Memiliki rumah sendiri sangat diinginkan oleh setiap orang, tidak perlu terlalu besar asalkan nyaman dan enak untuk ditempati. contohnya Rumah tipe 36, tipe rumah yang seperti ini sekarangyang sangat banyak ditawarkan, apalagi kepada pasangan muda yang pertama kali akan memiliki rumah. dimana Rumah tipe 36 ini banyak ditawarkan pengembang perumahan maupun apartemen di kota-kota besar. Meski tidak terlalu luas, dengan memaksimalkan desain denah ruangan, rumah tipe 36 dapat nyaman ditinggali dan tetap menjaga privasi. lumayan lah untuk sementara ditinggali ketimbang mengontrak yang sudah pasti akan lebih merepotkan.
Rumah Minimalis tipe ini menawarkan kelebihan tersendiri berupa kenyamanan dan kesehatanb maka sebelumnya ada proses peninjauan dalam tahap desain maupun denahnya. Untuk kenyamanan dan kesehatan penghuni sirkulasi udara, penataan interior, dan pencahayaan adalah aspek penting yang perlu diperhatikan dalam pembangunan rumah tipe 36.
Bila nantinya setelah anda menempatinya, dan anda ingin melakukan sedikit perubahan pada tipe rumah ini, dapat anda lakukan. Untuk rumah tipe 36 standar ini, anda dapat banyak melakukan perubahan tergantung luas tanah yang tersedia. akan tetapi akan sangat Berbeda dengan apartemen tipe 36 ruangan yang sempit memang cukup menyulitkan menimbulkan kesan minimalis modern. Penggunaan partisi-partisi yang bisa dibongkar pasang merupakan alternatif terbaik. Namun tidak perlu khawatir, pemilihan interior ruangan dan warna cat yang tepat akan sangat membantu.
Dalam proses pembuatan desain maupun denahnya perlu perhatian khusus dan mendetail dalam pembuatannya agar dapat menghasilkan denah yang baik. Seperti dalam proses membuat denah rumah tipe 36 mulailah dengan membuat daftar ruangan yang dibutuhkan berikut luas yang diinginkan. Mulai dengan ruangan yang utama terlebih dahulu seperti kamar tidur, kamar mandi, dapur, ruang tamu dan seterusnya. Kemudian hitung luas masing-masing ruangan, lalu susun posisi ruangannya. hal tersebut dilakukan agar tidak salah perhitungan pada saat proses pembangunannya.
Setelah itu Kemudian anda dapat memperkirakan perabotan yang akan dimasukkan ke dalam ruangan tersebut. Pastikan masih cukup banyak area untuk sirkulasi udara dan ruang gerak penghuni untuk kenyamanan anda. Sebaiknya posisi ruangan yang basah, seperti dapur, kamar mandi, tempat mencuci, dibuat secara berdekatan atau berada dalam satu jalur untuk memudahkan pemasangan instalasi air bersih dan air kotor. Upayakan buangan air kotor ke septic tank lurus tanpa berbelok.
Dan hal yang paling terpenting dalam proses semua ini adalah faktor kesehatan. harus anda perhatikan Untuk membuat denah rumah yang sehat jangan sepelekan hal berikut :
Sirkulasi Udara dan Sinar matahari yang maksimal untuk kesehatan dan kenyamanan. Untuk bisa mendapatkan sirkulasi udara, buatlah langit-langit yang agak tinggi atau sebuah bagian atap yang bertingkat. Agar sinar matahari bisa masuk, buatlah bukaan menghadap datangnya sinar. Bukaan tersebut bisa berupa pintu atau jendela. dan juga yang paling penting Pastikan rumah anda memiliki Taman sebagai penyaring udara kotor dan debu yang masuk ke dalam rumah dan sebagai penambah oksigen.

Telantarkan Pasien, Jokowi Ancam Rumah Sakit Nakal_
MA Berencana Bangun Gedung 15 Lantai
KPK Kesulitan Geledah Rumah Gubernur Riau di Jakarta Barat
(PENDEDAHAN): Tip Kewangan Irfan Khairi, Bangun semula selepas Raya HMM, TV1
Warga Tanah Tinggi Tagih Janji Jokowi Bangun Rumah Deret
Arif, Bangun Jembatan Demi 'Sekolahkan' Anak Bangsa
JEPEN BEHUMA - RS. DAYAKU RAJA (KOTA BANGUN) KALTIM
Tren Bangun Rumah Mini di California Dunia Kita Ep. Desain Ramah Lingkungan
Koleksi Seni Rancang Bangun di National Building Museum Dunia Kita #525 Ep. Rancang Bangun, ...
Berkantor Bersama di Affinity Lab Dunia Kita #525 Ep Rancang Bangun, Arsitektur & ...
| Khasabat Jeecky bangun+rumah 's link THIS LOVE Apa yang terjadi jika kita terlambat menyadari cinta yang kita miliki? Bagaimana jika kita menganggap cinta yang kita miliki jatuh pada orang yang salah??? Kiseop||Kevin Atc Yaoi|NG|ga je “ hikz..hikz..” Seorang namja kecil berjalan mendekati sumber isakan, semakin terdengar isak tangis seseorang disudut taman gang perumahan menuju rumahnya. Beberapa langkah terlewati ia melihat seorang tengah menekuk lututnya menunduk menyembunyikan kepalanya dengan lutut sebagai tumpuan. “ Annyeong..” Sapaan itu membuat seorang yang menangis itu kaget dan memepetkan tubuhnya kedinding ketakutan, namja itu langsung mundur dan tersenyum mengetahui anak kecil yang ada dihadapannya takut padanya. “ naneun Lee Kiceop, tenang caja aku tidak akan nakal padamu..” Kiseop mengulurkan tangannya kearah anak kecil yang kemungkinan berusia 3 thn itu, tidak ada jawaban hingga keduanya dikagetkan suara derap langkah orang-orang dewasa. Kiseop yang tau siapa yang akan dating menarik namja mungil itu bersembunyi disebuah lubang mainan sambil mendekap erat namja mungil itu. “ Kiseoppiiii-, Kiseooppiee..” Suara teriakan beberapa namja terdengar jelas, Kiseop dapat melihat beberapa bayangan yang hamper saja mendekat padanya. “ Ya! Hoonie tidak mungkin si Seopie berada di tempat seperti itu! Kajja kita cari di tempat lain, aku tidak bisa membayangkan raut wajah Hyukie ajumma kalau tau anaknya menghilang..” “ kajja! Bisa-bisa Donghae ajussi membakar tubuhku..hiiii” Setelah merasa langkah kaki keduanya menjauh, Kiseop melepas dekappannya namun namja mungil di pelukannya menangis dengan mengeratkan pegangannya kepinggang Kiseop. “ hikz..i am ccaled! Hikz..tei will kill me..hikz..” ( I am scared, they will kill me ) “ nugu??” “ hikz..mom and dad tell me to lun co fal..hikz..tei hiiikz..” ( mom and dad tell me to run so far, they..) Kiseop mengerutkan kening, tidak mengerti apa yang namja mungil itu katakan yang ia tau namja itu terlihat sangat ketakutan. Setelah beberapa lama namja itu terdiam. “ dimana rumahmu??” Tidak ada jawaban, yang ada hanya tatapan bingung namja mungil dihadapannya. Kevin membuka-buka buku ditasnya dan menncoba membaca tulisan acak-acakan yang ia tulis sebagai catatan. Name = nama Untuk menanyakan nama dalam bahasa inggris “ What is your name?” Kiseop mengangguk sedikit kesal karna catatan bahasa inggris yang ia pelajari di kelas 1 kemarin tidak pernah ia perbaiki. “ Wha- at si yo-u na-me?? Eotthokeji?” Namja mungil didepan Kiseop mengerutkan kening sedikit berpikir apa yang di katakana oleh namja yang terlihat tidak jauh beda umur dengannya. “ Kevin, Kevin Woo.. you call me Kevin..” Saking senangnya mendapat jawaban dari namja mungil yang bernama Kevin itu Kiseop langsung memeluk hingga Kevin meringis dan mendorong Kiseop menjauh, Kiseop mengerutkan keningnya sambil terus mengamati apa yang Kevin lakukan. Kevin menengok kekakinya yang ternyata terluka parah dengan darah yang masih mengalir. “ itc hult..” ( its hurt ) “ kajja ikut aku! Akan aku sembuhkan “ Kiseop mengisyaratkan agar Kevin naik ke punggunya kemudian menggendong Kevin. Kevin hanya mengangguk meski tidak mengerti dengan apa yang Kiseop katakan. Kiseop berjalan perlahan sambil menggendong Kevin memasuki kawasan rumah mewah milik keluarganya, langkah kiseop terhenti saat melihat seorang yeoja berambut blonde sedang merengek pada namja dewasa yang sedang menelpon. “ seopi akan baik-baik saja chagi..” “ ta-“ “ Eoma, Appa??” “ MWO?? SEOPII!!” Keduanya langsung berlari menghampiri namja kecil berumur 7 tahun, anak semata wayang mereka dengan perasaan lega namun langkah keduanya terhenti saat tangan kiri Kiseop menyuruh mereka berhenti tepat beberapa meter sebelum menubruknya. “ jangan berisik, nanti Kevin bangun!” “ Kevin?? Nugu chagy?” Donghae menoleh kearah pundak anaknya yang menampilkan seorang tengah tertidur dengan mengalungkan tangannya di leher Kiseop. “ Eoma, bisa minta tolong obati dia? Nanti seopi jelaskan..” “ ah? Eh? Ne..” Hyukie mengangguk dan mencoba mengambil alih Kevin dari gendongan anaknya. Donghae menyediakan makan siang dan mengarahkan pandangan kearah Kiseop yang sudah selesai menceritakan kejadiannya bersama Kevin. Namja beranak satu itu mengangguk-angguk mencoba mencerna apa yang anaknya ceritakan. “- Kecelakaan yang menewaskan semua keluarga pengusaha terkenal Jeremy Woo membuat jalanan menjadi ramai. “ Donghae memincingkan mata dan pendengarannya mengarahkan padnangannya kearah TV yang tadi ia lihat dan lupa dimatikan saking paniknya anak semata wayangnya belum pulang. “ Woo?? Tunggu! Kau bilang namanya nugu?” “ Kevin Woo, begitu yang Kevin katakan..dan selanjutnya aku tidak mengerti apa maksudnya..dia mengatakan dengan bahasa inggris..” Ucapan Kevin membuat Donghae berlari kearah ruang TV yang sedang menyiarkan kecelakaan di daerah yang tidak jauh dari tempat tinggal mereka. “ –saksi mata mengatakan mobil yang Jeremy Woo tumpangi membalik lebih dari 3 kali sebelum ahirnya menabrak pembatas jalan. Tidak ada yang selamat dalam kecelakaan tersebut. Jenazah Jeremy Woo dan Emilia Harson di temukan terbakar dengan mendekap sebuah ransel anak-anak. Banyak spekulasi mengatakan jika ransel tersebut adalah ransel anak tunggal mereka yang tidak pernah dipublikasikan. Dan kemungkinan anak tersebut telah hangus terbakar mengingat kedua orang tuanya sulit dikenali karna ledakan mobil setelah beberapa menit terdiam-“ Kiseop memiringkan kepalanya melihat kelakuan Appanya. “ HYAAA!!! GO! PLEACE!! GO OUT!!!” ( please go out ) Donghae dan Kiseop kaget mendengar teriakan yang berasal dari kamar Kiseop, keduanya langsung berlari kearah kamar dan mendapati Hyukie yang sedang membawa gunting sedang memandang Kevin yang memojokkan tubuhnya ke sudut ruangan dengan perban yang masih memanjang di kakinya. “ wae chagy??” “ dia terbangun saat aku ingin memotong perban di kakinya, aku belum selesai mengobati lukanya..” Ucap Hyukie bingung, Donghae memandang Kevin yang terisak sambil memandang hyukie takut. “ Kevin-ah, she want cut your verban..” “ GO AWAY!!! Don’t touch me!!hikz…mommy, daddy whele ale you?? Don’t leave me in thele..” ( go away! Don touch me! Mommy, daddy where are you? Don’t leave me in there ) Kevin terus menjerit ketakutan saat Donghae mendekat, bahkan dia melempari Donghae dengan berbagai mainan yang ada di kamar Kiseop, Kiseop menatap kedua orang tuanya bingung karna keduanya mengatakan kata-kata aneh yang sama dengan apa yang Kevin katakan. Tidak tega melihat Kevin menangis dan ketakutan Kiseop ahirnya maju mendekati Kevin meski Hyukie dan Donghae melarangnya. Kevin yang melihat Kiseop mendekat langsung berhambur kearahnya. “ tei..will kill me..hikz.. I am ccaled! Pleace talk to tei go away..hikzz” ( they will kill me, I am scared! Please talk to they go away) Kiseop yang tidak mengerti apa yang Kevin katakan hanya bisa mengusap rambut Kevin dengan lembut, membiarkan Kevin berlindung dipelukannya. Donghae dan Hyukie masih mematung melihat keduanya. Lama mereka terdiam hingga sebuah suara halus nan teratur menghiasi ruangan tersebut. Donghae tersenyum kemudian menepuk pundak Kiseop. “ baringkan dia di ranjangmu..” Kiseop mengangguk. Donghae menceritakan detail yang ia terima tentang Kevin pada Kiseop dan Hyukie, Kiseop masih beelum bisa mengerti sepenuhnya namun mengangguk-angguk saat melihat eomanya mengangguk. “ eugh..” Sebuah legukan kecil membangunkan Kiseop dari tidurnya, Kiseop menoleh kearah seorang yang tengah mengerjapkan matanya imut. “ annyeong..kau sudah bangun??” “ Who ic you?” ( Who is You ) “ eh??” Kiseop buru-buru bangun berlari kearah kedua orang tuanya yang sedang ada di meja makan bersama beberapa maid. “ apppa eoma!! Dia bangun!” “ ah, ne..kami akan segera kesana dengan sarapan..” Sahut Hyukie. Kevin menatap Kiseop bingung, ia tidak ingat dengan namja bermata coklat di hadapannya. Sedangkan Kiseop bingung bagaimana menjelaskan siapa dirinya, keduanya menoleh saat mendengar derit pintu, Kevin menatap Kiseop yang tersenyum saat merasakan tangan mungilmya di genngam erat. “ don’t scared, they my family..” Bisik Kiseop, saat menerima tatapan bingung Kevin namja itu sedikit berfikir. ‘ apa tadi kosa kataku salah?? Apa aku salah menghafal??? TT aku sudah belajar semalaman..’ Donghae dan Hyukie masuk dengan was-was mengingat kemarin Kevin menolak kehadiran mereka. Tidak ada pemberontakan dari Kevin, bahkan wajah imut Kevin terlihat cerah saat melihat makanan yang Hyukie bawa. “ This for me??” “ eh?? Ne??” Hyukie dan Donghae berpandangan kemudian mengarahkan tatapannya pada anak semata wayang mereka. “ What is your name??” Pertanyaan Donghae membuat Kevin berhenti memakan sarapan yang Hyukie bawakan, Kevin menatap Kiseop bingung. “ What is my name?? I don’t remember..” ==================== 10 tahun kemudian ==================== “ Keviiiiin-aaaah..palliwa!!! kalau tidak cepat akan ku tinggal!” Teriak seorang namja tinggi dengan seragam SMA Kyungdae. Hyukie tersenyum melihat kelakuan anaknya yang selalu saja membuat geger rumah karna menyuruh Dongsaengnya cepat turun. Ya Donghae dan Hyukie sepakat mengangkat Kevin sebagai anak angkat mereka saat mengetahui Kevin tidak mengingat hal apapun. Bersama Kiseop keduanya memutuskan untuk tidak member tahu Kevin karna takut Kevin mengalami hal yang buruk lagi. Seorang namja mungil dengan wajah malaikat tidak berdosa berjalan dengan gontai mendekati mereka. Donghae tersenyum menerima ciuman dari Kevin, Hyukie membalas ciuman dipipinya dengan mencium kening Kevin sedangkan Kiseop membala ciuman Kevin dengan jitakan yang menyadarkan namja manis itu jika ia tidak ingin dicium. “ haha..jangan seperti itu pada dongsaengmu!” “ ais, appa! Aku ini namja..” Donghae hanya menggeleng, selalu saja Kevin dan Kiseop berargumen saat pagi menjelang hingga keduanya berangkat bersama. “ Hyungie..Eli said he want to my boyfriend..” “ MWO???” Kiseop menghentikan laju mobilnya secara mendadak. Beruntung jalanan masih lenggang sehingga tidak menimbulkan kecelakaan. Kiseop menatap Kevin yang mengusap kepalanya yang tidak sengaja mencium daksboard mobil. Bukan menjadi hal mengejutkan jika Kevin menjadi namja yang paling diinginkan namja lain, mengingat wajah manis dan lugu yang Kevin miliki. Kiseop ingat beberapa namja yang secara terang-terangan menembak Kevin untuk menjadi pasangannya bahkan beberapa ada yang memohon pada Kevin. “ kau itu namja, dan Eli juga namja! Kau tidak boleh berpacaran dengan mereka!” “ Just friends hyung?? Ne??” Kiseop mengangguk. Suasana kelas terasa sangat membosankan untuk Kevin, namja manis itu menoleh kearah teman sebangkunya yang sedang tersenyum-senyum gaje. “ Dongho-ah..” “ ne, Kevin??” “ What its?” Tunjuk Kevin. Dongho mengerutkan keningnya saat mendapati Kevin menunjuk lehernya, dengan santai dia mengarahkan cermin kearah lehernya. Mata bulatnya semakin melebar saat mendapati tanda keunguan dilehernya. Segera ia menutup lehernya dengan menggunakan syal Kevin, wajahnya benar-benar memerah karna malu. Sedangkan Kevin masih menatapnya dengan tatapan tidak mengerti. Dongho menghela nafas sadar bahwa rasa malu kepergoknya sia-sia jika ia buang pada Kevin, karna namja manis temannya itu terlalu polos. Dongho menatap Kevin sejenak kemudian menarik leher Kevin untuk mendekat. “ kau pernah melihat si Yuri eoni berciuman dengan Taecyeon hyung bukan??” Kevin mengangguk. “ nah seperti itu yang terjadi padaku..bedanya kami sama-sama namja..” “ Mwo???” Dongho mengangguk melepaskan tangannya dari leher Kevin, dia tersenyum menunjukkan wallpaper di hpnya, terlihat dengan jelas dua orang namja yang Kevin kenal berada di sana. Dengan seseorang diantara mereka yang mencium pipi salah satunya. “ kau dan-“ “ ne, aku dan Hoon -hyung..kami resmi pacaran dua minggu lalu..dia sangat baik..” “ but..you are-“ Dongho tersenyum mengerti apa yang ingin sahabatnya katakan. “ I know this false but this is love, don’t have many time to change..” Ucapan tulus dari Dongho membuat Kevin terdiam. “ Dongie-ah..ini ku belikan makanan..eh anyeong Kevin..” “ gomawo hyung..” Dapat dengan jelas Kevin lihat bagaimana Hoon memperhatikan Dongho sebelum ia meninggalkan keduanya, pancaran wajah keduanya selalu terngiang di otak Kevin. Kevin memutuskan untuk berjalan-jalan ke atap mengingat jam istirahat yang masih banyak karna kembali pun akan percuma yang ada dia hanya akan menjadi obat nyamuk bagi Dongho dan Hoon. “..eugh..Xan-de-ah eummp..” Mata sipit Kevin melebar mendengar suara yang familiar, perlahan ia meraih knop pintu yang sedari tidak tertutup dengan rapat. “ eugghmmpp..xanmmpp..” Pemandangan dimana orang yang ia kenal sedang berciuman panas dengan kemeja yang terlepas dari tubuhnya. Air mata Kevin jatuh begitu saja.. “ its realy hurt..” Kevin berlari kencang menuruni tangga hingga ia terjatuh. “ hikz..hurt..” “ hei, Kevin?? What are you doing in there?” “ hikz..realy hurt..” Eli melebarkan matanya saat menyadari Kevin menangis, cepat-cepat ia membopong Kevin ke ruang kesehatan. “ Songsaenim! Kevin terjatuh..” “ mwo??” Seorang yeoja baya dengan tag name Lee Sung Min itu mengangguk dan dengan cekatan menyuruh Eli membaringkan Kevin keranjang. “ sepertinya kakinya patah, kajja kita bawa ke RS sebelum terlambat.. Kevin-ssi uljima ne?” “ hurts..” “ akan ku panggilkan Kiseop!” Ucap Eli sambil melangkah pergi,langkah Eli terhenti saat mendapati lengannya tertahan. “ andwe..please..” “ but!-” Sebelum Eli selesai bicara Kevin keburu pingsan. Kiseop mendorong Xander dengan kekuatan penuh hingga namja blasteran itu membentur tembok. “ apa yang kau lakukan Xander-ssi??” “ mengajarimu untuk jujur..” “ apa maksudmu eoh??” “ jangan kau pikir aku akan terkecoh dengan gaya so’ cool mu, aku melihat dengan jelas kalau kau menyukai Kevin..” Mata kiseop melebar, Xander terus memojokannya dengan kata-kata yang membuatnya sedikit bisa berpikir. Kiseop kemudian duduk setelah memunguti kemejanya. “ ..tidak mungkin..aku menyukainya sebatas dongsaeng dan hyung..dia dongsaengku..dan kami sama-sama namja -” “ so what?? Aku tau dia bukan dongsaeng kandungmu dan masalah dia namja? Eum, apa salahnya menyukai namja manis seperti yeoja itu?” “ Xander!” “ kau hanya takut Lee Kiseop..” Kiseop memandang punggung Xander dengan nanar. Kata-kata namja it uterus saja terngiang dikepalanya. Kiseop terus terdiam hingga waktu menunjukkan petang, mata nya melebar saat mendapati kelas Kevin kosong. Kiseop merutuki kebodohannya karna melupakan waktu. Dengan gontai namja berparas cool itu memasuki pelataran rumahnya, sepi dia hanya mendapati appa dan eomanya yang baru saja pulang kerja. “ mana dongsaengmu chagy?” “ dia pulang duluan..aku tertidur di atap saat bolos pelajaran..” Donghae hanya bisa menggeleng mendengar kelakuan anaknya tidak jauh beda dengannya dan Hyukie. Hyukie tersenyum menyiapkan makan malam. “ jung-ssi, tolong panggilkan Kevin..” “ ne?? tuan muda belum pulang nyonya..” Semua beralih menatap yeoja paruh baya yang sedang berdiri di ambang pintu. “ bagaimana bisa?? Jam pelajaran selesai jam 4 tadi..” Kiseop menatap jam di tangannya dengan mata kesal, waktu sudah menunjukan jam 6 petang dan diluar hujan deras. Donghae hendak menelfon bodyguardnya namun tertahan saat melihat pantulan CCTV digerbang pintu rumahnya. “ Kevin ada di gerbang! Pali buka gerbangnya chagy!!” “ aku akan menyusulnya! Dia tidak suka hujan!” Saat pintu gerbang dibuka Kevin mendongak dan mendapati Kiseop sedang berjalan kearahnya. ‘ Why you lie with me hyung?’ Kevin melangkah dengan tongkatnya. Karna kakinya patah dokter menyarankan untuk memberinya kursi roda namun Kevin menolak dan lebih memilih tongkat penyangga. Dengan tertatih namja manis itu menerobos hujan lebat yang mengujani tubuhnya. Mata Kiseop melebar saat mendapati Kevin berjalan menggunakan tongkat dengan kaki yang digips. Kiseop berlari mendekati Kevin berusaha mencegah air hujan menetesi tubuh namja manis yang mengisi hari-harinya. “ Kevin! Kenapa tidak menunggu hyung menjemputmu eoh? Kau bisa sakit!” Pekikan Kiseop hanya dipadang sekilas oleh Kevin yang dengan kekuatan yang tersisa mendorong Kiseop menjauh. “ Kevin-ah! You angry with me??” “ go away!” Kevin benar-benar mendorong Kiseop menjauh dan menolak berbicara pada namja yang membawa payung itu. Hyukie dan Donghae mendekati Kevin. “ chagy kenapa hujan-hujanan? Hyungmu kan sudah membawa payung untukmu..” “ I want to sleep..” “ cha-“ Donghae menahan lengan istrinya dan menggeleng saat sang istri menatapanya tanda protes. Hyukie hanya bisa menghela nafas dan mengarahkan pandangannya pada Kiseop yang baru saja tiba. “ apa kalian bertengkar???” “ aniya eoma, mungkin Kevin marah karna aku meninggalkannya..” “ dan kenapa dongsaengmu?” Pertanyaan Donghae dijawab gelengan oleh Kiseop. Pagi-pagi Hyukie mengetuk pintu kamar Kevin namun tidak ada sahutan membuat yeoja 30thn itu panic mencari suami dan anaknya. Donghae membawa kunci serep yang selalu ia simpan dan membuka pintu. Namun saat sedikit terbuka pintu seperti terhalang sesuatu. “ OMO! Chagy!! Hae-ah, jangan digerak-gerak!! Kevin pingsan!! Eottoke??” “ aku akan manjat lewat balkon..” Kiseop meninggalkan tasnya dan berlari kekamarnya yang hamper satu lantai dengan Kevin. ‘ Apa yang terjadi denganmu? Kevin-ah?’ Mata Kiseop terbelalak saat mendapati tubuh Kevin terkapar didepan pintu, dengan cepat Kiseop memasuki kamar dan menggendong tubuh Kevin ke ranjang sehingga Hyukie dan Donghae bisa masuk. Keduanya kaget melihat keadaan Kevin, Hyukie langsung menangis sambil memeluk Kevin. “ hikz, chagy..kau demam tinggi..” “ aku akan panggilkan dokter Han!” Hyukie dan Donghae mengangguk, keduanya langsung menggantikan pakaian Kevin. Tidak lama Hankyung datang bersama dengan Kiseop. “ dia demam, suhu tubuhnya lebih dari 30 derajat..” “ oppa, tapi anakku tidak apa kan?” Namja keturunan cina itu tersenyum dan mengangguk sambil memeriksa Kevin kembali. “ dia akan baik-baik saja, aku sudah memberinya penurun panas dan kemungkinan demamnya efek dari kakinya..” Donghae dan Hyukie meninggalkan kamar Kevin untuk mengantar Hankyung dan mengambil sarapan meninggalkan Kiseop yang masih memaku. “ Kevin-ah..” “ eugh..” Sebuah legukan kecil membuat Kiseop berlari mendekati ranjang, dapat dengan jelas Kiseop melihat tingkah unik Kevin yang membuat namja itu berkali-kali lebih imut. Setelah sadar 100% Kevin mendapati wajah Kiseop hamper didepan wajahnya membuat wajahnya yang pucaat kian memerah. “ demammu tinggi sekali, lihatlah wajahmu merah..” “ hy-hyung..?” “ ck, aku tidak tau apa yang membuatmu marah pada Hyung tapi hyung mohon jangan seperti kemarin ne?? saat menerima penolakanmu membuat hati hyung terasa sakit..” Kevin terdiam, kini ingatan saat Kiseop sedang berciuman panas terulang dimatanya. Seolah sadar bahwa tidak diperhatikan Kiseop tersenyum dan mencubit kedua pipi Kevin. “ jangan acuhkan hyung!” “ YAA! LEE KISEOP! Berhenti membully dongsaengmu dan cepat pergi ke sekolah!” Teriakan dari Hyukie membuat Kevin dan Kiseop meringis. Kiseop tersenyum mencium pipi dan kening Kevin seperti yang selalu Kevin lakukan padanya. Kevin tersenyum dalam lemahnya saat Hyukie mencoba meraba keningnya. “ sudah mendingan..bagaimana kaki mu?” “ its ok, eoma..” Hyukie tersenyum mengusap rambut Kevin, hari ini ia ijin pada Donghae untuk tidak ikut kekantor untuk menjaga Kevin dan Donghae mengangguk mengerti. Setelah menyuapi Kevin, Hyukie kembali mengusap rambut Kevin lembut. “ eoma..what do you think about love?” “ mwo? Aigo..Kevinie sedang feel in love? Dengan siapa?” “ aniya..just ask..” Kevin menggeleng saat Hyukie menggodanya. “ cinta adalah anugrah, perasaan selalu ingin bersama, saling memiliki dan percaya..” “ eoma, if I fall in love with boy..are you angry?” Pertanyaan Kevin membuat Hyukie kaget, namun secepatnya menggeleng. “ cinta itu sebuah perasaan yang tidak akan bisa dilawan, kau tidak memiliki waktu untuk memilih pada siapa kau merasakannya. Hanya saja apappun yang akan kau pilih kau harus menghadapinya..ah, eoma ingat! Eoma memiliki chingu, dia juga memiliki perasaan yang special terhadap sesame jenisnya..keduanya chingu eoma dan appa, keduanya sangat hebat berjuang demi cintanya. Hingga salah satu dari keduanya hamil bahkan hingga melahirkan, tapi tuhan berkata lain..namja yang satunya meninggal sesaat setelah mendapat berita anaknya meninggal…” “ boy can have a baby??” Hyukie mengangguk. “ aku melihatnya, itu bayi yang sangat sehat setelah dikeluarkan..sangat imut dan mungil..tapi sehari setelah masuk incubator bayi itu berubah, hemm memang badannya lebih besar dan menjadi lebih putih tapi ia sudah tidak ada..kasihan sekali..” Kevin mengeratkan pelukannya pada perut Hyukie membuat yeoja itu tersenyum. “ eoma tidak akan melarangmu ne, asal kau atau hyungmu baik-baik saja..” Xander tertawa mendengar ucapan dari lawan mainnya. “ haha..you’are liar! Kekeke,..” “ YA ALEXANDER!!” “ Lee Kiseop ppabo!” Kiseop menyerang Xander terus menerus membuat namja blasteran it uterus tertawa karna berhasil membuat seorang Kiseop tersulut. Kiseop merebahkan dirinya dilantai nafasnya memburu tidak jelas. “ katakan saja pada dongsaengmu tercinta itu..” “ ya, sudah ku bilang aku tidak mungkin menyukai Kevin lebih dari dongsaengku..” “ berani bertaruh?” Kiseop mendengus kearah xander, kemudian menutup matanya. “ tidak salah jika mencoba..” Ucap SooHyun yang tiba-tiba datang, namja dengan suara indah itu duduk di sebelah xander yang sedang menikmati air putihnya. “ dulu-dulu Hoon juga mengatakan tidak menyukai Dongho dan membenci dongsaengku yang menyebalkan itu, tapi saat Dongho marah dan tidak ingin melihatnya lagi Hoon menangis dan tidak henti menerorku..” “ ah, kalian membuatku gila!” Geram Kiseop. Suasana kamar Kevin terasa ramai saat Dongho dan Eli berkunjung. Kevin menceritakan tragedy jatuhnya membuat Dongho dan Eli mengenyitkan kepala bingung. “ aku yakin kalau Xander hyung tidak ada hubungan dengan seopi hyung..” “ tapi mereka berciuman Dongho! Bahkan aku melihat mereka tidak mengenakan kemeja lagi..” Eli mengangguk-angguk. “ mungkin hanya korban Xander hyung..aku juga sering menjadi korbannya..hiiiiy..untung saja waktu itu ada Kibum kalau tidak aku tidak bisa menjamin keperawanan tubuhku…” Guman Eli, Dongho dan Kevin melebarkan matanya. Eli yang menrasa ditatap oleh kedua makluk imut dihadapannya menatap mereka seakan protes karna dilihati dari ujung kepala hingga ujung kaki. “ YAA! Kalian berdua!” Eli mengejar Dongho dan bergantian menggelitiki Kevin. Hyukie hanya menggeleng saat mendengar jeritan Kevin yang tidak mau dikelitiki atau suara gaduh yang ia yakini dari Dongho, Hyukie tau persis apa yang dilakukan anak Shindong dan nari itu saat bersama Kevin karna tidak akan jauh dari sifat Shindong yang selalu membuat suasana riuh. Kiseop dan DOnghae pulang hamper bersamaan dan heran mendengar suara kegaduhan dari kamar Kevin. “ kalian sudah pulang??” “ ne, nugunde?” Tanya Donghae setelah mencium istrinya. “ Dongho dan Eli..” “ oh, anak Shindong hyung dan Kyuhyun..” Hyukie mengangguk. Kiseop menghela nafas kemudian duduk bersama kedua orang tuanya. Kiseop mengetahui siapa Eli begitu pula dengan Dongho, keduanya sering main dan mengajak Kevin belajar bersama. Bel rumah berbunyi, dan tidak berapa lama muncul seorang maid menghadap mereka. “ anu- itu.. ada yang ingin bertemu dengan tuan muda Kevin..” “ nugu??” “ molla tuan, mereka terlihat asing..karna menggunakan bahasa inggris..” ‘DEGH!’ jantung Donghae, Hyukie dan Kiseop terasa berdebar lebih kencang.. ketiganya mengangguk dan menuju keruang tamu. Di ruang tamu ia mendapati dua orang namja dengan pakaian rapi yag mengangguk kearah ketiganya. “ mianhe mengganggu, naneun Daniel Woo dan ini pengacara saya Brian Will.. kami keluarga dari Jeremy Woo..” “ eh?? Silahkan duduk..” Donghae duduk bersama dengan Hyukie dan Kiseop. Daniel terlihat kalem dan sibuk mengeluarkan kertas. Brian menyodorkan sebuah map berwarna biru kearah Donghae. “ aku ingin anda membantu kami mencari yeoja bernama Cho Yesung dan suaminya bernama Cho Kyuhyun..” “ mwo?? Untuk apa?-“ “ ini..” Donghae menerima sebuah amplop dan mengangguk untuk membacanya. Dear My friends, Lee Dong Hae-ssi.. Anyyeong, lama tidak berjumpa denganmu kau tidak pernah ke kanada lagi eoh? Atau kau banyak relasi di korea jadi kau melupakan relasimu yang ada di kanada? Huh tega! Donghae-ssi Bisakah kau mencarikan aku seseorang?? Aku sudah mencarinya keseluruh kanada..aku mencari Cho Yesung dan suaminya, aku- aku merasa sangat bersalah pada mereka.. kau jangan kaget saat membaca bahwa mereka adalan orang tua kandung dari Kevin anakku.. Kau pasti bertanya bagaimana bisa, ya aku bisa melakukannya..aku egois telah menukar bayi kami dengan anak mereka yang masih hidup. Aku melakukan ini agar Emili tidak histeris namun sejalan berjalanya waktu perbedaan diantara kami muncul dan Emili menyadarinya.. Aku menyesal..tapi tidak ingin mengembalikan Kevin kepada orang tuanya, karna kini hanya Kevin yang memberi warna hidup kami.. kau tau aku egois tapi tetap saja aku ataupun emili tidak ingin kehilangan Kevin. Mungkin saat kau membaca suratku ini anakku itu sudah tumbuh menjadi namja dewasa, dan aku berpikir untuk memberinya kebebasan untuk pergi mencari kedua orang tuanya atau tetap bersama kami. Maka dari itu aku ingin kau mencari mereka dulu agar anakku itu tidak bersusah payah di negri asing.. Sekian dari ku.. Maaf merepotkanmu Jeremy-Woo Donghae mengenyitkan keningnya tanda tidak percaya dengan apa yang ia baca. “ Jeremy memeberikan semua asset perusahaan pada Kevin dan kedua orang tuanya..semua pengalihan sudah disiapkan sejak lama..malang sekali anak itu sebelum bertemu dengan kedua orang tua kandungnya mereka kecelakaan..Donghae-ssi aku harap kau bisa membantu kami menemukan mereka..karna ini amanat dari mendiang kakakku..” Sepeninggalan Daniel dan sekertarisnya ketiga orang itu terdiam di ruang tamu. “ ajumma, ajussi seopie kami pulang ne..” “ eh?” Dongho dan Eli mengangkat bahunya. “ Eli!changkaman!” Eli menghentikan langkahnya berbalik menghaddap Donghae, “ katakan pada appamu untuk cepat kembali keseoul dan menemuiku..” “ ne? kebetulan dia ada dirumah sekarang..” “ katakan untuk langsung menemuiku..katakan saja ini tentang Kim Jong Woon..” Eli hanya mengangguk. Rumah keluarga Cho terasa lenggang, meski banyak maid yang dipekerjakan untuk merawat rumah namun masih saja terlihat sepi. Eli memarkirkan mobil hitam metalicnya di depan pintu, ia tidak mengerti apa yang ia rasakan saat Donghae menyebut nama Kim Jong woon ada perasaan aneh menyusup kedalam dadanya. Kyuhyun yang sedang menikmati copi bersama Minni menoleh, Kyuhyun tersenyum melihat namja mungil yang selama ini ia rawat. “ dad! Kau disuruh ketempat Donghae ajussi sekarang, katanya penting..” Ucap Eli sambil mencomot kue yang ada di samping cangkir milik Kyuhyun. Namja paruh baya itu tersenyum santai menanggapi perkataan anaknya. “ mungkin rindu padaku..hehe” “ eum dia bilang tentang Kim Jong Woon..” ‘PRANG’ gelas yang ada digenggaman Kyuhyun sukses meluncur ke lantai, Minni menggenggam bahu Kyuhyun. “ palli! Antar kami kesana!!” “ eh aku baru saja kesana..” “ Cho Kyoung jae!!” >> >> >> >> apa yang membuat Kyuhyun membentak Eli??dan nuguya Kim Jongwoon?? Next part hahahaa |
| SHINee Fanfiction Zone bangun+rumah 's link Title: I’m Lady Choi (Epilog The Lady Choi) Cast: Taemin, Minho, Kai and others Genre: Romance Aothor: Qa Chingudeul.. annyeong. Jeongmal gomawo untuk apresiasi kalian atas ff aku. Sumpah seneng banget. Komen dan like kalian bikin aku semakin semangat nulis. Karena itu aku bikin epilog untuk ‘The Lady Choi’ semoga kalian suka. Ditunggu like dan komennya di ff ini yah..^^ Buat admindeul, jeongmal gomapseumnida. #Bow buat admin Let’s check it out! Cue~ ♥♥♥~~~SFZ~~~♥♥♥ “Taemin-ah. Makan rotimu, jangan hanya dipandangi.” Kata Key yang dari tadi memperhatikan Taemin melamun. Dia hanya diam saja tanpa memakan rotinya. Hanya disentuh dengan garpu, memotongnya sedikit dan meletakkannya lagi. Hanya itu yang dilakukan Taemin. “Taemin sayang, kau sakit?” tanya mertuanya lembut. Taemin hanya menggeleng menjawabnya. Dia mendongak sedikit lalu menunduk memandang rotinya lagi. Entah apa yang dipikirkannya. Atau lebih tepatnya, entah apa yang tak ingin ia pandang. “Taemin makanlah. Kau dan Key bisa terlambat ke kampus.” Ujar Minho yang duduk di depan Taemin. Taemin menatap Minho sedikit dan menunduk lagi. Minho memandanginya, dan langsung tersenyum penuh kemenangan saat Taemin menunduk dan berusaha berpaling dari pandangannya. “Taemin, habiskan sarapanmu.” Suruh Key lagi. “Ne.” Angguknya. Taemin mengunyah potongan kecil roti dipiringnya. Dia memegang gelas susunya dan berusaha mengambilnya. Tapi dia sangat grogi hingga gelas itu bergetar karena tangannya yang juga bergetar. Melihat itu Minho langsung membantunya dan tanpa sengaja tangan mereka bertemu digelas susu putih itu. Taemin langsung menarik tangannya dan meletakkannya di paha. Meremas sedikit jemarinya dan menghilangkan rasa gugupnya. Minho hanya tersenyum tipis melihat tingkah Taemin. Taemin dan Minho, mereka menikah karena sebuah perjodohan. Tapi tanpa Taemin sadari, Minho memang sudah mencintainya sejak dulu jauh sebelum mereka dijodohkan. Tak berapa lama setelah pernikahan mereka, Minho harus ke New York untuk belajar bisnis dan meninggalkan Taemin sebelum keduanya saling mengenal lebih jauh walaupun mereka memang sudah saling kenal. Setelah menikah dengan Minho, Taemin mendapat gelar ‘Lady Choi’ di namanya. Lady adalah salah satu gelar untuk pendamping atau anak dari keluarga kaya di Korea dan memiliki keterampilan tertentu. Dan keluarga Choi memiliki Lady tersendiri, di mana mereka cantik, tinggi, pintar, elegan, anggun dan berprestasi. Tapi Taemin, selain dari beberapa kriteria tersebut, Taemin memiliki sifat lain, yaitu angkuh dan arogan. Setelah 3 tahun bermukim di negeri orang, Minho kembali ke Korea untuk bisnis dan untuk istrinya. Taemin tak serta merta menerima Minho begitu saja karena ia memiliki harga diri yang tinggi, angkuh dan sombong. Tapi tadi malam, sang suami, Choi Minho, telah merenggut keangkuhan dan kesombongannya. “Taemin, kau tidak mau turun?” tanya Key yang masih melihat Taemin melamun di kursi penumpang. “Ah, Ne.” Jawabnya singkat sambil membuka pintu mobil mewah milik Minho. Taemin berjalan lurus tanpa menoleh kanan kiri. Matanya kosong dan seakan berjalan tanpa arah. Sejak di meja makan, di mobil sampai ke kampus, Taemin hanya diam seribu bahasa. Jika ditanya, dia hanya akan mengangguk. Key khawatir akan keadaan adik iparnya itu. “Ya! Taemin kenapa? Kalian bertengkar?!” tanya Key bertubi pada Minho yang hanya cekikikan melihat tingkah Taemin yang seperti itu. Sejak pagi tadi Taemin diam seribu bahasa dan Minho sering cekikikan tidak jelas. “Taemin?” Minho balik bertanya pada Key. Key mengangguk dan menuntut jawaban. Bahkan Key berdiri di luar pintu pengemudi dan memegang jendela itu dengan paksa. Mendesak Minho yang masih tersenyum-senyum sendiri. “YA!!” bentak Key sambil memukul bingkai jendela mobil Minho. “Adik kesayanganmu itu..” ucap Minho menggantung. Key membulatkan matanya dan menajamkan telinganya. “Keangkuhan dan kesombongannya sudah kurenggut semalam. Ku rasa dia shock dan tak terima. Dia malu padaku. Dia sudah menjadi Lady Choi seutuhnya. Hahahah.” Jelas Minho sambil tertawa puas. Key melepaskan pegangan tangannya pada bingkai mobil itu. Menggaruk kepalanya sambil berpikir akan maksud perkataan Minho. “Apa maksudmu? Aku tidak mengerti.” Tanya Key polos. “Pikirkan sendiri. Bye.” Ucap Minho sambil menekan gas mobilnya meninggalkan Key yang masih bingung akan penjelasan Minho. “Direnggut semalam... direnggut semalam...direnggut semalam..” gumam Key sambil berjalan masuk ke kampus. Dia masih bergumam tidak jelas sambil meletakkan telunjuknya di dagu runcingnya. “Ah! Itu!” ucapnya semangat saat mengerti akan sesuatu. “Ya!! KODOK!! YA!! JINJJA!!” gerutu Key, sementara Minho sudah melesat jauh dengan senyum terkembang di wajah tampannya. *** Taemin masih berjalan limbung menuju kelasnya. Pikirannya kosong sekarang. Sebenarnya tidak kosong juga, begitu banyak yang ada dalam pikirannya. Tapi dia tidak tau apa yang dia pikirkan, sangat sulit memang. Pikirannya masih penuh akan bayangan-bayangan sentuhan Minho semalam padanya. Dia tidak menyangka kalau dia dan Minho sudah melakukan ‘itu’ semalam. Sentuhan-sentuhan itu bahkan sampai sekarang masih terasa dikulitnya. Mendadak jantungnya berdegup kencang mengingat kejadian itu. Taemin terus melangkah dan masuk ke kelasnya yang sudah di isi oleh beberapa orang. Terlihat Kyungsoo yang sudah duduk sambil membaca buku di tempat duduknya. “Taemin annyeong.” Sapanya semangat. “Annyeong.” Jawab Taemin lesuh. Dia duduk di samping Kyungsoo dan saking kosongnya pikirannya, dia menduduki tas Kyungsoo yang ada di tempat duduknya. “Taemin, tasku.” Seru Kyungsoo. “Ah, Ya! Kenapa kau meletakkannya di sini?” pekik Taemin tiba-tiba saat buttnya sudah bersentuhan dengan tas Kyungsoo. Taemin berdiri lagi dan Kyungsoo dengan cepat mengambil tas itu. Sifat arogannya tiba-tiba kembali dan Taemin kini mendapatkan kembali pikirannya yang beberapa saat sempat menghilang tadi. Kini Taemin kembali menjadi Lady Choi yang angkuh, sombong dan arogan. “Kau ini kenapa sih?” gumam Kyungsoo dan melanjutkan membaca bukunya. Taemin dengan cool menatap Kyungsoo sekilas dan melemparkan pandangan mautnya pada Kyungsoo. “Ah, lihat-lihat ini. Dia akan datang ke Soul besok.” Seru salah seorang gadis sambil menunjukan tabnya pada teman-temannya. “Wah, dia tampan sekali.” Seru yang lain. “Ah, daebak. Dia konser di sini?” “Aku harus datang ke konsernya.” Teriak gadis itu. “Dia adalah violinist yang sangat terkenal.” Taemin mendengar ocehan-ocehan itu dan segera menajamkan telinganya. Dia memang tidak suka mencuri dengar omongan orang lain. Tapi jika menyangkut musik, dia akan sangat tertarik. “Uwahhh, Kai saranghae.” Seru gadis-gadis itu serempak. Taemin menangkap nama itu dan memikirkannya sesaat. Dia memang seorang violinist muda berbakat. Permainan biolanya bisa menghipnotis orang-orang yang mendengarnya. Dan sama seperti Taemin, prestasinya sudah tak bisa diragukan lagi. “Kai.” Gumam Taemin. *** Taemin masih berkutat dengan pianonya di studio mininya. Dia begitu serius dan menekan tuts-tuts piano itu dengan indah. Dia memainkan lagu kesukaannya, River Flows In You. Lagu itu seakan-akan adalah indentitasnya sebagai seorang pianis, meski lagu itu bukanlah lagunya sendiri. “Kapan kau akan mengaransemen lagumu sendiri, Taemin?” tanya suara bass itu. Tanpa disuruh, Minho langsung masuk ke studio dan duduk menghadap Taemin. Taemin menoleh sebentar dan segera memalingkan matanya lalu kembali menekan tuts-tuts piano itu. Dia benar-benar tidak ingin melihat Minho sekarang. “Kau masih malu? Atau masih sakit?” tanya Minho menjurus. Taemin langsung merona malu dalam tundukkannya di piano itu. Dia semakin tak berani menatap Minho barang sekilas saja. “Taemin-ah...” panggil Minho. Tidak ada jawaban dari Taemin. Dia masih meletakkan tangannya di tuts piano itu tapi tidak menekannya. “Taemin. Kau malu, kan? Ah, kau pengecut. Ternyata Lee Taemin tidak seperti yang dipikirkan orang-orang kebanyakan.” Ucap Minho santai. “Apa maksudmu?” tanya Taemin sinis. “Ck, dari pagi tadi sampai malam menjelang seperti ini baru ini aku mendengarmu berbicara lagi.” Jawab Minho yang sama sekali bukan jawaban atas pertanyaan Taemin. “Hyung, apa maksudmu mengatakan aku pengecut?” tanya Taemin sinis. Tapi masih terdengar nada manja dari caranya memanggil ‘hyung’ kepada Minho. “Kau kenapa satu harian ini, eum? Kenapa kau diam saja? Bahkan makan malam tadi kau juga tidak berbicara sedikitpun.” Jelas Minho. Taemin kembali menutup rapat mulutnya. “Kau malu, kan? Berarti kau pengecut.” Ejek Minho sambil menampilkan smirk terbaiknya. “Aku bukan pengecut.” Ucap Taemin dingin. “Oh ya?” tantang Minho. Kini Minho melangkah mendekati Taemin yang masih duduk di depan grand pianonya. Dia duduk di samping Taemin. Mendekatkan tubuhnya pada Taemin dengan maksud agar namja cantiknya itu gugup dan salah bicara. “I-Iya.” Jawab Taemin gugup. Minho benar-benar tau cara membuat Taemin gugup seperti ini. Bahkan saat di depan ribuan orang yang menontonnya, Taemin sangat bisa mengatasi kegugupannya. Tapi hanya karena seorang Choi Minho, dia lupa caranya menghilangkan rasa gugup itu. “Kalau begitu buktikan.” Ucap Minho yang dengan sengaja memperhalus caranya berbicara sampai deru nafasnya terdengar oleh Taemin. “Dengan apa?” tanya Taemin. Dia belum bisa menatap Minho. Tapi dia berusaha menjawab Minho setenang mungkin. “Tatap aku.” Suruh Minho. Minho sudah berada beberapa centi di samping wajah Taemin. Dia masih menunggu Taemin untuk menoleh ke sebelah kirinya. Dan jika perkiraan Minho tidak meleset, bibir mereka nantinya akan bersentuhan saat Taemin berbalik ke arahnya. Taemin menghela nafas sejenak dan memutuskan untuk menoleh ke arah Minho. Tapi Taemin adalah namja yang pintar. Dia menggeser sedikit tempatnya duduk sebelum memutar kepalanya menghadap Minho. “Sudah.” Kata Taemin tenang sambil memberikan pandangan merendahkan pada Minho. Minho menghela nafas dan nampak kecewa karena perkiraannya salah. Taemin memang pintar, pikir Minho. “Ya ya ya baiklah. Kau bukan pengecut. Lalu kenapa kau mendiamkan aku?” tanya Minho kesal. “Memangnya apa yang harus dibicarakan?” tanya Taemin enteng. Kini dia lebih rileks dan bisa mengendalikan rasa gugupnya. Dia bisa berbicara menghadap Minho dan menatap mata Minho. “Banyak.” Sergah Minho sambil menyilangkan tangannya di dada. “Apa?” tanya Taemin yang juga ikut-ikutan menyilangkan kedua tanganya. Masih menatap Minho tanpa ragu-ragu sedikitpun. “Semuanya.” Jawab Minho yang mulai kesal. Taemin suka sekali mempermainkan pertanyaan. “Contohnya?” tanya Taemin lagi. “Tentang semalam.” Jawab Minho singkat namun dapat membuat jantung Taemin berdegup kencang. Ingin rasanya sekarang juga Taemin memalingkan wajahnya dari Minho. Tapi dia takut dikatakan pengecut lagi. “Hyung, lusa aku ada pertunjukan. Kau datang ya.” Ujar Taemin mengalihkan pembicaraan itu dan mengembalikan wajahnya menghadap grand pianonya. Minho mendengus kesal karenanya. “Ya, teruslah alihkan pembicaraan ini Lady Choi. Kau memang cerdas.” Kata Minho yang mengangguk-angguk kecil sambil menghadap ke depan. “Memang.” Sambut Taemin yang kini tengah sibuk membuka-buka buku not di grand pianonya. “Ck. Tapi...” Minho kembali mendekatkan tubuhnya pada Taemin dan menatap lurus pada leher Taemin. Masih ada bekas merah di leher itu. Minho memperhatikan daerah sekitar leher Taemin dan seolah leher putih mulus itu memanggilnya untuk semakin mendekat. Merasa diperhatikan, Taemin menolehkan lagi kepalanya dan mendapati Minho hanya berjarak beberapa centi lagi dari lehernya. Mendadak Taemin gugup dan salah tingkah lagi. “Ta-tapi apa?” tanya Taemin gugup sambil berusaha menghindarkan lehernya dari Minho. “Tapi.. aku suka mendengar desahanmu.” Ucap Minho menggoda sambil mengecup leher Taemin. Tubuh Taemin mendadak menegang seperti dialiri listrik. Bulu kuduknya meremang dan darahnya mengalir deras. Otaknya tak bisa fokus lagi dengan keadaan sekitar karena tertuju pada satu titik, lehernya yang kini tengah dikecup mesra oleh Minho. “Eunghhh..” lenguhan keluar dari bibir Taemin. Minho tersenyum simpul mendengar itu. Dia semakin menjamah leher Taemin dan semakin merapatkan tubuhnya pada Taemin. Taemin yang tadinya duduk menyamping kini merubah posisinya jadi menghadap Minho. Minho mulai menyerang leher bagian depan Taemin dan tangannya mulai berada dipinggul Taemin. Kini Taemin tak bisa berbuat apa-apa lagi. Matanya terpejam menikmati sentuhan Minho. Sekali lagi keangkuhannya runtuh karena sentuhan Minho. Dia melupakan sikap arogan dan sombongnya saat Minho melakukan hal-hal diluar kendalinya. Minho merasa sudah cukup bermain di leher Taemin. Kini bibirnya ia arahkan ke bibir Taemin. Keduanya begitu berhasrat sekarang. Taemin meletakkan tangannya di punggung Minho. Mengelus pelan punggung itu. Sementara Minho menaikkan bibirnya menuju bibir Taemin. “Tae, YA!!!!” teriakan suara cempreng mengusik suasana antara sepasang kekasih itu. Taemin dan Minho langsung menghentikan aktivitasnya dan menoleh ke arah pintu. Key tengah berdiri berkacak pinggang dan memelototkan mata kucingnya. “Apa yang kalian lakukan, hah?!?” sergah Key. Dia masuk dengan tergesa-gesa dan berdiri di depan Taemin dan Minho yang masih terperangah karena Key. “Tentu saja bermesraan. Seperti kau tidak pernah melakukannya saja.” Jawab Minho kesal. Mendapat kesempatan melarikan diri, Taemin langsung berdiri dari tempat duduknya dan menatap Minho dan Key bergantian. “Aigoo, Taemin-ah. Kenapa kau mau melakukan itu dengan si kodok ini?” omel Key pada Taemin. Itu adalah pertanyaan aneh mengingat Minho dan Taemin adalah sepasang suami istri. “Apa maksudmu? Dia kan istriku. Wajar saja, kan?” seru Minho yang masih kesal karena Key menganggunya dan Taemin. “Key hyung, bukan aku yang memulainya. Dia yang memaksaku.” Jawab Taemin tenang sambil menunjuk Minho dengan dari telunjuknya. “Ya! Kau juga tidak menolak.” Seru Minho sambil berdiri dari duduknya dan memandang sebal pada Taemin. “Tapi kau memaksaku.” Balas Taemin. “Bagian mana aku memaksamu? Kau malah sepertinya menikmatinya.” Seru Minho lagi dengan nada tinggi karena sebal pada Taemin. “Bagian mana aku menikmatinya? Kau yang mendominasi semuanya. Aku tidak tau apa-apa.” Jawab Taemin lagi. Taemin dan Minho bertengkar dan tak mempedulikan Key yang dari tadi melihat mereka sambil mengangakan mulutnya. Baru saja tadi mereka bermesraan, tapi mereka sudah bertengar lagi. “Ya! Tanganmu kau letakkan di punggungku. Kau mengelusnya. Dan desahan-desahan itu apa kurang menjelaskan kalau kau menikmatinya?” jelas Minho bertubi-tubi. Key semakin bingung melihat pasangan ini. “Itu semua reflek karena kau menyentuhku. Itu saja. Dan yang kemarin juga.” Jawab Taemin cuek. Baiklah, sekali lagi harus dijelaskan bahwa harga diri seorang Lee Taemin itu sangat tinggi hanya untuk mengatakan ‘iya’. “Tapi-“ “Ya! Aku ada di sini dan kalian menceritakan itu? Dasar gila! Baru saja kalian bermesraan, sekarang sudah bertengkar lagi.” sergah Key memotong ucapan Minho. “Ah sudahlah. Untuk apa kau datang ke sini?” tanya Minho berusaha menetralisir rasa kesalnya pada Taemin yang masih tak mau mengaku juga. “Aku akan menjemput Onew hyung malam ini. Jadi aku minta kau mengantarku. Dan pasti Taemin juga mau ikut. Iya, kan Taemin-ah?” ucap Key dan mendapatkan anggukan dari Taemin. “Baiklah.” Jawab Minho. Key mengangguk dan berjalan luwes seraya menggandeng lengan Taemin. Taemin hampir saja berjalan dengan Key kalau saja sebuah tangan tidak menarik lengannya. “Apa?” seru Taemin pada Minho. “Buktikan kata-katamu malam ini.” Ucap Minho diringi senyuman menggoda pada Taemin. “KEY HYUNGGG!!” *** Taemin, Minho dan Key berjalan bertiga memasuki bandara internasional Incheon. Mereka menunggu Onew keluar sambil duduk-duduk di kursi tunggu. Key duduk sambil mengecek ponselnya. Mengantisipasi jika nanti Onew menghubunginya. “Sayang, kau akan bertemu dengan appamu sebentar lagi.” Gumam Key sambil mengelus perutnya yang belum besar. “Ah, sial.” Gerutu Taemin yang duduk ditengah antara Minho dan Key. “Apa yang kau kerjakan?” tanya Key melihat Taemin. Dari tadi Taemin sibuk dengan ponselnya. Dia memainkan lagi game anipangnya dengan serius. Minho beberapa kali diomeli Taemin karena menganggunya bermain anipang. “Maniak.” Gerutu Key kesal saat Taemin tak menggubrisnya. ‘Adikmu gila’ Minho memberikan isyarat pada Key dengan tangannya tanpa sepengetahuan Taemin yang masih asik dengan gamenya. ‘Istrimu gila’ balas Key dengan isyarat juga. Key menolehkan lagi pandangannya ke arah pintu kedatangan luar negeri di bandara itu. Dia nampak gelisah karena Onew belum juga mengabarinya. Key gelisah tapi Taemin lebih gelisah lagi. Dari tadi dia gelisah sambil duduk dan tangannya tetap sibuk memainkan anipangnya. “Kau kenapa, Tae?” tanya Minho padanya. “Hyung, aku mau buang air kecil.” Jawab Taemin sambil menahan hasrat panggilan alamnya. “Ya sudah. Ayo.” Ajak Minho sambil mengulurkan tangannya pada Taemin. “Hyung, aku pergi sendiri saja. Kau lanjutkan permainanku.” Ucap Taemin sambil memberikan ponselnya pada Minho. “Taemin, ku rasa kau lupa apa fungsinya tombol pause di game itu.” Kata Minho menatap Taemin tak percaya. Dia bahkan masih mementingkan gamenya dari pada hasratnya untuk buang air kecil. “Ah sudahlah. Aku ke kamar mandi dulu.” Serunya sambil berlari kecil karena sudah tidak tahan. “Cepat kembali.” Seru Minho. “Dia gila, kan?” kata Key pelan pada Minho. Minho hanya mengedikkan bahunya sambil memayunkan bibirnya. Taemin masuk ke kamar mandi sambil memegang bagian bawah tubuhnya. Kamar mandi itu terlalu ramai. Semua kloset penuh sehingga Taemin harus mengantri. Taemin melompat-lompat kecil untuk menahannya. Taemin melihat bilik kamar mandi yang terbuka dan segera masuk ke kamar mandi itu setelah sebelumnya seorang pria berjaket dan bertopi keluar dari bilik itu. Taemin masuk dan menyalurkan hasratnya dibilik kamar mandi itu. Dia menekan tombol di kloset dan langsung saja air deras mengalir dari kloset itu. Ada sebuah dompet diatas kloset itu. Dia langsung mengambilnya dan keluar mencari pemilik dompet itu tanpa membuka dompetnya. Taemin mencari pria berjaket dan bertopi tadi karena dia begitu yakin bahwa pria itu adalah pemilik dompet tadi. Taemin keluar dari kamar mandi itu dan melihat pria tinggi berjaket dan bertopi itu tengah berdiri sambil memegang kopernya. Dia berdiri dengan beberapa orang sambil melihat sekelilingnya. Taemin langsung lari menghampiri pria itu sebelum dia pergi. “Chogiyo..” jerit Taemin dari kejauhan. Pria itu tidak melihat Taemin, tapi dia juga tidak beranjak dari tempatnya. “Chogiyo. Hahh..hah..” eluh Taemin saat berdiri di dekat pria itu. Pria tinggi itu melihat ke arah Taemin dengan tatapan heran. “Ini. Dompet Anda tertinggal di kamar mandi.” Jelas Taemin sambil memberikan dompet itu padanya. “Ah, gamsahamnida.” Balas pria itu sambil membungkukkan badannya. “Baiklah. Aku pergi du-” kata-kata Taemin terhenti saat matanya bertemu pandang dengan namja tinggi itu. “Kau..” seru Taemin. “Kau..” seru namja itu juga. *** “Minho. Di mana dia?” gerutu Key kesal karena Taemin tak juga kembali sementara Onew sudah ada bersama mereka. “Hubungi dia.” Usul Onew. “Ponselnya di sini, hyung. Bagaimana aku menghubunginya.” Jawab Minho sambil menunjukkan ponsel Taemin. Drrtt..drrtt.. Ponsel Taemin tiba-tiba bergetar dan ada pesan masuk dari nomor tak dikenal. Minho langsung membukanya dan membaca pesan masuk itu. Hyung, ini aku. Onew hyung sudah datang? Kalian pulang saja duluan. Aku sedang bertemu dengan teman lama. Nanti dia mengantarku pulang. Minho membaca pesan itu dan mengetikkan balasannya dengan cepat. Baiklah, cepat pulang. Jangan ke mana-mana lagi. Ini sudah malam. Minho, Key dan Onew melangkah meninggalkan bandara itu dengan sesekali Minho melemparkan pandangan ke sekeliling masih berusaha mencari Taemin. *** Taemin duduk serius sambil menatap keluar dari jendela mobil mewah yang kini tengah membawanya pulang ke rumah besar keluarga Choi. Seorang namja berperawakan tinggi, tampan dan berkulit cokelat tengah duduk di sampingnya. Mereka duduk dalam diam sambil memasang wajah serius satu sama lain. “Jadi cita-citamu sudah tercapai sekarang?” tanya Taemin dingin. “Yah, begitulah. Kau juga, kan? Aku sering melihat penampilanmu di youtube, Tae.” Ucap namja itu. “Oh ya? Untuk apa, Kai?” tanya Taemin masih dengan nada yang sama. “Melihatmu.” Jawabnya santai sambil membenarkan posisi duduknya di jok belakang mobil mewah itu. “Untuk apa kau melihatku?” tanya Taemin lagi dengan pandangan tajam pada Kai. “Aku merindukanmu.” Jawabnya mantap. *** Gerbang pintu rumah keluarga Choi terbuka saat sebuah mobil mewah berhenti di depan rumah besar itu. Begitu keluar dari mobil, Taemin langsung melangkah dengan elegannya menuju rumah besar itu. “Lee Taemin.” panggil Kai menghentikan langkah Taemin. Taemin berhenti dan berbalik ke arah Kai dengan pandangan sebal. “Besok aku ada pertunjukan. Aku harap kau datang.” Ucap Kai sambil melemparkan senyum khasnya pada Taemin. “Jangan terlalu berharap.” Jawab Taemin singkat dan melangkah masuk ke rumah. “Kau sudah pulang?” sapa Minho di kamar saat Taemin tiba di kamarnya. “Eum.” Jawab Taemin. “Kau lelah?” tanya Minho lagi sambil mendekati Taemin yang kini mau bersiap-siap untuk mandi. Dia mengambil handuk dan baju kaosnya. “Eum.” Kata-kata singkat dari Taemin membuat hati Minho mencelos. Baru saja dia berniat menggoda Taemin. Tapi responnya tak sesuai dengan yang dia harapkan. Jika Taemin menjawab malu-malu, maka Minho akan melancarkan serangannya. Tapi kali ini respon Taemin sangat biasa dan dingin. “Baiklah. Mandilah.” Serunya sambil memijit-mijit sedikit bahu Taemin. Taemin berjalan ke kamar mandi dan meninggalkan Minho sendirian di kamar. 15 menit berlalu dan Taemin pun keluar dari kamar mandi. Dia melempar pandangan ke penjuru kamarnya dan tidak mendapati Minho di kamarnya. “Huuuhhh” desah Taemin dan berjalan menuju tempat tidurnya. Dia duduk di tepi tempat tidur itu. Masih memikirkan tentang pertemuannya tadi dengan Kai, orang yang pernah membuatnya bahagia dan juga pernah meninggalkannya. “Kenapa kau kembali?” desis Taemin pada dirinya sendiri. Dia merebahkan tubuhnya di kasur besar itu. Menatap langit-langit kamarnya yang penuh dengan ukiran cupid-cupid kecil persis seperti di buku-buku dongeng dan istana-istana kerajaan di negeri dongeng. Taemin menutup matanya. Dia tidak tidur, pikirannya melayang kembali ke 3 tahun sebelumnya. Kembali ke tahun di mana dia belum menikah dengan Minho, di mana dia masih berstatus siswa SMA, masih merintis karir sebagai pianist amatiran dan masih berstatus kekasih seseorang, Kai. Flashback~ Namja cantik berambut almond itu tengah duduk manis sambil sesekali mengisap susu pisang yang dari tadi menemaninya sendirian di taman kota. Dia tengah menunggu kekasihnya di taman itu. Kai, dia datang dengan berlari saat melihat namja cantiknya tengah menunggunya. “Kau ke mana saja? Aku menunggu dari tadi.” Omel Taemin pada Kai. “Iya, maaf. Aku harus ke suatu tempat. Maafkan aku.” Jelas Kai sambil mengecup sekilas bibir merah Taemin. “Taemin-ah, ada yang mau aku tunjukkan padamu. Ikut aku.” Ajak Kai. Mereka berlari kecil menuju sebuah gedung kesenian. Kai mengajak Taemin masuk dan mereka duduk dibelakang penonton yang tengah khidmat mendengarkan seseorang bermain sebuah biola dengan sangat indah. “Indah, kan?” tanya Kai pada Taemin yang sudah mulai terpaku dengan permainan orang itu. “Iya. Sangat.” Jawabnya. Kai menarik Taemin dalam pelukannya. Taemin balas memeluk Kai dan mengecup sekilas pipi Kai. Mereka kembali menonton pertunjukkan itu. Kai teringat akan sesuatu dan mengambil surat dari balik jaketnya. “Taemin, lihat ini.” Kai menunjukkan surat itu pada Taemin. Taemin melihatnya dan mengambil surat itu. Dia hanya melihatnya tanpa membuka surat itu. “Apa ini?” tanyanya. “Bukalah. Kau akan tau.” Jawab Kai sambil senyum terkembang dibibirnya. Taemin membuka perlahan surat itu dan membacanya perlahan. Jantungnya langsung berdetak melihat kop surat itu. Ada rasa senang di hatinya saat membaca terusan kalimat surat dari instansi luar negeri itu. Dia meneruskan membaca surat itu dan diakhiri dengan senyuman indah dari bibirnya. “Kau lulus? Kau diterima?” tanya Taemin bersemangat pada Kai. Kai mengangguk dan segera memeluk Taemin. “Sebentar lagi aku akan seperti orang itu. Berdiri di panggung dan dilihat oleh semua orang. Dan ketika aku menyelesaikan permainan biolaku, mereka semua akan memberikan tepuk tangan yang meriah padaku.” Jelas Kai bersemangat sambil menatap penuh harap pada panggung besar itu. “Kau benar.” Sahut Taemin. “Dan nanti, aku akan memainkan sebuah lagu untukmu. Dan setelah memainkan lagu itu, aku akan melamarmu di panggung.” Jelas Kai lagi. Taemin menatap Kai penuh arti. Ada perasaan bahagia dihatinya melihat Kai sebentar lagi akan mencapai cita-citanya. “Aku akan melakukan seperti ini.” Lanjut Kai lagi. Dia bertumpu pada lututnya dan matanya menatap lurus pada mata Taemin. Tangannya ia ulurkan dan Taemin menyambut tangan itu dengan sukacita. “Hahaha. Baiklah. Baiklah.” Ucap Taemin dengan suara tawa yang sangat khas darinya. Mereka kembali berpelukan. Taemin masih memeluk Kai sampai ingat akan sesuatu. “Tunggu dulu, kapan kau mendaftar? Dan berarti kau akan pergi jauh?” tanya Taemin. Timbul rasa takut dari pertanyaan itu. Dia takut jika Kai berkata ‘iya’. “Iya.” Jawab Kai sekenanya. “A-apa? Kau bercanda, kan?” tanya Taemin lagi. Hatinya mendadak runtuh saat mendengar jawaban Kai. “Taemin, aku mohon kau mengerti.” Pinta Kai. Taemin langsung melepaskan pelukannya dan segera berlari keluar dari gedung kesenian itu. Kai mengejarnya dan berusaha menarik tangan Taemin. “Taemin tenanglah.” Pinta Kai saat ia berhasil merengkuh lengan Taemin. “Kau bahkan tidak memberitahuku kalau kau ikut audisi itu. Dan sekarang kau akan bilang kalau kau akan pergi jauh. Begitu?” pekik Taemin melantang. “Aku punya alasan tidak mengatakannya padamu.” Jelas Kai berusaha menenangkan Taemin. “Apa? Kau tau aku juga dari dulu memimpikan untuk kuliah musik di sana. Di London, kau tau itu!!”pekik Taemin tak terima. “Justru karena aku tau karena itu aku tak mengatakannya padamu.” Jawab Kai. “Apa alasanmu?!?” pekiknya lagi. “Aku tau permainan pianomu lebih baik dari pada permainan biolaku. Aku takut kau lulus seleksi itu sementara aku hanya akan berakhir menjadi violinist kacangan di Korea.” Jelas Kai. “Apa?!? Kau picik, Kai. Aku tidak menyangka selama ini kau menganggapku sainganmu? Aku ini pacarmu!!” teriak Taemin. Kali ini matanya yang sedari tadi berkaca-kaca tak bisa lagi membendung air mata yang menyeruak itu. Taemin menangis terisak. Kai berusaha memeluknya tapi Taemin langsung menepis tangan Kai. “Tapi cita-citaku lebih penting dari apapun, Taemin. Aku mohon mengertilah. Kau juga punya cita-cita, kan? Aku harap kau mengerti.” Kai memegang kedua lengan Taemin dan mengguncangnya sedikit untuk memohon pada Taemin. “Apa salahnya kalau kau mengatakannya padaku? Setidaknya aku bisa membantumu.” Ucap Taemin dengan isakan-isakan. “Taemin, keluargamu adalah keluarga kaya raya. Kau bisa saja kuliah di sana tanpa beasiswa seperti aku. Aku harap kau mengerti.” Pinta Kai lagi. “Jadi selama ini kau menganggap aku memanfaatkan kekayaan keluargaku? Begitu? Kau keterlaluan. Asal kau tau saja keluargaku sangat menentang keinginanku untuk menjadi seorang pianist. Dan sekarang kau merendahkanku.” Isak Taemin lagi. Matanya mulai memerah karena air mata yang tak henti-hentinya keluar dari matanya. “Aku harus berkorban untuk cita-citaku, Tae.” Ucap Kai. “Kau pikir aku tidak berkorban demi cita-citaku? Aku juga berkorban, tapi aku tidak pernah mengorbankan orang-orang yang mencintaiku.” Jelas Taemin lagi. “Terserah, Tae. Aku rasa hubungan kita cukup sampai di sini. Aku pikir kita sudah tidak cocok satu sama lain.” Ucap Kai pelan namun sangat terdengar jelas ditelinga Taemin. “Apa kau bilang? Baiklah. Baiklah kalau itu memang maumu!” bentak Taemin dan segera pergi dari hadapan Kai. “Taemin-ah! Taemin-ah!!” panggil Kai saat Taemin mulai menjauh darinya. Taemin tetap saja berjalan sambil menangis. Dia tidak percaya bahwa Kai selama ini menganggapnya sebagai saingan. Memang selama ini Kai selalu berbicara tentang cita-citanya untuk menjadi seorang violinist, dan Taemin juga bercita-cita menjadi seorang pianist. Awalnya keduanya saling mendukung satu sama lain. Tapi ternyata Kai berpikiran lain terhadap Taemin. “TAEMIN-AHH!!! Flashback end~ “Taemin! Taemin-ah! Taemin-ah!” “Ah, hyung..” lirih Taemin. “Kau kenapa? Kenapa kau menangis sambil tidur?” tanya Minho yang heran saat melihat Taemin menangis dalam tidurnya. Taemin mengusap air matanya dan duduk menghadap Minho. “Aku tidak apa-apa. Hanya mimpi buruk.” Jelasnya singkat pada Minho. Minho mengusap jejak-jejak air mata itu dan mengelus pipi putih Taemin. Dia menatap dalam mata Taemin dengan kedua tangannya masih menetap di pipi Taemin. “Baiklah. Tidurlah.” Ucap Minho sambil mengecup kedua pipi Taemin dan mengacak rambutnya. Taemin kembali berbaring. Minho bergerak membantu Taemin merapikan bantalnya. Dia menarik selimut Taemin dan menyelimuti Taemin sampai ke dadanya. “Selamat malam.” Ucap Minho sambil mengecup kening Taemin. “Saranghae.” Bisiknya lembut. Seperti biasa saat Minho mengatakan itu, Taemin tidak membalas apapun. Hanya saja kali ini berbeda. Taemin memang tidak mengatakan apapun, tapi dia tersenyum manis saat Minho mengucapkan itu. *** “Itu apa?” tanya Taemin ketus pada Kyungsoo yang sedang duduk memegang dua lembar kertas yang sepertinya adalah tiket. “Tiket pertunjukan. Kau mau nonton?” tanya Kyungsoo pada Taemin. Taemin menggeleng dan menyeruput jus yang ada di depannya. Suasana kantin sangat ramai siang ini. Bahkan saking ramainya, ada beberapa orang mahasiswa yang dengan lantang duduk di spot favorit Taemin dan Kyungoo di kantin ini. Tidak ada yang boleh duduk di situ selain Taemin dan Kyungsoo. Siang-siang Taemin sudah terlibat perkelahian dengan anak itu. Dia tidak mau pindah dan Taemin bersikeras duduk di situ. Bahkan Minho dan Key pun tak boleh duduk di situ. Dan akhirnya perdebatan mereka berakhir dengan sebuah pukulan mentah di wajah orang itu. Dan sekarang, Taemin dan Kyungsoo mendapatkan lagi wilayah kekuasaanya. “Taemin-ah, mana Key hyung?” tanya Kyungsoo tiba-tiba. Kyungsoo memang dekat dengan Key karena Key membantunya mencari pekerjaan paruh waktu tempo hari. “Dia tidak kuliah. Onew hyung sudah pulang kemarin. Dan sepertinya mereka bercinta habis-habisan. Padahal Key hyung sedang hamil.” Jelas Taemin dengan nada mengejek akan tingkah kedua hyungnya itu. “Kau ini. Jangan bicara begitu. Kau ini Lady bukan, sih?” ledek Kyungsoo. “Jangan memanggilku begitu. Atau kau akan berakhir sama dengan orang-orang di sini.” Ancam Taemin pada Kyungsoo. Dari dulu dia memang tidak suka jika ada yang memanggilnya dengan sebutan ‘Lady’. “Jadi kau mau nonton tidak?” tanya Kyungsoo lagi. “Jam berapa pertunjukkannya?” tanya Taemin memastikan. “Jam 2. Mungkin selesainya jam 3.” Jelas Kyungsoo lagi. “Baiklah. Aku akan menyuruh Minho hyung menjemputku di sana saja. Demi kau.” Ucap Taemin dengan nada mengejek. “Waaa, baiknya Lady Choi satu ini..” ejek Kyungsoo lagi. “YA!!” *** Gedung pertunjukkan itu sangat ramai dengan tamu-tamu berdasi memenuhi tempat duduk paling depan. Kyungsoo dan Taemin duduk dibarisan kedua. Jadi mereka bisa dengan jelas melihat pertunjukkan itu. “Kyungsoo-yah. Dari mana kau mendapat tiket ini?” tanya Taemin kesal saat dia tau bahwa pertunjukkan ini adalah pertunjukkan solo biola yang tak lain adalah Kai sendiri. “Aku Cuma beli satu. Tapi tadi pagi ada seseorang yang datang padaku dan memberikan tiket yang satunya. Katanya aku harus mengajak seseorang untuk menonton pertunjukkan ini. Jadi aku mengajakmu.” Jelas Kyungsoo polos. “Ck.” Taemin berdecak kesal. “Kau tidak suka?” tanya Kyungsoo lagi. Taemin hanya diam dan memasaang tampang jengah. Dia tidak suka ini. Kenapa dia harus menonton pertunjukkan Kai dan duduk di depan. Seolah dia benar-benar ingin melihat Kai. Tirai panggung sudah dibuka dan memperlihatkan panggung mewah karena bias cahaya lampu. Ini adalah panggung yang sama saat Taemin menggelar pertunjukkan pianonya. Jadi dia sudah tidak begitu terkejut saat melihat dekorasi mewah panggung ini. Kai muncul dengan tuxedo hitam mewah yang sangat pas ditubuhnya. Tubuh jangkungnya membuat celananya nampak pendek saat dipakai. Tapi dia tetap terlihat tampan dan memukau. Banyak gadis yang menjerit histeris saat melihat Kai berdiri elegan sambil menyandarkan biola itu dibahunya dengan sorot lampu yang hanya terfokus padanya. Mempesona memang, pikir Taemin. “Dia tampan sekali.” Bisik Kyungsoo pada Taemin. “Dengarkan saja musiknya.” Sahut Taemin. Kai tampil dengan lagu Canon. Semua penonton terpukau melihatnya. Tak terkecuali Taemin yang lambat laun terbawa hanyut oleh lantunan biola Kai. Awalnya Kai memainkan biolanya dengan mata tertutup. Tapi saat dia membuka matanya, dia langsung bisa menangkap sosok Taemin di antara penonton itu. Dia tetap memainkan biolanya dan menatap Taemin tanpa berkedip. Taemin tau Kai menatapnya. Bahkan sesekali Kai dengan beraninya mengedipkan sebelah matanya pada Taemin dari panggung. Taemin mendengus dan mengalihkan pandangnnya dari Kai. Beberapa menit berlalu dan Kai telah menyelesaikan permainannya. MC acara itu memberikannya sebuah mic dan Kai menerimanya. “Terima kasih untuk waktu kalian datang pada malam ini. Aku sangat tersanjung. Lagu tadi adalah lagu yang sering aku bawakan dalam pertunjukkanku. Dan untuk lagu selanjutnya, ini adalah lagu ciptaanku sendiri. Lagu ini untuk seseorang yang datang malam ini. Dan aku masih mencitainya. Saranghae.” Ucapnya diakhir kalimat. Para penonton langsung bersorak saat Kai mengucapkan saranghae. Taemin tau benar bahwa yang Kai maksud adalah dirinya. Dia mulai tidak nyaman dan ingin segera pergi dari gedung ini. Tapi Kyungsoo masih menahannya. Sekali lagi suara riuh tepuk tangan membahana saat Kai menyelesaikan permainan biolanya. Taemin ingin segera pergi dari gedung ini. Tapi lagi-lagi dia tidak bisa. Bukan Kyungsoo yang menahannya, melainkan Kai sendiri. Kai berbicara seperti tadi dan menyebutkan nama Taemin dengan gamblang. Sontak lampu sorot langsung menuju ke Taemin dan menyorot salah satu orang terkenal di Korea itu. “Taemin-ah. Aku ke sini untukmu.” Ucap Kai secara gamblang di depan umum. Taemin terkejut, dia langsung membulatkan matanya dan menatap tak percaya pada Kai. Nekat sekali Kai berbicara begitu di depan umum mengingat Taemin adalah salah satu Lady Choi yang terkenal di Korea. “Aku masih mencintaimu. Karena itu aku kembali. Dulu aku pernah bilang kalau aku akan melamarmu di panggung setelah aku menyelesaikan sebuah lagu untukmu. Dan aku akan melakukannya sekarang.” ucap Kai yang dengan perlahan menjatuhkan badannya dan berlutut di atas panggung. Taemin menggelengkan kepalanya. Tak habis pikir dengan ulah Kai yang sudah keterlaluan. Apa dia tidak tau kalau Taemin sudah menikah. Para penonton yang hadir langsung berteriak riuh. Mereka merekam moment ini dan ada juga beberapa wartawan yang mengambil foto dari kejadian ini. “Taemin-ah, maukah kau menikah denganku?” ucap Kai di mic yang membuat suaranya terdengar ke seluruh gedung. Taemin mengepal tangannya kuat. Ingin rasanya sekarang juga dia berlari ke panggung dan menghajar Kai sampai babak belur. Taemin masih diam mematung. Kyungsoo juga hanya bisa ternganga dengan mata yang membesar juga. Salah satu staf acara itu segera berlari menghampiri Taemin dengan membawa sebuah mic. Dia memberikannya pada Taemin. Taemin mengambilnya, tapi dia tidak langsung menjawabnya. “Apa jawabanmu, Taemin?” tanya Kai lagi. “Apa yang kau harapkan?” tanya Taemin sinis dari mic. Suara Taemin terdengar berdesisi di mic itu. Ketara sekali bahwa ia sedang menahan amarahnya. “Jawabanmu.’ Ucap Kai yang masih berlutut. “Berani sekali kau melamar seorang namja terhormat sepertiku di depan umum.” Ucap Taemin angkuh. Dia memberikan padangan merendahkan pada Kai. Kai hanya diam. “Berani sekali kau melamar seorang namja yang sudah menikah sepertiku.” Lanjut Taemin lagi. Perkataan Taemin kali ini membuat Kai mengerutkan keningnya. Hatinya mendadak hancur mendengar pengakuan Taemin itu. Dia benar-benar tidak tau bahwa Taemin sudah menikah. “Aku adalah seorang....” lirih Taemin. Dia ingin melanjutkan kata-katanya. Tapi ada sedikit rasa ragu dihatinya yang membuat lidahnya keluh. “Aku sudah menikah. Dan Aku adalah Lady Choi. Ingat itu, Kai-ssi.” Ucap Taemin mengungkap identitasnya dan segera pergi dan gedung itu. Kai diam mematung di panggung. Dia tidak menyangka bahwa akan seperti ini kejadiannya. Baru 3 tahun dia meninggalkan Taemin dan ternyata Taemin sudah menikah. Kai merasa sangat terpukul akan ini. Mendadak acara pertunjukkan biola tunggal Kai menjadi sangat dramatis karena Taemin menolaknya mentah-mentah. *** “Hyung, kenapa kau tidak menjemputku? Aku harus menunggu taksi selama satu jam karena kau tidak menjemputku.” Rengek Taemin pada Minho di kamar Minho. Minho tak menjawabnya dan masih berkutat dengan laptopnya. “Hyung!” seru Taemin lagi. “Hyung!!” rengek Taemin sambil menarik-narik lengan Minho. “LEPAS!” bentak Minho sambil menghentakkan tangannya yang dipegang Taemin. Taemin terkejut dan memundurkan dirinya. “Hyung...” panggil Taemin lirih. “Kau kenapa?” tanyanya lagi. Timbul raut ketakutan diwajah Taemin. Minho tak pernah marah seperti ini sebelumnya. Memang Minho pernah menampar Taemin, tapi saat itu Taemin yang marah. Bukan seperti ini. “Kenapa katamu?” tanya Minho sinis. Taemin semakin takut karena nada bicara Minho seperti itu. “Jadi dia alasanmu tak bisa mengucapkan kata cinta padaku? Jadi selama ini kau masih berhubungan dengannya?!” bentak Minho. Taemin semakin takut tapi juga tidak mengerti akan kata-kata Minho. “Apa maksudmu, hyung?” tanya Taemin. “Aku melihat semuanya, Taemin. Aku juga menonton pertunjukkan tadi. Dan aku mendengar semuanya!” pekik Minho emosi. “Hyung..” lirih Taemin. “Apa kurang cinta yang aku berikan padamu? Apa kurang kasih sayang yang dicurahkan keluarga ini padamu? Apa kau begitu membenciku hingga kau bermain di belakangku?!?” “HYUNG!!” pekik Taemin. Dia merasa seperti ada ribuan jarum menusuk jantungnya saat Minho menuduhnya bermain di belakanganya. Ternyata seperti ini rasanya saat Key dituduh selingkuh oleh Taemin dulu. Dia baru merasakannya sekarang. “Aku tidak begitu!” bentak Taemin mencoba menjelaskan. “Lalu apa? Apa kau menerima lamarannya dan ingin segera pergi dari rumah ini? Lalu meninggalkan aku sendiri di sini? Begitu?” tuduh Minho pada Taemin. “Hyung!! Sudah ku bilang aku tidak begitu!!” pekik Taemin lagi. “LALU APA TAEMIN?!?” teriak Minho di depan wajah Taemin. Jika rumah ini kecil, mungkin teriakan Minho tadi sudah terdengar sampai luar rumah. “AKU MENCINTAIMU!! HANYA ITU!!” Taemin terengah-engah saat mengatakan itu. nafasnya sudah habis karena emosinya yang membuncah karena tuduhan Minho padanya. Minho terdiam mendengar perkataan Taemin. “Aku mencintaimu. Aku tidak mengatakannya karena aku tidak bisa mengatakannya. Aku sangat mencintaimu. Bahkan aku tidak tau apakah kata cinta saja sudah cukup untuk menggambarkan hatiku padamu. Aku mencintaimu. Sangat-sangat-sangat-sangat mencintaimu. Aku tidak akan meninggalkanmu ke manapun. Tidak akan, hyung. Aku mencintaimu. Aku akan mengatakannya berkali-kali sampai kau bosan. Aku mencintamu, aku mencintaimu, aku mencintaimu, aku mencintaimu, aku mmppphhhh.” Pengakuan Taemin tenggelam seiring kecupan lembut Minho di bibirnya. Minho mengecup bibir itu lembut. Dan dengan sangat terkejut, ternyata Taemin membalas ciuman itu. Dia membalas ciuman-ciuman lembut Minho dan memeluk tubuh Minho seolah tidak memperbolehkan Minho menjauh darinya. “Eungghh..” lenguhan pertama dari Taemin keluar dari bibirnya. Minho semakin mendesak bibir Taemin dan mulai meraba daerah tubuhnya. Taemin mengalungkan tangannya di leher Minho dan memeluk leher Minho dengan kuat. “Saranghae..” ucap Taemin lirih saat Taemin melepaskan ciuman mereka untuk mengambil nafas. Minho tesenyum dan membalas kata cinta Taemin dengan kecupan yang lebih dari tadi. *** “Hyung... jangan...” “Eummm...” “Lepas.. jangan sentuh itu...” “Hahaha..” “Ahh, hyung... jangan sentuh.” Pekik Taemin yang berusaha menghalau tangan Minho yang berusaha mengotak-atik laptopnya. “Jadi aku harus sentuh yang mana? Aku bosan menunggumu mengerjakan tugas.” tanya Minho seduktif. “Yang mana saja asal jangan laptopku!” pekik Taemin. Taemin masih tidur telungkup dengan selimut menutupi tubuh polosnya. Bibir merahnya nampak semakin merah dan membengkak. Terdapat bercak-bercak merah di daerah sekitar leher dan dadanya. Mata dan tangannya masih sibuk mengerjakan tugas kuliahnya yang dikumpul besok. Dia lupa mengerjakannya karena menonton pertunjukkan tadi dan setelah pulang ke rumah dia malah bercinta dengan Minho. Sudah lewat tengah malam dan Taemin masih sibuk mengerjakan tugasnya. Kamar Minho kini sangat berantakan dengan pakaian mereka yang berserakan di mana-mana. Beberapa bantal dan guling juga berjatuhan ke lantai. Hanya selimut dan seprai yang kusut yang ada di tempat tidur itu. “Jangan sentuh itu!” pekik Taemin lagi saat Minho dengan sengajanya menyentuh bagian tersensitif tubuhnya. “Tadi kau bilang aku boleh menyentuh apa saja.” Rengek Minho manja. “Hyung, aku mau mengerjakan tugasku. Jangan ganggu aku. Aku ingin cepat lulus dan menjadi seorang komposer handal.” Rengek Taemin yang menahan tangan Minho yang merayap ke dadanya. “Baiklah. Apa yang bisa kubantu?" ucap Minho yang ikut tidur telungkup di samping Taemin. “Dengarkan lagu ini. Bagus tidak?” suruh Taemin dan Minho langsung memasang earphone ditelinganya dan mendengar lagu ciptaan Taemin dengan seksama. “Ini lagu yang waktu itu, kan? Bagus sekali.” Puji Minho saat dia selesai mendengarkan lagu Taemin. Taemin mengangguk dan mengecup sekilas bibir Minho. Ddrrtttt..drttt.. Ponsel Taemin berbunyi tengah malam seperti ini. Taemin bangun dan berusaha mengambil ponselnya yang ada di meja nakas. “Sstttt.. ahhh” desis Taemin saat mendudukkan tubuhnya. “Kenapa? Sakit?” tanya Minho khawatir sambil memperhatikan Taemin. “Iya. Salahmu.” Jawab Taemin ketus. Minho hanya tertawa simpul menanggapi Taemin. “Siapa yang mengirimi sms jam 3 malam begini.” Gerutu Taemin sambil membuka ponselnya. Taemin-ah ini aku. Aku minta maaf. Aku benar-benar tidak tau kalau kau sudah menikah. Aku memang egois. Itu aku lakukan karena aku mencintaimu. Aku minta maaf atas kesalahan ku dulu. Aku yang membuat kita berpisah, jadi aku juga yang layak menderita seperti ini. Malam ini aku kembali ke London. Dan aku harap kau memaafkanku. Aku menunggumu di sini. Mungkin kita bisa berbagi cerita soal musik sebagai teman di sini. Dan Taemin-ah, aku sangat yakin orang yang menikah denganmu adalah orang yang paling beruntung karena sudah mendapatkanmu. Sekali lagi, aku minta maaf. ^^ Kai Chup~ Minho mengecup pipi Taemin saat dia ikut membaca pesan masuk dari Kai itu. Taemin memukul lengan Minho dan kembali lagi menghadap laptopnya. Minho mengikuti Taemin telungkup di sampingnya. Tangannya memeluk Taemin dari belakang. “Berapa lama kau bersamanya?” tanya Minho pada Taemin. Taemin berbalik dan menatap Minho penuh arti. “Sejak aku kelas 1 SMA. Dia pacar pertamaku.” Jelas Taemin singkat. “Berarti saat kita masih berteman dulu, kau pacaran dengannya?” tanya Minho lagi ingin tau. “Iya.” Jawab Taemin sambil kembali meletakkan jemarinya ke keyboard laptopnya. “Dia pacar pertamamu, tapi aku yang akan menjadi suami pertama dan terakhirmu.” Ucap Minho yang mengecup lembut pipi Taemin. Taemin dengan santai tak bereaksi dengan ciuman Minho itu. “Kenapa kau menolak lamarannya tadi? Bukannya itu romantis?” Minho mulai memainkan rambut almond Taemin dengan memelintirnya dan sesekali mencium rambut wangi itu. “Karena aku sudah menikah. Kenapa bertanya?” Jawab Taemin cuek. Dia masih saja mengkompos lagu dilaptopnya itu. “Alasan lain?” desak Minho lagi. “Emm, karena aku.. aku seorang Lady Choi.” Ucap Taemin pasti. Minho tersenyum simpul dan mengecup lembut bibir Taemin. Dan setelah Taemin selesai dengan tugasnya, kini giliran Minho yang melanjutkan tugasnya tadi. *** 2 bulan kemudian... “Huufftt.. aku gugup Kyungsoo-yah..” “Aku juga.” Hari ini adalah hari yang bersejarah bagi Taemin dan Kyungsoo serta mahasiswa lain. Mereka akan dinyatakan menjadi sarjana. Aula kampus mereka penuh sesak dengan mahasiswa yang akan segera menerima gelarnya. Nampak beberapa mahasiswa didampingi oleh orangtuanya di dalam ruangan. Begitu juga dengan Taemin dan Kyungsoo. “Mana Key hyung?” tanya Kyungsoo yang mencari sosok Key. Sudah beberapa hari Key tidak menampakkan dirinya di kampus. Bahkan sekarang juga dia tidak muncul. “Nanti mereka kesini.” Sahut Taemin. Pembaca tertib acara mulai memanggil satu persatu mahasiswa yang akan diberi gelar. Yang pertama dipanggil adalah mahasiswa yang berprestasi dan salah satunya adalah Kyungsoo. Kyungsoo berdiri dan naik ke atas panggung saat namanya dipanggil. “Aku bangga padamu, chingu-yah.” bisik Taemin saat Kyungsoo berdiri. Selang beberapa nama dipanggil, Taemin terpilih sebagai salah satu mahasiswa yang juga berprestasi. Lagu yang dia ciptakan sudah direkam sekarang. Dan untuk indeks prestasi, meski Taemin nakal, prestasinya diatas rata-rata mahasiswa lain. “Kami bangga padamu, sayang.” Ucap kedua orangtunya sambil menepuk bahu Taemin. Taemin berjalan ke atas panggung dan berdiri berjajar dengan mahasiswa berprestasi lainnya. Matanya menjelajah ke seluruh ruangan. Dan hatinya terlonjak senang saat melihat Minho berdiri di lantai 2 di sudut gedung bersama Onew dan Key. Minho tersenyum ke arahnya, dan Taemin juga balas tersenyum senang pada Minho. Dari jauh Minho mengucapkan saranghae dengan isyarat 3 jarinya. Taemin tersenyum dan membalasnya juga dengan gerakan bibir. Entah Minho melihatnya atau tidak. “Selanjutnya Choi Taemin. Silahkan.” Ucap pembaca tertib acara wisuda itu. Taemin melangkah menuju depan podium. Rektor segera memberinya toga dan menyampirkan talinya ke kanan lalu memberinya sebuah sertifikat dan sebuah gulungan pada Taemin. Taemin tersenyum manis dan membalas jabatan tangan Rektor itu. Setiap mahasiswa berprestasi diberi kesempatan untuk berbicara di podium, dan Taemin juga melakukan itu. “Aku berterima kasih pada seluruh dosen-dosen di Choi College dan seluruh dewan pengajar. Tak lupa juga rasa terima kasih pada Lady Heechul yang sudah sabar menghadapiku. Lady, kali ini aku memanggilmu Lady.” Ucap Taemin manis sambil membungkukkan badannya. Sekalipun Taemin tidak pernah mau memanggilnya Lady jika berbicara dengannya. Heechul nampak mengusap air matanya dengan saputangannya. Dia akan kehilangan mahasiswa yang sangat nakal nantinya. “Aku mengucapkan terima kasih untuk orangtuaku, mertuaku, Onew hyung, Key hyung dan sahabatku Kyungsoo. Aku menyayangi kalian semua.” Taemin kembali tersenyum manis dan membungkuk pada kedua orangtuanya dan kedua orangtua Minho yang berada dipanggung selaku dewan pembina. “Dan, aku juga berterima kasih untuk orang yang sangat mencintaiku dan juga aku cintai. Minho hyung, sarang- hueekkk hueekk.” Seluruh wisudawan di aula itu terkejut saat Taemin tiba-tiba saja ingin muntah di podium. “Maaf hueek.” Sekali lagi dan Taemin segera mundur dari belakang podium. Kyungsoo dan kedua orangtua Minho segera membopong Taemin turun dari panggung. Minho juga langsung melesat pergi menghampiri Taemin yang kini sudah duduk di luar aula gedung itu untuk mendapat udara segar. “Taemin-ah, gwenchana?” tanya Minho panik. Taemin mengangguk dan tiba-tiba memuntahkan lagi isi perutnya yang berupa air. “OMO!!” pekik Key tiba-tiba. “Apa?” tanya Minho dan Onew bersamaan melihat Key. “Jangan-jangan kau hamil.” Pekik Key senang. “Apa?!? Tanya Minho, Onew dan Taemin bersamaan. Minho langsung memeluk Taemin meski belum tentu benar, tapi pada kenyataanya Taemin memang tengah mengandung saat itu. Onew dan Key juga terlihat senang akan itu. Kyungsoo yang masih bersama mereka juga merasakan kesenangan yang sama pada Taemin. Dan selanjutnya, Minho dan Taemin akan menjalani babak baru dalam hidup mereka. Dan Taemin akan memulai hidup sebagai Lady Choi yang sebenarnya. End ♥♥♥~~~SFZ~~~♥♥♥ Sorry for Miss Typo ._.v Posted by TH |
| Hasan Famiglia bangun+rumah 's link Kenapa telat mengenalmu? Kenapa telat mengenalmu, itu judul cerita yang ingin saya ceritakan kepada pembaca semua. Kenapa mengenalmu? Hmm Bukan! Ini bukan membicarakan kasus dimana seseorang wanita yang dulu saya sukai dan sekarang saya sesali. Ini adalah berbicara tentang hobi yang saya sukai baru baru ini, ya baru-baru ini, baru 2 tahun ini, sejak kelas 3 SMA dan sekarang saya semester 2 di Universitas Budi Luhur. Baru 2 tahun mengenalnya, ahh rasanya sudah telat mengenal kamu ya! Kamu? Kamu adalah sebuah bola dengan 12 panel yang umumnya berwarna biru dan kuning, yang dimainkan dengan 12 orang pemain, dengan satu orang yang bertugas sebagai pengumpan dengan tangan emasnya setelah diberi umpan yang indah dengan temanya yang memakai kaos berbeda dan temannya yg lain bertugas mengahajar bola untuk membuat poin setelah diberi umpan dari si tangan emas tadi. Siang ini, Minggu 19 Mei 2013, melihat sebuah kompetisi bola Voli Liga Remaja antar Club dengan jenjang SMP hingga SMA yang terletak di sebuah GOR Bulungan Blok M Jakarta Selatan. Melihat para remaja dengan jenjang usia SMP hingga SMA tadi berpacu bertanding mempermainkan sebuah olahraga yang mereka sukai sejak dini sejak SD sejak mereka kecil tentunya, juga berbondong-bondong ibu-ibu dan bapak-bapak yang ikut mengantar mereka kesana sekaligus untuk menyemangati anaknya. Saya tersudut pada Seorang anak yang masih sangat muda belia cantik rambutnya dikuncir rapi imut dan berposisi sebagai libero pada sebuah Club yang berhome base di senayan, mungkin usianya baru 13 tahun atau kelas 2 SMP. Diusianya saat ini sudah mahir sekali bermain bola Voli. Sungguh sangat seru dan iri melihatnya mereka bertanding disana, di antar ibu bapaknya di semangati ibu bapaknya, mengenakan salah satu kaos klub diantara tadi yang bertanding, mengenal mereka yang bermain, mengenal si anak kecil tadi yang rambutnya dikuncir imut sekali ahh cukuplah saya bermimpi saat ini seperti mereka-mereka. ___ SMP Negeri 37 Cilandak Jakarta Selatan, SMP saya kala itu. Lulus tahun 2009 dan masuk tahun 2007. Si bola itu, pernah saya melihatnya di SMP saya mulai saat Masa Orientasi Siswa. Teeeeeeeeeettttttttttt, bel sekolah berbunyi ketika saya sedang makan siang di kelas, bertanda istirahat sudah selsai, kakak OSIS menggiring saya ke tengah lapangan atas sebuah lapangan Futsal dan Basket (Jadi satu) dan ada satu lapangan di Bawah dekat mushola yaitu lapangan Bola Voli, Oh Rupanya ada sebuah pemilihan ekstrakulikuler yang harus semua peserta mos ambil siang hari ini. “ Yang mau ikut Basket kesini ikut kaka yg baju merah, yang mau ikut ekskul Futsal ikutin kakak itu yang pakai baju biru dengan tulisan Futsal pada papan di dadanya.” Teriak seorang kaka OSIS dengan microphone nya di Podium. “yang mau ikut ekskul Bola Voli silahkan ke lapangan Voli yang berada dibawah sana dengan kaka yang berbaju kuning .” Tambahnya lagi. teman teman saya udah berhamburan kesana kemari memilih ekskulnya masiing masing, ada yg mengikuti kakak-kakak berbaju merah, ada yang mengikuti kakak berbaju biru dan ada juga yang bergerak ke lapangan bawah, saya bingung mau ikut kemana, lapangan yang berada di bawah sangan banyak peminatnya kala itu dari laki dan juga perempuan, bahkan paling banyak peminatnya dari 1000 siswa angkatan saya, kenapa mereka banyak sekali? Kok mereka banyak sekali? saya jadi tertarik untuk kengikutinya, hati saya bergarak untuk ikut ke mereka yang sedang berumpul di lapangan bawah itu, ketika saya sudah siap untuk melangkah ke lapangan bawah, tapiiiiiii..... “ahhh” ada seorang yang mengagetkan lamunan kebingungan saya. Edo menepuk bahu saya, saya mengikuti si edo teman sekelas saya yang mengikuti kakak berbaju merah, ikut mereka berkumpul dan saya tetap di lapangan atas. Hari demi hari saya lalui di SMP ini, saya ikuti ekskul yang saya tidak terlalu minati. Sesekali mengambil bola yang jatuh ke lapangan bawah dan melihat sekumpulan siswa/i yang sedang berlatih di lapangan bawah. hari kamis, lonceng bel pulang sekolah berbunyi, saya masih ada tugas dan harus dikerjakan di kelas sampai sore. ketika selesai dan keluar kelas, saya melihat sekelompok siswa/i di lapangan bawah, yang kemarin saya lihat ketika saya ambil bola yang terjatuh kesana. kenapa hati ini seolah melihat sebuah apa yang dia inginkan, hati saya bergerak menuju lapangan bawah dan saya sejenak memperhatikan mereka berlatih. Ada yang melompat memukul bola, ada yang melempar bola dengan kedua tangannya dengan memainkan pergelangan tangannya, ada juga yang memantul-mantulkan bola ketembok berulang-ulang tak terjatuh dengan kedua tangannya yang dirapatkan. Dan sampai dengan mereka memainkan Permainan tersebut. Ahh rasanya seru sekali melihat permainan itu. Tapi sudahlah seriusi saja ekskul yang saya ikuti sekarang, saya mengabaikannya dan beranjak pulang. Sering kali saya sering memperhatikan permainan itu ketika kebetulan melihatnya, namun saya kembali mengabaikannya karena, ahh itu mungkin bukan hobi saya. Waktu berlalu hingga saya Lulus SMP, dan masuk ke sebuah SMA Swasta di kawasan Lebak Bulus Jakarta selatan. hari ke hari saya lewati di sekolah ini, tiba pada hari Jumat pulang sekolah saya harus ke kelas III IPS 2 saya harus menempel sebuah kutipan majalah di dinding sekolah, hmm ini menjadi tugas saya setiap hari jumat, karena ini merupakan ekskul baru saya saat masuk SMA sampai saya kelas 3 SMA saat ini , ekskul yang berada di lapangan atas itu ekskul yang dengan kakak berbaju merah waktu MOS pada saat SMP itu sudah saya tinggalkan, mungkin karena memang sudah saya tidak minati lagi, ohhhh maaf-maaf mohon diluruskan, bukan hobi saya. Hari minggu,waktunya libur sekolah, harus bangun pagi karena ada acara kerjabakti di lingkungan saya, jujur baru kali ini saya mengikuti kerja bakti, kerja bakti yang dilakukan di sebuah lapangan 300m dekat rumah. Saya beranjak ke lapangan tersebut. Ohh saya baru ingat, ada sebuah lapangan dekat rumah saya, yang dulu bapak-bapak ramai sering bermain bulu tangkis disana dan saya baru melihat bentuknya lagi sekarang seperti apa. Sampailah saya di lapangan itu, Lapangan? Lapangan ini saya kenal bentuknya, ya! Lapangan ini saya kenal persis bentuknya, ada 4 garis sejajar dibatasi sebuah net yang tingginya 143cm, luasnya lebih besar dari lapangan bulu tangkis, dan tidak lebih besar dari lapangan atas SMP saya. Lapangan ini, lapangan ini kan yang terletak di bawah di SMP saya. Ohh ternyata saya melihat lapangan itu lagi ketika 2 tahun lebih saya tak melihatnya. Sore hari setiap pulang sekolah saya jadi sering main ke lapangan deket rumah itu sambil berkumpul dengan remaja lingkungan saya. Disuguhi ibu-ibu yang sedang mempermainkan olaharaga itu setiap sore hari senin sampai jumat. Ahhh saya jadi makin tertarik, ketika hari sabtu dan minggu sore saya juga ke lapangan itu lagi ternyata bapak-bapak dan beberapa anak muda juga mempermainkan olahraga tersebut. Ohh ternyata sabtu dan minggu adalah jadwal laki-lakinya. Pertamakali memegang bola itu, ahh rasanya gampang sekali ini memainkannya senang sekali saya memainkannya. Ini pertama kali saya bermain dengan bola itu ini pertama kali saya memainkan permainan yang saya lihat waktu SMP itu. Priiiittttttt, bola pertama dari lawan, mengarah ke arah saya, berusaha menyampaikan bola itu ke toser, tapi kok bolanya susah sekali untuk tepat ke arah si pengumpan tangan emas. Berhari-hari saya saya pelajari, dari gerak melompat untuk memukul bola, melepar bola dengan kedua pergelangan tangan, memantu-mantulkan bola ke tembok tanpa terjatuh. Sudah sedikit senang saya hari ini sore ini saya bermain dengan bola itu lagi, hari ini setelah 2 bulan saya mengenal permainin itu sampai saya sedikit bisa mempermainkan bola itu. Setiap sabtu dan minggu sore enjadi rutinitas saya bermain dengan bola itu, ditambah lagi dengan malam sabtu dan malam kamis, olahraga ini jadi mulai berkembang di lingkungan ini dengan bukti ditambahnya malam hari, bertambah senangnya bisa bertemu bola itu hampir setiap hari, tapi sayang di sekolah tidak ada Ekskul bola yang satu ini. --- PRIITTT, angka 25 terpampang, game poin Untuk JVC, 3-0 skor permainan berakhir, JVC berhasil mengatasi VOBGARD 3 set tanpa perlawanan. Si anak kecil tadi bersama teman-temannya terlihat gembira karena berhasil Juara 1 Liga Voli Remaja antar Club dan setelah pertandingan tersebut saya beranjak pulang karena ada tugas-tugas kuliah yang harus diselesaikan. Semester 2 saat ini, sudah 2 tahun dari sebagian 18 tahun usai saya mengenal bola itu, sangat akrab dengan bola itu, di rumah di kampus saya tekuni. 18 tahun, masih muda, masih bisa belajar dengan banyak waktu kalo kata orang tua kita, tapiiiii 18 tahun... 18 tahun dengan title seorang mahasiswa yang sibuk kuliah, ya! Mahsiswa bukan lagi SD SMP ataupun SMA, teringat dengan si anak kecil tadi yang masih SMP usia sekitar 13 tahun, bertanding pada Kompetisi Liga Remaja yang bergengsi dan menjadi tolak ukur sebuah kemampuannya dan bukan tidak mungkin berlanjut hingga menjadi seorang atlet, pasti dia sudah mengenal bola itu sejak SD, SMP dan pastinya seterusnya dia akrab dengan bola itu, pasti dia sudah mempelajari gerakan melompat,melempar, dan memantulkan bola ke tembok itu sejak kecil juga. Liga Remaja sudah dia rasakan. Jika di sekolah Pasti anak itu sudah ikut O2SN di SMP nya dan masih ada O2SN di SMAnya, dan kedepannya bukan tidak mungkin peluang untuk tingkat yang lebih, Porkot, Pelatda, PON, Kejurnas, Proliga, Timnas. Wahhhhhhh sangat menarik dan lagi-lagi iri!!! Semoga sukses ya anak itu. Baru tersadari kenapa kusia-siakan waktuku saat itu, saat SD saat SMP, dan kenapa baru SMA kelas 3 kita berkenalan? SD, SMP! Kemana saya waktu itu? Kemana saja! Kemana si bola itu, ada dimana kamu si bola itu, oohh! bukankah setidaknya SMP saya pernah meliriknya, bukankah setidaknya waktu SMP saya sempat melihatnya di lapangan bawah dekat mushola, kenapa aku tidak segera berkenalan dengannya, kenapa waktu itu aku tidak menuruti kata hati untuk bergerak ke lapangan bawah, kenapa pada saat itu aku menuruti ketika edo mengajak saya ke kakak berbaju merah. Menyesal! Itu mungkin yang harus saya katakan ketika menyadari usia saya saat ini, setidaknya kenapa saya tidak mempelajarinya sejak SD dan bisa seperti anak kecil itu. Kenapa telat mengenalmu? |
| Syifa Syabani bangun+rumah 's link sebelumnya aku mau makasih sama temen-temen yang udah berapresiasi sama JD abal-abal ini. makasih juga buat annisa khaerani yang udah baik banget bikinin cover JD nya :) semoga semakin kesini semakin banyak dan bertambah yg suka. gabutuh like, asal komen yang panjang dan tumpeh tumpeh. detrima kritikny intun, ini udah coba buat gabanyakin narasi wkwkwk. Fity Days part 3 Hari ini Carlota membantu sahabatnya pindah kerumah Carlely yang dulu, rumah yang dulu pernah ditinggali Carmel sampai usianya 16 tahun. Carmel membawa barang terakhirnya dan meletakkannya diatas truk PW tua mengangumkan milik Carlota. “ Kau yakin tak ada yang tertinggal?” Tanya Carlota menghampiri Carmel yang berdiri disamping truknya. “ Ya,” gadis itu mengangguk lambat-lambat. “ Aku harus berpamit pada Rosaline lebih dulu.” Lanjutnya mendesah. “ Baik, Aku akan menunggu dimobil.” sambil berkata Carlota membuka pintu mobilnya dan saat itu Carmel menghilang menyongsong Rosaline yang sudah berdiri dengan wajah muram diambang pintu. “ Ros,” Gadis itu mendesah lagi, memeluk Rosaline begitu erat. “ Aku akan pergi. Maafkan aku selalu telat membayar uang losmenmu.” Rosaline , janda berumur 34 tahun itu menitihkan air mata sedih. “ Oh Car, kau sudah seperti anakku sendiri. Maafkan aku selalu menjerit-jerit tengah malam menganggu tidurmu. Meminjam alat-alat dapurmu yang sampai sekarang belum aku kembalikan.” Rosaline melepas pelukannya sambil mengusap pipinya sendiri. Carmel tersenyum. “ Simpan saja untukmu. Aku tak membawa alat-alat dapur. Jika kau mau kau bisa menyimpannya.” “ Benarkah?” Seru Rosaline, nampaknya wajahnya kembali merona. Air muka Rosaline sudah seperti anak remaja 17 tahun. Carmel mengangguk dan mundur satu langkah kebelakang. “ Aku harus pergi, aku tak ingin Carlota lama menunggu.” Ucap Carmel menunjuk kebelakang bahunya dengan ibu jari. Rosaline mengangguk dan memeluk anak itu lagi. “ Jangan sungkan-sungkan untuk mampir kesini. Aku akan membuat Cupcake kesukaanmu. Bukankah jarak universitasmu dekat dari sini?” Carmel melepas pelukan Rosaline dan mengangguk. “ Tentu.” Sahutnya menjawab segala pertanyaan dengan tersenyum dan melambai pada Rosaline lalu meninggalkan wanita itu. *** Carmel memasuki kamar yang dikosongkannya 2 tahun lalu. Matanya mengitari kesetiap sudut kamar. Tak ada yang berubah, semua tetap sama seperti 2 tahun yang lalu saat ia memutuskan untuk tinggal ditengah kota Washington dan hidup mandiri dengan membiayai semua uang sekolah dan kehidupannya. Gadis itu meraba dinding pinky kamarnya, mengitari seluruh ruangan seakan-akan dia berada ditempat yang tak terbayangkan. Entah kenapa dia begitu merindukan tempat ini, seperti takkan pernah kembali lagi. “ Car.” Sebuah suara berat memanggilnya, Carmel menoleh dan mendapati Carlely, ayahnya berada diambang pintu yang terbuka. “ Dad.” Bisiknya, menghampiri Carlely dan mendekapnya erat ketika dekat. “ Dad, aku minta maaf. “ “ Sshh. Carlota sudah menceritakan semuanya padaku. Aku sangat senang kau kembali kerumah. Bagaimanapun ini adalah rumahmu, dan jangan memutuskan untuk berpisah lagi. Mengerti?” Carlely melepaskan pelukannya, memandang anaknya dengan lembut. “ Tapi aku tetap ingin hidup mandiri, Dad.” Carmel mengerang. Carlely menyipit lalu memutar kedua bola mata hijaunya. “ Kau masih keras kepala.” Gerutu Carlely membuat Carmel nyengir. “ Carmel.” suara lembut menyembul diantara mereka. Bola mata mereka bergerak dan mendapati seorang wanita berambut pirang strawbery dengan wajah anggun dan tenang berjalan mendekati mereka. “ Angelina.” Seru Carmel memeluk wanita itu. Angelina tertawa dan melepas pelukan mereka. “ Senang melihatmu kembali.” kata Angelina mengerling. Carmel mengangguk-ngangguk. “ Baiklah, aku harus kembali kepekerjaanku. Beristirahatlah Car, ini hari minggu. Dan jangan menyinggung soal kemandirian lagi. Aku lebih senang saat umurmu 10 tahun yang tak pernah merengek soal hidup sendiri.” Sambil berkata Carlely pergi meninggalkan ruangan. Carmel terperangah dan mendengus-dengus. “ Hari minggu dia masih bekerja? Angelina lihatlah, bahkan Carlely tak ingin aku tumbuh.” Gerutu Carmel membuat Angelina terkekeh. “ Dia hanya terlalu menyayangimu. Lagipula dia sedang membetulkan mobilku yang sedikit ada masalah. ” Angelina merangkul Carmel. “ Ah ya , aku sedang memasak sarden tuna kesukaanmu. Kau pasti lapar.” Angelina menatap Carmel yang mengangguk. “ Dan juga buatkan jus orange untukku, Ange.” Carlota datang membawa dua buah kardus yang menutupi setengah bagian tubuhnya. “ Tentu, aku akan segera kembali.” Angelina menghilang dari pandangan. Carmel menghampiri Carlota yang berjalan tak seimbang lalu membantu menuruni kardus-kardus berisi buku-buku pelajaran milik Carmel dan meletakkannya dilantai. “ Maaf merepotkanmu, Carl.” Ucap Carmel memandang Carlota yang menyikap poninya dengan punggung tangan. “ Tak masalah. Aku sudah biasa direpotkan.” Katanya, geli. Carmel tersenyum samar dan mengeluarkan buku-bukunya dari dalam kardus sementara Carlota berbaring diatas kasurnya. “ Well, apa rencanamu selanjutnya?” tanya Carlota tanpa memandang Carmel yang mulai bergerak untuk menyimpan buku kelemari buku. Sejenak ruangan sunyi senyap sementara Carmel menimbang-nimbang pikirannya. “ Mungkin aku akan mencari kerja lagi.” Carmel tahu ucapan yang meluncur dari kerongkongannya mungkin bukan jawaban yang benar-benar diinginkan Carlota sehingga membuat gadis itu langsung bangkit dari kasur didetik yang sama. “ Kau bercanda?” Carmel bisa mendengar nada sinis dari sana. “ Rencanamu pulang kerumah adalah karena kau sudah tak bekerja lagi dan tak bisa membiayai hidupmu lagi. Sekarang kau ingin cari kerja ? oh, lebih baik aku tak usah menjemputmu tadi pagi.” Carmel berhenti bergerak, memandang Carlota yang membuang wajah kesal. “ Carl, ini bukan tentang pekerjaan. Ini tentang jalan hidupku. Aku tak ingin merepotkan Carlely sementara ibuku tidak ada. Aku bukanlah anak kandungnya dan aku ingin itu tak merubah pemikiranku untuk berusaha membiayai hidupku sendiri.” Ucap Carmel parau. “ Carmel,” Carlota buru-buru berkata. “ Carlely menyayangimu, tak ada yang merasa direpotkan oleh kehadiran usiamu yang sudah 18. Kau anaknya dan kau memiliki hak untuk mendapatkan apapun yang kau inginkan diusia remaja ini. Meskipun dia bukan ayah kandungmu dia tetap wajib menjagamu dan menyayangimu seperti anak kandungnya, dan Carlely sudah melakukan itu melebihi apapun…” Carmel melamun, gadis itu berusaha keluar dari pikirannya yang rumit. “ Carl,” bisiknya tak bisa bersuara lagi. “ Lebih baik aku membiarkanmu menyendiri. Kita tak mungkin berdebat ketika energiku sudah terkuras.” Carlota bangkit dari kasur dan menghilang dari pandangan Carmel yang mulai memaku. Kepala gadis itu terasa berat membuatnya tak mampu lagi untuk bergerak. Carmel jatuh terduduk dan menenggelamkan kepalanya diantara kaki-kakinya yang menekuk. Carlota marah. Ia marah. Carmel berteriak dalam hati. Carmel amat hafal betul sahabatnya yang satu itu sangat penuh kasih sayang, tetapi jika Carlota marah jangan harap kau bisa mengajaknya tertawa lagi dalam waktu sehari. Carmel akan merasa bicara dengan patung jika Carlota moodnya sedang buruk. Carmel merasakan kakinya basah, sesuatu yang menggelitik menjilati jemari-jemari kakinya dan saat itu juga ia tersentak. “ Hey Sammy, berhenti menjilati kaki orang.” Carmel bisa mendengar teriakan Angelina tak jauh didepannya. Namun mata gadis itu mengamati anjing jenis cihuahua bergerak-gerak aktif didekat kakinya. “ Anjing barumu?” tanya Carmel meraih binatang peliharaan yang menurut suatu survei paling banyak dipelihara manusia. Angelina meletakkan nampan diatas meja sambil mengangguk. “ Ya, hadiah ulang tahun pernikahan kami yang ketiga dari Carlely seminggu yang lalu.” “ Dad, sungguh romantis.” Kata Carmel menatap anjing yang digendongnya seksama. Sesungguhnya Carmel tidak begitu suka anjing, apalagi anjing botak seperti cihuahua. Melihatnya tanpa bulu seperti domba yang dicukur diperternakan membuat Carmel sedikit err sudahlah. Angelina mendengus senang. “ Pria idaman,” desahnya. “ Ah, mana Carlota? aku sudah membuat orange jus permintaannya.” Carmel melepas Sammy dan anjing itu langsung berlari keluar ruangan. “ Dia pergi.” Jawab Carmel bangkit untuk berdiri. “ Aku juga haus. Biar aku saja yang menghabiskannya setelah merapihkan barang-barangku. Sebaiknya kau membantu Dad, kurasa dia agak kerepotan membetulkan mobilmu. Aku tahu Dad bukan seorang montir yang handal.” Carmel mencoba menerangkan, menyembunyikan rasa kebas yang tadi sempat menyerangnya. “ Baiklah, jika kau lapar turun saja kebawah, kami akan menunggumu untuk makan siang.” Kata Angelina menarik knop pintu dan memundurkan langkah keluar kamar. “ Trims, Mom.” Ucap Carmel samar namun masih bisa didengar Angelina yang langsung tersenyum manis. Angelina menutup pintu dan lenyap dari pandangan gadis itu. Hhh akhirnya Carmel bisa dengan lepas mengucap kata Mom pada Angelina, ibu tirinya. Sebenarnya Carmel bukan tidak mau mengakui Angelina sebagai ibu barunya, hanya saja menurutnya takkan pernah ada yang bisa menggantikan ibunya. Takkan pernah ada. Dan hari ini, selama 3 tahun terakhir sikap kasih sayang yang ditunjukkan Angelina padanya mengubah pemikiran apatisnya itu. Carmel mulai kembali bergerak, merapihkan semua barang yang belum pada tempatnya. Tangan gadis itu memang tetap aktif, tapi pikirannya tetap tertumpu pada satu hal yang sampai sekarang masih terus menari-nari dalam otaknya. *** MonDay. Oh Carmel tahu betul dia benci hari senin. Hari dimana ia harus kembali kerutinitas membosankan. Carmel masih mengulat diatas kasur ketika Angelina mengetuk-ngetuk pintu kamarnya. Gadis itu bangkit dan mendadak membulatkan mata ketika melihat jam dinding yang bergerak. Sial. Dia kesiangan. “ Dad , bisakah kau mengantarku kesekolah?” Carmel berteriak saat dianak tangga pertama. Gadis itu berlari dan 4 detik kemudian dia sudah ada didekat Carlely dan Angelina yang sibuk memakan roti panggang. “ Tak bersama Carlota?” tanya Carlely otomatis. Carmel mengerang. “ Ugh, untuk hari ini mungkin tidak.” Jawabnya. Entah kenapa hari ini Carmel merasakan jantungnya 20 kali lebih cepat dari biasanya. Dia tidak berpotensi mengidap penyakit jantungkan? “ Baiklah, Mari berangkat.” Carlely memiringkan kepala setuju. Pria itu bangkit dari duduknya lalu mengecup bibir Angelina sesaat. Carmel tersenyum melihat pemandangan itu. “ Aku pergi Mom.” Carmel pamit pada Angelina. Sepertinya lidahnya mulai terbiasa mengucapkan kata yang dulu menurutnya itu adalah pantangan. Carmel berjalan keluar rumah. Dan ini adalah hari pertama setelah 2 tahun dia menatap kembali kepemukiman tentramnya. Gadis itu memutar kesekeliling, dan bola mata cokelat terangnya berhenti bergerak ketika tertuju pada salah satu rumah. Rumah Jason. Kepala Carmel kembali pening, rasanya berdenyut-denyut, seperti pasien amnesia yang mengingat kembali masa lalunya. Carmel hendak melangkah namun terhenti saat itu juga begitu ia melihat garasi rumah Jason terbuka. Jantungnya berhenti berdetak sedetik. Tangan gadis itu gemetaran. Tak selang dari itu sebuah mobil audi hitam keluar dan melacu lambat ketika keluar dari perkarangan rumah Jason lalu menghilang dikejauhan. Carmel membeku, dia bahkan tak bisa merasakan detak jantungnya. Selang 3 detik dari itu Carmel terperanjat. Carlely membunyikan klakson kelewat nyaring membuat tubuhnya nyaris ambruk saat itu juga. “ Come on Car, tak ada waktu untuk melamun di hari senin. “ Carlely berseru didalam mobil dengan kaca yang terbuka. Carmel mengangguk cepat dan berlari memasuki mobil keluaran honda tersebut. Carlely langsung menginjak pedal gas ketika Carmel memakai sabuk pengamannya. “ Dad, apa ada orang baru yang menempati rumah Jason lagi?” Carmel bertanya pelan, namun mampu mengalihkan perhatian Carlely. “ Rumah Jason?” Dahi pria itu berkerut. “ Ya , aku melihat seseorang keluar dari sana.” Carmel menahan suaranya. Gadis itu masih merasa schok. Rumah itu memang pernah ditinggali oleh sepasang suami istri, tapi itu sudah lama sekali sekitar 7 tahun yang lalu dan hanya bertahan 3 bulan, lalu rumah itu kosong sampai saat ini. Namun Carmel tidak yakin apa ada orang baru lagi selama dia tinggal ditengah kota Washington 2 tahun terakhir. “ Aku tidak begitu yakin, kau tahu aku jarang ada dirumah 3 hari terakhir. Kau tanya saja pada Angelina, eh Ibumu. Dia adalah wanita pencari berita yang handal.” Carlely tersenyum geli namun tidak berarti apa-apa untuk Carmel. Gadis itu begitu tenggelam dari pikirannya. Carmel menggeleng pelan, ia tak ingin mempersulit dirinya sendiri. Itu bukan Jason, please jangan berharap. Carmel bersuara dalam hati. Tapi entah kenapa hatinya menolak untuk tidak berharap. *** Carmel turun dari mobil ketika sampai pada gedung sekaligus tempat paling membosankan namun sedikit menakjubkan dalam hidupnya. Gadis itu melambai pada mobil Carlely yang menjauh. Lalu mengambil langkah lebar untuk masuk kekelas pertamanya. Kelas Mr Gimmy. Oh Sosiologi. Gadis itu berlari-lari kecil dilorong sekolahnya. Dia berdoa agar tak bertemu Carlota hari ini. Dia tidak benci, tentu saja tidak. Hanya saja orang misterius dirumah Jason tadi membuat pikirannya penuh dan Carmel tidak ingin menambah kapasitas ingatan otaknya untuk menyimpan argumen-argumen bodohnya pada Carlota. Langkah gadis itu terhenti begitu melihat sekerumunan mahasiswa bergerumul didepan ruang administrasi kesiswaan. Carmel mengerutkan dahi, dan memandang aneh pandangan tak biasa itu. biasanya para mahasiswa tak peduli jika ada mahasiswa yang keluar-masuk Universitas Washington DC ini. tapi entah kenapa para mahasiswa yang dominan adalah wanita bergerumul menjadi satu seperti merebut baju diskonan dalam satu peti. “ Ada apa?” Carmel bertanya pada diri sendiri. “ Ada mahasiswa baru, tampan sekali.” Seseorang menyahut. Carmel makin dalam mengkerutkan keningnya. Apa suaranya begitu keras hingga orang lain mampu mendengar? Carmel ingin menjawab ketika suara wanita-wanita itu berteriak disaat yang sama pintu ruangan administrasi kesiswaan terbuka dan munculah sesosok pria bertopi hitam sambil memutar pandangan. Jantung Carmel seperti loncat keluar dari tempatnya. Orang itu benar, akhirnya ada mahasiswa tampan disekolahnya. Belum sempat Carmel tersadar dari pemikirannya yang sudah melayang, teriakan-teriakan mahasiswa wanita itu menggema. Menjerit-jerit seperti dikejar-kejar tikus got. Pria itu membenarkan topinya, memperdalam menutupi ekor matanya. Para wanita memang melingkarinya namun tak ada satupun yang mampu menyentuhnya atau sekedar berkenalan karena mungkin terpesona pada pria yang tampannya seperti dewa. Carmel membeku, matanya tak berkedip memandangi wajah tirus lelaki yang tak jauh dari pandangannya. Gadis itu mengamati setiap inchi lekukan garis wajahnya. Wajah itu.. mengingatkan Carmel pada seseorang. Mahasiswa baru itu akhirnya melangkah. Langkahnya tegap dan angkuh. Dia hanya memandang apa yang memang pantas ia pandang. Carmel masih memaku ditempatnya ketika pria itu datang mendekat. Carmel tak bisa lagi bernafas ketika jaraknya hanya bisa dihitung dengan uluran tangan. Carmel tak bisa lagi merasakan aliran darah ditubuhnya begitu pria itu tepat dihadapannya dan menoleh padanya hanya dalam waktu sedetik tanpa menghentikan langkah. Carmel seakan baru mendapat jiwanya kembali, gadis itu terengah-engah seakan baru saja mengangkat beban seberat gajah Thailand. Carmel melihatnya dengan jelas. Ketika pria itu menoleh, mata Carmel seakan memotret wajah serupa pahatan malaikat itu. Carmel benar-benar melihat wajahnya, dan saat itu dia teringat sesuatu. Mungkin hal detail yang membedakanku dan Justin adalah, aku memiliki tahi lalat disini di dekat bibirku, juga dileher. Kau bisa melihatnya? Agak samar memang, tetapi jika diperhatikan kau pasti takkan pernah tertukar lagi. Carmel sudah tak peduli tubuhnya tumbang karena disenggol banyak wanita yang mengejar pria itu. air matanya turun, gadis itu jatuh terduduk dilantai dingin sekolahnya. Mulutnya memang bisu sesaat, tapi matanya tak bisa dibohongi. “ Jason.” Bisiknya penuh luka. *** “ Mrs, kumohon.” Sekali lagi, dengan wajah sudah kelewat berantakan Carmel memelas pad Mrs Ganneta. Seorang wanita tua berumur 45 tahun yang sudah berdedikasi selama 20 tahun di Universitas Washington untuk menjalani tugas dibidang ini. “ Aku takut kau membocorkan hal ini pada teman-temanmu.” Kata Mrs Ganneta menatap Carmel menyelidik. Carmel buru-buru menggeleng dan mengusap wajahnya frustasi. “ Mrs, aku hanya butuh nama dan tempat tinggal atau nomor telepon atau apapun yang berhubungan dengan dia. Kau percaya padaku kan Mrs? Dia adalah teman masa kecilku yang… hilang.” Carmel mendesah frustasi dan menjedukan kepalanya pada meja tinggi yang ada dihadapannya. Melihat tingkah laku mahasiswa ini membuat hati Mrs Ganneta luluh juga. “ Baiklah-baiklah.” Mrs Gannet menyerah. wanita itu menyingkap lembar demi lembar buku agendanya. Mata Carmel berbinar saat itu juga, wajahnya kembali merona. “ Namanya Justin Drew Bieber--“ “ Tunggu, Justin ?” Carmel menyela membuat ucapan Mrs Ganneta terhenti. “ Oh sebenarnya pria mana yang kau maksud mahasiswa baru? Disini memang ada dua mahasiswa baru. Wajah mereka memang serupa tetapi mereka mendaftar dalam waktu yang berbeda.” Mrs Ganneta menyelesaikan. “ Tunggu, apa ada nama Jason disana? Jason Drew Bieber?” Desak Carmel. “ ya tentu, dia pindahan dari universitas—“ “ Cukup. Itu sudah cukup. Terimakasih Mrs, kau yang terbaik.” Carmel menyela, lagi. Gadis itu ingin meledak saat itu juga. Dia terlalu gembira. Carmel menghilang dari pandangan Mrs Ganneta secepat kilat. Carmel berlari, wajahnya penuh air mata kebahagiaan. Akhirnya dia menemukan Jasonnya. Dia harus mencari Jason. Dia harus. 1 jam berkeliling membuat lutut Carmel seakan remuk. Dia tak menemukan Jasson dimanapun. Menyadari itu , hatinya kembali mengkerut. Carmel menyerah, ia berjanji akan mencari Jason besok. Ia berjanji. *** Pria itu menatap kosong jendela tembus pandang Café yang kini ia singgahi. Kembalinya ia ke Washington membuat perasaannya kembali tersayat-sayat. Jika saja ayahnya tak memintanya untuk kembali ke negeri kelahiranya, ia takkan mau. Takkan pernah mau. Kembali pulang adalah sama artinya merajut kembali masa lalu yang kelam. Sama saja mengingat kejadian pahit orangtuanya, dan sama dengan merasakan perasaan bersalah yang selama 8 tahun terakhir menodai mimpi-mimpi indahnya. Pria itu mengerang, mengabaikan pandangan-pandangan aneh dari para pengunjung. Akhirnya , dengan perasaan kalut ia meraih ponsel pipihnya dan mengetik sesuatu disana. To : Dad Pick me up at starbucks now. Pria itu kembali memandang kosong jendela café yang ada dihadapannya. Memikirkan kembali hal yang mungkin bisa terjadi. Apa dia bisa bertemu dengan gadis itu? dia berharap tidak. Karena jika iya, dia tahu dia takkan pernah bisa dimaafkan seumur hidup. ` *** Carmel memandang sepatunya yang bergerak seirama dengan langkah kakinya. Gadis itu menarik nafas panjang lalu memijiti pelipisnya yang pening. Dia terlalu bahagia sampai tak memikirkan kalau hari ini dia bolos dalam beberapa kelas. Jason ada disini. Jason kembali. hatinya terus berteriak-teriak. Carmel teringat sesuatu, langkahnya terhenti. “ Jadi, yang dirumah Jason itu. benarkah itu Jason? Atau.. Justin?” Carmel menggumam sendiri ditempat pejalan kaki lalu lalang dimana gedung-gedung Washington berbaris-baris seperi tentara perang. Carmel bergulat dengan pikirannya sendiri, jika benar yang didalam mobil audi hitam itu adalah Jason, Carmel kini tahu alasannya kenapa jantungnya 20 kali lebih cepat pagi itu. Tuhan sudah mengatur, Tuhan akan mempertemukan dia dengan pangerannya. Mata Carmel bergerak ketika ia sadar ia berdiri ditengah-tengah pejalan kaki. Gadis itu memandang sesuatu didepannya, sebuah jendela dengan gambar seorang wanita berambut panjang bewarna hijau. Semua orang tahu itu, Starbucks. Hhh, Starbucks mengingatkan dia pada Carlota. Mereka sering berkunjung kesini jika ada waktu luang. Disaat yang sama ponsel pria itu bergetar diatas meja menimbulkan suara yang mampu membuat pikirannya yang melayang jatuh kerealita. From : Dad Im on the way now. Ill be there soon. Pria itu memalingkan mata setelah selesai membaca pesan tersebut. Matanya terpaku begitu melihat sesosok gadis dibalik jendela yang ia pandangi. Gadis itu tengah diam, seakan bertarung dengan pikirannya ditengah-tengah pejalan kaki. Tangan pria itu mengepal, menahan rasa gemetar yang timbul tiba-tiba. Pria itu tak bisa merasakan nafasnya. Dia mungkin adalah satu-satunya pengunjung Starbcuks yang saat ini menahan nafas melihat apa yang baru saja ia pikirkan tiba-tiba muncul dihadapannya. Tak selang lama dari itu , mata gadis itu mlihat kearah jendela, memandangi logo Starbucks dengan tatapan sedih. Dan detik selanjutnya mata mereka bertemu, seakan waktu terasa berhenti. Mereka terpaku dalam satu titik yang sama. Carmel membeku, darah surut dari wajahnya seketika. Dia melihat pria itu. Pria serupa pinang dibelah dua dengan Jason. Mereka masih tetap serupa. Meski wajah orang yang kini didepannya seperti menyimpan penuh luka. Carmel memandanginya dingin ketika mengingat kejadian 8 tahun lalu. Liontin itu.. Carmel berlari menjauh, tak ingin terperangkap lebih lama oleh tatapan orang yang paling dibencinya semumur hidup. Kenapa dia harus bertemu Justin ketika hatinya berharap bertemu Jason? Carmel tahu itu Justin, karena terakhir bertemu Jason di sekolah tadi Jason menggunakan topi juga baju hitam yang dilapisi jaket kulit merah yang mencolok. Tidak seperti pria yang tadi bertatut dengan pandangannya, dia hanya menggunakan kemeja biru laut dengan tangan yang menggulung juga potongan rambut yang jatuh kedahi. Tak ada tanda tahi lalat seperti yang ia lihat tadi di kampus. Carmel tahu itu Justin. Carmel berjalan cepat, meringkuk memeluk dirinya sendiri. Gadis itu seakan menghindar dari kegelapan yang telah hilang dimasa lalu dan kini kembali membayangi dirinya. “ Carmel, kaukah itu?” Carmel menoleh otomatis. Wajahnya semakin mengeras begitu orang yang sama di starbucks tadi mengejarnya. Carmel mempercepat langkahnya dan lambat laun berlari. “ Carmel tunggu, aku harus menjelaskan sesuatu.” Pria itu berteriak. Carmel bersikap tak perduli. “ Carmel, berhenti.” Gadis itu masih bisa mendengar namanya diteriaki. Carmel semakin cepat berlari ketika pria itu juga ikut berlari. Mereka berkejar-kejaran sampai blok terakhir di persimpangan jalan Avenue Victoria. Carmel sudah tidak perduli dengan teriakan-teriakan apapun begitu juga langkah kakinya. Gadis itu terus berlari sampai larinya terhenti ketika ia mendengar jeritan pria itu lebih keras memanggil namanya dengan suara was-was. Carmel mendengar bunyian ban bergersekan dengan aspal yang begitu menendang gendang telinga. Ia mendengar lagi sesuatu yang begitu keras dan disaat yang sama Carmel merasakan dirinya melayang bermeter-meter jauhnya. Ia langsung merasakan nyeri disekujur tubuhnya. Gadis itu terhempas dibumi dengan bunyi yang keras. Punggungnya terasa remuk dan disaat itu juga matanya mulai berkunang-kunang. “ Ada yang kecelakaan..” Carmel masih bisa mendengar teriakan itu. “ Telepon polisi. Panggil ambulan.” Suatu suara dari banyak suara berteriak lagi. Lalu Carmel masih bisa memandang beberapa orang yang mengerumuninya dengan mata sudah kabur. “ Tidak perlu menelpon ambulan. Aku akan membawanya kerumah sakit. Aku akan bertanggung jawab—“ Carmel mendengar suara berat seorang pria. Apakah itu orang yang menabraknya? Carmel tidak sanggup berfikir lagi. Tiba-tiba terbesit dibenaknya tawa renyah Ibunya, Carlely, Carlota, Angelina.. Jason. Carmel merasakan oksigen menghilang diudara. Ia berusaha mengerjap dan terakhir yang ia lihat adalah wajah sedih seorang.. Justin. Dan seketika semuanya menjadi gelap. *** Carmel merasakan tubuhnya remuk. Dan ia seperti tertidur sepanjang malam. Mata hari pagi menyilaukan tubuhnya seakan radiasinya menembus kelopak matanya yang tertutup. Carmel merasakan oksigen menghilang diudara. Ia berusaha mengerjap dan terakhir yang ia lihat adalah wajah sedih seorang.. Justin. Dan seketika semuanya menjadi gelap. Carmel bangkit secepat kilat, wajahnya dibanjiri keringat. Nafasnya terengah-engah. Dia memandang sekeliling dan mendapati suatu ruangan yang amat ia hafal. Dia masih hidup. Ini kamarnya dan kenyataan pahit yang harus ia telan adalah ia mimpi buruk. Carmel lekas bangkit dan bersiap-siap dihari senin yang ia benci. Gadis itu melangkah menuruni tangga dan mendapati Angelina memblakanginya diruang makan. Carmel tersenyum. Hari ini dan sampai nanti ia akan mulai mencoba memanggil wanita itu Mom. “ Morning, Mom.” Carmel menyapa. Namun Angelina tak menyahut. Gadis itu terduduk dimeja makan dan tersenyum memandangi roti panggang yang sudah siap saji. “ Mom, dimana Dad ?” Carmel berseru menatap Angelina. Namun Angelina tak mengindahkan pertanyaan gadis itu. Angelina menatap kosong piring-piring tak terisi didepannya. “ Jangan mengabaikanku, Angelina.” Okey Carmel mulai merasa kesal. Carmel tak suka diabaikan. “ Mom, dengarkan aku.” Carmel berteriak, mencoba meraih lengan Angelina agar wanita itu sadar dari lamunannya. Carmel tersentak, gadis itu tak bisa berkata-kata. Ia baru saja menyentuh Angelina. Ia yakin seribu persen. Tapi ia seperti tak menyentuh apapun. Carmel mencobanya sekali lagi dengan tangan gemetar. “ Mom..” Bisiknya menyentuh pipi Angelina namun hasilnya sama. Dada Carmel naik turun. Ia memandangi Angelina was-was. Mata Carmel memutar begitu melihat Carlely datang dengan wajah kusut. Angelina menyambut suaminya dengan ekspresi tak berubah. “ Bagaimana? Kau berhasil menemukan Carmel?” pertanyaan Angelina membuat Carmel nyaris seperti hampa. “ Aku tidak menemukan petunjuk apapun. Aku sudah mengunjungi tiap rumah sakit di Washington tetapi tak menemukan Carmel dimanapun. Dia tidak mungkin kecelakaan atau semacamnya. Carmel hanya menghilang 24 jam. Kurasa kita harus menunggu polisi mencarinya.” Angelina menangis saat itu juga, tubuhnya ambruk dipelukan Carlely. Mata carmel terbakar, dia ingin sangat marah. “ APA YANG KALIAN KATAKAN? AKU ADA DISINI. AKU ADA DISINI. BAGAIMANA KALIAN TAK BISA MELIHATKU?” Carmel berteriak, membuat kerongkongannya mengeluarkan suara batuk-batuk. Mereka mengabaikan teriakan Carmel dan Carlely membopong istrinya kedalam kamar. Carmel emosi, ia tak bisa lagi mengkontrol amarahnya. Gadis itu sekuat tenaga membalikan bahu Carlely namun hasilnya nihil. Ia tak bisa menyentuh apapun. “ Dad , please. Lihat aku, aku disini. Aku.. aku disini, please.. “ Carmel jatuh terduduk, suara tangisannya pecah. Ia menangis tersedu sedan. Carmel masih terus menangis namun ia tak bisa merasakan air matanya jatuh kepipi seperti kemarin-kemarin. Ada apa dengannya? Kenapa dia menjadi transparan seperti ini? apa dia salah minum obat tidur? Carmel yakin meminum oba tidurnya sesuai dosis. Carlely keluar dari kamarnya lalu menutup pintu dan disaat yang sama Carmel mendengar hentakan kaki mendekat, terdengar dari suara kakinya seperti orang tak bisa mengkontrol emosi. Carmel meringkuk dan tubuhnya seperti dihempas angin begitu sesuatu seperti menabraknya. Carmel tersentak melihat Carlota melewati tubuhnya begitu saja. “ Aku tak menemukan Carmel dimanapun. Dirumah teman kami tidak ada, aku sudah mengintrogasi semua siswa yang bertemu Carmel hari itu tetapi banyak dari mereka yang mengatakan carmel bolos dari semua kelas hari senin kemarin.” Carlota bercerita dengan nada sedih. Tangisannya juga pecah, ia memeluk Carlely begitu erat. “ Aku takut terjadi sesuatu padanya. Kami sedang dalam masalah.” Carmel masih bisa mendengar suara lirih Carlota. Carmel berdiri dan menatap dirinya yang masih bisa ia lihat secara utuh. “ Hey, tubuh. Apa yang terjadi padamu? Aku tidak menghilangkan? Aku bukan orang yang dijadikan umpan percobaan makhluk luar angkasa kan?” Carmel mengusap pipinya. Hatinya terasa berdenyut-denyut namun ia seakan tak bisa mendengar suara nafas juga denyut jantungnya sendiri. Gadis itu mundur beberapa langkah dan memandangi sesuatu yang ada disampingnya. Sesuatu yang membuatnya kembali jatuh terduduk. Carmel tak meliat pantulan dirinya dalam cermin besar itu, ia hanya bisa melihat benda-benda yang ada dibelakangnya melalui cermin. mata Carmel berputar-putar. Siapa dia sebenarnya? Ada apa dengannya? Kenapa semua orang mengira dirinya menghilang? *** Carmel meringkuk diatas kasur. Mencoba mengingat sesuatu yang sulit baginya untuk diingat. Ia merasa tak ingat apapun kecuali bangun tidur dengan mati rasa seperti matahari menyengatnya sampai menembus kulitnya. Ini malam hari, dan Carmel masih bisa mendengar suara-suara tangisan Angelina. Kenapa Carmel baru sekarang bisa menyadari kalau wanita itu begitu baik padanya? suara tangisan Angelina didominasi dengan suara anjing menggonggong. Carmel begitu tak peduli sampai ia merasa gonggongan anjing itu semakin dekat dan tubuhnya terperanjat begitu tiba-tiba Sammy menggonggong didepannya. “ Sammy. Apa yang kau lakukan?” teriak Carmel menggigil. Entah kenapa malam ini Sammy terlihat menyeramkan meski tubuhnya mungil. Sammy menjawab dengan gonggongan yang semakin keras. Anjing itu mengendus-ngendus Carmel membut gadis itu langsung turun dari atas kasur. Sammy mengejarnya dan trus menggonggong. Carmel berlari-lari dan menjerit. “ Sammy berhenti mengejarku, bodoh.” Gerutu Carmel berteriak namun Sammy semakin cepat dibelakangnya. Carmel berlari sampai keluar rumah yang pintunya terbuka dan saat itu larian mungil Sammy terhenti ketika Carlely berhasil mendapatkannya lalu membawanya masuk kedalam rumah lalu menutup pintu. Carmel berhenti dengan nafas terengah-engah. Tetapi gadis itu tak merasakan kalau dia bernafas. Sial. Kenapa dia dikejar-kejar Sammy? Carmel mencium aroma tubuhnya. Ugh , tidak beraroma tulang atau daging. Dia harum seperti biasa. Carmel melangkahkan kakinya tanpa memandang jalan lalu terduduk begitu saja disana. Dia mengingat pelajaran Mr Tony bahwa anjing bisa mendengar apa yang tak bisa didengar manusia karena ia memiliki kemampuan pendengaran yang dinamakan ultrasonic. Carmel mendesah frustasi menyadari hal itu, dan hal lain yang mengartikan dirinya adalah bukan lagi manusia. Lalu siapa dia? Kenapa dia seperti ini? Carmel mencabuti rumput hijau yang ada didepannya. Lampu remang-remang yang meneranginya tak mengurangi rasa takutnya akan kegelapan. Ia ingat disini dulu adalah tempat ia mengorek-ngorek salju dimana I dari 3 dari permintaannya terkabul. Bisakah ia mendapatkan hal beruntung itu lagi? Carmel tak minta muluk-muluk. Hanya satu saja. Satu permintaan. Sudikah ada seseorang yang bisa melihatnya agar gadis itu bisa menjelaskan apa yang terjadi? “ Hey sedang apa kau disini?” Carmel mendengar suara. Gadis itu mendongkak dan mendapati seorang pria bertopi berdiri didepannya namun cahaya lampu yang kurang memadai membuat wajahnya tampak samar dipandang. “ Mencabuti rumput.” Jawab gadis itu sekenanya. “ Mencabuti rumput, di perkarangan rumah orang huh? Kenapa kau tidak mencabuti rumput dirumahmu saja sendiri ?” Carmel mendongkak lebih tinggi lalu tertunduk lagi mengingat kejadian tadi. “ Aku tidak mau kembali kerumah lagi, aku takut.” Carmel menjawab lesu. “ Takut? Apa yang kau takuti?” “ Sammy, dia terus mengejarku.” Carmel tertunduk lagi. “ Sammy?” alis pria itu mengkerut. “ Ya Sammy, anjing peliharaan Angelina.” Carmel mengangguk muram lalu berdiri dan memandangi pria yang berdiri didepannya. Detik selanjutnya Carmel melotot. “ YA TUHAN KAU BISA BICARA PADAKU?” _______________ finally selesai juga akhirnya .___. mungkin emang JD aku gabisa sebagus author lain tapi aku bakal coba bangkit dari alam kuburmakasih udah mau baca :) feedback and salam manis dari cucu eang subur yang tenggelem ama tugas sekolah.. kasian banget :P untung udah gamake seragam putih abuabu lagi wkwkwk --" yang mau d tag koment, tapi harus tumpeh-tumpeh eh ga tumpeh tumpeh juga gapapa deng asal iklas. kadang suka kasian sama yang komen panjang-panjang tapi ga pernah di reply. pukpukpuk~ kali ini komen alakadarnya aja .__. muehehe tresno to you :* |
| Ria Purniawati bangun+rumah 's link 'lagi bingung nih, atau bahasa kerennya galau hihi sebagai ibu rumah tangga pengeen banget punya penghasilan sendiri,, yah lumayan buat uang jajan si kecil.. mau buka toko ah biar ada kerjaan sambil ngurus anak,, tapi.... modalq cekak,, mau buka toko sembako 5 juta belum ada apa2nya,, mau buka toko perlengkapan baby, 5 juta dapet apa?? mau buka toko peralatan tulis, 5 juta? dapet buku, pulpen, pensil ma penggars doank kayaknya.... hadewh.....pusing deh :( sering ya qta nemuin kasus kayak gini, pengeen banget usaha buat bantu suami cari tambahan penghasilan.. tapi kebentur ma modal yg cekak.. belum lagi minimnya waktu yg kita punya,, kadang ngurus anak ma urusan rumah saja ribeet sampe rasanya 24 jam yang qta punya masih kurang.. pengen nyabet jamnya tetangga hihi #berlebihan ni :P alhamdulillahnya aq udah nemuin bisnis yg bisa aq handle dari rumah aja, sambil ngurus anak, sambil masak, sambil nyetrika, sambil dandan hihi #tetep pengen cantik dong dan masalah modal yg cekak terselesaikan sudah,,, karna di bisnis ini modalnya gak nyampe 5 juta,, malah klo 5 juta mah bisa buat modal berbulan-bulan modal bulanan, pasti butuh itupun gak gede2 amir,, masih gedean kemauan untuk ngerjainnya,, kemauan untuk belajarnya karena itu yg utama... daan harus istikomah ngejalaninnya, gak bisa sekarang mulai bulan depan langsng ngrasain gaji yg berdijit sembilan.. semua butuh waktu untuk berproses.. enaknya selain dapet laba hasil jualan produk, bisa dapat gaji bulanan yang nilainya kita sendiri yg bisa dan harus menentukannya,, belum lagi jalan2 gratisnya, belum lagi bonus moblnya belum lagi happynya dan masih ada segudang ilmu yg Insya Allah bermanfaat banget buat personality kita dan yg terpenting bisnis ini gak keputus di kita saja,, maksudnya?? yup bisnis ini bisa diwariskan kawan,, diwariskan ke anak-anak kita kelak.. jadi anak kita tinggal nerusin apa yg sudah kita bangun dari NOL,, ini manfaat jangka panjang yg kadang tidak kita perhatikan saat mulai berbisnis... well,, nasib emak2 yg jarang ngetik nih, nulis segini aja udah kriting tepok jidat :P yg masih gak jelas dan pengen tau lebih lanjut PM aja yah pin: 25AC75D9 WA 085755790800 |
| Arull Setiawan bangun+rumah 's link nama bayi dalam bahasa arab Arabic (Islamic) Boys Names ‘Aakif = Beriktikaf ‘Aali = Tinggi ‘Aamir = Memakmurkan ‘Ashim = Menjauhi maksiat ‘Aathif = Belas kasih ‘Aatik = Pemurah, Yang murni Abadi = Yang Kekal Aban = Lebih terang, lebih nyata, bersih ‘Abbad = Tekun beribadah Abbas = Nama paman Nabi, nama sahabat Nabi Muhammad SAW Abbasy = Rajin berusaha ‘Abduh = Hamba-Nya, julukan dari Nabi Muhammad SAW Abdul Alim = Hamba Allah Yang Mengetahui Abdul Azim = Hamba Allah Yang Agung Abdul Aziz = Hamba Allah Yang Mulia Abdul Bari = Hamba Allah Yang Banyak Kebaikan Abdul Basit = Hamba Allah Yang Melimpah Nikmat Abdul Baqi = Hamba Allah Yang Kekal Abdul Dayyan = Hamba Allah Yang Membalas Abdul Jabbar = Hamba Allah Yang Tegas Abdul Jalil = Hamba Allah Yang Mulia Abdul Jawad = Hamba Allah Yang Pemurah Abdul Fattah = Hamba Allah Yang Membuka Abdul Ghafur = Hamba Allah Yang Membuka Abdul Ghani = Hamba Allah Yang Pengampun Abdul Hadi = Hamba Allah Yang Kaya Abdul Hafiz = Hamba Allah Yang Memelihara Abdul Haiy = Hamba Allah yang Hidup Abdul Hak = Hamba Allah yang Sebenar Abdul Hakam = Hamba Allah yang Menghukum Abdul Hakim = Hamba Allah yang Bijaksana Abdul Halim = Hamba Allah yang Lemah Lembut Abdul Hamid = Hamba Allah yang Terpuji Abdul Hanan = Hamba Allah yang Penyayang Abdul Ilah = Hamba Allah, hamba Tuhan Abdul Karim = Hamba Allah yang Pemurah Abdul Khaliq = Hamba Allah yang Mencipta Abdullah = Hamba Allah Abdul Latif = Hamba Allah yang Lemah Lembut Abdul Majid = Hamba Allah yang Mulia Abdul Mannan = Hamba Allah yang Memberi Nikmat Abdul Muhaimin = Hamba Allah yang Berkuasa Abdul Mu’ati = Hamba Allah yang Memberi Abdul Mun’im = Hamba Allah yang Memberi Nikmat Abdul Nasir = Hamba Allah yang Menolong Abdul Qadir, Abdul Qayyum = Hamba Allah yang Berkuasa Abdul Qahar = Hamba Allah yang Perkasa Abdul Rauf = Hamba Allah yang Pengasih Abdul Rahman = Hamba Allah yang Pemurah Abdul Rahim = Hamba Allah yang Penyayang Abdul Rasyid = Hamba Allah yang Bijaksana Abdul Razak = Hamba Allah yang Memberi Rezeki Abdul Syakur = Hamba Allah yang Bersyukur Abdul Samad = Hamba Allah yang Menjadi Tumpuan Abdul Salam = Hamba Allah yang Penyelamat Abdul Wafi = Hamba Allah yang Setia Abdul Wadud = Hamba Allah yang Pengasih Abdul Wahab = Hamba Allah yang Memberi Abdul Warith = Hamba Allah yang Mewarisi Abdul Wahid = Hamba Allah yang Esa Abhar = Yang bergemerlapan, yang berseri ‘Abid = Yang beribadat, beribadah Abidin = Yang beribadat Abrar = Golongan yang berbuat kebajikan Abrisam = Yang lembut/tampan Absyar = Bergembira Abu Bakar = Nama sahabat Nabi Muhammad SAW Abu Zar = Nama sahabat Nabi Muhammad SAW Abu Samah = Pemaaf, Yang bertoleransi Abu Wasim = Yang tampan Adabi = Kesopananku, kesusasteraan Adam = Nama Nabi, ikutan, teladan Ad-Daruquthni = Imam perawi hadist Adham = Yang cantik, tali rantai, peninggalan Kuno Adi = Nama sahabat Nabi Muhammad SAW Adib = Beradab, sopan, pujangga ‘Adil = Adil Adlan = Keadilan ‘Adli = Keadilanku, kelurusanku, adil ‘Adnan = Nama org terdahulu Adwa’ = Cahaya Afdhol = Lebih Utama, terbaik Affan = Pendaki, nama ayah Caliph Uthman Affandi = Gelar bagi orang yang berkedudukan Afham = Yang pandai ‘Afi = Pemaaf ‘Afif = Punya harga diri Afiq = Yang mulia Afkar = Yang bijak Aflah = Yang beruntung, lebih sukses Afnan = Kecantikan/seri Afqar = Fakir Afsar = Lebih Jelas Afwu = Pemaaf Agha = Ketua, pimpinan Aghna = Berdikari Ahda = Beroleh petunjuk Ahlam = Impian, kesabaran Ahlami = Impianku, kelembutanku Ahlan = Keselamatan Ahmad = Terpuji Ahmas = Yang bersemangat Ahna = Yang lemah lembut Ahnaf = Yang berpegang teguh pada ajaran agama, lebih suci (lurus) Ahsan = Yang terbaik Ahwas = Pemberani Ahwaz = Yang bersungguh-sungguh Ahza = Yang beruntung Aibaq = Pesuruh Aiyub = Nama nabi Aiman = Yang bertuah, kanan Aisar = Yang senang, mudah Aisy = Mewah, kaya raya Ajad = Berbuat baik Ajmal = Cantik, molek Ajwad = Yang lebih pemurah, terbaik Akalil = Mahkota Akbar = Yang besar Akhdan = Sahabat Akhtar = Yang terpilih Akid = Yang kuat, teguh, tetap Akif = Yang menumpukan dirinya pada sesuatu ‘Akif = Beri’tikaf Akma = Pimpinan Akmal = Sempurna, sangat pandai Akram = Yang mulia, Lebih mulia Akramah = Nama sahabat Nabi Muhammad SAW Akwa = Yang perkasa, kuat Alamar = Berlapis emas Alamgir = Penakluk dunia ‘Alauddin = Ketinggian agama, kemuliaan agama Al Baihaqi = Imam perawi hadist Al Fatih = awal, pembuka, pertama Alham = Beroleh ilham ‘Ali = Yang mulia, tinggi kedudukannya Alif = Kawan rapat Alim = Yang mengetahui ‘Alim = Berilmu Aliuddin = Ketinggian agama Aliyan = Yang tinggi Allam = Sangat mengetahui Allamah = Yang berilmu luas Alma’ = Yang bergemerlapan Altaf, Althaf = Baik hati, lemah lembut, lebih lembut Altamis = Panglima, ketua Alwan = Warna-warni Alzam = Yang tekun Amadi = Masa, matlamatku Amad = Tujuan Amal = Cita-cita, harapan Amali = Cita-citaku, harapanku Amaluddin = Cita-cita agama Amami = Golonganku Aman = Sentosa, keamanan Amanat = Pertaruhan, amanah Amani = Kesejahteraanku Amanullah = Keamanan dari Allah Amar = Yang ramai zuriat Amili = Yang bekerja Amin = Yang amanah, yang dipercayai, pemegang amanat Aminin = Orang-orang yang aman Aminuddin = Pengamanah agama Amir = Putera, ketua, pemerintah, penguasa, pemimpin, makmur Amiruddin = Pembela agama Amjad = Mulia, soleh, lebih mulia Amkrun = Orang-orang berkuasa Ammar = Yang memakmurkan, yang kuat iman, penerang Amnan = Tempat yang aman, ketenangan Amni = Keamananku Amran = Yang memakmurkan Amrin = Perintah Amrullah = Perintah Allah Amrun = Kemakmuranku Amsyar = Yang cergas Amzar = Yang mulia Anaqi = Keindahanku yang menawan hati Anas = Kemesraan, cinta, kasih, mesra, periang An’am = Yang diberi nikmat Andar = Yang berseri Anjab = Lebih utama dan bernilai Aniq = Yang kacak lagi menawan hati Anis = Yang mesra, teman setia, ramah tamah dalam pergaulan An-Nasa’i = Imam perawi hadist Anma = Yang maju Anmar = Air yang bersih Ansar = Penolong, penyokong Ansari = Penolongku, penyokongku Anshar = Kaum Anshar sahabat Nabi SAW Antar = Berani dalam peperangan, nama pahlawan ksatria Arab Anwar = Yang bercahaya, lebih bersinar, lebih bersih Anwari = Cahayaku ‘Aqib = Balasan yang baik ‘Aqil = Yang baik budi, bijaksana, dapat dipercaya, pintar Aqlan = Kebijakan Aqhar = Yang gagah Aqmar = Putih, cantik Aqra = Pandai membaca Arafat = Yang terkenal, kenalan Arami = Panji-panji Arfa = Yang tinggi, mulia Arfan = Mengetahui Arhab = Memanjakan, lebih lebar dan luas Arham = Yang mesra Arib = Yang mahir ‘Arif = Yang bijak, mengetahui, terpelajar, sholih, berwibawa Ariffin = Yang bijak ‘Ariq = Baik budi, mulia asalnya, bijaksana Arman = Harapan, aspirasi Arqam = Nama sahabat Nabi Muhammad SAW Arsalan = Nama seorang tokoh Islam Arsyad = Yang sangat cerdik Arumi = Asal keturunanku Aryan = Kekuatan penuh As’ad = Yang berbahagia Asdaq = Benar Asfa = Yang suci Ashmah = Yang berani Ashraf = Lebih luhur Asif = Menggambarkan, melukiskan Asil = Yang mulia, murni, bersih Asir = Menawan, memikat hati, mempesona Asjad = Emas, permata Askari = Tentera Aslam = Selamat, terkawal, masuk Islam Aslah = Yang lebih baik Asmah = Yang pemaaf Asmai = Hati yang suci Asmaan = Hati yang suci dan pendapat yang teguh Asmar = Yang hitam manis Asna = Yang tinggi, yang bersinar Asnawi = Yang berseri, gemilang Asri = Masaku, kemajuanku mengikut masa Asyari = Perasaanku Asyiq = Kekasih, pencinta Asymawi = Pemberianku Asyraaf = Yang mulia, Asyraf = lebih mulia Asy’ar = Perasa, jiwa halus Asyrani = Periang, kemegahanku Asytar = Yang menawan Ata = Pemberian, hadiah Ataullah, Athallah = Karunia Allah Athar = Suci, bersih Athari = Yang bersih ‘Athif = Belas kasih Athmar = Yang berjaya Aththobarani = Imam perawi hadist Atif = Belas Kasihan ‘Atik = Pemurah, yang murni ‘Atiq = Ka’bah, yang dimerdekakan Atmam = Kesempurnaan At-Tirmidzi = Imam perawi hadist Atyab = Wangi ‘Aun = Bantuan, pertolongan Aus = Pemberian Aufa = Yang setia, lebih tepat Auni = Ketetapanku Awam = Yang tangkas Awad = Gantian, pemberian Awali = Pedang Awadullah = Pemberian, gantian dari Allah Awliya = Kekasih Awraq = Yang memberi semangat Awsam = Yang segak Awuf = Yang wangi Awwab = Yang banyak bertaubat pada Alloh Awwadi = Yang bersungguh-sungguh Awwal = Pandai mentakwil Awwam = Perenang Ayadi = Nikmat Ayaz = Pekerja keras ( Persian ) Ayman = Beruntung, pemegang kendali yang benar Aysar = Yang mudah Ayyub = Nama nabi Azad = Bebas, merdeka Azam = Keazaman Azamuddin = Keazaman agama Azaim = Pelbagai azam Azbin = Bersih, suci Azfar = Yang berjaya, yang menang Azhad = Yang zuhud Azhar = Yang berseri, yang gemilang, lebih cerah Azhari = Yang berseri, yang gemilang Azib = Sabar dan gigih Azim = Besar Aziman = Keazaman Aziz = Yang mulia, yang kuat, kekasih Azizi = Kesayanganku, kekasihku Azizan = Yang mulia, yang kuat, kekasih Azka = Semakin maju, suci, bersih Azman = Cita-cita, tekad ‘Azmi = Cita-citaku, tekadku, keteguhan hati Azmil = Kawan rapat Azri = Kekuatanku, penyokongku Azwar = Rajin ‘ Azza = Perhiasan ‘Azzam = Kebulatan tekad, ziarah/emas ‘Azzan = Nama orang Dahulu Baadi, Badi = Istimewa Baahi, Baha = Termegah, terhebat Baari = Pencipta, salah satu dari nama Alloh Badar = Bulan penuh, bulan purnama Badi’ = Indah Badil = Pengganti Badiuzzaman = Keindahan semasa Badran = Bulan penuh (purnama) Badri = Bulan purnamaku, mempercepat jalannya Badrulmunir = Bulan bercahaya Badrun = Bulan purnama Badruddin = Bulan purnama agama Badruz Zaman = Bulan purnama bagi jaman Badrut Tamam = Bulan purnama Badrut Taman = Bulan purnama yg sempurna Baghawi = Nisbah Bahadur = Berani, kuat Bahauddin = Sinaran/ keindahan agama Bahi = Indah Bahij = Yang indah menawan, penggembira Bahir = Elok, mempesona Bahjan = Cemerlang Bahjat = Kegemilangan, gembira, bahagia Bahlawan = Pendaki gunung Bahran = Bercahaya Bahri = Kegemilanganku Bahruddin = Sinaran agama Bahzi = Pembelaku Bais = Tentera Bakhit = Yang bertuah Bakhtiar = Yang bahagia Bakir = Muda, pagi2 benar Bakizah = Permata Bakri = Pagi-pagi benar Baliq = Fasih Balyan = Nama auliya Banan = Ujung jari Banin = Yang bijak, gigih Baqir = Sangat pandai, terpelajar Bariq = Bercahaya, kemilau Bariz = Menonjol Barra = Yang bersih Barzun = Utama, berani Basil = Berani Basim = Gembira, tersenyum, selalu tersenyum Basir = Bijak, melihat Basirun = Yang melihat Basit = Pereka, pembuat Baslan = Keberanian Basri = Penglihatanku Bassam = Suka tersenyum Basyar = Pembawa berita baik Basyarah = Indah Basyir = Penyampai berita gembira Basyirun = Yang melihat Bayiyuddin = Sinaran agama Bazil = Yang pandai Bazilin = Yang menyumbang Bazli = Kebijaksanaanku, kepakaranku Bilal = Nama sahabat nabi, titisan embun Biruni = Nama ulama besar Bisyari = Kegembiraan Bisyir = Berita gembira Bisyrun = Berita gembira Bunyamin = Nama saudara nabi yusuf Budair = Berjalan cepat Bukhari = Imam perawi hadist Buraid = Dingin Buraidah = Kesejukan Burhan = Alasan, bukti, dalil, cahaya Burhanuddin = Dalil/cahaya/ bukti agama Busairi = Nisbah Busrain = Kesegaran Busran = Kabar gembira Bustani = Tamanku Dabir = Akar, asli, mutlak Daffa = Pembela Dafinah = Kekayaan yang tersembunyi Dahin = Yang cerdik Dahlan = Nama belakang ulama Dailami = Askarku Da’im = Kekal abadi Da’in = Da’i, penyeru, pemanggil Daisam = Lemah lembut Daiyan = Hakim, pelindung, penjaga Dalil = Petunjuk, pemimpin, model, teladan Dana = Cerdas, bijak Dani = Dekat Daniyal = Nabi Alloh SWT Danish = Pengetahuan, bijak Daris = Pembaca, pelajar Darul Muqomah = Tempat yg kekal ( surga ) Darwisy = Warak Dasuqi = Keindahanku, cahayaku Dawani = Nisbah Daud = Nama Nabi Alloh SWT Dhabit = Yang kuat ingatan Dhafir = Menang Dhahir = Yang membantu Dhaifullah = Tamu Allah Dhamir = Yang langsing Dhamiri = Jiwaku Dhiya’ = Cahaya, sinar Dhiya’Ulhaq = Sina (cahaya) hak, sinaran kebenaran Dhiya ‘Uddin = Cahaya agama Dhiya’ur Rahman = Cahaya Yang Maha Pemurah Dhobith = Cermat, kuat, hakim Dhoif = Tamu Dhoifullah = Tamu Alloh Dhomin = Penjamin Dhomir = Hati nurani Dhomiri Fadhil = Hati nurani, yg utama Dhomrah = Nama sahabat nabi Muhammad SAW Dhori’un = Orang2 yg merendahkan diri, tunduk Dhowi = Bersinar Dhu’un = Cahaya terang Dhukhom = Gemuk Dhuyuf = Tamu Difa = Pertahanan Dika = Ayam jago, jantan Dika Azhari = Ayam jago, bunga Din = Agama, kepercayaan Dini = Agamaku Din Syamsudin = Matahari agama Dubies = Nama pahlawan arab Durrani = Permataku Durar = Mutiara Dzahab = Emas Dzaki = Cerdas, pandai, mudah, faham Dzakir = Teguh pendirian, baik/kuat harapannya Dzakka’ = Cerdik Dzakwan = Harum semerbak, cerdas, jenius Dzal Aidi = Punya kekuatan Dzalkifli, Dzulkifli = Yang punya kesanggupan Dzamar = Nama seorang raja Yaman zaman dahulu Dzanun = Dzun Nun ( Nabi Yunus as ) Dzatil’imad = Yang punya bangunan2 tinggi Dziban = Penghalau, yg membantu Dzikro = Pengajaran, peringatan Dzil Awtad = Punya pasak2 ( tentara yg banyak ) Dzimar = Kehormatan diri Dziyab = Memperoleh harta, serbuan Dzulfiqar = Nama pedang Rasulullah SAW Dzul Autad = Punya tentara yg banyak Dzul Fahmi = Punya kefahaman Dzul Rahman = Yang Maha Pemurah Dzulfaqor = Nama pedang sahabat Ali bin Abi Thalib Eshan = Dalam berkah Alloh Fadal = Keutamaan Fadhl = Kebaikan, kelebihan, sisa Fadhali = Kelebihan, keutamaan Fadhil = Orang yg berbuat kebaikan, utama, mulia Fadholi = Kelebihan – keutamaan Fadhlurrahman = Keutamaan dari Allah, Anugrah Arrahman Fadi = Penebus Fadil = Yang mulia, murah hati, yg utama Fadl = Dermawan, murah hati Fadlan = Keutamaan Fadli = Kelebihanku, ihsanku Fadlin = Keutamaan Fadlullah = Kelebihan Allah Faeyza = Sukses, hidupnya meningkat Fahad = Harimau bintang Fahd = Harimau Fahim = Yang faham, memahami, pintar, rajin belajar Fahmi = Kefahamanku, pemahaman Fahman = Kefahaman Fa’id = Tetap, berhasil, istimewa, sungguh2 Faiq = Tertinggi, utama, terkenal, terkemuka Fairuz = Batu permata Faisal, Faishal = Penyelesaian, pemisah antara hak dan batil Fa’iz = Berjaya, menang Fa’izin = Orang2 sukses Fajar = Cahaya putih Fajari = Waktu fajar Fakhir = Kebesaran, yang baik, kejayaan Fakhr Al Din = Kejayaan agama, kemenangan agama Fakih = Menyenangkan, sedap Fakhir = Kebesaran, yang baik Fakhri = Kemegahanku, kebanggaan Fakhruddin = Kebanggaan agama, keutamaan dari Alloh Fakhrullah = Kemegahan Allah Falah = Jaya, sukses, beruntung Falih = Sukses Fannani = Seniman Faqih = Yang mengerti, ahli fiqh, bijaksana Faraj = Kelonggaran, pelepasan Farhan = Bergembira Farhat, Farhun = Kegembiraan Farid = Istimewa, permata, tiada bandingan, tunggal, permata yang mahal Fariduddin = Permata agama, keistimewaan Faris = Yang alim, penunggang kuda, ksatria Faruq = Pembeda antara benar dan salah Fasahat = Fasih, lancar Fasih = Yang fasih Fathi = Pembuka, kemenanganku Fathuddin = Pembukaan, kejayaan agama Fathul Islam = Pembuka, kejayaan Islam Fathullah = Pembukaan, kejayaan Allah Fathurrahman = Pembukaan, kejayaan Allah yang pengasih Fatih = Pembuka, perintis, pemenang, penakluk Fattah = Penakluk Fauhad = Anak kecil yang gemuk Fauzi = Kejayaanku Fauzan = Kejayaan, kemenangan Fawwaz = Berjaya Fayyadh = Murah hati Fidai = Pengorbanan Fikri = Fikiranku, pemikir, pemikiranku Firas = Kecerdikan, tajam pikiran Firdaus = Nama syurga Fitri = Semulajadi Fuad = Hati, jiwa Fuadi = Jiwaku Furqan = Bukti, kenyataan, pembeda benar dan salah Fudail = Kelebihanku, kemuliaan Gadi = Keberuntunganku Ghadi = Singa Ghaffar = Sedia mengampuni, lembut hati Ghaffur = Pengampun Ghailan = Nama sahabat Nabi Muhammad SAW Ghaisan = Rupawan Ghaisani = Cantik dan muda Ghali = Mahal Ghalib = Yang menang Ghanim = Yang mencapai kejayaan Ghanimi = Kejayaanku Ghani = Kaya, mewah Ghassan = Kecantikan dan kelembutan remaja, nama suku arab Ghaus, Ghauts = Pertolongan hazali = Nama seorang sufi dan filosof muslim Ghazlan = Tenunan Ghazi = Pejuang Ghoits = Hujan Gholi = Mahal, sesuatu yg bernilai tinggi Gholib = Pemenang Ghomid = Pedang dlm sarungnya, nama Kabilah di Hijaz Ghonam = Penjaga rampasan perang Ghonim = Yang mendapat keuntungan Ghosan = Sumber air di padang pasir, usia muda belia Ghozi = Prajurit di medan perang, bertujuan Ghufran, Ghufron = Keampunan, pengampunan Ghulam = Anak muda Ghulaman Zakiya = Anak muda yg suci Ghulwani = Keremajaan dan kecerdasan Ghulan = Remaja Ghurofan = Tempat2 yg tinggi Ghusun = Tangkai pohon Haban Mutarokiba = Butir yg banyak Habbab = Yang mengasihi Habib = Kekasih, sayang, dicintai Habibi = Kesayanganku Hablan = Yang penuh Habri = Kegembiraanku Hadi = Yang memimpin, penunjuk jalan Hadwan = Ketenangan Hadrami = Nisbah Hadad = Dewa Syria yg jantan Hadari = Maju Haddad = Lautan Hadi = Penuntun, seseorang yg religius Hadif = Yang mempunyai matlamat Hafidh = Pemelihara, Penghafal Hafiz = Penjaga, pelindung Hafizuddin = Pemelihara agama Hafuza = Pemberi semangat Haidar = Berani, singa Haikal = Pokok yang besar dan subur Hail = Yang disegani Ha’im = Yang mengelilingi Haimadi = Pujian agama Haiman = Yang cinta, asyik, menguasai Haitham = Yang mudah, singa Haiyan = Yang hidup Hajaj = Pelawat Hajib = Pendinding Hajid = Yang sholat tahajjud Hajim = Pelindung Hajid = Yang sholat malam ( tahajjud ) Hakam = Pengadil Hakim = Bijaksana Hakmani = Pengadil Hamad = Terpuji Hamas = Berani Hambali = Pengikut Imam Ahmad bin Hambali Hamdan = Terpuji, pemuji Alloh Hamdawi = Yang memuji Hamdi = Pujianku, pujian Hamdun = Terpuji, pujian Hamid = Yang memuji Hamiduddin = Pujian agama Hamim = Teman karib Hamimi = Teman karibku Hamiz = Cerdik, kuat, tampan Hamizan = Cerdik, kuat, tampan Hamlan = Berdiri sendiri Hammadi = Pemuji Hammam = Yang mempunyai kemauan keras Hammani = Pemberi semangat Hamsyari = Anak jati watan Hamud = Yang banyak memuji Hamzah = Kebijaksanaan, nama paman Nabi Hamzi = Ketegasanku Hanafi = Kelurusanku, pengikut Imam Abu Hanifah Hanania = Dikasihi Allah Hani, Hani’ = Yang mengucapkan selamat Hanif = Muslim yang teguh, yang lurus, bersih, suci Hanin = Kesayangan Hanis = Berani Hanun = Kesayangan Hariri = Suteraku, nisbah Haris = Pengawal, pelindung Hariz = Pemelihara Harith = Kuat, berusaha Harraz = Yang amat warak Harun = Nama nabi Harzan = Penjagaan Hasan = Indah, baik Hasbi = Yang memadai bagiku Hasbullah = Jaminan Allah Hashim = Nama kakek buyut Nabi Hasib = Berketurunan mulia Hasif = Kemas, rapi Hasnain = Dua kebaikan Hasnun = Yang baik Hasnawi = Kecantikan Hassan = Sangat baik, bagus Hasyiem = Yang bermaruah Hasyim = Pemurah, yang suka menjamu orang Hatadi = Keaslianku Hatim = Pemutus, penentu, murni, yang lurus, benar Hauzan = Mahluk Manusia Hawari = Pengikut setia Hawwari = Penolong, bersih Hawwas = Yang bersemangat Haziq = Cerdik, pandai Hazim = Tegas, cermat, bijak, teliti Hazmi = Ketegasanku Hazwan = Pemberianku Hayyun = Hidup Helmi = Sabar dan berakal Hfiy = Yang memuliakan Hibatullah = Kurnia, anugrah Alloh Hibban = Ibnu Hibban Pewari Hadist Hidayat = Petunjuk Hidawi = Pemberian Hidayatullah = Petunjuk Allah Hijazi = Kebersihanku Hikmat = Hikmat Hilal = Bulan sabit Hilman = Kesopanan, kesabaran Hilmi = Kesopananku, kesabaranku Himmat = Cita-cita Hisham = Nama orang Arab populer Hisyam = Murah hati Hisyamuddin = Kemurahan agama Hiwayat = Yang disukai Hubaib = Kekasih Hulaif = Yang setia Hulawi = Yang manis/menarik Humaidi = Kepujianku Humam = Maharaja, memiliki jiwa kepahlawanan, dermawan Humdi = Yang memuji Husam = Pedang yang tajam Husain = Elok, cantik, indah, baik Husaini = Kebaikanku Husnayan = Kemenangan, syahid Husni = Indah Husoin = Benteng pertahanan Huwaidi = Kembali kepada yang hak Huzaifah = Nama sahabat nabi Muhammad SAW Huzaiman = Nama sahabat nabi Muhammad SAW Ibad, Ibaad = Rajin beribadah, hamba-hamba Alloh Ibkar = Pagi hari Ibnu = Anak laki2 Ibnu Abbas = Nama sahabat dan paman Nabi Muhammad SAW, ahli tafsir Ibnu Hajar = Nama ulama penyusun kitab hadits Bulughul Marom Ibnu Kholdun = Filosof dan sosiolog muslim Ibrahim = Nama nabi, ayah yg baik Ibtisam = Senyuman Idlan = Keadilan Idraki = Pengetahuanku, kefahamanku Idris = Nama nabi Idrus = Singa Iffat = Kehormatan diri Iftikhar = Kehormatan, pembawa kehormatan Iftiqar = Keperluan Ihsan = Kebaikan Ihtisyam = Kehebatan Ijlal = Penghormatan, petunjuk, mulia, terhormat Ikhlas = Memuliakan Ikhtiari = Pilihanku Ikhtiaruddin = Pilihan agama Ikhwan = Persaudaraan Ikram = Menghormati Iktidal = Keadilan Iktimad = Berserah Iktisham = Tenaga Ilham = Ilham, isyarat yang baik Iliya = Nama nabi Ilyas = Nama nabi Ilyasa = Nama nabi Imadi = Sokonganku Imaduddin = Tiang agama Imam = Pemimpin Iman = Iman, keimanan Imdad = Tolong, bantu, sokong Imtiyaz = Pilihan Imran = Budi bahasa, nama ayahanda Maryam AS Inas = Kelembutan Inayat = Pertolongan Insaf = Kesadaran Intisar = Kemenangan Iqbal = Kejayaan, pujangga muslim, kemajuan Iqtidar = Kekuatan, tenaga Irfan = Kebijaksanaan, kesyukuran, pengetahuan Irsyad = Nasihat, panduan, petunjuk Irsyaduddin = Panduan agama Is’ad = Beroleh taufiq Isa = Nabi nabi Isam = Orang sukses dengan usahanya sendiri Ishak = Nama nabi Isham = Maksum Ishmat = Kekuatan menjauhi maksiat Iskandar = Nama seorang raja Islam = Kesejahteraan Islah = Pembetulan Isma = Pemelihara Ismail = Nama nabi Ismat = Ketulinan, kesucian ‘Ismat = Kekuatan menjauhi maksiat Israr = Persendirian Istafa = Pilih, suka Isyhad = Penyaksian Isyraf = Pengganti, pengawasan Isyraq = Memberi sinar Ithar = Mengasihi orang lain I’tishom = Menjauhkan diri dari perbuatan maksiat Iwadh = Pengganti Iyad = Sokongan, kekuatan, gunung yang sukar didaki Izdihar = Perkembangan, kemajuan Izdiyad = Pertambahan Izz = Kekuatan Izzan = Kepatuhan Izzat = Kemuliaan Izzudin, Izzuddin = Kemuliaan agama Izzul Haq = Kemuliaan yang haq, sebenar-benarnya kemuliaan Izzul Islam = Kemuliaan Islam Jaad = Sungguh2, dermawan Jaafar = Anak sungai Jaballah = Hadiah Allah Jabalun = Gunung, bukit Jabir, Jabr = Pemberi kenyamanan, penghibur Jabil = Yang kreatif Jabran = Pengganti, pembetul Jabri = Pertolonganku Jabrullah = Pertolongan Allah Jadid = Baru Jadir = Pemurah Jadulhaq = Jalan kebenaran Jaffan = Yang terkawal Jafin = Yang mengawal Jafni = Kawalanku dari kejahatan Jahdi = Kemampuan Jahid = Yang berusaha Jahran = Yang tangkas Jaiz, Ja’iz = Boleh Jalal = Kemuliaan, keagungan, semarak, cahaya, keindahan Jalaluddin = Kemulian agama Jali = Yang nyata Jalil = Yang mulia Jalud = Kuat dan sabar Jamal = Kecantikan, keindahan, cemerlang Jamali = Kecantikanku Jamaluddin = Keindahan agama Jamalullail = Keindahan malam Jam’an = Kesatuan, 2 pasukan Jamhari = Kelompok manusia Jamil = Yang tampan, indah Jamri = Perhimpunanku Jamsyir = Kecantikan Jarir = Tempat bertumpu Jaris = Karunia Allah Jarullah = Tetangga Allah Jasim = Badan, Fisik Jasir = Keberanian Jauhar = Permata Jauhari = Permataku Jauni = Keputihan, siang Jauzan = Pertengahan Jawad, Jawwad = Murah hati, pemurah Jawahir = Permata Jazali = Kegembiraanku Jazil = Besar, banyak Jazim = Mempastikan Jazli = Fasih Jazman = Tekad bulat Jazmi = Tekad yang kukuh Jazlan = Gembira, riang Jazman = Tekad yang kukuh Jazuli = Nisbah Jihad, Jihadi = Perjuangan Jihan = Kemegahan Jilani = Penyiaranku Jiratullah = Bantuan Allah Jiwari = Jaminanku Jiyad = Yang Baik Juani = Sinaranku Jubair = Pertolongan, nama ulama besar Jubran = Nama sastrawan Jufri = Keluasan, di tengah Juhair = Suara Nyaring, Lantang Juhlan = Yang termulia Juman = Mutiara Jumani = Mutiaraku Junaid = Tentara Junaidi = Tentaraku Junaidun = Tentera Jundi = Prajurit Juwaidi = Keelokanku Kaab, Ka’ab = Kemuliaan, terhormat Kabir = Agung, besar Kadar = Berkekuatan penuh Kadhim = Menahan Diri Kadin = Teman, rekan, kawan Kahla = Dewasa Kailani = Nama seorang ulama, nama kitab Shorof Kafil = Penjamin Kafila = Saksi Kalim = Ahli pidato Kalimatullah = Kalimat Alloh Kamal = Kesempurnaan Kamaluddin = Kesempurnaan agama Kamaruddin = Bulan agama Kamaruzzaman = Bulan masa Kamarul Arifin = Bulan orang arif Kamil = Sempurna Karami = Kemuliaanku Karim = Yang mulia Kariman = Haji dan jihad Karman = Kemuliaan Kasir = Melimpah, banyak Katib = Juru tulis Kazhim = Menahan diri Kazim = Penyabar Khabir = Yang mengetahui dengan sebenarnya, pakar, berpengalaman Khadim = Sukarelawan Khairan = Kebaikan Khairani = Kebaikanku Khair, Khairi = Kebaikan, kebajikanku Khairin = Kebaikan Khairul Anwar = Cahaya yang baik Khairuddin = Sebaik-baik agama, kebaikan agama Khairullah = Kebaikan dari Allah Khairul Amirin = Sebaik-baik pembina Khairul Anam = Sebaik-baik manusia Khairul Harisin = Sebaik-baik pengawal Khairul Ikhwan = Persaudaraan yang baik Khairun Nas = Sebaik-baik manusia Khairul Zaman = Sebaik-baik masa Khaizuran = Ketua, pemimpin Khalaf = Anak yang baik, pengganti, ulama Khalas = Yang selamat Khadhi = Orang yg rendah hati Khairi Habibullah = Kebaikan, kekasih Alloh Khairul Anam = Sebaik-baik manusia Khairul Hadi = Sebaik-baik yang memberi petunjuk Khairul Jamal = Sebaik-baik keindahan Khairul Umam = Sebaik-baik umat, nama seorang seniman Khaldun = Kekal, nama seorang ahli sejarah Khalid (Abd) = Yang kekal Khalil = Sahabat, Kesayangan Khalifah = Pengganti, wakil Khalili = Sahabat Khalis, Khalish = Suci, ikhlas, murni Khallad = Yang kekal Khan = Ketua, pemimpin Khasyi = Orang yg khusu’ dlm sholat Khattab, Khatthab, Khatib, Khathib = Ahli pidato Khawatim = Akhir, cincin Khayam = Pembuat khemah Khayru = Lebih baik Khazin = Penyimpan harta negara, bendahara Khazindar = Penjaga kekayaan Khidir = Nama nabi, orang shaleh kawan Nabi Musa AS Khilfi = Pengganti Khithoba = Berbicara Khiyar = Pilihan terbaik Khobir = Yang mengetahui dengan sebenarnya, ahli mengetahui Khosyi = Orang yang khusyu’ dalam shalat Khodhi’ = Orang yang rendah hati Khodim = Jejaka Khofiqur Ruh = Yang menarik hati Khoir = Baik, lebih baik Khoiri, Khoiron = Kebaikan Khoir Sholih = Baik, sholih Khoiruddin = Yang baik agamanya Khoirul Anam = Sebaik-baik makhluk Khoirullah = Kebaikan dari Alloh Khoirun Maqoma = Lebih baik tempat tinggalnya Khoirun Marodda = Lebih baik kesudahannya Khoirun Nuzula = Hidangan yg lebih baik Khola’ifal Ardhi = Penguasa-penguasa di muka bumi Khorulfashilin = Pemberi keputusan yang baik Khozin = Penyimpan harta Khuararizmi = Nisbah Khudari = Nisbah Khumaini = Pandangan yang jauh Khursyid = Matahari Khuwailid = Kekal Kiram = Mulia Kiraman = Mulia Labib = Cerdik, munasabah, bijaksana, cerdas Labid = Nama sahabat nabi Muhammad SAW Lahmuddin = Kekuatan agama La’iq = Yang layak Lais = Berani Lamani = Kegemilanganku Lamih = Mengkilat Lami’ = Mengkilat Lamin = Kepercayaan Lathif = Halus budi, sopan Latif = Lembut, bersopan Lazim, Lazman = Tetap Liaqat = Kebolehan, keupayaan Libasut Taqwa = Pakaian taqwa Lisana Shidqin = Buah tutur yang baik Liwauddin = Panji agama Liwaun Nasari = Panji kemenangan Lizam = Yang mendiami Lu’ay = Nama seorang datuk Nabi Muhammad SAW Lubaid = Yang kaya Lubawi = Yang pintar Lujain, Lujaini = Keputihan, perak Lukman, Luqman = Nama nabi, bijaksana, jalan yg jelas Luqmanul Hakim = Luqman yang bijaksana Lutfan = Lemah lembut Luthfi = Keramah-tamahan Luthfi Hamid = Keramah-tamahan yang terpuji Luthfi Yazid = Keramah-tamahan, bertambah Lutfi = Kehalusanku, lembut Lutfilah = Taufik Allah Lutfil Hadi = Taufik Allah Yang Hadi Lutfir Rahman = Pertolongan Allah Luth = Nama nabi Luzman = Tetap Ma’ayisy = Penghidupan, keperluan2 hidup Maajid = Mulia Maalik = Yang memiliki Maamar = Kemakmuran Maarif = Kecantikan, pengetahuan Maasyir = Pandai bergaul Mabruk = Yang diberkati Mabrur = Membuat kebajikan Madani = Kemajuan Mahadhir = Menulis kebaikan Mahasin = Kebaikan Mahamid = Pujian, terpuji Mahbub = Dikasihi, disukai, dicintai Mahdi = Yang mendapat hidayah Mahfuz = Terpelihara Mahir = Pakar Mahmud = Terpuji Mahran = Kebijaksanaan Mahrus = Yang dijaga Mahzuz = Bernasib baik Ma’in = Air mengakir yg sangat jernih Maisur = Yang senang Majad = Kemuliaan Majdi = Kemuliaanku, kemuliaan Majduddin = Kemuliaan agama Majid = Dihormati Makarim = Kemuliaan Makhlad = Yang kekal Makhluf = Maju Ma’mun = Aman, yg dapat dipercaya Malazi = Tempat perlindungan Ma’lum = Yang diketahui Mamduh = Terpuji Manaf = Ketinggian, kenaikan Manan = Pemurah Mansur = Pemenang, yang mendapat pertolongan Manzur = Yang boleh diterima, dipersetujui Maqbul = Diterima, dipersetujui Mar’ie = Terpelihara Marjan = Batu karang Marzuq = Yang mendapat rezeki Marzuqi = Rezekiku Marwan = Urusan yang lurus, seorang Khalifah dari Bani Umayyah Masrur = Yang riang, suka Masyhur = Kesohor Masykur = Yang bersyukur Mas’ud = Bertuah, bahagia Masyhad = Kesaksian Masyahadi = Persaksianku, tuntutanku Masyruh = Lapang dada Masun = Yang terpelihara Matlub = Cita-cita Maula = Pemimpin Maulawi = Yang berzuhud (Maulana) Mawardi = Nisbah, air mawarku Mazhud = Yang zuhud Maziz = Mulia Miftah = Pembuka, perintis Mifzal = Teramat mulia Mikbad = Ibadah Mikdam = Berani Mikyad = Yang bertaubat Minhaj = Acara, biasa Mirza = Anak yang baik Misbah = Pelita, cahaya Mizwar = Rajin berkunjung Muammar = Panjang umur Muawiyah = Nama sahabat Nabi Muhammad SAW Muayyad = Kuat, menang Muaz = Nama sahabat Nabi Muhammad SAW Muazzam = Dihormati, disanjungi Mubarak = Yang diberkahi Mubasyir = Pembawa petanda yang baik Mubin = Sinar, jernih Mudrik = Berakal, memahami Mughis = Penolong Muhaimin = Yang memelihara dan mengawal Muhajir = Yang berhijrah Muhammad = Yang terpuji, di rahmati Muharram = Bulan Muharram Muhazzab = Terdidik Muhibbuddin = Pengasih agama Muhsin = Yang berbuat kebaikan Muhib = Kekasih, peminat Muhtadi = Beroleh hidayah Muhyiddin = Yang menghidupkan agama Muinuddin = Pembela agama Muizzuddin = Penyokong agama Mujahid = Pejuang Islam Mujib = Penyahut Mujibuddin = Penyahut agama Mujibur = Penyahut seruan Allah Yang Maha Pengasih Mujtaba = Yang terpilih Muktasim = Terjaga Mukhtar = Terpilih Mukti = Pemberani Mu’min = Seorang yang beriman Mulhim = Pemberi inspirasi Munabbih = Pemberi peringatan Muntasir = Pemenang Munawwar = Berkilau Munawwir = Bersinar Munir = Yang menerangi Munsif = Adil, bijaksana, jujur Muntazar = Yang diawasi Munzir = Yang memberi amaran Muqtadir = Yang berkemampuan Muqri = Ahli ibadat Murad = Keinginan, cita, tujuan, maksud Muradi = Harapanku Mursil = Wakil Mursyid = Pembimbing, guru, pemberi petunjuk Murtadho = Diridhoi Mus’ab = Nama sahabat nabi Muhammad SAW Musa = Nama nabi Mus’ad = Yang bahagia Musaid = Penolong Musawi = Yang adil Musayyad = Nama sahabat nabi Muhammad SAW Muslih = Yang membaiki, membuat perubahan Muslihin = Yang memulihkan Muslihuddin = Pemulih agama Muslim = Menyerah diri kepada Allah Mustafa, Mushthafa = Terpilih Mustaqim = Yang lurus Musyrif = Tinggi, pengawas Mutalib = Yang menuntut dari masa ke semasa Muwaffaq = Untung Muzaffar = Kemenangan Naashif = Adil, insyaf, pelayan Nabawi = Bersifat kenabian Nabhan = Perwira, berwaspada, mulia, terkenal Nabih = Cerdik, Mulia Nabihan = Mulia, masyhur Nabil = Yang cerdik, mulia, mahir, dermawan, bijaksana, seseorang penuh kehormatan Nadhir = Indah, elok Nadhmi = Teratur, disiplin Nadi = Tempat pertemuan Nadir = Berseri-seri Nadhif = Bersih Nadhim = Pengatur Nadhir = Indah, elok Nadim = Rekan, sahabat Nafil = Tambahan Nafis = Bernilai, berharga Nafiz = Yang melaksanakan Nafi’ = Yang berguna Nahar = Keluasan sungai Nahdan = Kebangkitan Nahid = Anak dalam masa puber Nahlan = Berbisa Naif = Tinggi, berkedudukan, menonjol Nail, Na’il = Yang suka memberi, penyelesai masalah Naim, Na’im = Kesenangan, kenikmatan Najah = Kemenangan Najdat = Berani Naji = Selamat, Onta yang lari cepat Najib = Keturunan yang mulia, utama, bernilai Najid = Gagah, berani Najih = Yang menang Najmi = Bintang, bintangku Najmuddin = Bintang agama Najmussabah = Bintang subuh Najwan = kemenangan Naqib = Yang menjamin Naqiuddin = Kebersihan agama Nasab = Keturunan mulia Nashif = Adil, insaf, pelayan Nashir = Penolong, pembela Nashiruddin = Penolong Agama Nashrullah = Kemenangan dari Alloh Nasih = Pemberi nasehat, setia, loyal, ikhlas Nasim = Angin sepoi-sepoi Nasr, Nasir, Nasran = Pertolongan Nashrullah = Kemenangan dari Allah Nasiruddin = Pembela agama Nasri = Pertolonganku, kemenanganku Nasrat = Kemenangan Nasruddin = Pertolongan agama Nasrullah = Pertolongan Allah Nasrul Haq = Pertolongan kebenaran Nasif = Yang insaf Nasyat = Kecergasan Naufal = Dermawan Nawaf = Tinggi Nawi = Ketua Nawab = Pemimpin, pemerintah Nawaf = Nama populer orang Arab Nawfal = Nama populer orang Arab Nawwaf = Yang menonjolkan Nawwar = Pemberi cahaya Nazhan = Jauh dari yang dieji Nazim = Penyajak Nazmi = Bintangku, keindahanku Nazri = Pandanku Nazran = Persembahan untuk Allah Nazir = Bandingan Nazih = Yang bersih, bersih dari noda cacat Nikmat = Rahmat Nidal = Perjuangan, menang Nidham = Peraturan Nizam = Peraturan Nizar = Yang memerintah, sedikit berbicara, sedikit memberi Niamuddin = Peraturan agama Niyaz = Doa, harapan Nuh = Nama nabi Numan = Darah Nu’man = Kebaikan, kenikmatan Nuaim = Nikmat Nufail = Pemberian, hadiah Nuri = Cahayaku, bercahaya Nurhan = Cahaya raja Nuruddin = Cahaya agama Nurul Haq = Cahaya kebenaran Nurul Hidayah = Cahaya petunjuk Nusari = Pertolongan Nurul Islam = Cahaya Islam Nuwair = Cahaya Qabus = Orang yg gagah, tampan dan baik kulitnya Qa’id = Pemimpin Qadir = Kemampuan Qaiser = Raja Qani’ = Puas Qarin = Yang dekat, teman Qashid = Yang menuju pd kemudahan Qasim = Orang yg memberi Qaulalhaq = Perkataan yang benar Qiyaman = Pokok kehidupan Qobus = Lelaki berwajah tampan Qoid, Qo’id = Pemimpin Qosim = Ganteng, yang membagi Qosiim = Yang molek, bagian Qudamah = Lama, dahulu Quraisy = Suku bangsa arab asal Rasulullah SAW Qushayyi = Jauh pemikirannya, nama nenek moyang Nabi Quthb, Qutub = Pemimpin, kutub Rabah = Usaha, keuntungan Rafaat = Sangat lembut, cinta Rabbani = Arif dan soleh Rabbi’ = Musim semi Rabiti = Yang zahid Raidi = Pelopor Radi = Yang ridha Rafa = Bahagia Rafi, Rafi’ = Tinggi derajatnya Rafidan = Sungai Dajlah dan Furat Rafid = Penolong, pengawal, pemberi Rafie = Tinggi dan mulia Rafiq = Pendamping Rafiqi = Pendampingku Rafiqin = Pendamping Rafiuddin = Pendukung agama Raghib = Yang menyukai Rahimi = Kesayanganku Rahman = Pemurah Rahmani = Kesayanganku Rahmi = Belas kasih Rahmuni = Yang penyayang Rahmat = Rahmat, belas kasihan Rahmatullah = Rahmat Allah Raid = Perintis, ketua, pemimpin Raihan = Bunga surga, tumbuhan yg harum Raimi = Keutamaanku Raif = Pengasih Rais = Ketua Raiyan = Yang puas Raja’ = Harapan Rajab = Bulan Rajab Rajauddin = Harapan agama Rajaie = Harapanku Rajih = Timbangan yang mantap Rakin = Dihormati Ramadhan = Bulan Ramadhan Rami = Penuh kasih Ramli = Penelitianku Raihan = Wangi, harum Ramzi = Lambangku Rana, Rania = Kesukaan, kesenangan Raqilla = Yang selalu berbuat kebajikan Rashad = Kedewasaan, berperasaan baik Rashin = Yang bagus, yang tetap Rasin = Yang mantap Rasmi = Yang rasmi, lukisanku Rasuli = Wakilku, utusanku Rasyad = Memperoleh petunjuk Rasydan = Mendapat petunjuk Rasyid = Petunjuk, cerdas, mendapat petunjuk Rauf = Pengasuh, bermurah hati Rauhillah = Rahmat Alloh Rawi = Tubuh serta akal yang sihat Raqib = Penjaga, pengawal Rawiyani = Keindahanku Razi = Nisbah Razin = Berakhlak, serius dlm perilaku Raziq (Abd) = Hamba yang murah rezeki Riyad = Taman yang subur makmur Rida = Keredhaan Ridauddin = Keridhaan agama Ridha = Kepuasan hati, ridho Ridwan = Keridhaan Ridhwan = Keridhoan Allah Riffat = Pangkat yang tinggi Rifai = Yang tinggi dan mulia Rif’at = Ketinggian Rifid = Penolong Rifqi = Lemah lembut, kawan pendamping Riman = Kijang Riyadh = Taman Rizqullah = Rejeki dari Alloh Ruknuddin = Sendi agama Ruslan = Wakil, penyampai Rusli = Wakilku Rustam = Berani, kuat Rusydi = Kecerdikanku, penunjuk jalan lurus Rusyaidi = Yang cerdik Rusydan = Petunjuk Rusyduddin = Kelurusan agama Ruwaidi = Angin sepoi-sepoi Ruzain = Tempat ketenteramanku Sa’adah = Kebahagiaan Saadan = Kebahagiaan Saad = Bahagia Saaduddin = Agama yang membahagiakan Saadi = Kebahagiaanku Sa’airollah = Syiar2 Alloh Sabalik = Sepotong emas, perak Sab’atuabhur = 7 laut Sabikah = Penambang emas, nama sahabat Nabi SAW Sa’danah = Burung merpati, kebahagiaan Sa’di = Bahagia Sa’diyah = Kebahagiaan Sa’dun = Kebahagian Sabahi = Ketua pejuang Sabiq = Yang mendahului Sabiq = Yang mengalahkan, Yang mendahului Sabil = Jalan Sabit = Yang baik, pemurah Sabir = Yang sabar Sabqi = Keutamaanku Sabran = Kesabaran Sabri = Kesabaranku Sadad = Kejujuranku, bertindak tepat Sadat = Pimpinan Sa’di = Bahagia Sadid = Benar, tepat Sadiq = Yang benar, jujur, berkata sesuai kenyataan Sadruddin = Pemimpin agama Sa’dun = Bahagia Safaraz = Dihormati Safiy = Yang bersih dan jujur Safiuddin = Kesucian agama Safir = Wakil, duta besar Safwan = Bersih, ikhlas, nama populer orang Arab Saghir = Yang mengikut Sahar = Akhir malam sebelum fajar Sahil = Mudah, senang Sahlan = Mudah, senang Sahnon = Kehalusan Sahli = Kemudahanku Sa’i = Yang berjalan cepat, yang berusaha Said = Bahagia Sa’ud = Bahagia Saidun = Yang berbahagia Saif = Pedang Saifuddin = Pedang agama Saiful Islam = Pedang Islam Saifullah = Pedang Allah Sa’ihat = Yang berpuasa Sajid = Orang yang sujud Sakhawi = Kemurahan hati Sakinah = Ketenangan, ketentraman Salam = Keselamatan, keamanan Salamat = Kesejahteraan Salim = Selamat, terkawal Saliman = Kesejahteraan Salman = Selamat, terkawal Salahuddin = Kebaikan agama Salam = Kesejahteraan, keselamatan, keamanan Samad = Serba baik Samah = Toleransi Samhari = Lembing yang keras Sami = Tinggi kedudukannya Samih = Pemaaf, pemurah, lemah lembut, toleran Samir, Samirah = Penghibur, teman ngobrol Samran = Pertolongan Sama’an = Yang patuh Samir = Penghibur, teman ngobrol Sam’un = Pendengaran Sanad = Tempat bergantung Sanim = Yang derajatnya tinggi Saniy = Yang tinggi, mulia Sarah = Istri Nabi Ibrahim as Sarhan = Kemudahan Sarwan = Mempunyai kemuliaan dan kemurahan Satir = Orang yang menutupi Aib dan dosa Sattar = Menutup cela, aib Sa’ud = Bahagia Sayid = Tuan, kepala kaum, pemimpin Shabhi = Pagi hari Shabih = Bagus Shabir, Shabur = Penyabar Shabri = Sabar Shaddam = Benturan Shadiq = Benar, jujur Shafar = Bulan Safar Shafi = Jernih Shafiy = Tenteram suci Shafwan = Teman akrab, cinta ikhlas Shahib = Teman Shaib = Tepat mengenai sasaran Shalah = Perbaikan, kebaikan Shalahuddin = Kebaikan agama Shalih = Baik Sharaf = Kehormatan Sharim = Berani, pedang tajam Shibghotallah = Fitrah ALloh Shiddiqin = Orang2 yg benar dlm ucapan dan perbuatan Shidiq = Selalu membenarkan, julukan utk sahabat Abu Bakar Shidqi, Shidqie = Benar, jujur Shobhi = Pagi hari Shobir = Penyabar Shodiq = Benar, Jujur Shofi = Jernih Shohib = Teman Shoib = Tepat mengenai sasaran Shorim = Berani, Pedang Tajam, Singa Shakil = Indah Shalah = Perbaikan, kebaikan Shaleh = Baik Shiddiq = Membenarkan Shidqi = Benar, Jujur Shofwan = Teman akrab, cinta ikhlas Siddiq = Yang membenarkan Sidqi = Kebenaranku Silmi = Kedamaianku Sinwan = Kembar Siraj = Pelita, lampu Sirajuddin = Pelita agama Sirhan = Berani, singa Sirin = Nama seorang tabi’ie Soleh = Yang baik Solihin = Yang baik Solihan = Yang baik Subhi = Subuh Su’da = Bahagia Sufyan = Nama sahabat nabi Muhammad SAW, nama tokoh ulama Suhaib = Kemerah-meraha Suhail = Senang, mudah Suhaili = Kemudahanku Sukainah = Tenang, tentram Sulaim = Sejahtera Sulaiman = Nama nabi, sejahtera Sulaimi = Kesejahteraanku Sulhidar = Bersenjata Sulaimah = Selamat Sulwan = Kepuasan Sulthan = Suktan, bukti yang kuat Sunbul = Tangkai, Nama Binatang Sunni = Penganut ajaran sunah nabi saw Surur = Kegembiraan Suud = Bahagia Suwadi = Rahasiaku Suhaid = Lembut, tampan Sufi = Ahli tasawuf Sulthan = Sultan, Bukti yang kuat Sya’a'irillah = Syi’ar2 Alloh Sya’ban = Bulan Sya’ban Syabibi = Berusia antara 15 dan 30 tahun Syabil = Bintang Syaddad = Yang perkasa Syadi = Pandai bersyair dan bernyanyi Syafaat = Pembelaan, pertolongan Syafi = Penyembuh Syafii = Penganut Imam Syafii Syafiq = Penyayang, belas kasih Syafi’ = Memberi syafa’at Syahid = Mati Syahid Syahin = Burung yang panjang sayapnya Syahir = Terkenal Syahiran = Terkenal Syahabuddin = Bintang agama Syahid = Mati syahid Syahin = Tiang neraca Syahmi = Mulia, berani, bijak Syaiban = Mendung bersalju Syakib = Nama tokoh muslim Syakir = Bersyukur, pengenang budi Syalia = Penghibur hati Syamil = Menyeluruh Syamini = Keharuman yang tinggi Syamlan = Memilih kurma yang masak Syammas = Pelayan ibadah Syamsi = Matahariku Syamsir = Pedang Syamsul Bahri = Matahari lautan Syamsulhadi = Matahari petunjuk Syamsuddin = Matahari agama Syamsuzaman = Matahari/ pelita masa Syaraf = Kemuliaan Syarafat = Harga diri Syarafuddin = Yang mulia agamanya Syarahil = Nama khabilah Syarbini = Nama Pohon, Nama Ulama Besar Sya’rani = Nisbah Syukran = Kesyukuran Syarif = Dipuji, mulia Syarifuddin = Kemuliaan agama Syaukat = Kekuasaan Syauqi = Rinduku Syawal = Bulan syawal Syazani = Kecergasanku Syazwan = Haruman kasturi Syazwi = Keharumanku Syihab = Pecahan bintang, meteor Syihabuddin = Bintang agama Syuaib = Nama nabi Syu’bah = Nama sahabat nabi Muhammad SAW Syubli = Anak singa Syuja’ = Pemberani Syukri = Kesyukuran Syukur = Kesyukuran Syuruq = Terbitnya matahari Syuwari = Kecantikanku Tabari = Nama ulama Taba’un = Yang menurut Tabi’un = Yang mengikut Tabrani = Nama ulama Tadwin = Pencatatan Taha = Tertentu, nama nabi Tahir = Yang bersih dan murni Tahsin = Menghiasi, perbaikan Tahfiz = Usaha menghafaz Taib = Yang baik Ta’ib = Yang bertaubat Ta’iq = Yang rindu Taisir = Memudahkan, kemudahan Tafhim = Usaha memahami Tahzir = Usaha memberi peringatan Tajuddin = Mahkota agama Tajuzzaman = Mahkota masa Tal’ah = Tampil, maju Talal = Keindahan Tal’at = Ketinggian Talhah = Nama sahabat nabi Muhammad SAW Talib = Penuntut Tamam = Kesempurnaan, sempurna Tamim = Kejadian sempurna, orang yang kuat Tamrin = latihan, pembiasaan Tamamul Qamar = Bulan purnama Taqi = Bertakwa Taqiuddin = Bertaqwa untuk agama, takwa dalam agama Taqris = Berperisa Tarif = Istimewa Tariq = Bintang subuh, pengetuk hati Tasnif = Mengarang Tasnim = Air terjun dalam syurga Taufiq = Pertolongan, petunjuk Taufiq Alhakim = Taufiq (Allah) yang Hakim (bijaksana) Taufiq Arrahman = Taufiq (Allah) Maha Pengasih Taufiqillah = Petunjuk Allah Tauhid = Kemurnian Iman ( Keesaan Allah ) Tauqan = Kemampuan hati Tawadu = Merendah hati Ta’wilul Ahadits = Tabir mimpi Thabit = Yang tabah Thabrani = Nama periwayat hadits Thabrani Ismail = Nama periwayat hadits Thaha = Dua huruf permulaan surat Thahir = Bersih, Suci Thalal = Keindahan, Keadaan yang baik Thalib = Penuntut Ilmu, Yang Mencari Thamin = Yang tinggi nilainya Thamir = Berjaya, berbuah Thaqif = Bijak dan cepat faham Tharwan, Tharwat = Kekayaan Thauri = Revolusi Thifal = Lembut Thilal = Embun, hujan gerimis Thin Lazib = Tanah liat Tho’il = Kemampuan Thomi = Tinggi Thoriq = Orang yang mengetuk malam hari Thoyyib = Baik Thubat = Pahlawan Thufail = Lembut, Halus Tijani = Mahkota Tsab = Tetap, lurus, tak goyah Tsabat = Keteguhan hati, ketetapan Tsabit = Yang tetap Tsa’ir = Pemberontak Tsamarun = Buah Tsamin = Berharga mahal, tinggi harganya Tsamud Kaum Nabi Shaleh as Tsauban = Kembali berkumpul Tsaqib = Jitu Tsawab = Pahala Tufail = Pengantara, gaya yang menarik Ubadah = Sahabat nabi Muhammad SAW, tekun beribadah Ubaid = Hamba, sahabat nabi Muhammad SAW Ubaidan = Penyembahan Ubaidullah = Hamba Allah Ubbad = Banyak ibadat Ujab = Keajaiban Ujum = Benteng pertahanan Ukasyah = Sahabat nabi Muhammad SAW, laba-laba Ukail = Pintar, pandai Ulil Aidi = Yang mempunyai perbuatan-perbuatan yang besar Ulil Amri = Pemerintah, pemimpin, ulama Ulul Albab = Orang-orang yang berakal, para cendikiawan Ulul Arham = Orang-orang yang punya hubungan darah Ulul Azmi = Orang-orang yang mempunyai keteguhan hati Ulul Fadhli = Orang-orang yang mempunyai kelebihan Ulwan = Ketinggian, tinggi, jelas Umar = Yang memakmurkan Umair = Maju ‘Umair = Nama orang dahulu Umaiyah = Sahabat Nabi Muhammad SAW Umran = Kemakmuran Umron = Pembangunan, ramai penduduk Urwah = Singa Usaid = Berani, singa Usaimin = Dari Uthman Ushaim = Memelihara dari keburukan Usyair = Kawan, suami Utaibah Persimpangan lembah Uthman = Rajin dan gigih Utbah = Nama sahabat nabi Muhammad SAW Uwais = Pemberian Uwamir = Nama Orang dahulu Uzair Nama sahabat nabi Muhammad SAW Uzzam = Singa Waazin = Pengajaran Wa’adi = Janjiku Wabil = Pemurah, hujan lebat Wadhoh = Wajahnya bagus, kulit putih Wadi, Wadi’ = Aman, tenteram, tenang Wadihan = Cantik Wadud = Penyayang, cinta, dicintai Wafdan = Perutusan yg terhormat Wafi = Sempurna Wafid = Tamu Wafiq = Berjaya Wafir = Lengkap – banyak kebaikannya Wafiuddin = Setia pada agama Wafiy = Setia, jujur Wafri = Kekayaanku, keluasanku Wahab = Pemberian Wahib = Pemberi Wahid = Tunggal, sendirian Wahiduddin = Terulung pada agamanya Wahiduz Zaman = Terulung pada zamannya Wahnan = Mudah, senang Wail, Wa’il = Perteduhan, perlindungan, yang kembali (berlindung) kepada Allah Waiz = Penasihat, mubaligh Wajdi = Kesayanganku, cinta, gembira, kaya, kuasa Wajih = Orang yang berkedudukan Wajihuddin = Yang terkemuka dalam agama Waldan = Anak baik Wali = Kekasih, pelindung Walid = Kelahiran, yang dilahirkan Waliuddin = Pembela dan pemelihara agama Waqar = Ketenangan dan sopan santun Waqur = Ketenangan dan kesopanan Waqqas = Nama sahabat nabi Muhammad SAW Waqiuddin = Pemelihara agama Wardi = Bunga mawarku Warid = Berani Waris = Pewaris Washif = Punya Sifat tertentu Washil = Menyambung hubungan kekeluargaan Wasil = Penghubung silaturrahim Wasim = Rupawan Wathiq = Yang berkeyakinan Wazien = Pendapat yang kukuh Wazif = Yang tekun, gigih Wazir = Menteri, yang berkuasa Wazni = Yang menimbang secara adil Widad = Cinta, cita-cita Wijdan = Sanubari, hati Wisam = Pertanda, bintang kehormatan, medali Yaala = Kemuliaan, tinggi Yaaqub = Nama nabi Yaarub = Mahir bahasa arab Yaasir = Orang yang mudah Yafi’ = Mulia, dihormati, tinggi Yahya = Nama nabi, yang hidup Yajri = Mengalir, berlari Yakut = Permata Yamin = Yang berkat Yaqzan = Yang berwaspada Yaqin = Penuh keyakinan Ya’rub = Berbicara dgn bahasa Arab Yaasiin = Ayat pertama surat yaasiin Yasin = Nama nabi Yasir = Yang senang Yaslam = Yang selamat, berserah Yassaar = Kekayaan, kemewahan Ya’sub = Pemimpin kaum Yasykur = Bersyukur Yatim = Yang sangat berharga, tidak bandingannya Yawar = Pengawal peribadi Yazdan = Belas kasihan Yazid = Berkat, bertambah, lebih Yunan = Nama ulama Yunus = Nama nabi Yusri = Kesenanganku Yusron = Kemudahaan Yusuf = Nama Nabi Zaalan = Rajin, giat Zaafarani = Harum, wangi Zabad = Keharuman kasturi Zabadi = Keharumanku Zabarjad = Batu permata seperti zamrud Zabdan = Pemberian Zabidi = Yang memberi Zabir = Pintar, kuat Zabran = Kuat, mampu Zafar = Kemenangan/kejayaan Zafir = Yang berjasa Zafran = Kejayaan Zafri = Kemenanganku Zahab = Emas Zahabi = Keemasan Zahar = Sangat bergemerlapan Zahid, Zahidi = Yang menjauhkan diri dari kemewahan, rendah hati Zahil = Yang tenang Zahin = Yang cerdik Zahir = Yang cantik, berseri, cemerlang, warna cerah Zahirul Haq = Pendukung Hak Zahiruddin = Pembela agama Zahran = Bunga, Keindahan, berseri, cantik Zakur = Yang kuat ingatan Zakwan = Yang cerdik, yang harum Zaman = Nasib Zamanat = Yang dijamin Zamil = Teman, kawan Zamir = Suara hati, anak kecil yang cantik Zamri = Kecantikanku Zamzam = Air zamzam Zanjabil = Susu jahe hidangan di surga Zaqhlul = Nama tokoh Mesir Zar’ah = Tanaman Zarif = Periang, berjenaka Zawawi = Himpunan kebaikan Zawwar = Banyak ziarah Zawir = Ketua, pemimpin Zayan = Yang cantik Zayani = Kecantikanku Zayyad = Semakin bertambah Ziad = Nama populer orang Arab Zihni = Kefahamanku, kekuatan akalku Zikri = Ingatanku, kenanganku Zimam = Yang utama, pemimpin Ziqri = Terpuji, Yang Memuji Allah Ziyad = Pertambahan, kelebihan Zubaidi = Pilihanku yang terbaik Zubari = Gagah perkasa, pintar Zufar = Singa, pemberani, pemurah Zuhair = Yang tenang, bercahaya, keindahaan Zuhairi = Yang berseri Zuhdi = Zuhud, rendah hati, tidak rakus dunia Zuhri = Kecantikanku Zuhaily = Yang tenang Zuhnun = Yang cerdik Zulfadhli = Yang mempunyai kelebihan Zulfan = Taman Zulfaqar = Nama pedang Nabi Muhammad SAW Zumar = Anak kecil yang cantik +++ Islamic Girls Names ============ ======= ‘Aafiyah = Sehat, selamat Aamal = Harapan-harapan Abadah = Rajin beribadah Abdah = Kepatuhan Abidah = Yang patuh ‘Aabidah = Tekun beribadah Abharina = Lautan kami Abir, Abirah = Wangi, harum Abiyah = Elok, mulia, lepas dr kehinaan Ablah = Berakhlak Abqarah = Kecerdikan Absarina = Penglihatan kami Abyati = Sebaik-baik sajak Abyatina = Sebaik-baik sajak kami Abyana = Nyata, jelas Adabiah = Kesopanan, beradab Adawiyah = Obat, penawar ‘Adawiyah = Seorang perempuan Sufi Adiba = Terpelajar Adibah = Berpengetahuan, beradab Adidah = Sepadan Adilah = Adil seksama Adlah = Keadilan Adlina = Keadilan kita Adriana = Nisbah Afaf = Kesucian, kemurnian, kesopanan Afaf = Punya Harga diri Afia = Tenaga, kekuatan Afiah = Kesejahteraan Afifa = Jujur, tulus Afifah = Berbudi bahasa, punya harga diri Afiqah = Sangat pemurah, sangat berpengetahuan Afnan = Pepohonan Yang berbuah Afrah = Hiburan, kesenangan ‘Afra’ = Malam 13 Purnama Afrina = Putih kemerah-merahan Afruz = Menyukakan, menyenangkan Afwan = Kemaafan Afza = Membesar Ahidah = Janji Ahlaiah = Impian Ahlam = Paling sempurna, impian Aida = Keberuntungan, imbalan, hadiah A’idah = Kembali berhari raya A’ilah = Family, ahli rumah Aiman = Berkat Aimuni = Keberkatan Aina = Mempunyai mata yang cantik ‘Ainiyah = Pohon rimbun yang bersemi Ainul Hayat = Mata kehidupan Ainun = Mata Aisyah = Hidup bahagia Aiyani = Nisbah Akidah = Kuat, teguh ‘Akifah = Wanita yang beri’tikaf di masjid Alani = Ketinggian Alawiah = Ketinggian Aliah = Yang tinggi Alifah = Ramah tamah dalam bersahabat Alifat = Teman pelipur, mesra Alilah = Yang memakai wewangian Alimah = Yang berpengetahuan Aliyah = Tinggi, yang paling mulia Alma = Pandai, terpelajar Almas = Berlian Almira = Putri Alwani = Warna-warni Alya = Ketinggian Amal = Harapan Amalia = Cita-cita Amalina = Lanjut usia Amami = Julanganku Amani = Cita-cita, ketenanganku, keinginan Amanina = Cita-cita kami, harapan kami ‘Amimah = Tubuh lenjang Amjad = Mulia Aaminah = Dapat dipercaya, aman Aminah = Boleh dipercayai, dapat dipercaya Amira, Amirah = Puteri, ratu Amnah = Ketenangan Amnani = Ketenangan Amni = Ketenangan Amniyah = Cita-cita, hasrat Anan = Awan, cakrawala Anaqah = Cantik d n menarik Anati = Lemah lembutku ‘Anbar = Wangi-wangian Ani = Masak ranum, kesopanan Aniqah = Cantik, lemah gemalai Anisah = Yang mesra, pelipur Anwah = Lembut, hati-hati Aqilah = Cerdas, pandai Aqidah = Kepercayaan, keimanan Arafah = Padang Arafah Arbanah = Yang fasih Arbahah = Nisbah Ardini = Isteri yang menyayangi Areej = Harum, keharuman Arfah = Gembira Aribah = Cerdik, terpelajar Arifah = Yang mengetahui Arikah = Pelaminan Arinah = Cergas, giat ‘Ariqoh = Baik budi, mulia asalnya Arwa = Memberi minum sampai puas, segar, terpenuhi, menyenangkan Asiah = Nama isteri Firaun, obat Asimah = Yang memelihara Asilah = Yang asli, yang mulia Asiilah = Lemas dan Halus Asirah = Tawanan Perang Asiyah = Penawar hati ‘Asla’ = Bergerak lunak Asma = Ketinggian, putri Abu Bakar Ash Shiddiq ra Asmahan = Nama tokoh wanita Asyura = 10 Muharram Athilah = Murni, mulia Athirah = Yang utama, yang mulia ‘Aathirah = Harum ‘Athiyyah, Atiyah = Pemberian ‘Aathifah = Belas kasih, perasaan Atifah = Bersimpati, penyayang Atikah = Pemurah, berani, bersih, yang murni Atiqah = Yang mulia, yang dipilih Atuf = Penyayang Audadi = Kesayanganku Auji = Ketinggianku, puncakku Aunah = Pertolonganku Auni = Lemah lembutku, ketenangan Awa = Malaikat yang cantik, malam Awadah = Baik, lembut Awatif = Perasaan, kesayanganku Awfiyah = Berani, kuat Azhar = Bunga-bunga Aziemah = Azam, kewajiban Azimah = Agung ,mulia Azita = Nama putri Iran Azizah = Sayang, berharga, kekuatan, dihormati, mulia Azyan = Perhiasan Azra = Dara, perawan used for Maryam/Mary Bada’ah = Permulaan Bada’i = Keindahan2 Badiah, Badi’ah = Indah, tak ada bandingnya, cantik Badihah = Cepat memahami Badilah = Mulia, pengganti Badirah = Bulan purnama Badiyah = Pedesaan, nyata Badr = Bulan penuh Badriah = Cantik seperti bulan purnama Badrina = Bulan kami Badriya, Badriyah = Bulan penuh, bulan purnama, wali Bahia = Manis Bahiah = Gemilang, berseri Bahija, Bahijah = Bahagia, gembira, kesenangan, keindahan Bahirah = Cantik, berseri, elok, indah Bahithah = Pencari Bahiyah = Cemerlang, indah Bahja = Kebahagiaan Bahjah = Keindahan, keriangan, kesenangan Bahjan = Rupawan Bahriah = Kecantikan, kilauan Baiduri = Permata Ba’inah = Yang nyata Baiyinah = Bukti Bakhitah = Orang yang beruntung Bakizah = Suci, wangi Bakriyah = Berani, perawan Ballanah = Titisan embun Baligha = Penuh perasaan, pandai, fasih berbicara Balighah = Bijak Balilah = Nama isteri Nabi Sulaiman Balqis = Panjang umur, ratu Istri Nabi Sulaiman AS Banan = Ujung jari Bananah = Ujung jari-jemari Baqiyah = Yang tidak bersalah, yang bersih Bariah = Sejuk, tenang Bari’ah = Mahir, cantik Baridah = Lapang dada Barirah = Alim, baik hati Barizah = Yang bijak, menonjol Barniyah = Cerdik, suci Barokah = Berkah Basha’ir = Kabar baik Bashasha = Kebahagiaan, kegembiraan Bashira = Kabar baik Bashirah = Bijaksana, berakal Basilah = Berani Basima, Basimah = Selalu tersenyum Basirah = Kesenangan, keluasan Basmah = Senyuman Bassamah = Selalu senyum Bastah = Yang lapang Basyirah = Penyampai berita gembira Batrisyia = Cerdik, pintar Batul = Sangat rapi, tak bernoda Bazilah = Yang pintar Bazla = Yang bijak Bayati = Nisbah Bayyinah = Bukti, dalil Bilah Izzah = Wangi dan mulia Bilqis = Permaisuri Sheba, nama ratu Sheeba yang masuk Islam Bisyarah = Berita gembira Budur = Bulan penuh Buraidah = Dingin Burairah = Berbakti, berbuat baik Burdah = Mantel Burhanah = Alasan yang baik Bushra = Kabar baik Busra = Kesegaran Bussaina = Cantik menarik Bustan = Taman, kebun Busyra = Berita baik, kabar gembira Da’amah = Tiang, Pilar Dabayinah = Nisbah Dafinah = Kekayaan tersembunyi Dahimah = Kuat, tangkas Dahiyah = Pintar Dahlia = Nama sejenis bunga Dahmani = Nisbah Daimah, Da’imah = Tetap, Langgeng Da’iyah = Juru dakwah Dalal = Petunjuk, manja, memanjakan Dalidah = Keturunan mulia Dalilah = Petunjuk, bukti Dalilati = Pemimpin Dalili = Pemimpin Daliyah = Pohon anggur Damia = Kebijakan Danah = Batu yang bernilai ting i Dania = Hampir Daniah, Daniyah = Buah yang mudah dipetik Daniyah = Dekat sekali Darayani = Mengetahui Dariah = Yang mengetahui, lembah lembut Darin = Nama Bunga Darina = Nama suatu bunga Darirah = Singap dan lembut Dariyah = lemah lembut Darsah = Faham, hafal Darwisyah = Ahli tasawuf Daulah = Kerajaan Da’wah = Seruan, panggilan, ajakan, jamuan Dawama = Berkekalan Dawamah = Terus menerus Dayana = Yang gagah perkasa Dayani = Patuh, taat Dhabitah = Cakap, kuat ingatan Dhamanah = Jaminan Dhamirah = Jiwa Dhaniyah = Yang bertambah, yang bermutu Dhobithoh = Yang kuat, cermat Dhofwatul’aisy = Kesenangan dan kelapangan hidup Dhohikah = Yang suka tertawa, batu putih diatas gunung Dhohwah = Waktu Dhuha Dhoifah = Tamu Dholi’ah = Keras dan kuat Di’amah = Tiang, pilar Dianah = Agama Dinah = Ketaatan, adat Dinar = Uang emas Dimniyah = Nisbah Diyana = Nama orang Diyanah = Agama Durar = Batu permata Durriyah = Mutiara, cahaya mutiara, cemerlang, cerdas Durrah, Durroh = Mutiara Durrotul Hikmah = Mutiara hikmah Durrotun Nashihah = Mutiara nasehat Duwaijah = Panutan, teladan Dzahabiyah = Memiliki sifat emas Dzaibah, Dza’ibah = Menghalau Dzakiroh = Ingatan, kuat hafalan, berdzikir Dzakiyah = Pandai, cerdas, murah padam Dzari’ah = Jalan, wasilah Dzihni = Pemahamanku, pengertianku Dzihniyah = Menurut akal Faadhilah = Yang Mulia Fadwa, Fadwah = Penyelamat, pengorbanan suci, penebus Fadhilah = Kemuliaan, kelebihan, keutamaan Fadhlah = Mulia Fadiah = Pembela Fadiyah = Menyelamatkan, tebusan Faeezah = Pemimpin Faghira = Bunga melur Fahimah = Yang bijak, memahami Fahmidah = Cerdik, bijak Fa’idh = Melimpah, mengalir Faidah, Fa’idah = Untung, laba Faihanah = Harum, wangi Fakhriyah = Kebanggaan Faiqa = Terkenal, terkemuka, bangun Faiqah = Paling baik Faiqihah = Pandai, pintar Faiqoh, Fa’iqoh = Mengungguli Fairuz = Batu permata Faiza = Perolehan, jaya Faizah, Fa’izah = Menang, sukses Fajriyah = Cahaya terang Fakhira = Agung, termasyur Fakhirah = Kebanggaan Fakhrani = Nisbah Fakhriah = Kemegahan Fakhriyah = Kebanggaan Falilah = Yang beruntung Farah = Kegirangan, kesenangan, kebahagiaan Farha = Bahagia Farhah = Kegirangan Farhanah = Riang gembira, bergembira, senang Fari’ah = Tinggi, mulia Faridah = Yang istimewa, tunggal, permata yang mahal Farihah = Riang, sukacita, gembira Farisah = Pengemudi mahir Farizah = Jelas Farwizah = Menang, berjaya Farzana = Bijak, pandai Farzanah = Petunjuk agung Fashahah = Fasih berbicara Fasihah = Fasih bercakap Fatanah = Kebijaksanaan Fataniah = Bijak Fathiah, Fathiyah = Pembukaan, kemenangan Fathimah = Putri Rasulullah SAW Fatilah = Sumbu pelita Fatimah = Putri Rasulullah SAW, yang tidak menyusu lagi Fatin = Menarik, mempesona, mengagumkan Fatinah = Bijaksana, mengagumkan, menarik perhatian Fatini = Bijaksana Fatnin, Fatnun, Fatunah = Bijak Faudah = Buah hati Fauzah = Berjaya,berhasil Fauziah = Cerdas Fauziyah = Kemenangan Fikriyah = Bijak, pandai, pemikiran Filzah = Belahan jiwa Firdaus = Nama surga tertinggi Firjani = Hilang duka Firuz = Yang indah Firyal = Nama Putri kerajaan Mesir Firzanah = Pintar, bijak Fitriyah, Fithriyah = Fitrah kemanusiaan Fityah = Orang muda Fityati = Orang muda Ghada = Gadis Muda Ghadat = Lembut, halus Ghaida, Ghaida’ = Berawan Ghaisani = Cantik Ghaliah = Yang mahal, berharga Ghalibah = Menang Ghaliyati = Yang mahal Ghamirah = Yang mengembara Ghaniah = Yang cantik Ghanimah = Yang menang, penghasilan (kasab) Ghassani = Cantik Ghauthiah = Pertolongan Ghazalah = Matahari terbit Ghazlina = Tenunan Ghaziah = Pejuang Ghazwani = Kepahlawanan Ghibthoh = Baik keadaannya Ghina = Kekayaan Ghisyawah = Tutupan, akhir Ghobiroh = Yang lalu Ghodah = Yang lemah gemulai Ghodir = Sungai, sumur yg bermulut lebar Ghodziyah = Menyenangkan Ghoniyyah = Kaya Ghufrani = Keampunan Ghundurah = Bahagia, muda Ghunwah = Nyanyian Ghurrah = Putih berseri Ghusni = Ranting Ghusun, Ghushun = Tangkai-tangkai pohon Gulnar = Bunga ( Persian) Habbati = Nisbah Habibah Kekasih, kesayangan Habrah = Sukacita Habriyah = Pintar Hadharah = Kemajuan Hadirah = Pandai, bijak Hadiyah = Pemberian, hadiah, pemberi petunjuk Hafawati = Sambutanku yang hangat Hafidah = Cucu Hafidhah = Pemelihara, penghafal Hafiya = Sangat baik Hafiyah = Sambutan yang hangat Hafizah, Hafizhah = Pemelihara, penghafal Hafni = Nisbah Hafziyah = Nisbah Haidah = Adil, jujur Haifa = Perempuan yg langsing Haimanah = Penguasaan Hajar = Nama ibu Nabi Ismail, istri Nabi Ibrahim As Hajidah = Yang rajin sembahyang malam Hakimah = Arif, Yang bijaksana Halabiyah = Nisbah Halawati = Manis, menarik Haliah = Yang memakai perhiasan Halifah = Perjanjian, persahabatan Halilah = Wanita keluarga Halili = Nisbah, halal Halimah = Lemah lembut, penyantun, sabar dan berakal Halumah = Pemaaf, penyabar Halwa = Yang manis, menarik Hamamah = Burung merpati Hamani = Memberi semangat Hamdah = Pujian Hamdiyah = Nisbah, terpuji Hamidah = Yang terpuji, selalu memuji Alloh, bertahmid Hamimah = Kawan setia Hamizah = Riang, gembira, yang bijaksana Hammadah = Bijak memuji Hamra = Kemerah-merahan Hamudah = Terpuji Hana = Kebahagiaan Hanan = Kesayangan, kecintaan, rezki, berkah Hanifah = Yang lurus, beriman, muslimah yang teguh Hanina = Rindu |
| Makmum Sundari bangun+rumah 's link Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ Segala puji bagi Allah, Tuhan sekelian alam. Selawat serta salam buat junjungan mulia Nabi Muhammad S.A.W. keluarga serta para sahabat dan pengikut yang istiqamah menuruti baginda hingga ke hari kiamat. Sahabat yang dirahmati Allah, Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.” (Surah Al-Baqarah ayat 169). Iblis dan syaitan jelas sentiasa berusaha untuk menyesatkan anak Adam, mereka mencari sebanyak-banyaknya teman untuk menemani mereka di neraka kelak. Misi dan visi iblis dan syaitan adalah untuk merosakkan akidah manusia supaya syirk kepada Allah SWT, jika matlamat ini tercapai maka mereka sudah berjaya menjadikan manusia temannya yang kekal abadi di neraka Jahanam. Sifat dendam iblis kerana telah dilaknat oleh Allah SWT. Iblis dan syaitan akan menggangu, menggoda, datang dari arah manapun, dan menggelincirkan manusia seluruhnya agar makin jauh dengan Allah SWT. Nabi Adam pun pernah digoda hingga baginda melakukan apa yang dilarang oleh Allah SWT. Berbagai cara iblis dan syaitan akan menjatuhkan manusia ke dalam lubang kehinaan. Sahabat yang dimuliakan, Terdapat perbezaan di antara iblis, syaitan dan jin, supaya kalian dapat fahami asal usul mereka dan tidak mudah terpedaya dengan hasutan dan bisikan mereka. Iblis adalah diciptakan daripada api dan dia adalah daripada keturunan jin. Iblis adalah makhluk yang dilaknat oleh Allah SWT kerana keenganannya sujud (menghormati Nabi Adam a.s.) di atas perintah Allah SWT. Iblis berkahwin dengan jin perempuan dan melahirkan 5 orang anak-anak iblis yang dipanggil syaitan (Tsabar, Dasim, Al-A'war, Maswath dan Zalnabur). Syaitan mempunyai ramai zuriat keturunan jumlahnya hingga ratusan juta mungkin hingga berbillion dan ramai pengikut dan pembantu di dalam kerajaan iblis. Jin-jin kafir ramai yang menjadi pengikut syaitan untuk menggoda manusia. Semua syaitan adalah jin kafir dan bukan semua jin adalah syaitan. Jin adalah makhluk yang diciptakan oelh Allah SWT daripada api . Jin terdiri daripada dua golongan iaitu jin Islam dan jin kafir. Biasanya jin-jin kafir akan bersama-sama dengan syaitan untuk menggoda manusia. Iblis bukannya datuk kepada makhluk jin seperti Nabi Adam adalah datuk kepada manusia. Tetapi iblis adalah berasal daripada keturunan jin. Untuk mengenal pasti nama-nama syaitan dan tugas yang diberikan oleh iblis kepada mereka adalah semata-mata untuk membisikkan, menggoda dan menghasut manusia supaya terpengaruh dengan pujuk rayu mereka. NAMA-NAMA SYAITAN DAN TUGASNYA : 1. Tsabar Syaitan yang selalu mendatangi orang yang sedang kesusahan atau tertimpa musibah, baik kematian anak atau kerabat dan lain-lain. Kemudia dia melancarkan bisikan dan menyatakan permusuhan kepada Allah S.W.T. Di ucapkannya, melalui mulut orang yang tertimpa musibah itu. Syaitan yang menggoda manusia di saat tertimpa musibah dan menyuruhnya untuk mencakar-cakar wajah dan leher mereka sendiri, dan membisiki manusia agar saling bunuh membunuh. Keluk kesah, caci maki , tidak reda dengan qada dan qadar terhadap ketentuan Allah atas dirinya. Untuk menghindarkan ini bacalah doa ini . "Aku berlindung kepada Allah dari gangguan syaitan, Tsabar yang terkutuk, serta pengikut-pengikut dan anak-anaknya." 2. Dasim. Syaitan yang yang selalu berusaha untuk mencerai beraikan ikatan perkahwinan, mengobarkan rasa benci satu sama lain dikalangan suami isteri, sehingga terjadi penceraian. Bila seorang memasuki rumah tanpa mengucapkan salam dan tidak mengingat Allah, maka dia dapat melihat harta kekayaan seseorang selama belum di angkat atau diperbaiki tempatnya. Bila seseorang makan dan tidak membaca basmallah, maka dia akan makan bersamanya. Dasim termasuk syaitan yang terkenal dan seluruh kalangan syaitan tak pernah menolak untuk membantu nya dalam bertugas. Dia adalah anak kesayangan Iblis di wilayah kerajaannya yang sangat besar. Dia juga suka menggoda seseorang supaya suka mendedahkan aib orang lain hingga orang itu menjadi marah. Untuk menghadapinya hendaklah baca doa ini : "Aku berlindung kepada Allah dari gangguan syaitan, Dasim yang terkutuk, serta pengikut-pengikut dan anak-anaknya." 3. Al-A'war. Syaitan yang pakar dalam mengalakkan perzinaan. Anak-anaknya menghiaskan indah bahagian bawah tubuh kaum wanita ketika keluar rumah. Wanita yang keluar rumah dengan berhias diri dan tidak menutup aurat sangat disukai oleh Iblis, Al-A'war dan anak-anaknya kerana mereka bekerja untuk meruntuhkan akhlak, moral dan mengalakkan perzinaan. 4. Maswath. Syaitan jenis yang pakar dalam membuat pembohongan-pembohongan besar atau kecil. Bahkan kejahatan yang Maswath dan anak-anaknya lakukan sampai pada tingkat dia memperlihatkan diri dalam bentuk manusia dan duduk dalam satu pertemuan yang diselenggarakan oleh manusia, lalu menyebarkan kebohongan yang pada gilirannya disebarkan pula oleh manusia. 5. Zalnabur. Syaitan yang berkeliaran dipasar-pasar di seluruh dunia. Merekalah yang mengobarkan pertengkaran, caci maki, perselisihan dan bunuh membunuh antara sesama manusia. Bertugas menggoda penghuni pasar dalam transaksi jual beli dengan menyuruh untuk melakukan kedustaan, penipuan, memuji-muji barang dagangan, mencuri timbangan dan bersumpah palsu. 6. Qafandar . Syaitan ini adalah tentara iblis yang suka menabuh gitar di rumah-rumah salama 40 hari sehingga penghuni rumah itu kehilangan harga diri dan kecemburuan mereka. 7. Akwariya Zawal. Syaitan ini adalah tentara iblis yang selalu ikut serta dalam hubungan badan setiap anak Adam. (ketika bersetubuh tidak membaca doa perlindungan maka syaitan ini akan bersama-sama melakukan persetubuhan) 8. Wahhar . Syaitan ini adalah tentara iblis yang suka mengganggu para mukmin dalam mimpi-mimpi mereka serta menimbulkan kesedihan dan ketakutan dalam mimpi. 9. Tamrih. Syaitan yang menjadi pembantu iblis sebagaimana ulama Jaafar as-Shadiq menjelaskan bahawa iblis memiliki pembantu di malam hari . Pekerjaannya adalah membisiki telinga manusia dengan bisikan jahat. 10. Matkun. Syaitan yang boleh menyerupai siapa saja kecuali wajah Rasulullah SAW ,dan menipu manusia melalui cara tersebut. 11. Ruhaa. Syaitan yang mencegah para mukmin untuk bangun malam dan mengikat 3 ikatan ketika seseorang tidur dan mengencingi telinga dan matanya.Rasulullah SAW bersabda,''Syaitan membuat 3 ikatan di atas kepala setiap orang yang sedang tidur,,pada tiap ikatan ditutup dengan kalimat; ''MALAM MASIH JAUH MAKA TIDURLAH.'' Maka bila ia terbangun dan berzikir terlepaslah ikatan pertama,dan jika berwuduk terlepaslah ikatan kedua,dan jika ia solat maka terlepaslah semua ikatan,,dan bangun di pagi hari dengan semangat, hati puas dan lapang dada, jika tidak maka pagi hari ia akan pesimis (negatif) dan malas.''(Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim) 12.Masuth (mathuun). Syaitan yang menggoda manusia melalui lidah manusia, membuat berita bohong,perkataan yang keji,perkataan yang menyakiti hati manusia lain,perkataan yang merugikan orang lain, fitnah dan lain sebagainya, dia (masuth) mengarahkan pandangan mata manusia kearah yang akan membuat manusia melihat sesuatu keindahan semua, tubuh lawan jenis maupun sejenis, hingga mudah bagi masuth untuk mendorong manusia berkata kata yang kotor, dan menciptakan kekejian dan maksiat melalui lisan. (Mungkin bloger-bloger politik yang suka membuat fitnah dan suka mendedahkan aib orang lain , sebarkan vedio seks dan juga akhbar arus perdana yang suka sebarkan berita fitnah dan palsu adalah mereka yang dikuasai oleh Masuth ini) 13. Khanzab. Syaitan pengganggu ketika solat, ia yang membuat kita lupa rakaat solat dan sering menggelincirkan lidah sehingga salah dalam membaca suatu surat yang telah di hafal. 14. Haffaf. Syaitan yang suka mengganggu manusia di jalan-jalan yang di anggap keras dan suka mendorong manusia supaya meminum minuman keras. 15. Laqus. Syaitan yang berindak sebagai komando iblis menggoda manusia dalam mencari ilmu dan ibadah melalui teknologi elektronika agar membuat dan melihat sesuatu yang jelas jelas dilarang oleh Agama, kerana setiap alat elektronik mengandung zat api hingga mudah sekali mereka membuat manusia tergelincir kedalam kemaksiatan. (Mereka yang gunakan internet untuk membuat fitnah, sebarkan aib orang lain dan membuat penipuan adalah mereka yang dikuasai oleh syaitan Laqus) 16. Walhan. Syaitan yang mencari-cari kesempatan lebih cermat menggoda manusia manusia ahli ibadah, Tuan Guru, Kiai, Ulama, Ustaz, Ustazah dan semua manusia yang tingkat kesabaran dan ketakwaan nya tinggi tidak terlepas daripada godaan syaitan Walhan. (Ulama-ulama yang bisu di atas kemungkaran pemimpin tidak mahu buat teguran adalah ulama yang dikuasai oleh syaitan Walhan) 17.Abyad. Apabila kedua syaitan (Laqus dan Walhan) itu tak mampu menggoda manusia dengan godaan godaan diatas, disebabkan manusia tersebut memiliki tingkat ketakwaan yang tinggi (para wali), maka Abyad inilah yang akan turun tangan menggoda manusia setingkat para wali keimanan nya, dengan membiarkan manusia tersebut memiliki sebanyak banyak nya pengikut yang memuji nya, dengan mencari pengikut kepada orang yang takwa yang lemah iman tapi pintar akal nya, cuba merosakkan orang yang bertakwa tadi, dan mencari pengikut yang hati nya berpenyakit dengki dan tamak,sombong dan keras hati. Akhirnya orang yang bertakwa tadi akan di serang dan di goda melalui pengikut nya sendiri,hingga mereka merasa tidak mampu untuk membetulkan pengikut tersebut, hingga Abyad dapat mencampurkan kemusyrikan dalam ibadah orang yang bertakwa secara halus dan sangat samar. Intinya mereka yang memiliki tingkat ketakwaan yang tinggi harus berupaya sungguh sungguh agar selamat dari godaan syaitan Abyad. 18.Watsin. Syaitan yang suka merosakkan hati dan akal hingga rosak akhlak dan iman, kerana syiatan Watsin adalah suka menggoda bagi manusia yang tengah di timpa musibah.Dalam kelompok ini ada juga yang bernama Tabbarun. Dia (Tabbarun) akan membuat manusia yang kena musibah yang telah rosak akal dan iman nya, menganggap teriakan dan tangisan meratapi musibah, memukul mukul pipi atau lain sebagainya adalah sesuatu yang indah pada saat terkena musibah, maka gelaplah hati dan akal hingga tak jarang manusia mengambil keputusan yang sangat merugikan dirinya dan binasa tanpa membawa bekal iman sama sekali. 19.Awan. Syaitan yang merupakan penggoda untuk para penguasa, pemimpin dan ketua negara agar menjadi zalim dan kroni setianya juga akan menzalimi manusia, mengambil rasuah, menipu rakyat dengan menggantikan sesuatu yang hak dengan kebatilan, sehingga kebatilan menjadi sesuatu yang lumrah dan wajar,sehingga rasuah bertebaran di setiap manusia yang memiliki kekuasaan, berteriak atas nama ummat dan masyarakat yang sesungguh nya ini adalah tipu helah semata-mata. Firman Allah SWT maksudnya : "Dan apabila dikatakan kepada mereka: Janganlah kamu membuat bencana dan kerosakan di muka bumi, mereka menjawab: Sesungguhnya kami orang-orang yang hanya membuat kebaikan.(Surah Al-Baqarah ayat 11) 20. Murroh. Syaitan ini adalah dia daripada pasukan penggoda dari peniup seruling dan muzik, suka pada hiburan, gelak ketawa berlebih-lebihan, membuai manusia dengan keindahan suara suara muzik dan suara wanita terpekik terlolong, memanjakan akal manusia dengan suara suara muzik,tenggelam dalam hayalan hayalan yang pada akhir nya manusia lalai akan kewajiban nya, dan sama sekali tidak mengenal jati dirinya, mendorong manusia menumpahkan khayalan nya kedalam syair syair yang membuai dan sesat serta mendorong manusia untuk berbuat maksiat. Terkecuali syair syair yang tercipta dari para pemuja dan pecinta Allah SWT, dan para pensyiar agama Allah SWT berisikan tentang ajakan dan nasihat untuk mengagungkan Allah SWT. Sahabat yang dikasihi, Syaitan itu menurut Al-Quran Al-Kariem adalah makhluk yang kerjanya mengajak kepada perbuatan jahat dan keji serta berbohong. 1. Mengajak Kepada Perbuatan Keji. Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.(Surah al-Baqarah ayat 169 ) 2. Syaitan Adalah Musuh Manusia. Dan Allah S.W.T telah menegaskan bahwa syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia. Maksudnya : "Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (Surah al-Baqarah ayat 208 ) 3. Memberi Janji Dan Angan-angan Kosong. Syaitan itu kerjanya memberi janji dan angan-angan kosong kepada manusia. Firman Allah S.W.T. maksudnya : "Syaitan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal syaitan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka. (Surah an-Nisa ayat 120 ) 4. Manusia di Panggil Syaitan. Namun syaitan itu tidak terbatas pada jenis makhluk halus / jin saja, melainkan manusia pun boleh dikategorikan sebagai syaitan. Dan Al-Quran pun Allah S.W.T. menyebut-nyebut tentang manusia yang menjadi syaitan itu. Firman Allah S.W.T. maksudnya : "Katakanlah: 'Aku berlidung kepada Tuhan manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia." (Surah an-Naas ayat 1-6 ) Marilah sama-sama kita jauhkan diri daripada godaan dan hasutan syaitan dan mohonlah perlindungan daripada Allah SWT daripada syaitan yang terkutuk dan direjam. Wallahua’lam bish sawwab. |
| Suendra Hendra bangun+rumah 's link 1. SHOLAT TAHAJUD. QS Al Isr’a (17:79): Dan dari sebagiEan malam hendaklah engkau bangun (tahajud), sebagai amalan tambahan untukmu. Semoga Tuhanmu mengangkat (derajatmu) ke tempat yg terpuji. Shalat yang paling Utama setelah shalat 5 waktu adalah Qiyamul Lail (HR Muslim). Hadist Qudsi dari Ibnu Arabi: Ketika Allah turun ke langit dunia pada 1/3 malam, Allah SWT bersabda: “Sungguh berdusta orang yang menyatakan mencintaiKu, sementara ia tidur lelap dan lalai kepadaKu. Bukankah setiap kekasih ingin berkhalawat dengan kekasihnya? Akulah yang mendatangi kekasihKu dikelopak mata mereka. Mereka berbicara denganKu dalam musyahadah, dan bercakap-cakap denganKu dengan khusyuk. Di hari kemudian, Aku tetapkan mereka pada surga-surgaKu” 2. TADABUR AL-QUR'AN. Al Qur’an adalah kitabullah yang berisi sejarah umat sebelum kamu, berita umat sesudahmu, kitab yang memutuskan urusan-urusan diantara kamu, yg nilainya bersifat pasti dan absolut. Siapa saja orang durhaka yg meninggalkannya pasti Allah akan memusuhinya. Siapa yg mencari petunjuk selain al Qur’an, pasti akan tersesat. Al Qur’an adalah tali Allah yg sangat kuat, peringatan yg bijaksana dan jalan yg lurus (HR Tirmidzi). Bahkan kalau bisa sambil menangis, sebagaimana wahyu Allah dalam QS Maryam (19:58): Dan apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, mereka menyungkur, bersujud dan menangis. ” rumah yg di dalamnya dibacakan al Qur’an akan terlihat penduduk langit sebagaimana penduduk bumi melihat gemerlap bintang-gemintang di langit (HR Baihaqi). Sedangkan bagi orang yg malas membaca al Qur’an, Nabi SAW memperingatkan: ” Sungguh,orang yg dalam hatinya tidak terdapat sesuatu pun dari al Qur’an, bagaikan rumah syaitan yg menyeramkan (HR Tirmidzi). 3. SHALAT BERJAMAAH DI MASJID (terutama Subuh dan Isya). Sungguh, shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat Isya dan Subuh. Sekiranya mereka mengetahui apa yg terkandung di dalamnya, mereka pasti mendatangi keduanya sekalipun dengan merangkak (HR Bukhari- Muslim). Kemudian naiklah para Malaikat yg menyertaimu pada malam harinya, lalu Rabb mereka yg sebenarnya Maha Tahu bertanya kepada mereka, Bagaimana hamba-hambaKu ketika kalian tinggalkan?” Mereka menjawab,”Kami tinggalkan mereka dalam keadaan sholat dan kami jumpai mereka dalam keadaan sholat juga” (HR Bukhari). Dua rakaat sebelum (qabliyah) subuh lebih baik dari dunia dan seisinya (HR Muslim). Shalat subuh menjadi penerang pada hari kiamat, sebagaimana sabda Nabi SAW, ”Berilah kabar gembira bagi orang-orang yg berjalan dikegelapan menuju Mesjid untuk mengerjakan sholat subuh, dengan cahaya yg terang benderang” (HR Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Majah). 4. SHALAT DHUHA. Nabi mencontohkan bilangan rakaat sholat dhuha 2 s.d 12 rakaat. Sholat dhuha bukan hanya semata meminta harta, namun merupakan sholatnya orang-orang yang senantiasa kembali kepada Allah (HR Thabrani). HR Abu Ya’la, Nabi menegaskan”Siapa yang berdiri melaksanakan sholat dhuha, maka diampunilah segala dosanya. Dia kembali bersih dari segala dosa seperti dilahirkan ibunya . Keutamaan jumlah rakaat dalam sholat Dhuha (HR Tabrani & Abu Dawud): Siapa yg mengerjakan 2 rakaat, dia tidak akan dicatat dalam kelompok orang-orang yg lupa, yg mengerjakan 4 rakaat akan Allah catat dalam kelompok ahli ibadah, yg mengerjakan 6 rakaat maka segala kebutuhannya hari itu dicukupkan Allah, yg mengerjakan 8 rakaat, maka Allah akan memasukkannya kedalam golongan yg tunduk dan menghabiskan seluruh waktunya untuk beribadah. Bagi yg mengerjakan sholat dhuha 12 rakaat, maka Allah akan membangunkannya sebuah istana yg indah di dalam syurga. 5. MEMPERBANYAK SEDEKAH. QS Ali Imran 3:133-134: Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada syurga yg luasnya seluas langit dan bumi, yg disediakan bagi orang-orang yg bertaqwa. Yaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya diwaktu lapang dan sempit, dan orang-orang yg menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang. Allah menyukai orang-orang yg berbuat baik. Balasan Allah bagi umat yang gemar bersedekah: QS al Baqarah 2:261: Perbandingan (balasan atau pahala) bagi orang-orang yg membelanjakan hartanya di jalan Allah seperti 1 biji yg menumbuhkan 7 cabang, disetiap cabang menjuntai 100 buah, dan Allah akan menggandakan pahala kepada siapa yg Dia kehendaki, dan Allah itu maha luas (pemberianNya) lagi sangat mengetahui. 6. MENJAGA WUDHU. Kesucian lahir ditandai dengan berwudhu yg akan mengantarkan manusia kejenjang kesucian yg lebih tinggi, dan untuk berkomunikasi dengan Allah secara vertikal, harus dalam keadaan berwudhu. Wudhu merupakan tangga pertama untuk melakukan pengembaraan spiritual menggapai kenikmatan melalui sholat, zikir, membaca al Qur’an dsb. Kesucian adalah dasar dalam kehidupan seorang muslim. Allah SWT memuji orang yg suci lahir dan bathin dlm firmanNya:” Sungguh Allah menyukai orang-orang yang bertobat dan menyucikan diri (QS Al Baqarah 2:222). 7. BERDZIKIR SETIAP SAAT. Berzikir adalah mengingat dan menyebut Asma Allah. Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut Allah, maka Allah akan menyediakan ampunan dan pahala yg besar bagi mereka (QS Al Ahzab 33:35) Zikir dapat dilakukan dengan lisan dan dengan hati “ Mereka yg mengingat Allah diwaktu berdiri, duduk dan berbaring (QS Ali Imran 3:191). Zikir menjadikan hati tentram: ”yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah, Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah lah maka hati jadi tentram (QS Ar Ra’d 13:28). http://www.kaskus.co.id/thread/5198da258227cfa974000003/sukaes-dunia-akhirat-dengan-7-sunnah-harian-rasulullah/ |
| Hesti Prihatiningtyas bangun+rumah 's link Berpikir, bersikap, bertindak dengan ratio, rasa dan iman akan menghasilkan sebuah keputusan yang matang dengan pertimbangan baik buruknya, ketimbang hanya mengutamakan nafsu sesaat.. Jangan mengambil keputusan disaat rasa dan rasio sedang labil.. supaya tidak ada penyesalan di kemudian hari... Terilhami dari kasus perceraian celeb yang lagi 'famous' belakangan ini. Mudah sekali pasangan pasangan masa kini, menyerah dalam sebuah komitmen. Ego sentris manusia memang makin kesini, makin runcing, seperti halnya sebuah pensil yang semakin tajam karena sering diraut. Bisa jadi, pengaruh kompleks nya kebutuhan hidup saat ini yang mensyaratkan kompetisi semakin ketat memberikan kontribusi sebab akibat yang sangat significant dalam hal ini. Manusia menjadi enggan bersabar, menjadi lelah dalam berikhtiar dan beristighfar. Lebih memilih untuk mengacungkan jari pada orang lain ketimbang introspeksi diri sembari membusungkan dada mengakui kebenaran absolut lah yang selalu berpihak padanya. Selisih sedikit, emosi naik sepuluh oktaf. Mulai saling melihat kekurangan, ketidakcocokan dibuat sebagai dalih. Sekalipun, pada awalnya perbedaan itulah yang dijadikan alasan untuk sepakat membangun rasa, mencintai variasi dengan saling mengisi. Ketidakcocokan dianggap sebagai sebuah celah menuju harmonisasi kehidupan. Ini komitmen awal loh bro..Kesononya udah lain lagi ceritanya.. hihihihihi... Kompleksitas hidup boleh jadi semakin membatasi ruang 'bahagia' kita dalam menikmati kehidupan duniawi. Namun, emang mesti ya itu semua mengikis jati diri kita sebagai manusia yang tidak hanya sejatinya penuh penghargaan terhadap orang lain, namun juga kepada diri sendiri..? Karena secara pribadi, gue sadar, semakin seseorang mengumbar egosentris-nya dalam menyikapi segala macam liku kehidupan, maka semakin ia mempertontonkan kepada dunia betapa lemah pondasi diri yang dimilikinya. Jadi inget, ucapan alm Ustad Uje yang begini kurang lebih kutipannya (correct me ya kalo ada yang kurang..) : saya tidak lebih baik dari pada kamu. Gue terus terang, salut banget, angkat topi bro, denger si ustad alm ngomong gitu. Buat gue, akhlaq nya tuh ustad alm., keren abes. Bayangin aja, seorang yang udah bergelar ustad, tenar pulak, banyak jamaah nya pulak, masih merasa dia tidak lebih baik dari orang lain yang notabene kalo gak salah orang yang diajaknya ngomong itu adalah preman atau pengamen atau pencuri gitu deh (again, correct me if iam wrong). Sayang ya Ustad Uje cepet banget pamit nya dari dunia, gue rasa Tuhan juga takut doi terkontaminasi ama racun dunia, jadi langsung capcus diselamatkan. Coba, kalau masih ada, kenapa gak dia aja yang jadi capres mendatang? Kebayang kan, gimana jaya nya ini bangsa kalo pemimpin nya se'rendah hati' itu - selalu merasa dia bukan yang terbaik dan bisa jadi salah? Harapannya sih pemimpin yang bisa introspeksi diri begitu yang akan selalu memperbaiki diri dan bangsanya ke depan. setuju gak? :)) Balik ke masalah komitmen lagi. Gue sendiri juga punya pengalaman pribadi yang menjadi pelajaran hidup banget buat gue sendiri. Pernah jatuh hati sama orang yang ngakunya dari awal kenal gue, sudah bermasalah pelik dengan pasangannya, beda prinsip dan sudah menyerah pada keadaan. Awalnya gue gak gitu percaya, tapi namanya, love is blind ya bok, alasan itu gue telan bulat bulat. Sampai akhirnya setelah sekian waktu berjalan, orang itu memutuskan untuk bersikap. Saat itu sih alasannya banyak.. sudah tidak bisa lagi diperbaiki-lah, semakin kompleks-lah, sudah kuldesak-lah, dan yang terutama dia bilang sih demi gue (kelepek..kelepek.. lah pokoknya, emang orang tuh kalau ada maunya, apa aja juga disebut ye.. gak salah sih, gue aja yang bloon..). Lagi lagi, love is blind, gue telan juga kondisi tersebut meski sesungguhnya terlihat sangat naive. Semua rintangan baik dari eksternal maupun internal, gue terabas (typically taurus banget ya bok.. maju terus pantang mundur kalau lagi ngeyel.. sampek akhirnya kejedot sendiri baru kapok.. hihihihihihi). At the end of the day, gue baru nyadar kalo gue cuman dijadiin alasan buat dia untuk lepas dari masalah keluarga nya yang dia sendiri bingung untuk memutuskan (summary : begini nasib kalau pacaran ama orang galauwer.. tidak bisa ambil keputusan sendiri, selalu ngelibatin orang lain, entah buat jadi partner in crime, atau bahkan cuman sebagai tameng.. nasib!). Melalui banyak perenungan atas konflik batin, gue tetap berusaha berbesar hati, berkali kali mencoba menyarankan orang itu untuk kembali kepada keluarganya, namun sepertinya usaha itu tidak pernah berbuah manis. Sebaliknya, dia semakin mantap untuk memutuskan berpisah. Ngeek!! Getir... terus terang, itu yang pertama tama gue rasa waktu pertama kali dengar dia berhasil getok palu di PA atas gugatan cerai-nya. Semudah itukah dia memutuskan masalahnya yang cukup pelik itu? Beneran tuh dia divorce demi ngebuktiin keseriusannya ama gue? selanjutnya, dosa gak ya gue yang akhirnya membiarkan itu terjadi sekalipun ini sesungguhnya sudah dipertimbangkan masak masak? Karma apa yang akan menghantui gue dikemudian hari karena dalam sejarah keluarga gue, belum pernah kejadian seperti ini tertulis dalam hikayat leluhur gue? saat itu sih gue cuman bisa berdoa, semoga ini bukan keputusan yang salah, sembari bersiap siap membenahi diri untuk menerima semua konsekuensi yang harus dijalani ke depan. Namun, ditengah persiapan itu, Tuhan berkehendak lain. Mungkin ini suratan yang terbaik buat gue dan semuanya. Bahwa, cerita gue tidak berakhir manis seperti yang direncanakan. Apa mau dikata, kecewa sih pasti. Banget! Tapi tidak ada faedahnya kalo gue berlama lama menyesali semuanya, berkubang dalam lumpur kesedihan. 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan sampai 10 bulan, gue rasa cukup untuk meraung raung. Selanjutnya, the show must go on.. mau gak mau, siap gak siap. Mulai menata kembali kehidupan gue yang udah carut marut.. kembali lagi bangkit dengan kekuatan zero bukan hal yang mudah. Tapi keyakinan untuk mencari kebaikan adalah motivasi gue untuk terus berjalan dalam masa masa sulit kemarin. Belakangan, gue mulai yakin, keputusan yang Tuhan kasih adalah yang terbaik. Mungkin Tuhan tahu, gue bukan yang terbaik buat dia dan demikian sebaliknya. Daripada dipaksa, akhirnya bad ending..? buat apa. Tho juga dia keliatan seperti baik baik saja kok, bahkan mungkin semakin bahagia. Karena akhirnya, memang kondisi seperti sekarang ini lah yang dia sejatinya inginkan. tanpa ikatan, tanpa tanggung jawab.. bebas merdeka tanpa aturan dalam keluarga. (selamat ya bung, lo dapat apa yang lo mau.. tapi inget ama umur, mau sampek kapan seneng senengnya, jadi bang toyib gitu? asal jangan lupa aja ama anak anak karena gue curiga ujung ujungnya lo cuman bisa balik ke mereka tho disaat yang lainnya udah gak peduli lagi.. Family is always the right place to return home, isnt it? hihihihihi). Apapun itu, bukan lagi urusan gue tentunya. Porsi gue adalah membenahi diri gue sendiri agar menjadi lebih baik dari sebelumnya yang tentunya gue belajar dari statement si ustad uje alm tadi bahwa gue tidak lah lebih baik dari dia. Itu cerita gue yang gak sepantasnya ditiru. Udah gak jaman, cinta itu buta. Cinta mesti pakai ratio, rasa dan iman juga. Yah tanpa kesalahan kemaren, mungkin gue gak akan belajar untuk behenti menjadi naive. Jadi syukuri aja lah bro... Lain lagi cerita bonyok gue.. Sepanjang perjalanan hidup pernikahan mereka, alhamdulillah hanya kematian yang memisahkan. Gue salut banget, jujur! Padahal gak jarang, mereka berantem berselisih paham meskipun jarang dilakukan di depan anak anaknya. Mungkin di awal mereka udah janji kelingking kali ya, kalo berantem volume nya vibrate aja. :)) keliatannya sih tenang, tau tau, nyokap udah packing aja siap siap mau ngungsi ke hotel hotel kecil di sekitar kemang. Suatu ketika, gue pernah polos nanya : " ma, kalo minggatnya sering begini, apa mama gak tekor? nginep di hotel kan sayang ma duitnya..". Dengan agak sewot nyokap cuman nyahutin : "Biarin aja nak, mama habisin uangnya papa mu, biar dia tahu begini efeknya kalo suka ngomong gak dipikir dulu".. Gue cuman bisa geleng geleng kepala dengernya. 3 hari nyepi di hotel, biasanya nyokap sudah balik lagi kerumah. Bagi nyokap, masa semedi tidak boleh lama lama, cukup 3 hari saja. setelah itu, kembali turun gunung. Mulai deh mereka baikan. Mulai saling bicara, meski awalnya lewat messenger messenger cilik dirumah, alias kita, anak anak nya. Paling cuman itu aja, gesekan ketidakcocokan mereka sepanjang perjalanan hidup pernikahan mereka. Pernah juga sekali waktu, bonyok berantem, tau tau udah packing juga mau minggat dari rumah. Sekali kali nya terjadi, bokap yang minggat cuii. :)) pergi jam 10 malem, jam 2 pagi, udah balik lagi ke rumah. Astaga..! lucunya.. Tapi ujian komitmen mereka sebagai suami istri mulai benar benar teruji ketika bokap gue mulai sakit sakitan pasca pensiun. Jangan salah, meski jatuh bangun, nyokap dengan setia merawat sekalipun kadang kadang sempat terlihat sangat lelah. kalau udah gitu, biasanya nyokap gak keabisan akal. Doi biasanya mulai berkonspirasi dengan dokter bokap, untuk mengeluarkan surat sakti supaya nyokap bisa istirahat juga di RS. Malah sering barengan 1 paviliun dengan bokap karena kasihan kalau anak anak kerja atau sekolah, bokap bakal kesepian sendirian. Kadang gue salut banget, melihat perjuangan kedua nya saat saling menguatkan ketika salah satu dari mereka terjatuh. Begitu cepatnya mereka mengesampingkan kekecewaan dan sakit hati yang pernah ditorehkan satu sama lain, ketika salah satu dari mereka membutuhkan uluran tangan maupun dukungan. Begitu hebat perjuangan mereka dalam memaknai komitmen atas pernikahan yang telah mereka bangun selama lebih dari 30 tahun sebelum bokap akhirnya meninggal tahun 2010 lalu. Perjuangan mereka dalam melewati semua ujian hidup, rasanya pantas untuk menjadi kaca benggala buat gue dan kakak adik gue ke depannya nanti. Bahwa sejatinya pernikahan itu adalah sebuah komitmen, tidak hanya kepada Tuhan dan semua malaikat malaikatNYA yang menyaksikan ketika ijab kabul atau niat itu diucapkan, tapi juga janji dengan sesama manusia untuk saling berbagi, saling mengisi membangun sebuah keluarga yang sakinah, mawaddah dan warrohmah.. Dan gue kira, selayaknya janji yang sudah diucapkan itu, terpatri sebagai sebuah hutang yang akan ditagihkan oleh Yang Maha Kuasa dikemudian hari. Ada tanggung jawab moral, baik vertikal maupun horizontal untuk setiap janji yang diucapkan, yang pastinya juga disertai dengan konsekuensi atas kelalaian atau keingkaran yang dilakukan. Kembali pada isu perceraian yang sedang naik daun belakangan ini di kalangan selebriti, gue jadi makin miris menanggapi semua itu. Apakah itu mengindikasikan adanya penurunan kualitas diri manusia jaman sekarang dalam memaknai dan menjaga sebuah komitmen? Semakin majunya teknologi saat ini, semakin pesat nya perkembangan ilmu pengetahuan membuat peradaban manusia semakin sempurna. Tapi belakangan gue liat, kualitas hidup tidak berjalan seimbang dengan kualitas diri manusia jaman sekarang. Bisa jadi, dampak globalisasi mengikis sedikit demi sedikit nilai nilai luhur manusia kalau kita tidak secara kritis menyikapinya. Orientasi keduniawian menjadi perihal hidup yang paling utama bagi kebanyakan orang. Tanpa sadar, mereka mulai meninggalkan jati diri nya masing masing karena tak sempat lagi menyisihkan waktu untuk quality time dengan lingkungan disekitarnya. Egosentris semakin terasah tajam. Keakuan semakin sering ditonjolkan. Dalam kondisi ini, peluang konflik semakin terbuka lebar. Ketidakcocokan bukan lagi dipandang sebagai sebuah celah untuk menuju harmonisasi kehidupan. Perbedaan mulai menjadi sebuah perdebatan. Saling menunjuk, saling memojokkan mengesampingkan makna komitmen yang pernah diucapkan. Capek deh.. Gak salah dong kalau gue bilang, manusia jaman sekarang mulai asik dengan kehidupannya sendiri, sehingga sering tidak mau lagi peduli dengan hal hal di luar dirinya. sekali nya diusik, taring dan cakar langsung keluar. Senggol bacok deh pokoknya. Gak terima komplen apalagi kritik, saking narsis akut merasa dirinya paling benar. Nah, kalau begitu, lo sendiri setuju gak, kalau gue bilang tanggung jawab sosial manusia jaman sekarang ini semakin bad quality dibanding manusia jaman angkatan ortu kita dulu? Buktinya, perceraian jaman dulu kayaknya gak se famous jaman sekarang deh. Bisa jadi karena keterbatasan media meski ini gue anggep alasan yang tidak cukup menguatkan. Mungkin juga, budaya malu jaman dulu yang masih dijunjung tinggi karena perceraian dianggap sebagai suatu hal yang tabu? Kalau begitu, sama dong artinya bahwa manusia jaman sekarang sudah mulai tipis budaya malunya terhadap makna sebuah pengingkaran janji? hihihihi.. Yang jelas Bro, lo punya hak buat menyikapi tulisan ini. setuju tidak setuju, itu pilihan lo. Tapi satu hal yang perlu kita sadari, bahwa ucapan alm. ustad uje itu adalah warisan buat kita untuk selalu sadar diri, bahwa introspeksi diri itu penting banget. Jangan gampang ge-er kita lebih baik dari orang lain. Karena apa yang Dorce bilang itu bener juga, kesempurnaan hanya milik Allah. :)) So, Jangan mengambil keputusan disaat rasa dan rasio sedang labil.. Berpikir, bersikap, bertindak dengan ratio, rasa dan iman akan menghasilkan sebuah keputusan yang matang dengan pertimbangan baik buruknya, ketimbang hanya mengutamakan nafsu sesaat (ini juga pas buat yang type 'player', ngumbar syahwat itu nikmat nya cuman 10 menit kok.. sisanya, masak sih lo gak nyesel? ayooo jujuuuur....). Yuk, mulai sekarang belajar menghargai makna sebuah komitmen apalagi yang kaitannya ama Tuhan. ;) Always try to say No to divorce. Sebenarnya banyak yang mau gue tulis disini, tapi heheheheh mesti balik ke tulisan gue yang lain dulu ya sebelum ngantuk.. Ini cuman iseng aja kok, mayan buat nuangin segala renungan yang hinggap di kepala gue. jangan take it too serious ya.. lebih kurangnya mohon dimaafken.. :) Wassalam... |
| Mimie Lee Peace Mimie Lee Peace shared Jom Dakwah Bersama Ulama's photo. bangun+rumah 's image link |
| Naruto Shipudden - Indonesia |
| Yayu Maltufah bangun+rumah 's link TITLE : EXO'S VALENTINE EVENT : SNOW WHITE DISCLAIMER : CHARACTERS ARE GOD'S AND THEMSELVES, PLOT AND IMAGINATION BY THEHUNGOGREEN, SNOW WHITE'S ORIGINAL PLOT IS ITSELF'S. RATE : T ATO M. WARNING! OOC! GEJE! NYELENEH! DE ES BE DE ES BE! . . DO NOT COPY OR PLAGIARISM MY STORY OKAY! HAPPY READING, DEAR MY READERS! Apa yang Kpop Idol bikin buat event Valentine? Bikin fansigning? Udah banyak. Bikin freehug stand? Udaaah, Bikin stand tuker kado? Udah jugaaaa Bikin sesi foto bareng? Udah pula. Bikin lagu? Udah ada. Hmm… apa ya yang belum… . . . . . . . "BIKIN OPERA VAN EXO!" Itulah celetukan yang keluar dari Suho pas anak-anak EXO pada ngumpul sempit-sempitan di ruang tamu dorm EXO-K, sambil nonton Opera Van Java. Merakyat is the best. "Apa?" tanya Chen. "Kita ngapain?" "Kita bikin sejenis opera drama gitu, dari dongeng apa gitu… nah kita upload deh ke youtube buat fans, dalam rangka hari Valentine! Rame ga tuh! Kita aktingnya di tengah rumah aja, tapi dibikin mirip kayak setting cerita gitu!" seru Suho riang. "Gue JENIUS kan?" "Hmm oke juga." kata Kai. "Cerita apa nih?" tanyanya lagi. "OH OH OH GUE TAU GUE TAU!" teriak Luhan. Semuanya ngeliat ke dia. "Apa ceritanya, Han?" "SLEEPING BEAUTY! BIAR GUE JADI SLEEPING BEAUTYNYA, DAN GUE GA BANYAK DIALOG, CUMA MOLOR DOANG!" Sikamvret. Luhan langsung nerima bogeman big cola. " IDE DITOLAK! ENAK DI ELU DONG, DASAR *UNCAL!" sungut Xiumin. "YANG LAIN?" Chanyeol, Baekhyun, sama Tao ngacung. "Sebutin ide kalian," kata Suho. Tao masang muka serius. "Twilight." Baekhyun senyum. "Putih Abu Abu season 2 in Korea." Chanyeol nyengir. "RADEN KIANSANTANG!" PLAK PLAK PLAK Ketiganya dapet ciuman sendal WC bertuliskan 'PROPERTI CHEN : JANGAN SENTUH' dari Suho. Suho lalu mencak mencak. "TAO! TWILIGHT ITU CERITANYA KEPANJANGAN! BAEKHYUN, PUTIH ABU-ABU ITU TERLALU SINETRON! CHANYEOL, RADEN KIANSANTANG ITU GA PAS BUAT VALENTINE! AYOLAH KAWAAAAN" Tao pouting. "Padahal Twilight kan sosweet. Daripada gue usulin dramanya Silat Cina." Baekhyun potuting juga. "Padahal kan kisah cinta Nina sama Kelvin tuh asik juga. Ga lupa si Kamseupay Iuwhh." Chanyeol toel-toel tembok kecewa. "Harimau di pelem Raden Kiansantang kan kece…" "Harimau indosiar -_-" pikir Lay. Dia terus asik kembali ke iPad-nya sambil maen Temple-Run. "YESSSSSSS INI CHECKPOINT TERJAUH YANG GUE DAPET! POINTNYA PALING GEDE YES YES YES" seru Lay sambil asik maenin iPad-nya. Dan lalu iPad-nya digoyang-goyang sama Kai. Ampe game over. Lay pun mangap. "ANJIR!" "HUAUAHUAHUAHUAHUAH" "KADIEU SIAA! JADI WEH GAME OVER!" teriak Lay kenceng sambil lari ngejar Kai. Kai kabur ampe nabrak Xiumin. BRUKK! Dan si tetua EXO itu kayaknya lagi BETE. PLAK PLAK PLAK! "Oranglain lagi bingung milih cerita, elo berdua malah sibuk maen iPad sama ngerjain orang." omel Xiumin setelah ngegaplok dua dongsaeng-nya itu. Dio nyamperin Xiumin. "Em, hyung…gimana biar sederhana, kita maenin Snow White aja…simple kan…" katanya. Chen ngangguk. "Hm bener tuh hyung, Snow White aja! Pemerannya bisa disesuai-in!" Sehun nyengir. "Luhan hyung jadi Thnow White-nya, teruth ntar gue cipok path dia pura-pura mati!" "Busuk amat pikiran lo -_- cari kesempatan dalam kesempitan!" gumam Luhan. Sehun nyangkal. "Eittt, nggak lah! Itu namanya mencari berkah dalam thebuah momen indah!" "Gue setuju, Snow White aja ya!" seru Suho. "Ayo ayo ayo, tentuin peran! Kris-hyung! Daritadi diem mulu, bikin kocokan buat peran drama sana gih!" kata Suho sambil narik-narik tangan Kris yang daritadi semedi(?) di sofa buat baca buku. Ternyata Kris pake headset. Setelah beberapa menit Suho noel-noel Kris [bahkan ampe ngegitik-gitik ketek Kris ampe dia nengok], Kris lalu buka headsetnya dan nengok kearah Suho. "…Lo ngomong apa sih? Ada apaan emang?" … Krik Krik Krik Ternyata Kris ga merhatiin. Kampret. "INI KOCOKANNYAAAA!" teriak Luhan kesenengan sambil ngocok-ngocok gelas isi kertas yang digulung, terus mulut gelasnya ditutup plastik yang dipasangin pake karet. Tak lupa dibolongin di tengahnya biar kertasnya bisa keluar pas dikocok. Tipikal kocokan sederhana. "Mau arisan apa ngundi nih =_=a" pikir Tao. Luhan lalu duduk sidakep di depan para member. "Oke. Gue sama Kris yang bikin ini kocokan. Gue yang ngegulung dan bikin gelasnya, Kris yang nulis kertasnya. Dan disini ada 12 peran, ada NARATOR SEKALIGUS KAMERAMEN, PUTRI SALJU ALIAS SNOW WHITE, RATU JAHAT, CERMIN, PEMBURU, PANGERAN, terus sisanya jadi KURCACI deh." "Kalo gitu kurcacinya cuma ada 6 orang dong… kurang 1," kata Baekhyun. Dio nepok-nepok punggung Baekhyun. "Sabar ya, harga daging sapi di pasar pasti turun. Sekarang emang harganya 100 ribu, jadi sabar aja kalo kita ga makan daging. Kan lagi ada kasus suap daging." Krik Krik. Baekhyun cengo. "Ini anak sekalinya ngomong ga nyambung banget, sialan -_-" gumam Baekhyun. Dio nyengir. "Eh? Emang lagi ngomongin apa?" "AYO AYO AYO SINI DIKOCOK YAAAA PERANNYAAAAAAAA" teriak Luhan. semua member kecuali Dio teriak. "AYOOOOOOOOOOO" Sementara Dio mikir keras. "…Tadi gue dikacangin ya?" . . . Setelah beberapa menit perebutan kertas kocokan yang diwarnai saling bacok(?), saling kentut(?), dan saling rebut bagai insiden pembagian BLT yang tidak terkendali, setiap member udah dapet peran masing-masing. "E-Ekhem… ayo mulai buka. Semuanya buka dalam hitungan tiga, tapi jangan dibilangin nama peran yang kalian dapet ya!" kata Suho. Semua ngangguk ngerti. "Oke," Kris mulai. "Satu….dua…TEEEEEEEEEE…..GAAAAAAAAAAA!" SREEEK! Kertas gulungan terbuka. "ALLAHU AKBARRRRR!" Semua member teriak histeris kecuali Kris. "Ada apaan sih?" tanya Kris heran. "Ampe teriak gitu." Tangan Kai masih gemeteran sambil megang kertas. "I-I-Ini…tulisan ini…." "Kenapa tulisannya emang?" tanya Kris lagi. Kai ngelirik kearah Kris." "T-Tulisannya… . . . . ….ANCUR KAYAK CEKER AYAM! GUE GABISA BACAAAAA!" JLEGERRRRRRR . PLAKKKKKK . Keluarlah jurus silat Kris, kena telak kena idung Jongong alias Kai yang udah minimalis. "JADI ELO NGATAIN TULISAN TANGAN GUE TULISAN CEKER AYAM, NGONG?! ITU CEKER NAGA, SIALAN!" tanya Kris emosi. "MASALAH BUAT LO?! POKOKNYA GUE BIKIN KOCOKAN. GUE NULIS DI KOCOKAN. SELESAI. EMANG KOCOKANNYA BUAT PRESIDEN, TULISANNYA HARUS BAGUS? BACOT AJA LO! GABISA BACA? ELO SUKA BOLOS KALI PAS PELAJARAN BACA TULIS!" "Whoa whoa easy dude" kata Chen. "Kita ngerti kok tulisannya! Iya kan temen-temen?" kata Chen seraya ngelirik member lain. Dan member lain ngelempar pandangan 'KITA? LO AJA KALI YANG NGERTI, KITA ENGGA. SANA TRANSLATE-IN TULISAN SI KRIS!' Akhirnya, dengan bantuan Mbah Google, Chen berhasil mengartikan tulisan Kris yang udah mirip tulisan kuno(?) itu. Suho memulai acara. Dia batuk-batuk dulu, supaya keliatan berwibawa. BIAR GREGET. "Ehem ehem. Oke mulai yaaaa. SIAPA YANG DAPET KERTAS TULISAN SNOW WHITE?" Kai ngacung. "Saya." Hening seabad. "ANJEEEEEEEERRRR FITNAAAAAH! SNOW WHITE DARIMANA LO! ITEM GITU!" "GA MANIS!" "GA PUTIH!" "GA BIBIR MERAH!" "GA LEMAH LEMBUT!" "GA GREGETTT!" Itulah respon spontan dari para member. "Tai lo semua -_-" bales Kai atas cercaan yang dia dapet. "Gue juga gamau. Gue pengennya Dio jadi Snow White, gue jadi Pangeran." "Jadi pangeran juga ga kebengeutan[kewajahan] lu, ngong." kata Tao sambil nyengir. Kai siap-siap mau lempar sendal, Lay pun ngelerai mereka. "Udah udah udah, jangan berteman(?). Ikhlasin aja si Jongong jadi Snow White, pada akhirnya dia bisa kita jadiin babu, jadi tukang bebersih rumah kurcaci. Ayo sekarang siapa yang jadi penyihir?" tanya Lay. Kai udah ngeliatin Lay pake pandangan 'Sialan, elo masih punya dendam sama gue ternyata, gue mau dibabu-in!' Baekhyun angkat ketek. "GUE JADI PENYIHIR ALIAS RATU CANTIK CETAR MEMBAHANA BADAAAAI!" Chen nyeletuk. "Wah, kok bisa pas ya?" "Sialan lu, kotak tipi! Sirik aja lo gue jadi ratu cantik, Chen!" sungut Baekhyun. Baekhyun terus ngebenerin poni. "Hmm, ga apa. Yang penting gue punya kekuasaan dan punya kecantikan sealam raya buahahahhaa" "Tapi elo antagonis dan yang paling menderita ntar -_-" kata Chanyeol. Baekhyun nyengir. "Gapapa. Gue bakalan bunuh Snow White dan gue paksa dia berjemur di Ancol 100 hari biar dia ga putih lagi! WAKAKAKAKA" "Si Bacon udah kesurupan ratu jahat kayaknya." celetuk Xiumin. "Menghayati peran." kata si Bihun. "Gue kan udah item, kalo berjemur di Ancol, pulang-pulang ntar batu areng kalah item sama gue -_- gosong juga dah" gumam Kai. "Ayo lanjut lanjut!" teriak Kris. "Woi cermin! Dimana luuu!" "Disini kakanda!" seru Suho. "Gue jadi kaca!" Lay lalu bawa pembersih kaca cling. "Gue semprot boleh?" "Lo mau mata gue buta kena ciprat Cling apa -_-" kata Suho. "Sulaaaay! Udah dulu Lay, lo jadi istri jangan penganiayaan pada suami! Yang jadi narrator siapa wooyyy?" teriak Kris udah kayak tukang obat ga laku-laku. Dio senyum riang. "AKU HYUUUUNG~!" "HUWAAAAAAAAAAA TIDAAAAAKKKK" teriak Kai uring-uringan. "KALO GITU LO GA JADI PANGERAN YANG BAKALAN NYIUM GUE DONG NTARRRR HUWAAAAAAA, PADAHAL RENCANANYA PAS ELU NYIUM GUE, MAU GUE TARIK LU BIAR CIUMANNYA LEBIH DALEM DAN KITA BISA LOVEY DOVEY DI RUMAH KURCACIII!" "Akal busuk lo, Kai -_-" komentar Baekhyun. Sekarang giliran Baekhyun jadi tukang obat. "PANGERAN SIAPA WOYYY" Chen naik kursi dan masang taplak meja di lehernya—dijadiin jubah kali ya maksudnya. Beserta tangan memegang penggaruk punggung yang mungkin ia gunakan sebagai pedang. "GUE LAH SI PANGERAN CHENles, PANGERAN GANTENG ABAD DUA SATU WAKAKAKKAA" JELEGERRR JLEGARRRR Anak-anak teriak horror, dibacksound-in sama petir menyambar di luar jendela. "APAAAAAAAAAAAA?" Chen berubah suram. "Biasa aja kali jangan histeris napa pas gue jadi pangeran, gue kan terkucil disini, jarang tampil di tipi, fans gue juga paling dikit. Sekali-kali biarin kan gue jadi salah satu pemeran utama -_-" Para member jadi terharu. Dan prihatin karena emang bener karena si Chen itu agak agak terbully gitu [meskipun dia juga suka ngebully]. "Iya Chen gue ngerti penderitaan dan kesendirian lo, :( " kata Xiumin sambil meluk Chen. AAAAAH…TOTWIITTT Sementara itu Kai mojok dengan muka horror di sudut ruangan, kaki gemeter kayak nahan pipis, dan keringet dingin bercucuran. Persis kayak udah ngeliat jurig begitu. "I-Ini tidak mungkin! JADI ELU YANG BAKALAN NYIUM GUE? NAJESSS MENDING GUE MATI GA HIDUP LAGI!" teriak Kai sambil nyumput di balik gorden. Dasar lebay. "IDIH CUIH TRALALA, GUE JUGA OGAH NYIUM ELU!" teriak Chen sambil bikin suara 'hoekkk'. Sementara itu Dio nenangin Kai. "Tenang ya Kai… hyung pasti bantu kamu kok," "Makasih hyung yah," "Sama sama Kai :)" Setelah momen KaiDo yang bertabur bunga entah darimana itu, Kris nyelamatin Dio dari sergapan tangan Kai yang udah mulai mau pegang-pegang pinggang Dio. "Oke oke lanjut! Yang jadi pemburu siapa?" Kai meratapi kegagalannya buat pegang-pegang pinggang Dio. "Cih. Bule ngondek sialan." Kris lalu ngijek kaki Kai. "ANJIS NYERI!" "Matakna tong macem macem ka urang n_n" kata Kris. "Ayo lanjutttt!" "AKU JADI PEMBURUUUU :D" seru Luhan. Sehun langsung nyamperin Luhan. "Hyung tau ga, kenapa hyung jadi pemburu?" "Kenapa hun?" "Karena kau telah…MEMANAH DAN MENANGKAP HATIKU DI HUTAN BELANTARA, HYUNG!" katanya sambil nyengir. Anak-anak sweatdrop. 'Ini anak masih aja bisa bikin gombalan garing!' Suho batuk[lagi]. "Uhuk uhuk. Oke sebagian udah dapet ya, terus enam lagi sisanya jadi kurcaci kan ya?" Lalu, didapatilah hasil sebagai berikut ini. Kurcaci: Kris Chanyeol Tao Sehun Lay Xiumin … Krik Krik Krik "APA APAAAN INIII! SI KRIS CHANYEOL TAO SEHUN KURCACI DARI MANAAAAA?" teriak Suho histeris. Para member yang udah dapet peran sebelumnya juga histeris. "MENGAPA INI TERJADIIII!" Kris Chanyeol Tao Sehun berpandangan satu sama lain. "…Emang aneh kalo kita jadi kurcaci?" tanya Tao. Chen nunjuk idung Tao. "SADAR BADAN DONG ELU! MANA ADA KURCACI TINGGINYA BEGITUAN!" "Oh…iya juga sih ya." Chanyeol nyengir. "Kurcacinya dapet anugrah dari Tuhan." "Kalo gitu, namanya bukan kurcaci, koplak -_-" kata Baekhyun. Sementara itu, Lay –Xiumin pasang wajah datar. "Jadi kita berdua ngepas gitu jadi kurcaci?" "Hmm…iya, kalian buntet sih." jawab member serempak dengan nada datar. [padahal Suho-Dio kan lebih pendek juga dari mereka -a] Lay-Xiumin gendok. "….Balik ke Changsa dah gua," gumam Lay. Sementara Xiumin toel-toel antenna TV. Suho senyum ngeliat Lay, terus meluk dia dari belakang. "Jangan balik dong, gue sepi ntar disini… meskipun elu kurcaci, kalo elu ngaca ke gue, sebagai kaca, gue senantiasa bilang kalo elu adalah manusia tercantik buat gue." Lay naikin alis. "Kalo Ratu Jahat Baekhyun gimana?" "Baekhyun kalah cantik sama elu." "Kalo Snow White Kai?" "Apalagi dia. Beda kasta sama lu, Lay. Ai laf yu Lay. Jangan balik okey?" Lay ketawa denger kata-kata Suho. Sementara itu, Kai udah pasang muka '=_=' "Beda kasta? Sialan pisan. Mun lain leader, gue gorolongin [gulingin] kana solokan dah." Chanyeol ngakak. "Sayangnya dia leader. Ada juga elo yang digantung di tiang jemuran bu RT." "OKE SIAP YAYAYAYAAA" teriak Dio. Kai riweuh. "BENTAR HYUNG GUE SUSAH NIH PAKE HIGHHEELS-NYAAAAA! ANJIR RIBET AMAT SIH INI GAUN CK" "Lo keliatan kayak bences gitu wakakakaka" kata Chen sambil guling-guling. Kai ngelempar Chen pake highheels tepat di muka dan akhirnya Chen diem. "Bagus." kata Kai. "Ayo beb, narasinya dimulai." Dio lalu nyiapin kamera dan mic maenan—BIAR GREGET. (Buat Narasi dari Dio, narasinya bakalan digaris miring! Sipsip) "Uhuk uhuk tes tes satu dua tiga. Oke. Kita mulai yaaaa! Pada zaman dahulu kala, di sebuah kerajaan, hiduplah seorang putri cantik bernama Snow White yang berkulit seputih salju, bibir semerah darah, dan hati yang sangat baik hati. Ia tinggal bersama dengan ibu tirinya yang merupakan seorang ratu." "Anjir kalimatnya fitnah semua itu, Ngong -_-" kata Baekhyun sambil ngelirik Kai. "Sirik aje lu." bales Kai. Dio ngelanjutin narasi. "Sang Ratu sangat cantik. Dia selalu bercermin pada cermin ajaib untuk bertanya siapa yang paling cantik di seluruh kerajaan. Woy Baekhyun-hyung, Suho-hyung, siap siap!" Baekhyun udah siap di posisi. Dia berdiri di depan Suho yang lagi megangin pigura foto gede yang udah bolong tengahnya, jadi keliatannya Suho ada di dalem pigura gitu. "Cermin, Oh Cermin…" kata Baekhyun. "Siapa yang paling cantik di seluruh kerajaan ini? Gue? Gue kan? Okesip gue tau itu pasti gue." "DIJAWAB JUGA BELOM!" omel Suho. Baekhyun ngikik. "Haha, damai. Oke. Cermin oh Cermin, siapa yang paling CANTIK KECE BIN GREGET DI SELURUH KERAJAAN INI?" Suho masang senyum malaikat. "Wahai Ratuku, yang paling cantik di kerajaan ini adalah kau, Ratuku." Suho lalu buang muka ke belakang dengan muka suram. "Sebenernya sih gue lebih kece dari elu. Cuma aja lagi tuntutan peran." "HEH, MANA ADA CERMIN MUKA DUA GITU! KURANG AJAR BANGET!" omel Baekhyun. Suho ngebalik. "Heh elu kurang ajar ya, ngomong kasar ke gue pake capslock!" "Ya elu jadi cermin kurang ajar! Gue tuh ratu lu, lu harus nurut sama gue!" "Gue leader elu! Mau gue pecat dari EXO K?" Baekhyun hening. Suho senyum kemenangan. KUASA LEADER, SOBAT! [meskipun Suho tetep leader terbully] "O-Oke terusin. Ayo yang bener," kata Baekhyun. Suho dan dia akhirnya berdamai. Dio lanjut narasi. "Sang Cermin selalu mengatakan kalau ratunya adalah yang tercantik di seluruh kerajaan. Akan tetapi, pada suatu hari, sang Cermin berkata lain." "Cermin oh cermin, siapa yang paling kece di seluruh kerajaan?" tanya Baekhyun. Suho senyum manis. "Wahai ratuku, yang paling cantik di seluruh kerajaan adalah… SHIREEN SUNGKAR, ratuku!" BLETAKK! Penggaruk punggung naplok di muka Suho. "YANG BENER WOY!" omel Kris. Suho ngegumam. "Ck, dasar Kurcaci merangkap Sutradara." Suho lalu take 1 kali lagi. "Wahai ratuku, yang tercantik di seluruh kerajaan adalah Snow White, anak tirimu." Baekhyun melotot. "APAAAAAAAA?!" "TENEEEEENG" Suara Chen jadi backsound. Anak-anak ngelirik dia. "Apa? Pangeran kan dikit maennya, jadi sambil nunggu, gue maenin backsoundnya aja, BIAR GREGET." jawab Chen. Baekhyun. "Em oke, elu jadi tukang TENENG-TENENG ngan oke. ayo lanjut." Chen riang gembira. Dia banyak partisipasinyaaaa! Horeee! Ehem, oke lanjut. "Ini tidak mungkin! Dia tidak mungkin menyaingi kecantikanku! Nadya Hutagalung aja udah ngaku gue lebih cantik dari dia!" gumam Baekhyun. Dia lalu [pura-puranya] ngelirik keluar jendela buat ngelirik Snow White, disana Kai lagi loncat-loncatan ngejar Dio—dengan bibir yang dimanyunin. "HYUUUUNG, GUE BELUM DAPET CIUMAN SELAMAT PAGIIII" "JONGIIIIN! PERGI SANA, GUE MAU BACA NARASIIIII!" Chanyeol datang melerai dengan cara nakut-nakutin Kai menggunakan kecoak boong-boongan. "EMMMMMAAAAAAAAAK!" Kai lari tunggang langgang sambil megangin rok gaunnya. Chanyeol ngakak. "WAKAKAKAK RASAIN LU GANGGU NARATOR KENA IMBASNYA LO!" "Makasih Chanyeol-hyuuung! Eh bukannya hyung juga takut kecoak?" tanya Dio. Chanyeol ketawa lebar. "huahahahaha yang ini mah ga takut, soalnya ini maenan!" "Kalo yang ini?" tanya Suho sambil bawa kecoak asli. Krik Krik Krik Hening 5 detik. "EMMMMMMAAAAAAAAAAKKKK!" teriak Chanyeol histeris sambil lari-lari kesurupan, diikuti oleh member-member lain. Semuanya lari-lari kayak ada bom mendadak. Catatan : Kebanyakan member EXO takut kecoak. Di EXO-K, yang ga takut kecoak Cuma Suho. Jadi SUHO itu adalah KECOABUSTER a.k.a Pembasmi Kecoak a.k.a Tukang Usir Hama-nya EXO-K. Mata pencaharian sampingan selain jadi leader. Tarif goceng per kecoak. Sekian. "MUAHAHAHAHAHA" Suho ngakak panjang dengan gaya antagonis, ampe akhirnya… BLETAKKKK! Kris bawa panci dan mukul kepala Suho. "Kerja yang bener, Joonmyeon! TAKE 2!" Kurcaci merangkap sutradara emang berkuasa. Itulah Kris Wu. . . . "Aku harus mencari cara agar kecantikanku tidak tersaingi," kata Baekhyun. Dia udah masuk ke naskah cerita. "Apa yang harus kulakukan?" KRING KRING KRING iPhone Baekhyun bunyi. Dia terus ngangkat teleponnya. "Halo?" Disana ada suara Luhan. "Halo Ratu? Ini saya pemburu! Saya mau ngabarin, ada eyeliner baru loh di toko kosmetik deket kota, harganya—" "Tunggu, elu tuh pemburu apa salesman kosmetik sih -_-" tanya Baekhyun. Luhan nyengir. "Saya mah multifungsi, bisa jadi apa aja. Mau ga nih, ratu? Lagi murah loh." "Eumm iya deh," "Sang Ratu dan Sang Pemburu lalu bincang-bincang soal eyeliner dan akhirnya Ratu menyuruh pemburu datang ke istananya untuk curhat soal kecantikannya yang udah tersaingi sama Snow White. Sang Ratu lalu meminta saran dari Sang Pemburu." kata Dio sambil bacain narasi. "Lha ini kok ceritanya jadi makin aneh ya? Makin melenceng deh" komentar Xiumin. Dio naikin bahu. "Tau deh, yang bikin anak-anak tadi. Dimodif dikit katanya." Luhan ngangguk-ngangguk. "Eummm…kalo gitu tabah aja, mungkin takdir." Baekhyun sweatdrop. "Cuma tabah? GAK LAH YAW! Kuperintahkan kau membunuh Snow White SEKARANG JUGA!" "TENENGGG!" backsound Chen. Luhan naikin alis. "Apa? Ngebunuh Snow White, ratu? Apa ga akan ngelanggar HAM? Ga akan masuk penjara gue?" "Namanya juga dongeng -_- mau apa kaga? GA NGANGGUK, BARBEL MELAYANG!" "Emmm mau deh. Daripada muka gue penyek." kata Luhan. Baekhyun senyum jahat. "Bagus! Kalo gitu, bunuh dia gimanapun caranya! Mau ditubles, ditusuk, diiris, ato digimanain juga boleh!" "Kejem amat :( ditelantarin di hutan aja ya? Biar disergap harimau ato macan gitu," tanya Luhan. Baekhyun ngangguk. "Em…boleh aja sih." "Anjir bejat amat kalian! Mau bunuh gue aja gitu amat!" gumam Kai dibelakang Dio sambil ngebrigidig. Dio nepok-nepok pundak Kai. "Tabah tabah. Ayo sekarang kesana, giliran kamu, Kai." "Oke :S" Kai lalu masuk ke scene. Dio mulai narasi. "Sang Pemburu lalu menghampiri Snow White yang tengah menimba air di sumur. " "Snow Whiiiite~" panggil Luhan. Kai yang lagi [pura-pura] nimba air ngelirik ke dia. "Ada apa, Mas Pemburu?" "Temenin Shopping yuuuuk, aku mau ke toko Sophie Martin yang ada di kerajaan sebelah~ Tapi ga ada temen buat kesana, apalagi ngelintasin hutan." pinta Luhan dengan nada imut. "Mau enggaaaak?" Luhan lalu nge-wink ke Kai. Wink WINK. "Lama lama gue ngerasa dia itu sales centil daripada pemburu -_-" pikir Kai. Sementara itu, Sehun naik pitam ngeliat Luhan nge-wink ke namja lain. "WOY APA MATHALAH LO! KENAPA LO BITHA DAPET WINK-NYA LUHAN! GUE JEBLOSIN THUMUR LO!" Chen nahan Sehun biar ga ngamuk. Tapi Chen punya gagasan baru. "Iya juga ya! Kenapa ga dijeblosin sumur aja tuh si Snow White, biar praktis ceritanya?" Kris naplok Chen. "Kalo Snow White dijeblosin sumur terus mati, ceritanya ga bakalan kayak gini! Kalo Snow White dijeblosin sumur terus mati, dia bisa jadi sadako! Terus dia ngerayap keluar dari sumur, ngegentayangin emak tirinya, terus…" "Terus ceritanya pun nyeleneh jadi film horror Indonesia ~_~" gumam Tao. Kris ngangguk-ngangguk. "Tapi sebenernya ini juga udah nyeleneh. Ayo lanjut!" Kai yang sekarang jadi Snow White ngangguk setuju. "Emm oke gue temenin ngelintasin hutan." Luhan dan Kai lalu [pura-puranya] berjalan ngelewatin hutan. Hutannya serem gitu. Soalnya Chen dkk nambahin efek lolongan guguk ato serigala dan suara lain. Ada juga efek dingin dari kipas angin yang dinyalain Chanyeol. "Nah, disini gue tinggalin si Snow White!" gumam Luhan pelan. Dia terus berhenti. "Aduh sepatu gueee! Ilang sebelaaaaah! Kayaknya jatoh di tengah jalan deh!" serunya alibi. Kai berhenti jalan. "Kenapa, Pemburu?" "Gadenger apa? Tadi kan gue bilang sebelah sepatu gue lepas di tengah jalan kayaknya! Tunggu ya gue balik lagi buat bawa sepatu, elo jalan aja duluan ntar gue nyusul! Dadah!" seru Luhan sambil loncat-loncat satu kaki soalnya yang satu lagi telanjang kaki. Dio kembali baca narasi. "Lalu, sang Pemburu meninggalkan Snow White di tengah hutan belantara yang kelam sendirian. Sang Pemburu kembali ke kerajaan, sementara Snow White bingung mencari jalan pulang." "Waduh, aku terjatuh dan tak bisa baaangkit lagiii…. aku tenggelam, dalam lautan luka dalaaam… AKU TERSESAT DAN TAK TAHU ARAH JALAN PULAAAAANG… tanpa narrator, aku… butiran kejuuu… wah ini pasti ada yang ga beres nih sama si Pemburu. Kayaknya dia sengaja bikin gue kesasar. Muke gile! Gue dikibulin!" sungut Kai. "Si Kai galau amat ampe nyanyi begituan di tengah hutan, sempet-sempetnya." gumam Lay. Kai lalu lari-lari geje tanpa arah ala film Bollywood. "Cuih, gue geli liat si Kai gitu-gituaaaan!" kata Tao sambil ngakak. "Berasa gue liat pilem Kuch Kuch Hota Hai gitu LOL" "Oke-oke, Lalu Snow White terus berjalan dalam kebingungan di tengah hujan, sampai dia tiba di sebuah rumah kecil di tengah hutan dan memutuskan mampir untuk berteduh." kata Dio. "Wah gue tau ini, ini pasti rumah kurcaci." kata Kai sambil nunjuk tenda bahagia(?) warna-warni yang gambarnya ada teletabis, dora, upin ipin dkk. Ga yakin dah enam kurcaci masuk semua kesana. Mereka kan raksasa—pada kenyataanya. Kai terus masuk tenda. Tapi keluar lagi sambil teriak teriak ala iklan No Drop "BOCHOR BOCHOR BOCHORRRRR" "APAAN SIH LU KAI, BERISIK AMET!" protes Kris. Kai nunjuk tendanya. "BOCHORR, RUMAH KURCACINYA BOCHOORRRR" "Lha kan hujannya juga boong-boongan!" kata Dio. Kai nyengir. "Kan bochornya juga boong-boongan. BIAR GREGET!" Krik krik krik "SENGKLEK LU EMANG! KOPLAKKKK" kata Chen sambil ngakak. Dio ngelus dada sambil istigfar—kok bisaaaa dia segrup ama orang-orang begini. Dia lalu nerusin narasinya. "Saat berteduh, Snow White lalu bertemu para kurcaci yang baru pulang dari kantor." "Anjir sejak kapan kurcacinya kerja kantoraaan?" tanya Baekhyun. Tao melet. "Sejak tadi gue ubah naskahnya! Biar kece kece gituuu lah! Bosen di tambang mulu! Tambang runtuh, mati dah kurcacinya! Kan kantoran kece, bawa laptop, bawa koper…" "Ini cerita Snow White apa sinetron RCTI aduh ~_~" gumam Xiumin udah pusing banget, ampe masang koyo di jidatnya. Kris, Chanyeol, Tao, Sehun, Lay, sama Xiumin lalu masuk ke setting bukan dengan kostum kurcaci, tapi pake setelan jas plus kacamata item, ga lupa bawa koper dan pake sepatu pantofel item. Mereka lalu ngeliat Kai yang duduk jongkok di depan [tenda yang purapuranya jadi] rumah mereka itu. "Siapa lu?" tanya Lay datar. Kai nengok keatas. "Snow White." "Gue ga percaya elo Snow White. Elo item sih." Kata Kris. "Gue juga ga percaya kalian kurcaci. Masa kurcaci pake jas." Kata Kai. Enam kurcaci itu lalu ngeliatin bajunya satu sama lain. "Iya juga sih." "Ngapain lo disini, Snow White?" tanya Kris. Kai jawab sambil curhat. "Gue ditelantarin di hutan sama pemburu sahabat emak tiri gue. Gue gatau arah jalan pulang, terus ketemu ini rumah deh. Kan hujan, gue ikut neduh masuk. Eh ternyata di dalem bochorrr, jadi gue jongkok aja di teras." "Bochorr?" tanya Lay. Lay sama Kris lalu nengok kearah Tao, Sehun, sama Chanyeol yang udah lari lari bawa ember, baskom, sama mangkok sambil teriak : "BOCHOORRRR BOCHOOORRR BOCHOOORRR" "-_-" Semua member lalu istigfar. . . . "Para kurcaci lalu memperbolehkan Snow White tinggal di rumah mereka, dan Snow White dengan senang hati membantu mereka menjaga dan membersihkan rumah mereka." narasi Dio membahana kembali. "BUAHHAHAHAHAH! INI BAGIAN FAVORIT GUE!" teriak Lay bahagia. Para kurcaci lalu pasang wajah evil kearah Kai. "Snow White! Jangan lupa ngepel! Nyapu! LAP AMPE SEMUA KINCLONG CLONG CLONG!" kata Xiumin. "Snow White! Beresin kasur dan cuci semua sepreinya! Cuci baju, taplak, gorden, keset, lap, SEMUANYA!" kata Tao. "Thnow White! Mathak yang enak! Jangan pake racun! JANGAN CUMA BIKIN POPMIE!" kata Sehun. "Snow White! Ganti wallpaper tembok rumah! JANGAN LUPA PASANG KERAMIK DAN GANTI TOILET JONGKOK KITA PAKE TOILET DUDUK!" kata Kris. "Snow White! BENERIN ATAP RUMAH BIAR GA BOCHORR BOCHORR! JANGAN LUPA PASANG PARABOLA DIATAS GENTENG!" kata Lay penuh rasa balas dendam. "Snow White! Di rumah yang ada Cuma TV item putih! BELIIN YANG LCD 21 INCH!" kata Chanyeol dengan senyum gigi semua. Kai cengo. "ANJIR DENGAN SENANG HATI APANYA! INI MAH PEMAKSAAN! PENGANIAYAAN! GUE JADI SNOW WHITE APA CINDERELLA SIH?!" Dio hela nafas. Lama-lama prihatin juga sama Kai tercinta. Dio terus ngampirin Kai terus nyium pipinya pelan. "Kamu pasti bisa melakukan semuanya! Semangat! GANBATTE!" Bersamaan dengan Dio ngomong 'GANBATTE', di belakang berasa ada Mirai Ocha satu kulkas penuh. "Baiklah, cintaku! KITA PASTI BISA!" seru Kai. Orang-orang diluar setting sweatdrop. "Orang rumahnya juga boong-boongan, ya semua kerjanya juga boong-boongan lah. Lebay amat sih ini -_-" kata Baekhyun. Yang lain ngangguk-ngangguk. "Oke, lanjut yaaa!" Kata Dio. "Sementara Snow White tinggal di hutan, sang Ratu merasa dirinyalah yang menjadi paling cantik kembali. Dia pun bertanya pada cermin ajaibnya." "Cermin oh cermin, siapakah yang paling cantik di seluruh kerajaan? Oh pasti gue dong. Snow White kan udah mati MUAHAHAHAHA" kata Baekhyun dengan ketawa antagonis. Suho sweatdrop. "Siapa bilang? Snow White masih hidup tuh. Dia tinggal di hutan. Sama kurcaci." kata Suho dengan wajah nyindir expert. Baekhyun ngebalik. "UAPUAH?!" "TENENGGGG" Chen kerja lagi jadi tukang backsound. "Snow White kan udah mati!? Aish, si Pemburu itu ga becus! Becusnya jadi agen kosmetik doang! Biar gue sendiri yang ngebunuh Snow White! Gue racunin dia!" kata Baekhyun geram. Menghayati banget itu aktingnya. Baekhyun lalu ubrak-abrik kulkas buat nyari properti penting—Apel. "WOY DIO, KATANYA ADA APEL DI MARI! MANAA?"tanya Baekhyun. Dio nyamperin. "Gatau tah hyung, kan kemaren ada disono." Chanyeol nyengir. "Gue makan kemaren pas tengah malem. Laper." krik krik krik "JADI INI GIMANA DONG MASA GAPAKE APEL?" kata Baekhyun sambil guling-guling. Lay nyodorin obat nyamuk bakar spiral Domestos Nomos. "Kasih aja ini. Bilang ini gulali, suruh si Kai makan." "Dendam amat sih elu sama gue, Xing -_-" ratap Kai. Akhirnya, setelah rapat mendadak antara berbagai perwakilan daerah(?), diputuskan untuk mengganti apel—mereka menggunakan MIRAI OCHA! Dio nyamber naskah. "Lanjutt! Maka, Sang Ratu yang ternyata penyihir itu membuat ramuan racun dan menyamar untuk meracuni Snow White. Ia pun pergi ke hutan dimana Snow White tinggal dengan Kurcaci. Para Kurcaci sudah pergi kerja dan Snow White tinggal sendirian di rumah." Baekhyun teriak di depan rumah [tenda] kurcaci. "SPADAAAAAA" "Iye iye aim koming!" teriak Kai. Dia terus ngebuka seleting tenda dan ngeliat Baekhyun. "Mas salesman ya?" "Iya ini mas mau nawarin barang baru. Teh dalam botol yang enak banget! Namanya Teh Pucuk Harum! Bikin semangat kamu naik ke PUCUKK, PUCUKK, PUCUUUUKK!" seru Baekhyun sambil megang Mirai Ocha di tangan. Kai sweatdrop. "…Mirai Ocha kali, bukan pucuk harum." ralat Kai. Baekhyun nyengir. "Oh iya maksudnya Mirai Ocha! Ada tiga rasa, Sakura, Original, sama Madu! Ini Teh yang bikin kamu GANBATTE!" Kai pasang muka males. "Berapaan? Kalo mahal ogah!" "Goceng doaaang, kalo belinya di Yomart, beli dua dapet bonus satu gratis! Promosi!" kata Baekhyun. *ini berdasarkan fakta pas Mirai Ocha masih promosi. Author menyatakan sebagai pelanggan setia LOL* "Kalo belinya di Mas langsung, ga di Yomart?" tanya Kai. "Kalo belinya di saya sekarang, GRATIS!" seru Baekhyun dengan latar 'SEMANGAT MASA MUDA!' di belakang punggungnya. Kai blingbling. "GRATIS? OKESIP!" Dan ga pake susah, Kai nerima itu Mirai Ocha rasa Original terus Baekhyun ngacir cekikikan. "Waduh haus banget gue, udah diperbudaK sama kurcaci edan ~_~ gue minum aaaah, seger nih kayaknya!" GLUGUK GLUGUK Kai minum dengan nikmat. Seteguk, abis sebotol. Diragukan bahwa Kai adalah kerabat Gajah yang bisa nyedot air segalon sekali sedot. Dio ngasih isyarat. "Snow White menerima racun dari penyihir itu yang ia pikir adalah minuman segar. Ia meminumnya lalu ia ambruk di teras tenda. Ayo Kai, pura-pura pingsan!" "Iya gue bakal pura-pura ping-" JEDAKKKK! Tao nendang pinggang Kai. "AHSFJKHASKFHSKJDHFJSDJFHSKJH DF!" BRUKKKK! Dan Kai pun ambruk. Sempurna. "Wushu gue bergunaaaaa!" seru Tao. Xiumin histeris. "ITU TINDAK KEKERASAAAAN!" "Encok dah gue TT_TT" ratap Kai. Dio nyamperin Kai. "BEBEEEEEEBBBB QAQ GAPAPA KAAAAN?" Selagi Dio ngolesin balsem dan koyo di pinggang Kai, Chanyeol gantiin baca narasi. "Snow White ambruk dan tidak sadarkan diri bagaikan mati suri dalam waktu yang paaaaaaanjang! Para kurcaci sangat sedih dengan keadaan sang putri." Baekhyun nyamperin Chanyeol. "Chanyeol bebeb, kayaknya kurcacinya ga pada sedih deh." Chanyeol naikin alis. "Emang kenapa?" Baekhyun lalu nunjuk kearah Lay Xiumin dan kurcaci lain yang lagi dance gangnam style(?) di depan badan Kai yang tengah terkulai lemas gara-gara sakit pinggang. "JONGIN ENCOK STYLEEEEEE!" seru Lay. "Biasanya elu yang bully kita, Ngong! Kita bales!" kata Lay lagi. Diamini sama Sehun. "Betullllll" Kai pouting. "Awassss, besok pagi tau-tau headset lu gue cemplungin ke kloset!" Dio geleng-geleng. "Udah, Lay-hyung. Kasian Kai daritadi terbully :( dia ampe sakit kayak gini. Udah jangan begini lagi gue mohooonnnn!" "Dio, kita kan Cuma becandaaa…" kata Lay. Kai ngangguk. "Iya Cuma becandaaaa" "Tapi becaandaannya ekstrim, hueeeeeeee" Dio pun nangis. "DIO JANGAN NANGIIIIIISSSS QAQ" seru member-member EXO "HUWEEEEEEEEE TTATT" Dio nangis dan Tao yang ngeliat jadi pengen nangis. "HUWEEEEEE TTATT" "Aduh Taooo, jangan ikut nangis juga aishh" ratap Kris. "Suhoo, ayo cepet selesai-in ini drama, gue capek iniii" Suho angguk-angguk. "Oke siap! Gue yang baca narasi aja ya! Setelah Snow White tertidur dalam waktu yang lama, datanglah seorang Pangeran Tampan dalam rangka puskesmas keliling antar kerajaan-" "EH TUNGGU TUNGGUUUU!" teriak Chen. "Gue datang akhir-akhir ya, gue jadi pangeran ya, TAPI KENAPA DALAM RANGKA PUSKESMAS KELILIIIING?" "Kan seorang Pangeran emang harus meringankan beban rakyat yang membutuhkan?" tanya Suho balik. Chen nunduk. "Iya sih, tapi…" "Mau kagak nih main?" tanya Xiumin. Chen ngangguk. "Iya mauu!" Xiumin senyum. "Chen, gue lebih bahagia elo jadi Pangeran yang bisa nyembuhin orang, daripada jadi Pangeran berkuda putih. Nyawa manusia lebih penting." "Xiumin…" "…Chen…" "UDAH UDAH SETOPPP INI CUMA DONGENG KENAPA BISA PADA LEBAY GINI HERAN DEEEH!" interupsi Baekhyun. Chen lalu memasuki setting cerita, dia nyamperin Kai yang lagi dikerubungin enam raksasa [yang katanya mah kurcaci] itu. "Pagi mas-mas sekalian, saya Pangeran lagi keliling dalam rangka puskesmas keliling. Ada yang lagi sakit mas?" "Ntu tuh mas yang lagi tiduran disana, ga bangun-bangun mas." kata Tao. Sehun ngelirik Tao. "Ga bangun gara-gara elo serang pinggangnya pake wuthhu." "Hehe." "Nyengir lu." Chen lalu ngeluarin sesuatu dari koper. "Coba minumin ini!" Kris bertanya : "Apa itu?" Chen menjawab : "Strepsils." krik krik. "ITU KAN BUAT BATUKKK!" protes anak-anak semua. Chen menenangkan mereka. "Ow ow ow selow, kan namanya juga dongeeeng, anggep aja itu obat mujarab buat 1001 penyakit!" "Kayaknya lebih mujarab kalo elo suapin strepsilsnya dari mulut ke mulut deh~ sana suapin Snow White!" kata Baekhyun sambil ngikik dari luar stage. Chen nunjuk kearah Baekhyun. "Bek, lu kan penyihir Bek. Jangan ngehasut Bek!" "Kan di pelemnya juga gitu? Dicium kan tuh Snow White?" tanya Baekhyun. Kai langsung bangun dari tidurnya. "GUE GAMAU DICIUM SI CHEN—*KREKKK* ARGGGHHHH PINGGANG GUEEEE!" Chen lalu nelenin strepsils ke Kai, dia huapin pake tangan ke mulut Kai. Kai lalu makan permennya. "…Udah nih gue udah makan," kata Kai sambil ngemut permennya. "Jadi gimana?" "Pura-pura tidur lagi, terus bangun pas udah ditepok." kata Suho. Kai terus baringan lagi dan Suho baca narasi. "Setelah sang Pangeran memberi sebuah ciuman pada Snow White dan memberinya obat agar racun dari minuman itu keluar dari tubuh Snow White, Snow White akhirnya bisa bangun kembali." "…Pangeran?" tanya Kai sambil ngebuka matanya. Chen senyum. "Iya, ini aku putri. Aku Pangeran Kerajaan sebelah, aku tengah berkeliling dalam rangka…uhuk, puskesmas keliling. Siapakah namamu, putri?" "N-namaku Snow White…" kata Kai, mulai masuk lagi ke benang merah ceritanya [padahal ceritanya udah mau udahan]. "Apakah engkau yang menyembuhkanku dari racun?" "Benar, Tuan Putri." Chen lalu melihat botol mirai ocha di deket Kai. "Apa ini yang membuatmu ambruk?" Lay bisik-bisik ke Kris. "Sebenernya yang bikin Kai ambruk itu wushu nya Tao, bukan Mirai Ochanya. Makanya gue bilang apa, lebih baik pake domestos nomos." "Ekstrim, Lay -_-" kata Kris. Kai ngangguk kearah Chen. "…Sepertinya begitu… apa itu sangat berbahaya?" "Em, sebenarnya Mirai Ocha tidak berbahaya, melainkan itu SANGAT ENAK menurut author. APALAGI KALO DIKASIH GRATIS!" "Tapi gue dikasih gratis, ceritanya malah jadi mati suri -_-" kata Kai. Chen nelisik botol Mirai Ocha itu kayak detektif. "Kayaknya ini udah ditambah bahan blablablablabla dan ditambah racun blablablablabla, jadi blablablablablabla. Dan ini menyalahi aturan! Ini praktek percobaan pembunuhan! Apa sidik jari pelaku yang memberikan mirai ocha ini pada anda masih ada?" tanya Chen. Kai ngangguk bingung. "Iya meureun?" Chen lalu berlagak meriksa sidik jari pake HP-nya dan ngebuka GPS. "A-Ha! Pelakunya…. DISANA!" serunya sambil nunjuk Baekhyun. "Bek, pura-pura kaget dong bek!" Baekhyun pura-pura kaget. "Oh? Oh yaampun aku ketauan. Aku kaget." Datar amat! "Kurcaciii! Amankan sang penyihir itu!" kata Chen. Para kurcaci ga gerak. "Gue bilang amankan dia!" "Siapa elu, bisa merintah kita?" kata Kris. Chen gendok. Baekhyun ngerasa kasian dan menyerahkan diri aja. "RibSEU! Ribet Seukali ah! Gue nyerah. Ini borgol tangan gue ~_~" Luhan sama Dio garuk-garuk kepala. "Bingung deh." Kertas naskah yang dipegang Dio terus disamber Luhan. "Gue baca ya! Ehem, uhuk uhuk. Lalu, Sang Penyihir dan Pemburu tertangkap atas tuduhan percobaan pembunuhan. Sang Ratu diketahui bersalah dan tidak bisa kabur meskipun ia seorang ratu. Dan pada akhirnya—Sang Ratu menikah dengan kurcaci Chanyeol? WOY INI KOK BEGINI NASKAHNYA?" tanya Luhan bingung. Baekhyun nyengir sambil gandengan tangan sama Chanyeol. "Gue edit dikit endingnya, gue juga kan mau bahagia terakhirnya. Gue sama Chanyeol married! WAKWAKWKAKW" "GA ADIL! GUE JUGA!" seru Luhan. Dia nulis di akhir naskah. "Lalu, Si Pemburu juga menikah dengan kurcaci Sehun!" Sehun ketawa seneng. "Improvithathi [improvisasi] dikit gapapa kan yaaa, nah kita udah nikah ayo kita bulan maduuu! Mumpung valentine!" Sehun pun gendong Luhan masuk tenda bahagia. SENSOR SENSOR "GUE JUGA MAUUU!" seru Xiumin sambil nulis : "KURCACI XIUMIN NIKAH SAMA PANGERAN." Kai gapai-gapai pulpen dan ganti naskahnya jadi : "SNOW WHITE HIDUP BAHAGIA SAMA NARRATOR." Suho ikut-ikutan nulis : "CERMIN DISIHIR JADI MANUSIA PALING GANTENG DAN NIKAH SAMA KURCACI LAY" Lalu, Suho ngasihin pulpen ke Kris. "Kris, lu juga ganti nih!" Tao senyum senyum, sementara Kris nelen ludah sambil nulis: "KURCACI NIKAH SAMA KURCACI" "WAKAKAKAKKA GA ADA PERBAIKAN KETURUNANNN AWKAKKW" teriak Luhan nyindir Kris dari dalem tenda. Luhan ngakak. Semuanya ikut ngakak. Kris ngelempar deathglare. Semuanya jadi diem. "Ancur semua ini dongeng. DRAMA INI ANCUR!" teriak Kris. Hening. Si Sutradara merangkap kurcaci marah juga toh. "…Tapi asik juga," lanjut Kris dengan senyum. KEAJAIBAN, PEMIRSSSAH! Semuanya hela nafas lega. Takut kalo Kris marah beneran, soalnya kalo Kris marah gunung aja bisa kebalik. "Okeeee, tinggal uploaaaad videonya ke yutuuuuub!" seru Suho bahagia. "EXO HERE! HAPPY VALENTINE! WE ARE ONEEEEE!" . . . . . "Eh ini gimana sih cara upload-nya?" tanya Suho sambil ngutak-atik iPad-nya. "Klik yang 'upload video' hyung." kata Chanyeol. "Yang itu tuh" katanya sambil nunjuk-nunjuk. "Yang mana?" "Itu yang itu" "MANAA?" "ANJIR GAPTEK AMAT LU! DASAR MANUSIA GUA PURBAKALA!" omel Chanyeol. Saking marahnya dia, dia mencet-mencet[toel-toel] ngasal iPad yang Suho pegang. Dan Chanyeol menyentuh opsi… . . . . …DELETE VIDEO. . . "…" Chanyeol diem seribu bahasa. Suho noel-noel dia. "Eh kenapa videonya ilang terus ada tulisan 'VIDEO DELETED'?" "Ada apaan?" tanya Kris yang baru nyamperin mereka. Suho nunjuk iPad yang lagi dipegang Chanyeol. "Tadi gue mau upload video drama kita buat valentine, tapi gue ga ngerti dan akhirnya Chanyeol ngutak-atik ampe ada tulisan 'VIDEO DELETED'. itu apaan sih maksudnya? Hening. Mata Kris tiba-tiba semerah darah. Aura gelap keluar. Awan mendung menutupi langit. GULP. Chanyeol nelen ludah. Dia udah banjir keringet dingin. Mukanya pucet. "…Park Chanyeol…." panggil Kris pelan. . . . . . "…MAMPUS LO!" . . . . . . THE END! E-YOOOOO WUSSUUUUP! THEHUNGOGREEN DISINIIII! Sebenernya saya ga ngerayain Valentine, tapi yaa berhubung tanggal post nya dket2 valentine, jd gini deh. Special buat para reader : SNOW WHITE VERSI NYELENEH! AMPUNI GUE ATAS SEGALA CERITA YANG UDAH GUE OBRAK ABRIK AMPE BAHASA DAN TATA KELAKUAN PARA MEMBER EXO YANG OOC PISAN! Itu semua Cuma terlintas tiba-tiba di otak gue. Dan gue pengen berbagi imajinasi gue wakawakwk. Maklumi yaaaa Makasih buat yang udah baca ini fic, gue terharu pake pisan –nyusrutin ingus di kaos Kris-. AI LOP YU ALL! KALIAN LUAR BIASSSAAAAAA –gaya Ariel Noah- Kalo udah baca, review ya hehe Disediakan obat maag dan tukak lambung di kotak P3K terdekat setelah membaca ini. Arigatou. . . . OMAKE! . . "ANCUR UDAH USAHA KITA!" "UDAH CAPEK-CAPEK, VIDEONYA ILANG!" "JENIUS AMAT SIH LU PARK OON CHANYEOL!" "JANGAN SALAHIN GUE! SALAHIN SI SUHO-HYUNG, GARA-GARA DIA GAPTEK!" "KOK NYALAHIN GUE?" "PUPUS HARAPANKUUUUU" "Gue ngerti perasaan Bad Luck Brian sekarang!" Semua member lagi galau gara-gara video rekaman drama mereka ilang. Salahin si Park 'OON' Chanyeol [nama diberikan oleh Kris]. Iya, semua member galau. Kecuali Chen. Chen baru keluar kamar mandi dengan Cuma pake anduk ambil nyanyi-nyanyi lagu ayu tingting. "Sik asik sik asik-" "APANYA YANG ASIK KOPLAK!" omel Xiumin yang lagi bête. Chen tersentak. "Woyy easy easy! Gue kan Cuma bersenandung! Ini semua kenapa berkabung gini?" "Ini video rekaman drama kita ilang," isak Dio. "Hueee gimana ini" Chen naikin alis. Dia terus senyum. "Eh, temen-temen, ngomong-ngomong gue punya-" "PADAHAL GUE UDAH RELA PAKE HIGH HEELS DAN RELA GAJADI PANGERANNYA DIOO!" ratap Kai. Chen berusaha ngomong lagi. "Em, kalian, denger dulu, gue-" "PADAHAL GUE UDAH RELA DIBILANG KURCACI!" isak Sehun. Chen mencoba peruntungannya lagi. "Hei kalian! gue…." "ANCUR UDAH KERJA KERAS KITAAAAA! HUWEEEEE!" isak Luhan termehek-mehek ampe air mata bejibun sebaskom. Chen sweatdrop. Dia dikacangin dari tadi. "Hei guys, dengerin dulu! Gue…" Tao nyamperin Chen. "Udah deh Chen-gege. Sekarang pake baju dulu sana, kan baru keluar dari kamar mandi. Lo juga pasti ngerasa sedih kerja keras kita sia-sia—IYAA GUE JUGA PATAH HATI! Tapi tabah ya gege. Kita semua patah hati dan merasa kecewa gege." Dan Tao pun menyeret Chen [yang Cuma pake anduk] ke dalem kamarnya. BLAM. Tao nutup pintu kamar Chen. Di balik pintu kamar, Chen masih masang muka cengo-heran-herp. Chen lalu bergumam sendirian… . . "…Kenapa sih gue dikacangin, padahal daritadi gue mau bilang kalo gue punya KOPIAN VIDEO DRAMA-nya di flashdisk gue. Hhh yaudah kalo ga ada yang mau denger." END Mianhae , jika ada yg udh pernah baca , karna ff ini aslinya punya author di fanfiction.net .. Ga aku edit sama skali . Suer \/ .. :D jgan kira aku plagiat ya , aku juga akuin kok INI BUKAN FF PUNYA AKU :) |
| Rayhan Dwi Saputra bangun+rumah 's link Ini postingan cerpen lanjutan dengan genre "HOROR", murni karya gue yang gue tulis sendiri. semoga masih bisa lanjutin lagi.. sorry banyak orasinya, tapi satu kata lagi yang mau gue ucapin, selamat membaca.. , , , sedia popok sebelum ngompol , , , , , , , , , (namakamu) memakai kalung giok itu dan tak lupa membawa kotak tempat kalungnyasetelah itu (namakamu) segera keluar dari bangunan tua itu, Bisma yang melihat (namakamu) keluar langsung menghampiri (namakamu) dan memeluk (namakamu) erat. “kamu gppkan..” tanya Bisma “aku gpp Bis..” jawab (namakamu) “ekhem.. ekhem.. tadi cium cium sekarang peluk pelukan kapan gue..” gerutu Reza “maaf..” ucap Bisma “gpp.. emangnya kita kissing..??” tanya (namakamu) bingung “enggak kok, Reza aja yang ngelindur..” ucap Bisma “iya gue ngelindur..” ucap Reza tak suka “udah udah..” lerai (namakamu) “kamu ngapain aja di dalem..??” tanya Bisma “gpp.. yang penting misi kita selesai..” ucap (namakamu) “laporan apa yang kamu dapet..??” “nggak ada, bukankah kita cuma nyari ini..” ucap (namakamu) sambil menunjukan kalung giok hijau yang ada dilehernya “kita pulang yookk..” ucap Reza yang sudah bersandar di mobil Dengan tangan bergandengan Bisma dan (namakamu) melangkah menuju mobil “aku akan bersamamu.. menjagamu..selama lamanya... “ sebuah suara bergema di bengunan tua itu Sejak kepulangan mereka bertiga dari misi yang mereka tangani terakhir tingkah (namakamu) semakin hari semakin aneh, mulai dari (namakamu) minta sekamar dengan Bisma dan minta dibacakan buku dongeng sambil dibalai kepalanya oleh Bisma, sampai makanpun minta disuapi oleh Bisma, kalau tidak (namakamu) akan menangis dan mengurung diri, hingga Bisma akhirnya hanya bisa pasrah, sedangkan Reza yang mempunyai hati terhadap (namakamu) hatinya memanas setiap saat, meski dia tau itu semua bukan kehedak (namakamu), tapi kehendak kalung yang dipakai (namakamu). Misi misi merekapun berantakan karena (namakamu) menjadi cengen dan penakut, bahkan sering kesurupan di tempat dimana mereka ingin menuntaskan misi mereka. Bisma tengah tidur setela seharian menuruti keinginan (namakamu) yang aneh aneh, namun tiba tiba badannya sesak seperti tertindih. Merasa tak nyaman Bisma membuka kedua matanya perlahan dan menemukan (namakamu) di atas tubuhnya. “apa yang kamu lakuin..??” ucap Bisma terpotong oleh satu jari (namakamu) yang ada di mulutnya “ssstttt...” SKIP “hoooammm...” nguap (namakamu) (namakamu) melihat sekelilingnya, namun tak ada siapa siapa disana. Hanya (namakamu) sendiri tertutup selimut tebal. “emang iya semalem aku nggak minta aneh aneh sama Bisma..?? biasanya kalau di deket Bisma aku jadi nggak bisa ngendaliin diri..” ucap (namakamu) lirih (namakamu) “bodo deh.. lagian mana berani aku tidur kaya gini kalau ada Bisma.. paling juga Bisma pindah tidur ke kamar Reza..” lanjut (namakamu) (namakamu) bangun dari tidurnya dan langsung menuju ke kamar mandi, dan mengganti bajunya dengan baju Bisma. “(namakamu) udah bangun..” sapa Reza ketika (namakamu) sudah berada di ruang tamu “udah.. kaya yang lo liat..” jawab (namakamu) “(namakamu).. kamu yakin nggak mau lepas kalung itu..??” tanya Reza hati hati “kenapa emang..?? gue suka kok..” ucap (namakamu) “selama lo masih pake kalung itu, penjaga kalung itu bakal bikin lo terus terusan nempel sama Bisma..” ucap Reza “terus..??” “(namakamu).. lepasin kalung itu.. demi gue..” ucap Bisma tiba tiba “aahhhh... Bisma.. aku kangen tau sama kamu.. kamu kemana aja sih..” ucap (namakamu) tiba tiba berubah sikap dan langsung bergelayut manja di lengan Bisma “tuhkan.. harusnya gue nggak muncul..” sesal Bisma “Bisma.. jalan yukk..” ucap (namakamu) “nggak gue capek..” ucap Bisma acuh sambil melepaskan lengan (namakamu) paksa dan mengunci kamar Reza paksa “Za.. sampe mana tadi omongn kita..??” tanya (namakamu) “lupain..” ucap Reza “kenapa sih sekarang semua cuek sama gua..??” ucap (namakamu) “lo tau kenapa..??!!” ucap Reza “enggak.??” Ucap (namakamu) polos “karena kalung itu.. lo coba deh baca kalung itu sekali aja dan misi kita clear..” ucap Reza yang langsung pergi menuju ke kamarnya sebelumnya dia sempat menyenggol bahu (namakamu). “bis buka ini gue..” ucap Reza, dan pintupun terbuka dan Reza langsung masuk dan menguncinya lagi “maaf.. ini demi masa depan gue..” lirih (namakamu), namun saat (namakamu) ingin melepaskan kalung itu, tiba tiba semuanya berubah gelap *** “(namakamu).. apa yang pernah aku bilang padamu..??” tanya seorang wanita berpakaian suster yang tempo hari menemui (namakamu) dan anehnya (namakamu) berada ditempat yang sama , namun suasana begitu asri dan tidah sekotor tempo hari. “aku harus melepaskan kalung ini..” ucap (namakamu) “kalau kamu lepas kalung itu kamu akan menyesal..” ancam wanita tadi, dan tempat itu kini kembali seperti saat itu, bahkan kali ini dipenuhi lebih banyak darah yang mengalir dari tembok “kenapa..??” tanya (namakamu) “karena aku adalah kamu..” ucap wanita itu menunjukkan wajah aslinya yang ternyata memang sama persis dengan rupamu “ti..tidak mungkin...” desis (namakamu) pelan sambil merabai wajahnya “hihihihihhihihihihihihii.. (namakamu) aku adalah masa lalumu, berabad abad yang lalu aku di bunuh oleh tentara belanda karena aku mengobati seorang pemuda yang di anggap musuh besar belanda.. dia bernama Karisma wieratmodjoe.. saat itu.. *** “(namakamu).. jika aku gugur saat ini.. aku yakin di kehidupan berikutnya kita akan bersama lagi..” ucap Karisma setelah melaksanakan kewajibannya membarikan nafkah batin pada (namakamu) yang berstatus istrinya “aku mohon karisma.. tetaplah disisihku.. anak kita yang ada dalam kandunganku masih menginginkan kehadiran ayahnya..” ucap panik (namakamu) “aku akan berjuang (namakamu).. demi kamu.. demi anak kita.. meskipun aku gugur nantinya.. cinta dan doaku menyertai kalian agar kita kelak bisa hidup bersama di kehidupan kedua kita..” bujuk Bisma Akhirnya (namakamu) melepaskan kepergian suaminya untuk berperang melawan penjajah.namun.. Karisma tak pernah kembali sejak itu.. hingga putra mereka lahir. “ibu.. aku nitip aryo.. aku mau kerja di batavia buat nyari mas Karis..” pamit (namakamu) pada ibunya sambil menyerahkan bayinya pada ibunya “hati hati nduk.. disana banyak bahaya..” ucap ibunya “(namakamu) harus temukan mas karis buk, doakan (namakamu) ya buk..” ucap (namakamu) sebelum benar benar pergi. Sebelumnya (namakamu) menatap bayi mungilnya tak tega, namun rasa cintanya begitu besar pada suaminya karis. Dooorrrr... dddooorrr... dddooorrr... suara tembakan bertubi tubi di sebuah rumah sakit dimana (namakamu) bekerja menolong setiap prajurit dan masyarakat yang terluka sebagai seorang suster. “hei gadis.. kamu cantik juga haa..” ucap seorang kompeni “jangan sentuh saya..” berontak (namakamu) yang dipegangi oleh 2 orang “tenanglah manis, I akan jadikan you wanita yang paling bahagia.. we can happy tonight..” ucap seorang penjajah berkebangsaan Inggris “lebih baik aku mati daripada harus melayanimu..!!” bentak (namakamu) sambil meludah ke wajah penjajah itu “kill herr..!!” teriak kepala penjajah itu Dua orang itu menyeret (namakamu) sampai menempel didinding dan memukuli (namakamu) dengan kejam menggunakan linggis dan sebagian menyayat kulit putih (namakamu) dengan peralatan kedokteran yang adda hingga nyawa (namakamu) di ujung penantiannya. “aku akan kembali.. melindungi anak cucuku.. dan menemukan suamiku..” janji (namakamu) sebelum menghembuskan nafas terakhirnya *** (namakamu) tersentak kaget dan dia tersadar jika dia masih pingsan di depan pintu kamar Reza, namun kalung itu sudah tak ada di leher (namakamu), melainkan di genggaman tangan (namakamu). “Bisma.. ya Bisma.. dia adalah kunci dari ini semua, tapi bagaimana caranya menenangkan (namakamu) masa lalu..??” batin (namakamu) “aku akan tenang.. setelah anak dalam kandunganmu lahir..” bisik suara tak bersumber “anak..??” ulang (namakamu) sambil berfikir keras Bersambung... SALAM RAYZOMB |
| Zeerua bangun+rumah 's link Kisah Gentle Birth: Atisha Prajna Tiara Dewi Lestari (Dee), seorang penulis novel bestseller, penyanyi, dan penulis lagu, berbagi kisah luar biasa tentang persalinan anak keduanya bersama Reza Gunawan, suaminya yang berprofesi sebagai praktisi penyembuhan holistik. Dari pernikahannya yang pertama, Dee melahirkan putera sulungnya, Keenan Avalokita Kirana (6 thn), melalui operasi Caesar di sebuah rumah sakit di Bandung. Saat hamil puteri keduanya, Atisha Prajna Tiara (9 bulan), Dee dan Reza mendambakan sebuah persalinan alami dengan metode Gentle Birth.Berikut percakapan Liz Sinclair dengan pasangan Dee dan Reza tentang persalinan Atisha yang akhirnya terjadi di rumah mereka sendiri, di dalam air, tanpa didampingi dokter atau bidan, dan bagaimana pengalaman Gentle Birth telah mengubah kehidupan dan hubungan mereka. LIZ: Bagaimana awalnya kalian bisa mengenal persalinan alami atau metode Gentle Birth ini? REZA: Saya sudah cukup lama berkecimpung di bidang penyembuhan alamiah hingga akhirnya mendirikan pusat penyembuhan holistik di Jakarta tahun 2003. Sebagian besar pekerjaan saya terkait dengan penyembuhan trauma; bagaimana trauma yang belum tersembuhkan bisa mempengaruhi hidup kita bertahun-tahun ke depan; dan bagaimana setiap pengalaman hidup membentuk masa depan seseorang. Saya juga banyak mendampingi klien yang sedang hamil. Awalnya saya nggak tahu banyak tentang Gentle Birth, saya cuma tahu bagaimana mengajarkan teknik relaksasi dan self healing bagi ibu hamil, hingga akhirnya beberapa tahun lalu saya menonton film dokumenter tentang Gentle Birth yang berjudul “Birth As We Know It”. Saat itu, kebetulan saya sudah kenal dengan Mira, seorang bidan persalinan alami di Bali, yang sudah puluhan tahun berpengalaman melakukan water birth di berbagai negara di dunia. Saya juga sudah mengenal Yayasan Bumi Sehat, sebuah fasilitas Gentle Birth di Ubud, Bali. Januari 2009, kami melakukan cek USG untuk memastikan kehamilan Dewi. Selang dua hari, kami berangkat ke Ubud untuk retreat meditasi. Berhubung sudah di Ubud, kami pun mengunjungi Bumi Sehat. Di sana, Dewi memeriksakan kehamilan sambil melihat-lihat fasilitas persalinan. Setelah kembali ke Jakarta, kami jadi bersemangat mempelajari lebih jauh tentang water birth dan Gentle Birth. Kami juga menonton film dokumenter yang dibuat Ricki Lake berjudul “The Business of Being Born”. Film itu banyak membuka mata kami tentang berbagai aspek proses persalinan modern yang selama ini luput dari pengamatan banyak orang. Kami semakin ingin menjalani proses Gentle Birth, tapi kesulitan mencari fasilitas pendukung di Jakarta. Meskipun setidaknya ada dua tempat di Jakarta yang bisa melakukan water birth, kami merasa fasilitas-fasilitas itu belum bisa memberikan suasana Gentle Birth yang ingin kami alami. Kami menginginkan suasana yang lebih sakral, personal, bahkan kalau bisa di rumah sendiri. Sempat juga kami mempertimbangkan untuk sewa rumah di Ubud, supaya Mira atau bidan Bumi Sehat bisa membantu persalinannya, tetapi setelah kami survei lebih lanjut, kok, ternyata nggak praktis. Kami jadi harus meninggalkan Jakarta terlalu lama. Akhirnya kami terpaksa mencari opsi lain. Di Bumi Sehat kami sempat berkenalan dengan bidan bernama Ibu Budi yang bersedia terbang ke Jakarta untuk membantu persalinan. Kami sempat lega karena minimal sudah punya “pegangan”. LIZ: Apakah kalian memang menyiapkan diri untuk melakukan persalinan tanpa pendampingan bidan atau dokter? REZA: Sekitar bulan ke-6, tiba-tiba Ibu Budi kirim SMS, beliau membatalkan kesanggupannya karena ada acara keluarga yang bertepatan dengan perkiraan waktu Dewi melahirkan. Perencanaan kami pun amblas kembali ke titik nol. Anehnya, walaupun saya nggak punya pengalaman sama sekali, saya merasa cukup tenang dan nyaman dengan kemungkinan harus membantu persalinan Dewi sendirian. Sempat saya membaca buku tipis tentang persalinan darurat, yang biasanya digunakan oleh polisi dan pemadam kebakaran. Mira juga senantiasa mengingatkan, “Kalau ternyata kamu harus mendampingi Dewi sendiri, ingat bahwa proses ini milik alam. Yang paling penting, kamu harus hadir penuh perhatian dan menunggu proses itu terjadi dengan sendirinya.” Setelah saya dan Dewi berpasrah, tiba-tiba pada akhir kehamilan, Mira sendiri menyatakan kesediaannya untuk terbang ke Jakarta pada hari H persalinan. Padahal Mira sudah lama pensiun menjadi bidan. Kesediaan Mira membuat kami berdua jadi lebih tenang. Sembilan hari sebelum persalinan, kami berdua mengungsi ke rumah orang tua saya. Kami memang merencanakan melahirkan di sana karena fasilitas air panasnya bagus. Sembilan hari pula saya berhenti praktek di klinik. Dan setiap hari, kami selalu bertanya-tanya, “Malam ini bukan, ya?” Lama-lama kegelisahan itu mulai mengganggu. Kami menelepon Mira, dan beliau menasihati, “Ada pepatah dalam Bahasa Inggris: a watched pot never boils.” Artinya, sesuatu kalau terlalu ditunggu-tunggu malah rasanya nggak kejadian-kejadian. Mira menyarankan kami pulang lagi ke rumah sendiri, saya dan Dewi juga disuruh kembali berkegiatan. Eh, besok paginya, tahu-tahu bayi kami lahir. LIZ: Dee, bisa ceritakan bagaimana persalinan pertama Anda dan bagaimana perbedaannya dengan proses persalinan anak kedua? DEE: Dulu pemahaman saya tentang kehamilan dan persalinan sangatlah simpel. Sedikit sekali yang saya tahu. Saya cuma berpatokan pada Mama saya almarhum yang melahirkan lima orang anak secara normal, padahal badannya lebih kecil dari saya. Jadi saya selalu merasa pasti bisa seperti Mama. Tahunya, kakak perempuan saya, yang paling pertama kali punya anak di antara kami bersaudara, ternyata harus operasi Caesar. Agaknya itu membuat saya mulai ragu, kok, ternyata nggak semudah yang saya kira. Waktu saya hamil Keenan, saya masih termotivasi untuk melahirkan normal, tapi pengetahuan saya saat itu beda banget kalau dibandingkan sekarang. Hari itu, air ketuban saya pecah subuh-subuh, dan saya langsung pergi ke rumah sakit. Begitu sampai di sana, otomatis kami harus mengikuti prosedur rumah sakit. Pukul 9 pagi, perawat menawarkan induksi. Waktu itu, saya nggak kebayang bagaimana efeknya, jadi saya setujui. Saya pikir itulah yang terbaik dan teraman bagi saya dan bayi. Kontraksi saya malah semakin kuat dan intens. Sakit sekali. Tapi ternyata bukaan saya belum cukup juga. Selama proses kontraksi, suasana di ruang itu sangat nggak nyaman. Orang-orang datang keluar masuk. Memang banyak teman dan keluarga saya yang hadir, dan bukannya saya nggak bersyukur dengan kehadiran mereka, tapi saya benar-benar nggak mendapatkan privasi. Dan itu ternyata membuat proses persalinan terasa makin sulit. Pukul 12.30, dokter menawarkan operasi Caesar karena tidak ada bukaan lebih lanjut. Jujur, saat itu saya sudah nggak merasakan lagi koneksi dengan tubuh saya sendiri. Yang saya ingat cuma rasa sakit luar biasa yang penginnya cepat-cepat lewat. Karena sudah nggak kuat menahan nyeri, saya setuju untuk operasi Caesar. Apa pun yang penting sakit itu lewat, pikir saya waktu itu. Bahkan saya minta dibius total. Bangun-bangun, saya sudah menggigil kedinginan di ruang operasi. Baru di kamar, dalam keadaan setengah sadar, saya sempat melihat Keenan sekilas. Lalu saya tertidur lagi, dan Keenan pun dibawa ke ruang bayi. Rasanya sangat janggal. Ketika saya melihat Keenan, saya tidak merasakan koneksi batin yang kuat dengannya. Saat itu saya nggak tahu bahwa proses kelahiran yang sarat intervensi itu sudah mengacaukan hormon saya yang berfungsi untuk menciptakan bonding dengan bayi. Saya pikir, semua itu wajar. Pernah satu malam di rumah sakit, payudara saya bengkak karena kepenuhan ASI, dan saya minta tolong perawat untuk membawa Keenan supaya bisa saya susui. Bukannya Keenan yang dibawa, perawat itu malah memberikan botol kosong dan saya disuruh untuk memompa ASI yang katanya nantinya akan diberikan ke Keenan. Saya cuma bisa bengong. Saya belum pernah menyusui sebelumnya, boro-boro tahu cara memompa. Mati-matian saya berusaha memerah dengan tangan dan akhirnya cuma dapat satu sendok teh. Ketika kami pulang dari rumah sakit, petugas pun memberikan paket susu formula dan bilang “Ini merk susu yang selama ini kami berikan untuk bayi Anda.” Dan akhirnya saya lanjut memberikan susu formula itu pada Keenan, meski terus diselingi ASI. Saya menyusui Keenan sampai dua setengah tahun, tapi kami tidak pernah mengalami ASI eksklusif karena Keenan sudah diberi formula dari hari pertama dia lahir, tanpa persetujuan saya. Namun, sekali lagi, saya pikir itu wajar, dan semua ibu mengalaminya. Karena lahir di rumah sakit, dalam 24 jam Keenan juga langsung divaksinasi. Selama masa kecilnya, Keenan sering mengalami reaksi alergi dan kesulitan bernapas. Hingga sekarang gejala itu masih ada, dan pelan-pelan kami mengobatinya memakai terapi homeopati. Berbekal semua pengalaman itu, ketika hamil anak kedua, saya bilang sama Reza, “Kali ini, saya mau melakukan persalinan yang benar-benar berbeda.” Waktu persalinan Atisha, sejujurnya saya agak kaget karena ternyata rasa nyerinya tidak sehebat yang saya alami dulu. Barangkali karena saya tidak diinduksi, jadi meski ada rasa nyeri, tetap masih dalam batas yang bisa saya tahan. Dan karena saya melahirkan di rumah, saya bisa berekspresi penuh. Nggak ada ketegangan karena infus, orang hilir mudik, dan intervensi ini-itu. Saya bisa jongkok, nungging, teriak, membenamkan kepala di bantal, pokoknya gaya apa pun yang saya mau. Saya juga sudah sepakat sama Reza, kalau saat persalinan kami nggak mau ada orang lain di kamar. Hanya saya berdua dengan Reza. Saya ingin bebas menjadi diri sendiri, mengalami proses melahirkan dengan sepenuh-penuhnya tanpa perlu menahan diri. LIZ: Saat melahirkan Keenan di rumah sakit, apakah kamu merasa ada tekanan untuk diam dan nggak menjadi diri sendiri? DEE: Waktu itu saya ditempatkan di ranjang, jadi saya harus menahan semua rasa nyeri dalam posisi statis. Apalagi sesudah diinduksi di lengan saya ada jarum infus, jadi saya makin nggak bisa bergerak. Saya juga merasa nggak bebas berekspresi karena banyak orang di sekeliling saya. Mereka nggak secara langsung menahan atau menyuruh saya diam, tapi akhirnya terkondisikan untuk demikian. LIZ: Dan saat melahirkan Atisha, kamu merasa bisa berekspresi sepenuhnya? DEE: Ya, saya bahkan bisa berfungsi normal seperti biasa, malah sempat buang air kecil di tengah-tengah kontraksi. Saya bisa jalan sendiri ke toilet. LIZ: Apa yang kira-kira memicu perubahan persepsi Anda tentang persalinan? DEE: Jauh sebelum hamil, kami memutar video dokumenter “Birth As We Know It” untuk pertama kalinya, dan saya cuma sanggup menonton lima menit. Di video itu, baru kali itulah saya menyaksikan seorang perempuan melahirkan dengan alami. Saya nggak sanggup melanjutkan. Saya cuma menangis tersedu-sedu. Saat itu, saya baru menyadari trauma yang selama ini saya simpan. REZA: Adegannya itu tentang perempuan yang melahirkan di tengah danau. Dia jongkok dan bayinya keluar begitu saja di dalam air. DEE: Dipandu oleh Reza, saat itu juga kami melakukan proses penyembuhan trauma. Setelah itu, saya baru berani melanjutkan menonton. Begitu banyak perasaan yang bermunculan. Saya nggak sadar bahwa ternyata saya menyimpan kekecewaan pada diri sendiri karena tidak bisa memberikan persalinan yang saya inginkan, dan yang paling utama adalah: saya merasa bersalah pada Keenan. Ia lahir tanpa merasakan pelukan ibunya terlebih dulu, tanpa mengalami proses menyusui yang seharusnya menjadi insting setiap bayi. Saya ingat, pada malam yang sama, Keenan sedang batuk cukup parah. Keesokan harinya, setelah trauma saya sudah dibersihkan, seketika batuknya sembuh begitu saja tanpa diobati. Saya nggak menyangka betapa eratnya koneksi energi antara saya dan Keenan. Antara seorang ibu dan anak. Pengalaman itu seperti “membangunkan” saya. Pemahaman dan pendekatan saya tentang kehamilan dan persalinan berubah total. LIZ: Bagaimana dengan persiapan selama kehamilan, apakah ada yang khusus atau yang berbeda dibandingkan dengan apa yang Dee jalankan dulu saat hamil pertama kali? REZA: Proses kehamilan ini seluruhnya berjalan alami. Kami berdua tekun berlatih meditasi dan self healing. Dewi juga rajin berlatih Tai Chi untuk ibu hamil. Kalau diperlukan, kadang saya membuatkan racikan air bunga (Bach Flower Remedies) untuk Dewi, yang berguna untuk penyembuhan dan penyeimbangan mental. Kalau ada masalah selama kehamilan, kami hanya menelepon para bidan di Bali untuk konsultasi. Biasanya, kami dapat saran sederhana dari Mira seperti “Istirahat saja yang cukup, ya. Nggak usah khawatir, percaya sama alam.” Kami hanya ke dokter sebanyak 2 kali, pertama di awal kehamilan dan sekali lagi di minggu ke-37 untuk USG. DEE: Pada kehamilan kedua, saya nggak minum obat apa pun, hanya multivitamin organik khusus untuk kehamilan, Bach Flower Remedies, tai chi, meditasi, Jin Shin Jyutsu (terapi dari Jepang yang menggunakan sentuhan ringan, semacam akupunktur tanpa jarum – RED), dan latihan self healing. Meski sempat mengalami mual-mual dan gatal hamil (prurigo), saya bertahan dengan penyembuhan alamiah. Dan semua itu memang akhirnya lewat dengan sendirinya. Pernah juga dua kali saya pendarahan ringan, saya berusaha nggak panik dan hanya istirahat total. Kalau di kehamilan pertama, hal-hal seperti itu sudah langsung membuat saya daftar opname ke rumah sakit. LIZ: Apakah Anda pernah merasa ragu untuk menjalankan persalinan Gentle Birth? DEE: Tentu saja saya pernah dihinggapi keraguan. Bisa nggak ya saya mengalami persalinan alami? Kedua kakak perempuan saya melahirkan dengan operasi Caesar. Salah satu bahkan bilang, “Sekali Caesar, kamu harus Caesar lagi supaya aman. Udah, terima nasib aja.” Tapi, sekarang saya sudah banyak riset dan membaca. Meski anggapan semacam itu populer, tapi saya tahu itu nggak sepenuhnya benar. Sebaliknya, dengan jarak persalinan yang cukup, kehamilan yang nggak bermasalah, saya malah merasa lebih aman untuk melahirkan secara alami ketimbang harus Caesar lagi. LIZ: Lalu bagaimana akhirnya proses persalinan Atisha, bisa diceritakan? REZA: Dewi mulai kontraksi pukul 4.30 pagi. Tapi karena selama dua minggu terakhir dia sering mengalami Braxton Hicks (kontraksi palsu – RED), kami memutuskan untuk menunggu sejam sebelum akhirnya menelepon Mira. Pukul 6.30 WITA, Mira mulai bersiap berangkat dari rumahnya. Setiap puncak kontraksi, saya berikan akupresur untuk meringankan nyerinya Dewi. Di sekian menit antar kontraksi, saya melakukan segala persiapan, dari mulai mengurus tiket Mira ke travel agent, memompa kolam untuk melahirkan, mengisi air, dan seterusnya. Pokoknya saya mondar-mandir terus. Sayang, Mira nggak berhasil kebagian pesawat yang paling pagi, dan baru dapat pesawat yang pukul 11.30. DEE: Ketika dikasih tahu Mira nggak berhasil berangkat dengan pesawat pagi, saya pun tahu kami akan menjalankan persalinan itu sendiri. Sebagai rencana darurat, kami memang terdaftar di rumah sakit yang cuma lima menit dari rumah. Tapi kontraksi saya sudah sangat kuat dan jaraknya sudah pendek-pendek. Saya nggak punya waktu untuk berpikir ini-itu. Saya bahkan nggak punya waktu untuk merasa takut. Satu yang saya ingat, Mira selalu mengajarkan untuk jangan mengejan, biarkan bayi keluar dengan sendirinya. Tepat pukul 9, nyeri kontraksi mendadak hilang, bergeser menjadi sensasi lain. Seolah di dalam tubuh saya ada yang ingin mendorong keluar. Saya ingat, ketika saya lagi jalan di pinggir kolam, tiba-tiba saja lutut saya menekuk seperti mau jongkok. Saya langsung bilang ke Reza, “OK, kita harus masuk ke kolam. Sekarang.” Benar-benar instingtif. Ketika berada dalam air, sensasi mendorong itu nggak terasa menyakitkan. Rasanya lebih seperti tubuh saya merekah terbuka, seperti bunga mau mekar. Spontan dan nggak bisa ditahan, saya pun membuat bebunyian, seperti teriakan, tapi bunyinya beda. Suara saya mirip lenguhan sapi, pokoknya kayak binatang. Sangat… primal. Rasanya saya kebelah jadi dua: Dewi yang berpikir dan Dewi yang melakukan persalinan. Sisi saya yang berpikir sibuk komentar: “Ini kok nggak kayak suara kamu, sih,”; “Ini kok rasanya gini, sih,” dsb, dsb. Sementara sisi yang satunya lagi begitu tenang, pasrah, mengalir bersama proses persalinan. Ketika Atisha keluar, saya kaget sendiri. Lho, kok udah selesai lagi? REZA: 30 menit dari kami masuk kolam, Atisha meluncur keluar, mendarat di tangan saya, dan saya langsung berikan ke Dewi. DEE: Dari tangan Reza, saya mengambil Atisha, memeluknya di dada. Setengah jam kemudian Atisha sudah menyusui. Ajaib sekali rasanya seluruh perjalanan itu: dari pengalaman persalinan di meja operasi hingga akhirnya mengalami persalinan spontan, natural, di rumah, di dalam air. Atisha bahkan ditangkap oleh tangan ayahnya sendiri. Mimpi besar kami jadi kenyataan. REZA: Persalinan Atisha terjadi begitu indah sekaligus alamiah. Kami nggak merasa kehidupan normal kami terinterupsi karena harus melakukan perjalanan ke rumah sakit, harus menginap di tempat asing, dst. Proses hadirnya Atisha terasa seperti bagian dari kehidupan kami sehari-hari. DEE: Oh ya, di balik pintu kamar, sebetulnya ada adiknya Reza, Sharena, yang berjaga-jaga kalau kami butuh air panas, handuk, dsb. Sementara orang tua Reza dan Keenan menunggu di ruangan lain. Ketika kami sudah masuk kolam, Reza sudah nggak kepikir untuk merekam video. Nggak mungkin kan dia menangkap bayi sambil pegang handycam. Di tengah kontraksi, tiba-tiba saja saya terpikir untuk mengajak Sharena masuk dan mengambil video. Jadi, pada saat Atisha lahir, akhirnya ada tiga orang di kamar. Dan kami bersyukur sekali karena kami jadi punya dokumentasi. LIZ: Bagaimana suasana di rumah saat itu? REZA: Februari 2010 lalu, saya mengikuti workshop di Singapura bersama Elena Tonetti-Vladimirova, pembuat film dokumenter “Birth as We Know It”. Elena menjelaskan konsep “medan energi persalinan”. Ketika seorang perempuan berproses untuk melahirkan, ada semacam medan energi yang mengelilinginya, dan semua orang yang berada di dalam medan energi tersebut akan terpengaruh, seolah masuk ke dalam kesadaran yang berbeda. Saya rasa medan energi ini lebih mungkin terasa ketika persalinan terjadi di rumah dibanding di rumah sakit. Saya sendiri merasakan bagaimana seisi rumah orang tua saya waktu itu seperti masuk ke frekuensi kesadaran yang lain. Adik saya nggak biasanya setenang itu. Saya sendiri merasa seperti punya kesadaran dan energi seorang bidan. Saya menjalani proses persalinan dengan begitu tenang dan sabar. Setelah selesai, barulah meledak kebahagiaan yang meluap-luap, sampai saya nggak berhenti-berhenti keluar air mata. Dewi juga mengalami hal yang sama. Bisa merasakan energi sekuat itu, dan bagaimana satu rumah bisa ikut bertransformasi, benar-benar pengalaman yang luar biasa. LIZ: Seperti tercipta ruang sakral… REZA: Ya, dan ruang sakral itu mampu menggeser frekuensi batin dan perilaku kita sehari-hari. Benar-benar kuat pengaruhnya. Menakjubkan. LIZ: Di praktek persalinan zaman Mesir kuno, perempuan-perempuan biasanya memakai kursi jongkok berkaki rendah dengan lubang di tengahnya. Saat itu, posisi jongkok lazim dilakukan untuk persalinan. DEE: Saya pernah lihat instruktur senam hamil di rumah sakit menjelaskan posisi-posisi perempuan melahirkan dari zaman ke zaman, salah satunya ada ilustrasi perempuan yang melahirkan sambil jongkok. Waktu itu saya nyeletuk dalam hati, “Aduh, primitif banget. Gimana bisa perempuan melahirkan kayak begitu?” Yang saya tahu, semua perempuan modern melahirkan dalam posisi berbaring dengan kaki diangkat ke atas. Tapi ternyata, waktu proses persalinan Atisha, saya mengalami sendiri bagaimana lutut saya spontan menekuk. Dorongan itu rasanya begitu natural. Saya jadi berpikir, barangkali memang sudah sedemikian jauhnya praktek persalinan modern dengan proses yang alami. REZA: Dari riset, kami sempat tahu juga bahwa posisi bersalin sambil berbaring itu baru diterapkan ketika persalinan mulai bergeser dari rumah tinggal ke rumah sakit di mana para bidan tidak lagi diikutsertakan. Para dokter obstetri saat itu tidak merasa nyaman untuk jongkok dan menangkap bayi di bawah, jadi para perempuan akhirnya diminta untuk berbaring dan mengangkat kaki. Banyak sekali hal mengejutkan yang kami dapati selama riset tentang persalinan, terutama mengenai betapa jauhnya persalinan alamiah dengan persalinan modern yang kita kenal sekarang. Seorang teman saya melakukan penelitian di Papua. Dia menemukan sebagian suku di sana ternyata melakukan water birth. Ibu yang sudah siap melahirkan akan pergi ke danau dengan perahu kecil, ditemani anak lelakinya. Ketika si ibu merasa kontraksinya sudah kuat dan bukaannya cukup, dia akan turun ke air sambil berpegangan pada perahu, lalu anak lelakinya menyelam untuk menangkap adiknya yang keluar di dalam air. Luar biasa, kan? LIZ: Sangat luar biasa. Manfaat atau berkah apa saja yang sudah kalian rasakan dari pengalaman persalinan alami ini? REZA: Dewi nggak mengalami sobekan. Jadi nggak ada yang perlu dijahit. Untuk pemulihan, Dewi hanya minum obat homeopati. DEE: Atisha juga tidak divaksinasi, dan belum pernah diberi obat kimia apapun sejak lahir. Sejauh yang saya amati, kesehatan dan daya tahan tubuhnya jauh berbeda dengan Keenan. REZA: Kami mempraktekkan co-sleeping dengan Atisha, yakni tidur di ranjang yang sama. Atisha pun tidur dengan baik sejak hari pertama. Kami sama sekali nggak kurang tidur karena tak harus bangun setiap sekian jam sebagaimana yang umumnya terjadi. DEE: Sejak lahir, Atisha belum pernah berpisah dari saya. Saya memutuskan untuk merawat dia sepenuhnya dan menggeser pekerjaan saya jadi prioritas ke-5, bahkan ke-10 kalau perlu. Saya nggak merasa kehilangan apa pun. Mengasuh dia sudah membuat saya merasa tercukupi setiap harinya. Dulu, saya nggak seperti itu. Dulu, saya kehilangan sekali sisi Dewi yang bekerja, yang berkarier, dan pengin cepat-cepat kembali aktif seperti sebelum punya anak. Sekarang, setelah Atisha lahir, saya malah merasa lebih utuh. Rasanya peran ibu dan istri benar-benar menyatu dengan diri saya secara keseluruhan. LIZ: Bagaimana Gentle Birth mempengaruhi hubungan kalian berdua? REZA: Ketika saya mengawali hubungan dengan Dewi, dia sudah punya seorang anak. Saya mengamati Dewi dari berbagai sisi: sebagai dirinya sendiri, sebagai seorang pasangan, dan sebagai ibu bagi Keenan. Saya merasa kelahiran Atisha telah membuat semua sisi Dewi tadi semakin terintegrasi. Saya menyaksikan Dewi berkembang penuh dan utuh ke dalam peran seorang ibu. Berbeda sekali dibandingkan sebelumnya. Bukan berarti selama ini cintanya pada Keenan ada yang kurang, tapi saya merasa ada sosok ibu yang tidak berkesempatan mekar secara penuh saat persalinan yang pertama. Sekarang, Dewi punya koneksi yang lebih baik dengan tubuhnya sendiri, lebih grounded. Ketika dia berinteraksi dengan saya, saya merasa dia lebih jujur tentang dirinya, kebutuhannya, dan intuisinya. Kalau dibandingkan antara sebelum hamil dan masa sekarang, saya nggak merasa kekurangan apa pun dalam hubungan kami, baik keintiman fisik maupun emosional. DEE: Waktu kami baru menikah, saya sempat memperingatkan Reza, “Kalau nanti kita punya anak, semua bakal berubah. Siap-siap aja. Saya udah pernah ngalamin.” Saya juga sudah siap-siap akan “kehilangan” diri saya selama minimal dua tahun, individualitas saya, karier saya, semua bakal berubah lagi. Tapi ternyata enggak. Justru kehadiran anak kedua ini menambah kualitas hubungan kami, bukannya mengurangi. Sejak hari pertama, saya menyaksikan keterlibatan Reza yang begitu penuh dengan Atisha. Sekarang Atisha sudah hampir 10 bulan, dan sampai hari ini Reza masih berkaca-kaca setiap kali Atisha bikin sesuatu yang lucu atau ngegemesin. Kadang-kadang, dia malah lebih keibuan dari saya, ha-ha-ha… REZA: Cuma melihat Dewi bersama Atisha saja, saya sering tiba-tiba menangis terharu. Waktu saya mengedit video kelahiran Atisha selama tiga malam, tiga malam juga saya berlinangan air mata. Dalam pengamatan saya, Atisha itu bayi yang penuh kesadaran. Ada yang istimewa pada Atisha dan bagaimana ia menjalin konektivitas dengan Dewi, saya, Keenan. Kehadirannya membuat keluarga kami menjadi semakin erat dan hangat. Kebahagiaan seperti terus-terusan mengalir setiap hari. Saya merasa sangat penuh. DEE: Saya jadi bertanya-tanya, apakah mungkin salah satu faktor mengapa banyak pasangan mengalami rasa keterpisahan pasca persalinan adalah karena pengalaman persalinan yang tidak utuh? Begitu juga dengan baby blues, yang katanya normal terjadi. Memang betul saya merasa adanya perubahan hormon sekian hari setelah melahirkan, dan memang terasa pengaruhnya pada mood, fisik, dan emosi. Tapi rasanya nggak ada yang ekstrem. Saya hanya menyadari dan memperhatikan bahwa ada perubahan saja. Bukan sesuatu yang jadi membebani. REZA: Fenomena lain yang biasanya terjadi setelah anak lahir adalah munculnya jarak antara suami dan istri. Saya sering mengamati hal itu terjadi pada klien dan juga teman-teman sendiri. Biasanya suami merasa tersisih karena perhatian sang istri tercurah penuh pada anaknya. Saya nggak mengalami itu. Saya sama sekali nggak keberatan kalau Dewi memberikan seluruh perhatiannya untuk mengasuh anak. Malah, saya merasa berat kalau meninggalkan rumah. Bahkan sebulan setelah persalinan, saya masih sulit kembali bekerja. Sampai sekarang pun, setiap saya berangkat ke klinik, wajah Atisha selalu terbayang-bayang. Bagi saya, menangkap anak sendiri dan memberikannya langsung pada sang ibu adalah pengalaman yang penuh keajaiban. Kelahiran Atisha ikut melahirkan “ayah” dalam diri saya. Andaikan semua ayah merasakan keajaiban ini, barangkali tidak perlu ada suami yang merasa tersisih oleh kehadiran anaknya. LIZ: Setelah mengalami semua yang kalian ceritakan, apa yang ingin kalian sampaikan bagi mereka yang mempertimbangkan untuk menjalankan Gentle Birth? REZA: Selama enam tahun terakhir, saya mengajar kelas self healing. Dan setiap ada ibu hamil yang datang ke klinik, saya selalu rekomendasikan untuk belajar self healing. Saya juga sedang membuat program lanjutan dari kelas self healing yang dikhususkan untuk kehamilan dan persalinan. Saya sih nggak mungkin menjadi bidan, tapi rasanya saya masih bisa memberikan kontribusi bagi berkembangnya Gentle Birth melalui kisah persalinan Atisha serta menyajikan berbagai keterampilan self healing bagi ibu hamil dan menyusui. Setelah Atisha lahir, saya punya beberapa klien yang mengalami persalinan Gentle Birth dengan cukup baik. Jadi, meski perlahan-lahan, saya perhatikan kesadaran itu mulai muncul. Saya akan selalu mendukung siapa pun yang mempertimbangkan Gentle Birth. Bila waktu hari H ternyata pelaksanaannya berbeda, atau Gentle Birth hanya dipraktekkan secara parsial saja; seperti menunda pemotongan tali pusat, atau menunggu di rumah lebih lama sebelum berangkat ke rumah sakit, atau mengurangi jumlah USG yang tidak perlu selama masa hamil, atau tekun berlatih self healing selama hamil dan bersalin, itupun sudah cukup membantu menciptakan pengalaman melahirkan yang lebih baik. Secara statistik, komplikasi persalinan yang membutuhkan intervensi medis sebenarnya hanya terjadi di 5% persalinan. Di tempat seperti Bumi Sehat, bahkan hanya sekitar 4-5% klien yang harus ditransfer ke rumah sakit untuk operasi Caesar. Angka itu sangat rendah jika dibandingkan dengan rata-rata fasilitas persalinan modern di Indonesia. Jujur, saat ini saya merasa situasi persalinan secara umum di Indonesia cukup menyedihkan. D Jakarta juga belum ada cukup informasi maupun layanan yang mendukung Gentle Birth. Kami terus berdoa semoga suatu hari fasilitas Gentle Birth bisa ada di Jakarta. Apalagi selalu ada kecenderungan perilaku di daerah lain untuk mengikuti tren yang di Jakarta. Gentle Birth adalah perjalanan panjang yang saling berkaitan; dimulai dengan seks yang sadar dan sakral (sacred sexuality), kehamilan alami, persalinan yang ramah jiwa, hingga mengasuh anak dengan penuh kesadaran. Tidaklah cukup untuk sekadar menekankan pada proses lahir di hari H saja. Dalam praktek saya, bahkan jauh sebelum lahirnya Atisha, saya sudah sering melihat betapa kualitas kehamilan dan persalinan bisa mempengaruhi perilaku dan tingkat kekerasan seseorang saat ia beranjak dewasa. Sementara, kita lihat sendiri betapa memprihatinkannya problem perilaku dan tingkat kekerasan yang terjadi di dunia saat ini. Bagi saya pribadi, Gentle Birth adalah pendekatan yang perlu kita kenal dan coba jalani. LIZ: Apa kira-kira yang paling penting untuk dipahami oleh calon ibu dan ayah mengenai Gentle Birth ini? REZA: Yang sering kita tidak disadari adalah, momen persalinan bisa memicu trauma saat kita sendiri dilahirkan dulu. Kalau trauma itu tidak dibersihkan, efeknya bisa macam-macam, dari mulai komplikasi, baby blues, sampai disintegrasi hubungan suami-istri. Sebaliknya, jika sempat dilakukan pembersihan trauma, persalinan bisa menjadi gerbang transformasi dan penyembuhan, bukan hanya bagi ibu, tapi siapa pun yang terlibat, termasuk suami/ayah. Proses kehamilan Atisha telah mendorong kami menghadapi segala hal dalam diri kami yang perlu disembuhkan. Sebagai seorang terapis, saya sudah terbiasa menyaksikan keajaiban. Namun keajaiban saat melahirkan benar-benar nggak ada bandingannya. DEE: Kalau saya perhatikan, saat ini pendekatan persalinan yang populer cenderung fokus pada bagaimana membuat ibu lebih nyaman secara fisik saat bersalin. Jadi hanya sekadar mengurangi rasa sakit saja. Tapi, pengalaman bayi itu sendiri saat dilahirkan, kebutuhan utamanya, seperti terlupakan. Bahkan diabaikan. Seolah-olah bayi dianggap nggak bisa merasa atau merekam pengalamannya saat lahir. Selama bayi bernapas, selamat, dan kelihatan tubuhnya fungsional, dianggap sudah cukup. Belum ada respek dan pemahaman yang mendalam tentang apa yang sebenarnya bayi butuhkan. Bagi saya, Gentle Birth adalah hadiah bagi Atisha. Fokusnya bukan pada saya, atau Reza, atau bidan, melainkan pada Atisha. Gentle Birth dengan pendekatannya yang ramah jiwa dan minim trauma akan mempengaruhi kualitas sepanjang hidup bayi. Nggak ada kebisingan, lampu menyilaukan, tempat yang asing dan dingin, ditangani orang-orang yang tidak ia kenal. Tidak ada pemisahan dengan ibu. Atisha langsung disusui sesuai dengan insting naluriahnya. Dan saat persalinan, yang kami dengarkan dan turuti adalah isyarat kesiapan si bayi di perut, bukan semata-mata apa yang saya mau, bukan mengikuti aba-aba dokter atau orang luar. Inilah pemahaman yang ingin saya bagikan bagi para calon ibu. Sadari pentingnya kebutuhan dan kualitas pengalaman bayi saat dilahirkan. Melahirkan adalah persembahan bagi bayi Anda. Bukan cuma perkara mengurangi rasa nyeri atau mencari kenyamanan ekstra. Ketika saya dibius saat persalinan Keenan, tentu itu lebih “nyaman” karena saya nggak merasakan nyeri, saya tinggal berbaring dan seseorang mengambil bayi keluar dari tubuh saya. Tapi apa yang seharusnya menjadi hak bayi, haknya untuk langsung disusui dan didekap oleh ibunya, haknya untuk mengalami masa transisi yang tenang dan damai, tidak ia dapatkan. LIZ: Jadi, maksud Anda, nyeri sebenarnya adalah bagian integral dari pengalaman persalinan, dan jika kita cuma fokus pada menghilangkan atau mengurangi rasa nyeri, kita malah mengacaukan spektrum proses persalinan yang utuh? DEE: Orang masa kini sudah jarang sekali melihat proses persalinan secara langsung, kecuali mereka yang memang kerjanya di klinik bersalin. Jadi apa yang kita tahu tentang persalinan biasanya hanya dari film, teve, dsb. Umumnya persalinan digambarkan sebagai peristiwa yang menyeramkan, penuh kesakitan, histeris, orang-orang panik, dsb. Jarang sekali kita melihat gambaran persalinan sebagai sesuatu yang indah, yang sakral, yang damai. Akhirnya kita selalu punya gambaran bahwa melahirkan itu mengerikan dan berbahaya. Kalau kita bisa mengubah persepsi tersebut, perempuan akan lebih mampu bersentuhan dengan energi femininnya yang sejati, menggunakan kearifan dalam tubuhnya yang sudah tahu bagaimana melahirkan secara alami. Saya dan Reza bahkan pernah menonton dokumenter perempuan yang mengalami persalinan orgasmik. Banyak yang nggak tahu bahwa persalinan sebetulnya bisa menjadi puncak pengalaman seksual seorang perempuan. Tapi, lagi-lagi, kita hanya fokus pada risiko dan rasa sakitnya saja. LIZ: Bisa dibilang, persiapan mental dan emosional merupakan salah satu langkah penting dalam Gentle Birth? REZA: Di film “Birth As We Know It,” Elena belajar pada Igor Charkovsky, seorang perintis water birth di Rusia. Charkovsky bukan seorang bidan, profesinya aslinya adalah seorang penyembuh atau healer. Pada awal eksperimennya, Charkovsky melakukan proses penyembuhan energi bagi para ibu hamil. Dia membersihkan segala trauma dalam hidup ibu hamil tersebut, dari mulai trauma cinta, seksual, maupun kelahiran. Ternyata para ibu hamil itu mengalami persalinan yang lebih lancar, minim trauma maupun komplikasi. Dari sanalah Charkovsky mengemukakan prinsip bahwa komplikasi persalinan di hari H berbanding lurus dengan jumlah trauma kehidupan yang belum sembuh. Selama Dewi hamil, kami sering berlatih bersama, menyembuhkan trauma saya maupun Dewi, dan akhirnya kami mengalami proses persalinan yang indah dan relatif lancar. Jadi kami sendiri mengalami langsung apa yang Charkovsky bilang. Menurut saya, proses persiapan Gentle Birth harus meliputi perjalanan pembersihan diri, agar semua bagian dalam diri kita yang sebelumnya kita tunda, tolak dan hindari, bisa dihadapi dan disembuhkan. Saya rasa aspek ini belum mendapatkan penekanan yang cukup dalam pendekatan persalinan saat ini. Sebagai contoh, praktek hypnobirthing juga menekankan pada relaksasi, komunikasi dengan janin, serta penggunaan sugesti untuk mengendalikan nyeri. Tapi belum menyentuh lapisan yang lebih dalam. Saya merasa perempuan perlu lebih menyadari bahwa proses hamil sembilan bulan itu bagaikan masuk ke lajur cepat pertumbuhan kesadaran dan pencerahan batin. Bila ini dipahami dan dijalankan, maka di hari H persalinan, mereka lebih bisa mendengar intuisi tubuhnya, berserah dan mengizinkan proses alam, bagaimana pun itu. LIZ: Sejalan juga dengan analogi bahwa bagaimana kita mati ditentukan oleh bagaimana kita hidup. REZA: Tepat sekali. Pada hari kelahiran, konon terbukalah portal semesta yang menjembatani hidup dan mati. Ada pepatah lama juga yang bilang: sesaat sebelum ajal, seluruh perjalanan hidup kita berkelebat sekedip mata. Pada momen itu apa yang muncul biasanya adalah pengalaman hidup yang belum tuntas atau belum sembuh, karena itulah dia muncul, agar kita punya kesempatan untuk menyadarinya sebelum proses ajal bisa sempurna. Perempuan lebih beruntung dalam hal ini, karena mereka bisa mengalami terbukanya portal itu berkali-kali melalui pengalaman persalinan. LIZ: Seperti yang tadi diceritakan, di kebanyakan fasilitas medis konvensional, tidak ada cukup ruang yang mengizinkan Anda untuk percaya pada kemampuan tubuh Anda sendiri. Anda tidak diberikan cukup waktu. Anda juga tidak leluasa bergerak. REZA: Yang cenderung terjadi adalah putusnya hubungan antara ibu dengan inteligensi tubuhnya sendiri. Banyak orang yang setelah tahu proses persalinan Atisha lantas berkomentar, “Terang aja, kan suaminya Dewi terapis, makanya dia bisa melakukan itu. Kalau suami lain sih pasti nggak mampu.” Padahal, kenyataannya, saya hanya mengikuti aba-aba dari Dewi. Dan Dewi mengikuti aba-aba dari intuisi dalam tubuhnya, yang juga bersumber dari sang bayi. Intuisi itulah yang membimbing kami. Saya sendiri nggak pernah menduga kalau saya bakal sendirian mendampingi persalinan Dewi. Nggak ada keterampilan khusus yang saya punya untuk itu, kami hanya terus berserah dan mengalir dengan “bimbingan intuitif” tadi. DEE: Kalau saya ingat kembali, saya merasa nggak melakukan apa-apa. Persis seperti apa kata Mira, nggak usah memaksakan mengejan. Bayi dan tubuh saya bekerja sama untuk mendorongnya keluar. Saya hanya mengizinkan dan memberinya ruang. Mengizinkan adalah kuncinya. Bukan saya harus melakukan sesuatu, atau Reza harus punya keterampilan khusus. REZA: Kami cuma duduk dalam kolam, bernapas bersama, kadang tersenyum, bahkan sempat bercanda, berpegangan tangan, dan akhirnya menangkap bayi. Kalaupun dianggap ada keterampilan khusus, ya cuma di bagian menangkap bayi dalam air aja, ha-ha-ha… secara umum, semua orang bisa kok. LIZ: Jadi, menurut Anda, ada mispersepsi besar tentang persalinan di masyarakat modern sekarang ini? REZA: Beberapa minggu lalu, saya menjadi salah satu di antara lima pembicara di sebuah seminar untuk ibu hamil. Ada dokter, ahli nutrisi, psikolog, pakar perencanaan keuangan, dan saya sendiri. Si dokter sempat menyatakan di depan 500 peserta, bahwa melahirkan adalah peristiwa yang berbahaya. Dia memberikan contoh: per harinya, jumlah orang yang meninggal saat persalinan lebih banyak daripada yang meninggal akibat perang Irak. Untungnya saya kebagian berbicara terakhir, dan dokter itu pulang duluan. Jadi saya sempat “mengoreksi” opini itu ke para peserta, saya bilang: “Itu analogi yang nggak pas nalarnya. Jumlah orang yang terlibat di perang Irak jelas jauh lebih kecil dari jumlah ibu hamil di dunia. Jadi, jangan dianggap perbandingan yang seimbang.” Peristiwa itu adalah contoh betapa memprihatinkannya situasi saat ini. Banyak orang, bahkan pakar medis sekalipun, terkadang secara tidak sadar memperburuk persepsi persalinan bagi calon ibu. Tentu saja, risiko komplikasi persalinan itu ada, dan ada kehamilan berisiko tinggi yang perlu ditangani dengan hati-hati. Tapi, seringnya, karena mispersepsilah calon ibu jadi banyak rasa takut dan akhirnya kehilangan kemampuan kodratinya untuk melahirkan dengan alami. DEE: Dan karena ketakutan itu juga, para calon ibu secara tidak sadar menyerahkan kekuatan dan otonomi atas tubuhnya kepada pihak lain, yang dianggap lebih tahu. LIZ: Rumah sakit cenderung dirancang untuk bertindak, untuk melakukan “sesuatu”. Dan ini bukanlah lingkungan yang kondusif untuk Gentle Birth, karena Gentle Birth justru mensyaratkan kepasrahan, keberserahan pada proses alam. DEE: Rumah sakit memang tempat untuk memberi tindakan. Memang itu sudah fitrahnya. Mau nggak mau, persalinan di rumah sakit pun akhirnya tidak lepas dari modus intervensi. Saya merasa praktek persalinan umum yang banyak terjadi di rumah sakit itu sangat tunduk dan dibatasi oleh waktu. Di persalinan Keenan, misalnya, saya datang subuh, dan setelah sekian jam, bukaan dianggap belum cukup, protokol berikutnya adalah induksi, setelah sekian jam lewat, protokol berikutnya sudah menanti, entah itu induksi lagi, epidural, Caesar, dsb. Dan yang saya tahu, mayoritas persalinan di rumah sakit harus terjadi setidaknya dalam 24 jam. Sementara yang saya dengar dari Mira, cukup banyak perempuan mengalami tahap pertama persalinan antara 1 sampai 3 hari. Melahirkan bayi dengan batasan 24 jam sesungguhnya nggak bisa disamaratakan untuk semua perempuan. REZA: Yang juga kami dengar, saat ini di Indonesia, jumlah orang yang butuh fasilitas persalinan jauh lebih banyak dibanding ketersediaan jumlah fasilitasnya. Jadi begitu seorang calon ibu masuk ke rumah sakit, ada semacam kebutuhan untuk segera menuntaskan persalinan, supaya calon ibu berikutnya bisa dilayani. Terkadang kebutuhan ini membuat terjadinya intervensi yang nggak alamiah untuk mempercepat proses. Orang-orang sekarang berlomba untuk mendapatkan fasilitas persalinan yang terbaik. Padahal, persalinan di rumah sakit modern dengan teknologi serba canggih dan mahal belum tentu tepat dengan kebutuhan lahir batin ibu dan bayi secara alami. LIZ: Apakah ada penyesalan tentang pengalaman kehamilan sebelumnya? DEE: Kalau saya boleh mengulangi kembali hidup saya, saya akan tetap menjalani kedua persalinan saya sebagaimana adanya. Melahirkan Keenan dengan cara yang sangat berbeda membuat saya paham betul perbedaan antara kedua persalinan itu. Dan itu memudahkan saya berbagi dengan perempuan lain. Seandainya kedua anak saya lahir spontan alami, saya nggak yakin bisa berempati dan berbagi banyak tentang pengalaman lahir melalui operasi Caesar di rumah sakit. Sekarang saya bisa berbagi dari kedua perspektif. Untuk itu, saya sangat bersyukur. LIZ: Apakah kalian berencana untuk punya anak lagi? REZA: Saat ini, enggak. Kita juga tidak merencanakannya. Sekarang rasanya lebih baik merawat dan mengasuh kedua anak kami dengan optimal, ketimbang menambah anak lagi. Saya hanya berharap semakin banyak yang sadar tentang pentingnya Gentle Birth, dan semoga semakin banyak orang tua dan bayi yang memperoleh manfaat dari pengalaman itu. Sumber: situs Gentle Birth Indonesia - http://gentlebirthindonesia.com Wawancara oleh: Liz Sinclair |
| Tachmidiyah Azizi bangun+rumah 's link "PUASA HARI RABU" created::Kharisma Arethusa Maisaroh::3 SD Aku saat puasa hari Rabu, aku puasa hanya setengah hari. Karena aku saat sahur makannya hanya sedikit, jadinya aku puasa setengah hari. Kemudian aku solat Dhuhur di rumah. Setelah itu aku melihat VCD kesukaanku 'Anak Cerdas'. Ceritanya lucu sekali kemudian akau tidur. Sebelum tidur aku berdoa dahulu kemudiansaat aku bangun tidak sudah jam 16.00 kemudian aku segera mandi dan buka puasa bersama teman-teman di masjid dekat rumahku. ;) *YAACAKEP* "PUASA" created::Tachmidiyah Azizi::3 SD Aku pas mau memasuki bulaln Puasa aku sangatt lapar seperti mau pingsan. Terus pas ibuku pulang aku disuruh puasa mbedug. Terus aku sudah lega, terus puasa lagi sampai Magrib, terus aku takjilan aku taarawih di Musola dan kalo solat tarawih 11 rakaat, bisa 2, 4 dan terakhir 3 aku capek terus aku juga maem snek bersama lalu pulang. :D *HAAAA???* ::tulisan ini tanpa direkayasa, mungkin hnya skedar disingkat2 :D . Maaf cman segini aja ato cman bbrapa orng dri kalian yg terpilih *???* karna cman crita aneh2, lugu, polos, dan sakanane saja yg diterbitkan *sok*. Terimakasih atas perhatiannya. Dannn Salammm B) --> Untk Falah, Iyas, Didit, Kolet. maaf aku nda tau nama fesbuk kalian yg aktif. hehe :D |
Powered by WordPress SEO Tools