Desain Rumah Minimalis 2011

 

 

Mungkin Tahun 2011 sudah berlalu, dan sekarang sudah menginjak tahun 2012 . akan tetapi untuk melihat kembali desain rumah minimalis pada tahun 2011 tidak lah salah. karena Desain Rumah yang Minimalis namun kelihatan modern akan tetap menjadi tren pada tahun 2012, aseperti kebanyakan pad atahun sebelumnya. akan tetapi perlu juga anda ketahui bahwa,  Desain rumah minimalis yang dimaksud disini bukanlah desain rumah yang sederhana dan dibangun seadanya dari bahan seadanya karena mengacu pada kata minimalis yang seperti kebanyakan orang mengira. akan tetapi melainkan Desain Rumah Minimalis yang dimaksud adalah rumah dengan desain yang simpel, elegan dan kelihatan modern.

Perlu juga anda ketahui bahwa ad hal yang yang terpenting anda ketahu bila anda memiih desain rumah minimalis sebagai hunian anda. memang perlu anda ketahui melalui informasi dimana ada beberapa orang yang mengatakan rumah dengan desain minimalis bukan hanya sekedar gaya hidup tetapi lebih pada filosofi hidup dari yang si pemilik rumah. berikut  Ada beberapa filosofi hidup yang mungkin nantinya dapat membuat anda yakin dan merasa cocok bagi orang yang ingin memiliki rumah dengan desain minimalis.

  1. Orang yang lebih mementingkan esensial yaitu orang yang cenderung lebih senang menaruh barang yang penting saja atau fungsional di rumahnya.
  2. Orang yang lebih mementingkan kualitas daripada kuantitas, orang yang lebih senang menaruh barang sedikit tetapi berguna daripada banyak tetapi hanya akan makan tempat saja.
  3. Orang yang menyukai kebersihan dalam artian orang ini cenderung senang membuat seluruh sudut rumahnya mudah dibersihkan atau tidak ada permukaan di rumahnya yang sulit dijangkau untuk dibersihkan.
  4. Dikarenakan oleh beberapa filosofi tersebut memiliki rumah dengan desain minimalis tetap menjadi idola atau tren bagi masyarakat tidak hanya di kota besar tetapi juga di pedesaan. Selain itu developer perumahan pun tidak mau ketinggalan. Ini terlihat dari hampir semua developer perumahan yang setiap kali membuka lahan baru selalu mengedepankan desain rumah yang minimalis, baik itu untuk type 36, 45, 54 maupun 70.Desain Rumah minimalis memang sangat cocok  Untuk Negara Indonesia yang jumlah penduduknya selalu berkembang pesat untuk setiap tahunnya, maka bursa properti dengan desain minimalis tentunya akan menguntungkan pihak developer perumahan. selain itu juga Para developer juga dituntut untuk selalu mengupdate desain rumah minimalis mereka agar dapat menarik perhatian para pembeli serta menciptakan suasana yang baru bagi peminat desain rumah minimalis. agar nantinya pada tahun 2012 ini, desain rumah minimalis tetap menjadi pilihan.

Incoming search terms:

budget bangun rumah minimalis (24);rumah elegan (19);kerangka rumah minimalis (19);rumah minimalis elegan (18);rumah bagus minimalis (16);model rmh minimalis (14);desainer rumah (14);gambar desain rumah terbaru (12);cat rumah modern (10);rumah minimalis 2012 tipe 45 (10);design kantor minimalis (9);gambar rumah minimalis type 70 (7);kerangka desain rumah (6);rincian biaya membangun rumah tipe 36 2013 (5);foto rmh2 minimalis (5);desain rumah bertingkat by ridwan kamil (5);perincian bangun rumah type 54 (5);model2 rmah 2 lantai gmbar (4);perumahan benyamin banjarmasin (4);cari model rumah minimalis (4);desain rumah minimalis 2 lantai 10x15 (3);desain rumah ukuran 9x12 (3);rekap biaya bangunan rumah sederhana (3);mdel rumah kcil dan perincian dana (3);rincian biaya rumah lantai 2 terkini (3);bentuk desain dan rincian bahan rumah minimalis (3);design lantai carport (3);rincian biaya pembangunan rumah minimalis type 70 (2);mendesain rumah yang mudah dibersihkan (2);rincian biaya buat rumah tipe 70 (2);jenis rmh2 minimalis (2);gambar rumah besar modern (2);Desain rumah minimalis 2 lantai type 75 (2);rincian bahan bangunan untuk rumah type 45 (2);desain rumah minimalis dengan rincian dana pembuatan (2);gambar dn denah rumah tipe 10x15 (2);renovasi rumah tua ke model minimalis (2);gambar rumah kecil tapi bagus (2);desain rumah minimalis yang cantik ukuran tanah 10x15m 1 lantai (2);model rumah minimalis ukuran tanah 40 (2);desain rumah pojok 45 (2);Disain Rumah Modern Minimalis 2013 (2);design ukuran rumah minimalis 12x15 (2);denah rumah ukuran 12x15 m (2);denah rumah ukuran 12x15 (2);rumah minimalis ukuran 10x15 (2);rumah 10x15 bertingkat (2);rmh2 minimalis (2);sekema gambar rumah mini malis tipe 36 45 (2);denah desain rumah ridwan kamil (2);rincian dana rumah type 45 minimalis (2);denah rumah cantik tipe 54 (2);teras atas minimalis (2);rumah sederhana dan pagar minimalis (2);rumah besar desain minimalis (2);model bangunan rumah tipe 40 (1);model carport simple minimalis dan murah (1);susunan karya desain ridwan kamil (1);minimali tipe 70 tampek depan (1);Model gambar rumah minimalis yg unik cantik dan bagus tipe 75 (1);sket rumah idola (1);model rehab rumah sudut (1);rumah type 70 bertingkat (1);rumah tipe 45 dan rincian anggaranya (1);tipe rumah 60 minimalis (1);Membuka model rumah bertingkat terbaru (1);rumah pojok minimalis (1);model rumah 10x15 yang murah (1);jumlah dana pembagunan rumah type 70 (1);www desen rumah unik (1);kerangka desaun rumah (1);Kerangka model rmh skrg ukuran besar? (1);www desen rumah com (1);kerangka rumah tinggal (1);konsultasi rincian biaya membangun rumah minimalis (1);krangka atas rumah type 70 minimalis (1);krangka disain rumah mini malis (1);kumpulan desain teras rumah minimalis sederhana dan murah (1);kumpulan gambar karya ridwan kamil (1);type rumah minimalis desain letter huruf U (1);model rumah minimalis elegant murah cocok untuk perumahan (1);rumah sudut tytpe 22 (1);model rumah type 40 (1);rancang bangun bentuk dan denah rumah tipe 45 minimalis (1);rancang bangun denah rumah murah sederhana (1);rancangan anggaran biaya rumah type 56 (1);rumah karya ridwan kamil (1);rumah elegan minimalis type 54 (1);renovasi rumah tpe 36 lahan pojok (1);rincin biaya buat rumah ukuran kecil (1);rincian renovasi rumah tipe 22 (1);rincian bahan dan biaya perumahan tipe 36 (1);rincian buwat rumah minimalis tapi nyaman dan murah (1);rincian bikin rmah tipe 40 (1);rincian biaya untuk rumah 2 lantai ukuran 36 minimalis (1);rumah m ridwan kamil (1);perincian membangun teras rumah (1);model teras sederha tapi ok (1);Rumah pedesaan tipe 56 (1);Motip rumah minimalis tipe 75 (1);rumah modern bertingkat 2 dengan harga murah (1);rumah model ruko di tanah ukuran 12 x 8 (1);rumah minimalis ukuran 10x15 thn 2012 (1);mta poto rumah keren (1);pagar minimalis type 40 (1);perincian bahan bangunan untuk rumah tipe 36 (1);rincian anggaran biaya bangun rumah type 36 2013 (1);rumah minimalis type 36 dan biaya anggaranya (1);rumah minimalis diatas lahan 9x12 (1);rincian biaya pembuatan rumah minimalis beserta ukuran rumahnya (1);desain model rumah minimalis (1);contoh untuk rumah mungil carport yang murah tapi bagus (1);contoh teras rumah minimalis dengan biaya murah (1);contoh rumah sudut type 70 (1);contoh rumah kantor minimalis (1);contoh rumah cantik dengan denahnya tipe 45 54 60 75 (1);contoh rmh2 minimalis (1);contoh gambar rumah beserta rincian pembangunan (1);contoh desain rumah minimalis 2 lantai di tanah sudut (1);Contoh2 desain rmh2 yg bagus tipe 36 (1);dana untuk renovasi rumah tipe 70 (1);desain gambar renovasi rumah tingkat minimalis di area banjir dengan biaya murah (1);desain gambar dan denah karya ridwan kamil (1);desain denah rumah nyaman 10x15 (1);denah rumah tinggal type 36 beserta rincian biaya (1);denah rumah ridwan kamil (1);denah rumah minimalis ridwan kamil (1);denah rumah 12x15 (1);denah kantor beserta ukuranya (1);contoh desain rumah bertingkat 3 dan berapa kira-kira jumlah anggarannya (1);contoh desain gambar bangunan ridwan kamil (1);contoh desain gambar bangunan pesantren 3 minimalis di indonesia (1);Biaya dan gambar rumah minimalis ukuran 36/70 (1);biaya bangun rumah minimalis ukuran 8 x 12 (1);biaya arsitek rumah minimalis ridwan kamil (1);berapa biaya bangun rumah minimalis tipe 36/70 2013 (1);berapa banyak bahan bangunan untuk buat rumah tipe 70 (1);Bentuk rumah sederhana yang elegan di lahan 1 lokasi (1);bangun rumah sederhana type 75 minimalis dan murah (1);aneka model ruman minimalis 2 lantai (1);biaya membangun rumah minimalis type 36 tahun 2013 (1);biaya membangun rumah type 45 di banjarbaru (1);contoh denah rumah 12x15 (1);contoh biaya buat rumah minimalis tahun2012 (1);cat rumah untuk tipe 44 yg paling bagus (1);buat rumah ukuran 10x15 dari batako (1);bntuk dan rincian rumah sdrhna (1);biaya pembangunan rumah ukuran 10x15 (1);biaya murah membangun rumah minimalis lantai 2 (1);biaya membuat rumah ukuran 10 x 15 (1);aneka model rumah unik ekonomis (1);desain rumah minimalis 2 lantai ukuran 10x15 (1);Image rumah mungil 12x15 (1);gambar rumah minimalis dengan biaya renda satu lantai (1);gambar rumah mimi males beserta desain gambarnya (1);gambar rumah kontemporent elegant untuk 2 lantai (1);gambar rumah denah karya m ridwan kamil (1);gambar rumah dan denah karya m ridwan kamil (1);Gambar rumah beserta ukurannya ala minimalis dan murah (1);gambar rmh2 model terbaru (1);gambar desain rumah 1 lantai ukuran 10x15m (1);Gambar rumah model terbaru dan biaya yg murah utk membangun nya (1);gambar rumah nini malis tipe36 (1);hunian sehat elegan dan biaya rendah (1);harga kerangka 1 unit type rumah 70 dari bahan taso (1);grafik rumah tipe 40 yg terbagus (1);googlegambar teras rmh model skrg (1);Gmbar rmh2 modern (1);Gmbar rak tv sdrhna tp unik (1);gambar-gambar model rumah beserta kerangkanya dan anggarannya (1);GAMBAR RUMAH SIMPLE ELEGAN DAN BIAYA MURAH (1);gambar denah rumah type 70 tanah 9x12 (1);gambar denah rumah sudut 14 x 15 (1);gambar denah rumah 12x15 (1);desain rumah tipe 36/70 tahun 2013 (1);desain rumah sudut type 75 (1);desain rumah sederhana minimalis sekalian rincian dana pembangunan nya (1);desain rumah rancangan ridwan kamil (1);desain rumah modern minimalis ukuran tanah 10x15 (1);desain rumah minimalis ukuran 36 dengan biaya yang murah (1);desain rumah minimalis terbaru 12x15 satu lantai (1);desain rumah minimalis modern 1lantai type 75 terbaru (1);desain rumah type 60/75 (1);desain teras minimalis modern (1);gambar dan desain rumah karya ridwan kamil (1);foto rumah type 22 simpel dan elegan (1);ff seohwa yadong (1);download rincian biaya membangun rumah 2013 (1);download karya terbaik terbaru ridwan kamil (1);desen rumah kecil (1);desaun minimalis (1);desainrumah elegan 9m x 12 (1);desain rumah minimalis 8 5 meter (1);

Twitter

Adellia_NR Wed, 22 May 2013 09:43:03 +0000
RT @COmate_SG: Orang tidur itu jangan dibangunin, karena dia belum tentu mau bangun. Kecuali dibangunin rumah mewah.. #TweetCOmate_SG
Trihidayatulm Wed, 22 May 2013 09:40:21 +0000
Wanita yg rajin bangun pagi cocok diajak bangun rumah tangga :-)
amiliaashikin Wed, 22 May 2013 09:39:35 +0000
Kat rumah boleh bangun lambat, ada makanan @sabrinahmdn
winny_woy Wed, 22 May 2013 09:39:33 +0000
RT @COmate_SG: Orang tidur itu jangan dibangunin, karena dia belum tentu mau bangun. Kecuali dibangunin rumah mewah.. #TweetCOmate_SG
Synsyfqah Wed, 22 May 2013 09:39:27 +0000
@fahizee otak kau mna ada permainan. serious bangun lambat. alaa nak air tu. dtg rumah aku skrg tak leh? hntr air tu
acaiijawe Wed, 22 May 2013 09:38:51 +0000
Tu belum yg datang rumah kul 11-12 mlm adu masalah anak, suami dsb. Kalau xjwn diketuk pintu rumah kuat2 sampai jiran bangun.
rahmasatila Wed, 22 May 2013 09:36:46 +0000
@dwititie @luligdwi :v untuk bangun rumah ti
RefiSuhadi Wed, 22 May 2013 09:35:02 +0000
Bisa kalo udh mati RT@AdhityaTaffiany: @RefiSuhadi emang bisa gtu bangun rumah di dalem tanah ? Hahaha"
eydaaaaa Wed, 22 May 2013 09:34:02 +0000
keluarkan kunci kereta - angkat beg - bangun dr kerusi - jumpe boss dulu - dan ayuh lah pulang ke rumah :)
ShendyHP Wed, 22 May 2013 09:32:30 +0000
Bangun tidur rumah kosong -_-"
AsadurRahman8 Wed, 22 May 2013 09:31:13 +0000
"@COmate_SG: Orang tidur itu jangan dibangunin, karena dia belum tentu mau bangun. Kecuali dibangunin rumah mewah.. #TweetCOmate_SG"
ThasyaWidya_K Wed, 22 May 2013 09:30:48 +0000
RT @COmate_SG: Orang tidur itu jangan dibangunin, karena dia belum tentu mau bangun. Kecuali dibangunin rumah mewah.. #TweetCOmate_SG
erlandalfredo Wed, 22 May 2013 09:28:37 +0000
Aku d rumah yop baru bangun haha ga kuliah deh jadinya, napa? @YopieLiem
sofiaip Wed, 22 May 2013 09:28:04 +0000
Muehehe aku ini hdk guring dulu :* RT @diahpuji_utii: Rencananya sampe rumah mu tidur bentar. Liat sofi ngtweet tentang tugas, brb bangun
diahpuji_utii Wed, 22 May 2013 09:26:39 +0000
Rencananya sampe rumah mu tidur bentar. Liat sofi ngtweet tentang tugas, brb bangun -_- huuffftt

Videos

Facebook

Nafisa Perawanee Errteepituee


bangun+rumah 's link
Ada yang benci dirinya , ada yang butuh dirinya , ada yang berlutut mencintainya , ada pula yang kejam menyiksa dirinya , ini hidup wanita si kupu - kupu malam , bekerja bertaruh jiwa raga , bibir senyum kata harus merayu memanja , kepada setiap mereka yang datang , Dosa kah yang dia kerjakan , suci kah mereka yang datang , kadang dia tersenyum dalam tangis , kadang dia menangis di dalam senyuman .. Ho ho ho .. Apa yang terjadi - terjadilah , yang dia tahu Tuhan penyayang umatnya , ho ho ho .. Apa yang terjadi - terjadilah , yang dia tahu hanyalah menyambung nyawa ... Ho ho ho ... yang terjadi - terjadilah , yang dia tahu Tuhan penyayang umatnya , ho ho ho ... yang terjadi - terjadilah , yang dia tahu hanyalah menyambung nyawa ..... " Fir .. Senyum donk , kalau kamu cemberut kayak gitu .. Mana ada Om - Om yang mau ngedeket , " bisik Alena teman baikku yang mengajakku bekerja di tempat ini , " Tapi Len .. " kata - kataku terhenti saat ada Om - Om botak berjalan mendekat ke arah kami , " malam Om ... " sapa Alena dengan lenceh , aku yang memang baru pertama kali terjun dalam kerjaan ini berusaha untuk tersenyum tapi bibirku terasa kaku , Alena nampak berbisik sesuatu ke arah Om botak itu . Om botak itu menatapku dari atas sampai bawah , diri ini seperti di telanjangi di depan umum , " jadi dia baru pertama ya Lena ? " tanyanya , Alena yang berdiri di sampingku hanya menjentikkan jarinya dan bilang ' BINGGO ' " Om mau bawa dia , tapi jangan di apa - apain ya Om , kalau mau ngapai - ngapain sama Lena aja , " jawabnya dengan nada genit dan memeluk lengan Om botak itu dengan manja , " iya .. Sekarang kalian temani Om makan malam ya , Om belum makan nich , " kata Om Botak itu yang diiyakan dengan Alena , dia nampak mengecup pipi Om botak yang disambut dengan senyum girang dan diberinya beberapa lebar uang ratusan ribu ke Alena , " Lena , temannya yang manis itu namanya siapa ? " tanyanya sambil menunjuk ke arahku yang berjalan disamping Alena , " kenalan sendiri donk Om , kan punya tangan , " Alena tersenyum dan memberi kode ke arahku yang tak ku mengerti , " ulurin tangan kamu , " bisiknya kepadaku . Om Botak yang tau kebingunganku nampak mengulurkan tangannya yang aku sambut dengan ragu , " Om Botak , " katanya , " Firna , " jawabku singkat , " nama yang manis , semanis orangnya , " pujinya dan melepas jabatan tangan kamu , " sekarang kita ke makan malam ya , " tambahnya dan langsung membukakan pintu mobil untuk Alena dan diriku , " Sopir , tempat biasa ya .. " perintahnya ke sopir pribadi yang duduk dengan patuh disampingnya . Mobil yang dikemudikan sopir Om Botak nampak berhenti tepat di depan hotel mewah berkelas dan berbintang , aku dengan ragu turun dari mobil mengikuti langkah Alena , " Om ,, habis makan check in ya Om , mau nyobain di hotel mewah nich kita , " kata Alena dengan manja sambil melirikku , " KITA ... " aku hanya mampu terdiam mendengar sebutan kita keluar dengan mudah dari mulut Alena , " Ya Allah .. Haruskah Hamba lakukan pekerjaan kotor ini , " bimbangku yang terus jalan mengikuti langkah kaki Om Botak dan Alena . Dalam kebimbanganku , aku teringat kata - kata Dokter beberapa hari yang lalu mengenai kondisi Ayahku . Beliau kini tergolek tak berdaya di bangsal rumah sakit , segala peralatan medis terpasang di tubuhnya dan beliau harus mendapatkan perawatan khusus karna penyakit Kangker Jantung kronik yang di idap beliau , " Firna , mau pesen apa manis ? " Om Botak bersuara yang membuat anganku kembali pada tempatnya , " HAH .. " hanya itulah yang keluar dari mulutku , nampak Om Botak tertawa terkekeh . Mungkin lucu melihat ekspresi mukaku , begitu juga dengan Alena yang tak kalah kerasnya saat tertawa . " sudah .. kalian pesan makanan dulu , saya mau kebelakang sebentar , " pamit Om botak dan berlalu meninggalkan Alena dan Aku , " Len , maksud kamu kita nginep apaan ? " tanyaku setelah Om Botak tak terlihat , Alena nampak tertawa terkekeh , " ALENA , " kesalku , " OK .. OK , aku tadi keceplosan , tau sendiri kan gimana aku . Nanti habis menemani Om Botak makan malam , kamu boleh pulang , aku yang akan nginep disini sama dia , temani dia .. Biar dia bisa kita ajak keluar , kamu tenang saja , " jelas Alena yang membuat diriku sedikit lega . Aku memang butuh pekerjaan ini , tapi untuk menemani di ranjang .. Maaf aku tidak bisa , itulah syaratku yang mau menerima tawaran kerja dari Alena , " Firna dan Alena sudah pesan ? " tanya Om Botak yang kembali , tapi kali ini dia tak sendiri . Dia ditemani dengan lelaki berperawakan tegak dan kalau dilihat penampilannya dia lebih muda dari Om Botak , " Firna .. Alena , kenalkan .. Ini Om Fatir , dia adik kelas Om di sekolah , tapi kalau dalam dunia malam .. Dia lebih senior dari Om , " katanya memperkenalkan lelaki tersebut yang ternyata bernama Fatir . Kami duduk berempat menikmati makanan pesanan kami . Aku risih dengan cara Om Fatir menatapku , dia tak berkedip sedikit pun saat menatapku , terutama saat dia melihat bagian dadaku , maklum saja .. Aku memakai baju dengan belahan dada rendah . " Om ,, maaf saya harus pulang dulu , " pamitku setelah membaca SMS dari adik lelakiku yang di rumah sakit menemani Ayah . " mau saya antar ? " tawar Om Fatir , " makasih Om , gak usah .. Saya bisa naik taxi , " tolakku dengan halus , aku bangun dari dudukku . Saat aku ingin melangkah keluar , Om Botak menarik tanganku dan memberiku beberapa lembar uang ratusan ribu , " makasih Om ,, " kataku dan kemudian aku keluar dari restoran yang ada di hotel mewah itu . ********* Sejak malam itu , aku kini rutin menemani Om - Om yang berkantong tebal untuk makan atau sekedar ngobrol di cafe . Dari sinilah aku bisa mendapatkan uang yang bisa aku gunakan untuk membiayai kebutuhan keluarga sehari - hari dan tentunya biaya rumah sakit Ayah serta pendidikan Adikku Bagus yang kini duduk dibangku kelas 2 SMP , selain itu juga aku bisa membiayai kuliahku yang tinggal 3 semester ini . " hay Fir .. " Alena yang baru datang nampak senyum sumringah dan memelukku dengan erat , " ada apa ? " tanyaku , " kamu masih ingat Om Fatir kan ? " tanyanya , aku berusaha untuk mengingatnya , " itu lho .. Om ganteng yang pertama kali kamu temui pas di ajak makan malam sama Om Botak , " Alena menjelaskan siapa Om Fatir itu . Aku menganggukkan kepala , " ada apa memangnya ? " tanyaku , " dia ngajakin kita makan malam lagi , " jawab Firna , " malam ini .. bisa kan ? " tambahnya , " Malam ini aku gak bisa , soalnya nanti sore Ayahku keluar dari rumah sakit , dan Adrian juga datang dari Surabaya , " jawabku . " Adrian cowok kamu itu ? " tanyanya yang aku jawab dengan anggukkan kepala , " dia tau gak kalau kamu jadi KUPU - KUPU MALAM , " tanya setengah berbisik , " ya gak lah .. dia taunya aku kerja di cafe tiap malam , dan paginya nemenin Ayah dirumah sakit terus siangnya aku kuliah , " jelasku yang sebenarnya tak enak hati membohongi Adrian , lelaki yang sudah hampir setahun ini menjadi kekasihku . Adrian adalah seorang Dokter yang kini bertugas di Surabaya , aku berkenalan dengan dia saat aku mengantarkan Ayahku untuk check ke Dokter dan kebetulan Adrian yang menanganinya , sejak saat itulah aku dan Adrian sering jalan dan hingga akhirnya kami resmi jadian , tapi saat cinta kita sedang bersemi ini , pihak rumah sakit memindah tugaskan Adrian ke Surabaya , tapi itu bukanlah halangan untukku dan Adrian menjalin hubungan jarak jauh . Dua bulan atau tiga bulan sekali Adrian akan pulang ke Jakarta dan biasanya dia akan menemuiku , seperti hari ini . Katanya nanti sore dia pulang dan dia janji akan menemui aku . Sore harinya , selepas aku selesai kuliah .. Aku langsung pergi menuju rumah sakit . Aku titip salam ke Alena buat Om Botak dan satunya lagi buat Om Fatir . Sore ini jalanan Ibu kota sangatlah macet , maklum timenya orang pulang kantor . " Pak .. Saya turun sini saja , " pintaku ke sopir taxi minta berhenti karna rumah sakit tempat Ayahku dirawat sudah kelihatan . Kulangkahkan kakiku dengan cepat dan pasti , aku telusuri lorong rumah sakit , kupercepat langkahku saat aku melihat Bagus adiku berdiri di depan pintu ruang rawat Ayahku , dadaku bergemuruh tak karuan , " ada apa Dek ? " tanyaku ke Bagus yang kelihatan cemas , " Ayah Mbak .. Ayah tiba - tiba kejang - kejang , " jawabnya dengan mata sembab , " ya Allah ... Bukannya kata Dokter Ayah sudah membaik ? " tanyaku , " iya Mbak .. Orang ini tadi juga kita sudah siap untuk pulang , tinggal nunggu Mbak saja . Tapi tiba - tiba Ayah kayak gitu , " jelas Bagus dan langsung menghambur ke pelukannku , " hust ... sudah , kamu jangan khawatir , Ayah pasti baik - baik saja , " kataku mencoba menenangkan Bagus , Pintu ruang rawat Ayahku terbuka , nampak Dokter yang menangani Ayahku keluar . Aku berondong Dokter itu dengan segala pertanyaan mengenai kondisi Ayahku . Dokter menjelaskan tentang kondisi Ayahku yang kembali menurun dan mengharuskan Ayahku untuk dirawat lebih lama . Terdengar dering HP dari dalam tasku , aku lihat nama yang tertera dilayar HPku , " Adrian .. Apakah dia sudah sampai di Jakarta , " batinku , " halo .. iya , aku ada di rumah sakit .. Ayahku masih dirawat , iya .. Mau kesini , ya sudah aku tunggu , " kataku dan kemudian sambungan terputus . Sekitar satu jam , Adrian sampai dirumah sakit dan langsung menemuiku , " Fir .. Gimana keadaan Ayah kamu ? " tanyanya saat sampai ruang rawat Ayahku , Aku tersenyum dan mengajak Adrian keluar dari ruang rawat Ayahku , ku jelaskan kondisi Ayahku . Nampak Adrian menganggukkan kepalanya , " kamu dari Bandara langsung kesini ya ? " tanyaku yang melihat tas dan beberapa barang bawaan Adrian , " iya .. " jawabnya sambil cengengesan . Cukup lama dia berada di rumah sakit , " aku pulang dulu ya sayang , nanti aku datang lagi , " pamitnya yang aku jawab dengan senyuman dan anggukkan kepala , sebelum Adrian pulang dia mencium sekilas pipiku . " hati - hati ya , " pesanku sambil tertunduk malu , Hari pun terus berganti , tak terasa seminggu sudah Adrian di Jakarta dan selama seminggu pula aku menghentikan aktivitas malamku . Uang tabunganku semakin menitip digunakan untuk biaya rumah sakit Ayahku dan tentunya juga biaya sehari - hari . " Fir , aku mau ngajakin kamu ke rumah buat makan malam . Papa dan Mamaku ingin berkenalan dengan kamu , " ajak Adrian sore itu saat dia menjenguk Ayahku . " kapan ? " tanyaku , " malam ini , mumpung Papaku gak begitu sibuk , " jawabnya , " haruskah malam ini ? " tanyaku yang dijawab dengan anggukkan kepala oleh Adrian . Aku terdiam , sebenarnya malam ini aku ada janji sama Alena untuk menemui Om Botak dan juga temannya yang bernama Om Fatir , " gimana Fir , mau kan ? Plisss ... " bujuknya dengan tampang memelas , aku yang tak tega hanya menganggukkan kepala dan mengiyakan ajakannya , " makasih ya sayang .. " serunya dengan girang sambil memelukku dengan erat . Singkat kata , malam harinya sekitar pukul 7 malam , Adrian menjemputku dirumah sakit . Aku pamitan ke Bagus yang kebetulan malam itu dia memilih untuk menginap di rumah sakit , " iya Mbak .. Mbak Firna jangan khawatir , kalau ada apa - apa nanti Bagus telfon Mbak , " jawab Bagus yang membuatku sedikit lega . Sepanjang perjalanan aku memilih untuk diam , karna jujur baru pertama ini aku diajak makan malam bersama keluarga Adrian , " sudah sampai ... " seru Adrian yang membuatku kaget , " sudah sampai .. Kita turun yok , " ajaknya , dengan ragu aku menganggukkan kepalaku , " sudah .. Santai saja jangan tegang gitu , " katanya dan membuatku makin tegang , tanganku terasa dingin , aku berjalan mengikuti langkah kaki Adrian , " Mama ... " panggilnya kepada sosok perempuan paruh baya berpenampilan sederhana yang baru menuruni anak tangga , " kalian sudah sampai , bentar ya .. Nunggu Papa , lagi ganti baju dia , " jawab Mama Adrian , dia perempuan yang ramah dan mampu membuatku nyaman dan mulai bisa menguasai keadaan , " mana Dri calon kamu , kenalin ke Papa , " seru suara yang sepertinya pernah aku dengar , seketika wajahku berubah pucat melihat siapa sebenarnya Papa Adrian , dia juga nampak kaget melihat keberadaanku disamping Adrian . " Pa .. Kenalkan , ini calon Adrian .. Namanya Firna , Sayang .. Kenalkan , dia Fatir Papa aku , " kata Adrian memperkenalkanku ke Papanya , " Papa gak setuju dengan pilihan kamu , " suara lantang keluar dari mulut Om Fatir yang membuatku menarik kembali uluran tanganku dan kulihat sekilas wajah Adrian berubah jadi bingung , " maksud Papa ? " tanya Adrian , " iya .. Maksud Papa , Papa gak mau kamu menjalin cinta dengan dia , itu saja .. " jawab Om Fatir dengan enteng , " permisi .. " pamitku yang langsung berlari keluar dari istana mewah milik Adrian , " ya Allah .. Kenapa bisa kebetulankayak gini , " batinku yang bergemuruh , tak ku hiraukan deringan bunyi HP dari tasku , ku terus berjalan menelusuri jalanan malam yang terasa sepi dan sunyi ini , " Firna .. " seru suara membuat langkah kakiku terhenti , " Fir .. Kata mau makan malam sama Adrian , kok kamu malah disini ? " tanyanya yang tak lain dan tak bukan adalah Alena , Ku seka air mataku dan berusaha untuk menyembunyikan semuanya , " sudah selesai kok , " jawabku , " kalau gitu .. bisa donk temani aku menemui Om Botak , " katanya yang ku jawab dengan anggukkan kepala , " OK .. Kita ke hotel yang ada di seberang jalan situ yok , dia sudah nunggu disana , " tambahnya , aku hanya menganggukkan kepalaku dan mengikuti langkah Alena . Saat aku dan Alena masuk ke kamar hotel dimana Om Botak berada disitu juga ternyata sudah ada Om Fatir , dan yang lebih membuatku kaget ternyata disana ada Adrian juga , " Papa tak pernah bohong sama kamu , gadis ayu yang kamu puja - puja ini tak lebih buruk dari penjaja cinta yang ada di pinggiran jalan raya , " seru suara Om Fatir yang membuat hatiku remuk , " Om ,, maksudnya apa ? " tanya Alena yang tak tau kalau Om Fatir ini adalah Ayahnya Adrian , " tega kamu Fir .. Tega kamu nodai ketulusan cintaku , berapa laki - laki yang sudah tidur sama kamu HAH ... " maki Adrian tepat dimukaku , " katakan ... Berapa lembar uang yang kamu tawarkan untuk mengajak kencan kamu satu malah , " tambahnya sambil menarik daguku dengan kecang , " kamu jangan ikut campur .. " sergah Adrian saat Alena ingin membantuku , " satu juta ... dua juta ... tiga juta .. Atau puluhan , katakan Fir .. Agar aku bisa membayar kamu dan menikmati keindahan tubuh kamu seperti Papa aku , " tambahnya yang membuatku semakin tak berdaya , ku coba menepis cengkraman tangan Adrian , tapi tenagaku tak sekuat bayanganku , aku hanya mampu menahan rasa perih saat jari jemari Adrian seolah menancam di daguku , " Dri .. Adrian , jangan kayak gitu , kasihan Firna Dri , " seru Om Botak mencoba membelaku , " tak usah ikut campur , kalian keluar .. KELUAR KATAKU , " Bentak Adrian , ku lihat mereka semua ketakutan . Kalau mereka semua takut dan tak berdaya , bagaimana dengan aku , aku pasrah dengan apa pun yang akan Adrian lakukan , Kamar hotel Adrian kunci dari dalam setelah semuanya pergi , suara gedoran tak dihiraukannya , dihempaskannya tubuhku ke tempat tidur dengan kasar . " inikan yang kamu mau ... aku bisa memberikannya untukmu , " teriak Adrian sambil melembar lembaran uang kertas kemukaku , ku coba untuk bangun dari tempat tidur , tapi Adrian lebih cepat dan gesit menghalangiku , " tolong lepasin aku ,, " pintaku disisa tenanga yang aku miliki , Adrian yang sudah terhasut oleh Papanya nampak tersenyum sinis dan semakin kuat menindihku , " jangan ... jangan Dri .. aku mohon jangan , " teriaku saat Adrian melakukan perbuatan yang tak senonoh kepadaku , " jangan ... aku mohon jangan , " berontakku yang sia - sia , Aku menangis dipojokkan kamar hotel setelah apa yang Adrian lakukan kepadaku . Tangisku terhenti saat kudengar dering HPku , " Mbak .. Ayah Mbak .. Ayah , " suara Bagus membuatku tersentak dan berdiri dengan sisa tenanga yang aku miliki , " mau kemana kamu ? " tanya Adrian yang baru keluar dari kamar mandi , tak ku jawab pertanyaan Adrian , aku terus berlalu keluar kamar . Tak kuhiraukan bajuku yang koyak lengannya dan pandangan orang yang berada di hotel . " Fir .. Firna , " seru Alena yang melihatku berjalan keluar hotel , " are you OK ? " tanyanya , " aku mau kerumah sakit , " jawabku dan langsung naik taxi . ***** " Mbak ... Ayah Mbak , " seru Agus saat melihat kedatanganku , " kenapa dengan Ayah Dek ? " tanyaku , Bagus tak menjawab pertanyaanku , dia hanya menunjuk ke arah pintu dimana Ayahku dirawat . Kulihat pintu ruang rawat terbuka aku berlari dan menghampiri Dokter , " maaf .. Kami sudah berusaha yang terbaik , tapi Tuhan berkehendak lain , " kata Dokter yang membuatku lemas , " Ayah ... " seru Bagus yang langsung berlari masuk ke dalam . Malam ini aku kehilangan dua hal yang paling berharga dalam hidupku . Pertama Aku kehilangan Ayahku dan yang kedua Aku kehilangan kehormatanku sebagai seorang wanita . Aku terduduk dilantai rumah sakit , " Ayah ...... Ayah jangan tinggalin Bagus dan Mbak Firna , Ayah , " kata Bagus di sela isakan tangisnya membuatku semakin hancur , aku mencoba untuk berdiri dari dudukku , tapi tiba - tiba semua pandangan gelap dan semakin gelap , " Aku ada dimana , " kataku saat membuka mata , " Firna .. Kamu sudah sadar Fir , " seru suara yang membuatku tersentak kaget , " MAAF ... " kata itulah yang keluar dari mulut orang yang duduk disampingku sambil mengenggam tanganku , " aku mau ngeliat jenazah Ayahku , " kataku dan menepis tangan Adrian yang menganggamku , " biar aku bantu , " katanya yang ku tolak dengan gelengan kepala , Aku keluar dari ruangan dimana aku berada tadi , didekat ruang Ayahku dirawat nampak Alena dan Om Botak juga Om Fatir beserta sang istri yang tak lain adalah Mamanya Adrian berdiri dan terlihat berbincang - bincang , " Firna ... " panggil Alena yang melihatku , " maaf ... Saya sudah salah menilai tentang kamu , saya sudah tau semua ceritanya tentang kamu dari Alena , " kata Om Fatir yang membuatku semakin miris , tak ku hiraukan perkataannya , aku langsung masuk ke dalam ruang rawat Ayahku . Ku lihat jenazah Ayahku tengah di kafani , disitu juga ada Bagus yang tengah menangis menatap jenazah Ayahku yang terbujur kaku , " Dek .. " panggilku , Bagus menoleh dan menghambur ke pelukkanku , " Ikhlasin Ayah pergi ya Dek , " kataku yang dijawab dengan anggukkan kepala . Keesokan harinya , jenazah Ayahku sudah siap untuk dimakamkan . Iring - iringan peziarah mengantarkan Ayahku dipembaringan terakhir , nampak diantara mereka Adrian . Sejak tadi dia berusaha mendekatiku tapi tak kuhiraukan keberadaannya . Satu persatu peziarah pamit pulang setelah Ayahku selesai dikebumikan , " Fir .. Aku ingin bicara sama kamu , " kata Adrian setelah tinggal Aku dan dia juga Alena beserta Bagus saja . " aku akan bertanggung jawab atas perbuatanku ke kamu , " katanya , ku coba beranikan diri untuk menatapnya , " gak ... gak usah kamu lakukan itu , ini semua adalah dosaku , salahku atas pilihan pekerjaan yang aku jalani selama ini , a .. " gak Fir .. Aku akan bertanggung jawab atas apa yang aku lakukan , di depan makam Ayah kamu , aku berjanji akan menikahimu segera walau pun tanpa restu dari Papaku , " potong Adrian yang membuatku terdiam , " Fir .... " katanya sambil meraih tanganku dan menganggamnya , " Papa merestui kamu Dri , Papa merestui hubungan kalian , " seru Om Fatir yang tiba - tiba sudah berdiri di belakangku . Beliau mengakui segala kesalahannya selama ini yang ternyata sering melalukan perselingkuhan dengan wanita - wanita penjaja cinta di luar sana . Semua yang mendengar pengakuan Om Fatir tersentak tak percaya , tapi inilah kenyataan pahit hidup seseorang , jalan takdir yang harus dilalui setiap manusia yang ada di bumi ini . TAMAT ......... Makasih sudah sudi baca , silap kata mohon dimaafkan , met sore , met apa aja , salam lope lope ...
Super junior fanfiction


bangun+rumah 's link
Title                 : I’m Your Man # chapter four   Author             : Anizanisa   FB                   : http://www.facebook.com/septi.freedom.5   MainCast        : Shin Ryuu(OC), Kim Yesungaka Kim Jong Woon, Henry Lau aka Shin Henry   Genre              : AU (Family, Friendship, Romance)   Rate                 : Remaja yang beranjakdewasa(?) XD . tenang aja, bukan nc kok ^_^   Disclaimer       : Cerita yang masih berupa imajinasisaya.   Parareaders yang terhormat, Sayaucapkan terimakasih. Special pake telor ungu(?) buat yang sudah mau setia RCL(Read,Coment,Like) dan bahkan menantikan story ini. Membaca komenan Chingudeulmembuat saya kejang-kejang saking senangnya. Dengan begitu berarti cerita sayabenar-benar di baca. Tidak hanya mampir cek sidik jari atau parahnya dilewatkan begitu saja T.T . Tak apa. Maaf jika melihat dari judulnya saja memangtidak menarik T.T Sekalilagi Gomen ne dan Arigatou Gozaimashita*bungkuk 90 derajat*     Checkthis out!     # Chapter one http://www.facebook.com/notes/super-junior-fanfiction/series-im-your-man-chapter-1/486426734739270 #Chapter two http://www.facebook.com/notes/super-junior-fanfiction/series-im-your-man-chapter-2/488975997817677 #Chapter theree http://www.facebook.com/notes/super-junior-fanfiction/series-im-your-man-chapter-3/494465557268721       .......................................# chapter four is begin     Author’sPov.   Jarumjam sudah menunjukkan pukul 11 malam waktu setempat ketika fokus menuju padaJongwoon. Pria muda yang tinggal menungggu hari untuk menyandang gelar doktermuda itu masih terjaga di kamarnya. Bukan Kim Jongwoon namanya jika iamembiarkan matanya mengatup di bawah jam 12 malam. Ia lebih memilih menelaahdiktat-diktatnya dan membuat berbagai peta konsep. Di temani alunan musikinstrument klasik yang ia dengarkan lewat headset dari mp3 player merupakanketenangan tersendiri baginya.   “Jongwoon-a?”   NyonyaKim membuka pintu kamar Jongwoon. Merasa ada yang memanggilnya, Jongwoonmelepas headsetnya.   “Jongwoon-a!” “Nde?”Jongwoon memutar kursinya dan sedikit menurunkan kacamata yang di kenakannya.“Eoh, Eomma!” senyumnya mengembang melihat ibunya. “Eomma belum tidur?”tanyanya.   NyonyaKim tersenyum dan menghampiri putra sulungnya itu, sedikit ingin tahu apa yangsedang di lakukan olehnya. “Jongwoon-a, Eomma mau tidur di kamarmu saja ya...” UjarNyonya Kim to the point sambil mengambil buku yang ada di tangan Jongwoon danmenaruhnya di meja. Jongwoon mengerutkan keningnya.   “Wae,Eommma? Apa Ryuu membuat kegaduhan sehingga Eomma merasa terganggu?” “Ah~bukan begitu. Justru sebaliknya. Eomma hanya tidak enak dengan Ryuu jika harus menumpangdi kamarnya...” Jongwoonterdiam, mencermati kalimat ibunya itu.   “Otte?Eomma bolehkan menempati kamarmu?” tanya Nyonya Kim, menyadarkan keterdiamanJongwoon. “Oh,dengan senang hati. Sudah lama sekali Eomma tidak menemaniku tidur. Aku jadimerasa flashback ke jaman aku masih kecil dulu...” Jongwoon tersenyum lebar. “Aish,enak saja!” sentak Nyonya Kim. “Tentu saja Eomma tidur sendiri!” “Mwo?”   “Ya!Apa kata dunia jika anak yang sudah seusia kau ini masih tidur di temani ibunya,Jongwoon? Kau mau mendapat  julukan yanganeh-aneh karena hal itu? Seorang dokter muda lulusan universitas Nation Seoulmasih tidur dengan di temani ibunya! Aigo! Itu bukannya memalukan?” kata NyonyaKim panjang lebar. “Eomma,kau berlebihan sekali. Kan hanya untuk malam ini saja, kan? Lagipula siapa yangtahu?” “PokoknyaEomma mau tidur di kamarmu. Sendiri!” Nyonya Kim menarik lengan Jongwoon,bermaksud menyuruhnya untuk keluar. “Ya!Eomma! Lalu aku tidur dimana??” tanya Jongwoon menuruti ibunya. Nyonya Kim diamsaja hingga kemudian berhenti di depan dua pintu kamar yang berhadapan. KamarJongwoon dan kamar Ryuu. Nyonya Kim berdeham. Menatap Jongwoon sesaat lalumembalikkan posisi tubuhnya menghadap pintu kamar Ryuu.   Toktok tok!   “Ryuu?” “Nde!”   Cklek.Pintu di buka oleh Ryuu. “Eomma,silahkan menemp-...pati kamarku...” Ryuu memandang ibu dan anak yang tengahberdiri di depan pintu kamarnya itu bergantian. Jongwoon tergagap. Kini iamengerti apa yang tengah di rencanakan oleh ibunya.   “A-a...maaf kami mengganggu istirahatmu! Kami hanya ingin menyapa! Hahaha...kajjaEomma!” Jongwoon sesigap mungkin menarik lengan ibunya untuk kembali kamarnya.Tapi Nyonya Kimlah yang lebih dulu menahan tangan Jongwoon.   “Ryuu,mianhae. Eomma akan menempati kamar Jongwoon saja. Jadi bisakah Eomma titipJongwoon disini? Eomma sedang ingin sendiri. Tak apa kan?” “Eomma!”bisik Jongwoon memperingatkan. Ryuumengerjapkan matanya. Terbengong dengan apa yang barusan ibu mertuanya minta.“M-maksud anda...??” tanyanya hati-hati. NyonyaKim tersenyum. “Bolehkan jika Jongwoon ikut tidur di kamarmu?” “MWO??”seru Ryuu tanpa sadar. Jongwoon menepuk keningnya keras. Menyesali kalimat yangbaru saja di ucapkan Eommanya. “Aish,sudahlah...Kalian ini sudah menjadi pasangan sah. Sudah cepat masuk,Jongwoon-a! Ini sudah malam. Tidak baik tidur larut malam!” Nyonya Kimmendorong punggung Jongwoon masuk ke dalam kamar Ryuu lalu menutup pintunyadari luar. “Eomma!Eomma, Yak!”   Brak.   Seulassenyum simpul menghiasi wajah Ibu dari dua anak itu. Nyonya Kim.     -OOOOOO-   Brak.   Pintukamar tertutup, menyisakan dua orang yang berdiri mematung saling membelakangi.Hening. Hanya terdengar suara detak jarum jam yang menggema di ruangan privasimilik Ryuu itu.   “Apa-apaanini?” Ryuubersuara setelah mungkin sekitar setengah menit mereka diam.   Jongwoonmengusap tengkuknya yang terasa merinding. Suara datar Ryuu menampakkanke-horor-an-nya(?). Ia baru sadar kalau ternyata Ryuu bisa lebih dingin danmenyeramkan dari apa yang sehari-hari ia lihat.   “Bukankahsudah kubilang aku malas melihatmu? Kenapa kau malah berada disini? Huh?!”   Jongwoonberdeham, mencoba menghilangkan kegugupan yang tiba-tiba menyergapnya. “Umm...Kautahu, ini bukan keinginanku. Eomma yang-” “Lalukenapa masih disini? Bukannya lebih baik kau segera keluar sebelum akumengusirmu?”   Jongwoonmemejamkan matanya untuk mencoba mendinginkan hatinya yang terasa panas dari kalimatpedas yang di lontarkan Ryuu barusan. Ia menarik napas dalam dan menghembuskannyakeras-keras. Sabar Jongwoon...Jangan menyerah! Begitu suara hatinyamenyemangatinya. Ia sedikit memutar otaknya untuk mengakali sikap Ryuu yangbegitu angkuh padanya saat ini. “Akutidak mau pergi!” sahutnya mantap. Membuat Ryuu mengerutkan keningnya. Iaberbalik untuk melihat namja yang ia anggap menyebalkan itu. “Apakau bilang?”   “Aku– tidak – Mau - Pergi.” Eja Jongwoon perkata. “Kau dengar? Aku tidak mau pergi.Aku akan tidur disini! Jadi jangan mengusirku!” lanjutnya seraya melangkahmendekati tempat tidur. Kontan membuat Ryuu gelagapan panik. “Ya!Ya! siapa yang menyuruhmu untuk tidur di sini!? Aku tidak mengizinkanmu!” seruRyuu. “Akutidak merasa butuh izinmu.” Kata Jongwoon enteng. Dengan tenangnya ia berbaringdi tempat tidur. Mata Ryuu membulat lebar melihatnya. “Kyaaajangan sentuh selimut dan bantalku!” Ryuu berlari merebut bantal kura-kuranyayang seukuran dengan kura-kura dewasa asli dari tangan Jongwoon yang hendakmemakainya sebagai alas kepala. Ia juga menarik selimutnya dan mendekapnyaerat-erat.   “Aish,kau ini pelit sekali...” dengus Jongwoon. Ia mengambil bantal lain dan meletakkannyauntuk alas kepalanya. “Ya!Jangan tidur disini!!” seru Ryuu memperingatkan. Tapidengan sengaja Jongwoon menutupi kedua telinganya dengan bantal.   “YAKOPPA!!” teriak Ryuu kesal. Ia menarik kaki Jongwoon, menyeretnya turun daritempat tidurnya. Jongwoon tidak mau kalah. Ia berpegangan kuat pada kepalaranjang. Hingga kemudian terjadilah tarik menarik yang aneh =,=a . “Keluar!” “Shireo!” “Akubilang Keluar!!” “Akubilang Shireo!!” “YAKPERGILAH!!”   Gubrak! Ryuuterpental ke belakang saking tak dapat menyeret Jongwoon. Jongwoon tersentakdan menoleh. Dilihatnya Ryuu terduduk di lantai dengan ekspresi yang berusahamenahan tangis. Airmatanya menggenang di pelupuk matanya. Selain merasa kesaldengan Jongwoon, bokongnya juga terasa sakit akibat menubruk kursi.   “Y-Ya...”  segera Jongwoon melompat bangkit menghampiriRyuu. “Neo...Gwaenchana??” tanyanya khawatir. “Mana yang sakit??” “Kau...benar-benarmau menyiksaku,...” lirih Ryuu nelangsa(?). Air matanya jatuh. “A-Aniyo!Tentu saja tidak! Aku tidak sejahat itu!” bantah Jongwoon cepat denganmengibaskan tangannya. “Iya!Kau tidak sejahat itu! Tapi lebih jahat lagi! Huhuhuhu!” tangis Ryuu pecah.“Kenapa ada orang sepertimu di dunia ini? Huhuhu...” “M-Mwoya?!” “Huhuhuhu...” “Ya!Berhenti menangis, eoh? Mianhae, ne? Mianhae... Jeongmal!” katanya panik sambilmengguncang kedua bahu Ryuu. “Huhuhuhuhuhu...” Bukannyaberhenti, Ryuu malah menangis semakin keras dengan menutupi wajahnya dengankedua telapak tangannya. Seolah hanya itulah cara yang bisa ia lakukan untukmenyampaikan perasaannya yang kacau pada Jongwoon. Jongwoon tercekat. Iabingung harus bagaimana untuk mendiamkan Ryuu yang menangis keras. Bagaimanakalau terdengar oleh ibunya? Bisa gawat acaranya(?).   “Ryuu-ya!Berhenti menangis! Kalau Eomma mendengar bagaimana?!” tekan Jongwoon panik. “Huhuhuhu...Wae?!Wae?! Kau takut Eomma tahu, eoh? Justru aku akan menangis semakin keras biarEomma tahu!! Biar semua tahu kau itu orang yang seperti apa!! Huwaaaaaa.....”seru Ryuu kalap(?). Toktok tok! Jongwoontersentak panik mendengar ketukan pintu. “Jongwoon,Ryuu? Segeralah tidur!” Reflek,Jongwoon membekap mulut Ryuu yang masih saja menangis dengan tangannya. “Hmmmbbbbhh!!!”Ryuu berusaha melepaskan tangan Jongwoon dari mulutnya. Tapi Jongwoonmembekapnya dengan kuat. Ryuu pun memukul-mukul bahu Jongwoon keras,menyuruhnya untuk melepaskan tangannya. “Ya!Diamlah!” bisik Jongwoon dengan nada sedikit membentak untuk memperingatkan. Jongwoonmemasang telinganya baik-baik untuk memastikan ibunya sudah kembali kekamarnya. Tidak ada suara lagi. Ia menghembuskan napas lega. Ryuu menatapnyamarah. Tiba-tiba, “Aarrgghh!!”Jongwoon memekik kesakitan. Ryuu menggigit telapak tangannya yang membekapmulutnya. Jongwoon pun menarik tangannya dari gigitan ganas Ryuu. “NAPPEUN!!!”teriak Ryuu. Tangannya bersiap mengambil apapun di sekitarnya untuk ialemparkan pada Jongwoon. Namun dengan sigap Jongwoon menahan tangannya lalumenariknya ke dalam dekapannya erat. Ryuu berontak. Ia memukul, meninju bahkanmencubit Jongwoon saking kesalnya. Dan Jongwoon tak bergeming. Namja itu nampakmenerima dengan senang hati setiap siksaan yang di daratkan tangan Ryuu ditubuhnya. “Kaujahat Jongwoon! Kau sangat jahat!” maki Ryuu diiringi derai tangisnya yangkembali pecah. Tangannya berhenti menyiksa Jongwoon karena lelah. Jongwoon menghelanapasnya yag terasa berat. Ia mengelus kepala Ryuu yang ia sandarkan didadanya. “Mianhae...”lirihnya. “Jeongmal Mianhae, Jaggi-ya....”     -OOOOOO-     “MorningAhjumma! Morning Eommonim!” Henry melangkah masuk areal dapur. Seperti kemarin,ia nampak sudah bersiap dengan seragamnya rapi. Han Ahjumma tersenyummenyambutnya. “Kaubenar-benar ingin menjadi anak yang baik, eoh?” ujar Han Ahjumma. Henrytersenyum lebar. Ia menarik kursi dan mendudukinya.   “Anyeong,anakku! Apa semalam tidurmu nyenyak, hum?” Nyonya Kim melepas sarung tangancucinya setelah selesai mencuci beberapa perabotan dapur. “Akutidur lebih awal semalam. Aku benar-benar mengantuk, Eommonim. Aku tidur dengannyenyak...” jawab Henry seraya mengambil gelas susu yang di sodorkan oleh HanAhjumma untuknya. “Syukurlahkalau begitu. Kajja, segera makan!” kata Nyonya Kim sembari mengambil tempatbersebrangan dengan Henry.   “Eoh?Jongwoon hyung dan Noona belum bangun??” Henry memandang kedua wanita didepannya, menyadari ada dua orang yang belum terlihat di ruangan ini. HanAhjumma menoleh pada Nyonya Kim. Nyonya Kim tersenyum. “Sudahbiarkan saja. Mereka akan menyusul nanti.” Sahut Nyonya Kim kemudian. “Oh iya,Henry-a Eomma ingin pergi berbelanja. Apa kau mau jika Eomma sekalian pergimengantarmu ke sekolah??” “WoahJinja? Eommonim mau mengantarku ke sekolah??” mata Henry berbinar senang.Nyonya Kim mengangguk dengan tersenyum. “Assiikk!!”Henry melonjak girang di kursinya seperti bocah balita yang akan menerimahadiah dari ibunya. Jarang-jarang ada yang mau mengantarnya ke sekolah denganmenawarkan diri seperti itu. Biasanya ia yang merengek-rengek untuk minta diantar. Jongwoon yang belakangan sehari-harinya mengantarnya ke sekolah punhanya sekadar menunaikan kewajibannya sebagai penanggung jawab(?) keluargamenggantikan Tuan Shin yang berada di Inggris sana. “Geurae,ppali habiskan makananmu!” suruh Nyonya Kim. “Okay,Eommonim!” seru Henry seraya mengacungkan ibu jari tangannya. Han Ahjummageleng-geleng kepala melihat tingkah anak asuhannya itu.     -OOOOOO-     Mataharisemakin meninggi dari tempat peraduannya. Sinarnya menelusup dari sela-selapohon yang daunnya menguning emas dan merayap masuk melalui celah jendelasebuah  kamar yang bergorden putih polos.Agaknya jendelanya lupa di tutup semalam oleh si empunya kamar. Jendela ituterbuka membuat angin musim gugur bebas menyapa gorden putih polosnya.   Kamaritu masih sepi. Belum terlihat ada kegiatan yang biasa di lakukan ketika pagidi kamar itu. Hanya saja ada sedikit pemandangan yang lain dari biasanya didalam sana.   ShinRyuu dan Kim Jongwoon.   Sepasangmanusia itu masih terlelap. Dengan posisi saling berhimpit menahan dingin.Terang saja, keduanya tidur di lantai tanpa alas ataupun selimut. Namun rasakantuk membuat mereka malas untuk sekadar mengambil selimut yang menggeletaktak jauh dari keduanya. Hening. Hanyaterdengar suara detak jarum jam dengan sedikit samar-samar tarikan napas.Hingga sinar mentari pun jatuh di wajah Jongwoon membuat matanya yang mengatupitu mengerut. Ia pun tergerak untuk membuka matanya.   “Uugghh..”ia melenguh. Kesadarannya mulai kembali. Ia merasakan sebelah lengannya beratdan mati rasa. Rupanya seseorang telah memanfaatkan lengannya itu sebagai alaskepala semalaman. Jongwoonmembuka matanya. Pertama kali fokus matanya menangkap langit-langit ruanganyang agak berbeda dengan kamarnya. Di kamarnya, langit-langit berwarna hijautoska. Sedangkan di sini, langit- langit berwarna coklat kayu. Ia mengerjapkanmatanya dan hendak menggosok matanya namun menyadari tangannya yang tak dapatia angkat. Ia pun mengalihkan pandangannya ke arah lengan kanannya itu.   Mataoriental Jongwoon sontak membelalak lebar menemukan seonggok(?) yeoja yangberbaring  tanpa jarak dengannya. Ryuu. Gadisitu nampak damai dalam tidurnya dengan kepala beralaskan lengan Jongwoon.Jongwoon menahan napasnya sesaat dengan sedikit menjauhkan wajahnya dari wajahRyuu yang terlalu dekat dengannya. “Omoo...”desisnya shock. Insiden semalam kembali terputar di memorinya. “Haish..”. Iapun berusaha sehati-hati mungkin untuk menarik lengannya dari bawah kepalaRyuu. Benar-benar mati rasa! Sepertinya aliran darahnya tersendat akibattertekan.   SementaraRyuu, rupanya ia mulai terganggu dengan gerakan kecil yang di lakukan Jongwoonitu. Bola matanya bergerak-gerak di dalam kelopak matanya yang mengatup.Jongwoon yang menyadari itu langsung menghentikan gerakannya. Ia tidak mauambil resiko jika Ryuu keburu membuka matanya sebelum ia pergi dari kamarnya. “Henry...”Ryuu menggeliat. “Henry, kau sudah bangun, eoh?” tangan Ryuu mengangkat danmenepuk-nepuk pipi Jongwoon. Sontak Jongwoon mematung. Selain tidak dapatbergerak, ia juga tidak berani bergerak. Rupanya Ryuu mengira dirinya adalahHenry. Yang benar saja?! “Henry-a!Bangun! Jam berapa ini? Kau harus sekolah!” Ryuu meracau tanpa membuka matanya.Tangannya masih sibuk menepuk-nepuk pipi Jongwoon. Jongwoon harus bersabaruntuk itu. “Henry?” “...” “Henry-a!” “...” “Haish...”   Takmendapat jawaban, Ryuu membuka matanya malas. Jongwoon mengerjapkan matanyapanik. Mata Ryuu langsung saja menangkap wajah di hadapannya dengan matanyayang baru separuhnya terbuka. Ia pun menggosok matanya sekali dan mencermatiwajah itu. “Henry-a?”panggil Ryuu, dengan kening berkerut. Jongwoon memutar bola matanya gemas.Lupakah yeoja ini kalau sejak semalam ia bukan bersama Henry, tapi dengandirinya! Kim Jongwoon! “Akubukan Henry!” pada akhirnya ia harus meralatnya juga. “Eoh?” Dalamhitungan detik, terdengarlah teriakan membahana di sana. “GGYYYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!”     -OOOOOO-     Ryuu’sPov.   Omo!Omo! Omonaa!!! Apayang terjadi semalam?! Apa yang terjadi?! Benarkah tidak terjadi apapun?! Appaa.....namja itu! Kenapa aku bisa tidur dengannya?! Seumur hidup aku belum pernahtidur dengan seorang pria kecuali dengan adikku! Eottokhe? Apa sekarang akumasih bisa di ketegorikan sebagai seorang gadis yang masih suci??? HuwaaaaaAppa!! Anak gadismu sudah ternodai!! “Andwae.Impossible! Aku pasti masih mimpi! Aku pasti masih mimpi! Ya! Bangun Shin Ryuu!Sadarlah!” Aku menampar nampar kedua pipiku. Tapi ini sakit. Apakah itu berartiaku sudah sadar? Dan yang tadi itu...benar? “Aarrgghhhh!!”aku mengacak-acak rambutku. Frustasi. Tentu saja! Bagaimana  tidak? ini menyangkut harkat dan martabatkusebagai seorang gadis! Omo!   “YA!Berhenti berpikiran yang tidak-tidak! Aku tidak melakukan apapun padamusemalam! Aku berani bersumpah!” Akumenoleh ke asal suara. Namja itu berdiri berkacak pinggang di ambang pintukamarku.   “YA!JANGAN COBA-COBA MEMASUKI KAMARKU LAGI !!” teriakku parno.   “YA!SIAPA JUGA YANG MAU MEMASUKI KAMARMU, HEH? CEPAT BERSIAP UNTUK KULIAH!!”   Demiapa, namja ini benar-benar sadis. Di saat aku mampu menahan kesedihanku atasperlakuannya padaku dan rela untuk berangkat kuliah kemarin, dia malahmelarangku untuk masuk. Sekarang, di saat aku tengah frustasi yang lagi-lagikarena ulahnya, dia malah menyuruhku untuk masuk kuliah!   “YaTuhan...beri aku kesabaran sedikit lagi!” “Yak!Ppaliwa!” “Ye!Arraseo!” Aku baranjak mengambil pakaianku dan menuju kamar mandi denganlangkah gontai. “Janganlama-lama!” katanya memperingatkanku lagi. “Nde.”sahutku malas seraya membuka pintu kamar mandi. “Kutunggusepuluh menit!” “Nde...”sahutku lagi. eh? Sepuluh menit? “Sepuluh menit?” ulangku padanya yang sibukmenekan layar touchpad ponselnya dengan berdiri bersandar di pagar blangkonsebelah kamarnya. “Ya.” “Mwoya?!Kau mandi saja butuh dua puluh menit!” seruku tidak terima. “Apa?Tidak usah protes! Waktumu terus berjalan, nona...”   Aish,dia benar-benar menyebalkan. Apa yang membuat Nyonya Kim bisa melahirkan anakseperti dia?? Aku jadi penasaran dengan adiknya yang bernama Kim Jongjin. Apadia sebelasdua belas dengan hyungnya ini? Kalau iya, aku tidak mau bertemudengannya seperti yang di tawarkan Nyonya Kim semalam. Cukup kakaknya saja yangmembuat hidupku menjadi kacau. Akumasuk ke dalam kamar mandi dan langsung mencuci mukaku yang nampak kusut diwastafel. Dingin yang sejuk memasuki setiap pori pori wajahku. Lumayan sedikitmembuat otakku refresh. “Tujuhmenit lagi, nona Shin...” Terserah.Memangnya apa yang terjadi jika lewat dari batas waktu yang di tentukannya? “Tidakada uang saku hari ini! Kau dengar Shin Ryuu??” katanya seolah dia memilikiindra keenam yang mampu membaca pikiranku. “Akutidak dengar!” sahutku kesal. Dia mulai bersikap sok kuasa lagi, kan! Cih,memuakkan. Entahberapa menit aku menghabiskan waktu di kamar mandi. Yang pasti tidak sebentar.Sengaja berlama-lama. Biar saja namja itu kesal menunggu.     -OOOOOO-     “Jadi,apa yang membuatmu tidak masuk kuliah kemarin?” Yura menopang dagunya dengansebelah tangannya di atas meja kafetaria. Sebelah tangannya lagi jaritelunjuknya sibuk menggulung-gulung rambut panjangnya yang saat ini berwarnacoklat pirang. Dari sejak pagi kedatanganku sampai selesai dua mata kuliah,yeoja ini memburuku terus dengan pertanyaan yang sama. Membuatku semakin malasmenanggapinya.   “Tidakkenapa-napa.” Jawabku datar. Kusandarkan punggungku di sandaran kursi. Yuramendelik. “Aish, jinja. Tidak tahukah kalau kemarin aku sangat merasakesepian?” “Wae?Karena aku tidak ada? Cih, biasanya juga kau jarang bersamaku...” cibirku. “Kausalah satunya. Tapi yang membuatku merasa sangat kesepian karena sehariankemarin aku sama sekali tidak berkomunikasi dengan seseorang yang bukandirimu...” ujarnya sedih. “Hari ini juga. Aku sudah mengiriminya pesan, tapitidak di balas...”   Akumemutar bola mataku, “Donghae?” tebakku. “Sayangnyabukan dia...” ia menggeleng. Aku menaikkan sebelah alisku. Yura membenarkanletak duduknya. Ia menatapku. “Ryuu-a,aku jadi penasaran ingin tahu dimana dia tinggal!” katanya tiba-tiba. “Siapa?”tanyaku jengah. “Tentusaja Jongwoon Oppa.”   Jleb.   Akumenelan ludahku pelan-pelan. Apa katanya?? Ingin tahu dimana Jongwoon tinggal??Apa dia gila? Jadi orang yang membuatnya merasa sangat kesepian sehariankemarin adalah Jongwoon?? Ooh, berarti setiap hari mereka memang selalu bersamaya? Nappeun. “Ryuu-a,bolehkah aku minta bantuanmu?” “B-bantuan?” “Nde,bantu temani aku mencari tahu dimana Jongwoon Oppa tinggal!” Akumenggaruk pipiku.   Yangbenar saja?! Hei, aku tinggal satu atap dengan namja itu! Bukankah dengan akumembantunya berarti aku akan membunuh diriku sendiri?? Ini bisa gawat. Apa katadunia jika rahasia yang kututup rapat bersama Jongwoon dan keluarga kami diketahui orang? Tidak. Itu tidak boleh terjadi. Aku tak akan membiarkan Yuramencari tahu apapun tentang Jongwoon! “Ryuu-a!Kajja bantu aku! Aku mau mencari tahu! Bukankah tempo hari kau bilang aku harusmengetahui seluk beluk orang yang ingin kusukai??”   Jleblagi.   Sialan.Yeoja ini berhasil menohokku dua kali dengan ucapan yang keluar dari mulutnya. “Otte?Kau bisa kan?” “Akumau ke toilet.” Kataku cepat sambil beranjak. Yura mendecak. Ia ikut beranjak. “Kaumau kemana?” tanyaku padanya. “Ketoilet.” Jawabnya. Akumenghembuskan napas keras, kesal . “Haish, ke teoiletlah sana! Aku mau kelibrary...” ujarku seraya melangkahkan kakiku keluar kafetaria. “Ya!Katanya kau mau ke toilet?” “Tidakjadi.” “Wae?Kenapa kau tiba-tiba seperti ini? Kau marah padaku, ya?” Yura menyusulku.“Wae?” “Aniyo.”Sahutku. “Lalu?”   Akumenghentikan langkahku. Apakah aku harus mengatakan padanya kalau dia tidakboleh mencari tahu tentang Jongwoon? Karena bagaimanpun kehidupannya jugamenyangkut kehidupanku! “Ah!kebetulan sekali!” tiba-tiba terdengar sebuah suara namja yang sudah kukenaldari arah sampingku. Aku menepuk keningku. Aku melupakan orang ini darikemarin. “Anyeong,agassi...” Heechul menyapaku dan Yura juga tentunya. Yeoja itu masih bersamaku. “Anyeong,Sunbae..” Aku membungkuk kikuk padanya. Yura memandangku dan Heechul bingung. “Ah,anyeong Sunbae...” ia pun ikut membungkuk pada Heechul. Membuat namja itumenyeringai. Plak “Haish!” “Kemanakau kemarin? Kau bilang akan ikut latihan. Faktanya kau malah tidak hadir lagi!” Heechulmemukul lenganku dengan gulungan kertas yang di pegangnya. “Akukemarin sakit Sunbae!” sungutku. “Cih,alasan saja kau...” dengusnya. “Tanyasaja dia kalau tidak percaya!” kataku sebal sambil menyikut lengan Yura. “Nde,Ryuu tidak kuliah kemarin...” Yura mengangguk-angguk membenarkanku. “Geurae,hari ini kumohon kau ikut latihan, Shin Ryuu-ssi. Festival sebentar lagi! akuharus minta bantuan pada siapa lagi, eoh?!” keluh Heechul sambil terusmemukul-mukul gulungan kertas di tangannya itu ke lenganku. “Ya!berhenti memukulku, Sunbae!” sentakku gusar. Aku mengambil gulungan kertas itudan membukanya. “Apaini naskahnya?” tanyaku. Heechul mengangguk. “Kautahu? Karena kita kekurangan personel, jadi dengan terpaksa beberapa orang adayang double cast. Termasuk nanti kau!” “Mworago?” “Nde,berapa kali harus kukatakan? Makanya jangan bolos terus! Ish...” Heechulmenarik pelan ikat rambutku. “Yak!Sunbae!” “Hehehe...Kalau sekarang kau ada waktu senggang, lebih baik kau ke aula saja.” “Well,tapi bisakah kau tidak menarik ikat rambutku, Sunbae??” kataku sebal. Namja itumenyeringai kemudian melepaskan tangannya dari rambutku. “Yasudah,sampai jumpa di aula! Bye!” “Pergilahsana!” sungutku. Heechul terkekeh. Tangannya masih sempat mengacak rambutkusebelum ia berlari pergi. Dasar!   “Dia...KetuaTeater, kan?” Yura memandangku ingin tahu. “Nde.”jawabku singkat sambil merapikan rambutku yang sedikit acak-acakan akibat ulahnamja abnormal tadi. “Kauterlihat dekat dengannya, ya?” Yura menatapku menyelidik. Aku memicingkanbibirku. “Wae?Kau menyukainya, ya? Kusarankan sekarang juga kau kejar dia dan ajak diaberkencan! Lalu lupakan semua namja yang kau sukai sebelumnya!” sahutku dengannada yang tiba-tiba emosi. “Aish,tentu saja tidak. Hanya bertanya. Kau tahu aku hanya menyukai Jongwoon Oppasaat ini...” Yura tersenyum manis padaku kemudian melangkah mendahuluiku.   Kukepaltanganku kuat. Kalau saja Yura tahu kalau namja yang dia sukai saat ini sudahberistri, dan dia masih berkata begitu, aku tak segan-segan untuk meninjunyatepat di hidungnya! “Sialankau Yura!” umpatku.     -OOOOOO-     Jongwoon’sPov.   “DokterPark memintamu untuk menjadi asistantnya. Dengan begitu, kau bisa belajar lebihlagi sekaligus ikut praktik juga nantinya. Walaupun aku tahu potensimu,Jongwoon-a tapi aku tetap tidak mau membiarkanmu langsung terjun di pekerjaanbegitu saja. Menjadi seorang dokter itu berat. Kau tahu itu...” “Nde,algaesmnida Kyosunim...” “Sebenarnyaminggu depan harus aktifnya. Tetapi agaknya kesibukan dokter Park membuatnyamembutuhkanmu secepatnya. Kuharap besok kau siap untuk mulai bekerja, dokterKim...” Akutersenyum mendengar profesor Lee memanggilku dengan sebutan dokter Kim.“Terimakasih, Kyusonim...” “Baiklah,kau sudah boleh pergi. Aku masih banyak sesuatu yang perlu di kerjakan!” Aish,kebiasaan. Setiap menyudahi pembicaraan selalu di tutup dengan alasan itu. “Kuucapkansekali lagi, terima kasih. Aku pergi, Profesor Lee!” ucapku. “Yayaya...pergilah!”   Akumembungkuk hormat pada dosen pembimbingku yang sudah berumur itu. Kemudianmelangkah keluar dari ruangannya yang berada di lantai lima gedung rektor.Ketika hendak masuk lift di ujung koridor, ekor mataku menangkap sosok yangkukenal di bawah sana dari dinding kaca gedung.   Sosokyang belakangan memenuhi benakku. Dia yang sakit hati dan sakit fisik pulaakibat kesalahpahamanku. Yeoja yang menangis kemudian tertidur dalam dekapankusemalaman. Ryuu. Sedang apa dia di sana? Gadis itu duduk sendirian di bawahpohon flamboyan yang mulai menggundul karena daun dan bunganya berguguran.Sepertinya aku mau menemuinya dulu sebelum pulang. Eh, apa kuliahnya sudahselesai? Buru-buruaku masuk ke dalam lift dan menuju lantai dasar. Ping! Pintulift terbuka. Setengah berlari aku keluar. Rasanya kedua sudut bibirku takdapat menyembunyikan keinginanku untuk menemuinya. “Ya!Shin Ryuu! Sedang apa kau di sana?! Cepat masuk! Giliranmu sebentar lagi!” “Eoh?Nde!” Langkahkakiku terhenti sekitar tiga meter darinya. Seseorang lebih dulu memanggilnya.Gadis itu pun sibuk membereskan buku dan kertas-kertas miliknya. “Omo!Omo! Ya!” Kertaskertasnya berterbangan tertiup angin. Ia pun nampak kerepotan mengumpulkannya.Tanpa sadar aku tertawa. Aish, gadis ini benar-benar telah berhasil menarikperhatianku.   Tap! Akumenginjak ujung kertas yang mampir di dekat kakiku. Kuambil kertas itu dan melihatnya.Kertas apa ini? Tidak seperti sebuah kertas makalah. Ini seperti... “Kembalikankertasnya!” Akumengangkat wajahku. Ryuu menengadahkan tangannya padaku, meminta kertas yang kupegang. Ekspresinya masih sedatar tadi pagi. “Apaini?” tanyaku. “Bukanapa-apa.” Jawabnya singkat. “Kaumasih ada kuliah?” “Bertanyanyalewat pesan saja. Jangan sok akrab di tempat umum begini!” katanya ketus. Aigo,dia masih marahkah? “Kembalikankertasnya! Aku sudah di tunggu!” katanya tak sabar. “Siapayang menunggumu?” tanyaku penasaran. “Ck!Bukan urusanmu tuan!” katanya cepat sambil menyambar kertas yang kepegang. Srek! “Eoh?”   Akumengerjap terkejut. Dia sendiri ternganga menyadari apa yang baru saja ialakukan. “Hiyaaakertasnya sobek!” histerisnya melihat sebagian kertasnya ada di tangannya dansebagiannya lagi masih ada di tanganku. “E-eh...ini bukan salahku, kan...kau sendiri yang membuat kertasnya jadi sobek....”kataku hati-hati. Ryuumendelik. “Ya! Kalau kau menyerahkannya dari tadi, pasti tidak sobek begini!”katanya menyalahkanku secara tidak langsung. “Mwoya?!” “Aish,sudahlah! Kau merepotkanku saja!” ia berdecak dan berbalik. Kemudian berlarimenjauh, memasuki gedung kesenian. Ada perlu apa dia di gedung kesenian? Ah,kalau saja aku tidak takut ketahuan mengenai rahasiaku dengan Ryuu dari kampusini, aku pasti akan menguntitnya untuk mengetahui apa yang sedang ia lakukanatau kalau perlu aku akan menyewa seseorang untuk mengawasinya.  Omo! Pikiran macam apa itu Jongwoon?? Kau maumenjadi penguntit? Memangnyakenapa? Tidak ada salahnya kan. Toh aku suaminya! Haish,kenapa aku jadi berdebat sendiri begini. Kukeluarkan ponselku. Berniat untukmengiriminya pesan.   “JongwoonOppa!”   Seseorangmemanggilku. Aku menoleh ke asal suara. Aish, kenapa aku harus bertemu denganyeoja ini sekarang? “Oppa,apa kabar?” Yura menghampiriku dengan senyum lebar. “Kau tidak membalas pesan-pesanku,Oppa!” “Eoh,a-aku lupa meletakkan ponselku sejak kemarin. Aku baru menemukannya tadipagi..” Aigo, alasan apa itu? Aku menggaruk belakang kepalaku yang sama sekalitidak gatal. “Oh...Apakau sedang sibuk Oppa?” tanyanya seperti tidak mempermasalahkan alasanku tadi. “Umm...yahcukup sibuk...” jawabku sekenanya. “Kau sudah selesai kuliah?” “Masihada satu kelas lagi...” Oh,berarti Ryuu pulang cepat hari ini.   “Oppa,kalau kau ada waktu, bisakah setelah aku selesai kuliah nanti Oppa menemanikuke toko buku?” pintanya. Aku bisa menangkap pengharapan dari ekspresi wajahnya.Bagaimana ini? “Umm...Maafkanaku, aku ada sesuatu yang harus kukerjakan saat ini. Aku tidak bisa...” tolakkuberusaha sehalus mungkin. “Tapi,Oppa. Hanya kau yang bisa membantuku. Aku perlu mencari sebuah buku untukrefrensi karya ilmiahku, Oppa! Please...” pintanya dengan memelas. Keduatelapak tangannya ia tangkupkan, memohon. Haish, aku bukan tipe pria yangtegaan sebenarnya. Tapi jika aku memenuhi permintaannya, maka itu tidak adiluntuk Ryuu.   “Mianhae...akubenar-benar tidak bisa...” ucapku hati-hati. Khawatir ia akan sakit hati.Haish, Kim Jongwoon! Kau curang. Ketika kau memarahi Ryuu, apakah kaumengkhawatirkan hal itu juga?? Oke, oke. Aku memang salah besar pada Ryuu. Makadari itu aku tidak mau mengulanginya lagi. Tidak pada siapapun, terlebih padaRyuu! “Ya~Oppa...” Yura menghela napas dan menunduk. Aku kembali menggaruk kepalaku.Menolak permintaan orang itu tidak enak. “Kalau begitu, bisa aku minta alamattempat tinggalmu saja, Oppa?” Yura mengangkat wajahnya dengan senyum yangkembali mengembang. “Kapan-kapan boleh kan aku main?” “Oh,tentu saja!” sahutku. Kurogoh saku celanaku, mengambil dompet dan menyerahkankartu namaku padanya. “Mainlah kapan-kapan!” kataku. Kulihat matanya berbinarmenerima kartu namaku. “Umm.. aku duluan, ne?” pamitku. “Oh!Nde! silahkan, Oppa!” Akumengangguk dan buru-buru berlalu dari hadapannya.   “Eh,Oppa?”   Kupercepat langkahku. Rupanya ia mulai sadar dengan sesuatu pada kartu namakuyang kuberikan padanya. “Oppa,apa kau tidak salah? Rumahmu di Inggris?? Ya! Oppa! Oppa, tunggu!” Akupura-pura tak mendengar. Sedikit berlari untuk segera menjauh dari Yeoja itu.Sedikit mengerjai orang tak apa kan? “Bwahahahahahah!”tawaku meledak ketika masuk ke dalam mobilku. Aku bisa membayangkan ekspresisebal dari Yura sewaktu aku kabur tadi. Hahahaha mainlah ke rumahku sesukahatimu Yura-ssi. Aku jamin, aku tidak berada di sana! Kkkkkk~ memangnya diapikir aku akan memberi tahu alamatku semudah itu??   “Apayang kau tertawakan?” “HIYAA!!”aku terlonjak kaget hingga merangsek ke pintu mobil. “Omo!Ryuu! Sejak kapan kau berada di sini?!?” tudingku. Kutatap baik-baik sosoknya.Khawatir orang ini hantu atau sejenisnya. “Akubaru saja masuk beberapa detik sebelum kau masuk!” katanya dengan meringis. “M-mwoya?!Bukannya kau sedang berada di gedung kesenian?!” bantahku bingung. “Sesuatutertinggal di rumah, aku harus mengambilnya...” jawabnya sambil menggaruksebelah pipinya. “Umm... Nanti kau bisa antarkan aku balik lagi kemari, kan?”tanyanya padaku dengan memasang ekspresi wajah yang ragu-ragu. Demi apa, diaterlihat cute! Berbeda dengan kesehariannya yang langganan ekspresi datar. “Tentusaja.” Sahutku mantap. Tak lupa memamerkan senyum manisku padanya. Siapa tahudia akan terpesona. Haha =.=a “Terimakasih.” Ucapnya dengan sedikit menarik sebelah sudut bibirnya. Omo! Diabenar-benar pelit! Bahkan untuk sekadar tersenyum pun! “Bisakahkita segera jalan? Aku tidak ada cukup banyak waktu...lagipula khawatir adayang melihat...” “Yayaya...”ujarku malas. Ryuu,kau menghancurkan moodku. -_-     -OOOOOO-     Ryuu’sPov.   “Ryuu-ssi,sebentar lagi bagianmu. Kau siap, kan?” Heechul kembali mengingatkanku. Akumengangguk. Demi membantu klub, aku rela ikut main dalam teater ini. Biasanyaaku lebih memilih berada di balik layar. Berada di balik layar lebih nyamanmenurutku. Tapi karena banyak anggota yang punya kesibukan dan menghilang daripandangan Heechul, jadi ia pun memintaku untuk menghandlenya. Ini merepotkan.Apalagi double cast. “Sungmin-ssi,”panggilku pada seorang namja yang duduk di depanku. Dia yang menjadi lawanmainku nanti. “Ya?” “Umm...Kalauaku ada banyak kesalahan nanti, kuharap kau tidak kesal padaku, ne?” “Tentusaja. Kita sama-sama belajar, kan...” “Terimakasih..” Sungminmengangguk dan kembali menekuni naskah di tangannya.   Tiba-tibaaku merasakan pinggangku linu. Sebenarnya sudah sejak tadi pagi akumerasakannya. Aku khawatirnya ini waktuku ‘kedatangan tamu’. Kuambil ponselkudan mengecek tanggal. “Tanggallima... aigo...eottokhae?” Ternyatabenar. Bahkan ini terlambat dua hari. Omo... ini tidak bisa di biarkan! ApaJongwoon masih ada di sini? Ya. Dia pasti belum pulang.   KulihatHeechul nampak serius memperhatikan adegan yang sedang di mainkan beberapaaktor. Ku lirik Sungmin, dia juga serius membaca naskah. Sepertinya kalau akukeluar pun tidak ada yang tahu. Pelandan hati-hati aku beranjak dari tempat dudukku. Mengendap-endap keluar aulaagar tak ketahuan. Setelah berhasil mencapai pintu keluar, aku segera berlarimenuju tempat parkir, dimana Jongwoon memarkir ferrarinya.   Dariarah yang sama, aku melihat Jongwoon setengah berlari mendekati mobilnya. Ianampak seperti sedang menghindari seseorang. Tapi di belakangnya tidak adasiapa-siapa. Aku sampai di pintu mobilnya lebih dulu. Diapun membuka kuncimobilnya dan aku segera masuk ke dalamnya. Ia masuk setelah aku menutup pintu mobilyang kumasuki.   “Bwahahahahahah!”   Tiba-tibasaja dia terbahak. Aku mengangkat sebelah alisku tinggi-tinggi. Apa yang lucu?Kenapa dia tertawa? Bukannya tadi dia seperti di kejar-kejar hantu? Dasar oranganeh. Lama-lama aku jadi benar-benar khawatir hidup bersamanya.   “Apayang kau tertawakan?” tanyaku pada akhirnya. “HIYAA!!”dia terlonjak hingga merangsek ke pintu mobil di sebelahnya. “Omo! Ryuu! Sejakkapan kau berada di sini?!?” serunya dengan menunjukku. Ekspresinyamenggambarkan keterkejutan. Aigo,jadi dia tidak menyadari kedatanganku dari tadi ternyata? “Akubaru saja masuk beberapa detik sebelum kau masuk!” jawabku. “M-mwoya?!Bukannya kau sedang berada di gedung kesenian?!” katanya bingung. “Sesuatutertinggal di rumah, aku harus mengambilnya...” jawabku lagi sambil menggaruksebelah pipiku. Tidak mungkin kan aku bilang jujur padanya kalau aku baru sajadatang bulan? Itu memalukan. “Umm... Nanti kau bisa antarkan aku balik lagikemari, kan?” tanyaku ragu. Ia menatapku lekat selama beberapa saat. Membuatkusedikit risih.  “Tentu saja.” Ujarnya dengantersenyum. Syukurlah. Kupikir dia bakal marah. “Terimakasih.” Ucapku dengan sedikit senyum. Pinggangku kembali linu. “Bisakah kitasegera jalan? Aku tidak ada cukup banyak waktu...lagipula khawatir ada yangmelihat...” “Yayaya...”sahutnya dengan nada yang berbeda dari yang tadi. Kenapa lagi orang ini?benar-benar tidak bisa di tebak. Aneh.     -OOOOOO-   Autor’sPov   Jongwoonmenjalankan mobilnya dengan santai sambil bersenandung kecil. Sementara Ryuuyang duduk di kursi penumpang di sebelahnya nampak gusar. Berkali-kali iamembenarkan letak duduknya. Nampak tidak nyaman. “Oppa,bisakah kau menyetir lebih cepat lagi? Mobilmu ini tipe mobil tercepat, kan?Kenapa lambat sekali? Seperti kura-kura!” sentak Ryuu tidak sabar. “Mwoya?!Seperti kura-kura katamu?!” sahut Jongwoon tidak terima. “Kau tahu? kita bukansedang di trek balapan! Ini jalan umum! Bukan saat yang tepat untukkebut-kebutan!” “Ya!Ini memang bukan saat yang tepat! Tapi ini darurat! Darurat! Emergency! Arraseo?!”sergah Ryuu. Peluh terlihat menetes dari pelipisnya. “Darurat?”Jongwoon mengerutkan keningnya. “Darurat??”ulang Jongwoon. Ia menoleh sekilas ke arah Ryuu yangterus-terusan gusar di tempat duduknya. Ia bisa menangkap perubahan yangterjadi di wajah Ryuu. Pucat pasi. “Y-ya~ada apa denganmu? Kau kenapa? Kau sakit?” tanyanya khawatir. “Apa anemiamukambuh lagi, hum??”   Ryuumembasahi bibirnya yang kering dengan salivanya. “A-aniyo... aku tidaksakit...” ia menggeleng dan mencoba tersenyum meski dengan meringis untukmenghilangkan kekhawatiran Jongwoon. “Apakita perlu ke rumah sakit sekarang?” “Andwae!”seru Ryuu cepat. “Sungguh. Aku tidak sakit! Aku tidak sakit kok!” bantahnya. Jongwoonmenepikan mobilnya di bahu jalan. “Ya!Ya! kenapa berhenti?!?” pekik Ryuu panik. Celaka dua belas ini namanya. “Oppa!Lanjutkan perjalanannya!!” serunya.   Jongwoonmematikan mesin dan mencabut kunci mobilnya. Ia mengubah posisi duduknyamenghadap Ryuu yang sudah seperti pencuri yang tertangkap basah. “Katakanpadaku ada apa denganmu dan apa yang terjadi?!” tegas Jongwoon. “M-mwo??” “Wae?Apa yang kau sembunyikan dariku?”tanya Jongwoon curiga. “Eo-eopseoyo...a-akuhanya ingin mengambil sesuatu di rumah...” “Sesuatuapa? Katakan yang jelas!” selidik Jongwoon. “Oppa,kenapa kau selalu ingin tahu, sih? Ini bukan apa-apa. Ini masalah wanita!”sergah Ryuu kesal. “He?Masalah wanita??” Ryuumenggaruk pipinya bingung. Bagaimana ia harus mengatakannya pada Jongwoon??Akan di taruh di mana wajahnya jika ia mengatakan masalah paling privasinya inipada Jongwoon yang notabene adalah pria??     Bersambung...................................................................................................     Hahahini chapter yang gaje. Bodo amatlah :p Masihmau lanjut kaga nih? Atou sudahi sampai di sini? Biar aja ngegantung. Moodkulagi ngga bagus =,=’ Komennyadong. Apapun saya terima deh. Cuma satu hurup juga tak apa. Asalkan komen*maksabanget dah AdminYura, arigatouna. Aku baru sadar kalo nama castku ada juga yang namanya Yurahehe :D   Posted by yura
Grace Massie


bangun+rumah 's link
Kutipan kesaksian "Kabar Baik! Kedok Penipuan Iblis Dibuka! Kebenaran Yang Memerdekakan.":   "Di rumah kakak, pagi, 21 Desember 2006, kurang lebih pukul 8.00, saya membaca Alkitab di kamar. Seperti biasa, setelah berdoa, saya membaca Alkitab secara acak. Dan pagi itu, tangan saya membawa saya pada Ulangan Pasal 4, dengan perikop “Musa Menasihati Bangsa itu Memelihara Hukum ELOHIM”. Saya gembira ketika mulai membaca ayat demi ayat yang berisi perintah-perintah dan ketetapan-ketetapan Tuhan yang disampaikan Nabi Musa kepada bangsa Israel. TUHAN telah membuat saya tidak berdaya tanpa-Nya. Membuat saya menyesali tahun-tahun kehidupan saya yang menjauh dari TUHAN. Pertobatan yang sungguh-sungguh telah membuat saya rindu untuk mengetahui apa saja yang dikehendaki TUHAN untuk diperbuat oleh umat-umat-Nya, Maz 119:18-20 ; Singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban dari Taurat-Mu.Aku ini orang asing di dunia, janganlah sembunyikan perintah-perintah-Mu terhadap Aku. Hancur jiwaku karena rindu kepada hukum-hukum-Mu setiap waktu. Maz 25:4,5,7 ; Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya Tuhan, tunjukkanlah itu kepadaku. Bawalah Aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Elohim yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari. Dosa-dosaku pada waktu muda dan pelanggaran-pelanggaranku janganlah Kauingat, tetapi ingatlah kepadaku sesuai dengan kasih setia-Mu, oleh karena kebaikan-Mu, ya TUHAN. (Ams 28:13,14, Maz 119:33,34).  Dan Ulangan psl 4 ini, tepat seperti yang dibutuhkan jiwa saya. Jiwa yang dahaga akan firman TUHAN terasa disegarkan, tempat yang kosong, jauh di kedalaman hati, serasa diisi oleh apa yang paling dibutuhkan jiwa manapun di dunia. Tiba-tiba saya tertegun, ketika mata saya menelusuri ayat 15 dan 16; “Hati-hatilah sekali-  sebab kamu tidak melihat sesuatu rupa pada hari TUHAN berfirman kepadamu di Horeb dari tengah-tengah api-  supaya jangan kamu berlaku busuk dengan membuat bagimu patung yang menyerupai berhala apapun; yang menyerupai laki-laki atau perempuan;” Ada sesuatu yang menarik perhatian saya pada kedua ayat ini, entah apa. Saya membaca ulang kedua ayat tersebut dengan lebih perlahan dan berhati-hati, tepat ketika saya selesai membaca ulang ayat 16, tangan saya membalik halaman Alkitab dengan sekali membuka, dan mata saya langsung tertuju pada Yoh 14:6; Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku”.Perhatian saya terus tertuju sampai ayat selanjutnya, ayat 7;” Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.” saya terkejut dan gembira, karena firman TUHAN ini termasuk firman yang sedang saya cari, saya rindu mengenal Yesus dan keIlahian-Nya dengan lebih jelas. Tiba-tiba setelah selesai membaca ayat 7, diluar kehendak saya, tangan saya kembali membuka halaman Alkitab kearah belakang, dan mata saya tepat tertuju kembali pada ayat 15, selanjutnya ayat 16, Ulangan psl 4; “Hati-hatilah sekali-  sebab kamu tidak melihat sesuatu rupa pada hari TUHAN berfirman kepadamu di Horeb dari tengah-tengah api-  supaya jangan kamu berlaku busuk dengan membuat bagimu patung yang menyerupai berhala apapun; yang menyerupai laki-laki atau perempuan;” kali ini sambil membaca, gelombang kekejutan secara bertahap merasuki hati saya, seiring dengan pemahaman yang sungguh-sungguh baru dari ke-empat ayat dari dua kitab tadi. Saya terkejut dan mulai terisak oleh perasaan takut yang tidak bisa saya jelaskan dengan kata-kata ketika mulai menyadari bahwa TUHAN  sedang memberitahu saya, membuka pikiran dan hati saya dengan terang kebenaran yang benar-benar baru, yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Mata saya terbelalak, tapi disaat yang sama, hati saya terasa mengecil, saya takut, jangan-jangan kebenaran yang tiba-tiba TUHAN sodorkan untuk saya pahami ini, tidak tertanggungkan oleh saya. Kebenaran itu seakan-akan menelanjangi, membuat saya tercengang-cengang, termenung-menung dan malu, bagaimana kita umat-umat TUHAN berpikir selama ini? Bagaimana kita bisa melewatkan kebenaran ini? (Daniel 12:9 ; Tetapi ia menjawab: “Pergilah, Daniel, sebab firman ini akan tinggal tersembunyi dan termeterai sampai akhir zaman”. Gal 3:22 ; Tetapi Kitab Suci telah mengurung segala sesuatu di bawah kekuasaan dosa, supaya oleh karena iman dalam Yesus Kristus janji itu diberikan kepada mereka yang percaya; 2 Kor 4:7 ; Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Elohim, bukan dari diri kami.)    Saudara-saudaraku yang dikasihi Yesus Kristus, kebenaran itu adalah: PATUNG ATAU GAMBAR ATAU APAPUN YANG DIMAKSUDKAN UNTUK MENGUMPAMAKAN “rupa” YESUS adalah BERHALA!"   Setahun kemudian, 21 Desember 2007, saya,  puteri saya dan seorang teman, berada di Manado. Meskipun beberapa hari sebelumnya saya teringat bahwa sebentar lagi 21 Desember, hari ketika setahun sebelumnya  Tuhan membuka kebenaran bahwa patung dan gambar-gambar yang mengumpamakan Yesus adalah berhala, melalui Ulangan 4:15-16 dan Yohanes 14:6-7, yang kesaksiannya sedang saya bagi-bagikan, namun ketika tiba hari itu, 21 Desember 2007, saya benar-benar lupa. Roh Kudus lalu mengingatkan saya, saya diingatkan kepada peristiwa ketika Tuhan membuka kebenaran itu, dan saya tersentak, "jangan-jangan  sekarang tanggal 21 Desember.."  ketika saya melihat kalender, benar, 21 Desember 2007.   Setahun berikutnya, 21 Desember 2008, saya berada di Jakarta. Kali ini saya tidak lupa, jauh-jauh hari sebelumnya saya sengaja mengingat-ingat, saya tahu  bahwa 21 Desember adalah hari yang penting. Dan saya berpikir-pikir bagaimana saya akan merayakannya. Karena pada minggu tersebut, ibadah perayaan natal mulai diadakan dimana-mana, maka saya memutuskan untuk memperbanyak kesaksian "Kabar Baik! Kedok Penipuan Iblis Dibuka! Kebenaran Yang Memerdekakan." sebanyak yang bisa saya lakukan, dan pada 21 Desember 2008 saya akan ikut ibadah natal salah satu gereja yang diadakan di Bekasi Cyber Park dan membagikannya disana, begitulah saya putuskan untuk mengisi hari itu, sebagai bentuk ucapan syukur.   Tiba pada 21 Desember 2008, sesuai rencana saya menuju Bekasi Cyber Park, saya melihat trotoar di depan jalan yang akan saya lewati untuk masuk ke Bekasi Cyber Park, dipenuhi pengemis. Laki-laki, perempuan dan anak-anak. Saya merogoh tas mengambil uang receh untuk diberikan kepada mereka, yang akan saya lewati nanti. Ketika saya membagikan uang-uang itu kepada mereka yang saya lewati, serentak para pengemis laki-laki, perempuan dan anak-anak yang berada di sepanjang trotoar itu, berdiri dan berlari ke arah saya. Mereka begitu banyak. Dan saya bingung, uang saya tidak cukup untuk mereka semua. Saya tergoda untuk mengabaikan mereka yang baru datang, saya berpikir, dari pada tidak kebagian semua, lebih baik tidak diberikan. Saya pun mulai melangkah dengan rasa bersalah, mencoba keluar dari kerumunan itu. Tapi Roh Kudus berbisik lembut di hati saya: "Berikanlah, bukankah hari ini kau lagi senang?" Seketika itu juga saya terhenti, merogoh tas, mengambil uang dan membagikannya kepada mereka, memang tidak kebagian semua, tapi saya melihat kegembiraan di wajah-wajah itu. Kalimat itu terus terngiang-ngiang di kepala saya "Berikanlah, bukankah hari ini kau lagi senang?" Dan hati saya menjadi benar-benar senang. Saya melangkah dengan hati yang berdendang.   Ibrani 13:15 Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Elohim, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya. 16 Dan janganlah lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Elohim.   Dua peristiwa ini membuat saya  mengerti bahwa 21 Desember adalah hari yang istimewa di hadapan Tuhan. Hari ketika Roh Kudus bersaksi bahwa Yesus adalah TUHAN (Yoh 15:26, Yoh 17:11), hari ketika Yesus dimuliakan (Yoh 16:14, Yoh 8:54), hari ketika Elohim menggenapi janji-Nya kepada Abraham (Mikah 7:18-20), hari ketika Elohim bangun untuk menyayangi Sion (Mazmur 102:13), Hari ketika Anak Domba itu membuka meterai kitab kebenaran, karena Ia telah membeli kita bagi Elohim dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa dengan darah-Nya (2 Kor 3:14, Wahyu 5:9,) Hari ketika Elohim, menyatakan kebenaran-Nya yang memerdekakan umat-Nya dari dosa dan penyesatan (Yoh 8:32). Hari ketika batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru (Mazmur 118:22). Hari ketika Yesus Kristus menjadi pengantara antara Elohim dan manusia (1 Timotius 2:5), Hari ketika Yesus Kristus menjadi pengantara perjanjian baru, Hari ketika Yesus Kristus menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama (Ibrani 9:15),  Hari ketika kunci untuk membuka hikmat rahasia Elohim diberikan. Hikmat yang karena-Nya Kristus disalibkan. Hari yang sudah direncanakan sejak dunia belum dijadikan (1 Korintus 2:7-8). Hari ketika genap keputusan rahasia Elohim, seperti yang telah Ia beritakan kepada hamba-hamba-Nya, yaitu para nabi. Hari ketika pemerintahan atas dunia dipegang oleh Tuhan kita dan Dia yang diurapi-Nya, Hari ketika Elohim Yang Mahakuasa, yang ada dan yang sudah ada telah mulai memerintah sebagai raja, yaitu ketika malaikat yang ketujuh meniup sangkakalanya (Wahyu 10:7, 11:15-17, 5:12, Mazmur 96, 97, 98). Hari ketika pengetahuan akan kebenaran dipulihkan (Hosea 6:11, 7:1). Hari ketika masa kebodohan berakhir (Kisah Para Rasul 17:29-30). Hari ketika batu sandungan diangkat dari jalan umat-Nya (Yesaya 8:13-14, 57:14).   Inilah Hari yang dijadikan Tuhan.   Mazmur 118:24 Inilah hari yang dijadikan TUHAN, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya!   Hari ketika kita berseru:   Mazmur 118:25 Ya TUHAN, berilah kiranya keselamatan! ya TUHAN, berilah kiranya kemujuran!   Hari kita mengucap syukur.   Mazmur 118:28 Elohimku Engkau, aku hendak bersyukur kepada-Mu, Elohimku, aku hendak meninggikan Engkau. 29 Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.   Zakharia 3:9 Pada hari itu, demikianlah firman TUHAN semesta alam, setiap orang dari padamu akan mengundang temannya duduk di bawah pohon anggur dan di bawah pohon ara."   Mazmur 102:18 Biarlah hal ini dituliskan bagi angkatan yang kemudian, dan bangsa yang diciptakan nanti akan memuji-muji TUHAN, 19 sebab Ia telah memandang dari ketinggian-Nya yang kudus, TUHAN memandang dari sorga ke bumi, 20 untuk mendengar keluhan orang tahanan, untuk membebaskan orang-orang yang ditentukan mati dibunuh, 21 supaya nama TUHAN diceritakan di Sion, dan Dia dipuji-puji di Yerusalem, 22 apabila berkumpul bersama-sama bangsa-bangsa dan kerajaan-kerajaan untuk beribadah kepada TUHAN.   HaleluYah! HaleluYah! haleluYah! Terpujilah nama-Mu Bapa, Elohim semesta langit! Kami umat-Mu, mengucap syukur kepada-Mu, untuk kasih karunia-Mu yang dahsyat! Untuk kebenaran-Mu yang Engkau nyatakan melalui kesaksian Anak-Mu, Tuhan kami Yesus Kristus, dan untuk pengampunan dosa.. Beri kami pertolongan, beri kami kekuatan untuk mempersembahkan tubuh kami sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada-Mu (Roma 12:1). Berilah kiranya keselamatan! Berilah kiranya kemujuran!     Salam damai sejahtera Dalam nama Tuhan Yesus Kristus   2  Desember 2012
Batari Pangesti


bangun+rumah 's link
Setelah aku lelah membuang air mataku ternyata aku terlelap, dan saat ku bangun ternyata aku sudah berada di sebuah kamar mewah nan indah. Aku pun tetap tak percaya, ketika aku ingin keluar kamar tiba – tiba ada yang membuka pintu.     “ Hello, kamu aster kan? “ Tanya seseorang yang begitu cantik dengan lembutnya Seketika aku hanya terdiam, seseorang yang didepan ku hanya menatapku sambil tersenyum.   “ Hmm, iya aku aster. Kakak siapa? “ Jawabku   “ Akhirnya kamu mau kenalan sama aku, aku Silvy. “ Tiba – tiba dia memelukku dengan erat mungkin sebagai tanda kenal. Tapi yang ingin aku tanyakan mengapa dia menangis.   “ Kak Silvy? Kakak gak apa – apa kan? “ Tanya ku   “ Iya gak apa – apa kok, emang kenapa? “ jawabnya sambil menghapus air mata.   “ Kakak ada apa kesini? Cuma mau kenalan? “ Tanya ku   “ Eh iya lupa, hehehe. Kamu di tunggu di bawah buat sarapan sama mami dan papi “ Jawabnya   Aku diam lagi. Sambil memikirkan siapa itu mami? Siapa itu papi? Apa dia orang tua ku yang baru? Kemudian Kak Silvy pun mengandengku, menuntun ku melewati anak tangga.   “ Silvy? Siapa dia? “ Tanya seseorang   “ Hmm, dia Aster kak. Cantik kan? “ Jawab kak silvy   Seorang laki – laki yang tampan menatap ku dan menjulurkan tangannya ke hadapan ku.   “ Hai, saya Robert kakaknya Silvy “ Sambutnya dengan ramah     “ Iya aku aster “ Jabat ku sambil gemetar   “ Oke oke udah kenalannya sarapan yuk, mami sama papi kemana kak? “ Tanya kak silvy   “ Barusan berangkat, katanya sih mau ke airport ambil penerbangan cepat . Paling meeting sama bule lagi hahaha “ Jawab kak Robert sambil cengengesan   Aku yang dari tadi hanya duduk diam di meja makan entah apa yang ingin aku ucapkan semuanya begitu sulit. Mungkin karena aku tidak mengenal mereka.   “ Aduh, kesiangan nih kak. Kita ngobrol mulu sih -_- “ Serontak kak silvy ketika melihat jam di tangannya.   “ Aster, kakak sekolah dulu ya. Kalo kamu butuh apa – apa kamu panggil aja bibi, namanya Bi Siti. Oke sayang “ Ucap kak silvy sambil menarik tangan kak Robert.   Apa mungkin sekarang ini adalah rumah ku? Apa yang harus aku lakukan sekarang ini? Yang ingin aku tahu siapa kak Silvy dan kak Robert. Menurut ku mereka adalah seorang kakak yang sangat baik dan ramah.   Aku pun memberanikan diri masuk ke kamar kak Silvy, ternyata disana ada seorang pembantu yang sedang merapikan kamar. Saat masuk kamar kak Silvy   “ Ini kamar atau kandang ya? “ Batin ku   Tiba – tiba ada yang menegurku,   “ Non aster, ada apa? “   “ Eh enggak, ini kamar kak silvy? “ Tanya ku   “ Iya non, kenapa? Berantakan ya? Hehehe “   “ Kak Silvy tidur sendiri? Itu foto siapa? “ Tanyaku lagi   “ Iya, Mana mau Non Silvy tidur sama orang lain. Bahkan saya nyonya pun dia tidak mau. Oh kalo yang itu foto Non Silvy sama pacarnya. “   “ Pacar? Namanya siapa? “ Rasa ingin tahu ku pun muncul ber kali kali lipat   “ Mas Dana, biasanya dia yang mengantar Non Silvy jalan – jalan, atau berpergian. Pulang sekolah pun bareng. “   “ Ohh iya makasih ya bi... “ Karena aku tak tahu namanya makanya hanya panggilan panjang yang ku ucapkan     “ Bi Nana saja “ Jawabnya dengan senyum   Kemudian aku meninggalkan Bi Nanan sendirian di kamar, aku hanya berputar – putar mengelilingi rumah.    Rumah sebesar ini siapa yang mengurusnya? Apa hanya pembantu? Menurutku sangat sayang sekali jika rumah sebesar ini yang tinggal hanya beberapa orang.   Lelah ku mengelilingi rumah tanpa tujuan yang jelas pun akhirnya aku duduk di bangku taman. Aku mencabut 1 bunga yaitu bunga kesayanganku, Mawar. Tanpa ku sadari ternyata alarm 1 rumah bunyi dan semuanya pengawal, pembantu, juga supir menghampiri ku. Aku pun kaget dan ketakutan.   Bersambung...   http://batariwahyu.blogspot.com/ https://twitter.com/batariesti
Riyan Railfans Cyberxtreme


bangun+rumah 's link
::::: PELUKAN TERAKHIR ::::: Kamis, 24 februari .. Adalah hari ulang tahunku yang ke 15, seperti tahun- tahun yg telah lewat, aku tidak mendapat kejutan apapun dari mama yg sibuk dengan pekerjaanya ataupun papa yg telah pergi meninggalkan aku dan mama bahkan tidak mau mengaggapku sbg anak karna keadaanku yang tak mampu berjalan bahkan bebicara, aku bagai patung pajangan dirumahku sendiri. Lasri, iya itulah nama mbok sri wanita yg merawatku, pembantu yg sudah mengabdikan dirinya pada mama bertahun-tahun, dia datang membuatkan aku nasi kuning lalu memberiku hadiah "jam dinding" .. "artinya adalah waktu, lihat jam nya berputar, itu menandakan akan ada waktu dimana mama bisa memeluk dan menciummu" begitu kata mbok sri yg membelai rambut dikepalaku yg berada dipangkuanya.. Mama dimana dia, aku ingin dia ada disini aku ingin dia yg jadi mbok sri.. Mama, aku rindu mama.. Tidak kah mama mau memperhatikanku sedikit saja.. Ada suara seseorang masuk rumah, mama? Itukah mama? Tidak itu bude hanah .. Bude hanah itu galak, dia suka marah2 .. Sudah tak heran, hari ini ia membawa berita dan aku langsung mendengar cacian dari budeku "kamu itu anak pembawa sial ! Bapakmu pergi meninggalkan mamamu karna kamu,dari dulu keluarga ga ada yg terima kamu, sedetikpun mamamu ga pernah mau menggendongmu, tahu? Sekarang karna sms dari pembantu sialan yg bilang kalau kamu ulang tahun hari ini membuat mamamu kecelakaan !" begitu cacianya .. Itu membuatku tak henti menangis, mama .. Dimana dia, dia kecelakaan, karna aku , aku berteriak pada bude untuk mengantarkan aku kemama namun yg keluar dari mulutku hanya suara aneh "Aaaagggghhhhhuuuuhhh" itu membuat budeku melotot dan meninggalkan aku yg masih bersama mbok sri meninggalkan sebuah kalimat "Sekarang juga,kamu dipecat !" aku mengguncang2 tubuh mbok sri .. Dia tak mau menegok dia hanya menunduk dan menangis lalu memeluku erat-erat .. Tidak, mbok tidak boleh pergi .. Aku ingin bicara begitu namun aku tak sanggup .. New york, mama skrg berada dinew york .. Sedang apa, aku tak tahu .. Mbok sri benar2 meninggalkan aku, aku dirumah bersama bude yg kerjanya selalu memarahiku, aku sering mengadu sakit kepala dan mimisan namun tak dihiraukanya .. Mataku sering kabur, tetap tak dihiraukan .. Hingga akhirnya aku masuk rumah sakit, berbulan-bulan aku dirumah sakit, kata dokter sakit ku leukimia .. Apa itu? Aku tak tahu .. Yg aku tahu kepalaku sakit .. mama .. Dia tidak pernah terlihat .. Mbok sri juga tidak ada, yg ada hanya alat-alat diruanganku ini, sungguh bosan, aku ingin mama, aku ingin mbok sri .. Pukul 22.00, mama datang .. Dia menghampiriku, aku ingin memeluknya tapi dia hanya berkata "makanya, kalau suruh makan jangan susah .. Bikin susah orang lain saja kamu" dan pergi lagi .. Oh tidak, mama aku hanya ingin dipeluk, dibelai saja tak apa maa .. Kalau bisa cium aku, aku mohon maa .. Istighfar, mbok sri selalu menyurhku mengucap istighfar bila merasa sakit .. Aku mengucap nya dalam hati ketika aku merasa sakit seperti saat ini, mama .. Sakit ma .. Kepalaku sakit, tubuhku sakit, namun hari sudah malam aku berteriak namun tak ada yg dengar .. Maa .. Bantu aku ma, mbok sri .. Mbok sri bantu aku .. Aku tak sadar, aku tertidur dan ketika aku bangun aku sudah berada diruang yg lengkap dengan peralatan dokter, beberapa orang memakai seragam putih tak ada mama, tak ada mbok sri .. Hanya bayangan papa yg kulihat diwajah dokter yg membelai rambutku dan menyuntiku hingga aku tertidur .. Kurnia, itu nama mamaku .. Mama yg tak juga datang ketika aku sudah terbangun, tak ada orang disekelilingku .. Namun aku mendengar banyak isak tangis dari luar ruanganku, mungkin itu orang-orang yg menunggu keluarga nya di RS ini, boneka barby ini pemberian mama 2 tahun lalu saat aku berulang tahun .. Aku menemukanya dimeja kamarku, tak ada nama pengirimnya tapi aku yakin itu dari mama, cekreek.. Suara pintu terbuka !! Mama.. Itu mama , aku tersenyum menyambutnya namun dia terpaku didaun pintu dan memandangi aku yg tersenyum manja .. Oh tidak, air mata mama mengalir , mama kenapa ? Mama sedih melihatku? Aku menyusahkanmu ma? Tidak ..tidak aku janji ma, setelah sembuh aku tidak akan nakal dan menyusahkan mama lagi, mam berhentilah menangis maa .. Aku mohon, mama menghampiriku, oh tuhan, mama memeluku .. Mama menciumku .. Ingin rasanya membalas pelukan mama namun tubuhku tak kuat .. Tubuhku melayang, aku tak ingin tertidur .. Jangan lepaskan pelukanmu maa.. Jangan .. Tubuhku terus melayang menggapai bintang, mama .. Aku melihatnya dibawah sana memeluku, menangis terus menangis .. Namun aku terus dituntun untuk kebintang .. Oh tidak mama tidak terlihat lagi ..mamaaa... Aku bahagia, bahagia Disisi Allah sekarang .. Semoga dengan adanya Cerita Sedih diatas kita bisa melihat bahwa tidak semua hal bisa kita wujudkan di dunia ini namun semangat untuk mewujudkannya harus tetap ada karena sesungguhnya tuhan ada bersama kita yang percaya kepadanya.
Kim Soo Ry


bangun+rumah 's link
Hyoyeon POV Waktu yang tepat untuk melupakanmu, menguburmu dari fikiranku. Kau hanya angan dan harapan yang takkan pernah kudapat dan kucapai. Kau terlalu indah untuk kumiliki. Terduduk lagi aku dibangku kereta ini. Merasakan hembusan angin dari jendela yang sukses membuat rambutku sedikit berkibar dan sukses membuat kesejukan ditambah sedikit rasa geli diwajahku akibat angin yang berbenturan di kulit wajahku. Bedanya tujuanku kali ini berbeda. Aku akan menuju Busan untuk tinggal disana. Meninggalkan Seoul, kota yang tak pernah tidur itu.. Alasan kepergianku hanya satu. Agar eonnie ku dapat bahagia bersamanya, Lee Hyuk Jae. Mulanya kami bertemu disini. Di kereta ini dan di tempat duduk ini. Dia mempersilahkanku duduk di tempatnya. Sungguh, namja yang sangat manis. - flashback – “ Eonnie, aku berangkat kuliah dulu ya .. ” Pamitku pada BoA eonnie. Dia adalah eonnie ku. “ Ne, kau belajar dengan betul ya, Hyo .. ” “ Ne eon ” Aku pun bersalaman mencium tangan BoA eonnie dan kami saling melakukan tempel pipi. “ Dah eonnie ” “ Daah ” Aku pun berlari untuk mencegah keterlambatan. Hari ini aku bangun lebih siang dari biasanya. Aku benar2 takut apabila aku terlambat. Usiaku dengan BoA eonnie selisih 3 tahun. BoA eonnie adalah eonnie adalah eonnie yang sangat baik, penuh kasih sayang, dan bertanggung jawab. Aku bangga memilikinya. BoA eonnie mati-matian bekerja sendiri untuk membiayai hidupku. Orangtua kami sudah lama meninggal, mereka meninggal saat aku duduk dikelas 2 SMP. Dulu, hanya bibi kami tempat bergantung tapi setelah BoA eonnie sudah dewasa, dia memilih untuk bekerja sendiri tanpa merepotkan bibi dengan menjadi fotografer. Sebenarnya BoA eonnie sangat pandai dalam hal menari namun ia tak ingin menunjukkan bakatnya itu pada siapapun. Kepandaian BoA eonnie dalam menari membuatku tertarik untuk mencobanya, Makanya aku memilih jurusan modern dance dalam kuliahku. *** Stasiun .. Kereta berangkat lebih cepat dari yang kukira –atau memang aku yang lama? Sehingga tak perlu membuatku untuk menunggu. Saat aku memasuki kereta ternyata kereta itu telah penuh. Terpaksa aku pun harus berdiri. Kurasakan sebuah jari tangan menyentuh perutku. Aku refleks melihat ke arah pemilik tangan tersebut. “ Agasshi, kau bisa duduk di tempatku jika kau mau ” Tawar namja itu. “ Ah tidak usah. Terimakasih tawarannya ” “ Tidak apa-apa. Duduklah ” Pria itu segera bangkit dari duduknya, mengganti posisinya menjadi berdiri dibelakangku. Aku tersenyum padanya dan segera duduk di tempat itu. “ Terimakasih ” - flashback off – Tak kusangka dia adalah sunbae di kampusku. Dia memang warga baru di Seoul. Sepertinya dia seumuran dengan BoA eonnie. Sayang sekali BoA eonnie tidak melanjutkan kuliahnya, jika BoA eonnie melanjutkan kuliahnya pasti dia sangat senang memiliki teman seperti Hyuk Jae oppa. Ternyata Hyuk Jae oppa satu jurusan denganku. Dan kebetulan sekali dia satu sanggar tari denganku. Membuatku selalu dipasangkan dengan dirinya ketika ada perlombaan untuk couple dance (?). - flashback – “ Lhoh Hyoyeon ? ” Tanya seseorang padaku ketika aku beristirahat dari dance ku. “ Hyuk Jae oppa ? ” Hyuk Jae oppa tersenyum manis padaku dan mendudukkan dirinya disebelahku. “ Kau les di sanggar ini ? ” “ Ne, eonnie ku memperbolehkanku mengikuti les di sanggar ini. Sudah satu setengah tahun aku les disini ” “ Aku baru saja masuk. Bantu aku ya, sunbae ” Katanya sambil menekankan nada suaranya ketika mengucapkan kalimat terakhir. “ Haha oppa … Tak usah seperti itu. Bukankah kau yang sunbae ku ? ” “ Senang melihatmu tertawa seperti itu ” “ Eh ? ” “ Ah, ayo kita berlatih .. ” *** 2 bulan kemudian .. Hari ini aku dan Hyuk Jae oppa dipanggil untuk menghadap sonsaengnim di sanggar kami. Katanya ada satu pemberitahuan yang ingin sonsaengnim kami beritahu. “ Dua minggu lagi akan diadakan kontes dance. Temanya (?) adalah berpasangan. Dan yang akan kami kirim ke kontes itu adalah kalian. Kalian belajarlah dengan tekun agar dapat memenangkan kontes itu ” “ Ne, sonsaengnim ” Seruku dan Hyuk Jae oppa bersamaan. *** Tak kami sangka, kami memenangkan lomba itu. Otomatis sanggar selalu meminta kami untuk berpasangan tiap couple dance. Itu membuatku sering menghabiskan waktu dengan Hyuk Jae oppa. Dan sepertinya aku …………. Mulai menyukainya .. - flashback off – Hingga pada suatu hari Hyuk Jae oppa mengajakku jalan-jalan berdua. Dan dia mengatakan perasaannya padaku. Aku pun menerimanya. BoA eonnie mengetahui apabila aku sudah memiliki namjachingu. Dia mendukungku dengan Hyuk Jae oppa. Namun kondisi kesehatan BoA eonnie perlahan memburuk. Ternyata dia mengidap penyakit mematikan yaitu leukimia. Dokter bilang umurnya dipastikan sudah tak penjang lagi. Dokter menyuruhku untuk menjaganya dan memperlakukannya seperti gadis biasa –yang tak terkena penyakit apapun-. Suatu pagi, BoA eonnie memintaku untuk mempertemukannya dengan pacarku. Aku menuruti permintaannya dan menyuruh agar Hyuk Jae oppa datang kerumahku. Pukul 16.30 akhrnya Hyuk Jae oppa datang, betapa kagetnya aku ketika BoA eonnie dan Hyuk Jae oppa sudah saling mengenal. Dan terlebih BoA eonnie bilang Hyuk Jae oppa adalah cinta pertamanya padaku. Memang, dulu saat kami masih kecil BoA eonnie tinggal di Incheon bersama eomma dan appa. Sementara aku tinggal di Seoul bersama halmonie dan harabojie. Sangat kebetulan sekali karena Hyuk Jae oppa berasal dari Incheon. Saat aku tanya perasaannya sekarang pada Hyuk Jae oppa ternyata BoA eonnie masih mencintainya. Suatu perasaan yang amat berat ketika aku harus melepas Hyuk Jae oppa karena BoA eonnie. Aku masih mencintainya. Namun aku harus bisa berkorban demi kakakku, kakak tercintaku. Akhirnya, berlangsunglah pernikahan itu tadi siang tanpa adanya perasaan cinta dari Hyuk Jae oppa. Dan disinilah aku, memutuskan kuliahku untuk bekerja. Menjadi pribadi baru tanpa sanak keluarga disana. Ya, Hyoyeon .. Kau harus bisa melanjutkan hidupmu tanpa BoA eonnie dan Hyuk Jae oppa. Kau  pasti bisa!! *** 8 bulan kemudian .. Nyatanya aku tak bisa hidup tanpa mereka berdua. Bayanganku dengan Hyuk Jae oppa selalu menari dalam fikiranku, aku juga takut pada penyakit BoA eonnie yang –mungkin- akan semakin parah. Aku sudah bertekad pada diriku sendiri untuk mengunjungi Seoul. Mengunjungi Hyuk Jae oppa dan BoA eonnie. Ting tong Bel apartemenku berbunyi. Aku pun membukakan pintu untuk orang itu. Dan .. Ternyata orang itu adalah … Hyuk Jae oppa .. ? “ Oppa ? ” “ Hyo – ah .. ” “ Masuklah ” Ajakku. Hyuk Jae oppa memasuki apartemenku dan mendudukkan dirinya di sofa ruang tengah. Begitupun aku. Suasana canggung terasa ditempat ini. Aku ingin sekali mencairkan suasana. “ Apa kabarmu ? ” “ Harusnya aku yang bertanya seperti itu padamu. Kau tinggal sendiri tanpa siapapun disini. Tanpa sanak saudara .. ” “ Aku baik ” “ Kau tahu ? Saat kau hilang BoA sangat mengkhawatirkanmu. Terlebih .. ” “ Terlebih aku ” Lanjutnya cepat. “ Aku sedang tak ingin membahas tentang pera .. ” “ Apa sebenarnya alasanmu untuk pergi meninggalkan kami ?! ” Tanyanya. “ Aku .. Aku tak bisa melihat kakakku terluka karenaku, tertawa diatas penderitaan kakakku. Dan itu mengharuskanku untuk melepasmu yang hingga sekarang masih kucintai. Aku pindah kesini untuk membuat kalian bahagia. Tak pernah kusangka akhirnya akan jadi seperti ini. Maafkan aku ” “ BoA menitipkan ini padaku sebelum dia pergi. Bacalah ” Ucapnya sembari menaruh sepucuk surat diatas meja. Pergi ? Kemana ? Dear adikku yang manis, Hyoyeon ..   Sebelumnya aku akan berterimakasih pada Hyuk Jae yang telah berhasil menyampaikan surat ini padamu. Dan juga permintaan maafku padamu.   Maafkan aku telah mengambil Hyuk Jae dari sisimu. Tapi terimakasih juga karena karenamu dia mau menemaniku selama beberapa bulan ini. Menjadi pendamping hidupku yang setia walau tanpa cinta.   Setiap malam aku selalu bertanya pada diriku sendiri mengapa Hyuk Jae selalu mengabaikanku.   Ternyata dia tak bahagia menikah denganku karena dia mencintaimu. Itu yang membuatku merasa bersalah pada kalian. Aku memang bukanlah eonnie yang baik untukmu ..   Sekarang aku telah pergi, Hyo. Pergi ke kedamaian abadi yang biasa disebut ‘ rumah Tuhan ’. Aku ingin melihatmu mengikat janji bersama Hyuk Jae dialtar. Tolong, menikahlah dengan Hyuk Jae. Buat dia bahagia. Gantikan aku disisinya.   Terimakasih Hyo atas semua yang telah kau berikan. Aku mencintaimu ..     BoA eonnie~ Aku menangis membacanya, keputusan bodohku kini kusesali. Terimakasih BoA eonnie, kau sangat berarti di hidupku. Aku akan menjaga Hyuk Jae oppa mu dengan baik. Saranghae, eonnie .. - EPILOG – Aku melangkahkan kakiku bersama Hyuk Jae oppa di makam ini. Terasa amat sepi dan lengang. Terik panas cahaya matahari tak mampu membuat kami mengurungkan niat kami untuk mengunjungi makam ini. Hingga akhirnya langkah kami terhenti disebuah makam yang telah ada disini sejak 5 tahun lalu. Kami bersimpuh disana dan mengirimkan doa untuk orang yang terkubur dimakam ini. “ BoA eonnie, bagaimana kabarmu ? Semoga kau baik-baik saja. Ini tahun kelima semenjak kepergianmu. Aku dan Hyuk Jae oppa merindukanmu eonnie. Ah, Eunhyo juga merindukanmu. Dia menjadi anak lelaki yang sangat tampan. Sampaikan terimakasihku pada Tuhan karena telah mengirimkan Eunhyo dan suami sempurna seperti Hyuk Jae oppa ya .. Aku mencintaimu ” Ucapku. END cr ; google
FF Nu'est Indonesia


bangun+rumah 's link
The Braveman Deity Author : Nam Hwa rin Cast : 1. Aron Nu’est = Anak SooSatyr (Dewa hutan) 2. Jr Nu’est = Anak Dipors (Dewa langit) 3. Minhyun Nu’est = Lonfaun (Dewa kehidupan) 4. Baekho Nu’est = Siluman rubah 5. Ren Nu’est = Manusia bumi 6. Sungkyu infinite = Archangle (Malaikat tertinggi) 7. Woohyun infinite = Pluto (Dewa neraka) 8. Dongwoo infinite = Counsellor (Dewan penasehat) 9. Hoya infinite = Molonch (Dewi persembahan anak) 10. Sungyeol infinite = Morpheus (Dewi mimpi) 11. Myungsoo infinite = Satyr (Dewa hutan)   G enre : Fantasy     SooSatyr bersama YeolMorpheus masih berada didalam rumahnya,mereka berbicara tentang ramalan romawi kuno.SooSatyar datang sambil membawa nampan kecil yang berisi air minum. “Maafkan aku telah memarahimu tadi,dan aku banyak berterimakasih kepadamu dan Jr yang telah menghidupkan kembali Aron”.YeolMorpheus hanya berdeham pelan, “Aku mendengar 10 tahun lalu dari Archangle, bahwa Pluto memanggilku”.Satyr terlihat sedikit tersedak oleh air minumnya “Memanggilmu?untuk apa?”   “Dia memimpikan 4 binatang Singa,Srigala,Rubah,Anjing dan ras lain yang hendak menghancurkan kerajaannya.Sepertinya aku sudah mengerti maksud mimpi itu,”Ujar Morpheus sambil memandang wajah putih dingin milik Satyr,dewa hutan. “Apa maksudnya, Yeol?" tanya SooSatyr sedikit ragu ketika mengucapkan kata ‘Yeol’.Morpheus sedikit tersenyum “Apa kau tak mengerti juga lihatlah siapa sebenarnya anakmu?dia Singa,anak kecil siluman itu adalah Rubah,Jr muridku dia sekarang adalah Srigala,Minhyun anak Faun dia memiliki kalung berlambang romawi kuno dengan bordir Anjing disana,dan ras lain itu aku belum menemukannya sampai sekarang.Kelima anak itu akan berusaha melepaskan bumi dari kehancuran,”.Satyr sedikit tersentak ketika mengetahuinya “Kita harus melindungi mereka,aku akan segera menemui Faun”.   ===----@----====   “Minhyun!!...,”Kata Xylon ibunya yang tengah melihat anaknya menuju rumah dengan Satyr,dewa hutan.Satyr bersama Aron,anaknya tersenyum ramah kearahnya.Dewa Romawi,Faun yang mendengar suara Minhyun langsung keluar istana “Dimana anak nakal itu?,”Tanyanya. “Ayah!! Ibu!!,”Ujar Minhyun dengan suara khas kekanak-kanakannya sambil berlari berhambur kearah Xylon.SooSatyr segera menemui Faun,dewa romawi untuk menceritakan cerita sebenarnya kepada petinggi kerajaan itu. “Kau bermain dulu ya dengan Lonfaun,ayah akan menjemputmu setelah semua urusan ayah selesai,Oke!”Suruh SooSatyr kepada Aron.Aron kemudian mengangguk kecil dan berlari menuju Minhyun yang mengampit menyuruhnya duduk disebelahnya.                   Minhyun menyuguhkan ladu,makanan kesukaannya ke Aron. “Cobalah,ini sangat enak,”Ujarnya yang terlebih dulu memakan 2 buah ladu lagsung dimulutnya.Aron kemudian mengangguk sambil memakannya “Rasanya aneh,terlalu manis untukku,”.Minhyun menghentikan makannya langsung “Benarkah??,”Tanyanya yang masih dengan suara imut khasnya.Tanpa rasa bersalah Aron pun mengangguk,anak ini benar-benar tidak peka terhadap perasaan. “Apa ayahku akan membicarakan persoalan Moloch dan Pluto?mereka terlalu tertutup kepada kita,yah setidaknya kita sudah sedikit dewasa”.Minhyun kembali menggelengkan kepalanya “Aku tadi menemukan kalung ini dibawah pohon oak,apa arti kalung ini?”.Aron kemudian melihat teliti disetiap bordiran kalung Minhyun. “Ini lambang kerajaan romawi kuno,kemudian ditengah ini..adalah lambang anjing.. kemudian apa arti tulisan ini?sebaiknya kita menanyakannya kepada Jr,dia mengetahui beberapa bahasa didunia”.                   “Moloch dan Pluto akan segera menghancurkan bumi,apa yang harus aku lakukan mengingat Pluto menginginkan anak kita?,”Tanya SooSatyr langsung pada inti permasalahan.Faun,raja romawi itu terlihat sedikit berfikir “Apa anakku juga menjadi incaran mereka?,”. Satyr menghembuskan nafasnya “Bukan hanya anak kita,tapi ketiga anak lagi dan termasuk anak Dipors,dewa langit”. “Archangle mengatakan perang akan dimulai 5 tahun kedepan,kita harus memperkokoh pertahanan,tak ada waktu lagi untuk mengulurnya.Aku telah berbicara dengan Morpheus tentang hal ini.Dia mengatakan akan pergi menuju gunuh Alpen untuk bersemedi mendapatkan senjata pusaka.Sementara aku berserta pasukan hewan dan tumbuhan akan membantu persiapan perang,kau mempunyai peralatan perang lengkap dan aku harap kalian bisa bergabung.Siluman rubah juga membantu kami,”Lanjut Satyr sekali lagi.Faun sedikit bimbang dengan keputusannya.Perang didalam kitab ‘Unda’ nya adalah haram,tapi disisi lain nyawa Minhyun berada diujung tanduk.   ===----@----===                   Ke-empat anak laki-laki itu kembali bertemu di belakang rumah Aron.Setelah hampir beberapa bulan mereka tak bermain bersama.Setelah kejadian itu,orang tua mereka begitu overprotectif kepada mereka.Minhyun sengaja meminum ramuan buatan Jr agar mereka tak terlihat oleh orang-orang dan bisa pergi dengan bebas.Jr banyak membantu mereka setelah dia diajarkan beberapa mantra oleh gurunya.Baekho yang aslinya hewan buas bisa patut berbangga diri,karena dia bisa pergi sesuka hatinya.Sementara Aron hanya boleh keluar disekitar rumahnya.                   “Ohh..Jr aku lupa ingin menanyakan hal ini,”Kata Minhyun sambil melepas kalungnya. “Apa?”Tanya jr sambil memakan ladu yang dibawa Minhyun dari istana.Anak ini benar-benar penggila ladu. “Apa arti tulisan ini?aku pernah menanyakannya kepada Aron tetapi dia tidak mengerti,”.Aron kemudian mendekati mereka “ ‘Homo wolverin lanky’ berasal dari bahasa latin kuno homo adalah manusia, kemudian wolverin itu..sejenis anjing berbulu pekat dari Alaska, kemudian lanky adalah sama. Arti seluruhnya manusia dengan anjing berubah sama,maksudnya?,”Jr kembali bertanya kepada ke-empat sahabatnya. Baekho menghentikan makannya “Mungkin itu seperti mantra,coba pakai ini di lehermu,Minhyun”perintahnya.Minhyun pun mengikutinya “Lalu ucapkan mantra tadi,”. Minhyun menutup matanya kemudian mengucapkan mantra itu perlahan-lahan.                   Aron dan Jr benar-benar terkejut seketika.Anjing berbulu putih bersinar dan bertubuh sangat besar itu mengaum cukup keras dan berlari menjauhi mereka. Baekho benar-benar shock “Bagaimana jika dia tidak bisa kembali?,”Paniknya sambil terus mengejar Minhyun,anjing itu.Mulut kecil Jr belum sepenuhnya menutup dia masih mengutak-atik mantra yang pernah gurunya berikan.Aron kemudian merubah tubuhnya untuk mengejar Minhyun yang cukup jauh berada didepannya. “Minhyun kembali!!”Teriak Baekho dengan mengeluarkan suara miknya.Aron masih berusaha mengejar Minhyun ,naguman mereka terdengar sangat mendominasi hutan.Jr terbang dengan kecepatan kilat sambil menggendong Baekho yang berada dipunggungnya.Bakho benar-benar meremas tubuh Jr karena ketakutan. “Minhyun katakan mantra itu sekali lagi!!cepat!!,”Teriak Jr dari atas yang berhasil menyamai langkah Minhyun.Tak berapa lama sinar putih datang dari tubuh anjing itu,dan Minhyun kembali seperti semula dengan tubuh lemas.Aron langsung berhenti sambil membopong tubuh Minhyun kembali.   ===----@----===                   NamPluto bersama WonMoloch,dewi persembahan anak itu, duduk bersandar di kursi tamu kerajaan.Wajah Moloch terlihat sedikit kaku setelah melihat ke-4 anak itu di bola peramal miliknya. “Apa yang harus kita lakukan?mereka berempat dengan segera akan menghancurkan kita sebelum kenaikan tahtahku?”.Moloch terdiam dia mengambil tongkatnya segera “Aku akan mengadakan upacara persembahan besuk,sepertinya doaku belum terkabul,dan kau awasi mereka”.Dengan sekali gerakan,Molonch hilang seketika.Pluto hendak berdiri menuju tempat tidurnya,tetapi DongCounselor menghadangnya dengan tangan kiri miliknya. “Yang Mulia,bisakah anda mempercepat kenaikan tahtah?hamba yakin ke-4 anak itu lambat laun akan menghancurkan Yang Mulia secara tidak sadar”Ujarnya masih dengan suara lembut.Pluto memijat-mijat keningnya “Tunggu beberapa hari dulu,dan aku akan menyerukan kepada wargaku."                   WonMolonch,Dewi itu terlihat membereskan beberapa benda pusakanya.Dari luar nampak kesibukan rakyatnya atas perintah Molonch mendadak.Dewi persembahan anak itu akan mengadakan upacara persembahan lagi,setelah melakukan itu,sang dewi akan bersemedi di gurun Sahara.Para iblis membawa beberapa anak laki-laki dari altar berantai miliknya menuju tempat persembahan seperti biasa.Mereka juga menyemburkan api mereka kearah obor-obor yang ditaruh memanjang  dijalan Dewi.Setelah persiapan selesai, Molonch datang memakai jubah hitam panjang kebanggaannya dengan rambut terurai panjang sampai lantai.Dewi itu juga membawa tongkat kayu berkepala raja mesir kuno.Tangannya ia rentangkan keatas dan mengucapkan mantra-mantra untuk memanggil tetuanya.Ia  kembali mengarahkan tongkatnya menuju tubuh beberapa anak didepannya.Setelah itu,ia jeburkan mereka kedalam jurang dalam penuh api.Dia benar-benar dewi persembahan sangat mengerikan.   ===----@----===                   4 tahun kemudian                   Mata Aron tak pernah lepas dari tanggalan yang ia bawa,seluruh temannya berkumpul seperti biasa di belakang pekarangan rumahnya.Dia kemudian menutupnya dengan cepat, “Perang akan terlaksana sebentar lagi,bagaimana cara kita menambah pasukan?mengingat rakyat Pluto dan Moloch adalah iblis dan berjumlah banyak?,”Tanya Aron sedikit khawatir kearah teman-temannya. “Ayahku sudah menyetujui perang ini setelah beberapa tahun aku meyakinkannya,alat perang kita sudah mendapatkannya dari gudang senjata milik ayahku, dan apalagi?Ayahmu juga mempunyai pasukan lumayan banyak,belum itu ada Morpheus dan Jr sang penyihir hebat,Baekho bersama para silumannya dan Archangle juga ikut gabung bersama kita.Kita sudah kuat, aku yakin kita akan menang,”Ujar Minhyun dengan suara lebih santai.   “Tapi itu percuma saja jika bangsa manusia mendukung Pluto dan Moloch,”Timpal Baekho dari arah belakang. Jr memukul kepala Baekho setelah itu, “Itu sangat mustahil,apa mereka ingin bergabung dengan Moloch yang jelas-jelas akan menghancurkan dunia mereka,kecuali jika mereka dipaksa”.Aron memegang panah miliknya dan melesatkan menuju keatas langit “Mereka bisa memakai kekuatan mereka untuk membujuk manusia,dengan cara menggigitnya”.Jr menghentikan kunyahannya,matanya melebar seketika “Morpheus,guruku pernah mengatakan bahwa bangsa Pluto akan mengadakan upacara demi keselamatan hidup mereka dengan menyeburkan anak balita kedalam jurang kematian secara periodik.Anak itu akan keluar jika bangsa Moloch membutuhkannya dengan kekuatan 5 kali lipat”.Minhyun langsung tersedak air liurnya sendiri “Benarkah?aku menjadi tidak yakin dengan kata-kataku barusan”.   ===----@----===                   Laki-laki berkuncir kuda itu terus menerus meratapi nasibnya,dia benar-benar bosan ketika orang lain mengatainya transgender.Dia benci bahkan sangat benci ketika orang lain mengatakan dia wanita,ini semua adalah perintah ibunya.Benar-benar perintah tak masuk akal.Nama laki-laki itu adalah Ren,dia tinggal di sekitaran kota Hanburgh,Amerika dia baru pindah rumah dari Korea karena pertukaran pelajar.Saat berjalan di lorong kecil dia benar-benar kaget melihat seorang gadis muda,cantik didepannya.Dibelakang punggungnya terdapat sayap besar berwarna putih yang hampir menutupi jalan lorong. “Ka..kau siapa?,”Tanya Ren sedikit gemetaran. Malaikat itu kemudian tersenyum kearahnya “Aku Lee Sung Jong,guardian angle mu,aku diberi tugas oleh Archangle,dewa tertinggi untuk melindungimu”.Ren sedikit menyerjitkan dahinya “Jangan membuat lelucon,ini sudah abad ke 20 kenapa aku harus percaya denganmu,”Ujar Ren acuh tak acuh meninggalkan malaikat ini.                   Sung Jong terus menerus mengikuti kemanapun Ren pergi dengan menelungkupkan sayapnya.Ren benar-benar sangat risih,dia kemudian berbalik kearah malaikat jadi-jadian ini. “Stopp!!Don’t follow me!!,”Teriak Ren benar-benar frustasi.Sung Jong terdiam ditempatnya “Jangan berteriak seperti itu,kau akan dianggap seperti orang gila,lihatlah mereka melihatmu.Dan kau harus tau bahwa yang dapat melihatku adalah dirimu saja”.Ren semakin mengacak-ngacak rambutnya ketika salah satu temannya mengatainya ‘sudah transgander,aneh juga’. “Baik,Stop!apa yang kau mau?aku akan mengikutinya asal kau tak mengganggu hidupku lagi”.   ===----@----===                   “Kenapa kau membawaku dihutan?,”Tanya Ren sambil memandang disekitarnya.Guardian angel nya berjalan mendahuluinya tanpa menggubris Ren sama sekali.Sung Jong berjalan kearah rumah kecil milik Satyr,dewa hutan.Ren hendak mengekor dibelakang Sung Jong sebelum sebuah bola lulus membuat kepalanya mendadak pusing. “Argghh..”Erangnya.Pukulan bola itu terasa sangat panas dikepalanya,benar-benar pukulan paling hebat yang pernah ia rasakan. “Apa kau tidak apa-apa?,”Tanya suatu suara yang sedikit berat.Dengan sedikit berat Ren memandang laki-laki itu “Apa kau tidak punya mata!!sebenarnya kau ini apa?!pukulanmu benar-benar menyakitkan!!”.Minhyun sedikit melongo atas perkataan laki-laki yang baru ia kenal sekarang,perkataannya benar-benar kasar untuk kelasnya. “Maafkan kami,mungkin Minhyun benar-benar tak sengaja melempar dengan cukup keras,sementara duduklah untuk menghilangkan sakit kepalamu,”Ujar Aron menengahi mereka berdua. “Hei awas dibelakangmu ada rubah!!”Pekik Ren kearah laki-laki jakung berambut hitam.Ren langsung pingsan seketika, ketika melihat rubah itu, berubah menjadi manusia.                   Satyr sedikit terkejut atas kedatangan Sung Jong malaikat pilihan Archangle itu. “Sung Jong..? ,apa ada yang terjadi?,”Tanya SooSatyr,dewa hutan sedikit khawatir.Sung Jong berjalan menuju Satyr yang duduk disebelah tungku perapian. “Aku membawakan seorang anak lagi untuk kau didik bersama Aron”.Dengan cepat Satyr menolaknya mentah-mentah “Dan dia akan memanggilku ayah lagi?aku sudah cukup senang bersama Aron,meski dia bukan anakku.Umurku masih sangatlah muda untuk ukuran ayah dua anak.Itu bukan lelucon Sung Jong-ah”Ujarnya sambil menghempaskan kepala diatas sofa. “Tidak,Archangle menyuruhku untuk menitipkannya kepadamu,tetapi aku yang merawatnya.Kenapa akhir-akhir ini kau begitu tidak peka?”Tanya Sungjong menyudutkannya “Apa kau masih ingat kekurangan Pluto dan Moloch?dia tidak bisa membunuh manusia bumi berjenis kelamin perempuan?maka dari itu,persembahan mereka selalu anak laki-laki.Nama anak itu Ren,namanya seperti anak perempuan dan dia juga terlihat sangat cantik.Dia bisa diandalkan dalam dua hal yaitu, bisa berperang dan berkesempatan membunuh Pluto atau Moloch”.                   “Siapa kalian sebenarnya?”Tanya Ren langsung ketika baru bangun dari pingsannya.Aron sebagai ketua mereka berada ditengah “Kami dengan senang hati akan memperkenalkannya kepada penghuni baru,yang pertama Jr anak Dipors (dewa langit) dia adalah titisan Archangle dan berdarah campuran siluman Srigala”Dengan cepat Jr merubah tubuhnya menjadi Srigala besar sambil mengaum tetapi gagal,dia terkena sakit tenggorokan.Wajah Ren berubah menjadi aneh sekarang. “Yang kedua adalah Baekho, dia adalah siluman rubah paling mengerikan didunia”Baekho kembali merubah tubuhnya menjadi rubah besar dengan gaya metroseksualnya.Ren menggaruk-garukkan tengkuknya dan dia berfikir orang yang berada didepannya kali ini benar-benar aneh.   “Yang ini adalah Minhyun,dia adalah dewa kehidupan,anak dari dewa Faun (dewa romawi),mereka menyebutnya Harcules kecil atau Lonfaun,dia juga berdarah Anjing”Kata Aron lagi.Mereka menunggu reaksi Minhyun setelah beberapa lama, “Kenapa memandangku?”Tanya Minhyun melihat semua temannya. “Apa kau tak mau menunjukkan silumanmu kepadanya?”Tanya Jr masih dengan suara serik. “Tidak mau!!”. “Ahh..kalian benar-benar sangat aneh,lalu siapa dirimu?”. Aron kemudian tersenyum senang,kali ini adalah gilirannya “Aku adalah..”Suaranya terputus ketika ayahnya menyuruh Ren masuk kedalam rumah. “Aku akan kedalam dulu ya!!terimakasih perkenalan kalian sangat lucu”Ujarnya sambil meninggalkan Aron yang masih mematung sedih.   ===----@----===                   Dikerajaan Romawi tepatnya isatana milik Faun,ayah Minhyun sudah berdiri bala pertahanan-pertahanan miliknya.Perang akan dilakukan di padang sahara  sedikit jauh dari rumah mereka.SooSatyr,dewa hutan bersama Aron dan pasukan mereka sudah terlebih dulu sampai di Romawi.Mereka membawa bahan pangan dan persiapan untuk kebutuhan pokok perang termasuk panah,Song-song (Batu yang telah dilancipkan),Goni (alat perang kayu yang sudah dihaluskan) dan lain-lain.Kemudian disusul YeolMorpheus bersama Jr,anak Depos dewa langit yang membawa seember air dari kolam keramat miliknya,dan membawa alat perang yang selama ini Morpheus kumpulkan ketika bersemedi di Alpen.Selang beberapa jam Baekho bersama siluman rubahnya memasuki altar istana,dia bersama ibunya membawa pasukan siluman lain yang ia kumpulkan dari penjuru dunia.Yang paling terakhir adalah Ren,satu-satunya manusia dari kehidupan mereka.Dia bersama Sung Jong,guardian angle-nya  berjalan lumayan sedikit santai.Mereka tidak membawa apa-apa seperti yang lain.                   Mereka membagi dua blok perencana yang pertama dipimpin oleh SooSatyr,Dewa hutan dan yang satunya dipimpin oleh Jr.Ke-4 anak itu merombak kepemimpinan dengan sedikit alasan kuat.Jr,anak laki-laki itu mengetahui beberapa bahasa dunia sehingga dia sedikit mengerti arti bahasa selain bahasa mereka.Yang ke-2 dia telah diajarkan Morpheus,dewa mimpi berbagai ilmu sihir.Dia bisa mendatangkan angin,hujan,badai,petir,api dan masih banyak lagi.Yang ke-3 dia adalah titisan Archangle, dia tidak bisa mati sembarangan tanpa se-ijin Malaikat tertinggi itu.Sementara SooSatyr dewa hutan itu dipilih karena berjiwa pemimpin,dia juga cekatan dalam segala hal.Mereka juga mengkaitkan Dewa hutan itu dengan perang gemilangnya saat bertanding dengan Zaden,suruhan Pluto.                   “Kita mempunyai misi khusus disini,kita harus menyelamatkan dunia.Dan jangan menganggap ini sebuah permainan seperti adu dadu.Pegang kata-kata ku ini ‘Bersama berjuang demi kebaikan lebih baik dari sebaliknya’,”Ujar Jr dengan nada serius. “Kita mempunyai  4 musuh besar yaitu Pracawali,anak Moloch.Dalam buku romawi kuno dia digambarkan seperti Singa padang pasir,kemudian DongCounsellor penasehat Pluto yang setia.Sepertinya dia juga ambil bagian dengan perang ini.Kemudian Haden dan Jami dia adalah murid Molonch dan dia juga anak dari Zaden.Kemungkinan besar dia akan membalaskan dendamnya kepada Satyr,ayah Aron,”Ujar Minhyun sambil membaca kitab Romawinya. “Lalu apa tugasku?aku sama sekali tak pernah terlibat dengan perang-perang seperti ini.Aku hanya manusia biasa “Sela Ren dengan wajah kusut.Aron menepuk bahunya “Bagaimana jika kita ber empat memasukkan energi masing-masing kedalam tubuh Ren?,”Saran Baekho kepada teman-temannya.Jr menatapnya tak kalah kaget “Bagaimana jika dia mati?energi dari kita masing-masing sangat besar.Apalagi Aron,aku saja hampir mati konyol saat menolongnya”. “Tidak masalah jika aku mati,ayolah lakukan apa yang dikatakan Baekho.Aku benar-benar tidak siap jika aku adalah manusia,”Pinta Ren dengan wajah imutnya.Mereka ber-empat memandang Jr untuk meminta persetujuan.Setelah lama berdebat akhirnya Jr menyetujuinya “Baik kalian boleh melakukannya tapi jika itu beresiko,aku tidak mau menanggungnya”.   ===----@----===                   Mereka berlima sekarang berada di halaman belakang istana.Ren terlihat terlentang dengan menutup kedua kelopak matanya.Aron,Jr,Baekho dan Minhyun berdiri membentuk lingkaran yang mengitari tubuh Ren.Jr terlihat membacakan mantra-mantra doa sebelum mereka melakukannya.Jr mengarahkan tangannya kedepan dan kumpulan sinar datang dari telapak tangan putih miliknya,dia memejamkan matanya.Aron juga melakukan hal sama seperti Jr,matanya yang berwarna coklat tua itu terus membuka,begitupun Baekho.Hanya Minhyun yang tidak melakukan hal sama,dia memegangi kalung romawi miliknya sambil terus membaca mantra yang tertulis dikalung itu.Cahaya mereka  lalu berkumpul menjadi satu energi yang diarahkan ketubuh Ren.Hijau,milik Aron kemudian Biru milik Jr,Coklat milik Baekho,dan yang terakhir putih milik Minhyun.Cahaya itu berbaur menjadi warna coklat kehijauan.                   Setelah mereka melakukan itu,dengan cepat mereka menengok tubuh Ren yang sudah bertrans genetik dengan mereka.”Apa yang berubah dari tubuhnya?”Tanya Aron. Jr memandang tubuh itu dengan lekat,kemudian memegangnya “Tubuhnya sangat dingin,kemungkinan ini dari keturuan Aron”Ujar Jr sedikit menggantung.Laki-laki berambut hitam pekat itu sedikit mengangkat tubuh Ren “Dia benar-benar sangat berat,ini kemungkinan keturunan Baekho,”Lanjutnya lagi sambil bernafas ngos-ngosan. Baekho sedikit tersinggung dengan ucapan Jr barusan.Setelah beberapa jam mereka menunggu, akhirnya Ren terbangun.Iris matanya berubah menjadi coklat keemassan. “Apa kau baik-baik saja?”Tanya Jr setelahnya.Ren hanya menggeleng,kepalanya benar-benar masih pusing. “Hei Ren ayo kejar aku !!”Teriak Minhyun yang sudah berubah menjadi Anjing besar sambil berlari dengan gesit. “Apa anak itu tidak kapok juga”ejek Baekho.Ren kemudian mengejar Minhyun dengan kecepatan 3 kali lipat darinya.Dia sudah menjadi ras campuran sekarang,kekuatan ke-4 anak itu sudah menjadi satu di dirinya.   ===----@----===                   Kerajaan Pluto dan Molonch dengan segera bergabung membentuk uni-uni pertahanan.Peralatan perang mereka sudah terkumpul setelah 4 tahun mengumpulkannya.Upacara kenaikan tahtah Woohyun,atau NamPluto segera dilaksanakan.Persiapan mereka hanya tinggal 10 persen lagi,yaitu berperang melawan dewa-dewa sebelum kenaikan tahtah Pluto dan menguasai bumi dengan kegelapan.Pengawalan ketat banyak terdapat dipinggir-pinggir kerajaan.                   Dilain tempat,tepatnya dihutan Amazon berdiri SooStyar dengan menggunakan baju perang berlapis baja sambil membawa terompet dash miliknya.Dia meniupkan terompet dash pertama,suara terompet itu benar-benar menggelegar seperti guntur ditengah ruangan sepi.Ren sempat tutup telinga mendengarnya,dia hanya sediri yang menutup telinga,dia melihat semua orang sangat menghayati ketika Satyr,dewa hutan itu meniup terompetnya.Bendera panji-panji kerajaannya terlihat dimana-mana,Aron berdiri disamping ayahnya yang sudah menampakkan silumannya.Dia kemudian mengaum sekeras-kerasnya layaknya raja hutan.Tak berapa lama Suara Jr menyahut,mengaum setelah Aron dengan suara berat khas miliknya.Suara Srigalanya benar-benar sangat nge-bash.Warna bulu nya berwarna putih dengan iris biru laut yang dalam.Kemudian suara selanjutnya dilanjutkan oleh Baekho,si siluman rubah yang kata mereka paling mengerikan.Suara Baekho saat mengaum sedikit halus ketimbang Jr dan Aron.Dan yang terakhir adalah Minhyun,dia mengaum dengan volume suara sedikit kecil dari mereka.Dia sudah merubah tubuhnya menjadi ajing.Mereka akan berjalan menuju padang Sahara.                   SooSatyr,dewa hutan itu benar-benar terlihat sangat gagah.YeolMorpheus dan pesuruhnya berada di belakang pasukan,mereka sibuk menyiapkan beberapa persembahan untuk keselamatan mereka.Ren,laki-laki yang baru saja berubah itu terlihat sedikit takut,wajahnya benar-benar terlihat putih seperti kertas. “Hadapi ini semua dengan hatimu,kau bahkan mempunyai kekuatan yang lebih dibalik tubuh kurusmu ini,”Ujar Sung Jong sedikit berbisik ditelinga kanannya. “Aku akan membantu kalian tenang saja,”Lanjutnya lagi.Setelah itu,suara terompet Satyr terdengar untuk kedua kalinya,perang akan segera dimulai mengingat pasukan Pluto dan Morpheus sudah berancang-ancang akan menyerang mereka.Setelah itu langit berubah menjadi gelap,awan hitam banyak menyelimuti mereka.Dengan cepat mereka berhambur menyerang lawan-lawan mereka.   ===----@----===                   Dengan sigap Aron langsung mengubah dirinya menjadi singa,dia menambah tinggi tubuhnya 3 kali lipat dari semula.Dia bertugas untuk memporak-porandakan barisan Pluto, setelah itu dia bersama Jr akan memberantas Pracawali,anak Moloch.Aron dengan segera mengaum sekeras-kerasnya,ini juga bisa dibilang balas dendamnya kepada Pluto yang hampir membunuhnya.Aron berlari sambil menggibaskan ekornya kearah pasukan Pluto yang ia anggap menghalangi jalannya.Salah satu pasukan Pluto itu memukul kan gadanya kearah Aron,tetapi dengan sigap Aron menangkisnya dengan berubah wujud menjadi manusia.Dia sudah mengetahui kesalahannya dahulu.Mereka bertarung cukup hebat, ‘Brakk’tubuh Aron terpental beberapa meter dari laki-laki berkumis separuh,pasukan Pluto itu.Belum patah semangat Aron menerjang berlari kearah laki-laki itu dengan siluman singanya.Laki-laki itu melemparkan gada besarnya sekali lagi dan tepat mengenai dada Aron.Banyak darah yang keluar menyiprat disekitar tubuhnya.Aron benar-benar sangat marah,matanya berubah menjadi merah padam,dia kembali mengaum cukup keras sampai beberapa meter.Dia menerjang laki-laki itu dengan keempat kakinya, mencabik-cabik tubuh laki-laki itu dengan gigi taringnya sendiri.                   Setelah berhasil,dia melemparkan mayat laki-laki itu kesembarang arah sehingga pasukan Pluto sedikit mundur.Mereka menyebut Aron sebagai ‘Singa padang pasir’ atas kegigihannya.Darah yang ia keluarkan bukan main-main banyaknya setelah terkena gada.Aron kemudian mencari Jr dibelakang pasukannya, Jr benar-benar sedikit terkejut atas luka Aron. “Kau terkena gada Gandawarsa milik Mopil (petinggi kerajaan Pluto)!! Kemari cepat,ini akan melumpuhkan semua urat nadimu”Seru Jr sambil membawa sebotol air suci.Jr kemudian menciprat-cipratkan air suci  itu ke luka Aron.Dia sedikit meraung kesakitan,air ini benar-benar perih. “Ayo,jalankan misi ke -2 aku sudah melakukan yang pertama”Seru Aron sambil menyeret tangan Jr.   ===----@----====                   Haden,putra Zaden itu terlihat menunggangi kuda miliknya dengan kecepatan penuh.Ren yang mengetahui itu langsung bersiaga menyambut laki-laki berambut emas itu.Ren melesatkan panah yang diberikan Morpheus ke arah Haden.Haden sedikit terkejut menerima sambutan yang menurutnya sedikit mendadak.Dia kemudian memacu kusir kudanya dengan cepat menuju tempat Ren berada.Dengan cekatan Ren memlesatkan panahnya kearah ban Haden sehingga bocor.Haden benar-benar marah kepadanya dan merubah tubuhnya menjadi 2 kali lipat dari sebelumnya. “Hei gadis kecil beraninya kau denganku!!”Seru Haden dengan suara mengejek.Ren benar-benar tak terima jika dia disebut wanita,gadis,perempuan,cewek,noona dan sebangsa nya. “Perutmu itu yang harus ku kempesi,dasar laki-laki gendut dan kurang ajar!!”.Setelah mengatakan hal itu,Ren berlari kearah Haden dengan kecepatan penuh.Dia melilitkan kain pemberian Sung Jong ke kaki Haden, dan membanting tubuh besar itu setelahnya.Haden sedikit meraung kesakitan dan kembali bangkit lagi.Dengan sigap Ren mencengkram leher Haden dengan kedua tangannya.Dia kemudian mencekik leher Haden sampai urat nadinya putus.Setelah itu,Sung Jong guardian anglenya menarik tubuh Ren menjauh dari Haden.                   Tak disangka keluar ular berbisa dari tubuh Haden yang sudah tak bernyawa.Sung Jong mengibas-ngibaskan sayapnya untuk mematikan ular itu.Tak tinggal diam,Ren juga ikut membantu Sung Jong dengan mematahkan leher ular itu.Sung Jong dengan hati berbunga-bunga meniupkan Seruling kerang atas kemenangannya.   ====---@---===                   Dilain tempat begitu pula dengan Jr dan Aron mereka mengaum sekeras-kerasnya,karena mereka berhasil mengalahkan Jami yang bukan tandingan mereka berdua.Jr banyak mendominasi perang,sementara Aron hanya menghadang lawan yang akan mempersulit anak Dipors itu.Berulang kali Jr mengeluarkan jurus andalannya kepada Jami,putra Zaden dengan kedua kakinya.Aron mengeluarkan panah ‘Dipan’ pemberian ayahnya untuk membelah langit dan mendatangkan guntur.Cara itu untuk menakut-nakuti pasukan Pluto dan Moloch agar dengan cepat mundur dari medan perang.Jami menyerang Jr dengan serbuan samurai ninja,dengan sedikit sihirnya dia membentuk bola seperti mangkuk untuk menutuppi dirinya dan kemudian mengerahkan hujaman samurai ninja itu ke Jami.Aron dengan segera mengubah dirinya menjadi Singa dan Jr juga melakukan hal sama.                   Pasukan Satyr bersama pasukan srigala milik Baekho terus menerus memojokkan Pluto.Pluto dengan sigap menyemburkan api yang ada dalam mulutnya kearah siluman srigala itu.Baekho yang berada disana juga ikut terpental jauh.Dia berusaha bangkit lagi,hatinya benar-benar sakit ketika melihat ibunya sudah tidak bernyawa yang tak jauh dari tempatnya terjatuh. “Ibu...”Ucapnya dengan sedikit terisak,Baekho kemudian menangis sambil menggendong mayat ibunya yang telah menolong Baekho dari semburan api Pluto.Mata Baekho berubah menjadi coklat sangat kental,emosinya berada di atas rata-rata,dia kemudian berlari menjauhi ibunya dan mengaum sekeras-kerasnya.Dia memiliki dendam kepada Pluto,dia harus menghancurkan Pluto dengan tangannya sendiri seperti kematian ibunya.                   Minhyun bersama Faun,ayahnya bersama-sama memberantas pasukan ular milik Moloch.Minhyun bisa sedikit bermain-main di arena ini.Dengan satu kepalan tangannya dia bisa mencekik 5 sampai 10 kepala ular.Minhyun juga melakukan putaran seperti gangsing yang memotong bagian tubuh mana saja ular itu.Meski kepalanya sedikit pusing,dan sedikit terbang.Faun ayahnya, mencoba bersama Satyr melawan Pluto di bagian belakang.SooSatyar terus menerus menghujami Pluto dengan panah saktinya.Pluto bahkan harus berganti kursir sampai 7 kali.Wajah Satyr benar-benar datar dan tenang,dia bahkan seperti dewa tertinggi,Brahmana.   ===----@----===                   SooStyr masih terus berdiri diatas tunggangan kejayaannya,gajah putih dengan 8 ekor yang ia datangkan langsung dari surga.YeolMorpheus juga nampak dibelakang Satyr dengan membawa sebuah kuningan(seperti mangkuk berwarna kuning keras) ditangannya,sambil terus membacakan doa.Pluto masih terus menyemburkan api dari dalam mulutnya,dia juga menghujani Satyr dengan panah api yang panas.Aron dan Jr juga mulai terlihat akan mendekatinya,Satyr mulai sedikit lega ketika melihat anak kebanggaannya masih hidup.Dia sedikit tersenyum kearah Aron, “Ayah awass”pekik Aron dengan keras.Dia sedikit kaget ketika melihat Morpheus berada dipelukkannya.Aron kemudian mengaum dan mengamuk menuju Pluto berada.Jr dengan cepat terbang kearah gurunya, “Guru!!..”Pekiknya dengan nada sedikit sedih.Jr langsung membawa tubuh YeolMorpheus kesalah satu pohon rindang.Satyr langsung turun dari gajahnya menuju tempat Morpheus bersama Jr.Sebagai tempat alih,Faun yang memimpin perang.                   “Yeol..kenapa kau melakukannya?,”Tanya Satyr dengan mengguncang-guncangkan tubuh Morpheus yang penuh darah.Morpheus sedikit tersenyum,tenaganya benar-benar pulih  “Aku tidak apa-apa Soo...pimpinlah perang sekarang juga,bawalah kemenangan setelahnya”Ujarnya sambil memegang wajah Satyr dengan tangan panjangnya.Satyr langsung menangis “Jangan pergi,--Jangan tinggalkan aku—Yeol..bertahanlah,”Pinta Satyr sambil menggenggam erat tangan Morpheus. Jr langsung berdiri sambil mengeluarkan batu perak pemberian ibunya dahulu. “Batu ini__,mungkin berarti bagiku tetapi, nyawa guru yang selama ini mendidikku menjadi seperti ini lebih berarti dari apapun.Aku akan mencoba memasukkan batu ini kedalam luka itu sehingga dapat sedikit menutupinya,”Kata Jr sambil mengarahkan batu itu kearah luka Morpheus. “Dewa hutan,Satyr, tolong pimpinlah perang lagi.Aku akan menjaga Morpheus disini”.Satyr kemudian mengangguk sedikit lemah dan meninggalkan Morpheus dengan berat hati.                   Pluto semakin terpojok atas serangan Aron, Baekho,Minhyun dan ditambah lagi Ren.Mereka terus menyerang Pluto dengan berbagai cara.Minhyun menyerang Pluto dari arah depan sementara Aron dibelakang dan Baekho, Ren berada di samping kanan dan kiri.Pluto seperti terkepung oleh binatang-binatang buas,Baekho laki-laki itu masih terus memendam dendam kesumatnya atas kematian ibunya.Aron juga melakukan hal sama,dia bahkan masih mengingat betul perang hutan 15 tahun lalu.Jr dia mungkin tidak bisa melawan Pluto,laki-laki berambut hitam lebat itu masih mengurusi gurunya yang terkena panah api Pluto. “Sebaiknya kau harus meminta maaf atas kesalahanmu dan mati tak sia-sia,”Sindir Baekho dengan sepontan. “Hei anak kecil,sebaiknya kalian minum susu dan berguling-guling diatas lantai seperti bayi,Itu cocok untuk kalian,”sindir NamPluto balik.Tanpa basa-basi lagi,Aron dan Baekho menyerang Pluto dengan gada milik mereka dan menghujani Pluto dengan samurainya.Ren berlari mendekati kursir Pluto dengan membawa samurai ditangannya sementara Minhyun megaum sekeras-kerasnya untuk menakut-nakuti pasukan Pluto.Ren laki-laki berkuncir kuda itu memegang salah satu ban belakang tumpangan Pluto sampai berhenti.Dengan cekatan Pluto mengarahkan samurainya kearah Ren,   ‘Skrienngg’. Belum sampai mengenai tubuh Ren,Aron melesatkan panah kearah samurai Pluto sehingga terpental beberapa meter darinya.Tanpa pikir panjang Ren langsung menyabet kepala Pluto sekali tenggakkan.Setelah itu,Ren meneteskan air mata kebanggaannya karena Pluto sudah mati. “Kita belum selesai sampai disini.Masih ada Moloch,dewi itu.Awasi dirinya jangan sampai mengadakan persembahan.Jika dia melakukan hal itu,dunia kegelapan benar-benar terjadi”Ujar Aron menengahi mereka.   ===----@----===                   Dengan beribu panah Satyr melepaskannya keudara,dia bersama Faun menyerang Moloch,Dewi persembahan anak.Seketika itu,mereka mendengar ngauman Singa cukup keras disusul anjing,dan rubah. “Mereka berhasil mengalahkan Pluto,”Seru salah satu pasukannya dengan nada bahagia.Suasana hati Satyr benar-benar sedikit cerah,kali ini dia akan membunuh Moloch dengan tangan dinginnya.Tanpa disangka Moloch berjalan menjauhi mereka, Satyr sedikit tercengang atas tindakan dewi itu. “Haha..dia sudah menyerah lebih dulu”. “Apa yang akan dilakukannya?”Semua pasukkannya terus bertanya-tanya seperti itu. “Hentikan dia!!!Cepatt!!dia akan mengadakan persembahan!!”Seru Morpheus yang sudah duduk disamping Satyr “Yeoll??”Tanya Satyr sedikit kaget.Aron dan tiga sekawannya berlari menuju Moloch dengan gesit saat mereka mengetahui dewi itu berjalan kearah belakang.Jr juga terbang menyamai langkah Moloch yang sudah akan memencet tombol merah. Satyr menghempaskan panahnya kearah Moloch ketika Morpheus memberinya aba-aba.Panah Satyar bertambah besar ukurannya dan melaju secepat kilat.Pasalnya Morpheus telah memberi mantra sebelumnya.   ‘Darkkk’                 Dentuman keras terdengar seketika juga,tepat setelah itu tubuh Moloch juga menghilang seketika.Aron langsung berhenti dari larinya begitu pula dengan Minhyun,Baekho,Ren,dan Jr saat melihat matahari kembali terbit.Jr langsung bertekuk lutut,dia benar-benar sangat capek ketika harus bertarung selama 6 hari penuh.Baekho langsung berlari sambil meneteskan air matanya menuju mayat ibunya. “Aku sudah berhasil!!kita menang”Serunya masih dengan suara parau.Tiba-tiba sebuah cahaya muncul dari tubuh ibunya.Baekho dengan cepat menghapus air matanya “Ibu!!”Serunya kegirangan ketika melihat ibunya hidup kembali. “Selamat anakku,selamat kau telah berusaha keras”Ujar ibunya sambil memeluk anak kesayangannya.Satyr langsung meneteskan air matanya, “Kita berhasil...!”Katanya dengan suara bahagia.YeolMorpheus menghapus air mata Satyar dengan telapak tangannya “Ya,kita berhasil”Satyr langsung memeluk tubuh Morpheus tanpa jeda,dia memeluk Morpheus begitu erat.   -Tamat-  
Yanti Sadaryanti


bangun+rumah 's link
Hari itu, Dina (32) meminta izin pulang lebih cepat dari kantornya. Sejak Pagi, Dina merasa pusing dan mual. "Aku masuk angin nih," keluhnya pada Fahmi (35), suaminya melalui telepon.   Setiba di rumah, Dina memesan bubur ayam serta teh panas untuk mengurangi rasa tak enak badan yang dideritanya. Setelah kerokan, ia mengoleskan minyak kayu putih ke seluruh badannya, sebelum beranjak tidur.   Lepas senja, Dina belum bangun juga, Fahmi yang baru saja pulang kantor. Menengok ke kamar, ditempat tidur Dina memang masih tertelungkup, tapi....sudah tak bernapas lagi!   Wajahnya kebiruan, tampaknya, Dina menahan rasa sakit sesaat sebelum menghembuskan napas terakhirnya. Selain panik, suaminya juga bingung, Sejauh diketahuinya, selama ini kondisi kesehatan Dina baik-baik saja. Bahkan istrinya itu tergolong wanita gesit yang memiliki segudang aktivitas setiap harinya, Lantas, Penyakit "tersembunyi" apakah yang merenggut nyawa Dina?     Menurut dr. Djoko Maryono, DSPD, DSPJ, ahli internis dan kardiologi dari RS Pusat Pertamina, yang dialami Dina adalah Angina Pectoris. Orang-orang kita dulu biasa menyebutnya sebagai penyakit angin duduk.   angina pectorisGejalanya memang mirip masuk angin biasa, hanya sedikit lebih berat. Tak mengherankan. Penyakit ini cenderung disepelekan.   Masuk angin yang satu ini ternyata bukanlah masuk angin biasa. "Yang biasa disebut angin duduk sesungguhnya adalah salah satu gejala penyakit jantung koroner, yang jika tidak segera ditangani penderitanya bisa langsung meninggal hanya dalam waktu 15-30 menit setelah serangan pertama" dr. Joko mengingatkan.   Karena itu, kematian yang terjadi sama sekali bukan akibat kerokan atau pengolesan minyak angin, seperti yang dilakukan Dina, melainkan karena tidak terdeteksinya kelainan pada jantung penderita. Padahal, seandainya sepulang kantor Dina langsung pergi ke Rumah Sakit atau ke dokter, dan bukannya malah kerokan dirumah yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan sang penyakit, mungkin nyawanya masih sempat terselamatkan.   Ciri-ciri pusing, mual dan kembung yang dialami penderita Angina Pectoris memang nyaris serupa dengan penyakit masuk angin biasa. Hanya penderita juga merasakan dada sesak, nyeri dibagian ulu hati, keluar keringat sebesar jagung, serta badan terasa dingin. Sayangnya, hal ini sering tidak disadari sebagai indikasi adanya gangguan pada jantung yang sifatnya kritis.   Menurut dr. Joko, 20% dari keluhan Angina Pectoris yang diperiksakan ke dokter atau rumah sakit ternyata terdeteksi sebagai penyakit jantung koroner akut. Penyakit ini merupakan gangguan pada jantung akibat adanya kelainan pada pembuluh koroner, sehingga darah tidak mampu mengantarkan zat-zat yang dibutuhkan oleh jaringan dinding rongga jantung. Karena itu, jika tidak terdeteksi sejak awal, penderitanya bisa mengalami sudden death.   Penyakit Angina Pectoris itu sendiri berupa perasaan tidak nyaman berkepanjangan, yang terjadi lebih dari 5 menit, akibat menurunnya tekanan darah yang memompa jantung. Akibatnya, jantung membutuhkan lebih banyak oksigen. Karena jantung tidak mampu memompa dengan sempurna, maka pembuluh darah mengadakan reaksi pemulihan berupa kontraksi guna mencukupi pengisian oksigen pada pompa jantung tadi, kontraksi itulah yang menimbulkan keringat dingin pada kulit.
Super junior fanfiction


bangun+rumah 's link
I LOVE YOU [part 7]   Author : Kim Kimmie    Rating : 13 +    Main Cast :  - kyuhyun Super junior a.k.a Cho Kyuhyun  - Cho Yogeun (OC)  - Victoria F(x) a.k.a Kim Sora - Yoona SNSD a.k.a I Am yoona - yesung super junior a.k.a Kim Yesung  Genre : Fanfiction, Family,commedy, Romance                                                                                  ***     “kau ingin aku memaafkan mu ?” yesung pun bertanya sambil meletakkan gelas susu yang tadi dipegangnya. Dengan cepat sora mengangguk.   “tidak semudah itu”                                                                 >>>>>>       #author pov   Mentari pagi terasa begitu menyegarkan untuk membangkitkan semangat bagi para manusi untuk menjalani aktifitasnya namun sepertinya mentari dipagi hari ini sungguh sangat menyengat untuk Cho Kyuhyun yah atau mungkin ia sekarang membutuhkan banyak air karena hatinya terbakar dengan kobaran api cemburu yang sepertinya tidak ia sadari.   #kyuhyun pov   “chagi bisa tolong bantu yogeun sebentar ?” hueeekk serasa ingin muntah aku mendengar kata-kata namja kura-kura itu, sejak kapan dia memanggil sora dengan sebutan seperti itu.   “o...ah ne oppa” ah rasanya lebih baik aku terjun dari pesawat ini mungkin rasanya lebih menyenangkan daripada melihat kelakuan memjijikan mereka berdua.   #author pov   Kyuhyun memalingkan wajahnya jengah karena terus-menerus melihat kemesraan yang ditunjukan oleh yesung dan sora dihadapannya.   “yoon-ah” kyuhyun pun menegur yoona yang sedari tadi hanya diam menundukkan kepalanya.   “hmmm ne oppa ?” yoone pun mengangkat  kepalanya. Kyuhyun tampak mengerutkan keningnya melihat raut wajah yoona yang terlihat aneh.   “wae ?” kyuhyun pun bertanya. Membuat yoona menunduk kembali.   “aniy oppa gwenchana” yoona pun menjawabnya dengan menggelengkan kepalanya pelan namun tetap menunduk.   “dad” yogeun berjalan pelan mendekati kyuhyun yang tengah teduduk curiga dengan gerak-gerik yoona.   “wae yogeun-ah ?” kyuhyun pun memalingkan perhatiannya dari wajah yoona kepada putranya.   *flashback on “yogeun-ah kita pulang bersama dengan dad ne ?” yesung bertanya pelan kepada keponakannya saat mereka dalam perjalanan ke bandara. Mendengar ucapan yesung yogeun pun menundukkan kepalanya.   “wae yogeun-ah ?” yesung pun membelai surai halus dikepala yogeun. Melihat yogeun yang sepertinya masih enggan bertemu dengan ayahnya sendiri sora pun mendekap yogeun dengan hangat.   “yogeun-ah kan ada nuna dan samchon yang menemani” mendengar penuturan sora yesung pun melipat kedua tangannya didepan dada.   “tenanglah yogein-ah di sudah jinak, kekeke” mendengar gurauan yesung yogeun dan sora pun ikut terkikik geli.   *flashback of   “apa kau tidak melupakan sesuatu dad ?” yogeun bertanya sambil melipat kedua tangannya didepan dada membuat kyuhyun menyadari meskipun yogeun adalah putranya namun terkadang ia juga meniru tingkah yesung yang juga ikut bersama mengurus yogeun sejak kecil.   “apa ?” kyuhyun pun mengangkat sebelah alisnya heran dengan perkataan yogeun.   “ah ne jeongmal mianhae Cho Yogeun, dad berjanji tidak akan mengulangi kesalahan itu lagi” seakan mengerti dengan apa yang dimaksud anaknya itu kyuhyun pun akhirnya meminta maaf dan mengangkat putranya untuk duduk dipangkuannya.   “hmmm ya begitu lebih baik” yogeun pun hanya mengangguk-anggukan kepalanya sambil memaukan bibir bawahnya yang membuat kyuhyun dan yoona tersenyum.   “yogeun-ah dimana samchon mu yang tersayang itu ?”kyuhyun bertanya dengan nada mengejeknya.   “hmmm tidur” yogeun menjawab dengan santai.   “tidur ?” mendengar jawaban yogeun kyuhyun dan yoona bingung. Namun yogeun hanya mengangguk sambil mengambil PSP didalam tas kecilnya.   Seakan tau apa maksud pertanyaan kyuhyun sebenarnya yoona pun akhirnya membuka suara.   “sora nuna eodi ?” sekarang mata kyuhyun dan yoona menatap intens kepada yogeun yang tengah memulai permainannya.   “tadi sora nuna juga duduk disebelah samchon dengan yogeun tapi yogeun bosan kalau haru terus melihat samchon tidur jadi togeun kesini” Ungkapan polos yogeun sontak membuat yoona dan kyuhyun membulatkan mata mereka sempurna.     #yoona pov   “tadi sora nuna juga duduk disebelah samchon dengan yogeun tapi yogeun bosan kalau haru terus melihat samchon tidur jadi togeun kesini” apa memang mereka mempunyai hubungan ? kenapa mereka dekat sekli ?   *flashback on   “ah yoona sshi kenapa yogeun terus menangis ?” aku melihat nya mengendong yogeun dengan gusar karena sedari tadi yogeun terus menangi didalam gendongannya.   “ah tunggu sebentar oppa” aku pun berlari kedapur untuk membuatkan susu, mungkin saja yogeun sedang lapar.   “oppa ige” aku pun memberikan susu itu padanya dan melihat dia membatu yogeun minum bahkan melihat yogeun meminum susunya dia tersenyum manis membuat aku pun ikut tersenyum.   Tidak lama yogeun pun tertidur setelah meminum habis susunya.   “hhhuuuuhhh mengurus bayi itu ternyata sulit aku jadi tidak bisa membayangkan kalau kyuhyun mengurus yogeun tanpa kita”aku melihatnya mengusap peluh dikeningnya. Entah sejak kapan rasa ini timbul tapi sungguh aku mencintainya.   Aku mencintai mu Kim Yesung.   *flashback end   ......................................................................................................................................................................   #author pov   Setelah perjalanan yang cukup mamakan banyak waktu Kyuhyun, Yogeun, Yoona, Sora dan Yesung pun tiba diseoul.   Saat mereka ingin turun dari privat jet milik yesung mereka pun dikejutkan oleh prilaku ajaib yesung yang tiba-tiba menggenggam tanga sora erat. Sora pun membelalakan matanya mendapati perlakuan yesung itu.   “ah kyu, yogeun-ah yoona sshi bagaimana kalau kita makan dulu ne ?” yeusng bertanya dengan sangat santai sambil terus mengamit tangan sora.   “mau samchon !!” yogeun terlihat sangat bersemangat membuat kyuhyun yang tadinya ingin menolak pun terpaksa tersenyum mengiyakan kemauan putranya itu.   ......................................................................................................................................................................   #kyuhyun pov   Sungguh aku sangat menyesal hari ini, namja kura-kura itu ternyata menjadi dua puluh kali lipat menyebalkannya daripada biasanya. Bahkan dia masih bisa bermesraan ditempat makan seperti ini.   #author pov   Kyuhyun melahap makanannya seperti orang yang kelaparan namun bukan rasa lapar yang sebenarnya ia rasakan melainkan rasa membakar didalam hatinya yang seakan memerintakkannya memakan yesung sekarang juga.   “yoona sshi ?” yesung menegur yoona yang sedari tadi hanya menatap makanannya itu.   “ne ?” yoona pun mengangkat wajahnya menatap yesung.   “apa makanan disini tidak enak ?” yesung pun betanya lalu menghentikan kegiatan makannya.   “ah bukan begitu, ha..hanya saja aku tidak begitu lapar” yoona pun berusaha tersenyum. Dan hanya mendapat anggukan kecil dari yesung.     ......................................................................................................................................................................   #author pov   Setelah acara makan siang itu berakhir mereka pun pulang secara terpisah menggunakan kendaraan masing-masing, yogeun dengan yoona dan kyuhyun sedangkan sora yang tentu saja bersama dengan yesung.   Saat mereka sudah ingin memisahkan diri lagi-lagi kyuhyun harus mamalingkan pandangannya jengah karena melihat yesung yang dengan sigap membukakan pintu untuk sora mungkin itu hal biasa jika yesung melakukannya dengan wanita lain namun justru ia melakukannya untuk sora, wanita yang entah sejak kapan sudah mengambil alih hatinya.   “yoon-ah yogeun-ah ayo cepat masuk mobil” kyuhyun pun beringsut memasuki mobil dan membanting pintu mobil itu dengan sangat keras yang malah membuat yesung tersenyum menang.   “bye bye samchon !! bye bye nuna !!” yogeun pun melambaikan tangannya diikuti yoona yang membungkukan tubuhnya memberi hormat kepada yesung dan sora.                                                                    -Keesokan harinya-     #sora pov   Setelah liburan yang cukup menyenangkan akhirnya aku pun kembali kepada aktifitasku bekerja sebagai seorang Receptionist di hotel milik keluarga Cho ini, aku berusaha menyama semua tamu dengan senyum terbaikku.   “selamat datang presdir” aku pun membungkuk hormat kepadanya, namun dia hanya memandangku datar lalu berlalu pergi.   #kyuhyun pov     “selamat datang presdir” ah sungguh aku ingin sekali tersenyum kepadanya tapi melihatnya seakan mengingatkan ku kepada namja kura-kura itu dan juga ulah menyebalkannya.   Aku pun berlalu tanpa mengulaskan senyumku.   Setelah berjalan beberapa menit aku pun masuk ke ruangan ku lalu merogoh saku celanaku mencari ponsel untuk menghubungi yogeun.   “yeoboseo yogeun-ah”   “..........”   “apa guru privatmu sudah datang ?”   “..........”   “belajar yang baik yogeun-ah”   “..........”   “ah ne love you”   Klik   #author pov   Kyuhyun pun menyandarkan bahunya dikursi saat tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.   Tok...tok...tok..   “masuk” titah kyuhyun dengan santai.   Cklek   “hhuuuuuhhh, mau apa kau kesini hyung ?” kyuhyun pun memandang malas tamunya itu.   “mworago ?” yesung berjalan mendekati kyuhyun lalu berdiri didepan meja kerja kyuhyun.   “aku sibuk hyung” pernyataan kyuhyun pun membuat yesung melipat tangannya dan menganggukan kepalanya.   “aku hanya meminta mu menemani aku minum teh, disini juga tidak masalah” yesung pun kemudian duduk tepat di kursi yang berhadapan langsung dengan kyuhyun.   Tok....tok..tok..   “masuklah” yesung pun berseru kepada seseotang dari balik pintu.   “ini tuan teh anda” seorang pelayan meletakkan dua cangkir teh dihadapan yesung dan kyuhyun lalu dengan perlahan pelayan itu pun beranjak pergi meninggalkan yesung dan kyuhyun.   “jadi hanya menemani minum teh saja kenapa harus kesini ?” kyuhyun pun melipat tangannya diatas meja.   “mengobrol sebentar apa juga tidak boleh ? ck, sok sibuk sekali rupanya” yesung pun menyesap teknya dengan perlahan.   “hhhuuuuhh baiklah” kyuhyun pun akhirnya ikut menyesap teh yang sedari tadi berada dihadapannya.   “oh iya menurut mu sora itu bagaimana ?” mendengar pertanyaan yesung kyuhyun pun mengerutkan keningnya.   “kenapa menanyakannya pada ku ?” kyuhyun pun meletakkan cangkir teh nya lalu melip[at tangannya didepan dada.   “yah karena kau lebih dulu betemu dengannya dari pada aku” yesung pun menyandarkan punggungnya disandaran kursi.   “hmmm baik” kyuhyun pun kembali menyesap tehnya.   “hmmm aku pikir juga begitu, bagaimana jika aku menikah dengannya saja ?”   “mmm...uhuk...uhukk” Kyuhyun terbatuk dengan sangat keras mendengar pertanyaan dari bibir sahabatnya itu. Membuat yesung hanya menaikan sebelah alisnya.   “hhhhuuuuhhh a..apa kau serius hyung ?” kyuhyun pun mencoba mengatur nafasnya.   “apa kau fikir aku main-main ?” mendengar pernyataan yesung kyuhyun pun menatap intens sahabatnya itu mencari tau apakah benar ia sungguh-sungguh dengan ucapannya.   “tapi kau...” perkataan kyuhyun terhenti ketika yesung bangun dari duduknya dan melangkah pergi meninggalkannya.   Blamm   Bersamaan dengan pintu yang ditutup oleh yesung kyuhyun pun mengacak surai halus dikepalanya dengan gusar.   “chagi ottokhae ?” kyuhyun pun bertanya entah kepada siapa.   ......................................................................................................................................................................   #author pov   Jam makan siang pun akan segera tiba membuat para pegawai yang sudah bekerja sedari pagi hari bergegas untuk istirahat dan digantikan oleh pegawai lainnya tak terkecuali sora.   “sora sshi” mendengar namanya dipanggil ia pun segera mencari sumber suara.   “ah yoona sshi annyeonghaseo” sora pun membungkukan badannya memberi hormat kepada yoona begitu pun sebaliknya.   “apa kita bisa makan siang bersama sora sshi ?” ajakan yoona pun disanggupi oleh sora.   ......................................................................................................................................................................   #sora pov   Disinilah aku sekarang duduk bersama yoona menikmati jam makan siang kami, aku sedikit heran mengapa tiba-tiba saja ia mengejak ku mekan siang bersama apa ada yang ingin ia bicarakan ?   “hmmm sora sshi” aku pun menegakkan kepalaku ketika yoona memanggil nama ku.   #author pov   “ne ?” sora menjawab panggilan yoona pelan.   “apa..hmmm” yoona terlihat bingung ingin memulai pembicaraannya sedangkan sora masih menunggu yoona untuk berbicara.   “hhhhuuuuhhh apa benar kau memiliki hubungan khusus dengan yesung sshi ?”pertanyaan itu pun lolos seketika dari mulut yoona membuat sora sedikit tersentak.   “ah, memangnya kenapa yoona sshi ?” sora pun mencoba mengendalikan diri dari keterkejutannya.   “aku...aku mencintainya sora sshi” mendengar penuturan yoona mata sora pun membulat sempurna. Ia tidak habis fikir bagaimana bisa hal itu terjadi.   “mwo..mworago ?” sora pun mencoba memperjelas pendengarannya dengan kembali bertanya kepada yoona. Mendengar pertanyaan sora yoona pun menundukan kepalanya menutupi genangan air mata yang kapan saja mungkin akan membasahi pipinya.   “aku...aku juga tidak tau sejak kapan aku mulai mencintainya, tapi setiap kali aku melihat ketulusan hatinya merawat yogeun dengan penuh kasih sayang sungguh aku ingin memilikinya, memiliki ketulusan cintanya” yoona pun semakin menundukan kepalanya saat ia merasakan cairan hangat mulai membasahi pipinya.   “tapi...tapi apa kau sudah mengatakan perasaan mu kepadanya yoona sshi ?” mendengar pertanyaan sora yoona pun hanya menggeleng pelan.   “lalu bagai mana dengan presdir ?”pertanyaan sora pun membuat yona kaget.   “bukankah kau dengan presdir adalah sepasang kekasih ? bagaimana bisa kau mencintai orang lain ?” mendengar pernyataan sora yang seolah menghardik dirinya yoona pun menghapus air matanya lalu tersenyum.   “jadi kau menganggap aku kesasih kyuhyun oppa ?” penuturan yoona membuat sora mengerutkan keningnya.   “aigo sora sshi apa aku lebih terlihat seperti kekasihnya daripada sepupunya ?”   ......................................................................................................................................................................   #author pov   Seorang namja berjalan dengan perlahan memasuki kompleks pemakaman yang sangat sepi denga menggenggam sebuket bunga mawar putih ditangannya, langkahnya pun terhenti didepan sebuah batu nisan yang memperlihatkan foto wanita cantik didalamnya.   “apa kau baik-baik saja disana ?” namja itu bertanya kepada foto yang berada dibatu nisan itu sambil menunjukan senyuman indah dibibir tipisnya.   “bagaimana menurutmu ? apa dia wanita yang baik untuk yogeun ?” namja itu pun kembali bertanya meskipun ia tau tidak akan menemukan jawabannya.   *flashback on   “aku ingin kau memanggil ku oppa” sora terkejut mendengar permintaan yesung kepadanya.   “mwo ?” sora pun hanya dapat membulatkan matanya tidak percaya dengan permintaan yesung tadi.   “kau bilang ingin aku memaafkan mu kan ?” papar yesung dengan tenang sambil memasukkan telapak tangannya kedalam saku celananya.   “ta..tapi yesung sshi a...”   “oopppa” yesung mencundongkan tubuhnya seolah sedang mengajarkan seorang bayi untuk berbicara, sora pun sontak menundukan kepalanya.   “jadi tidak mau ? yasudah” yesung pun memutar tubuhnya berjalan meninggalkan sora.   “oppa...yesung oppa” mendengar sora yang memanggilnya yesung pun berhenti lalu membalikan tubuhnya menghadap sora.   “apa sekarang aku akan memaafkan aku ?” yesung tersenyum namun ia menggelengkan kepalanya membuat sora mengerucutkan bibirnya.   “tidak sebelum aku membakar namja evil munafik itu” yesung pun kembali berjalan menyisakan sora yang bingung dengan ucapannya.   *flashback end   “hyera-a aku rasa ia cocok dengan suami evilmu itu, ya kan ?” namja itu pun terkekeh mendengar omongannya sediri.   “huuuhhh baiklah aku pergi dulu, ini untuk mu saranghae hyera-a” namja itu pun meletakan buket bunga mawar itu lalu pergi.   ......................................................................................................................................................................   #author pov   Matahari pun telah menyerahkan tugasnya kepada sang bulan untuk menemani manusia bergegas mengistirahatkan dirinya namun sepertinya cahaya indah sang rembulan tidak dapat membawa seorang namja terlelap tidur karena segunung kegundahan yang melandanya.   “aissshhh” namja itu pun menjatuhkan dirinya dengan kasar diranjangnya. Ia lalu menatap langi-langi kamarnya dalam diam.   Drrrttt...Drrttt   “ne hyung”   “..........”   “mungkin sudah tidur”   “..........”   “kenapa kau tidak kesini saja besok ?”   “..........”   “mworago ?”   “..........”   “yak hyung!!”   Namja itu pun mengusap kasar wajahnya. Lalu matanya pun terpejam secara perlahan.                                                                       -Keesokan Harinya-     #author pov   “hey yogeun-ah irona baby” seorang namja membangunkan yogeun dengan lembut.   “euugghhh” yogeun yang merasa tidurnya sedikit terusik mencoba membuka matanya secara perlahan.   “hey samchon here” namja yang ternyata yesung itu pun mengelus pipi halus yogeun lalu tersenyum.   “samchon yogeun masih ngantuk” yogeun pun mempotkan bibirnya membuat yesung mencubit hidung anak itu pelan.   “samchon mau pamit ne ?” mendengar perkataan yesung yogeun pun dengan cepat membuka matanya yang sedari tadi seperti enggan terbuka.   “samchon mau kemana ?” yogeun pun bertanya dengan nada serak khas seseorang yang baru bangun tidur.   “samchon mau mengunjungi mom dicanada, hmmm oh ia bangun kan dad setelah samchon pergi bilang samchon mau membawa sora nuna ne ?” mendengar perkataan yesung yogeun pun hanya menganguk polos.   “samchon jangan lama-lama ne ?” yogeun pun memeluk yesung.   “ne, bye baby I’ll miss you” yesung mengacak pelan surai halus dikepala yogeun lalu meninggalkan anak itu.   ......................................................................................................................................................................   #kyuhyun pov   “dad !!!”   Tok...tok...tok...   Astaga anak itu kenapa berteriak sepagi ini.   Cklek   “wae yogeun-ah ?” aku pun bertanya kepadanya dengan mata yang masih setengah tertutup.   “samchon tadi kesini”   “lalu ?” sungguh anak ini sangat berlebihan biasanya memang yesung hyung sering kesini dan dia tidak berteriak seperti ini.   “samchon bilang mau kecanada bersama sora nuna” apa ? apa aku tidak salah dengar ?   #author pov   “samchon bilang mau kecanada bersama sora nuna” mendengar penuturan anaknya kyuhyun pun membuka matanya dengan sempurna, lalu dengan cepat berlari mengambil kunci mobilnya.   “dasar aneh” yogeun pun hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah ayahnya yang menurutnya sangat aneh itu.   ......................................................................................................................................................................   #author pov   Kyuhyun memacu mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata menuju kerumah sora namun setelah sampai ditaman dekat rumah sora kyuhyun menghentikan laju mobilnya dan mencari ponselnya.   “ayolah angkat” kyuhyun menunggu jawaban dari panggilannya sambil mengetik-ngetikan telunjuknya pada stir mobil.   “ah yeoboseo sora sshi kau dimana ?”   “..........”   “basa sebutkan alamat lengkap mu ?”   “..........”   “palliwa”   “..........”   Klik   Setelah mendapatkan alamat lengkap sora kyuhyun pun kembali menancap gas menuju rumah wanita itu.   Tok...tok...tok..   Cklek   “nug...” ucapan sora terpotong seketika kyuhyun memeluknya dengan erat.   “tolong jangan pergi dengan hyung sora sshi” mendengar ucapan kyuhyun sora pun mengerutkan alisnya.   “aku menyukaimu sora sshi, tolong berikan aku kesempatan” kyuhyun pun terus berucap sambil mendekap sora erat   “ehem” deheman seorang namja membuat kyuhyun tersadar lalu melepaskan dekapannya pada sora.   “beraninya kau memeluk calon istri ku ?” namja itu melipat tangannya didepan dada sambil berjalan santai mendekat pada kyuhyun dan sora membuat kyuhyun seketika menundukan kepalanya.   “mi..mian yesung hyung aku..”   “mengaku juga eoh ?” yesung pun menghentikan langkahnya tepat didepan kyuhyun.   “hyung sungguh aku...”   “ck, bodohnya sampai bertemu dengan wanita yang kau sukai saja masih menggunakan piama lengkap begitu” mendengar ejekan yesung wajah kyuhyun pun merona merah.   “yak hyung !!” mendengar kyuhyun yang kesal membuat yesung dan sora tertawa.   “ah sudahlah jaga sora dengan baik, aku pamit dulu annyeong !” yesung pun berlalu pergi.   “hyung !” langkah yesung pun terhenti ketika kyuhyun memanggilnya.   “jadi kau tidak membawanya ?” pertanyaan kyuhyun pun membuat yesung menyunggingkan senyumannya.   “jika sepulang dari canada kau belum manikahinya aku yang akan menggantikan posisimu evil” mendengar perkataan yesung membat wajah sora dan kyuhyun merona.   -Beberapa bulan kemudian-   “yeoboseo samchon eoddieso ?”namja kecil berpakaian jas lengkap tengah berbicara dengan pamannya yang berada disebrang telepon.   “..........”   “mwo ? mana bisa samchon tidak datang ?”   “..........”   “ish menyebalkan” namja kecil itu pun melempar ponselnya ke bantalan sofa yang tidak jau dari tempatnya berdiri.   “yogeun-ah wae ?” seorang yeoja mendatangi yogeun dengan gaun pengantinya membuat ia terlihat semakin menawan.   “samchon bilang tidak jadi kesini” yogeun pun mengerucutkan bibirnya lalu melipat tangannya membuat wanita itu tersenyum.   “samchon pasti datang, kajja” yeoja itu pun menggandeng tangan yogeun untuk mengikuti langkahnya.   ......................................................................................................................................................................   “ baiklah Cho Kyuhyun dan Kim Sora kalian resmi menjadi sepasang suami istri” pengesahan sang pendeta pun mengundang riuh tepuk tangan para undangan yang hadir dipemberkatan perkawinan mereka   Acara pernikahan kyuhyun dan sora pun berlanjut dengan sangat meriah, mereka menyambut para tamu undangan dengan senyum bahagia yang terus mengembang.   “ah kyuhyun oppa sora eonni selamat ne ?” seorang yeoja mengucapkan selamat dan memberikan pelukan hangat kepada kyuhyun dan sora.   “gomawo yoon-ah” yeoja bernama yoona itu pun tersenyum manis kepada kedua mempelai.   “hmmm wae yogeun-ah ?” yoona pun menyapa yogeun yang terlihat sangat kusut.   “yah siapa lagi yang bisa membuatnya seperti itu yoon-ah” kyuhyun pun melirik putranya sekilas, seolah mengerti dengan maksud kyuhyun yoona pun menganggukkan kepalanya.   “jadi ada yang kesal ?” mendengar suara namja yang sangat dihafalnya yogeun pun memutar tubuhnya, setelah melihat sosok yang membuatnya kesal itu yogeun pun tersenyum dan berlari sambil merentangkan tangannya.   “samchon !!” yogeun memeluk namja itu dengan sangat erat.   “bogoshipoyo baby” namja itu pun mengangkat tubuh yogeun.   “samchon kenapa bohong ?” yogeun pun bertanya polos kepada namja itu membuat namja itu pun kembali tersenyum.   “tapi sekarang kan dia sudah datang yogeun-ah” kyuhyun, sora dan yoona pun berjalan mendekati yogeun dan namja itu.   “ah hay pengantin baru !” namja itu pun menyapa kyuhyun dan sora dengan nada menggodanya membuat wajah sora merona.   “ahhha hyung jangan begitu” kyuhyun pun menepuk bahu namja yang ternyata adalah yesung dengan pelan.   “samchon nanti harus main sama yogeun ne ?” mendengar ucapan yogeun yesung pun menganggukan kepalanya.   “ah iya apa kabar yoona sshi ?” mendengar yesung menegurnya muka yoona pun merona.   “ba..baik yesung sshi” melihat yona yang gugup yesung pun menegrutkan keningnya heran.   “ah hyung jadi kapan kau menyusulku ?” goda kyuhyun membuat yoona menundukan kepalanya malu.   “hmmm molla, mungkin nanti” yesung pun menjawab seadanya.   “nanti kapan oppa ?” sora pun ikut bertanya membuat pinggangnya mendapat hadiah cubitan pelan dari yoona.   “aku akan menyusul jika sudah bertemu wanita yang mencintaiku Cho sora sshi” yesung pun menekankan suaranya pada setiap kaya yang ia ucapan membuat sora dan yang lainnya tertawa.                                                                                    -END-   Posted by yura  
Mujahid dan Mujahidah Islam


bangun+rumah 's link
Sembunyikanlah amalan. || Sembunyikanlah! || Orang soleh pada zaman dahulu, apabila mereka melakukan amalan yang baik, mereka bersusah-payah menyembunyikannya. Ayyub As-Sikhytiyani (wafat 131H) pernah memberikan satu nasihat yang sangat berharga dalam perbahasan ini. Beliau berkata: ليتق الله الرجل، فإن زهد فلا يجعلن زهده عذابا على الناس، فﻷن يخفي الرجل زهده خير من أن يعلنه "Seorang lelaki hendaklah bertaqwa kepada Allah. Jika dia hidup dengan zuhud, janganlah dia menyebabkan orang lain merasakan kesengsaraan daripada zuhudnya itu.Dia menyembunyikan zuhudnya itu lebih baik daripada dia menzahirkannya. [Lihat: Siyar Alam Nubala 16/15-26] Perkataan beliau ini dilaksanakan oleh beliau sendiri.Sallam memberitahu: Ayyub melakukan qiyamullail sepanjang malam tetapi beliau menyembunyikan qiyamullailnya itu. Apabila dekat waktu Subuh, beliau mengangkat suara, seolah-olah beliau baru bangun dari tidur. Abu Hazim Salamah bin Dinar (wafat 140H) berkata: اكتم حسانتك كما تكتم سيئاتك "Sembunyikanlah amalan kebaikanmu sebagaimana kamu menyembunyikan perbuatan jahatmu" [Lihat:Siyar Alam Nubala 6/96-103] Khatib Baghdadi meriwayatkan dalam Tarikh Baghdad 10/200 bahawa Abdul Rahman bin Abi Laila melakukan solat (sunat) di rumahnya. Jika ada orang masuk ke rumah, beliau akan berteleku di tilamnya (seolah-olah dia sedang berehat). Muhammad Fashan
FF Nu'est Indonesia


bangun+rumah 's link
The Braveman Deity Author          :  Nam Hwa rin Cast                :Aron Nu’est =  Anak SooSatyr (Dewa hutan)Jr Nu’est =  Anak Dipors (Dewa langit)Minhyun Nu’est =  Lonfaun (Dewa kehidupan)Baekho Nu’est  =  Siluman rubahRen Nu’est =  Manusia bumiSungkyu infinite  =  Archangle (Malaikat tertinggi)Woohyun infinite = Pluto (Dewa neraka)Dongwoo infinite = Counsellor (Dewan penasehat)Hoya infinite  = Molonch (Dewi persembahan anak)Sungyeol infinite = Morpheus (Dewi mimpi)Myungsoo infinite  = Satyr (Dewa hutan) G enre       : Fantasy     Suara terompet Dash milik Dewa hutan,Satyr membelah keheningan hutan amazon pada awal Autumn reasion kali ini.Terompet berbentuk seperti gading gajah itu,selalu berbunyi antar musim akan berganti,menyerukan suara untuk bersiap-siap saat pergantian 4 musim.Dentuman suara pijakan kakinya terdengar setelah terompet berbunyi.Tangan putih dinginnya ditempelkan disalah satu pepohonan yang tumbang.Sedetik berikutnya SooSatyr,dewa hutan mundur beberapa langkah.Pohon itu beranjak seperti bangun dari tidurnya,dia kembali kokoh lagi seperti sebelum angin topan memporak-porandakannya,kemarin.Mata tajamnya ia arahkan kesegala arah,lumayan terdengar dipendengarannya suara yang sedikit aneh.Satyr melompat diatas dahan pohon besar dengan sekali lompat,mata tajam miliknya terus mengedar kemana-mana.   ‘Skrinengg’ ....   Suara samurai terdegar seperti menukiknya,Satyr menukik kearah bawah dengan gerakan cepat dia mulai sedikit menyerang dengan panah yang ia bawa.Anak Laki-laki berjubah hitam itu naik kearah pohon mapel besar yang berhadapan langsung dengan Dewa hutan.SooSatyr terus mengeluarkan jurus andalannya,dia sedikit tercengang ketika anak panah manusia misterius itu mengenai bagian perutnya.Dia mengaum seperti raja singa paling mengerikan,matanya berubah menjadi hijau seperti daun tua yang kental seketika.Hawa diantara mereka setelah itu,berubah menjadi bertambah gelap dan menyekam.SooSatyr sedikit tersenyum getir melihat anak itu masih membalasnya setelah dia terkena panah disekitar punggungnya.Dengan sekali gerakan dia mengarahkan,menukik panahnya kekepala laki-laki itu yang hendak membalasnya lagi.Panahnya menembus topi jubah kemudian terbuka.Betapa kagetnya Dewa hutan setelah mengetahui siapa pelakunya.Anak laki-laki berumur 2 tahun itu tersenyum dan menunduk patuh kepadanya. “Aronn!!!”   Anak yang bernama Aron itu  kemudian turun dari pohon menuju bawah.SooSatyr turun menukik seperti elang dengan menumpu kedua tangannya.Dia mendekati Aron yang ternyata putra semata wayangnya. “Aku tak menyangka jika dirimu itu”Ujar Dewa hutan sambil menepuk punggung Aron. “Aku hanya mencoba jurus yang ayah berikan kepadaku kemarin,”Ujarnya sambil mencabut panah yang masih tertancap cukup dalam dipunggungnya.Aron sedikit meringis kesakitan sesudahnya,SooSatyr memegang punggung milik anaknya dan kemudian menempelkan tangan dinginnya seperti yang ia lakukan saat menyembuhkan pohon yang tumbang.SooSatyr membacakan sedikit mantra,setelah itu luka robekan panah tadi ,kemudian perlahan menutup seperti sediakala. “Ini  pelajaran buatmu,bagaimana jika sampai aku membunuh anak tercintaku sendiri. Itu benar-benar bodoh,”Hardik Dewa hutan kearahnya.Aron kemudian mengangguk dan kemudian mereka berjalan ditengah hutan untuk mengawasi situasi.   ===----@----===                   YeolMorpheus,dewi mimpi sedikit memicingkan matanya ketika melihat kolam besar miliknya menampakkan wajah manusia bumi yang sedang tertawa.Kolam besar yang berada disuatu tempat paling tersembunyi itu menampilkan semua mimpi yang akan terjadi nyata.Dia memanggut-manggutkan dagu miliknya yang terlihat lancip. “Apa-apaan ini?,”Tanyanya kepada dirinya sendiri.YeolMorpheus mencelupkan jari telunjuknya di air kolam,setelah itu, muncul cahaya yang bersinar disekitar air yang ia tunjuk dengan tangannya.YeolMorpheus menutup matanya,mencoba untuk mentransfer arti gambar yang tertunjuk di air saat ini.                   Matanya membuka lebar, mulutnya sedikit menganga ketika mengetahui ini semua.YeolMorpheus mendadak berdiri,merentangkan tangannya keatas sehingga jubah putih yang panjangnya sampai beberapa meter sedikit tertarik.Dia mengucapkan beberapa mantra andalan miliknya kepada Archangle,malaikat tertinggi pimpinannya.Angin datang menyibak rambut panjang miliknya dengan kecepatan cepat,mengguncang-guncangkan gaun panjang miliknya.Kemudian,Awan cerah mulai terlihat mendung seketika juga,wajah KyuArchangle tampak dihadapannya setelah Morpheus memanggil-nya dari langit paling atas. “Tuanku,Archangle..apa maksud dari semua ini?,”Tanyanya sambil menunjuk gambar anak laki-laki manusia yang sedang tidur setelah tertawa tadi.KyuArchangle tersenyum ramah kearahnya “Bawa anak itu untuk kau didik,15 tahun kedepan akan terjadi perang dingin antara Moloch.Anak itu aku pilihkan untukmu”.   YeolMorpheus sedikit tercengang ketika mendengar perang dingin antara Moloch dari mulut archangle. “Apa yang akan terjadi tuanku? Diantara Moloch?,”Tanya Morpheus sedikit ragu.KyuArchangle tak memberitahukannya lebih lanjut,dia mengatakan Morpheus harus segera mencari anak itu untuk dibawanya,dan dididik.Langit kemudian berubah,cerah seperti sediakala ketika,Archangle pergi dari hadapannya.YeolMorpheus menghembuskan nafasnya berulang-ulang ketika mengingat nama anak laki-laki itu,kemudian dia menghilang setelahnya.   ===----@----===                   Langit gelap di kerajaan Pluto mungkin akan terus menetap.Warga seluruhnya adalah iblis,setan dan jin yang wajahnya terlihat sangat mengerikan.Taring mereka akan muncul ketika berumur 17 tahun,dengan mata merah khas seperti warnah darah kental.Suasana disekitar istana Pluto nampak ramai rantai,Dewan penasehat DongCounsellor terlihat berada disamping raja NamPluto,yang sedang meminum darah segar manusia bersamanya.DongCounsellor menampakkan senyumnya setelah Pluto,dewa neraka mendesah kecil saat meminum habis darah segar itu. “Oh,aku lupa...tolong bawakan Morpheus kemari,”Titahnya kepada dewan penasehat Dongwoo.DongCounsellor sebelumnya meminta maaf kemudian menunjuk maksud-nya,dia mengatakan Dewi Morpheus turun kebumi kemarin.                   “Apa yang dia lakukan disana?,”Tanya NamPluto sambil menghentikan dayang-dayangnya yang sedang mengipasi tubuhnya.DongCounsellor menggelengkan kepalanya “Mungkin dia mencari ramuannya yang habis dan turun kebumi”.Pluto kemudian mengangguk dan melanjutkan kata-katanya “Aku memimpikan empat hewan bumi yang menyeramkan sedang berperang dengan ku,maka dari itu aku akan menanyakannya kepada Morpheus”.DongCounsellor sedikit membulatkan matanya, “Apa yang terjadi lagi,tuanku?...bagaimana jika kelima hewan itu nyata dan akan menghancurkan ras kita?”.NamPluto berdiri dari singgahsananya kemudian memandang lurus kearah karpet merah. “Bagaimana jika kita membunuh empat hewan bumi yang paling berpotensi sampai habis?”Lanjut DongCounsellor lagi.“Singa,Srigala,Anjing,Rubah,kemudian satunya dia bukan hewan,melainkan ras lain,”Ujar NamPluto menghadapnya.Raja kegelapan itu,terlihat sedikit kecemasan diraut mukanya.   ===----@----===                   Dewa Romawi,WonFaun sedikit bangga ketika Xylon,istrinya melahirkan anak laki-laki pertamanya.WonFaun menggendong anak itu dengan senyum sumringah miliknya.Wajahnya putih bersih seperti dewa-dewa yang lain.Tangannya juga dingin seperti es yang membeku. “Akan aku berinama Lonfaun,dewa kehidupan,”Kata Faun dengan bangganya.Xylon menatapnya dengan air mata kebahagiaan “Panggil saja Minhyun,nama yang tampan seperti wajahnya,”Timpal Xylon.Minhyun atau Lonfaun ,anak laki-laki itu sama sekali tak menangis setelah proses persalinan.Dia terus tersenyum,senyum yang lucu seperti bayi titisan.                   Yorei,istri pertamanya terlihat sangat menyayangi Lonfaun seperti anaknya sendiri.Dia terus tertawa ketika Lonfaun memainkan wajahnya dengan jari telunjuk mungil miliknya.Pada saat Yorei hendak memandikannya,wajahnya tiba-tiba berubah tercengang.Lonfaun,anak baru lahir itu sudah bisa berdiri kokoh.Yorei membawa Lonfaun kepada Xylon, “Xylon...Lonfaun,anakmu sudah bisa berdiri,”Ujar Yorei dengan nafas ngos-ngosan setelah berlari.Xylon hanya tertawa,dewi cantik itu terus menampakkan deretan gigi putih susu miliknya yang terlihat masih lemas “Aku tau kau sangat menyayangi anakku,dia terlihat bersinar seperti dewa.Tapi untuk masalah itu aku belum yakin,dia baru saja lahir”.Dengan pelan Yorei menaruh Minhyun dibawah lantai tanpa balutan pakaian.Tak lama kemudian Minhyun,bayi itu berdiri seperti bocah berumur 3 tahun.Pelayan-pelayang yang lewat melihatnya sangat shock,dan tentu terkejut.   ===----@----===                   10 tahun kemudian...   Prang.. Prang..Prang..Prang..                   Aron terus-menerus memanah kumpulan piring yang tergantung mengitarinya.Sudah 6 kali dia mengulanginya terus menerus,tentunya dengan waktu yang dibuat seminim mungkin.Dia kemudian terduduk jatuh,setelah menyelesaikan semuanya.Rambut tebal miliknya sudah basah dengan keringat.Satyr,dewa hutan,bertepuk tangan sesudahnya. “20 detik lebih cepat dari sebelumnya,benar-benar hebat”.Aron hanya tersenyum penuh kemenangan,kemudian dia menyelonjorkan badannya diatas rerumputan.Senyuman SooSatyr menghilang seketika,wajahnya berubah panik.Aron dengan cepat duduk “Ada apa ayah?,”Tanyanya.SooSatyr mengambil panah miliknya dengan gerakan terburu-buru “Pluto datang menghancurkan hutan,ayo ikuti aku,”Perintah Satyr memegang erat tangan Aron.                   Beberapa menit setelahnya,Aron merasakan telinganya bergerak kearah Barat dari arah mereka “Ayah,mereka berada di arah barat hutan..”.Tanpa basa-basi Aron berubah wujudnya menjadi Singa,mengaum keras seperti yang pernah ayahnya lakukan saat ia hampir mati konyol lantaran keisengannya.Satyr juga berlari seperti ceetah dengan kecepatan tinggi.Mereka melihat utusan Pluto memporak-porakkan hutan mereka dengan membakarnya,kemudian membunuh para binatang tak berdosa.SooSatyr benar-benar marah,dia kemudian meniup terompet gading,Dash miliknya untuk menandakan perang dimulai.Suaranya sampai terdengar dengan radius berratus-ratus kilo meter.Satyr memanggil seluruh hewan dipelosok dunia,sedangkan Aron berlari mencari markas persembunyian.                   Pasukan atas pimpinan Satyr,Dewa Hutan terus menerjang tanpa lelah kearah pasukan Pluto.Ziden,pimpinan mereka menembakkan senapan api untuk membelah langit menjadi dua.Dentuman gada milik pasukan Pluto terdengar sahut menyaut.Aron terus menerjang memporak-porandakan barisan lawan mereka Aron terus menerus mengaum,menghentakkan kakinya saat pasukan pluto hendak menyerangnya.SooSatyr tersenyum senang melihat kegigihan anaknya,dia menumpangi gajah hutan yang tingginya 3 kali lipat dari gajah sebelumnya.Ziden terus menerus memanahnya dengan hujan panah.Satyr tak gentar,dengan keahliannya dia terus menerus mematahkan puluhan panah milik Ziden sampai habis.Tanpa tinggal diam Aron yang telah sampai ditengah-tengah pasukan mereka hendak menyerang Ziden.Sebelum itu,dari arah utara panah api menusuk punggungnya.Dia meronta kesakitan,pasukan Ziden yang lain tanpa ampun memanah Aron dengan puluhan panah.                   Dilain tempat, SooSatyr terbang dengan cepat kearah Ziden sambil membawa samurai keramat miliknya.Kepala Ziden jatuh menggelinding diantara pasukannya.Kemarahan Satyr bertambah naik,ketika melihat Aron,anaknya sudah terkapar menjadi manusia dengan puluhan anak panah dipunggungnya.Hewan-hewan lain,juga sepertinya berbalas dendam dengan pengerusakan lingkungan mereka.SooStyr bersama hewan-hewan yang lain membunuh sampai tuntas,tak tersisa.   ===----@----===                   YeolMorpheus,dewi mimpi sangat terkejut melihat perang dihutan Amazon hari ini.Laki-laki yang berada disebelahnya juga mengikuti hal sama sepertinya. “Dimana ada perang? Guru?,”Tanyanya sambil duduk dipinggiran kolam.Laki-laki yang bernama Jr itu adalah,anak titipan tuannya,archangle.YeolMerpheus telah mengajarkannya banyak hal ketika 10 tahun terakhir ini. “Perang akan segera dimulai,”Kata YeolMorpheus yang masih menghadap kolam.Jr menyerjitkan dahinya “Apa yang guru katakan?aku ingin pulang,aku sangat merindukan ibuku!!aku tidak mau kesini,”Anak laki-laki itu terus menerus mengatakan hal itu ditelinganya.Jr sangat menguras kesabaran dewi mimpi selama itu. “Aku akan memulangkanmu jika tugas mu selesai,aku harus menuruti titah Tuan Archangle,”Ujar Merpheus sedikit penekanan disetiap kata-katanya.                   Tak berapa lama awan menjadi sedikit gelap,angin bertiup sedikit kencang kearah mereka.Jr menutup matanya dengan cepat, “Bukalah matamu,nak”Kata salah satu suara.Jr membuka sedikit matanya sambil sedikit mengerjap-ngerjapkan.Pandangan matanya langsung tertuju pada seseorang yang menurutnya sangat bersinar.Jr melihat YeolMorpheus gurunya yang sedang membungkuk hormat “Kau sangat diberkati para dewa ketika kecil,ayahmu adalah Dipors,dewa langit.Dia menitipkanku kepadamu,dan setelah dewasa kau akan berjuang bersama dewa-dewa yang lain untuk menghancurkan Molonch,bersama Pluto.Mereka adalah dewa dewi penghancur bumi,kelak 5 tahun mendatang,”Ujar KyuArchangle dengan tersenyum ramah.Jr hanya mematung,dia bahkan tak percaya bahwa darah dewa mengalir padanya. “Lalu,aku harus melakukan apa?”.Archangle berjalan mendekatinya,tangannya kemudian menyentuh dahi Jr dengan lembut sambil membacakan doa. “Lakukan semua perintah Molonch,gurumu”.                   Langit kemudian berubah cerah seperti sedia kala,ketika KyuArchangle menghilang. Morpheus menegakkan tubuhnya kembali,kemudian ekor matanya melihat Jr yang sedang menunduk. “Apa kau mau pulang lagi?..ini demi kebaikanmu,dan Dipors ayahmu kelak,”Kata YeolMorpheus memandang matanya teduh.Jr berhambur memeluk guru perempuannya itu “Maafkan aku,entah itu mantra atau sebuah sihir hatiku menginginkan tetap tinggal disini.”. “Baik,kita akan turun menemui Satyr untuk membantunya”.   ===----@----===                   Morpheus,dewi mimpi bersama anak kecil itu turun membelah pasukan Satyr yang sedang beristirahat.YeolMorpheus melihat Satyr,dewa hutan itu duduk melonjor dengan wajah muram disamping pohon mapel besar.Dia berjalan berdampingan bersama Jr untuk menuju Satyr.SooSatyr menatap dewi rupawan itu dengan tatapan dingin,dia bahkan tak menyambutnya sama sekali.Pasukan Satyr yang seluruhnya adalah siluman itu terus menerus memandang YeolMorpheus dengan tatapan lapar.Wangi dewi itu benar-benar harum,dan wajahnya bersinar putih.Jr mengekor dibelakang gurunya sambil memeluk pinggang Morpheus dengan ketakutan.YeolMorpheus tersenyum kearahnya sambil mengeratkan pelukan anak laki-laki itu “Jangan takut,kau akan bertemu dengan salah satu sahabatmu disini,”Ujar Morpheus setelahnya.                   YeolMorpheus benar-benar kaget ketika melihat tubuh Aron,anak Satyr terbujur kaku.SooSatyr menundukkan kepalanya sesekali mengusap air matanya “Apa yang terjadi dengan Aron?kenapa kau tidak menyembuhkan lukanya?,”Tanya YeolMorpheus dengan lembut.Dewi itu mengambil ancang-ancang duduk disebelah tubuh Aron yang disusul Jr disampingnya. “Kenapa kau masih bertanya? kalau aku bisa aku tak akan membiarkan anakku seperti ini”.Tanpa diduga-duga Jr berdiri “Aku akan mencobanya!!...guru,biarkan aku saja yang melakukannya,”Jr sedikit memohon kearah YeolMorpheus,kemudian mengangguk.SooSatyr melihat anak laki-laki itu sekilas,kemudian dia menatap tajam Morpheus “Kenapa kau membolehkannya?energi yang dia terima pasti akan mengalir ditubuhnya,dan dia bisa mati sia-sia”. “Jangan melakukannya,kau masih terlalu kecil”Lanjut Satyr menatap lembut mata Jr. “Kau masih tak berubah,Soo. Sifat dinginmu itu benar-benar melekat didirimu. Anak ini adalah anak Dipors,dewa langit dan titisan Archangle,dia tidak bisa mati sembarangan atas ijin Archangle”.YeolMorpheus sedikit tertawa ketika melihat Satyr,dewa hutan itu sedikit bingung.                   Jr menutup perlahan matanya kemudian mengeluarkan nafas berat didalam dirinya.Langit berubah menjadi gelap setelahnya,dia sengaja memanggil hujan untuk mengurangi rasa sakit yang dialami Aron setelah perpindahan energi didalam dirinya.Disela-sela tangan Jr yang membulat muncul cahaya bundar yang ia sentrumkan langsung ketubuh Aron.Morpheus sedikit tersenyum melihat kemajuan muridnya ‘Ku berkati kau,nak’ ujarnya dalam hati.Wajah Jr kemudian terlihat begitu pucat,energi tubuh Aron benar-benar sangat kuat setelah itu Jr terpental lumayan jauh.Dia sedikit mengerang ketika punggugnya berhenti mengenai batang Almader yang ukurannya lumayan besar.YeolMorpheus dan SooSatyr langsung berdiri memandang Jr yang terkelungkup lemah.                   Tanpa basa-basi YeolMorpheus berlari menuju Jr,daun-daun banyak yang rontok setelah kejadian itu.SooSatyr juga berlari dengan gesit dan membopong tubuh Jr yang masih nampak kesakitan.Morpheus sangat merasah bersalah,Satyr menatapnya tajam “Apa kau akan menyelakainya seperti ini?!”Morpheus hanya diam,dia bahkan ingin menangis setelah melakukan kebodohannya. “Ayah!”Terdengar samar-samar suara dibelakang mereka.Ternyata itu Aron,anak itu sudah sadar,Jr ternyata berhasil melakukannya.SooSatyr langsung memeluk anaknyadengan erat.Setelah itu,Satyr menyadari mata Aron berubah menjadi coklat. “Perubahan transgenetik terjadi diantara mereka”,Kata Satyr kepada Morpheus yang berusaha menyembuhkan Jr. “Apa yang berbeda dengan Aron?”. “Iris matanya berubah menjadi kecoklatan,tidak hijau,tangannya juga menghangat,tidak dingin seperti ku”.Aron,anak itu masih bingung dia bahkan tak tahu arah pembicaraan ayahnya dengan dewi cantik itu.   ===----@----===                   Suasana didalam istana benar-benar sangat membosankan dimatanya,tidak ada ladu kesukaannya.Minhyun mengerucutkan bibirnya saat melihat makanan diisatana benar-benar membosankan.Xylon,ibunya mengelus-ngelus rambut emas pekat cepak miliknya “Apa yang sedang Minhyun pikirkan?”Tanya ibunya dengan lembut.Minhyun memandang kelangit-langit atas rumah “Ibu,aku ingin keluar istana..boleh ya!!”Pintanya dengan mengeluarkan jurus wajah paling menggemaskan. “Tidak,Moloch akan membawamu pergi”.Wajah Minhyun sedikit kecewa “Aku sudah besar ibu,aku akan membunuh Moloch dengan kelingkingku yang sekecil ini”.Xylon benar-benar tertawa melihat kelakuan anaknya. “Ya sudah ibu mengalah..Tapi kau harus bersama pengawal”.                   Minhyun sedikit memicingkan matanya ketika melihat rubah yang bersimbah darah. “Jangan mendekat tuan Lonfaun,itu hewan berbahaya!”Seru pengawalnya yang kemudian menarik tangan kecilnya.Minhyun melepaskan tarikan tangannya dengan kasar,dan berhambur mendekat srigala itu.Dia membalut perlahan luka rubah itu dengan sapu tangan pemberian ayahnya, Faun.Setelah itu tanpa ia sadari, rubah yang berukuran lebih 3 kali besar dari pada itu menukik tubuh kecilnya.Xylon ibunya yang mengetahui hal itu sampai pingsan.Dengan sekuat tenaga,Minhyun melemparkan tubuh srigala besar itu.Dia terus berancang-ancang menerima serangan dari srigala berbulu hitam itu.Gigi taring rubah itu terus membesar seperti emosinya sekarang,ngauman penuh rasa lapar terdengar sekali lagi.Minhyun berlari kearah srigala itu dan hendak mematahkan kakinya dengan tangan kanannya.                   “Jangan!!kumohon jangan sakiti ibuku,Yang Mulia,”Pinta suatu suara dari arah belakang.Minhyun melepaskan tangannya dari serigala itu dan melemparnya sampai sedikit meringis kesakitan.Ternyata rubah yang ia tolong adalah siluman,dia sudah berubah menjadi manusia “Apa yang sedang terjadi dihutan?dan kenapa dengan tanganmu?”. “Maafkan aku Yang Mulia,kejadian dihutan membuatku sangat khawatir tentang kondisi anakku,Baekho”Sahut suara ibu Baekho yang terlihat berusaha berdiri.Minhyun menghembuskan nafasnya “Apa ini gara-gara  Molonch yang pernah ibuku ceritakan kepadaku?”.Baekho kemudian menggeleng “Pluto,dewa neraka sedang memporak-porandakan hutan dan membunuh paksa semua biantang”. ===----@----===                 DongCounsellor berjalan sedikit demi sedikit kearah Pluto,raja mereka.NamPluto terlihat sangat menunggu berita yang dikirim Counsellornya. “Yang Mulia Pluto,”Ucapnya sambil menunduk patuh.NamPluto mengambil gelas hendak minum dalam satu tegukan “Emm..aku harap berita yang kau kirim membahagiakan”.DongCounsellor menghembuskan nafasnya yang mulai tercekat “Zaden,yang telah ku utus,dia telah memporak-porandakan hutan demi menuntas habiskan hewan yang berada dalam mimpimu,”Ujarnya sedikit menggantung “Tapi setelah itu,Satyr datang bersama anaknya dan menyatakan perang.Pasukan kita kalah telak”.NamPluto membuang gelasnya kesembarang arah menjadi keping-kepingan kecil.Matanya berubah menjadi merah kental,dia terlihat sangat marah. “Satyr lagi Satyr lagi...anak itu selalu mengganggu!!”.                   Di luar istana warga Pluto sedang giat-giatnya mengumpulkan timbal manusia untuk ditaruh di altar berantai.Altar itu dikhususkan untuk menimbun timbal baik untuk dimakan maupun untuk keperluan persembahan.Cipratan darah kering maupun basah masih menghiasi seluruh ruangan sempit itu. Sebentar lagi peradaban di Pluto mulai berganti,menjadikan raja mereka NamPluto menjadi dewa tertinggi.Mereka bersama Molonch,ratu kerajaan sebrang akan mengusir Archangle dari peradabannya.Kemudian membangun dunia kegelapan di dunia,menjadikan alam semesta ini milik-nya.   Di lain tempat Molonch,dewi persembahan anak sedang mengadakan upacara keramat yang selalu diadakan tiap tahun.Dewi berambut panjang dengan menggunakan jubah hitam itu membawa seorang anak di gendongannya.WonMolonch berjalan menuju jurang neraka yang sangat dalam.Kobaran api obor yang dibawa rakyatnya mengiring dibelakang tubuh sang ratu.WonMolonch menaruh anak balita itu dimeja batu persembahan.Tangannya ia rentangkan keatas memanjatkan doa mantra kepada dewa neraka tertinggi.WonMolonch mengarahkan tongkat kebanggaannya ditubuh anak balita itu.Dengan kekuatan negatif miliknya dia menyeburkan anak itu kedalam jurang hitam penuh api. Setelah kejadian itu,hujan datang dan rakyat-nya bergembira ria menyambut datangnya dunia kegelapan baru. ===----@----===                 Dengan gesit dan cekatan dewa kehidupan,Lonfaun atau Minhyun menuju ketengah hutan Amazon.Minhyun ditemani oleh dua rubah yang berada dibelakangnya.Minhyun menghentikan langkahnya dia berjalan menuju suatu pohon besar.Rubah paling kecil itu langsung mengubah tubuhnya menjadi manusia “Ada apa Yang Mulia?perjalanan kita masih jauh,”Tanya-nya.Minhyun tak menjawab pertanyaannya dia terus berjalan mengelilingi pohon oak.Matanya memincing ketika malihat kalung berbentuk lambang romawi kuno.Setelah itu,Minhyun kembali ketempat 2 rubah yang menunggunya “Ayo,kita lanjutkan perjalanan”Ucapnya sambil mengalungkan kalung itu dilehernya.                   Kurang lebih 5 jam mereka berlari sampailah di tepat Satyr berada.Suasana benar-benar seperti pendalaman hutan paling terpencil,suara burung masih mendominas sekali,pepohonan yang lebat dan besar juga banyak,tinggi pohon itu juga bukan main.Mungkin sekitar 20 meter dari tanah.Minhyun sedikit terkejut,ketika melihat Morpheus juga datang kemari.Ibunya banyak cerita tentang dewi cantik itu.Baekho bersama ibunya berubah menjadi manusia biasa setelah sampai,mereka langsung menunduk hormat dihadapan dewa hutan,pemimpinnya. “ Apa itu Lonfaun,dewa kehidupan?,”Tanya SooSatyr sedikit mendekat.Satyr mengetahui anak laki-laki itu dengan melihat kalung yang ia pakai.Minhyun kemudian mengangguk “Aku datang bersama temanku dan jangan beri tahu ayah maupun ibu tentang hal ini”Mohon Minhyun. “Dasar dewa kecil  nakal,”Ledek Satyr.                   Minhyun,Aron,Jr,dan Baekho rubah tadi berjalan bersama disekitar rumah Aron.Mereka akan mendiskusikan tentang Pluto dan Molonch yang akan mengadakan upacara persembahan 5 tahun kedepan.Anak usia rata-rata 11 tahun itu duduk melingkar,ketua regu mereka adalah Aron,anak dewa Satyr/dewa hutan yang telah dipilih secara sukarela. “Guruku,Morpheus mengatakan kepadaku jika ras kita akan berperag melawan ras kegelapan sebentar lagi,”Ujar Jr membuka pembicaraan mereka.Setelah perpindahan energi,Jr anak titisan dewa itu juga mengalir darah siluman.Dia bisa merubah dirinya menjadi srigala berbulu putih. “Aku tak mengerti banyak tentang Molonch dan Pluto,ibuku,Xylon tak pernah mengatakan hal apapun,aku benar-benar tak bisa diandalkan”Ujar Minhyun dengan raut wajah sedih.Baekho yang berada disampingnya menepuk bahu Minhyun “Yang Mulia sangat kuat,bahkan orang istana Romawi menjuluki anda Harcules kecil”,Minhyun menatap Baekho dengan tatapan berkaca-kaca “Benarkah?panggil saja aku Minhyun,kita kan teman”.   -To Be Continue To Part II-
Kim Soo Ry


bangun+rumah 's link
Yang dikatakan Sooyoung benar. Hujan mengguyur kota Seoul saat ini. Aku terus berusaha untuk berlatih basket sembari menunggu Seohyun tanpa mau meneduhkan diri. Aku harus berlatih. Aku harus menang di olimpide itu untuk Seohyun. *** Besoknya .. Author POV BRAK!! Yoona memukul meja Seohyun keras. Membuat Seohyun sedikit kaget. “ Maksudmu apa ? ” Tanya Seohyun yang langsung berdiri. “ Puas kau membuat Kyuhyun sakit ?! Gara2 kemarin kau tak datang menemuinya untuk latihan basket, dia kehujanan, kau tahu ?! Dan sekarang dia demam! Itu karenamu! ” Bentak Yoona. “ Enak saja kau menyalahkanku! Salah sendiri dia tak berteduh!! ” “ Kau tahu ?! Dia tidak berteduh karena apa ?! Dia ingin berlatih, besok, dia mengikuti olimpiade basket dan dia ingin memenangkan piala itu untukmu, kau tahu ?! ” “ Kau benar2 tidak memiliki perasaan! ” Lanjut Yoona dingin. “ Apa ?! Tidak memiliki perasaan kau bilang ?! ” “ Jika kau memiliki perasaan, jenguklah Kyuhyun sepulang sekolah nanti! Minta maaflah padanya! ” Yoona segera berlalu dari hadapan Seohyun. Sementara Seohyun benar2 merasa bersalah pada Kyuhyun. ‘ Ya, Yoona benar. Aku benar2 tidak memiliki perasaan. Aku .. Rasanya aku begitu hina apabila aku menjenguknya, tapi .. Aku khawatir ’ Batin Seohyun. “ Siapkan buku pelajaran kalian. Pelajaran akan dimulai ” *** Pulangnya .. Seohyun akhirnya memutuskan untuk menjenguk Kyuhyun. Saat ini dia sedang didepan rumah Kyuhyun. Memencet bel rumah milik Kyuhyun. KREK. “ Oh, Seohyun, ya ? ” Sapa orang itu. Sooyoung. ‘ Sooyoung sunbae ada disini ? Berarti Sooyoung sunbae merawat Kyuhyun oppa .. ’ Batin Seohyun. “ Ne, sunbae. Aku ingin menjenguk Kyuhyun oppa ” “ Ne, masuklah. Kebetulan Cho ahjumma sedang keluar. Hanya tinggal aku dan Kyuhyun saja ” Ujar Sooyoung lembut sembari membukakan pintu untuk Seohyun. Seohyun memasuki rumah itu. “ Kau ingin masuk ke ruangan Kyuhyun atau, ” “ Aku ingin masuk ke ruangannya saja, sunbae. Aku tidak ingin merepotkan Kyuhyun oppa ” “ Baiklah, kajja, kuantar ke kamarnya ” Sooyoung pun mengantar Seohyun ke kamar milik Kyuhyun. Seohyun sedikit merasa bingung harus bagaimana ketika nanti ia bertemu Kyuhyun. Dia tahu, dia sudah mengecewakan Kyuhyun. “ Sunbae, sebenarnya Kyuhyun oppa sakit apa ? ” Tanya Seohyun saat mereka sampai didepan kamar Kyuhyun. “ Hm ? Dia .. Kyuhyun demam. Kau tahu, kan ? Kemarin hujan deras. Kyuhyun masih disekolah untuk latihan basket. Mempersiapkan olimpiade nya. Bodoh sekali, ya ? Bukannya berteduh malah berlatih. Dia memang selalu memaksakan dirinya, Seohyun ” “ Oh ” “ Kau mau minum apa ? Nanti kusiapkan ” ‘ Tunggu ? Menyiapkan ? Bukannya Sooyoung sunbae itu yeojachingu Kyuhyun oppa ? Dia- ’ “ Sooyoung sunbae memangnya tahu dimana letak dapurnya ? Cho ahjumma tidak akan marah ? ” “ Loh ? Kan aku sepupu, Kyuhyun, Seo. Kau ini bagaimana, hahaha ” “ M .. Mwo ? Sep..upu ? ” “ Iya, aku sepupu Kyuhyun! Jadi Cho ahjumma takkan marah padaku ” “ Kukira Sooyoung sunbae itu yeojachingu .. Kyuhyun oppa. Soalnya kalian dekat sekali ” “ Hahaha, kau polos sekali, Seohyun – ah. Tidak lah ” ‘ Ya Tuhan, jadi selama ini aku salah ? Berapa banyak kesalahanku pada Kyuhyun oppa ? Aku telah berburuk sangka padanya, membentaknya, membuatnya sakit. Aaaa, kau benar2 harus meminta maaf, Seohyun – ah ’ Racau Seohyun dalam hati. “ Jadi, kau mau minum apa ? ” “ Terserah sunbae saja. Terimakasih sunbae ” “ Ne ” Seohyun pun membuka pintu kamar Kyuhyun. Dilihatnya Kyuhyun sedang tidur disana. “ Oppa ” Gumamnya. Kelamaan, Kyuhyun pun bangun dari tidurnya. Dia sedikit menyipitkan matanya ketika bayang Seohyun sedikit menjadi dobel -_- *apa ini??* “ Seohyun – ah .. ? ” “ Oppa, mianhae .. Aku membentakmu, membuatmu sakit, hiks. Padahal kau baik sekali padaku, hiks ” “ Gwenchana, Seohyun – ah. Haha, berhenti menyalahkan dirimu. Aku hanya demam kok, tidak sampai kanker, kan ? ” “ Tapi tetap saja.. Ini salahku ” “ Seohyun, aku yang memaksakan diriku untuk tetap berlatih saat hujan kemarin. Jadi itu bukan salahmu ” “ Kau memaksakan dirimu berlatih agar dapat memenangkan kejuaraan olimpiade itu, kan ? Memenangkannya untukku, kan ? Hiks ” “ Seohyun, sudah, tidak apa2. Kau tidak usah menangis ” “ Bagaimana aku dapat menebus kesalahanku padamu, oppa ? Hiks. Aku sudah banyak bersalah padamu ” “ Datanglah ke olimpiade itu besok. Teriakkan namaku sekencang2 kau bisa, ya .. Semangati aku ” “ Tanpa kau perintah aku akan selalu seperti itu, oppa ” *** Malamnya .. Rumah keluarga Seo .. “ Seohyun, ada sesuatu hal yang perlu appa dan eomma bicarakan padamu. Ini penting ” Jelas eomma Seohyun. “ Ada apa ? ” “ Appa dimutasi ke Jepang. Jadi kita bertiga mau tidak mau harus pindah kesana ” Jelas appa Seohyun. “ Mwo ?! Appa serius ?! ” “ Ne, dan kemungkinan besar .. Kita bisa pindah lagi kesini saat kau sudah lulus SMA ” “ Ta .. Ta .. Tapi .. Tapi,, aku tidak mau! ” “ Seohyun, kita sudah menjadwalkan. Hari Rabu besok, kita berangkat ” “ Mwo ?! Rabu ?! ” “ Nde, kita tidak bisa membatalkannya. Kami sudah mendapatkan tiketnya ” “ Tapi hari Rabu aku harus datang ke acara olimpiade basket disekolahku!! Aku tidak mau!! ” “ Memangnya kau mau tinggal dengan siapa lagi, Seohyun ?! Tidak ada lagi sanak saudara di Seoul. Nenekmu berada di Incheon, sementara paman dan bibimu berada di Busan ” Seohyun menggigit bibir bawahnya. “ Jam berapa ? ” Tanya Seohyun hati2. “ Jam 09.00 kita sudah harus check in ” Seohyun menarik nafasnya. Berarti dia takkan bisa menghadiri olimpiade itu. *** Seohyun POV Beberapa hari ini, kuhabiskan untuk bermain bersama teman2 dan juga Kyuhyun oppa. Waktuku sebentar lagi dan selama itu pula aku takkan bisa bertemu dengan mereka. Aku memang sudah memberitahu semuanya pada Sunkyu, Soojung, dan Minho tetapi belum untuk Kyuhyun oppa. Aku benar2 tak ingin membuatnya kecewa. “ Oppa .. ” “ Hm ? ” “ Apa yang akan oppa lakukan bila nanti aku tidak ada lagi disini. Tidak bisa menghadiri olimpiade itu dan .. Tidak bisa bertemu dengan oppa lagi ? ” “ Kenapa berbicara seperti itu ? Memangnya kau mau mati, Seohyun – ah ? Kau sudah melihat death reaper mu ? Mana ? Coba tunjukkan padaku! ” “ Yaaa!! Dasar!! Oppa menyumpahi aku mati, eoh ?! ” Ujarku kesal sembari memukuli bahunya. “ Habisnya kau bertanya seperti itu seperti orang ingin mati saja. Hahaha ” “ Oppa, tapi aku seriussss ” “ Yasudah, bagaimana ya ? Eoh, aku tidak tahu .. Yang pasti, aku akan sedih sekali tidak bisa melihat dan bertemu denganmu lagi ” Aku terdiam. Oppa, Maafkan aku.. *** Rabu .. “ Kau benar2 akan pergi, Seohyun – ah ? ” Tanya Sunkyu. “ Nde, mianhae, Sunkyu .. ” Aku memeluk Sunkyu erat. “ Hiks .. Kajima, Seohyun – ah .. ” “ Aku juga sebenarnya tidak mau, hiks.. ” Sunkyu melepas pelukan kami. “ Kau harus belajar rajin ya .. Beritahu aku jika kau akan pulang ke Korea lagi. Daftarlah ke universitas yang sama denganku. Janji ? ” “ Ne, tentu saja ” Ucapku. Pandanganku beralih pada Soojung yang sudah menumpahkan air matanya. “ Soojung – ah, hiks ” Aku menariknya dalam pelukanku. “ Aku menyayangimu, Seohyun, hiks. Tinggallah lebih lama, hiks ” “ Aku juga menyayangimu, Soojung, hiks. Tapi aku tak bisa. Maafkan aku ” “ Kau sahabat terbaik yang aku miliki. Jangan lupakan aku, Minho dan Sunkyu ya .. Teruslah menghubungi kami, hiks ” “ Ne, aku janji ” Aku melepaskan pelukan Soojung dan langsung mendekap erat Minho. “ Hiks ” “ Tidak usah menangis seperti itu, Hyun – ah ” “ Hiks, Minho, pesanku padamu, jaga Sunkyu dan Soojung dengan baik ya. Jangan lagi menyakiti Soojung seperti kau menyakitiku dulu. Berjanjilah padaku ” “ Ne, aku berjanji ” Aku melepaskan pelukanku dan menghapus air mataku. “ Seohyun, ayo .. ” Sahut eomma. Aku menoleh ke arah eomma dan mengangguk perlahan. “ Aku .. Aku akan pergi ” “ Seohyun .. ” “ Aku menyayangi kalian semua. Jaga diri kalian baik2 ya, pokoknya pada pertemuan pertama kita, kalian harus bahagia, ok ? ” “ Ne ” “ Aku harus pergi. Dah .. ” Aku membalikkan badanku dan menarik koperku. Aku tahu, Sunkyu, Soojung, dan Minho masih disana menangisi kepergianku. Tapi, bagaimana dengan Kyu- Aku kembali berlari kearah mereka. Merogoh tas ku dan memberikan suatu kotak berisi barang pada Sunkyu. “ Ini, berikan ini pada Kyuhyun oppa. Janji, ya ? ” Sunkyu menerima kotak itu. “ Ne, tentu saja ” *** Kyuhyun POV Perlombaan telah usai. Skor yang kamu dapatkan adalah 18-16. Grup kami mendapat skor 18, berarti kami menang. Tapi semenjak pertandingan tadi, aku tidak melihat Seohyun. Melainkan hanya sahabatnya, Soojung, Minho, dan Sunkyu. Kemana dia ? Aku berjalan menuju koridor sekolah. Biasanya aku menemukan Seohyun disini. Aku memang sengaja meninggalkan rekanku yang lain hanya untuk dia. Karena aku, akan menyatakan perasaanku yang sesungguhnya padanya. “ Kyuhyun sunbae !! ” Aku menoleh kearah belakang. Sunkyu berlari ke arahku. “ Selamat atas kemenangan kelompokmu tadi ya ” “ Oh ne ” “ Emm, sunbae .. Seohyun,, ” “ Dia tidak ada, kan ? Dimana dia ? ” Tanyaku tegas. “ Seohyun .. Dia .. ” “ Dia dimana ? Jawab aku, Sunkyu .. ” “ Dia pergi ke Jepang. Appa nya dimutasi, sunbae, hiks. Dia akan kembali 2 tahun lagi. Dia memintaku menyampaikan ini pada sunbae, hiks ” DEG!!! Aku mengambil kotak yang sedari tadi disodorkan oleh Sunkyu. “ Maaf sunbae, hiks ” Ujar Sunkyu yang langsung berlari meninggalkanku. Aku tahu, dia terpuruk. Sama sepertiku. Aku menyenderkan punggungku di tembok. Lama2 badanku pun merosot. Aku membuka kotak itu hati2. Sebuah baju basket dan.. Sepucuk surat ? Aku menaruh baju itu ke kotaknya lagi dan mengambil surat itu. Membacanya perlahan. ‘ Annyeong oppa, ini aku, Seohyun, hihi. Oppa, bagaimana dengan bajunya ? Apa jelek ? Ah, kuharap kau menyukai bajunya. Soalnya aku memberikan itu karena aku memiliki alasan, oppa. Aku ingin, oppa menghargai dan menyukai bakat yang oppa miliki dalam basket. Aku ingin sekali melihat oppa besok mengenakan baju ini saat bermain basket, bisa, oppa ? Ah, oppa, sebelumnya, mianhae, jeongmal mianhae .. Aku mengecewakan oppa. Aku meninggalkan oppa disaat hari penting oppa, disaat oppa begitu membutuhkanku, aku malah tenang2 saja dipesawat, tanpa harus berteriak2 memanggil nama oppa hingga suaraku habis. Oppa, maafkan aku ya, aku tidak bisa berbuat apa2 saat orangtuaku mengatakan, appa ku dimutasi ke Jepang sehingga kami harus ikut pindah. Dan aku tidak memberitahu oppa sebelumnya, karena aku tidak berani, aku takut oppa marah padaku, tidak mau lagi berteman denganku. Oppa mau, kan ? Memaafkanku? Dan, ah ya, oppa. Sebenarnya, aku menyukaimu oppa, diam2 aku menjadi fangirl mu selama ini. Namun rasanya Tuhan memang tidak mengizinkan kita bersama ya ? Buktinya Tuhan mengirimku untuk pindah dari Korea. Jauh dari oppa. Tapi, kumohon oppa .. Tunggu aku ya, tunggu aku pulang dari Jepang untuk mengatakan perasaanku secara langsung padamu, tidak seperti ini. Aku akan merindukanmu oppa. Ah, maaf ya jika surat ini terlalu panjang, aku menyudahinya dulu ya oppa .. Daaah~ *** 2 tahun kemudian .. Author POV “ Ini ” Ucap seorang namja pada seorang yeoja sembari menyodorkan sebuh balon berwarna pink. “ Balon ?! ” Tanya yeoja itu tak percaya ketika namja didepannya itu hanya memberikannya balon. “ Aku lulus tes masuk ke universitas ini dan oppa hanya memberiku balon ?! ” Ulang yeoja itu. “ Ne, habis aku kan tidak kaya ” Yeoja itu merebut kasar balon yang dipegang namja tadi. Yeoja itu bersungut dalam hati, ternyata hanya dihadiahkan sebuah balon! Dia kira namja itu bakal memberinya cincin, kalung, atau apalah itu yang berharga. Sementara balon ?! Rentan meledak, jika dibiarkan juga akan kempes dengan sendirinya. Astagaaaa -..- “ Ini ” “ Apalagi itu ? ” Tanya yeoja itu. “ Ledakkanlah balon itu menggunakan ini ” Ujar namja itu lagi sembari memberikan sebuah jarum. “ Oppa gila kalau seperti itu, berarti hadiahku hilang ” “ Sudah cepat ledakkan ” Gusar namja itu. Yeoja itu mengambil jarum itu dan menusukkan jarum itu pada balon yang dipegangnya. Yeoja itu sedikit menjaga jarak antara kepala dengan balonnya, menutup matanya dan sedikit meringis ketika balonnya mengeluarkan sebuah bunyi ledakkan. Yeoja itu membuka matanya. Tiba2 dia baru menyadari bahwa ada sebuah kertas yang terjatuh setelah ia meledakkan balon itu. Yeoja itu mengambil kertas itu dan membacanya. ‘ SARANGHAE, SEOHYUN – AH! MAU JADI PACARKU ? ’ Yeoja itu -Seohyun menatap namja itu malu. Seohyun sedikit mengulum senyumnya ketika bertemu pandang dengan namja itu. “ Nado saranghae, Kyuhyun oppa! Aku mau jadi pacarmu! ” END cr ; google
Super junior fanfiction


bangun+rumah 's link
Tittle : UNEXPECTED MARRIAGE Part 11 Author : Ayu / Park Rihyun Fb : www.facebook.com/elf.kyuhae Twitter : @Ayu_ZaynBert Casts : ·         Park Rihyun ·         Cho Kyuhyun Super Junior a.k.a Cho Kyuhyun ·         Kim Jong Woon Super Junior a.k.a Yesung ·         Others Genre : Romance, Married Life, AU Length : Series 11/? Rating : PG-17 Disclaimer: This FF is pure MINE! All casts belong to themselves. This story inspired by any media (??) Don’t like? Don’t read! Warning! Typo(s) everywhere~ Yang belum baca part sebelumnya, ini linknya: Pc: http://www.facebook.com/notes/ayu-lambert/link-ff-unexpected-marriage/354691057974909 Hp: http://m.facebook.com/notes/ayu-lambert/link-ff-unexpected-marriage/354691057974909 0.fb: http://0.facebook.com/notes/ayu-lambert/link-ff-unexpected-marriage/354691057974909 **********Happy Reading**********                Dengan perasaan kalut Kyuhyun terus mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan menatap hampa jalan di depannya. Malam itu memang terbilang sepi, tapi itu tetaplah berbahaya! Terlebih ia nampak tak berkonsenstrasi dengan kemudinya, karena yang ada dipikirannya saat ini hanyalah istrinya. Sesekali ia berteriak dengan umpatan-umpatan kasar yang terlontar begitu saja dari mulutnya. Benar-benar sudah seperti orang gila. Yah, rupanya Rihyun memang sudah membuatnya sangat gila!              CIITTT              Mobil sport hitam yang dikemudiakan oleh Kyuhyun itu nampak berhenti mendadak di depan sebuah bar yang lumayan besar. Dan itu salah satu tempat hiburan malam yang cukup terkenal disana. Yah, sepertinya hanya tempat itu tujuannya untuk menghilangkan kegalauannya. Tunggu! Apa ia tidak takut terjerumus dalam hal-hal yang tak diinginkan? Dan mungkin Rihyun justru akan bertambah marah jika mengetahui itu. Entahlah, rupanya otak waras namja itu telah bergeser. Ia tak bisa berpikir jernih lagi saat Rihyun memutuskan untuk menjauhinya.              ****              Sang mentari kembali naik ke singgasananya menggantikan tugas sang bulan yang sudah kembali ke peraduannya. Rihyun dengan mata yang sembab kini terlihat sibuk pagi itu. Ia terlihat tengah bersiap.              “Mau kemana, Rihyun-ah?” sapa ibunya lembut saat mendapati anak perempuannya yang keluar dari kamarnya nampak berpakaian rapi hendak pergi.              “Aku mau ke apartemen, eomma”              “Oh, itu bagus. Lebih baik kau bicara dengan suamimu dan--“              “Ani” potong Rihyun sebelum ibunya menyelesaikan kalimatnya. “Aku hanya ingin mengambil berkas-berkas ku saja. Aku ingin melanjutkan penelitianku, aku ingin segera menyelesaikannya”              “Setelah itu kembali kesini?” Rihyun hanya mengangguk tanpa menjawab. Ibu Rihyun nampak menggeleng pasrah dengan kekeras kepalaan anaknya ini.              “Rihyun-ah. Kenapa kau justru memilih menyelesaikan tugas kuliah daripada menyelesaikan masalahmu dengan suamimu, eoh?”              Rihyun masih belum menjawab, ia hanya menunduk mencerna kata-kata sang ibu.              “Bagaiamanapun dia suamimu, apa kau ingin terus-terusan mendiamkannya seperti itu?” kini ibu Rihyun berjalan mendekati Rihyun yang masih tak begeming. Beliau mendaratkan tangannya ke pundak Rihyun.              “Lebih baik kau pulang dan selesaikan masalahmu dengan suamimu saja, ne?” Rihyun mendongak menatap wajah teduh ibunya yang kini tengah tersenyum manis padanya.              “Lihat nanti saja, eomma” Rihyun langsung beranjak pergi tanpa berpamitan pada ibunya. Ibu Rihyun lagi-lagi hanya menggeleng maklum dengan anak semata wayangnya itu. Mungkin diusianya ke 21 ini Rihyun masih sangat labil untuk menjadi seorang istri.              -oOo-              Kini Rihyun hanya duduk merenung memperhatikan jalan yang dilewatiya dari dalam taxi yang ditumpanginya itu. Kata-kata ibunya rupanya masih terngiang di kepalanya. Ia memang pergi ke apartemen untuk mengambil tugas-tugas kuliahnya, tapi ia tak dapat menolak kalau ada secuil perasaan dalam hatinya yang merasa bersalah atas tindakannya pada suaminya waktu itu. Rihyun masih bingung dengan pikiriannya sendiri, apakah ia harus memaafkan Kyuhyun atau tidak. Ia sadar kalau ia cukup egois, tapi ia pun tak bisa menerima begitu saja atas apa yang telah dilakukan Kyuhyun padanya. Sungguh! Pikirannya saat ini tengah berkecamuk tak keruan.              Tak sampai 20 menit, taxi yang ditumpangi Rihyun sudah sampai di apartemennya. Rihyun langsung saja masuk ke dalam.              -Cklek-              Pintu itu terbuka, Rihyun nampak kaget karena pintu apartemennya yang tak dikunci. Suasana di dalam pun sangat gelap. Ia tak yakin kalau Kyuhyun ada disana. Tangan Rihyun bergerak untuk mengetek tombol lampu yang tertempel di dinding.              Perlahan wanita itu melangkah menuju kamarnya, namun saat melewati sofa di ruang tengah ia terperanjat mendapati Kyuhyun yang tertidur disana. Ia tadi tak melihatnya karena pintu apartemennya memang membelakangi sofa yang ditiduri oleh Kyuhyun. Tanpa berlama-lama ia langsung saja ke kamarnya dan mengambil tasnya berisi tugas-tugas kuliahnya.              Setelah mengambil itu, Rihyun segera keluar dari kamarnya. Namun di tangannya kini juga membawa selimut yang diambil dari dalam kamarnya. Rupanya ia tetap tak tega melihat suaminya tertidur meringkuk seperti kedinginan di sofa itu.              Perlahan Rihyun mendekati tubuh Kyuhyun, ia mencoba meminimalkan bunyi derap kakinya agar tak membangunkan suaminya. Diletakkannya tasnya di atas meja, lalu Rihyun mulai melebarkan selimutnya dan menyematkannya dari bawah kaki Kyuhyun hingga ke bagian atas. Tapi--              DEG                Rihyun terlonjak seketika saat melihat sesuatu yang cukup menarik perhatiannya. Yah, Kyuhyun masih memakai baju berwarna krem seperti yang dilihatnya tadi malam. Hanya saja, kancing bagian atas baju itu tak terkait dan bola mata kecoklatan Rihyun tampak tak berpindah dari bagian pundak baju Kyuhyun, karena disana ada sebuah tanda berwarna merah pekat yang mirip seperti lipstick? Apa? Perasaan apa ini? Ada perasaan perih dalam hatinya melihat itu.              Rihyun yang terlihat shock itu kontan melangkah mundur membuat kakinya membentur kursi di belakangnya hingga bergeser dan menimbulkan bunyi. Dan itu sukses membuat Kyuhyun terjaga dari alam tidurnya.              “Rihyun-ah, kau sudah pulang?” Kyuhyun yang sudah sadar nampak berbinar-binar tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Yah, itu memang wanitanya. Bahkan ia menyadari sesuatu yang hangat tersemat ditubuhnya. Kyuhyun langsung bangkit dari posisinya dan memeluk tubuh mungil  istrinya dengan erat. Rihyun mungkin sudah memaafkannya pikirnya.              “Mianhae~” bisik Kyuhyun lagi di telinga istrinya lalu mengecup pipi Rihyun sekilas. Rasanya ia begitu merindukan kehangatan tubuh istrinya, tangannya pun bergerak membelai rambut Rihyun. Namun Rihyun justru terlihat ingin melepaskan diri dari pelukan suaminya itu.              “Lepaskan aku, Kyu!”              Kyuhyun menggeleng tak menanggapi permintaan istrinya. Ia justru mengeratkan pelukannya, ia benar-benar tak ingin melepaskan istrinya lagi.              “Lepaskan aku!” Rihyun sontak mendorong tubuh Kyuhyun membuat Kyuhyun terheran dibuatnya. Yah, rupanya dugaan Rihyun benar. Ia bisa merasakan aroma khas alcohol yang cukup menyengat dari mulut Kyuhyun. Tak hanya itu, ia juga bisa mencium aroma wangi yang manis dari tubuh suaminya barusan. Ia tahu Kyuhyun tak memiliki aroma parfum seperti itu.              “Rihyun-ah?” Kyuhyun nampak tak mengerti dengan istrinya yang tengah menatapinya dengan tatapan yang sangat sulit diartikan. “Mianhae~ aku--” Kyuhyun meraih tangan istrinya.              “Jangan sentuh aku!!” Rihyun menangkis kasar tangan suaminya. “Apa yang sudah kau lakukan tadi malam, eoh?”              “Tadi malam? Aku tak melakukan apa-apa”              “Jangan bohong, Cho Kyuhyun”              “Apa maksudmu Rihyun-ah? Apa yang terjadi padamu?” Kyuhyun semakin tak mengerti dengan sikap istrinya itu.              “Sudah puas kau bermain dengan gadis itu, huh?” lontar Rihyun tiba-tiba reflex membuat Kyuhyun melolot.              “Gadis? Siapa maksudmu?”              “Tak perlu menyangkal. Aku sudah tau, jadi ternyata seperti ini sikapmu yang sebenarnya?” sindir Rihyun tanpa menanggapi pertanyaan-pertanyaan tak mengerti dari Kyuhyun barusan.              “Kau ini bicara apa, eoh? Aku tak mengerti maksudmu!” elak Kyuhyun nampak frustasi. Rupanya Kyuhyun benar-benar tak mengerti dengan apa yang sedang dibicarakan istrinya. Apa ia benar-benar lupa dengan apa yang terjadi padanya tadi malam?              Rihyun tersenyum kecut mendengar lontaran suaminya barusan. Hebat sekali seorang Cho Kyuhyun dalam berakting pikirnya.              “Kau pikir aku waita bodoh? Kau tak sadar dengan tanda itu?” Rihyun menunjuk ke arah pundak Kyuhyun dengan jari telunjuknya dan membuat kepala Kyuhyun ikut mengarah ke pundaknya sendiri.              “Menyuruh istrimu untuk tak dekat-dekat dengan pria lain sementara kau bebas bermain dengan gadis-gadis lain begitu?” ungkap Rihyun kontan membuat Kyuhyun tercekat. Namja itu membeku seketika, bagaimana bisa ada tanda ini? Dan bermain dengan gadis lain? Tapi ia merasa tak melakukan apapun.              “Kenapa kau diam saja, eoh? Jadi itu benar kan?” lirih Rihyun yang sudah mulai berkaca-kaca. Kyuhyun nampak menunduk, satu tangannya terlihat meremas kuat rambutnya. Ia kembali mengingat-ingat apa yang telah dilakukannya tadi malam.              ~Flashback On~                Namja bertubuh tinggi itu terus saja meneguk vodka berkadar alcohol tinggi yang ada di gelasnya. Mulutnya pun terus meracau tak jelas. Hanya nama istrinya yang dapat terdengar cukup jelas. Rihyun, hanya nama itu yang terus terucap dari bibir Kyuhyun.                Ia kembali menuangkan cairan berwarna coklat pekat seperti teh itu ke dalam gelasnya. Tangannya kembali terangkat untuk meminum isi gelasnya tadi. Entah sudah berapa gelas ia minum, rupanya ia belum berniat menghentikannya. Setelah meneguk habis, ia meletakkan dengan kasar gelas itu di mejanya. Tangannya dengan gusar mengacak-acak rambutnya. Benar-benar terlihat seperti orang depresi.                Dengan keadaannya yang mabuk dan pandangan yang berkunang-kunang, Kyuhyun berdiri dan berjalan dengan langkah sempoyongan menuju pintu bar. Namun saat menuju pintu, Kyuhyun berpapasan dengan salah seorang pelayan gadis yang ada disana dan--                BRUKKK                Kyuhyun yang nampak setengah sadar itu sedikit terhuyung saat menabrak pundak gadis itu.                “Mianhae, Tuan” pelayan itu nampak membungkuk, walaupun ia tahu kalau itu adalah kesalahan tamunya yang tengah mabuk berat. Kyuhyun menatapnya sekilas, entah sadar atau tidak Kyuhyun menarik tangan gadis itu membuat gadis itu sangat kaget.                “Rihyun-ah, mianhae~” ucap Kyuhyun dan langsung menarik tubuh gadis itu ke dalam pelukannya. Namun tentu saja gadis itu mencoba berontak dari dekapan erat Kyuhyun. Yah, disitulah gadis itu meninggalkan ‘jejaknya’ di pundak baju Kyuhyun. Setelah berhasil melepaskan diri, pelayan itu langsung saja menjauh meninggalkan Kyuhyun yang terus saja memanggilnya dengan sebutan ‘Rihyun’.                ~Flashback Off~                Tangan Kyuhyun tak henti memijiti pelipisnya karena mengingat kejadian itu. Rupanya Kyuhyun sudah mengingat kronologi yang dialaminya tadi malam. Dan sekarang istrinya telah salah paham dengannya.              “Kau jangan salah paham, Rihyun-ah. Aku bisa menjelaskan semuanya padamu” bujuk Kyuhyun namun mendapat gelengan keras dari Rihyun yang berarti ia menolak untuk mendengarkannya.              “Kau tak perlu menjelaskan apapun, Kyu.”              “Tapi aku tak melakukan apa-apa.” Kyuhyun kembali meraih tangan istrinya agar membuatnya percaya, namun lagi-lagi ia mendapat tepisan kasar dari Rihyun.              “Ku bilang jangan sentuh aku, Cho Kyuhyun!! Jangan pernah menyentuhku lagi dengan tangan kotormu!!” bentak Rihyun yang semakin tersulut emosi. Tak dipungkiri, ia sakit mengetahui kejadian ini. Hatinya terasa bagai dihujam ribuan pisau tajam, perih! Bahkan air mata yang sedari tadi dicoba ia tahan pun berlomba-lomba untuk keluar. Tapi ia tak mengetahui yang sebenarnya.              “Rihyun-ah, kumohon. Percaya padaku” Kyuhyun masih berusaha meyakinkan istrinya kalau yang dilihatnya itu tidak benar. Namun bagi Rihyun, Kyuhyun hanya mengelak. Menurutnya tanda lipstick itu sudah jadi bukti atas apa yang telah dilakukan suaminya.              “Aku tak bisa percaya padamu lagi” lirih Rihyun sedikit terisak dengan air mata yang tak henti mengalir. Sungguh, Kyuhyun sendiri merasa sakit melihat air mata itu mengucur lagi dari pelupuk mata indah istrinya.              “Tapi ini tak seperti yang kau lihat. Aku--“              “Tolong! Tolong berhenti menyakitiku seperti ini, Kyu. Aku sudah tak sanggup.”              “Tapi kau harus mendengarkanku.” Kyuhyun kembali mendekati Rihyun lalu memegang kedua pundaknya. Ia menatap dalam manic istrinya yang terus saja mengalirkan air mata, mencoba bicara lewat tatapan sendunya dan berharap istrinya akan mengerti.              “Untuk kali ini, tolong dengarkan penjelasanku. Aku tak mungkin melakukan hal bodoh seperti itu. Kau tau, aku sangat mencintaimu”              Rihyun sempat menegang mendengar pengakuan suaminya barusan. Yah, ia tak salah dengar, Kyuhyun memang mengatakan kalau ia mencintainya. Baru kali ini ia mendengar ucapan tabu itu. namun sepertinya itu tak berguna lagi. Bagi Rihyun itu tak lebih dari sekedar bujukan agar ia percaya pada Kyuhyun.              “Cukup, Kyu! Aku tak ingin mendengar pengakuan apapun lagi darimu!” untuk kesekian kali wanita itu melepas sentuhan suaminya. Pundaknya berguncang naik turun seirama dengan hembusan nafasnya yang memburu di tengah isakannnya.              “Arrghh!” erang Kyuhyun seraya mengambil vas bunga yang ada di atas meja dan meleparnya sembarangan hingga terdengar suara pecahannya yang cukup melengking membuat wanita di depannya berjingit kaget dan membatu seketika.              Rupanya hal ini membuat Kyuhyun juga terbawa emosi karena istrinya terlalu keras kepala untuk mempercayainya. Atau mungkin ia masih sedikit mabuk akibat efek minuman yang ditenggaknya tadi malam. Ia nampak menggeram dengan kedua tangan yang terkepal erat di samping tubuhnya.              Hening, keduanya hanya saling tatap seraya menetralkan emosi mereka yang kian membuncah.              “Kau gila” hanya kalimat itu yang terlontar dari bibir Rihyun.              “Ya! Aku gila! Kau yang membuatku gila, Cho Rihyun!!” ucap Kyuhyun setengah berteriak pada wanita di depannya.              “Aku membencimu, Kyu!” Rihyun yang sudah tak tahan dengan keadaan ini lebih memilih berbalik untuk pergi.  Namun Kyuhyun dengan cekatan menarik emosi tangan istrinya lagi. Malangnya Rihyun kehilangan keseimbangannya saat Kyuhyun menarik keras pergelangan tangannya hingga membuat wanita itu tersungkur dan membentur sudut sofa di sampingnya.              “Akh” pekik Rihyun memegangi perutnya saat merasakan sakit seperti ditendang-tendang pada bagian itu. Kyuhyun yang menyadari perbuatannya barusan langsung saja berjongkok untuk menyetarakan tubuhnya dengan istrinya.              “Rihyun-ah!!” ucap Kyuhyun panik menatap wajah istrinya, ia lalu mencoba membangunkan tubuh Rihyun. Namun Rihyun masih terlihat meringis kesakitan sambil memegangi perutnya. Sakit dan nyeri kini terasa bercampur di bagian bawah perutnya.              “Awh, Kyu. Perutku…” Rihyun meremas kuat lengan Kyuhyun yang kini tengah memeganginya. Hal ini tentu membuat Kyuhyun semakin terlihat panik dan khawatir. Dengan sekuat tenaga Kyuhyun menggendong tubuh Rihyun ala bridal style dan membawanya ke rumah sakit terdekat.              -oOo-              Sudah hampir 15 menit Kyuhyun berada di depan ruangan serba putih itu. Setelah cukup lelah karena mondar mandir tak jelas, Kyuhyun akhirnya mendudukkan tubuhnya di salah satu deretan kursi yang terletak di depan ruangan tempat istrinya kini ditangani dokter. Ia benar-benar gelisah, sangat gelisah! Bagaimana jika terjadi sesuatu pada kandungan istrinya? Atau mungkin istrinya mengalami keguguran?              “Andwae!!” seru Kyuhyun yang duduk menunduk sambil meremas ujung rambut depannya yang sudah terlihat acak. Dalam hatinya ia tak henti merutuki dan menyalahkan dirinya sendiri atas kejadian yang menimpa istrinya yang malang itu. Beberapa tetesan air bening pun nampak jatuh ke lantai di antara dua kakinya yang terbuka. Bahkan suara langkah orang-orang yang berlalu lalang di depannya seolah teredam karena dirinya nampak sibuk dengan dunianya sendiri.              Tepukan pelan di pundak Kyuhyun kontan menyadarkan Kyuhyun dari pikiran-pikirannya. Menyadari itu Kyuhyun langsung menyeka air matanya dan segera berdiri menatap pria paruh baya yang berjas putih di depannya.              “Bagaimana keadaan istri saya, Dokter?” tanya Kyuhyun masih menunjukkan wajah cemasnya. Sedangkan sang dokter justru menunjukkan wajah yang cukup tegang.              “Maaf, istri anda mengalami keguguran”              DEG                Kenapa berita itu yang harus didengarnya? Kenapa justru berita pahit ini yang disampaikan oleh dokter? Kini perasaan sakit dan menyesal kembali menyelubungi Kyuhyun. Tubuhnya terasa berguncang hebat, tangannya terkepal erat demi meredam luka. Rasanya bagaikan sebuah pisau yang menghujam dalam di ulu hatinya, kemudian dicabut, setelah itu kembali dihujam oleh pisau itu lagi hingga ribuan kali. Perih, sangat perih!              Kyuhyun tak bisa lagi menyembunyikan kesedihannya. Anaknya yang bahkan belum sempat ia lihat rupanya sudah harus pergi meninggalkannya. Tak pernah terbayangkan kehilangan anaknya itu bisa sesakit ini, hingga ia bahkan rela untuk bisa menggantikan posisi anaknya itu. Lalu bagaimana dengan Rihyun? Tentunya ia merasa sakit yang lebih bukan? Rasanya Kyuhyun tak akan sanggup lagi melihat tangis pilu dari gadisnya kelak.              “Tuan Cho?” panggil sang dokter untuk kedua kalinya menyadari namja di depannya yang nampak tak merespon.              “N-ne?” sahut Kyuhyun yang rupanya sudah menyadari panggilan itu.              “Maaf, ada yang harus saya katakan lagi. Usia kandungan istri anda belum mencapai 8 minggu. Kondisi janin yang masih lemah membuatnya mengalami keguguran yang tak sempuran akibat benturan itu. Jadi kami memutuskan untuk meng-kuretase istri anda. Karena kemungkinan masih ada jaringan-jaringan janin yang tersisa dan menempel di dinding rahim. Dan ini juga demi kebaikan istri anda agar terhindar dari infeksi dan hal yang tak diinginkan”              Kyuhyun terdiam sejenak mendengar penjelasan panjang sang dokter. Tak bisa dibayangkannya bagaimana jika alat yang berbentuk sendok itu harus masuk ke rahim istrinya dan mengerok jaringan-jaringan yang sebelumnya akan tumbuh menjadi anaknya itu.              “Lakukan saja, Dokter” ucap Kyuhyun mantap. Sang dokter hanya mengangguk dan kembali ke ruangan itu untuk melakukan kuretase pada Rihyun.              Kyuhyun kembali teruduk pasrah mengingat keadaan istrinya saat ini. Rasa bersalah telah mendominasi pikirannya.              “Kyu” panggil wanita paruh baya yang menghampiri tempat duduk Kyuhyun.              “Eomeonim” Kyuhyun sontak mendongak melihat ibu mertuanya.              “Bagaimana keadaan Rihyun?” tanya ibu Rihyun yang terlihat sangat cemas.              “Dia-- keguguran”              Ibu Kyuhyun nampak teruduk lemas di kursi sebelah Kyuhyun sambil menutupi mulutnya dengan sebelah tangannya seakan tak percaya.              “Mianhae~ eommonim. Ini salahku” ucap Kyuhyun menunduk penuh sesal. Ibu Rihyun masih terlihat shock dengan kabar itu. Beliau juga tak bisa membayangkan bagaimana perasaan anaknya itu. Kini ibu Rihyun hanya bisa menatap nanar menantunya yang terlihat begitu putus asa. Sungguh, tak pernah terbayangkan ujian seberat ini menimpa anaknya.              “Sudahlah, Kyu. Mungkin saat ini Tuhan belum berkenan memberikan kalian kepercayaan berupa keturunan. Suatu hari, Tuhan pasti akan memberikannya di saat yang tepat.” hibur ibu Rihyun untuk mengurangi kesedihan menantunya itu. Kyuhyun hanya tersenyum getir saat menatap ibu mertuanya.              “Eomeonim mengerti kau pasti sangat terpukul, tapi istrimu pasti lebih terguncang dan merasa sangat kehilangan, jadi kau harus tetap tegar untuknya. Dan kau juga harus memberikan dukungan mental padanya” ucap ibu Rihyun seolah tau apa yang dipikirkan oleh Kyuhyun. Kyuhyun hanya mengangguk mengerti.              “Oya, apa kau sudah menghubungi orang tuamu?”              “Ne, mereka masih di Jepang. Mereka bilang akan segera kemari paling cepat besok.”              -oOo-              6 jam pasca kuretase, Rihyun kini sudah dipindahkan ke ruang rawat inap. Namun sepertinya wanita itu masih ada dalam pengaruh efek obat bius. Kyuhyun dan ibu Rihyun masih menunggu kesadaran wanita pucat yang terbaring lemah itu.              Pemandangan yang mereka tunggu akhirnya tiba, jemari Rihyun yang sedikit bergerak pelan menunjukkan tanda kesadarannya. Hal itu sukses membuat Kyuhyun yang sedari tadi duduk di samping ranjang Rihyun itu berdiri dan mengusap tangan Rihyun yang masih disarangi jarum infus. Begitu pula ibu Rihyun yang terlihat antusias sudah berdiri di sisi ranjang yang satunya berseberangan dengan Kyuhyun.              “Rihyun-ah. Kau sudah sadar?” ucap Kyuhyun dengan senyum lembut sambil mengelus pelan kepala istrinya. Namun wanita itu rupanya masih enggan membuka mata.              “Rihyun-ah” panggil ibunya lagi.              Rihyun mendengar suara itu, dan ia mengenalinya. Perlahan Rihyun mencoba membuka kelopak matanya yang terasa berat. Setelah mata indah itu terbuka sempurna, Rihyun menatap sosok dua orang di sampingnya satu per satu dengan seksama. Mereka tersenyum, namun senyuman itu tak menyiratkan ketulusan, malah lebih terlihat bagai dipaksakan. Sangat terlihat ada yang mereka sembunyikan saat ini. Sedetik kemudian Rihyun mulai mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan yang di dominasi warna putih itu. Ruangan yang berbau khas obat-obatan yang merebak cukup meyakinkan dirinya kalau ia sedang terbaring di rumah sakit.              Tangan Rihyun terangkat untuk memijit kepalanya, ia berusaha memutar ulang memori dalam otaknya, mencoba mengingat kembali apa yang membawanya hingga kemari.              “Aku membencimu, Kyu!”              “Akh”              “Rihyun-ah!!”              “Awh, Kyu. Perutku…”                             Ingatan itu terlintas cepat dalam otaknya. Menyadari itu Rihyun kontan bangun dan berteriak.              “Anakku!! Akh..” jeritnya lagi saat merasakan nyeri di bagian perutnya saat ia memaksakan untuk duduk.              “Rihyun-ah, tenanglah” ujar Kyuhyun nampak panik sambil kembali menuntun istrinya untuk berbaring.              “Eomma, anakku?” ucap Rihyun dengan suara serak sambil menatap sayu ke arah sang ibu. Ibunya pun tak bisa bekata apa-apa, beliau hanya bisa terdiam pilu dan menatap simpati anak perempuannya yang terus berseru ‘dimana anakku?’                             “Rihyun-ah, anak kita sekarang sudah--“ Kyuhyun tak sanggup lagi melanjutkan kata-katanya. Namun Rihyun tahu, ia mengerti tatapan suaminya.              “Andwae!!” teriak Rihyun yang tak bisa lagi membendung air matanya, tangannya terus saja meremas perutnya.              Kyuhyun kontan merendahkan tubuhnya dan memeluk tubuh istrinya yang terbaring itu mencoba menenangkannya. Bisa dirasakannya tubuh gemetaran istrinya saat ini, sementara Rihyun tanpa sadar hanya bisa meremas kuat kaos belakang milik Kyuhyun seraya membenamkan wajahnya di perbelokan leher suaminya. Sungguh, dalam lubuk hatinya ia sakit harus kehilangan anaknya. Dan saat melihat keadaan istrinya seperti ini, rasa sakitnya seakan menjadi berlipat-lipat bagai ditebas ribuan pedang.              Sedangkan ibu Rihyun pun tak kuasa untuk menahan tetesan air matanya melihat adegan itu. Beliau lebih memilih keluar untuk menenangkan diri dan membiarkan kedua anaknya di dalam.              “Mianhae~” hanya kata itu yang dapat terucap dari bibir Kyuhyun. Rihyun terhenyak sejenak. Ia seperti tersadar akan sesuatu. Rihyun sedikit mendorong tubuh Kyuhyun hingga membuat dekapannya ditubuh Rihyun terlepas              “Kau yang membunuh anakku, kan?” ucap Rihyun dengan bibir bergetar. Tatapan matanya lurus terasa semakin menghujam onyx Kyuhyun.              Kyuhyun terasa tersambar oleh petir mendengar lontaran istrinya barusan. Kyuhyun sadar ini memang kesalahannya, tapi ia tak pernah bermaksud membunuh anak itu.              “Mianhae~” lagi-lagi permintaan maaf itu yang keluar. Entah berapa banyak kata maaf yang diucapkannya pada Rihyun. Namun itu sudah tak berguna, lagipula kata itu tak akan mengembalikan semuanya kan?              “Kau memang tak menginginkan anak itu, kan?” buliran bening nampak mengalir dari sudut matanya dan jatuh ke sisi kanan wajahnya yang memiring. Dan pertanyaan Rihyun barusan sukses membuat Kyuhyun menatapnya tak percaya.              “Kau salah. Aku tak pernah sekalipun berpikiran seperti itu. Dia anakku juga, Rihyun-ah”              “Bohong! Kau selalu berbohong!”              “Rihyun-ah”                             “Pergi!!” Rihyun menodongkan telunjuknya ke arah pintu bercat putih di belakang Kyuhyun. Kyuhyun menggeleng keras.              “Tidak! Kau harus percaya padaku!”              “Aku bilang pergi, Cho Kyuhyun! Aku membencimu, dan aku tak ingin melihatmu lagi!!” setelah mengucapkan itu Rihyun membalik badannya untuk memunggungi suaminya. Mungkin ia membutuhkan waktu untuk sendiri, untuk melupakan semua kejadian pahit yang menimpanya.              Kyuhyun hanya menatap miris ke arah istrinya yang masih terisak. Dengan langkah gontai, ia berjalan menuju pintu dan segera keluar.              “Kyu?” tanya ibu mertuanya mendapati Kyuhyun yang keluar dari kamar bernomor 106 itu dengan wajah suram.              “Dia perlu waktu untuk sendiri, eomeonim” ucap Kyuhyun sembari berlalu melewati ibu mertuanya begitu saja. Ibu Rihyun hanya bisa menatap heran punggung menantunya yang berjalan menjauh itu.              “Rihyun-ah” ibu Rihyun muncul dari balik pintu dan berjalan mendekati anaknya yang nampak berbaring dengan posisi miring membelakanginya. Menyadari kedatangan ibunya, Rihyun segera berbalik.              “Apa yang terjadi padamu, eoh?” tanya ibunya lembut sambil menarik kursi yang ada di samping ranjang Rihyun dan mendudukinya.              Rihyun hening sejenak menatap wajah ibunya. Ia seperti tengah memikirkan sesuatu, namun bibirnya seakan ragu untuk berkata.              “Eomma?”              “Nde?”              “Aku ingin bercerai saja”              “Mwo?”              TBC   Maaf, part ini sangat jelek, pendek, buruk, monoton dan mungkin ga dapet feelnya, pokoknya sangat sangat mengecewakan! Saya sadar :( dan mungkin ni FF cuma tinggal beberapa part lagi, karena udh pada bosen juga kan pake cast suami saya? XD *digampar* tapi akan dipublish secepatnya kalau masih banyak peminatnya. So keep RCL! ^^   Posted by yura
Radio MENARA 102.8 FM Bali


bangun+rumah 's link
Teacher,Chief accounting , Announcer, Disc Jockey
Mohammad Lutfi

muslimafiyah.com
bangun+rumah 's link
MuslimAfiyah adalah situs yang membahas kesehatan dari sisi syariat Islam dan medis.

Powered by WordPress SEO Tools

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>