Desain Rumah Kayu Minimalis Arsitektur Modern

Terkadang Orang beranggapan bahwa rumah yang terbuat kayu itu keinggalan zaman maupun sangat tidak menarik untuk ditempati maupun ditinggali. apalagi di zaman modern seperti ini, sebagian orang beranggapan bahwa rumah yag modern pasti tidak tebuat dari kayu. akan tetapi mulai sekarang hal tersebu mesti adna buang jauh-jauh. mengapa demikian? karena sekarang telah ditemukan desain rumah yang terbuat kayu, akan tetapi mempunyai desan arsitektur yang modern. sehingga rumah yang terbuat kayu ini tidak kalah agus dan menariknya dengan kebanyakan rumah modern lainnya.

perlu anda ketahui bahwa, desain Kayu Minimalis Dengan Modern Architecture sangat menarik dan unik, dimana desain rumah ini menggabungkan unsur modern dan klasik tanpa menhlingkan ciri khas masing-masing unsur. sebagai contoh dari desain rumah tersebut adalah,  Sebuah model yang mengesankan dari arsitektur modern yang terletak di Manhattan Beach, di barat daya Los Angeles, California. kelebihan yang ditawarkan oleh rumah ini adalah Rumah Kayu Minimalis kontemporer ini dapat menjadi solusi untuk anda yang memiliki status tanah yang cukup luas, akan sangat cocok untuk tipe desain rumah ini dimana nantinya akan membantu anda dalam merangsang pemikiran sehingga anda dapat bekerja dengan baik. dan juga yang perlu anda perhatikan, bahwa lingkaran 420 meter yang kecil persegi harus diubah menjadi tempat tinggal kontemporer. untuk kemudian membentuk Sebuah desain taman minimalis kecil di tengah rencana lantai, diapit oleh ruang anak-anak di satu sisi dan kamar tidur utama di sisi lain.

desain rumah ini Dirancang oleh Rockefeller California studio Arsitek Partners, memang desain rumah minimalis menampilkan citra peracikan dinding putih panas dan seta kesan yang menggambarkan perkenalan hutan, sehingga  menandai diri rumah anda dari rumah-rumah tetangga anda. selain itu juga, ditambah dengan Kediaman tiga tingkat menangkap posisi Samudra, semakin  meningkatkan pesona modern.

Incoming search terms:

rumah modern minimalis (136);model rumah kayu (128);rumah kayu minimalis modern (116);rumah papan minimalis (106);rumah papan modern (102);rumah kayu modern minimalis (94);rumah kayu moden (83);design rumah kayu minimalis (66);model rumah kayu orang barat (60);model rumah kayu modern (56);arsitektur rumah minimalis (55);desain rumah kayu minimalis modern (52);desain rumah papan (42);rumah tingkat kayu (40);design rumah moden (37);contoh rumah kayu minimalis (34);rumah papan moden (32);model rumah panggung minimalis (28);desain rumah ala resort (27);arsitektur rumah kayu (19);Model rumah papan (19);bangun rumah kayu (19);contoh rumah papan (14);desain rumah minimalis 3 lantai (14);rumah tingkat dari kayu (14);desain rumah jepang modern (13);sket ruangan rumah kayu (10);contoh rumah ala resort (10);arsitektur rumah modern (10);rumah tingkat lantai papan (7);desain rumah panggung sederhana (5);design rumah panggung minimalis (5);contoh rumah unik (5);desain rumah tingkat lantai kayu (4);model rumah terbuat dari papan (4);desain rumah kayu 2 lantai (4);SKET RUMAH KAYU (4);model rumah minimalis panggung (4);contoh rumah panggung kayu dan biaya pembuatannya (4);rumah panggung dengan ukuran 5 kali 12 (3);denah rumah kayu 2 lantai (3);biaya bikin rumah panggung sederhana (3);desain rumah kayu panggung (3);contoh design rumah ala resort (3);rumah tingkat dengan kayu (3);arsitek rumah kayu (3);denah rumah panggung ukuran 7 x 5 (2);Gambar rumah panggung mungil (2);desain rumah di atas tanah 9 x 20 m (2);rumah kayu dengan skena (2);rancang desain rumah panggung minimalis (2);arsitektur rumah panggung (2);desain rumah modern kontenporer (2);www youtube lagu anak indonesia cak cak maricak (2);design rumah minimalis kayu (2);gambar masjid minimalis (2);model rumah ala resort (2);Macam-macam model rumah panggung (2);gambar rumah kayu pangung (2);desain rumah panggung papan sederhana (2);desain rumah panggung kecil (2);bangunan tingkat 2 dari kayu (2);contoh rumah panggung kayu modern (2);sket bangunan rumah panggung kayu (2);rumah tingkat dgn papan dan kayu kuatkah? (2);contoh rumah panggung minimalis (2);rumah minimalis dinding papan (2);contoh2 rumah tinggal (2);rumah tembok kayu tidak panggung (2);cara contoh rumah panggung sederhana (2);desain depan rumah panggung dari kayu (2);desain hospital dan rumah sakit khususnya anak anak autis dirancang oleh arsitek (2);sekema rumah kayu (2);rumah papan panggung ukuran 8x6 (2);www gambar ruma model 2013 ukuran 6x11 (1);rumah unikterbuat daripapan (1);model rumah kayu ukuran kecil 4 x 8 (1);Model rumah minimalis dari papan kamar 2 (1);harga rumah kayu panggung 6 x 12 m (1);rumah papan modern dan murah (1);biyaya bikin rumah minimalis ukuran 6x11 (1);Model Arsitek perumahan terbaru ukuran 6*9 (1);minho melumat hot bibir istrinya di kampus part yadong (1);rumah tingkat 8x6 architek (1);kyuhyun ff married is very sick (1);kayu lantai ala korea (1);image tata cara membuat podium pidato kayu (1);variasi dinding kamar dari papan (1);rumah papan moderen (1);teknik membuat rumah panggung sederhana (1);ru ah kayu model jepang (1);rumah minimalis 1lantai 7kali8m (1);rumah lantai 2 dari kayu (1);sketsa rumah panggung 3 kamar tidur (1);rumah kayu ukuran lima kali tujuh (1);SKET DESAIN GAMBAR MESJID (1);rumah kayu japan (1);sketsa rumah 12x5meter (1);renovasi rumah tingkat kayu (1);rumah minimalis lantai 2 kayu (1);Model rumah papan pangung (1);rumah panggung kayu (1);Skema rancangan rumah kayu tingkat 2 (1);sketsa rumah ukuran 8x6 (1);rumah panggung utk resort (1);papan rumah bertingkat kayu (1);rumah mudl mudrn minimalis 6x6 (1);papan rumah jepang (1);rumah kayu modern 2 lantai (1);arsitek rumah 7*14 (1);cara membuat rumah tingkat desain kayu (1);cara merenovasi rumah dari kayu (1);caramembuat rumah panggung (1);contoh denah panggung ukuran 7 x 14 (1);contoh desain rumah panggung (1);contoh2 rumah kayu tipe kecil (1);contoh2 rumah semi kayu (1);dena rumah kayu (1);dena rumah kayu 2 kamar (1);denah rumah desain ala resort (1);denah rumah kayu 2 kamar (1);denah rumah klasik modern satu lantai luas tanah 56m (1);denah rumah lantai 2 kayu (1);denah rumah minimalis bentuk panggung di tepi sungai (1);cara membuat rumah kayu (1);cara membuat rumah 6*9 (1);cara mebangun rumah panggung (1);arsitektur rumah dari kayu ukuran 9 x 12 (1);arsitektur rumah korea modern (1);arsitektur rumah korea modern dan barat (1);arsitektur rumah modern tipe 45 (1);arsitektur rumah panggung minimalis (1);bangunan kayu minimalis (1);Bank Ekonomi Bangun Rumah Sakit Modern di Pontianak (1);bentuk rumahpanggung minimalis (1);Biaya bikin rumah 7 kali 8 minimalis (1);biaya model rumah panggung 1 kamar (1);biaya pembuatan rumah panggung (1);biyaya bikin rumah kecil (1);cara bikin rumah 12x5meter (1);cara bikin skets rumah (1);denah rumah minimalis type panggung (1);denah rumah minimalis ukuran 8x6 (1);design rumah moden korea (1);esign rumah kayu ala resort (1);foto dinding papan rumah kayu (1);foto model rumah panggung (1);Foto rumah yang mini dan modern yang terbuat dari papan (1);Gambar Arsitektur Rumah 2 Lantai Minimalis (1);Gambar denah rumah ukuran 7x5 (1);gambar rumah dinding papan berlantai batu (1);gambar rumah imut ukuran 8x6 (1);gambar rumah kayu 5 x 7 meter (1);gambar rumah kayu japan (1);GAmbar rumah minimalis 12x5 (1);gambar rumah papan / kayu di indonesia (1);gambar sketsa rumah panggung dari kayu (1);design rumah minimalis di tepi pantai (1);design rumah minimalis 20x30m (1);design rumah ala resort (1);denah rumah ukuran 12x5 (1);denarumah 12/8 melebar (1);desain dinding kayu jepang (1);desain dinding rumah kayu (1);desain kamar tdr minimalis (1);desain rumah 8x4 (1);desain rumah dari kayu (1);desain rumah dari kayu papan (1);desain rumah kayu papan (1);desain rumah klasik ala resort (1);desain rumah lantai 1 ukuran 7x14 (1);desain rumah minimalis 2013 diatas lahan 6x11 (1);desain rumah minimalis klasik ala korea (1);desain rumah panggung papan dan bilik (1);gambaran proses bangun rumah 6x11 (1);

Twitter

LinnaAndriani Fri, 24 May 2013 17:26:25 +0000
RT @JEEELIIIN: Ndang pagi ndang orang rumah bangun semua ndang tak introgasi siapa yg nyolong es krimkuuu coooo!!!!!!
JEEELIIIN Fri, 24 May 2013 17:26:17 +0000
Ndang pagi ndang orang rumah bangun semua ndang tak introgasi siapa yg nyolong es krimkuuu coooo!!!!!!
PalembangOnly Fri, 24 May 2013 17:26:14 +0000
Jam 5.30 Anak mudo jempt di rumah, "@WongKayoLamo: Ktemuan dmn? mdh2an oom kamu nih bangun pagi ye :D
Eba_Sam Fri, 24 May 2013 17:26:07 +0000
1 rumah masi bangun. huahua, apa mau jadi ni ?
suhailivastv Fri, 24 May 2013 17:25:36 +0000
Rasa macam nak campak barang ahh! Haihh! Kang kalau aku campak kang, confirm satu rumah bangun!
RullyDonardhyR Fri, 24 May 2013 17:25:14 +0000
@hadi_nurahman ia udah ntar kalo aa udah bangun langsung ke rumah beroh aja dah ia
SyedMusa_ Fri, 24 May 2013 17:25:06 +0000
Esok nak pergi rumah baba..and aku still online...good Musa...jgn kau miss subuh sudah..*note: esok sabtu, so biasa bangun lambat...
fahanaDeen Fri, 24 May 2013 17:22:37 +0000
baru perasan , time aku bangun pegi keje, adik2 semua dah pegi sekolah, ayah dh pegi keje, tinggal mak and me kat rumah but she busy
Mizykyo Fri, 24 May 2013 17:21:59 +0000
Esok kena bangun awal . Then gegar rumah apjal .
kamila23_ Fri, 24 May 2013 17:20:56 +0000
mau ke rumah pa fasal ga yu? RT @rahayupratiwiii: Harus bangun pagi banget, tidooor
ApihZaki Fri, 24 May 2013 17:19:47 +0000
start dari bangun tidur tadi lagi terus keluar dan belum pijak kaki kat rumah lagi
RaySugondo Fri, 24 May 2013 17:18:57 +0000
@f_claresta di rumah sih bakal ada, cm bangun jam 10 nya itu keknya yang ga bisa @@ wkwkwk
Ndahindah_Sari Fri, 24 May 2013 17:18:43 +0000
Gak tidur2 padahal harus bangun jam 4subuh -_- (at Rumah Bundadariku) — http://t.co/4EqpxnKQLk
chocojjee Fri, 24 May 2013 17:16:48 +0000
Gw harus bangun jam 4an cz jam 5jln k'rumah vungky. Tapi yaa tapi... Gw ga bs tdur sampe jam segini (╥﹏╥)
MBLAQLeeJoon_YR Fri, 24 May 2013 17:16:25 +0000
@HimchanBAP__WY doh, sayang batubatanya buat nimpuk gue neng, lebih baik buat bangun rumah. haha

Videos

Facebook

Paksi Kejahatan


bangun+rumah 's link
WAJIB BACA !! " Ku Sangka Orang Gila " ......26 May 2011..... Pagi tadi lebih kurang pukul 10.30 aku singgah sarapan di bazar batu buruk sementara menunggu interview di steten minyak kerana sudah tiada kerja di Terengganu yang menggunakan Ijazah aku ini. Sewaktu makan, mata ni terpandang seorang pakcik yang "lusuh " karekternya.. Bau busuk, baju koyak, pakai kain pelikat singkat, tak beralas kaki, tapi berkopiah. Duduk bersandar di tiang bazar dekat dengan kerusi aku. Terdetik dalam hati, apa pakcik ni kelaparan. Orang gila pun lapar, masih tetap manusia. Aku pesan satu lagi nasi minyak. Pesanan aku sampai ke meja. Terus aku beri pada pakcik tadi. Tuan kedai terkejut dan mengangkat tangan melambai seolah2 memanggilku. Aku pun balas tunggu skejap. Pakcik tadi tenung aku sambil berkata "pakcik dah makan nak.. terima kasih nak.." Dalam hati terdetik sungguh indah bahasa pakcik yang ku sangka gila tadi. Aku bangun dengan kecewa kerana pesanan aku tidak dijamah oleh pakcik. Lalu aku pergi kepada tuan kedai yang memanggil ku tadi. Ada apa pakcik? Pakcik kedai balas: Jangan bagi dan suruh dia makan kat sini, nanti customer pakcik lari. Aku tersentap. Dan spontan aku membalas. "Jika orang ini ayah kandung pakcik, pakcik halau tak dia?" Pakcik tu diam. Takpe pakcik, saya akan bayar ansuran kalo pakcik rugi hari ni. Saya nak tanya, betul ke pakcik td tu sudah makan? Pakcik kedai jawab, tidak. Dari mula pakcik buka kedai pukul 6.30 tadi pakcik kopiah tu duduk kat tiang tu. Dalam hati kecil ni cakap, tak pernah aku jumpa pakcik gila semulia ini. Tidak mengemis, tidak pula meminta. Aku pegi semula pada pakcik kopiah tu. "Pakcik, saya sunyi makan sorang2, pakcik teman saya makan jom." Pakcik tu akur dengan pelawaan aku kerana kesungguhan aku. Ramai yang beralih meja kerana bau pakcik tu, namun kerana ingin menjaga hati orang tua yang aku tak kenal, aku tahan bau itu. Lega tengok pakcik tu makan dengan sangat sopan. Aku lontarkan beberapa soalan pada pakcik tu. Pakcik dari mana, tinggal dimana? Pakcik tu jawab. Pakcik merantau cari redha Allah. Aku terkejut. Dalam hati aku dah syak bukan2. Kot2 wali ke ni? Mana keluarga pakcik? Pakcik dibuang oleh keluarga pakcik kerana sekeping geran tanah. Kenapa pakcik? Apa masalahnya? Pakcik sedekahkan geran itu untuk seseorang untuk dibangunkan pondok2 mengaji. Keluarga pakcik terus buang pakcik. Allah... Pakcik tinggal dimana? Pakcik tu diam tak menjawab. Masa terlalu singkat untuk aku menyambung urusan kerja. Aku panggil pakcik kedai untuk kira. Semuanya berharga RM 11.60. Aku celup dompet aku, dan aku lupa yang aku hanya bawa RM 5.00. Aduh.... Pakcik tu nampak raut wajah muka aku seolah2 melihat masalah dalam dompetku. Pakcik tu mencelah. Nak, ambil duit ni, pakcik bayarkan. Nak tau ape? pakcik keluarkan satu sampul surat sebagai dompet dia (macam dompet TGNA), dalam tu duit seratus setebal setengah inci, dan satu kad BSN dan i.c lama (pakcik tu bekas tentera laut).. Satu kedai dia bayarkan. Allah.. Satu kedai hairan apabila pakcik kedai tu announce yang makanan semua sudah dibayarkan oleh pakcik kopiah tadi. Masing2 semua pandang aku dan pakcik kopiah. Dengan tiba2 pakcik kopiah angkat tangan dan berdoa dengan suara yang agak sederhana kuat, aku pun turut angkat sama. Dan paling terharu apabila aku dengar suara "amin....." dengan suara yang ramai. Bila aku berpaling ke belakang, satu kedai mengangkat tangan bersama pakcik kopiah tu.. Ada yang bangun mendekati kami berdoa dekat2. Terasa sangat gemuruh dan terharu dengan keperibadian orang yang ku sangka gila ini rupanya seorang guru agama!! Ada yang menangis kerana doa oleh sang guru itu sungguh merdu.. Kecoh seketika.. Selesai berdoa, aku bersalam dengan pakcik tadi dan ucap terima kasih dengan harapan dapat jumpa lagi. Aku terus berjalan ke motor aku. Aku berpaling ke belakang, semakin ramai yang berkerumun pada pakcik tadi. Aku senyum tanda puas bahawa orang sekeliling mula mendekati pakcik. Aku buka semula dompet aku kerana aku simpan kunci motor dalam tu. Nak tau apa? Aku terkejut kerana ada 2 keping duit seratus dan satu nota kecil yang bertulis: "Ambil duit ni buat beli susu anak dan buah delima untuk orang rumah anak yang mengidam.." Aku terkaku, dan terus pandang ke arah tempat pakcik tadi. Beliau sudah tiada disitu. Aku terus pakai helmet dan tutup pemuka helmet. Aku menangis kerana terharu dan sangat bersyukur. Bagaimana dia tahu aku dalam kesusahan... Ya Allah.. Kau peliharakanlah pakcik itu.. # Jangan sangka buruk pada orang , rupa tak mencerminkan hati # SHARE cerita ini jika anda anggap cerita ini bermanfaat dan bagus untuk pengajaran # LIKE cerita ini , kerana setiap LIKE itu , akan menyebabkan cerita ini tersebar dengan cepat , dan makin tersebar cerita ini , maka makin ramai yang insaf , inshaa Allah . @J-WRONG
Arif Sabath


bangun+rumah 's link
John dan Jessica telah berumah tangga selama 7 tahun        Mereka saling mencintai, namun Jessica sejak awal menutupi semua perasaan cintanya terhadap John.. Ia begitu takut apabila John mengetahui betapa ia mencintai pria itu, John lantas meninggalkannya sebagaimana kekasih kekasihnya selama ini.Tapi tidak bagi John..Ia selalu menyatakan perasaan cintanya kepada Jessica dengan tulus dan begitu terbuka. Setiap saat ketika bersama Jessica, John selalu menunjukkan cintanya yang besar,seolah-olah itulah saat akhir John bersama Jessica.          Jessica selalu bersikap tidak menyenangkan terhadap John. Setiap saat dia selalu mencoba menguji seberapa besar cinta John terhadapnya. Jessica selalu mencoba melakukan hal-hal yang keterlaluan dan diluar batas kepada John. Meski Jessica tahu betapa hal itu sungguh salah, namun melihat sikap John yang tetap berlaku baik padanya, membuat Jessica tetap bertahan untuk melihat seberapa besar kesungguhan cinta pria yg dinikahinya itu.         Hari pertama pernikahan mereka. Jessica bangun siang. Dia tidak sempat menyiapkan sarapan untuk John ketika John hendak berangkat kerja. Namun John tetap tersenyum dan mengatakan, “ Tidak apa-apa..Nanti aku bisa sarapan di kantor..”        Saat John pulang dari kantor, Jessica tidak sengaja memasak makanan yang tidak disukai John. Meski menyadari hal itu, Jessica tetap memaksakan agar suaminya mau makan makanan itu. John tetap tersenyum dan berkata, ” Wah..sepertinya sudah saatnya aku belajar menghadapi tantangan, Masakanmu sepertinya tantangan yang hebat, sayang..Aku sudah tidak sabar untuk menyantapnya. ” Jessica terkejut, tapi tidak mengatakan apa-apa.         Tetapi Malaikat tahu betapa malam malam saat Jessica terlelap John memanjatkan doa, “Tuhan…. Di pagi pertama pernikahan kami Jessica tidak membuatkanku sarapan. Padahal aku begitu ingin bercakap-cakap di meja makan bersamanya sambil membicarakan betapa indah hari ini, di hari pertama kami menjalani kehidupan baru sebagai suami istri.. Tapi tidak apa-apa,Tuhan.. Karena sepertinya Jessica kelelahan setelah resepsi pernikahan kami tadi malam,Bantulah kekasih hatiku ini, Tuhan agar dia boleh punya tenaga yang cukup untuk menghadapi hari baru bersamaku besok..Tuhan, Engkau tau betapa aku tidak bisa makan spaghetti karena pencernaanku yang tidak begitu baik..Tapi sepertinya Jessica sudah bekerja keras untuk masak makanan itu..Mampukan aku untuk menghargai setiap apa yang dilakukan istriku kepadaku, Tuhan..Jangan biarkan aku menyakiti perasaannya meski itu tidak mengenakkan bagiku..”         Tahun kedua pernikahan mereka, John membangunkan Jessica pagi-pagi untuk berdoa bersama.. Namun Jessica menolak dan lebih memilih melanjutkan tidurnya. John tersenyum dan akhirnya berdoa seorang diri. Sore hari sepulang kantor, John mengajak Jessica berjalan-jalan ke taman.. Meski terpaksa, Jessica akhirnya mau juga ke tempat dimana dulu perasaannya begitu berbunga-bunga saat bersama John.. Tetapi Jessica menolak rangkulan John, dan berkata, “Jangan, John.. Aku malu.. ”John tersenyum dan berkata, “Ya, aku mengerti..” Jessica melihat kekecewaan dimata John, namun tidak melakukan apapun untuk menghilangkan kekecewaan itu..         Tetapi Malaikat tahu betapa malam-malam setelah Jessica terlelap, John memanjatkan doanya.. ” Tuhan.. Ampuni aku yang tidak bisa membawa istriku untuk lebih dekat padaMU pagi hari ini.. Mungkin tidurnya kurang karena pikirannya yang sedang berat.. Tapi aku yakin, Tuhan besok Jessica mau bersama-sama denganku bercakap-cakap kepadaMu.. Tuhan, Engkau juga tahu kesedihanku saat Jessica meolak kurangkul ketika ke taman hari ini. Tapi tidak apa-apa Dia sedang datang bulan, mungkin karena itu perasaannya juga jadi lebih sensitive. Mampukan aku untuk melihat suasana hati istriku, Tuhan. ”         Tahun ketiga pernikahan mereka. Mereka kini mempunyai seorang putera bernama Mark. Jessica menjadi tidak pernah lagi meneruskan kebiasaannya membaca bersama John sebelum tidur. Jessica semakin sering menolak ciuman John. Jessica memarahi John habis-habisan sore itu ketika John lupa mencuci tangan saat akan menggendong Mark ketika John pulang kerja.. Jessica tahu betapa hal itu membuat John terpukul.. Namun idealismenya terhadap mendidik Mark membuat Jessica mengabaikan perasaan John.. Dan John tetap tersenyum..          Tetapi Malaikat tahu betapa malam-malam setelah Jessica terlelap, John memanjatkan doanya.. “Tuhan, Engkau tahu betapa sedih hatiku saat ini.. Semenjak kelahiran Mark, aku kehilangan begitu banyak waktu bersama Jessica.. Aku merindukan saat-saat kami membaca bersama sebelum tidur dan menciuminya sebelum ia tertidur.. Tapi tidak apa-apa.. Dia begitu capek mengurusi Mark seharian saat aku bekerja di kantor.. Hanya saja, biarkanlah dia tetap terus tertidur dalam pelukanku, Tuhan …. Karena aku begitu mencintainya. Sore tadi Jessica memarahiku karena aku lupa mencuci tangan saat menggendong Mark, Tuhan.. Aku begitu kangen pada anakku sehingga teledor melakukan sebagaimana yang diminta istriku.. Engkau tahu betapa aku terluka akan kata-kata Jessica, Tuhan..Tapi tidak apa-apa.. Jessica mungkin hanya kuatir terhadap kesehatan anak kami Mark apabila aku langsung menggendongnya.. Kesehatan Mark lebih penting daripada harga diriku. ”          Tahun keempat pernikahan mereka. Jessica tidak ingat memasak makanan kesukaan John di hari ulang tahunnya.. Jessica terlalu sibuk belanja sehingga lupa bahwa John selalu minta dibuatkan Blackforest dengan taburan coklat dan ceri diatasnya setiap ulang tahunnya tiba. Jessica juga lupa menyetrika kemeja John yang menyebabkan John terlambat ke kantor pagi itu karena John terpaksa menyetrika sendiri kemejanya.. Jessica tau kesalahannya, namun tidak menganggap hal itu sebagai sesuatu hal yang penting.           Tetapi Malaikat tahu betapa malam-malam setelah Jessica terlelap, John memanjatkan doanya.. “Tuhan, Untuk kali pertama Jessica lupa membuatkan Blackforest kesukaanku di hari ulang tahunku ini.. Padahal aku sangat menyukai kue buatannya itu. Menikmati kue Blackforest buatannya membuatku bersyukur mempunyai istri yang pandai memasak sepertinya, dan merasakan cintanya padaku.. Namun tahun ini aku tidak mendapatinya. Tapi tidak apa-apa.. Mungkin lebih banyak hal-hal lain yang jauh lebih penting daripada sekedar Blackforest itu. Paling tidak, aku masih mendapatkan senyuman dan ciuman darinya hari ini. Ampuni aku, Tuhan apabila tadi pagi aku lupa tersenyum kepada Jessica.. Aku terlalu sibuk menyetrika bajuku dan memikirkan pekerjaanku di kantor.. Jessica sepertinya lupa untuk melakukan hal itu, meski aku sudah meminta tolong padanya tadi malam. Jangan biarkan aku melampiaskan emosiku karena dampratan atasanku akibat keterlambatanku hari ini kepada Jessica, Tuhan.. Jessica mungkin keliru menyetrika kemeja mana yang seharusnya kupakai hari ini.. Lagipula, sepatuku begitu mengkilap.. Aku yakin Jessica sudah berusaha keras agar aku kelihatan menarik saat presentasiku tadi.. Terima kasih untuk kebaikan istriku, Tuhan. ”          Tahun kelima pernikahan mereka. Jessica menampar dan menyalahkan John karena Mark sakit sepulang mereka berenang.. John terlalu asyik bermain-main dengan Mark sehingga tidak menyadari betapa Mark sangat sensitive terhadap dinginnya air kolam renang, yang mengakibatkan Mark terpaksa dirawat dirumah sakit …. Jessica mengancam akan meninggalkan John apabila terjadi apa-apa dengan Mark.. Jessica melihat genangan air mata di mata John,namun kekerasan hatinya lebih menguasainya ketimbang perasaan John.          Tetapi Malaikat tahu betapa saat itu John lantas menuju ke Kapel rumah sakit dan memanjatkan doanya sambil menangis.. ”Tuhan.. Tadi Jessica menamparku karena kelalaianku menjaga Mark sehingga dia sakit.. Belum pernah Jessica bersikap dan berkata sekasar itu padaku, Tuhan.. Tapi tidak apa-apa.. Jessica benar-benar kuatir terhadap anak kami sehingga ia bersikap demikian.. Tapi Tuhan, aku begitu terluka saat ia mengatakan akan meninggalkanku. Engkau tahu betapa ia adalah belahan jiwaku.          Jangan biarkan hal itu terjadi, Tuhan.. Mungkin dia begitu dikuasai kekuatiran sehingga melampiaskannya padaku.. Tidak apa-apa,Tuhan.. Tidak apa-apa. Asal dia mendapat ketenangan, aku akan merasa bersyukur sekali.. Dan sembuhkanlah putera kami, Mark agar dia boleh kembali dapat ceria dan bermain-main bersama kami lagi, Tuhan.. ”         Tahun keenam pernikahan mereka. Jessica semakin menjaga jarak dengan John setelah kehadiran Rebecca, puteri mereka.. Jessica tidak pernah lagi menemani John makan malam karena menjaga puteri mereka yang baru berusia 5 bulan..         Jessica juga menjual kalung berlian pemberian John dan menggantinya dengan perhiasan lain yang lebih baru. Ketika John mengetahui hal itu, Jessica tau John menahan amarahnya, namun Jessica berdalih, “John, itu hanya kalung berlian biasa. Lagipula,aku bukan menjualnya, melainkan menukarnya dengan perhiasan yang lebih baru.. ”         Tetapi Malaikat tahu betapa malam-malam setelah Jessica terlelap,John memanjatkan doanya.. “Tuhan, Aku begitu kesepian melewatkan makan malam sendirian tanpa Jessica bersamaku.. Aku begitu ingin terus bercerita dan tertawa bersamanya di meja makan.. Engkau tau, itulah penghiburanku untuk melepas kepenatanku setelah seharian bekerja di kantor.. Tapi tidak apa- apa.. Rebecca tentu lebih membutuhkan perhatiannya daripadaku. Lagipula, Mark kadang-kadang mau menemaniku.. Hanya saja,jangan biarkan aku memendam sakit hati kepada Jessica karena menjual kalung pemberianku. . Engkau tau begitu lama aku menabung dan bekerja ekstra demi menghadiahinya kalung itu, hanya untuk membuktikan terima kasihku padanya atas kesetiaan dan pengabdiannya sebagai istriku dan ibu dari anak-anakku.         Ampuni aku apabila tadi aku sempat berpikir untuk marah padanya.. ”Tahun ketujuh pernikahan mereka.. Jessica sama sekali tidak mengindahkan kebiasaannya membelai kepala John dan mencium kening suaminya sebelum John berangkat kantor.. Padahal Jessica tau, selama ini apabila dia lupa melakukannya, John selalu kembali kerumah siang hari demi mendapatkan belaian dan ciuman Jessica untuknya.. Karena John tidak akan pernah tenang bekerja apabila hal itu belum dilakukan Jessica padanya.. Jessica tidak mengucapkan I LOVE YOU untuk kali pertama dalam 7 tahun pernikahan mereka..         Dan di tahun ketujuh itu pula, John mengalami kecelakaan saat akan berangkat ke kantor.. Ia mengalami pendarahan yang hebat yang membuatnya terbaring tidak sadarkan diri di ranjang rumah sakit.. Jessica begitu terguncang dan terpukul.. Ia begitu takut kehilangan John, suami yang dicintainya. . Yang selalu ada kapan saja dia butuhkan.. Yang selalu dengan tersenyum menampung semua emosi dan kemarahannya. Yang tak pernah berhenti mengatakan betapa John mencintainya. . Tak sedikitpun Jessica beranjak dari sisi tempat tidur John.. Tangannya menggenggam erat jemari suaminya yang terbaring lemah tak sadarkan diri.. Bibirnya terus mengucapkan I LOVE YOU, karena ia ingat kalau ia belum mengatakan kalimat itu hari ini..          Karena begitu sedih dan lelah menunggui John, Jessica tertidur..Dalam tidurnya, malaikat yang selama ini mendengar doa-doa John pada Tuhan membawa Jessica melihat setiap malam yg John lewatkan untuk mendoakan Jessica.. Ia menangis sedih melihat ketulusan dan rasa cinta yg besar dari John padanya.. Tak sedikitpun John menyalahkannya atas semua sikapnya yang tidak mempedulikan perasaan dan harga diri John selama ini.. Alih-alih demikian, John malahan menyalahkan dirinya sendiri.. Jessica menangis menahan perasaannya. Dan untuk kali pertama dalam hidupnya, Jessica berdoa, “Tuhan, ampuni aku yang selama ini menyia-nyiakan rasa cinta suamiku terhadapku. Ampuni aku yang tidak memahami perasaan dan harga dirinya selama ini.. Beri aku kesempatan untuk menunjukkan cintaku pada suamiku, Tuhan.. Beri aku kesempatan untuk meminta maaf dan melayaninya sebagai suami yang kucintai.. ”          Dan ketika Jessica terbangun, Ia melihat pancaran kasih suaminya menatapnya.. ”Kamu keliatan begitu lelah, sayang.. Maafkan aku yang tidak berhati-hati menyetir sehingga keadaannya mesti jadi begini dan membuatmu kuatir.. Aku tidak konsentrasi saat menyetir karena memikirkan bahwa kau lupa mengatakan I LOVE YOU padaku. Belum selesai John berbicara, Jessica lantas menangis keras dan menghambur ke pelukan suaminya..     “Maafkan aku, John..Maafkan aku.. I LOVE YOU..I really Love you.. Kaulah matahariku, John..Aku tidak bisa bertahan tanpamu..Aku berjanji tidak akan pernah lupa lagi mengatakan betapa aku mencintaimu. . Aku berjanji tidak akan pernah mengabaikan perasaan dan harga dirimu lagi.. I LOVE YOU, John.. I LOVE YOU. ”
Bigs Show


bangun+rumah 's link
"Boleh saya berzina dengan anak dara pakcik..?" Al kisah di satu kawasan perumahan di pinggir bandar.., ada satu pasangan kekasih ni nak keluar berdating. Setibanya si pakwe di hadapan rumah makwenya…, maka berlakulah dialog berikut.. Gadis : Masuklah dulu, jumpa dengan ayah saya. Teruna : Boleh ke? Gadis : Masuk je lah, saya nak bersiap Menyusup masuk si teruna melalui pintu utama. Pintu yang siap terbuka mengalukan-alukan kedatangan si Teruna. Teruna : Assalamualaikum. Bapa Gadis : Waalaikumusalam. Melihat pada lantangnya suara bapa si gadis, terus si teruna kaku membatu. Lantas si gadis menarik tangan si teruna menyedarkan dari lamunan itu. Gadis : Mari, duduk kat kerusi Teruna : Eh.. Setelah tangan dihulur dan salam bertaut, duduklah si teruna di kerusi hampir menghadap bapa si gadis. Hanya surat khabar yang menjadi tabir antara mereka. Bapa Gadis : Nak jalan kemana hari ni? Teruna : Bandar je pak cik, dia nak carik barang katanya. Barang apa tak taulah saya Bapa Gadis : Oh.. Teruna : ?? Hampir 5 minit senyap tanpa suara. Dan ibu si gadis keluar dari tabir ruang utama dan ruang belakang membawa air serta biskut kering. Si teruna senyum kelat. Ibu Gadis : Minum la ni sikit. Kamu sudah sarapan? Teruna : Ehh. Sudah cik. Terima kasih. Ibu Gadis : Kamu ni malu-malu pula dengan kami. Teruna : Segan cik. Hehe Bapa Gadis : Bila kamu nak hantar rombongan? Ibu Gadis : Eh. Apa ayahnya ni? Teruna : Ehh. Duit takde lagi. Hehe Bapa Gadis : Kamu bawa anak kami kehulu-kehilir. Apa orang kata nanti? Teruna : (Eh. Malu ngan orang ke malu ngan Allah, lagi takut orang kata dari Allah yang menghukum) Kami naik kereta je cik, tak de la nampak berkepit sangat. Boleh saya tanya cik sikit Bapa Gadis : Boleh takde masalah Teruna : Pakcik ngan makcik nak letak wang hantaran berapa ye? Bapa Gadis : Kalau boleh 20 ribu Ibu Gadis : Ehh. Tak kisah la, tapi kalau boleh makcik nak lebih tinggi sikit dari orang sebelah ni Teruna : Berapa tu mak cik? Ibu Gadis : Dalam 25 ribu ke atas dan dulang 25 ke atas pihak lelaki Teruna : (Amboi, ko melantak dulang ke ape? Wuhaa.. 25 ribu. Mana nak dapat? Aduh..) Tingginya mak cik, tak boleh rendah lagi ke? Bapa Gadis : Itu nasib kamu la, kamu yang nak kat anak kami. Lagipun dialah satu-satunya anak perempuan kami, kene lah market sikit. Nak grand-grand camtu. Si teruna hampir hilang akal apabila disebutkan harga si gadis itu. Dan si teruna cuba berbincang untuk merendahkan harga si gadis. Teruna : Erm.. Kenapa anak pak cik tak pakai tudung? Bapa Gadis : Itu kenalah tanya maknya Teruna : (Ehh. Boleh pas-pas pulak dah) Ibu Gadis : Ehh. Awak lah. Apa pulak saya. Awak yang sepatutnya didik anak Bapa Gadis : Saya kan kerja. Mana ada masa Teruna : (Pulak dah, gaduh nanti) Ehh- ehh. Makcik pakcik. Kita lupakan dulu soalan tadi sebab kalau ikut makcik pun tak tutup kepala jugak. Maksudnya lebih kurang jugaklah. Nak tanya lagi, anak pak cik pandai masak tak? Bapa Gadis : hmm.. haram. Tau-tau bangun tido pukul 12 lebih, bukan bangun pagi dah tu. Bangun tengahari. Terus makan tengahari. Ibu Gadis : Apa la ayahnya, orang ni nak buat anak kita bini, dia cerita buruk-buruk pulak. Bapa Gadis : Maknya pun sama suka bangun lambat juga. Ibu Gadis : Abahnya! Teruna : (kah kah kah.. bengong. Camtu pun nak cerita) Hehe.. Okeh. Soalan lagi. Boleh tak dia baca quran? Ibu Gadis : Boleh sikit-sikit kot Teruna : Kali terakhir bila? Ibu Gadis : Err. Darjah 1 agaknya. Teruna : hmm.. Ibu Gadis : Kenapa? Teruna : Takda apa makcik. Soalan cepumas. Dia solat tak? Bapa Gadis : Apa motif kamu tanya semua ni. Dia kan selalu ikut kamu. Kamu tau la. Teruna : Kalau kat luar saya ajak dia solat, dia cakap datang bulan. Hari- hari datang bulan. Dia tau solat atau tak? Hampir terkedu si bapa dan si ibu. Dan pada raut wajah mereka berdua terdapat tanda-tanda kemerah- merahan menahan amarah. Teruna : Boleh saya sambung lagi. Dia tak reti masak, tak reti solat, tak reti mengaji, tak reti nak tutup aurat sebelum dia jadi bini saya lagi. Dosa- dosa dia terang-terang pegi kat makcik ngan pakcik. Lagipun tak berbaloi harga 25 ribu untuk dia. Lainlah dia ni ‘hafizah’, 30 juzuk dalam kepala, bertutup litup habis dari bawah sampai ke atas dan tau jaga batas, haa.. itu barulah berbaloi 100 ribu pun saya sanggup bayar. Tapi orang macam tu kalau kahwin mereka memilih untuk serendah- rendah mahar. Sebab sebaik-baik perkahwinan adalah serendah-rendah mahar. Mata bapa si gadis direnung tajam oleh mata ibu si gadis. Ketiga mereka menundukkan kepala. Lumrah adat untuk menjadikan anak perempuan untuk dijadikan objek pemuas nafsu hati menunjukkan kekayaan serta bermegah-megah dengan apa yang ada. Terutamanya pada majlis perkahwinan. Adat mengatasi agama. Dibiarkan anak perempuan dihias dan dibuat pertunjukkan di khalayak ramai. Sedang pada waktu itu akad telah dilafaz si suami, dan segala dosa anak perempuan sudah mula ditanggung oleh si suami. Amatlah rugi. Mahar berpuluh ribu dibayar pada isteri dan sepatutnya hanya si suami seorang yang berhak melihat, tetapi pada hari pertama perkahwinan iaitu semasa persandingan sahaja berpuluh ribu mata yang melihat si isteri. Seolah- olah si suami membayar mahar untuk mereka sekali. Bapa Gadis : Tapi kan. Pakcik nak anak pakcik rasa sekali. Benda seperti tu kan sekali seumur hidup. Teruna : Pakcik nak anak pakcik rasa ke pakcik yang rasa grand? Ibu Gadis : Tentulah kami berdua pun turut gembira. Teruna : Ye ke? Pakcik, makcik, saya bukan apa. Sekarang dosa anak pakcik, pakcik yang tanggung. Esok lusa lepas akad nikah terus dosa dia saya yang tanggung. Pastu pakcik nak buat bersanding pulak. Setiap mata yang memandang saya akan dapat dosa. Lagilah saya berdosa sangat-sangat. Ibu si gadis segera mengambil langkah mudah dengan menarik diri daripada perbualan itu. Si ibu tahu, si teruna bercakap menggunakan fakta islam. Dan tidak mungkin ibu si gadis dapat melawan kata si teruna itu. Bapa Gadis : Kau memandai pulak nak cakap agama ngan kami. Teruna : Ehh. Maaflah pakcik. Bukan saya nak cakap pasal agama. Tapi itulah hakikat sebenar. Kita terlalu pandang pada adat sampai lupa agama. Bapa Gadis : Camni lah. Kamu sediakan 25 ribu, ngan 31 dulang. Kalau takde, kamu tak boleh kahwin ngan anak aku! Teruna : Lama lagilah camtu. Dalam umur saya 30 lebih, baru dapat masuk meminang. Kalau camtu pakcik, ‘izinkan saya berzina ngan anak pakcik’? Bapa Gadis : Hoi! Kau dah melampau, ko baik-baik sikit cakap tu. Jangan main sedap mulut je. Teruna : Dengar dulu penjelasan saya pakcik. Pakcik tau tak apa sebab orang berzina dan banyak anak luar nikah? Sebab benda ni lah pakcik. Selalunya ibu bapa perempuan yang meletakkan berpuluh ribu ringgit sampaikan pihak lelaki terpaksa menangguh hasrat untuk berkahwin. Tetapi cinta dan nafsu kalau tidak diiringkan dengan betul, syaitan yang jadi pihak ketiga untuk menyesatkan manusia. Akhirnya mereka mengambil jalan pintas memuaskan nafsu serakah dengan berzina. Mula-mula memang ringan-ringan dahulu pakcik, pegang-pegang tangan, peluk-peluk, pegang pinggul, dan sebagainya. Tapi lama-lama jadi berat- berat. Yang berat-berat tu pakcik sendiri pun boleh bayangkan. Bapa Gadis : Apa kaitan kamu nak berzina pula Teruna : Ye lah. Dah pakcik tak bagi kami kahwin sekarang, biar ada duit dulu baru boleh kahwin. kami nak lepaskan nafsu camna pakcik? Tiap hari saya tengok dia, dia tengok saya. Susah pakcik. Nafsu.. Sebab tu saya dengan rendah hati minta izin pada pakcik untuk berzina ngan anak pakcik. Apa yang penting pakcik tahu yang saya dan dia nak berzina. Sebab rata-rata orang yang berzina ni ibu bapa tak tau. Nampak je biasa-biasa sedangkan da berzina. Err.. berzina bukan sahaja yang ehem-ehem je. Ada yang zina- zina ringan. Tapi sebab ringan tu yang akan jadi berat. Bapa Gadis : Hmm.. Kamu ni peliklah. Nasib baik pakcik cool je. Kalau orang lain, da lama angkat parang. Tapi kalau takde duit, camna kamu nak bagi dia makan Teruna : Hehe.. Pakcik. Pakcik lupakah dengan apa yang telah Allah bagitau? “Dan kahwinkanlah orang-orang bujang (lelaki dan perempuan) dari kalangan kamu, dan orang-orang yang soleh dari hamba-hamba kamu, lelaki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberikan kekayaan kepada mereka dari limpah kurniaNya kerana Allah Maha Luas (rahmatNya dan limpah kurniaNya), lagi Maha Mengetahui.” (an Nur 32). Takkan la kita tak yakin dengan apa yang Allah janjikan. Lagipun pakcik, kalau makan dan minum tu insyaAllah, berdaya lagi untuk saya beri pada dia. Tempat tinggal tu kita boleh bincang lagi. Kalau benda ni boleh menghalang kami dari melakukan perkara dosa dan sia-sia. Baiklah disegerakan. Pakcik pun tak mau perkara-perkara tak elok kan. Senyap tanpa kata bapa si gadis, merenung kata-kata si teruna. Segera bapa si gadis memikirkan cara untuk mematahkan kata-kata si teruna. Dan bapa si gadis mendapat akal. Bapa Gadis : Kamu tau la zaman sekarang ni. Kalau ikut cara kamu tu. Mungkin kamu tak suka dengan persandingan, pakcik boleh terima. Tapi kamu kena la ambil kira apa orang lain yang akan kata. Tau-tau orang akan mengata anak aku kena tangkap basah dan kena nikah paksa dengan kamu. Mana nak letak muka ni. Teruna : Bagus juga cadangan pakcik tu. Kena tangkap basah 2 ribu je denda. Kat Malaysia takde hudud, dan kalau untung. Boleh nikah masa tu jugak. Bagus-bagus. Bapa Gadis : Serius lah sikit. Teruna : Betul dah tu pakcik. Hehe. Tapi pakcik, saya tak kata pun takde walimatul urus. Sedang walimatul urus itu perlu untuk hebahkan yang anak- anak dah kahwin. itu cara islam. Ok. Tapi yang tak oknya, bersanding tu hahh. Kesian saya pakcik, saya seorang bayar mahar untuk anak pakcik, orang lain pun dapat tengok. Siap kalau berhias secara berlebihan dan orang lain yang lihat menaikkan nafsu syahwat mereka, saya yang berdosa pakcik. Saya yang tanggung dosa dia. InsyaAllah pakcik. Kita bukan nak buat apa pakcik. Syariat memang camtu. Maha baiknya Allah sebab jaga kita selama ini, tapi benda remeh-temeh camni pun kita masih pandang ringan dan kita tak menjaga apa yang telah Allah janjikan. Susah lah camtu pakcik. Maaflah kalau ada kata saya yang membuat pakcik kurang senang dengan saya. Segala-galanya kita serah pada Allah, kita merancang je. Azan zohor berkumandang, jaraknya tidak sampai 10 dari surau berdekatan rumah si gadis. Si teruna memohon untuk ke surau dan mengajak bapa si gadis untuk pergi bersama. Namun ajakan ditolak dengan lembut. Lantas si teruna memberi salam dan memohon untuk keluar. Di birai tingkap bapa si gadis melihat si teruna mengeluarkan kopiah dari poketnya dan segera di pakainya. Masuk ke dalam kereta dan hilang dari penglihatan bapa si gadis tadi. Sedang si gadis yang sedari tadi berdiri di balik tirai bersama ibunya menitiskan air mata mendengar luahan kata-kata si teruna terhadap ayahnya. Tudung pemberian si teruna sebagai hadiah pada hari jadinya yang lepas digenggam erat. Ibu si gadis juga menitiskan air mata melihat pada kelakuan anaknya. Segera ibu dan si gadis ke ruang tamu menghadap ayahnya. Ibu Gadis : Apa yang budak tu kata betul. Kita ni tak beratkan pada agama selama ni. Kita sambil lewa abahnya. Bapa Gadis : Hmm.. ntahlah, tak tahulah saya. Keras betul budak tu kata tadi. Satu-satu kena. Dia pesan tadi, suruh bersiap, lepas zohor dia amik kamu. Gadis : Takde mood nak pegi la ayah. Ntah.. Si gadis terus mencapai telefon bimbitnya dan menaip mesej. Si teruna yang selesai mengambil wuduk tersenyum apabila membaca mesej yang baru sahaja diterima daripada si gadis.. “Andai Allah telah memilih dirimu untukku, aku redha dan akan terus bersama mu, aku juga akan terus pada agama yang ada padamu.” “ : )” “Petang ni takde mood nak keluar, sorry. Dan minggu depan ayah suruh hantar rombongan.”
Weare JD Author


bangun+rumah 's link
Title : This Girl Author : October Warning : JD ini berunsur dewasa (omes) jadi bagi yang tidak menyukai omes bisa berhati-hati. P.s : Maaf untuk kehancuran kata-katanya. No judge. Don't copast. Don't be a silent reader. Make your own style. P.s.s : Oh ya, soundtrack lagu This Girl itu lagunya Vierratale yang Cinta Butuh Waktu. Play aja yak kalo baca JD ini :D --- Chapter 9 --- Ini sudah jam 8 malam. Dan aku baru saja keluar dari rumah sakit dengan Justin dan juga Allen. Sebenarnya aku ingin lebih lama menemani kakek karena perasaanku tidak enak. Kondisinya baru saja menurun. Membuatku dan Justin cukup panik takut-takut jika terjadi sesuatu dengannya. Mungkin kami terlalu lama ngobrol dengannya sampai kakek seperti ini. Jadi aku menelepon mom dan mom langsung membawa Allen kemari. Dia akan menginap disana malam ini sampai besok, bahkan mungkin sampai lusa. Pokoknya sampai kondisi kakek pulih dan stabil kembali. Dan selama itu pula aku harus menjaga Allen. Adik tiriku yang masih balita. Dia menggemaskan dengan pipi merah dan air liurnya yang sering menetes. Justin dan Allen. 2 orang yang berbeda itu begitu cepat akrab. Aku senang Allen merasa nyaman dengan Justin. Ia tak henti-hentinya tertawa saat Justin menggendongnya dan mengayunkannya diudara. Kami berjalan menuju ke halaman parkir rumah sakit, dan aku hanya melihat Justin yang tak henti menggoda Allen. Sedetik kemudian dia memberikan Allen padaku karena dia harus menyetir. "Kau sudah makan, Allen ?" Tanyaku padanya yang kini duduk di pangkuanku. Allen mengangguk pelan. "Sudah, Eva." Nevada tersenyum dan mengelus rambutnya pelan. "Anak pintar." Justin ikut mengulurkan tangannya dan mengelus Allen perlahan juga. Aku menoleh kearah Justin dan memandangnya sebentar. "Kau belum makan dari siang. Setelah sampai dirumah kau harus makan." Seruku memerintahnya. "Suapi. Aku." Jawabnya nakal sambil mengerling sekilas. Sial. Bisa-bisanya dia menggoda di depan Allen. Aku melotot. --- Begitu sampai aku langsung menyerahkan Allen pada Justin karena aku harus membuatkannya makan malam. Kusuruh Justin untuk menidurkannya. Entah laki-laki itu bisa atau tidak, aku tidak tau. Aku berkutat dengan beberapa bahan makanan sementara kulihat Justin sedang menggendong tubuh mungil Allen. Berusaha menidurkannya dengan nyanyian pengantar tidur bagi anak kecil. Ia menggendongnya sambil berjalan menghampiriku yang sedang mengambil piring. "Allen sudah tidur." Ujarnya memberitahuku. Aku mengangguk. "Tunggu sebentar ya." Justin tidak menyahut lagi dan hanya memerhatikanku. "Rasanya seperti kita adalah 1 keluarga. Aku suamimu, dan Allen adalah anak kita." Sahutnya tiba-tiba dengan lembut. Aku terkekeh pelan mendengar ucapannya. Apa itu yang ada di dalam kepalanya ? "Jangan bercanda. Kita bahkan baru menjalin hubungan." Jawabku sambil menoleh padanya. Ia tampak memerhatikan ku sedari tadi sambil tetap menggendong Allen yang sudah terlelap dengan kepalanya yang berada dibahu Justin. "Hmm, sebenarnya aku memikirkan sesuatu." Aku mengerutkan dahiku. "Apa itu ?" Aku mulai menuang masakanku ke dalam sebuah piring. "Sesuatu yang penting." Aku mengabaikan kalimatnya lantas membawa piring itu ke meja makan. Lalu mengambilkan garpu dan juga sendok untuknya. "Makanlah. Aku akan mengurus Allen sebentar." Tukasku sambil Justin menyerahkan Allen padaku. Aku segera meninggalkannya diruang makan dan masuk ke kamar Allen. Kamarnya benar-benar menggemaskan dengan wallpaper beruang dan banyak sekali mainan dan juga bonekanya. Aku meletakkannya di ranjangnya yang didesain khusus balita dengan pagar pembatas yang cukup tinggi. Ku hidupkan lampu tidurnya lantas mematikan lampu utama kamarnya. Well, aku sengaja tidak menutup pintu kamarnya karena terkadang Allen rewel saat tengah malam. Aku takut tidak bisa mendengar suaranya. Lantas aku kembali ke ruang makan dan Justin tampak menikmati ayam goreng yang sudah dibuat mom yang kumasak lagi dengan tambahan saus dan juga perasan lemon. Ku dudukkan bokongku di kursi sebelahnya dan menopang daguku sambil memperhatikannya. "Ini enak." Gumamnya. "Jadi, apa saja yang kau bicarakan dengan kakek ?" Tanyaku mencari tau. Well, sejujurnya aku memang sudah daritadi mencoba menahan penasaranku. Kakek sangat jarang meminta privasi padaku. Justin kembali melahap potongan ayamnya kemudian mengunyahnya. "Tidak ada. Kami hanya saling berkenalan. Dan membicarakan hal yang menyangkut dirimu." Justin kembali mengunyah dan aku mengerutkan dahiku. "Apa yang kalian bicarakan ?" Pria itu memutar kepalanya dan menatapku sambil menelan makananya dengan gerakan peristaltik. Terlihat dari jakunnya yang naik turun. "Kau tidak perlu tau." Aku mendengus. "Ayolah." Pintaku sedikit memaksa. Justin kembali ke makanannya lantas menggeleng. Pelit skali sih. Aku memutar kepalaku menatap ke arah lain. Engga melihatnya saat ini. Justin yang melihat perubahan sikap Nevada perlahan menarik dagu gadis itu agar melihatya. Ia sudah selesai dengan makan malam yang dibuat oleh calon istri nya ini. Calon istri ? Erm.. "Hey, jangan ngambek begitu. Kau seperti anak kecil saja." Justin berucap lembut. "Ada yang mau kukatakan." Lanjutnya lagi. Kali ini ucapannya mendapat perhatian Nevada karena gadis itu langsung menatap mata madu itu. "Apa ?" Justin menarik seulas senyumnya yang selalu menawan. Membuat siapapun yang melihat langsung jatu cinta pada pandangan pertama. Manik matanya juga menatap pendar biru cerah milik Nevada. "Aku mau.. kita bertunangan." Cetusnya. Nevada membulatkan matanya seketika. Jelas sekali ada ekspresi terkejut diwajahnya yang mulus tanpa jerawat itu. Namun gadis itu langsung cepat-cepat berusaha terlihat normal. "Tidakkan ini terlalu cepat ?" "Cinta kilat, sweetheart." Jawab Justin meringkas semuanya. "Lihat saja nanti, Justin. Biarkan ini berjalan dulu." Nevada mengecup pipinya singkat lantas berlalu menuju kamarnya. Justin langsung mengekorinya yang tidak tau mau kemana. Mereka berdua sampai dikamar Nevada dan Justin menutup pintu tersebut lalu berbaring di ranjang gadisnya. Sementara Nevada mulai membersihkan wajahnya sebelum gadis itu memutuskan pergi mandi. "Jadi, kapan kau mau―" "Selesai mandi, sabarlah." Sela Nevada sambil menanggalkan bajunya. Hanya menyisakan pakaian dalamnya sebelum gadis itu masuk ke dalam kamar mandi. Justin yang melihat tingkah gadisnya tersebut, perlahan gairahnya bangkit. "Kenapa tidak sekarang saja ? Kita bisa mandi berdua sekalian, babe." Tukas Justin sambil mengerling nakal dan menggigit bibir bawahnya berusaha menggoda Nevada. Nevada terkekeh. "Mau melakukannya di kamar mandi ?" Tawar Nevada sambil melepaskan kaitan bra nya dan memunggungi Justin. Namun kepalanya tertoleh ke belakang. Oh sial. Gadis ini balas menggoda rupanya. Justin jadi bertambah gairahnya. "Why not, babe ? It will be a such fun fantasy. Doggy style maybe ? Or.. woman on top ?" Justin menaik turunkan alisnya dengan seringai nakal, dan perlahan menghampiri Nevada yang berdiri di depan pintu kamar mandi. Ia memeluk tubuh gadis itu dari belakang dan perlahan mencium bahu Nevada sambil meremas bokong padatnya yang langsung membuat Nevada bergidik geli. Namun ada yang lain. Ada sensasi aneh yang menjalar. Ah. Sepertinya gadis ini mulai terangsang. --- Mereka berdua sudah selesai dengan aktivitas pelepasan mereka yang menguras tenaga mereka. Melakukannya di kamar mandi memang cukup menyenangkan meskipun tempatnya benar-benar terbatas. Tapi disanalah sensasinya. Apalagi saat Justin duduk diatas kloset lalu Nevada duduk di pangkuannya sambil saling berhadapan. Oh ya ampun. Posisi itu benar-benar membuat Nevada terbakar. Mereka berdua sedang tiduran di atas ranjang Nevada. Meskipun sudah sama-sama lelah, entah kenapa mata mereka masih enggan mengatup untuk tertidur. Jadi mereka saling berpelukan di dalam selimut dan hanya diam. Namun Justin pikir ini waktu yang tepat membahas kata-katanya tadi. "Aku tidak bercanda, honey. Kupikir kita seharusnya bertunangan. Kau bilang ingin hubungan yang serius kan ?" Justin pikir ini memang waktunya untuk memulai hubungan baru yang serius dan dengan cinta. 3 tahun yang lalu biarlah sudah berlalu. Ia sadar kalau dia tidak boleh terus terperangkap pada penantian yang entah kapan akan berakhir. Penantian semua yang selalu membuatnya berpikir ulang untuk jatuh cinta. Tapi dia pikir mungkin Nevada pantas mendapatkan cintadan keseriusannya. Meskipun hatinya belum 100% berlabu di hati Nevada, namun ia tau betul ia tidak bis berhenti memikirkan gadis itu jika gadis itu tidak jadi miliknya. Di tambah perbincangannya dengan kakek Nevada, itu cukup. Cukup untuk jadi alasan kalau ini memang saatnya serius. Cinta akan datang seiring berjalannya waktu, kan ? "Memangnya kau sudah yakin ? Aku belum mendengar kau mengatakan kau mencintaiku sejak kita memutuskan untuk bersama." "Aku yakin. Dan, aku mencintaimu." Justin mengecup puncak kepala gadis itu sambil memejamkan matanya. --- Seorang pria paruh baya berdiri di depan pintu. Mengetuknya berkali-kali, namun tak ada yang kunjung membukanya. Heran, kemana orang-orang ini ? "Nevada." Sahutnya dengan suara keras berharapa gadis yang di panggil tersebut mendengar suaranya. "Nevada. Nevada." Suara tersebut menyusup ke telinganya sayup-sayup disertai suara lainnya, yaitu ketukan pintu. Nevada menggeliat diatas ranjangnya dan matanya mengerjap beberapa kali berusaha membiasakan dirinya dengan bias cahaya matahari yang masuk ke dalam kamarnya. Ia melirik ke samping dan mendapati jam berapa sekarang 9 pagi. Well, gadis itu bangun cukup siang pagi ini. Bola matanya mendapati Justin yang masih terlelap. Wajahnya terlihat polos dan datar. Ia mengecup kening tersebut cukup lama kemudian melepasnya karena mendengar suara tadi lagi. Nevada segera turun dari ranjangnya lantas membuka pintu rumahnya. Matanya seketika membulat mendapati siapa sosok yang ada di hadapannya saat ini. "Dad ?!" Nevada menukas kaget. Henry, ayah tiri gadis itu hanya mengerutkan dahinya melihat tingkah anak gadisnya. "Kenapa terkejut ? Apa Ella tidak memberitahu bahwa aku akan pulang ?" Nevada menggeleng. "Tidak sama sekali, dad." "Well, mungkin dia lupa menyampaikannya padamu. Dan, kenapa lama sekali membuka pintunya ?" Henry berjalan masuk dan menjatuhkan bokongnya di sofa ruang tengah rumah mereka. Ia melepaskan topi pilot yang masih bertengger di kepalanya. "Erm, ya. Aku baru bangun." Nevada menunjukkan sederet giginya. "Lalu, Allen ?" "Dia masih di kamarnya. Mungkin masih tidur." Henry mengangguk paham. "Omong-omong, mobil siapa di depan itu ?" Jeez ! Itu mobil Justin ! Sial. Bagaimana bisa Nevada lupa kalau ada Justin ?! Tidak. Tidak. Dad nya sama sekali tidak boleh tau kalau ia membawa Justin menginap disini. Itu berarti Henry akan berpikiran negatif, lalu mengadukannya pada momnya, dan ia akan mendapat ceramah panjang yang tak terduga. "Em, itu.." Nevada menggantung kalimatnya sementara otaknya sibuk mengorek mencari jawaban. "Itu mobil temanku. Dia menitipkannya disini." Henry mengangguk lagi mengerti. Tidak sedikitpun menaruh curiga pada Nevada. "Kalau begitu akan melihat Allen. Dan, bisa kau siapkan sarapan ?" Nevada mengangguk. "Ya. Akan segera kusipakan." Henry bangkit lagi kemudian melewatinya dan berjalan menuju kamar Allen. Nevada lantas berlari cepat masuk ke kamarnya dan segera membangunkan laki-laki itu dengan panik. Justin benar-benar harus segera keluar dari sini. Sial. Atau tidak dirinya akan habis sekarang juga. Justin membuka matanya kemudian tersenyum. "Hey, good morning, babe." Sapanya sambil mendaratkan bibirnya di atas bibir Nevada. "Justin, you have to go now." Gadis itu memerintah sambil membereskan pakaian Justin yang dikenakannya kemarin. Semalam laki-laki itu berganti baju dengan setelan baju tidur milik dad tirinya. Gadis itu bergerak sangat cepat seolah dikejar waktu. "Hey hey hey. Slow down, honey. What's wrong ?" Justin mengangkat tubuhnya dengan kedua sikunya berusaha menghentikan aktivitas Nevada dengan suaranya. "Dadku pulang. Kau harus segera pergi dari sini. Cepat. Atau kau akan membunuhku sekarang. Please." "Shit !" Justin mengumpat pelan. Ia langsung meraih pakaiannya yang sudah di lipat Nevada secara asal lantas meraih kunci mobil dan ponselnya lalu keluar dari kediaman Maurice lewat kaca jendela kamar Nevada yang terhubung langsung dengan luar rumahnya. Fyuh ! Selesai sekarang. --- Mblo, sorry kalo chapter ini gaje dan garing banget --" Sorry juga ngepost nya tengah malem begini --" Next chapter gue usahain lebih baik lagi. Oke. Give me like, comment, feedback. See ya in next chap ;) Xoxo
Masdhiana Must Disciplin


bangun+rumah 's link
by Romi Satria Wahono   Hari Kamis, 19 Pebruari 2009, saya diminta mengisi satu sesi tentang entrepreneurship di PHP Developers Day 2009yang diadakan di PDII LIPI Jl Gatot Subroto 10, Jakarta. Supaya unik, presentasi saya beri judul Programmer Entrepreneur. Inti dari presentasi saya adalah uraian tentang kiat dan langkah menjadi programmer yang  berkarakter entrepreneur. Wacana ini perlu saya berikan karena saya pikir trend programmer di Indonesia, relatif lebih memilih bekerja di sebuah perusahaan yang established, daripada menempuh jalur wirausaha. Saya berharap para programmer berkarakter kuli, mulai pelan-pelan berubah menjadi programmer  yang berjiwa entrepreneur dan memiliki kemampuan bisnis yang memadai. Materi saya kembangkan dan sesuaikan dengan judul posting ini, yaitu 5 Langkah Menjadi Programmer Entrepreneur. Tertarik? Klik dan lanjutkan bacanya    1. FIGHT FOR CODELINE FREEDOM! Programming adalah kemampuan dasar yang wajib dimiliki oleh seorang programmerdan mahasiswa computing. Dalam IEEE Computing 2005, kemampuan coding dan mengembangkan software menjadi titik sentral, yang disentuh semua jurusan computing, baik itu Computer Science (CS), Software Engineering (SE), Information System (IS), Information Technology (IT) ataupun Computer Engineering (CE). Mahasiswa computing tanpa bisa coding, bagaikan garam tanpa asinnya Perdjoeangan untuk mencapai kebebasan baris kode, membawa arti bahwa kita tidak stress melihat 1000 baris kode suatu program. Dan juga, tidak boleh masuk rumah sakit kena tipus, kalau harus melototin 10000 baris kode  Pertanyaan yang sangat sering datang ke saya dari mahasiswa jurusan computing adalah, bagaimana supaya bisa mahir coding? Jawaban saya, kiatnya cuma ada 5, yaitu: latihan, latihan, latihan, latihan dan latihan  Yakinlah bahwa bangku kuliah tidak cukup. Dan janganlah pernah mengeluh wahai para mahasiswa, karena tidak hanya di Indonesia, mahasiswa di luar negeripun tetap tidak akan bisa mahir coding, kalau hanya mengandalkan jam mata kuliah pemrograman. Saya juga dulu harus keluar masuk berbagai software house di Jepang dan bahkan sempat 6 tahun part time di perusahaan game Activision, supaya bisa menebarkan dan menyematkan berbagai teori dan konsep pemrograman ke ujung-ujung jari, kulit dan otak saya.   2. BROWSING FOR LEARNING AND RESEARCHING Lakukan shift-paradigm pada perilaku kita. Tancapkan ke dalam benak kita yang paling dalam, bahwa kegiatan web browsing bukan hanya ajang klik URL asal-asalan, kegiatan selingan, iseng atau aktifitas di kala senggang. Mengakses Internet adalah sebuah investasi. Detik demi detik waktu yang kita pakai untuk nginternet, akan dikonversi dalam bentuk rupiah pada saat kita keluar warnet atau menutup koneksi internet kita. Manfaatkan kegiatan browsing untuk banyak belajar dan meneliti. Ketika mengunjungi Alexa.Com, jangan hanya terperangah dengan posisi rangking kaskus.us, friendster.com, facebook.com atau detik.com, tapi usahakan untuk sambil mengumpulkan data kunjungan Internet Indonesia. Rangkumkan datanya dalam bentuk tabel, kategorisasikan, olah dan analisa dengan berbagai teknik statistik. Manfaatkan berbagai forum yang betebaran di dunia maya untuk belajar, bagaimana mengembangkan software dan game yang bisa kita jual, ataupun berbisnis di Internet. Ketika kita menggunakan aplikasi facebook dan friendster, arahkan strum otak kita untuk memikirkan genre aplikasi dan game apa yang saat ini nge-trend di facebook atau friendster. Pelajari kelebihan dan kelemahannya.   3. CREATE A “KREATIFITAS MAYA”! Gunakan berbagai data dan hasil analisa yang kita dapatkan pada saat browsing untuk mulai sedikit demi sedikit membangun kreatifitas maya. Ingatlah bahwa produk-produk legendaris tidak langsung menjadi besar, perlu proses yang lama. Matt Mullenweg sang founder WordPress, juga mengawali jalan legendanya dengan sesuatu yang sangat dasar, karena ingin belajar PHP. Jerry Yang, akhirnya menseriusi bisnis mesin pencarinya, mesekipun diawali dengan aktifitas mengumpulkan link URL. Demikian juga dengan Blake Ross dengan Mozilla Firefoxnya, Mark Zuckerberg dengan Facebook-nya, Steve Chen dan Chad Hurley dengan Youtube-nya, Pierre Omidyar dengan eBay-nya, dan Tom Anderson dengan MySpace-nya. Kemampuan coding akan mempercepat proses implementasi ide, yang kita rumuskan dari hasil analisa dan penelitian kita tentang trend layanan web. Saya membangunIlmuKomputer.Com juga sebenarnya tidak asal bangun, tapi mulai dari learning dan researching tentang layanan untuk mahasiswa yang benar-benar bisa menjadi solusi bagi mahasiswa. Saya mulai dari survey ke ratusan mailing list dan forum. Termasuk mencari data yang valid, siapa sebenarnya pengguna Internet yang populasinya besar saat itu.   4. BLOGGING FOR PERSONAL BRANDING Kreatifitas maya yang dahsyat dan menggunakan teknologi canggih, tidak ada artinya apabila tidak diperkenalkan ke publik. Karena itu kita perlu latih kemampuan menulis kita, yang bisa kita mulai dengan menggunakan blog.  Para programmer yang notabene adalah seorang spesialis, dituntut kedepannya berkemampuan versatilist, yang bisa menawarkan diri dan menjual kemampuannya dengan baik. Ngeblog alias blogging sekaligus jadi cara yang maknyus untuk personal branding lewat dunia maya. Saat ini personal branding lewat blogging adalah jalan yang sangat cepat dan efektif, bahkan melebihi personal branding lewat koran dan media cetak. Pengguna Internet Indonesia yang mencapai 25 juta, mungkin hanya kalah oleh TV. Dan saya yakin, tidak semua dari kita punya kelebihan uang untuk melakukan aktifitas narsistik lewat 30 detik iklan di TV yang mencapai nilai ratusan juta rupiah. Sekali lagi, personal branding lewat blogging adalah jalan yang lebih efektif, efisien, nyata alias tidak ngoyoworo bin aya aya wae  . Sayapun menempuh jalan ini untuk memperkenalkan diri, IlmuKomputer.Com dan juga bisnis yang saya buat sepertiBrainmatics.Com.   5. BE AN ENTREPRENEUR! Ketika kondisi sudah mapan, dan sudah mulai banyak yang menghubungi kita untuk kerjasama mengembangkan berbagai proyek dan kegiatan. Mulai pikirkan untuk masuk jalur entrepreneur formal lewat bisnis dalam bentuk yang lebih nyata. Dirikan PT atau CV, sewa kantor, ajak anak-anak muda yang cerdas nan militan untuk bergabung dengan kita. Jangan lupa didik mereka dengan baik dan bijak. Beri mereka kesempatan untuk mengembangkan diri dan mengembangkan ilmu. Beri beasiswa untuk melanjutkan sekolah apabila dirasa memang sang pegawai berprestasi. Beri mereka kepercayaan, mulai delegasikan wewenang dan tugas, dan jangan pernah beranggapan bahwa semua harus kita kerjakan sendiri. Saya juga dibantu para pedjoeang-pedjoeang muda dalam melakukan aktifitas di dunia maya dan bisnis.  Menarik kalau kapan-kapan coba mampir ke markas IlmuKomputer.com, yang sekaligus sebagai kantor Brainmatics.Com di Menara Bidakara. Ada Mansyur, Training Manager kita yang gesit dan jaim. Mansyur alias Acun ini sebenarnya baru berumur 20 tahun dan duduk di semester 3 bangku kuliah S1. Tapi menakjubkan, karena miliaran omzet perusahaan dihasilkan dari tangan dinginnya. Ada mulyana, sang Technical Manager yang cerdas tapi dingin, plus cenderung psikopat. Saat ini baru berumur 19 tahun, bahkan belum lulus SMA dan harus ujian bulan April ini. Ada lagi Eman, sang Financial Manager kita, pemilik IPK 3.8 yang selalu tampil keren dan harum meskipun sedikit agak jablai ini, juga baru berumur 20 tahun. Adalagi Tanto, yang jadi PJ project eLearning kita di Merpati Airlines, laki-laki setia yang jago makan ini juga belum menikah  Sapalah para pedjoeangku ini, dan ajaklah mereka berdiskusi. Aku yakin tidak ada yang bisa mengalahkan laskar pelangiku ini dalam kuantitas dan kualitas kerja. Mereka bangun sebelum orang lain bangun, dan tidur setelah orang lain tidur. Dancintapun tak akan bisa membunuh mereka, paling cuman bikin diem ajah 3 hari 3 malam hihihi. Mereka sangat paham bahwa mendapatkan pendidikan adalah sebuah perdjoeangan, dan hidup dari keringat sendiri adalah suatu kebanggaan. Para pedjoeangku ini masih terlalu muda dan mungkin miskin ilmu, karena itu ajarilah mereka ilmu pengetahuan. Tapi belajarlah dari mereka hakekat perdjoeangan dan mintalah sebuah peta  harta harun kepada mereka … yaitu peta jalan cinta para legenda. Wahai para pemuda, janganlah pernah mau jadi pecundang, berebutlah untuk menjadi legenda. Kuingin kau tahu, jalan legenda terbuka lebar, bagi siapa saja yang mau berusaha dan berdjoeang. Dan tidak semua orang yang punya kemampuan bisa menjadi legenda, karena  menjadi legenda adalah sebuah pilihan, bukan karena kemampuan. Sambutlah pagi hari dengan riang dan tataplah mentari pagi dengan lantang. Jangan lupa ucapkan, “I am legend!”  … believe me you will be legend  Tetap dalam perdjoeangan!
Éńčēp Šōfiŷũdiń
Novelly Gadies Pubian


bangun+rumah 's link
Nafsu Ibu Ayu Setelah beberapa kali aku tidur dengan wanita setengah baya yang begitu asik dan nikmat! Aku semakin senang bersetubuh dengan wanita wanita yang usia jauh lebih tua dariku. Ada perasaan puas bisa membuat mereka dapat mencapai titik persetubuhan yang sangat di idam idamkan oleh setiap wanita. Setelah pertempuranku yang sangat melelehkan dengan Ibu Lastri, aku benar benar harus mengk...onsumi beberapa multi vitamin dan berolahraga agar staminaku tetap fit. Apalagi tubuh Ibu Lastri yang begitu besar sehingga selain capai bergoyang aku juga harus menahan bobot tubuhnya yang kelewat besar, Dua hari setelah pertempuranku dengan Ibu Lastri, Hpku berdering. Oh ya sekarang aku harus memakai 2 HP dengan nomor yang berbeda, yang satu khusus untuk menerima telfon dari wanita wanita yang mengajakku kencan dan yang satu lagi untuk keluarga dan teman temanku. “Hallo Pento ya! Ini Ibu Lastri masih ingatkan?” “Hallo Ibu Lastri apa khabar.., tentu aku masih ingat dengan Ibu!, ada apa nih Bu?”, tanyaku. “Gini pen!, Ibu cerita sama temen Ibu tentang kamu, dan temen Ibu itu tertarik mau mencoba segala keramah tamahanmu, Gimana kamu maukan? Kalau kamu ok, temen Ibu itu sekarang ada di hotel Horison Lt empat. “Wah, kenapa engak Ibu aja yang ngajak saya!, Ibu ngak puas ya sama saya! pelan sekali suaraku takut terdengar teman temanku yang lain. “Ngaco kamu, kalau Ibu ngak puas, ngapain juga Ibu promosiin kamu sama temen Ibu!, iyakan”. “Ok deh Bu Lastri saya mau, jam berapa saya bisa datang “. “Terserah kamu!, kalau kamu bisa keluar dari kantor sekarang, sekarang aja kamu langsung kesana!, gimana jam berapa kamu bisa? Setelah berpikir sejenak aku memutuskan untuk pulang kerja jam tiga sore, apalagi Ibu Mila belum kembali dari LN. “Ok Bu Lastri, jam tiga saja aku pasti datang, oh ya.. nama temen Ibu siapa? “Namanya Ibu Ayu, dia ada dilantai empat kamar xx, dan jangan kecewaiin Ibu ok, Ibu mau telfon temen Ibu dulu memberi kabar kalau kamu datang jam tigaan Bye “. Wah ada rejeki nih, Cuma aku jadi berpikir lagi!, jangan jangan temen Ibu Lastri sama dengan Ibu Lastri yang bertubuh besar namun aduhai!, bisa celaka dua belas nih. Dengan alasan yang kubuat buat jam 2:30 aku ijin dari kantorku, dengan taksi aku meluncur ke daerah Ancol menuju hotel Horison. Setelah masuk kedalam Lobby aku bilang sama receptionist kalau aku saudaranya Ibu Ayu di lantai empat dan mau berjumpa dengan beliau. “Sebentar ya Pak saya tanya Ibu Ayu dulu”, jawab receptionist dengan ramahnya. “Hallo sore Ibu Ayu maaf mengganggu, ini dari looby ada tamu yang mau bertemu Ibu ” “Namanya Pento Bu “. “Iya.. iya selamat sore Bu”, jawab receptionist sambil menutup pembicaraan. “Silakan Mas! lagsung naik saja sudah ditunggu “. “Terima kasih Mbak”, jawabku Setelah sampai diatas dan berada didepan kamar Ibu Ayu, jantung ku berdebar dengan keras!, aku agak sedikit grogi. Kuketuk pintu, tidak lama kemudian pintu terbuka. “Pento ya?, mari masuk jangan bengong gitu dong, ntar kesambet si manis jembatan ancol lu “. sapa Ibu Ayu. Sambil melangkah masuk kedalam kamar hotel, aku jadi terbengong bengong dengan apa yang aku lihat, apa aku ngak mimpi!, karena Ibu Ayu yang ada di depanku ini adalah wanita setengah baya atau mungkin bisa di bilang wanita lanjut usia dan yang mengundangku untuk bertukar lendir kenikmatan adalah seorang pemain film, artis sinetron yang sangat tekenal! Sekarang ini beliau sering memerankan tokoh Ibu Ibu orang kaya dengan dandanan menor dan rambut sering di sanggul. Sudahlan aku tidak ingin lebih rinci lagi menjelaskan siapa Ibu Ayu!, aku harus tetap menjaga kerahasian konsumenku. “Mau minum apa”, tanya Ibu Ayu. “Apa saja Bu”, jawabku gugup “Silahkan duduk Pento rilex saja, jangan tegang gitu dong!”, canda Ibu Ayu Akupun duduk di sofa yang menghadap kearah pantai, indah sekali pemandangannya. Tak berapa lama, Ibu Ayu datang menghampiriku dengan 2 kaleng coca cola diet, kemudian tanpa kusangka sangka Ibu Ayu langsung duduk dipangkuanku, dengan gaya yang manja sekali. “Silahkan minum sayang, aku mau coba apa kamu sehebat seperti yang dibilang si Lastri “. Kutaruh minumanku dan kulepas kemejaku agar tidak kusut, kemudian Ibu Ayu menciumi bibirku dan tangannya meremas remas burungku yang masih terbungkus celanaku. Aku pun tidak tinggal diam langung kulumat bibir wanita yang sepantasnya jadi nenekku, tangankupun gerilya kesana kemari meremas dan mengelus elus tubuh Ibu Ayu yang sudah sangat kendor sekali sembari memberi rangsangan nikmat kepadanya. Tanpa sadar helai demi helai pakaian kami berdua sudah saling berjatuhan, aku dan Ibu Ayu sudah telanjang bulat. Dalam hati aku berkata, kalau di TV Ibu Ayu selalu berdandan trendi sekarang ini beliau sudah telanjang bulat tanpa sehelai benangpun, dengan tubuh yang sudah sangat kendor, apalagi buah dadanya!, hanya kemulusan kulit tubuhnya saja yang masih tersisa. Namun beliau adalah konsumenku dan aku wajib untuk memberi kepuasan kepadanya. Kuubah posisi kami, sekarang Ibu Ayu duduk bersandar dengan kaki mengangkang, kucumbu mulai dari bibir, saling berpagutan turun ke lehernya terus turun kebuah dadanya. Kumainkan Putting susunya kuhisap bergantian kiri dan kanan sambil tanganku meremas dan mencongkel congkel serta menusuk nusuk memeknya dengan jari jari saktiku. Cumbuanku pun perlahan lahan turun kebawah dan berakhir disawah ladang Ibu Ayu, Kujilati dan kuhisap memek Ibu Ayu yang licin tanpa bulu kemaluan yang sudah dicukur rapi. Aku benar benar tidak mau rugi!, kunikmati seluruh tubuh Ibu Ayu jengkal demi jengkal tidak ada bagian tubuhnya yang terlewati untuk ku nikmati. Aku benar benar ingin memuaskan Ibu Ayu, berlama lama aku bermain dan memberi rangsangan kenikmatan di lubang memek dan itilnya yang membuat Ibu Ayu semakin mengelinjang dan mendesah tidak karuan. “Uhh.. Pento.. Hisap yang kuat sayang Ibu Ibu.. Mau keluar..” Aku sadar dengan usia Ibu Ayu, kuhentikan hisapanku, aku tidak mau ini berakhir dan harus menunggu stamina Ibu Ayu pulih kembali untuk memulainya lagi. Ibu Ayu pun protes kepadaku. “Kenapa dihentikan Pen.., Ibu sudah hampir sampai..”. “Maaf Bu!, aku mau Ibu orgasme dengan kontolku bukan dengan lidahku”. “Ihh.. ternyata kamu nakal juga ya.. pen..”. Aku bangkit dan duduk bersandar disofa. Saat tanganku hendak meraih kondom yang sudah kusiapkan di meja. Ibu Ayu melarangku mengunakan kondom. “Tak usah pakai kondom Pen, kurang nikmat!, Ibu percaya kamu bersih dan kamu juga harus percaya Ibu juga bersih”. Kemudian Ibu Ayu bangkit berdiri lalu menduduki tubuhku sambil merusaha memasukan batang kontol ku kelubang memeknya. “Ahh Rintih kami bersamaan saat batang kontolku membelah dan masuk ke dalam lubang memek Ibu Ayu yang sangat licin sekali, mungkin karena banyaknya air liurku yang bercampur dengan lendir nikmatnya. Dalam posisi duduk ini, aku bisa lebih leluasa menghisap tetek Ibu Ayu dan meremas remas pantatnya. Digoyangnya perlahan lahan kemudian diputar pantatnya dan sesekali dinaik turunkan pantatnya. “Uhh.. Pento.. enak sayang.. enak.., ahh.. ah.. ihh.. ihh”, rintih Ibu Ayu. Kusedot puitng susu Ibu Ayu dengan kuat sambil tanganku membelai punggung dan meremas pantatnya, kami terus berpacu mengejar sejuta nikmat yang begitu fantastis yang selalu di hayalkan hampir semua orang, dan akhirnya “Arrgg Pento.. enak sekali.. sayang.. Ibu.. Ibu.. mau keluar.. nih..”. “Tahan Bu saya juga mau keluar”, yah!, Hari ini aku tidak meminum obat kuat, aku ingin menikmati secara alami gesekan dinging memek Ibu Ayu dengan batang kontolku. Goyangan pantat Ibu Ayu semakin lama semakin cepat dan gesekan gesekan dinging memek Ibu Ayu dengan batang kontolku semakin membuatku terbang melayang. Beruntung sekali aku bisa merasakan memek orang terkenal, Walaupun Ibu Ayu bisa dibilang sudah tua, bagiku memek tetaplah memek! Thanks buat Ibu Lastri. Akhirnya sekujur tubuhku menegang, urat urat dibatang kontolku semakin sensitive menanti ledakan nikmat yang sebentar lagi akan keluar. “Arrgg Pento.. Ibu sampee”, “Arrgg buu.. saya keluarr.” Aku dan Ibu Ayu menjerit bersamaan melepas orgasmenya dan ejakulasiku secara bersamaan, dipeluknya tubuhku erat sekali, dan akupun memeluknya dengan erat. Setelah lewat beberapa menit aku dan Ibu Ayu masih belum merubah posisi kami dan masih terus berpelukan menikmati sisa sisa kenikmatan yang baru saja kami berdua lewati, dan mengatur nafas kami yang tidak teratur. “Pento rasanya damai sekali berpelukan seperti ini, thanks ya kamu udah bikin Ibu meraihnya. “Sama sama Bu saya juga suka berpelukan seperti ini”, kubelai rambutnya dan kukecup keningnya. Hari itu aku dan Ibu Ayu mengulangi dua kali lagi persetubuhan kami, di tempat tidur dan di kamar mandi, persetubuhanku yang terakhir di kamar mandi dengan Ibu Ayu sangat fantastis, seperti layaknya seorang gadis muda Ibu Ayu mencoba bermacam macam gaya dan yang terakhir Ibu Ayu memintaku memasukan batang kontolku ke lubang anusnya. Ternyata lobang anus Ibu Ayu sudah cukup longgar mungkin suaminya suka main di lubang yang satu ini atau dengan lelaki lain yang disewanya. Setelah kugunakan kondom tanpa kesulitan yang berarti perlahan lahan namun pasti batang kontolku masuk membelah lobang anusnya, kudiamkan sesaat sambil ku nikmati sensasinya kemudian aku pompa maju mundur. Jepitan lobang anus Ibu Ayu mencengkeram dengan kuat batang kontolku!, walaupun aku mencoba untuk bertahan lebih lama akhirnya aku sudah tidak sanggup lagi menahannya!, dengan satu teriakan panjang sambil kubenamkan dalam dalam batang kontolku di lubang anusnya, aku melepas ejakulasiku di pantatnya dan Ibu Ayu melepas orgasme panjangnya sambil menangis tersedu sedu. Aku benar benar merasa puas bisa membuat Ibu Ayu mencapai titik yang diinginkannya, dan harus kuakui stamina Ibu Ayu sangat kuat sekali. Setelah beristirahat beberapa jam, pukul 12 malam, akupun pamit hendak pulang, walaupun Ibu Ayu mencoba menahanku agar aku menginap bersamanya. Akhirnya setelah aku ceritakan sedikit tentang diriku, Ibu Ayu pun mau mengerti dan memahami kondisiku, dengan satu perjanjian aku harus bersedia memberikan kepuasan birahi kepadanya saat Ibu Ayu membutuhkannya. Setelah kuberikan Nomor HP ku kukecup kening Ibu Ayu dan akupun pamit pulang. Di dalam taksi aku masih tidak habis pikir bahwa Orang seperti Ibu Ayu yang merupakan public figur dan artis terkenal juga nenek dari beberapa orang cucu, ternyata masih membutuhkan orang sepertiku untuk melampiaskan dan melepas nafsu birahinya. Tapi sudahlah!, tiap orang punya Masalah dan seleranya sendiri sendiri. --------------------- Cerita Skandal Seks Keluarga Ketika mendengar skandal, lebih banyak dari kita berfikir itu adalah cerita seks, cerita dewasa yang banyak orang suka, dan biasanya cerita seks di iringi dengan beredarnya foto bugil ataupun video bokep sang pelaku skandal. lalu bagaimana cerita seks skandal kali ini? Berikut cerita lengkapnya : Vivi baru aja pulang dari sekolah. Dia lagi sebal, karena tidak seorang...pun yang menjemputnya. Padahal biasanya dia selalu ada yang menjemput, khususnya supir keluarganya. Sudah ditelpon berkali-kali, mulai dari HP maminya, HP supirnya, telepon rumah, tetapi tidak ada yang mengangkat. Akhirnya dia putuskan untuk pulang naik taksi. Sesampainya di rumah, Vivi segera masuk kedalam dan mencari supir keluarganya. Hendak didamprat. Hehehe…Biasa. Putri tunggal selalu judes dan manja. Dia melihat mobil yang biasa dibawa sang supir terparkir didalam garasi. Hal itu membuat dia semakin kesal. Dia berpikir sang supir pasti ketiduran. Dengan emosi dia segera menuju kekamar belakang tempat supirnya biasa beristirahat. Namun dia tidak menemukan siapapun disana. Bahkan, pembantu-pembantunya yang lain juga kok pada “menghilang”. Setelah mencari kesana kemari tanpa hasil, Vivi akhirnya sedikit reda emosinya. Dia lalu naik ke atas dan menuju kekamarnya. Setelah mengganti baju seragamnya dengan pakaian yang lebih nyaman, dia segera merebahkan tubuhnya ke ranjang. Selama beberapa waktu, diatas ranjang Vivi cuman bisa balik kiri, balik kanan. uh…nampaknya dia tidak bisa tertidur. Biar udara dikamarnya cukup sejuk, ada sesuatu yang menghalanginya tertidur. Entar kenapa dia merasa ada yang mengganjal didalam hati. Kemudian dia mendengar suara pintu kamar ortunya dibuka. “Wah, mami dirumah to…”, demikian pikirnya. Dia lalu meloncat turun dari ranjang dan keluar dari kamar. Vivi hendak “mengajukan” keluhan karena tidak seorangpun yang menjemputnya dari sekolah. Begitu dia keluar kamar, wah…dia cuman melihat sang supir keluar dari kamar ortunya dan menuju ke tangga. Melihat ada Vivi disana, supir itu nampak terkejut. Dengan cepat Vivi menanyakan, kenapa kok tadi dia tidak dijemput. Yudi, sang supir, sedikit gelagapan dengan pertanyaan itu. Intinya dia minta maaf karena tidak bisa menjemput karena ada sedikit keperluan. Lalu dia buru-buru pamit dan turun ke bawah. Vivi bahkan tidak sempat bertanya untuk apa dia ada didalam kamar ortunya. Curiga kalo Yudi mengambil sesuatu dari dalam kamar tersebut, Vivi segera menuju kesana dan masuk kedalam. Wah, ternyata didalam ada maminya yang sedang tertidur pulas. Vivi jadi berpikir macam2. Jangan-jangan ada sesuatu antara maminya dengan Yudi. Dengan perasaan tegang, dia mengawasi isi dari kamar tersebut. Hatinya semakin gundah. Di lantai kamar nampak berserakan kaus dan rok yang biasa dipakai maminya. Juga tergeletak sepotong bra hitam dan CD hitam. Duh. Masa sih maminya selingkuh dengan Pak Yudi? Demikian pikirnya. Tiba-tiba mata Vivi berkaca-kaca. Dia sungguh tidak menyangka, kalo maminya sangat mungkin ada affair dengan Pak Yudi, supirnya sendiri. Bibirnya bergetar, menahan tangis yang bisa meledak kapan saja. Akhirnya, karena tidak kuat menahan perasaannya, dia segera berlari kedalam kamarnya sendiri dan menangis sejadi-jadinya. Hatinya terasa hancur. Maminya, yang selama ini selalu memberi nasehat tentang kesetiaan, tanggung-jawab dan moral ternyata tak lebih dari seorang wanita yang selingkuh terhadap papinya. Vivi merasa sangat kesal dan perasaannya remuk redam. — Sudah beberapa hari ini Vivi bersikap dingin kepada maminya. Jika diajak bicara, Vivi cuman jawab seadanya, itupun dengan nada datar. Tentu sang ibunda merasa sedih, apalagi dia tidak mengetahui alasan yang sebenarnya. Minggu demi minggu pun berlalu. Namun rasa kesal dan dendam dihati Vivi masih belum juga hilang. Dia lalu bertekat ingin memergoki secara langsung saat maminya berselingkuh dengan Pak Yudi. Akhirnya datang juga saatnya. Waktu itu, sekitar bulan November beberapa tahun yang lalu. Sepulang dari sekolah, dia lalu mengendap-endap naik kelantai atas dan berjalan menuju ke kamar ortunya. Jantung berdegub semakin kencang, mendengar suara rintihan maminya dari dalam kamar. Vivi lalu menempelkan kupingnya ke pintu kamar. Selain suara maminya, dia juga mendengar desahan penuh nafsu dari seorang lelaki. Ya, dia mengenali suara itu. Itu suara Pak Yudi! GUBRAK ! Vivi membuka pintu kamar ortunya dengan keras sampai membentuk tembok kamar bagian dalam. Dia lalu menatap tajam kearah ranjang dengan penuh emosi. Duh, katanya jantungnya serasa ingin copot, berdegub terlalu keras. Dia melihat maminya sedang terlentang tanpa busana diranjang. Supirnya, Pak Yudi sedang asyik menyetubuhinya dari atas. Mereka masih dalam posisi berpelukan dan berciuman bibir saat Vivi tiba-tiba menyeruak masuk. Ibunda Vivi tentu sangat kaget namun tidak bisa berbuat apa-apa. Semua sudah terlambat. Namun Pak Yudi masih terlihat tenang, serasa tidak terjadi apa-apa. Dia masih asyik menggoyang tubuh maminya Vivi dengan santai, seakan memang sengaja ingin menunjukkan hal itu. Saya tidak tahu persis apa yang terjadi dengan maminya Silvi+Pak Yudi (karena tidak ada ceritanya). Yang pasti, setelah melihat itu, Vivi segera kembali kedalam kamar, menangis dengan keras. Besok paginya, saat Vivi bangun, diamelihat maminya sudah berdiri ditepi ranjang, membelai kepalanya dengan lembut. Dengan perasaan muak, dia membuang muka dan segera turun dari ranjang. Sambil menangis, maminya ingin mengajaknya berbicara namun Vivi tidak menghiraukannya. Didalam hatinya sudah tidak ada lagi yang namanya respek/hormat. Yang ada hanyalah perasaan kesal, kecewa dan dendam. — “Pak Yudi, kenapa kamu affair sama mami?”, tanya Vivi ketus. Saat itu, mereka sedang didalam mobil, sepulangnya Vivi dari sekolah. Awalnya, Pak Yudi tidak menanggapi pertanyaan anak majikannya itu. Namun, karena terus didesak dengan nada yang ketus, akhirnya Pak Yudi menjawab juga. “Lha, mami kamu yang mau kok.”, ujarnya enteng. “Bohong ! Ga mungkin mami mau sama orang kayak kamu!”, sahut Vivi ketus. Pak Yudi terkekeh. “Terserah nik. Mau percaya ya udah, ga percaya ya udah. Tapi lah wong begitu kenyataannya.”, ujar Yudi. “Coba kamu pikir lah nik. Mana berani saya menggoda mami kamu kalo dia nggak kasih tanda dulu.” “Maksudmu?”, tanya Vivi lagi, masih dengan nada ketus. “Ya mami kamu yang mau sama saya. Saya cuman melayani kemauan ibu saja. Soalnya mami kamu kan ada kebutuhan, sedang bapak ngga bisa kasih.”, ujar Yudi. “Awalnya mami kamu bilang cuman mau ‘pegang2′ saja. ya saya sih nurut aja sama mami kamu. Ga tahunya kita maen beneran. Eh, Trus mami kamu ketagihan ama saya.”, ujarnya lagi, sambil tertawa ringan. “Mungkin saya ini menarik dimata mamimu.” Yudi memang cukup ganteng. Usianya masih muda, sekitar 23 tahun. Badannya cukup tegap dan berkulit gelap, mungkin karena dulu dia pernah sebagai pekerja kasar seperti kuli bangunan / kuli angkut barang di pasar induk (berjemur). Vivi terdiam. Papinya memang jarang pulang dirumah. Suara bising lalu-lintas samar-samar masih terdengar. Tak lama kemudian, mereka sampai dirumah. Vivi segera masuk kedalam rumah, sedang Yudi membuka bagasi mobil dan mengambil barang-barang bawaan Vivi dari sekolah tadi. Cukup banyak barangnya, soalnya semuanya itu adalah untuk keperluan bazaar di sekolah. Setelah meletakkan tumpukan barang-barang tersebut digarasi, Yudi menunggu Vivi diruang tamu bawah, menunggu kepastian mau disimpan dimana peralatan masak tersebut. Setelah ditunggu selama beberapa menit, nampaknya tidak ada tanda-tanda Vivi turun dari atas. Tak sabar menunggu, dia lalu beranjak dari kursi dan naik keatas menuju ke kamarnya Vivi. Setelah pamit dan masuk kedalam kamar, Yudi melihat Vivi sedang duduk termenung ditepi ranjang. Dia masih memakai seragam sekolahnya. Kondisi mental Vivi saat itu sedang hancur. Dia tidak tahu lagi tentang panutan hidup. Yudi lalu ikutan duduk disampingnya. Entah kenapa tiba-tiba ada keinginan dari dirinya untuk menikmati Vivi juga. Dia lalu mengajak Vivi bercakap-cakap. Perlahan tapi pasti, Yudi merasa “pertahahan” Vivi semakin mengendor. Dia sudah bisa bercanda, walau masih dalam takaran yang minim. Saya tidak tahu bagaimana ceritanya, yang pasti kemudian Yudi sudah berhasil menciumi Vivi. Tangannya pun bergerilya, meremasi payudara gadis cantik ini. Yudi lalu pelan-pelan membuka kancing kemeja seragam sekolah Vivi. Tak ada reaksi penolakan. Yudi semakin bersemangat. Setelah berhasil melepas kemejanya, dia lalu memeluk Vivi dan menciuminya dengan penuh nafsu. Vivi cuman diam saja sambil memejamkan mata, membiarkan tubuhnya dijamah oleh supirnya ini. Tak puas sampai disini, Yudi lalu melepas bra putih yang dipakai oleh Vivi. Setelah itu, dia segera menyedot puting payudara Vivi dengan penuh nafsu. Bagi Vivi, ini adalah pertama kalinya seorang lelaki menyentuh tubuhnya. Dia belum pernah pacaran. Beberapa menit kemudian, yang bisa diceritakan adalah Vivi sudah dalam keadaan bugil. Yudi juga demikian. Segera direbahkannya Vivi keranjang dan Yudi pun mulai mempraktekkan keahliannya. Dijilat dan disedotnya vagina Vivi yang masih perawan itu dengan penuh gairah. Vivi cuman mengerang kecil, menahan rasa nikmat untuk pertama kalinya. Setelah Yudi merasakan vagina Vivi sudah siap, dia lalu melepas celana dalamnya dan menyembulah senjata andalannya. Ukurannya yang cukup besar membuat vivi terbelalak. “Tenang saja. Mami kamu menyukai anuku ini lho. Aku jamin kamu juga bakal suka.”, ujar yudi enteng, menyeringai. Dia lalu menggesek-gesekkan penisnya yang kokoh itu pas dibelahan vagina Vivi yang semakin basah. Vivi melenguh. Dia baru pertama kali ini melihat penis seorang lelaki dan lagi penis tersebut sekarang sedang digesekkan ke alat vitalnya. Karena sudah tidak sabar ingin menyetubuhi Vivi, Yudi lalu memposisikan penisnya pas didepan lubang kenikmatan tersebut dan mendorongnya. Vivi tersentar kedepan, dia merasakan sakit divaginanya. Yudi lalu mencoba untuk menusuknya sekali lagi namun gagal. “Kamu masih perasan ya nik?”, tanya Yudi penuh harap. Vivi menganggukdengan lemah. Kita bisa melihat sebuah senyum penuh kemenangan merias wajah Yudi. “Sip nik. Nanti sakit bentar aja kok, abis itu pasti minta lagi. Hahaha”, tawa Yudi. Dia lalu dengan segera menusukkan penisnya kedalam vagina Vivi yang masih sempit itu. Vivi berteriak kesakitan saat alat kelamin Yudi yang kokoh itu mulai masuk dan membelah vaginanya. Erangan kesakitan Vivi malah menambah nafsu supirnya itu. Lalu dengan sodokan penuh tenaga, Yudi memasukkan seluruh penisnya kedalam vagina gadis amoy ini. “Oh…”, erangan penuh nikmat dari Yudi diiringi oleh teriakan kesakitan oleh Vivi. Meleleh-lah air mata gadis cantik ini. Hatinya semakin kacau. Dia tidak menyangka bisa berbuat sampai sejauh ini. Dia tidak menyangka bahwa lelaki pertamanya, lelaki yang merenggut keperawanannya adalah supirnya sendiri. Yudi dengan ganas mengkocok penisnya didalam vagina Vivi. Dia merasa di “surga” dunia, menyetubuhi seorang gadis cantik yang masih perawan. Diciumnya bibir Vivi dengan penuh gairah. Vivi cuman diam sambil mengerutkan dahi menahan sakit divaginanya. Namun setelah beberapa waktu kemudian, perlahan-lahan Vivi merasakan ada yang aneh. Rasa sakitnya berangsur-angsur menghilang dan dia merasakan sebuah sensasi kenikmatan yang semakin lama semakin kuat. Yudi terus menyetubuhi gadis ini dengan penuh gairah. “Uh…kamu seksi sekali nik. Sama putihnya kayak mami kamu…uh…tapi lebih enak.”, ujar Yudi. Vivi cuman diam saja. Dia semakin menikmati dirinya disetubuhi dengan kasar oleh supirnya ini. Menit demi menit berlalu. Tiba-tiba Vivi merasakan ada denyutan yang menggelora dari dalam tubuhnya. Dia tidak tahu apa itu, tetapi gelora itu semakin lama semakin kuat. Erangan sensual semakin terdengar keras keluar dari mulutnya. Yudi keliatannya mengerti. Dia semakin kerasa mengkocok penisnya didalam vagina Vivi sambil kedua tangannya meremas dengan gemas payudara Vivi yang putih itu. “Oh…oh…mas…ah…”, erang Vivi, semakin intens. Akhirnya, dengan sebuah sentakan kebelakang, vagina Vivi mencengkeram dengan keras penis Yudi yang sedang berada didalam. Vivi memeluk Yudi dengan erat sambil menyambut datangnya orgasme dia yang pertama. Beberapa detik kemudian, gelora kenikmatan itupun menurun. Mata Vivi masih terpejam, merasakan nikmatnya orgasm yang baru saja dia dapatkan. Yudi tidak tinggal diam. Dia lalu mengkocok dengan keras penisnya didalam vagina Vivi. Saking kerasnya, sampai payudara Vivi bergoyang kedepan dan kebelakang mengikuti irama gerakan sang supir itu. Tanpa menunggu terlalu lama, Yudi lalu mencabut penisnya dan mengkocoknya. Dia lalu mengerang dengan penuh nikmat sambil menyemprotkan spermanya. Selama beberapa detik dia menikmati sensasi seksual tersebut. Setelah selesai, dia pun merebahkan dirinya keranjang. Nafasnya masih tersengal-sengal. Vivi diam saja sambil menoleh ke samping, memandangi supirnya. — “Enak kan non? Makanya mami kamu sampe ketagihan…”, ujar yudi sambil senyum. Vivi diam saja sambil membersihkan ceceran sperma disekujur tubuhnya, diwarnai oleh merahnya darah yang keluar dari vaginanya. Yudi lalu mengenakan pakaiannya dan keluar dari kamar, meninggalkan Vivi sendiri didalam sambil menangis, menyesal atas apa yang sudah terjadi. Sejak saat itu, Yudi semakin betah bekerja di keluarnya Vivi. Dia dapat dengan mudah mendapatkan seks gratis. Dari maminya Vivi, dia mendapat uang sebagai balas jasanya. Sedangkan dengan Vivi, dia bisa mendapatkan seks kapanpun dengan seorang gadis muda yang cantik. Sampai suatu saat, Vivi akhirnya hamil. Rekan-rekan dapat membayangkan betapa murkanya sang ayah dan ibunya. Sidang keluarga segera digelar dan terbongkar bahwa Yudi adalah sang ayah dari bayi yang dikandung didalam rahim Vivi. Walau Yudi bersedia bertanggung-jawab, namun orang tua Vivi tidak bisa menerimanya. Karena kesal tidak mendapat restu menikah dengan Vivi, Yudi akhirnya membongkar juga skandal dengan sang ibunda. Tambah nggak karuan deh. Orang tua Vivi akhirnya bercerai. Karena sebenarnya pihak yang kaya adalah dari maminya Silvi, ayah Vivi diberi pembagian harta gono-gini dan keluar dari rumah. Yudi dipecat dengan tidak hormat dari pekerjaannya. Cerita paling santer yang saya dengar adalah Vivi dibawa ke luar negeri untuk menggugurkan kandungannya. Setelah itu, dia melanjutkan studi SMA-nya yang tertinggal di luar negeri juga. Terakhir saya ketemu dengan Vivi beberapa hari yang lalu. Wajahnya nampak segar. Tubuhnya sedikit gemuk, namun justru menambah keseksiannya. Hehehe… Dia sekarang sudah bekerja di sebuah perusahaan asing di LN. Dia berkata bahwa pengalaman buruknya adalah sebuah pelajaran. Dia berharap tidak ada seorang gadis pun didunia ini yang melakukan kesalahan setolol itu. Hm…baguslah. Let’s hope !!
Novelly Gadies Pubian


bangun+rumah 's link
CERITA SEX SEDARAH KAKAK KU GURU SEX KU Ini pertama kali saya mencoba untuk memberitahukan hal yang saya alami beberapa tahun yang lalu. Nama saya Charles, umur 28 Tahun. Saya sekarang ini masih single alias bujangan dan masih tinggal bersama orang tua. Saya mempunyai seorang kakak, namanya Jovita. Umur kakak saya sekarang ini 35 Tahun dan telah bersuami namun belum memiliki anak. Hal yang saya alami ini terjadi sekitar 8 tahun lalu. Pada saat itu saya masih berumur 20 tahun dan kakak saya berumur 27 tahun. Sejujurnya nafsu sex saya sangat besar, dan juga berkeinginan untuk ML. Namun hal itu tidak berani saya lakukan karena rasa takut akan akibat yang nantinya terjadi. Oleh karena itu, saya sering melampiaskannya dengan onani sambil menonton film porno di kamar. Kakak pada saat itu masih berpacaran, tubuhnya lumayan lah. Kulitnya putih, badannya tidak terlalu tinggi, mata besar serta buah dadanya yang berukuran sedang. Sebesar telapak tanganku, kira-kira ukurannya 34 B. Pagi itu papa dan mama membicarakan masalah liburan keluarga bersama kami. Rencananya mereka ingin pergi berlibur ke Malaysia. Saya dan kakak senang akhirnya kami sekeluarga bisa pergi berlibur bersama-sama karena selama ini kami tidak pernah ke Malaysia bersama. Seminggu kemudian kami pun berangkat ke Malaysia menggunakan Air asia. Perjalanannya menghabiskan waktu 3 jam. Setibanya kami di Malaysia, kami langsung menuju ke hotel untuk beristirahat. Papa dan mama sekamar, sedangkan saya dan kakak juga sekamar. Pada malam harinya, kulihat kakak sudah tertidur pulas. Mungkin karena kecapean dan aku pun sedang mempersiapkan diri untuk beristirahat. Pada waktu hendak menuju tempat tidur, handphone kakak bergetar, kulihat ada SMS yang masuk. Karena rasa ingin tahu, saya membuka isi SMS itu yang ternyata dari pacar kakak. Kubaca SMS yang dikirim dari pacar kakak isinya hanya ucapan selamat malam dan mimpi indah. Namun di bagian bawah SMS itu terdapat kata yang membuatku kaget. Di bagian akhir SMS itu tertulis “ Sayang nanti kalau kamu pulang, bantu ngemut burung ku yach ? Nanti aku juga akan membantu untuk membuatmu orgasme..hehehe….Enak rasanya..” Setelah kubaca isi SMS itu aku kaget bukan main. Tak kuduga kakak sudah pernah ML bersama pacarnya. Aku simpan kembali handphonenya. Aku akan menanyakannya besok pagi pikirku dalam hati. Keesokan harinya, waktu aku bangun kakak baru keluar dari kamar mandi. Kakak baru bangun yah ? kataku. Ia habis pipis nih, katanya. Sewaktu ia naik ke tempat tidurnya, aku pun memberanikan diri untuk menanyakan hal semalam yang kubaca dari handphonenya. Kak, ada yang ingin Charles tanyain. Ada apa ? jawabnya. Apa kakak sudah pernah ML sama pacar kakak ? Mendengar pertanyaanku, muka kakak tiba-tiba pucat. Ia terdiam sejenak, lalu ia kerkata dengan perlahan ia Charles kakak sudah pernah ML dengan pacar kakak. Koq kamu tahu ? tanyanya, ia kak tadi malam handphone kakak bergetar dan tidak sengaja aku baca isi SMS dari pacar kakak. Charles minta maaf yah. Iya-iya ngak apa koq. Lalu aku melanjutkan bertanya Kak enak yah ML ? dia menjawab pertama kali sih sakit dan perih karena kakak masih perawan, tapi setelah itu rasanya enak banget. Kamu jangan ngomong ke papa sama mama yah. Iya jawabku sambil memperhatikan kakak berbicara. Kak bisa jelaskan ke aku gimana cara ML itu ? tanyaku, Susah untuk di jelaskan nih. Emang kamu belum pernah coba yah ? tanyanya. Belum pernah kak, jawabku. Kamu mau kakak ajarin ? jawabnya. Mendengar kakak berbicara itu aku kaget. Loh kak mana bisa kita gituan ? Jawabku. Emang sih sebenarnya ga bisa, itu kan sama aja hubungan terlarang, bisa-bisa dosa. Tapi kalau kamu mau tahu rasanya gimana yah harus coba prakteknya. Gimana ? tanyanya. Tapi kalau kakak nanti hamil gimana donk ? tanyaku. Kan bisa pakai kondom ? jadi ga bakal hamil deh. Kamu nanti pergi beli kondomnya di mini market yang ada di luar hotel yah. Ntar malam kakak ajarin. Jawabnya. Iya kak nanti aku beli. Jawabku. Kami pun segera bersiap untuk pergi bersama papa dan mama untuk mengunjungi tempat-tempat wisata yang ada di Malaysia. Setelah makan malam di luar hotel papa, mama dan kakak sudah kembali ke kamar, tapi aku menyempatkan diri pergi ke mini market untuk membeli kondom dulu baru balik ke kamar. Sesampainya di kamar, kulihat kakak baru selesai mandi dan masih mengenakan handuk untuk menutupi bagian tubuhnya. Kamu dari mana ? tanyanya. Dari mini market kak, kan tadi pagi di suruh beli kondom, jawabku. Oh iya kakak sampai lupa. Papa dan mama sudah tidur ? tanyanya. Rasanya sudah kak, soalnya tadi sewaktu aku ketuk pintu kamarnya ga ada yang bukain. Kamu pergi mandi sana, perintahnya. Iya kak, jawabku. Sehabis mandi, aku juga mengenakan handuk untuk menutupi bagian bawah tubuhku. Sewaktu keluar dari kamar mandi, kulihat kakak sudah berada di atas tempat tidurnya sambil membuka bungkus kondom yang baru kubeli tadi. Kemari naik ke tempat tidur kakak, perintahnya. Iya kak, jawabku. Sekarang kamu lihat yah baik-baik tubuh kakak. Belum sempat aku menjawab, kakak sudah membuka handuk yang tadi ia pakai untuk menutupi tubuhnya. Sentak aku kaget dan terdiam melihat tubuh kakakku yang begitu mulus serta buah dadanya yang menggantung dan kulihat vaginanya yang tidak di tumbuhi oleh bulu. Mungkin kakak juga memotong bulu nya, pikirku dalam hati karena aku juga memotong bulu yang berada di sekitar burungku. Masih asyik melihat tubuh kakak, tiba-tiba kakak berkata “ sini kamu remas atau apakan buah dada kakak terserah kamu deh. Dengan hati-hati aku memegang buah dada yang berukuran 34 B itu. Begitu aku memegang buah dada nya, Nampak wajah kakak yang sedang menikmati sentuhanku. Kesempatanku untuk mempraktekkan aksi pemain video porno yang aku sering nonton di kamar. Pikirku dalam hati.#www.kabarterbaru.net | Cerita Sex Video 3gp ABG Sambil memegang, aku sedikit meremas dan memutar-mutar puting susunya. Oh…umm…suara yang keluar dari mulut kakak. Semakin bersemangat aku beraksi mendengar suara kakak yang terangsang. Aku langsung mencium dan mengisap puting susu nya. Sesekali aku gigit kecil putingnya. Sungguh nikmat rasanya. Rupanya ini rasanya mengulum buah dada, pikirku dalam hati. Namun aku tak mau pikirkan itu, aku lanjutkan aksiku dengan meremas buah dada sebelahnya..tiba-tiba ia menarik kepalaku. Kakak sudah basah, sini buka handuk kamu. Aku pun membuka handuk yang menutupi sebagian tubuhku. Melihat burungku yang sudah berdiri tegang, kakak tersenyum dan langsung menarik tubuhku sampai aku tertidur di ranjang. Tiba-tiba dia sudah berada di dekat selangkanganku dan sudah memegang burungku . aku merasa sensasi yang belum pernah kurasakan. Sambil memegang kakak berkata sekarang kamu rasakan gimana enaknya di emmut.. Tangannya langsung mengocok burungku sambil sesekali lidahnya ia permainkan di sekitar kepala burungku..oh…enak sekali kak…jangan berhenti…kataku.. Semakin bersemangat ia beraksi setelah mendengar eranganku, tiba-tiba burungku ia masukkan ke dalam mulutnya sambil mengisap dan mengocoknya. Muka ku merasa panas. Setelah kakak puas memainkan burungku, kakak menyuruhku untuk membelai vaginanya. Aku patuh dengan perintahnya. Begitu ku belai, ia tersentak dan memegang dadanya sendiri. Ku coba menggerakkan tanganku di daerah klitorisnya. Ia pun seperti keenakan dengan tindakanku. Semakin bersemangat aku bermain di sekitar klitoris kakak. Kucoba mainkan dengan lidahku sambil sesekali aku gigit klitorisnya dan menghisapnya..sensasi ini sungguh luar biasa…jantungku berdetak kencang… Ohh..enak sekali…kamu buat kakak basah sekali Charles. Sering nonton bokep yah ? tanyanya. Ia kak..jawabku sambil tersenyum. Pantess…jawabnya. Sini burungmu, kakak pakaikan kondom. Kakak sudah ga tahan. Selesai memakaikan kondom, kakak menyuruhku berbaring. Ternyata dia suka dengan posisi Women on Top. Begitu aku berbaring, ia memegang burungku dan berusaha untuk memasukkannya ke dalam vaginanya yang sudah basah karena aksiku tadi. Begitu burungku menyentuh bibir vaginanya, ia mendesah. Akhh….ahhkk… dan masuklah burungku ke dalam vaginanya. Dia pun menggerakkan badnnya dengan lincah sambil sesekali memutarkan pinggulnya. Sungguh nikmat rasanya.. kak enak banget kak.. rasanya seperti di jepit-jepit kak..enakk ouhhh…ohh….mendengar suaraku kakak semakin memompa tubuhnya yang sedang berada di atasku..akh…akkh…enakk…oh…. Aku sudah mau orgasme Charles..akh…semakin ia percepat gerakannya…2menit kemudian kakak pun orgasme. Ackhhh…akuu…datang…ahhh…kurasa cairan panas yang mengalir turun di sekitar burungku. Kupikir itu adalah cairan milik kakak karena orgasme tadi..ia pun tersenyum melihatku. Lalu aku dengan berani meminta kakakku untuk mengganti posisi. Sekarang aku mau ia nungging alias Doggy Style. Ia pun tersenyum dan menuruti kata-kataku. Begitu ia sudah nungging kulihat vaginanya dari belakang, sungguh nikmat melihat vaginanya karena daging di sekitar bibir nya begitu tebal. Perlahan ku masukkan burungku ke dalam vaginanya, oh…hangat sekali..yang ini lebih enak di bandingkan waktu kakak mengemut burungku..dengan kaku ku gerakkan maju mundur pantatku..dia pun mencoba menuntunku dengan menggerakkan pantatnya maju mundur.. Lama kelamaan gerakanku mulai stabil dan tidak kaku lagi.. sesekali aku meremas buah dada kakak yang Nampak menggantung dari belakang sambil kucium pundak dan lehernya..ia pun mengerang dengan hebat serta semakin liar menggerakkan pantatnya. Nikmat sekali kak…akhh…ku pegang pinggulnya sambil ku maju – mundurkan pantatku..sesekali ku dorong keras-keras pantatku sehingga burungku masuk lebih dalam lagi ke vaginanya..akhhh enak…kamu pinter juga yah…Charles..ahh..desahan kakak. 10 menit lamanya burungku berada di dalam vaginanya, dan kurasa spermaku akan keluar..kupercepat gerakanku dan sepertinya kakak mengerti kalau aku akan orgasme, diapun makin mempercepat gerakan pantatnya..akh….kak….oh….ouhhh…akkuu…suudahh..mauu ..oh..keluar…serasa kaki, lutut, paha dan pinggangku terkunci dan kakak langsung mencabut burungku dari vaginanya dan dengan cepat ia membuka kondom yang terpasang di burungku. Ia pun langsung mengocok dan memasukkan burungku ke dalam mulutnya…croot…ccrrooott….kurasa badanku tersentak beberapa kali…sungguh nikmat rasanya….begitu selesai kakak mengeluarkan sperma yang ada di dalam mulutnya. Aku pun langsung berbaring di tempat tidur..kami melewati malam yang indah di Malaysia. Ia pun dengan wajah kecapean berkata, gimana enakkan rasanya ?? Iya kak rasanya enak banget..terima kasih…sering-sering yah kalau bisa..sambi tersenyum kakak mencubitku dan berkata enak aja..nanti kita lihatlah gimana, jawabnya. Kami pun melewati liburan dengan bahagia bersama papa dan mama. Sampai sekarang kami berdua masih sesekali bercinta kalau suami kakak sedang keluar kota. Semoga dengan cerita ini saya bisa sadar bahwa apa yang telah kulakukan bersama kakak adalah salah. Sekian dan Terima kasih.CERITA SEX SEDARAH KAKAK KU GURU SEX KU Ini pertama kali saya mencoba untuk memberitahukan hal yang saya alami beberapa tahun yang lalu. Nama saya Charles, umur 28 Tahun. Saya sekarang ini masih single alias bujangan dan masih tinggal bersama orang tua. Saya mempunyai seorang kakak, namanya Jovita. Umur kakak saya sekarang ini 35 Tahun dan telah bersuami namun belum memiliki anak. Hal yang saya alami ini terjadi sekitar 8 tahun lalu. Pada saat itu saya masih berumur 20 tahun dan kakak saya berumur 27 tahun. Sejujurnya nafsu sex saya sangat besar, dan juga berkeinginan untuk ML. Namun hal itu tidak berani saya lakukan karena rasa takut akan akibat yang nantinya terjadi. Oleh karena itu, saya sering melampiaskannya dengan onani sambil menonton film porno di kamar. Kakak pada saat itu masih berpacaran, tubuhnya lumayan lah. Kulitnya putih, badannya tidak terlalu tinggi, mata besar serta buah dadanya yang berukuran sedang. Sebesar telapak tanganku, kira-kira ukurannya 34 B. Pagi itu papa dan mama membicarakan masalah liburan keluarga bersama kami. Rencananya mereka ingin pergi berlibur ke Malaysia. Saya dan kakak senang akhirnya kami sekeluarga bisa pergi berlibur bersama-sama karena selama ini kami tidak pernah ke Malaysia bersama. Seminggu kemudian kami pun berangkat ke Malaysia menggunakan Air asia. Perjalanannya menghabiskan waktu 3 jam. Setibanya kami di Malaysia, kami langsung menuju ke hotel untuk beristirahat. Papa dan mama sekamar, sedangkan saya dan kakak juga sekamar. Pada malam harinya, kulihat kakak sudah tertidur pulas. Mungkin karena kecapean dan aku pun sedang mempersiapkan diri untuk beristirahat. Pada waktu hendak menuju tempat tidur, handphone kakak bergetar, kulihat ada SMS yang masuk. Karena rasa ingin tahu, saya membuka isi SMS itu yang ternyata dari pacar kakak. Kubaca SMS yang dikirim dari pacar kakak isinya hanya ucapan selamat malam dan mimpi indah. Namun di bagian bawah SMS itu terdapat kata yang membuatku kaget. Di bagian akhir SMS itu tertulis “ Sayang nanti kalau kamu pulang, bantu ngemut burung ku yach ? Nanti aku juga akan membantu untuk membuatmu orgasme..hehehe….Enak rasanya..” Setelah kubaca isi SMS itu aku kaget bukan main. Tak kuduga kakak sudah pernah ML bersama pacarnya. Aku simpan kembali handphonenya. Aku akan menanyakannya besok pagi pikirku dalam hati. Keesokan harinya, waktu aku bangun kakak baru keluar dari kamar mandi. Kakak baru bangun yah ? kataku. Ia habis pipis nih, katanya. Sewaktu ia naik ke tempat tidurnya, aku pun memberanikan diri untuk menanyakan hal semalam yang kubaca dari handphonenya. Kak, ada yang ingin Charles tanyain. Ada apa ? jawabnya. Apa kakak sudah pernah ML sama pacar kakak ? Mendengar pertanyaanku, muka kakak tiba-tiba pucat. Ia terdiam sejenak, lalu ia kerkata dengan perlahan ia Charles kakak sudah pernah ML dengan pacar kakak. Koq kamu tahu ? tanyanya, ia kak tadi malam handphone kakak bergetar dan tidak sengaja aku baca isi SMS dari pacar kakak. Charles minta maaf yah. Iya-iya ngak apa koq. Lalu aku melanjutkan bertanya Kak enak yah ML ? dia menjawab pertama kali sih sakit dan perih karena kakak masih perawan, tapi setelah itu rasanya enak banget. Kamu jangan ngomong ke papa sama mama yah. Iya jawabku sambil memperhatikan kakak berbicara. Kak bisa jelaskan ke aku gimana cara ML itu ? tanyaku, Susah untuk di jelaskan nih. Emang kamu belum pernah coba yah ? tanyanya. Belum pernah kak, jawabku. Kamu mau kakak ajarin ? jawabnya. Mendengar kakak berbicara itu aku kaget. Loh kak mana bisa kita gituan ? Jawabku. Emang sih sebenarnya ga bisa, itu kan sama aja hubungan terlarang, bisa-bisa dosa. Tapi kalau kamu mau tahu rasanya gimana yah harus coba prakteknya. Gimana ? tanyanya. Tapi kalau kakak nanti hamil gimana donk ? tanyaku. Kan bisa pakai kondom ? jadi ga bakal hamil deh. Kamu nanti pergi beli kondomnya di mini market yang ada di luar hotel yah. Ntar malam kakak ajarin. Jawabnya. Iya kak nanti aku beli. Jawabku. Kami pun segera bersiap untuk pergi bersama papa dan mama untuk mengunjungi tempat-tempat wisata yang ada di Malaysia. Setelah makan malam di luar hotel papa, mama dan kakak sudah kembali ke kamar, tapi aku menyempatkan diri pergi ke mini market untuk membeli kondom dulu baru balik ke kamar. Sesampainya di kamar, kulihat kakak baru selesai mandi dan masih mengenakan handuk untuk menutupi bagian tubuhnya. Kamu dari mana ? tanyanya. Dari mini market kak, kan tadi pagi di suruh beli kondom, jawabku. Oh iya kakak sampai lupa. Papa dan mama sudah tidur ? tanyanya. Rasanya sudah kak, soalnya tadi sewaktu aku ketuk pintu kamarnya ga ada yang bukain. Kamu pergi mandi sana, perintahnya. Iya kak, jawabku. Sehabis mandi, aku juga mengenakan handuk untuk menutupi bagian bawah tubuhku. Sewaktu keluar dari kamar mandi, kulihat kakak sudah berada di atas tempat tidurnya sambil membuka bungkus kondom yang baru kubeli tadi. Kemari naik ke tempat tidur kakak, perintahnya. Iya kak, jawabku. Sekarang kamu lihat yah baik-baik tubuh kakak. Belum sempat aku menjawab, kakak sudah membuka handuk yang tadi ia pakai untuk menutupi tubuhnya. Sentak aku kaget dan terdiam melihat tubuh kakakku yang begitu mulus serta buah dadanya yang menggantung dan kulihat vaginanya yang tidak di tumbuhi oleh bulu. Mungkin kakak juga memotong bulu nya, pikirku dalam hati karena aku juga memotong bulu yang berada di sekitar burungku. Masih asyik melihat tubuh kakak, tiba-tiba kakak berkata “ sini kamu remas atau apakan buah dada kakak terserah kamu deh. Dengan hati-hati aku memegang buah dada yang berukuran 34 B itu. Begitu aku memegang buah dada nya, Nampak wajah kakak yang sedang menikmati sentuhanku. Kesempatanku untuk mempraktekkan aksi pemain video porno yang aku sering nonton di kamar. Pikirku dalam hati.#www.kabarterbaru.net | Cerita Sex Video 3gp ABG Sambil memegang, aku sedikit meremas dan memutar-mutar puting susunya. Oh…umm…suara yang keluar dari mulut kakak. Semakin bersemangat aku beraksi mendengar suara kakak yang terangsang. Aku langsung mencium dan mengisap puting susu nya. Sesekali aku gigit kecil putingnya. Sungguh nikmat rasanya. Rupanya ini rasanya mengulum buah dada, pikirku dalam hati. Namun aku tak mau pikirkan itu, aku lanjutkan aksiku dengan meremas buah dada sebelahnya..tiba-tiba ia menarik kepalaku. Kakak sudah basah, sini buka handuk kamu. Aku pun membuka handuk yang menutupi sebagian tubuhku. Melihat burungku yang sudah berdiri tegang, kakak tersenyum dan langsung menarik tubuhku sampai aku tertidur di ranjang. Tiba-tiba dia sudah berada di dekat selangkanganku dan sudah memegang burungku . aku merasa sensasi yang belum pernah kurasakan. Sambil memegang kakak berkata sekarang kamu rasakan gimana enaknya di emmut.. Tangannya langsung mengocok burungku sambil sesekali lidahnya ia permainkan di sekitar kepala burungku..oh…enak sekali kak…jangan berhenti…kataku.. Semakin bersemangat ia beraksi setelah mendengar eranganku, tiba-tiba burungku ia masukkan ke dalam mulutnya sambil mengisap dan mengocoknya. Muka ku merasa panas. Setelah kakak puas memainkan burungku, kakak menyuruhku untuk membelai vaginanya. Aku patuh dengan perintahnya. Begitu ku belai, ia tersentak dan memegang dadanya sendiri. Ku coba menggerakkan tanganku di daerah klitorisnya. Ia pun seperti keenakan dengan tindakanku. Semakin bersemangat aku bermain di sekitar klitoris kakak. Kucoba mainkan dengan lidahku sambil sesekali aku gigit klitorisnya dan menghisapnya..sensasi ini sungguh luar biasa…jantungku berdetak kencang… Ohh..enak sekali…kamu buat kakak basah sekali Charles. Sering nonton bokep yah ? tanyanya. Ia kak..jawabku sambil tersenyum. Pantess…jawabnya. Sini burungmu, kakak pakaikan kondom. Kakak sudah ga tahan. Selesai memakaikan kondom, kakak menyuruhku berbaring. Ternyata dia suka dengan posisi Women on Top. Begitu aku berbaring, ia memegang burungku dan berusaha untuk memasukkannya ke dalam vaginanya yang sudah basah karena aksiku tadi. Begitu burungku menyentuh bibir vaginanya, ia mendesah. Akhh….ahhkk… dan masuklah burungku ke dalam vaginanya. Dia pun menggerakkan badnnya dengan lincah sambil sesekali memutarkan pinggulnya. Sungguh nikmat rasanya.. kak enak banget kak.. rasanya seperti di jepit-jepit kak..enakk ouhhh…ohh….mendengar suaraku kakak semakin memompa tubuhnya yang sedang berada di atasku..akh…akkh…enakk…oh…. Aku sudah mau orgasme Charles..akh…semakin ia percepat gerakannya…2menit kemudian kakak pun orgasme. Ackhhh…akuu…datang…ahhh…kurasa cairan panas yang mengalir turun di sekitar burungku. Kupikir itu adalah cairan milik kakak karena orgasme tadi..ia pun tersenyum melihatku. Lalu aku dengan berani meminta kakakku untuk mengganti posisi. Sekarang aku mau ia nungging alias Doggy Style. Ia pun tersenyum dan menuruti kata-kataku. Begitu ia sudah nungging kulihat vaginanya dari belakang, sungguh nikmat melihat vaginanya karena daging di sekitar bibir nya begitu tebal. Perlahan ku masukkan burungku ke dalam vaginanya, oh…hangat sekali..yang ini lebih enak di bandingkan waktu kakak mengemut burungku..dengan kaku ku gerakkan maju mundur pantatku..dia pun mencoba menuntunku dengan menggerakkan pantatnya maju mundur.. Lama kelamaan gerakanku mulai stabil dan tidak kaku lagi.. sesekali aku meremas buah dada kakak yang Nampak menggantung dari belakang sambil kucium pundak dan lehernya..ia pun mengerang dengan hebat serta semakin liar menggerakkan pantatnya. Nikmat sekali kak…akhh…ku pegang pinggulnya sambil ku maju – mundurkan pantatku..sesekali ku dorong keras-keras pantatku sehingga burungku masuk lebih dalam lagi ke vaginanya..akhhh enak…kamu pinter juga yah…Charles..ahh..desahan kakak. 10 menit lamanya burungku berada di dalam vaginanya, dan kurasa spermaku akan keluar..kupercepat gerakanku dan sepertinya kakak mengerti kalau aku akan orgasme, diapun makin mempercepat gerakan pantatnya..akh….kak….oh….ouhhh…akkuu…suudahh..mauu ..oh..keluar…serasa kaki, lutut, paha dan pinggangku terkunci dan kakak langsung mencabut burungku dari vaginanya dan dengan cepat ia membuka kondom yang terpasang di burungku. Ia pun langsung mengocok dan memasukkan burungku ke dalam mulutnya…croot…ccrrooott….kurasa badanku tersentak beberapa kali…sungguh nikmat rasanya….begitu selesai kakak mengeluarkan sperma yang ada di dalam mulutnya. Aku pun langsung berbaring di tempat tidur..kami melewati malam yang indah di Malaysia. Ia pun dengan wajah kecapean berkata, gimana enakkan rasanya ?? Iya kak rasanya enak banget..terima kasih…sering-sering yah kalau bisa..sambi tersenyum kakak mencubitku dan berkata enak aja..nanti kita lihatlah gimana, jawabnya. Kami pun melewati liburan dengan bahagia bersama papa dan mama. Sampai sekarang kami berdua masih sesekali bercinta kalau suami kakak sedang keluar kota. Semoga dengan cerita ini saya bisa sadar bahwa apa yang telah kulakukan bersama kakak adalah salah. Sekian dan Terima kasih.---------------------------- Sex Sedarah Dengan Ibu Kandungku Para pembaca yang setia… sebelum aku menceritakan cerita dewasa sex dengan ibu kandungku ini, ijinkan aku memperkenalkan diri dulu. Namaku Jimmy Anggada Putra, usia 19 tahun, dan saat ini tercatat sebagai mahasiswa sebuah Universitas Swasta terkenal di Surabaya. Berasal dari keluarga yang broken home, kedua orangtua kandungku bercerai sejak aku masih berumur 6 tahun. Aku tinggal bersama ayahku, singkat cerita sampai suatu hari dia terlibat masalah di luar negeri dan lalu aku tinggal bersama ibu kandung dan adikku. Perlu aku ceritakan disini, bahwa Ibu kandungku adalah wanita yang sangat seksi dan cantik meski usianya sudah 36 tahun, sedangkan adikku sangat manis dan merangsang meski baru berumur 14 tahun, mungkin ini dikarenakan tubuhnya yang tumbuh dengan pesat sehingga tonjolan di tubuhnya terlihat menggairahkan. Perlu diketahui, nafsu sex ku sangat besar. Hampir setiap hari aku melakukan onani akibat ga kuat menahan gejolak sex, sampai akhirnya muncul cerita dewasa panas ini dikarenakan nafsu sex binalku ini. Setelah 3 minggu aku tinggal bersama mereka, timbul nafsu birahiku untuk menyetubuhi ibuku. Bagaimana tidak terangsang melihat wajah cantik yang dewasa dan menggairahkan serta tubuh yang seksi luar biasa (mungkin dikarenakan ikut senam). Setiap ibuku mandi, aku selalu menyempatkan diri untuk mengintipnya. Sambil melihat aku pun melakukan onani sampai-sampai maniku berceceran di lantai tempatku mengintip. Disitulah setiap hari aku melakukan aktifitas ini tanpa takut ketahuan oleh ibu maupun adik dan pembantuku. Terkadang kalau tidak sempat, aku tidak membersihkan bekas maniku karena takut ibuku lebih dulu datang. Aku tidak tahu dia sadar akan hal ini atau tidak, tapi yang pasti sampai 3 minggu ini masih aman. Pada pagi hari ibu menyiapkan sarapan untukku, aku duduk di meja makan menunggu sarapan tiba. Waktu itu adikku sudah berangkat sekolah, sedangkan pembantuku belanja ke pasar. Kulihat ibuku hanya memakai celana dalam, sedangkan bagian atasnya dia hanya memakai kaos, sehingga tonjolan dadanya terlihat sekali. Mungkin dia tidak risih berpakaian demikian karena seisi rumah biasanya hanya wanita, tetapi aku yang melihatnya membuat jantungku berdegup kencang dan darah mudaku pun mendesir. Apalagi sarapan yang kumakan kebanyakan menambah libido, sehingga birahiku pun semakin tinggi. “Say.., celanamu kenapa..?” tanyanya. Memang pada saat itu batang kemaluanku tegang sekali sampai terlihat dari luar celana. Saking kagetnya ditanya demikian, gelas yang sedang kuminum pun tumpah, untung tidak pecah. “Kalau minum pelan-pelan dong, Sayang..” sahutnya sambil mendekatiku dan mengelap tumpahan air di bajuku. Begitu dia mendekat aku merasa tidak tahan lagi. Aku segera berdiri dan memeluknya serta menghisap lehernya. Waktu itu otakku sudah keruh dan tak perduli apa-apa lagi. “Say, jangan.. aku ini ibumu..,” hanya itu yang dia katakan, tetapi dia sedikit pun tidak melawan, malah kemudian membiarkan aku membuka kaosnya sehingga tubuh indahnya pun terlihat. Aku pun mulai menggerayangi seluruh tubuhnya, payudaranya yang besar kuhisap seperti pada waktu aku masih bayi, dan tanganku kupakai untuk memijat payudara sebelahnya serta untuk memeluknya. Setelah itu daerah erotis lainnya pun segera kunikmati seperti dadanya, ketiak, sampai akhirnya aku terduduk mengarah persis di celana dalamnya. Kulihat waktu itu CD-nya sudah basah sekali, lalu kutarik CD-nya ke bawah dan langsung aku melakuan oral seks di liang kewanitaan ibuku. Waktu itu terciumlah bau khas wanita yang sebenarnya kurang sedap, tapi bau itu merupakan bau terindah yang pernah kucium dikarenakan nafsuku sudah memuncak. Aku pun menciumi permukaan kemaluannya sambil lidahku menari-nari di daerah paling sensitifnya, perbuatanku ini membuatnya melonjak seperti kesetrum. “Cukup Jim, hentikanlaah.. aah..” katanya tetapi tangannya terus memegangi kepalaku yang tenggelam di selangkangannya, bahkan menahanku untuk tetap menjilatinya. Saat lidahku menjilati klitorisnya dengan lembut, tidak lama kemudian tubuh ibuku mengejang dengan hebat, dan desahannya semakin keras. Aku tidak perduli lagi dan terus menjilati kemaluan ibuku yang memuncratkan cairan-cairan kental saat dia mencapai orgasme tadi. Kuhisap semua cairan yang keluar, meskipun rasanya aneh di lidah tetapi terasa nikmat sekali. Kemudian ibuku yang terlihat lelah melepaskan kepalaku dan duduk di kursi makan. Aku pun segera berdiri dan melucuti pakaianku. Dia tampak terkesan melihat batang kemaluanku yang besar dengan panjang kira-kira 15 cm dan berdiameter 4 cm. Ketika aku mendekat, ibuku mendorongku hingga aku terduduk di kursi makan dengan sisa tenaganya yang lemas. Kupikir ibuku menolak dan akan marah, tetapi dia segera berlutut mengarah ke batang kejantananku. Mulutnya begitu dekat ke kemaluanku tetapi dia diam saja. Aku yang sudah tidak tahan segera mendorong kepalanya menuju batang kejantananku. Ibuku langsung mengulum senjataku dengan penuh nafsu. Hal itu terlihat dari kulumannya yang liar dan berirama cepat serta tangannya menggosok pangkal kemaluanku. Sambil dia melakukannya, kubelai rambutnya dan merasakan kenikmatan yang luar biasa, tidak terkira dan tidak dapat kulukiskan dengan kata-kata. Sampai akhirnya aku merasa tidak tahan lagi, air maniku menyembur di dalam mulut ibuku. Dia segera memuntahkannya, dan kemudian membersihkan sisa-sisa air mani yang menetes di batang kejantananku dengan mulutnya. Melihat batang kejantananku masih tegang, dia segera naik ke pangkuanku dan membimbing burungku memasuki sarangnya. Akhirnya tenggelamlah seluruh batang kemaluanku ini ke liang senggamanya. Gila.., rasanya luar biasa sekali. Meski aku sering jajan, tapi kuakui liang kewaniataan ibuku ini terasa nikmat luar biasa dibanding lainnya. Dia mulai naik turun menggosok batang kejantananku sambil memeluk kepalaku sehingga aku berada persis di belahan payudaranya. Hal itu kumanfaatkan untuk menikmati sekitar wilayah dadanya. Akhirnya dia berada di puncak orgasmenya, dan langsung mengerang kenikmatan. Aku pun mulai kewalahan menghadapi goyangannya yang semakin liar, dan akhirnya muncratlah air maniku untuk kedua kalinya di dalam liang senggamanya. Kami pun lalu saling berciuman dengan mesra. Kemudian tanpa berkata apa-apa, dia langsung menuju kamar mandi dan membersihkan badannya. Waktu itu aku sadar bahwa aku telah menyetubuhi ibu kandungku sendiri, karena merasa bersalah aku segera meninggalkannya untuk berangkat kuliah setelah berbenah, sementara dia masih di kamar mandi. Aku tidak tahu apa nantinya yang kulakukan dan bingung menghadapi semua hingga kutulis
Novelly Gadies Pubian


bangun+rumah 's link
cerita dewasa sedarah | kakakku cinta sejatiku by Mr pOxpOx GUDANG BOKEP CERITA SEX on 12:31 AM, 25-Aug-12 Category: cerita sex sedarah   Panggil saja aku “Vel” umurku sekarang 27 tahun, sekarang aku bekerja pada sebuah perusahaan di salah satu kota di negara bagian New Hampshire. Aku cukup salut dengan website ini. Dan singkatnya aku tertarik untuk mencoba menceritakan apa yang aku alami dan kujalani sampai saat ini.     Saat ini aku tinggal bersama kakak perempuanku, panggil saja “Kak Risa” Umurnya sekarang 31 tahun, 4 tahun lebih tua dariku. Kehidupan kami saat ini begitu tenang, tertutup namun bahagia. Aku akan memulai dari awal bagaimana semuanya terjadi, percaya atau tidak bahwa apa yang kualami ini tidak mengalami hambatan atau rintangan sama sekali, hal yang membuatku sendiri heran bila memikirkannya.   Awalnya 15 tahun yang lalu saat aku masih berumur 12 tahun. Kami besar dari keluarga berada, keseluruhan saudaraku ada 5 orang. Nomor satu dan dua laki-laki sedangkan yang ketiga perempuan. Kak Risa nomor empat dan aku paling akhir. Sebenarnya aku lahir di Indonesia. Hanya memang Papaku adalah pria berkebangsaan Amerika. Sedangkan Mamaku asli orang Indonesia. Waktu aku berumur 12 tahun, kami masih tinggal di Indonesia.   Tapi Papaku tidak disini karena ia memang tidak bekerja di Indonesia. Setahuku dulu Mamaku juga sibuk bekerja, ia tidak terlalu khawatir karena kedua kakakku yang lain sudah cukup dewasa dan dianggap bisa menjaga kami. Aku maklum karena kedua orang tuaku memang berencana mengurus kepindahan kami semua ke Amerika. Sebenarnya kami semua saling menyayangi satu sama lain. Jarang sekali kulihat ada pertengkaran di antara kakak- kakakku.   Tapi sejak kecil aku memang sudah dekat sekali dengan Kak Risa. Memang dia yang selalu menemaniku saat aku bermain. Ya selain itu jarak umur antara aku dan kakakku yang nomor tiga sangat jauh sekitar 8 tahun. Kak Risa memang sangat sayang padaku, hampir tiap kali aku selalu dapat bermanja-manja dengannya.   Ya, hal itulah yang membuatku sangat interest sekali dengan Kak Risa. Bahkan kuingat seumurku waktu itu aku sudah mulai ada ketertarikan dengan kakakku.   Pada awalnya aku hanya berandai-andai saja. Sebab saat itu aku yakin sekali bahwa tidak mungkin aku menjalin hubungan yang “lebih” dengan kakakku. Paling Kak Risa cuma menganggap aku adiknya saja. Meskipun sebagai adik aku selalu mendapat perlakuan istimewa darinya.   Dari kecil aku dan Kak Risa memang tidak pernah berpisah, kamar kamipun jadi satu. Sebenarnya saat aku berusia 9 tahun, aku sudah minta kamar sendiri, tapi Kak Risa tidak setuju, alasannya sederhana, ia tidak mau pisah kamar denganku, masa itu sebenarnya adalah masa di mana aku agak enggan berbagi, inginnya memodifikasi kamar sendiri tanpa ada yang mencampuri, tapi tidak jadi masalah, lagipula aku dulu penakut, dan aku sudah terbiasa tidur dalam pelukan kakakku.   Mungkin waktu kecil dulu aku tergolong bandel. Kalau Mama lagi tidak ada, orang rumah pasti kubuat repot dengan ulahku. Kak Risa juga sering kujahili. Biasanya kalau tidur malam Kak Risa hanya menggunakan celana dalam aja. Aku tidak mengerti kenapa. Padahal kamar menggunakan AC. Seringnya aku iseng memainkan dan menghisap puting susunya. Kak Risa mengetahui hal itu tapi dia tidak pernah marah atau menegurku, paling cuma bilang,   “Kalo mau kaya gini kenapa nggak minta sama Mama aja sih?”.   Lucunya hal itu malah jadi kebiasaanku. Dan karena tidak ada yang tahu, kejadian seperti itu berlangsung terus sampai usiaku beranjak 12 tahun. Tapi makin besar aku mulai merasa tidak enak sendiri, meski kebiasaanku itu tidak jadi masalah buat Kak Risa. Kak Risa itu orangnya tomboy Sekali.   Saat dia berumur 16 tahun dia ikut beberapa bela diri. Aku tadinya tidak tertarik, tapi Kak Risa juga minta aku ikut beladiri. Bisa dibayangkan seperti apa jadinya, gaya jalannya jadi aneh, tidak feminin. Kalau tidak tertutup dengan wajahnya yang cantik dan bodynya yang bagus, cowok pasti malas dekat dengan Kak Risa. Apalagi ditambah sifat Kak Risa yang tertutup, dan cenderung idealis.   Selain itu kelihatannya Kak Risa juga tidak terlalu tertarik membina hubungan dengan lawan jenis. Terutama setelah ikut beladiri. Tapi biar begitu aku tahu kalau banyak cowok cakep yang suka sama dia. Dan Kak Risa hanya datar saja menanggapinya.   Soalnya aku sering terima telepon untuk Kak Risa. Dan sering sekali dia tidak mau terima teleponnya. Bisa dibilang Kak Risa sangat “Untouchable”. Saat umurku hampir 13 tahun, awal mulai masuk SMP, aku suka dengan seorang gadis teman sekelasku. Aku sangat suka padanya, tapi tidak berhasil mendekatinya, intinya kalah bersaing. Saat itu perasaanku benar-benar tidak enak. Aku berusaha menghibur diri dengan sering pergi ke rumah sahabat-sahabatku.   Di sanalah aku mulai mengenal buku-buku dan film khusus dewasa. Di usiaku yang sekecil itu aku sudah memiliki majalah luar negeri khusus dewasa, juga filmnya. Tidak sulit, karena nyaris seluruh sahabatku bukan orang Indonesia. Dan mereka sangat bebas mendapatkan barang seperti itu pada masa-masa tersebut. Kak Risa tahu bahwa aku memiliki barang- barang itu, memang itu susahnya kalau satu kamar, jujur saja Kak Risa tidak suka aku memilikinya hingga aku sempat dimarahi juga olehnya, dan ia memintaku untuk membuang barang-barang itu.   Apa boleh buat, bagiku lebih baik benda- benda itu yang aku singkirkan daripada aku kehilangan kasih sayang Kak Risa. Meski Kak Risa sudah punya banyak kesibukan dengan studi dan kegiatan sekolahnya, perhatiannya padaku tidak berubah, malah cenderung semakin berlebihan, Kak Risa semakin sering memaksaku untuk menemaninya saat ia sedang melakukan kegiatannya atau pergi kemanapun. Ia juga makin sering mencium dan memelukku dengan mesra, bahkan di depan umum.   Mulanya aku merasa tidak nyaman dengan perlakuannya itu, tapi lama kelamaan aku merasa nyaman juga. Perasaanku pada Kak Risa muncul kembali. Kalau dulu ciumannya kutanggapi biasa saja, sekarang aku lebih senang membalasnya dengan mesra.   Aku pun mulai suka memberikan perhatian lebih pada kakakku itu, mungkin karena merasa perhatiannya mendapat respon lebih dariku. Kak Risa jadi makin sayang padaku. Setengahnya kami jadi mirip orang yang sedang berpacaran, meskipun secara fisik tetap kelihatan kalau aku adiknya. Aku ingat malam itu saat aku pertama kali melakukannya dengan kakakku, seperti biasa aku bercanda dengan Kak Risa di dalam kamar, saat itu semua orang rumah sudah tidur, kesempatan itu biasanya sering kugunakan untuk mencurahkan isi hati pada kakakku, semua permasalahan yang kudapat hari itu selalu kutumpahkan padanya, dan Kak Risa selalu merespon itu semua dengan sabar dan penuh pengertian, dan memang kuakui beberapa waktu terakhir Kak Risa cenderung over.   Kata-kata dan sikapnya sangat mesra padaku apalagi kalau kami hanya berdua saja seperti itu, perlakuannya itu sering membuat jantungku berdebar, aku sadar sepenuhnya bahwa dia itu kakakku, tapi aku tidak mengerti kenapa hatiku bisa bergejolak tidak karuan.   Kalau tidak salah waktu itu Kak Risa mengenakan kaos dan celana dalam warna putih, rambutnya dibiarkan terurai. Beda dengan kesehariannya, kakakku saat itu terlihat sangat feminin dan cantik sekali. Aku ingat sesekali Kak Risa meraih kepalaku dan menciumiku. Aku tidak berpikir macam-macam, hanya memang aku sangat menikmati perlakuan Kak Risa padaku.   Sampai suatu kali Kak Risa mencium bibirku, kubalas dengan ciuman mesra. Yang sebenarnya serabutan. Aku mencoba berlama-lama meski tidak yakin berhasil, tapi karena aku menikmatinya, berhasil juga. Kulumat bibir kakakku itu dengan lembut. Kak Risa kelihatannya juga suka dengan ciumanku. Sebab dia sama sekali tidak berusaha menyudahi ciuman itu, bahkan kedua tangannya semakin memelukku erat, aku bisa merasakan belaiannya di kepalaku.   Tapi sayangnya ciuman itu terhenti. Kak Risa menghela nafas sambil memandangku aneh.   “Kakak kucium lagi ya”,   mendengar itu Kak Risa masih diam. Mungkin dia masih heran dengan kelakuanku, memang tidak biasanya aku membalas ciumannya sampai selama itu. Tapi tatapannya kemudian berubah mesra lalu dia tersenyum dan justru ganti menciumku lagi. Kali ini ciumanku mulai agresif. Bibir kami seolah tidak berhenti untuk saling melumat, diiringi desahan- desahan erotis dari Kak Risa, detak jantungku menjadi semakin cepat. kucoba mendorong Kak Risa agar merapat ke dinding.   Kemudian kuciumi jenjang leher kakakku. Tanganku yang dari tadi pasif sekarang mulai mencoba melakukan eksplorasi kesana kemari. Sementara bibirku masih berkonsentrasi pada leher Kak Risa, tanganku telah menyusup ke dalam kaos putihnya, dan tanpa kesulitan aku langsung dapat menemukan buah dada Kak Risa yang tidak tertutup oleh bra sama sekali, menurutku untuk ukuran gadis yang hampir 17 tahun, buah dada Kak Risa tergolong cukup besar, tentu saja aku sudah sering melihatnya, karena sampai saat itu kami masih sering mandi bersama.   Aku mencoba meremasnya dengan lembut. Kak Risa tampak menggeliat dan sesekali mendesah. Perlahan kunaikan kaos itu supaya tidak menghalangi buah dada Kak Risa. Dan begitu buah dadanya terlihat, tanpa basa- basi langsung kuhisap putingnya yang berwarna merah muda itu dan kuremas dengan bibirku.   Aku benar-benar menikmatinya seperti bayi yang sedang menyusu. Sesaat kutanggalkan kaosku, juga celana pendekku. Kemudian kupeluk tubuh Kak Risa dan makin kuat kuhisap puting susunya, sesekali kumainkan putingnya dengan lidahku, kemudian kuhisap lagi. Karena terlalu enjoy, aku tidak tahu bahwa ternyata Kak Risa telah menanggalkan kaos putihnya. Sehingga saat dia memelukku erat, tubuhku benar- benar bersentuhan dengan tubuh kakakku, dan bisa kurasakan tubuh kakakku yang harum dan sangat halus itu. Lama sekali aku menikmati buah dada kakakku itu secara bergantian, Kak Risa pun seolah tidak mau melepaskanku ia justru menekan kepalaku kuat-kuat pada buah dadanya.   Tubuh kami sudah basah semua oleh keringat. Sampai detik itu aku masih ragu untuk melakukan seks dengan kakakku. Memang awalnya semua ini kupelajari dari semua majalah dan film yang kulihat, tapi lama kelamaan naluriku mulai berinisiatif. Karena masih ragu aku coba untuk menciumi bibir kakakku lagi. Sama seperti sebelumnya, Kak Risa membalas ciuman itu dengan sangat mesra. Dengan memberanikan diri aku membisikan sesuatu ke telinga Kak Risa.   “Kak, boleh aku lepas celana dalammu?”.   Kak Risa agak terkejut.   “Kamu mau apa dek..?”. Aduh aku jawab gimana ya.   “Aku mau jilatin vagina kakak”.   Karena ragu kata-kata itu keluar dengan asal dan pelan sekali. Aku takut. Kupikir pasti kakak akan marah dan ia tidak bakalan mau.   “Ih, nakal”.   Jawab Kak Risa spontan, Kak Risa kemudian memandangiku sambil tersenyum, wajahnya agak memerah. Masih dengan posisi bersandar Kak Risa melepas celana dalamnya perlahan-lahan. Slow motion itu membuat jantungku semakin berdetak tidak menentu.   Sebenarnya aku setengah heran kenapa Kak Risa sama sekali tidak marah ketika aku memintanya melakukan hal itu, tapi sudahlah. Kemudian Kak Risa melebarkan pahanya. Awalnya aku malu untuk melihat. Untuk menutupi hal itu, kuciumi lagi bibir Kak Risa. Kemudian perlahan- lahan kuturunkan kepalaku sampai tepat di depan vagina Kak Risa. Vagina Kak Risa nyaris tidak ditumbuhi rambut.   Jadi aku mampu memandang dengan leluasa gundukan vagina Kak Risa, sebenarnya pemandangan ini juga tidak asing lagi bagiku, tapi sedekat ini baru pertama kalinya. Kulihat ada cairan yang mengalir keluar dari bagian bawah vagina kakakku disertai bau yang aneh. Perlahan kubuka belahan daging yang menutupi lubang vagina Kak Risa. Dan langsung kusapu dengan lidahku dari bawah ke atas berkali-kali. Saat itu tubuh Kak Risa langsung mengejang.   Dengan bibir dan lidahku kupermainkan klitorisnya. Secara spontanitas kedua tangannya memegangi kepalaku. Aku semakin asyik menjilati vagina kakakku itu, bahkan sesekali kuhisap bagian bawahnya. Kudengar Kak Risa berulang-ulang mendesah sambil menyebut namaku. Permainan itu luar biasa sekali, meski cairan yang keluar rasanya tidak karuan, tapi aku benar- benar menikmatinya. Saat lidahku menyusup ke dalam lubang vagina Kak Risa, sebisanya kujilati bagian dalam lubang itu.   Kak Risa makin terengah-engah. Nafasnya memburu tidak karuan. Lidahku juga makin liar mengobrak-abrik bagian sensitif kakakku itu, sehingga semua tempat di dalamnya tersapu oleh lidahku. Setelah beberapa menit Kak Risa agak mengejangkan tubuhnya. Aku merasakan lidahku dialiri sesuatu yang hangat. Bersamaan dengan erangan keras dari Kak Risa serta pahanya yang menjepit kepalaku dengan sangat kuat.   Kujilati cairan itu sampai bersih, meskipun rasanya masih sama. Kemudian aku naik ke atas dan kuciumi lagi Kak Risa.   “Adek, kamu nakal banget sih?”, ekspresi wajah Kak Risa sangat berbeda.   “Kak, aku sayang sama kakak”, Kak Risa memandangiku dengan sayu, tangannya mengusap pipiku.   “Kakak juga sayang kamu”.   Dengan berani aku mencoba mengajak Kak Risa untuk melakukan hubungan seks denganku.   “Kak, boleh aku melakukannya sama Kakak”.   Kak Risa terdiam mematung, kepalanya tertunduk untuk beberapa saat. Suasana benar-benar hening, sampai nafas kamipun terdengar sangat jelas. Setelah itu dia kembali memandangku sambil bertanya,   “Kamu yakin mau melakukannya Dek?”.   Suara Kak Risa sangat pelan sekali. Aku tak menjawab, aku hanya melihat tatapan mata Kak Risa yang sangat berbeda, aku tak bisa menggambarkannya, tapi aku tahu Kak Risa rela melakukannya denganku. Langsung kulepas celana dalamku. Kemudian aku agak bergeser ke bawah, kulebarkan kedua kakinya. Senjataku tampak tegak berdiri, tapi tidak sebesar orang dewasa, masih ukuran standart anak 12 tahun.   Kak Risa terus menatap wajahku saat aku mengarahkan senjataku tepat di depan vaginanya.   “Kak..?”, sekali lagi kuminta persetujuannya.   Ia mengangguk pelan. Perlahan kudorong masuk senjataku. Tapi tidak berhasil, dasar masih amatir hijau. Sampai yang ketiga kalinya. Kak Risa kemudian meraih dan menahan pinggangku sambil mengarahkan vaginanya tepat di ujung senjataku, kemudian kucoba mendorong lagi, meski sulit dan agak sakit tapi berhasil juga kumasukkan seluruh senjataku ke dalam vagina Kak Risa, perlahan kugerakkan pinggangku.   Kedua tangan Kak Risa tampak meremasi selimut tidur kami. Desahannya mulai terdengar lagi, kuperhatikan Kak Risa tampak sulit menyesuaikan diri. Pelan tapi pasti, kupercepat tempo gerakanku. Sebenarnya saat itu senjataku terasa perih sekali. Aku merasa nggak enak banget. Tapi erangan Kak Risa yang semakin menjadi membuatku tidak berpikir lagi. Makin kuhentakan pinggangku, dengan gerakan yang teratur, Kak Risa terus menerus menghentakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan, sesekali ia meregang sambil mengerang keras. Aku sempat takut juga kalau sampai ada orang rumah yang terbangun, tapi untungnya kamar kami di atas dan paling ujung, agak jauh dari kamar Mama dan kakak-kakakku yang lain.   Tiba-tiba kurasakan pinggang Kak Risa juga ikut bergerak, seperti memutar, sesekali Kak Risa ikut menghentakkan pinggangnya. Aku baru benar-benar merasakan enaknya melakukan hal itu. Dengan iseng kuremas juga buah dada Kak Risa, dan Kak Risa merespon dengan menggenggam tanganku kuat. Gerakan pinggang Kak Risa makin cepat. Kak Risa seperti sudah biasa melakukan hal ini. Dengan pemikiran itu maka semakin agresif aku menghentakkan pinggangku.   Tentu saja hal ini membuat Kak Risa mengerang semakin keras. Dari tubuhku dan Kak Risa keringat semakin mengucur deras, padahal AC di ruangan cukup dingin. Beberapa menit kemudian pergerakanku mulai melambat, aku seperti agak pusing, aku hanya mampu menghentakkan pinggangku sesekali, kadang aku hanya diam menikmati remasan dinding-dinding vagina Kak Risa. Kurasa badanku mulai lelah.   Tiba-tiba Kak Risa meraih tubuhku dan mendekapku erat sekali, pinggangnya menghentak beberapa kali, rasanya luar biasa. Senjataku seperti ditarik makin masuk ke dalam, dan dilumuri cairan yang hangat, diiringi erangan cukup keras dari Kak Risa. Saat Kak Risa melepas dekapannya, aku merasa tubuhku amat lelah sekali, karena tidak kuat aku berguling di sisi Kak Risa. Pada saat itu aku juga merasa dari senjataku ada yang mau keluar.   Rasanya enak sekali, baru kali itu aku merasakan yang seperti ini hingga akhirnya cairan itu keluar membasahi tempat tidur. Entah aku tidak ingat apa- apa lagi setelah itu. Paginya ketika aku sadar, Kak Risa sudah memeluk sambil menciumiku. Kami masih dalam keadaan tanpa pakaian sehelaipun.   “Kakak nggak ngira kalau Adek yang dulu sering kakak gendong bisa berbuat ini sama kakak”, bisik Kak Risa di telingaku.   Aku sendiri setengah tidak percaya sudah melakukannya dengan kakakku   “Kak.., aku sayang banget sama Kakak, aku cinta sama Kakak”.   Kupeluk Kak Risa dengan kuat. Kak Risa tersenyum dan menciumku lagi.   “Kakak ngerti kok Dek.., kakak juga sayang dan cinta banget sama kamu, kakak hanya tidak menyangka kamu dewasa secepat ini.   Dan jujur aja kakak seneng banget bisa melakukan ini sama kamu, Adekku sayang”.   “Tapi ayo cepet bangun, sprei ini harus segera dicuci”, lanjut Kak Risa lagi.   “Lho, memangnya kenapa?”, tanyaku singkat.   “Kakak nggak mau kalau bekas darah di sprei itu sampai ketahuan Mama”, jawab Kak Risa.   Aku setengah terkejut, “Darah?, darah apa Kak?”, tanyaku.   Kak Risa tidak menjawab, ia langsung memintaku berdiri dan cepat-cepat melepaskan seprei tempat tidur kami. Awalnya aku memang tidak tahu, tapi belakangan aku baru mengerti, bahwa ternyata malam itu aku telah mengambil keperawanan kakakku sendiri, di usiaku yang belum lagi genap 13 tahun.   Bodohnya aku, seharusnya aku sudah tahu mengenai hal itu. Aku jadi merasa bersalah, berulang kali aku minta maaf padanya, meskipun Kak Risa mengakui bahwa ia sangat rela melepas keperawanannya padaku.   Hanya ia tidak mengira aku akan mengambilnya sepagi ini. Aku jadi makin sayang padanya. Sejak kejadian itu aku nggak pernah mencoba untuk mencari pacar. Karena Kak Risa sudah menjadi segalanya bagiku. Setelah kejadian itu pula Kak Risa juga menutup diri pada pergaulannya.   Secara otomatis bagi Kak Risa statusku adalah adik sekaligus kekasihnya, kehidupan kami jadi semakin tertutup. Entah sejak saat itu sudah berapa kali kami melakukannya, dan keluarga kami benar-benar tidak tahu akan hal itu. Lepas SMU, aku sudah tidak di Indonesia. Aku melanjutkan studi ke Amerika. Tapi tetap aku tak bisa berpisah dengan Kak Risa. Aku meminta Kak Risa ikut denganku, walau sebenarnya Papa dan Mama tidak setuju.   Tapi mereka tak bisa apa-apa karena Kak Risa juga memaksa untuk menemaniku. Sampai saat seluruh keluargaku pindah ke Amerika pun, mereka tidak pernah tahu bahwa kami telah menjalani kehidupan yang exklusif seperti suami istri. Sekarang Kak Risa sudah bekerja pada sebuah bank di kota yang sama denganku. Kami tinggal di rumah yang jauh dari keramaian, dan kami sudah sepakat untuk menjalani kehidupan yang “tertutup” ini. Lagipula sampai saat ini keluarga kami tidak menaruh curiga sama sekali, mungkin pola pikir mereka sudah sama seperti orang s ----------------------------Cerita Sex Sedarah Dengan Ibuku Suryani Yang Montok, Suryani duduk dengan batik melilit tubuhnya dan kebayanya dan sanggulnya masih tetap rapai. Mereka harus pulang kembali ke desa setelah seharian menghadiri pesta adiknya. Baru saja dia naik ke boncengan sepeda motor yang dikenderai oleh anak sulungnya Totok, tiba-tiba halilintar menggelegar. Sementara perjalanan kembali ke desanya memakan waktu dua jam. "Ayo buk buk, cepat naik, semoga kita bisa cepat di desa simpang tiga agar kita bisa ke warung bulek," kata Totok. Suryani pun naik ke boncengan dan kenderaan melaju. Totok yang baru mendaftar di SMU besoknya harus mulai masuk sekolah. Kenderaan pun melaju dikenderai Totok anak semata wayang itu. Belum setengah jam berjalan, hujan seperti tercurah deras dari langit. Demikian lebat, seperti tidak ada aba-aba yang diawali dengan gerimis. Kabut berseliweran. Udara yang dingin di pegunungan itu pun menjadi semakin dingin. Cepat Totok turun dan mengambil mantel hujan dan mereka mengenakannya. Walau sudah sempat kuyup, mereka berharap, udara tidaklah terlalu dingin bila mengenakan mantel hujan. Kenderaan kembali melaju dan jalan tanah itu menjadi licin. Sepeda motor bebek yang mereka kendarai berjalan meliuk-liuk. Saat menurun, sedikit agak tajam, walau sudah di rem, kenderaan terus melaju dan meliuk-liuk lalu mereka terjatuh ke lembah yang berkedalaman berkisat tujuh meter. Untung saja kenderaan mereka tidak rusak, namun mantel mereka robek dan kain batik Suryani juga robek lebar, sedang [pergelangan kaki kabnannya terkilir atau keseleo. Suryani meraung. Ketika di papah, dia tetap susah berjalan bahkan tak bisa berjala. Totok menutupi tubuh ibunya dengan mantel dan dia dudukkan ibunya di bawah pohon sawit. Totok membenahi sepeda motornya dan didorong ke sebuah pondok 10 meter dari tempat mereka terjatuh. Totok kembali keopada ibunya. Ibunya yang mungil, kecil, putih dengan mudah dibopong oleh Totok. Suryani memeluk Totok anak tunggalnya itu dengan kuat. Kebayanya yang lepas kancingnya, menempel ke dada Totok dan Totok saat membopong ibunya sebelah tangabnnya berada di tengkuk ibunya dan sebelah kanan tangannya memeluk paha ibunya yang putih mulus. Inikah kesalahan atau kebetulan? Iblis mana yang membuatnya tiba-tiba bernafsu dan jakarnya jadi menggeliat, entahhlah. Pada pondok ada tempat duduk. Di sana mereka duduk dan Totok melepaskan mantel hujan yang menutupi tubuh ibunya. Totok melihat jelas Bra ibunya, karena kebayanya yang terlepas kancingnya. "BUka saja bajunya bu, biar diperas, nanti ibu masuk aingin," kata Totok. Seperti kerbau dicucuk hidungnya, Suryani membuka kebayanya dan Totok memerasnya. Dari bawah tempat duduk sepeda motornya, Totok mengambil dua buah kain lap yang masih kerang yang biasa digunakan untuk mencuci sepeda motr. Dengan kain lap itu, Totok melap tubuh ibunya. Saat tiba di dada ibunya, dia hampir saja behenti karena takut atau segan. Tiba-tiba pula rasa segan dan malu itu hilang dan dia pun melap belahan dada ibunya. Tidak sampai disitu saja, dia lepas pengait Bra ibunya dan lepaslah semuanya, hingga Totok melap tetek ibunya. Sementara gubuk yang mereka tempati semakin gelap dan berkabut. "Kamu melihat apa?" Suryani memecah keheningan. Totok tersadar. "Oh... tidak Bu. Aku hanya kagum pada tetek ibu. Bukan hanya pada tetek ibu, tapi pada semua yang ada pada ibu," kata Totok. Dia pu8n memakaikan kembali pakaian ibunya, walau tanpa Bra lagi. Totok juga memeras bajunya sendiri. "Kainnya juga diperas ya Bu, biar tak masuk angin," kata Totok. Suryani yang masih menganggap anaknya seperti anak-anak dan selalu dimanjanya itu, lupa kalau Totok anaknya itu sudah berusia 17 tahun. Suryani pun diam saja, saat Totok melepas stagen, kemudian melepas kain batiknya. Totok memerasnyam, kemudian melirik CD putih yang dikenakan ibunya yang berusia 38 tahun itu. Pahanya yang putih mulus, dimana tanpa sepengetahuan Suryani, Toto selalu mengintipnya saat dia mandi dan membuat Totok selalu onani membayangkan ibunya. Setelah kain bati itu diperas sekuat mungkin dan airnya tercurah, Toto kembali melilitkan kain itu ke tubuh ibunya dengan asal-asalan. Toto benar-benar tegangh, tidak tau bagaimana harus memulainya, sebab dia sudah lama sekali ingin menyetubhi ibunya, dan dia selalu membenci ayahnya, bila dia melihat ibu dan ayahnya mesra berduaan di rumah. Sebuah kesempatan bagi Toto, begitu melihat tubugh ibunya mengggigil kedinginan. Di peluknya tubuh ibunya yang kedinginan itu. Saat berpelukan itulah Totok mengeluarkan penisnya yang sudah menegang. Dengan cekatan, Totok kembali melepas kain batik ibunya, kemudian menguakkan celana dalam ibunya. "Tok... kenapa? Apa yangh kamu perbuat, aku ini ibumu, lho..." bentak Suryani. Tapi dia tidak bisa bergerak, karena pergelangan kaki kanannya mulai membengkak karebna keseleo. Toto dia saja. Dia penganut sedikit bicara banyak kerja. Dari selah-selah celana dalam yang terkuak itulah Totok menusukkan penisnya. "Totok... kamu ini sudah keterlaluan. Ayah aku akan laporkan kepada ayahmu," bentak Suryani sekuat-kuatnya Namun suaranya kalah dengan suara derasnya hujan dan suara guruh yang tak henti. Suryani punmemukuli tubuh Totok berkalikali. Suryani meronta. Namun saat merionta itu, membuat penis Totok semakin dalam memasuki ruag gelap ibunya. Totok megangkat tubuh ibunya dan dia duduk di sebuah bangku dan dipeluknya ibunya yang berada di atas mengangkangi tubuhnya. Diciuminya leher ibunya, seperti apa yang selalu dia saksikan dalam film-film biru yang selalu mereka tonton bersama teman-temannya di sebuah tempat rahasia. "Bu.. akui mencintaimu. Aku sudah lama sekai menginginkan seperti ini," kata Totok ke telinga Suryani. Totok terus menjilati leher ibunya dan meremas-remas teteknya dengan sebelah tangan, sementara tangan sebelahnya lagi kuat memeluk ibunya. Suryani sudah tidak lagi memeukuli anaknya. Dia sudah kelelahan. Totok terus menekan penisnya ke dalam lubang ibunya. Celana dalanm putih ibunya yang sudah agak usang itu pun dia robek, hingga tak ada lagi penghalang. Sentuhan kulit paha ibunya dan kulitnya sendiri semakin melengket. Rasa dingin menjadi hangat, saat tetek Suryani dan dada Totok melekat jadi satu. Totok pun mulai mengecup bibir ibunya. MUlanya diam, namun lama-kelamaan apakah sadar atau tidak, Suryani membalas juga lumatan bvibir anaknya, bahkan lidah mereka sudah saling bertautan. Perlahan-lahan saat Totok diam, dia merasakan tubuh ibunya mengeliat dan Totok merasakan pantat ibunya mulai bergoyang. Dalam hati Totok tersenyum. "Ibu, aku mencintaimu. Aku cemburu pada ayah. Aku tak mampu melihatmu bermesraan berdua..." kata Totok beerisik sembari menjilati cuping telinga Suryani. Suryani diam saja. Dia tak menjawab. Jawabannya, Suryani semakin kencang memutar0-mutar pinggulnya, hingga penis Totok menggesek-gesek dinding rahimnya. "Ah... kamu nakal sekali...." rintih Suryani sat pingulnya terus menggeliat-geliat. "Jangan lapor ke Ayah, ya Bu..." nalas Totok memeluk ibunya dengat kuat. "Aku pasti lapor...." kata ibunya, semakin bergairah. Mereka pun saling memekluk saling menjilat dan saling menggigit. "Kamu nakal nak..." kata Suryani mendesah. "Ibu lebih nakal..." kata Totok dan memeluknya semakin kuat. "Huuuuhhhhh...." "Aku sudah mau keluar Bu..." "Tunggu bentaaaaaarrrrrr...." "Gak t ahan lagi BU...." ":Bennnntttttaaaaaarrrrrr... "Buuuuu......" Saat itu Suryani menekan kuat tubuhnya, hingga penis Totok benarpbenar berada di ujung rahin ibunya dan hangtat. "Terseraaaaaahhhhhh....." Suryani berhenti bergoyang, tapi malah sebaliknya demikian kuat memeluk anaknya dan menciumi leher anaknya itu bertubi-tubuh. Saat itu dia merasakan dia mengeluarkan sesuatu dari tubunhnya, tak lama kemudian dia merasakan ada cairan hangat beberapa kali nyemprot dari kemaluan anaknya. Dian... Hening... "Kamu nakal sekali. Kepada ibumu pun kamu bisa berbuat seperti ini. Dasar anak kurang ajar," kata Suryani mencubit pipi Totok sembari tersenyum. Totok menjawabnya dengan sebuah kecupan di bibirnya. Lalu penisnya pun mengecil dan lepas dari vagina ibunya. "Aku mencintaimu, Bu. Aku membenci ayah..." katanya lirih. "Kamu tak boleh membencinya. Kamu ada, karean dia ada,": kata Suryani sembari membenahi pakaiannya. "Bu... Aku mencintaimu. Aku ingin terus seperti ini," kata Totok. "Hmmm. Enak aja kamu," kata Suryani dan kembali memijat hidung anaknya dan tersenyum. Hujan lama kelaqmaan berhenti, tinggal rintik. Walau rintik, kadung sudah basah kuyup mereka bersepakat untuk menerobos saja agar cepat sampai di rumah. Dengan aperlahan-lahan mereka mengenderai sepeda motor untuk pulang dan Totok diminta hati-hati karena pergelangan kakinya masih sangat sakit. "Begitu dong, Bu./ Peluk yang kuat dan semesra mungkin," kata Totok, saat Ibunya memeluk pinggangnya karean takut jatuh. Mendengar ucapan Totok, Suryani mencubit pinggang anaknya. Keduanya terkekeh tertawa. Suryani juga tertawa karean senang. Sudah empat tahun dia sudah mendapatkan kepuasan dari suaminya yang pemabuk itu. Tapi suaminya tetap saja bangga, karean setiap kali selesai bersetubuh dengan suamintya, Surtyani tetap memuji kehebatan suaminya, walau dalan hatinya dia menjerit pedih.
Den Mas Ajhi


bangun+rumah 's link
Belahan Jiwa... ! By: Adjie, Assalamualaikum... Seseorang bisa mengeluh akan kurangnya Rasa Cinta dan Kebahagiaan dalam Rumah Tangganya. Dengan Shalat Malam bersama, niscaya Kehidupan Rumah Tangga akan penuh dengan kebahagiaan, keharmonisan dan rasa cinta. “Allah akan menyayangi seorang Suami yang bangun tengah malam lalu mengerjakan shalat, kemudian ia membangunkan Istrinya dan jika Istrinya enggan ia pun mencipratkan air di muka sang Istri. Dan Allah pun akan menyayangi seorang Istri yang bangun di tengah malam lalu mengerjakan shalat, kemudian ia membangunkan Suaminya dan jika suaminya enggan ia pun mencipratkan air di muka Suaminya.” (HR. Abu Dawud, An-Nasa’i, Ibnu Majah dan Ahmad). Rasulullah menegaskan, “Barangsiapa yang bangun di tengah malam lalu ia membangunkan istrinya, kemudian mereka berdua mengerjakan shalat 2 rakaat, mereka berdua akan dicatat sebagai bagian dari orang-orang yang gigih mengingat Allah.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah). Sungguh berbahagia memiliki Pasangan Hidup yang se-Jiwa, teman seperjalanan yang menyenangkan, saling dukung, saling melengkapi dalam perjalanan pendakian kehidupan. Penuhilah rumah tangga dengan butiran kasih sayang, rasa cinta dan kebahagiaan. Rumah akan menjadi surga Allah di muka bumi... ! Bersama Shalat Malam, dunia akan gembira dan bahagia. Bersama Shalat Malam, hati akan hidup dan merasakan Nilai yang hakiki... !!
Dewa Yogatama


bangun+rumah 's link
Bismillahir-Rahmaanir-Rahim    Pada zaman Baginda Nabi Muhammad saw, ada seorang pemuda bermata biru, rambutnya merah, bidang dadanya lapang panjang,berpenampilan cukup tampan, kulitnya kemerah-merahan, wajahnya selalu melihat pada tempat sujudnya dan tangan kanannya menumpang pada tangan kirinya.Pemuda ini tidak pernah lalai dari membaca al-Quran dan senantiasa menangis. Pakaiannya hanya dua helai saja, sudah terlalu lusuh untuk dipakai sehinggakan tidak ada orang yang menghiraukannya.Beliau tidak dikenal oleh penduduk bumi akan tetapi sangat terkenal di langit.   Pemuda ini, jika bersumpah demi Allah pasti terkabul.Dia adalah Uwais al-Qarni. Beliau tidak dikenali dan miskin malah banyak orang yang suka mentertawakannya, mengejek-ejeknya, dan menuduhnya sebagai pencuri serta bermacam lagi penghinaan dilemparkan kepadanya.Pemuda dari Yaman ini telah lama menjadi yatim, tidak mempunyai saudara mara kecuali hanya ibunya yang telah tua dan lumpuh. Untuk menyara kehidupan sehari-hari, Uwais bekerja sebagai penggembala kambing.Upah yang diterimanya hanya cukup untuk kehidupan harian bersama ibunya.Jika ada uang lebihan, beliau akan membantu tetangganya yang hidup miskin dan serba kekurangan seperti keadaannya. Walaupun dalam keadaan serba payah, beliau tidak pernah lalai dalam mengerjakan ibadahnya, sedikit pun tidak berkurang.Sepanjang hidupnya, beliau melakukan puasa di siang hari dan bermunajat di malam harinya.   Uwais al-Qarni telah memeluk Islam pada masa negeri Yaman mendengar seruan Nabi Muhammad saw yang telah mengetuk pintu hati mereka untuk menyembah Allah, Tuhan Yang Maha Esa, yang tidak ada sekutu bagi-Nya.Peraturan-peraturan yang terdapat di dalam agama Islam sangat menarik hati Uwais dan apabila seruan Islam datang di negeri Yaman, beliau segera memeluknya. Banyak rekan-rekannya yang telah memeluk Islam, pergi ke Madinah untuk mendengar secara langsung dakwah Nabi Muhammad saw.Hati Uwais juga meronta-ronta untuk ke Madinah bertemu kekasih Allah, penghulu para Nabi tetapi beliau tidak mampu karena tidak mempunyai bekal yang cukup untuk sampai kesana. Apa lagi beliau perlu menjaga ibunya. Jika beliau pergi, siapa pula yang akan melihat ibunya.   Dikisahkan ketika terjadi perang Uhud, Rasulullah saw mengalami cidera dan giginya patah karena dilempari batu oleh musuh-musuhnya.Berita ini akhirnya sampai kepada Uwais. Lalu ia segera memukul giginya dengan batu hingga patah. Hal tersebut dilakukan sebagai bukti kecintaannya kepada baginda saw, sekalipun beliau belum pernah melihat Rasulullah saw.Hari berganti hari dan musim pun berlalu, kerinduannya terhadap Rasulullah tak dapat dibendung lagi.   Uwais merenungkan diri dan bertanya dalam hati, bisakah dirinya baru dapat menziarahi Nabi saw dan memandang wajah beliau dari dekat?Akhirnya, pada suatu hari Uwais mendekati ibunya, mengeluarkan isi hatinya dan memohon izin kepada ibunya agar diperkenankan pergi menziarahi Nabi saw di Madinah.Sang ibu, walaupun telah uzur, merasa terharu ketika mendengar permohonan anaknya. Beliau memahami perasaan Uwais, dan berkata,Pergilah wahai anakku! Temuilah Nabi dirumahnya. Dan bila telah berjumpa, segeralah engkau kembali pulang.Dengan perasaan gembira yang amat sangat, Uwais berkemas untuk berangkat dan sebelum pergi, beliau menyiapkan keperluan ibunya yang akan ditinggalkan serta berpesan kepada tetangganya agar dapat menemani ibunya sepanjang kepergian beliau. Sesudah mencium tangan ibunya yang tercinta, berangkatlah Uwais menuju ke Madinah yang jaraknya sekitar empat ratus kilometer dari Yaman.   Dengan waktu yang cukup lama akhirnya tibalah Uwais al-Qarni di kota Madinah. Segeralah ia menuju ke rumah Nabi saw, diketuknya pintu rumah itu sambil mengucapkan salam. Keluarlah Sayyidatina Aisyah r.a., sambil menjawab salam Uwais. Segera saja Uwais menanyakan Nabi saw yang ingin ditemuinya.Namun ternyata baginda saw tidak berada di rumah melainkan berada di medan perang. Betapa kecewa hati sang perindu, dari jauh ingin berjumpa tetapi yang dirindukannya tidak berada di rumah. Dalam hatinya bergolak perasaan ingin menunggu kedatangan Nabi saw dari medan perang. Tapi, beliau teringat akan pesan ibunya sudah tua dan senantiasa dalam keadaan tidak sehat itu, agar ia cepat pulang ke Yaman, Engkau harus lekas pulang.Disebabkan ketaatan kepada ibunya, pesanan ibunya itu telah mengalahkan suara hati untuk menunggu Nabi saw.Ia akhirnya memohon kepada Sayyidatina Aisyah r.a. untuk pulang kembali ke Yaman. Uwais lalu menitipkan salamnya kepada Nabi saw dan melangkah pulang dengan perasaan hampa karena tidak dapat bertemu dengan Kekasih Allah.   Sepulangnya dari perang, Nabi saw langsung bertanya tentang kedatangan orang yang mencarinya. Nabi Muhammad saw menjelaskan bahwa Uwais al-Qarni adalah anak yang taat kepada ibunya. Beliau adalah penghuni langit (sangat terkenal di langit).Mendengar perkataan baginda Rasulullah saw, Sayyidatina Aisyah r.a. dan para sahabatnya tertegun seketika.Lalu kata Sayyidatina Aisyah r.a., memang benar sebelum ini ada seseorang telah datang mencari Rasulullah saw tetapi orang itu segera pulang ke Yaman, kerana teringat akan ibunya yang sudah tua dan sakit sehinggakan beliau bimbang meninggalkan ibunya terlalu lama.Rasulullah saw bersabda : Kalau kalian ingin berjumpa dengan dia (Uwais al-Qarni), perhatikanlah bahawa ia mempunyai tanda putih di tengah-tengah telapak tangannya. Sesudah itu baginda saw, memandang kepada Sayyidina Ali k.w. dan Sayyidina Umar r.a.lalu bersabda: Apabila kalian bertemu dengan dia, mintalah doa dan istighfarnya untuk kalian karena dia adalah penghuni langit dan bukan penghuni bumi.Tahun berganti tahun dan Umar r.a menjadi khalifah kedua menggantikan Abu Bakar As-Siddiq yang telah wafat.   Abu Bakar dipilih menjadi khalifah selepas Rasulullah saw wafat.Suatu ketika, khalifah Umar teringat akan sabda Nabi saw tentang Uwais al-Qarni, sang penghuni langit. Beliau segera mengingatkan sahabatnya, Sayyidina Ali k.w. untuk mencari Uwais bersama.Sejak itu, setiap kali ada kafilah yang datang dari Yaman, mereka berdua akan bertanya tentang Uwais al-Qarni, apakah ia turut bersama mereka. Diantara kafilah-kafilah itu ada yang merasa heran, apakah sebenarnya yang dicari oleh kedua-dua sahabat besar itu. Rombongan kafilah dari Yaman menuju ke Syam silih berganti membawa barang dagangan mereka.Suatu ketika, Uwais al-Qarni turut bersama rombongan kafilah menuju kota Madinah. Melihat ada rombongan kafilah yang datang dari Yaman, bersegeralah khalifah Umar r.a. dan Sayyidina Ali k.w. mendatangi mereka dan menanyakan apakah Uwais turut bersama mereka.Rombongan itu mengatakan bahwa ia ada bersama mereka dan sedang menjaga unta-unta mereka di perbatasan kota. Mendengar jawapan itu, mereka berdua bergegas menemui Uwais al-Qarni.   Sesampainya di tempat Uwais, Khalifah Umar r.a. dan Sayyidina Ali k.w. memberi salam. Namun rupanya Uwais sedang melaksanakan solat. Setelah mengakhiri solatnya, Uwais menjawab salam kedua tamu agung tersebut sambil bersalaman.Sewaktu berjabatan, Khalifah Umar segera membalikkan tangan Uwais, untuk membuktikan kebenaran tanda putih yang berada ditelapak tangan Uwais, sebagaimana pernah disabdakan oleh baginda Nabi saw.    Memang benar! Dia penghuni langit. Dan ditanya Uwais oleh kedua tamu tersebut, Siapakah nama saudara?Lalu jawab Uwais, Abdullah. Mendengar jawaban itu, kedua sahabat itupun tertawa dan mengatakan : Kami juga Abdullah, yakni hamba Allah. Tapi siapakah namamu yang sebenarnya ?Uwais kemudian berkata: Nama saya Uwais al-Qarni.Sepanjang perkenalan mereka, tahulah mereka bahwa ibu Uwais telah meninggal dunia. Itulah sebabnya, beliau baru dapat turut serta bersama rombongan kafilah dagang itu.Akhirnya, Khalifah Umar dan Ali k.w. memohon agar Uwais berkenan mendoâkan untuk mereka. Uwais enggan dan dia berkata kepada khalifah: Sayalah yang harus meminta doa dari kalian. Mendengar perkataan Uwais, Khalifah berkata: Kami datang ke sini untuk mohon doa dan istighfar dari tuan.Disebabkan didesak oleh dua sahabat besar ini, Uwais al-Qarni akhirnya mengangkat kedua belah tangannya lalu berdoa dan membacakan istighfar. Setelah itu Khalifah Umar r.a. berjanji untuk memberinya uang negara dari Baitul Mal kepada Uwais sebagai biaya hidupnya. Uwais menolaknya dengan lembut dengan berkata: Hamba mohon supaya hari ini saja hamba diketahui orang. Untuk hari-hari selanjutnya, biarlah hamba yang fakir ini tidak diketahui orang lagi.Setelah kejadian itu, nama Uwais kembali tenggelam dan tidak langsung terdengar beritanya.   Tapi diriwayatkan ada seorang lelaki pernah bertemu dan dibantu oleh Uwais. Kata orang itu, waktu itu kami sedang berada di atas kapal menuju ke tanah Arab bersama para pedagang, tanpa disangka-sangka angin ribut bertiup dengan kencang. Akibatnya hempasan ombak menghantam kapal kami sehingga air laut masuk ke dalam kapal dan menyebabkan kapal semakin berat.Pada saat itu, kami melihat seorang lelaki yang mengenakan selimut berbulu di berada di satu sudut kapal lalu kami memanggilnya. Lelaki itu bangun lalu melakukan solat di atas air.Betapa terkejutnya kami melihat kejadian itu. Wahai waliyullah, Tolonglah kami! Tetapi lelaki itu tidak menoleh. Lalu kami berseru lagi, Demi Zat yang telah memberimu kekuatan beribadah, tolonglah kami! Lelaki itu menoleh kepada kami dan berkata: Apa yang terjadi?Tidakkah engkau melihat bahwa kapal dibadai ribut dan dihantam ombak ?tanya kami.   Dekatkanlah diri kalian pada Allah ! katanya. Kami telah melakukannya. Keluarlah kalian dari kapal dengan membaca bismillahirrohmaanirrohiim! Kami pun keluar dari kapal satu persatu dan berkumpul di dekat itu. Pada saat itu jumlah kami lima ratus jiwa lebih. Sungguh ajaib, kami semua tidak tenggelam, sedangkan perahu kami yang lain tenggelam ke dasar laut bersama isinya.Lalu orang itu berkata pada kami , Tidak mengapalah harta kalian menjadi korban asalkan kalian semua selamat.Demi Allah, kami ingin tahu, siapakah nama Tuan ? Tanya kami.Uwais al-Qarni. Jawabnya dengan singkat. Kemudian kami berkata lagi kepadanya, Sesungguhnya harta yang ada di kapal tersebut adalah milik orang-orang fakir di Madinah yang dikirim oleh orang Mesir. Jika Allah mengembalikan harta kalian. Apakah kalian akan membagi-bagikannya kepada orang-orang fakir di Madinah? tanya Uwais.Ya,jawab kami. Orang itu pun melaksanakan solat dua rakaat di atas air, lalu berdoa. Setelah Uwais al-Qarni mengucap salam, tiba-tiba kapal itu muncul ke permukaan air, lalu kami menaikinya dan meneruskan perjalanan. Setibanya di Madinah, kami membagi-bagikan seluruh harta kepada orang-orang fakir di Madinah sehingga tidak ada satupun yang tertinggal.   Beberapa waktu kemudian, tersiarlah khabar bahawa Uwais al-Qarni telah pulang ke rahmatullah. Anehnya, pada saat dia hendak dimandikan tiba-tiba terlalu banyak orang yang berebut hendak memandikannya. Dan ketika dibawa ke tempat pembaringan untuk dikafankan, begitu ramai orang yang menunggu untuk mengkapannya. Demikian pula ketika orang pergi hendak menggali kuburnya. Di sana ternyata sudah ada orang-orang yang menggali kuburnya hingga selesai.Ketika usungan dibawa menuju ke perkuburan, luar biasa banyaknya orang yang berebut hendak mengusungnya.   Meninggalnya Uwais al-Qarni telah menggemparkan masyarakat kota Yaman. Banyak terjadi hal-hal yang amat mengherankan penduduk Yaman. Sedemikian banyaknya orang yang tak dikenali datang untuk mengurus jenazah dan pemakamannya, padahal Uwais adalah seorang fakir yang tidak dihiraukan orang.Sejak ia dimandikan sampailah ketika jenazahnya hendak diturunkan ke dalam kubur, ada saja orang-orang yang telah siap melaksanakannya terlebih dahulu.Penduduk kota Yaman tercengang. Mereka tertanya-tanya: Siapakah sebenarnya engkau wahai Uwais al-Qarni ? Bukankah Uwais yang kita kenal, hanyalah seorang fakir yang tidak memiliki apa-apa, yang kerjanya hanyalah sebagai penggembala kambing dan unta? Tetapi, ketika hari wafatmu, engkau telah menggemparkan penduduk Yaman dengan hadirnya manusia-manusia asing yang tidak pernah kami kenal.Mereka datang dalam jumlah sedemikian banyaknya. Agaknya mereka adalah para malaikat yang diturunkan ke bumi, hanya untuk mengurus jenazah dan pemakamannya. Baru saat itulah penduduk Yaman mengetahui siapa Uwais al-Qarniyang ternyata tidak terkenal di bumi tapi terkenal di langit.Jika suka bagikan ya sahaabat,,.
Dadang Panzzaalluu


bangun+rumah 's link
Aku ditugaskan ke Surabaya. Sepanjang perjalanan selama 14 jam dengan KA BIMA, libidoku bangkit. Setiap kupikirkan Surabaya kota tujuanku, aku selalu ingat pesan Norma, waria langgananku. 'Mampirlah ke Jalan Irian Barat, aku punya teman di sana. Jangan main sama waria lainnya, kotor. Main saja sama Bella'. Tetapi sebenarnya yang membuat libidoku bangkit bukanlah soal Bella itu. Dalam pikiranku, terbayang kini adalah Jalan Irian Barat itu. Orang bilang di situ adalah pusatnya para waria. Ada ratusan, atau bahkan ribuan waria ber-operasi di Jalan Irian Barat, di Surabaya itu. Norma, juga orang-orang lain tidak tahu bahwa aku sangat terobsesi untuk tampil berpakaian sebagaimana layaknya perempuan. Bahwa ada dorongan yang sangat kuat dari diriku yang selama ini sangat ketat kurahasiakan, aku, diriku, tubuh dan mentalku, sangat ingin tampil sebagai perempuan, atau tepatnya sebagai banci atau waria. Setiap membayangkan diriku tampil sebagai perempuan setengah baya, saat ini umurku 28 tahun, wow.., libidoku langsung memanas menerpa wajahku. Bahkan terselip pula pemikiran, betapa nikmatnya saat anak-anak lelaki tanggung meneriakiku dengan ejekan, 'Wariaa, wariaa..', teriakan, ejekan bahkan hinaan yang merangsang birahiku yang justru sangat aku rindukan terdengar masuk pada telingaku. Aku ingin sekali memakai rok dengan sepatu tinggi. Aku akan mewujudkan keinginanku tersebut untuk tampil sebagai waria sepenuhnya. Aku akan memakai rok dengan bahan denim atau jeans. Itu adalah rok kulot. Rok yang berakhir tepat di lutut. Rok tersebut kubeli dari sebuah butik di pasar Senen. Rok yang kubeli dari penjualnya dengan alasan, 'untuk pacar'. Rok yang kubeli dengan sembunyi-sembunyi karena takut ketahuan oleh teman atau orang lain yang mengenalku. Rok yang kubeli 2 minggu yang lalu, sejak ada surat tugas dari kantorku untuk melakukan pengecekan akunting di kantor cabang Surabaya. Rok yang kubeli dan kupantas-pantaskan ke tubuhku saat berada di depan cermin di tempat kostku di Jakarta Barat. Rok yang akan menampilkan sepasang kakiku menjadi sedemikian indah, yang kuyakini akan dengan cepat meruntuhkan para lelaki pecinta waria atau para homo. Rok itu kusembunyikan di tempat paling rahasia di lemari pakaianku. Untuk sepatu tingginya, inilah yang akan sangat menunjang penampilanku yang bukan tak mungkin akan mengangkatku sebagai 'waria top' di antara waria-waria lainnya. Bahkan aku sendiri sangat tidak menduga, sangat surprised akan penampilanku sendiri saat aku telah berubah menjadi waria. Dengan ketinggianku yang 172 cm, berat 58 kg, ditambah dengan sepatu hakku nanti, maka tinggiku akan menjadi 180 cm. Aku teringat Sharon Stone di film Total Recall yang dibintangi bersama Arnold Schwarzenegger yang berotot itu. Pada awalnya aku hanya menginginkan sepatu yang haknya kecil, tetapi kemudian aku ragu, apakah aku dapat memakainya dengan tanpa risiko keseleo dan jatuh. Akhirnya aku memilih yang berhak agak besar sehingga aku tidak mengalami kesulitan memakainya. Walaupun begitu, tak urung aku juga memerlukan latihan untuk beberapa saat. Berjam-jam aku beralan mondar-mandir di depan cermin kamar. Dan akhirnya aku terbiasa juga, dan rasanya aku sangat pantas menggunakan sepatu hak tinggi tersebut. 10 hari terakhir ini, sepulang kantor aku langsung berdandan, merias wajahku dengan lipstick, shiseido, pensil alis, bedak dan lainnya, dan berlatih memakai rok kulot dan menggunakan sepatu tinggi itu. Aku bergaya jalan, bergaya duduk, bergaya bersandar di dinding dan juga gaya-gaya yang lain. Sepatu dan rok jeans kulotku ini benar-benar mengubah penampilanku. Hi, hi, hi.., aku sangat puas. Aku membayangkan saatnya dimana akan ada bahkan banyak lelaki yang 'kepincut' padaku dengan rok yang membuatku nampak seksi ini. Aku ingin dibelai-belai oleh banyak lelaki tersebut. Dorongan libidoku yang membuatku ingin mengenakan rok dengan sepatu tingginya dan kemudian dikerumuni dan dibelai oleh banyak lelaki itu membuat birahiku terbakar, sepanjang 14 jam perjalanan KA BIMA Jakarta-Surabaya ini. Dan untuk meredam gejolak birahi itu, aku melampiaskannya di dalam WC KA BIMA yang lumayan bersih itu. Dengan mencium aroma kloset pesing BIMA, dan dengan setengah berjongkok hingga posisiku aman dari goncangan lajunya kereta malam ini, aku mengkhayalkan seorang lelaki yang sedang memasukkan atau ngentot lubang pantatku. Kuambil ketimun Jepang yang hijau besar panjang, yang selalu kubawa pada setiap perjalananku dan selalu kuganti kalau sudah layu, kukhayalkan ketimun itu sebagai kontol orang negro yang sedang menusuk lubang anusku. Dan dengan baby oil yang telah kupersiapkan sebelumnya, ketimun itu pelan-pelan berhasil kudorong ke lubang analku. Kemudian dengan bertumpukan pada lantai kloset, ketimun yang panjang dan besar itu kutekan ke lantai dan aku terus memompa analku. Uuuhh.., sesak sekalii.. Pesingnya kloset KA BIMA justru memperlancar fantasi seksku. Lelaki yang kukhayalkan menyetubuhiku itu adalah penumpang segerbong di baris depan kursiku. Wajahnya sangat mirip dengan salah seorang anggota DPR/MPR yang sangat seksi menurut pandanganku. Kubayangkan lelaki tersebut menyodorkan kontolnya untuk kencing ke mulutku. Bau air seninya itu, ya.., semerbaknya bau WC KA BIMA itu, dengan cepat menggiring spermaku ke ujung penisku. Akhirnya spermaku muncrat tepat pada saat kereta telah memasuki peron stasiun Pasar Turi. Dengan sedikit terseok, tepat pada pukul 6.00 pagi, aku sampai di Surabaya. Aku turun dari kereta api dan langsung menumpang becak menuju ke sebuah hotel kecil di dekat stasiun. Hotel Pasar Turi Kencana namanya. Aku punya pertimbangan bahwa penghuni hotel itu hanya sekedar transit. Mereka pada umumnya hanya tinggal sehari untuk kemudian melanjutkan tujuan perjalanannya. Tak akan ada orang yang cukup waktu untuk mengenaliku. Di hotel kecil seperti itulah aku akan lebih leluasa melaksanakan obsesiku. Sesudah mandi dan makan pagi, aku mencari mobil sewaan. Kudapatkan mobil kecil, sebuah Daihatsu sedan yang lincah. Cukuplah untuk sarana melancong di Surabaya. Di hari pertama ini, aku melakukan konsultasi awal di kantor cabang perusahaanku di Surabaya. Aku perkirakan bahwa aku akan tinggal di Surabaya selama 3 hari. Ahh.., masih cukup banyak waktu untuk menyalurkan obsesiku. Pada pukul 3 sore tugasku selesai. Aku mampir ke mall untuk mencari kosmetik. Masa bodoh dengan orang-orang yang memperhatikanku, 'Lho, lelaki koq beli kosmetik?'. Uuuhh.., rasanya sangat sensasional dan erotis membayangkan diriku di depan cermin dengan merias diri dan mengubah diri menjadi waria yang seksi. Kontolku langsung ngaceng membayangkannya. Pukul 4 sore, aku sudah kembali di hotelku. Aku makan di Restoran Padang di depan hotel, mengambil rok dan sepatu tinggiku yang telah tertata rapi dalam bungkusan, kemudian aku berjalan lagi. Aku mencari tempat terbuka, mungkin semacam taman yang cukup ramai, tetapi yang bisa dengan aman parkir tanpa harus menarik perhatian orang. Aku akan berdandan dan mengubah diriku di dalam mobil sewaan ini. Akhirnya aku parkir di halam parkir stasiun Pasar Turi saja. Dan kebetulan ini adalah jam-jam kedatangan serta keberangkatan, sehingga semua orang sibuk dan tidak akan memperhatikan mobilku dan aku sendiri yang masih sibuk berdandan di dalamnya. Tidak lama, 20 kemudian semuanya menit beres. Tidak perlu seperti ibu-ibu yang untuk berdandan saja memerlukan 2 jam. Aku sudah cukup terampil, karena pada setiap kesempatan, aku selalu merias diri di kamarku. Dengan blus sutra tipis, yang membuat dadaku nampak bidang, sehingga sepintas mirip Sharon Stone itu, aku mengenakan BH yang transparan dan tampak membayang dari blusku. Aku tidak perlu mengganjal buah dadaku, karena BH-ku sendiri sudah sangat menunjang. Kemudian rok kulotku yang tampil sedikit terbuka menunjukkan pusarku. Dan tak lupa pula, sret, sret, sret.., kusemprotkan minyak wangi di ketiak, pusar, dada dan leherku. Ooohh.., betapa indahnya membayangkan siapa saja nanti yang akan menjelajahi lokasi-lokasi dimana minyak wangiku menempel. Dan yang terakhir kukenakan adalah sepatu tinggiku. Sekali lagi sebelum aku beranjak keluar dari taman itu, aku meraih cermin riasku. Aku cek kembali lipstick-ku, dengan sedikit sentuhan tangan kiriku dan dengan mengatupkan bibirku, semuanya tampak beres. Bibirku menjadi sangat seksi. Kemudian mata, alis, pipi, yak.., semua beres.., sungguh memuaskan.. Dengan jari-jari yang bercat kuku merah menyala, aku memegang kemudi dan mengarahkan mobilku menuju Jalan Irian Barat. Sebetulnya aku kasihan juga dengan nama jalan ini. Nama yang bagi banyak orang merupakan simbol perjuangan melawan Belanda ini, bagi kami para waria adalah hanya merupakan tempat untuk menebar cinta dan sperma, ha, ha, ha.. Pukul 6.30 malam, aku sudah berada di tempat tujuan utamaku. Masih sepi. Sangat sepi, rasanya aku agak terlalu awal, sebaiknya kemana dulu yaa? Oh ya, mestinya aku tidak perlu membawa mobil sendiri, karena siapa tahu saja aku 'kecantol' dan dibawa oleh lelaki yang menawan hatiku?? Kalau begitu lebih baik mobil kuparkir saja di suatu tempat yang aman, kemudian dengan taksi aku akan kembali ke Jalan Irian Barat ini. Akhirnya aku pilih halaman stasiun Pasar Turi yang terus terbuka dan ramai sepanjang 24 jam. Aku pastikan keamanannya pada petugas parkir dengan menyelipkan selembar puluhan ribu rupiah, dan aku parkirkan mobil di situ. Dengan kartu parkir di tangan, aku memanggil taksi. Pukul 8 malam, aku turun dari taksiku di Jalan Irian Barat. Kulihat kerumunan waria di bawah lampu lalu lintas di kejauhan. Sekali lagi aku check-recheck penampilanku, rok kulot di atas lutut dan sedikit di bawah pusar, blus sutra tipis dengan bayang-bayang BH-ku, rambutku yang memang sudah gondrong, jadi pas untuk profil Lisa Ramon, nama wariaku, sepatu tingi yang membuat tinggiku bertambah menjadi 180 cm dari aslinya yang hanya 172 cm, dan kini.., yah.., kini aku membayangkan diriku sebagai Lisa Ramon yang penuh pesona, dengan dada yang membusung penuh percaya diri, tampak mirip Sharon Stone dari Hollywood, WOOW..! Aku melangkah pasti di Jalan Irian Barat ini. 'BLLAARR.., CHHEEIITT..', tiba-tiba cahaya benderang sangat menyilaukan mata, disusul suara rem yang sangat nyaring, hampir menyerempet tubuhku.. 'Eeeii kontol.., eeii kontol.., DASAR KECOA..', tiba-tiba keluar begitu saja kata-kata kotor dari mulutku, rasanya aku secara otomatis menjadi waria yang pada umumnya latah. Sebuah sedan, yang aku tahu persis itu adalah Jaguar V2 mendesak jalanku. 'LAMPUNYA MAASS.., LAMPUNYAA..', kurang asem juga nih orang, dia sengaja menyorotku. Dari jendela yang terbuka, keluarlah seorang anak Cina, oh bukan, ternyata seorang engkoh. Penampilannya tampak seperti pengusaha. 'Panggil saja aku ABONG..', 'Mau kemana Koh Abong..??', tanyaku setelah aku memperkenalkan diri dan setuju untuk masuk ke Jaguarnya. Jawabannya tidak sesuai dengan pertanyaanku, 'Kontol lu gedee..??', sembari tangannya menggerayangi pahaku. Itulah gerayangan lelaki pertamaku sejak aku tampil sebagai si waria Lisa Ramon. 'Koh Abong nyari yang gede..? Nggak takut n'tar? Segini kurang nggak..??', sambil kukeluarkan kontolku yang sudah setengah ereksi. 'Uuuhh, hebat kamu Lisa, gede buanget niih..!', ah rupanya si engkoh ini sudah sangat bernafsu. Tterus terang saja, kontolku sebenarnya hanya 16 cm, tapi bagi Koh Abong, ini sudah membuatnya mabuk dan membangunkan 'senjata'-nya. Aku raba selangkangannya. EDAANN.., justru miliknyalah yang berukuran monster. Rasanya aku sedang memegang alu penumbuk beras. Langsung wajahku memerah, nafasku memburu. 'Koh, aku pengin ini nihh..', aku tidak berbasa-basi, aku benar-benar terdongkrak oleh birahiku. Aku benar-benar terkejut. Belum pernah seumur hidup aku memegang kontol sebesar alu seperti milik Koh Abong ini. 'Boleh ya koh..??', pintaku seakan aku mengemis.. Terus terang sesungguhnya ini terlalu prematur bagiku, pada kesempatan pertamaku memasuki kawasan waria di Jalan Irian Barat ini, sebenarnya aku masih hanya ingin sekedar merasakan udara Jalan Irian Barat itu dengan pakaian wariaku, dimana baru kali ini aku berani mengeskpresikan diri secara 'full waria', dengan nama wariaku sebagai Lisa Ramon, tetapi belum-belum aku sudah disambar oleh Koh Abong ini. Jaguar Koh Abong kabur menuju suatu tempat. Aku tidak begitu tahu di mana nih, belok, belok, belok lagi langsung masuk garasi. Koh Abong kemudian turun, kulihat dia berbicara sebentar dengan penjaga garasi itu. Kemudian baru mendatangi dan membuka pintu mobil untukku. Aku merasa sangat tersanjung. Aku diperlakukan bak putri jelita, bak selebriti yang jadi rebutan para pecintanya. Abong meraih tanganku, menggandeng, naik tangga kayu, membuka pintu dan masuk ke kamar. Kamar tidur yang luas, mewah, sejuk karena AC-nya. Ada meja rias besar, itulah yang diam-diam kucari, dan diam-diam aku melintas di cermin besarnya dan, wow.., aku sendiri tidak mengira, aku benar-benar sangat cantik dan sensual. Aku.., Lisa Ramon. Dan aku langsung menggeliat saat kurasakan Koh Abong meraih pinggangku. Dia mencium leherku, kudukku, bahuku. Dia terus mencium, turun ke belikatku. Aku menggeliat, "AACCHH..", kukeluarkan desahan untuk Koh Abong. Desahan pelacur waria yang haus, desahan seakan dari waria peot yang sudah setahun tidak ada yang mau ngentot bokongnya. Kemudian bak gasing di tangannya tubuhku diputar hingga kami saling berhadapan. Dia benamkam wajahnya ke leherku, dia isap leherku dan menyedotnya. Wah, berabe nih, timbul bekas cupang dong, tapi hal itu terlalu nikmat untuk kutolak atau kuhindari. Kemudian kami saling melumat. Rupanya jago sekali Koh Abong ini dalam kissing. Lidahnya berputar-putar dalam rongga mulutku, sedotannya menguras seluruh air liurku. Kemudian Koh Abong mendorongku ke ranjang, uuhh.., dia menyergapku, menyerangku, menerjangku, meradang.., rasanya Koh Abong ini sangat.., sangat memujaku.. Dia rengkuh tubuhku, di telanjanginya aku, dijilatinya aku, seluruh tubuhku, seluruh pori-poriku, seluruh celah, bukit, maupun lembah yang terhampar di tubuhku tak ada yang tertinggal dari jilatannya. Aku rasakan begitu nikmatnya saat wajahnya tenggelam dalam selangkanganku, bagaimana lidahnya itu terus mengocok-ngocok celah selangkanganku itu. 'Bau khan Kohh.., baauu khann..', aku mengerang. 'Biarin sayangg.. aku rasanya ingin menelan kamu Lisaa.. biarkan aku menelan kamu yyaa..', pintanya penuh kehausan. Juga saat dia menjilati duburku, 'JANGANN KOHH.., BAUU KOHH.., JANGAANN..', tetapi Koh Abong tetap tidak menggubrisku. Dia juga menjilat seluruh permukaan telapak kakiku, jari-jari kakiku, dia jilati betisku hingga pedih rasanya. Entah dia sudah 'keluar' berapa kali, tetapi malam itu aku telah memuntahkan spermaku 3 kali. Dan dari semua muntahan spermaku, selalu dia minta padaku agar tidak dimuncratkan ke tempat lain kecuali ke mulutnya. 'Jijik khan Koh..', kataku, tetapi dia tidak mempedulikannya. Dan kulihat bibirnya yang telah belepotan spermaku, begitu sibuk mengecap-ngecap sebelum akhirnya ditelan. Pada pukul 2 malam, setelah 6 jam dia puas mengeksplorasi seluruh tubuhku, dia mengantarkanku ke stasiun Pasar Turi. Dia turun membukakan pintu mobil untukku dan membantu menghidupkan mesinnya, dia khawatir kalau terjadi masalah dengan kendaraan tersebut setelah cukup lama di parkir. Kemudian dia kembali membukakan pintu dan membantuku keluar. Aku turun untuk pindah ke Daihatsu sewaanku. Tiba-tiba diberikannya berlembar-lembar uang padaku. Aku menolak, tetapi dia memaksa, karena dirinya juga senang, katanya. Aku jadi terharu, Koh Abong sangat baik padaku dan aku menjadi merasa sangat tersanjung. Sesudah dia pergi, aku kembali berbenah. Kuambil cermin riasku, kuseka semua coreng moreng di mukaku. Lipstik, pensil alis, bedak segala macam merk, shiseido dan sebagainya. Kuganti rokku dengan celana pendek, blusku dengan T-shirt, hingga aku kembali menjadi Norman, staf akunting dari sebuah perusahaan di Jakarta yang sedang bertugas di kantor cabangnya di Surabaya. Aku kembali ke hotel untuk tidur. Ternyata aku merasa sangat lapar. Kuambil sisa bekal roti dari tasku, kuambil juga Coca Cola kalengku. Aku bangun pukul 8 pagi, walaupun sebenarnya aku masih merasa lelah, tetapi pagi itu aku merasa sangat segar. Setelah mandi, aku bersiap ke kantor. Aku mengenakan dasi Valentino yang baru kubeli dari Singapore lengkap dengan jepitannya. Kuambil blazer Hugo Boss-ku. Aku pergi sarapan di Bumi Hyatt. Saat aku akan membayar, kurogoh kantongku, aku terperanjat.., Koh Abong.., uang yang diberikannya tadi malam itu.., 2 juta rupiah dalam pecahan ratusan ribu yang masih baru. Ooohh.., aku langsung ereksi kembali.., aku gembira bukan karena besarnya jumlah uang itu, tetapi itu pasti diberikan Koh Abong untukku dengan penuh penghargaan padaku, dan penghargaan itulah yang membuatku berbinar-binar sepanjang hari itu. Di kantor, Pak Hendro, kepala cabang Surabaya menyambutku dengan sangat santun. Aku tahu, dia berharap pemeriksaan audit olehku akan kuberikan sedikit kelonggaran apabila terjadi hal-hal yang kurang 'pas' di mataku. Aku paham, hal seperti itu lazim di mana-mana. Kebanyakan orang kita memang kurang paham akan makna hakiki setiap aspek dalam akunting. Mereka biasanya sekedar pengguna jasa saja. Hari itu aku pulang seperti biasa, pukul 3 sore dari kantor cabang itu. Dengan penuh gairah aku menghadapi malam yang kedua untuk kembali menjadi Lisa Ramon di Jalan Irian Barat Surabaya itu. Aku akan membeli pakaian baru dari uang pemberian Koh Abong semalam. Aku mampir ke Mall Tunjungan. Kali ini aku ingin tampil dengan sangat berbeda dibandingkan tadi malam. Aku yakin bahwa hal ini juga akan menjadi suatu surprise bagi diriku sendiri. Aku ingin melihat diriku yang lain dalam kostum yang berbeda, Lisa Ramon pada malam yang ke-dua di Jalan Irian Barat Surabaya. Aku pilih rok terusan dengan kain yang lembut berwarna hitam, dengan tali kecil yang menggantung pada bahu, sehingga bahuku yang mulus akan nampak terbuka. Kemudian dengan penuh keyakinan pula, aku membeli sepatu berhak tinggi model boot hingga sedikit di atas mata kakiku. Untuk semua itu, aku menghabiskan hampir sejumlah 800 ribu rupiah. Biarlah, aku benar-benar ingin memuaskan diriku sendiri kali ini. Berdasarkan pengalaman kemarin, setelah puas makan di Restoran Padang di depan hotelku, pada pukul 7.00 malam aku baru keluar dari hotel. Langsung menuju stasiun Pasar Turi, kemudian parkir dan berdandan di sana. Tepat pukul 7.40, aku sudah kembali menjadi Lisa Ramon. Aku segera keluar dari mobilku, memanggil taksi dan menuju Jalan Irian Barat. Kepada sopir taksi, aku minta diturunkan di dekat kerumunan waria-waria di bawah lampu lalu lintas Jalan Irian Barat itu. Begitu aku membuka pintu dan turun dari taksi, kerumunan waria-waria itu nampak terkesima. 'Wee.., anak baru.., anak baru.., waria baru nihh..', suara mereka dengan jelas kudengar. Aku berusaha untuk menahan diri dan berendah hati. 'Selamat malam teman-teman', satu dua di antara mereka menyahut kemudian mendatangiku. 'Baru yaa.., dari mana, uhh kamu cantik sekalii..'. 'Trims. Aku dari Jakarta. Kesepian nih sendirian di rumah. Boleh gabung yaa.., paling cuma sampai besok koq..'. Hal ini perlu kujelaskan, karena biasanya para waria kurang suka jika ada 'pesaing' baru, apalagi jika 'pesaing' tersebut sangat seksi seperti diriku ini. 'Ada yang namanya Bella tidak?', aku bertanya sekalian menginformasikan bahwa aku mengenal seseorang di Jalan Irian Barat ini. 'Aku punya pesan untukk Bella dari temannya Norma di Jakarta', kataku lebih lanjut. 'Ooouuwww.., kamu teman Norma. Bagaimana kabarnya?', ternyata Norma sangat dikenal di daerah ini, maklum Norma juga seorang organisator para waria yang biasanya memimpin kegiatan-kegiatan sosial di berbagai kota, atau ikut meramaikan berbagai acara hiburan yang melibatkan banyak waria. Tak lama kemudian yang namanya Bella muncul kedepanku. Benar kata Norma, Bella ini sangat cantik dan apik, dan juga sangat ramah serta.., menurut Norma cocok dengan seleraku, kontol Bella sangat besar dan panjang, dia adalah satu-satunya waria di Jalan Irian Barat yang memiliki kontol sebesar itu. Aku pasti akan sangat terkesan. Kemudian aku diperkenalkan dengan teman-temannya, juga dengan pemimpin komunitas mereka di Jalan Irian Barat itu, namanya Angel, yang juga sangat baik dan ramah. Mereka semua mengerumuniku dan memuji penampilanku. Tentu saja aku berbunga-bunga, tetapi aku berusaha untuk tetap rendah hati. Kusambut simpati mereka semua padaku. Aku berusaha ramah pada semuanya, yang jelek, yang tua, yang muda, yang pendek dan lain-lainnya. Aku merasakan kehangatan mereka sebagai sesama banci atau waria. Jalan Irian Barat ini sangat ramai di malam hari. Mobil segala merk berseliweran, lampunya sengaja disorotkan besar-besar. Penumpangnya ingin menikmati pemandangan para waria di sepanjang jalan itu. Jalan Irian Barat berubah menjadi 'cat walk' bagi para waria. Nampak sekali malam itu aku menjadi pusat perhatian para tamu yang berseliweran di situ. Didampingi oleh Bella, aku menyambut sapaan mereka dengan ramah. Nampak beberapa anak muda memarkir mobilnya, kemudian turun mendatangiku. Mereka sopan, mengajakku mengobrol, terkadang berbisik ke telingaku. 'Kamu cantik sekali, mirip Sharon Stone', demikian pendapat mereka. Rupanya kemiripan dengan Sharon Stone itu menjadikanku sangat populer. Bahkan banyak yang memanggilku dengan julukan 'Sharon'. Beberapa waktu kemudian tak kulihat lagi Bella, mungkin dia sudah dibawa tamunya, juga Angel, Betty, Angie, Bonny, Mariam, Nelly. Aachh.., saat ini mungkin bibir mereka sedang disesaki penis-penis lelaki, atau lidah-lidah mereka sedang menjilati anal pasangannya, atau pantat mereka sedang ditembus kontol lelaki dan dikocok-kocoknya. 'BBLLAARR.., SRREETT.., SUUIITT..', sebuah Honda Accord berhenti tepat di sampingku. Kaca jendelanya nampak bergerak terbuka. Dari balik pintunya nampak bapak-bapak yang gemuk dengan kulitnya yang hitam serta bibirnya yang tebal, sepertinya orang Ambon atau Irian. 'Halloo, apa kabarr? Jalan-jalan nyookk..', aku mendekat, tanganku memegang pinggiran pintu sambil sedikit membungkuk untuk memberi perhatian pada yang di dalam. Dia berdua, sama-sama berkulit gelap, sama-sama gemuk dan nampaknya juga seumur. Aku merasa agak ngeri juga. Sebagai pendatang baru aku perlu berhati-hati. Tetapi toh aku harus tetap bersikap ramah, tidak pilih-pilih. 'Haii Pak Adop, apa kabar?', tiba-tiba dari belakangku seorang waria menyapa penumpang Honda Accord itu. Nampaknya di antara mereka sudah biasa bertemu. Orang yang bernama Pak Adop itu menyambutnya dengan ramah, menanyakan tentang diriku yang baru kali ini dilihatnya di Jalan Irian Barat ini. Dan akhirnya aku tahu, Pak Adop itu adalah pengusaha yang terkenal di Surabaya, dan dia sering mampir ke jalan ini. Dia sangat dikenal baik dan pemurah. 'Jangan khawatir Liss, terima saja kalau dia mengajak kencan. Baik koq orangnya, tetapi hati-hati, barangnya gedee buanget..'. Kata-kata terakhir yang menyangkut barang Pak Adop itu membuatku merinding dan menggelinjang. Saraf-saraf libidoku langsung bereaksi. Lubang pantatku juga langsung terasa mengencang dan gatal. 'Jangan bengong, non Lisa.., ayoo naik..', teman Pak Adop, Pak Abi namanya sudah turun dengan menggandeng tanganku, membuka pintu Accord itu dan sepertinya aku tak punya pilihan, dan aku masuk ke mobil. Mobil itu langsung bergerak meninggalkan Jalan Irian Barat. 'Tunggu Pak Adop, masa Lisa sendirian nihh..?', aku bertanya setengah protes. 'Nggak pa-pa lah, sekali-kali sendirian, nggak usah khawatir, pokoknya Lisa akan balik utuh, mungkin ada tambahan sedikit, beberapa cc yang terbawa di tubuh Lisa nanti..', rajuknya sambil diringi tawa kedua tamu baru saya ini. Aku langsung membayangkan, malam ini aku akan 'dimakan habis' oleh orang-orang hitam ini. Pantatku akan dijebol oleh 'tank-tank' orang-orang Ambon atau Irian ini, seperti halnya tank-tank Amerika dan Inggris yang menembus kota Baghdad. Ah biarlah, hitung-hitung untuk pengalaman, toh mereka baik dan cukup dikenal di tengah komunitas jalan Irian Barat itu. Aku tidak perlu terlalu khawatir. Dari neon box di depan hotel, nampaknya aku diajak memasuki Motel Kenanga, aku sendiri tidak tahu dimana itu. Seperti halnya kemarin, petugas motel menunjukkan tempat yang masih kosong. Mobil langsung masuk ke garasi yang kemudian secara otomatis menutup. Pak Adop, Pak Abi dan aku sendiri turun dari mobil dan segera naik ke lantai dua. Kamar yang telah dipesan cukup luas dan bersih. Aku lihat ada dua bed dengan spreinya yang putih. Ada telepon dan TV. Melalui telepon di kamar itu, Pak Adop memesan minuman dan makanan kecil. Aku rasakan angin lembut menghembus telingaku. Pak Adop yang rupanya sangat sigap, sudah dalam keadaan setengah telanjang, dia merangkulku dari belakang, tangannya memeluk dadaku, kontolnya terasa mengganjal di bokongku. Dia menempelkan bibirnya di bawah telingaku sambil berbisik, 'Sharon Stone-ku (lagi-lagi Sharon Stone), aku horny sekali melihatmu..', wajahnya langsung merangsek, merambati punggungku. Tali blusku digigit dan direnggutnya untuk melepaskan blus dari tubuhku. Kemudian Pak Abi datang dari depan, dia juga sudah setengah telanjang. Kontolnya nampak besar sekali, membayang dari celana dalamnya. Dia langsung meraih selangkanganku, meremas kontolku yang juga sudah ngaceng. Dia melepaskan kancing dan resluiting celana pendekku, diangkatnya kakiku bergantian untuk mengeluarkan celanaku dan melemparnya ke kursi di ruangan itu. Dan tanpa membuka celana dalamku terlebih dulu, Pak Abi langsung membenamkan wajahnya ke selangkanganku, menggigit pangkal pahaku, kemudian menggigit gundukan kontolku. Selanjutnya tangannya merogoh serta membetot kontolku dari pinggiran celana dalamku. Ternyata pada malam itu, selama hampir 4 jam mereka berdua mengeroyokku. Dengan penuh nafsu birahi, dan dengan penuh semangat, mereka memuja kecantikan serta sensualitas tubuhku. Mereka bersama-sama menggarapku. Semua permukaan kulitku dirambahnya, semua lubang-lubang kumiliki dirambahnya, ditembusnya. Kontol-kontol mereka yang berukuran di atas 18 cm, dengan warna hitam dan penuh kilapan saat ngaceng, benar-benar memberiku kepuasan seksual tak terhingga. Sperma mereka secara beruntun mengisi lubang pantatku, dan juga mulutku. Entah sudah berapa mililiter sperma Pak Adop dan Pak Abi membasahi tenggorokanku untuk menghilangkan kehausanku. Kontol-kontol hebat itu menggenjot analku hingga serasa robek-robek, sangat pedih dan sangat pedas. Dalam kesempatan itu, aku sama sekali tidak diberikan peluang untuk aktif. Merekalah pemegang komandonya, sementara aku hanya menerima kenikmatan yang tiada taranya dari mereka. Kontol-kontol mereka memenuhi mulutku, memancarkan sperma hangat ke langit-langit rongga mulutku. Sperma orang-orang hitam entah dari Irian atau Ambon yang kurasakan sedemikian nikmatnya, seakan aku meminum air nira sagu dari tempat asal mereka. Setelah masing-masing menyemprot mulutku dengan spermanya 2 kali, dan sekali ke lubang duburku, pada pukul 1 dini hari aku dikembalikan ke Jalan Irian Barat. Nampak Bella dan teman-temannya juga sudah berada di situ. Sebelum aku turun dari mobil, Pak Adop menyerahkan lembaran-lembaran ratusan ribu rupiah untukku. Sebenarnya aku tidak memintanya, dan aku memang tidak akan pernah memintanya, karena saat-saat seperti ini bagiku merupakan saat untuk mengekspresikan diri sebagai waria seutuhnya, bukan untuk uang. Tetapi mereka, Pak Adop maupun Pak Abi berpikir lain. Dia merasa wajib membayar atas semua kenikmatan yang telah diraihnya dari tubuhku. Malam itu, Pak Abi maupun Pak Adop, seperti halnya Koh Abong kemarin, nampak sangat memuja tubuhku, sangat terpesona pada sensualitas yang memancar dari penampilanku, dan itu nampak dari bercak-bercak cupang mereka berdua yang bertebaran di lengan, perut, punggung, paha maupun betisku. Uuuhh.., sungguh pemandangan yang sangat erotis, karena cupang itu selalu muncul dari dorongan birahi yang tinggi para pembuatnya. Aku tidak menghitung lagi berapa jumlah uang yang diberikan Pak Adop dan Pak Abi padaku. Gepokan uang dalam genggaman itu langsung kuserahkan pada Bella dan Angel. 'Nih.., bagi ke teman-teman..', dan langsung mereka terima dengan senang hati. Bella menginformasikan padaku, uang sebanyak 800 ribu rupiah dariku itu, setengahnya dimasukkan ke kas organisasi waria Jalan Irian Barat itu. Setengah sisanya lagi mereka pakai untuk makan-minum di warung pinggir jalan setempat. Bella memintaku ikut bersama-sama minum, tetapi aku meminta maaf tidak dapat berpartisipasi, karena aku harus sampai di hotelku sebelum pukul 3 pagi. Mereka dapat memahamiku. Pukul 8 pagi esoknya, aku sudah duduk di Bumi Hyatt untuk sarapan. Ini adalah merupakan hari terakhir tugasku di Surabaya. Besok pagi aku sudah harus masuk kantor pusat di Jakarta. Sementara itu aku masih ingin menikmati penampilanku sebagai Lisa Ramon di Jalan Irian Barat itu. Akhirnya kuputuskan untuk membeli tiket Garuda saja. Kalau aku bertolak dari airport besok pukul 8 pagi, maka aku akan sudah berada di kantor pada pukul 10 pagi itu. Malam ini Lisa Ramon akan kembali menikmati peranannya di Jalan Irian Barat. Aku bergegas ke kantor cabang, kepada Pak Hendro kusampaikan bahwa setelah aku memeriksa semua catatan pembukuan yang ada, tak ada hal-hal yang serius menyimpang dari yang seharusnya. Aku hanya minta beberapa istilah akun disesuaikan, agar dapat sinkron dengan bahasa akun yang sudah merupakan standar laporan keuangan umumnya. Pak Hendro sangat gembira dengan kesimpulanku. Siang itu dia bersama para eksekutif lainnya mengajak berdarma wisata ke pinggir selat Madura. Di tempat itu, terdapat puluhan warung dan restoran yang menjajakan masakan khas laut, ikan bakar. Sesudah pilih sana dan pilih sini, kami memasuki restoran yang terkenal di daerah itu. Kami menunggu beberapa saat sambil berbincang kesana kemari, hingga hidangan yang kali ini sangat eksotik dan merangsang perut yang lapar ini tersaji melimpah ruah di meja. Tampak ada ikan kerapu tim, baronang dibakar dengan bumbu Madura, cumi-cumi telor yang dikelilingi daun selada segar, beberapa botol bir, juice tomat, orange juice dan banyak macam lagi. Siang itu kami benar-benar memuaskan dan memanjakan perut kami. Hari itu pada pukul 5 sore, aku baru bisa kembali ke hotel. Aku segera mandi. Kemudian aku memasukkan semua baju perempuan beserta sepatunya. Untuk malam terakhir di Jalan Irian Barat ini, aku ingin tampil beda lagi. Semua yang pernah kupakai selama 2 malam di jalan Irian Barat itu, akan kuberikan untuk Bella dan teman-teman lain, sebagai kenanganku atas keramahan teman-teman di Jalan Irian Barat itu. Tentu saja aku akan membeli pakaian baru untuk penampilanku malam ini. Dan rencanaku, aku akan memarkirkan mobilku di jalan ini saja. Bella bilang aman kok. Nanti akan ada orang yang menjaganya sampai pagi. Dan aku tidak perlu mondar-mandir untuk urusan parkir dan mobil. Aku kembali ke butik di Tunjungan Plaza. Aku menjadi sedemikian terobsesinya pada pakaian perempuan. Kali ini aku pilih celana jeans pendek lengkap dengan ikat pinggang kulitnya yang beraksesoris paku-paku, sehingga membuatnya nampak sangat sensual pada penampilanku. Dan aku tampak seperti seorang wanita yang sedang bersafari di gurun Africa yang tengah mencari gerombolan singa untuk sasaran perburuannya. Pasangan atasnya kupilih blus tipis, setengah badan, yang digantungkan ke bahu dengan tali yang kecil lembut. Aku juga membeli wig dengan rambut lurusnya yang jatuh ke bahuku. Untuk sepatunya, aku masih memakai sepatu yang kemarin. Aku menghabiskan 800 ribu rupiah lagi untuk perlengkapan perempuan baruku kali ini. Pada pukul 9 malam ini, aku sudah kembali turun dari Daihatsuku sebagai Lisa Ramon, yang tampak seperti sedang melakukan safari mencari korban lelaki hidung belang di belantara Irian Barat ini. Ha, ha, ha.., nyamannya hidup ini.. Bella, Angel, Letty dan teman-teman lainnya tampak memperhatikan saat seseorang turun dari Daihatsu sewaanku. Begitu mereka tahu kalau orang itu adalah aku, Bella dan teman-teman langsung menyambutku. Mereka benar-benar telah menjadi sahabatku, sahabat malamku, sahabat Lisa Ramon. Mereka kembali mengagumi penampilanku, mereka berkata bahwa sebenarnya pakaian yang kupakai tidak terlalu mahal, tetapi saat pakaian itu telah menempel di tubuhku, maka pakaian itu jadi nampak mahal dan yang aku tahu juga adalah bahwa Norman yang biasa-biasa saja, seketika itu juga bisa beralih bentuk, berubah total menjadi Lisa Ramon yang cantiknya bukan main, lengkap dengan segala keanggunan dan lebih-lebih sensualitasnya, yang bisa dipastikan akan mendongkrak libido para lelaki hidung belang yang manapun. Aku sudah tahu sekarang. Agar tidak menimbulkan perasaan iri atau cemburu antara sesama waria, maka aku tidak akan melayani tamu-tamu yang datang di jam-jam awal ramainya Jalan Irian Barat ini. Aku harus memberikan kesempatan bagi para waria yang lain untuk 'laku' lebih dahulu. Dan bagiku, tidak perlu merasa khawatir, karena keramaian Jalan Irian Barat ini menjanjikan banyak tamu hingga cukup larut malam. Bella mendekatiku, dia berkata bahwa tadi sore ia telah menerima telepon dari Norma, dan dia ceritakan bahwa pesan salamnya sudah dia terima dari Lisa. Dan Norma mengatakan padanya bahwa ia tidak mengenal dengan seseorang yang bernama Lisa, kemudian Bella menceritakan ciri-ciri postur tubuhku. Akhirnya Norma berteriak di ujung telepon, 'Kurang asem, itu sich temanku si Norman, pengin nge-waria kali. Ya deh, salam balik', demikian cerita Bella yang kemudian dilanjutkannya dengan pertanyaan, 'Benar yaa, kamu Norman?', aku hanya nyengir kuda. Tetapi Bella tidak berhenti disitu, dia pepet tubuhku hingga menuju ke bawah pohon yang gelap dalam bayang-bayang lampu jalan itu. Tangannya meraih selangkanganku, dia remas kontolku, dia mendesah dan minta, ingin mendapat kesempatan untuk memuaskanku. Memuaskan birahiku. Bella meraih tanganku dan dengan serta merta dibawanya tanganku ke selangkangannya. Dia memaksaku untuk merasakan kontolnya, untuk meremasnya. Uuhh.., benar sekali kata Norma, kontol Bella sungguh luar biasa. Aku berada di persimpangan. Bimbang, bingung, dan rasa ingin silih berganti. 'Kalau kamu lagi tidak mood, ya nggak apa-apa Lis, kapan-kapan saja. Walaupun aku sebenarnya sangat ingin nihh..', kata-kata Bella sangat membuatku terharu bercampur nafsu yang telah menyelinap. 'Bell, kita bisa main bertiga nggak?', akhirnya aku berkata. Tujuan utamaku sebenarnya adalah memuaskan libido, mencoba mencari solusi, dan aku perhatikan ada waria muda sekali di situ, anaknya jangkung, kerempeng, tetapi di mataku nampak sangat sensual. 'Kamu mau bertiga? Dengan siapa..?? Ada yang kamu taksir..? Bisa, nanti kita main di tempat kosku saja beres. Kamarnya ber-AC, ada kulkas, ada kamar mandi sendiri..'. Wah, hebat juga waria-waria Surabaya ini, pikirku. 'Bagaimana kalau kamu ajak tuh.., tuh.., siapa namanya anak muda itu tuhh..', kutunjuk si jangkung kerempeng yang tidak jauh dari tempatku mengobrol ini. 'Ooo, diaa.., si Nancy, boleh.. n'tar kuomongin dulu yaa..', Bella langsung mendatangi waria muda itu. Dan malam itu kami bertiga pesta seks. Ternyata body Nancy ini indah sekali. Dia bagaikan anak perawan lugu yang tubuhnya masih 100% mulus, kontolnya tidak terlampau besar, apalagi kalau dibandingkan dengan kontol Bella. Tetapi saat menggenjot mulutku, kontol itu mampu memberikan sensasi tersendiri di dalam mulutku. Spermanya yang muncrat-muncrat di mulutku terasa asin pahit, tetapi kental sekali. Rasanya seluruhnya merupakan lendir pekat yang saat melewati tenggorokanku terasa seperi lendir bergumpal-gumpal yang berkesinambungan. Tenggorokanku mengalami sensasi kenikmatan yang tak terhingga. Dia juga ngentot pantatku dan meninggalkan spermanya di analku. Dan pada saat aku cebok di kamar mandi Bella, lendir-lendir Nancy itu tak kunjung habis-habisnya. Akan halnya Bella, tidak perlu diragukan lagi, ternyata menurutnya dia sudah sangat horny saat melihatku pertama kalinya pada malam kemarin. Dan pada malam terakhir aku di Surabaya ini, Bella menyalurkan nafsu birahinya habis-habisan, untuk memberikan kepuasan padaku, dan sekaligus untuk meraih kepuasannya sendiri. Dia jilat lubang pantatku, dia jilat spermaku yang tercecer di lantai, di sprei, di paha Nancy, bahkan di pantat Nancy. Dia menumpahkan spermanya 2 kali ke mulutku dan sekali ke lubang analku. Kami beriga mendapatkan kepuasan yang akan selalu menjadi kenangan bagi kami. Spermaku sendiri sempat 2 kali tumpah. Nancy dan Bella menunggu kesempatan itu. Saat aku hendak memuncratkan spermaku, mulut mereka menganga di depan kontolku. Kukeluarkan spermaku dengan kocokan. Dan saat spermaku muncrat, mereka saling berebut untuk menadahinya. Sebagian yang tercecer di dagu atau pipi Bella, dengan rakus dijilati oleh Nancy dan demikian pula sebaliknya, sperma yang muncrat di dagu, pipi dan dada Nancy, dengan rakusnya dijilati oleh Bella. Sungguh 3 malam yang indah bagiku selama bertugas di Surabaya. Ini adalah hari terakhirku, seharusnya aku sudah di atas KA BIMA malam ini, tetapi aku tunda. Aku akan pulang menggunakan pesawat Garuda saja esoknya. Pada Norma, sekembalinya aku dari Surabaya, kuceritakan pengalamanku, dia mendengarkannya dengan takjub. Dia mendengarkannya sambil tangannya menggerayangi kontolku. Sambil kedua tangannya mengocok-ngocok kontolku. Dia mendengarkannya sampai menelan spermaku yang muncrat di mulutnya, sebagaimana yang telah biasa diterima dan dilakukannya, Norma adalah waria peminum spermaku yang setia. Jakarta, April 2003, Teriring salam untuk Bella dan seluruh komunitas waria di Jalan Irian Barat, Surabaya.
Harry Lapo Simanjuntak


bangun+rumah 's link
Cinta, cinta, Love, Love, Love Memberiku Love, Love, Love Lebih dari aku membutuhkan Cinta, kau begitu mengganggu Apakah aku berlebihan, Untuk merasa cara ini Dan sebelumnya, sejak aku bertemu ya, saya tidak bisa menjaga perhatian saya Dan Anda harus disalahkan Paduan suara Cinta Anda adalah gangguan permanen, interaksi yang sempurna perasaan sangat ekstrim Aku kehilangan nafsu makan saya makan, dan saya hampir tidak bisa tidur Karena kau bahkan dalam mimpiku Dan saya berpikir bahwa saya adalah kuat tapi aku tahu bahwa selama ini, ini adalah di luar kendali saya Jadi saya jatuh ke tangan Anda, dan saya tidak tahu di mana kita akan mendarat, Aku hanya pergi dengan aliran Cinta, cinta, Love, Love, Love Somedays, saya ingin lari Ini terasa begitu sempurna, itu menghancurkan hatiku Ya kita bisa, kita bisa tinggal di sini bahagia Atau setelah musim panas, ada dua dunia yang terpisah Paduan suara Cinta Anda adalah gangguan permanen, interaksi yang sempurna perasaan sangat ekstrim Aku kehilangan nafsu makan saya makan, dan saya hampir tidak bisa tidur Karena kau bahkan dalam mimpiku Cari lirik lebih lanjut di www.sweetslyrics.com Dan saya berpikir bahwa saya adalah kuat tapi aku tahu bahwa sepanjang nya di luar kendali saya Jadi saya jatuh ke tangan Anda, dan saya tidak tahu di mana kita akan mendarat Aku hanya pergi dengan aliran Memberi saya, Love Love Love, Love Love Lebih dari saya merasa perlu Memberiku Love Love Love Your Love, lebih besar dari awan hujan Ini menutupi seluruh langit saya Ini mengisi hatiku, Hatiku dengan Cinta, cinta, Love, Love, Love Lebih dari aku membutuhkan memberi saya Love, Love, Love Paduan suara Cinta Anda adalah gangguan permanen, interaksi yang sempurna perasaan sangat ekstrim Aku kehilangan nafsu makan saya makan, dan saya hampir tidak bisa tidur Karena kau bahkan dalam mimpiku Dan saya berpikir bahwa saya adalah kuat tapi aku tahu bahwa selama ini, ini adalah di luar kendali saya Jadi saya jatuh ke tangan Anda, dan saya tidak tahu di mana kita akan mendarat, Aku hanya pergi dengan aliran Memberiku Cinta, cinta, Love, Love, Love Lebih dari aku membutuhkan (Ulangi) MusiXmatch Bawa saya ke bawah Ke tanah Biarkan aku merasakannya Jika aku mengecewakan seseorang Harap menyambut Dia di pihak yang kalah Aku menggeleng Anda tentang Dan membuat pilihan saya Tidak ingin mendengar Anda Suara tersenyum Anda Silakan pergi ke bawah, silakan Aku tidak ingin merasa Anda di sekitar saya Bawa saya ke sebuah tempat yang lebih tinggi Untuk bertahan suara ceroboh Anda Jika Anda tahu semua orang Mengapa kau sendirian? Jika Anda tahu semua orang Anda akan goin'down Saya merasa bahwa manusia di punggung saya Jangan menjanjikan omong kosong Seseorang akan mematahkan leher Anda Anda tidak tahu bagaimana Untuk rendam jiwaku Biarkan aku keluar, biarkan aku pergi Buka mata Anda Kau bilang apa-apa kecuali kebohongan Silakan pergi ke bawah, silakan Ayo, turun dengan ego Anda Bawa saya ke sebuah tempat yang lebih tinggi Untuk bertahan suara ceroboh Anda Jika Anda tahu semua orang Mengapa kau sendirian? Jika Anda tahu semua orang Anda akan goin'down Biarkan aku pergi ke depan, biarkan aku pergi Aku akan menemukan penjelasan Dimana tujuan owly saya Cara Separed sekarang dan selamanya Apakah dan owly ukuran Tales penuh berlebihan Tidak ada lagi manipulasi Dan saya pikir Anda tidak lucu Otak Anda hanya dummy bloatd Bawa saya ke sebuah tempat yang lebih tinggi Untuk bertahan suara ceroboh Anda Jika Anda tahu semua orang Mengapa kau sendirian? Jika Anda tahu semua orang Anda akan goin'down "Wish You Were Here" [Ayat 1:] Aku bisa jadi sulit Aku bisa menjadi kuat Tetapi dengan Anda Ini tidak seperti itu sama sekali Ada seorang gadis Itu yang peduli Di balik tembok ini Anda hanya berjalan melalui itu [Pre-Chorus] Dan aku ingat semua hal gila yang Anda katakan Anda meninggalkan mereka berjalan melalui kepala saya Kau selalu ada, kau di mana-mana Tapi sekarang aku berharap kau ada di sini. Semua hal-hal gila yang kita lakukan Tidak berpikir tentang hal itu, hanya pergi dengan itu Kau selalu ada, kau di mana-mana Tapi sekarang aku berharap kau ada di sini [Chorus:] Sial, Sial, Sial, Apa yang saya lakukan untuk memiliki Anda Di sini, di sini, di sini Aku berharap kau ada di sini. Sial, Sial, Sial Apa yang saya lakukan untuk memiliki Anda Dekat, dekat, dekat Aku berharap kau ada di sini. [Ayat 2:] Saya suka Cara Anda Ini siapa aku Tidak perlu berusaha keras Kami selalu mengatakan Mengatakannya seperti itu Dan kebenaran Adalah bahwa saya benar-benar mi-I-iss [Pre-Chorus] Semua hal-hal gila yang Anda katakan (hal-hal yang Anda katakan) Anda meninggalkan mereka berjalan melalui kepala saya (melalui kepala saya) Kau selalu ada, kau di mana-mana Tapi sekarang aku berharap kau ada di sini. Semua hal-hal gila yang kita lakukan (hal-hal yang kita lakukan) Tidak berpikir tentang hal itu, hanya pergi dengan itu (pergi dengan itu) Kau selalu ada, kau di mana-mana Tapi sekarang aku berharap kau ada di sini [Chorus:] Sial, Sial, Sial, Apa yang saya lakukan untuk memiliki Anda Di sini, di sini, di sini Aku berharap kau ada di sini. Sial, Sial, Sial Apa yang saya lakukan untuk memiliki Anda Dekat, dekat, dekat Aku berharap kau ada di sini. [Bridge:] Tidak, aku tidak ingin melepaskan Aku hanya ingin membiarkan Anda tahu Bahwa aku tidak pernah ingin melepaskan (Lepaskan, oh, oh) Tidak, aku tidak ingin melepaskan Aku hanya ingin membiarkan Anda tahu Bahwa aku tidak pernah ingin melepaskan (Lepaskan melepaskan melepaskan melepaskan melepaskan melepaskan melepaskan) [Chorus:] Sial, Sial, Sial, Apa yang saya lakukan untuk memiliki Anda Di sini, di sini, di sini Aku berharap kau ada di sini (Aku berharap kau ada di sini) Sial, Sial, Sial Apa yang saya lakukan untuk memiliki Anda Dekat, dekat, dekat Aku berharap kau ada di sini. Sial, Sial, Sial (Sial) Apa yang saya lakukan untuk memiliki Anda Di sini, di sini, di sini (di sini) Aku berharap kau ada di sini. Sial, Sial, Sial Apa yang saya lakukan untuk memiliki Anda Dekat, dekat, dekat Aku berharap kau ada di sini. "Suffragette City" Hey man, oh biarkan aku sendiri kau tahu Hey man, oh Henry, mendapatkan telepon, aku harus Hey man, aku harus meluruskan wajahku Ini cewek thighed mellow Hanya menempatkan tulang belakang saya keluar dari tempat Hey man, masih sekolah saya gila Hey man, pekerjaan saya adalah sia-sia Hey man, baik dia total blam blam- Dia bilang dia harus memeras tapi dia ... kemudian dia ... [CHORUS] Oh jangan bersandar padaku man Karena kau tidak mampu tiket Aku kembali suffragette Kota Oh jangan bersandar padaku man Karena kau tidak punya waktu untuk check it Anda tahu saya Kota suffragette Apakah keluar dari pandangan ... dia baik-baik Hey man, Henry, jangan menjadi jahat, pergi Hey man, saya tidak bisa membawa Anda saat ini, tidak ada cara Hey man, droogie tidak crash di sini Hanya ada ruang untuk satu dan di sini dia datang Di sini dia datang [CHORUS] Sebuah suffragette City, sebuah kota suffragette Aku kembali pada suffragette Kota [x2] Suffragette Kota Ohhh, Wham Bam Thank You Ma'am! "Fireflies" Anda tidak akan percaya mata Anda Jika sepuluh juta kunang-kunang Menyala dunia saat aku jatuh tertidur Karena mereka akan mengisi udara terbuka Dan meninggalkan tetes air mata di mana-mana Anda akan berpikir aku kasar Tapi aku hanya akan berdiri dan menatap Saya ingin membuat diriku percaya Planet bahwa Bumi berubah perlahan Sulit untuk mengatakan bahwa aku lebih suka tetap terjaga saat aku tertidur Karena semuanya tidak pernah seperti tampaknya Karena saya akan mendapatkan seribu pelukan Dari sepuluh ribu kunang-kunang Ketika mereka mencoba untuk mengajar saya bagaimana menari Sebuah foxtrot di atas kepalaku Sebuah kaus kaki hop di bawah tempat tidur saya Bola disko hanya tergantung pada seutas benang (Thread, benang ...) Saya ingin membuat diriku percaya Planet bahwa Bumi berubah perlahan Sulit untuk mengatakan bahwa aku lebih suka tetap terjaga saat aku tertidur Karena semuanya tidak pernah seperti tampaknya (Ketika saya tertidur) Meninggalkan pintu terbuka hanya retak (Harap membawa saya pergi dari sini) Karena aku merasa seperti insomnia seperti (Harap membawa saya pergi dari sini) Mengapa saya bosan menghitung domba? (Harap membawa saya pergi dari sini) Ketika aku terlalu lelah untuk tertidur (Ha-ha) Untuk sepuluh juta kunang-kunang Aku aneh karena aku benci perpisahan Aku punya mata berkabut seperti yang mereka katakan perpisahan (Kata perpisahan) Tapi aku akan tahu di mana beberapa yang Jika mimpi saya mendapatkan nyata aneh Karena aku menyelamatkan beberapa dan saya menjaga mereka dalam stoples (Jar, jar, jar ...) [2x] Saya ingin membuat diriku percaya Planet bahwa Bumi berubah perlahan Sulit untuk mengatakan bahwa aku lebih suka tetap terjaga saat aku tertidur Karena semuanya tidak pernah seperti tampaknya (Ketika saya tertidur) Saya ingin membuat diriku percaya Planet bahwa Bumi berubah perlahan Sulit untuk mengatakan bahwa aku lebih suka tetap terjaga saat aku tertidur Karena mimpi saya yang penuh sesak "Patah Sayap" Melawan perang sendiri Bila dunia ini penuh dengan korban Meredupkan cahaya memudar Dalam jiwa kita Tinggalkan perdamaian saja Bagaimana kita semua secara perlahan berubah Meredupkan cahaya memudar Dalam jiwa kita Menurut pendapat saya lihat adalah untuk mengetahui Benda yang kita pegang Selalu pertama untuk pergi Dan siapa bilang Kami tidak akan berakhir sendirian [CHORUS] Pada sayap patah aku jatuh Dan itu tidak akan lama Kulit pada saya terbakar Dengan api matahari Pada lutut berkulit Aku berdarah Dan itu tidak akan lama Aku harus menemukan makna bahwa Aku akan mencari begitu lama Cry diri untuk tidur Kami akan tidur sendirian selamanya Apakah Anda berbaring saya turun Di tempat yang sama dengan semua aku cinta Memperbaiki rumah rusak Merawat mereka mereka adalah saudara kita Simpan cahaya memudar dalam jiwa kita Menurut pendapat saya lihat adalah untuk mengetahui Apa yang Anda berikan Akan selalu membawa Anda Dan siapa bilang Kami tidak akan bertahan terlalu [CHORUS] Mengatur bebas semua Mengandalkan mereka akan Untuk membuat saya semua yang saya Dan aku akan Mengatur bebas semua Akan jatuh antara celah-celah Dengan kenangan semua yang saya Dan aku akan "Is This Love" Aku ingin mencintaimu dan memperlakukan Anda benar; Aku ingin mencintaimu setiap hari dan setiap malam: Kami akan bersama-sama dengan atap tepat di atas kepala kita; Kami akan berbagi tempat tinggal dari tempat tidur tunggal saya; Kami akan berbagi kamar yang sama, yeah! - Untuk Jah menyediakan roti. Apakah cinta ini - adalah cinta ini - adalah cinta ini - Apakah cinta ini yang aku feelin '? Apakah cinta ini - adalah cinta ini - adalah cinta ini - Apakah cinta ini yang aku feelin '? Aku ingin tahu - tahu ingin - ingin tahu sekarang! Aku harus tahu - harus tahu - harus tahu sekarang! Aku-aku-aku-aku-aku-aku-aku-aku-aku - aku bersedia dan mampu, Jadi saya membuang kartu saya di meja Anda! Aku ingin mencintaimu - Aku ingin mencintai dan memperlakukan - mencintai dan memperlakukan Anda benar; Aku ingin mencintaimu setiap hari dan setiap malam: Kita akan bersama-sama, yeah! - Dengan atap tepat di atas kepala kita; Kami akan berbagi tempat penampungan, yeah, oh sekarang! - Tempat tidur tunggal saya; Kami akan berbagi kamar yang sama, yeah! - Untuk Jah menyediakan roti. Apakah cinta ini - adalah cinta ini - adalah cinta ini - Apakah cinta ini yang aku feelin '? Apakah cinta ini - adalah cinta ini - adalah cinta ini - Apakah cinta ini yang aku feelin '? Wo-o-o-oah! Oh ya, aku tahu, ya, aku tahu - ya, aku tahu sekarang! Ya, aku tahu, ya, aku tahu - ya, aku tahu sekarang! Aku-aku-aku-aku-aku-aku-aku-aku-aku - aku bersedia dan mampu, Jadi saya membuang kartu saya di meja Anda! Lihat: Aku ingin mencintaimu ya, aku ingin mencintai dan memperlakukan ya - mencintai dan memperlakukan ya benar. Aku ingin mencintaimu setiap hari dan setiap malam: Kami akan bersama-sama, dengan atap tepat di atas kepala kita! Kami akan berbagi tempat tinggal dari tempat tidur tunggal saya; Kami akan berbagi kamar yang sama, yeah! Jah menyediakan roti. Kami akan berbagi penampungan tempat tidur tunggal saya - [fadeout] "Buffalo Soldier" Buffalo Soldier, Dreadlock Rasta: Ada Soldier Buffalo di jantung Amerika, Dicuri dari Afrika, dibawa ke Amerika, Berjuang pada saat kedatangan, berjuang untuk bertahan hidup. Maksudku, ketika saya menganalisis bau - Bagi saya itu membuat banyak akal: Bagaimana Rasta Dreadlock adalah Soldier Buffalo, Dan dia dibawa dari Afrika, dibawa ke Amerika, Berjuang pada saat kedatangan, berjuang untuk bertahan hidup. Katanya dia adalah seorang Soldier Buffalo, Dreadlock Rasta - Buffalo Soldier di jantung Amerika. Jika Anda tahu sejarah Anda, Kemudian Anda akan tahu di mana Anda berasal dari, Maka Anda tidak perlu bertanya kepada saya, Siapa 'eck saya pikir saya. Aku hanya seorang prajurit Buffalo di jantung Amerika, Dicuri dari Afrika, dibawa ke Amerika, Katanya dia berjuang pada saat kedatangan, berjuang untuk bertahan hidup; Katanya dia adalah seorang Soldier Buffalo memenangkan perang untuk Amerika. Dreadie, woy yoy yoy, woy yoy-yoy yoy, Woy yoy yoy yoy, yoy yoy-yoy yoy! Woy yoy yoy, woy yoy-yoy yoy, Woy yoy yoy yoy, yoy yoy-yoy yoy! Buffalo Soldier troddin 'melalui jalur darat, wo-ho-ooh! Katanya dia ingin berlari, maka Anda ingin tangan, Troddin 'melalui jalur darat, ya-HEA, ya-ea. Katanya dia adalah seorang Soldier Buffalo memenangkan perang untuk Amerika; Buffalo Soldier, Dreadlock Rasta, Berjuang pada saat kedatangan, berjuang untuk bertahan hidup; Didorong dari daratan ke jantung Karibia. Menyanyi, woy yoy yoy, woy yoy-yoy yoy, Woy yoy yoy yoy, yoy yoy-yoy yoy! Woy yoy yoy, woy yoy-yoy yoy, Woy yoy yoy yoy, yoy yoy-yoy yoy! Troddin 'melalui San Juan di tangan Amerika; Troddin 'melalui Jamaika, Soldier Buffalo # - Berjuang pada saat kedatangan, berjuang untuk bertahan hidup: Buffalo Soldier, Dreadlock Rasta. "Bisakah Anda Be Loved" Bisakah Anda menjadi cinta dan dicintai? Bisakah Anda menjadi cinta dan dicintai? Jangan biarkan mereka bodoh ya, Atau bahkan mencoba ke sekolah ya! Oh, tidak! Kami punya pikiran kita sendiri, Jadi pergi ke neraka jika apa yang Anda pikirkan adalah tidak benar! Cinta tidak akan pernah meninggalkan kita sendirian, Saya kegelapan harus ada keluar cahaya. Bisakah Anda menjadi cinta dan dicintai? Bisakah Anda menjadi cinta, wo sekarang! - Dan dicintai? (Jalan kehidupan adalah berbatu dan Anda mungkin tersandung juga, Jadi, sementara Anda menunjuk jari Anda orang lain yang menilai Anda) Cinta brotherman Anda! (Bisakah Anda - kau bisa - bisa Anda menjadi cinta? Bisakah Anda - Anda bisa menjadi cinta? Bisakah Anda - kau bisa - bisa Anda menjadi cinta? Bisakah Anda - Anda bisa menjadi cinta)? Jangan biarkan mereka mengubah ya, oh! - Atau bahkan menata ulang ya! Oh, tidak! Kami punya kehidupan untuk hidup. Mereka mengatakan: saja - hanya - Hanya yang terkuat dari yang terkuat akan bertahan - Tetap hidup! Eh! Bisakah Anda menjadi cinta dan dicintai? Bisakah Anda menjadi cinta, wo sekarang! - Dan dicintai? (Anda tidak akan melewatkan air sampai baik Anda berjalan kering; Tidak peduli bagaimana Anda memperlakukan dirinya, manusia tidak akan pernah puas.) Katakan sesuatu! (Bisakah Anda - kau bisa - bisa Anda menjadi cinta? Bisakah Anda - Anda bisa menjadi cinta)? Katakan sesuatu! Katakan sesuatu! (Bisakah Anda - kau bisa - bisa Anda menjadi cinta?) Katakan sesuatu! (Bisakah Anda - Anda bisa menjadi cinta?) Katakan sesuatu! Katakan sesuatu! (Katakan sesuatu!) Katakan sesuatu! Katakan sesuatu! (Bisakah Anda menjadi cinta?) Katakan sesuatu! Katakan sesuatu! Reggae, reggae! Katakan sesuatu! Rockers, rocker! Katakan sesuatu! Reggae, reggae! Katakan sesuatu! Rockers, rocker! Katakan sesuatu! (Bisakah Anda dicintai?) Katakan sesuatu! Uh! Katakan sesuatu! Ayo! Katakan sesuatu! (Bisakah Anda - kau bisa - bisa Anda menjadi cinta?) Katakan sesuatu! (Bisakah Anda - Anda bisa menjadi cinta?) Katakan sesuatu! (Bisakah Anda - kau bisa - bisa Anda menjadi cinta?) Katakan sesuatu! (Bisakah Anda - Anda bisa menjadi cinta?) [Fadeout] "Hidup Up Diri" Hidup up diri sendiri dan tidak ada hambatan Hidup atas diri Anda, karena ini adalah tas lainnya Hei, hidup sampai diri sendiri dan tidak ada hambatan Anda hidup up diri sendiri, menggali, tas lainnya Hei, Anda batu demikian, Anda batu jadi, seperti Anda tidak pernah lakukan sebelumnya Anda mencelupkan demikian, Anda mencelupkan begitu, dan Anda dapat mencelupkan melalui pintu Anda datang, Anda datang begitu, oh yeah, seperti yang saya lakukan memujamu Anda mesum demikian, Anda mesum begitu, dan-yang saya dapat meyakinkan Anda Anda dapat hidup sampai diri sendiri dan tidak ada hambatan Hei, kau hidup up diri sendiri, Anda dapat menggali itu? Hey (you rock demikian, Anda batu jadi), seperti Anda tidak pernah lakukan sebelumnya Anda mencelupkan demikian, Anda mencelupkan demikian, Anda dapat menggali itu? Anda hidup up diri sendiri dan tidak ada hambatan Anda hidup atas diri Anda, karena ini adalah tas lainnya Hei, hidup up diri sendiri Hidup atas diri Anda, tas lainnya Bisakah Anda menggali itu? Bisakah Anda menggali itu? ... "Tiga Little Birds" "Jangan khawatir tentang hal itu, Karena setiap hal kecil akan baik-baik. Singin ': "Jangan khawatir tentang hal itu, Karena setiap hal kecil akan baik-baik! " Bangkitlah pagi ini, Senyum dengan matahari Risin ', Tiga burung kecil Masing-masing sebesar rumahku Singin 'lagu manis Melodi murni dan benar, Sayin ', ("Ini adalah pesan saya kepada Anda-ou-ou:") Singin ': "Jangan khawatir' bout hal, Karena setiap hal kecil akan baik-baik. " Singin ': "Jangan khawatir (jangan khawatir)' bout hal, Karena setiap hal kecil akan baik-baik! " Bangkitlah pagi ini, Tersenyum dengan matahari Risin ', Tiga burung kecil Masing-masing sebesar rumahku Singin 'lagu manis Melodi murni dan benar, Sayin ', "Ini adalah pesan saya kepada Anda-ou-ou:" Singin ': "Jangan khawatir tentang hal itu, khawatir tentang hal itu, oh! Setiap hal kecil akan baik-baik. Jangan khawatir! " Singin ': "Jangan khawatir tentang hal itu" - aku tidak akan khawatir! "Karena setiap hal kecil akan baik-baik." Singin ': "Jangan khawatir tentang hal itu, Karena setiap hal kecil akan baik-baik "- aku tidak akan khawatir! Singin ': "Jangan khawatir tentang hal itu, Karena setiap hal kecil akan baik-baik. " Singin ': "Jangan khawatir tentang hal itu, oh tidak! Karena setiap hal kecil akan baik-baik! "Cerita Bawah Babel" Ayo kita pergi membakar Babel sekali lagi (Ayo kita pergi membakar Babel sekali lagi); Ayo kita pergi ke Babel bini sekali lagi (Ayo kita pergi nyanyian turun Babel); Bagi mereka lembut! Ya, mereka lembut! (Ah-yoy!) Mereka lembut! Ya, mereka lembut! (Ah-yoy!) Jadi datang kita pergi ke Babel bini sekali lagi (Ayo kita pergi nyanyian turun Babel)! Pria melihat mimpi mereka dan aspirasi-a Crumble di depan wajah mereka, Dan semua niat jahat mereka Untuk menghancurkan umat manusia. Dan bagaimana saya tahu - dan bagaimana saya tahu - dan itulah bagaimana saya tahu: Sebuah Musik Reggae, mek kita mengucapkan turun Babel; Dengan musik, mek kita mengucapkan turun Babel; Musik ini, mek kita mengucapkan turun Babel; Musik ini, kita mengucapkan datang ke Babel. Ayo kita pergi ke Babel bini sekali lagi (Ayo kita pergi ke Babel bini sekali lagi); Ayo kita pergi ke Babel bini sekali lagi (Ayo kita pergi nyanyian turun Babel); Bagi mereka lembut! Ya, mereka lembut! (Ah-yoy!) Mereka lembut! Saya katakan, Mereka lembut! (Ah-yoy!) Jadi datang kita pergi ke Babel bini sekali lagi (Ayo kita pergi nyanyian turun Babel)! Saya katakan, Musik Anda - musik Anda kunci, Bicara dengan siapa? Tolong bicara padaku, Membawa suara - dari Rastaman tersebut, Berkomunikasi dengan - 'cating untuk semua orang. Bagaimana saya (tahu) - bagaimana aku tahu, bagaimana saya (tahu) - bagaimana saya tahu - Dan itulah bagaimana saya tahu: Sebuah Musik Reggae, bini turun - turun bini - bini turun Babel, Chant bawah Babel, bini ke Babel, Chant bawah Babel! Reggae Music, bini turun Babel! Reggae Music, bini turun Babel! Reggae Music, bini turun Babel! Reggae Musik! (Chant bawah Babel) [fadeout] "Rastaman Live Up!" Rastaman, hidup sampai! Bongoman, jangan menyerah! Congoman, hidup sampai, yeah! Binghi-man jangan menyerah! Jauhkan budaya Anda: Jangan takut burung bangkai! Tumbuh dreadlock Anda: Jangan takut serigala-pack! Rastaman, hidup sampai! Binghi-man, jangan menyerah! Congoman, hidup sampai, yeah! Bongoman, jangan menyerah! Daud membunuh Goliat dengan selempang dan batu; Simson membunuh orang Filistin dengan tulang rahang keledai: Iyaman, hidup sampai! Rastaman, jangan menyerah! Binghi-man, hidup sampai! Congoman, jangan menyerah! Trodding melalui penciptaan dalam meditasi irie; Terlihat banyak penglihatan in-a Armagiddyon ini yah: Rastaman, hidup sampai! Congoman, jangan menyerah! Rastaman, hidup sampai, yeah! Natty Dread, tidak menyerah! Melihatnya di awal, demikianlah jadinya di iwa ini; Dan mereka jatuh dalam kebingungan, baik hanya satu langkah dari Babel Menara Rastaman hidup sampai! Congoman, tidak menyerah! Rastaman hidup, yeah! Congoman, tidak menyerah! Tumbuh gimbal Anda; Jangan takut serigala-pack! A-memberitahu Anda, salah satu pria-walkin '; Dan seorang pria milyar-sparkin '. Rastaman, hidup sampai! Binghi-man, jangan menyerah! Jangan menyerah, jangan menyerah, jangan menyerah! "Wake Up Dan Hidup" Satu, dua, tiga, empat! Bangun dan hidup, kalian, Bangun dan hidup! Bangun dan hidup sekarang! Bangun dan hidup! Hidup adalah salah satu jalan besar dengan banyak tanda-tanda, Jadi, ketika Anda naik melalui rutinitas, kau tidak mempersulit pikiran Anda: Larilah dari kebencian, kejahatan dan cemburu! Jangan mengubur pikiran Anda, menempatkan visi Anda dengan realitas, yeah! Semua bersama-sama sekarang: Bangun dan hidup (bangun dan hidup, kalian), Bangun dan hidup (bangun dan hidup), bangun dan bangun dan hidup, yeah! (Bangun dan hidup sekarang), Bangun dan (bangun dan hidup) - bangun dan hidup! Bersiaplah kamu orang perkasa, ye-ah! Ada pekerjaan yang harus dilakukan, Jadi mari kita lakukan-sedikit demi sedikit: Bangkit dari tidur tidur Anda! Ya, ya! Ya, ya! Kami lebih dari pasir di tepi pantai, Kami lebih dari angka. Semua bersama-sama sekarang: Bangun dan hidup sekarang, kalian! (Bangun dan hidup) Bangun dan hidup! Bangun dan hidup, kalian! (Bangun dan hidup) Bangun dan hidup sekarang! Anda lihat, 1-1 kakao penuh keranjang, Whey mereka menggunakan Anda tinggal besar hari ini: besok kamu dimakamkan di-peti mati. Satu - satu kakao keranjang penuh, ya, ya! Whey mereka menggunakan Anda tinggal besar hari ini: besok Anda mengubur dalam-peti mati. W'all bersama sekarang: (Bangun dan hidup sekarang!) Bangun dan hidup! Oh! Ya-eah! (Bangun dan hidup!) Eh! (Bangun dan hidup sekarang!) Bangun dan hidup! (Bangun dan hidup) Terus main '! (Bangun dan hidup, kalian) Uh! Yeah! Yeah! (Bangun dan hidup!) (Bangun dan hidup sekarang!) (Bangun dan hidup!) Break ke bawah! --- [Saxophone solo] Ayolah, man! Bagaimana perasaanmu di sana? (Bangun dan hidup sekarang) Baiklah! (Bangun dan hidup!) Yeah, yeah, yeah, yeah, yeah. Uh! Ayolah, man! Kau harus bangun dan hidup! --- Hidup adalah salah satu jalan besar dengan banyak tanda-tanda, ya! Jadi, ketika Anda naik melalui rutinitas, kau tidak mempersulit pikiran Anda: Larilah dari kebencian, kejahatan dan cemburu! Jangan mengubur pikiran Anda, menempatkan impian Anda dengan realitas, yeah! W'all bersama sekarang: (Bangun dan hidup, kalian) (Bangun dan hidup!) Bangun dan hidup, ya-eah! (Bangun dan hidup sekarang!) (Bangun dan hidup!) Bangun dan hidup sekarang! (Bangun dan hidup) Wo-oh! Bangun dan hidup sekarang! Bangun dan hidup "Night Shift" Matahari tidak akan menghancurkan saya dari hari ke hari, Atau bulan pada malam hari; Dan segala sesuatu yang saya lakukan Akan menjadi upfull dan kanan. Dan jika itu sepanjang malam, Ini harus baik-baik saja! Jika itu sepanjang malam, Harus baik-baik saja! Mama tidak akan kehilangan satu ini; Kau yang beruntung di bawah matahari. Jika Anda membuat saya bergerak, Maka Anda tahu Anda punya alur: Sepanjang malam, tidak apa-apa! Sepanjang malam, yeah! Tidak apa-apa! Bekerja pada forklift Pada shift malam; Bekerja pada shift malam, Dengan forklift, dari A.M. (Apakah Anda mengatakan bahwa? Mengapa Anda mengatakan bahwa?) untuk P.M. (Bekerja sepanjang malam!) Bekerja pada shift malam, yeah! (Apakah Anda mengatakan bahwa? Mengapa Anda mengatakan bahwa? Upfull dan kanan!) Nah, jika itu (sepanjang malam!) - Jika itu (apa-apa!) sepanjang malam (sepanjang malam!) - Gudang (kanan semua!), Kau kosong, yeah! Pergi sekitar sudut, Membawa barang-barang Anda! Pergi sekitar sudut lain, Membawa koper Anda. (Sepanjang malam!) Dengan berpeluh saya, (Baiklah!) Makan roti Anda! (Sepanjang malam!) Dengan berpeluh saya, (Baiklah!) Makan roti Anda! Sepanjang malam (sepanjang malam)! Baiklah (kanan semua)! Sepanjang malam (sepanjang malam)! Baiklah (kanan semua)! Oh, yeah! (Bulan pada malam hari) Mengapa Anda mengatakan bahwa? Oh, yeah! (Upfull dan kanan!) Bekerja pada shift malam Dengan forklift. (Moon oleh malam!) Bekerja pada shift malam, Oh, yeah! (Upfull dan kanan!) [Fadeout] "Natural Mystic" Ada mistik alam bertiup melalui udara; Jika Anda mendengarkan dengan seksama sekarang Anda akan mendengar. Ini bisa menjadi terompet pertama, mungkin juga menjadi yang terakhir: Banyak lagi akan menderita, Banyak lagi akan harus mati - jangan tanya kenapa. Hal-hal yang bukan cara mereka dulu, Aku tidak akan memberitahu tidak bohong; Satu dan semua harus menghadapi kenyataan sekarang. "Meskipun saya sudah mencoba untuk menemukan jawaban atas semua pertanyaan yang mereka ajukan. "Meskipun aku tahu itu tidak mungkin untuk pergi Livin 'melalui masa lalu - Jangan bilang tidak ada dusta. Ada mistik alam bertiup melalui udara - Tidak dapat menjaga mereka turun - Jika Anda mendengarkan dengan seksama sekarang Anda akan mendengar. Ada mistik alam bertiup melalui udara. Ini bisa menjadi terompet pertama, mungkin juga menjadi yang terakhir: Banyak lagi akan menderita, Banyak lagi akan harus mati - jangan tanya kenapa. Ada mistik alam bertiup melalui udara - Aku tidak akan memberitahu tidak bohong; Jika Anda mendengarkan dengan seksama sekarang Anda akan mendengar: Ada mistik alam bertiup melalui udara. Seperti mistik alam bertiup melalui udara; Ada mistik alam bertiup melalui udara; Seperti mistik alam bertiup melalui udara; Seperti mistik alam bertiup melalui udara; Seperti mistik alam bertiup melalui udara. "400 Tahun" 400 tahun (400 tahun, 400 tahun. Wo-o-o-o) Dan itu sama - Filosofi yang sama (wo-o-o-o) Aku sudah mengatakan itu empat ratus tahun; (400 tahun, 400 tahun Wo-o-o-o., Wo-o-o-o) Lihatlah, berapa lama (wo-o-o-o) Dan orang-orang yang mereka (wo-o-o-o) masih tidak dapat melihat. Mengapa mereka melawan kaum muda yang miskin dari hari ini? Dan tanpa pemuda ini, mereka akan pergi - Semua sesat Ayo, mari kita bergerak: (Bergerak, bergerak. Wo-o-o-o, wo-o-o-o) Aku bisa (wo-ooo) melihat waktu (wo-ooo) - saatnya telah tiba, Dan jika-orang bodoh tidak melihat (Bodoh tidak melihat, bodoh tidak melihat. Wo-o-o-o) Saya tidak dapat menyimpan pemuda: Para pemuda (wo-o-o-o) akan menjadi kuat. Jadi, tidak akan Anda datang dengan saya; Aku akan membawa Anda ke tanah kebebasan Di mana kita bisa hidup - hidup yang baik, kehidupan yang baik Dan bebas. Lihatlah berapa lama: 400 tahun, (400 tahun, 400 tahun) - Terlalu lama! (Wo-o-o-o) Itulah alasan orang-orang saya (wo-ooo) - orang-orang saya tidak bisa melihat. Mengatakan, itu empat ratus tahun yang panjang - (400 tahun, 400 tahun Wo-ooo.) Beri aku kesabaran (wo-o-o-o) - filosofi yang sama. Sudah 400 tahun, (400 tahun, 400 tahun) Menunggu begitu lama! Wo-o-o-o, wo-o-o-o. Berapa lama? 400 lama, bertahun-tahun. [Fadeout]
Muhammad Irfan Abdul Aziz


bangun+rumah 's link
INI PERKARA KEPALSUAN EKSISTENSI YANG TERKUAK (Tulisan Kedua dari 3 Tulisan)            Ini perkara kepalsuan eksistensi yang terancam. Tepatnya eksistensi yang palsu itu. Mengagungkan diri tinggi jauh dari batas hakikat nilai kemanusiaannya. Yang karenanya ia dapat mengoyak sendi-sendi keharmonisan, dan merebut sebagian dari kuasa Tuhan. Dalam pengagungan semacam itulah, mereka bersemayam nyaman, bertahun-tahun, tak tersentuh oleh nilai keadilan.             Maka, saat nilai keadilan hendak mendekatinya, segera mereka tergeragap. Sigap melakukan antisipasi-antisipasi. Demi terjaga eksistensi yang hakikatnya palsu itu agar tak terkuak.             Berikut ini, kita coba mengurai 3 + 3 sebab kebencian mereka. Yang seluruhnya sangat terkait dengan eksistensi palsu mereka yang terancam.   Pertama; karena Dakwah dan Gerakannya ini menyeru kepada Ketauhidan             Apa yang mereka takutkan bila massa memahami betul hakikat ketauhidan. Tidak ada ruang intervensi sesama makhluk, tidak ada celah bagi kedzaliman antar makhluk, dan tidak ada kuasa mutlak pada makhluk. Begitu takutnya para pembesar Quraish, bertahun-tahun mereka bisa memperbudak sesama manusia, bermasa-masa mereka bisa menipu penyembahan pada berhala dengan dalih pewarisan tradisi agama nenek moyang, dan berera lamanya mereka bak tuhan. Tapi bangsa Quraish pada akhirnya harus merasakan pedih mendengar lengkingan kalimat ’Ahad’ seorang budak hitam bernama Bilal.             Perkara cerita rakyat yang mengelabui ini, juga mitos-mitos para sengkuni, akan tumpas dengan hadirnya kesadaran bertauhid. Kalimat Tauhid dalam istilah imam Fakhrur Razi dikatakan sebagai kalimat Keadilan, yang dalam dokumen Falsafah Dasar Perjuangan dikatakan sebagai Keadilan Etik; yaitu ”keadilan yang sesuai kebajikan tertinggi yang menentukan suatu standar tingkah laku manusia.” Sebab ketika kesadaran tauhid hadir, maka manusia mendapatkan kemerdekaan hakikat kemanusiaannya, dan karenanya ia memiliki kebebasan untuk menumbuh-kembangkan seluruh unsur kemanusiaannya.              Maka, dapatkah Anda bayangkan bila kesadaran bertauhid ini hadir di bumi Timur Indonesia, bagaimana berangnya para pialang pengeruk kekayaan buminya atau para eksploitir pesona adat istiadatnya? Dapatkah Anda bayangkan bila kesadaran tauhid ini hadir di masyarakat agamis nusantara, bagaimana berangnya para politikus yang menghadapi kenyataan para makelar agama tak bergigi lagi melakukan transaksi suara jama’ahnya? Atau para punggawa agama itu sendiri, yang berang melihat kantong-kantong sumbangan sukarela jama’ahnya mulai tak aman? Dan dapatkah Anda bayangkan, bila kesadaran bertauhid ini melahirkan generasi-generasi unggul nan cerdas karena tradisi baca-telaahnya, bagaimana berangnya para pekerja liberalisme yang mulai tertekan oleh gertakan asing penyumbang dana? Begitupun berangnya sekian banyak industri di segala ranah kehidupan berbangsa yang program utamanya berkata-kunci ’pembodohan’.              Begitulah realita Makkah kala itu, saat menghadapi kenyataan mulai bertumbuhnya generasi gurun badui yang cerdas dan penuh integritas. Tersebab titah Tuhan-nya untuk ’Membaca’, dan perjuangkan ’Keadilan’.   Kedua; karena Dakwah dan Gerakannya ini menyeru kepada Persamaan Sosial             Betapa murkanya Abu Jahal disetarakan dengan budaknya Khabab bin Arts. Betapa murkanya Umayyah disetarakan dengan Bilal bin Rabah. Betapa murkanya para pembesar Quraish disetarakan dengan budak-budak belian dari negeri gelap nan jauh. Penyetaraan antara yang kaya dengan yang papa, dan tidak ada bedanya bangsawan dengan rakyat biasa.             Maka, dapatkah Anda bayangkan, bilamana strata sosial itu sirna, dan tokoh agama berdiri sama di tengah-tengah jama’ahnya, pemimpin negeri berada sama dengan rakyatnya di hadapan hukum, dan slogan Bhineka Tunggal Eka yang bangsa ini dengung-dengungkan sejak lama benar-benar tampil nyata, senyata gelegar sila kedua ”Kemanusiaan yang Adil dan Beradab” serta sila kelima ”Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”? Dan dalam kondisi persamaan itu, bukan berarti penghormatan kepada sesama hilang, tetapi justru menguat, namun tanpa ada ulah menghinakan sesama.             Apakah dengan itu mereka suka? Tidak. Sebab mereka telah nyaman dengan singgasana strata sosialnya. Sebab dalam kondisi persamaan sosial semacam itu, dibutuhkan kompetisi ”Fastabiqul Khairat”, untuk meraih pembeda antar sesama. Dan mereka, tidak siap berada dalam nuansa kompetitif semacam itu. Sebab kehormatan yang mereka inginkan adalah given dari pewarisan, bukan direbut karena keistimewaan kiprah. Masalahnya lagi; mereka ingin memimpin, meski tidak siap memimpin, dan mereka lebih tidak siap lagi untuk dipimpin.   Ketiga; karena Dakwah dan Gerakannya ini menyeru kepada Perbaikan Akhlaq             Poin ketiga ini lebih nyata lagi. Kenapa Musyrikin Quraisy akhirnya harus melakukan usaha pengebirian gerakan dakwah ini? Sebab, dakwah menyeru pada perbaikan, yang target dasarnya adalah perubahan individu hingga tatanan institusi sosial. Perubahan individu itu, artinya perbaikan akhlaq. Dan itulah yang tidak mereka inginkan.             Karena, bila akhlaq masyarakat membaik, maka kedok tipu muslihat dan kebusukkan watak mereka akan mudah diketahui. Sebab akan banyak diferensiasi dalam sosial itu. Para pembesar Quraisy, yang semula terhormat, bila terkuak kebusukannya maka akan hilang kehormatannya. Begitu logika sederhananya.             Maka, dapatkah Anda bayangkan, kenapa begitu berangnya para pemimpin negeri ini dengan gerakan pemberantasan korupsi? Kenapa begitu takutnya mereka, akan lahirnya sebuah partai yang tetap dapat berada dalam kinerja Bersih dan Pedulinya? Kenapa begitu khawatirnya mereka, akan tersedianya panggung bagi generasi muda yang akan dikenal dengan kecerdasannya dan integritas kepribadiannya? Sebab itu artinya, semakin banyak yang bersih dari korupsi, maka kedok korupsi mereka akan mudah tercium. Dan, semakin banyak yang dikenal cerdas dan berbudi, maka kebejatan akhlak mereka semakin mudah dikenali khalayak.             Oleh karenanya, secara pribadi mereka mengakui keluhuran budi Muhammad saw., tetapi mereka tidak ingin keluhuran budi itu dikenal seantero jazirah. Sebab, secara tidak langsung akan mengikis kehormatan semu yang tersemat pada diri mereka. Maka kemudian kita mengetahui, begitu gencarnya usaha pembunuhan karakter Rasulullah saw.   Keempat; karena Dakwah dan Gerakannya ini menyeru pada Loyalitas kepada Allah dan Rasul-Nya             Apa yang dikhawatirkan para pembesar Quraisy, bila masyarakatnya kemudian lebih loyal kepada Allah dan Rasul-Nya? Takut kehilangan pengaruh, propaganda, dan eksistensi. Begitulah.             Maka dongeng-dongeng akan 'agama nenek moyang' itu akan mudah diabaikan bila bertentangan dengan perintah Allah dan Rasul-Nya. Maka sebengis apapun mereka kepada rakyatnya tidak akan digubris, sebab Allah dan Rasul-Nya menjadi pembela yang memberikan energi kekuatan pribadi tersendiri.             Begitu sama takutnya para pencengkeram kekayaan alam negeri ini, juga para penguasa politik negeri ini, bila kesadaran loyalitas kepada Allah dan Rasul-Nya ini merebak di masyarakat. Sebab, ada kekuatan jiwa-jiwa merdeka yang akan menghadang tangan-tangan bengis dari objek-objek jarahannya. Sebab, tiada lagi loyalitas politik, kecuali bila pemimpinnya pun sama loyalnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Di kalangan komunitas beragama, loyalitas pada Allah dan Rasul-Nya ini jelas tidak menguntungkan bagi para penjual dongeng ’agama nenek moyang’.   Kelima; karena Dakwah dan Gerakannya ini dapat Mengancam Sumber Ekonomi             Di antara yang membuat Musyrikin Quraisy ketar-ketir adalah ancaman bagi salah satu sumber ekonominya. Apa itu? Perdagangan berhala. Berhala-berhala sesembahan itu, dibuatkan patung-patung mungilnya, lalu diperjual-belikan sebagai alat peribadatan di rumah-rumah. Semacam cenderamata, begitulah.             Dan pertanyaan yang terus terngiang dalam lubuk jiwa kita, mengapa sekian puluh tahun belahan pelosok negeri ini tak kunjung dicerdaskan? Apakah ini persoalan eksploitasi objek wisata? Entahlah. Sebenarnya ini naif, sebab bilapun mereka kemudian cerdas, dan mengubah busana rumbai-rumbainya dengan pakaian layak yang modern, tetap masih bisa kita menej perkara objek wisata ini. Atau, mungkin bila tak cerdas, objek wisata itu bisa direbut dengan ongkos yang sangat murah? Begitukah? Membodohkan demi target ekonomis.             Sama seperti media informasi yang tak kunjung menghampiri pedalaman nusantara, demi teredamnya gejolak sosial bila pemerintah ingin sewenang-wenang memainkan harga. Sedangkan dakwah ini bekerja tidak dengan logika seperti itu. Yang karenanya, mereka perlu menghambat laju gerakan ini.   Keenam; karena Dakwah dan Gerakannya ini menyeru kepada Kesadaran Hari Berbangkit             Mengapa Abu Lahab begitu sengitnya melontarkan kalimat, ”Celakalah engkau Muhammad, apakah untuk urusan ini engkau mengumpulkan kami?”             Tak lain di antaranya karena seruan pada kesadaran hari berbangkit. Bahwa setelah kematian ada kebangkitan dan pertanggungjawaban. Kesadaran ini, bila dimiliki masyarakat, akan menghambat tingkah sewenang-wenang penyesatan opini yang mereka bangun. Sebab, orang menimbang sebelum menerima informasi, merenung sebelum melakukan sesuatu. Dan itu artinya ada imun yang baik bagi perilaku masyarakat yang bertanggungjawab. Artinya lagi, masyarakat tak mudah lagi digiring opininya.             Lalu, apa yang Anda pikirkan dengan hubungan media dan publik negeri ini? Apakah ada peran penguasa di belakangnya? Apakah ada peran tangan-tangan tersembunyi di baliknya? Bila masyarakat sadar akan hari berbangkit, maka sulit bagi mereka mengiming-imingi, beropini asal, dan memprovokasi. Sebab, kesadaran tanggungjawab individu semakin meningkat. Karena itukah, gerakan ini harus dibendung, dibonsai, bahkan dibasmi?   KAFILAH KEADILAN             Begitulah kafilah keadilan berjalan dengan segala aral rintangnya. Yang dihadapi oleh kafilah ini adalah kebatilan, atau kedzaliman. Itulah lawan Keadilan. Yang bila kita telusuri sejarahnya, kita mengetahui bahwa kebatilan itu tidak akan pernah berhenti dari kerjanya melawan hak dengan segala caranya. Atau yang kita kenal dengan ungkapan, ”Kebatilan itu tampil dengan seribu warna.”             Untuk itu, yang kita butuhkan adalah teguh pada kebenaran dan dasar-dasarnya. Sebab kita meyakini, kehidupan mu’min ini memang dilingkupi antara prahara dan anugerah. Dan Rasulullah saw. dahulu, dalam derita tetap menyampaikan kebenaran. Sebab beliau meyakini, mungkin saja perkataan hari ini tidak akan membekas kecuali setelah beberapa tahun yang akan datang.             Maka ketika dalam hajatan Khatam al Qur’an dan Penutupan Semester di kampus, yang dihadiri oleh banyak ustadz dari beragam kebangsaan, saya dikejutkan dengan sebuah tanya dari seorang ustadz, ”Kaifa ahwal bilad wal ibad?” (Bagaimana kabar negerimu dan bangsamu?) Saya segera membalas dengan senyum dan ujaran, ”InsyaAllah kami akan tetap terus bekerja untuk kemaslahatan negeri dan bangsa.”             Bila mereka begitu perhatiannya akan kejayaan Indonesia, masihkah kita abai akan segala penghargaan pada sepenggal taman firdaus ini? Mari terus berjuang untuk kemaslahatan negeri dan bangsa dengan Cinta, Kerja, dan Harmoni!!![]     24 Mei 2013 di sudut bumi bersuhu 43 derajat celcius
Aide Abu

Powered by WordPress SEO Tools

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>