnya. “ Ko bengong kenapa?" Buyar Rosita dan Dicky hanya menggeleng. “ Hari ini aku mau main ketempat Indah ya? Kalo misalnya aku sampe sore belum pulang kamu pesan makanan aja engga apa-apa kan?" Kata Rosita memberikan secangkir kopi buat Dicky. Dicky masih terdiam dan menahan lengan Rosita yang ingin berjalan ke dapur. “ Ada apa?" Tanya Rosita melihat tangan Dicky yang menahan lenganya. “ Aku.. Aku minta maaf ya? Karna semalam aku pulang kemalaman dan sampai lupa.." Belum selesai bicara Rosita langsung memotongnya. “ Ahh engga apa-apa, aku juga lupa ko. Untung aja kamu engga pulang dari sore karna kemarin aku juga pergi. Lagian itu kan cuma ulang tahunku dan engga penting juga, cukup tuhan memberikan aku hidup yang lebih baik itu juga udah cukup." Kata Rosita dan tersenyum berjalan kearah dapur sambil memejamkan mata menahan sesak di hatinya. Dicky hanya tertunduk mendengar pengungkapan Rosita. “ Kenapa kamu harus bohong? Apa kamu berusaha untuk membuat aku supaya engga merasa bersalah karna melupakan janjiku, tapi aku udah tahu semuanya dan itu semakin membuat aku bersalah Ta." Batin Dicky merasa menyesal karna semalam sampai melupakan janjinya bersama Rosita yang jelas-jelas sudah menyiapkan sejak sore hingga sampai menunggunya. Dicky mengambil kotak merah kecil di sakunya dan menatapnya. “ Apa mungkin ini saatnya aku akhiri semuanya." Lanjut Dicky dalam hati melihat Rosita yang masih di dapur lalu Ia menyakui kotak itu lagi. “ Taa... “ Iyaa.." Sahut Rosita menoleh Dicky. “ Nanti sore aku jemput kamu di rumah Indah ya?" Pinta Dicky. “ Engga usah Ky, aku bisa ko pulang sendiri ko." Tolak Rosita menghampiri Dicky lagi. “ Udah engga boleh nolak, pokoknya nanti sore aku jemput kamu dan aku mau ngajak kamu ke sesuatu tempat." “ Kemana?" “ Ada deh, kamu engga boleh tau. Ya udah aku berangkat dulu ya?" Ujar Dicky memegang pipi Rosita lalu meminum kopi buatan Rosita dan berlalu meninggalkan Rosita. Rosita terdiam menunduk memegangi dadanya. “ Engga, ini engga boleh. Dicky udah punya kekasih dan 1 bulan setengah lagi contract selesai. Ingat Rosita.. Ingat." Rosita mencoba meyakinkan hatinya yang ingin memberontak lepas dari kenyataan. *** Rafael memandangi wajah cantik Melati dengan ukiran senyum, hingga telapak tangan Rafael mulai menyentuh wajah naturalnya yang membuatnya dulu pernah mampir dihatinya. “ Engga ada yang berubah, kamu tetap gadis yang lembut, cantik dan polos. Beruntunglah Bisma memiliki kamu." Gumam Rafael tersenyum sendiri. “ Raf..." Ucap seseorang yang baru datang hingga membuat Rafael langsung menjauhkan tanganya dari wajah Melati. “ Melatii.." Bisma mendekati Istrinya dan mengusap kepalanya hingga mencium kening Melati yang belum tersadar. Rafael yang melihat kasih sayang Bisma hanya tersenyum melihatnya. “ Sayang kamu kenapa?" Tanya Bisma menggengam tangan Melati. “ Melati kenapa Raf?" Tanya Bisma menoleh Rafael. “ Gue juga engga terlalu ngerti tiba-tiba dia mual di kamar mandi dan merasakan kesakitan di kepalanya." “ Ada yang sesuatu yang loe ucapin engga?" “ Ucapin apa? Tadi gue cuma nyebut suami Melati. Yaitu elo, tapi dia malah kesakitan." Jelas Rafael. “ Ya tuhan pasti dia mencoba mengingat lagi." Lirih Bisma menatap nanar wajah cantik Istrinya. “ Sebenarnya Melati sakit apa?" “ Ceritanya panjang gue engga bisa ceritain sekarang, gue harus cepat bawa Melati pulang dulu." Kata Bisma mulai membopong Melati. “ Kenapa engga dibawa kerumah sakit aja Bis." Saran Rafael. “ Engga, gue takut dia pergi lagi. Kalo dirumah pasti ada yang jaga, biar gue pake dokter keluarga aja buat meriksa Melati." Kata Bisma. Rafael yang sebenarnya masih bingung dengan ucapan Bisma namun mencoba mengerti dan membantu Bisma untuk membukakan pintu mobil Bisma. Bisma membaringkan tubuh Melati di jok depan dan sedikit menurunkan kursinya hingga Melati bisa tiduran di dalam mobil. “ Sekali lagi Tanks ya Raf, gue berhutang budi banget sama loe." “ Ah elo kaya sama siapa aja, ya udah hati-hati ya." Balas Rafael menepuk bahu Bisma. Dan Bisma mengaguk lalu masuk kedalam mobilnya meninggalkan rumah Rafael. “ Sayang sabar ya? Sebentar lagi kita sampai." Bisma menggenggam erat tangan Melati sambil fokus dengan jalanan yang sudah terlihat rame. TBC Ini tiga kalinya aku ngetik loh? Dua kali engga bisa di post ilang lagi, engga tau kenapa jadi eror gini sampai nangis tau :( karna ESMOSI!! Melati udah ketemu, tapi kenapa ka Bi mau bawa kerumah nanti kalo lihat foto waktu bersama gimana? Dicky mau ngajak Rosita mau ngapai ya? Coba tebak? Mau akhiri? Maksudnya apa? Hehe Morgan-Indah masih ayemm, nanti kalo udah saatnya keluar ko konplik buat mereka. Okesiip:) Mari di like dan comentnyaa:D @Resniie18 |
| Korean lovers bangun+rumah 's link NR #11 . . . . . sa'at itu wajah yesung terlihat sinis melihat tanganmu dipegang siwon "ah, aku tidak enak badan saja, makannya aku mau pulang" katamu sambil melepaskan tangan siwon "jinjja?" tanya yoona yg maumeriksa dahimu, tapi kamu menahannya sebelum yoona menyentuh dahimu "ne, jinjja yo. aku, pulang dulu ne" ucapmu seraya mau pergi melihat yesung "aku antarkan ne" kata siwon "ani, aku bisa sendiri ko' aku bukan anak-anak lagi" katamu "mwo? kau bilang kau bukan anak-anak lagi? jadi apa namanya kalau bukan anak-anak? MKS gitu!" sindir hara "hey you" ancam yoona sambil menunjukkan telunjuknya pada hara "ih atut,," manja hara "mwo? wae?" lanjut hara menentang "sudahlah yoona, aku pulang dulu ne" ucapmu "kalau mau pulang, pulang saja sana! gak usah caper kali jadi orang" sindir hara "yak! mulutmu ituh, mau gue jejelin cabe rawit eoh?" bentak yoona & donghae menenangin yoona yg lagi emosi NR #12 . . . . . "yak aku tau kenapa kau membelanya, karna dia anaknya ajusshi so-man kan? haduh,,, kalian itu pabbo ne! mau aja takut pada cewek ini" jelas hara sambil menolakmu hingga kau terjatuh & tiba-tiba yesung membantu berdiri kini kalian saling bertatapan (karna yesung jg menyukaimu) & siwon hanya menelan ludahnya "(namkormu) gwaenchana?" tanya yesung "oppa" panggil hara kecewa "ah, gwaenchana yo" jawabmu melepaskan tangan yesung & langsung pergi mau menemui shindong & sunny yg menunggumu "(namkormu)-ah" panggil yesung yg hendak mengejarmu tp hara menahannya "oppa, ngapain kau kejar dia? biarkan saja nappeun yeoja itu pergi" jelas hara *plakKK* yoona menampar hara "jgn pernah kau mengatakannya nappeun yeoja, arraso? kau itu tidak tahu apa rasanya menjadi jika dia" bentak yoona disaat itu juga hara ingin membalas tamparan yoona tapi tangan hara ditahan donghae "jgn pernah kau menyakiti yeojachingu ku ne! arraso?" bentak donghae NR #13 . . . . . donghae membentak hara & mendorong tangan hara sehingga hara terjatuh "sudah-sudah, ko' jadi ribut gini" ujar sungmin menolong hara @kantin "huft,, lama banget sih (namkormu)" gumam shindong "ne, apa kita sampiri saja dia" ide sunny "ne, eh itu dia, panjang jg umurnya" kata shindong melihatmu menghampiri mereka "eottoeke? sudah dipesan?" tanyamu "sudah donk! liat nih perutku udah buncit" jelas shindong menunjukkan perutnya "aissh, kau ini" serumu menyengir "oh ne, kenapa kamu lama sekali (namkormu)" tanya sunny "ah, tadi mereka banyak kali pesanan jadi aku bingung" jelasmu berbohong "oh emangnya apa saja yg dipesan mereka?" tanya shindong dgn detail "ne" sambung sunny "omo! aku lupa lagi, ya sudah kalian kelas sana biar aku bayar, bentar lagi bel masuk" ucapmu "ne, oh (namkormu)-ah kenapa kau membawa tas eoh?" tanya sunny "oh ini, aku ada urusan, jadi mau pulang, ya sudah kekelas sana hush" usirmu NR #14 . . . . . "perlu aku antar?" tawar shindong "gak usah lho bawel, udah pergi sana" usirmu "ya sudah, hati-hati ne!" ucap sunny "ne hati-hati ne" sambung shindong & mereka meninggalkanmu sdngkn kamu kekasir setelah itu kamu pergi ke suatu tempat bukannya pulang. sunny & shindongpun sudah sampai kekelas @kelas "oppa~" teriak sunny melihat kekasihnya sungmin sedang membopong hara & secepatnya sungmin melepaskan hara yg membuat hara terjatuh kembali "ne chagi, mianhae chagi ini bukan seperti yg kau lihat" rayu sungmin pada sunny "jinjja? awas saja kau berbohong, ku buang semua barang-barang pinkmu, arraci?" ancam sunny "yak! kalian ini sempat-sempatnya bermesra'an" bentak eunhyuk & yg lainnya hanya tertawa, sungmin sunny pun melepaskan pelukannya & tersenyum malu "oh ne, sebenarnya apa yg kalian ceritakan tadi?" tanya donghae ~tring..tring..tring~ bel masuk "nanti pulang sekolah kami ceritakan ne" jelas sungmin NR #15 . . . . . "nanti pulang sekolah kami ceritakan ne" ujar sungmin "dan kau michin yeoja, urusan kita belum selesai ok!" ancam hara pada yoona "yak!" bentak yoona & donghae menahannya "sudah chagi, nanti kita balas dia ne" bisik donghae "ne oppa" ucap yoona _SKIP_ tring~tring~tring~~ bel pulang berbunyi & mereka pun berkumpul membicarakan kejadian tadi "mwo?" ucap yoona terkejut "lancang kali kalian menuduh orang tanpa bukti" lanjutnya "emang betulkan (namkormu) sahabatmu itu, belum siap tugaskan" ujar hara "emang dia tidak mengerjakan tugas, tapi akulah yg mengerjakan tugasnya" jelas yoona =FLASH BACK= "yak! (namkormu)-ah apa yg kau pikirkan eoh?" tanya yoona "ah anniyo, aku..aku.." jawabmu terbata-bata "pasti kau belum siap tugas kan" ujar yoona "he,,he,,he,," jawabmu tersenyum "nih, aku sudah kerjain tugasmu aku tau kamu pasti tidak mengerjakannya jadi aku membuatnya untukmu" jelasnya "gomawo ne yoona-ssi, kau emang sahabat terbaiku" ucapmu NR #16 . . . . . =FLASH BACK END= "& bukankah tugasnya yesung sudah dapat" jelas yoona "ne, tadi aku & yoona membantu mr.kim mencari tugasnya yesung" sambung donghae "mwo?" mereka terkejut & menyesal setelah mendengar penjelasan yoohae "aku, jadi bersalah sama (namkormu)" ujar sungmin "cupcupcup~ sudahlah oppa, nanti minta ma'af sama (namkormu) ne" bujuk sunny "ne chagi" balas sungmin "& Kkau! kalau gak tau kebenarannya gak usah nuduh-nuduh orang, arraso! sekarang kau harus minta ma'af sama (namkormu)" ancam yoona "mwo? nae? ha,,ha,,ha~ yg betul saja aku minta ma'af samanya" nyengir hara sdgkn yesung pergi mencarimu "oppa mau kemana?" tanya hara menahan tangan yesung "bukan urusanmu" jawab yesung langsung pergi "oppa~" teriak hara "ayo ikut aku" bentak siwon menarik kasar tangan hara "ma ma mau kemana kita" tanya hara ketakutan "kau mau kubunuh" ancam siwon "eoh? yak lepaskan, ku bilang lepaskan" teriak hara ketakutan NR #17 . . . . . "hey nenek-nenek! bisa diam enggak eoh? kalau kau gak mau kubunuh diam saja, ikutin kata-kata ku! understand? kajja masuk" bentak siwon menyuruh hara masuk kedalam mobilnya "kita mau kemana eoh" tanya hara "mencari (namkormu)" jawab siwon "aissh, ngapain kita nyari dia? sireo!" ucap hara, tp siwon tak menanggapinya kini siwon & yesung mencarimu sdngkan kamu berada di studio bermain drum supuasnya hingga larut malam untuk menghilangkan rasa sakit hatimu, ditemanin dgn leeteuk & BoA yg jg sepasang kekasih. tiba-tiba kamu kelelahan hingga terpingsan kini tubuhmu dibaringkan disofa "chagi ambilkan air" perintah leeteuk "ne oppa" kata BoA, ketika hendak BoA hendak menggambil air dia melihat sesosok namja datang ke studio "omo!" BoA terkejut "ssstt,," ucap namja itu sambil meletakkan jari telunjukknya dibibirnya & BoA hanya menganggukkan kepalanya "noona, apa ada (namkormu) disini" tanyanya "ada, dia skrg lagi pingsan" jelas BoA "chagi~" panggil leetuk NR #18 . . . . . "ne oppa" balas boa "omo! yesung-ssi kapan kau datang eoh?" tanya leetuk menghampiri mereka & ternya yg datang adalah yesung "ne baru saja hyung, oh ne hyung (namkormu) dimana?" tanya yesung "oppa, antarkan dia ke (namkormu) aku mau ambil air dulu ne!" pinta boa "ne chagi, kajja saeng" ajak leeteuk, kini mereka lagi menemanimu "hyung kapan (namkormu) pingsan?" tanya yesung "ketika kamu datang (namkormu) baru saja pingsan" sahut boa yg dtg membawa minuman & semangkuk bubur "oh ne saeng, kebetulan kamu lagi disini jg. hyung & noona akan pulang nih karna udah malam, jd kamu jaga (namkormu) ne!" jelas leeteuk "oh ne hyung" jawab yesung "oh ne saeng, nanti kalau (namkormu) sudah bangun berikan dia bubur ini ne, soalnya dari tadi siang dia belum makan" jelas boa "ne noona" jawab yesung "yasudah kami pulang ne, hati-hati disini ne" ucap leeteuk & skrg di studio hanya ada kamu & yesung tak lama kemudian kamupun terbangun NR #19 . . . . . "hmm,," desahmu terbangun sambil membuka mata "kamu sudah bangun (namkormu)?" tanya yesung "hmm ne, eoh? yesung-ssi kenapa kau ada disini eoh?" tanyamu heran "ah, tadi kebetulan saja aku mampir kemari" ucapnya "oh, jadi sunbae & eonni boa dimana?" tanyamu "mereka sudah pulang" jawabnya sembari menyampirimu "kamu mau ngapain eoh?" tanyamu sambil menyilangkan kedua tangan didadamu "ini, makanlah td noona memesan jika kamu sudah bangun jgn lupa makan bubur ini karna kamu drtd siang belum makan kan!" jelasnya "hmm, ne gowawo" kamu pun memakannya, tak lama kemudian kamu pun selesai makan "hmm, maesita! omo jam berapa ini" kagetmu melihat arloji "appa pasti mencariku, aku pulang dulu ne" ujarmu akan pergi "chakkam, aku antar ne! lagian sudah malam, gk ada kendaraan lagi yg lewat sini jam segini" jelasnya "hmm, baiklah" ucapmu, akhirnya kamu pulang diantar yesung disepanjang perjalanan suasana hanya dalam mobil hening bagaikan dikuburan NR #20 . . . . . akhirnya kamu pun sampai didepan rumah "yesung-ssi, gomawo ne udah mengantarkan ku" ucapmu tersenyum "ne, cheonmane yo" jawabnya ketika kau hendak keluar yesung memelukmu "(namkormu)-ah" ucapnya pelan "n..n..ne" jawabmu kebingungan "lain kali jangan begini lagi ne" ucapnya "mwo? apa maksudmu?" tanyamu kebingungan @siwon & hara mereka daritadi mencarimu, tp belum menemukannya & kini mereka diruangtamu rumahmu, ternyata mereka sudah menunggumu yg tak kunjung pulang "yak! siwon-ssi, aku capek & ngantuk tau! aku mau pulang ahk!" ucap hara pergi keluar rumahmu "yak, kemana kau eoh?" tanya siwon mengejar hara, ketika diluar langkah hara terhenti melihatmu & yesung berpelukan didalam mobil yesung "yak, kau belum boleh pulang, sebelum minta ma'af pada (namkormu)" ucap siwon melihat hara & melihat kalian @kamu & yeye "yesung-ssi, aku kesesakan" jelasmu "oh, mianhae" ucapnya melepas pelukan "n..n..ne, omo!" m |
Powered by WordPress SEO Tools















