Desain Rumah Minimalis Lantai 2

 

 

 

Apabila anda mempunyai sebidang tanah yang tak terlalu luas dan Jika posisi tanah atau ruang bangun anda minim atau sempit, desain rumah minimalis lantai 2 akan sangat  cocok apabila diterapkan disana. memang sering kali kita mengalami kesulitan dengan tanah yang semnpit untuk menciptakan rumah yang seperti anda inginkan. maka mulai sekarang Dengan keterbatasan luas dan lebar lokasi bukan suatu halangan untuk mendapatkan rumah minimalis idaman anda, salah satu solusinya yakni dengan membangun tingkat diatas bangunan utama, yaitu  rumah minimalis 2 lantai.

ada hal yang perlu anda perhatikan pad desain rumah ini, dimana desain rumah minimalis ini mendapat Dengan sedikit sentuhan modernisasi yang sekarang marak berkembang didunia. dan juga pada Desain rumah yang akan kita buat, tidak ada salahnya jika anda  mengadopsi gaya-gaya bangunan yang sudah ada, dengan sedikit tambahan serta  modifikasi pada desain, maka desain rumah yang akan  kita buat merupakan percampuran serta perpaduan yang menarik dari desain-desain yang sudah ada, dan juga juga tentunya tidak harus mengesampingkan konsep-konsep minimalis yang harus ada pada sebuah model bangunan rumah minimalis.
Selain itu juga perlua anda perhatikan juga adalah, untuk segi hal penerapan desain rumah 2 lantai ini, cukup anda mulai dengan perencanaan yang matang sebelum memulai, dan anda juga mesti  paling tidak anda juga sudah berkonsultasi dengan ahli bangunan. Apakah model yang sudah anda siapkan sudah cocok dengan kontur tanah yang akan anda bangun, tentunya hal-hal semacam ini tidak lepas dari masukan-masukan dari kosultan bangunan yang dapat kita pakai jasa mereka dalam menentukan desain bangunan kita selanjutnya dengan alasan unuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan di kemudian hari nya.
 Seperti gambar diatas,  jika anda jeli serta menginginkan keamanan yang terjaga dan anda juga ingin memasang pagar disekitar rumah anda, maka tinggal anda berkonsultasi dengan ahli bangunan yang sudah anda tunjuk. Juga dari segi biaya, apakah cukup dengan model yang demikian, atau masih sisa untuk mendapatkan model rumah 2 lantai yang lebih indah dan elegan. semoga informasi tentang desain rumah minimalis lantai 2 ini dapat bermanfaat bagi anda.

Incoming search terms:

biaya tingkat rumah (69);denah rumah 2 lantai ukuran 6x10 (52);gambar rumah minimalis modern 2 lantai (48);rumah minimalis 2 lantai 2012 (40);budget holcim untuk bangun rumah sederhana (29);model rumah minimalis modern 2 lantai (21);biaya renovasi rumah tingkat (20);biaya renovasi rumah tingkat 2012 (19);harga borongan rumah 2 lantai (18);desain rumah minimalis 2 lantai type 54 (17);denah rumah minimalis bertingkat (14);rehab rumah tipe 36 menjadi model rumah minimalis dan bertingkat 2012 (14);gambar rumah cantik tanah 6x10 (13);biaya renovasi rumah 2 lantai (12);contoh rumah lantai 2 sederhana beserta biayanya (10);denah rumah 6X10 (7);desain rumah minimalis ukuran 6x10 (7);DESAIN RUMAH UKURAN 6X10 (7);rumah type 36 bertingkat (7);biaya membuat rumah tingkat minimalis (6);model rumah yang cantik berlantai 2 (6);denah rumah minimalis 2 lantai LT 96 m2 (5);estimasi biaya rumah tingkat (5);denah rumah minimalis ukuran 6x10 (4);Model model rumah minimalis bertingkat dua (4);Rumah tipe 36 yang cantik dan tingkat 2 (4);renovasi rumah jadi minimalis (4);rincian biaya bangun ruko (4);rumah cantik minimalis tingkat1 60meter (3);rumah model biasa dimodifikasi menjadi rumah minimalis (3);www renovasi bangunan rumah berlantai 2 atau tingkat com (3);www taksiran biaya bangun rumah dua lantai type 21 com (3);www gambarrumahlantai2 (3);www denah rumah mini malis lantai dua ukuran6:-X 10 com (3);tips renovasi rumah tingkat (3);contoh rumah dan biayanya (3);bentuk bangunan kost tingkat minimalis (3);gambar sketsa rumah minimalis 1 lantai 3 kamar ukuran 6x12m (3);model rumah 6x10 (3);kumpulan rumah mungil bertingkat 2 (3);desain rumah minimalis luas 170 (3);merenovasi rumah type 50 menjadi tingkat (3);gambar rumah tanah 90m (3);DENAH RUANG TYPE 36 10X 10 1 LANTAI DI SMG (3);desain rumah 2 lantai luas tanah 90 (3);denah rumah minimalis 2 lantai type 54 (3);contoh rumah tipe 7 dan rancangan biaya (3);perhitungan biaya membangun rumah tingkat (3);informasi berapa biaya bikin rumah tipe 45 tahun 2013 (3);estimasi biaya rmh 2 lanta sederhana (3);gambar kos ukuran 6x6 minimalis (3);ingin renovasi jadi rmh bertingkat dgn biaya murah dibandung (3);BERAPA PERKIRAAN BIAYA RENOVASI DENGAN LUAS 70M2 (3);budget membangun rumah tipe 50 (3);gambar rumah dua lantai luas tanah 60 mtr (2);biaya renovasi rumah tingkat minimalis (2);biaya renovasi rumah tingkatcminimalis (2);membuat rumah minimalis bertingkat dua (2);biaya tingkat rumah 5 x 7 (2);denah gambar ruko (2);gambar rumah tingkat 2 type 33 (2);contoh rumah 2 lantai tipe 21 (2);gambar lantai kayu gedung bertingkat (2);contoh estimasi dana tingkat rumah (2);contoh denah rumah type 54 luas tanah 170 meter (2);denah rumah luas 6x12meter 2 lantai (2);CELDAMZ BLOGSPOT COM (2);FOTO2 RENOVASI RUMAH (2);liat contoh rumah minimalis dilahan minim (2);Mau bikin rumah moderen lantai 2 anak 4 tanah 100m2 gimana ya? (2);denah ruang minimalis luas bangunan 96 (2);desain rumah minimalis luas tanah 60m dua lantai beserta gambarnya (2);model rumah tingkat 2 luas tanah 96 (2);Model rumah tingkat minimalis tipe 45 luas tanah 96 meter (2);perkiraan biaya rumah minimalis 2 lantai type 60 (2);desain rumah minimalis 2 lantai ukuran 13 x 20 lokasi hoek (2);desain renovasi rumah type 54 menjadi tingkat 2 (2);biaya borongan bangunan dua lantai (2);biaya bangun rumah kost 2 lantai (2);berapa biaya bangun rumah ukuran 70m2 (2);biaya membangun rumah 6x6 (2);design renovasi lantai II (2);biaya untuk tingkat rumah (2);biaya membangun rumah tingkat (2);design rumah minimalis 2 lantai luas tanah 68 m2 satu kamar di lantai 1 (2);estimasi biaya membangun rumah minimalis 2 lantai type 90m2 (2);desain rumah minimalis 2 lantai 170m (2);bangun lantai 2 (2);desain rumah ukuran 6x10 2 lantai (2);berapa dana untuk membangun rumah 10x10 (2);Skema desain lantai kayu tingkat 2 (2);ruko dua tingkat (2);rumah 2lantai minimalis 6x10 (2);type rumah minimalis 6x10 dua lantai (2);rumah minimalis 2 lantai ukuran 6x10 (2);tipe rumah minimalis bertingkat (2);rumah kecil minimalis tingkat 2 lantai (2);rumah tingkat type 54 (2);tife tife rumah minimalis 2 lantai (2);rumah type 36 di renovasi jadi dua lantai (2);rincian desain rumah (2);renovasi rumah type 50 menjadi tingkat (2);renovasi rumah type 36 dua lantai (2);rincian biaya pembuatan rumah dua lantai (2);renovasi rumah minimalis type 96 (2);rincian beaya rumah minimalis 2 lantai (2);rincian biaya bangun rumah lantai 2 minimalis (2);tangga ke lantai 2 rmh type minimalis (2);tipe berapa rumah ukuran 10x10meter (1);renovasi rumah tingkat 2 murah (1);renovasi rumah tipe 36 menjadi 2 lantai lebar tanah 6 m2 (1);type rumah kecil dan bertingkat (1);taksiran harga untuk ruko 2 lantai (1);spesifikasi teknis bangunan rumah type 60 (1);sketsa toko lantai 2 (1);sketsa toko 2 lantai (1);sketsa rumah toko 2 lantai (1);sketsa rumah dengan dua lantai (1);tips merancang rumah tanah kecil dengan bangunan tingkat (1);tips renovasi rumah bertingkat (1);rancang bangun tingkat2 (1);www model rumah type 21 com (1);rancangan dena ukuran 6x12 unuk masjid (1);rehab rumah menjadi bertingkat (1);www contoh rumah 2 lantai 6x10 (1);www celdamzblogspot com (1);ukuran rumah minimalis tingkat2 (1);ukuran rumah dengan tanah 170m (1);renovasi rumah 10x10 (1);renovasi rumah tipe 42 tingkat (1);type rumah berlantai 10X10 (1);type dan gambar rumah minimalis 6x6 2lantai (1);total biaya untuk membangun rumah tingkat minimalis (1);renovasi rumah kecil tingkat (1);sketsa denah rumah bertingkat minimalis (1);sket dan anggaran rumah tingkat minimalis (1);skema rumah type 36 lanta 2 dan perkiraan biaya (1);rumah minimalis lantai 2 ukuran 6x10 (1);rincian biaya bangun rumah sederhana ukuran 6x6 meter (1);rincian biaya bangun rumah tipe 50 (1);rumah luas tanah 96 sama hook (1);rincian biaya membangun rumah tingkat type 21 (1);rumah gambar bertingkat dilahan terbatas (1);rumah dua lantai desain (1);rincian biaya pembangunan dua lantai (1);rumah 2 lantai 6x10 (1);ruko kecil minimalis lantai2 (1);rincian biaya rumah type 50 (1);ruko 6x10 dua lantai (1);rumah minimalis ukuran 6x10 lantai 2 (1);rumah minimalis untuk ukuran tanah 10x10 (1);rumah type 54 cad (1);renovasi rumah tipe 54 jadi 2 lantai (1);rumah mungil tiga tingkat (1);rumah tipe 36 bertingkat (1);rumah tingkat2 (1);rumah tingkat ukuran kecil (1);rumah tingkat type 33 (1);Rumah tingkat cantik tipe 36 (1);rumah tingkat 3 dan rincian biaya (1);rumah tingkat 2 luas 90 design (1);rumah mungil 35 lantai 2 desain (1);rumah moderen luas6meter (1);rincian dana membangun rumah 2 lantai (1);gambar ruko minimalis lanta2 yang paling bagus (1);design rumah 2 lantai ukura 6x10 (1);gambar rumah dua lantai denahnya (1);DESIGN RUMAH 2 TINGKAT 100 M (1);desain rumah type 45 lahan 96 m2 2 lantai (1);estimasi bikin rumah 2 lantai minimalis (1);Desain rumah uk 96 (1);gambar rumah minimalis dengan luas bangunan 90m bertingkat (1);desain tangga rumah type 27 dua lantai (1);gambar rumah luas tanah 60m tingkat separuh (1);desain type rumah ukuran lt 6 x 12 m untuk 2 lantai (1);gambar rumah luas tanah 50 meter (1);Design rmh minimalis 3 lantai (1);gambar rumah lantai dua luas tanah 20x12 (1);design rumah 2 lantai di lahan ukuran 10x 17 meter (1);gambar ruko 2 tingkat (1);gambar rudenah rumah kuntrakan 6 kamar ukuran 3x4 m satu lantai (1);disain rumah dan toko 1 lantai (1);estimasi biaya bangun rumah tipe 36 dua tingkat (1);estimasi beaya membuat rumah minimali 2 lantai (1);estimasi ruko 2 lantai (1);estimasi biaya membangun rumah lantai dua th 2013 (1);estimasi biaya pembuatan rumah tipe 90 2 tingkat (1);estimasi renovasi rumah tingkat 6X12 (1);estimasi renovasi rumah minimalis 6x10 meter 2 lantai (1);estimasi dana membuat rumah minimalis 2 lantai (1);Estimasi biaya pembuatan rumah ukuran 10x10 (1);foto rmh minimalis sederhana 2 lantai dan perkiraan biaya (1);disain rumah 96m2 2 lantai (1);gambar lengkap rumah mungil 6x12m 2 lantai (1);design rumah tingkat luas 90 meter (1);design rumah tingkat luas tanah 60m (1);design rumah 2 lantai luas tanah 60m (1);design rumah type 54 bertingkat (1);gambar desain tangga rumah dan estimasi biaya (1);Design rumah yang tipe 36 dan ingin menjadi lantai 2 (1);desing rumah tingkat 2 lahan sempit (1);gambar bangunan rumah 6x10 m (1);disain rumah 90m tingkat (1);estimasi biaya renov rumah 2 lantai brp ya (1);gambar rumah minimalis tingkat luas tanah 92 hook (1);rancang bangun rumah dan estimasi biaya (1);perincian biaya bangun rumah minimalis (1);perhitungan biaya renovasi rumah tingkat (1);perhitungan biaya membangun rumah 2 lantai (1);pengembanagan desain rumah minimalis ukuran 6x6 (1);pelan rumah 2 tingkat dan rincian (1);ongkos buat ruma mini malis ukuran 6x10 (1);model tumah 50 meter tingkat (1);model rumah ukuran 6x10 2 lantai (1);model rumah ukuran 6x10 (1);model rumah toko dilahan kecil (1);model rumah minimalis luas tanah 60 (1);model rumah minimalis 2 lantai luas tanah 96 m2 (1);model rumah lantai 2 luas tanah 90 m (1);model rumah hook minimalis (1);model rumah dengan ukuran 6x10 (1);perkiraan bangun rumah tingkat (1);perkiraan beaya renovasi rumah type 45 (tingkat) (1);perkiraan biay bangun rumah type 36 2 lantai (1);rancang bangun rumah 2 lantai (1);pintu kamar tidur menghadap tangga (1);perkiraan jumlah dana untuk rumah tingkat (1);perkiraan dana rumah tingkat (1);perkiraan biaya untuk membangun rumah sederhana 2lantai (1);perkiraan biaya untuk membangun rumah sederhana (1);perkiraan biaya untuk bangun rumah type 36 minimalis 2 lantai (1);perkiraan biaya rumah minimalis 2 lantai type 36 (1);perkiraan biaya rumah 2 lantai type 60 (1);perkiraan biaya pembangunan rumah minimalis 2 lantai (1);perkiraan biaya membangun rumah minimalis lantai 2 (1);perkiraan biaya maket rumah tinggal luas tanah 60 meter (1);perkiraan biaya bangun rumah type 36 lantai dua (1);perkiraan biaya bangun rumah 2 LANTAI (1);perkiraan biaya bangun rmh 2 lantai minimalis (1);model rumah bertingkat dua yang cantik (1);gambar rumah tingkat 2 mungil ukuran 22 (1);harga rumah minimalis 10x 10m (1);harga renovasi rumah mungil minimalis (1);harga renovasi rumah 2 tingkat (1);harga pembangunan rumah dua lantai (1);harga borongan rumah untuk 2 lantai (1);harga borongan rumah 2 lantai type 36 (1);harga borongan rumah 2 lantai jakarta (1);harga borongan mendirikan rumah tipe 36 dua lantai (1);harga borongan bangun rumah minimalis 2 lantai (1);harga borongan bangun rumah lantai ke dua (1);gambar tangga untuk lantai dua rumah tipe 27 (1);gambar rumah tingkat 2 biasa type 36 (1);gambar rumah sederhana 2 lantai (1);gambar rumah modern 6x10 (1);gambar rumah minimalis ukuran 6x6 sederhana (1);harga untuk tingkat rumah (1);ingin renovasi jadi rmh bertingkat dgn biaya murah (1);istimasi renovasi rumah tingkat 6X12 (1);model rumah 6 x 10 m tingkat (1);model rumag berlantai 2 luas bangunan 10 x 12 (1);model depan rumah luas 96 (1);model bangunan minimalis tanah 96 tipe 48 (1);model bangunan lantai 2 harga minim (1);model banguna n rumah 6x10 m (1);modal untuk membuat rumah minimalis 2 lantai type 45 (1);meneruskan lantai 2 biaya murah (1);Membangun rumah dengan budget minim (1);kumpulan gambar rumah tingkat tahun 2013 (1);kumpulan gambar rumah minimalis 2 lantai lahan <50 m (1);Konsep atau gambar rumah minimalis tanah 60 mtr perkiraan biaya bangunan (1);Jumlah kayu yg digunakn membagun rumah ukuran 6x10 (1);JASA GAMBAR RENOVASI RUMAH TINGKAT (1);jasa bangun rumah tingkat murah (1);gambar rumah minimalis tingkat mini (1);desain rumah type 36 bertingkat (1);contoh membangun ruko dua lantai (1);biaya rumah minimalos ukuran kecil tingkat (1);biaya ruko dua lantai (1);biaya renovasi rumah type 30/66 menjadi 2 lantai (1);biaya renovasi rumah tingkat type 21 (1);biaya renovasi rumah tingkat tipe 21 (1);biaya renovasi rumah tingkat murah (1);biaya renovasi rumah tingkat jakarta (1);biaya renovasi rumah bertingkat (1);biaya rehap rumah 2 lantai luas tanah 70m2 (1);biaya pembuatan rumah tingkat minimalis (1);Biaya pembuatan rumah 6x10 (1);biaya pembangunan rumah tingkat 3x4 (1);biaya pembangunan rumah 10x10 m2 (1);biaya membuat rumah minimalis ukuran 21 (1);biaya membuat rumah minimalis brtingkat (1);biaya untuk membuat rumah 6x10 (1);biaya untuk renovasi rumah dengan luas tanah 90 m2 (1);biaya untuk rumah tingkat (1);contoh gambar rumah minimalis type 54 3 kamar tidur 1 lantai dan rincian perkiraan biaya (1);contoh gambar rumah luas 90 m beserta biaya (1);contoh gambar rumah bertingkat dengan lantai kayu (1);contoh gambar banguna ruku 2 lantai (1);contoh disain rumah tingkat type 21 dan biayanya (1);contoh design rumah dan estimasi biaya pembangunannya (1);contoh bangunan tingkat (1);budget untuk renov rumah 2 lantai brp ya (1);Budget rumah ukuran 6x6 (1);budget renovasi rumah minimalis tingkat (1);budget rehab rumah tingkat luas tanah 50 meter (1);budget membangun rumah tingkat 60m (1);budget bangun tingkat rumah bangunan 50 meter (1);borongan bangun rumah kalimalang (1);bikin rumah tingkat brp modal (1);biaya membangun rumah minimalis bertingkat (1);biaya membangun rumah lantai2 tipe 50 (1);biaya membangun rumah dua lantai (1);berapa biaya pembangunan rumah tipe 50 (1);berapa biaya membangun rumah tipe 50 m (1);berapa biaya membangun rumah tingkat type 21 (1);bentukk rumah kayu bertingkat ukuran kecil (1);bentuk rumah tipe 36 bertingkat (1);bentuk rumah tingkat luas tanah 90 (1);bentuk rumah kost bertingkat (1);Bentuk 2 rumah posisi hook uk tanah 10x12 (1);beaya membangun rumah tingkat tipe 60 (1);bangun rumah tingkat luas 200 mtr biayanya (1);Bangun rumah tingkat dengan harga murah (1);bangun rumah kost tingkat (1);bangun rumah gada dana (1);arsitek rumah luas 96m2 tingkat 2 (1);Arsitek rumah bertingkat ukuran 96m2 (1);berapa biaya renovasi rumah tingkat type 21 (1);berapa biaya untuk membangun rumah tingkat (1);berapa harga untuk membuat rumah minimalis paling murah (1);anggaran renovasi rumah 50 meter jadi tingkat 2 (1);biaya jasa bangun rumah ukuran 6x6 (1);biaya buat rumah minimalis tingkat (1);biaya buat rumah lt2 ukran tnah 60m (1);biaya borongan rumah type 30 tingkat (1);biaya borongan bangun rumah 2 lantai (1);biaya bikin rumah tingkat (1);biaya bangun tingkat biasa (1);biaya bangun rumah ukuran 96 m2 di jatim thn 2013 (1);biaya bangun rumah mungil lantai 2 (1);biaya bangun rumah holcim (1);biaya bangun ruko 2 lantai (1);berapa perkiraan biaya membuat rumah sederhana (1);berapa modal ruko tak bertingkat (1);berapa modal buat rumah ininimalis (1);arb rumah tife 45 lantai 2 (1);contoh rancangan biaya pembangunan ruko sederhana dilahan terbatas (1);desain rumah tinkat tipe 60 (1);Desain ruko tingkat 2 lantai kayu (1);desain denah rumah minimalis dengan luas tanah 96meter (1);desain denah rumah dengan luas tanah 62 type 36 (1);desaign rumah 6x12m (1);denah rumah ukuran 70m2 (1);denah rumah ukuran 6x6 (1);denah rumah uk 6x6 dua lantai (1);denah rumah type 90 2 lantai (1);denah rumah type 36 lt2 (1);denah rumah tipe 100 bertingkat lantai 2 (1);denah rumah tingkat tipe 60 (1);denah rumah tingkat 6x10 (1);denah rumah tanah 90 meter tingkat (1);denah rumah sederhana 2 kamar tidur lt 60mtr 6x10 (1);denah rumah minimalis ukuran 6x12m (1);desain ruku tanah 6*12 meter (1);desain rumah 2 lantai minimalis ukuran 6x10 (1);desain rumah bertingkat luas tanah 96 (1);desain rumah tingkat 90m (1);desain rumah tingkat 6x12m (1);desain rumah sederhana 2 lantai ada ruang sholat (1);desain rumah mungil antonio liu (1);desain rumah mungil 2 lantai 6x10 meter (1);desain rumah minimalis ukuran 6x10 2 lantai (1);desain rumah minimalis tipe 54 tingkat (1);Desain Rumah minimalis sederhana 1 Lantai 8 m x 17 meter 4 kamar 2 ruang tamu (1);desain rumah minimalis modern 2 lantai luas tanah 96 m (1);desain rumah minimalis lantai 2 lahan sempit (1);desain rumah minimalis 2 lantai dengan luas tanah 96m (1);desain rumah lantai 2 luas 60 (1);desain rumah hook 2 lantai (1);desain rumah dan rancangan biaya rumah tipe 96 (1);desain rumah cantik sederhana (1);denah rumah minimalis new 2013 ukuran 6x12m (1);denah rumah minimalis 6x10 2 lantai (1);denah rumah minimalis 6x10 (1);denah model rumah minimalis type 21 luas tanah 60 meter 6x10 (1);denah lengkap gedung 2 lantai (1);denah dan perkiraan biaya pembuatan rumah minimalis modern (1);denah bangunan type 50 luas tanah 170 (1);Dena bikin rumah moderen tepe 45 dengan 2 lantai (1);dana untuk membangun rumah bertingkat minimalis (1);dana tingkat rumah tIpe 45 (1);dana membangun rumah type 21 60 2 lantai (1);dana membangun rumah 2 lantai type 21/60 (1);dana buat rumah tingkat minimalis (1);contoh sket gambar kampus 2 lantai 40 x 20 meter (1);contoh rumah tingkat minimalis dengan luas 170meter (1);contoh rumah tingkat 2 (1);contoh rumah idaman yg berlantai dua (1);contoh rumah berlantai tiga (1);denah renovasi dua lantai (1);denah renovasi rumah tipe 36 luas tanah 6x10 m (1);Denah ruko modern 2 lantai (1);denah rumah minimalis 2 lantai untuk lahan sempit (1);denah rumah minimalis 2 lantai 6x10 (1);denah rumah luas 170m (1);denah rumah lantai 2 tanah 90 (1);denah rumah lantai 2 luas 60m (1);denah rumah kost uk tanah 5000 (1);denah rumah holcim (1);DENAH RUMAH DILAHAN SEGI EMPAT MEMANJANG DENGAN RUANG TAMU D TENGAH 2 LANTAI (1);denah rumah bertingkat untuk 90 m2 (1);denah rumah 6x10 dua lantai (1);denah rumah 2lantai 6X10 (1);denah rumah 20 x 40 lantai 2 (1);denah rumah 2 lantai bangunan 60 luas tanah 90 (1);denah rumah 2 lantai 6x10 (1);denah ruko ukuran 6x10 2 lantai minimalis (1);contoh ruko minimalis (1);

Twitter

Chikaafrizal Mon, 20 May 2013 11:46:54 +0000
@chacasvr bawain pasir pantai juga gpp ko' dee lumayan bwt bangun rumah masa depa
indahfahzia2 Mon, 20 May 2013 11:42:10 +0000
Bangun tidur (at Rumah sarah) [pic] — http://t.co/8YkVHIEEFY
cinda_bumblle Mon, 20 May 2013 11:41:03 +0000
Pernah , dlu jam 3 ktawa kenceng bget smpek bkin org rumah bangun dan marah xD RT @RunningMan_ID:#askrunners pernah ga d omelin
hery_dinata Mon, 20 May 2013 11:40:33 +0000
Yoi broh RT "@itsmeochaaa: Mau bangun rumah keong lu bro haha RT @hery_dinata: Pondasi pondasi , butuh pondasi"
qamarina_rozell Mon, 20 May 2013 11:39:45 +0000
lompat apaaa . hahaha . dia tengah tidur , kejut suruh bangun ! excited bgtauuu . gegar je rumah haha
iakrisna_ Mon, 20 May 2013 11:37:10 +0000
Pang engken wik?? Nginep jak bareng pak madra kalo gt :D RT "@pratiwisuputri: Pas bangun pagi besok berharap rumah jd pindah sebelah kampus
nQtaaMKurniawan Mon, 20 May 2013 11:36:18 +0000
Bangun siang, mandi siang, sehari2 menung d rumah lakuin kegiatan yg gk penting, mandi malam2, tdur dini hari!! Ya allah, amit2 jabang bayi!
Trivikaaayu Mon, 20 May 2013 11:34:51 +0000
Bangun bangun rumah masih kosong yaa:''
pratiwisuputri Mon, 20 May 2013 11:32:42 +0000
Pas bangun pagi besok berharap rumah jd pindah sebelah kampus yaowoh..kabulkan doa aim yaowoh :''
Horrypurnama Mon, 20 May 2013 11:30:57 +0000
Ohh batako yaa ? ƗƗɑƗƗɑƗƗɑ bisa aja lu ahh. "@prischila1: Ahahaha, emen itu bukanya yang buat bangun rumah ya ? RT @Horrypurnama: Mau emen .
prischila1 Mon, 20 May 2013 11:29:11 +0000
Ahahaha, emen itu bukanya yang buat bangun rumah ya ? RT @Horrypurnama: Mau emen ... "@prischila1: Wakakak jan nangiss... Yaah gue enggak pu
raisaayutriana Mon, 20 May 2013 11:28:44 +0000
kan danu jahat lg kan -_- "@MochamadDanu: Sukurin wkw"@raisaayutriana: baru bangun lampu gelap smua trnyata gaada org d rumah -_-""
MochamadDanu Mon, 20 May 2013 11:27:04 +0000
Sukurin wkw"@raisaayutriana: baru bangun lampu gelap smua trnyata gaada org d rumah -_-"
raisaayutriana Mon, 20 May 2013 11:25:28 +0000
baru bangun lampu gelap smua trnyata gaada org d rumah -_-
dheniaditya Mon, 20 May 2013 11:24:17 +0000
Jokowi Segera Bangun Rusun untuk Warga Waduk Pluit: Joko Widodo menegaskan proyek berjanji sebelum rumah susu... http://t.co/9366NxnbCS

Videos

Facebook

Fanfiction HaeSica (Donghae Jessica)


bangun+rumah 's link
titlle : Because Pretty Sica Author : IC Genre : Romance Rating : G Cast : Lee Donghae (SuJu) Jessica Jung (SNSD) Main Cast : Lee Hyukjae/Eunhyuk (SuJu)   ========== @Icheon Pesawat Airland pun mendarat dengan lancar tanpa ada benturan. Pesawat ini menampung sejumlah orang termasuk para member Super Junior. Di depan pintu keluar bandara Icheon, banyak ELF yang sedang menunggu para idol mereka untuk keluar. Poster-poster pun dibawa setiap orang. Banyak yang membawa poster yang bergambarkan wajah Siwon. Tentu saja, ia adalah visual di Super Junior dan juga pemain drama yang selalu membuat hati para wanita berbunga-bunga. Walaupun seperti itu, ia selalu stay cool pada semua orang tidak seperti hyung-nya yang bernama Lee Donghae yang selalu tebar pesona. Bus yang akan di tumpangi para member Super Junior pun siap ada di depan pintu keluar. Banyak penjaga yang sedang mengatur jalan untuk member Super Junior yang masuk ke dalam bus di tengah para ELF. @SM Entertainment Bus yang ditumpangi para member Super Junior pun sudah berada di depan gedung SM. Satu per satu member keluar dari Bus dan memasuki gedung itu. Tujuan mereka disana adalah untuk menuju ruang rapat. Setelah sampai di depan ruang rapat. Mereka memasuki ruangan itu. Di dalam ruang rapat itu, sudah lengkap dari member TVXQ, SHINee, f(x), SNSD dan yang lainnya. Di pagi yang secerah ini semua orang sangat antusias untuk mengikuti rapat ini, kecuali satu yeoja yang sedang duduk di deretan kursi SNSD. Yeoja itu menyandarkan kepalang di atas meja. Donghae yang mengetahui itu langsung menghampiri yeoja itu. “My Pretty Sica! Jam berapa ini? Kau masih tidur saja!” ucap Donghae di hadapan yeoja itu yang bernama Jessica. Donghae memanggil Jessica dengan sebutan itu sejak masa trining. Tapi, Jessica tidak suka di panggil seperti itu semenjak Donghae debut. Karena akan membuat antisnya menjadi lebih banyak. “…,” Jessica tidak merespon Donghae yang ada di hadapannya ia tetap saja masih menutup matanya. “Ya!! Sica-si, bangunlah! Aku ingin mengatakan sesuatu yang penting dengan mu!!” usaha Donghae lagi untuk membangunkan Jessica namun tetap saja Jessica tidak merespon Donghae. Jangankan merespon, bergerak sedikit saja tidak. Tidak lama kemudian Lee Soman datang dan Donghae pun kembali ke tempat duduknya dan akhirnya Jessica bangun. Lee Soman berbicara panjang lebar di rapat itu. Sekitar satu jam kemudian, rapat pun ditutup. Seluruh member SM pun keluar dari ruangan itu. Tanpa sengaja, Donghae dan Jessica pergi keluar dari ruangan itu bersamaan. “Oppa!” cegah Jessica pada Donghae. “Tadi kau ingin berkata penting apa?” tanya Jessica penasaran setelah memikir-mikirnya. “Jadi kau tadi tidak tidur? Kau mendengar kata-kata ku?” tanya Donghae sinis. “Sudahlah oppa! Apa sebenarnya yang ingin kau katakan? Aku penasaran ini!” rengek Jessica. “Lupakan!” jawab Donghae yang langsung meninggalkan Jessica sendirian. “Oppa!” teriak Jessica dari kejauhan. @Drom Super Junior Donghae dan Eunhyuk sedang duduk santai di sofa dan melihat film yang baru saja diberikan oleh fans-nya di bandara tadi. Sedangkan yang lain melakukan perkerjaan masing-masing, ada yang sedang tidur, main game dan ada juga yang sedang bernyanyi-nyanyi sendiri di kamarnya. Donghae dan Eunhyuk terlihat sangat serius melihat film dari fans mereka. Setelah film itu selesai, mereka foto berdua dan di-upload di twitter Eunhyuk sebagai ucapan terima kasih. “Donghae-ah, kau tidak lapar?” tanya Eunhyuk. “Sedikit,” jawab Donghae singkat. “Ayo kita beli sedikit makanan di sepermaket depan,” ajak Eunhyuk dan Donghae pun setuju. Euhyuk dan Donghae pun pergi ke luar drom dan menuju ke supermaket yang tidak jauh dari drom mereka. Karena sudah waktu menandakan pukul 1 malam, mereka pun tidak menggunakan penyamaran yang membuatnya risih. @Supermarket Donghae dan Eunhyuk yang baru datang langsung menuju ke bagian makanan. Mereka makanan yang mereka suka. Mereka juga membeli minuman untuk menemani makanannya. Setelah memilih Eunhyuk pun membayar di kasir dan Donghae masih berkeliling-keliling supermarket hingga langkahnya terhenti setelah melihat yeoja yang sangat ia kenali berada di daerah khusus kebutuhan yeoja. Donghae pun menyampari yeoja itu dengan menepuk pundak yeoja itu pelan. Dengan refleknya yeoja itu berbalik dan mendapatkan sosok namja yang tidak ingin ia temui saat ini. “Annyeong my pretty Sica!” sapa Donghae kepada yeoja yang ia temui. “Ssstt!” desah Jessica sambil mengacungkan telunjuknya di depan mulutnya. “Sudah ku bilang! Jangan panggil aku dengan sebutan seperti itu di depan umum!” kesal Jessica kepada Donghae yang selalu saja memanggilnya dengan sebutan itu. “Waeyo? Kemarin saat rapat yang berada di tempat tertutup dari paparazi aku memanggilmu dengan sebutan itu, tapi kau juga tidak menoleh, berarti di tempat seperti ini aku tidak apa kan memanggil mu dengan sebutan pretty Sica?” jelas Donghae. Jessica pun memukul lengan Donghae yang sedang memanggilnya dengan sebutan yang tidak ingin di lontarkan di depan umum. Donghae pun tertawa kecil melihat tingkah Jessica yang ketakutan jika ada yang melihat atau mendengar mereka berdua. “My pretty Sica! Kau sedang membeli apa?” tanya Donghae yang melihat Jessica sedang membawa seplastik yang berisikan sesuatu yang dipakai setiap yeoja saat menstruansi. “Kau mau juga?” tawar Jessica pada Donghae. “Aniyo! Aku masih normal!” tolak Donghae sambil menggeleng-gelengkan kepalanya cepat  dan Jessica tertawa kecil. “Itu kan Jessica SNSD dan Donghae Super Junior!” seru seorang yeoja yang tidak jauh dari Donghae dan Jessica. Donghae dan Jessica yang mendengar suara itu langsung pergi dari tempat itu. Dan yeoja itu pun mengikuti kemana Donghae dan Jessica pergi. Mereka menuju pintu keluar namun Jessica berbalik dan ingin menuju kasir untuk membayar barang yang ingin ia beli. Donghae yang melihat yeoja itu masih mengejar mereka berdua dengan membawa rekama video, langsung menarik tangan Jessica yang akan menuju kasir dan meletakkan barang Jessica ke suatu tempat dan berlari ke luar supermarket. “Donghae-ah!” teriak Eunhyuk yang ada di kasir melihat Donghae dan Jessica keluar supermarket dan meninggalkannya. Donghae dan Jessica berlari sekencang mungkin untuk menghindari yeoja itu. Namun yeoja itu selalu berhasil mengejar mereka seperti tidak lelah sedikit pun sedangkan Donghae sudah bercucuran keriang karena berlari secepat mungkin. “Oppa! Aku lelah!” kata Jessica yang masih berlari. “Kuatkan dirimu my pretty Sica,” ucap Donghae. “Ya!! Dalam situasi seperti ini kau masih menyebutku dengan itu!” kesal Jessica. Donghae pun menemukan celah kecil di antara rumah di depannya. Donghae pun melihat belakang untuk memastikan yeoja itu tidak dalam jarak yang dekat. Donghae menarik tangan Jessica dan bersembunyi di celah yang telah ditemukan Donghae. Ternyata Celah itu sangat sempit dan hanya muat untuk satu orang saja. “My pretty Sica! Tunggulah disini! Jangan kemana-mana sebelum aku Jemput! Ara!” suruh Jessica. “Ne, araso!” ucap Jessica dengan mengangguk mengerti. “Tapi bagaimana denganmu?” tanya Jessica khawatir. Tanpa menjawab pertanyaan Jessica, Donghae pun langsung pergi dari tempat persembunyian Jessica. Jessica pun melihat yeoja itu mengejar Donghae dan membawa teman-temannya yang lain yang masih mengejar Donghae. Jessica masih dalam persembunyian sampai menunggu Donghae menjemputnya. Namun Jessica merasa sudah lama ia ditinggal seorang diri disana. Sesekali ia melihat jam yang ada di Hp-nya. “15 menit ia meninggalkanku,” ucap Jessica dalam hatinya. Di tengah kesunyian dan dinginnya malam, ia masih berada di tempat itu. Sesekali ia menggosok kosokkan tubuhnya karena kedinginan. Yang semula beridri ia pun mengubah posisinya menjadi jongkok. “Benarkah ia akan menjemputku?” tanya Jessica yang mulai ragu. Jessica menyandarakan kepalanya di tangannya yang memeluk kedua kakinya dengan posisi masih terjongkok. Waktu yang semakin pagi membuatnya semakit mengantuk. Ia pun menghadapkan kepalayan ke bawah. “Mungkin ia tidak datang,” kata Jessica dalam hati lagi. Tiba-tiba sebuah jaket hangat menyelimuti tubuh Jessica yang dingin. Dengan spontan Jessica melihat seseorang yang melakukan ini  padanya. Dengan menatap wajah namja itu Jessica meneteskan air mata dan mengalir dipipi mulusnya. “Mianhae aku membuatmu menunggumu lama,” ucap namja itu dengan posisi yang jongkok menyamakan dengan Jessica. Lalu namja itu menghapus air mata Jessica. Sekilas Jessica menepis tangannya dan langsung berdiri. “Miahae my pretty Sica,” ucap Donghae lagi. “Mereka mengejarku terus. Aku harus membuatnya tidak mengikutiku lagi. Sekali lagi mianhae my pretty Sica.” “Mana mungkin mereka mengejarmu dalam waktu 30 menit!” kata Jessica sambil meperlihatkan jam yang ada di Hp-nya. “Aku tidak berbohong,” ucap Donghae menyakinkan. “Chinja? Kau berani bersumpah!” “Mmmmm,” bingung Donghae. “Baiklah aku jujur, tadi memang tidak selama ini. Aku kembali ke supermarket untuk membelikan mu ini,” jelas Donghae sambil menyodorkan bungkusan. Jessica membuka bungkusan itu sambil tertawa kecil. Ia pun mengeluarkan suatu benda dari bungkusan itu. Ternya benda yang membuatnya tertawa itu adalah benda yang tadi akan ia beli namun Donghae melarangnya. “Kau tau seberapa pengorbananku untuk membeli itu! Seluruh orang di sana menertawaiku. Mereka pikir ini untukku. Penjaga kasir juga memperjelas kalau ini hanya khusus untuk yeoja,” jelas Donghae dengan wajahnya yang kecut. “Kajja! Kita pulang,” ajak Jessica. Donghae dan Jessica pun pulang ke drom mereka bersamaan. Donghae yang bereda di depan Jessica melihat ke langit dan memandang bintang yang bersinar terang. Jessica yang ada dibelakang Donghae tertawa kecil sampai ia tertawa terbahak-bahak dan tidak berhenti. Donghae yang mengetahui itu langsung berbalik dan membungkam mulut Jessica. “Kanapa kau tidak berhenti tertawa?” kesal Donghae. “Lihat saja diatas. Bulan itu membentuk huruf D. Jika di lambang emotika, itu menandakan kalau ia tertawa!” kata Jessica sambil menunjuk bulang yang setengah lingkaran itu. “Jessica!” kesal Donghae yang langsung mengejar Jessica yang meninggalkannya. Mereka pun berlari dan saling kejar-kejaran sampai menuju Drom. o0o @Drom Super Junior “Donghae-ah! Cepat bangung!” suruh seorang namja. “Mmmm,” Donghae bergumam tidak jelas. “Cepat bangung! Ayo ikut aku olahraga!” ajak namja itu dengan menarik tangan Donghae hingga terduduk. “Ah~, Hyung! Aku masih ngantuk! Ini juga masih belum terlihat matahari!” rengek Donghae yang masih memejamkan matanya. “Kau kan sudah janji untuk menemaniku! Palli!” suruh namja itu yang berteriak di depan Donghae hingga Donghae merasa risih dan membuka matanya. Dengan matanya yang masih sayup-sayup, Donghae pun menuruti ajakan Hyung-nya itu. Tidak ada alasan pasti kenapa Hyung-nya mengajaknya untuk olahraga. Donghae sangat mengenali Hyung-nya itu yang tidak suka bangun pagi. @Taman Donghae dan Eunhyuk berlari-lari kecil mengelilingi taman di sekitar drom mereka. Setiap 15 menit mereka berhenti untuk istirahat setelah itu melanjutkan lagi. Mereka telah berkeliling taman selama 5 kali. Mereka pun memulai pemanasan dan pendinginan. Matahari pun sudah menampakkan dirinya. Donghae dan Euhyuk yang sedari tadi berolahraga merasakan kelelahan. Mereka berbaring di atas hamparan rumput untuk merilekskan tubuhnya. Setelah beberapa menit kemudian, Donghae dan Eunhyuk pun berdiri untuk kembali ke drom mereka. Namun, Donghae yang melihat yeoja dihadapannya langsung terhenti langkahnya. Donghae pun berjalan menuju yeoja itu. “Annyeong my pretty Sica!” ucap Donghae pada yeoja di depannya. “Sudah ku bilang! Jangan panggil dengan sebutan itu lagi!” kesal yeoja itu yang bernama Jessica. “Ini kan bukan tempat umum!” bela Donghae. “Kau mau pergi kemana sepagi ini?” tanya Donghae penasaran. “Bukan urusanmu!” jawab Jessica dingin. Jessica pun masuk ke dalam mobilnya sedangkan Donghae masih berada di depan mobil Jessica dengan senyumannya. Tanpa banyak kata Jessica meng-gas mobilnya dan melajukannya ke depan. Donghae yang berda di depan persis serontak langsung mundur. “Ya! My pretty Sica! Hati-hati kalau menyetir! Nanti kalau aku mati bagai mana?” kesal Donghae. “Bukan urusanku!” jawab Jessica ketus. Setelah tidak ada yang menghalangi mobilnya, Jessica langsung menancapkan mobilnya lalu pergi dari sana. Donghae hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saja. @Drom Super Junior Semua member Super Junior sedang tidak ada di drom mereka, kecuali Euhyuk dan Donghae yang tidak ada di drom itu. Leeteuk harus mengisi acara Star King yang menjadi MC. Sedangkan Siwon harus pergi ke lokasi suting untuk drama terbarunya. Dan yang lain sibuk dengan urusan masing-masing. Donghae dan Eunhyuk duduk manis di sofa depan televisi. Mereka sedang menonton siaran televisi Star King. Setelah acara itu selesai, Eunhyuk mengubah-ubah canel televisinya mencari-cari acara televisi yang bagus. “Donghae-ah! Kita liat DVD saja ya!” usul Eunhyuk. Donghae melihat jam di dinding drom yang menandakan saatnya music bank. “Aniyo!” jawabnya. “Kita lihat music bank saja!” lanjutnya dengan mengubah canel televisinya ke acara music bank. Donghae dan Eunhyuk melihat acara music bank. Satu per satu boyband dan girlband tampil. Setelah beberapa penampilan, yang ditunggu Donghae pun tampil. Girls’ Generation tampil di acara music bank dengan lagu terbarunya The Boys. Donghae sedikit memajukan posisi tubuhnya. “Jadi ini yang ingin kau lihat!” kata Eunhyuk. Alunan musik The Boys itu membuat donghae juga sedikit mengangguk-anggukkan kepalanya dan sedikit tesenyum. “GG,” ucap Donghae pelan saat Jessica melontarkan suaranya. Eunhyuk yang mendengar itu pun langsung menoleh ke arah Donghae. “Donghae-ah! Kau Suka dengan Jessica,” ucap Eunhyuk yang membuat Donghae menoleh ke Eunhyuk. “Aniyo!” elak Donghae cepat. “Tapi, kau selalu memanggilnya dengan sebutan pretty Sica.” “Dia kan memang cantik,” bela Donghae. “Ne, Jessica memang cantik. Tapi kan masih lebih cantik Yoona atau Yuri. Kenapa kau juga tidak memanggilnya dengan sebutan pretty juga?” tanya Eunhyuk penasaran. “Hyung! Sudah banyak yang memanggil Yoona dan Yuri sebagai sebutan pretty. Jadi, aku tidak akan memanggilnya dengan sebuta itu. Sedangkan Jessica, hanya aku yang memanggilnya seperti itu. Akulah orang satu-satunya yang memanggil Jessica seperti itu. Tidak boleh ada yang memanggilnya dengan sebutan pretty!” jelas Donghae dengan nada tinggi. “Tidak boleh?” ucap Eunhyuk memperjelas. “Memangnya hanya kau saja yang boleh memanggilnya dengan sebutan pretty Sica? Kau siapanya Jessica? Namjachingu bukan, teman bukan, yang ada Jessica membenci mu! Sudahlah Hae, bilang saja kalau kau menyukainya!” “Bukan itu maksudku!” ucap Donghae gugup. “Kau tahu kan, kalau Jessica tidak suka di panggil dengan sebutan pretty Sica. Dan kau juga tahukan kalau Jessica marah seperti apa? Aku takutnya jika ada namja lain yang memanggilnya dengan sebutan itu akan menjadi sasaran kemarahan Jessica,” jelas Donghae yang membela dirinya. “Sudahlah Hae! Jangan berbohong di depanku!” paksa Eunhyuk. “Hyung! Aku tidak menyenyukainya!” ucap Donghae yang mulai risih dengan paksaan Eunhyuk. Donghae pun langsung pergi meninggalkan Eunhyuk sendirian. @Drom SNSD Malam hari yang gelap, semua member SNSD sudah menutup matanya. Semua lampu juga sudah di matikan. Namun tidak di kamar Jessica dan Sooyoung. Walaupun lampu sudah mati, namun Jessica masih terjaga. Entalah apa yang membuatnya masih terbangun. Jessica mengambil jaketnya di lemari. Jessica pun memutuskan untuk keluar dromnya dan berjalan-jalan di sekeliling drom untuk menghiburnya. Jessica berkeliling dengan menyanyikan lagu di setiap langkahnya. Langkah Jessica terhenti setelah mendengar suara namja yang sedang bernyanyi dan suara petikan gitar di taman sekitar drom. Perlahan Jessica menghapiri asal suara itu. Ia pun menemukan sosok namja yang ia kenali. “Donghae oppa!” panggilnya pada namja itu. Donghae pun menoleh ke arah suara yang memanggil namanya. “My pretty Sica!” kagetnya. “Kau belum tidur oppa?” tanya Jessica. “Aku tidak bisa tidur. Kau sendiri?” “Ne, aku juga. Boleh aku duduk disini?” ijin Jessica sampil menunjuk kursi di dekat Donghae. “Ne, silakan!” kata Donghae. Suasana menjadi sedikit sunyi. Tidak ada yang berbicara di antara mereka berdua kecuali sura gitar yang masih di mainkan oleh Donghae. Donghae pun memainkan gitarnya dengan lagu kesukaan Jessica. Entah siapa yang menyuruhnya untuk mengalunkan nada itu. Tiba-tiba saja tangannya yang bergerak dengan sendirinya untuk menganlunkan nada lagu yang sangat disukai Jessica. Jessica pun langsung menoleh ke arah Donghae. Ia melihat Donghae memejamkan matanya sambil tersenyum kecil. Jessica menghadapkan kepalanya ke atas dan memandang langit yang gelap. Alunan lagu Complete terngiang-ngiang di kepala Jessica. *BackSound: SNSD-Complete Jessica menyanyikan lyric lagu Complete yang diiringi alat musik gitar dimainkan oleh Donghae. Donghae yang mendengar suara Jessica bernyanyi, langsung memainkan gitarnya dengan serius dan ia pun juga ikut bernyanyi bersama Jessica. Ini adalah kedua kalinya mereka melewati malam bersama. Sambil bernyanyi mereka membayangkan bagaimana saat mereka pertama kali bertemu. __flashback on__ 8 years ago … “Hyung! Kau tahu yeoja itu,” tanya seorang namja kepada temannya yang ada di sampingnya. “Kau tertarik ya?” sindir temannya itu. “Cantik!” ucap namja itu. “Tapi dingin!” sahut temannya. “Donghae-ah! Kau menyukainya kan?” tanya temannya itu. “Diam kau hyung! Aku hanya ingin tahu saja siapa dia!” elak namja yang bernama Donghae. Donghae dan temannya itu melihat yeoja yang sedang menari di ruang kelas menari. Yeoja itu menari dengan gemulai. Dengan rambut panjangnya yang terikat rapi di kepalanya dan mengenakan jaket putih menambah keanggunan yeoja itu. Tanpa sadari Donghae tersenyum kecil melihat yeoja itu. “Benar dugaanku! Kau menyukainya!” ucap teman Donghae itu. “…,” Donghae tidak merespon temannya itu. Ia tetap memandang yeoja di depannya itu dengan tersenyum lebar. “Namanya Jessica Jung. Dia orang Amerika-Korea. Angkatan tahun 2000. Memiliki adik yang bernama Krystal. Dia memang cantik tapi dia sangat dingin dihadapan namja. Tapi kalau kau sudah mengenalnya lebih dekat dan di juga mengenalmu, dia akan melakukan yang terbaik kepada orang di sekitarnya. Dia memang dingin tapi didalamnya sangat hangat,” jelas namja di samping Donghae. “Kau tahu semua tentangnya! Jangan-jangan kau yang menyukainya!” seru Donghae. “Dia kembaranku!”ucap temannya lalu meninggalkan Donghae di depan ruang kelas menari yeoja itu. Donghae pun tidak mengerti ucapan terakhir yang dilontarkan temannya itu. Ia pun kembali memandangi yeoja itu “Jessica you’re so pretty to me,” ucap Donghae lirih. Setelah alunan musik itu selesai, yeoja yang bernama Jessica itu pun membalikan badannya tepat ia memandang seorang namja di depan pintu kelasnya. Jessica pun menghampiri yeoja itu dengan wajah datarnya. Donghae pun memperlebar senyumannya. Saat mereka saling berhadapan dengan jarak yang cukup dekat, Donghae langsung mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Jessica. “Donghae imnida!” seru Donghae memperkenalkan dirinya di hadapan Jessica namun tak ada respon dari Jessica. “Kau sudah puas melihatku menari?” tanya Jessica dingin. Lalu Jessica pun pergi meninggalkan Donghae. “My pretty Sica! Tunggu aku!” teriak Donghae yang menyadari Jessica sudah pergi meninggalkannya. __flashback off__   Setalah lagu complete telah dinyanyikan oleh Donghae dan Jessica. Mereka pun tertawa riang untuk menghilangkan penat mereka.  “Oppa! Saat itulah kau pertama kali memanggilku dengan sebutan my pretty Sica,” ucap Jessica.  “Ne, itu pertama kalinya. Saat itu juga kau tidak suka dipanggil dengan sebutan itu sama seperti sekarang. Dan karena Heechul Hyung, kau akhirnya menerimaku untuk memanggilku dengan sebutan my pretty Sica,” lanjut Donghae.  “Tapi, saat ini aku juga tidak ingin dipanggil olehmu dengan sebutan itu! Jika fansmu tahu, mereka pasti mengolokku lagi.” “Jessica, kau ingin tahu tidak maksudku saat rapat kemarin aku ingin mengatakan hal penting padamu?” “Bukannya kau menyuruhku untuk melupakannya?” “Kau memang benar-benar yeoja yang dingin ya!” Donghae pun langsung pergi meninggalkan Jessica. “Oppa!” panggil Jessica dan Donghae pun berbalik. “Aku ingin tahu!” lanjutnya. Donghae pun tersenyum kecil dan kembali ke Jessica. “Jessica, sudah aku bilang ini adalah hal yang penting, aku hanya akan mengatakan sekali dan tidak akan ku ulangi. Jadi, kau dengarkan baik-baik!” titah Donghae. “Ne,” jawab Jessica mengangguk mengerti. “Jessica, jeongmal,” ucap Donghae terputus. “SA-RANG-HAE!” ucap Donghae pelan. Jessica tertegun mendengar kata-kata Donghae. Kata-katanya langsung menembus hatinya yang paling dalam. Kini Jessica hanya bisa berkata, “Nado Sarangahe oppa!”     cr. icefanfictionwordl.wordpress.com   -Aiden Jung-
Iwan Hadiprana


bangun+rumah 's link
Namaku Titin. Usiaku 19 tahun. Asal dusun Pancawarna, Kecamatan Alian, kabupaten Kebumen. Orang bilang wajahku manis. Perawakanku mungil. Tinggiku 148cm. Kulitku cerah sawo matang. Aku  diajari pak Iwan mengetik di komputer dan main internet. Ini cerita nyataku dengan pak Iwan. Aku cukup rajin menulis diary dari sejak pertama datang ke Jakarta. Waktu pak Iwan membaca-baca diaryku, beliau minta aku menulis cerita ini di bluefame sebagai kenang-kenangan. Selesai aku ketik pak Iwan mengeditnya supaya menjadi bagus. Supaya seperti cerita novel katanya.     Begini kisahku:   ”Tok tok” ketukan khas dua kali merupakan kode dari ”suamiku” pak Iwan. Ini jam 12 waktunya dia pulang ke apartemen untuk ”makan siang”. Dengan cepat aku buka pintu, dia langsung menyerbu masuk dan dengan penuh birahi langsung melumat bibirku. Aku hanya bisa menikmati rengkuhannya yang kuat membuat seluruh badanku menempel di badannya. Sambil menutup pintu dan menguncinya, pak Iwan terus melumat bibirku dan meremas-remas pantatku. Dua tangannya kemudian memegangi kedua pipiku, sambil lidahnya menjulur-julur mencari lidahku. Ooohh... aku sangat menikmati ciuman ini. Telapak tangannya semakin erat memegangi kepalaku di kiri dan kanan sambil menghisap-hisap dan menjilat-jilat lidah dan bibirku bergantian. Aku tak sadar berapa lama ciuman ini berlangsung, tapi sebuah isyarat yang jelas mengakhiri ciuman panas ini, saat pak Iwan menekan kepalaku ke bawah. Dengan isyarat itu, aku sangat hapal apa yang diinginkannya siang ini. Badanku menuruti dorongan tangannya yang menekan kepalaku ke bawah dan membuatku berlutut. Tanganku langsung membuka ikat pinggang dan kancing celananya, saat resletingnya kutarik ke bawah tercium aroma batang kejantanan pak Iwan yang khas. Aku kecup batang yang masih terbungkus celana dalam itu dengan lembut, ”Aaagghh...” pak Iwan menengadah masih memegangi kepalaku erat-erat sambil meremas-remas rambutku. Kutarik celana panjang dan celana dalamnya sebatas lutut. Kemaluan yang tegang itu langsung meloncat keluar mengenai hidungku. ”Agghhh sssh...” dia mendesis saat kujilat bagian di bawah kepala tongkolnya. Kulanjutkan dengan jilatan panjang dari pangkal ke atas. Kecupan-kecupan lembut disepanjang batangnya membuatnya mengeluarkan kata-kata yang semakin membuatku bersemangat ”Arggh Tiiin, enak banget sayaaannghhh.. Kamu pinter banget...” Matanya melihat ke arahku, kubalas dengan tatapan sayang sambil menjilati kedua bolanya. Lalu bagian yang paling ia sukai adalah saat aku tak melepaskan pandangan ke arahnya sambil memasukkan batang nikmat itu ke mulut mungilku perlahan-lahan. Kubiarkan sejenak saat hampir seluruh batangnya mendarat di lidahku. Tongkolnya berdenyut-denyut di dalam mulutku. Kugoyang-goyangkan lidahku di bawah batangnya, tatapan matanya makin sayang padaku. Aku mulai menggoyang-goyangkan kepalaku, maju mundur, memberikan pelayanan oral pada majikanku. Tangan kiriku meraba-raba bola dan lubang anusnya, dia yang mengajariku. Tangan kananku mengocok batangnya sambil kugoyang-goyangkan kepalaku maju mundur. Makin lama aku makin mempercepat kocokan tangan dan mulutku di tongkolnya. Beberapa menit kemudian dia tak tahan lagi, kepalaku dipegangnya erat-erat, sedikit menjambak rambutku. Lalu batang tongkolnya yang bergerak-gerak maju mundur sambil menahan kepalaku tetap diam. Aku pasrah, senang bisa membuat pak Iwan senang. Dia sedang menyetubuhi mulut mungilku, kuimbangi dengan goyangan lidah di batangnya. Kedua tanganku memberi rabaan halus pada bolanya. Dua kali dia berhenti dan melesakkan tongkolnya dalam-dalam, deep throat katanya sewaktu mengajariku mengenai teknik ini lewat video di laptopnya. Yg kuperlukan adalah menahan napas dan membuka kerongkongan selebar mungkin. Deepthroat yang kedua ditahannya cukup lama sehingga membuatku tersedak saat berusaha mengambil napas. Dilepasnya kepalaku dan kulanjutkan dengan kecupan dan jilatan. Tampaknya dia sudah mau mengakhiri adegan ini. Direnggutnya lagi rambutku, menahan kepalaku dan menyetubuhi lagi mulut mungilku. Makin lama makin cepat dan makin kasar, bibir dan lidahku mulai pegal dan sedikit baal. Dia mengerang dan mendesah, aku mengimbangi dengan lenguhan. Gerakannya makin cepat, batang tongkolnya mulai membengkak dan akhirnya..... ”Cruut crutt croooooot...” spermanya muncrat diiringi kedutan-kedutan kuat disepanjang tongkolnya. Tangannya masih menahan kepalaku seolah memastikan aku untuk menghisap dan menelan semuanya. Saat kedutan-kedutannya mulai melemah aku lakukan seperti yang di video itu, membersihkan tongkolnya dengan kuluman dan hisapan. ”Hhhhh..hhh...” diapun menghela napas penuh kepuasan. Aku bahagia saat dia tersenyum menatapku, mengusap-usap rambutku lalu membungkuk, memberiku ciuman lembut yang panjang. Aku terpejam saat dia mengecup keningku sambil berbisik ”I love you.” ”Aku jga mencintaimu pak” bisikku dalam hati.   ****************** Meskipun aku berasal dari dusun di Kebumen, tapi parasku manis. Ini bukan narcis, tapi dulu aku memang kembang SMPku, dan setelah aku kerja di Jakarta, banyak cowok yang ingin mengenalku karena aku cukup menarik. Aku belajar menyalakan komputer dan membuka internet dari pak Iwan yang sekarang ini menjadi... ah bingung aku menyebutnya, dia bukan kekasihku mesikpun aku akan sangat bangga jika dapat mengakuinya sebagai suamiku. Meski aku dinikahi sebagai istri keduapun aku tetap akan bangga. Tapi aku tidak berani membayangkannya... karena itu tidak mungkin. Paling tidak saat ini aku menikmati keadaanku ini... Entah apa yang nanti aku hadapi, biarlah nanti.   Tadinya aku tidak menyangka bahwa pak Iwan memendam ketertarikan padaku. Aku pikir tidak mungkin beliau naksir aku yg masih berperawakan kecil. Meski usiaku 19 tahun, tapi tubuhku boleh dibilang tidak jauh berbeda dengan saat aku kelas 3 SMP. Tinggiku 148 dan dadaku boleh dibilang rata, hanya menguncup sedikit. Kelebihanku adalah wajahku yang manis dan kulitku yang cerah, sama dengan kulit keluarga pak Iwan yang ningrat dan terawat layaknya orang kota. Salah satu kebanggaanku adalah aku kerap diperlakukan layaknya keluarga oleh keluarga besar pak Iwan. Mereka memuji pak Iwan karena bisa mendapatkan pembantu yang cakep dan bersih. Ibu mertua pak Iwan bahkan selalu mencium pipi kiri-kananku bila kami berkunjung ke rumah beliau. Beliau tidak pernah bersikap seperti itu dengan pembantu-pembantu di rumah beliau.   Pak Iwan berperawakan sedang dan berwajah ganteng. Itu yang membuat aku bangga bila diajak beliau pergi ke mana-mana. Sebetulnya akulah yang memendam ketertarikan pada beliau saat pertama kali bersalaman dengannya. ”Wah,majikanku ganteng” ujarku dalam hati. Saat itu aku menggantikan kakak iparku yang telah bekerja menjadi baby sitter putrinya sejak berusia 6 bulan hingga 3 tahun. Kakak iparku hamil dan sudah mendekati saatnya melahirkan, pak Iwan menerimaku sebagi gantinya dengan tugas utama mengasuh anaknya dan membersihkan rumah. Saat pertama aku bekerja di rumah pak Iwan, status beliau adalah duda yang sedang berpacaran dengan seseorang yang sekarang menjadi istrinya. Terus terang aku tak pernah menduga akan seperti ini. Pak Iwan begitu baik, ramah dan menghormati pembantu. Tidak pernah bersikap merendahkan dan menganggap seperti keluarga. Kalau meminta selalu mengucapkan ’tolong’ dan ’terima kasih’. Begitu juga dengan ibu Nanda calon istrinya. Mereka berdua sangat baik. Sikap baik dan hormat mereka berdua membuatku menekan jauh-jauh perasaanku pada pak Iwan. ”Betul-betul tidak pantas” pikirku. Meskipun begitu,aku tetap merasa bangga bila ada kesempaan pergi bertiga saja dengan putrinya, dan orang menyangka aku adik pak Iwan atau bahkan kadang aku dikira istrinya. Yang membuatku bangga, Pak Iwan tak pernah terlihat malu jika orang salah sangka dan hanya tersenyum-senyum saja.   Setelah bertunangan mereka menikah. Aku bahkan mendapat seragam kebaya dan ikut dirias seperti keluarga mereka. Ada foto kami berempat di pelaminan, kedua pengantin, aku dan Tiara anaknya. Aku merasa benar-benar dianggap sebagai anggota keluarga. Namun aku tetap menjaga sikap hormat, tak pernah berpikir kurang ajar. Tetap menempatkan diri sebagai pelayan pada majikan.   Setelah menikah, Pak Iwan dan bu Nanda memilih tinggal di apartemen di Jakarta Utara. Alasannya karena dekat sekali dengan sekolah Tiara. Hanya 10 menit bila berjalan kaki. Kebetulan pak Iwan bekerja sebagai Manajer HRD di sekolah internasional tersebut. Sementara bu Nanda bekerja di perusahaan asing, yang meskipun kantornya jauh di Jakarta Selatan tapi selalu diantar dan dijemput oleh supir kantor.   Mereka juga memiliki bisnis di luar kantor yang kerap membuat mereka harus keluar rumah di malam hari. Tapi mereka adalah orang tua yang perhatian dengan anak. Selalu menyempatkan diri untuk pulang ke rumah dahulu setelah bekerja, bercanda dan bercerita dengan anak mereka. Baru kemudian pergi untuk berbisnis setelah maghrib. Tiara memiliki kebiasaan tidur yang disiplin, jam 8 selalu sudah masuk ke kamar untuk membaca cerita dan bobo. Oh ya, apartemen mereka hanya memiliki 2 kamar. Jadi Tiara masih tidur sekamar dengan mereka, meski dengan bed terpisah. Sudah menjadi kebiasaanku menemaninya tidur di kamar mereka, sampai bu Nanda membangunkan aku untuk pindah kekamarku sendiri. ”Terima kasih ya Mbak,” bu Nanda dan pak Iwan selalu tak pernah lupa mengucapkan kata itu. Aku sungguh menghormati mereka berdua yang sopan. Tak pernah menyangka kelanjutan kisahku akan seperti ini di keluarga ini. Saat ini statusku boleh dibilang adalah ”istri di siang hari”. Aku tetap bersikap biasa di sore dan malam hari saat bu Nanda di rumah, namun aku menikmati hubungan ”suami istri”ku dengan pak Iwan di siang hari. Atau bila beruntung juga di malam hari, saat bu Nanda ada tugas kantor keluar kota. Dari situlah kisah ini berawal, saat bu Nanda tugas keluar kota.   ****************************** Suatu hari bu Nanda harus keluar kota cukup lama, 5 hari. Ini bukan pertama kalinya beliau keluar kota. Jadi, aku tak pernah menyangka akan terjadi sesuatu. Seperti biasa aku menemani Tiara bobo, sampai pak Iwan dengan tepukan halus di kaki membangunkan aku untuk pindah. Ia selalu sopan saat membangunkan aku, dan selalu mengucapkan ’terima kasih’. Rasa hormatku pada beliau benar-benar sudah membuat aku melupakan bahwa aku pernah memendam ketertarikanku pada pak Iwan.   Di hari ketiga, pak Iwan kembali harus keluar rumah untuk berbisnis. Aku menemani Tiara bobo seperti biasa. Saat pak Iwan pulang, aku sudah terlelap. Tapi beda dengan biasanya, dia tidak menepuk kaki untuk membangunkanku, tapi hanya mengelus kakiku dengan halus sambil menyalakan lampu tidur memberi sedikit penerangan di kamar yang biasanya gelap. Karena caranya yang halus, aku tidak langsung terbangun, tapi mengeriap-ngeriapkan mataku. Saat itu aku melihat pak Iwan di dekat gantungan baju, membelakangiku sambil membuka pakaiannya. Aku terkaget, mau bangun merasa tidak enak karena dia sudah separuh telanjang. Alhasil,aku cuma bisa pura-pura masih tertidur sambil membuka mata sedikit ingin melihat tubuh pria yang telanjang. Seumur hidup belum pernah aku melihat pria telanjang, apalagi dari dekat seperti ini. Dia masih membelakangiku, menyisakan celana dalam hitam yang dipakainya. Aku mengagumi tubuh pak Iwan yang putih bersih. Lalu tercekat dan jantungku berdegup kencang saat pak Iwan kemudian melepas celana dalamnya, menunjukkan pantatnya yang putih. Dan semakin kaget saat dia memutar badan berbalik ke arahku. Aku langsung menutup mata rapat-rapat dan mengatur napas. Tiara masih mendengkur pulas di sebelahku.   Aku hanya bisa mendengar suara langkahnya mendekat, hingga tiba kurasakan sentuhan jarinya di rambutku. Dia mengusap dan membelai-belai rambutku. Aku tetap memejamkan mata berusaha terlihat sewajar mungkin. Dia menyentuh pipiku dan aku mulai merasa aneh karena sentuhannya terasa seperti sentuhan sayang. Jantungku berdegup keras menyadari pak Iwan dengan tubuh putihnya sedang telanjang bulat, mengusap-usap pipiku dengan sentuhan sayang. Sentuhannya kemudian beralih ke telingaku, kini aku merasa geli tapi juga sedikit terangsang. Kurasakan puting dadaku yang menguncup mengencang dan aku tak tahan merasakan kedutan aneh di pangkal pahaku. Lalu dia berhenti. Aku berusaha menduga-duga apa yang akan dilakukannya. Aku merasakan tubuh mungil di sampingku terangkat. Kulirik sedikit, rupanya pak Iwan menggendong Tiara dan memindahkannya ke tempat tidur pak Iwan. Aku menelan ludah saat sempat melihat batang kemaluan pak Iwan. Pak Iwan menumpuk bantal dan guling tinggi-tinggi seperti membangun tembok di samping Tiara, ”Oh, apa yang direncanakannya?” pikirku.   Dia lalu memadamkan lampu, dan kembali bergerak ke arahku. Kembali membelai rambutku, mengusap pipi dan telingaku. Lalu kurasakan hembusan napas hangat, di belakang telingaku. Jarinya mengusap pipi dan bergerak menyusuri bibirku, sambil mengecup dan menghembusi daun telingaku. Membuatku teramat geli dan terangsang. Belum pernah aku merasakan sensasi rasa seperti ini. Aku hanya bisa diam, tidak tahu harus berbuat apa. Sentuhannya merambat turun ke leherku, bibirnya masih digesek-gesekkan ke telingaku. Kemudian aku merasakan berat tubuh berbaring di belakangku yang sedang menyamping. Badannya menempel sambil memeluk aku dari belakang. ”Ohh, rasanya sungguh nyaman, bercampur geli, dan terangsang.... tak bisa diucapkan.” Aku dapat merasakan batang kemaluannya yang hangat menempel di pantatku. Aku rasa pak Iwan tahu bahwa aku sudah bangun karena dadaku berdegup sangat kencang. Tangannya mulai meraba perutku, mengusap-usap lembut sambil bibirnya mengecupi belakang telinga dan leherku. ”Ooooh, rasanya tulang-tulangku lemas, tak sanggup menerima rangsangan ini.” Bibirnya pindah ke pipiku, dan mulai mengecup-ngecup sudut bibirku. Tangannya mulai merayap ke atas, hingga aku tak kuasa untuk menahan lenguhan, ”Aahhh” saat jarinya mengusap-usap buah dadaku yang kecil yang masih tertutup BH. Lalu kurasakan kait BHku dilepas dari belakang, dengan pelan ia menekan badanku hingga berbaring menghadap ke atas. Bibirnya bertemu lembut dengan bibirku, menghisapnya pelan, menjilatkan lidahnya, lalu menelusupkan lidahnya bertemu dengan lidahku. Rasanya nikmat sekali saat dia mengulum bibir dan lidahku sambil memasukkan jarinya ke BHku, mengusap-usap putingku bergantian. Kakiku merapat, menjepit vaginaku yang mulai basah dan berkedut-kedut. Ciumannya berpindah ke leher, saat kedua tangannya mengangkat kaosku ke atas dan menyibakkan BHku.   Aku melenguh lagi saat bibirnya mengecup putingku dan lidahnya menari-nari di dadaku. ”Ooohhhhh,” benar-benar kenikmatan yang tidak pernah aku rasakan sebelumnya. Tanpa terasa tanganku memegang kepala pak Iwan dan mengusap-usap rambutnya. Lidahnya masih menjilati putingku, waktu tangan kanannya menempel di pangkal pahaku. Rasanya sangat menegangkan. Aku berkeringat. Pelan dia mengusap-usap vaginaku dari luar celana, kemudian kepalanya bergerak menyusuri perutku ke bawah. Menciumi pusarku teramat geli, sambil memelorotkan celanaku ke bawah hingga lepas. Aku jadi cemas, ”Aku masih perawan” begitu pikirku, tapi juga tidak kuasa menolak perbuatan pak Iwan. Saat aku berusaha berpikir apa yg harus dilakukan, lidahnya menyapu selangkanganku, ”Oohhhhh....pak Iwan.” aku hanya bisa mengucap namanya pelan. Berharap dia berhenti karena takut diperawani, tapi juga ingin merasakan kenikmatan yang luar biasa ini. ”Aaahhhhgghhhrrh... ” lenguhanku keras saat pak Iwan ternyata melumat kemaluanku, dan menjilati kelentitku. ”Paaaakk....paaaakkk,” cuma itu yg bisa aku katakan. Sementara lidahnya terus menjilat-jilat kelentitku sambil jarinya memilin lembut puting dadaku. Tidak berapa lama aku terguncang hebat, ”Pak Iwaaaaaannnn,” sambil menggigit bibir bawahku. Vaginaku berdenyut-denyut, nikmat yang tak bisa kulukiskan. Napasku tersengal-sengal. Tak terasa air mata menetes, entah karena apa.   Belakangan aku tahu itu yang dinamakan orgasme. Aku sedang meresapi orgasme pertamaku, dan pak Iwan berbisik, ”Buka matamu.” Mata kami bertatapan, dia berkata lagi, ”Mau tau rasanya anumu?” aku tidak menjawab, lalu dia melumat bibirku dan menjilat-jilat lidahku. Aku merasakan rasa yang aneh, asam sedikit asin, berbeda dengan ciuman dia yang tadi. Setelah berciuman lama, dia membelai rambutku sambil mengecup kening. ”Sekarang kamu bisa bantu aku ga sayang?” katanya. Aku bingung. ”Cium putingku,” lanjutnya, ”Aaahhh” dia mendesah saat aku menuruti permintaannya. Baru aku tahu saat itu, bahwa puting laki-laki juga bisa terangsang seperti perempuan.   (bersambung)
Sumber Baru
Sumber Baru shared a photo.

bangun+rumah 's image link
Levianni Fatrine


bangun+rumah 's link
Wanita memegang peranan penting di dalam rumah tangga. Anda bangun pagi untuk menyiapkan sarapan, menyambut keluarga dengan senyuman dan memberikan warna serta semangat di awal hari anggota keluarga Anda. Banyak yang harus Anda lakukan. Menjadi istri, menjadi ibu, mengurus rumah, apalagi bila Anda juga mengemban karir di luar rumah. Wanita memiliki peran penting meski ia tidak sedang berada pada jabatan-jabatan yang tampak tak penting. Anda adalah titik awal lahirnya pemimpin-pemimpin dunia dan Anda adalah sosok yang berarti di balik kesuksesan suami Anda. Mengapa demikian? Anda mungkin tidak menyadari, ketika pria sering termakan ambisi dan cenderung melakukan langkah yang terburu-buru, wanita yang mendampinginya yang mampu membantu mengontrol dorongan-dorongan tersebut. Vemale akan memaparkan bagaimana Anda bisa menjadi sosok yang berpengaruh pada kehidupan suami Anda. Memberikan Rasa Percaya Diri Anda memberikan rasa percaya diri pada suami Anda karena dia merasa dipercaya, disayangi dan diandalkan. Anda sendiri menjadi kebanggaan mereka karena bisa memiliki Anda dan membuat hidupnya lebih bermakna. Menjadi Pengendali Wanita senang saat pasangannya memiliki ambisi, motivasi dan dedikasi. Dan saat semua itu mulai tidak pada kadar yang semestinya, Anda lah yang mampu melindungi mereka dari ambisius berlebihan dengan pemikiran Anda. Menawarkan Support Anda adalah orang terdekat yang mampu memberikan semangat. Ya, pria-pria memang penuh dengan ambisi, namun ada saat di mana mereka hampa dan saat itulah bahkan hanya sentuhan tangan Anda di punggung mereka sudah mampu membantu mereka merasa kuat kembali. Mengijinkan Suami Mengambil Resiko Orang hebat itu berani mengambil resiko. Anda tahu benar suami Anda sehingga Anda percaya suami Anda mampu melewatinya. Anda memberikan rasa optimis, dukungan dan kepercayaan pada suami Anda. Tidak takut bila suami Anda gagal, karena sekalipun gagal, Anda sudah siap menyelamatkan batin dan pikirannya agar ia mampu melangkah kembali. Memberikan Pandangan Anda bukan hanya buntut suami Anda. Namun juga menjadi inspirasi atas pemikiran-pemikiran Anda. Suami akan membutuhkan pandangan Anda untuk menyeimbangkan ketimpangan dalam pikiran dan hatinya. Suami Anda juga bisa terkesan dengan perbuatan Anda dan itu sangat memengaruhi pandangannya juga. Menangani Rumah Tangga Kembali pada apa yang menjadi kodrat. Anda mengurus rumah, suami dan anak. Anda adalah rumah itu sendiri, tempat mereka akan pulang. Anda tahu istri para orang besar seperti Obama dan Kennedy? Mereka tidak meninggalkan apa yang harus mereka kerjakan sebagai istri dan ibu dari anak-anak mereka. Selalu di Sisi Suami Dalam suka maupun duka. Dalam semangat yang berkobar maupun ketika redup, Andalah yang akan berada di sisi suami. Anda memberikan 6 hal di atas dengan selalu berada di sisinya. Inilah yang suami butuhkan, kehadiran Anda sebagai separuh jiwa mereka. See? Tidak ada yang menyangkut karir Anda sama sekali. Ini berarti sebagai ibu rumah tangga pun Anda begitu berarti. Mengutip perkataan ibu Ainun Habibie: “Mengapa saya tidak bekerja? Bukankah saya dokter? Memang. Dan sangat mungkin saya bekerja waktu itu. Namun saya pikir, buat apa uang tambahan dan kepuasan batin yang barangkali cukup banyak itu jika akhirnya diberikan pada seorang perawat pengasuh anak bergaji tinggi dengan risiko kami sendiri kehilangan kedekatan pada anak sendiri? Apa artinya ketambahan uang dan kepuasan profesional jika akhirnya anak saya tidak dapat saya timang sendiri, saya bentuk sendiri pribadinya? Anak saya akan tidak mempunyai ibu. Seimbangkah anak kehilangan ibu bapak, seimbangkah orangtua kehilangan anak, dengan uang dan kepuasan pribadi tambahan karena bekerja? Itulah sebabnya saya memutuskan menerima hidup pas-pasan. Tiga setengah tahun kami bertiga hidup begitu.” Almarhum Ainun Habibie adalah sosok wanita yang hebat di balik Pak Habibie yang luar biasa. Beliau juga sudah menjadi panutan bagi anak-anaknya, bahkan menjadi inspirasi banyak wanita di Indonesia. Namun Anda punya pilihan bila suami mengijinkan Anda mencapai kesuksesan yang Anda dambakan. Yang paling penting adalah menjadi wanita seutuhnya bagi diri Anda, suami dan anak-anak Anda.  Jadilah rumah bagi mereka kembali pada Anda. Semoga keluarga Anda selalu bahagia, Ladies.
Cerita Rafael Bisma Dicky


bangun+rumah 's link
Haloo.. Ma'af baru on, baru bisa hari ini masalahnya.. ;) Langsung aja yah kita lanjut DPK nya :D Ma'af banget yah kalo jelek atau gak nyambung :) Part 5 *** “CKLEEK” Rangga membuka pintu rumah Cindy, benar saja apa yang ia katakan, yang datang adalah Rafael.. “Rangga?!”Kaget Rafael “Ma'af, Raf.. Gue mampir kerumah loe gak bilang-bilang, niatnya sih tadi gue mau numpang berteduh dirumah loe.”Jelas Rangga tersenyum “Hemz.. Yaudah sih, gak papa kok, gue malah seneng kalo loe mampir kerumah gue.”Jawab Rafael yang ikut tersenyum “Oya.. Bi'Sumi mana? Kok elo yang bukain gue?”Sambung Rafael “Kata Cindy tadi sih, bi'Sumi nya udah tidur gara-gara kecapek'an.”jawab Rangga “Oohh.. Trus Cindy nya mana?”Tanya Rafael lagi “Di dapur, Raf.”Jawab Rangga seraya kembali duduk diruang tamu rumah Rafael “Cindy di dapur? Ngapain?”Batin Rafael dan menyusul Cindy Beberapa saat kemudian.. Rafael kembali mendatangi Rangga.. “Ga.. Kok Cindy gak ada didapur? Loe bilang tadi Cindy didapur.”Ucap Rafael yang ternyata tak menemukan Cindy didapur :/ “Loh? Tadi ada kok.”Jawab Rangga tak percaya “gue udah liat seisi dapur gak ada, Ga.. Apa mungkin udah tidur?”Rafael bingung “Kemana tuh anak? Apa dia gak suka masakan gue?”Batin Rangga “Hemz.. Yaudah lah.. Gue mau liat kekamar Cindy dulu.”Ucap Rafael lagi, seraya langsung menuju kamar Cindy, diikuti oleh Rangga yang entah kenapa tiba-tiba mengikuti Rafael *mungkinkhawatir :D *** “Kebiasaan nih anak, suka ngilang tiba-tiba, pas dicari malah tidur.”Gumam Rafael tersenyum, karena ternyata Cindy langsung tidur setelah memakan nasi goreng buatan Rangga (?) :/ “Udah gede masih aja kayak anak kecil.”Ucap Rafael seraya menyelimuti sebagian tubuh Cindy dengan selimut yang ada ditempat tidur Cindy *yaiyalah.. -_- “Kalo gitu mending kita keluar aja, Ga..”Ucap Rafael (lagi), dan berlalu keluar dari kamar Cindy. Sedangkan Rangga? Rangga tak menghiraukan Rafael, ia malah mendekati Cindy :O Entah apa yang dipikiran Rangga, ia terus mendekati Cindy, dan mengulurkan tangannya menjauhkan sedikit rambut yang menutupi sebagian wajah Cindy -,-" “Ternyata benar kata Rafael, loe itu kayak anak kecil, apa lagi kalo tidur, muka loe tambah kayak anak kecil.”Gumam Rangga memperhatikan wajah Cindy “Rangga.. Loe tuh ganteng banget sih?”Ucap Cindy tiba-tiba seraya memegang erat tangan Rangga yang berada didekatnya, hingga membuat mata Rangga membola “Emmhh.. Loe ganteng, Ga.. Kayak pangeran.. Huftt..”Sambung Cindy “Tappi eloooo...... Huufftt..”Cindy menggantungkan perkataannya dan melanjutkan tidurnya seraya melepaskan genggaman erat tangannya dengan tangan Rangga. Ya.. Cindy hanya mengigau -___-" “Cin? Tapi apa? Maksud loe apa sih Cin? Cin??”Tanya Rangga bingung, namun Cindy tidak menghiraukan, ia malah asyik dengan tidurnya “Apa Ga? Adik gue terpesona sama loe?”Tanya Rafael yang tiba-tiba sudah berada dibelakang Rangga :@ “El.. Elo Raf.. Gu.. Gue jugga bingung.”jawab Rangga sedikit gugup :/ “Jangan-jangan Cindy suka sama loe.”Tebak Rafael, Rangga hanya menatap Rafael. “Ah! Gak usah dipikirin deh, Cindy kadang emang suka ngaco orangnya kalo tidur”sambung Rafael *** Pagi kembali datang, dengan matahari cerah yang kembali siap untuk menyinari hari ini. Cindy yang masih saja tertidur mencoba membuka matanya. “Udah pagi?”Gumam Cindy seraya melihat jam yang ada dikamarnya.. Dan seketika.. Mata Cindy langsung membola! “Aaa..!! Gue kesiangan ke kampuss!! Adduhh.. Gimana nih? Kalo gue gak ngampus pasti diocehin sama ka'Rafael, dduhh..”Panik Cindy dan segera keluar kamarnya * “Bi!! Bi'Sumi!! Bibiii!!”Teriak Cindy seraya berjalan cepat menuruni anak tangga rumahnya “Ishh!! Bi Sumi mana sih! Kok gk ngejawab!”Kesal Cindy seraya tetap melangkahkan kakinya itu. Namun, langkah nya terhenti didepan sebuah pintu kamar.. “Kayak ada suara orang?”Gumam Cindy “Ya ampun!! Gue baru ingat! Tadi malem ka'Rafael dateng, gue malah tidur tiba-tiba.. Hufftt..”Cindy mencoba mengingat kejadiannya tadi malam “Kak? Ka'Rafa?! Mana sih loe?”Panggil Cindy seraya masuk kekamar yang menurutnya ada Rafael disana.. (y) :p “Mana sih! Loe lagi mandi ya!”Teriak Cindy seraya terus memandangi seisi kamar itu “AAAaaaaaaaa....!!!!”Teriak Cindy dan segera menutup matanya “AAAaaaaaaaa....!!!!”Teriak seseorang yang ternyata adalah Rangga keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk yang berbalut dipinggangnya :O “AAAaaaaaaaa....!!!!”Cindy malah tambah berteriak --" “Diaam!”Bentak Rangga yang membuat Cindy diam seribu bahasa “Udah, cepetan loe keluar, gue mau pake baju.”ucap Rangga “I.. Iya..”Jawab Cindy segera membalikan badannya dengan mata yang masih ia tutup dengan kedua tangannya “Tap..! Tap..! Tap..!” Beberapa langkah Cindy melangkah, dan.. “BRUKK!!” Cindy tertabrak tembok kamar itu, karna matanya masih ia tutup -_- “Cin? Cindy? Loe gk papa kan?”Tanya Rangga mendekati Cindy “Cindy?? Masa iya loe pingsan cuma gara-gara kejedot?”Ucap Rangga yang tetap tidak dihiraukan oleh Cindy “Cin! Cindy!! Bangun dong!”Teriak Rangga seraya menepuk pipi Cindy yang semakin lama semakin keras, tapi tetap saja tak bisa bangun -,- *** “Glek..! Glek..!” Terlihat Bisma yang sedang minum disebuah botol yang berisikan air putih :p “Hufftt.. Adem juga ya, gak ada si Rista, biasanya dia ngoceh ditelinga gue.”gumam Bisma. Kini Bisma sedang duduk disebuah taman kota, ia baru saja lari pagi, karna entah kenapa ia bisa bangun sangat pagi -,- * “Aduuhh.. Gue lupa bawa air, gue haus banget nih.”Gumam seorang gadis yang kini juga tengah berada di sekitar taman kota, siapa lagi kalo bukan Rista “Hemz.. Mana dompet juga ketinggalan lagi, apes banget sih!”Kesal Rista “Eh? Kayaknya gue kenal sama tuh cowok?”Ucap Rista seraya menyipitkan matanya “Hah?! Yess! Akhirnyaaa..”Teriak Rista gak jelas * “Gue jadi kangen Cindy, apa dia masih tidur ya?”Gumam Bisma “Bismaaaa!! Loe memang penyelamat, Bis.. Gue seneng banget ternyata loe juga ada disini!!”Teriak Rista seraya memeluk Bisma “Heh! Loe apaan sih! Datang teriak-teriak, mana main peluk aja lagi!”Kesal Bisma seraya melepaskan pelukan Rista “Ini nih! Yang gue cari, makasih, Bis!”Ucap Rista merebut botol minum Bisma dan segera meminum air yang ada didalam botol itu “Heh! Loe ngabisin air gue! Kenapa loe gak beli sendiri aja sih!”Bisma semakin kesal melihat Rista yang menghabiskan airnya itu “Uppss.. Gue haus banget, Bis.. Nanti gue ganti deh, gue lupa bawa uang, Bis.”Jawab Rista “Heuh! Tiap kali ada loe, gue apes mulu.”Ucap Bisma “Jadi menurut loe, gue itu pembawa sial buat loe?!”Tanya Rista “Bisa jadi sih gitu.”Jawab Bisma singkat “Apa?! Enak aja loe bilang! Gue gak terima!”Kesal Rista dan memukul-mukul Bisma :@ “Eh.. Eh.. Emang bener, Ris.. Apaan si loe, pake mukul-mukul gue.”Bisma menghindar dari Rista dan segera berlari “Bismaaaa!! Loe gak boleh lari!!” Dan akhirnyaa.. Rista dan Bisma kembali kejar-kejaran. :D *** “Hemz.. Cindy pasti suka sama bubur ayam yang gue beli, dia kan dari dulu emang suka banget sama bubur ayam yang ada didepan komplek.”Gumam seorang pemuda sipit ini seraya menyunggingkan senyumnya, ya.. Dia Rafael, ternyata Rafael yang sedari tadi dicari-cari Cindy lagi membelikan bubur ayam kesukaan Cindy. “Gue harus cepet pulang.”ucap Rafael dan segera melangkahkan kakinya. * “Haha.. Iya bener banget, kasian tuh cewek baru diambil buku diarynya aja langsung nangis, apalagi dia kita ceburin diselokan.”ucap seorang gadis yang sedang berjalan dengan kedua temannya. “Loe emang sahabat gue yang paling hebat! Loe gak pernah gagal buat ngerjain tuh cewek culun.”Ucap gadis yang berada bersama gadis yang berbicara tadi. “Iyalah.. Gue gak bakal pernah gagal buat ngerjain tuh cewek, lagian ngeselin banget tuh cewek, sok banget orangnya! Mana haru gini masih pakai diary lagi, aneh!”Jawab gadis yang juga bersama 2 gadis tadi, tepatnya ia berada ditengah, hemz.. Sepertinya pemimpinnya deh *wkwkwk :D =D “Hemz.. Nih diary jelek banget ya, gak penting buat gue, mending gue buang.”Ucap gadis itu lagi, yang di iyakan oleh dua sahabatnya itu. * “DUKK!!” Daaann.. “Aww! Apaan nih, siapa sih! Yang nimpuk gue!”Ucap Rafael memegangi kepalanya karna ada sesuatu menimpuk kepalanya, hingga bubur yang ia bawa di tangannya jatuh. “Diary? Punya siapa?”Tanya Rafael mengambil sesuatu yang sudah mengenai kepalanya itu * “Ya ampun! Diary nya kena kepala orang! Duhh.. Gimana nih!”Panik orang yang telah melempar diary tadi “Hah?! Ya ampun! Loe hati-hati dong lemparnya, kalo orang nya marah gimana!”Sahabat gadis tadi ikut panik “Hadduuhh.. Yaudah mending kita lari, gue takut!!” Bersambung.. Nah.. Siapa yah 3 gadis itu.. Ada yang mau jadi 3 gadis itu?? Sok atuh, di komen nama panggilan dan nama lengkapnya :D Yang beruntung admin pilih bakal jadu 3 gadis itu.. Adm gak pilih yang tercepat, tapi kalo adm suka, adm pilih :) Yukk.. Yukk.. Jangan lupa Like + Komennya.. Ma'af kalo jelek dan sampai sekarang masih gak bisa tag :( @Anis_aira
Andik Ardian Ardian
Andik Ardian Ardian added 3 new photos.

bangun+rumah 's image link
Fikri Mubarock Rockhim


bangun+rumah 's link
Kisah Telur dan Tempe Gosong. Suatu malam, ibu yg bangun sejak pagi, bekerja keras sepanjang hari, membereskan rumah tanpa pembantu, jam tujuh malam ibu selesai menghidangkan makan malam utk ayah, sangat sederhana, berupa telur mata sapi, tempe goreng, sambal teri dan nasi. Sayangnya krn mengurusi adik yg merengek, tempe dan telor gorengnya sedikit gosong! ... Saya melihat ibu sedikit panik, tapi tdk bisa berbuat banyak, minyak gorengnya sdh habis. Kami menunggu dgn tegang apa reaksi ayah yg pulang kerja pasti sdh capek, melihat makan malamnya hanya tempe dan telur gosong. Luar biasa! Ayah dgn tenang menikmati dan memakan semua yg disiapkan ibu dgn tersenyum, dan bahkan berkata, "Bu terima kasih ya!" Lalu ayah terus menanyakan kegiatan sy & adik di sekolah. Selesai makan, masih di meja makan, sy mendengar ibu meminta maaf krn telor & tempe yg gosong itu & satu hal yg tidak pernah sy lupakan adalah apa yg ayah katakan: "Sayang, aku suka telor & tempe yg gosong." Sebelum tidur, sy pergi utk memberikan ciuman selamat tidur kpd ayah, sy bertanya apakah ayah benar-benar menyukai telur & tempe gosong?" Ayah memeluk sy erat dg kedua lengannya & berkata, "Anakku, ibu sdh bekerja keras sepanjang hari & dia benar-benar sdh capek, Jadi sepotong telor & tempe yg gosong tdk akan menyakiti siapa pun kok!" Ini pelajaran yg saya praktekkan di tahun-tahun berikutnya; "Belajar menerima kesalahan orang lain, adalah satu kunci yg sangat penting utk menciptakan sebuah hubungan yg sehat, bertumbuh & abadi. Ingatlah emosi tdk akan pernah menyelesaikn masalah yg ada, jd selalulah berpikir dewasa. Mengapa sesuatu hal itu bisa terjadi pasti punya alasannya sendiri. Janganlah kita menjadi org yg egois hanya mau dimengerti, tapi tdk mau mengerti. Tua itu pasti, tapi Dewasa itu PILIHAN. "Like This ---> Kaligrafi" GABUNG YUK di FP “Jemput Aku Menjadi Bidadarimu“ ada banyak kata HIKMAH, RENUNGAN dan MOTIVASI
Fikri Mubarock Rockhim


bangun+rumah 's link
Kisah Telur dan Tempe Gosong. Suatu malam, ibu yg bangun sejak pagi, bekerja keras sepanjang hari, membereskan rumah tanpa pembantu, jam tujuh malam ibu selesai menghidangkan makan malam utk ayah, sangat sederhana, berupa telur mata sapi, tempe goreng, sambal teri dan nasi. Sayangnya krn mengurusi adik yg merengek, tempe dan telor gorengnya sedikit gosong! ... Saya melihat ibu sedikit panik, tapi tdk bisa berbuat banyak, minyak gorengnya sdh habis. Kami menunggu dgn tegang apa reaksi ayah yg pulang kerja pasti sdh capek, melihat makan malamnya hanya tempe dan telur gosong. Luar biasa! Ayah dgn tenang menikmati dan memakan semua yg disiapkan ibu dgn tersenyum, dan bahkan berkata, "Bu terima kasih ya!" Lalu ayah terus menanyakan kegiatan sy & adik di sekolah. Selesai makan, masih di meja makan, sy mendengar ibu meminta maaf krn telor & tempe yg gosong itu & satu hal yg tidak pernah sy lupakan adalah apa yg ayah katakan: "Sayang, aku suka telor & tempe yg gosong." Sebelum tidur, sy pergi utk memberikan ciuman selamat tidur kpd ayah, sy bertanya apakah ayah benar-benar menyukai telur & tempe gosong?" Ayah memeluk sy erat dg kedua lengannya & berkata, "Anakku, ibu sdh bekerja keras sepanjang hari & dia benar-benar sdh capek, Jadi sepotong telor & tempe yg gosong tdk akan menyakiti siapa pun kok!" Ini pelajaran yg saya praktekkan di tahun-tahun berikutnya; "Belajar menerima kesalahan orang lain, adalah satu kunci yg sangat penting utk menciptakan sebuah hubungan yg sehat, bertumbuh & abadi. Ingatlah emosi tdk akan pernah menyelesaikn masalah yg ada, jd selalulah berpikir dewasa. Mengapa sesuatu hal itu bisa terjadi pasti punya alasannya sendiri. Janganlah kita menjadi org yg egois hanya mau dimengerti, tapi tdk mau mengerti. Tua itu pasti, tapi Dewasa itu PILIHAN. "Like This ---> Kaligrafi" GABUNG YUK di FP “Jemput Aku Menjadi Bidadarimu“ ada banyak kata HIKMAH, RENUNGAN dan MOTIVASI
Fanfiction Myungsoo and Suzy


bangun+rumah 's link
Author: Admin Khunna/@Hannayunisty || Main Cast(s):  Bae Suzy, Kim Myungsoo || Length: Chapter || Genre: Comedy, Romance, Married life || Rating: PG-16   DISCLAIMER : fanfiction is made by me and this story is pure from my imagination. This fanfiction is 100 % mine. This story is only fiction, and there’s not fact in this fanfiction.     Dia tampan dan sangat mengagumkan, namun profesinya itu membuatku sulit untuk selalu berada disampingnya. -Bae Suzy-   Gadis cantik ini adalah milikku, namun aku merasakan kalau dia bukan milikku seutuhnya. -Kim Myungsoo-   Author's POV   Langit pada hari itu menunjukkan corak warna yang indah, lembayung merupakan warna yang ikut menghiasi keindahan langit pada sore itu. 2 insan ini terlihat berada di dalam mobil yang mereka tumpangi, sang yoeja terlihat begitu kelelahan dan namja dari gadis tersebut masih betah dengan keseriusannya dalam mengendarai mobilnya dan sesekali tersenyum melihat ke sebelah kanannya untuk memastikan bahwa gadis tersebut dalam keadaan baik.   "Neomu kyeopta! gomawo karena telah memberikanku kesempatan untuk selalu menjagamu" Gumam lelaki tampan tersebut   Di saat traffic light memberhentikan mobilnya, dia selalu saja memeriksa keadaan gadisnya tersebut.   "Oppa, apa masih lama?" Tiba-tiba gadis tersebut menanyakan sesuatu kepada lelaki tampan tersebut   "Kau lebih baik tidur saja, nanti jika sudah sampai aku akan membangunkanmu" Jawab lelaki tersebut sambil menyentuh hidung mancung gadis cantik yang ada di sebelahnya   "Oppa, apa semua ini adalah mimpi?"   "Maksudmu?"   "Kim Myungsoo dan Bae Suzy akan menikah" Ujar Suzy sambil menoleh kearah Myungsoo dan memamerkan senyumannya yang hangat   "Ne, keinginan Myungzy Shipper akan terkabul hahaha"   "Dan kau pasti seperti mendapatkan bidadari dari surga"   "Jinjja? Sepertinya dirimu yang paling bahagia karena mendapatkan pangeran tampan sepertiku hihi"   "Arraseo." Dengus Suzy pasrah dengan pernyataan Myungsoo   Keduanya berniat untuk mengunjungi rumah orang tua Myungsoo yang masih berada di kawasan Seoul namun cukup jauh dari butik yang menangani pakaian pernikahan mereka   15 menit berlalu kedua manusia tersebut turun dari mobil mewah lelaki tampan itu.   Ting Tong ...   "Wah putriku yang cantik kkk~ semakin hari dirimu semakin cantik saja, Eomma bangga terhadapmu, Suzy!" Ujar wanita paruh baya setelah membuka pintu rumahnya   "Emm.. Kamsahamnida, Eomma juga semakin cantik" Suzy pun ikut memuji calon mertuanya tersebut   "Ish, Eomma kenapa kau malah tak menyambut anakmu yang tampan ini eoh?"   Pletak   "Huh appo" Rintih Myungsoo karena mendapatkan jitakan dari Ibunya   "Kau itu benar-benar masih cildish, kalau sifatmu begitu terus aku jadi tak yakin kau bisa menjaga Suzy dengan baik"   "Ish, terserah Eomma saja. Aku lapar. Suzy, kajja" Myungsoo langsung masuk ke dalam rumah sambil menarik lengan Suzy   "Eomma, jangan dengarkan Myungsoo. Dia memang masih labil hahaha" Canda Suzy   "Ne, aku jadi heran kenapa dirimu bisa menerima Myungsoo hahaha"   "YAK! Kalian berdua dasar biang gosip! Ah kalau sudah begini aku jadi tersingkirkan huh!" Omel Myungsoo dan langsung ditertawai oleh 2 wanita yang sangat  dicintai lelaki tampan tersebut   Ketiganya langsung larut dalam sebuah pembicaraan yang serius sesekali Myungsoo mendengus kesal karena candaan Ibu dan calon istrinya itu. Mereka sedang membicarakan tentang segala hal yang menjadi persiapan pernikahan mereka yang akan dilaksanakan 5hari lagi.   "Eomma, Appa eoddi?" Tanya Myungsoo   "Biasa, sedang mengurusi usahanya di Busan"   "Tsk, sebentar lagi anaknya akan menikah dia masih sempat-sempatnya mengurusi usahanya!"   "Kau jangan berpikiran buruk dulu, Appa-mu berniat untuk mengundang colleganya juga untuk datang ke pesta pernikahanmu" Jelas Ibu Myungsoo   "Oppa, kenapa dirimu selalu saja berpikiran negatif eoh? Cobalah berpikir lebih positif!" Suzy menasihati Myungsoo dan respon Myungsoo hanya menganggukan kepalanya saja   "Aigoo! Uri Suzy, kau memang gadis yang sangat baik. Beruntung sekali Myungsoo dapat menikahimu!"   “Tsk, terus saja memuji Suzy! lama-lama aku seperti tak dianggap oleh Eomma” Ujar Myungsoo terlihat jelas kalau ia sangat cemburu dengan perhatian ibunya terhadap Suzy.   “Myungsoo-ah, Eomma bahkan sangat bangga kepadamu.”   “Mwo? Eomma mencoba untuk menghiburku hem?”   “Eomma bangga, karena kau bisa menaklukan hati Suzy dan bisa menikahinya bahkan nanti Eomma akan lebih bangga lagi kalau kalian cepat-cepat memberikan Eomma cucu yang tampan dan cantik seperti kalian”   “Ah itu, kalau itu pasti aku akan mengusahakan dengan giat jika Eomma menginginkan cucu dari kami. Iya kan chagi?” Ucap Myungsoo sambil memamerkan barisan giginya dan mencoba untuk menarik perhatian Suzy.   “Tsk, aku tidak janji.” Jawab Suzy singkat   “YAK! Eomma lihatlah Suzy tidak mau menuruti keinginanmu huh!” Rengek Myungsoo pada ibunya   “Cish, dasar lelaki dimanapun sama saja hahahaha” Jawab wanita paruh baya tersebut. “Oh iya semua persiapan sepertinya hampir sempurna sekitar 90%. Dan bagaimana dengan gaunmu Suzy? apa sudah pas?” Tanyanya kepada calon menantunya   “Ne, keundae sepertinya Oppa masih belum puas” Jawab Suzy dengan nada kecewa   “Jinjja?” Tanya ibu Myungsoo memastikan hal tersebut kepada putranya   “Ani, Eomma. Aku sudah puas”   “Oppa tak usah berbohong, komentarmu tadi disaat aku fitting baju tidak menunjukan bahwa kau suka. Kau hanya diam dan komentarmu sangat datar.”   “Ah sudahlah Myungsoo, kau tak usah complain dengan gaun Suzy yang terpenting semuanya hamper selesai dan kalian em… Eomma akan pisahkan kalian terlebih dahulu ne?”   Kim Myungsoo’s POV   “Mwo? Maksud Eomma?” aku terkejut dengan perkataan Eommaku tadi. Apa maksudnya? Eomma menyuruhku untuk pisah dengan Suzy.   “Ne, mulai besok Eomma larang dirimu untuk bertemu dengan Suzy. arra?”   “ANDWAEEE!”   “Yak! Anak nakal, ini demi kebaikanmu. Saat hari pernikahan kalian kan akan dipertemukan, bukankah itu sangat romantis eoh? Setelah menahan rindu selama berhari-hari dan itu akan membuat kalian lebih mesra disaat malam pertama hihi” Jelas Eommaku. Alasan apa itu? Mana ada yang begitu? Aku pernah dengar adat seperti itu keundae tapi ini jaman modern. Dan haruskah aku juga ikut melestarikan adat itu yang entah berantah dari mana asalnya?   “Suzy, jika Myungsoo datang ke apartemenmu atau menghubungimu dengan cara apapun jangan dibalas ya. Dan kalian tidak boleh keluar sendirian, setidaknya ada yang menjagamu. Tapi Eomma sarankan kepada Myungsoo untuk tinggal dengan Eomma dan Suzy tinggal dengan orang tuamu di Gwangju” Jelas Eomma. “Oh ya, Eomma sudah menghubungi Eomma-mu, Suzy dan besok dia akan datang menjemputmu.” Lanjutnya   “Apa harus begitu?” Tanya Suzy   “Ne, Suzy-ah.” Jawab Eomma dengan pasti   “Hhhh baiklah, berarti 5 hari kedepan benar-benar hari yang amat sangat indah di dalam hidupku” Ucapku pasrah dengan peraturan konyol eommaku.   Nampaknya Suzy tidak keberatan dengan peraturan Eomma-ku ini yah walaupun tadi dia sedikit menanyakan. Jelas saja gadis itu menerima hal tersebut pasti jika tidak ada aku dia akan puas menelpon atau berkirim pesan dengan Soo Hyun atau siapapun. Ish, menyebalkan   Hari ini aku harus mengobrol banyak dengan Suzy dan aku akan memata-matainya walau dia berada jauh. Ah iya, aku suruh adiknya saja untuk mengawasi Suzy, dengan begitu aku tahu dia berhubungan dengan siapa saja selama aku tak ada disampinya selama 4 hari kedepan.   “Eomma, kami pergi dulu ne?” Pamitku pada Eomma   “Kalian akan berkencan eoh? Baiklah, hati-hati di jalan ya. Suzy, jika Myungsoo macam-macam kepadamu, laporkan saja pada Eomma ne?”   “Ish, aku ini calon suaminya jadi dia sudah menjadi tanggung jawabku dan aku tak mungkin menyakitinya. Yasudah, Eomma kami pamit. Besok aku akan kemari.. bye ..”   Dalam perjalanan aku masih memikirkan tentang kekhwatiranku terhadap Suzy. apa dia baik-baik saja jika tidak ada aku? Atau dia malah senang?   “Oppa …” sapanya   “Hemm..”   “Kita memangnya mau kemana? Bukankah setelah dari rumahmu kau akan langsung mengantarkanku pulang?”   “Ani, kita harus membicarakan hal yang serius terlebih dahulu. Kita pergi ke resto dulu. Aku yakin kau juga lapar kan?”   Sesampainya kami di resto langganan kami, kami langsung memesan menu makanan yang menjadi makanan favorit kami. Sepertinya Suzy begitu kelelahan. Mianhae, Suzy… aku malah mengajakmu kemari. Aku hanya ingin mengutarakan semua unek-unek yang ada di pikiranku jika 4hari kedepan aku tidak bisa bertemu denganmu.   “Oppa, aku ngantuk. Kalau makanannya sudah jadi. Bangunkan aku ya!” Ujarnya dan langsung menyenderkan kepalanya ke meja makan resto tersebut.   “Lebih baik kita duduk di ujung sana saja. Kajja, Suzy!” aku mengajaknya untuk pindah tempat duduk di ujung sana. Tempat duduk disini tidak begitu nyaman. Kalau Suzy tidur pasti dia akan sakit leher. Lebih baik aku memilih tempat duduk sofa panjang agar kepalanya bisa bersender di pundakku.   “Cha, kau senderkan kepalamu saja di pundakku” Ujarku dan langsung menarik pinggang rampingnya   “Nyaman bukan?”   “Emm..” Jawabnya dengan mata yang sudah terlelap. “Mianhae, kau pasti sangat lelah” Gumamku   Makanan pun sudah datang tapi Suzy masih terlelap di pundakku. Aku jadi tak enak jika harus membangunkannya. Wajah damainya membuatku tak bosan-bosannya untuk menatapnya selalu.   “I love you” Ujarku dan langsung mengecup bibir mungilnya.   “Oppa, apa yang kau lakukan?” Ujarnya yang tiba-tiba bangun sambil memanyunkan bibirnya   Cup   “Ish! Nappeun!” Ucapnya sambil memukul pelan lenganku setelah aku mengecup sekilar bibirnya. Aigoo! Aku jadi tak yakin kalau aku bisa berpisah dengannya untuk 4 hari kedepan   “Wae? Kini aku bebas menciummu dimana saja karena public sudah mengetahui kalau kita akan menikah hehehe”   “Ish, tetap saja itu memalukkan!”   “Jinjja? Tapi sepertinya kau menikmatinya eoh? Lihatlah wajahmu sudah berubah warna menjadi merah padam hahahaha”   “Oppa, jangan mengajakku bercanda! Aku sedang tidak mood!”   “Tsk, arraseo. Mari kita makan makanan lezat ini!! Ujarku dengan mencubit hidung mancungnya   “YAK! NAPPEUN!”   Bae Suzy’s POV   Namja ini benar-benar membuatku naik darah. Sudah tau aku sedang mengantuk tapi tetap saja menggangguku. Aku pastikan jika kita sudah menikah pasti setiap detik dia selalu menjahiliku. Image ‘L’ yang dulu ada pada dirinya seakan hilang, aku bahkan tak pernah ingat kalau ia memiliki image ice prince. Dulu mungkin masih, tapi kini sifatnya benar-benar berubaha malah terkesan over-protective kepadaku. Apa dia benar-benar meragukanku? Jadi sebaiknya aku harus bagaimana untuk membuatnya percaya seutuhnya terhadapku?   Dia terlihat begitu serius menyantap makanan yang ada di hadapannya. Apa aku sanggup untuk berpisah dengannya selama 4 hari kedepan?   Drrrt drrrtt …   Handphoneku bergetar dan aku langsung melihat handphone yang berada di dalam tas kecilku. ‘Junho Oppa’ nama yang tertera di layar LCD-ku, kalau aku mengangkat telepon ini pasti Myungsoo Oppa mencurigaiku dan langsung menuduhku yang tidak-tidak.   “Kenapa kau tak mengangkat teleponmu? Memangnya dari siapa?” Tanyanya yang sedang melihat kearah handphoneku   “Ah ne. aku ijin ke toilet sebentar” aku sempat melihat raut wajahnya yang terlihat begitu kesal. Aku sudah menduga kalau ia mencurigaiku   -on the phone- “Yobosseo” “…” “Oppa, aku juga merindukanmu” “…” “Besok, aku akan pulang ke Gwangju” “…” “Baiklah, ajak yang lainnya juga ne”   Tut Setelah aku mengangkat telepon dari Junho Oppa, aku langsung kembali menuju tempat dudukku. Kulihat dia memasang wajah dinginnya, baru saja aku merasakan kalau image ‘L’ nya sudah tidak ada tapi kini ice princenya begitu lekat di wajahnya. Lagi-lagi ia mencurigaiku huft …   “Siapa yang kau rindukan?” Tanyanya dingin   “Oh, Oppa mendengar pembicaraanku?”   “Langsung kau jawab saja. Aku sudah lelah dan ingin pulang!”   “Aku merindukan oppadeul dan eonnideul di JYP Nation”   “Jinjja? Tapi yang aku dengar ‘Oppa, aku juga merindukanmu?’ apa kau menyembunyikan sesuatu dariku, Bae Suzy?   Deg   Sudah kuduga jika lelaki ini pasti akan memulai kebiasaan buruknya. Ayolah, Myungsoo Oppa… kini kita sebentar lagi akan menikah dan dirimu masih belum mempercayaiku sepenuhnya? Aku harus melakukan apa agar kau tak meragukanku lagi?   “Kurasa kau tak mungkin untuk menjawab pertanyaanku.” Ucapnya dengan tatapan yang aku tak menyukai tatapan tajam tersebut. “Baiklah, kita lebih baik pulang.” Lanjutnya yang langsung berdiri dan melangkah keluar dari resto.   Aku hanya pasrah dan mengikutinya keluar dan langsung masuk ke dalam mobilnya. Oppa, kenapa kau tak bisa mempercayaiku? Aku telah menyerahkan semuanya untukmu dan tak mungkin aku menyukai pria lain dank au harus percaya hal itu!   Tes tes . . .   Aku meraba pipiku yang ternyata sudah terbasahi oleh tetesan air mataku. Ani, aku tak boleh menangis. Aku tak mau Oppa melihatku. Kucoba untuk meredakan tetesan air mataku dan selalu saja mengahadap kearah kaca mobil, ku harap dia tak menyadari kalau aku menangis.   Kim Myungsoo’s POV   Dia menangis, aku sudah melihatnya beberapa kali dia menangis karenaku. Karena kegoanku, maafkan aku Suzy… aku memang tak bisa meredakan sifat cemburuku, kau terlalu berarti untukku dan aku tak akan membiarkan dirimu jatuh ke orang lain. Aku hanya terlalu mencintaimu. Apa itu hal yang salah?   “Lekaslah tidur. Sampai jumpa di acara pernikahan kita” Ucapku setelah aku sampai di depan apartemennya. Biasanya aku mengantarkannya sampai apartemennya, namun aku sedang tidak mood karena masalah tadi. Aku tak tahu harus mengatakan apalagi, apa yang kukatakan pasti tak akan mempengaruhinya. Dan dia akan tetap berhubungan dengan pria-pria yang dianggapnya sebagai Oppa-nya itu keundae aku tahu kalau mereka menyukai gadisku ini. Gadis cantik ini sungguh memiliki tingkat kepolosan yang tinggi, dia tak tahu kalau mereka sebenarnya menaruh harapan besar padanya.   “Mianhae, joengmal mianhae hiks hiks …” Kurasakan sepasang lengan yang melingkari pinggangku, punggungku terasa basah. Yang kurasakan hanya suara helaan nafas beserta tangisan dari seseorang yang memelukku dari belakang. Aku masih tetap terdiam, mencoba untuk menyadari setiap tetesan air mata yang keluar darinya.   “Oppa, apa kau akan terus mendiamkanku seperti ini? Mengertilah, aku tak mungkin menyukai pria lain selain dirimu. Aku mohon, hilangkanlah rasa cemburumu yang berlebihan itu. Sebentar lagi kita akan menikah dan aku masih menjadi aktris, apa selama itu juga kau akan mencurigaiku? Tak bisakah kau mempercayaiku sepenuhnya?”   Aku mengaku kalah, aku tak bisa kalau mendengar suaranya yang begitu rapuh. Aku membalikkan tubuhku dan kulihat ia hanya menundukkan wajahnya, bisa kulihat jika wajahnya sangat kacau. Apa aku membuatmu sebegitu sakitnya?   “Kita bicarakan di dalam” Ucapku dan membuatnya mendongakan wajahnya, dia menatapku, matanya terlihat sekali kalau ia sangat rapuh. Maaf, aku membuatmu menangis lagi.   Aku memegang lengannya memasukki apartemennya. Tiba-tiba kurasakan pegangannya melemah dan ia langsung jatuh kelantai membuatku reflex untuk menahan tubuhnya.   “Suzy, wae? Ireona !!” aku mendekap tubuh mungilnya, kenapa bisa seperti ini? Ah aku ingat kalau ia tadi belum sempat untuk memakan makanannya saat di resto.   “Suzy-ah, mianhae” aku langsung membawanya masuk apartemennya dan menuju kamarnya, untung saja aku tahu password pintu apartemennya.   “Suzy, bangunlah. Maafkan aku… kau pasti sangat lelah, aku memang bukan lelaki yang baik untukmu. Suzy-ah, jebal!!!”   Sudah 15 menit Suzy belum sadarkan diri. Aku tak berani untuk menghubungi siapapun. Sudah kucoba menyadarkannya dengan minyak angin yang berada di kotak P3K yang berada di dapurnya namun tetap saja ia belum sadar.   Aku terus saja memegangi pipi putihnya yang chubby, aku merasa sangat bersalah. Aku tahu kalau ia memiliki anemia dan tidak boleh terlalu lelah. Dan akibatnya ia bisa jatuh pingsan seperti ini.   “Suzy, maafkan Oppa. Oppa, janji untuk mencoba mempercayaimu.” Ucapku yang terus memegangi tangannya. Ah, tangannya bergerak dan kulihat ia membukakan matanya.   “Suzy, kau sudah sadar?” Tanyaku dengan cemas   “Oppa, mianhae. Aku hanya mencintaimu, aku menyerahkan semuanya untukmu, sampai kapanpun aku selalu menjadi milikmu seutuhnya. Jadi kumohon kau jangan pernah meragukanku lagi” Cerocosnya yang langsung bangun dan memelukku.   “Kau tak salah, aku yang salah. Mianhae, joengmal mianhae Suzy-ah” Ujarku sambil memperlihatkan senyuman untuk lebih meyakinkannya.   “Gomawo”   Cup   Aku rasa dia tak sepolos apa yang kuduga, dia mengecup bibirku. Rasanya manis dicampur dengan sedikit asin karena bekas air matanya. Dia melepaskan kecupannya namun aku tak mau menghentikannya. Aku menahannya dengan menekan tengkuknya. Aku melumat bibirnya dengan lembut dan dia menikmatinya. Aku selalu menyukai bibirnya dan segala apa yang ada pada dirinya.   “Emmhh .. emmm.. sudah Oppa” Ia mengerang dan langsung mendorong tubuhku sehingga adegan yang aku senangi terhenti   “Kita belum menikah, jangan berbuat lebih dari itu”   “Ish, tadi kau bilang kau akan menyerahkan semuanya untukku dan kau adalah milikku seutuhnya”   “Oppa, apa kau mau menyakiti orang yang kau cintai?” Ucapnya   “YAK! Aku akan melakukannya dengan lembut”   “ISH ! KAU AKAN MENYAKITIKU! AKU LELAH DAN BELUM MAKAN! APA KAU TAK MENGERTI?” Teriaknya tepat di telingaku   “Geurae geurae…. Kau ganas sekali. Lebih baik aku pulang saja!   “Tunggu!” Suzy menahan lenganku yang akan beranjak pergi. Ish, dasar wanita selalu saja mementingkan gengsinya   “Oppa jangan berpikiran negative dulu. Aku hanya ingin membicarakan hal tadi saat di resto” Ucapnya. “Kajja, kita di ruang tamu saja, kalau disini kau pasti tak bisa menahan pikiran kotormu” Lanjutnya   “Yak! Aku tak seperti itu!” Ujarku membela diri.   Author’s POV   Sudah 10 menit Suzy dan Myungsoo masih enggan membuka suara mereka. Hanya ada suara detakan jarum jam dinding yang meramaikan ruangan tersebut.   “Kau mau bicara apa?”   Myungsoo akhirnya menyerah dengan keadaan hening yang sedari tadi menyelimuti mereka.   “Sebenarnya apa yang Oppa ragukan dariku?”   “Aku tak suka melihatmu mengatakan rindu selain untuk diriku”   “Hanya itu?” Tanya Suzy   “Suzy-ah, apa malam ini kau benar-benar ingin aku makan hah?” Myungsoo menanggapi pertanyaan Suzy dengan senyumannya yang mencurigakan   Suzy meringis ngeri melihat perlakuan Myungsoo yang perlahan-lahan mendekatinya. Gadis itu sudah mengambil ancang-ancang untuk memberi pelajaran pada calon suaminya itu   “KYAAAAAAAAAAAAAA!!!!”   Suzy berhasil menjepit hidung Myungsoo dengan jepitan jemuran yang ia ambil sewaktu di kamar. Sepertinya Suzy sudah mempersiapkan hal yang pasti untuk menolak ajakan Myungsoo. Dan lelaki itu kini hanya mengelus-elus hidung mancungnya itu yang sempat dijepit oleh penjepit jemuran Suzy   “Nappeun! Sebentar lagi aku akan menikah, kau malah melukai hidungku yang mancung ini. Apa kau tak malu jika pada wajah suamimu yang mulus ini malah terdapat luka memar hah?”   “Biar saja. Nanti aku akan memberikan tidungku untukmu. Gampang bukan?” Ucap Suzy yang langsung dihadiahi dengan tatapan tajam Myungsoo   “Oppa, aku lapar. Masaki aku sesuatu, jebal … perutku sakit sekali…” rengek Suzy yang terlihat kesakitan dan memegang perutnya   “Arraseo, kau tunggu ya. Oppa akan menghangatkan makanan untukmu”   “Makanan apa? Aku tak punya makanan. Kalau begitu belikan aku pizza di sebrang sana”   “Ne, aku akan membelikan pizza. Jika terjadi apa-apa, segera telpon Oppa ne?” Ujar Myungsoo sambil mengusap kepala Suzy dan memberikan kecupan kecil di dahi gadisnya itu. Suzy hanya memberikan anggukan tertanda kalau iya merespon Myungsoo   Namja tampan itu keluar dari apartemen gadisnya berniat untuk membelikan makanan untuk Suzy. dan Suzy terlihat sedang menahan kesakitannya. Gadis itu memang memiliki anemia dan penyakit perut yang sering menyerang sebagian orang. Dia sudah tak tahan dengan sakit perutnya itu dan akhirnya dia mengobrak-abrik isi kulkasnya dan untung saja ada beberapa cemilan yang membuatnya bisa bertahan.   “Suzy-ah, ini cepat dimakan” setelah beberapa menit Myungsoo kembali dan melihat isi rumah yang begitu berantakan.   “Suzy? eodi?”   “Aigoo! Sudah 24 tahun tapi masih saja bersikap seperti anak kecil ckckck” Gumam Myungsoo setelah melihat Suzy terkapar di sofa dengan bungkus makanan yang berada di dalam genggaman tangan Suzy.   “Suzy, ireona. Kau makan dulu ne? lalu baru tidur” Ujar Myungsoo   “Emm… Oppa, kau sudah datang? Kenapa lama sekali?” Ujar Suzy manja sambil mengerucutkan bibir mungilnya   “Mianhae, cepat kau makan. Oppa belikan nasi iga panggang supaya calon istriku yang cantik ini tidak sakit lagi.” Myungsoo benar-benar memerhatikan Suzy, bahkan ia memperlakukan Suzy seperti anak kecil saja.   “Gomawo” Kata yang diucapkan Suzy sebelum ia memakan lahap makanan tersebut   “Ah kenyang sekali, akhirnya aku bisa tidur dengan nyenyak.”   “Oppa, kau temani aku malam ini ya? Sebelum besok kita dipisahkan untuk beberapa hari kita harus menyusun apa yang akan nanti kita lakukan setelah hari pernikahan kita.” Ucapnya dengan mata lelahnya   “Ne, Ny. Kim”   Kim Myungsoo’s POV   Sampai kapanpun aku tak akan pernah meninggalkan gadis ini. Hingga akhir hayatku, sebelum aku menghembuskan nafasku untuk yang terakhir kalinya aku harus memberikan yang terbaik untuknya.   “Saranghae, Bae Suzy”  Ucapku setelah melihatnya terlelap   “Semoga kau tetap menjadi Suzy-ku yang polos seperti ini, jaljayo”   Cup   Aku mengecup bibirnya sebelum aku mengeratkan tanganku di pinggang rampingnya dan menutupkan mataku.   To be continued …    
Muhammad Farhan Kadir


bangun+rumah 's link
Diriwayatkan bahawa surah Al-Maaidah ayat 3 diturunkan selepas waktu asar iaitu pada hari Jumaat di padang Arafah pada musim haji Wida’. Pada masa itu Rasulullah s.a.w. berada di atas unta. Ketika ayat ini turun Rasulullah s.a.w. tidak begitu jelas penerimaannya untuk mengingati isi dan makna yang terkandung dalam ayat tersebut. Kemudian Rasulullah s.a.w. bersandar pada unta beliau, dan unta beliau pun duduk perlahan-lahan. Setelah itu turun malaikat Jibril dan berkata: “Wahai Muhammad, sesungguhnya pada hari ini telah disempurnakan urusan agamamu, maka terputuslah apa yang diperintahkan oleh Allah S.W.T. dan demikian juga apa yang terlarang oleh-Nya. Oleh itu kamu kumpulkan para sahabatmu dan beritahu kepada mereka bahawa hari ini adalah hari terakhir aku bertemu dengan kamu.”   Setelah malaikat Jibril pergi maka Rasulullah s.a.w. pun berangkat ke Madinah. Rasulullah s.a.w. lalu mengumpulkan para sahabat baginda, dan menceritakan apa yang telah diberitahu oleh malaikat Jibril. Apabila para sahabat r.a. mendengar hal yang demikian maka mereka pun gembira sambil berkata: “Agama kita telah sempurna. Agama kila telah sempurna.” Apabila Abu Bakar r.a. mendengar keterangan Rasulullah s.a.w. itu, maka ia tidak dapat menahan kesedihannya. Abu Bakar r.a. pulang ke rumah lalu mengunci pintu dan menangis sekuat-kuatnya. Abu Bakar r.a. menangis dari pagi hingga ke malam. Kisah tentang Abu Bakar r.a. menangis telah sampai kepada para sahabat yang lain. Maka berkumpullah para sahabat r.a. di depan rumah Abu Bakar r.a. dan bertanya: “Wahai Abu Bakar, apakah yang telah membuat kamu menangis sehingga begini sekali keadaanmu? Seharusnya kamu merasa gembira sebab agama kita telah sempurna.” Mendengarkan pertanyaan dari para sahabat r.a. maka Abu Bakar r.a. pun berkata, “Wahai para sahabatku, kamu semua tidak tahu tentang musibah yang menimpa kamu, tidakkah kamu tahu bahawa apabila sesuatu perkara itu telah sempurna maka akan kelihatanlah akan kekurangannya. Dengan turunnya ayat tersebut bahawa ia menunjukkan perpisahan kita dengan Rasulullah s.a.w. Hasan dan Husin menjadi yatim dan para isteri Rasulullah menjadi janda.” Setelah mereka mendengar penjelasan dari Abu Bakar r.a. maka sedarlah mereka akan kebenaran kata-kata Abu Bakar r.a., lalu mereka menangis dengan sekuat-kuatnya. Tangisan mereka telah didengar oleh para sahabat yang lain, maka mereka pun terus memberitahu Rasulullah s.a.w. tentang kejadian yang mereka saksikan itu. Berkata salah seorang dari para sahabat r.a., “Ya Rasulullah, kami baru kembali dari rumah Abu Bakar dan kami dapati ramai orang menangis dengan suara yang kuat di depan rumah beliau.” Apabila Rasulullah s.a.w. mendengar keterangan dari para sahabat, maka berubahlah muka Rasulullah s.a.w. dan dengan bergegas beliau menuju ke rumah Abu Bakar r.a. Sebaik Rasulullah s.a.w. sampai di rumah Abu Bakar r.a., Rasulullah s.a.w. melihat kesemua mereka menangis dan bertanya, “Wahai para sahabatku, kenapakah kamu semua menangis?.” Kemudian Ali r.a. berkata, “Ya Rasulullah, Abu Bakar mengatakan dengan turunnya ayat ini membawa tanda bahwa waktu wafatmu telah dekat. Adakah ini benar ya Rasulullah?.” Lalu Rasulullah s.a.w. berkata: “Semua yang dikatakan oleh Abu Bakar adalah benar, dan sesungguhnya waktu untuk aku meninggalkan kamu semua telah dekat”. Sebaik sahaja Abu Bakar r.a. mendengar pengakuan Rasulullah s.a.w., maka ia pun menangis sekuat tenaganya sehingga ia jatuh pengsan, sementara Ali r.a. pula mengeletar seluruh tubuhnya, para sahabat yang lain pula menangis sekuat yang mereka mampu. Sehinggakan gunung-ganang, semua malaikat yang ada di langit, cacing-cacing, semua binatang baik yang ada di darat maupun yang ada di laut semua menangis. Kemudian Rasulullah s.a.w. bersalam dengan para sahabat r.a. satu demi satu dan berwasiat pada mereka. Pada satu hari, baginda s.a.w. menyuruh Bilal r.a. azan untuk mengerjakan solat. Para Muhajirin dan Ansar pun berkumpullah di masjid Rasulullah s.a.w. Kemudian Rasulullah s.a.w. menunaikan solah dua rakaat bersama semua yang hadir. Setelah selesai solat, baginda s.a.w. bangun dan naik ke atas mimbar dan berkata: “Alhamdulillah, wahai para muslimin. Sesungguhnya aku adalah seorang nabi yang diutus dan mengajak orang ke jalan Allah dengan izin-Nya. Dan aku ini adalah sebagai saudara kandung kamu, yang kasih sayang pada kamu semua seperti seorang ayah. Oleh itu, kalau ada sesiapa ada hak untuk menuntut, maka hendaklah ia bangun dan membalasi aku sebelum aku dituntut di hari Qiamat.” Rasulullah s.a.w. berkata sebanyak tiga kali, lalu bangunlah seorang lelaki bernama ‘Ukasyah bin Muhshan dan berkata: “Demi ayahku dan ibuku ya Rasulullah, kalau kamu tidak mengumumkan kepada kami berkali-kali sudah tentu aku tidak mahu mengemukakan ini.” Lalu ‘Ukasyah r.a. berkata lagi: “Sesungguhnya dalam perang Badar aku bersamamu ya Rasulullah. Pada masa itu aku mengikuti unta kamu dari belakang. Setelah dekat, akupun tuun menghampiri kamu dengan tujuan supaya aku dapat mencium paha kamu, tetapi kamu telah mengambil tongkat dan memukul unta kamu untuk berjalan cepat, yang mana pada masa itu akupun kamu pukul pada tulang rusukku. Aku hendak tanya samada kamu sengaja memukul aku atau hendak memukul unta tersebut.” Rasulullah s.a.w. berkata: “Wahai ‘Ukasyah, Rasulullah sengaja memukul kamu.” Kemudian Rasulullah s.a.w. berkata kepada Bilal r.a., “Wahai Bilal, kamu pergi ke rumah Fatimah dan ambilkan tongkatku ke mari.” Bilal r.a. keluar dari masjid menuju ke rumah Fatimah r.a. sambil meletakkan tangannya di atas kepala dengan berkata, “Rasulullah s.a.w. telah menyediakan dirinya untuk dibalas [di qishash].” Setelah Bilal r.a. sampai di rumah Fatimah r.a. maka Bilal r.a. pun memberi salam dan mengetuk pintu. Kemudian Fatimah r.a. menyahut dengan berkata: “Siapakah di pintu?.” Bilal r.a. menjawab: “Aku Bilal, aku telah diperintahkan oleh Rasulullah untuk mengambil tongkat baginda. “Kemudian Fatimah r.a. berkata: “Wahai Bilal, untuk apa ayahku minta tongkatnya.” Berkata Bilal r.a.: “Wahai Fatimah, Rasulullah telah menyediakan dirinya untuk diqishash.” Bertanya Fatimah r.a. lagi: “Wahai Bilal, siapakah manusia yang sampai hatinya untuk menqishash Rasulullah?” Bilal r.a. tidak menjawab pertanyaan Fatimah r.a. Setelah Fatimah r.a. memberikan tongkat tersebut, maka Bilal r.a. pun membawa tongkat itu kepada Rasulullah s.a.w. Setelah Rasulullah s.a.w. menerima tongkat tersebut dari Bilal r.a. maka beliau pun menyerahkan kepada ‘Ukasyah r.a. Melihatkan hal yang demikian maka Abu Bakar r.a. dan Umar r.a. tampil ke depan sambil berkata: “Wahai ‘Ukasyah, janganlah kamu qishash Rasulullah tetapi kamu qishashlah kami berdua.” Apabila Rasulullah s.a.w. mendengar kata-kata Abu Bakar r.a. dan Umar r.a. maka dengan segera beliau berkata: “Wahai Abu Bakar, Umar duduklah kamu berdua, sesungguhnya Allah S.W.T. telah menetapkan tempatnya untuk kamu berdua.” Kemudian Ali r.a. bangun, lalu berkata, “Wahai ‘Ukasyah! Aku adalah orang yang sentiasa berada di samping Rasulullah oleh itu kamu pukullah aku dan janganlah kamu menqishash Rasulullah”. Lalu Rasulullah s.a.w. berkata, “Wahai Ali duduklah kamu, sesungguhnya Allah S.W.T. telah menetapkan tempatmu dan mengetahui isi hatimu.” Setelah itu Hasan r.a. dan Husin r.a. bangun dengan berkata: “Wahai ‘Ukasyah, bukankah kamu tidak tahu bahawa kami ini adalah cucu Rasulullah, kamu qishashlah kami sama jika kamu ingin menqishash Rasulullah” Mendengar kata-kata cucunya Rasulullah s.a.w. pun berkata, “Wahai buah hatiku duduklah kamu berdua.” Berkata Rasulullah s.a.w. “Wahai ‘Ukasyah pukullah aku kalau kamu hendak memukul.” Kemudian ‘Ukasyah r.a. berkata: “Ya Rasulullah, anda telah memukul aku sewaktu aku tidak memakai baju.” Maka Rasulullah s.a.w. pun membuka baju. Setelah Rasulullah s.a.w. membuka baju maka menangislah semua yang hadir. Setelah ‘Ukasyah r.a. melihat tubuh Rasulullah s.a.w. maka ia pun mencium beliau dan berkata, “Aku tebus kamu dengan jiwa ku ya Rasulullah, siapakah yang sanggup memukul kamu. Aku melakukan begini adalah sebab aku ingin menyentuh badan kamu yang dimuliakan oleh Allah S.W.T. dengan badan ku. Dan Allah S.W.T. menjaga aku dari neraka dengan kehormatanmu” Kemudian Rasulullah s.a.w. berkata, “Dengarlah kamu sekalian, sekiranya kamu hendak melihat ahli syurga, inilah orangnya.” Kemudian semua para jemaah bersalam-salaman atas kegembiraan mereka terhadap peristiwa yang sangat genting itu. Setelah itu para jemaah pun berkata, “Wahai ‘Ukasyah, inilah keuntungan yang paling besar bagimu, engkau telah memperolehi darjat yang tinggi dan bertemankan Rasulullah di dalam syurga.” Ibnu Mas’ud r.a. berkata: Ketika ajal Rasulullah s.a.w. sudah dekat, baginda mengumpul kami di rumah Siti Aisyah r.a. Kemudian baginda s.a.w. memandang kami sambil berlinangan air mata dan bersabda: “Marhaban bikum, semoga Allah S.W.T. memanjangkan umur kamu semua, semoga Allah S.W.T. menyayangi, menolong dan memberikan petunjuk kepada kamu. Aku berwasiat kepada kamu, agar bertakwa kepada Allah S.W.T. Sesungguhnya aku adalah sebagai pemberi peringatan untuk kamu. Janganlah kamu berlaku sombong terhadap Allah S.W.T.” Allah S.W.T. berfirman: “Kebahagiaan dan kenikmatan di akhirat. Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan dirinya dan membuat kerosakan di muka bumi. Dan kesudahan syurga itu bagi orang-orang yang bertakwa.” Kemudian kami bertanya: “Bilakah ajal kamu ya Rasulullah? Baginda s.a.w. menjawab: Ajalku telah hampir, dan akan pindah ke hadhrat Allah S.W.T., ke Sidratul Muntaha dan ke Jannatul Makwa serta ke Arasy.” Kami bertanya lagi: “Siapakah yang akan memandikan kamu ya Rasulullah? Rasulullah s.a.w. menjawab: “Kalau telah sampai ajalku maka hendaklah Ali yang memandikanku, Fadhl bin Abbas hendaklah menuangkan air dan Usamah bin Zaid hendaklah menolong keduanya. Setelah itu kamu kafanilah aku dengan pakaianku sendiri apabila kamu semua menghendaki, atau kafanilah aku dengan kain Yaman yang putih.” Kami bertanya: “Siapakah yang akan mensolatkan baginda di antara kami?” Kami menangis dan Rasulullah s.a.w. pun turut menangis. Kemudian baginda s.a.w. bersabda: “Tenanglah, semoga Allah S.W.T. mengampuni kamu semua. Apabila kamu semua telah memandikan dan mengafaniku, maka letaklah aku di atas tempat tidurku, di dalam rumahku ini, di tepi liang kuburku. Setelah itu kamu semua keluarlah sebentar meninggalkan aku. Maka yang pertama-tama mensolatkan aku adalah sahabatku Jibril. Kemudian Mikail, kemudian Israfil kemudian Izrail berserta bala tenteranya. Kemudian masuklah kamu dengan sebaik-baiknya. Dan hendaklah yang mula solat adalah kaum lelaki dari pihak keluargaku, kemudian yang wanita-wanitanya, dan kemudian kamu semua.” Setelah itu para sahabat r.a. menangis dengan nada yang keras dan berkata, “Ya Rasulullah kamu adalah seorang Rasul yang diutus kepada kami dan untuk semua, yang mana selama ini anda memberi kekuatan dalam penemuan kami dan sebagai penguasa yang menguruskan perkara kami. Apabila kamu sudah tiada nanti kepada siapakah akan kami tanya setiap persoalan yang timbul nanti?” Kemudian Rasulullah s.a.w. berkata, “Dengarlah para sahabatku, aku tinggalkan kepada kamu semua jalan yang benar dan jalan yang terang, dan telah aku tinggalkan kepada kamu semua dua penasihat yang satu daripadanya pandai bicara dan yang satu lagi diam sahaja. Yang pandai bicara itu ialah Al-Quran dan yang diam itu ialah maut. Apabila ada sesuatu persoalan yang rumit di antara kamu, maka hendaklah kamu semua kembali kepada Al-Quran dan Hadis-ku dan sekiranya hati kamu itu berkeras maka lembutkan dia dengan mengambil pelajaran dari mati.” Setelah Rasulullah s.a.w. berkata demikian, maka sakit Rasulullah s.a.w. pun bermula. Dalam bulan Safar Rasulullah s.a.w. sakit selama 18 hari dan sering diziarahi oleh para sahabat r.a. Dalam sebuah kitab diterangkan bahawa Rasulullah s.a.w. diutus pada hari Isnin dan wafat pada hari Isnin. Pada hari Isnin penyakit Rasulullah s.a.w. bertambah berat, setelah Bilal r.a. menyelesaikan azan subuh, maka Bilal r.a. pun pergi ke rumah Rasulullah s.a.w. kemudian memberi salam: “Assalamualaikum ya Rasulullah?” Kemudian ia berkata lagi “Assolah yarhamukallah.” Lalu dijawab oleh Fatimah r.a., “Rasulullah masih sibuk dengan urusan beliau.” Setelah Bilal r.a. mendengar penjelasan dari Fatimah r.a. maka Bilal r.a. pun kembali ke masjid tanpa memahami kata-kata Fatimah r.a. itu. Apabila waktu subuh hampir hendak lupus, lalu Bilal r.a. pergi sekali lagi ke rumah Rasulullah s.a.w. dan memberi salam seperti permulaan tadi, kali ini salam Bilal r.a. telah di dengar oleh Rasulullah s.a.w. dan Rasulullah s.a.w. berkata, “Masuklah wahai Bilal, sesungguhnya penyakitku ini semakin berat, oleh itu kamu suruhlah Abu Bakar mengimamkan solat subuh berjemaah dengan mereka yang hadir.” Setelah mendengar kata-kata Rasulullah s.a.w. maka Bilal r.a. pun berjalan menuju ke masjid sambil meletakkan tangan di atas kepala dengan berkata: “Aduh musibah. Aduhai, alangkah baiknya bila aku tidak dilahirkan ibuku?” Setelah Bilal r.a. sampai di masjid maka Bilal r.a. pun memberitahu Abu Bakar r.a. tentang apa yang telah Rasulullah s.a.w. pesankan kepadanya. Ketika Abu Bakar r.a. melihat ke tempat Rasulullah s.a.w. yang kosong, sebagai seorang lelaki yang lemah lembut, ia tidak dapat menahan perasaannya lagi, lalu ia menjerit dan akhirnya ia pengsan. Melihatkan peristiwa ini maka riuh rendah tangisan sahabat r.a. dalam masjid, sehingga Rasulullah s.a.w. bertanya kepada Fatimah r.a.; “Wahai Fatimah apakah yang telah berlaku?.” Siti Fatimah r.a. menjawab: “Orang-orang menjadi bising dan bingung kerana Rasulullah tidak ada bersama mereka.” Kemudian Rasulullah s.a.w. memanggil Ali r.a. dan Fadhl bin Abas r.a., lalu Rasulullah s.a.w. bersandar kepada kedua mereka dan terus pergi ke masjid. Setelah Rasulullah s.a.w. sampai di masjid maka Rasulullah s.a.w. pun bersolat subuh bersama dengan para jemaah. Pagi itu, walaupun langit telah mulai menguning, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap. Setelah selesai solat subuh maka Rasulullah s.a.w. melihat kepada orang ramai dan berkhutbah: “Wahai kaum muslimin, kamu semua senantiasa dalam pertolongan dan pemeliharaan Allah S.W.T., oleh itu hendaklah kamu semua bertaqwa kepada Allah S.W.T. dan mengerjakan segala perintahnya. Sesungguhnya aku akan meninggalkan dunia ini dan kamu semua, dan hari ini adalah hari pertama aku di akhirat dan hari terakhir aku di dunia.” Dengan suara terbatas Rasulullah s.a.w. bersabda, “Ku wariskan dua perkara pada kalian, Al Quran dan sunnahku. Barang siapa mencintai sunnahku, bererti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan masuk syurga bersama-sama aku.” Pesanan ringkas itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah s.a.w. yang tenang dan penuh minat menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar r.a. menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar r.a. dadanya naik turun menahan nafas dan tangisnya. Usman r.a. menghela nafas panjang dan Ali r.a. menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba. “Rasulullah s.a.w. akan meninggalkan kita semua.” Keluh hati semua sahabat r.a. kala itu. Manusia tercinta itu, hampir selesai menunaikan tugasnya di dunia. Tanda-tanda itu semakin kuat. Tatkala Ali r.a. dan Fadhal r.a. dengan cergas menangkap Rasulullah s.a.w. yang berkeadaan lemah dan goyah ketika turun dari mimbar, kalau mampu, seluruh sahabat r.a. yang hadir pasti akan menahan detik-detik dari terus berlalu. Setelah itu Rasulullah s.a.w. pun pulang ke rumah baginda. Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rasulullah s.a.w. masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah s.a.w. sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya. Kemudian Allah S.W.T. mewahyukan kepada malaikat lzrail, “Wahai lzrail, pergilah kamu kepada kekasihku dengan sebaik-baik rupa, dan apabila kamu hendak mencabut ruhnya maka hendaklah kamu melakukan dengan cara yang paling lembut sekali. Apabila kamu pergi ke rumahnya maka minta izinlah terlebih dahulu, kalau ia izinkan kamu masuk, maka masuklah kamu ke rumahnya dan kalau ia tidak mengizinkan kamu masuk maka hendaklah kamu kembali padaKu.” Setelah malaikat lzrail mendapat perintah dari Allah S.W.T. maka malaikal lzrail pun turun dengan menyerupai seorang Arab Badwi. Setelah malaikat lzrail sampai di depan rumah Rasulullah s.a.w. maka ia pun memberi salam, “Assalamualaikum wahai ahli rumah kenabian, sumber wahyu dan risalah!” Fatimah r.a. tidak mengizinkannya masuk, “Wahai Abdullah (Hamba Allah), maaflah, ayahku sedang sakit,” kata Fatimah r.a. yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian Fatimah r.a. kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata. Kemudian malaikat lzrail berkata lagi seperti dipermulaannya, dan kali ini seruan malaikat itu telah didengari oleh Rasulullah s.a.w. Baginda s.a.w. bertanya pada Fatimah r.a., “Siapakah itu wahai anakku?” Fatimah r.a. menjawab: “Seorang lelaki memanggil ayahanda, saya katakan kepadanya yang ayahanda dalam keadaan sakit. Ia memanggil dengan suara yang menggetarkan sukma.” Rasulullah s.a.w. lantas berkata; “Wahai Fatimah, tahukah kamu siapakah orang itu?.” Jawab Fatimah r.a., “Tidak ayahanda.” “Dia adalah malaikat lzrail, malaikat yang akan memutuskan segala macam nafsu syahwat, yang memisahkan perkumpulan-perkumpulan dan yang memusnahkan semua rumah serta meramaikan kubur.” Fatimah r.a. tidak dapat menahan air matanya lagi. Setelah mengetahui bahawa saat perpisahan dengan ayahandanya akan bermula, dia menangis sepuas-puasnya. Apabila Rasulullah s.a.w. mendengar tangisan Fatimah r.a. maka Baginda SAWpun berkata: “Janganlah kamu menangis wahai Fatimah, engkaulah orang yang pertama dalam keluargaku akan bertemu dengan daku.” Kemudian Rasulullah s.a.w. pun mengizinkan malaikat lzrail masuk. Maka malaikat lzrail pun masuk dengan mengucap, “Assalamuaalaikum ya Rasulullah.” Rasulullah s.a.w. menjawab: “Wa alaikas saalamu, wahai lzrail engkau datang menziarahi aku atau untuk mencabut ruhku?” Maka berkata malaikat lzrail: “Kedatangan aku adalah untuk menziarahimu dan untuk mencabut ruhmu, itupun kalau dikau izinkan, kalau dikau tidak izinkan maka aku akan kembali.” Rasulullah s.a.w. bertanya: “Wahai Malaikulmaut, di mana engkau tinggalkan kecintaanku Jibril? “Aku tinggalkan ia di langit dunia?” Jawab malaikat Izrail. Baru sahaja malaikat Izrail selesai bicara, tiba-tiba malaikat Jibril datang dan duduk di samping Rasulullah s.a.w. Maka bersabdalah Rasulullah s.a.w.: “Wahai Jibril, tidakkah engkau mengetahui bahawa ajalku telah dekat?” Jibril menjawab: “Ya, wahai kekasih Allah.” Rasulullah s.a.w. bertanya lagi: “Wahai Jibril, beritahu kepadaku kemuliaan yang menggembirakan aku di sisi Allah S.W.T.” Berkata malaikat Jibril, “Sesungguhnya semua pintu langit telah di buka, para malaikat bersusun rapi menanti ruhmu di langit. Kesemua pintu-pintu syurga telah dibuka, dan kesemua bidadari sudah berhias menanti kehadiran ruhmu.” Berkata Rasulullah s.a.w.: “Alhamdulillah, sekarang kamu katakan pula tentang umatku di hari kiamat nanti.” Berkata Jibril: “Allah S.W.T. telah berfirman yang bermaksud, Sesungguhnya Aku telah melarang semua para nabi masuk ke dalam syurga sebelum dikau masuk terlebih dahulu, dan Aku juga melarang semua umat memasuki syurga sebelum umatmu memasuki syurga.” Berkata Rasulullah s.a.w.: “Sekarang aku telah puas hati dan telah hilang rasa susahku.” Kemudian Rasulullah s.a.w. berkata: “Wahai lzrail, mendekatlah kamu kepadaku.” Setelah itu malaikat lzrail pun memulai tugasnya. Perlahan ruh Rasulullah s.a.w. ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah s.a.w. bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. Apabila ruh baginda s.a.w. sampai ke pusat, dengan perlahan Rasulullah s.a.w. mengaduh “Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.” Fatimah r.a. terpejam, Ali r.a. yang di sampingnya menunduk semakin mendalam dan Jibril mengalihkan pandangannya dari Rasulullah s.a.w. Melihatkan telatah Jibril itu maka Rasulullah s.a.w. pun berkata: “Wahai Jibril, apakah kamu tidak suka melihat wajahku?” Jibril berkata: “Wahai kekasih Allah, siapakah orang yang sanggup melihat wajahmu dikala kamu dalam sakaratul maut?” Sebentar kemudian terdengar Rasulullah s.a.w. merintih kerana sakit yang tidak tertahankan lagi. “Ya Allah, dahsyat sungguh maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku.” Badan Rasulullah s.a.w. mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali r.a. segera mendekatkan telinganya. “Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku, peliharalah sholat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.” Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat r.a. saling berpelukan. Fatimah r.a. menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali r.a. kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah s.a.w. yang mulai kebiruan. Ali r.a. berkata: “Sesungguhnya Rasulullah ketika menjelang saat-saat terakhir, telah mengerakkan kedua bibir beliau sebanyak dua kali, dan aku meletakkan telinga, aku dengan Rasulullah berkata: “Umatku, umatku.” Akhirnya roh yang mulia itupun meninggalkan jasad Rasulullah s.a.w. Rasulullah s.a.w. wafat pada hari Isnin 13 Rabiul Awal. Berkata Anas r.a.: “Ketika aku lalu di depan pintu Aishah, ku dengar dia sedang menangis sambil mengatakan: “Wahai orang yang tidak pernah memakai sutera. Wahai orang yang keluar dari dunia dari perut yang tidak pernah kenyang dari gandum. Wahai orang yang telah memilih tikar daripada singgahsana. Wahai orang yang jarang tidur di waktu malam kerana takut Neraka Sa’iir” Telah bersabda Rasulullah s.a.w. bahawa: “Malaikat Jibril telah berkata kepadaku; “Wahai Muhammad, sesungguhnya Allah S.W.T. telah menciptakan sebuah laut di belakang gunung Qaf, dan di laut itu terdapat ikan yang selalu membaca selawat untukmu, kalau sesiapa yang mengambil seekor ikan dari laut tersebut maka akan lumpuhlah kedua belah tangannya dan ikan tersebut akan menjadi batu.”
Rima Novierta Curpie II


bangun+rumah 's link
saat kamu menceritakan semuanya pada ryan, ryan terus menganga seakan tidak percaya akan apa yang kamu ceritakan. tapi akhirnya ryan juga mengangguk dan percaya padamu. "oh jadi begitu ya ju- eh maksudku fra. boleh aku ikut bersamamu ke indonesia?" tanya ryan. kamu hanya mengangguk sambil tersenyum. karena kamu tidak mau menginap di rumah usher, kamu menyuruh ryan pergi ke rumah justin yg sebenarnya. sesampainya di rumah justin, baru saja masuk ke dalam, jazzy adik justin, langsung berlari ke arahmu sambil berteriak 'boo boo!' . karena memang pada dasarnya kamu mengetahui keluarga justin, jadi kamu juga langsung menggendong jazzy dan menciumnya seperti hal layaknya justin. kemudian kamu mencari m.pattie dan meminta izin untuk pergi ke indonesia. tadinya m.pattie tidak membolehkanmu pergi, tetapi setelah kamu memasang mata anak anjing pada m.pattie, akhirnya dengan berat hati m.pattie mengizinkanmu untuk pergi ke indonesia dengan syarat kenny harus tetap bersamamu. dan setelah itu kamu dan ryan membereskan baju untuk bersiap pergi ke indonesia. singkat cerita, sekarang kamu, ryan, kenny dan selena berada di dalam jet pribadi milik justin. di dalam pesawat kamu menghabiskan waktu dengan tidur sepanjang perjalanan. tidak terasa 2 hari telah berlalu, akhirnya kalian sampai di bandar udara soeta. sebelum mengambil koper, kalian menyamar dengan memakai kacamata hitam dan topi agar para belieber dan selenator tidak histeris. setelah itu kalian semua mengendap endap menuju mobil rental yg sudah di sediakan di depan bandara. tidak banyak cingcong kalian masuk ke dalam dan kenny langsung mengendarai mobilnya ke alamat yg kamu maksud. sebenarnya dari tadi selena terus bertanya-tanya kenapa harus pergi ke indonesia, dan kamu memakai alasan untuk bertemu teman lama. sesampainya di alamat yg kamu maksud yaitu rumahmu, pertama yg ada di perasaanmu, gugup. tapi akhirnya kalian memasuki gerbang rumahmu yg sebenarnya. mungkin ryan ingin cepat cepat melihat justin yg sekarang, karena dia langsung saja membuka pintu depan dan langsung berteriak. "SURPRISE!" terlihat orang-orang di dalam dengan wajah yang kamu kenal, terkaget-kaget melihat ryan yg baru saja membantingkan pintu. "RYAN!!" justin dengan wujudmu bangkit dari sofa dan berlari menuju ryan. karena memang ryan sudah tau mengapa, jadi dia senang senang saja dengan keadaan justin yg sekarang. biya, kekasihmu terlihat kesal ketika justin memeluk ryan. kamu yg melihatnya hanya bisa menepuk keningmu karena kekonyolan yg telah ryan lakukan. "fra" panggil biya dengan nada kesal. "ya?" jawabmu dan justin barengan. justin dan kamu saling pandang dan setelah mata kalian bertemu, kalian saling menunjuk. "tubuhku!" teriak kamu dan justin barengan lagi. kalian sibuk sendiri dengan dunia kalian sedangkan yg lain bingung dengan apa yg telah kalian bicarakan kecuali ryan. --------- "bagaimana caranya bisa kembali? apa kamu tau kenapa kita bisa berganti tubuh seperti ini?!" tanya justin seperti sudah frustasi. sekarang kamu dan justin sedang berdebat di dalam kamar. soal tadi, mereka kamu bohongi dengan alasan konyol yg di bantu oleh ryan. zahra sahabatmu, langsung pinsan setelah kamu peluk. biya langsung memeluk pinggang justin dan melihat ke arah ryan dan kamu dengan tajam. selena melihat sekeliling dengan wajah bingungnya. sedangkan kenny sibuk membantu zahra yg pinsan. di kesempatan itu, justin dan kamu mencari alasan lagi untuk pergi berdua dan memperdebatkan ini semua. "mana ku tau justin! " katamu sama frustasinya seperti justin. justin mengangkat tangan kirinya dan melihat cincinnya dan cincin yg sedang kamu pakai. "OH! mungkin cincin ini yg membuat kita berganti roh! kata kamu kan cuma ada 2 di dunia ini, mungkin itu tepatnya! iya kan?!" kata justin bersemangat. "itu memang kemungkinan besar, tapi bagaimana caranya kita kembali? melepasnya?" tanyamu tidak yakin. "oh oke kita coba lepas!" ucap justin. lalu kalian mencoba melepasnya. "mana?! tidak beraksi!" katamu tidak sabaran. "ya di tunggu dulu napa?! sabar dong!" kata justin kesal. kalian menunggunya untuk beberapa menit, tetapi sama sekali tidak ada perubahan apa-apa. "sepertinya bukan itu caranya. jadi di gimanain dong caranya?!" tanyamu makin frustasi. justin diam sambil berfikir. "hmm, bagaimana kalau kita tukar cincinnya?" tebak justin masih seperti berfikir. "ya sudah kita coba saja" saranmu. kamu dan justin pun memasang cincin yg berbeda. kamu memakai yg justin, justin memakai yg kamu. kali ini kamu mencoba sabar dan menunggu reaksi yg mungkin akan terjadi. tetapi apa? tidak ada yg terjadi sedikitpun. hanya dentingan jam dinding kamar yg terdengar. "tidak terjadi apa-apa -,-" gumammu jengkel. tiba-tiba saja pintu kamar terbuka dan masuklah ryan ke dalam ruangan. "bagaimana guys? sudah bisa?" tanya ryan melihat kalian secara bergantian. "belum -,-" jawab kalian barengan. ryan diam seperti memikirkan sesuatu. "memang kalian tadi mencoba bagaimana?" tanya ryan. "kita melepas cincin ini, tapi tidak bereaksi, kita mencoba menukarnya tetap tidak bereaksi -,-" jawab justin sudah madesu. "oh! mungkin ada mantranya! itu cincin kuno kan? mungkin saja ada mantranya!" kata ryan senang sambil mendekati kalian. "jika memang ada, apa mantranya? -,-" tanyamu kurang yakin dgn apa ide ryan. "coba kalian bertukar cincin lagi" kata ryan. "sudah dari tadi -,-" gumam justin. lalu ryan menutup matanya berfikir. ryan terus menutup matanya masih berfikir. kamu dan justin hanya saling pandang sambil geleng-geleng melihat tingkah ryan. -- 10 "aku tau! mau coba?" tanya ryan tiba-tiba. kamu mengedikkan bahu dan mengiyakan pertanyaan ryan. "tapi aku kurang yakin. memang apa mantranya?" tanya justin. "udah sekarang kita coba dulu, siapa tau berhasil. sekarang tutup mata kalian!" perintah ryan. kalian pun menuruti pertintah ryan. ryan pun berkomat kamit membacakan sesuatu yg tidak jelas. masih menutup mata, justin mengerutkan dahinya. sedangkan kamu, membuka satu mata dan mengintip ryan yg sedang berkomat kamit. tapi mungkin ryan sadar kamu mengintip dan langsung menutup matamu dgn tangannya. tiba-tiba ada semburan air setelah ryan berteriak 'puah! puah!' sontak kamu dan justin membuka mata dan melihat ryan dengan tajam. "belum selesai! jangan dulu buka mata!" kecam ryan. "tapi harus ya di sembur pakai air ludah?!" bentak justin tidak mau kalah sambil menyusut wajahnya yg ada bercakan air liur ryan. "udah! diam saja! tutup mata kalian!" perintah ryan lagi. walaupun justin dan kamu bergerumel kesal, tetapi tetap mengikuti perintah ryan. ryan mulai berkomat kamit lagi membacakan yg menurutnya itu adalah mantra. sudah lama membacakan mantra, akhirnya selesai juga. "okeh sudah selesai. sekarang boleh buka mata kalian, pasti sudah seperti semula :D" kata ryan percaya diri. kamu dan justin membuka mata pelan-pelan dan melihat satu sama lain. tapi sama saja, kamu melihat tubuhmu sendiri, dan justin juga. "mana? tetap ah -,-" ucapmu kesal. "kamu sudah justin kan?" tanya ryan menunjukmu. kamu hanya menggeleng. "aku justin -,- memang tadi kamu mantranya apaan?" tanya justin. "alakazam" jawab ryan dengan polos. ("-..-)(-..-") "kamu dapat mantra dari mana itu? -..-" tanyamu. "aku dapat dari film film gitu. dan biasanya berhsil, tapi kenapa kalian tidak? o.O" tanya ryan sambil garuk-garuk rambut yg tidak gatal. "tentu saja tidak bisa! itu kan memakai skrip! ah kau ini korban film! -..-" kata justin sambil berbaring di kasur. tok tok tok tiba-tiba pintu di ketuk seseorang dari luar. sontak kalian semua melihat ke arah pintu. "siapa?" tanyamu. "ini aku, selena" "dan biya!" kata mereka bergantian. ryan membuka pintunya dan masuklah mereka ke dalam kamar. "bagaimana zahra? dia sudah sadar?" tanyamu khawatir. terlihat selena mengerutkan dahinya terlihat kesal. "iya, dia sudah bangun. kalian bertiga ngapain di dalam?" tanyanya dan melipat tangannya di dada. "kami di sini sedang ... ummh membicarakan hal pribadi" jawab justin tersenyum canggung. "oh iya selly! aku sangat mencintaimu :*" kata justin bangkit dari kasur berjalan menghampiri selena dan CUP justin mengecup bibir selena agak lama. melihat kejadian itu, kamu, ryan dan biya hanya bisa tercengang. sedangkan selena bola matanya sudah seperti mau keluar sambil melihat justin yg bertubuh kamu telah mengecup bibirnya. "fra? ja-jadi kamu i-ini ingin ci-ciuman pertamanya dengan wanita? jadi kamu ini le-lesbian?" tanya biya gelagapan masih terkejut dengan kejadian tadi. "eh" ucap justin sambil menutup mulutnya dan melihat semua orang yg ada di dalam kamar ini. saat dia melihatmu, dia menggumamkan kata maaf padamu. tapi kamu hanya bereaksi apa? hanya diam sambil menganga masih mengingat kejadian tadi. "justin bodoh!!!" batinmu teriak. -------- setelah kejadian tadi, kamu dan yang lainnya turun ke bawah setelah kamu berinisiatif keluar karena ingin melupakan kejadian tadi. padahal kamu ingin sekali mengatakan pada justin kalau itu ciuman pertamamu. dan masalahnya justin mencium selena di depan biya. di bawah, zahra terlihat pucat saat melihat kamu. kamu hanya tersenyum canggung pada zahra. "fra, aku pulang dulu ya. a-aku mau menjernihkan otakku, mudah-mudahan tadi yg kulihat tidak nyata. bye fra, love you" kata biya dengan cepat mencium pipi justin lalu beranjak pergi keluar. kamu yg melihat itu entah kenapa merasa sangat panas. padahal kamu melihat biya mencium pipi tubuhmu. singkat cerita, sudah 3 hari kamu di rumahmu. dan selama 3 hari itu, kamu, justin dan ryan selalu mencoba untuk mengembalikan tubuh kalian. orang tuamu, mengizinkan kamu yg bertubuh justin, kenny, selena dan ryan menginap disini. kakakmu molina mulai mencuri pandang pada ryan. dan rima authornya, sangat senang karena suaminya, kenny, datang ke indonesia. "suami dari papua?! kan umak bilang sendiri kalau umak udah ceraiin kenny?!" tiba-tiba ka huriyah dari mataram muncul. "iya tuh! umak juga bilang kalau umak udah najong kenny dari rumah xD" seperti hal layaknya setan, author darksist datang. author rima hanya bisa cengengesan dan lari kabur. (apa sih -,-) okeh abaikan! lanjut ke cerita (-,(-,-),-)-) hari ini, kamu dan yg lainnya sedang mencari ke tempat barang barang kuno di sekitar bandung. tapi selama 3 jam berkeliling, tetap tidak ketemu. "aku pernah liat di dekat rumahmu justin!" teriak ryan tiba-tiba. "oh ya? di sebelah mananya?" tanya justin agak senang. "pokoknya disitu! kita harus langsung aja kesana!" saran ryan. "sebenarnya kalian kenapa cari tempat barang barang kuno sih? dan justin!" tunjuk selena padamu. "kapan kita pulang?! aku ingin pulang! kamu dekat terus dengan wanita lesbian itu" tunjuk selena pada justin. "kurang ajar aku di sebut lesbian -,- ini semua gara gara justin!" teriak batinmu. kamu hanya mengangguk sambil mendesah mengiyakan perkataan selena. "jadi bagaimana?" tanya ryan tidak memperdulikan pembicaraanmu dgn selena tadi. "ya sudah kita semua pergi ke amerika, dan kalau bisa besok" saran justin. "tapi memang boleh sama orang tuaku? eh maksudku orang tuamu?" tanyamu sadar akan keberadaan selena. "itu masalah gampang!" ucap justin percaya diri.
Raffi Al Falihin


bangun+rumah 's link
Kisah Telur dan Tempe Gosong. Suatu malam, ibu yg bangun sejak pagi, bekerja keras sepanjang hari, membereskan rumah tanpa pembantu, jam tujuh malam ibu selesai menghidangkan makan malam utk ayah, sangat sederhana, berupa telur mata sapi, tempe goreng, sambal teri dan nasi. Sayangnya krn mengurusi adik yg merengek, tempe dan telor gorengnya sedikit gosong! ... Saya melihat ibu sedikit panik, tapi tdk bisa berbuat banyak, minyak gorengnya sdh habis. Kami menunggu dgn tegang apa reaksi ayah yg pulang kerja pasti sdh capek, melihat makan malamnya hanya tempe dan telur gosong. Luar biasa! Ayah dgn tenang menikmati dan memakan semua yg disiapkan ibu dgn tersenyum, dan bahkan berkata, "Bu terima kasih ya!" Lalu ayah terus menanyakan kegiatan sy & adik di sekolah. Selesai makan, masih di meja makan, sy mendengar ibu meminta maaf krn telor & tempe yg gosong itu & satu hal yg tidak pernah sy lupakan adalah apa yg ayah katakan: "Sayang, aku suka telor & tempe yg gosong." Sebelum tidur, sy pergi utk memberikan ciuman selamat tidur kpd ayah, sy bertanya apakah ayah benar-benar menyukai telur & tempe gosong?" Ayah memeluk sy erat dg kedua lengannya & berkata, "Anakku, ibu sdh bekerja keras sepanjang hari & dia benar-benar sdh capek, Jadi sepotong telor & tempe yg gosong tdk akan menyakiti siapa pun kok!" Ini pelajaran yg saya praktekkan di tahun-tahun berikutnya; "Belajar menerima kesalahan orang lain, adalah satu kunci yg sangat penting utk menciptakan sebuah hubungan yg sehat, bertumbuh & abadi. Ingatlah emosi tdk akan pernah menyelesaikn masalah yg ada, jd selalulah berpikir dewasa. Mengapa sesuatu hal itu bisa terjadi pasti punya alasannya sendiri. Janganlah kita menjadi org yg egois hanya mau dimengerti, tapi tdk mau mengerti. Tua itu pasti, tapi Dewasa itu PILIHAN. "Like This ---> Kaligrafi" GABUNG YUK di FP “Jemput Aku Menjadi Bidadarimu“ ada banyak kata HIKMAH, RENUNGAN dan MOTIVASI
Raffi Al Falihin


bangun+rumah 's link
Kisah Telur dan Tempe Gosong. Suatu malam, ibu yg bangun sejak pagi, bekerja keras sepanjang hari, membereskan rumah tanpa pembantu, jam tujuh malam ibu selesai menghidangkan makan malam utk ayah, sangat sederhana, berupa telur mata sapi, tempe goreng, sambal teri dan nasi. Sayangnya krn mengurusi adik yg merengek, tempe dan telor gorengnya sedikit gosong! ... Saya melihat ibu sedikit panik, tapi tdk bisa berbuat banyak, minyak gorengnya sdh habis. Kami menunggu dgn tegang apa reaksi ayah yg pulang kerja pasti sdh capek, melihat makan malamnya hanya tempe dan telur gosong. Luar biasa! Ayah dgn tenang menikmati dan memakan semua yg disiapkan ibu dgn tersenyum, dan bahkan berkata, "Bu terima kasih ya!" Lalu ayah terus menanyakan kegiatan sy & adik di sekolah. Selesai makan, masih di meja makan, sy mendengar ibu meminta maaf krn telor & tempe yg gosong itu & satu hal yg tidak pernah sy lupakan adalah apa yg ayah katakan: "Sayang, aku suka telor & tempe yg gosong." Sebelum tidur, sy pergi utk memberikan ciuman selamat tidur kpd ayah, sy bertanya apakah ayah benar-benar menyukai telur & tempe gosong?" Ayah memeluk sy erat dg kedua lengannya & berkata, "Anakku, ibu sdh bekerja keras sepanjang hari & dia benar-benar sdh capek, Jadi sepotong telor & tempe yg gosong tdk akan menyakiti siapa pun kok!" Ini pelajaran yg saya praktekkan di tahun-tahun berikutnya; "Belajar menerima kesalahan orang lain, adalah satu kunci yg sangat penting utk menciptakan sebuah hubungan yg sehat, bertumbuh & abadi. Ingatlah emosi tdk akan pernah menyelesaikn masalah yg ada, jd selalulah berpikir dewasa. Mengapa sesuatu hal itu bisa terjadi pasti punya alasannya sendiri. Janganlah kita menjadi org yg egois hanya mau dimengerti, tapi tdk mau mengerti. Tua itu pasti, tapi Dewasa itu PILIHAN. "Like This ---> Kaligrafi" GABUNG YUK di FP “Jemput Aku Menjadi Bidadarimu“ ada banyak kata HIKMAH, RENUNGAN dan MOTIVASI
Rima Novierta Curpie II


bangun+rumah 's link
Setelah usher meninggalkanmu, kamu hanya berdiri di situ bingung apa yang akan kamu lakukan setelahnya. "justin? Mungkin kau lapar ya? Ayo kita ke ruangan usher, disana banyak makanan" ucap selena tiba-tiba terdengar dari belakang. Sontak kamu melihatnya. "eh? Aku tidak lapar ko" jawabmu bohong. Dan mungkin perutmu tidak mau kamu berbohong karena perutmu keruyukan. "haha kau bohong, ayo kita ke ruangan usher" ucap selena sambil menarik tanganmu. Saat selena menutup pintu ruangan usher, matamu jelalatan melihat ruangannya. Baju-baju yg tertata rapih di gantungan terlihat di sudut ruangan, di lain sudut tertata rapih makanan junk food di atas meja. Baru saja setengah berjalan menuju makanan itu, tiba-tiba getaran kecil di saku celanamu terasa, dan itu adalah iphone milik justin yg tadi kamu ambil dari atas meja lampu. Kamu melihat siapa yg menelpon, dan itu nomor asing. Tanpa ragu, kamu angkat telepon itu. "hallo?" jawabmu. Kamu mendengar di lain arah sangat ribut seperti berada di luar rumah. Tetapi Tidak lama telepon tertutup. Kamu memandang iphonenya kebingungan. "niat nelpon ga sih? -,-" gerutumu sambil menyimpan iphonenya ke dalam saku lagi dan kembali berjalan menuju meja yg terdapat makanan itu. "siapa tadi?" tanya selena dari belakang. "ga tau, si penelpon langsung menutup telponnya. Dan nomornya pun tidak dikenal" jawabmu sambil mengambil pizza yg sudah di potong-potong dan memberi selena satu potong. Kamu dan selena berbincang-bincang saat memakan pizza. Kalian juga saling bercanda dan tertawa bersama. Jika dipikir-pikir, selena baik juga, dia orangnya asik. Tidak seperti orang-orang di sekelilingku bicarakan tentang dia. Pikirmu sambil tersenyum saat mendengar ocehan selena menceritakan tentang syutingnya. Di tengah obrolan, usher membuka pintu dan melihat kalian. "justin, ikut aku sebentar" kata usher tanpa masuk ke dalam dan hanya diam di ambang pintu. Bukannya kamu langsung menghampirinya, tetapi kamu malah diam masih melihat usher yg sedang menunggu. "justin?" panggil usher lagi, tapi kamu tetap diam, sampai selena menyikut perutmu. "ugh! apa?" jawabmu sambil melihat selena. Dia mengangguk ke arah usher dan kamu pun melihat ke arah usher. "oh i-iya" jawabmu ragu sambil berjalan menghampiri usher. Usher masih melihatmu keheranan, tetapi setelah kamu di depannya, usher memeluk bahumu. "ada masalah?" tanya usher saat kalian berjalan kemanapun tujuan usher. Kamu melihatnya sambil mengangguk. "yap, masalahnya adalah apa yg tadi aku bicarakan di belakang panggung" usher hanya mendesah dan memutarkan bola matanya. "ya ya ya, terserah -,-" gumamnya masih tidak percaya. Kamu memutarkarkan bola matamu merasa jengkel. Setibanya kamu dan usher di panggung, usher memberimu sebuah gitar akustik. Kamu melihat gitar dan usher secara bergantian. "apa ini maksudnya?" tanyamu masih bingung. "kamu mainkan bagian reff lagu yg pernah kita buat satu minggu ke belakang oke?" ucap usher menyiapkan mic. Mulutmu bergerak membuka menutup seperti ikan berniat bicara sesuatu, tetapi sepatah katapun tidak keluar dari mulutmu. "kenapa justin? Ada yg salah?" tanya usher. "ta-ta-ta-ta-tapi usher, kenapa tidak di mainkan saja dengan pemain gitarmu?" tanyamu mulai panik karena tidak bisa memainkan gitar. "apa kau lupa justin? Ini kan projek rahasia kita. Mana mungkin bisa di mainkan oleh pemain gitarku" jawab usher. "jika ini projek rahasia, kenapa kita memainkannya sekarang? Seharusnya nanti malam saat konser di mulai. Jika kita mainkan sekarang, lagunya tidak akan menjadi rahasia lagi bukan?" balasmu mencoba mencari alasan yg tepat. Mungkin usher mempertimbangkan apa yg tadi kamu katakan, karena dia diam sambil berfikir. Tapi akhirnya dia mendesah. "kau memang ada benarnya justin, tapi kan kita merahasiakan itu dari para fans, bukannya semua orang. Lagi pula, jika kita tidak mencobanya, takut-takut ada kesalahan di sound dan kekompakan kita justin" jelas usher. Di situ pikiranmu sudah kacau. Bagaimana tidak kacau, karena kamu tidak tau apa projek rahasianya, dan juga kamu tidak bisa memainkan gitar. "tapi, a-aku lupa lagi kunci-kunci gitarnya" katamu lagi pelan. "oh kalau soal itu tenang saja, nih aku kan menulisnya" jawab usher sambil memberikan kertas dengan tulisan kunci gitar dan lirik lagunya. Kamu mengambilnya dengan tangan yg bergetar. Usher sudah memberimu aba-aba, dan kamu cepat-cepat duduk di kursi yg sudah di sediakan dan menyimpan kertas di meja depanmu duduk. Usher sudah menyanyikan intro dari lagu tanpa alunan gitar. Saat usher masih menyanyi jantungmu sudah berdegup dengan kencang tak karuan. Seluruh tubuhmu juga sudah di basahi keringat dingin. Baru saja usher mengucapkan aba-aba dengan menghitung angka untuk mengalunkan gitar, getaran kecil muncul di saku celanamu lagi. Kamu mengambil iphone justin dan melihat nomor tidak dikenal menelpon justin. "usher, aku harus membuka telepon ini. Ini sangat penting. Maaf!" katamu bohong sambil menyimpan gitarnya dan berlari ke belakang panggung. Selamat!. Pikirmu. Tanpa melihat nomornya lagi, kamu angkat. "h-hallo?" katamu dengan nafas yg tersengal karena berlari. ** setelah justin mendengar jawaban, mimik wajahnya langsung ceria dan duduk di sofa. "hallo! Apa kau justin bieber?!" tanya justin langsung pada intinya. Di lain arah, yg terdengar hanya desahan nafas dan belum menjawab pertanyaan dari justin. "mmh i-iya saya justin bieber. Kamu siapa?" jawab penelpon yg mengaku sebagai justin. "bohong! Pasti kau bukan justin?! Aku justin! Siapa kau?! Kenapa kau bisa memakai tubuhku?!" bentak justin penuh dengan emosi. "jadi kamu justin?! Hey! Aku sebenarnya seorang wanita dari indonesia! Namaku fradella! Apa kau memakai tubuhku?!" tanya penelpon yg ternyata adalah kamu. "mungkin. Karena aku di panggil dengan nama fra, dan orang-orang di sekelilingku menggunakan bahasa yg tidak aku mengerti" jawab justin sambil mengedikkan bahu. "apa kamu mengerti kenapa kita bisa berganti tubuh?" tanyamu pelan. "hmm aku juga tidak mengerti :/" jawab justin. Lalu kamu dan justin saling bercerita tentang apa yang telah kalian alami hari ini. Justin mengeluh soal bahasa indonesia yg tidak dia pahami. Kamu juga mengeluh soal konser usher yg akan di adakan malam ini. Setelah justin mendengar keluhanmu soal menyanyi rap, justin meminta maaf dan menjelaskan kenapa harus menyanyi rap di konser usher. Kamu terkejut bukan main saat justin mengatakan alasannya. "cincin? Cincin hitam yg sedang aku pakai di tubuhmu ini? Oh? Aku kira ini punyaku yg secara kebetulan ikut bersamaku. Jadi satu lagi ada di kamu ya. Bisa kebetulan begini ya?" jawabmu panjang lebar. Justin mengkerutkan dahinya dan bertanya apa maksudnya. "kata biya, orang yg memberiku cincin ini, cincin hitam yg sedang kita pakai ini hanya ada 2 di dunia. Berarti yg satu ada di aku, dan satu lagi ada di kamu. Heran, kenapa bisa kebetulan begini" jelasmu lagi. "sudahlah lupakan dulu! Sekarang bagaimana caranya kita kembali seperti semula? Oh ya! Bagaimana kalau aku pergi ke amerika, pastikan kita bertemu dan mencari jawaban kenapa kita bisa seperti ini dan bagaimana caranya kita kembali seperti semula" saran justin. "mustahil kau bisa pergi ke sini justin, pasti orang tuaku melarangmu" jawabmu sambil mendesah. "oh benar. Aku tidak berfikir sampai ke situ. Mmh ya sudah kau saja yang kesini besoknya. Minta izin dulu pada ibuku, juga pada usher. Oh ya, bawa selena. Aku sangat merindukannya" kata justin lagi. Saat di akhir kalimat suara justin mengecil seperti malu. "oke oke aku akan bilang ke ibumu, usher dan juga membawa selena, puas? -,-" gumammu sambil mendesah. "sangat puas xD kau pakai saja jet pribadiku. Dan oh! Harus hati-hati dengan fansku. Jaga selena dengan baik! Karena banyak fansku yg ingin membunuhnya" tegas justin. Kamu hanya mendesah dan mengiyakan perkataannya. Setelah itu, karena justin mendengar ada yg memanggil kamu di lain arah, akhirnya hubunganpun terputus. Justin meletakan telponnya pada tempatnya lagi. Dia senyum-senyum sendiri karena senang akan bertemu sang kekasih. -- 8 Kamu simpan iphonenya ke dalam saku lagi dan berjalan ke panggung karena usher sudah memanggil. Saat kamu berjalan, kamu melihat usher melipatkan tangannya di depan dada dengan tatapan tajam ke arahmu. Senyuman yang tadi ada di bibir justin ini, menghilang setelah bertatapan dengan mata usher yg terlihat kesal. "sepertinya penting sekali, siapa tadi?" tanya usher datar. "ummh tadi tadi, umh ya, penting sekali. Maaf membuatmu menunggu" jawabmu dan mengambil gitar sambil duduk di tempat duduk yg tadi kamu duduki. Usher memutarkan bola matanya. Baru saja kamu duduk, jantungmu langsung berdegup kencang. Usher memulai intronya dengan mulus. Dan ketika aba-aba dari usher sudah di keluarkan. Sambil menutup mata, kamu memainkan gitar itu secara asal tanpa menggunakan kunci. Jreng! Jreng! Jre-plentang! Hal yang tidak di duga, satu senar gitarnya putus. Sontak semua orang melihat ke arahmu. "ups O.O" gumammu pelan sambil memegang satu senar yg putus tadi. "sudahlah justin, kau pulang saja bersama selena. Istirahatlah sebelum konserku di mulai. Okay kau tidak akan memainkan lagu rahasia kita, tapi kau tetap melakukan rap yg telah kau janjikan kemarin" desah usher menyerah. Setelah itu, kamu dan selena kembali ke rumah usher. Singkat cerita, malam pun tiba. Konser sudah di mulai dari 15 menit yg lalu. usher sudah menyanyikan lagunya yg ke 2, jadi tinggal 2 lagu lagi, kamu keluar ke atas panggung. Sekarang, kamu sedang berdiri di belakang panggung melihat banyaknya penonton yg datang ke konser ini. Banyak kamera di setiap sudut ruangan yg membuatmu sangat gugup. Jeritan para penonton terus menggema aula besar ini tiada henti. Suara dentuman drum yg cepat sesuai dengan suara degupan jantungmu yg cepat juga. Masih melihat ke arah banyaknya penonton, tiba-tiba kamu di kagetkan dengan sentuhan seseorang pada bahumu. "wow releks justin, ini hanya aku ryan" kata seorang pria yg mengaku bernama ryan. Kamu berbalik arah dan beradu dengan mata birunya yg indah. "justin? Kau terlihat .... Gugup? Kau berkeringat. Kenapa?" tanya ryan melihatmu atas bawah. "seperti apa yg kau lihat, ya aku sangat gugup membuat keringat dinginku keluar" jawabmu sambil tertawa kecil dan mengusap keringat yg ada di keningmu. "kenapa gugup? Bukan biasanya kamu semangat untuk pentas? Dan bukannya kalau kamu gugup menyanyi di depan cermin sendirian? XD" tanya ryan lagi sambil tertawa di akhir kalimat. "haha aku mengubah caranya ryan :p" jawabmu asal. Tidak terasa, ternyata usher sudah menyelesaikan lagunya yg ke 4, dan itu tandanya kamu untuk keluar panggung. "justin! Giliranmu!" teriak seseorang entah itu siapa. Sebelum masuk panggung, kamu mengatur nafas terlebih dahulu. Setelah itu dengan mantap kamu berjalan melewati pintu menuju panggung. Baru saja kamu berjalan keluar pintu, jeritan penonton sudah menggema tempat ini dengan histeris. "wow, hallo ladies" ucapmu sambil tersenyum canggung, tetapi setelah kamu bicara itu, teriakan penonton makin histeris. "pasti kalian bingung kenapa aku, justin bieber, tiba-tiba keluar di tengah konser kakakku kan? Ini memang konyol, karena kemarin, aku telah berjanji akan rap sebanyak 3 kali disini" setelah kamu bicara itu, teriakan penonton makin keras dari sebelumnya. "tapi tunggu! Sepertinya aku tidak akan melakukannya sekarang" sela mu membuat para penonton meneriaki teriakan kecewa. "oooh .. Maafkan aku ladies, tapi jujur, aku lupa lagi bagaimana caranya bernyanyi rap" jawabmu membuat para penonton tertawa. "haha okay, dari pada aku membuang waktu disini, kita lanjut saja ke lagu usher yg selanjutnya. Good night!" teriakmu memakai mic dan berjalan ke belakang panggung. Baru saja masuk belakang panggung, kamu sudah di sembur oleh usher dan krunya. "justin! Apa-apaan tadi?! Kau hanya keluar, berkata kalau kau tidak akan rap, meminta maaf dan kembali kesini?! Apa masalahmu sampai kau berbuat seperti itu justin?!" kata usher menahan emosinya yg lebih besar. "aku-aku-aku minta maaf usher. Tapi aku memang tidak bisa bernyanyi rap! Itulah kenyataannya! Kau sudah tau alasan tepatnya apa, jadi tolong maklumi aku" jawabmu. "alasan tepat? Maksudmu justin?" tanya ryan menyela pembicaraan. "kau mau tau apa alasannya? Dia bilang kalau dia itu bukan justin, tapi dia itu adalah seorang wanita! Bagaimana mau percaya, dia sudah jelas-jelas justin" jawab usher seperti menyepelekan. Sebenarnya kamu sudah tak tahan lagi menahan tangis, tapi karena kesal kamu hanya melihat usher dengan tatapan tajam dengan mata yg sudah berkaca-kaca. "kenapa? Kau mau menangis, jadi orang-orang disini akan percaya bahwa kamu itu wanita? Menangis saja justin, kita semua tetap tidak akan percaya. Sudahlah sekarang aku mau pentas lagi" kata usher dan berjalan ke arah panggung. Kamu diam terpaku di tempat, walaupun orang orang di sini sudah tidak melìatmu lagi, tapi kamu tetap diam di tempat. Ryan berjalan mendekatimu dan memegang bahumu. "kita pulang saja justin. Ayo" ajak ryan pelan sambil menarik tanganmu keluar gedung ini. Kamu terus diam saat perjalanan menuju rumah usher. Tapi setelah berhenti di depan rumahnya, akhirnya kamu angkat bicara. "apa kita harus ke rumahnya? Kenapa kau tidak membawaku ke rumah justin saja?" tanyamu masih duduk di mobil dan melihat ke tanganmu. "jadi benar bahwa kau ini bukan justin?" tanya ryan masih penasaran. Kamu melihatnya datar, tapi akhirnya kamu menceritakan semuanya pada ryan. ** justin masih duduk di sofa, dan tiba-tiba saja pintu depan terbuka. "wah kau sudah pulang! Baguslah, ayo siap-siap!" kata molina yg baru saja masuk ke dalam rumah. Justin mendesah keras sambil menggelengkan kepala. "oh iya, fra yg sekarang harus pakai bahasa inggris. Haah baiklah -,-" gumam molina pada dirinya sendiri. Lalu molina mengulang perkataannya menggunakan Bahasa inggris dan justin pun bangun dari sofa. "mau kemana siap-siap?" tanya justin. "kita kan mau ke ciwalk, dan katanya kamu mau beli dalaman. Ayo ganti baju cepat!" jelas molina sambil berjalan menuju kamarnya. "ah sial, kenapa harus shopping? Beli dalaman lagi -,-" gumam justin jengkel. Tapi dia menyerah dan berjalan menuju kamarmu untuk berganti baju. Singkat cerita, justin dan molina sudah berada di salah satu toko di ciwalk. Molina terus mondar mandir mencari baju yg menarik untuknya. Sedangkan justin, dia hanya berdiri di ambang pintu toko seperti patung selamat datang. Mungkin molina sudah selesai, karena dia tiba-tiba muncul di depan wajah justin sambil membawa 2 kantung kertas besar. "whoa!! Kau mengagetkan aku tau!" kata justin sambil mengusap-usap dadanya untuk menormalkan detak jantungnya. "haha -,- fra, kenapa kamu tidak membeli baju atau dalaman? Katanya mau beli dalaman?" tanya molina. Justin hanya mengedikkan bahunya sambil berkata "aku rasa moodku sudah hilang :p" justin kira molina sudah selesai, tapi dari 3 jam yg lalu molina terus saja menarik tangan justin ke lain toko. Tapi sekarang justin sudah bisa bernafas lega ketika justin dan molina sedang berada di starbucks, dan kata molina setelah ini langsung pulang. 2 hari telah berlalu. Seperti hari pertamanya menjadi fra, dari pagi sampai siang justin pergi ke sekolah. Biya kekasih fra, terus menempel pada justin walaupun justin sudah bilang tidak mau di pegang-pegang oleh biya, tetapi biya tetap saja menyentuh justin sampai justin kewalahan. Zahra sahabat fra, dia bingung dengan sifatnya yg sekarang. Zahra sudah merasa ada yg ganjil dari diri sahabatnya itu seperti setiap hari pasti menggunakan bahasa inggris, atau biasanya fra selalu terlihat anggun jika sedang berjalan, tetapi sekarang tidak. Zahra melihat sahabatnya ini sudah seperti wanita tomboy. Berjalan, cara makan, dan refleks tubuhnya pun sudah terlihat seperti pria. Tapi zahra tidak bilang sama sekali pada justin tentang ke ganjilannya. Saat ini di rumah, justin sedang bersama biya dan zahra. Mereka sedang menonton dvd di ruang tv bawah. dan tiba-tiba saja pintu depan terbuka seperti di banting dari luar. BRAKKK!! "SURPRISE!!!!!"
Rima Novierta Curpie II


bangun+rumah 's link
Akhirnya kamu selesai mandi walaupun kamu sama sekali tidak mau melihat ke arah bawah. Setelah itu, Kamu berjalan keluar kamar mandi hanya memakai handuk yg di liliti di pinggang. Baru saja membuka pintu, kamu terkejut ketika melihat selena yg masih ada di kamar, dia sedang berbaring sambil melihat ke arahmu ketika dia sadar akan kehadiranmu. "hai justin, sudah mandinya? Oh ya, usher sudah menunggu di bawah. Cepat ganti baju dan siap-siap untuk pergi" ucapnya sambil tersenyum manis. Kamu balas dengan senyuman canggung. "i-iya, tapi bisa kau keluar dulu? Aku mau pakai baju" jawabmu sambil menggenggam handuknya dengan erat supaya tidak jatuh. Tanpa menjawab, selena berdiri dan berjalan ke arahmu, tidak di duga, dia mencium pipimu sambil tersenyum. Kamu hanya melongo melihatnya. Tapi dalam hati kamu berkata: main nyosor aja ni cewe!. Selena pergi keluar kamar dan kamu langsung mencari baju di lemari khusus seperti di sebuah toko baju. Karena kamu bingung mau pilih yg mana, kamu ambil kaos oblong putih polos dengan jeans hitam tidak lupa sepatu supra putih. Setibanya kamu di ruang tv dimana usher dan selena berada, kamu langsung duduk di sofa sebelah usher. Sebenarnya kamu gugup karena seorang usher raymond itu idolamu. Usher melihatmu keheranan tapi hanya menggeleng sambil tertawa. "kau sudah siap kan? Oke kita langsung saja, sarapan bisa disana. Come on!" ucapnya dan bangkit dari sofa. Selena pun bangkit dan mengikuti usher. Sedangkan kamu hanya diam di tempat melihat mereka yg berjalan keluar rumah. Mungkin selena merasa kamu tidak mengikutinya, karena dia berbalik arah dan melihatmu. "justin? Apa yg sedang kau lakukan? Ayo pergi!" kata selena sambil menarik tanganmu keluar rumah dan menuju mobil range rover yg di kendarai usher. Mau kemana lagi? Pikirmu sambil mendesah. Sebenarnya kamu bingung kenapa ini semua bisa terjadi. Dari tadi hati kecilmu bertanya. Sebenarnya mana tubuhmu? Mati? Karena kamu terus berfikir, tidak terasa mobil berhenti. Usher sudah keluar mobil lebih dulu. Tapi aku melihat keluar jendela dan melihat bacaan besar di atas gedungnya. Oh no. ** "hai sayang" sapa pria yg sedang berdiri di depan justin. Pria itu mendekati wajah justin seperti mau menciumnya, tetapi dengan refleksnya justin mendorong wajah pria itu. "what the hell are you doing?!" bentak justin marah. Pria itu hanya tertawa mendengar justin membentak dengan suara melengking. "same old same old, kapan sih kamu mau aku cium? Kan aku sudah kasih cincin" ucap pria itu masih tertawa dan menunjuk cincin yg ada di jari justin. Justin melihat cincin yg di tunjuk oleh pria itu. Dia tau cincin ini? Tau dari mana dia? Pikir justin. Lalu dia mendengar pria itu mendesah. Sontak justin melihatnya. "hah, dari pada diam terus ayo kita berangkat sekolah. Nanti telat" ucap pria itu sambil tersenyum dan menarik tangan justin, tapi justin melepasnya. "who are you? Where are we going?" tanya justin. Pria yg menarik tangan justin melihatnya dengan tatapan terkejut. "fra? Apa maksudmu? Aku biya kekasihmu, dan kita akan pergi sekolah. Dan kenapa kamu ngomongnya pake bahasa inggris?" tanya biya bingung. Justin hanya mengedikkan bahunya sambil berjalan menjauhi biya. Tapi dengan sigap biya menarik tangan justin. "lupakan, ayo naik motor biar cepat" ajak biya masih menarik tangan justin. Lalu biya naik motornya, begitupun justin. Sesampainya di sekolah, biya mengantarkan justin yg sudah bertubuh kekasihnya yaitu kamu ke kelas. Di depan kelas, biya pamit pada justin walaupun justin tidak mengerti apa yg di katakan biya, dia hanya mengangguk dan masuk ke dalam kelas. Justin duduk di sembarang tempat duduk yg kosong. Lalu temanmu datang ke depan justin memasang wajah keheranan. "fra? Ngapain duduk di tempat luki?" tanya seorang wanita yang adalah sahabatmu zahra. Justin melihatnya sambil tersenyum. Siapa lagi dia? Haduh -,- -- 6 Oh no. Ternyata usher membawamu ke konser album perdananya. Terlintas di pikiranmu, pasti kamu bakalan ikut bernyanyi di atas panggung bersama usher. Dan sialnya, kamu takut jika suara justin yg sangat bagus ini, berubah menjadi fals. "justin, apa kamu sakit? Apa kamu tetap mau mengikuti konser usher? Jika kamu merasa tidak enak badan kamu istirahat saja di rumah" ucap selena terlihat khawatir. Kamu melihatnya sambil tersenyum dan menggelengkan kepala. "aku baik ko :D ayo pergi" ucapmu bohong dan keluar mobil usher. Kamu berjalan menuju pintu depan, tetapi selena memanggil. "justin? Mau kemana? Lewat sini" ucap selena. Kamu berbalik arah melihat selena dengan pipi yg sudah memerah. "apa benar kamu baik-baik saja?" tanyanya meyakinkanmu. "i-iya, tidak apa hanya sedang linglung saja, hehe :D ayo masuk!" ucapmu sambil tertawa canggung dan berjalan ke pintu yg benar melewati selena. "aneh -,-" gumam selena dan berjalan mengikutimu dari belakang. Di dalam, kamu celingukan melihat orang menyiapkan panggung yang menurutmu sangat spektakuler. Kamu hanya melongo melihat panggung yang begitu megahnya. Tiba-tiba suara yg membuat telinga tercengang dari sound system. ngiiiing~ "cek cek satu dua tiga. Hey justin! Ayo naik kesini! Kita atur keluar masuknya kamu ke atas panggung!" ucap usher dari atas panggung. Mampus. Pikirmu. Kamu masih saja melihat usher yg ada di atas panggung sambil memegang mic dan berbincang dengan orang-orang yg ada di atas panggung. Kamu terkejut ketika selena memeluk pinggangmu. "kenapa diam saja? Ayo naik" kata selena mengangguk ke arah panggung. "e-eh iya" jawabmu gugup dan berjalan ke belakang panggung dan masuk ke atas panggung. Di atas panggung kamu hanya bisa tersenyum pada orang yg terus menyapamu dengan ramah. Setelah usher melihatmu di panggung, dia langsung datang menghampirimu. "justin, nanti setelah laguku yg ke 4 selesai tanpa aba-aba kau langsung naik ke panggung dan mulai rap mu ap-" belum selesai bicara, kamu sudah terkesiap dan memotong pembicaraan usher. "apa? Rap? Aku harus nge rap? Apa kau gila?! Aku tidak bisa!" tegasmu bicara apa adanya. Usher terkejut akan jawabanmu tadi, tapi anehnya dia malah tertawa renyah membuat semua orang berhenti bergerak dan melihat usher yg sedang tertawa. "apa? Kau tidak bisa rap? Hahahaha bohong boleh, tapi jangan yg konyol seperti itu man! Sudah jelas kamu bisa rap dengan lancar, bilang tidak bisa hahaha justin justin xD" Tawa usher meledak lagi, tapi kali ini tawaan semua kru juga pecah setelah mendengar perkataan usher. "aku mengatakan hal yang sebenarnya! Pokoknya aku tidak bisa! Mau aku menghancurkan konsermu?" tanyaku sambil melipat tanganku di depan dada. "setiap kau melakukan rap di setiap konser, kau memang suka menghancurkan pita suara para penonton wanita yg meneriakimu secara histeris" jawabnya tidak mau kalah. Kamu hanya menggelengkan kepala dan menarik usher ke belakang panggung. Sudah di belakang panggung kamu melepas tangannya dan menatapnya tajam. "usher, aku mohon percaya dengan apa yg akan aku katakan sekarang. Aku tau ini terdengar konyol, tapi please percayalah" ucapmu berupa bisikan. Usher hanya tertawa kecil sambil mengangguk. "dengar, sebenarnya aku ini bukan justin. Sebenarnya aku ini fradella, aku juga tidak mengerti kenapa aku bisa berubah menjadi justin. Padahal kemaren malam, aku masih wanita dan di indonesia. Setelah bangun aku sudah seperti ini. Aku juga tidak mengerti kenapa!" jelasmu panjang. Usher melihatmu keheranan dan tidak lama dia mendesah. "jika kau bukan justin, lalu justin dimana?" tanyanya masih terlihat santai. "maka dari itu! Aku juga tidak tau!" jawabmu sudah seperti orang frustasi. Usher diam seperti sedang berfikir. setelah lama seperti berfikir dia akhirnya melihatmu. "aku tau dimana justin!" ucapnya terlihat senang seperti baru menang lotre. Karena wajahnya yg memang meyakinkan kamupun ikut senang. "oh ya? Kau tau dimana justin?" tanyamu meyakinkannya. "tau sekali! Dia tepat ada di depanku!" jawab usher sambil tertawa dan berjalan meninggalkanmu berdiri. Ugh! Ini akan menyulitkan! ** justin hanya mengangguk dan berkata hai pada sahabatmu. Dia bingung apa yg sedang zahra bicarakan. Karena Justin malas bertanya lagi, dia hanya diam dan mengambil satu buku dari dalam tas yg dia bawa. Tidak terasa bel masuk berbunyi. Luki, pria yg di maksud zahra tadi, cuek saja duduk dengan justin di bangkunya. Selama pelajaran berjalan, justin selalu menanyakan apa yg sedang guru katakan. Tapi luki hanya mendengus dan tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan justin. Jadi setiap pelajaran, justin hanya diam karena jika bertanya, pertanyaan dan suaranya akan menjadi sia-sia saja. Saat jam istirahat justin mengiyakan ajakan zahra ke kantin, selama perjalanan ke kantin zahra terus bicara, tapi justin menghiraukannya dan melihat sekeliling. Dia berfikir keras ketika orang yg dia lihat sedang memegang handphone. "ah! Handphone! Aku butuh handphone untuk menelpon ponselku yg ada di amrik!" jerit justin masih menggunakan b.Inggris. Semua orang yg ada di sekelilingnya melihat justin seperti dia itu orang gila. "fra! Apa-apaan sih! Pake jerat jerit segala! Pake bhasa inggris lagi!" bisik zahra sambil menarik tangan zahra. "apa kamu punya ponsel? Boleh kupinjam? Ini darurat!" kata justin mengabaikan perkataan zahra sebelumnya. "aduduh tentu aku punya-" jawab zahra memakai bhasa inggris. Wajah justin langsung sumringah dan meminta izin kalau dia mau meminjam ponsel zahra. Karena kamu itu sahabatnya, tentu saja zahra memberikan ponselnya pada justin. Setelah itu, justin mengetik nomor ponselnya dan menyimpan ponsel itu di telinganya. Tut ..... Tut ..... Tu-cklek "hallo?" terdengar jawaban dengan suara pria yg berat. Baru saja justin mau bicara, hubungan sudah terputus. "he? Ko terputus?" gumam justin. Dia mencoba lagi tapi saat mencoba menelpon, ada yg berbicara seperti ini. 'maaf, pulsa yang anda miliki tidak cukup untuk melakukan panggilan ini' mungkin zahra mendengarnya, karena dia langsung mengambil ponselnya dari tangan justin. "yaah kau menghabiskan pulsaku ya? Padahal aku tadi masih punya 10 ribu lagi T.T" lirih zahra saat melihat pulsanya yg tinggal 3 ribu lagi. "oops, maaf. Tapi makasih ya. Hehe" justin hanya cengengesan disitu. Singkat cerita, bel pulang pun berbunyi. Dengan tergesa-gesa justin membereskan bukunya dan keluar kelas. Biya, kekasihmu sudah menunggu di depan kelas. Dia akan mengantar justin pulang. Tadinya biya mau mengajak justin entah kemana, tapi justin menolak karena dia ingin menelpon ke ponsel yg sebenarnya yg ada di amerika. Sesampainya di rumah, justin sama sekali tidak berterima kasih pada biya, tapi dia langsung saja masuk ke dalam rumah dan celingukan mencari telpon rumah. Setelah ketemu, justin berlari ke arah telepon itu dan memencet nomor yg dia maksud. Sudah 6 kali berbunyi, akhirnya di angkat juga. "h-hallo?"

Powered by WordPress SEO Tools

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>