Desain Rumah Minimalis 2 Lantai
Kadang-kadang kita, meski sudah lama memimpikan punya rumah dua lantai, ternyata belum tahu bentuk dan model rumah yang seperti apa. bukan anda saja kok yang mengalami dilema seperti itu, banyak orang yang menalami hal yangserupa. oleh karena itu, Jika anda memang benar-benar ingin mencari desain rumah minimalis dua lantai, maka cobalah anda mencari informasi mengenai hal tersebut melalui internet ataupu media lainnya yang terpenting mesti berkaitan dengan hal tersebut. ada jutaan contoh gambar buat anda. Bagi yang lagi pusing bikin rumah tapi lahan sempit, uang banyak, ide tidak ada, maka ada contoh desain rumah minimalis dua lantai. dan akan sangat Cocok buat anda. kalau mau membangun rumah, andaperhatikan bahwa pondasi pada rumah dahulu yang dibuat kuat, jangan samakan dengan pondasi rumah satu lantai. Apalagi akhir-akhir ini sering terjadi gempa, jadi pondasi harus sekuat mungkin, makin dalam makin baik. Untuk rumah dua lantai pondasi yang bagus sekitar 2 meter. Tapi lebih baiknya dan tak salah bila anda dapat konsultasi langsung dengan arsitek.
Contoh Rumah minimalis 2 lantai tersebut adalah rumah Minimalis Home Exterior Design. Dan Untuk bagian pada desain bagian luar anda bisa melihat gambar di atas. begitu pula pada bagian ceramic flooring adalah merupakan pilihan umum yang tidak mahal dan nyaman bagi banyak orang. dan saya sangat setuju dan anda pun dapat bebas memilih motif sesuai dengan selera anda. Motif persegi panjang yang kecil-kecil sangat ideal untuk rumah dengan style ini. Namun wooden flooring atau lantai dari kayu juga sangat ideal dan artistik untuk daerah yang bersuhu dingin untuk kota malang. kegunaan dari Lantai kayu ini adalah bisa menghindari bersin2 untuk anda yang alergi dingin.
dan juga anda dapat Tambahkan balkon di depan lantai atas untuk menambah kesan modern sekaligus buat tempat nongkrong dan minum kopi dengan para kolega. dan bila anda ingin balkon yang unik dapat anda temukan di internet. dan juga dapat anda tambahkan Tembok yang bergaris dan mendatar karena itu merupakan ciri khas bangunan minimalis.
Incoming search terms:
tampak depan rumah minimalis 2 lantai (83);rumah kecil 2 lantai (32);gambar rumah mini malis 2012 ukuran 8x12 (29);gambar rumah tingkat ukuran kecil (28);rumah minimalis 2 lantai type 21 (23);denah rumah mungil 2 lantai (20);desain rumah mungil 2 lantai (20);desain rumah minimalis type 36 2 lantai (20);gambar rumah tingkat mungil (19);desain rumah modern minimalis 2 lantai (18);desain rumah modern 2 lantai (17);rumah modern 1 lantai (16);Kumpulan gambar rumah minimalis 2 lantai (15);harga denah rumah minimalis 2 lantai (14);contoh denah rumah minimalis 2 lantai (14);model rumah 2 lantai (14);rumah lantai 2 sederhana (14);renovasi rumah tingkat (13);rumah minimalis mungil (12);rumah 2 lantai sederhana (12);rumah minimalis 2 lantai tampak depan (12);rumah kecil minimalis 2 lantai (12);rumah minimalis lantai 2 type 36 (11);gambar rumah dua lantai minimalis (11);model rumah tingkat dua (11);balkon rumah minimalis (11);desain ruko 2 lantai (11);model ruko 2 lantai (10);desain rumah minimalis modern lantai 2 (6);biaya renovasi rumah 2 lantai ukuran 7 x 12 (6);rumah dua lantai tampak samping (6);rumah kecil tingkat (6);desain minimalis lebar 6 meter bertingkat (5);perincian biaya pembangunan rumah 2 lantai dengan luas tanah 60 mteter (5);biaya renovasi rumah type 38 tingkat (5);desain rumah mungil tingkat (5);contoh rumah ukuran 8x12 (4);model rumah bertingkat dua (4);bikin lantai rmh papan (4);contoh rumah minimalis tingkat setengah (4);gambar rumah dua lantai tiga dimensi (4);desai tanah 10x10 tingkat (4);model rumah minimalis type 36 pondasi tingkat 1 (4);desain rumah type 21 di rubah menjadi tingkat 2 (4);gambar rumah minimalis 2 lantai ukuran 5x10 (4);ruko kecil minimalis (4);rumah tingkat lahan sempit (4);rumah bertingkat dua (4);rumah minimalis type 36 lantai 2 (4);rumah ukuran 8x12 (3);rumah minimalis ukuran 8x12 (3);biaya renovasi rumah tingkat type 46 bandung (3);model rmh tingkat minimalis (3);kumpulan gambar rumah minimalis 2 lantai type 21 (3);contoh rumah minimalis dua lantai (3);desain rumah lahan sempit (3);denah hotel tingkat dua (3);contoh gambar ruko 2 lantai (3);DESAIN RUMAH MINIMALIS 5Mx12M (3);biaya renovasi minimalis 2 lantai (3);desain rumah tingkat lahan sempit (3);BIAYA PEMBUATAN REHAP RUMAH TYPE 36 LANTAI 2 LUAS 8 X 12 (3);biaya membangun rumah tingkat 2 tahun 2013 (3);MODEL RUMAH UKURAN 8X12 5 (3);gambar DISAIN rumah minimalis DUA LANTAI di bSD (2);gambar rumah dua lantai modern (2);design rumah minimalis2 lantai (2);gambar model depan rumah tingkat ukuran lebar 6 meter (2);desain balkon lt2 minimalis (2);desain dalam rumah 2 lantai tipe 27 (2);kalkulasi bahan banungan ruko 2 tingkat (2);desain eksterior rumah minimalis 2 lantai lebar 6 meter (2);desain teras rumah tingkat (2);disain rumah bertingkat disamping depan (2);denah rumah ruko 2 lantai bentuk kotak (2);disain rumah minimalis 2 lantai (2);gambar rumah dan biaya dua tingkat (2);foto desain rumah dua lantai (2);model rumah setengah bertingkat (2);foto rumah kecil tingkat (2);denah rumah dengan lebar 4 meter (2);gambar ruko minimalis terbaru (2);desain fasad rumah type 38 (2);Design rumah dgn luas tanah 5mX12m (2);desain rumah minimalis 2 lantai dengan lahan sempit dan total biaya pembangunan (2);desain rumah minimalis 2 lantai type 38 (2);GAMBAR RUMAH TINGKAT BAGIAN DALAM (2);desain rumah minimalis bertigkat ukuran 8 x 12 (2);desain rumah minimalis ukuran 8x12 5 (2);gambar rumah tingkat separo bagian (2);desain rumah minimalis ukuran 8x12 (2);Desain rumah minimalis Ukuran 5mx12m (2);desain rumah lt 2 balkon (2);desain rumah tingkat mungil (2);gambar rumah minimalis 2 lantai type 36 (2);desain type 29 lantai 2 (2);desain rumah ukuran 8x12 bertingkat (2);desain rumah tipe 38 2 lantai (2);desain rumah 5x10 2 tingkat (2);desain rumah islami 2 lantai (2);gambar rumah minimalis ukuran 5x10 meter 2lt (2);desain rumah lantai 2 type 21 (2);desain rumah minimalis type 21 2 lantai (2);photo tipe rumah tingkat (2);model rumah bertingkat sederhana (2);bentuk gambar ruko (2);model rumah minimalis tingkat 2 kecil (2);biaya untuk merenovasi rumah menjadi tingkat (2);renovasi rumah menjadi dua tingkat dengan harga murah (2);bentuk rumah minimalis/mungil (2);renovasi rumah 2 lantai bagian depan (2);MODEL RUMAH TINGKAT BAGIAN DALAM (2);model rumah tingkat 2 minimalis perumahan tipe 21 moderen (2);contoh rumah kecil dua lantai (2);model rumah tingkat kecil (2);model rumah tingkat lahan terbatas (2);biaya renovasi rumah 3 lantai (2);model rumah separuh bertingkat (2);model rumah type 36 2 lantai (2);BENTUK TERAS RUMAH LANTAI 2 (2);biaya bangun rumah type minimalis kecil (2);contoh rumah 2 lantai minimalis (2);contoh ruko kecil (2);contoh gambar rumah tingkat lantai kayu (2);biaya renovasi rumah tingkat tpe 38 (2);rumah tipe 85 (2);rumah 2 antai 8x12 (2);rumah minimalis 2lantai denah (2);sketsa rumah minimalis dua lantai (2);sketsa rumah lantai 2 6x12 (2);rumah minimalis 2lantai (2);ruko 2 lantai minimalis (2);tampak depan rumah minimalis bertingkat (2);rumah 2 lantai minimalis tanpa balkon tampak depan (2);RUMAH TINGKAT DUA MINIMALIS (2);rumah 2 tingkat 5x10 (2);rumah ukuran 10x10m (2);rumah tingkat 2 ukuran 5x10 (2);rumah kayu minimalis 2 lantai (2);Tipe rumah minimalis model tingkat! (2);rumah mungil minimalis 2 lantai ukuran 8x12 (2);rumah 2tingkat tapi lantai nya kayu (2);sketsa ruko 2 lantaisederhana (1);rumah toko 2 lantai minimalis (1);sketsa rumah 2lantai (1);sket perumahan tive 46 (1);sket rumah minimalis 2 lantai tanpa balkon (1);rumaha minimalis dua tingkat ukuran tanah 10x10 meter (1);sketsa rumah ukuran 10 x 40 (1);www model rumah dua lantai bentuk L (1);www kumpulan gambar rumah bagian depan lantai 2 minimalis (1);www desain rumah lantai 2 (1);ukuran rumah 8x12 bertingkat (1);UK KERMAIK 40 X40 UNTUK RUMANG TAMU (1);type rumah minimais 2lantai modern (1);Tipe rumah tingkat dua (1);tipe rumah kecil tingkat minimalis (1);tipe rumah dua lantai (1);teras rumah tingkat minimalis (1);teras lantai 2 rumah model minimalis (1);Tanah 20*10 di bgun ruko menelan biaya (1);www gambar ruko 2tingkat com (1);Tampak depan rumah 2 tingkat minimalis (1);struktur rumah 2 lantai sederhana (1);teras tingkat dua (1);www rumah kecil 2 lantai (1);rumah tipe 46/90 (1);rumah tingkat ukuran 10x10 (1);rumah kecil 2 tingkat (1);rumah kecil 2 lantai tampak depan (1);rincian biaya bangun rumah 10x10 (1);rumah dua lantai tampak depan dengan lebar 6 meter (1);rumah dua lantai di lahan kecil (1);rumah bertingkat ukuran 5x10 (1);rumah bertingkat minimalis dengan lahan sempit (1);rumah 2lantai setengah (1);rumah 21 dua lantai (1);rumah 2 tingkat minimalis lahan sempit (1);rumah 2 lantai tampak depan lahan sempit (1);rumah 2 lantai kecil tampak depan (1);rumah 2 lantai bagian belakang (1);ruah 2 lt ukuran 5x10 (1);rumah kecil 2lantai (1);rumah kecil tingkat ideal (1);rumah tingkat minimalis ukuran kecil (1);rumah tingkat dua lantai (1);rumah tampak depan 2 lantai type 46 (1);rumah ruko dua tingkat (1);rumah modern minimalis lantai 2 lahan sempit 7m (1);rumah minimalis ukuran 5mX12m (1);rumah minimalis type 29 dua lantai (1);rumah minimalis modern lantai 2 (1);rumah minimalis lahan sempit (1);rumah minimalis dua lantai 12*9 (1);rumah minimalis di lahan 5x10 (1);rumah minimalis 2 lantai tahun 2012 (1);Rumah lantai 2 ukuran 5x10 (1);rumah kecil tingkat sederhana (1);rincian biaya bangun rumah 90m 2 lantai (1);gambar rumah minimalis moderen ukuran 8x12 (1);gambar rumah minimalis dua tingkat (1);Pengembangan rumah type 38/90 (1);gambar rumah minimalis lantai dua (1);pengembangan rumah bagian belakang lantai 2 (1);NSTRUKSI PONDASI LANTAI 2 SEDERHANA (1);ongkos bikin rumah berlantai 2 (1);pagar teras lantai 2 (1);payudaraku diremas (1);gambar rumah ruko (1);gambar rumah murah 2 tingkat (1);pemandangsn lahan sempit foto japan (1);Gambar rumah minimalis tipe 21 lantai 2 (1);gambar rumah minimalis tingkat lebar 6mx10m (1);motif renovasi rumah type 29 (1);gambar rumah minimalis dua lantai 10x10 (1);gambar rumah minimalis bertingkat 2 hanya setengah (1);gambar rumah bertingkat sederhana minimalis pada bagian dalam (1);gambar rumah 2 lantai 8x12 (1);renovasi rumah tingkat minimalis dan denah (1);renovasi rumah type 21 lantai 2 luas tanah 9m x 12m (1);gambar ruko lantai dua (1);gambar ruko 2 lantai (1);gambar rmh minimalis ukuran luas tanah 50 meter (1);gambar renovasi dua lantai rumah minimalis tipe 38 (1);gambar ngentot guru sama murik (1);renovasi rumah type 38 bagian teras (1);gambar model rumah separuh bertingkat minimalis (1);Renovasi rumah sekalian bangun warung (1);renovasi rumah minimalis 6x12 dengan 2 lantai (1);gambar rumah minimalis 5x10 2lantai (1);pondasi apa yang cocok untuk rumah lantai 2 di atas tanah liat atau batu bara (1);gambar ruko minimalis dilahan sempit (1);pondasi rumah lantai dua (1);pondasi rumah masakini (1);pondasi tingkat 2 (1);poto kumpulan rumah minimalis 1 lantai (1);gambar rumah lebar dua koma setengah meter (1);gambar rumah lantai 2 persegi panjang (1);rancangan pondasi ruko minimalis 2 lantai (1);gambar rumah dua lantai model spanyol bagian depan (1);gambar rumah minimalis 2 lantai sederhana (1);model teras rumah tingkat dua minimalis (1);model rumah 2 lantai tidak tanpak tingkat (1);model rumah kecil minimalis (1);kumpulan desain rumah toko minimalis terbaru (1);konsultasi bangun rumah bertingkat (1);konstruksi rumah 2 lantai minimalis (1);konstruksi 7x7 minimalis (1);kerangka rumah dua tingkat arsitek (1);Keluarga Remaja Islam BSD at FMMB (1);model rumah minialis tingkat 2 (1);model rumah minimalis 2 lantai ukuran 5 * 15 (1);kantor kecil dua tingkat (1);model rumah ditanah sempit memanjang (1);model rumah bertingkat malang (1);Model rumah 4 lawan 7m 2 lantai (1);model balkon rumah lantai 2 (1);mau bangun rumah berlantai 2 (1);model rumah 2 tingkat type 36 (1);macam-macam pondasi rumah minimalis (1);macam macam rumah tingkat (1);macam macam pagar rumah teras tingkat 2 (1);macam 2 pagar lantai 2 (1);lukah benua tipe 36 interior rumah seluruh ruangann (1);lantai kayu dua tingkat (1);kumpulan gambar rumah tingkat 2 (1);model rumah minimalis setengah bertingkat (1);MODEL RUMAH MINIMALIS SETENGAH LANTAI (1);gambar tampak depan hotel dua lantai (1);model rumah tingkat bugdet terbatas (1);gambar rumah type memanjang dengan 4 kamar dan bertingkat 2 (1);Gambar rumah tingkat tipe 21 (1);Gambar rumah tingkat setengah disamping (1);model rumah tingkat setengah (1);model rumah tingkat type 21 (1);gambar rumah tingkat setengah depan (1);model tampak depan rumah minimalis dengan luas tanah 60m yang unik (1);model teras lantai dua (1);Model rumah tingkat 2 lantai separo (1);model rumah tinggkat sederhana (1);model rumah tanpak depan lebar 7 m 1 stengah lt (1);image rumah kecil 2 lantai (1);model rumah minimalis type 27 2lantai (1);harga dan gambar selimut mellow motif macan (1);ganbar bangun rumah tingkat type 21 (1);gambarrumah mungiltingkat (1);Gambar warung yg mungil dan arsistik (1);Gambar warung arsistik dan mungil (1);hari@epitaph com (1);kumpulan design rumah minimalis 2 lantai 6x12 (1);GAMBAR teras atas rumah tingkat (1);model teras rumah 5x10 (1);denah rumah lebar 6 m (1);contoh rumah dua lantai setengah (1);contoh rumah dua koma setengah meter kali delapan (1);contoh rumah baru lt90 lantai2 (1);contoh rumah 700m2 (1);contoh rumah 2lantai tampak depan 1tingkat (1);contoh rehab rumah mnimalis (1);contoh gambar teras lantai 2 (1);contoh GAMBAR RUMAH minimalis bertingkat type 21 (1);contoh gambar rumah ciputra dua lantai setengah jadi (1);contoh desain rumah minimalis ukuran 7x7 (1);contoh cat rumah minimalis tipe 21 dua lantai (1);budget renovasi rumah 2 lantai (1);budget bangun rumah 2 lantai luas 90m (1);biaya rumah tingkat (1);contoh rumah minimalis 2 lantai ukuran kecil (1);contoh rumah minimalis sederhana 2 lantai setengah (1);contoh rumah minimalis tipe 29 (1);denah rumah lantai dua 8 x 13 (1);denah rumah kecil tingkat (1);denah rumah bertingkat type 27 minimalis modern (1);Denah rumah 9 kali 7 ora tingkat (1);denah rumah 1 lantai setengah ukuran tanah 6 x 13 (1);denah ruko 3 lantai (1);Denah dan biaya membangun rumah 2 lantai ukuran 5x 10 meter (1);dedign rmh ukuran 8x12 5 (1);contohrumahlantai2 (1);contoh rumahminimalis 2lantai (1);contoh rumah tingkat minimalis lahan 60 m3 (1);contoh rumah tingkat dilahan sempit (1);contoh rumah sederhana lantai dua kotak (1);contoh rumah satu setengah lantai (1);biaya renovasi tingkat full rumah type 45 (1);biaya renovasi rumah type 90 2 lantai (1);biaya bangun rumah sederhana 1000 meter 2012 (1);biaya bangun rumah minimalis type 36 2 lantai (1);berapa biaya tingkat rumah ukuran type 21 (1);berapa biaya bangunan tingkat 4x 5 5m (1);bentuk-bentuk profil rumah tingkat (1);bentuk rumah ukuran 6x12 lantai2 (1);bentuk rumah tingkat mungil (1);bentuk rumah tampak depan dua lantai (1);bentuk rumah lantai dua (1);bentuk rumah 2tingkat minimalis bertaman (1);bentuk gambar rumah tampak depan (1);bangun rumah 6mx10m berapa habis uang?? (1);BALKONRUMAH (1);BALKON LANTAI 2 BENTUK (1);biaya bikin pondasi rumah tinhjat tipe 36 (1);biaya membangun rumah 2 lantai type 27 (1);biaya membangun rumah dengan tanah 52m (1);biaya renovasi rumah tipe 45 tingkat (1);bakon rumah minimalis (1);biaya renovasi rumah minimalis 2 lantai type 36 (1);biaya renovasi rumah menjadi 2 lantai tahun 2013 (1);biaya renovasi rumah menjadi 2 lantai (1);biaya renovasi rumah bertingkat tahun 2013 (1);biaya pondasi rumah ukuran 10x10 (1);biaya pondasi rumah 7x7 (1);biaya pembangunan rumah type 36 untuk lantai atas (1);biaya pembangunan rumah lantai dua (1);biaya minimal bangun tingkat rumah type 21 (1);biaya merubah rumah jadi tingkat (1);biaya membuat rumah type 90 tingkat (1);biaya membangun rumah di kota kecil (1);balkon depan rumah minimalis (1);gambar konstruksi buat rumah lantai 2 hanya bagian belakang (1);design rumah murah 2 tingkat (1);design rumah minimalis lebar 7m x panjang 22m 2 lantai (1);design rumah 5mx12m (1);design ruko 2lantai (1);DESIGN RUKO 2 LANTAI (1);design minimalis ruko dua lantai (1);desaine rumah minimalis dua lantai tipe 6x12 (1);desain rumah dengan toko minimalis type 46 (1);desain teras rumah bertingkat (1);desain rumah type 21lantai dua (1);desain rumah tingkat ukuran kecil (1);desain rumah tingkat tipe 45 (1);desain rumah tingkat samping (1);desain rumah tingkat minimalis ukuran meter (1);design rumah tingkat separuh (1);dina@beres co il (1);disain rumah 2 lantai (1);gambar dnah rumah minimalis (1);gambar desain rumah kecil mungil bertingkat 2 lantai (1);gambar desain ruko semi tingkat (1);gambar dan ukuran rumah minimalis 10x10 (1);gambar dan sketsa rumah minimalis modern 2 lantaii (1);gambar dan denah rumah 2 lantai 6x12 meter (1);foto rumah minimalis ukuran 5x16 (1);foto rumah minimalis kecil lantai dua (1);foto rehab rumah minimalis lantai 2 (1);foto desain rumah minimalis 90m 2 lantai (1);fondasi rumah lantai dua (1);fasad rumah type 21 2 lantai (1);disain rumah bertingkat ukuran 70 meter (1);disain rumah 2 lantai minimalis (1);desain rumah tingkat minimalis 12 x 6 (1);desain rumah modern 8x12 2 lantai (1);desain eksterior rumah minimalis 2 lantai kecil (1);desain dan gambar rumah lantai 2 (1);depan rumah minimalis 6x12 (1);denah type 29 2 lantai (1);denah rumah ukuran 5x16 (1);denah rumah uk 8x12 lantai 2 (1);denah rumah tingkat lt 12 x 12 m (1);denah rumah tingkat diatas lahan 10x10m (1);denah rumah tingkat dengan lahan 6X12 (1);Denah rumah sempit memanjang ukuran lebar 5 M (1);denah rumah mugil 2 lantai modern minimalis lebar 14 meter (1);DENAH RUMAH MINIMALIS LUAS TANAH 5MX12M (1);denah rumah minimalis dua lantai ukuran 10x10 (1);denah rumah minimalis 6x12 2 lantai (1);desain eksterior rumah tipe 21 tingkat (1);desain lantai 2 ukuran 6x12 (1);desain pondasi rumah tingkat (1);desain rumah minimalis ukuran 5x10 meter memanjang (1);desain rumah minimalis type 38 menjadi 2 lantai (1);desain rumah minimalis type 38 lantai 2 (1);desain rumah minimalis tipe 21 2 lantai (1);DESAIN RUMAH MINIMALIS RUMAH 8X12 (1);desain rumah minimalis lantai 2 dengan lebar tanah 4 dan panjang 8 5 meter (1);desain rumah minimalis dua lantai (1);desain rumah minimalis 2 lantai 5x10 meter (1);desain rumah dua lantai lahan dua puluh kali dua puluh (1);desain rumah 2 lantai type 45 tampak depan (1);desain rumah 2 lantai tipe 29 (1);desain rumah 2 lantai 5x10 meter (1);desain ruko minimalis bertingkat bagian belakang (1);desain rombong juz (1);denah rumah minimalis 2 lantai lebar 4 meter (1);Videos

Adhyaksa Saya Larang Bangun Hambalang
MA Berencana Bangun Gedung 15 Lantai
(PENDEDAHAN): Tip Kewangan Irfan Khairi, Bangun semula selepas Raya HMM, TV1
Warga Tanah Tinggi Tagih Janji Jokowi Bangun Rumah Deret
Arif, Bangun Jembatan Demi 'Sekolahkan' Anak Bangsa
JEPEN BEHUMA - RS. DAYAKU RAJA (KOTA BANGUN) KALTIM
Tren Bangun Rumah Mini di California Dunia Kita Ep. Desain Ramah Lingkungan
Tokek Mampir ke Amerika Dunia Kita Ep. Rancang Bangun, Arsitektur & ...
Koleksi Seni Rancang Bangun di National Building Museum Dunia Kita #525 Ep. Rancang Bangun, ...
Berkantor Bersama di Affinity Lab Dunia Kita #525 Ep Rancang Bangun, Arsitektur & ...
| Kumpulan cerita by eca bangun+rumah 's link haloha, saya datang membawa cerbung skarang.capcuzz aja yaa The Hidden Part 1 “RESHAAA!!!” “APAAAAA!!!” “BALIKIN BONEKAKU” “AMBIL DONG!! WLEKS!!” Suara kedua anak kembar yg sedang berebut boneka. “happ” “kena lo! Sini balikin”shera sambil merebut boneka dan menggelitiki resha. “hehe, ampun-ampun. Iya ini she, ni gue balikin.”rhesa. “sheraaa, reshaa, udah dulu mainnyaa. Mandi duluu”ucap rishella selaku ibu mereka. “huft, akukan belum main maa”rengek shera “mandi dulu! Kamu nurut aja, jangan ngebantah!”ucap rishella agak keras. “iya, iya. Aku mandi”ucap shera dengan wajah muram 10 years later “kenapa kamu berantem lagi? Sama cowok pula!!”marah rishella “mama gatau masalahnya! Jadi jangan ikut campur!”shera membangkang “kamu ngelawan?”bentak tante rishella “bukan gitu ma, tapi Robert tuh ngeselin. Dia yg duluan ma.”shera “mama udah bosen dipanggil guru kamu. Mama harap kamu gk ngelakuin lagi!!”rishella “ah, mama kenapa sih ma? Ini masalah aku. Kalo mama gamau dateng yaudah ga usah dateng.”balas shera kasar “KAMU!!”saut rishella “APA?? Terserah mama! Aku bosen hidup di kekang. Kenapa aku dimarahin terus, sedangkan resha engga. Kenapa? Kenapa aku jadi anak mama yg bawel? Kenapa ma?”teriak shera “PLAKSS!! Gatau sopan santun kamu ya!”rishella menampar shera cukup kencang “sa..sakit maa.. AKU BENCI MAMA!!!”ucap shera dan berlari kekamarnya “she, sheraaa.. heuhh- heuhh. BRAKKSS!!”rishella jatuh pingsan. “shera , harusnya kamu turutin aja kata mamah , dengerin aja . hiks~”ucap resha yg sedari tadi menguping “ Ah taulah ! nangis doing lo bisanya !!! “ucap shera kasar “mama , gimana nih ?? KAK EDWARD !!” teriak resha “ma , mama bangun”resha “shera, resha mama kenapa ?” Tanya Edward “gk tau kak, ta..tadi hiks~”tangis resha “udahlah. Shera ambil minyak kayu putih”ucap Edward dan shera menurut “iya kak” shera “udah resha jangan nangis” ucap Edward “iya kak aku panik”resha tak lama kemudian shera pun datang membawa minyak kayu putih “ini kak “kata shera “iya makasih”jawab Edward “iya kak”shera “pipi kamu kenapa de?”Tanya Edward sambil memegang pipi shera “aw,, awss sak.. sakit ka”rintih shera “maaf, mama pingsan karna kamukan she?”bidik Edward, dan shera hanya menampakan senyum sinisnya “yaudahlah. Bibikk”panggil Edward “iya den.”saut bi marni “astaga den, nyonya kenapa atuh?”Tanya bi marni “engghh, telepon dokter aja bi cepat..” “I.. iya den” A few later “saya harap kejadian ini tidak terulang lagi, saya tidak bisa memastikan apa yg terjadi bila penyakit ibumu kambuh lagi. Saya permisi, resep obat ada dimeja kamar”ucap dokter setelah memeriksa rishella “baik dok, terima kasih”Edward “ka? Mama gapapakan?”Tanya resha yang menghampiri Edward “udah, kamu tidur aja. Tolong bilang shera, kaka tunngu dia di kamar”Edward “Ya Tuhan, apa kabar papahku? Aku kangen Tuhan.”doa shera “she, kamu dipanggil kaka. Di tunggu dikamarnya”ucap resha yg baru saja masuk kamar “eh lo? Ketuk pintu dong.. yaudah gw ke Edward ya”shera “sorry, iya”jawab resha “tok tokk..” “masuk”edward “kenapa ka?”shera “kata dokter, dia gatau apa yg terjadi kalo penyakit jantung mama kambuh lagi.”lirih Edward shera terdiam, “resha tau?”shera “dia gak tau. Kaka takut asmanya kambuh.” “yaudah, dia ga usah tau” “kaka harap, besok kamu minta maaf atas kejadian tadi, sana tidur.” “iya” 1 week later Terlihat shera, resha, Edward, dan rishella berkumpul di ruang tamu. mereka seperti sedang bermusyawarah. “oke, aku setuju. Lebih baik, mama dan shera emnjalani pengobatan di Australia. Aku? Aku jaga rumah.”ucap shera “baik, mama harap kamu jaga diri.”rishella “siip mah. Shera juga udah gede kali. Udah 16 tahun” “iya iya, taudeh yang udah bangkotan hehe”canda Edward dan semuapun tertawa 4 years later sejak kejadian itu, shera tidak pernah mendapat kabar dari keluarganya. Bahkan saat Shera berulang tahun pada umur yang ke-17 tahun tak ada satu pun dari keluarganya yang menghubunginya untuk memberi ucapan selamat ulang tahun #miriss Shera tinggal bersama Bi Marni dan Pak Budi yang telah bekerja sejak 10 tahun lalu di rumah mewah miliknya. Oleh karena itu, Shera menjadi seperti orang yang haus akan kasih sayang. Dia menjadi playgirl dan suka mengumpulkan teman-temannya untuk party tak jelas. Bi Marni selaku pembantu yang selalu mengawasi Shera tak bisa apa-apa. Sebenarnya Bi Marni tidak tega dan sangat merindukan sosok Shera yang dulu. Suatu saat, Shera tidak pulang ke rumahnya. Bi Marni dan Pak Budi kelimpungan karna khawatir akan keadaan Shera. Bi Marni dan Pak Budi sudah mencari Shera namun nihil, Shera belum juga ditemukan. 2 days later “GITAAA” teriak seorang gadis belia cukup keras “apasih?? Lu teriak teriak mulu” Tanya seorang gadis belia yang bernama Gita “gue pengen teriak aja. Kenapa?” jawab gadis belia itu sambil memasang wajah tanpa dosa “ah elo! Berisik tau! Gue pengen tau dong asal usul hidup lo, shera” ya ternyata dia Shera yang menginap di rumah teman sepergaulannya “gak! Kok jadi ngomongin itu sih?” kesal Shera “yaelah, cerita aja kali. Lo mah curang. Gue aja udah ceritain hidup gue ke lo. Kita udah temenan 2 tahun. 2 tahun She 2 tahun!. Kurang percaya lo sama gue?” dumel Gita “bukan gitu. Yang ada gue galau nanti. Mending ngomongin yang lain” jawab Shera “yaudah deh. Oya? Lo gak pulang?” gita “ngusir lo?” jawab Shera dan membulatkan matanya “heheh. Gak, bercanda kok. Tapi apa Bi Marni gak nyariin lo?” Gita “udah deh diam aja. Kepo lo!” ucap Shera “iya deh, iya. Tapi besok Robert ngajak gue ke pantai, kan malam minggu. Lo mau gimana?” Tanya Gita “besok gue pulang aja” Shera “taudeh yang musuh bebuyutan” ucap Gita “kenapa lo gak putus aja? Robert kan pengguna narkoba” ceplos Shera “terserah gue dong” ketus Gita “yaudah. TERSERAH!” Shera Saat ini Shera sedang mengadakan party besar-besaran. Shera mengundang banyak temannya. Tetapi Shera tak mengundang Robert, namun tanpa seizinnya Robert datang ke party itu dan ingin menjebak Shera. Apa yang akan terjadi? maaf bila typos bertebaran, saran dan coment dibutuhkan to be continued.. Eca … |
| Elsa Debora Viorentina bangun+rumah 's link haloha, saya datang membawa cerbung skarang.capcuzz aja yaa The Hidden Part 1 “RESHAAA!!!” “APAAAAA!!!” “BALIKIN BONEKAKU” “AMBIL DONG!! WLEKS!!” Suara kedua anak kembar yg sedang berebut boneka. “happ” “kena lo! Sini balikin”shera sambil merebut boneka dan menggelitiki resha. “hehe, ampun-ampun. Iya ini she, ni gue balikin.”rhesa. “sheraaa, reshaa, udah dulu mainnyaa. Mandi duluu”ucap rishella selaku ibu mereka. “huft, akukan belum main maa”rengek shera “mandi dulu! Kamu nurut aja, jangan ngebantah!”ucap rishella agak keras. “iya, iya. Aku mandi”ucap shera dengan wajah muram 10 years later “kenapa kamu berantem lagi? Sama cowok pula!!”marah rishella “mama gatau masalahnya! Jadi jangan ikut campur!”shera membangkang “kamu ngelawan?”bentak tante rishella “bukan gitu ma, tapi Robert tuh ngeselin. Dia yg duluan ma.”shera “mama udah bosen dipanggil guru kamu. Mama harap kamu gk ngelakuin lagi!!”rishella “ah, mama kenapa sih ma? Ini masalah aku. Kalo mama gamau dateng yaudah ga usah dateng.”balas shera kasar “KAMU!!”saut rishella “APA?? Terserah mama! Aku bosen hidup di kekang. Kenapa aku dimarahin terus, sedangkan resha engga. Kenapa? Kenapa aku jadi anak mama yg bawel? Kenapa ma?”teriak shera “PLAKSS!! Gatau sopan santun kamu ya!”rishella menampar shera cukup kencang “sa..sakit maa.. AKU BENCI MAMA!!!”ucap shera dan berlari kekamarnya “she, sheraaa.. heuhh- heuhh. BRAKKSS!!”rishella jatuh pingsan. “shera , harusnya kamu turutin aja kata mamah , dengerin aja . hiks~”ucap resha yg sedari tadi menguping “ Ah taulah ! nangis doing lo bisanya !!! “ucap shera kasar “mama , gimana nih ?? KAK EDWARD !!” teriak resha “ma , mama bangun”resha “shera, resha mama kenapa ?” Tanya Edward “gk tau kak, ta..tadi hiks~”tangis resha “udahlah. Shera ambil minyak kayu putih”ucap Edward dan shera menurut “iya kak” shera “udah resha jangan nangis” ucap Edward “iya kak aku panik”resha tak lama kemudian shera pun datang membawa minyak kayu putih “ini kak “kata shera “iya makasih”jawab Edward “iya kak”shera “pipi kamu kenapa de?”Tanya Edward sambil memegang pipi shera “aw,, awss sak.. sakit ka”rintih shera “maaf, mama pingsan karna kamukan she?”bidik Edward, dan shera hanya menampakan senyum sinisnya “yaudahlah. Bibikk”panggil Edward “iya den.”saut bi marni “astaga den, nyonya kenapa atuh?”Tanya bi marni “engghh, telepon dokter aja bi cepat..” “I.. iya den” A few later “saya harap kejadian ini tidak terulang lagi, saya tidak bisa memastikan apa yg terjadi bila penyakit ibumu kambuh lagi. Saya permisi, resep obat ada dimeja kamar”ucap dokter setelah memeriksa rishella “baik dok, terima kasih”Edward “ka? Mama gapapakan?”Tanya resha yang menghampiri Edward “udah, kamu tidur aja. Tolong bilang shera, kaka tunngu dia di kamar”Edward “Ya Tuhan, apa kabar papahku? Aku kangen Tuhan.”doa shera “she, kamu dipanggil kaka. Di tunggu dikamarnya”ucap resha yg baru saja masuk kamar “eh lo? Ketuk pintu dong.. yaudah gw ke Edward ya”shera “sorry, iya”jawab resha “tok tokk..” “masuk”edward “kenapa ka?”shera “kata dokter, dia gatau apa yg terjadi kalo penyakit jantung mama kambuh lagi.”lirih Edward shera terdiam, “resha tau?”shera “dia gak tau. Kaka takut asmanya kambuh.” “yaudah, dia ga usah tau” “kaka harap, besok kamu minta maaf atas kejadian tadi, sana tidur.” “iya” 1 week later Terlihat shera, resha, Edward, dan rishella berkumpul di ruang tamu. mereka seperti sedang bermusyawarah. “oke, aku setuju. Lebih baik, mama dan shera emnjalani pengobatan di Australia. Aku? Aku jaga rumah.”ucap shera “baik, mama harap kamu jaga diri.”rishella “siip mah. Shera juga udah gede kali. Udah 16 tahun” “iya iya, taudeh yang udah bangkotan hehe”canda Edward dan semuapun tertawa 4 years later sejak kejadian itu, shera tidak pernah mendapat kabar dari keluarganya. Bahkan saat Shera berulang tahun pada umur yang ke-17 tahun tak ada satu pun dari keluarganya yang menghubunginya untuk memberi ucapan selamat ulang tahun #miriss Shera tinggal bersama Bi Marni dan Pak Budi yang telah bekerja sejak 10 tahun lalu di rumah mewah miliknya. Oleh karena itu, Shera menjadi seperti orang yang haus akan kasih sayang. Dia menjadi playgirl dan suka mengumpulkan teman-temannya untuk party tak jelas. Bi Marni selaku pembantu yang selalu mengawasi Shera tak bisa apa-apa. Sebenarnya Bi Marni tidak tega dan sangat merindukan sosok Shera yang dulu. Suatu saat, Shera tidak pulang ke rumahnya. Bi Marni dan Pak Budi kelimpungan karna khawatir akan keadaan Shera. Bi Marni dan Pak Budi sudah mencari Shera namun nihil, Shera belum juga ditemukan. 2 days later “GITAAA” teriak seorang gadis belia cukup keras “apasih?? Lu teriak teriak mulu” Tanya seorang gadis belia yang bernama Gita “gue pengen teriak aja. Kenapa?” jawab gadis belia itu sambil memasang wajah tanpa dosa “ah elo! Berisik tau! Gue pengen tau dong asal usul hidup lo, shera” ya ternyata dia Shera yang menginap di rumah teman sepergaulannya “gak! Kok jadi ngomongin itu sih?” kesal Shera “yaelah, cerita aja kali. Lo mah curang. Gue aja udah ceritain hidup gue ke lo. Kita udah temenan 2 tahun. 2 tahun She 2 tahun!. Kurang percaya lo sama gue?” dumel Gita “bukan gitu. Yang ada gue galau nanti. Mending ngomongin yang lain” jawab Shera “yaudah deh. Oya? Lo gak pulang?” gita “ngusir lo?” jawab Shera dan membulatkan matanya “heheh. Gak, bercanda kok. Tapi apa Bi Marni gak nyariin lo?” Gita “udah deh diam aja. Kepo lo!” ucap Shera “iya deh, iya. Tapi besok Robert ngajak gue ke pantai, kan malam minggu. Lo mau gimana?” Tanya Gita “besok gue pulang aja” Shera “taudeh yang musuh bebuyutan” ucap Gita “kenapa lo gak putus aja? Robert kan pengguna narkoba” ceplos Shera “terserah gue dong” ketus Gita “yaudah. TERSERAH!” Shera Saat ini Shera sedang mengadakan party besar-besaran. Shera mengundang banyak temannya. Tetapi Shera tak mengundang Robert, namun tanpa seizinnya Robert datang ke party itu dan ingin menjebak Shera. Apa yang akan terjadi? maaf bila typos bertebaran, saran dan coment dibutuhkan to be continued.. Eca … |
| Princess JessicaSteffany AurynChibi www.facebook.com bangun+rumah 's link |
| Emblem3 Indonesia bangun+rumah 's link “Sayang,ayo bangun,sudahjam 6 pagi.” Seseorang membangunkan ku dari tidurku,dan membuatku ingin membukamata dan melihat sekeliling. Ya dia ternyata mamaku yang memang setiap hariselalu membangunkanku ketika pagi hari. Setelah aku bangun,kulangkahkan kakikuke toilet,dan mulai membersihkan diriku,dalam keadaan setengah sadar ini akutetap berusaha untuk focus dalam berjalan. Hari ini hari pertamaku sekolah diChrossile Drown School,Los Angeles,memang sejak kakak pertamaku Jack meninggal,kamisekeluarga harus pindah ke daerah lain,dimana kami tidak akan mengenang rasasedih setelah kepergiannya yang terlalu mendadak karena sakit Leukimianya,jugaterlalu muda untuk meninggalkan dunia ini,karena umurnya yang baru beranjak 18tahun. “Pagi sayang.”Ucap papa yang sudah menungguku ditempat makan,kulihat papa,dan Alyssa,kakakkeduaku sedang menunggu makanan yang sedang dimasak mama,sulit rasanya melihatpemandangan yang berbeda,Jack yang setiap hari selalu menyapaku dengan sebutan“chubby” sekarang tidak pernah terdengar. Alyssa,kakak keduaku yang cuek,hanyasenyum,dan terus memainkan hp nya,akhirnya ku duduk dikursi yang beradadisamping papa,mama pun datang dengan membawa sejumlah sarapan pagi,anehrasanya melihat mama membuat Soup,karena dikeluarga ini hanya Jack yangmenyukai soup. “Ma,kenapamama buat soup? Siapa yang nanti mau ngabisin?” kataku dengan bingung,sambilmenyantap sarapan pagiku. “Memangnyakenapa? Jack kan yang mau ngabisin.” Mama menjawab,lalu kami semuabingung,kaget dan terdiam. Kenapa mama ngomong gitu? Apa mama masih gak bisangelepas Jack? Apa mama ngerasa hal yang sama kayak aku? Aku yakin,semua orangdirumah ini pasti ngerasa kehilangan,wajah Jack yang ceria itu masihterbayang,dan gak bisa dilupain,Jack meninggal,rasanya kayak mimpi. Ku jalanmelewati pintu rumah,aku berpamitan dengan mama. Aku,Alyssa,dan papa segeraberangkat,aku ini masih berumur 15 tahun,sedangkan Alyssa 17 tahun,kami satusekolah,dan papa sudah pindah pekerjaan disini. Sesampainya disekolah,kami berpamitandengan papa. Alyssa memutuskan untuk masuk sendiri kekelasnya,akhirnya akujalan sendiri melewati lorong-lorong sekolah,melewati beberapa kelas,yang sudahmemulai pelajarannya,kulihat kelas bertuliskan X-4,ya itulah kelasku,lalu akumasuk. “Oh hai,kamupasti murid baru kan? Ayo masuk.” Sahut seorang guru perempuan yang memakaibaju Hijau juga celana hijau,dan high heels. “Perkenalkanlahdirimu didepan,semua orang pasti ingin mengenalmu,ayolah,kemari.” Suruhnyadengan wajah senang,juga menyuruhku untuk cepat mengenalkan diri,rasanyagugup,karena aku sudah lama tidak kedepan kelas,dan berbicara didepan orangbanyak,karena aku orang yang pemalu. Ku berjalan dan memulai pembicaraan denganpelan. “Ha-a-a-i..Aku Miranda Wilson,umurku 15 tahun,dan asalku dari Boston.” Kataku dengangugupnya,tapi akhirnya lega karena aku tidak memalukan diriku sendiri didepankelas,lalu aku berjalan ketempat kosong,yang memang agak dibelakang dan dipojokkelas,tapi aku tidak terlalu sendiri,karena disampingku terlihat lelaki yangseumuran denganku,memakai jaket biru,dan celana jeans,tampaknya dia anak yangbaik,lalu aku hanya melamun dikelas,aku belum terbiasa dengan keadaan sepertiini. “Hai! AkuKeaton.” Sahutnya,yang membuatku kaget,dan langsung memukulnya. “Aw..Hati-hati dong,kenapa kamu mukul aku gini?” Katanya dengan rawut mukamarah,mungkin dia kesal karena aku langsung memukulnya. Ah payah aku ini!Kenapa aku harus memukulnya? Kebiasaanku saat aku masih latihan bela diridulu,masih terbawa sampai sekarang. “Eh,maaf,akugak sengaja,maaaaaaaaf banget,lagian aku kaget,kamu langsung ngomong gitu.”Ucapku dengan rasa bersalah,aku bodoh sekali. “ohok,gak apa-apa,hati hati lain kali! Oh iya aku Keaton,Keaton Stromberg,siapanamamu?” Tanyanya dengan senyum diwajahnya,yang membuatku merasa lebih baik,danyakin kalau dia orang yang baik. “AkuMiranda,Miranda Wilson.” Jawabku. “Jadi,kenapakamu pindah kesini?” Tanyanya dengan rasa ingin tahu tentangku,tapi aku tidakcerita banyak tentang ini,aku tidak ingin semua orang tahu tentang kehidupankusebelumnya. “Tidakapa-apa,hanya urusan kerja papaku.” Jawabku dengan singkatnya. Belberbunyi,waktunya untuk istirahat,tapi aku hanya terdiam dikursiku dan terusmenatap layar hp ku. Tiba-tiba datang lelaki yang menghampiriku dan ternyataitu Keaton! Eh mau apa dia? “hey,kenapakau tidak ke kantin? Atau main?” Tanyanya dengan senyumnya yang khas itu. “Akutidak punya teman,apa kamu gak liat tadi? Dari pertama aku dateng kesini,Cumakamu yang aku kenal.” Jawabku dengan kesalnya,rasanya semua orang enggak adayang ngertiin keadaan aku sekarang. “oh kalaubegitu,ikut saja denganku,aku ingin kekantin,karna kamu hanya mengenalku,kenapakamu gak ikut aja sama aku,keliling sekolah?” Katanya sambil menawarkan jasanyauntuk menemaniku. Apa boleh buat? Daripada aku hanya diam disini,gak adasalahnya aku ikut. Pertama,kita pergi kekantin,karena tidak jauh darikelasku,lalu aku dan Keaton memesan makanan,dan membayarnya,saat mencari tempatduduk,Keaton langsung mengajakku ke tempat duduk yang terlihat ada 2 oranglelaki yang juga sedang makan itu. “Haiguys,ini Miranda,temen baru gue,boleh kan dia gabung?” Ucap Keaton ke 2 lelakiitu,kelihataanya mereka senyum-senyum saja. “hey,gueWesley,dan ini Drew.” Katanya sambil mengenalkan diri mereka kepadaku,memangkata-kata Wesley terlalu kasar kepadaku,dibandingkan Keaton,Drew hanya senyumsambil memakan makanannya itu. “Wes itukakakku,dia dan Drew kelas XII,senior kita.” Sahut Keaton. Ohternyata Wesley itu kakaknya Keaton? Pantesan kok mirip. Saat kami makan,semuacewek ngeliatin aku,dan keliataanya dengan wajah sinis gitu, kenapa mereka? Apaada yang salah? Kenapa mereka ngeliatin aku kaya gitu? Karena aku risihdigituin,akhirnya aku mutusin untuk nanya ke Keaton. “Keat,kenapamereka ngeliatin aku kaya gitu? Apa aku ada yang salah ya?” Tanyaku denganbingungnya. “Oh,mereka..ya mereka iri sama kamu,karena bisa duduk semeja dengan kita,mereka semua terlalumengidolakan kita,rata-rata sih kelas XI dan XII,mereka bilang kita beda dariyang lain,dan banyak cewek yang juga ngejar-ngejar kita.” PenjelasaanKeaton,yang memang membuatku tau sekarang,kehidupan mereka tuh kayak gimana. Akhirnya,akulangsung menghabiskan makananku,dan pergi meninggalkan mereka,aku risih kalauseperti ini terus,aku gak mau hari pertamaku ini hancur hanya karena mereka.Tapi Keaton langsung mengejarku,lalu menarik tanganku,dan membalikkanbadanku,tepat dihadapannya. “Ada apa?Kenapa kamu pergi?” Tanyanya sambil tetap memegang tanganku. “Apa kamugak ngerti Keat? Aku nyoba untuk gak terlihat beda dihadapan mereka,aku gak maujadi penghalang mereka,apa kamu gak ngerti sama sekali hah?” Ucapku dengankesal,tanpa memerdulikan Keaton yang hanya diam,melihatku. “Apa itusalah? Kamu pantes kok duduk sama kita,kamu beda sama yang lain,kamu gaknunjukin rasa fanatikmu ke kita,dan itu membuatku lebih memilihkamu,dibandingkan cewek lain.” Katanya dengan wajah serius,dan membuatkukaget,apa? Dia lebih memilih aku? Kenapa? Padahal dia baru bertemu danmengenalku. Akupergi,tanpa peduli apapun,Keaton hanya diam,dan kembali ke kantin,aku merasabersalah,tapi… yasudahlah,aku mau buat apa sekarang? Ok,hari pertama, hari yangpaling bodoh,pertama aku memukul Keaton,kedua aku mengikuti Keaton sampai kekantin dan diliatin banyak orang,dan yang ketiga aku jadi musuh senior hanya karenaduduk sama Wes,Drew,dan Keaton. Saat dikelas,akumelihat bukan hanya aku yang berada disitu,ternyata ada 1 cewek yang duduksendirian,kayaknya tadi dia duduk didepan deh,jadi aku gak ngeliat dia tadi paspelajaran,akhirnya aku mutusin untuk kenalan. “Hey,akuMiranda.” Kataku kepadanya,sambil duduk disampingnya. “hey,aku Millie.”Jawabnya dengan senyum,juga sambil melihatku dengan matanya yang hijauitu,rasanya mata itu mengingatkanku pada Jack,mata hijau yang bagus,jugacantik,sedangkan mataku? Biru tua,sama seperti Alyssa,memang mataku dan Alyssamengikuti mata papa,dan Jack mengikuti mata mama. “hello???”Ucap Millie sambil melambaikan tangannya dihadapanku,dan membangunkanku darilamunanku tentang Jack ini,bodohnya aku,kenapa aku melamun tentang Jack lagi? “Kamumelamun?” Tanyanya dengan bingung,tapi aku hanya senyum dan memulai percakapandengan tema lain,akhirnya saat itu kami menjadi sahabat baik,saling kenal satusama lain,mungkin tidak sepenuhnya hari ini adalah hari yang bodoh. Milliesekarang sudah tau tentang hidupku,juga Jack dan Alyssa. *** “Gimanatadi disekolah?” Kata mama saat aku sampai dirumah,aku hanya senyum danlangsung ke kamar,aku mau ganti baju dulu,baru menceritakan kejadian-kejadiantadi pagi. “heyma,iya tadi disekolah baik-baik aja kok.” Ucapku ke mama,setelah ganti baju,danlangsung duduk dimeja makan,sekarang aku harus makan siang berdua denganmama,Alyssa bilang ke mama katanya,dia mau ke rumah temen barunya. Enaknya dia,sudahpunya teman banyak,dia memang lebih berani ketimbang aku. Setelahmakan,Alyssa pulang,belum apa-apa,dia langsung menghampiriku danbertanya-tanya. “Ehmir,lo kok bisa sih duduk satu meja dengan mereka?” Katanya dengan perasaanbingung,juga iri,aku bingung mau jawab apa,kejadian itu kan bukan disengajaolehku,aku mana tau kalo mereka murid populer? “Merekasiapa?” Jawabku dengan pura-pura tidak tahu kejadian itu. “Janganpura-pura lupa deh,tadi gue sendiri yang ngeliat lo sama mereka dikantin!” Sahutnyayang cukup keras,seperti sedang memarahiku,dengan wajah yang menyeramkan,jugatidak ada terlihat senyum apapun. “Oh,itu..itu.. aku kenal sama Keaton,dia sekelas aku,dan saat itu Cuma dia satu-satunyamurid yang aku kenal,jadi dia mengajakku ke kantin,dan berkenalan dengan Wesjuga Drew,apa itu cukup menjelaskan semuanya? Hah?” Tanyaku dengan wajah yangmarah juga. “Ohgitu.” Katanya dengan singkat dan langsung pergi ke kamarnya,memang dia cewekyang aneh,Jack jauh lebih baik daripada dia. *** Disekolah.. “Selamatpagi! Millie..” Kataku dengan senangnya,tapi disamping itu,aku melihat Keatonyang sudah duluan datang,ah aku harus bagaimana? Apa aku harus bilang ke diakalo aku merasa bersalah? Ah ngapain,aku udah terlanjur kesal,yasudah akumemberanikan diri duduk disampingnya,tapi tidak berkata apa-apa,dan ternyataKeaton berbicara kepadaku seperti berbisik. “Maafkanaku..” Ucapnya dengan sangat pelan,juga sambil menatapku,ini bukan pertamakalinya,dia menatapku dengan seriusnya,aku tidak bisa berbuat apa-apa,dan hanyamenangguk menandakan iya. Saatistirahat,aku langsung pergi ke Millie,dan mulai berbicara dengannya,laludatang Keaton yang langsung menarik tanganku,dan membangunkanku dari kursi. “Apa kamubener memaafkanku?” Katanya. “IyaKeat,kamu gak percaya?” Jawabku dengan santainya. “kalaubegitu,untuk membuatku percaya,kau telah memaafkanku,bagaimana kalau akutraktir kamu ke kantin,mau ya?” “okbaiklah,tapi Millie harus ikut ya? Aku gak mau sendirian.” Jawabku. Lalu kamibertiga pergi ke kantin,dan memesan makanan,dan pergi ke tempat duduk yangkosong,lalu dari kejauhan,terlihat lelaki yang mendekati kami,dan itu pasti Wesdan Drew,dan ternyata tebakanku benar,kali ini aku gak mau lari lagi,karenasudah ada Millie yang menemaniku,lalu Wes duduk tepat disampingku,hah? Maungapain dia duduk disampingku? Lalu Keaton bilang,dia mau ke toilet,dan Drewingin memesan makanan lagi,dan kali ini Drew langsung menarik tangan Millie,danmengajaknya pergi. Hah? Adaapa ini? Kenapa aku ditinggal sendiri dengan Wes? Mau apa dia? Lalu Wes menariktanganku,namun langsung aku lepas,dan dia mulai berbicara. “Sebenarnya,guemau kenal sama lo,tapi kenapa lo selalu menghindar? Gue salah ya?” Tanyanyasambil menatapku. “Oh,enggak,gakapa-apa.” Jawabku “Gimana,kalaukita cerita-cerita tentang diri kita? Gak ada salahnya kan kalau kita salingtau satu sama lain?” Ucapnya yang membuatku bingung,dan terus memikirkanitu,buat apa dia tau aku? Banyak kok cewek yang mau ditanya seperti itu samadia. Akhirnya,akumulai cerita,dia juga menceritakan tentang dirinya,seperti biasa,semua cewekmelihat ke arahku dengan wajah yang sinis,namun Wes tetap meyakinkanku untuktidak menghiraukan pandangan mereka,lama kelamaan aku enggak kuatdisini,rasanya mau pergi,dan gak kembali kesini. “Wes,akuduluan ya,mau baca buku dikelas.” Ucapku seraya menghindari darinya jugacewek-cewek dikantin itu. “Akuantar ya?” Jawabnya “Gakusah! Aku bisa sendiri kok.” Ucapku dengan buru-buru pergi dari sana. Dikelasaku melihat Keaton sudah disana juga Millie,aku marah-marah denganmereka,karena kejadian tadi dikantin. “Kamuapa-apaan sih,ninggalin aku sama Wes gitu?” Ucapku dengan marah-marah didepanKeaton. “Aku bisajelasin,Mir.. Jadi Wes bilang ke aku kalau dia tertarik sama kamu,dan diamenyuruhku untuk mengenalkan kamu ke dia,dan Drew hanya mengangguk,aku gakbermaksud apa-apa kok,dan Millie,dia gak tau apa-apa,Drew langsung menariknya.”Kata Keaton sambil menjelaskan semuanya. *** Pulangsekolah,aku berpamitan dengan Millie,juga Keaton,namun datang Wes dan Drew. “Hey,maubareng kita gak?” Tanya Wes. “Iya,kitabakal seneng kok kalo lo ikut juga!” Sahut Drew dengan senangnya. “Maafya,tapi aku udah pulang dengan kakakku.” Jawabku. Kemudian,Alyssadateng,dan dia langsung salting didepan mereka,dia bersikap aneh banget,dansenyum-senyum,dia nyubit aku dan.. “Mir…………kenalin gue sama Drew dong!” Ucapnya yang terdengar kecil melewati telingakuini. “Ohiya,ini kakakku Alyssa..” Ucapku ke mereka. “Hey,gueDrew dan ini Wes,ini Keaton.” Kata Drew,sambil menjabat tangan kakakku yanglangsung membuat Alyssa senyum-senyum gak karuan,dan aku langsung menariktangan kakakku,dan pergi. “Bye,Seeyaaaa…” Kataku ke mereka,dan langsung cepat-cepat pergi. Sesampainyadirumah,Alyssa teriak-teriak gak jelas,dan lompat-lompat gitu,aneh deh dia,barupertama kali ngeliat cowok ganteng gitu deh.. “Makasihhhhbanget Mir,lo udah ngenalin gue sama Drew,ahh seneng banget gue,jangankapok-kapok ya kalo gue minta kenalan lagi sama Drew!” Katanya sambil terusbersikap aneh dirumah. *** Hari inihari minggu,aku memutuskan untuk ke taman dekat rumahku,karena aku sudahjanjian dengan Millie,akan kesana,dan akhirnya aku bertemu dengannya,dan mulaiberjalan mengelilingi taman,namun tak lama kemudian,dateng lah Keaton dan yanglain. Kenapa selalu mereka yang aku temuin sih? Bosen tau! Mereka dateng,danlangsung mengajak kami bergabung dengan mereka,ya apa boleh buat,merekamemaksa.. Ditaman,kamimengasih makan burung merpati yang banyak berkeliaran ditaman,karena akutakut,aku gak mau ngasih makan,namun Wes langsung berdiri dibelakangku,danmemberikan makanan itu ke tanganku,dan mengayunkan tanganku untuk memberi makanburung itu,apa? Kenapa aku deg-degan gini? Kenapa? Kenapaharus Wes? Kenapa enggak Keaton aja yang gituin aku? Aku memang mulai sukadengan Keaton,karena dia cowok yang baik,tapi kulihat dia sedang menemaniMillie memberi makan burung-burung,kenapa aku harus jealous pas ngeliat Milliesama Keaton? Setelahmemberi makan burung,kami semua pergi ke tempat bermain,dan melihat dua ayunanyang dipasang di satu tiang,lalu aku duduk disana,dan Millie disampingku,danKeaton langsung mendorong ayunanku pelan-pelan,dan tersenyum,ah kenapa akuseneng gini? Seneng gak karuan? Dan datanglah Wes yang langsung merebut posisiKeaton dibelakangku,namun Keaton tetap gak mau mengalah,dan akhirnya Keaton punmengalah. KulihatMillie sendiri,dan tidak ada yang menemaninya,namun datang Drew yang langsungmenemani Millie,dan mereka pun tersenyum dan tertawa. Tapi kami tidak lamabermain ayunan,kami juga capek,aku dan Millie langsung duduk dibangku taman,gaklama kemudian,Wes dan Keaton dateng dan langsung memberiku Ice Cream,tapi akuharus milih siapa? Aku bingung,Millie pun hanya diam. Dan Drew pun datengmembawa dua ice cream. “Makasihya Drew..” kataku sambil mengambil ice cream yang ditangan Drew,karena akutidak bisa memilih diantara Wes dan Keaton. “Loh? Kokyang diambil yang dibawa Drew?” Sahut Wes juga Keaton. “Eh..eh.. itu buat Millie!” kata Drew. Namun akhirnya Keaton yang memberikan icecream itu ke Millie. *** Hariini,musim panas,dan semua siswa diliburkan,ah ini lah yang aku butuhkan,setelahlama sekolah. Dan kudengar hp ku berbunyi,dan kulihat Keaton mengirimku SMS,yangberisi. HeyMiranda.. Nantimalam,ada festival juga perayaan saat hari pertama musim panas,seperti pasarmalam,yang berisi banyak permainan,kamu boleh kok mengajak siapapun untukikut,tapi janji ya kamu akan datang. - Keaton Tapi aku maumengajak siapa? Oh mungkin ku ajak Millie saja,mungkin dia mau ikut,akhirnyaaku menelfon Millie. “HaloMillie..” Ucapku. “HaloMir,ada apa?” Jawab Millie. “Gini,nantimalam,Keaton ngajak kita untuk pergi ke perayaan nanti malam,apa kamu mauikut?” Tanyaku kepadanya. “ehm,maafya tapi aku gak bisa,aku sibuk malam ini.” “ohya sudah,oh iya kamu sakit ya? Kok suaramu kaya lemas gitu.” “enggakok,aku baik-baik aja.” “kalaubegitu,maaf ya malam-malam ganggu gini..” “Gapapakok,bye” “bye” Aneh,gakbiasanya suara Millie lemas begitu,apa dia sakit? Tapi dia bilang enggak,kokaku ngerasa aneh gitu ya? Hmm ya sudahlah.. *** “Ma,akupergi dulu ya.” Ucapku sambil melewati pintu rumah dengan membawa tas selempangkecilku,lalu Alyssa datang. “Lo maukemana?” Tanyanya sambil mengerutkan dahinya. “Mau keperayaan musim panas.” Jawabku sambil memakai sepatu didepan rumah,dan Alyssatetap disampingku. “Samasiapa?” Tanyanya sekali lagi. “Ya samamereka lah,siapa lagi..” Jawabku. Lalu Alyssa langsung rapih-rapih jugaberpamitan dengan mama. “Eh lomau ngapain ikut?” Ucapku. “Ya mauketemu Drew lah..” Jawabnya. “ughh..”Gumamku. Akhirnyakita pergi bersama kesana,saat sampai,kulihat 3 lelaki sedang menunggu digerbang masuk,dan cepat-cepat menghampiri kami berdua,dan kami pun jugalangsung jalan kearah mereka. “Hai.”Sapa mereka kepada kami. “KokMillie gak ikut? Kenapa?” Tanya Drew dengan bingungnya,juga terlihatkecewa,karena Millie tidak ikut. “Maafya,Millie gak bisa ikut,dia sibuk katanya.” Jawabku kepada mereka. “Drew… kanada aku..” Sahut Alyssa yang tiba-tiba langsung menarik lengan Drew. Lalu kamimasuk kesana,pertama kami melihat drama yang dipertontonkan dipanggung,namunkarena ramainya,akhirnya kami meninggalkan tempat itu dan beralih kepermainannya. Aku ingin sekali menaiki Roller Coaster,lalu aku mengajaksemuanya juga untuk ikut,dan kami pun membeli tiket untuk 5 orang. RollerCoaster pun berhenti di depan mata kita,karena kami semua sudah masuk kegerbang untuk menaiki Roller Coaster,Drew langsung duduk didepan,dan ternyataAlyssa langsung duduk disamping Drew tanpa kusadari,muka Drew terlihat datardan tetap melihat ke arah depan,namun disamping itu,mungkin dia merasa tidakenak,karena bukan Millie yang disampingnya,sekarang aku tau,Drew itu suka samaMillie. Ya akupun duduk dibelakang Drew,dan tiba-tiba Wes juga Keaton berebut untuk dudukdisampingku,itu membuat semua orang melihat ke arahku,betapa malunya aku saatini. “Hey,bisagak kalian berenti berebutan gitu! Kaya anak kecil tau.” Ucapku kepadanya denganmuka kesal,dan akhirnya Wes dan Keaton suit,ternyata yang menang Wes. “Ugh kenapa gak Keaton?“ Gumamkudalam hati. AkhirnyaKeaton duduk dibelakangku,saat Roller Coaster baru jalan,Alyssa sudahteriak-teriak dan memeluk Drew,memang orang itu jarang naik Roller Coaster,jadikambuh lah rasa takutnya. Tapi Drew terlihat senang sekali saat Roller Coastersampai diatas. “WHOAAAAAA!!!!!It’s fun!!” Teriaknya sambil tertawa. Akumemang takut,kalau saat Roller Coaster melewati turunan. Saat melewatiturunan,aku tak menyadari kalau aku langsung memeluk Wes,dan dia pun tetapmemegangku,hah kenapa aku memeluknya? Kulihat Wes sedang senyum,lalu kulepaskanpelukanku darinya. “Ihh..tuh kan dia jadi ke geeran gitu..” Gumamku dalam hati. Tapibagaimana dengan Keaton? Apa dia baru saja melihat aku memeluk Wes? Aku takutdia marah. Setelah itu,wahana ini pun selesai,kami turun,dan kulihat Alyssamasih memegang tangan Drew,dan tidak mau lepas. “Alyssa,permainanini sudah selesai,jadi tolong lepaskan tanganmu.” Ucap Drew sambil melepastangan Alyssa,dan tetap berjalan,kulihat Keaton agak murung,lalu kudekati dia. “Hey,gimanawahananya tadi?” Tanyaku kepadanya sambil merangkulnya. “Seru,bagaimanadenganmu? Tidak takut kan, karena sudah memeluk Wes?” Ucapnya sambil melepasrangkulanku. Yaampun,apa dia benar melihatnya? Ahh aku merasa gak enakdengannya. Lalu Keaton pergi,dan Wes pun datang dan langsung merangkulku. “Heysweetie..” Panggilnya. “Apa-apaansih Wes! Jangan panggil aku seperti itu.” Ucapku sambil marah. Alyssamengajak kami semua bermain panah,untuk mendapat hadiah,namun aku tidakbisa,aku meminta Drew mengajariku,disamping itu,Wes dan Keaton juga mencobauntuk mendapatkan hadiah itu,dan Keaton berhasil,lalu dia memberikanku bonekaberuang yang dia dapat,beruang itu lucu sekali,berwarna coklat,dan membawatulisan “I Love You” namun,menurutku tulisan itu tidak selalu berarti Keatonmengatakannya kepadaku. Lalu kamimemutuskan untuk masuk ke rumah hantu,sebenarnya aku takut,namun Drew mengajakkami semua. Saat masuk aku merasa hal yang aneh,ini kedua kalinya aku ke rumahhantu,terakhir aku kerumah hantu,aku jatuh disana,dan luka-luka karena akuterus berlari-lari. Didalam,akuterus memegang tangan Alyssa,aku tidak bisa melihat apa-apa selain hantu-hantujuga pemandangan yang seram itu,suara-suara aneh terus terdengar,aku tidak bisamelihat Wes,Keaton,atau Drew,namun aku yakin mereka didepan kami. Setenganperjalanan sudah kami lewati,aku terjatuh beberapa kali,karena aku takut dankejadian ini sama seperti terakhir aku ke rumah hantu,tangan Alyssa melepaskanku,akukaget,dan aku pun tersesat sendirian,aku berlari dan terus terjatuh,sampailuka. Aku menangis disana,tidak ada seorang pun yang mendengarku memintatolong,Aku menutup mataku,dan tidak melihat sekeliling,kudengar banyak suaramendekatiku,aku takut,bulu kudukku berdiri,dan aku merasa banyak hembusan nafasdisekitarku,dan tiba tiba.. Ada seseorang menepuk punggungku.. “AAAAAAAAAAAAAAAAA!!!” Teriakku dengan kerasnya. Namun ternyata ituadalah. “Hei,iniaku Keaton!” Ucapnya. Aku lega karena dia berhasil menemukanku,namun aku masihmenangis,aku tak bisa bangun,kakiku penuh dengan luka. “Sedangapa kamu disini? Semua orang mencarimu,semua orang kira kamu sudah keluar rumahhantu ini sebelum kami,dan mereka mencarimu diwahana lain, namun ku yakin,kaumasih disini.” Ucap Keaton sambil menjelaskan semuanya. Aku tidakbisa berkata apa-apa selain menangis,aku menunjukan kakiku yang penuh denganluka,akhirnya Keaton langsung menggendongku sampai keluar dari sana,akubersyukur dia bisa menemukanku. Diluar,Wes,Drew,danAlyssa sudah menunggu,Wes langsung khawatir dan membawaku ketempat duduk dekatsana,dan mulai mengobati kakiku. “Kenapakamu disana? Kamu membuat kami khawatir,kamu gak tau apa,kita mencarimukemana-mana!” Ucapnya,dengan rawut wajah yang menunjukan dia sedang marah. “Wes,kenapakamu marahin dia? Dia gak salah apa-apa,dia takut,dan terlepas dari kitasemua,dia tersesat!” Sahut Keaton seraya membelaku. Aku pergidari sana,aku kesal dengan Wes,dia tidak mengerti kondisiku sekarang,lalu akujalan dengan kaki yang pincang,dan meminta Keaton untuk membantuku pulang darisana. *** Hariini,hari pertama kesekolah,setelah musim panas,tetap saja,aku masih merasakesal dengan Wes,dan tiba-tiba Wes menghampiriku. “Maafya,gue khawatir,makanya kemaren bersikap kaya gitu,please maafin gue.” Ucapnyakepadaku,sambil menurunkan tubuhnya dibawahku. Kenapa dia harus nundukdihadapanku? Mau apa dia? Mencari sensasi disini? Aku gak suka sama orang yangseperti itu,alhasil,semua orang melihat ke arah kami berdua. “iya,akumaafkan,sekarang berdiri Wes!” Ucapku,lalu pergi kekelas. Namun,anehnya,Milliekenapa gak masuk? Kenapa dia gak bilang sama aku kalau dia gak bisa hadirkesekolah? Ah aku harus cari tau! Dikantin,akumakan bersama sahabatku,mereka bertiga. Namun tak lama kemudian Drew berbicara. “DimanaMillie? Dia kok gak ada?” Tanyanya. “Aku gaktau Drew,tapi nanti aku tanya deh.” Ucapku. *** Akupenasaran kenapa Millie gak datang tadi,akhirnya aku berniat untuk menelfonnya.Kuambil hpku dan duduk ditempat tidurku. “Halo Millie,kenapa tadi kamu tidak masuk?”Tanyaku. “Aku hanya tidak enak badan,jadi akutidak masuk sekolah.” Ucapnya. “Tapi kamu baik-baik aja kan?”Sahutku. “Iya.. tenang aja,oh iya gimana keperayaan musim panas waktu itu?” Tanyanya “Ah semua kacau,aku pulang dengan kakiyang luka-luka karena ke rumah hantu,namun lucunya,Alyssa selalu didekatDrew,ya dia itu tuh suka sama Drew! Hahaha” Ucapku. “yang benar? Alyssa suka sama Drew?Hahaha” ucapnya. “Iya,hahaha yasudah,cepat sembuh yaMillie! Abis sembuh kita bakal main lagi di Lab,buat percobaan yanganeh-aneh,abis itu kita pergi ke taman,untuk ngasih makan burung kaya waku itu!Sekarang aku udah gak takut lagi.” Ucapku. *** Namun sudahhampir 3 minggu,Millie tidak masuk,ada apa dengannya? Setiap aku telfon,diatidak pernah angkat,aku coba kerumahnya,keluarganya juga dia tidak ada. Tiba-tibahp ku bunyi,kulihat seseorang menelfonku,namun aku tidak tau siapa itu,karenahanya digit nomer yang terlihat. Lalu aku coba mengangkat telfon itu. “Halo?” Ucapku. “Halo,apa ini benar Miranda?”Tanyanya. “Iya,ada apa? Ini siapa?” Tanyaku. “Ini mamanya Millie,Millie terusmemanggil nama temannya,tolong kalian kesini,sudah 2 bulan Millie disini,daripertama musim panas,namun hari ini,dia selalu memanggil nama kalian. Tolongdatang ke Priston Asylum,lantai 4 kamar no.125” Jawabnya denganterbata-bata,namun ku tetap mengerti apa yang dia ucapkan. “Baiklah,kami akan kesana.” Ucapku. Hah?Millie sudah 2 bulan dirumah sakit? Kenapa dia tidak memberi tahuku? Dia sakitapa? Kenapa aku baru tau sekarang? Ah aku teman yang bodoh,tidakmemperdulikannya. Akhirnya aku mengajak Drew,Wes,juga Keaton kesana,dan Alyssajuga menemaniku kesana,kami semua buru-buru kesana,kami tidak memperdulikanapa-apa lagi sekarang,yang penting kita sampai kesana. Sesampainyadirumah sakit,kami langsung pergi ke kamar itu,dan ternyata mama Millie sudahmenunggu kami didepan kamar. “ohkalian sudah datang,tolong,Millie selalu memanggil nama kalian.” Ucapnya denganterburu-buru. “Tante,memangnyaMillie sakit apa?” Tanyaku. “Millie..dia sakit.. Leukimia” Ucapnya. Apa?Millie sakit Leukimia? Seperti….. Jack? Kenapa Millie gak pernah ngasih tauaku? Kenapa? Kenapa sekarang aku malah mengingat kejadian waktu itu,Jack…. Kamilangsung masuk,dan melihat Millie terbaring di tempat tidur,tidak bisa berbuatapa-apa,infus juga alat-alat dokter,terlihat menutupi tangan juga tubuhMillie,semua sama seperti Jack.. Ku merasa,kembali melihat Jack yangdulu,terbaring lemas dihadapanku,terdiam,dan meneteskan air mata. “Keat..Keaton..” Ucap Millie dengan suara yang sangat kecil,dia terbangun daritidurnya. “IyaMillie,aku disini..” Sahut Keaton,sambil menggenggam tangan Millie denganerat,namun kenapa aku gak bisa ngeliat semua ini terus? Kenapa rasanya sakitngeliat mereka gitu. Drew yang semula duduk sangat dekat dengan Millie,berubahmenjadi sangat jauh,Drew pergi,karena tidak kuat melihat Millie memanggil namaKeaton,Alyssa juga pergi untuk menemani Drew. Namun,halyang sama terjadi padaku,aku tau rasanya berada diposisi Drew,cewek yang diasukai,malah menyukai lelaki lain,lalu aku pun pergi dari kamar itu,menuju ruangtunggu bersama Drew dan Alyssa. “Gue gakpercaya,apa yang barusan gue liat.” Kata Drew sambil mengusap kepalanya,diakecewa,jelas terlihat dari muka juga tingkahnya. “UdahDrew,memangnya kenapa?” Tanya Alyssa. “guecinta sama dia Aly.. karena itu,gue pergi dari sana,setelah ngeliat,Millielebih milih Keaton,apa lo gak tau? Gue selalu perhatian sama dia,ngejaga dia.”Ucap Drew. “Jadi..lo suka sama Millie?” Ucap Alyssa,sambil melihat ke arah Drew. “Iya,dangak ada yang bisa gantiin dia!” Ucap Drew. Tak lamakemudian,Alyssa lari,kulihat tetesan matanya,yang tidak bisa dia tahan lagi,kutau rasanya jadi Alyssa,ini sama seperti Drew,mereka semua gak menyadari bahwasebenarnya seseorang yang jauh,telah menunggu mereka. “Ada apadengannya?” Tanya Drew. “Gak adaapa-apa.” Aku coba menutupi perasaan Alyssa sekarang,aku gak mau bikin Alyssasedih lagi. Lalu Wesmemanggil kami berdua,dan ternyata Millie memanggil Drew,dan saat ini Milliebisa lebih jelas berkata. Saat kami masuk,Keaton tetap menggenggam tanganMillie. “Ada apaMillie,aku disini.. Aku akan selalu disini Mil,untuk kamu.” Ucap Drew ke Milliesambil mendekatinya. “Drew..aku minta satu permintaan boleh kan?” Kata Millie dengan pelannya. “Tentu..”Jawab Drew. “Drew..tolong mulai sekarang,kamu belajar mencintai Alyssa,dia lebih membutuhkankamu,dari pada kamu membutuhkan aku,dia tulus sama kamu,tapi kamu tidak pernahmenyadari semua itu.” Ucap Millie sambil memegang tangan Drew dengan pelan. “Dan Wesjuga Keaton,ku mohon jaga Miranda.. Dia membutuhkan kalian,setelah KakaknyaJack meninggal,dia membutuhkan banyak teman yang bisa menemaninya. Tolong..”Kata Millie kepada Wes juga Keaton. Aku menangis,aku gak mau melihat kejadianyang sama seperti Jack,tolong jangan ambil Millie.. NamunTuhan tidak sepenuhnya memenuhi permintaanku, semua pergi begitu cepat,tanganMillie yang semula menggenggam tangan Keaton dengan kuat,sekarang lepas begitusaja dari tangan Keaton,matanya menutup,air mata menetes dari matanya, Grafikkondisinya lurus seketika,juga badan yang diam,dan mulut menutup begitu saja. Akumenangis,aku lemas,semua begitu cepat,aku tidak bisa melihat Millie yangdulu,yang ceria,wajahnya tertutup kain putih,aku terjatuh,Drew menangis,Keatonyang duduk disampingnya langsung tidak bisa berbuat apa-apa,Wesmembangunkanku,dan menolongku untuk berdiri,kuat,dan berhenti menangis,Wes mengelaptangisanku,Drew tidak bisa berhenti untuk menangis,semua keluar dari ruanganitu. MamaMillie,yang tidak bisa merelakan anak satu-satunya,langsung pingsan,seketikasuster menelfon ayah Millie,dan aku tidak bisa menahan sakitnya ditinggal orangyang kusayang lagi,Millie.. Jack… *** “Mir,kamubaik-baik aja?” Kata Wes seraya membangunkanku. Kulihat Alyssa,Drew,dan Keatonberdiri dihadapanku. “Ada apadenganku?” tanyaku “Kamu baru sajapingsan,tapi sekarang kamu udah dirumah” ucap wes. “oh untunglah,bagaimanaMillie? Dia dimana sekarang? Aku udah janji sama dia,kalo dia sembuh,aku maungajak dia ke Lab,dan ngasih makan burung di taman,mana dia? Dia harus menepatijanjinya..” Ucapku. “Mir.. Millie udah gakada..” Kata Alyssa. “Hah? Gak mungkinAlyssa,itu hanya mimpi kan? Aku baru aja bangun dari tidurku.” Ucapku, serayamenanyakan semuanya. “Mir.. Alyssa bener,Millieudah gak ada..” Kata Wes sambil meyakinkanku. Aku lemas,aku nangis,akugak nyangka,semuanya bukan mimpi,Wes memelukku,meyakinkan ku akan Millie yangsudah meninggalkan kami semua. “Pemakamannya dilakukanbesok,di tempat dekat Jack berada.” Ucap Alyssa kepadaku. Aku gak percaya semuaini.. *** Pagi haripun tiba,suara burung kecil berterbangan menghiasi pagi ini,suasana tentram,kulangkahkan kakiku menuju luar,ku gunakan baju hitamku,juga Alyssa,papa danmama. Kami pergi menuju pemakaman Millie,dijalan aku merasa Millie masih adadisampingku,tertawa dan membisikkan kata-kata untukku. Sesampainyadisana,kulihat semua sudah berkumpul,3 lelaki yang telah datang menggunakan jashitam,rambut yang rapih,tampak mendekatiku. Wes.. Keaton.. dan Drew.. Merekaterus menanyakan tentang keadaanku,ku hanya diam,dan terus menatap petihitam,yang diatasnya terlihat foto Millie dengan mata hijau dan senyumannyayang manis juga ceria. *** Selesailah sudah,ku langkahkan kakiku menjauh dari sana,ku berjalan ke tempatlain,yaitu tempat peristirahatan terakhir Jack,kulihat tulisan yang terukirindah dibatu keramik hitam bertuliskan “Jack Wilson” itu kakakku! Ku dudukdisamping tempat itu,menyeret tanganku dirumput-rumput,dan mengingatkenangan-kenangan bersama Jack,ku taburkan bunga-bunga,dan Keaton pun datang. “Itukakakmu? Dia tampan sekali.” Kata Keaton sambil menunjuk tulisan nama Jack. “Aku tau,dialebih dari apapun,dia tampan,dia baik,dia perhatian,dan kuharap suatu harinanti,ada lelaki yang seperti Jack.” Ucapku sambil menangis. KulihatWes yang sedang melihat ke arah kami,namun dia langsung pergi meninggalkankami. “Ada..seseorang itu akan berjanji untuk menjagamu,seperti kakakmu yang dulumenjagamu,dan seseorang itu sedang berdiri disampingmu.” Kata Keaton. Keaton? Dia berjanji dihadapanku? Dia berjanjiakan menjagaku? Seperti Jack menjagaku? J “Ayo,sebaiknya kita pergi,semuaorang menunggu kita.” Ucapnya Tak lamakemudian,kami pergi meninggalkan Jack,kulihat Drew yang sedang bicara denganAlyssa,kudekati mereka,namun mereka tidak melihatku. Kudengar kata-kata yangmereka ucapkan. “Alyssa,sekaranggue tau,gue gak boleh ngejar seseorang yang bukan milik kita, karena itu cumasia-sia,gue salah,gue gak sadar,kalau seseorang telah menunggu gue terlebihdahulu,jadi sekarang,gue berenti untuk mengejar semua itu,karena ternyatadisini pun gue udah nemuin yang gue cari.” Ucap Drew sambil memelukAlyssa,kulihat tetesan mata Alyssa,namun tetesan air mata ini terlihat bahagia. Akusenang,semua bisa berjalan dengan lancar walaupun tanpa Millie yang ceria itu. *** Hariini,pertama kalinya,kulihat tempat duduk didepan guru,kosong,yang dulu pernahditempati seseorang perempuan yang cantik,baik,pintar dan segalanya. Semogatempat itu nantinya akan ditempati oleh seseorang yang sama sifatnya bahkanlebih baik dari Millie. The End Thanks for reading!!! follow us on twitter @Emblem3_ID |
| Dwi Puspa Noviyandari bangun+rumah 's link masih gk nyangka , gk percaya klo ibu udah bener2 gkada . rasanya ibu masih idup , ibu masih ada dirumah ini yg masih slalu nemenin kami , tgl 20April2013 emg bener2 kya kiamat kecil untk gua , bpk , mb nnda , agil , desi keilangan ibu untk slama2nyaa , dibilang ikhlas apa egk? ya pasti gk ikhlaslah tp mau gmn lg? mungkin ini emg jalan terbaik buat ibu drpd ibu masih disini tp ibu tersiksa sm penyakit ibu . ndari , mb nnda , agil , desi masih butuh kasih syg dr ibu buuu :'( ibu yg tenang ya disana? ndari yakin ibu disana ditmpatin ditmpat yg terbaik sm allah :') aminyaarab dr ibu sakit sampe ibu bener2 gkada smpe kya skrg ini , ibu bnyak bgt ngajarin ndari untk jd perempuan yg mandiri yg bisa masak , yg bisa ngurus rumah kya skrg ini :') cobaa pas ndari berubah kya skrg ini ibu masih ada ya buu? ndari skrg udah bisa masak bu , masaknya enak tauuu bu kata bpk hehe , ndari skrg rajin tauu buu biasanya bangun siang tp skrg bangun jam 7 trus langsung nyapuu :') hehe . bnyak org yg bilang pas ibu udah gk ada kya skrg ini ndari bnyak berubah , ndari jd dewasa , jd rajin :') *cieee haha* kan ndari udah janji didpan mayat ibu sm didpan ibu pas ibu lg sakit ndari pasti berubah , ndari bakal ngurusin agil sm desi dan ndari slalu inget ituu :') brbanding trbalik bgt dulu sm skrg , dulu apapa ibu yg nyiapin , apapa ibu yg ngerjain . dulu gkprnah bgt yg namanya masuk dapur tp skrg? dlu klo mau makan tinggal makan smw ibu yg nyiapin smw ibu yg masak tp skrg? rumah taunya beres , bersih smwnya ibu yg ngerjain , tp skrg? dlu apapa nanya ibu , kaoskaki dmn bu? Tas ndari dmn bu? Baju ndari dmn bu? tp skrg? yaallaaah ndari kangen bgt sm ibuuu , ndari kangen sm masakan ibu , ndari kangen curhat2an bareng ibu , ndari kangen becandaan bareng ibuuuu :'( kangen bgt buuu :'( ibu yg tenang yaa disurga sanaaa? Bapak , mb nnda , ndari , desi , agil slalu syg sm ibu , kami semuaaa kangen bgt sm ibuuuuu :'( |
| Super junior fanfiction bangun+rumah 's link Title : first love Author : lucy kim (lucy sulastri) Genre : romance (seiring cerita pasti berubah ^^) Length : chapter Rate : PG-15 Cast : - Lee donghae - Choi siwon - Kim ji ae - Kim jong in - Han ji eun - Jung jin woon - And others Assalamualaikum,annyeong ^_^ #pasangsenyum 5 jari Kembali lagi dengan saya,mudah-mudahan ga bosen sama cerita saya :( Untuk typos,itu benar-benar kesalahn mata saya yang tak jeli :p Buat yang nanya,kapan momen romantisnya….disini saya mencoba dan mudah-mudahan ga mengecewakan dan tidak terkesan romantic gagal atau ga nge feel sama sekali. Maaf T^T Lalu mungkin disini ada liltle bit hurt,tapi saya ga tahu part ini bakal nyesek atau ga,saya masih amatiran yang terus belajar mengintrospeksi diri :/ Segitu aja dulu deh ya,makasih buat yang RCL :* Happy reading~~~ LINK SEBELUMNYA: http://www.facebook.com/notes/super-junior-fanfiction/series-first-love-part-1/479528048762472 http://www.facebook.com/notes/super-junior-fanfiction/series-first-love-part-2/480519088663368 http://www.facebook.com/notes/super-junior-fanfiction/series-first-love-part-3/482858101762800 http://www.facebook.com/notes/super-junior-fanfiction/series-first-love-part-4/483459081702702 http://www.facebook.com/notes/super-junior-fanfiction/series-first-love-part-5/485242124857731 http://www.facebook.com/notes/super-junior-fanfiction/series-first-love-part-6/487751681273442 http://www.facebook.com/notes/super-junior-fanfiction/series-first-love-part-7/491551844226759 http://www.facebook.com/notes/super-junior-fanfiction/series-first-love-part-8/495535340495076 Previous part: “aku akan menampungmu” balas donghae cepat yang membuat ji eun yang sedari tadi mengintip mereka menutup mulutnya tak percaya. Apa ia benar-benar lee donghae yang ia kenal? Ji ae menatap donghae tajam. “kenapa anda melakukan ini pada saya?” Donghae menatap manic mata gadis itu tak kalah tajam. “karena aku…….” And the story begin: Ji ae mencoba memejamkan matanya di kamar tempat ia menginap itu. ia masih bimbang dengan tawaran donghae. Dan entah mengapa tadi ia merasa mendapat tatapan menusuk dari ji eun ketika ia baru kembali setelah menjawab telefon dari jonghun. Memori otaknya mengulang kejadian beberapa saat lalu sebelum makan malam berakhir. “karena aku…aku kan sudah bilang,aku mengenal kepala kepolisian dan lagi…ji eun menyuruhku untuk membantumu dan lagi…aku juga memang merasa bersalah ketika kau ditampar siwon jadi ini impas bukan?” donghae menjawab dengan tergagap. Ji ae mengernyit. Meskipun ia polos,tapi ia tak sebodoh itu bukan?alasan macam apa itu?mencurigakan -_- “lalu alasan anda akan menampung saya?jangan mengatakan anda kasihan. Kalau saya keluar dari perusahaan presdir choi yang gila itu,lalu saya ke perusahaan anda?tsk,jangan bercanda. Sama saja saya terlepas cengkraman harimau lalu masuk ke mulut buaya.” Ji ae mengatakan dengan dingin lalu hendak melewati donghae yang menatapnya tak percaya.gadis itu apa tak bisa bersikap manis padanya? “beritahu aku jika kau memang berubah pikiran. Lalu aku akan membeberkan semua tanda bukti sang penjahat yang belum kau dapatkan dari polisi muda bernama lee jonghun itu.” kini donghae yang memutar tubuh dan meninggalkan gadis yang kini sedang mematung mendengar tawaran laki-laki kekanakan itu. “apa aku harus mencobanya?tapi aku tetap tak mau ke perusahaanya. huweeeeee” ji ae menangkup wajahnya dengan bantal sambil berkomat kamit tak jelas,ia benar-benar merasa gila. . . . “hari ini kau libur,jadi kau bisa berjalan-jalan kesekitar sini. Jin woon bilang ada air terjun didekat sini. Namanya air terjun jeonbang. Kau bisa ajak adikmu atau siapapun kalau kau bosan. Aku akan rapat bersama jin woon. Lalu…segera lah bersihkan diri,kau terlihat mengerikan jika bangun tidur.” Siwon hanya mengatakan itu dan beranjak pergi ketika sudah membangunkan ji ae yang masih setengah tersadar membuka pintu kamarnya ketika siwon sudah membuat keributan di depan kamarnya dengan menggedor pintu kamarnya sambil memanggil namanya. Ji ae mengerucut sebal mendengar ejekan siwon tadi sambil membanting pintunya keras. Apa-apaan presdirnya?mengganggu acara tidurnya hanya untuk mengatakan itu? Tapi setelah nyawanya sudah terkumpul dengan sempurna,ia mengerjapkan matanya. “libur?jalan-jalan?air terjun?waaaaaaa” ji ae menengadahkan kepalanya ke langit-langit sambil berucap syukur karena kali ini ia bisa bebas… “hei kim jong in,nanti siang kita main ke air terjun ya!” seru ji ae sambil menelfon jong in yang terdengar masih enggan berbicara karena di bangunkan. “aku tak bisa. Aku ada pekerjaan.” Setelah mengatakan itu jong in menutup telfonnya yang terang saja membuat ji ae kesal setengah mati. “awas kau koala tidur.” *************************** Ji ae berjalan bersisian dengan jong in yang kini tengah memasang wajah sebalnya karena ini bukan kemauannya. Ketika ia sedang melakukan pertemuan dengan kliennya,ji eun menghampirinya bersama ji ae yang tengah menunduk. Ternyata kliennya teman lama ji eun dan ia dengan mudahnya ‘meminjam’ jong in untuk pergi jalan-jalan bersama. “hei,jangan seperti itu jong in. aku kasihan pada ji ae,ia ingin jalan-jalan meskipun aku sudah mengajak untuk pergi bersama. Hanya saja ia beralasan takut mengganggu ku dengan donghae.” Ji eun tersenyum melihat ji ae dan jong in yang begitu canggung berjalan bersisian dengannya dan donghae. Ji eun membenarnya topi bundar miliknya. Ia benar-benar cantik dengan atasan berenda berwarna putih juga rok putihnya,membuat ia benar-benar anggun. Jauh sekali dengan ji ae yang hanya memakai celana diatas lutut dan kaos kebesarannya -_- “hari ini eonnie cantik sekali.” Puji ji ae memecah kecanggungan. Ji eun tersenyum manis. “lihat donghae. Bahkan ji ae saja memujiku,kenapa kau tak memujiku?” sindir ji aeun pada donghae yang masih saja diam berjalan dengan wajah datar dan tak menaruh minat pada acra jalan-jalan ini. “hum..kau cantik seperti biasa.” Hanya itu yang dikatakannya membuat ji eun sebal. Ji ae berjingkrak-jingkrak tak jelas setelah sampai pada tujuan. Gadis itu menarik jong in menuju air terjun lebih dekat lagi. Wajah mereka berubah cerah. Donghae tanpa sadar ikut tersenyum melihat gadis itu berbahagia. Ji eun menoleh pada donghae yang hanya diam mematung. Ia terdiam sejenak. Tapi Tujuannya tidak berhenti disana. Ia menarik donghae menyusul ji ae dan jong in yang kini sibuk berfoto dan bermain-main. Ji ae hendak berfoto lagi,tapi ia merapikan anak rambut yang menutupi wajahnya. “kau sudah cantik,berhenti memperbaiki rambutmu!” ucap donghae asal sambil melihat kearah air terjun. Jong in mati-matian untuk tak tertawa karena melihat ji ae yang kini kehilangan selera untuk berfoto lagi juga tingkah atasan kakaknya itu yang kini sudah mulai terang-terangan. Ji eun menatap sebal pada donghae yang kini acuh tak acuh pada sekelilingnya kecuali sesekali melirik tingkah ji ae yang terkadang merengek pada adiknya,jong in. bahkan tanpa meminta pun donghae memuji gadis itu?sementara tadi padanya? Apa ia marah?tentu. ia sudah lama mengenal donghae dan laki-laki itu berubah ketika gadis itu ada di sekitarnya. Apa itu akan membuatnya nyaman?gadis manapun yang berada di posisinya pasti tidak nyaman sama sekali karena gejolak aneh dalam hatinya,rasa cemburu. Ketika donghae menyarankan menyudahi acara main-main mereka,ji ae dan jong in segera menghentikan acara saling menyirami satu sama lain. Donghae tiba-tiba menghampiri ji ae yang kini tengah mengigil karena dingin dari air yang menerpa tubuhnya akibat permainannya tadi dengan jong in,membuka baju pantainya dan kini hanya tersisa kaos putihnya dan meletakan baju itu di pundak ji ae. “pakai. kau bisa sakit,aku tidak mau siwon membunuhku karena kau sakit.” Ji ae mengernyit. Apa hubungannya? Jong in sepertinya sudah gatal ingin tertawa,sementara ji eun mengawasi. Inilah tujuaannya. Memastikan kalau donghae benar-benar menaruh minat pada gadis bernama ji ae itu. “aniya. Presdir tak usah khawatir,saya baik-baik saja,di perjalanan akan kering dengan sendirinya.” Ji ae menatap ji eun dengan tatapan tak enak sambil mengembalikan baju donghae. “pakai saja. Kau itu diberitahu selalu membantah.” Donghae berkeras memberikan bajunya itu. “gwenchana ji ae-ya. donghae benar,kau bisa sakit.lihat,kau sudah menggigil,apalagi ini akan memasuki musim dingin,kau bisa demam. Pakai saja. Jangan menatapku seperti itu,aku tak apa-apa kok.” Tambah ji eun sambil tersenyum manis. Ji ae tersenyum canggung lalu jong in membantu memakaikan baju itu pada tubuh ji ae sambil berbisik dengan nada jahil. “pakailah agar tak terjadi keributan antara kau dan presdirmu.’’ Ji ae mendelik kearahnya dan berjalan mendahului. Tapi karena ia sibuk menggerutu,ia tak bisa memfokuskan penglihatannya dan dengan indahnya terjatuh karena tersandung bebatuan yang ada disekitar tempat wisata itu. donghae segera menghampiri ji ae yang kini tengah meringgis dan menahan malu Karena para wisatawan lain memperhatikannya dengan tatapan kasihan juga mengejek. Ingin sekali ia tertelan bumi dan tak peduli rasa sakit yang menjalar di kakinya yang tergores bebatuan. “kau buta?batu sebesar itu kau tak lihat?lihat kakimu berdarah.” Donghae mengomel karena panic melihat kaki ji ae yang kini terluka. Jong in membantu ji ae berdiri di bantu donghae juga. Sementara ji eun menatap pemandangan didepannya kini mengepalkan tangannya. Cukup,sikap donghae membuat ia tak tahan. Sejak kapan laki-laki itu begitu perhatian?sementara ketika ia sakit pun donghae menjenguknya karena paksaan nyonya lee,ibu donghae. “saya bisa berjalan sendiri.” Ji ae melepas tangan donghae yang melingkar dilengannya meskipun pergelangan kakai kirinya sama sekali tak bisa dibilang baik. “kakimu terluka. Bahkan sepertinya terkilir,benar begitu?” donghae masih tetap ‘keukeuh’ menahan tubuh ji ae. “biar aku yang menggendongnya” jong in menginterupsi karena sudah merasakan aura tak bersahabat dari ji eun yang menatap lengan donghae di tangan kakaknya itu. lagipula sepertinya ji ae sudah menahan tangis karena malu terjatuh ditempat umum seperti ini. “tak usah jong…” “cepat naik,lukamu bisa infeksi jika tak segera diobati.” Jong in sudah berjongkok. Ji ae akhirnya pasrah dan segera naik kepunggung adiknya itu. ia menenggelamkan wajahnya di punggung bidang adiknya untuk menyembunyikan air mata yang terus memaksa ingin keluar. Donghae menatap kedua saudara itu dengan tangan terkepal,ia memang sudah tahu jong in adiknya,tapi tetap saja ia laki-laki kan? Ia hendak menyusul kedua saudara itu yang sudah berjalan menjauh,tapi ji eun menahannya. “jangan bersikap berlebihan. Ia ..tak pantas untukmu.” Ji eun berjalan menjauhi donghae yang mematung. Apa maksudnya bersikap berlebihan?siapa yang tak pantas? . . . Ji ae meringgis sambil menangis sesegukan ketika jong in mengobati luka di kakinya. “kenapa kau secengeng ini?” ejek jin woon yang memperhatikan ji ae yang tak peduli dengan kehadiran ia dan siwon yang sedang menatapnya dengan pandangan kasihan juga mengejek -_- Setelah rapat,mereka melihat jong in yang menggendong ji ae dengan kaki terluka,sementara donghae dan ji eun masuk kekamarnya masing-masing yang sepertinya sedang ada masalah. “oppa tak akan tahu bagaimana rasa malu dan sakit bercampur. Ini sudah yang kedua kalinya aku mendapat malu juga sakit secara bersamaan. Ish,jong in pelan-pelan!” Balas ji ae masih sesenggukan sambil memarahi jong in yang terlalu menekan lukanya. Jin woon menggelengkan kepalanya melihat ji ae yang masih sempat menjawab ejekannya. “yang kedua?memang yang pertama yang bagaimana?” “ketika predir lee menghukum jalan jongkok di kantor.” Jawaban polos ji ae membuat jin woon terbahak,siwon memutar bola matanya malas. Gadis ini masih sakit hati rupanya. Setelah jong in selesai mengobati,siwon mengambil alih kehadapan ji ae dan memeriksa pergelangan kaki kiri ji ae. Ia mulai menggerakkan kaki itu lalu menariknya secara langsung dan terdengar bunyi ‘krek’ membuat ji ae menjerit. “yak!apa yang kau lakukan!” ji ae tambah menangis dan menggunakan bahasa informal pada atasannya itu. “tapi kakimu sudah terasa membaik bukan?kaki mu terkilir,berterima kasihlah padaku. lalu pijat lah pelan-pelan nanti agar kaki mu cepat sembuh.” siwon pergi meninggalkan gadis yang sedang menangis itu dan membuat kedua laki-laki yang juga berada disana melongo. . . . Semenjak kejadian dipulau jeju itu,ji eun semakin menempel pada donghae meskipun donghae tetap menyangkal dihadapan gadis itu yang berkebalikan dengan hatinya. Donghae mulai kesal karena setelah 1 bulan ia mengajukan tawaran pada ji ae,gadis itu tampak tak menghubunginya sama sekali. Padahal ia benar-benar sudah mempunyai tanda-tanda pelaku yang sedang diincar ji ae yang mengarah pada partner juga atasan gadis itu meskipun ia sendiri tak terlalu yakin. Tapi yang membuat ia lebih risau adalah gadis itu tetap menjalankan hukumannya menjadi kekasih siwon. Ia tak mengerti kenapa ia menaruh perhatian lebih pada gadis yang menurutnya polos tapi kelewat bodoh(?),bagaimana bisa ia tak peka jika siwon sebenarnya mempunyai maksud lain padanya alias menyukainya. Ia meminta bantuan jong in untuk mempertemukannya dengan ji ae dikafe favorite gadis itu. dengan perasaan berdebar,ia menunggu kedatangan jong in yang akan menemani ji ae kehadapannya. Dia menekan dadanya karena jantungnya yang searasa ingin keluar ketika melihat gadis itu datang bersama jong in. ji ae terkejut karena tak menyangka jong in membawanya ke hadapan laki-laki ini? Setelah berbasa basi,donghae langsung membahas kepada intinya. “kenapa anda tetap memaksa saya sih?” ji ae sebal karena donghae tetap berbelit jika dia menanyakan alasan membantunya dan memaksanya keluar dari perusahaan siwon. “karena presdir lee menyukaimu pabo. Ia tak tahan jika kau terus berdekatan dengan presdir choi.” jong in yang geram sendiri melihat tingkah kedua manusia dihadapannya Yang terus berdebat. Ji ae menyernyit meskipun detak jantungnya kini berpacu lebih cepat. Donghae terlihat salah tingkah. “a-ada apa denganmu kim jong in?ja-jangan mengada-ngada kalau aku menyukai kakakmu. ” donghae tergagap membalas penyataan jong in dengan wajah memerah sementara ji ae sendiri mengipasi wajahnya yang mendadak terasa panas. “aku benar bukan?ayolah,ji ae-ya. kau pergi saja ke perusahaan presdir lee,aku akan mudah menjemputmu. Jarak kantorku lebih dekat dengan kantor presdir lee.” Jong in kini mulai tak bisa mengendalikan mulutnya yang ingin sekali ji ae sumpal dengan sepatu ber-hak nya. “aku mungkin tak akan banyak masuk ke kantor karena mengurus cabang hasil proyekku dengan siwon kalau memang kau tak mau banyak bertemu denganku. Lagipula ini kan keinginan ji eun,aku tak akan peduli denganmu,jangan terlalu merasa percaya diri. Aku ada rapat,tolong pertimbangkan tawaranku. Agar ji eun tak terus menanyaiku.” Donghae berlalu meninggalkan mereka dengan wajah masih memerah. Dan entah mengapa ji ae merasa sedikit kecewa setelah donghae mengatakan kalau ia hanya disuruh ji eun. Ia menatap lurus kearah tempat yang diduduki donghae,ia seperti melihat baro yang tengah tersenyum dan mengangguk kearahnya.ia mengerjapkan matanya tapi baro tidak ada disana. Apa baro memberinya petunjuk? “hei,kenapa melamun?apa karena presdir lee pergi kau sedih?” interupsi jong in membuat wajah ji ae kembali memerah. “berisik kau.” Ji ae tediam dan mengaduk minumannya. Sesaat keheningan melanda mereka. “apa selama kau menjadi ‘kekasih‘ predir choi,kau tak suka padanya?” pertanyaan jong in membuat ji ae tersedak. Rupanya adiknya ini memang ingin ia sumpal -_- “kenapa bertanya seperti itu?” Jong in mengangkat bahu. “molla,aku pikir mustahil kalau kalian yang sering bersama tak merasakan hal itu. ” Ji ae memainkan garpu dipiring bekas makannya tadi. Ia terlihat bimbang. “tentu,aku menyukainya.” Jong in menatapnya sedikit terkejut,ji ae mengangguk. “tapi disaat aku memikirkan perasaan itu,baro selalu muncul dimimpiku dengan wajah sendu dan sedih. Ia terus menggeleng padaku ketika aku bertanya kenapa ia selalu muncul dengan wajah seperti itu.” Jong in terlihat menyimak kelanjutan cerita ji ae. “tapi mungkin kau tak akan percaya perkataanku ini. Sesaat setelah presdir lee pergi,aku melihat baro oppa berdiri dibelakang kursi yang presdir lee duduki dan ia tersenyum manis sambil menganggukan kepalanya. Entah itu halusinasiku atau efek aku merindukannya.” Ji ae menggigit bibir bawahnya. Jong in tersenyum dan mengusap surai panjang saudaranya itu. “dia membantumu dalam memilih pilihan. Percayalah,ia sepertinya tahu apa yang terbaik untukmu. Aku mendukung segala keputusan yang terbaik untukmu. Kajja kita pulang,sudah terlalu malam.” Ji ae mengangguk. Perkataan jong in sedikit meringankan hatinya. Tapi kembali teringat perkataan jong in yang mengatakan donghae menyukainya membuat wajahnya merasa panas kembali. “jangan terlalu senang. Dasar labil,kau menyukai presdir choi tapi di satu sisi senang karena presdir lee menyukaimu,cih.” Cibir jong in sambil berlari sebelum ji ae mengamuk padanya. . . . Siwon masih terdiam di kursi empuknya setelah perkataan ji ae barusan. Ia masih mengingat perkataan gadis itu yang tiba-tiba menemuinya dan mengatakan itu. “maaf presdir. Saya rasa saya terlalu lama mendapat hukuman ini. saya lelah,selain saya menjadi musuh beberapa karyawan lain yang menganggap anda terlalu berlebihan pada saya yang tidak ada apa-apanya ini. mohon,hentikan hukuman saya,saya rasa anda sudah mempunyai bekal cukup untuk melakukan kencan. Tapi kalau anda tetap berkeras,baiklah,saya akan keluar dari perusahaan ini.” Ia tersenyum sinis ketika mengingat ia menyetujui permohonan gadis itu. Menghentikan hukumannya tapi tak membuat gadis itu pergi. ia tak mau mengambil resiko gadis itu pergi secara tiba-tiba karena..ia belum..bukan belum,tapi tidak siap berjauhan dengan gadis itu. ‘apa kau sama sekali tak merasakan apapun padaku?padahal aku mengira kau bisa membuka hatimu jika aku memperpanjang frekuensi hubungan kita. Apa rasa cinta memang sesakit ini?tahu begitu aku tak mau mengenalnya.’ Lirih nya dalam hati yang kini menyadari bahwa…ia jatuh cinta untuk pertama kalinya pada gadis bodoh dan tak peka seperti ji ae. Sepertinya ia harus melepas penat beberapa hari mendatang,sesuai yang direncanakan. Menjalankan hobi lamanya. *************** Donghae tersenyum-senyum 2 hari terakhir sejak ji ae mengiriminya pesan. From: gadis pabo Maaf presdir mengganggu. Saya kim ji ae. Saya tak bisa keluar dari perusahaan presdir choi,tapi saya sudah terbebas hukuman. Apa presdir masih mau membantu saya memberi tahu kasus baro?saya masih belum menemukan titik terang pelakunya. Ia benar-benar tak menyangka perkataan jong in yang mengatakan bahwa gadis ini akan menghubunginya terbukti. Yah meskipun ia sedikit kecewa karena gadis itu tak menjauh dari siwon. Heh?apa yang ia pikirkan? Ia menggelengkan kepalanya,gadis itu benar-benar membuatnya gila. Tapi ia kembali tersenyum,toh sepupunya bilang jatuh cinta tak seburuk yang ia pikirkan,ini menyenangkan sejauh gadis yang menarik perhatiannya kini tengah membalas perhatiannya dan ia sadari jika ia menyukai gadis yang tak mempunyai sikap tak manis seperti ji ae meskipun ia tak mau mengakui dihadapan orang lain -_- “jadi presdir sudah tahu siapa yang melakukannya?” Tanya ji ae tak sabar ketika mereka bertemu di kafe favorite ji ae di myeondong yang penuh oleh para pengunjung. Sesekali ia meniup telapak tangannya yang mendingin karena sudah masuk musim dingin. Donghae menyeruput kopi panasnya,menenangkan gejolak jantungnya yang menggila tatkala gadis itu menatapnya lekat. “menurut informanku,minggu depan dia akan memulai aksinya lagi dengan mengincar batu sapphire merah milik konglomerat kim yang baru ia dapatkan dari mafia jepang sebagai hadiah ulang tahun istrinya.” Jelas donghae. “anda tahu sedetail itu,apa jangan-jangan anda pelakunya?” duga ji ae yang membuat donghae gemas dengan pemikiran sempit gadis itu. “lalu dengan bodohnya mengungkapkan rencana pencurianku pada gadis polos dan bodoh sepertimu?aku tidak sebodoh itu.” Ji ae mengerucutkan bibirnya sebal. Lagi-lagi ia dikatai bodoh. “lalu kenapa anda bisa tahu sedetail itu?” “aku sudah tahu wajah pelakunya dan informannya ku tempatkan dekat mereka. Dan jangan bertanya lebih jauh tentang ciri-ciri mereka.” Donghae menyesap kopinya yang mulai mendingin. “mereka?jadi penjahat itu tak sendiri?” ji ae menekan rasa penasarannya tentang ciri penjahat itu,tapi ia tak mau laki-laki dihadapannya ini malah tak jadi memberi tahunya. Donghae mengangguk. “kau akan tahu nanti. Jadi tunggu tanggal mainnya. Aku akan bicara pada kepala park agar menangkap penjahat itu hidup-hidup dan kau bisa membalasnya sendiri.” Ji ae menggeleng membuat donghae melongo tak mengerti tapi perkataan ji ae membuat ia tak bisa berkutik. “aku yang akan menangkapnya. Aku akan bicara pada park ahjussi agar aku ikut pada penyerbuannya. Aku akan meminta izin khusus. Aku ingin melakukannya dengan tanganku sendiri.” “jangan gila kim ji ae. Itu berbahaya untukmu. Lagipula kau harus membawa senjata untuk melindungi dirimu juga.” Donghae tak bisa membayangkan apa yang terjadi jika ji ae ikut. “aku sudah terbiasa dengan senjata. Dulu Seminggu sekali baro oppa mengajariku ditempat penembakan. Dan akhir-akhir ini jonghun juga mengajariku teknik yang hampir kulupakan dari oppa. Park ahjussi bahkan memberiku pujian ketika bertemu ditempat latihan minggu kemarin. ” Penjelasan ji ae membuat donghae melongo. Jonghun?latihan berdua? “dengan jonghun?berdua?” “hum. Sesudah itu ia selalu mentraktir makan disini.” dan jawaban ji ae sukses membuat mood donghae buruk. ****************** Donghae benar-benar kewalahan dengan gadis itu,kini ia terpisah dengannya dalam penyerbuannya kali ini. kepala kepolisian itu memberi izin padanya dan ji ae walau sebenarnya ini illegal,tapi biarlah mereka akan menutupi asal gadis itu tetap baik-baik saja karena rengekan gadis itu membuat kepala kepolisian gila sendiri karena gadis itu terus mengoceh. Ketika penyergapan,ia sedikit melihat pencuri itu memang memiliki tinggi yang sama dengan siwon juga jin woon dan kini sekarang mereka melarikan diri secara terpisah. Ji ae menodongkan moncong pistolnya kearah pria bertopeng yang berdiri beberapa meter darinya. terlihat pria itu menegang melihat ji ae dengan angkuh menodongkan pistolnya itu. “buka topengmu. Apa kau terlalu malu dengan wajah buruk rupamu itu hah?” ji ae benar-benar dikuasai amarah karena akhirnya ia bisa membalas kerja keras baro dulu. “apa kau tak akan menyesal jika aku membuka topeng ini?ya,aku memang terlalu buruk untuk kau lihat.” Suara laki-laki itu membuat ji ae tersentak. Suara yang sangat dikenalnya… Ia mundur selangkah ketika laki-laki itu melepas topengnya. Ia benar-benar tak percaya,jung jin woon,laki-laki yang ia anggap kakak itu… “akhirnya aku berakhir disini juga ji ae-ya. kajja,tembak aku. Aku lebih senang kau yang menembakku daripada oleh para polisi dibelakangku ini.” jin woon sadar beberapa polisi kini sedang mengambil posisi,bahkan pasukan khusus sudah membidiknya. “geotjimal..oppa,ini bohong kan?kenapa?apa kau juga yang menembaknya?” hati ji ae sekarang berperang. Jin woon tersenyum “maaf. Membuat kekasihmu pergi.” Ji ae menggigit bibir bawahnya. “kenapa?apa adikmu tahu kau melakukan ini oppa?” “ini kesenanganku. Ayolah,segera tembak aku. Jin hee sudah merelakanku,ia mengerti dengan pekerjaanku ini. jadi kau tak perlu takut merasa bersalah. Kau bisa menghabisiku agar baro mu tenang. Cep….” “GEOTJIMAL!pembohong besar!adikmu tak akan memafkanku kalau aku membunuhmu!.” Seru ji ae emosi. “tapi kekasihmu yang bodoh itu pergi meninggalkanmu.” Ji woon sengaja menyulut emosi gadis itu. Ji ae terbelalak. Bodoh?bodoh katanya?ia menatap tajam laki-laki itu dan emosi kini menguasai. Ia hendak menarik pelatuknya tapi entah kenapa jarinya sulit untuk digerakan,seperti ada sesuatu. Ia menatap jemarinya yang seperti ada tangan seseorang?dan terlihat baro memandangnya dengan tatapan sendu. Ia menggelengkan kepalanya tapi bayangan baro itu kini menghilang. Ia benar-benar merasa gila. “kenapa tak jadi menembakku?cepat,aku tak mau ditembak oleh polisi-polisi itu.” perkataan jin woon menyadarkan ji ae kembali. “shireo.” “cepat kim ji ae!” “SHIREO OPPA!” ji ae berteriak tak tenang. Ia menjadi merasa bimbang. Tapi jin woon tiba-tiba berjalan mendekati ji ae. “oppa..” Ia masih mematung ketika laki-laki itu berjalan kearahnya dan mengeluarkan pistolnya. DOR!DOR! Suara tembakan memekakkan telinga. Donghae terengah ketempat kejadian dan terbelalak melihat tubuh itu sempoyongan akibat tembakan barusan. Ji ae menatap shock ketika darah jin woon terciprat ke arahnya dan melihat laki-laki itu malah tersenyum kearahnya dan ambruk dihadapannya. Ia masih mematung dan menatap jin woon yang tengah terbatuk-batuk dan darah segar keluar dari mulutnya. Kejadian ini membuat otaknya memutar kembali kejadian ketika baro tengah sekarat dihadapannya. Ia jatuh terduduk dan memegang kepalanya,merasakan sakit yang mendera. “baro oppa…” dan detik berikutnya ia menangis histeris membuat donghae berlari menghampirinya tak peduli teriakan polisi lain. Para petugas turun dari ambulance yang datang tepat waktu segera mengamankan tubuh jin woon yang kini tengah bermandikan darah. Donghae terus memeluk ji ae yang meronta dan terus menangis histeris sambil memanggil nama kekasihnya dan jin woon dan ambruk dipelukannya membuat laki-laki itu merasakan sakit juga. Sakit dihatinya. . . . Donghae tengah berbicara dengan sungmin yang memeriksa ji ae tadi. Jong in menunggui kakak kembarnya itu dengan menggenggam tangannya. Pakaian kakaknya yang penuh cipratan darah itu sudah berganti dengan baju khas pasien. Ia benar-benar tak menyangka jika jin woon yang… Dan sekarang terduga lainnya adalah presdir choi yang sedang tak diketahui keberadaannya. Ji ae mulai membuka matanya dan menoleh kearah jong in yang kini sedikit lega ji ae sadar. Tapi gadis itu bangun dengan tiba-tiba. “kenapa aku disini?jin woon oppa mana?oppa tidak boleh dibawa ke rumah sakit,nanti ia mati seperti baro oppa.” Ji ae langsung turun dari katilnya dengan tatapan kosong dan membuka pintu sambil bergumam seperti tadi. Donghae yang tengah diluar langsung menahannya. “kemana?” “jin woon oppa tak boleh dibawa kesini,ia akan mati. Tak boleh.” Donghae menarik gadis itu untuk kembali ke kamarnya tapi ji ae meronta sehingga laki-laki itu harus benar-benar mengerahkan tenaganya di bantu sungmin karena ji ae mulai berontak sambil terus menangis. “aku akan memberinya obat penenang” cetus sungmin tapi donghae mencegah dengan menggelengkan kepalanya. Ia memeluk gadis itu kuat. “tenanglah..” Tapi ji ae tetap tak tenang. “KU BILANG TENANG!JIN WOON BAIK –BAIK SAJA!IA SEDANG ISTIRAHAT!IA TIDAK AKAN MATI!.” Bentak donghae membuat ji ae sedikit tenang karena terkejut dengan bentakan yang dilayangkan padanya. Donghae mengelus punggung gadis itu memberi ketenangan,jong in menatap pasangan itu dengan sendu. Perasaan kembar begitu kuat,ia mersakan apa yang kakak nya itu rasakan. Kalau mereka sedang tak dalam keadaan tegang seperti ini mungkin ia sudah mengejek habis-habisan ji ae dan presdir lee yang kini tengah beradegan seperti dalam drama yang sering ji ae tonton itu.-_- “ia baik-baik saja,tenanglah.” Donghae menenangkan. Menurut sungmin,sepertinya ji ae mengalami trauma hebat setelah kejadian tadi akibat kejadian yang dialaminya dulu,sehingga ia sehisteris itu ketika melihat darah dan rumah sakit. “tidurlah,kau pasti lelah.” Saran donghae masih memeluk gadis itu yang tak sadar jika mereka berpelukan -_- Ji ae menggeleng. “aku tak lelah.” Donghae menghela nafas. “ya sudah,duduk saja di ranjang.” Ji ae menuju katilnya dan duduk sambil menyenderkan kepalanya pada dinding dengan tatapan sendu. Donghae ikut duduk disebelah gadis itu. “jangan menertawakan suaraku dan jangan protes nyanyianku. ” ucapnya yang hanya dihadiahi tatapan bingung dari ji ae dan jong in. Setelah berdeham beberapa kali,ia mulai bernyanyi. Chomneke gudeu nun bitchi Honjamanne ohaeyo tongkayo Haelmalgeu michoro nareul. Hmm~ Pabboroman deuroso Ojeneun, toraneun geudereul Ijyeh motaneun Naega miwocoh Hajiman ijyeh gedarayo Geudeumaneh nayoseu Dashi torraon geudae wihae Nae modinggoteuri taeyo Uri daereul yongwonhi Haeyochichi haneuriiiii Na uthci geudeahae maneul Saranghae gidameunhae Ojeneun, toraneun geudereul Ijyeh motaneun Naega miwocoh Hajiman ijyeh gedarayo Geudeumaneh nayoseumeu Dashi torraon geudae wihae Nae modinggoteuri taeyo Uri dearul yongwonhi Haeyochichi haneuriiiii Na uthci geudae maneul Saranghae gidameunhae Saranghae gidameunhae Setelah menyanyi,ia menoleh pada ji ae yang tengah tertidur dibahunya. Jong In tersenyum sambil mengangkat kedua ibu jarinya. Ia berjalan keluar memberi ruang pada laki-laki itu. ia tahu diri,laki-laki itu pasti ingin sedikit diberi ruang. Donghae membaringkan tubuh gadis itu perlahan,diusapnya surai panjang gadis itu dengan lembut. “jangan menangis lagi,matamu terlalu berharga untuk mengeluarkan cairan bening itu. lalu hentikan memanggil nama laki-laki itu.” ia mendekatkan wajahnya,mencium kedua kelopak mata gadis itu dengan lembut dan kembali mengusap surai panjang itu dengan sayang. “apa lagu tadi cukup menggambarkan perasaanku?” Taemin Baro Changmin Mwahahaahahah #ketawa iblis Apa-apaan ini?geje banget kan? Dan sinetron banget T^T Maaaaaaaaf.kurang romantic ya?kan ji ae ma donghae nya belum bersatu(?) sepenuhnya,hehehe #ngeles Part selanjutnya aja deh ya #author tarik ulur mulu Lagu yang tadi itu pasti tau kan?because of love yang di nyanyiin ulang sama kyumin :D Saya ngebayanginnya donghae nyanyi itu dengan suaranya yang khas itu loh #mimisan don’t bash n plagiat. Maaf kekurangannya,saya masih amatiran lalu butuh saran dan kritiknya. Suka ga suka bilang ya :> Kalo ga nge feel,ini murni kesalahan tangan saya #loh At last,tolong koreksinyaaaa :* Makasih buat admin yang selalu saya repotin :> Posted by yura |
| ATJEH CYBER WARRIOR www.atjehcyber.net bangun+rumah 's link Subhanallah, Orang ini Meninggal Saat Sujud di Mesjid — ISLAMIC CYBER MEDIA Of SUMATRA | Copyright © 2010-2013 — Powered by ATJEH CYBER WARRIOR™ |
| Cerita Hot 18+ bangun+rumah 's link Ketika bi Iyah pembantu kami menyatakan ingin berhenti bekerja karena akhir2 ini sering sakit, ia memohon agar kami mau menerima anak bungsunya untuk bekerja di rumah kami. Karena kasihan dan menghargai masa kerjanya yang lama akhirnya kami mengiyakan walau sedikit ragu mengingat anak bi Iyah baru berumur 16 tahun. Diluar dugaan kami, setelah beberapa lama ternyata Tia bisa menghapus semua kekhawatiran kami, ia sangat rajin dan cekatan. Setiap pagi saat kami baru bangun tidur, seluruh isi rumah sudah disapu dan dipel bersih, bahkan sarapan pagi sudah tersedia di meja makan. Istriku mengatakan bahwa kami sangat beruntung mendapatkan Tia sebagai pengganti bi Iyah yang sudah mulai tua. 7 bulan berlalu.. Pekerjaanku sebagai marketing berjalan lancar, istriku bahkan mendapat kenaikan jabatan di kantornya. Aku senang dan bangga melihat semangat kerjanya. Hanya saja, semakin hari pulangnya semakin sore, bahkan beberapa kali ia harus pulang jam 8 malam. Untung saja kantorku tidak terlalu ketat dalam hal jam kerja, bahkan dengan adanya sambungan internet di rumah terkadang aku bisa mengerjakan pekerjaan di rumah, hingga gak usah berangkat ke kantor. Suatu siang, iseng buka2 situs porno.. aku tertegun melihat sebuah video sex yang dimainkan oleh seorang laki2 dengan seorang gadis kecil. Aku yakin umurnya di bawah 17 tahun mungkin 15 atau 16.. tapi.. gilaa.. setelah beberapa saat aku menyadari begitu terpengaruh oleh video tersebut.. Pikiranku melayang membayangkan bercinta dengan seorang gadis kecil, yang payudaranya baru tumbuh.. dengan puting kecil kemerahan.. bulu kemaluan yang masih halus.. aku membenahi posisi kemaluanku yang menggeliat mengeras dalam celana pendekku.. Tiba2 saja aku membayangkan Tia, dengan tubuh telanjang merintih di bawah tubuhku, menikmati batang kemaluanku menggesek lubang kemaluannya yang sempit... bergerak dalam tubuhnya yang mungil.... Ah.. gila! Sejak kapan aku jadi seorang Phedophilist..? Seminggu kemudian, aku menyadari sesuatu telah mengganggu akal sehatku.. Sesuatu yang membuat mataku selalu menatap dua bukit kecil di dada Tia, memperhatikan bentuk pantat dibalik celana pendeknya.. sesuatu yang membuatku walau terlihat seperti tak sengaja berusaha menyentuh lengannya, merasakan getaran kemaluanku saat berdekatan dan mencium bau tubuhnya.. Semakin aku membayangkan Tia, semakin sering aku bermasturbasi.. mengkhayalkan bagaimana nikmatnya bercinta dengan gadis kecil ini, Tia.. Suatu pagi, saat istriku sudah berangkat kerja.. aku berdiri diam tanpa suara di depan kamar mandi, mendengar suara air jatuh di lantai kamar mandi, aku tau Tia sedang mengguyur tubuhnya yang telanjang, menyabuni lekuk tubuhnya, payudaranya.. selangkangannya.. Aku semakin tak tahan.. Pelan2 aku melangkah masuk ke dalam ruangan Mushola di sebelah kamar mandi.. Jantungku berdegup ketika melihat lubang ’Manhole’ untuk memperbaiki atap.. Muncul sebuah ide untuk memanjat lubang itu dan mengintip Tia dari atas plafon... Keesokan paginya, begitu Tia masuk kamar mandi, aku segera mengunci semua pintu dari luar, lalu secepat kilat tanpa suara memanjat lubang manhole di atas mushola.. Aku sudah berada di atas plafon merangkak hati2 berusaha untuk tak mengeluarkan suara sedikitpun, ketika mulai terdengar suara guyuran air di bawahku.. Aku segera menemukan sebuah lubang yang kecil dan mulai mengintip.. Jantungku berdegup begitu kencang ketika mataku mulai melihat dengan jelas ke dalam kamar mandi.. Ya Tuhan.. aku nyaris tak percaya dengan penglihatanku, menyamping dari arahku.. tubuh Tia telanjang bulat, dengan payudara yang sedang tumbuh bergayut indah.. Air membasahi kulit remajanya, membuatnya terlihat segar dan.... hh.. pantatnya begitu padat.. Tia bersenandung lirih, tak menyadari seseorang sedang memperhatikan seluruh gerakannya.. menatap setiap lekuk daging tubuhnya... Kemaluanku tegang mengeras berdenyut2.. Tia menelusuri tubuhnya dengan sabun, aku terpaksa harus menelan ludah berulang2 saat ia menyabuni payudaranya.. sepertinya aku bisa merasakan kekenyalan dua bukit daging itu.. Saat Tia berbalik hendak menyimpan sabun, aku membelalakkan mata.. kearah selangkangannya.. bulu bulu halus diatas kemaluannya benar2 menyempurnakan apa yang kulihat.. Tanganku mencengkram batang kemaluanku yang sudah benar2 keras.. ”Aku harus... aku.. harus bercinta dengannya...” Tia mulai mengeringkan tubuhnya dengan handuk.. Aku terhenyak, karena tanpa kuduga ia menungging mengambil sikat gigi yang jatuh di lantai.. Daging kemaluannya menyembul dari sela2 pantatnya yang bulat.. aku tak dapat menahan diri lagi, dengan sedikit gerakan meremas di pangkal kemaluanku dan.. ”Aahhhh..............hhh...!!! Hhh... aa.......h..h..!! Seluruh hasrat dan nafsuku meledak, menyemprotkan begitu banyak cairan sperma dalam celanaku.. Aku sedang berusaha mengatur nafasku saat Tia selesai memakai baju lalu keluar dari kamar mandi.. Hari berganti minggu, minggu berganti bulan.. aku tak juga bisa melupakan hasratku terhadap Tia.. Beberapa kali aku mengintip Tia mandi, dan entah berapa puluh kali sudah aku beronani membayangkan gadis imut 16 tahun itu.. dan aku semakin terobsesi oleh Tia.. tapi aku tak cukup nekat untuk melakukan apapun terhadapnya.. Sentuhan2 kecil seperti tak sengaja sering kulakukan, tapi ia hanya menghindar dengan sopan.. Aku tak berani melakukan lebih dari itu.. Sekitar 4 bulan kemudian, muncul ide untuk memancingnya dengan film porno.. Aku menyimpan beberapa DVD yang paling hot diatas tempat tidur.. Biasanya setelah aku berangkat kerja, Tia baru berani masuk kamar tidur untuk menyapu dan merapikan kamar tidur kami.. Aku membiarkan salah satu DVD tersebut berada dalam DVD Player dalam kamar.. lalu berangkat kerja. Siangnya aku pulang sekitar jam 12.. sewaktu memasukan mobil ke dalam gerasi.. aku sempat melihat bayangan orang melesat keluar dari kamarku.. sekelebatan saja aku yakin bahwa itu adalah Tia.. aku melangkah masuk lewat pintu samping. Gak ada orang, aku ke belakang mencari Tia, tapi ia tak ada di dapur maupun di halaman belakang. Ku buka pelan2 pintu kamarnya.. kosong..! ”Tiaaa..?!” Aku memanggilnya.. tak ada jawaban... Di depan pintu kamar mandi aku kembali memanggilnya, ”TIAA...!!” ”Yya.. pak..” terdengar suara dari dalam kamar mandi.. ”lagi mandi..?” ”I..ya.. nggak.. iya.. ppak...!” Aku berjalan dengan suara langkah yang cukup jelas, membiarkan ia mengira aku berjalan ke ruangan depan.. lalu secepat kilat aku masuk ke dalam mushola, memanjat lemari dengan hati2.. dan dalam beberapa detik aku sudah berada di atas plafon.. mulai mengintip melalui lubang kecil itu.. Aku menahan nafasku yang langsung terasa sesak, saat melihat apa yang ada di bawah sana... Tia duduk bersandar di atas toilet yang tertutup.. kakinya mengangkang dan tangan kanannya berada di sela selangkangannya.. matanya terpejam.. aku nyaris tak percaya melihat gadis 16 tahun itu benar2 sedang bermasturbasi.. jari2 tangannya bergerak cepat merangsang kelentitnya.. ”Pancinganku berhasil, ia menonton DVD hot yang sengaja ku letakkan di atas tempat tidur..” Tia terlihat begitu terangsang, wajahnya menengadah, matanya terpejam dan tangannya semakin cepat bergerak... Samar2 terdengar suara rintihan kecilnya, ” Hh..hh.. akh..” Aku semakin gemetar, ketika gadis itu perlahan menekan ujung jari telunjuknya ke lubang kemaluannya.. Lututnya bergetar.. sepertinya ia begitu larut dalam hasrat yang bergejolak.. ”Ssh..hh.. hh..” Rintihannya kembali terdengar lirih, mengekspresikan keinginan seksual yang semakin memuncak.. Pelan2 aku merangkak turun, berjalan ke ruang tengah dan memanggilnya lantang..” TIAAAA................! Tia segera menyahut ”Ya paak...?!” ”SINII....! CEPETANN..” Aku tau, di usia remaja seperti itu, hormon tubuhnya sedang bergejolak menuju ke kedewasaan seksual.. Membayangkan ia menonton video XXX seperti itu, aku berani bertaruh celana dalamnya pasti sudah basah oleh cairan vagina.. ”di kamar mandi tadi, apa yang sedang ia bayangkan..? Ahh.. Pasti sebuah penis yang keras dalam kemaluannya..” ”ya pak..?” Tia berdiri di pintu kamarku.. Aku merebahkan diri di atas tempat tidur hanya bercelana pendek dan kaos ”tolong pijitin kaki saya, pegel banget..” Ragu2 Tia duduk di sebelah tempat tidur, dan mulai memijit kakiku... Aku memejamkan mata, menikmati sentuhan jemari kecilnya.. membayangkan kemungkinan ia tak sempat membasuh cairan vaginanya membuatku tak dapat menahan ereksi yang tiba2 saja membuat celana pendekku menonjol.. ”Pahanya Tia, agak keras..!” Remasan tangan lembutnya di pahaku semakin membuat kemaluanku mengeras.. ”Sebentar, takut ada yang liat..” aku berdiri mengunci pintu kamar.. lalu kembali merebahkan diri.. Tia terlihat gugup, menyadari tonjolan diselangkanganku semakin menggembung.. ia terus menundukan wajah.. Aku menarik tangannya agar kembali memijat pahaku.. Aku berusaha bersikap wajar, membiarkan ia memijat kakiku, lututku, paha.. Aku meraih remote TV dan DVD Player yang tergeletak di meja kecil di samping tempat tidur, lalu memijat tombol ON.. Tak lama sebuah adegan Blue Film muncul di layar, ”ini bukan DVD yang tadi pagi aku pasang..” aku tersenyum, mengerti.. ”kamu udah liat film ini Tia..? Tia menggelengkan kepala tanpa menoleh.. ”liat dong, udah belum...?” Tia melirik sekilas dan cepat2 menunduk lagi.. ”Gak apa2 koq, kamu kan udah gede.. biar tau gimana caranya....” Tia diam seribu bahasa.. Aku memperbesar volume suaranya, hingga terdengar rintihan dan erangan wanita dalam film itu.. Seorang laki2 dengan kemaluan cukup besar sedang menyetubuhinya... ”Udah ya pak..? Tia mau ke belakang..” Tia berdiri hendak pergi secepat kilat aku menyambar tangannya.. menariknya duduk di sampingku.. Aku langsung memeluknya, menariknya rebah menimpaku.. Tia berusaha berontak tapi dekapanku cukup kencang membuat ia tak berkutik.. ”Jangan takut Tia, kita nonton bareng mumpung gak ada orang..” Tia mencoba berontak lebih keras.. aku menahannya dengan tangan dan kakiku.. Gelinjang dan tubuhnya yang bergerak-gerak memberontak membuat gairahku semakin memuncak.. aku mulai menciumi wajahnya.. bau keringatnya membuat kemaluanku mengeras.. Tia menjerit kaget saat aku menarik celana pendeknya lepas, aku terkejut menyadari bahwa ia tak sempat memakai celana dalam setelah keluar dari kamar mandi.. Tanganku langsung menyentuh kemaluannya, jari tengahku sempat menyelip di sela belahan daging kemaluannya, terasa sedikit basah.. Tia memberontak lebih keras.. ia menangis lirih, memintaku untuk melepaskannya.. Tapi aku sudah lupa segalanya.. Obsesi berbulan2, khayalan2 erotis ku membayangkan menikmati tubuh Tia.. seperti membludak menguasai tubuh dan keinginanku.. Aku meremas2 payudaranya, menciumi bibirnya, lehernya.. menjilati daun telinga nya.. Tia tak bisa melepaskan dekapanku.. ia terus bergerak, berusaha mendorongku.. Aku melepaskan celana pendekku dengan cepat.. kemaluanku mengacung tegang, menyentuh pahanya.. selangkangannya.. Tia menangis.. kedua tanganku memegang kepalanya, mencium bibirnya dengan lembut.. Tia mulai melemah.. aku menciumi air mata yang membasahi kedua pipinya.. ”jja..ngan pakk.. jangaaann..” Aku menjilati bagian samping lehernya.. lubang telinganya... ia melenguh.. menggelinjang... Kepala kemaluanku menempel di bibir kemaluannya.. ia mendorongku.. lemah.. ”Ssshh..hhh.. jangan takut Tia.. gak akan sakit.. saya janji..” kemaluannya terasa hangat.. aku gak tahan ingin memasuki tubuhnya, tapi aku kesulitan menembus lubangnya yang masih sangat rapat.. Aku membasahi kepala kemaluanku dengan air ludah, lalu mulai menekannya pelan2... ”Aaghh.. sakiiit...!” ia menangis pelan.. aku menekan lebih kuat.. ”Aaaauuw.......!” kepala kemaluanku perlahan menerobos celah sempit itu.. Aku mencium bibir Tia, mengulum lidahnya sambil menekan kemaluanku lebih dalam.. Tubuhku bergetar oleh rasa nikmat dan hasrat yang bergelora... Batang kemaluanku mengalirkan rasa nikmat yang luar biasa.. dijepit oleh daging hangat yang begitu erat mencengkram.. Darah segar membasahi batang kemaluanku.. ”Tia.. Tia sayang.. aku telah merenggut keperawananmu..” Aku mulai menggerakkan kemaluanku keluar masuk.. Tia mencengkram erat punggungku, membuatku sedikit kesulitan bergerak.. matanya terus terpejam, tapi ia tak lagi berontak.. aku menekan pantatku.. hingga kemaluanku hampir masuk seluruhnya.. ”Uughh..h..” Tia melenguh.. merasakan sakit dan nikmat di saat bersamaan.. ku ulangi gerakan keluar masuk itu beberapa kali, pelan tapi sedalam mungkin.. hingga kepala kemaluanku terasa menyentuh dasar vaginanya.. Tak ada lagi pemberontakan saat aku menarik kaosnya lepas... kedua payudara yang sedang tumbuh itu langsung menyembul dengan indah.. ”Ya tuhann..” Aku mencengkram kedua bukit daging itu dan mulai melahapnya dengan rakus... Tia menggelinjang.. aku memainkan puting susunya yang kecil dengan lidahku.. ia merintih.. ”nghh..hh”.. pantatku kembali bergerak, mendorong kemaluanku yang sangat tegang melesak ke dalam tubuhnya.. menariknya keluar, lalu menerobos masuk lagi.. menancap dalam tubuhnya.. menyentuh dinding kemaluannya.. bergerak semakin cepat, aku merasakan kenikmatan itu semakin menguasai tubuh dan pikiranku.. menjalari kaki, anus, batang kemaluan hingga kepalaku.. Aku bergerak makin cepat, mengocok daging hangat Tia dengan kemaluanku yang semakin keras.. Sesekali ia menjerit kecil, kesakitan.. saat aku semakin menggila.. kejantananku bergerak dalam tubuh kecil Tia.. dalam jepitan otot vagina sempit yang basah oleh lendir vaginanya.. Kemaluanku bergetar nikmat.. kemaluan Tia berdenyut hangat.. Akh, sepertinya aku tak sanggup lagi menahan... Dalam kenikmatan, aku menatap wajah Tia yang manis dan lugu.. berkeringat dalam dekapanku.. matanya terpejam, payudaranya berayun tersentak sentak oleh gerakanku menyetubuhinya... puting kecilnya begitu indah kemerahan... Aaghhh.. aku menghentikan gerakanku sejenak.. berusaha menahan ledakan kenikmatan yang hampir menyemprot dalam tubuh perawan kecil ini.. Untuk pertama kalinya, Tia membuka matanya yang basah... melihat kedalam mataku dengan tatapan yang tak pernah kulihat sebelumnya... Kami masih saling berpandangan saat aku perlahan kembali menggerakan kemaluanku masuk, keluar.. masuk dan keluar semakin cepat... semakin kuat... ”aaakhh...hh..” Tia mengerang.. Tak kusangka2 ia menarik kepalaku mendekat.. Tia mencium bibirku.. aku langsung melahap bibirnya.. membelitkan lidahku mencari2 lidahnya.. Dalam kenikmatan yang begitu memabukkan, aku merasakan lidah Tia bergerak dalam mulutku..”Ttia.. hh..Aghhh. hh...” Sekali lagi aku berhenti.... berusaha menahan.. tapi.. akh.. Tia masih menggerakkan pinggulnya, tak menyadari bahwa aku sudah diambang puncak kenikmatan.. Kemaluannya yang sempit mengurut batang kemaluanku dengan sempurna... ”SSTOPP..Hhh..!!” aku memintanya berhenti.. dan.. terlambat.. ”AAAAAh....Aaaaaaaghhhhhh...hhh” Tia berusaha mendorongku keluar dari tubuhnya, tapi tanpa sadar aku malah menekan kemaluanku dalam2.. ”HHhhh...akhh.....” Rasa nikmat yang luar biasa benar2 membuatku kehilangan kesadaran.. Aku terus menggenjot kemaluanku dalam jepitan kemaluan Tia yang kencang, tenggelam dalam gelombang perasaan surgawi.. Menyemprotkan begitu banyak cairan sperma ke dalam tubuh gadis kecil itu.. Dorongan tangan Tia tak membuatku tersadar, aku menekan kemaluanku dalam2 hingga pangkal kemaluanku.. Nikmat yang paling nikmat, orgasme yang begitu panjang... Ejakulasi yang begitu banyak jumlahnya, menyemprot dalam tubuh perawan 16 tahun ini... Aku mencium bibir Tia, menindihnya, memeluknya, menikmati kenyal payudaranya menekan dadaku, merasakan kemaluanku berdenyut2 dalam kemaluannya yang hangat.. Selama beberapa saat kami tak bergerak, tubuh telanjang kami menyatu, basah oleh keringat.. tanpa ada suara, tanpa ada gerakan, hanya nafas yang terdengar... Esoknya, hari berikutnya dan esoknya lagi.. Tia menghindar untuk bertatap muka denganku.. Setiap istriku berangkat kerja, ia langsung mengurung diri di kamarnya.. Aku mencoba bersabar menunggu sampai ia keluar dari kamarnya.. Tapi sampai beberapa jam aku menunggu ia tak juga keluar, aku mengetuk pintu kamarnya, memanggilnya tapi ia tak mau menjawab.. Hari sudah siang dan banyak pekerjaan rumah yang masih belum ia kerjakan. Daripada nanti istriku bertanya tanya, lebih baik aku mengalah.. lalu berangkat ke kantor.. Tapi sorenya rumah sudah kembali rapi, rupanya setelah aku meninggalkan tumah, Tia langsung bekerja seperti biasa.. Didepan istriku Tia berusaha bersikap wajar, seperti sebelum ada kejadian itu, tapi ketika istriku masuk kamar mandi atau pergi ke warung, Tia langsung masuk kamar dan mengunci pintu kamarnya. Lama lama aku jadi semakin geregetan, kesal dan penasaran.. Suatu malam, aku sibuk menyelesaikan pekerjaan dengan laptop ku. Istriku tidur sangat lelap akibat obat flu yan diminumnya.. Sekitar pukul 00.30, dalam keheningan malam itu terdengar sayup2 suara pintu kamar Tia terbuka. Perlahan tanpa suara aku berjalan keluar, rupanya Tia sedang ke kamar mandi mungkin terbangun karena pengen buang air kecil. Tiba2 muncul ide gila, diam2 aku masuk ke kamar Tia yang gak dikunci, lalu masuk ke kolong tempat tidurnya. Sekitar 2 menit kemudian Tia masuk, lalu mengunci pintu kamar. Aku melihat kaki Tia sebatas betisnya yang kuning langsat melangkah menuju tempat tidur. Tia membanting tubuhnya ke atas kasur hingga hidungku terbentur bagian bawah kasur, aku memaki dalam hati. Setelah menunggu sekitar 20 menit, aku mulai mendengar suara nafas yang teratur, ia sudah terlelap.. Perlahan aku merangkak keluar dari kolong tempat tidur itu. Begitu berdiri dadaku langsung berdegup kencang.. Tia terbaring lelap dengan hanya mengenakan bra.. Pelan2 aku menarik selimut kain yang menutupi bagian bawah tubuhnya.. celana dalam berwarna hitam menutupi gundukan daging diselangkangannya.. Aku mendekatkan wajah ke arah kemaluannya.. menciumnya lembut.. Kemaluanku langsung menggeliat.. Sudah 10 hari sejak kejadian itu, aku benar2 seperti keranjingan, menelusuri tubuh setengah telanjang Tia dalam cahaya lampu yang agak redup.. menyentuh kulit perutnya dengan punggung tanganku, lalu jari tanganku dengan lembut menekan bagian daging kemaluannya.. Terasa belahan bibir vaginanya hangat dan... Ahh, kemaluanku sudah tak bisa diajak kompromi.. tegang mengeras gak tahan ingin memasuki tubuh gadis kecil ini, merasakan nikmatnya kemaluan sempit yang membuatku tergila2.. Aku melepas celana dalamku hingga kemaluanku tegak mengacung.. lalu dengan sangat perlahan memeluk Tia.. Untuk sesaat Tia tak bergeming, aku menempelkan batang kemaluanku di pahanya.. menekannya sedikit membuat gairahku semakin menggila.. Aku merangkul tubuhnya, lalu mencium lehernya.. dan saat itu juga Tia terbangun, hampir menjerit kalo aku gak segera menutup mulutnya dengan tanganku.. ”Ssst, jangan berisik.. nanti ibu bangunn..!” Tia terdiam, tubuhnya terasa tegang.. aku mempererat pelukanku.. ” Tiaa.... aku kangeeenn.....!” Tia diam tak menjawab... Sebelah lenganku berada di bawah lehernya, memeluknya, menciumi pundaknya... Tia memberontak.. menggeliat.. Aku menarik tubuhnya dan langsung menindihnya... Tia menatapku nanar... ”Jangann pak.. Tia takutt...” Setelah yakin bahwa ia tak akan berteriak, aku turun dari tempat tidurnya, mematikan lampu hingga ruangan itu menjadi gelap gulita.. lalu kembali menaiki tempat tidur Tia. Aku kembali menindih tubuh Tia yang setengah telanjang.. Menciumi pundak, leher, hingga daun telinga Tia.. Nyaris tak bisa melihat apapun dalam kegelapan, aku menguasai tubuh Tia.. menjelajahinya, merabanya, mengelusnya.. meremasnya... Tia tak sanggup memberi perlawana yang berarti, karena ia terlalu takut untuk berteriak.. dan sepertinya ia sudah mulai terpengaruh dengan apa yang kulakukan pada dirinya.. Aku menarik bra nya turun.. lalu mulai melahap payudaranya dengan rakus... suara desahan Tia membuat darahku serasa mendidih terbakar nafsu.. Lidahku mempermainkan puting sebelah kiri, sementara tanganku meremas remas payudara kanannya.. Tak lama, aku berhasil menarik lepas celana dalamnya hingga saat itu, Tia gadis kecil itu.. telanjang bulat tanpa sehelai benangpun yang menutupi tubuhnya, dalam kegelapan kamar tidurnya, sepenuhnya dalam kekuasaan nafsuku... Tia mendesah saat kedua tanganku memilin kedua putingnya, menciumi perutnya.. terus turun hingga hidungku menyentuh bulu halus kemaluannya.. Lidahku menyentuh tonjolan kecil yg terselip disela kemaluannya, Tia menggelinjang.. Aku menggerakkan lidahku lebih cepat, terdengar Tia merintih pelan.. Aku semakin menggila dikuasai oleh nafsu yang semakin membludak.. Lidahku sesekali menjulur ke dalam lubang kemaluannya, menjilati rasa asin cairan kemaluan Tia.. Setelah sekitar 15 menit aku menjilati clitorisnya, aku merasakan tangan Tia menarik rambutku.. ia mendorong tubuhku ke atas... “Ya tuhan, ia menginginkanku sekarang.”. Aku sedikit gemetar saat memposisikan tubuhku diatas tubuh telanjang Tia.. Kemaluanku terasa begitu keras mengacung oleh gairah... Dalam kegelapan aku membuka lebar pahanya, menyadari tak ada lagi penolakan dari gadis kecil ini.. Ibu jari tangan kananku bergerak pelan merangsang clitorisnya saat kepala kemaluanku menempel di bibir kemaluan Tia yg udah basah.. Dengan sedikit menekan aku merasakan kepala kemaluanku memasuki lubang nikmat yang masih sangat sempit itu.. Desahan nafas Tia terdengar serak, “aa..akhh....” saat kemaluanku yang cukup besar memasuki tubuhnya. Aku terus menekannya dalam dalam, merasakan ujung kemaluanku menyentuh dinding vaginanya.. selama beberapa detik aku tak menggerakan pinggulku.. hanya merasakan jepitan kemaluannya yg mengalirkan sensasi luarbiasa ke sekujur tubuhku.. lalu perlahan, sambil mencium puting payudaranya, aku mulai bergerak.... Kedua tangan Tia mencengkram kepalaku, ia merintih.. pelan.. tapi membuatku semakin bernafsu.. Kemaluanku bergerak semakin cepat, menerobos keluar masuk dalam irama yang teratur... Aku mendekap tubuh Tia erat, keringat mulai membasahi tubuh kami, saat genjotanku semakin cepat.. aku menciumi lehernya, menjilati telinganya.. Sesekali suara Tia terdengar seperti isak tangis, tapi sesaat kemudian ia merintih... mendesah... Aku seperti tenggelam dalam lautan kenikmatan, melupakan sekelilingku.. Melupakan istriku yang sedang terlelap di kamar tidur kami.. Seluruh panca inderaku hanya merasakan apa yang sedang terjadi di atas tempat tidur kecil ini.. Setelah beberapa lama, aku semakin menggila.. menggenjot kemaluanku lebih keras dan lebih cepat... seperti kesetanan menyetubuhi tubuh gadis kecil itu, melupakan kenyataan bahwa tubuhnya belum terbiasa dengan kemaluanku yang berukuran cukup besar, saat ini begitu tegang mengeras mengocok2 kemaluannya.. Tia menjerit lirih, mencengkram leherku... “ssakki.iittth..!” Aku terengah2, mataku mulai terbiasa dalam gelap... menatap tubuh kecil itu begitu indah.. Aku melahap payudaranya dengan rakus, mempermainkan putingnya dengan lidah.. “h...hh.. akh...” Suara rintihan Tia tiba2 saja membuatku bergetar.. tubuhku seperti dialiri listrik.. mengalir dari ujung kaki merayapi paha, pantat dan selangkanganku... Rasanya aku tak tahan lagi menahan dorongan kenikmatan ini lebih lama lagi... Aghhh..hh.... Berusaha untuk menunda puncak kenikmatanku, aku berhenti menyetubuhinya, lalu berbaring di sebelah Tia.. Aku menarik nafas panjang berusaha mengatur nafasku yang terengah engah.. Tia memelukku, lalu kami berpelukan erat seperti sepasang kekasih yang sedang di mabuk cinta.. Aku menuntun tangan kecil Tia untuk menyentuh kemaluanku.. Awalnya ia hanya meremas2 batang kemaluanku dengan ragu2, tapi beberapa saat kemudian ia mulai mengocoknya dengan cepat.. Ahh... aku meremas payudaranya sambil sesekali mempermainkan putingnya... Tia tiba2 memasukkan kemaluanku ke dalam mulutnya.. augh... ia mulai mengisap kemaluanku dengan bernafsu sambil meremas2 biji zakarku.. Rupanya Tia sudah dikuasai oleh nafsu berahinya, karena sifat malu2nya hilang saat ini, berganti dengan sikap agresif mengocok dan meremas kemaluanku.. menjilati biji zakarku... Akhhh.... jantungku berdegup semakin kencang ketika Tia menaiki tubuhku.. ia menindihku, menciumi perutku, menjilati puting susuku.. lalu... ia mengarahkan kepala kemaluanku ke selangkangannya.. “aakhhhh.....hh...” Tia merintih saat kemaluanku kembali memasuki lubang senpit kemaluannya, ia mulai bergerak pelan naik turun.. Kepalanya rebah di dadaku, payudaranya menempel di perutku.. hanya bagian pinggulnya yang bergerak naik turun.. Aku merasakan sensasi yang lain.. Aku hanya berbaring terlentang, sementara Tia bergerak di atas selangkanganku.. kemaluannya ketat menjepit batang kemaluanku, mengurutnya dengan sempurna... Tia bergerak semakin cepat, menimbulkan suara kecipak yang erotis.. Aku mengangkat tubuhku hingga duduk, kedua tangan Tia melingkari leherku.. Kami mulai berciuman, lidah saling berbelit.. Tia menciumku dengan sangat bernafsu, lidahnya seperti menari dalam mulutku.. Aku mulai merasakan getaran kenikmatan itu semakin menggila.. “Aaghhh..hhh....!” Tia mempercepat gerakan pinggulnya, mengurut batang kemaluanku lebih cepat, lebih ketat...... dan....... “AAAaaa...ghhh...” Kedua tanganku mencengkram pantat Tia, meremasnya... lalu, sambil menggeram panjang.. aku meledak dalam kenikmatan yang luarbiasa.. Tia menciumi leherku, menggenjot kemaluanku dengan cepat.. Aku kelojotan dalam pelukan Tia, ia memutar pinggulnya, menekan kemaluannya hingga kemaluanku seperti menembus tubuhnya... Tia memelukku erat, membenamkan wajahku di sela2 payudaranya yang kenyal dan padat... lalu mencium keningku... Kami berpelukan erat dalam gelap............. |
| Cerita Hot 18+ bangun+rumah 's link “Neng Luisa……” sebuah suara memanggil seorang gadis yang baru saja keluar dari sebuah kelas di salah satu SMU swasta terkenal di ibukota. Saat itu kegiatan belajar mengajar di sekolah baru saja selesai, dan semua siswa-siswi bersiap-siap untuk pulang. Gadis yang dipanggil itu berhenti sejenak lalu memutar tubuhnya ke belakang sambil menatap seorang lelaki setengah baya yang tergopoh-gopoh lari ke arahnya. Melihat siapa yang datang, gadis itu langsung memisahkan diri dengan teman-temannya, lalu mengajak lelaki tadi masuk kembali ke dalam sebuah kelas kosong untuk berbicara 4 mata saja. Nampaknya ada hal yang sangat serius yang mereka obrolin. Sekitar 10 menit mereka mengobrol, kemudian gadis itu keluar dari kelas itu dengan tersenyum penuh arti. Demikian juga lelaki setengah baya itu. Entah apa yang mereka bicarakan. Akhirnya gadis itu kembali menyusul teman-temannya, bersiap-bersiap untuk pulang. Nama gadis itu adalah Luisa. Usianya baru 17 tahun. Ia sekolah di kelas 2 sebuah SMU swasta terkenal di ibukota ini. Luisa merupakan salah satu cewek terpopuler di sekolahnya. Gadis belia itu sangat cantik, dengan hidung mungil yang lucu. Dia memiliki kulit putih bersih yang mulus, mata bulat dengan bulu mata yang lentik dan panjang hitam lurus sepunggung. Gadis manis itu memiliki tubuh mungil khas remaja, dengan dada yang tidak begitu besar namun montok dan menantang serta dihiasi seragam SMU yang ketat, rok yang beberapa centi di atas lutut, dan kaus kaki putih panjang yang menutupi keindahan betisnya. Ya, kecantikan wajah dan tubuhnya, nyaris sempurna, sangat sesuai dengan selera om-om hidung belang. Ditunjang bibirnya tipis menggoda, dan selalu dihiasi senyum nakal remaja, membuatnya sebagai magnet bagi kaum lelaki, termasuk lelaki yang baru saja diajaknya ngobrol di kelas tadi. Lelaki setengah baya yang baru saja berbicara dengan Luisa adalah Mang Hamad. Dia adalah pesuruh sekolah ini yang bertugas antara lain sebagai tukang sapu sekaligus tukang kebun sekolah. Umurnya sudah 52 tahun. Dia bertubuh tinggi besar dan berkulit hitam. Rambutnya yang putih tipis nyaris botak sedangkan kumis dan janggutnya tumbuh liar tak teratur. Tetapi yang paling tidak mengenakan untuk di lihat adalah tampanganya sangat jelek. Tahun ini dia sudah bekerja selama 12 tahun dan dia dipertahankan kepala sekolah karena sangat baik dan rajin. Murid-murid sekolah itupun sangat senang bergaul dengannya yang sangat ramah. ************************ Di sebuah kompleks perumahan Pukul 16.00 Dengan sepeda bututnya, Mang Hamad menyusuri jalan di sebuah perumahan menengah atas. Sepeda itu berhenti di sebuah rumah bertingkat dua dengan taman garasi mobil di sampingnya. Mang Hamad menjulurkan tangannya ke dalam pagar untuk mencari knop bel. Tak lama kemudian dari dalam sana keluar seorang gadis belia dengan senyuman khasnya yang nakal. Gadis itu adalah Luisa. Tubuhnya yang indah itu terbungkus hotpants ketat berwarna putih dan baju berkancing tanpa lengan yang berwarna sama dengan bawahannya. Penampilan sangat seksi dan menggoda sore itu. “Sore mang, yuk masuk!” ajak gadis itu. Maka Hamad pun akhirnya memasukkan juga sepedanya ke dalam setelah Luisa membukakan pagar untuknya. Mang Hamat mengikutinya dari belakang, sesekali matanya menatap pantat gadis itu yang bergoyang kesana-kemari dengan indahnya. Begitu bulat dan padat sempurna bokong itu sampai Mang Hamad gemas ingin meremasnya. Luisa menyuruh Mang Hamad memasukkan sepedanya ke garasi yang kebetulan hari itu kosong, yang menandakan ada yang memakai mobil keluarganya. Kemudian dia mengikuti si empunya rumah memasuki rumah itu setelah melepas alas kaki dan menaruhnya di depan pintu. “Mang Hamad bawa kan barangnya?” tanya Luisa dengan wajah penuh harap. “Bawa neng. Tapi harus cepat-cepat dikembalikan. Takut kepala sekolah tahu” “Tenang aja, cuman bentar kok” jawab Luisa dengan tersenyum puas. “Tapi duit perjanjiannya sudah ada kan neng?” “Santai saja mang. Tapi saya lihat dulu dong apa yang Mang Hamad bawa apa” “Boleh” jawab Mang Hamad seraya mengeluarkan sesuatu dari balik punggunya. “Eh mang, kita lihat di kamar Luisa aja. Ga ada orang kok” kata Luisa lalu mengajak Mang Hamad ke dalam kamarnya. Di dalam kamar, gadis itu lalu duduk di atas ranjangnya yang diikuti Mang Hamad. “Mana mang?” “Ini neng, seperti yang neng minta” kata Mang Hamad tersenyum sambil menyerahkan sebuah map berisi beberapa lembar kertas. Luisa melihat semua isi map itu dan ikut juga tersenyum bahagia. “Benar kan ini yang neng Luisa mau?” “Benar mang. Pintar juga nih si mamang” puji gadis itu “Siapa dulu dong….Hamad bin Abdul Aziz” kelakar pesuruh sekolah tua itu sambil membusungkan dadanya. “Tapi ga ada yang tahu kan?” “Sumpah ga ada neng. Tenang aja. Sekarang mana duit yang neng janjikan” Luisa terdiam sejenak. Dia memang menjanjkan sejumlah uang kepada pesuruh sekolahnya ini untuk “jasa’ yang telah dilakukan Mang Hamad. Tapi terus terang dia tidak menyangka Mang Hamad akan berhasil. Luisa sebenarnya orang yang berada. Uang jajannya terbilang banyak. Orangtuanya selalu memberikan uang jajan setiap bulan (bukan perhari seperti siswa lain), dengan jumlah yang cukup banyak untuk ukuran anak SMA. Hal itu dimaksud agar Luisa jadi disiplin dan bisa me-manage duit sendiri. Tapi sayang, gaya hidup Luisa sangat glamor, suka hura-hura. Dia memang dikenal cukup gaul, modis karena badannya memang bagus dan wajahnyapun cantik. Butuh biaya yang tidak sedikit untuk mendapatkan semua itu, maka maka tak heran baru pertengahan bulan seperti ini dia sudah kehabisan uang. Kalau sudah begitu maka jangan harap ortunya yang disiplin dalam hal keuangan itu akan memberikan uang jajan tambahan. “Mana duitnya neng? Mau mabok-mabokan dulu nih. Hehehe…” pinta Mang Hamad. “eh..gini mang…anu…..” kata Luisa terbata-bata. “Apa? Jangan bilang ga ada duit?” “Bukan begitu. Jadi gini. Duit Luisa lagi ga ada sekarang. Habis kepake. Gimana kalo saya bayar bulan depan?” “Ya elah neng. Tahu gitu ga mau deh mamang ambil resiko kayak gini” “Maaf deh mang…Bulan depan ya…beneran ini uang jajan saya sudah habis nih” kata Luisa memelas. “Masa utang. Kalo gitu ga jadi deh. Cape-cape saya nyolong ini” kata Mang Hamad sambil berdiri dan siap-siap keluar dari kamar. Luisa lalu memutar otak dengan cepat. Dia ga boleh membiarkan Mang Hamad pergi membawa “barang” itu. Karena itu sangat penting baginya. Menyangkut masa depannya. Maka dia bertekad akan melakukan apapun asal dia mendapatkannya. Agaknya terpaksa ia harus memakai cara terakhir, maka dia lalu berdiri dan memanggil Mang Hamad yang sudah di pintu kamarnya. “Mang…..” panggil Luisa pelan, suaranya dibuat sesexy mungkin. Mang Hamad menoleh ke belakang. ---------- “Apa lagi? Pokoknya ada uang ada barang.” katanya. “Jangan gitu dong mang. Lagi ga ada uang. Gimana kalo barang diganti barang?” “emang pasar loak bisa barang diganti barang” “Aku yakin barang yang ini mamang suka deh” kata Luisa menggoda. “Barang apaan?” “Mamang duduk dulu deh di ranjang ini” kata Luisa, dia lalu berjalan ke pintu kamar. “Hei.. neng mau kemana?” Luisa diam saja, pintu kamarnya itu dikuncinya lalu kembali ke arah Mang Hamad yang duduk bengong tak mengerti. Luisa sekarang berhadapan dengan Hamad. Perlahan-lahan dibukanya kaos tanpa lengennya di hadapan pria tua itu sehingga sehingga BH-nya yang warna pink dan perutnya yang mulus dan putih telah terlihat oleh Mang Hamad. Kontan Mang Hamad melotot dan kaget dengan perlakuan gadis itu. Matanya makin melotot saat Luisa juga melepaskan BH-nya, sehingga kini kedua payudaranyas terbuka lebar-lebar dan pria itu bisa melihatnya dengan bebasnya. “Barang yang ini loh yang saya maksud” kata Luisa dengan genit memamerkan dadanya. Memang payudara Luisa betul-betul indah menggoda. Keduanya begitu menantang untuk diraba-raba dan diremas-remas. Sementara kedua putingnya berwarna kemerahan nampak segar menantang untuk dikulum. Mang Hamad masih bengong tak tahu berbuat apa atas perlakukan nekat Luisa. “Mang, bagaimana kalo duit yang saya janjikan diganti dengan tubuh saya? Mang Hamad boleh menikmati tubuh saya sampai mamang puas. Tapi mamang serahkan barang itu” bujuk Luisa. Lalu tangannya menggapai tangan Mang Hamad yang berotot. Tangan Mang Hamad yang masih terbengong lalu ditempelkannya di payudaranya. Tangan kekar dan kasar itu tepat memenuhi payudara Luisa. Tangan Mang Hamad agak basah berkeringat. Tapi tiba-tiba tangan itu meremas payudara Luisa dengan lembut. “Aaahh…gitu…terus… Mang..” desah Luisa manja. “Luisa… tetek kamu indah sekali.. bening banget… kenyal lagi…”. “Asal mamang mau kasih barang itu, mamang boleh kok menikmtinya sampai puas” “Benar nih??” tanya penjaga sekolah itu seolah-olah tak percaya. “Benar Mang” kata Luisa dengan mengarahkan kepala Mang Hamad ke payudaranya. A Mang Hamad yang sudah terangsang mulai mencium payudara Luisa, dicium, dijilat, dikenyot, dihisap dan digigit putingnya yang berwarna kemerahan. “Mang.. aaahhh.. aahhh en… enak.. Mang..” “Iya… neng… pentilnya… manis nih” “Ayo mang nikmatin sepuasmu…ahhhh……” desah Luisa. Sementara payudara Luisa sedang dilahap oleh mulut Mang Hamad, tangannya mulai merambah ke paha gadis itu, dirabanya sebentar paha mulus itu lalu diturunkannya hotpants Luisa ke lantai. Kini Luisa berdiri di kamar itu dengan setengah telanjang di hadapan penjaga sekolah itu dengan hanya memakai celana dalam saja. Sungguh pemandangan yang menggairahkan. Dibantu oleh Luisa, Mang Hamad kemudian meraih celana dalam Luisa dan ditarik ke bawah hingga kaki, otomatis vaginanya yang ranum terpampang jelas dan menyerbakan aroma harum di kamar itu. “Neng Luisa…bau apa ini…wangi sekali…” “Bau ini Mang…kan Luisa baru mandi.” jawab Luisa menunjuk ke kelaminnya “Waaaww… pasti rasanya.. enak.. juga.. ya..” “Kalau Mang Hamad mau… mencoba.. boleh.. kok.. sodok aja sama ****** Mang Hamad.. yang mulai gede…” Luisa melihat batang kemaluan Mang Hamad sudah mulai mendesak dari balik celana yang dikenakannya. Tubuh Luisa lalu dibaringkan di tempat tidur. Mang Hamad melotot melihat tubuhnya yang sudah telanjang bulat, matanya terus menatap ke arah vagina Luisa. Nafasnya berubah menjadi semakin liar. Saat itu benar-benar Luisa tambah begitu sexy dan merangsang mata laki-laki ygmemandangnya. Tubuhnya yang mulus, putih dan kencang itu terpampang di atas ranjang hingga membuat darah menggelegak. “Neng Luisa, ka.. kamu… hgeehh… memek….bagus….sekali…. ka.. kamu… mau.. ya…” “Iya… Mang. selesaikan aja sekarang. Habis itu berikan barangnya ya”. Benar-benar Luisa telah menyerahkan seluruh tubuhnya kepada Hamad demi barang yang belum tahu apa. Lalu Mang Hamad berlutut di depan gadis itu, kepalanya diarahkan ke vaginaanya. Luisa menahan nafas menantikan perlakuan penjaga sekolahnya. “Ooooh. OOHHHHH. Aduuhh. Enaak!!!” Mang Hamad menyapukan lidahnya pada bibir kemaluannya. Lidahnya semakin liar saja, kini lidah itu memasuki liang vaginanya dan bertemu dengan klitorisnya. Badan Luisa bergetar seperti tersengat listrik dengan mata merem-melek. Gadis yang sudah terangsang berat itu mengelus-elus kepala Mang Hamad seraya membuka pahanya lebih lebar, kepalanya menengadah menatap langit-langit kamar. Mang Hamad nampaknya sudah pengalaman menaklukan wanita, dengan jarinya dia buka vagina Luisa sehingga lidahnya dapat menelusuri lebih ke dalam. Selain dengan lidah, Hamad juga mengerjai liang vagina gadis itu dengan jari-jarinya, jadi sambil menjilat jarinya juga aktif mengorek-ngorek liang itu sehingga area itu semakin berlendir. “Oohhh…enak banget. Hebat banget sih jilat-jilatnya….ohhh…ohhhh….” desah Luisa. Luisa, anak kelas 2 SMU yang cakep dan populer itu, yang jadi idaman seluruh cowok di sekolah itu, kini dibuat jadi tak berkutik dan mendesah-desah makin tak keruan oleh pesuruh sekolahan itu. Apalagi sekarang kedua tangan Mang Hamad meraih ke atas menggenggam dan meremas-remas masing-masing satu payudara Luisa. “Oooh. AAAHHHHHH. AAAAHHHHHHHH. AAAAAHHHHHHHHH.” Jilatan Mang Hamad itu benar-benar ampuh. Sampai-sampai membuat Luisa, cewek bermata indah itu, sekarang jadi basah kuyup vaginanya dibuatnya. Wajah Mang Hamad pun jadi ikutan basah pula kena tetesan cairan dari vaginanya. Namun dengan liar ia terus menjilati vagina basah Luisa sehingga jadi makin kuyup aja. Mang Hamad semakin memegang kendali permainan sampai akhirnya kini Luisa benar-benar pasrah dan mengikuti saja seluruh permainan Mang Hamad. Hal ini menunjukkan bahwa Mang Hamad jauh lebih berpengalaman dibanding Luisa. Kini Mang Hamad mengeluarkan kepalanya dari himpitan paha Luisa. Hal itu membuat Luisa merasa tanggung dan mau marah. Tapi dia sadar jutru dia harus bisa memuaskan lawan mainnya ini demi “perjanjian” tadi. “Ayuk, sekarang neng duduk ya,” kata Mang Hamad sambil menyuruh Luisa duduk setengah tiduran di ranjang. Sementara ia melepaskan seluruh pakaian yang melekat di tubuhnya. Nampaknya Mang Hamad ingin Luisa melihat penisnya yang akan dikeluarkan. “Neng Luisa pasti belum pernah lihat ****** orang kampung kayak punya mamang. Sekarang mamang kasih lihat. Gratis. Hehehe..” Kemudian Mang Hamad membuka resulting celananya dan menurunkan celana dalamnya sekaligus sehingga menyembullah penis yang sudah mengeras itu di depan wajah Luisa. Penis itu besar dan panjang dengan batang yang hitam dan ujungnya yang bersunat berbentuk helm tentara, membuat Luisa terkesiap karena panjangnya. Ini merupakan penis terbesar yang pernah dilihat langusng olehnya. Beda dengan punya pacarnya. Walau merasa ngeri saat membayangkan penis itu bakal mengoyak vaginanya, tapi Luisa tak bisa menyembunyikan kekagumannya. Maka tanpa diminta diapun mulai mendekati penis itu lalu mengelusnya. Tubuh Mang Hamad bergetar saat Luisa mulai meraih penis itu dan mengocoknya pelan. “Tangannya halus..enak…” desah Mang Hamad. Pelan-pelan, Luisa memajukan wajahnya, dia melanjutkan kocokannya sambil menyapukan lidahnya pada kepala penis itu, sehingga Mang Hamad mendesah merasakan belaian lidah Luisa pada penisnya serta kehangatan yang diberikan oleh ludah dan mulutnya. Setelah belasan tahun yang lalu lamanya menduda Mang Hamad kembali menikmati kehangatan tubuh wanita. Wanita muda dan cantik lagi. Dia sungguh sangat terangsang. Luisa sendiri walaupun merasa jijik dan kotor, tanpa disadari mulai terangsang dan mulai mengulum benda itu dalam mulutnya. “enaknya!!!” lenguh Mang Hamad Luisa terus memaju-mundurkan kepalanya sambil mengulum penis itu, tangannya juga ikut bekerja mengocok batangnya atau memijat buah pelirnya. Pria setengah baya itu merasa semakin keenakan sehingga tanpa sadar ia menggerak-gerakkan pinggulnya sehingga penisnya menyodoki mulut Luisa seolah menyetubuhinya. Kini Luisa berhenti memaju-mundurkan kepalanya dan hanya pasrah membiarkan mulutnya disenggamai penjaga sekolah itu itu, kepalanya dipegangi sehingga tidak bisa melepaskan diri. “Uuhhh…gitu , enak…mmmm !” gumamnya sambil memegangi kepala Luisa dan memaju-mundurkan pinggulnya. Luisa merasakan wajahnya makin tertekan ke selangkangan dan buah pelir Mang Hamad yang berbulu lebat itu, penis di dalam mulutnya semakin berdenyut-denyut dan sesekali menyentuh kerongkongannya. “Ohhh…Neng Luisa, terus…terus!” desahnya sambil membelai rambut gadis itu. Saking enaknya, pertahanan Mang Hamad langsung jebol dalam waktu kurang dari 5 menit. Wajahnya menegang dan cengkeramannya pada pundak gadis itu makin mengeras. Luisa yang menyadari lawan mainnya akan segera keluar mempergencar serangannya, kepalanya maju mundur makin cepat dan cret…cret…sperma Mang Hamad menyemprot dalam mulutnya. Dengan lihainya Luisa menelan dan menyedot cairan kental itu tanpa ada yang menetes dari mulutnya. Sungguh kenikmatan oral terdahsyat yang dialami Mang Hamad sehingga membuatnya melenguh tak karuan. “Uoohh…sedot terus neng…ajibb…jibb…jibbh!!” Luisa melakukan cleaning servicenya dengan sempurna, seluruh batang itu dia bersihkan dari sisa-sisa sperma. Setelah mulutnya lepas tak terlihat sedikitpun cairan putih itu menetes dari mulutnya. Sungguh teknik yang sempurna, demikian pikir Mang Hamad. Luisa kemudia tersenyum genit kearah Penjaga sekolahnya itu. “Neng memang gadis nakal ya, Luisa”. katanya “Asal Mamang mau bantu Luisa, apapaun saya lakukan buat Mang Hamad”. Sahut Luisa dengan masih terseyum menggoda. Mang Hamad lalu memanggil Luisa untuk duduk di pangkuannnya. Posisi mereka sekarang saling menghadap dimana Mang Hamad masih duduk di ranjang dan Luisa diatasnya. Tanpa malu-malu Luisa menuruti keinginan penjaga sekolahnya itu. Bahkan tanpa sungkan dia mencium bibir Mang Hamad. Sambil berciuman tangan Mang Hamad kembali meremas bagian-bagian sensitif tubuh gadis mungil itu. Sekarang penjaga sekolah bejat itu menyusu dari payudaranya. Pipi pria itu sampai kempot menyedot puting Luisa, sepertinya dia sangat gemas dengan payudara Luisa yang putih montok dengan puting kemerahan itu. Luisa senang-senang saja payudaranya dikenyot. Dia sendiri nampak mendesah nikmat dengan kepala menengadah dan mata terpejam. Dengan nakal dia ikut meremas-remas batang Mang Hamad yang masih lemas. Perlahan-lahan nafsu gadis itu mulai naik lagi. Begitu juga dengan Mang Hamad. Dalam tempo singkat penisnya sudah kembali bangun. “Masukin ya pak. Luisa sudah ga tahan nih’. kata Luisa yang diiyakan Mang Hamad. Luisa lalu mengakat pantatnya dan mengarahkan vaginanya ke penis yang sudah menegang maksimal itu. inilah kali pertama Luisa akan merasakan penis terbesar yang akan memasuki lubang vaginanya yang sempit. Walau sedikit ngeri, tapi nafsunya mengalahkan semuanya. Beberapa kali kepala penis itu terpeleset dan gagal masuk ke celah vagina luisa. “Susah banget sih mang. Punya mamang gede sih” “Sini mamang bantu” Mang Hamad lalu membantu dengan mengarahkan penisnya ke vagina gadis itu. Luisa mengigit bibirnya merasakan sedikit perih saat ujung kepala penis Penjaga sekolahnya itu masuk. Pelahan-lahan benda itu meluncur masuk ke dalam miliknya. “Pelan-pelan mang. Sakit….” “Iya neng. Memeknya kesempitan sih” Luisa merintih menahan nyeri saat penis besar itu menyeruak perlahan ke dalam kemaluannya yang sempit, demikian juga Mang Hamad meringis menahan nikmat merasakan penisnya tergesek dinding vagina gadis itu. Dengan beberapa kali gerakan tarik dorong yang keras maupun lembut, penis itu akhirnya terbenam setengahnya ke dalam vagina Luisa. Itupun Luisa sudah merasa penuh sekali. Penis itu terasa sangat sesak di liang vaginanya, ini memang bukan pertama kalinya bagi Luisa, namun penis mantan pacarnya Johan tidaklah sebesar milik Mang Hamad. Dan ketika dengan kasar Mang Hamad tiba-tiba menekankan batangnya seluruhnya hingga amblas. Luisa tak kuasa menahan diri untuk tidak memekik. Perasaan luar biasa bercampur pedih menguasai dirinya, hingga badannya mengejang beberapa detik. “ahh……….mang……ohhhhhhh…….sakit……..” Luisa melolong dengan panjang. “Oohh…enak banget Neng, sempit, legit, padahal udah gak perawan…!” katanya sambil menggoyangkan pinggulnya pelan-pelan kemudian makin lama makin cepat. Luisa sungguh tak kuasa untuk tidak merintih setiap dia menggerakkan tubuhnya, gesekan demi gesekan di dinding dalam liang vaginanya sungguh membuatnya seperti terbang tinggi. Mereka bersetubuh dengan gaya woman on top. “Oh, Luisa…… memekmu…bener-bener masih seret, ohh..ohhh !” puji Mang Hamad ditengah genjotannya. Luisa hanya hanya memejamkan mata sambil mendesah. Dia sudah mulai bisa menikmati penis Mang Hamad di liangnya. Bahkan dia sekarang mulai ikut menggoyang-goyangkan pantatnya di atas penis hitam itu. “Oh, mang….ohhhh…ohhhhhh…..e..nak……” desah Luisa. Dia memacu dan menggoyangkan pinggulnya pada pangkuan Mang Hamad dengan penuh semangat. Ketika memandang ke depan, dilihatnya wajah orang tua itu sedang menatapnya dengan takjub, segaris senyum terlihat pada bibirnya, senyum kenikmatan karena telah berhasil menikmati gadis terpopuler di sekolah ini. “Kamu benar-benar cantik neng. teteknya juga bagus”. ujarnya. Dengan posisi demikian, Mang Hamad dapat mengenyot payudara Luisa sambil menikmati goyangan pinggulnya. Kedua tangannya meraih sepasang gunung kembar itu, mulutnya lalu mencium dan mengisap putingnya secara bergantian. Remasan dan gigitannya yang terkadang kasar menyebabkan Luisa makin melayang, dia makin lama makin cepat mengoyangkan pinggulnya diatas tubuh Mang Hamad. Di ambang klimaks, tanpa sadar Luisa memeluk Mang Hamad dan dibalas dengan pagutan di mulutnya. Mereka berpagutan sampai Luisa mendesis panjang dengan tubuh mengejang. ‘Oh..mang….Luisa ….mau ke….lu….ar….rrrrr” Jerit Luisa. Sekitar 2 menit kemudian, tubuh Luisa meliung keras, menjerit menahan desah, saat berhasil mencapai orgasme, matanya membeliak dan tubuhnya berkelejotan. Mang Hamad masih erus mengenjot hingga orgasmena makin panjang. Vagina Luisa berdenyut kencang seolah menghisap penis Mang Hamad dan mencengkeram penis itu keras sekali. Meski begitu, entah apa yang menjadi doping Mang Hamad, penis penjaga sekolah itu tetap saja berdiri tegak seperti tongkat baja yang tidak bisa lemas. Penis itu terus menyodok vagina Luisa meski gadis cantik itu sudah kepayahan. Mang Hamad lalu mendekap tubuh telanjang Luisa, lalu masih dengan kemaluan yang menyatu, mereka lalu berlutut di lantai. Mang Hamad kemudian menunggingkan pantat Luisa, memaksa gadis cantik itu berposisi merangkak dengan bertumpu pada lutut dan siku. Dengan posisi pantat Luisa yang menungging lebih tinggi dari kepala, Mang Hamad makin leluasa menggagahi wanita cantik itu. Dia melebarkan kedua kaki Luisa, membuat vagina wanita itu kembali membuka. Segera saja penis Mang Hamad kembali menggenjot vagina gadis seksi itu secara brutal. “Ahhkh… aahh… oohh…” Luisa merintih-rintih lirih merasakan vaginanya kembali digenjot oleh penis Mang Hamad. Tubuhnya kian lemas mengalami percintaan yang begitu lama. Lenguhan dan erangan Luisa akhirnya lenyap sama sekali dan hanya menyisakan rintihan-rintihan tak berdaya. Tubuh mulusnya yang telanjang bulat tersentak maju mundur dengan pasrah mengikuti sodokan penis Mang Hamad pada vaginanya. Tubuhnya benar-benar terasa letih dan lemas. Meski begitu gelombang orgasme terus-menerus menghajar tubuhnya, membuat Luisa hanya bisa menggeliat lemah dan menggigit bibir merasakan kenikmatan yang sekaligus sangat menyakitkan. “enak sekali memek neng Luisa…beruntung sekali mamang…ha…ha….” Jerit Mang Hamad bagai kesetanan. Penis Mang Hamad dengan kasar menyodok-nyodok vaginanya berulang-ulang. Cairan vagina Luisa yang membludak seolah berbuih melicinkan gesekan penis Mang Hamad pada dinding vaginanya. Sebagian cairan vagina itu mengalir membasahi paha Luisa sebelah dalam. Mang Hamad kian ganas mengenjot Luisa. dengan tangan terus-menerus meremas-remas pantat Luisa, penis Mang Hamad menyodok vagina anak 17 tahun yang cantik itu dengan gerakan tidak teratur, kadang cepat kadang pelan, membuat Luisa kian tersiksa oleh kenikmatan yang kembali mendera tubuhnya. Kadang-kadang saking terangsangnya, Luisa menggoyangkan pantatnya sendiri maju mundur untuk mempercepat sodokan penis Mang Hamad pada vaginanya. Mang Hamad tertawa senang di tengah dengus kenikmatannya menyaksikan Luisa yang menggoyangkan pantatnya sendiri. ---------- “He he he.. Oke juga nih neng..” Mang Hamad tertawa. “Ayo, goyang terus… Ayo.. terus…” Mang Hamad menyemangati. Dia lalu menghentikan sodokan penisnya sama sekali, untuk mengetahui reaksi Luisa. Secara reflek Luisa langsung menggerakkan pantatnya lebih kuat dan lebih cepat. Orgasme berkali-kali telah membuat Luisa kehilangan kendali atas tubuhnya sendiri. yang dia inginkan sekarang hanyalah bagaimana meraih kenikmatan seksual sebanyak mungkin. Karena itulah Luisa terus menerus menggoyangkan pantatnya membuat vaginanya tetap terpompa oleh penis Mang Hamad. Sementara itu Mang Hamad juga mengimbangi gerakan pantat Luisa yang kian liar. Mang Hamad memegangi pinggul Luisa lalu menarik pinggul yang bulat itu maju mundur mempercepat goyangan pantat Luisa. “Ayo.. terus.. goyang terus..” Mang Hamad menyemangati Luisa yang makin liar, sementara tangannya terus meremasi pantat Luisa yang montok dengan penuh kegemasan. Luisa kian tak tahan menerima sodokan penis Mang Hamad. Perlakuan Mang Hamad yang brutal ternyata justru membuat orgasme Luisa lebih cepat meninggi. Luisa merasakan gelombang orgasme kembali meregangkan syaraf seksualnya mencoba menembus pertahanannya. “Udah dulu mang, cape…” “Tapi Mamang belum cape neng…kalau mau udahan silakan tapi perjanjian kita batal” ancamnya. “Ok..ok lanjutin ajah mang” Kat Luisa tak punya pilihan, Merasa belum terpuaskan dengan posisi doggy style yang dipraktekkannya, Mang Hamad memaksa Luisa kembali menelentang di lantai, lalu direntangkannya kedua tangan Luisa ke samping dan dipeganginya pergelangan tangan wanita itu erat-erat. Kemudian kembali penis Mang Hamad menyodok-nyodok vagina Luisa. Luisa tidak bisa bergerak dengan posisi seperti itu. Tubuh Mang Hamad yang besar menindih tubuh putih mulus Luisa dengan ketat. Sodokan penis Mang Hamad menggenjot vagina Luisa dengan begitu kasar membuat pantat Luisa sampai terbanting-banting keras di lantai marmer yang dingin. Luisa yang sudah tidak punya tenaga lagi hanya bisa pasrah dan berharap ini cepat berakhir. Meski begitu Luisa harus menunggu cukup lama untuk itu. Selang sepuluh menitan Mang Hamad menggenjotkan penisnya, tubuh Luisa kembali menggeliat dan mengejang, hanya kali ini terlalu lemah. “Ohh… aahh…” Luisa mengerang lirih dengan tubuh mengejang dan gemetar. Dari vaginanya yang kembali berdenyut keras, Mang Hamad segera tahu kalau gadis cantik yang sedang digagahinya itu kembali mengalami orgasme. Vagina Luisa mencengkeram penis Mang Hamad dengan kuat seolah hendak membetot penis itu sampai lepas. “Udah dulu mang….aduh capek…istirahat dulu….” Desah Luisa. Kali inin Mang Hamad menurut saja. Dia juga mau mengistirahtkan penisnya yang dari tadi `bekerja keras`. Dia lalu membopong Luisa. Direbahkannya gadis itu di atas ranjang. Luisa telentang dengan lemasnya. Entah sudah berapa kali dia orgame. Tapi dia tahu ini belum selesai. Luisa menerima minuman yang diberikan Mang Hamad. Kerongkongannya yang tadinya kering kembali terisi. Mang Hamad juga membantu Luisa mengurangi lemasnya dengan memijat-mijat gadis itu. Pukul 17.40 “Terima kasih neng. Ini baru bayaran yang sepadan” “Ya udah. Sekarang mana “barang” nya. Saya butuh banget” sahut Luisa “Tuh ambil!” Mang Hamad mengeluarkan lembaran itu dari saku celananya pada Luisa. Luisa tersenyum lalu ia buru-buru menyalin semua yang dalam kertas pada sebuah catatan kecil. Lima belas menit kemudian Mang Hamad pun meninggalkan rumah Luisa dengan penuh kepuasan ************************ Keesokan harinya Pukul 13.40 Sekolah sudah lenggang setelah bubaran jam 13.15 tadi, tidak ada kegiatan ekskul karena ini adalah minggu ujian. Di sebuah toilet di tingkat 3 yang jarang dilewati orang terdengar sayup-sayup suara desahan dari dalam. “Aaah…iyahhh Mang, lebih keras dikit…ahhh….aahhhh!!!” erang Luisa yang bersandar pada tembok dan menerima hujaman penis Mang Hamad pada vaginanya. Seluruh kancing seragam gadis itu telah terbuka dan cup bra nya telah terangkat ke atas, demikian juga celana dalamnya telah tergeletak di lantai dan roknya terangkat hingga pinggang. Crettt….crettt…beberapa kali semprotan sperma Bang Hamad mendarat di buah pantatnya yang sekal. Kedua insan itu baru saja mencapai puncak kenikmatan bersama di toilet itu. “hihihi…untung ada Mang Hamad jadi tadi ujiannya lancar!” kata Luisa agak lemas sambil mulai mengancingkan kembali kemejanya. “Pokoknya kalau Neng butuh bantuan sih cari aja Hamad bin Abdul Aziz, dijamin tokcer…asal imbalannya juga asyik punya dong hehhee!” kelakarnya genit sambil membelai pantat Luisa. Ya…lembaran yang sejak kemarin sangat diinginkan Luisa itu tak lain adalah kunci jawaban pilihan ganda untuk UTS IPA hari ini. Luisa memang terbilang agak kurang dalam bidang studi satu ini, terutama kimia yang membuatnya sangat frustasi. Dengan kunci jawaban hasil curian Bang Hamad kemarin ia dapat mengerjakan ujian tadi dengan lancar, tentunya tidak semuanya dijawab sama persis seperti di kunci demi menghindari kecurigaan para guru. Sebagai harganya ia harus merelakan tubuhnya dinikmati oleh si penjaga sekolah tua itu. “Udah ya Mang, saya pulang dulu…inget di luar jangan macem-macem loh, gak enak kalau diliat orang!” Luisa mewanti-wanti pria itu setelah membenahi diri dan hendak keluar dari toilet itu. “Tenang neng…tenang, Mamang juga bisa dipecat atuh kalau ketahuan gitu hehehe” jawab Mang Hamad terkekeh-kekeh. Sampai di tempat parkir, Luisa tampak bingung mencari-cari sesuatu di saku bajunya hingga tasnya. “Ininya ketinggalan Neng?” tanya sebuah suara dari belakang yang mengejutkannya. “Duh Mang, ngagetin aja, makasih ya, kayanya jatuh di atas tadi” Luisa pun menerima kunci mobilnya dari tangan Mang Hamad lalu menekan remotenya hingga pintu tidak terkunci. Luisa masuk ke jok kemudi, tapi sebelum ia sempat menutup pintu mobil, tiba-tiba Mang Hamad menahannya dan merangsek ke dalam menindih tubuh gadis itu. “Mang…apa-apaan ini…aahhh…jangan! Aahhh!!” erang Luisa terkejut. Selanjutnya pintu mobil tertutup dan mobil itu sedikit bergoyang-goyang, Mang Hamad nampaknya tidak puas-puasnya menikmati kehangatan tubuh si bunga sekolah itu. |
| Rafael Heart Raflatahugs bangun+rumah 's link Hai, blast.. cerbungnya aku post semoga kalian seuka ya... maaf kalo cerbungnya typo, jelek, ngeboseni, dll karena saya masih penulis amatir.... :D Happy reading... ************** Pagi yang cerah, matahari mulaimemasuki celah” gorden kamar cewek manis ini. Sara Fadilla atau cewek yangsering dipanggil “Sara”, dia adalah cewek cantik, ramah, dan baik hati. Tapi,dia sering kesal dengan nasibnya karena sampai dia SMA ini dia belum pernahmendapatkan cinta seseorang yang dia suka. “Adek, cepet bangun! Nanti terlambat.” Mamanya mencobamembangunkan. Tunggu deh, adek?? Ya, memang mama Sara menanggilnya adek, dankakak untuk memanggil kakak Sara. “Iya, 5 menit lagi.” Sara setengah sadar. “kamu ini, hari ini kan hari pertama kamu masuk sekolah.” Mama Sara. *critanyaudah MOS ya :D Sara membolakan matanya dan segerabangkit dari tidurnya. “oh iya, aku lupa. Ya udah aku mandi dulu ya ma.” Sara segera menuju kamarmandi. “ya udah gih cepet, nanti berangkat sama kakak ya.” Mama Sara sedikitberteriak. “iya.” Teriak Sara dari dalam kamar mandi. Tak lamakemudian, setelah selesai mandi Sara segera memakai seragamnya dengan rapi. Diamembiarkan rambutnya terurai dan memoleskan bedak tidak terlalu tebal karna diasuka natural. Setelah selesai, Sara segera menuruni satu persatu anak tanggamenuju ruang makan. Terlihat, semua sudah berkumpul. “Pagi ma,pa..” Sara. “Pagi sayang.” Mama dan papa Sara. “Pagi kakak ku yang ganteng dan kece.. :D” Sara. “Pagi juga adek ku yang cantik.” Kakak Sara. Dia adalahBisma Karisma, kakak Sara yang sayang banget sama adiknya ini. Sangking sayangnya,Bisma tak mau terjadi apa” dengan adiknya. Dia mencoba jadi kakak yang terbaikuntuk Sara. Bisma ini sudah kuliah. Selesaimakan, Sara dan Bisma segera berangkat. “Kita berangkat ya ma,pa .” Bisma. “Iya.” Papa. “Da ma, da pa..” Sara. “Hati” ya sayang.” Mama. “iya.” Sara. ***** Sampailahmereka didepan sekolah Sara. “Da, kak. Aku masuk dulu ya.” Sara. “iya, nanti kakak jemput ya.” Bisma. “oke.” Sara. Sara lalu menuju kelas barunya, saatberada di lorong sekolah tak sengaja Sara menabrak seseorang. Brukk!! “Aww,,” rintih Sara. “Eh sorry, sini gue bantu.” Cowok yang menabrak Sara mengulurkan tangannya. “Mmm.. nggak pa” kok.” Sara. “Eh, gue kesana dulu ya. Gue buru”.” Ucap cowok itu. “I..iya.” Sara. “Siapa ya cowok itu? Ganteng deh, ah bodo.” Sara lalu menuju kelasnya. Saat diamemasuki kelas terlihat ada sahabatnya yang ternyata satu kelas dengannya. “Fara..” panggil Sara. “Sara, kita satu kelas ya.” Fara. Anatyassyafara atau yang di panggil Fara ini adalah sahabat Sara dari SMP. Merekasudah akarab sekali karena Fara juga sering bermain ke rumah Sara. “Iya, eh tau nggak gue tadi nabrak cowok ganteng banget tau.”Sara. “Siapa? Tapi loe jangan kayak dulu” ya. Susah banget dapetin cowok.” Fara. “ye.. loe ngledek atau ngehina gue?” Sara. “Santai aja kali, becanda tau. Hahaha.” Fara. Saat bercanda dengan Fara, cowokyang tadi nabrak Sara memasuki kelas. “Eh, itukan cowok yang nabrak gue tadi.” Sara. “Yang bener loe.” Fara. “Iya, gue nggak bohong.” Sara. Cowok itu mendekati Sara. “Eh, loe yang tadi kan.” Cowok. “I..ya.” Sara. “Sorry ya tadi gue nggak sengaja, oh iya nama loe siapa?” cowok. “Gue Sara Fadilla, panggil aja Sara? Kalo loe?” sara. “Nam ague…." Hayooo siapa tu cowok... makasi ya udah baca cerbung jelek ini :D add me : Briena Shabrina Karisma Tanubrata and folloe : @shabrinaputeri #admin1 |
| Weare JD Author bangun+rumah 's link Caution : There are so many typo(s), gaje, abal and bad words. Try to appreciate others work. Like and comment. Happy reading. “Trust me” ************* Justin Bieber’s Point of View Lelah sekali. Aku baru saja menginjakkan kaki ke apartment-ku. Sudah pukul 2 pagi. Kepalaku sangat pusing karena meminum 4 gelas absinth yang memiliki kadar alkhohol 74%. Haha. Aku baru tahu minuman itu benar-benar membuat otakku mati rasa. London benar-benar kota yang unik. Aku terduduk di sofa ku yang nyaman. Memikirkan kilas balik antara aku dan Connie. Connie Latreburie Orion. Kekasihku sekaligus cinta pertamaku. Mencintainya benar-benar membutuhkan usaha extra keras. Susah sekali mendapatkannya. Hanya dia yang mampu membuatku tersenyum hanya dia yang mampu membuatku bahagia. Hanya dia yang membuatku ingin membunuhnya. Dan hanya dialah gadis yang takkan pernah kulupakan. Wajahnya, bibirnya, semuanya. Aku pun melangkahkan kakiku ke kamar mandi untuk menyegarkan diri dan pikiranku. Setelah itu, aku pergi ke kamarku dan berbaring. Pikiran akan gadis raksasa itu mengusik otak dan hatiku. Heran sekali. Tak mungkin seleraku menjadi jatuh—maksudku, lihat saja tubuhnya yang mengerikan dengan lemak-lemak yang menempel di tubuhnya. Sangat menjijikkan. Namun mata dan rambut brunette nya benar-benar indah dan harum. Kalau saja ia kurus. Kalau saja ia langsing. Kalau saja..ah..aku rasa aku mulai menyukainya. Namun tak mungkin. Aku takkan pernah menyiksa orang yang kucintai. Baiklah, aku bohong. Aku bahkan mampu untuk membunuh orang yang kucintai. Sekalipun itu ibuku sendiri. Kau pasti penasaran tentang Connie Latreburie Orion bukan? ia adalah kekasihku 2 tahun yang lalu. Dan 7 bulan yang lalu aku membunuh keluarganya tanpa sisa. Keluarga besarnya. 4 keluarga besar Orion yang benar-benar kucintai. Connie mati tepat di depan mataku dengan pistol yang kuacungkan ke perutnya. Sebenarnya, aku sengaja tak mengarahkan ke jantungnya agar ia masih dapat diselamatkan. Namun orang-orang medis berkata bahwa ia di divonis 99,9% meninggal. Aku hanya pasrah. Dan seumur hidupku, hanya pada saat itulah aku merasakan penyesalan yang sangat dalam. Ia berharap aku tak dilahirkan. Aku membencinya. Namun di satu sisi aku mencintainya. Itulah yang mengakibatkan diriku begitu hancur. Ergh. Aku harus menyiapkkan pakaian untuk Prom Night besok. Sejujurnya, aku hanya ingin datang karena ada Blue. Kalau Blue tak datang, aku benar-benar harus memberi dia pelajaran. Aku pun langsung terlelap dengan mimpi yang kosong. ************ Aku benar-benar tak bisa tidur. Suara tempat tidur yang berderat-derit diakibatkan oleh tubuhku yang terus berguling kesana dan kemari. Aku mencintai Justin. Sangat, batin Blue. Ia tersenyum sendiri saat membayangkan kejadian dimana Justin selalu bermain dengan rambutnya. Hei, wajar saja bukan aku tersenyum dikarenakan tindakan Pangeran Diktator yang manis itu? Walaupun kadang-kadang saja, batin Blue lagi. Aku bingung apakah aku harus pergi ke Prom Night itu atau tidak. Sepertinya, aku akan memutuskannya esok pagi saja. Gradasi oranye memasuki jendela kamar ku dengan nakal. Berusaha membangunkan sang pemilik kamar yang benar-benar terlelap layaknya putri manis yang tengah tertidur. Aku takkan sekolah hari ini. Bagaimana mungkin aku sekolah, jika Mark telah membuatku izin untuk 2 minggu untuk tak datang ke sekolah? Dan aku benar-benar lupa memberitahu Justin akan hal ini. Hell! Emang siapa Justin? Pacar saja bukan. Aku pun bangun dan langsung pergi ke kamar mandi untuk menyegarkan diri. Sehabis mandi, aku turun ke bawah dan menemukan ayahku dan kakakku yang telah rapi. “Morning Dad, apa yang akan kau lakukan hari ini? Aku kira kau akan cuti selama seminggu ini untuk menemani kami berdua bukan?” tanyaku manja. Ayahku selama beberapa bulan ini sangat sibuk sehingga baru minggu inilah ia dapat meluangkan waktunya untuk kami berdua. Aku sangat mencintainya. “Yes My Big Girl. I will spend my whole week with you guys. We’re gonna have fun!” ujar ayahku riang. Aku suka sekali mendengarmya berbicara dengan kegembiraan yang jelas dari kata-katanya. “Theron, siapkan barang-barang kita. Besok kita akan berlibur ke Amerika. Aku telah menyiapkan tiketnya.” Ujar ayahku lagi sambil mengedipkan sebekah matanya kepadaku. “Benarkah Dad? Aku benar-benar tak menyangka! Aku mencintaimu Dad!” teriak Theron dengan bahagia. Benar-benar seperti anak kecil. “Yah, sekalian merayakan seseorang yang sedang berulang tahun.” Lanjut Dadku lagi. Ulang tahun? Siapa? Shit! Aku menepuk jidatku. Hari ini tepat tanggal 22 May adalah ulang tahunku! “Happy Birthday darling. Hadiahmu besok yah. Liburan ke Amerika adalah satu-satunya hadiah yang dapat Dad beri.” Kata Dad sambil tersenyum lembut kepadaku. “Dan ini hadiah dariku Bubble!” kata Theron gembira. Aku langsung membuka bungkusan berwarna emas itu dan beisi kotak dan sebuah album foto. Aku membuka album itu dan isinya benar-benar membuatku terharu. Di album itu terdapat banyak sekali kenanganku, Theron, dan Dad. Hanya beberapa dengan Mom. Dan kotak itu berisi buku. Buku diary kenangan yang berisi cerita tentang aku, Dad, Theron dan Mom. Aku bahagia. Aku mencintai mereka berdua. Sangat. Aku langsung memeluk mereka berdua dan melanjutkan makan pagiku. Ah. Aku lupa bahwa aku ingin menanyakan pendapat mereka tentang Prom Night yang diadakan di sekolahku. “Dad, Theron, bagaimana pendapat kalian, apakah sebaikya aku pergi ke acara Prom yang diadakan di sekolahku atau dirumah saja?” “Kau lebih menginginkan mengikuti acara yang tak kau sukai atau pergi menonton dengan kami nanti malam?” balas Theron sambil tersenytum nakal. Well, tentu saja aku lebih memilih untuk menonton bersama keluargaku. “Tentu saja aku lebih memilih untuk pergi bersama kalian. Tapi apa kalian sudah memesan tiketnya? Dan jam berapa kita akan pergi?” “Kami memesan tiket jam 9 malam, dengan artian kita akan berangkat jam setengah Sembilan. Ah ya, kita akan menonton Iron Man 3.” “Baiklah. Aku senang akan seleramu akan film terus meningkat Theron.” Ucapku sambil menjulurkan lidahku. Haha. Lucu sekali melihat wajahnya yang cemberut. Sehabis sarapan pagi, aku dan Theron pergi ke Market terdekat untuk membeli beberapa snack yang akan kami bawa. Bayangkan saja kami akan berlibur ke Amerika selama seminggu penuh. Aku benar-benar gembira. Tiba-tiba aku merasakan handphoneku bergetar. Ada pesan masuk yang kuyakini dari Justin. From : Dictator Prince Hei, pig. Jangan lupa datang ke acara nanti malam. Kau harus datang tepat pukul tujuh. Atau aku akan memberimu pelajaran. Sialan sekali. Siapa dia berani-beraninya mengatur diriku? Hell! Aku tak membalas pesannya dan melanjutkan berbelanja dengan Theron. Sesampai dirumah kami berkemas-kemas dan membersihkan rumah agar tak terlalu berdebu jika kami telah pulang ke rumah. Tak terasa waktu sudah meunjukkan pukul setengah delapan. Aku dan Theron bergegas untuk mandi dan bersiap-siap untuk pergi menonton dengan ayahku. Aku sangat gembira. Hehe Setelah 30 menit, ayahku dan Theron sedang menyiapkan mobil di depan rumah kami. Namun, aku benar-benar tak menyangka akan melihat sesosok pangeran tampan di luar gerbang rumahku. Ia memanggilku untuk menghampirinya. Ergh. Sungguh mengganggu! Hidupku benar-benar tak tenang akan kedatangannya. “Dad, tunggu aku sebentar saja. Aku akan menghampiri temanku yang sedang berada di luar. Hanya sebentar saja, ok?” “Haha, baiklah sayang. Lagian dompetku juga tertinggal di dalam. Theron juga sedang menyiapkan mobil. Tenang saja. Kita tak terburu-buru kok.” Ucap ayahku sambil tertawa renyah. Aku pun segera mengahmpiri Justin yang menungguku dengan ekspresi yang benar-benar..ah tak tahulah. “Apa yang kau lakukan disini, eh?” “Apa yang aku lakukan? Sial sekali kau! Aku lelah menunggumu di acara murahan itu selama 2 jam dan sekarang aku melihat kau akan berpergian dengan keluargamu. Hello? Apakah kau ingin kusiksa lagi? Kau tahu bahwa kekuasaanku sangatlah mendominasi di wilayah manapun!” “Sudahlah, Bieber. Aku lelah. Lelah melihatmu seperti ini. Tidakkah kau lelah menyiksaku? Apakah hal itu benar-benar berguna? Kau bajingan Just.” Ucapku lemah. Aku benar-benar tak tahan dengannya. “Kau ikut aku sekarang atau aku akan meledakkan keluargamu.” Tepat disaat akhir perkataan Justin, bangunan indah nan asri yang berada tepat berada di belakangku meledak. Membuat tanah yang kupijak berguncang. Aku tak menyangka. Aku berbalik dan melihat dengan mata kepalaku sendiri. Melihat kobaran apai yang melalap habis rumahku. Bukan hanya rumahku, namun ayahku dan juga kakakku. Keluarga yang kucintai dan satu-satunya telah tiada. Dan semua itu diakibatkan oleh ulah Justin. Justin Bieber telah membunuh keluargaku. Aku berlari menuju ke dalam rumah namun aku merasa tanganku ditarik dengan kuat oleh Justin. “Sialan kau bajingan! Kau telah membunuh keluarga! Kau benar-benar merusak hidupku! Kau sial! Aku membencimu! Aku membencimu hingga akhir nyawaku! ARGH!” aku berteriak dan meronta dari genggamannya. “Tenang, Blue. Percaya padaku. Aku tak mungkin melakukannya terhadap dirimu. Kau—“ “TAK PERNAH SEKALIPUN AKU AKAN PERCAYA PADAMU KAU BAJINGAN! KAU MEMBUNUH ORANG TUAKU TEPAT DI DEPAN MATAKU! WHOA! HEBAT!” teriakku penuh emosi. Air mata mengalir membanjiri kedua belah pipi tembamku. “Ah. Tak mungkin aku melaporkan hal ini ke polisi bukan? Kuasamu berada di mana-mana. Terima kasih atas segala penyiksaan yang kau beri. Aku harap kau dapat hidup bahagia dengan segala tingkah lau bajinganmu itu. Cuih!” ludahku dan meninggalkan Justin. Namun aku dapat mendengar ucapannya yang terakhir sebelum aku beranjak meninggalkannya. “Trust me” ************ Gadis itu berjalan tak tentu arah. Sesekali terjatuh akibat mentalnya yang tak kuat saat melihat kematian ayah dan kakaknya di depan matanya sendiri. Demi apapun didunia ini, ia akan berjanji membalas segala perlakuan Justin terhadapnya. Air mata gadis itu tak berhenti mengalir. Lalu Ia tersentak mengingat bahwa tas yang disandangnya ini adalah tas favoritnya, dimana di dalamnya terdapat passport dan tiket pesawat ke Amerika yang dipesankan oleh ayahnya. Ia akan berkelana sendiri ke Amerika untuk mencari berbagai cara untuk membalas seluruh yang prilaku Justin yang benar-benar menghancurkan hidupnya. Di satu sisi, lelaki itu benar-benar tak habis pikir. Mengapa semuanya menjadi begitu rumit? Lelaki itu terkejut. Seharusnya, ia bisa saja bersikap biasa seandainya ledakkan itu benar-benar dibuat olehnya. Namun, sayang sekali ledakkan itu bukan dihasilkan dari perintahnya. Kanan-kirinya terdapat mobil pemadam kebakaran dan beberapa ambulance serta polisi. Terdapat 2 mayat yang benar-benar hancur. Yang Justin yakini, merupakan mayat ayah dan kakak Blue. Ia mennyesal. Seharusnya ia tak boleh berkata sembarangan yang mengakibatkan musuhnya maju satu langkah lebih darinya. Yap. Justin Bieber tentu saja memiliki banyak musuh. Namun, ia tak menyangka bahwa musuhnya akan senekat ini. Ia bejanji akan mencari tahu apa dan siapa yang telah melakukan semua ini. Dan ia akan menjelaskannya kepada Blue. Ia harus membuat gadis itu percaya padanya. Percaya bahwa bukan ia yang melakukan pembunuhan atas orang tuamya. ************ 6 tahun kemudian Heathrow Airport 3.45 p.m 22 May 2019 Seorang gadis langsing nan cantik melangkahkan kaki jenjangnya keluar dari pesawat yang ditumpanginya. Gayanya modis dan sexy. Dada yang benar-benar montok. Pinggul yang langsing. Bibir yang mungil dan indah serta merah merekah dan yang menyempurnakannya adalah matanya yang unik. Tak tahu apakah berwarnah abu-abu atau biru. Di belakangnya terdapat 3 orang bodyguard berbadan besar dan seorang lelaki tampan berada tepat disampingnya “Ah..London..My lovely hometown. Ergh, Miss everything in this town. But, my intention is to take a revenge. Because, Revenge is the only way to destroy him.” Kay. This is the 4th part. And, what do you think? Give me some opinion about this part I know this part is really bad. But, thanks for everyone who likes and read it. Love you guys x |
| Cerita Hot 18+ bangun+rumah 's link Namaku Hendriansyah, biasa dipanggil Hendri. Saat ini aku kuliah di salah satu Akademi Pariwisata sambil bekerja di sebuah hotel bintang lima di Denpasar, Bali. Kisah yang aku ceritakan ini adalah kisah nyata yang terjadi terjadi saat aku masih duduk di kelas II SMA, di kota Jember, Jawa Timur. Saat itu aku tinggal di sebuah gang di pusat kota Jember. Di depan rumahku tinggalah seorang wanita, Nia Ramawati namanya, tapi ia biasa dipanggil Ninik. Usianya saat itu sekitar 24 tahun, karena itu aku selalu memanggilnya Mbak Ninik. Ia bekerja sebagai kasir pada sebuah departemen store di kotaku. Ia cukup cantik, jika dilihat mirip bintang sinetron Sarah Vi, kulitnya putih, rambutnya hitam panjang sebahu. Namun yang paling membuatku betah melihatnya adalah buah dadanya yang indah. Kira-kira ukurannya 36B, buah dada itu nampak serasi dengan bentuk tubuhnya yang langsing. Keindahan tubuh Mbak Ninik tampak semakin aduhai saat aku melihat pantatnya. Kali ini aku tidak bisa berbohong, ingin sekali kuremas-remas pantatnya yang aduhai itu. Bahkan jika Mbak Ninik memintaku mencium pantatnya akan kulakukan. Satu hal lagi yang membuatku betah melihatnya adalah bibirnya yang merah. Ingin sekali aku mencium bibir yang merekah itu. Tentu akan sangat nikmat saat membayangkan keindahan tubuhnya. Setiap pagi saat menyapu teras rumahnya, Mbak Ninik selalu menggunakan kaos tanpa lengan dan hanya mengenakan celana pendek. Jika ia sedang menunduk, sering kali aku melihat bayangan celana dalamnya berbentuk segi tiga. Saat itu penisku langsung berdiri dibuatnya. Apalagi jika saat menunduk tidak terlihat bayangan celana dalamnya, aku selalu berpikir, wah pasti ia tidak memakai celana dalam. Kemudian aku membayangkan bagaimana ya tubuh Mbak Ninik jika sedang bugil, rambut vaginanya lebat apa tidak ya. Itulah yang selalu muncul dalam pikiranku setiap pagi, dan selalu penisku berdiri dibuatnya. Bahkan aku berjanji dalam hati jika keinginanku terkabul, aku akan menciumi seluruh bagian tubuh Mbak Ninik. Terutama bagian pantat, buah dada dan vaginanya, akan kujilati sampai puas. Malam itu, aku pergi ke rumah Ferri, latihan musik untuk pementasan di sekolah. Kebetulan orang tua dan saudaraku pergi ke luar kota. Jadi aku sendirian di rumah. Kunci kubawa dan kumasukkan saku jaket. Karena latihan sampai malam aku keletihan dan tertidur, sehingga terlupa saat jaketku dipakai Baron, temanku yang main drum. Aku baru menyadari saat sudah sampai di teras rumah. "Waduh kunci terbawa Baron," ucapku dalam hati. Padahal rumah Baron cukup jauh juga. Apalagi sudah larut malam, sehingga untuk kembali dan numpang tidur di rumah Ferri tentu tidak sopan. Terpaksa aku tidur di teras rumah, ya itung-itung sambil jaga malam. "Lho masih di luar Hen.." Aku tertegun mendengar sapaan itu, ternyata Mbak Ninik baru pulang. "Eh iya.. Mbak Ninik juga baru pulang," ucapku membalas sapaannya. "Iya, tadi setelah pulang kerja, aku mampir ke rumah teman yang ulang tahun," jawabnya. "Kok kamu tidur di luar Hen." "Anu.. kuncinya terbawa teman, jadi ya nggak bisa masuk," jawabku. Sebetulnya aku berharap agar Mbak Ninik memberiku tumpangan tidur di rumahnya. Selanjutnya Mbak Ninik membuka pintu rumah, tapi kelihatannya ia mengalami kesulitaan. Sebab setelah dipaksa-paksa pintunya tetap tidak mau terbuka. Melihat hal itu aku segera menghampiri dan menawarkan bantuan. "Kenapa Mbak, pintunya macet.." "Iya, memang sejak kemarin pintunya agak rusak, aku lupa memanggil tukang untuk memperbaikinya." jawab Mbak Ninik. "Kamu bisa membukanya, Hen." lanjutnya. "Coba Mbak, saya bantu." jawabku, sambil mengambil obeng dan tang dari motorku. Aku mulai bergaya, ya sedikit-sedikit aku juga punya bakat Mc Gayver. Namun yang membuatku sangat bersemangat adalah harapan agar Mbak Ninik memberiku tumpangan tidur di rumahnya. "Kletek.. kletek..." akhirnya pintu terbuka. Aku pun lega. "Wah pinter juga kamu Hen, belajar dari mana." "Ah, nggak kok Mbak.. maklum saya saudaranya Mc Gayver," ucapku bercanda. "Terima kasih ya Hen," ucap Mbak Ninik sambil masuk rumah. Aku agak kecewa, ternyata ia tidak menawariku tidur di rumahnya. Aku kembali tiduran di kursi terasku. Namun beberapa saat kemudian. Mbak Ninik keluar dan menghampiriku. "Tidur di luar tidak dingin. Kalau mau, tidur di rumahku saja Hen," kata Mbak Ninik. "Ah, nggak usah Mbak, biar aku tidur di sini saja, sudah biasa kok, "jawabku basa-basi. "Nanti sakit lho. Ayo masuk saja, nggak apa-apa kok.. ayo." Akhirnya aku masuk juga, sebab itulah yang kuinginkan. "Mbak, saya tidur di kursi saja." Aku langsung merebahkan tubuhku di sofa yang terdapat di ruang tamu. "Ini bantal dan selimutnya Hen." Aku tersentak kaget melihat Mbak Ninik datang menghampiriku yang hampir terlelap. Apalagi saat tidur aku membuka pakaianku dan hanya memakai celena pendek. "Oh, maaf Mbak, aku terbiasa tidur nggak pakai baju," ujarku. "Oh nggak pa-pa Hen, telanjang juga nggak pa-pa." "Benar Mbak, aku telanjang nggak pa-pa," ujarku menggoda. "Nggak pa-pa, ini selimutnya, kalau kurang hangat ada di kamarku," kata Mbak Ninik sambil masuk kamar. Aku tertegun juga saat menerima bantal dan selimutnya, sebab Mbak Ninik hanya memakai pakaian tidur yang tipis sehingga secara samar aku bisa melihat seluruh tubuh Mbak Ninik. Apalagi ia tidak mengenakan apa-apa lagi di dalam pakaian tidur tipis itu. Aku juga teringat ucapannya kalau selimut yang lebih hangat ada di kamarnya. Langsung aku menghampiri kamar Mbak Ninik. Ternyata pintunya tidak ditutup dan sedikit terbuka. Lampunya juga masih menyala, sehingga aku bisa melihat Mbak Ninik tidur dan pakaiannya sedikit terbuka. Aku memberanikan diri masuk kamarnya. "Kurang hangat selimutnya Hen," kata Mbak Ninik. "Iya Mbak, mana selimut yang hangat," jawabku memberanikan diri. "Ini di sini," kata Mbak Ninik sambil menunjuk tempat tidurnya. Aku berlagak bingung dan heran. Namun aku mengerti Mbak Ninik ingin aku tidur bersamanya. Mungkin juga ia ingin aku.., Pikiranku melayang kemana-mana. Hal itu membuat penisku mulai berdiri. Terlebih saat melihat tubuh Mbak Ninik yang tertutup kain tipis itu. "Sudah jangan bengong, ayo sini naik," kata Mbak Ninik. "Eit, katanya tadi mau telanjang, kok masih pakai celana pendek, buka dong kan asyik," kata Mbak Ninik saat aku hendak naik ranjangnya. Kali ini aku benar-benar kaget, tidak mengira ia langsung memintaku telanjang. Tapi kuturuti kemauannya dan membuka celana pendek berikut cekana dalamku. Saat itu penisku sudah berdiri. "Ouww, punyamu sudah berdiri Hen, kedinginan ya, ingin yang hangat," katanya. "Mbak nggak adil dong kalau hanya aku yang bugil, Mbak juga dong," kataku. "OK Hen, kamu mau membukakan pakaianku." Kembali aku kaget dibuatnya, aku benar-benar tidak mengira Mbak Ninik mengatakan hal itu. Ia berdiri di hadapanku yang sudah bugil dengan penis berdiri. Aku memang baru kali ini tidur bersama wanita, sehingga saat membayangkan tubuh Mbak Ninik penisku sudah berdiri. "Ayo bukalah bajuku," kata Mbak Ninik. Aku segera membuka pakaian tidurnya yang tipis. Saat itulah aku benar-benar menyaksikan pemandangan indah yang belum pernah kualami. Jika melihat wanita bugil di film sih sudah sering, tapi melihat langsung baru kali ini. Setelah Mbak Ninik benar-benar bugil, tanganku segera melakukan pekerjaannya. Aku langsung meremas-remas buah dada Mbak Ninik yang putih dan mulus. Tidak cuma itu, aku juga mengulumnya. Puting susunya kuhisap dalam-dalam. Mbak Ninik rupanya keasyikan dengan hisapanku. Semua itu masih dilakukan dengan posisi berdiri. "Oh, Hen nikmat sekali rasanya.." Aku terus menghisap puting susunya dengan ganas. Tanganku juga mulai meraba seluruh tubuh Mbak Ninik. Saat turun ke bawah, tanganku langsung meremas-remas pantat Mbak Ninik. Pantat yang padat dan sintal itu begitu asyik diremas-remas. Setelah puas menghisap buah dada, mulutku ingin juga mencium bibir Mbak Ninik yang merah. "Hen, kamu ahli juga melakukannya, sudah sering ya," katanya. "Ah ini baru pertama kali Mbak, aku melakukan seperti yang kulihat di film blue," jawabku. Aku terus menciumi tiap bagian tubun Mbak Ninik. Aku menunduk hingga kepalaku menemukan segumpal rambut hitam. Rambut hitam itu menutupi lubang vagina Mbak Ninik. Bulu vaginanya tidak terlalu tebal, mungkin sering dicukur. Aku mencium dan menjilatinya. Tanganku juga masih meremas-remas pantat Mbak Ninik. Sehingga dengan posisi itu aku memeluk seluruh bagian bawah tubuh Mbak Ninik. "Naik ranjang yuk," ucap Mbak Ninik. Aku langsung menggendongnya dan merebahkan di ranjang. Mbak Ninik tidur dengan terlentang dan paha terbuka. Tubuhnya memang indah dengan buah dada yang menantang dan bulu vaginanya yang hitam indah sekali. Aku kembali mencium dam menjilati vagina Mbak Ninik. Vagina itu berwarna kemerahan dan mengeluarkan bau harum. Mungkin Mbak Ninik rajin merawat vaginanya. Saat kubuka vaginanya, aku menemukan klitorisnya yang mirip biji kacang. Kuhisap klitorisnya dan Mbak Ninik menggeliat keasyikan hingga pahanya sedikit menutup. Aku terjepit diantara paha mulus itu terasa hangat dan nikmat. "Masih belum puas menjilatinya Hen." "Iya Mbak, punyamu sungguh asyik dinikmati." "Ganti yang lebih nikmat dong." Tanpa basa-basi kubuka paha mulus Mbak Ninik yang agak menutup. Kuraba sebentar bulu yang menutupi vaginanya. Kemudian sambil memegang penisku yang berdiri hebat, kumasukkan batang kemaluanku itu ke dalam vagina Mbak Ninik. "Oh, Mbak ini nikmatnya.. ah.. ah.." "Terus Hen, masukkan sampai habis.. ah.. ah.." Aku terus memasukkan penisku hingga habis. Ternyata penisku yang 17 cm itu masuk semua ke dalam vagina Mbak Ninik. Kemudian aku mulai dengan gerakan naik turun dan maju mundur. "Mbak Ninik.. Nikmaat.. oh.. nikmaattt seekaliii.. ah.." Semakin lama gerakan maju mundurku semakin hebat. Itu membuat Mbak Ninik semakin menggeliat keasyikan. "Oh.. ah.. nikmaatt.. Hen.. terus.. ah.. ah.. ah.." Setelah beberapa saat melakukan maju mundur, Mbak Ninik memintaku menarik penis. Rupanya ia ingin berganti posisi. Kali ini aku tidur terlentang. Dengan begitu penisku terlihat berdiri seperti patung. Sekarang Mbak Ninik memegang kendali permainan. Diremasnya penisku sambil dikulumnya. Aku kelonjotan merasakan nikmatnya kuluman Mbak Ninik. Hangat sekali rasanya, mulutnya seperti vagina yang ada lidahnya. Setelah puas mengulum penisku, ia mulai mengarahkan penisku hingga tepat di bawah vaginanya. Selanjutnya ia bergerak turun naik, sehingga penisku habis masuk ke dalam vaginanya. "Oh.. Mbak Ninik.. nikmaaatt sekali.. hangat dan oh.." Sambil merasakan kenikmatan itu, sesekali aku meremas-remas buah dada Mbak Ninik. Jika ia menunduk aku juga mencium buah dada itu, sesekali aku juga mencium bibir Mbak Ninik. "Oh Hen punyamu Oke juga.. ah.. oh.. ah.." "Punyamu juga nikmaaat Mbaak.. ah.. oh.. ah..." Mbak Ninik rupanya semakin keasyikan, gerakan turun naiknya semakin kencang. Aku merasakan vagina Mbak Ninik mulai basah. Cairan itu terasa hangat apalagi gerakan Mbak Ninik disertai dengan pinggulnya yang bergoyang. Aku merasa penisku seperti dijepit dengan jepitan dari daging yang hangat dan nikmat. "Mbak Ninik.. Mbaaakk.. Niiikmaaattt.." "Eh.. ahh.. ooohh.. Hen.. asyiiikkk.. ahh.. ennakk.. nikmaaatt.." Setelah dengan gerakan turun naik, Mbak Ninik melepas penisku. Ia ingin berganti posisi lagi. Kali ini ia nungging dengan pantat menghadapku. Nampak olehku pantatnya bagai dua bantal yang empuk dengan lubang nikmat di tengahnya. Sebelum kemasukan penisku, aku menciumi dahulu pantat itu. Kujilati, bahkan hingga ke lubang duburnya. Aku tak peduli dengan semua hal, yang penting bagiku pantat Mbak Ninik kini menjadi barang yang sangat nikmat dan harus kunikmati. "Hen, ayo masukkan punyamu aku nggak tahaan nih," kata Mbak Ninik. Kelihatannya ia sudah tidak sabar menerima hunjaman penisku. "Eh iya Mbak, habis pantat Mbak nikmat sekali, aku jadi nggak tahan," jawabku. Kemudian aku segera mengambil posisi, kupegang pantatnya dan kuarahkan penisku tepat di lubang vaginanya. Selanjutnya penisku menghunjam dengan ganas vagina Mbak Ninik. Nikmat sekali rasanya saat penisku masuk dari belakang. Aku terus menusuk maju mundur dan makin lama makin keras. "Oh.. Aah.. Hen.. Ooohh.. Aah.. Aaahh.. nikmaaatt Hen.. terus.. lebih keras Hen..." "Mbak Ninik.. enak sekaliii.. niiikmaaatt sekaaliii.." Kembali aku meraskan cairan hangat dari vagina Mbak Ninik membasahi penisku. Cairan itu membuat vagina Mbak Ninik bertambah licin. Sehingga aku semakin keras menggerakkan penisku maju mundur.Mbak Ninik berkelonjotan, ia memejamkan mata menahan rasa nikmat yang teramat sangat. Rupanya ia sudah orgasme. Aku juga merasakan hal yang sama. "Mbak.. aku mau keluar nih, aku nggak tahan lagi.." Kutarik penisku keluar dari lubang duburnya dan dari penisku keluar sperma berwarna putih. Sperma itu muncrat diatas pantat Mbak Ninik yang masih menungging. Aku meratakan spermaku dengan ujung penisku yang sesekali masih mengeluarkan sperma. Sangat nikmat rasanya saat ujung penisku menyentuh pantat Mbak Ninik. "Oh, Mbak Ninik.. Mbaak.. nikmat sekali deh.. Hebat.. permainan Mbak bener-bener hebat.." "Kamu juga Hen, penismu hebat.. hangat dan nikmat.." Kami berpelukan di ranjang itu, tak terasa sudah satu jam lebih kami menikmati permainan itu. Selanjutnya karena lelah kami tertidur pulas. Esok harinya kami terbangun dan masih berpelukan. Saat itu jam sudah pukul 09:30 pagi. "Kamu nggak sekolah Hen," tanya Mbak Ninik. "Sudah terlambat, Mbak Ninik tidak bekerja." "Aku masuk sore, jadi bisa bangun agak siang.." Kemudian Mbak Ninik pergi ke kamar mandi. Aku mengikutinya, kami mandi berdua dan saat mandi kembali kami melakukan permainan nikmat itu. Walaupun dengan posisi berdiri, tubuh Mbak Ninik tetap nikmat. Akhirnya pukul 14:30 aku pergi ke rumah Baron dan mengambil kunci rumahku. Tapi sepanjang perjalanan aku tidak bisa melupakan malam itu. Itulah saat pertama aku melakukan permainan nikmat dengan seorang wanita. Kini saat aku kuliah dan bekerja di Denpasar, aku masih sering mengingat saat itu. Jika kebetulan pulang ke Jember, aku selalu mampir ke rumah Mbak Ninik dan kembali menikmati permainan nikmat. Untung sekarang ia sudah pindah, jadi kalau aku tidur di rumah Mbak Ninik, orang tuaku tidak tahu. Kubilang aku tidur di rumah teman SMA. Sekali lagi ini adalah kisah nyata dan benar-benar terjadi. |
| Erlandy da Silva bangun+rumah 's link malam semua . Masih ingatkan kalian ama cilum . Oh moga masih yee ! Saya pengarang cerita mereka . Saya akan lanjutkan cerita ini . Nikmati saja bacanya . Okeh (y) "Tenang, ndi ! Ucap apin . ga bakalan terjadi apa - apa ! "iya, pin ! Demikian ucap pemuda yang bernama andi. remang-remang sinar lampu disudut perkampungan . (Puncak bogor, jawa barat) . mereka terus menyelusuri jalan - jalan hingga terlihat rumah besar nan indah . 'Andi' pun menghentikan laju kendaraannya tepat di depan gerbang ruma trsbt . Salah seorang dari pemuda menggerutu . Knpa brenti ndi ? ucap jojo. ndi . Ini rumah sapa ? Tanya jojo . "ini ruma gua "jo" ! Jawab andi. Jojo, yang masih belum percaya dgn apa yg dilihatnya , hanya diam dan berpikir . apin, mendekati andi dan jojo dan bertanya ? Ini rumah sapa . Rumah gua pin ! ohh , iaudah kita masuk yuk , gua uda ngantuk nii . Ucap apin . Ayo kita masuk . Ucap andi Mereka pun melangkahkan kakinya kearaah ruma itu . wktu menunjukan pukul 01.30. Merekapun memutuskan utk tidur . Keesok kan harinya . jo, ! Ucap andi . Uda bangun lo ? uda ndi , abis kencing gua . Ohh ! Mau kemana lo pagi-pagi begini ? Ucap jojo Mau beli makanan buat sarapan . Gua ikut dong ndi ? ucap jojo. Ntr kalao lo ikut gua , apin gmana bege . Ucap ndi . Biariin aja sih ndi , lagian juga dia masih molor . Jawab jojo . Yee , kasian kalao ditinggal , ntr dia kelabakan nyariin kita . Biariin aja sih , ucap jojo sekali sambil tertawa lirih . Uda lo tidur lagi aja ! Tegas andi . Biar gua yang cari makanan . gua ikut ndi , lo mah katro ! Ucap jojo . Iaudah lah ! Inget ? Jgn nakal yah . Siiiaaapp . Ucap jojo. jalan pagi-pagi begini enak juga , yah ndi ! Sekalian cuci mata . Ucap jojo sambil tersenyum . pake sabun colek 'jo' biar Melek ampe 3 hari . Ucap andi sambil tertawa . Jojo pun geli dgn ucapan andi dan tak henti-hentinya tertawa . Ssstttt , berisik jojo . Masih pagi ini . Loe mah disamain, sama digangannya sendiri . Ucap andi . Maap' , ndi . Keceplosan ! Sambil tertawa pelan . Ndi , lo uda lama tinggal disini ? Tnya jojo . lumayan lama jo ! Ucap andi. pasti kenal dong ama kembang desa sini . Ucap jojo disni mah kaga ada kembang desa , yang ada kembang kamboja . Jawab andi . banyolan andi barusan , membuat jojo tak henti-hentinya tertawa . Jo' , malu bege diliatiin orang , ketawa mulu loh. To be continue ! |
| Rumah naskah bangun+rumah 's link JUMENA (Pada penonton) Inilah saatnya. Saya tidak bisalagi menahan diri (Lalu dengan tenang) Juki, kau akui saja bahwadiam-diam kau mencintai istri saya (Juki tetap tenang) Anda lihat sendiri dia tidak bisaberkutik. Bisakah Anda juga menyarankan agar saya mempercayai lelaki itu? JUKI Betul-betul akang dikuasaipikiran-pikiran jelek saja. Apakah saya gila, maka mencintai istri akang?Apakah saya orang yang tidak tahu terima kasih maka saya merebut istri akang? JUMENA semuanya kau ucapkan sendiri.Siapa yang menuduh bahwa kau berniat merebut istri saya? Saya hanya mengatakanbahwa kau mencintai istri saya. Dan ini mungkin saja. Apakah aneh kalaumencintai seorang perempuan yang sudah bersuami? Tidak, Juki. Kau tidak bisaterlalu lama menyembunyikan perasaanmu JUKI Untung saya sudah siap menghadapisegala prasangka. Sebentar lagi akang pun akan mengatakan yang lebih dari itu JUMENA Tentu saja kau siap, akrenasemuanya sudah ada dalam diri kamu sendiri. Prasangka! prasangka! Apakah kau bisamengelak kalau semuanya saya utarakan blak-nblakan di sini? Coba jawab, apayang terjadi setiap kali saya pergi ke Tasikmalaya atau ke tempat-tempat lain? JUKI (Mulai marah) Apakah akang menuduh di rumah initelah terjadi perbuatan mesum? JUMENA Selalu kau mendahului. Ya! Danapa yang terjadi di gudang kacang setiap malam pada jam-jam dinihari? BagaimanaEuis bisa hamil tanpa mengadakan hubungan gelap? JUKI Darimana akang dapatcerita-cerita seram seperti itu? Saya kira seorang tidak waras telah meniupkanfitnah ke telinga akang JUMENA Lagi kau akui sendiri. Ya! Sisinting Kamil yang menceritakan itu semua. Sengaja, sejak lama saya suruh diamengawasi semua orang termasuk istri saya dan kau JUKI Tuhanku, dan akang bisa percayapada orang semacam itu? JUMENA Tidak saja saya, bahkan kau punpercaya. Kalau kau tidak percaya, tidak mungkin pabrik tenun terbakar bersamasi Kamil. Kau mau menghilangkan jejak kejahatan dengan membakar lelaki sintingitu JUKI Akang sudah keterlaluan! JUMENA Kamu yang keterlaluan. Sudah sayaberi pekerjaan dengan gaj besar dan tempat tinggal Cuma-Cuma di sini, kamumasih juga merencanakan niat busuk di belakang punggung saya. Jangan mungkir. Kau dan Sabarberniat akan memperistrikan Euis kalau suatu ketika Euis sudah jadi janda.Sebab itu kau keras mendesak agar saya jangan menceraikan Euis. Saya juga tahukau sedang mempercepat saat itu. Jangan mungkir. Kau dan Sabarsedang menyiapkan kubur buat saya. betul-betul air tuba JUKI (Setelah agaklama) Sebelum saya meninggalkan rumahini… JUMENA Karena kau tersinggung? JUKI Akang, sebelum terlambat,bersihkanlah akang dari segala prasangka itu. akang sudah tua JUMENA Jangan kau beri saya sugestiseperti itu. Saya tidak akan lembek oleh sugesti-sugesti kasar seperti itu,bahkan saya akan merasa bertambah muda setiap hari (Tersenyum) Sayatidak tahu persis berapa umur saya JUKI Selama tahun-tahun terakhir iniakang sendiri merasakan kesehatan akang semakin mundur. Sekali lagi sayasarankan, agar akang jangan terlalu keras dan pendek piker. tidak semua orangsama seperti akang! Tidak semua orang suka berprasangka buruk seperti akang!Tidak semua orang pahit seperti akang! Tidak semua orang melakukan apa yangdulu akang lakukan; suka main-main perempuan. menghabiskan usia yang tinggalbeberapa detik in lebih baik kita…. JUMENA Sudahlah! jangan kau obralkata-kata palsu itu! JUKI Sekali pun begitu, saya tetapberterima kasih pada akang. Saya harap, kalau suatu ketika kita jumpa, sayasudah punya seorang anak dan istri yang mau memelihara saya BEGITU JUKI KELUAR LONCENGBERDETAK KERAS JUMENA Bangsat! kenapa justru ia tidakmenyangkal? (Tiba-tiba sesak napas kemudian batuk-batuk dan muntah-muntah)Bangsat! Bangsat! 2 TAK ADA SUARA. MUNCUL SEORANGLELAKI KEMBARAN JUMENA, TETAPI SANGAT TUA DI BALIK LONCENG. SEBENTAR BERTATAPANDENGAN JUMENA. MEREKA SEPERTI SEDANG MERUNDINGKAN SESUATU LEWAT PANDANG MATA.SETELAH ORANG ITU MENGANGGUK DAN JUMENA MENGGELENG, DIA KELUAR 3 PEREMPUAN TUA MUNCUL MEMBAWATEMPOLONG LUDAH DAN MENGGANTI TEMPOLONG DI KAKI KURSI GOYANG. SETELAH ITU IAMELANGKAH TETAPI BERHENTI DI PINTU P. TUA Tinggal kita berdua JUMENA Kata orang, dulu saya pernahdigendong oleh seorang perempuan tua P. TUA Kapan? JUMENA Dulu, jaman normal, kata orang P. TUA Ketika agan kecil? JUMENA Perempuan tua itu menggendongsaya, membawa saya kemana-mana, menjelajahi seluruh pojok kota P. TUA Kenapa? JUMENA Minta-minta, ngemis (Perempuan Tua Itu Tersenyum) Ini bukan lelucon, ini riwayathidup saya. Kata orang. Tapi, kalau ternyata memang lelucon, maka jelas hidupjuga suatu lelucon yang pahit. Saya betul-betul sendiri di dunia. Kadang-kadangtimbul pikiran yang ganjil. Apakah saya tidak pernah dilahirkan? Apakah Tuhanmelemparkan saya begitu saja ke pinggir kali atau tong sampah?. Bahkan saya pun tidak tahu kenapasaya bernama Jumena. Saya selalu merasa geli kenapa dulu saya perlu menambahnama itu dengan Martawangsa. Apa maksud Tuhan dengan semua ini? 4 MUNCUL EMPAT ORANG MEMBAWAKERANDA. MUNCUL PEMBURU DI BALIK LONCENG PEMBURU Saya kira cukup agung, anakku…. (Jumena Cuma diam ketikakeranda itu dibawa masuk ke dalam kamarnya Semuanya saya yang bayar (Yang membawa keranda tadikeluar) Bunga-bunga jangan lupa JUMENA (Berontak) Saya tidak memerlukan semua itu.Kalau memang tidak pernah jelas dimana saya lahir, maka saya kira juga tidakperlu kuburan atau nisan buat saya! Lemparkan saja saya kembali ke pinggirkali. Dengan nisan rasanya saya malah seperti disindir PEMBURU Semuanya beres nanti, tanpa kauikut campur KLEUAR 5 SUNYI JUMENA Nyai punya anak? P. TUA Punya gan. tapi sudah lebih darisepuluh tahun barangkali ia menghilang JUMENA Famili lain? P. TUA Tidak ada kecuali famili darimendiang suami saya JUMENA Lumayan. Saya tidak punyasiapa-siapa. Ke belakang hitam, ke muka hitam (Sunyi) Nyai bahagia? P. TUA Senang JUMENA Kenapa? P. TUA Tak ada yang pantas nyaisusahkan. Dari itu nyai heran kenapa agan selalu nampak susah . padahal nyaipercaya setiap orang bisa merasa bahagia hanya karena melihat orang lainbahagia. juga kita bisa bahagia karena kita melakukan sesuatu untukmenyenangkan orang lain JUMENA Bagaimana anak nyai? P. TUA Nyai percaya pada suatu harinanti kami akan bertemu lagi JUMENA Mungkin dan tidak mungkin P. TUA Nyai pilih mungkin. Juga nyaipercaya kalau tidak sempat di dunia, gusti pangeran akan mempertemukan kami diakherat kelak. Nyai yakin demikian halnya juga agan…. JUMENA Saya beriman. saya beriman… P. TUA Nyai selalu membayangkan betapabahagia seseorang yang beriman kepada Tuhan JUMENA Saya percaya saya beriman P. TUA Mungkin tidak penuh JUMENA Saya beriman tapi sedikit sangsi P. TUA Agan harus yakin dengan harinanti. Kalau agan yakin niscaya agan akan tenang. Agan akan bisa lebih banyakmembagi-bagikan sumbangan, lebih banyak berbuat amal, dengan harapan…. JUMENA Saya takut kena tipu. saya takutkalau ternyata semuanya hanya isapan jempol belaka dan tak lebih hanya impiansemata, hanya omong kosong, sementara saya sudah membagi-bagikan harta saya P. TUA Kurang rendah hati SUNYI JUMENA (Mulai takut dancuriga aneh) Kira-kira kemana Juki pergi? P. TUA Siapa bisa menduga? Ke Jakartamungkin, ke Bandung mungkin, kemana saja mungkin. dan bukan tidak mungkin iatidak pergi kemana-mana P. TUA KELUAR JUMENA Pasti ada apa-apa. Rencana Jukimakin masak saya kira. Keman Juki? (Berseru) Nyai! (Perempuan tua muncul ) Sebaiknya seluruh pintu danjendela dikunci P. TUA Masih siang, gan JUMENA Turut apa saya bilang. Dan janganbuka sebelum saya perintahkan! P. TUA DENGAN TERHERAN-HERANKELUAR. LALU TERDENGAR BUNYI PINTU-PINTU DITUTUP. ADA GEMA DI TELINGA JUMENA 6 JUMENA MENGAMBIL PISTOL.BERJAGA-JAGA. TIDAK BERAPA LAMA TERDENGAR PINTU DIKETUK. MUNCUL PEREMPUAN TUA.LAGI TERDENGAR KETUKAN P. TUA Dibuka, gan? JUMENA Intai dulu dan laporkan PEREMPUAN TUA KELUAR. LALU PINTUDIKETUK. PEREMPUAN TUA MUNCUL P. TUA pak Warya, gan JUMENA Apa keperluannya? P. TUA Belum nyai Tanya, gan JUMENA Tanya! (Ketukan di pintu. Perempuan Tuakeluar lagi, sebentar lalu muncul lagi) Apa? P. TUA Mau menyampaikan pesankawan-kawan, ganb. kawan-kawannya mau kerja lagi (Sebentar Jumena berpikir) Mereka kembali mau kerja, katanyagan JUMENA Bawa apa dia? golok? P. TUA Kurang jelas, gan JUMENA Lihat dulu (Perempuan tua keluar. ketukanpintu) Pistol ini harus disimpan dimana?Ya di sini (Perempuan tua muncul) Sabit? Golok? Saya kira belati P. TUA Tidak bawa apa-apa gan JUMENA Pakai sarung apa celana komprang? P. TUA Celana panjang bisaa JUMENA (Setelah agaklama) Suruh dia masuk (Perempuan tua keluar) Nyai! (Perempuan tua muncul) Jangan lupa pintu dikunci lagi PEREMPUAN TUA KELUAR 7 JUMENA DI SUDUT. BERJAGA-JAGA JUMENA Mustahil tak ada hubungannyadengan Juki (Muncul Warya DiikutiPerempuan Tua) Nyai tidak usah ke belakang.Duduk sja di pintu. Jaga! SUNYI WARYA Bapak kelihatan tambah segar JUMENA Lumayan WARYA Syukurlah JUMENA Tumben anda kesini WARYA Maklum repot, Baru sekarang saya bisake sini. Tapi bapak memang kelihatan mulai bercahaya JUMENA Tidak lama lagi saya akan sembuhsama sekali WARYA InsyaAllah pak, kami semuamendoakan supaya bapak lekas sembuh JUMENA Tidak mendoakan supaya saya lekasmati? Kalau saya sudah sembuh, lalu kenapa? WARYA Kawan-kawan semua sudah sepakatakan mulai kerja lagi JUMENA Kapan? WARYA Terserah bapak tentunya JUMENA Kalau begitu saya timbang-timbangdulu. (Diam) Jadi kalian sudah memilih? WARYA Sudah, pak. kami memilih yangkedua JUMENA O, gaji yang diturunkan kemudiandiperincikan dengan tambahan tunjangan social dan lain-lain? WARYA Sependengaraan saya begitu pak.Nanti Emod sendiri dan kawan-kawan lain akan langsung menyampaikan keputusanitu kepada bapak. JUMENA Kalian memang betul-betulkambing. di beri gaji cukup besar, kalian tidak mampu mengendalikan diri. Butaadministrasi alias tolol! Tapi yang paling tragis, kalian tidak tahu laparkarena selalu lapar WARYA jadi bagaimana, pak? JUMENA apa yang bagaimana? WARYA Kapan kawan-kawan boleh mulaikerja lagi? Kapan pabrik akan buka? JUMENA Kau bilang nanti Emod dankawan-kawan akan langsung ngomong sendiri dengan saya? WARYA (Tersenyum) Tapi saya kira boleh saja sayatahu sebelumnya JUMENA Terlambat WARYA Maksud juragan? JUMENA Kalau seminggu yang lalu kaukemari, dan menyampaikan keinginan kawan-kawanmu itu, barangkali saya akansenang sekali. sekarang rasanya tidak begitu. Sekarang saya berada dalampikiran bahwa keputusan apapun sama dan sia-sia untuk saya. WARYA (Tidak paham.Lalu setelah agak lama) Lalu bagaimana, pak? JUMENA Saya sendiri belum tahu, nantisaya pikirkan. Akan saya timbang apakah ada gunanya saya membantu kalian. yangpasti untuk saya semuanya sama saja. tak ada gunanya. Tinggal satu soal: Sayaberpihak pada kalian atau kepada diri sendiri? WARYA (Ragu-ragu) Saya juga belum, eh, maksud saya,apa, eh maksud saya, apa belum ada sesuatu. eh belum ada sesuatu yang bapakperlukan yang saya bisa kerjakan? JUMENA Belum, Cuma satu yang sayainginkan dan perlukan: beridam diri atau berbaring-baring setengah tidur.Tidur. tidur. TAK HENTI-HENTI JUMENAMENGUCAPKAN KATA”TIDUR” SEHINGGA MEMBUAT WARYA MERASA GANJIL WARYA Saya permisi, pak…. JUMENA MEMATUNG BEKU,DIBEKUKANNYA PIKIRAN SENDIRI KETIKA WARYA PERGI. SEMENTARA ITU PEMBURU BERSAMAYANG LAIN-LAIN MEMBAYANG DENGAN SENAPAN MASING-MASING DI TANGAN 8 SETELAH MENDNEGAR PERTENGAKARANMULUT ANTARA PEREMPUAN TUA DENGAN SESEORANG LALU MUNCUL LELAKI KURUSKUSAMGONDRONG DALAM KEADAAN GERAM DIIKUTI PEREMPUAN TUA YANG MASIH TERUS MENCOBAMENGUSIRNYA LELAKI (Tajam menatapJumena) Rupanya kau (Jumena berdiri lalu mundurketakutan) Rupanya kau harta karun itu JUMENA (Setelah agaklama) Siapa kau? LELAKI Siapa kau? JUMENA Siapa kau? Saya tembak kau. Sayatembak kau LELAKI Siapa kau? Saya tembak kau. Sayatembak kau. A, rupanya kau JUMENA Nyai! P. TUA (Ketakutan) Iya, gan JUMENA Kenapa nyai biarkan lelaki inimasuk? LELAKI Saya yang memaksa masuk setelahsaya sembur dia. Heh, Nyai, sebaiknya nyai masuk ke dalam. Ayo, masuk! KETAKUTAN PEREMPUAN TUA MASUK KEDAPUR JUMENA Nyai! KETAKUTAN, PEREMPUAN TUA KELUAR LELAKI Nyai! KETAKUTAN PEREMPUAN TUA MASUKLAGI KE DAPUR JUMENA Nyai! (Perempuan tua mengintip saja) Siapa dia? LELAKI Kuslan nama saya. Pelukis, Nyai! KETAKUTAN, PEREMPUAN TUA MASUK.TETAPI SEGERA LELAKI ITU MEMANGGILNYA KEMBALI. DAN PEREMPUAN TUA MUNCUL LAGI DIPINTU DAPUR P. TUA Saya masuk atau keluar? JUMENA & LELAKI Keluar! PEREMPUAN TUA LEMAS PADA KAKINYA LELAKI Nyai, saya minta dengan hormattapi sanagt, suruh Euis segera keluar JUMENA TERNGANGA P. TUA Sudah nyai bilang Euis tak ada disini, den LELAKI Jangan bohong! Saya yakin Euislari kesini. Katanya ia mau kembali kesini P. TUA Betul, den. Euis tak ada di sini JUMENA Diam, nyai! Kau sebenarnya mauapa masuk ke rumah orang dengan cara seperti garong? LELAKI Saya mencari Euis! JUMENA Mencari istri saya maksud Anda LELAKI Bekas istri Anda JUMENA Buat apa? LELAKI Ini urusan kami berdua JUMENA Anda ini sebenarnya siapa? LELAKI Saya Kuslan. Pelukis! Calon suamibekas istri Anda! JUMENA Kalau benar begitu, apa perlunyasaudara kemari? LELAKI Euis minggat sejak kemarin . dansaya yakin Euis lari kesini JUMENA Kenapa saudara yakin betul Euislari kesini LELAKI Saya tahu betul Euis sangatmencintai Anda JUMENA TERNGANGA SEMENTARAPEREMPUAN TUA MENANGIS SAMBIL MASUK KE DALAM JUMENA Euis tidak ada di sini. Tidak adalagi LELAKI Saya tidak percaya JUMENA Periksalah sendiri (Setelah mengawasi danmemeriksa dengan seksama, lalu lelaki kurus itu masuk ke dalam) Nyai! (Sambil menghapus air matanyaperempuan tua muncul. Jumena tidak segera bisa berkata karena sekteika emosinyameluap hampir menyumbat napasnya) Katakan selengkapnya siapa lelakiitu! (Perempuan tua hanya menunduk) Lekas katakan! P. TUA Maafkan, gan. Maafkan. Lelaki itutetangga nyai, tetangga Euis JUMENA (Seperti mengeja dan datar) Tetangga Euis? P. TUA Orang-orang menganggap pelukisitu sinting. Orang tuanya dulu kaya, tapi belakang ini kelihatannya agakmenderita. Seluruh harta orang tuanya habis untuk membiayai pelukis itu. Diamemang buah hati orang tuanya. Begitu saying sampai orang tuanya selalu percayapada kebohongan-kebohongannya. Misalnyam bahwa lukisan-lukisannya sudahterkenal di Bandung, Jakarta dan luar negeri. Padahal semua orang tahu, semuaitu bohong dan hanya impiannya saja LELAKI KURUS MUNCUL DALAM KEADAANMURAM SEKALI. IA DUDUK, MENANGIS JUMENA Teruskan P. TUA (Setengahberbisik) Sejak lama sekali lelaki itumencintai Euis tapi Euis tidak pernah suka padanya. Sudah sering orang tuanyamenjodoh-jodohkannya dengan perempuan lain, tapi ia tetap hanya minta Euis LELAKI (Menegrangmemelas) Euis JUMENA Lalu kenapa dia tiba-tiba kemari? P. TUA Nyai tidak tahu LELAKI Bodoh! (Sambil menangis)Saya yakin Euis di sini! JUMENA Kau boleh yakin, tapi tetap diatidak di sini LELAKI Ada! Semuanya sudah beres,undangan sudah beres, Euis sendiri bilang akan mendampingi saya melukis setiapmalam. Dia juga mengatakan anak saya akan lahir kira-kira tiga bulan lagi (Perempuan tua menangis larike dapur lagi. jumena kembali ternganga dan semakin tua seketika. setelah agaklama kemudian lelaki kurus menghapus airmatanya dan bersikap agak tenang,tetapi tetap ganjil gayanya) Rupanya Euis hanya mencintai kau!Dia jahat! (Jumena semakin bertambah tualagi) Dia juga bodoh, padahal diasendiri tahu kau sama sekali tidak mencintainya dan dia tahu juga saya sangatmencintainya JUMENA Boleh saya Tanya? LELAKI Dia kejam JUMENA TIDAK SEGERA MENGAJUKANPERTANYAAN JUMENA Kau, eh anda bilang tentang anak,tadi? LELAKI Anak itu anak saya! (Senyum merekah di bibirkering. Lelaki itu menghapal) Ketika itu dia seperti pengantindan saya sangat bahagia sekali. Malam itu malam pengantin yang paling indah.Seperti dalam film-film kartun. Paginya dengan kesetanan saya menyelesaikanlukisan besar yang saya beri judul “Kereta Api Dalam Kabut” JUMENA Kenapa tidak kau cari di rumahorang tuanya!? LELAKI Dia justru minggar dari rumahorang tuanya (Jumena kembali ternganga lagidan selanjutnya tertunduk seolah lehernya tertekuk. Dia tidak menyadari ketikalelaki kurus itu mendekati dan mengamatinya. Sementara sayup kedengaran suaraKamil membacakan kuliahnya tentang teori Darwin , dan pemburu kemudian sepertiberbaris menuju suatu upacara duka) Kau juga kejam. Lelaki tua yangkejam! (Kemudian pentas hanyamenyanyikan kelengangan bagi Jumena. Dan lonceng raksasa itu berdentang takhabis-habisnya sampai adegan ini selesai) JUMENA Seharusnya dulu saya punyabinatang peliharaan . kalau saja saya tahu sejak dulu bahwa yang diperlukanhidup hanyalah seekor anjing piaraan, atau piaraaan yang lain, kalau saja sayatahu dulu, barangkali saya tidak sakit seperti ini (Jumena semakin redupsementara cahaya kuat dari jendela menyorot tajam tepat di mana Jumena duduk) Kata orang saya bahagia, tapisaya tidak tahu. Saya kira tidak seorang pun yang tahu persis bahwa dirinyabahagia. Dan saya kira juga mereka umumnya tidak mau tahu. Tapi, saya ingintahu. Ini celakanya! JUMENA MENCOBA MENULIS SURAT.BARU SATU BARIS, KERTASNYA DIA SOBEK. DIA REMAS-REMAS. BEGITU DIA LAKUKANBERULANG KALI. SEHINGGA NANTI PENTAS AKAN PENUH DENGAN REMASAN-REMASAN KERTAS 9 SETELAH MULAI LELAH BENAR JUMENABERHENTI MENULIS. DAN KETIKA MUNCUL LEWAT EUIS, JUKI, SABARUDDIN SEGERA JUMENAMENULIS LAGI DAN SETERUSNYA. LEWAT JUGA EMOD, WARYA DAN BEBERAPA ORANG LAIN.KETIKA MARKABA DAN LODOD SEDANG LEWAT. JUMENA Siapa mereka? PEMBURU Jangan hiraukan. Lebih baik kauistirahat banyak-banyak. Tinggal satu hal yang dapat kau nikmati. Tidur. Itupun kalau bisa JUMENA Nyai! 10 MUNCUL PEREMPUAN TUA GIRANGSEKALI P. TUA Agan, nyai ada pikiran baik.Bagaimana kalau agan nyai anggap saja sebagai anak nyai supaya agan bisa tenang JUMENA Jangan. Uang saya banyak. Lebihbaik segera nyai bawa ke sini satu botol minyak tanah P. TUA Buat apa, gan? JUMENA Belum jadi ibu saya, kamu sudahbanyak Tanya. Bawa saja kesini. Satu kaleng kalau bisa KETAKUTAN PEREMPUAN SEGERA PERGI 11 JUMENA MENGITARI RUANGAN SEPERTISEEKOR HARIMAU YANG LAPAR DALAM KERANGKENG JUMENA Tuhan, mudah-mudahan kau semakinpuas dengan ciptaanMu yang satu ini PEREMPUAN TUA MUNCUL MEMBAWABOTOL YANG SEGERA DIREBUT OLEH JUMENA P. TUA Anakku…. (Jumena menyiram-nyiramkanminyak itu ke seluruh penjuru dan terutama pada remasan-remasan kertas dilantai) Anakku, jangan. Anakku. Kaujangan putus asa seperti itu (Sekuat tenaga perempuan tuamencoba menghalangi tetapi badan jumena lebih kuat sehingga ia malah terjatuhdi lantai. segera jumena menyalakan korek api dan mulai membakar kertas-kertasdi lantai) Kebakaran! Kebakaran! SETELAH SEBENTAR DENGAN KEPANIKANMONDAR-MANDIR DI SANA, LALU PEREMPUAN TUA KELUAR SEMENTARA JUMENA Ini yang mereka kehendaki! LALU JUMENA DUDUK DENGAN TENANGSEMENTARA API SEMAKIN BESAR DAN KEDENGARAN SUARA PEREMPUAN TUA YANG MENJERIT-JERITHISTERIS DAN KEMUDIAN KENTONGAN DI BUNYIKAN DAN PASUKAN PEMBURU SEMAKINBERDERAP DENGAN BUNYI SEPATUNYA YANG MENEYRAMKAN. LAYAR BAGIAN KEEMPAT ASAP DUPA DI MANA-MANA. TERUTAMADI KAMAR, DI MANA JUMENA YANG DALAM KEADAAN KOMA BERBARING. TAK HENTI-HENTI IAMENGELUH KESAKITAN YANG RUPANYA BERPUSAT DI BALIK DADANYA. LENGUHNYA SANGATMEMILUKAN. DUDUK BERSIMPUH DI DEKAT KEPALANYA ADALAH WARYA, SALAH SEORANGMANDORNYA, MEMBACA SURAT YASSIN. DI RUANG TENGAH, YANG HANGUSKARENA DIBAKAR BEBERAPA WAKTU YANG LALU, DUDUK PIKIRAN JUMENA YANG BAGAIKANMAHLUK BUAS, TUA DAN PURBA. DENGAN MATANYA YANG NYALANG MENYALA IABERGOYANG-GOYANG DI KURSI GOYANG. SEPERTI IA SEDANG MENGAWASI SETIAP SUDUTDARIMANA AKAN MUNCUL MUSUH-MUSUHNYA. 1 MUNCUL EUIS DIIKUTI PEREMPUANTUA, KEDUANYA BERKERUDUNG. KELIHATANNYA SANGAT KUYU, PUCAT SEKALI EUISSEMENTARA KANDUNGANNYA MULAI MEMBERAT SAKING BESARNYA. EUIS Apa pesan pak Dokter? P. TUA Bapak Dokter tidak bilangapa-apa. Setelah memberikan suntikan semalam, beliau hanya pesan agar segalakemauan bapak dituruti saja. Segala makanan apa saja boleh, kata beliau (Diam)Lebih baik ibu segera masuk ke dalam EUIS MENGGELENG SEDIH P. TUA Lupakan yang sudah-sudah, tak adabaiknya. EUIS Saya takut menggangguketenangannya P. TUA Jangan pikirkan apa-apa. Tidakada gunanya. Juga jangan bicarakan apa-apa. Yang paling baik pada saat sepertiini Ibu ke kamar dan menemui beliau, biar beliau senang. Mudah-mudahan denganbegitu beliau akan cepat sembuh. Dengan sedikit lebih tabah lagi, insyaAllahsemuanya akan beres, dan rumah ini akan lebih bercahaya dari hari-harisebelumnya; dengan seorang dua orang anak berkejaran diantara kursi-kursi makan BEBERAPA SAAT MEREKA SALINGMEMBISU. KEMUDIAN KEDUANYA MASUK KE DALAM KAMAR JUMENA 2 WARYA DI KAKI RANJANG DI TEMPATJUMENA BERBARING. DI KAMAR EUIS (Menahan sedu) Terlalu menderita P. TUA (Memijit-mijitjarinya sendiri yang kering) Dalam tidur pun tampaknya tidakjuga ia mau berhenti berpikir KEMUDIAN KELIHATAN MEREKA MULAIBERCAKAP-CAKAP 3 SESEORANG DI BALIK LONCENGMUNCUL. SECARA PASTI IA MELANGKAH MASUK KE DALAM KAMAR JUMENA. DI SANA IAMENYUAPI JUMENA MAKAN. SETELAH SELESAI JUMENA MAKAN, ORANG ITU SANG PEMBURU,KEMBALI MASUK KE DALAM LONCENG YANG BERDENTANGAN 4 JUMENA Siapa yang mau percaya bahwa siedan Kamil yang membakar pabrik tenun saya? Coba saja, buat apa dia? Ataumemang semua orang sedang merebut menguasai dan merusak harta saya? (Menggeram)Boleh saja kalau bisa (Lewat Marjuki) Boleh LEWAT MARKABA DAN LODOD JUMENA Siapa mereka? (Memukul-mukulkepalanya sendiri) PEMBURU Jangan hiraukan. Tidak banyaklagi kesemapatanmu JUMENA Saya akan lawan mereka. PEMBURU Itu lebih baik barangkali JUMENA Saya harus menang PEMBURU Kau pasti menang 5 SABARUDDIN DAN PAK HAJI BAKRIMEMASUKI RUMAH ITU DAN LANGSUNG KE KAMAR JUMENA SABARUDDIN InsyaAllah pak Jumena lekassembuh. Beliau sanagt kuat dan tabah (Pada Perempuan Tua) Dimasakseperti jamu pahit godokan PEREMPUAN TUA KELUAR SETELAHMENERIMA BUNGKUSAN JAMU DARI SABARUDDIN PAK HAJI Pak Warya sebaiknya tidur dulu WARYA Biar saya tidur di sini saja (Berbaringdi lantai) PAK HAJI Jangan terlalu kecil hati, Euis.InsyaAllah semuanya akan berlalu dengan selamat EUIS Terima kasih pak haji PAK HAJI Tawakal SETELAH MENGUCAPKAN KALIMAT ITU,PAK HAJI DAN SABAR MENINGGALKAN KAMAR ITU LALU MENINGGALKAN RUMAH ITU. SETELAHEUIS SENDIRIAN IA MENANGIS, SETELAH AGAK LAMA, SETELAH IA MENDAPATKANSEMANGATNYA KEMBALI. EUIS MENINGGALKAN KAMAR ITU MENUJU KAMAR 6 JUMENA Hh….hh…..hh…..Bangsat….Bangsat….hh…. (uki Muncul Dan Berdiri DiSisi Jumena) Hh….Bangsat. hh…. (Muncul Euis Berdiri Di SisiLain Jumena) Bangsat. Hhh…..bangsat.Bangsat….Hh…hhh…. PAK HAJI Allah….Allah….Muhammadurrasulullah…Allah….Allah…. 7 MUNCUL MARKABA DAN LODOD, SIBANDIT DAN SI IDIOT MARKABA Siapa perempuan itu? JUKI Istrinya MARKABA Eerste klas. Jitu, yahud!, Betultidak Lodod? LODOD (Mengacungkankedua jempol tangannya) Haaa JUMENA Bangsat! bangsat! JUKI Markaba, setelah semuanyaselesai, saya kira kau tidak lupa perjanjian kita MARKABA Lodod! LODOD Dibagi tiga sama rata, satu sentidak berbeda JUKI Sebelum itu, Mar. Apa semualangkah-langkah masak kau perhitungkan? MARKABA Betul-betul kamu banci. Tidakpernah cair pengecutmu. Tapi untung kau punya pipa sehebat itu. Iblispun larimelihat pipamu, apalagi perempuan( Tersenyum) Seperti pertanyaan anakkecil saja. lebih baik kamu jawab pertanyaan saya! Sedang apa orang itu? JUKI Tidur, kata istrinya MARKABA (Menerawang) Dan dia akan tidur terus JUMENA Coba saja kalau bisa. Sudah tahusaya cara untuk mengalahkan mereka MARKABA Lodod! LODOD (Seperti bisaa) Haa…. MARKABA (Pada Juki) Kamu gemetar sekali seperti kenamalaria KEDUANYA TERTAWA. KEDUANYAMENDEKATI JUMENA DAN TERTAWA JUMENA Bunuh saya, bangsat! Bunuh saya!Kalau bisa! (Tertawa) (Keduanya Tertawa) Semua binatang,binatang-binatang, setan-setan, bahkan para malaikat pn menghendaki harta saya.Bunuh saya, bangsat. bunh saya! kalau bisa! (Tertawa) SABARUDDIN Allah….Allah…. JUKI Mar, kapan mau mulai? MARKABA Kau gugup sekali seperti perawan (PadaLodod) Heh, bagaimana perasaanmu? LODOD Angin….(Tertawa) Haaa… MARKABA Kamu seperti tiang listrik (PadaJuki) Coba, Juki, Perhatikanbatang pohon itu. Diam-diam Lodod telah menjadi seorang Filsuf. (Pada Lodod)Heh,pelepah pisang. Apa yang penting untukmu? LODOD Perempuan dan makan (Tertawa) MARKABA Dia lupa, kita tidak bisa enakmain perempuan dalam keadaan lapar. (Pada Lodod) Dod, itu harus dibalik.Makan dulu baru perempuan. Betul tidak? LODOD (Seperti bisaa) Haaa… MARKABA Lalu apa tujuan hidup kita, katadukun kita? LODOD Angin (Tertawa) MARKABA Artinya? LODOD (Tertawa) Angin sama dengan nol. Nol samadengan kosong (Tertawa) Kosong sama dengan makan dan perempuan (Tertawa) MARKABA (Tertawa) Nah, kau lihat, Juki. Lododbetul-betul manusia sejati. Dia betul-betul pahlawan segala zaman JUMENA TERTAWA JUMENA (Kemudianmeraung) Apa? Saya sudah tempuh semuanya.Saya hamburkan uang saya. Saya tiduri segala hotel. Saya masuki segalarestoran. Warung-warung. Saya tiduri semua kota. Saya makan segala makanan.Saya minum segala minuman. Saya hisap seluruhh kenikmatan perempuan segalajenis. Saya tidak mendapatkan apa yang saya inginkan. Nol! Sedemikian tegaTuhan melemparkans aya ke pinggir kali SEPI DAN BEKU SEJENAK. TEGANG.TERGANTUNG MARKABA Dod, lihatlah Marjuki. Dia sedangmencuci bajunya dengan keringatnya sendiri. Ayo, sekarang kita tidur. Juki biarberjaga di sini (Pada Juki) Waalupun kamu seorang pengecut saya beranibertaruh kamu bisa bersiul. Nah, bersiulah kalau ada apa-apa. (Pada Lodod)Lodod! MARKABA DAN LODOD KELUAR.ANJING-ANJING SALING MENGGONGGONG SANAGT RIUH SEKALI 8 DUA LELAKI DEKAT LONCENG MUNCULDAN MENEMBAK KE ATAS. LONCENG PUN BERDENTANG 9 EUIS ….Allah….Allah…. Akang kita akanpunya anak…. PAK HAJI Euis, relakan suamimu, relakan.Biar lapang dadanya, biar akangmu tidak terlalu lama menderita (Menahantangis dan setengah berteriak) Jangan ada yang syirik! relakan! Biarkan!Biarkan dia kembali ke asalnya! Allah, jangan ada yang syirik! (Kembalimenuntun) Allah…Jum….Jum…. PEREMPUAN TUA MENGANGKAT EUIS DANMEMBAWANYA KELUAR DARI KAMAR SABARUDDIN Allah….Allah….(KEpadaOrang-orang) Kaum wanita sebaiknya keluar saja. Beliau kepanasan. Gantihanduknya. mana kain yang kering? ….Allah….Allah…. JUMENA Bangsat! PAK HAJI Jum, sadar, Jum. Sebut namaAllah….Allah….Jum….Allah…. 10 JUKI SEGERA MENGHAMPIRI KETIKAMUNCUL MARKABA DAN LODOD YANG TERTAWA JUKI Bagaimana? MARKABA Bagaimana, Lodod? LODOD (Tolol) Bagaimana? MARKABA (Tertawa) Semuanya seperti angina laut yangmenyegarkan LODOD Segar seperti hujan-hujanan JUKI Bagaimana, Mar? MARKABA (Tertawa) Juki, Juki. Rupanya kau telahmenghidangkan mayat untuk saya JUKI Maksudmu? JUMENA (Tertawa) Tertipu mereka. Saya kelabuimereka MARKABA Ketika saya masuk, orang itusudah tergantung diudara dengan seutas tali di lehernya LODOD Berkibar-kibar seperti bendera JUKI Mar, kau tidak bergurau? MARKABA Kau timbanglah sendiri. Kira-kirabetul tidak yang saya katakan (Tertawa) Dan agaknya sebelum orang itumengibarkan badannya yang malang supaya bergoyang-goyang ditiup angina, iatelah menulis surat wasiat yang berbunyi JUMENA “Semua harta kekayaan diwariskankepada dua orang yang tak dikenal yang bernama Markaba dan Lodod” JUKI Mar, Kau jangan berkata begitu. Kau mulai tidak jujur MARKABA Kau pengecut banci yang lekasmarah. Tapi sekali lagi saya bilang, untung kamu punya pipa, jadi seramkelihatannya. Saya berani bertaruh ayahmu dulu seorang lelaki lemah yang seringdipukuli istrinya. Dengarkan baik-baik, toh kamu belum membaca surat wasiatitu. Selanjutnya dalam akte itu dicantumkan juga :”Berhubung Juki punya pipa,Maka patut dikasihani oleh Markaba dan Lodod, dengan bagian sepertiga darijumlah seluruhnya” (Pada Lodod) Lodod! LODOD “Wassalam: Orang yang malang JUKI TERSENYUM SENANG MARKABA Sampai mati kau boleh tersenyumsebab kamu akan memiliki rumah ini dengan segala pabrik dan kebun-kebunnya danandil-andilnya dengan syarat…. JUMENA Demi Tuhan, tidak! Ini hanyapikiran saya! (Menangis) Anakku, di mana kau? JUKI Kau betul-betul lihai, Mar. Semuaorang nanti akan mengira dia mati bunuh diri, bukan? MARKABA (Membentak) Memang dia bunuh dir! Lodod! LODOD TERTAWA MARKABA Angin adalah sesuatu yang terbaikdi dunia. Sekarang orang itu telah menjadi angin LODOD Angin, dingin. Dingin,bereselimut. Selimut. Tidur (Tertawa) KETIKA MARJUKI IKUT KETAWA, YANGLAIN BERHENTI KETAWA SEHINGGA LAMA-LAMA TAWA JUKI CEMPLANG DAN BERHENTI MARKABA Kamu jangan ketawa dulu sepertiBandar Kim Ok yang lehernya berlipat itu. Kamu toh belum mendengar syarat yangakan saya ajukan. Inilah syarat itu. Sebelum saya dan Lodod keluar dari sini.Saya perlu sedikit hiburan. Mana perempuan tadi? Dia hartanya juga, kan? JUKI (Menyembunyikangentarnya) Tentu saja dia lain, Mar MARKABA Lodod LODOD MENGGELENG-GELENGKANKEPALANYA MARKABA Apa kamu tidak kenal saya? JUKI Tapi tentu kau bisa mengertiperasaan saya, Mar MARKABA Lodod LODOD MENGGELENG-GELENGKANKEPALANYA MARKABA Apa kamu sedang main asmara samadia? – Lodod! LODOD Kelas satu! (Mengacungkankedua ibu jarinya) MARKABA Bagaimana? Apa kamu mau berurusansedikit dengan Lodod? Saya berani bertaruh kamu tidak ingin menggantung diri,bukan? JUMENA (Tertawa) Tidak satupun yang bisamengalahkan saya, tidak satu pun! JUKI Bukan itu maksud saya, Mar. (Diam)Baiklah, Mar. kau boleh mengambil dia MARKABA Saay tidak akan mengambil dia.Saya hanya butuh malam ini JUKI Tapi kalau bisa, Mar MARKABA (Tidak sabar) Sudah terlalu malam, Juki! JUKI Sebentar, Mar JUMENA (Tertawa) Saya harus berhibur sedikit….Lalu bagaimana? 11 EUIS (Muncul dan jijikmarah) Kau tega memperlakukan sayaseperti binatang JUKI Tidak usah banyak turut campur,manis. Turut saja apa kata saya. Akan lancer semuanya EUIS Kamu kira saya tuli? Anak kecil? JUKI Kau belum paham, manis.Percayalah. Semuanya akan beres persis seperti rencana kita JUMENA (Tertawa) Tidak segampang yang merekasangka! EUIS Saya betul-betul paham sekarang.Kalau kau serahkan tubuh saya pada kawan-kawanmu itu, kelak orang akanmenyangka saya telah diperkosa dia JUKI (Segera) Euis! EUIS Tidak! akan saya buka semuanya.Akan saya katakan bahwa kau licik. Keberanianmu Cuma di mulut. Saya tidakpeduli pada apa yang akan terjadi pada diri saya. Daripada saya kawin dengankamu, lebih baik saya tenggelam dalam sumur. Dan lebih baik lagi kalau sayaikut kawan-kawanmu yang betul-betul jantan. Tapi sebelum itu, saya akan bongkarsemua rancanganmu yang busuk itu supaya kamu rasakan sendiri hasil tipuanmu JUKI Euis, kau jangan ambil resikoyang bukan-bukan EUIS Tidak. Lebih baik saya katakansemuanya kepada kawan-kawanmu JUKI Euis! MARKABA Juki! (Matanya merah. Lantaspada Euis) Apa yang mau kau katakan? Apa rancangannya? KETEGANGAN MENEKAN MEREKA, EUISMEMANDANG JUKI DENGAN RASA JIJIK BERCAMPUR CINTA YANG TAK BERSEMANGAT MARKABA Katakan semuanya. Rancangan apa yang telah disusunnya? JUKI Euis (Merasa pisau itu telahmenempel di pipinya) EUIS Tapi sebelum saya bilang.Berjanjilah kalian mau membawa saya kemana kalian pergi MARKABA Gampang itu. Lekas katakan semuaseterang-terangnya (Kepada Lodod) Lodod! LODOD MEMBAYANGI JUKI DENGANPANDANGAN-PANDANGANNYA EUIS (Dengan airmatanya) Dia akan menjebak kalian dalamrencana pembunuhan ini. Dia akan memberi jejak-jejak kepada polisi agar polisigampang menangkap kalian. Dia akan… MARKABA Babi! JUKI Bohong! Bohong! (Pada MArkaba)Mar, apa kau percaya? Percaya kepada mulutnya, kau…. MARKABA Tidak. Tapi saya lebih tidakpercaya kepadamu. kau licik, itu sudah jelas dalam cara kau berjudi. Juki,lihat mata saya. Sering kamu melihat saya marah, tapi lihatlah. belum pernahsaya marah sedemikian hebatnya. Selama hidup bertualang belum pernah sayadikhianati kawan sendiri sedemikian rendahnya. Jangan pula kau mengira sayatakut mati. Saya tidak pernah takut samasiapapun. Kalaupun polisi akan membelah dada saya menajdi dua puluh kerat, sayajuga tidak akan takut. Mati bagi saya tidak berarti apa-apa. Tidak ada Tuhan! JUMENA Tidak ada surga MARKABA Tidak ada neraka JUMENA Tidak ada malaikat MARKABA Tak ada apa-apa di sini dan dimana saja JUMENA Nonsens! MARKABA kau pengecut! tak usah kaupungkiri. Dan kau memang kerbau berpipa! Saya ingin menampar mulutmu yangberewok itu. Sedemikian marah saya dan sedemikian terkejut saya karena tidaksedikit pun saya mengira ini semua bisa terjadi, padahal saya percaya kepadamu! JUKI Tapi semua itu dusta, Mar MARKABA Kamu tidak punya apa-apa lagiuntuk membela dirimu, Juki JUKI Terserah. terserah kalau kamu bisaterpengaruh oleh mulut perempuan itu, tapi tentu kamu bisa memaafkan saya, Mar,Ambilah ahrta itu semua, tapi maafkanlah saya. Mar, kau lupa saya sahabatmu.Mar? MARKABA Kamu yang lupa saya dankawan-kawan kamu! JUKI Mar, maafkan saya! (Lari,pergi) MARKABA Lodod! (Mengejar bersamaLodod) SEJUTA EKOR ANJING MENGGONGGONG.EUIS MENENGADAH DAN MENUTUP TELINGANYA. KEMUDIAN DIA LARI 12 JUMENA (Yang di kursiberseru gembira) Nyai! P. TUA (Di tepiranjang) Ya, gan JUMENA Kalau alam bisa memperlakukansaya seperti itu, saya kira alam juga bisa memperlakukan orang-orang ituseperti yang saya bayangkan. Jadi begini setelah menyembelih Marjuki, keduaorang asing itu pasti kemudian mati diracun oleh perempuan tukang sihir itu.Sedangkan Euis akan mati karena gila. Euis kejatuhan buah kelapa. Nah, akhirnya amanlah hidup danharta saya. Aman sudah. Sekarang, pintu-pintu dan jendela supaya kembali dibukaseperti bisaanya. Tapi sekalipun demikian, ada satu yang tidak akan pernahselesai: kita tidak akan pernah sampai, tidak saya, tidak juga kau. Ayo, bukasemua! P. TUA Ya, gan JUMENA Dan saya akan kawin lagi! Sayaakan mulai hidup lagi dengan sikap pura-pura seperti setiap orang, karenaagaknya, hidup hanya bisa diatasi dengan cara kucing-kucingan seperti itu,sambil kita rangkai kembang-kembang kematian dan kelahiran, dalam perasaanharap-harap cemas 13 SEJUTA SENAPAN MELETUS BERSAMA,LALU SEJUTA LONCENG BERDENTANG BERSAMA PEMBURU Kau tahu kau sudah mati? JUMENA Apa? PEMBURU Kau sudah mati JUMENA Gila! Saya sendiri tidak tahu (Senyumpahit) Apa boleh buat PEMBURU Tidak perlu tahu, seperti halnyatentang hidup JUMENA Tapi saya selalu ingin tahu PEMBURU Hampir semua orang juga ingintahu, tapi umumnya orang lebih hemat dalam segala hal dan lebih sibukmenyiapkan segala sesuatunya untuk menuju surga. Kau telah memakan buah khuldi,sementara orang umumnya lebih suka menelan air liurnya, lantaran mereka tak maukehilangan surganya JUMENA Kau ini sebenarnya siapa? PEMBURU Yang kau cari. Yang kau rindui.Ayahmu alias Tanya JUMENA TERPESONA. PEMBURUTERSENYUM. AGUNG SEKALI JUMENA Bajingan! PEMBURU Mulutmu kotor seperti otakmu JUMENA TERSENYUM JUMENA Kalau begitu, betul saya sudahmati? PEMBURU Begitu kata orang JUMENA Lalu bagaimana? apakah iniberarti saya ahrus mulai lagi? PEMBURU Tidak, anakku. Lebih baik kaulanjutkan. ikutilah saya JUMENA MENGIKUTI LANGKAH PEMBURUMENUJU LONCENG RAKSASA ITU JUMENA Dari sini kita mulai? PEMBURU Ya SEMUANYA MASUK KE DALAM LONCENGRAKSASA ITU, SEMENTARA SEBELUMNYA IA SUDAH MEMPERDENGARKAN BUNYINYA YANGMENGGEMA TEPAT PUKUL 12 KETIKA MUNCUL PEREMPUAN TUAMENGAMBIL TEMPOLONG LUDAH DI KAKI KURSI GOYANG, DAN TEPAT SELANGKAH KETIKA IAMASUK KE DALAM, SEMUA LAMPU SUSUT CAHAYA DAN LAYAR TURUN PERLAHAN SELESAI |
| Bets friend forever ; ) bangun+rumah 's link Chapter 3 Update!!!! Chapter 3 update!!!! Chapter 3 update!!!! *teriak-teriak pakek toak sambil keliling kampong* XD Sorry updatenya lama, soalnya tugas sekolah menumpuk, ditambah lagi kmaren pas liekichi mau ngelanjutin ne fic, eh tiba-tiba aja dokumennya gag bisa dibuka dan error. Akhirnya mau gak mau liekichi ngulang lagi deh!!!, sedih… *curhat pula ne orang* Langsung aja ya….. Ok , ok NARUTO bukan pnya LIekichi , tapi punyanya MASASHI KISHIMOTO-SAMA, Liekichi Cuma minjem bentar aja bwat ne fic gaje. Yasudah lah… Happy Reading……. Previous "Bertahanlah " bisik Neji Hinata merasakan semuanya seperti berputar dan menjadi gelap , dan saat itu pula ia tak sadarkan diri. "Hinata….Hinata…."panggil neji sambil mengguncang tubuh mungil itu, tetapi ia tak mendapatkan jawaban apapun. Chapter 3 Melihat keadaan Hinata yang sudah tak sadarkan diri, Neji merasa jantungnya sudah berdetak lima kali lebih cepat dari langsung menyelipkan sebelah tangan kekarnya diantara betis dan paha Hinata, sedangkan tangan yang sebelah lagi ia letakkan dipunggung Hinata untuk menopang tubuh gadis itu. "Bertahanlah Hinata, kumohon," bisik Neji lirih sebelum mengangkat tubuh mungil dan lemah Hinata. Dengan gerakan yang sangat lembut Neji mengangkat tubuh Hinata kedalam gendongannya. Ia berlari, dan semakin lama, ia berlari semakin cepat. Rasanya ia ingin segera sampai keruangan Shizune sensei, agar Shizune bisa menolong Hinata secepatnya. "Duk…duk…duk…" Suara derap kaki Neji yang saling kejar- kejaran satu sama lainnya. Seakan tak mempedulikan mata banyak orang yang memperhatikan dan melihatnya, Neji terus berlari melewati lorong lorong dan ruangan ruangan yang memiliki bau khas rumah sakit tersebut. Ada yang melihatnya dengan tatapan aneh, ada yang biasa saja, bahkan ada yang melihat nya dengan tatapan seakan- akan berkata "dasar berisik, menggangu istirahat orang lain saja kau ini", tetapi ada juga yang melihatnya dengan tatapan iba dan kasihan. Tetapi, semua itu hanya dianggap sebagai angin lalu bagi Neji, kesehatan dan keselamatan Hinata lah yang terpenting untuk dirinya saat ini. Ia ingin menjadi seorang kakak yang baik dan selalu bertanggung jawab terhadap adiknya. Ia ingin melindungi dan menjaga Hinata dengan segenap hati, jiwa, dan raga yang ia miliki. Neji tak akan membiarkan orang lain menyakiti dan melukai Hinata walau sekecil apapun itu. Ia tidak ingin mengulangi kesalahan yang pernah ia lakukan untuk kedua terbesar dalam hidupnya. Kesalahan dimana ia pernah hampir membunuh Hinata pada saat ujian Chunin dulu. Mungkin, kalau bukan karena Naruto yang menyadarkannya saat itu, Neji tidak akan pernah sadar sampai sekarang. Tanpa disadari, air mata yang tadinya hanya menggenang dipelupuk mata lavender keperakan itu, kini telah tumpah membasahi kulit pucatnya dan menetes tepat diatas kelopak mata seorang gadis yang tengah tetupup dalam gendongannya itu. Sakit rasanya melihat keadaan Hinata yang tak sadarkan diri. Lorong demi lorong ia lewati dengan tetap membawa Hinata dalam gendongannya. Rasa khawatirnya sedikit memudar saat melihat sebuah ruangan yang bertuliskan "SHIZUNE'S ROOM". "Itu dia ruangannya." seru Neji dalam hati Semakin lama Neji semakin mendekati ruangan itu. Ruangan yang bercat putih bersih. Setelah tepat berada didepan pintu itu, dengan kasar Neji menendang pintu tersebut menggunakan kaki kanannya dengan sekuat tenaga hingga mengeluarkan suara yang sangat mengejutkan. "DUAK……." Shizune yang mendengar suara tendangan itu merasa sangat terkejut dan secara refek ia langsung bangkit dari tempat duduknya. "Apa yang kau la…" Kata-kata Shizune terhenti saat melihat siapa yang berada dalam gendongan Neji. "Tolong dia sensei." ucap Neji dengan suara yang bergetar "Apa yang terjadi dengan Hinata, bukannya dia tadi baik-baik saja?" Tanya Shizune sambil berjalan mendekan kearah Neji. "Akan kuceritakan nanti padamu, sekarang tolonglah Hinata terlebih dahulu." jelas Neji dengan suara yang hampir tak kedengaran. "Baiklah, aku mohon kau tenang Neji, sekarang letakkan Hinata disana." kata Shizune sambil menunjuk kearah tempat tidur yang terdiri dari sebuah bantal dan berseprai putih bersih dalam ruangan tersebut. Neji langsung berjalan mendekati tempat tidur itu. Dengan perlahan diletakkannya kepala Hinata diatas bantal dan membaringkan tubuh mengilnya diatas tempat tidur itu. Melihat itu semua, Neji menganggap bahwa ini semua adalah kesalahannya. "ARGHHH…….INI SEMUA KESALAHANKU!!!!" Teriak Neji frustasi sambil menjambak rambut coklat panjangnya sendiri. Hingga, beberapa helai dari rambutnya tercabut dari tempatnya dan tertarik disela-sela jari Neji. Air matanya pun kian deras mengalir membasahi pipinya. Shizune yang melihat keadaan Nejipun merasa kasihan dengannya. "Neji, kumohon dengarkan aku" Seru Shizune perlahan Tapi seruan itu tak berarti apa-apa bagi Neji, malahan perbuatannya semakin menjadi-jadi "KAKAK MACAM APA AKU INI!!!....." Teriaknya dengan suara yang leih keras lagi. Kali ini ia tidak lagi menjambak rambutnya, tetapi ia malah menjedutkan kepalanya sendiri ketembok ruangan itu. Emosi Shizunepun tak bisa terkendali saat melihat perbuatan Neji yang semakin parah itu. Ia tak pernah menyangka bahwa Neji akan melakukan hal tersebut kepada dirinya sendiri. " NEJI, AKU BILANG DENGARKAN AKU!!!" Teriak Shizune didepan Neji sambil mengguncang tubuh lelaki itu, agar ia sadar akan perbuatannya sendiri. Kali ini, perbuatan Shizune tak sia-sia. Nejipun langsung menghentikan perbuatannya dengan masih sedikit tersak . "Neji, tenanglah." Ucap Shizune yang perlahan lahan emosinya telah menurun. "Aku tahu kau sangat khawatir terhadap Hinata, tapi kau harus tenang." sambungnya lagi. Neji merasa malu terhadap Shizune-sensei, ia tak berani menatap wajah nya. Ia hanya dapat menundukkan kepalanya dengan rambut yang tergerai dan menutupi wajahnya. "Go…gomenasai sensei…" ucap Neji dengan nada yang sangat menyesal. "Sudahlah, aku tak marah padamu. Aku rasa kau hanya lepas kendali. Kau tak seperti Neji yang kukenal, Neji yang selalu tenang dan berkepala dingin." Jelas Shizune dengan lembut. "Ku mohon maafkanlah aku." Ulang Neji sekali lagi sambil mendongakkan kepalanya dan menyeka sisa air matanya. "Sudah,sudah,sudah" ucap Shizune seraya menenangkan sang Hyuuga tersebut "Sekarang, tunggulah diluar, sementara itu aku akan memeriksa keadaan Hinata." sambungnya lagi "Hai sensei." angguk Neji . Setelah itu, iapun langsung berjalan kearah pintu untuk meninggalkan ruangan Shizune dan menunggu diluar ruangan tersebut seperti yang telah diperntahkan oleh wanita itu. Tak lama kemudian, Shizune pun keluar dari ruangan tersebut dan menemui Neji yang sedang menunggu diluar sambil mondar-mandir. Neji yang melihat Shizune langsung berlari kecil kearahnya. "Bagaimana keadaan Hinata sensei?" tanya Neji "Hmm, kelihatannya kau sudah kembali lagi seperti Hyuuga Neji yang ku kenal." ucap Shizune sambil tersenyum simpul kearah Neji "Oh ya, keadaan Hinata baik-baik saja, ia hanya kelelahan karena tidak tidur dan menangis semalaman." Jelas Shizune "Huffft…syukurlah…." lega Neji. Neji pun langsung berjalan melewati Shizune dan bermaksud untuk masuk menemui Hinata. Tetapi, langkahnya terhenti oleh tangan Shizune yang menarik bagian belakang bajunya hingga otomatis ia pun terikut kearah tersebut. "Hey… kau ini !" seru Shizune "Kenapa? Aku ingin melihatnya." sambung Neji seketika. "Apa aku ada bilang kalau kau boleh masuk?" Tanya Shizune "Tidak." jawab Neji dengan wajah Innocentnya. "Dasar Neji, Hinata masih harus beristirahat didalam. Tidak ada satu orang pun yang boleh mengganggu tidurnya, apalagi sampai membangunkannya. Sekalipun itu kau sendiri .Awas saja kalau kau lakukan itu." ancam Shizune "Ia…. Ia." jawab Neji. "Yasudah, sekarang pulanglah ke mansionmu. Banyak - banyak lah beristirahat. Karena nanti sore , akan diketahui hasil dari pengetesan darah siapa yang cocok dengan calon hokage kita. Jadi, kalian harus benar- benar dalam keadaan yang sehat dan prima." jelas Shizune "Apa kau mengerti maksud ku Neji?" "Tentu sensei." jawab Neji sambil meninggalkan ruangan itu dan bejalan disepanjang koridor rumah sakit. "Jangan khawatir dengan keadaan Hinata, sebab aku yang akan menjaganya disini." Ucap Shizune sambil sedikit mengeraskan suaranya karena takut kalu Neji tak mendengarnya. "Mmmm." Angguk Neji sambil sedikit memiringkan kepalanya kebelakang dan tersenyum simpul kearah Shizune – sensei. Dan sebagai tanda bahwa lelaki itu juga mendengar ucapan Shizune yang baru saja dilontarkan terhadapnya. "Doumo Arigatou Gozaimasu Shizune sensei." ucapnya dalam hati. * * * * * * * *Sore hari, Diruang pertemuan Rumah Sakit* Semua teman –teman Naruto yang mengikuti pemeriksaan itu telah berkumpul diruang pertemuan rumah sakit konoha untuk mengetahui hasil dari pemeriksaan yang telah mereka laksanakan. "Bagaimana hasil pemeriksaannya Shizune-sensei?" Tanya Kiba "Umm, a-ano itu .." gagap Shizune "Kenapa sensei?" Tanya Sakura dengan tidak sabar. "Hufft…" Desah Shizune, sambil mencoba menarik nafasnya dalam –dalam seraya menenangkan dirinya sendiri. Shizune terdiam sesaat sebelum akhirnya membuka percakapan antara mereka. "Baiklah semuanya. Aku akan memberitahu kalian hasil dari pengetesan kemarin…" "………" hening Shizune sedikit menggantung kata-katanya hingga membuat Sakura menjadi agak kesal terhadapnya. "Cepatlah sensei…." emosi Sakura "Sabarlah sedikit Sakura, Shizune- sensei juga perlu sedikit ketenangan." Ucap Shikamaru sambil menatap tajam kearahnya. "Oke…oke.." kata Sakura sambil kembali duduk kembali ditempat duduknya. "Jadi begini,,, " ucap Shizune memulai pembicaraan "Dari hasil tes pemeriksaan yang telah dilakukan kemarin, tidak ada satu orangpun yang darahnya cocok, serasi, dan sesuai dengan darah Naruto" sambungnya lagi dengan suara yang sangat pelan dan dengan wajah yang sangat murung. Berat rasanya mengatakan ini semua kepada mereka. Tapi, bagaimanapun juga ia harus tetap mengatakan kenyataan ini. Mereka tampak sangat terkejut dan shock dengan apa yang baru saja mereka dengar. Mereka tidak menyangka, bahwa hal yang mereka takutkan akhirnya terjadi juga. "Kami-sama…." Ucap Lee sambil memegangi kepalanya dan menelungkupkan wajahnya diatas meja. "Ba..bagaimana mungkin sensei, kau bercanda kan?" seru Sakura dengan suara yang sedikit bergetar. Ino yang melihat Sakura pun mencoba untuk menenangkan gadis itu dengan mengelus punggungnya. "Tenanglah" ucap Ino lembut "Tidak Sakura, aku sedang tidak bercanda. Aku serius. Mungkin ini memang sangat berat, tapi aku berkata apa adanya." Jelas Shizune Seketika hanya keheninganlah yang melanda ruangan itu. Semuanya sibuk dengan fikirannya masing-masing. "…………." "Jadi, bagaimana keadaan Naruto sekarang sensei?" tanya Kiba yang mencoba memecahkan keheningan. "Sampai saat ini, keadaannya baik-baik saja." Jelas Shizune lirih "Jadi, selanjutnya bagaimana Sensei?" tanya Tenten "Mungkin, aku akan mencari seseorang yang memiliki darah yang cocok untuk Naruto. Akan aku usahakan sekuat tenagaku" Jelas Shizune. "Baiklah kalau begitu." Jawab mereka bersamaan. "Sensei, apa sekarang kami boleh melihat keadaan Naruto?" tanya Neji "Ya, tentu saja. Kalian boleh melihat keadaannya." Jawab Shizune Akhirnya, mereka semua pun keluar dari ruang pertemuan dan bergegas keruangan tempat Naruto dirawat. Mereka sudah sangat tak sabar ingin melihat keadaan Naruto. * * * * * * Ruangan pertemuan rumah sakit yang tadinya ramai itupun, kini telah kosong, hanya menyisakan Shizune seorang yang tengah melamun disana. "Bagaimana ini?" ucap Shizune lirih, sambil menatap lurus kedepan. Pandangannya kosong, ia bagaikan mati rasa. "Aku telah membohongi mereka semua. Ta, tapi aku harus bagaimana?" Aku tidak boleh mengatakan hasil pemeriksaan yang sebenarnya kepada mereka semua, karena…karena kalau aku mengatakan yang sebenarnya, Neji yang pasti akan sangat keberatan dengan hasilnya." Kata Shizune sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. Flashback *Shizune's Pov* Aku melewati lorong-lorong rumah sakit untuk ke ruang pemeriksaan rumah sakit konoha dengan perasaan yang sangat berdebar-debar. Aku tak tahu mengapa perasaan ini hadir, tapi aku harus tetap tenang. Dengan perlahan kubuka pintu ruang pemeriksaan, hingga terdengar bunyi berdecit dari pintu itu. Suara itu begitu jelas tertangkap oleh indra pendengaranku karena rumah sakit benar-benar sedang sunyi saat ini. Sesaat setelah pintu terbuka, bau khas rumah sakit begitu tercium tajam di indra penciuman ku. Dengan perlahan kumasuki ruangan itu. Kubuka dokumen-dokumen hasil pemeriksaan yang telah disusun oleh asisten kepercayaanku. Dan betapa terkejutnya aku saat mengetahui bahwa darah yang cocok dengan Naruto adalah darah : "HYUUGA HINATA!!!" ucapku tidak percaya. Jantungku berdebar makin kencang saat mengetahui hasil pemeriksaan itu. Aku benar benar-benar tidak pernah menduga dengan ini semua. Rasanya aku seperti mau pingsan melihat hasil ini. Akhirnya, setelah melihat hasil ini, aku langsung meninggalkan ruang pemeriksaan dan mengunci kembali pintu ruangan tersebut. Aku berlari dengan cepat meninggalkan ruangan itu, keringat dingin membasahi dahiku. Aku berlari keruanganku dan setelah sampai didalam ruanganku, aku langsung menutup rapat-rapat pintu itu dan menguncinya dari dalam. Keringatku terus saja mengalir dengan derasnya. Tanpa aku sadari, ada sepasang mata lavender yang tengah memperhatikan kelakuan janggalku. *End Shizune's Pov* "Sensei!!" ucapnya lemah dan penuh selidik. Saking terkejutnya, dokumen hasil pemeriksaan itupun jatuh kelantai ruangan Shizune. "Hi…Hinata, kau su..sudah sa..dar?" tanya Shizune dengan sangat gugup. Wajahnya memucat saat mengetahui Hinata telah bangun dan sedang menatapnya. . "I..Ia" jawabnya sambil memperhatikan kertas putih yang terdiri dari beberapa tulisan diatasnya. "A..apa itu?" tanya Hinata sambil menunjuk kearah dokumen yang masih berada dilantai. "I..ini, a-ano…umm, bukan apa-apa" elak Shizune sambil menyambar dokumen hasil pemeriksaan itu dari lantai dengan sangat cepat dan menyembunyikannya dibalik punggungnya. "Sen..sensei, apa ada yang kau sembunyikan? Kalau ada, tolong beritahu aku.." ucap Hinata dengan wajah penuh dengan harapan agar Shizune mau memberitahunya. Shizune sangat tidak tahan melihat wajah Hinata yang memelas seperti itu, iapun berjalan mendekati tempat tidur Hinata. "Hinata, apa keadaanmu baik-baik saja? Apa ada bagian tubuhmu yang sakit? Kau tidak boleh terlalu banyak bergerak dulu!!" tanya Shizune seraya mengalihkan pembicaraan "Aku baik-baik saja sensei." Jelas Hinata. "Sekarang jawab aku, apa yang kau sembunyikan dariku?" sambungnya lagi dengan suara yang sangat lemah. "Hufft,, baiklah. Aku akan memberitahumu. Begini Hinata, dari hasil pemeriksaan kemarin, aku telah menemukan orang yang memiliki darah yang cocok untuk Naruto" Jelas Shizune "A-apa? Siapa orang itu Shizune-sensei? Si ..Siapa orangnya?" tanya Hinata dengan tidak sabar kepada Shizune. "Orang itu adalah kau, Hinata." seru Shizune sambil menyerahkan dokumen yang tadi disembunyikan dibelakang punggungnya kepada Hinata. Hinata tak mampu berkata apapun. Ia hanya mengambil dokumen hasil pemeriksaan itu dari tangan Shizune. "Ia, sensei benar, orang itu aku." Ucap Hinata pelan sambil sedikit tersenyum kepada Shizune. "Ta…tapi Hinata, keadaanmukan masih belum stabil?" cemasnya "Kumohon sensei, izinkan aku melakukannya sekali ini saja. Aku ingin berguna untuk orang lain, apalagi kalau orang itu Naruto-kun, orang yang paling aku sayangi didunia ini. Aku rela berkorban dan rela mati untuknya, a…aku ingi membantunya. A…aku pasti akan merasa sangat menyesal seumur hidup jika aku tidak melakukan ini." mohon Hinata dengan mata yang berkaca-kaca "Ambil saja darahku sebanyak-banyaknya, ambil saja sensei. Bila perlu semuanya. Aku tidak akan, hiksss…pernah merasa keberatan,,," kata Hinata sambil menyodorkan lengannya kearah Shizune. Aliran sungai kecil itu telah mengalir membasahi pipi mulus nya. Shizune merasa sangat tersentuh dengan kebaikan hati Hinata. "Ternyata, selain tegar, gadis ini juga mempunyai ketulusan hati yang tak tertandingi oleh apapun" ucap Shizune dalam hati. "Hey… , Sudahlah Hinata. Aku mengizinkanmu melakukannya. Tapi, apa kau rasa keadaanmu akan baik-baik saja? Tanya Shizune dengan sangat cemas "Tentu sensei, aku akan baik-baik saja" angguk Hinata dengan mantap seraya membasuh air mata beningnya. "Ta…tapi, a…aku punya permohonan dengan sensei," "Apa itu Hinata?" "A…aku mohon padamu, jangan beritahu tentang ini kepada Neji-niisan, karena kalau sampai ia tahu, ia pasti tidak akan mengizinkanku. Dan satu lagi, jangan beritahu ini kepada orang lain, siapapun itu. Aku hanya ingin ini menjadi rahasia kita berdua. Apa kau mau berjanji padaku sensei?" tanya Hinata sambil mengangkat satu jari kelingkingnya ke arah Shizune. Shizune sedikit menimbang-nimbang permintaan Hinata padanya, hingga akhirnya ia hanya menganggukkan pelan kepalanya sebagai tanda bahwa ia menyetujui permohonan gadis Hyuuga tersebut. "Ia…aku berjanji Hinata." angguknya sambil mengaitkan satu kelingkingnya dengan kelingking Hinata. "Arigatou gozaimasu, Sensei." "Mmmm" angguknya lagi sambil tersenyum lemah. "Jadi, kapan pengambilan darahku akan dilaksanakan?" tanya Hinata. "Nanti malam, setelah aku memberitahu teman-temanmu yang lain tentang hasilnya. Aku akan menunggu sampai mereka semua meninggalkan rumah sakit ini. Dan setelah itu, kita akan melaksanakannya. Bagaimana?" jelas Shizune. "Baiklah sensei" "Tapi, bagaimana dengan nii-san? " tanya Hinata "Maksudmu?" tanya balik Shizune "Bagaimana kalau dia bertanya tentang keadaanku." jawabnya "Oh, aku akan bilang padanya kalau kau masih sangat memerlukan perawatan dan istirahat disini" Seru Shizune. "Baiklah sensei, sekali lagi, aku ucapkan terima kasih padamu" ucap Hinata dengan senyuman manis dibibir mungilnya. "Sudahlah, jangan seperti itu." End Flashback Lamunan Shizune terhenti saat mendengar suara ruangan pintu pertemuan itu dibuka oleh seseorang. "Si…siapa itu" tanya Shizune "Ini kami sensei" "Oh, kalian" "Iya, kami sudah melihat keadaan Naruto. Sekarang, kami ingin pamit pulang, karena hari sudah semakin larut" ucap Kiba sebagai perwakilan dari mereka semua. "Ya, silahkan. Oh ya dimana Neji?" tanya Shizune "Iya sensei." Jawab Neji "Aku ingin memberitahumu bahwa Hinata tidak bisa pulang malam ini, dia masih perlu istirahat. Aku yang akan menjaganya malam ini. Jadi, kau jangan terlalu cemas ya…" Jelasnya "Hmmmm" angguk Neji Setelah berpamitan, mereka pun langsung pergi meningglkan Rumah sakit konoha. "Sepertinya aku tak bisa berlama-lama lagi. Aku harus cepat menemui Hinata. Ini sudah waktunya." Ucap Shizune seraya keluar dari ruangan pertemuan Rumah sakit Konoha dan bergegas menemui Hinata diruangannya. Setelah sampai keruangannya, Shizune langsung membawa Hinata kesebuah ruangan untuk pengambilan darah. "Hinata, apa kau siap?" "Hai, sensei" Angguknya dengan mantap Shizunepun langsung menusukkan suatu alat di lengan Hinata, dan dengan cepat, cairan merah nan kental itu mengalir melewati selang-selang tersebut dan menuju kantung tempat darah yang telah terhubung dengan selang itu. Hinata sedikit meringis kesakitan saat benda itu menusuk lengannya, hingga mengakibatkan air mata Hinata keluar disudut mata lavendernya. Ia merasa sedikit pusing saat sedikit demi sedikit darahnya tersedot dan mengalir melalui selang itu. Pandangannya pun menjadi kabur dan gelap. "Selesai Hinata" seru Shizune "Kau baik-baik saja kan?" sambungnya lagi "Ten…tentu sensei" jawab Hinata dengan sangat lirih sambil mengedap-ngedipkan mata lavendernya. "Kami-sama, kau pucat sekali Hinata." "Sudahlah sensei, sekarang cepat tranfusikan darah itu untuk Naruto-kun, aku ingin ia cepat usah pedulikan aku." ucap Hinata yang terdengar bagaikan sedang berbisik "Hhhn…h….hn…hah…" desah Hinata "Hinata apa dadamu sakit?" "Ti…tidak sensei" bohongnya. "Oh, yasudahlah. Aku harap kau baik-baik saja." Setelah Shizune melepaskan alat yang terpasang dilengan Hinata, ia langsung bergegas membawa 2 kantung darah Hinata untuk ditranfusikan ke Naruto. "Hinata, kau beristirahat saja dulu disini. Sementara aku akan mentrafusikan ini untuk Naruto" jelas Shizune "Tidak…tidak sensei, aku ingin ikut. Aku ingin melihat keadaan Naruto-kun" serunya sambil bangkit dari tempat tidur itu. Hinata merasa bahwa kepalanya sedang dihantam oleh ribuan palu. Keseimbangannya pun tak terjaga, hingga Shizune menyanggah tubuh Hinata. Kalau tidak, mungkin ia sudah jatuh. Pandangannya pun serasa kabur dan berputar-putar. Tapi semua itu tidak terlalu diambil rasa olehnya. Ia hanya ingin melihat keadaan Naruto-kun. "Hinata.." seru Shizune lirih dan khawatir "Ayolah sensei, ku..kumohon." sambung Hinata lirih dengan bibir mungilnya yang terlihat sangat pucat. Matanyapun tampak sangat sayu. "Baiklah jika itu keinginanmu." Shizune dan Hinata pun langsung menuju keruangan Naruto. * * * * * * * Sesampainya didalam ruangan Naruto, Shizune langsung memasang alat untuk mentranfusikan darah Hinata untuk Naruto. Sedangkan Hinata, langsung mengambil kursi dan duduk disamping tempat tidur Naruto. Dengan sedikit ragu, ia memegang dan menggenggam tangan Naruto. Ia letakkan kembali tangan dingin itu dipipi putihnya. Shizune yang melihat keadaan itu merasa sangat sedih. Ia tak sanggup berkata apapun. "Hinata, Naruto harus istirahat, kau juga butuh istirahatkan?" tanya Shizune "Tidak sensei, malam ini aku ingin menemaninya. Boleh ya…., kumohon.!!" Pinta Hinata memelas "Huffft ….. , yasudahlah." Jawab Shizune seraya keluar dari ruangan itu dan meninggalkan Naruto dan Hinata didalamnya. "Na…Naruto-kun" panggil Hinata lirih dan lagi-lagi iapun menangis. "A..apa kau de..dengar aku?" ucapnya sambil membaringkan kepalanya diatas tangan kanan Naruto. "A..apa ada bagian tubuhmu yang sakit?, kalau ada dimana?, hikkss, biar Hinata obati ..hikss… hikssss." tak satu jawabanpun ia dapatkan, tapi ia terus saja mengajak berbicara lelaki itu. "Apa yang ini sakit?" tanya Hinata sambil menyentuh lemah luka didahi Naruto yang telah diperban. "Hiksss….hiksss" "Hey, sekarang darahku telah mengalir didalam tubuhmu. Apa kau sudah bisa merasakan betapa besar rasa cintaku padamu?" "…………." "Aku harap kau dapat merasakannya ya!" "A…aku merindukanmu Naruto-kun. Sadarlah, kumohon!!!" seru Hinata masih sambil menagis hingga ia tertidur pulas diatas tangan sang uzumaki karena kelelahan. *Pagi Hari* Hangat cahaya matahari itupun masuk melalui ventilasi kamar rumah sakit, hingga mengganggu dan menyuruh agar sang gadis Hyuuga tersebut bangun dari tidur nyenyaknya. Kicauan burung pun tak mau kalah, ingin ikut meramaikan suasana pagi yang cerah itu bagaikan sedang menanti seseorang "Umhhhh….." Hinata terbangun dari tidurnya dengan mata yang bengkak. Ditatapnya kembali leleki didepannya itu. Dengan lembut, dielusnya tangan Naruto. Tiba-tiba saja satu persatu jari lelaki itu bergerak dengan sangat perlahan. Hinata merasa sangat terkejut dengan hal tersebut. Ia pun langsung menarik tangan kecilnya dari tangan Naruto. "Na…Naruto-kun" panggilnya Mata Naruto yang tadinya tertutup rapat itupun, kini telah terbuka sedikit demi sedikit dan menampakkn bola mata yang berwarna sebiru laut itu. "Mhhh…., di di..mana ini?" ucapnya sangat lirih Naruto mengedarkan pandangannya kesetiap sudut ruangan itu, hanya dinding putihlah yang ia lihat sejauh mata memandang. Sesaat kemudian lelaki itu telah sadar bahwa ia sedang berada dirumah sakit konoha. "Na…Naruto-kun" ulangnya sekali lagi Pandangannya teralihkan saat mendengar suara lembut seseorang yang sedang berada disampingnya. Ia lemparkan pandangannya kearah gadi itu. Diperhatikannya gadis itu baik-baik. Dilihatnya wajah manis itu dengan tatapan sayu dan sedih. "Hinata-chan?" ucap Naruto lirih "I…ia, i…ini a..aku" jawab Hinata sambil menundukkan kepalanya Suasana heningpun dengan cepatnya hinggap diantara mereka. "……………….." "…………………" "Na…Naruto-kun, a…aku akan memanggilkan Shizune se…sensei" sambungnya lagi seraya bergegas ingin meninggalkan ruangan itu. "Jangan Hinata-chan." cegah Naruto sambil menarik pergelangan tangan gadis itu. Hinata sangat terkejut saat merasakan tangan kokoh Naruto yang mencengkram lembut pergelangan tangan kecilya. Ia tak sanggup menatap mata sang uzumaki itu. "Ada yang ingin aku katakan padamu. Aku ingin menjawab atas pernyataan cintamu padaku. Maafkan aku selama ini, yang tak pernah tahu dan mengerti tentang perasaanmu" ucapnya. "A….ano…., Naruto-kun" "Aishiteru yo Hinata-chan" seru Naruto dengan sangat tiba-tiba sambil memalingkan wajahnya dari Hinata. "Na….Naruto-kun" Hinata benar-benar sangat terkejut dengan ucapan Naruto, ia hanya bisa membelalakkan kedua bola mata lavendernya. ………………… Bersambung~~~ |
Powered by WordPress SEO Tools














